0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
236 tayangan66 halaman

Panduan Kegiatan PISEW untuk Infrastruktur

Sosialisasi awal kegiatan PISEW melibatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk menggali informasi awal mengenai kondisi sosial ekonomi, potensi daerah, dan permasalahan masyarakat. Kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan PISEW kepada masyarakat dan memastikan kelengkapan administrasi pembentukan KKAD.

Diunggah oleh

amelia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
236 tayangan66 halaman

Panduan Kegiatan PISEW untuk Infrastruktur

Sosialisasi awal kegiatan PISEW melibatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk menggali informasi awal mengenai kondisi sosial ekonomi, potensi daerah, dan permasalahan masyarakat. Kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan PISEW kepada masyarakat dan memastikan kelengkapan administrasi pembentukan KKAD.

Diunggah oleh

amelia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUKU

SAKU
Pengendalian
Kegiatan PISEW

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
DIREKTORAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN
Kata Pengantar

Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat Direktorat Pengembangan


Kawasan Permukiman melalui kegiatan PISEW pada prinsipnya merupakan
kegiatan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur dasar di
kawasan perdesaan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat melalui
pendekatan partisipatif. Untuk memastikan tercapainya kualitas hasil
pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan standar teknis dan
penyelenggaraan IBM berjalan dengan baik, maka disusun pedoman bagi
seluruh pemangku kepentingan, melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Cipta
Karya Nomor: 05/SE/DC/2023 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Kegiatan
Infrastruktur Berbasis Masyarakat Direktorat Jenderal Cipta Karya yang tata
kelola pelaksanaannya dirincikan ke dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan
Kegiatan PISEW.
Selaras dengan pedoman teknis dan petunjuk teknis pelaksanaan tersebut,
maka telah disusun pula kumpulan buku saku yang bertujuan untuk
mendukung kelancaran dan kemudahan bagi tim pelaksana di lapangan. Buku
saku tersebut berisi rincian terkait mekanisme pengendalian, perencanaan
dan pembangunan fisik yang terdiri dari:
1. Buku Saku Pengendalian Kegiatan PISEW;
2. Buku Saku Petunjuk Umum Konstruksi;
3. Buku Saku Petunjuk Konstruksi Jalan;
4. Buku Saku Petunjuk Konstruksi Jembatan dan Tambatan Perahu;
5. Buku Saku Petunjuk Konstruksi Bangunan Sederhana;
6. Buku Saku KKAD;
7. Buku Saku Penentuan Capaian Luas Kawasan Terlayani Infrastruktur
Terbangun;
8. Buku Saku Pemanfaatan dan Pemeliharaan Infrastruktur Desa;
9. Buku Saku Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Laporan
Keuangan dan Aset.

i
Diharapkan dengan adanya kumpulan buku saku ini dapat menjadi panduan
praktis bagi para pelaku kegiatan IBM Direktorat Pengembangan Kawasan
Permukiman di lapangan, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan
pembangunan dan pasca konstruksi terkait pemanfaatan dan pemeliharaan
infrastruktur terbangun sesuai pedoman/standar yang telah ditetapkan, serta
dapat memberikan kontribusi positif terhadap penerapan aturan/kaidah teknis
pada pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat. Namun demikian, tim
penulis tetap mengharapkan saran dan masukkan dari seluruh pemakai buku
saku ini untuk penyempurnaan lebih lanjut secara substansi.

Jakarta, Maret 2023

Tim Pelaksana Pengawasan dan Pengendalian Pusat


Kegiatan IBM Direktorat PKP

ii
Daftar Isi

KATA PENGANTAR ..................................................................................... i


DAFTAR ISI .............................................................................................. iii
I. TAHAPAN PERSIAPAN....................................................................... 4
1.1 Sosialisasi Awal ........................................................................... 4
1.2 Mekanisme Pembentukan KKAD ................................................... 8
II. TAHAPAN PERENCANAAN ............................................................... 12
2. 1 Pertemuan Kecamatan I ............................................................. 12
2. 2 Survei Teknis ............................................................................. 16
2. 3 Penyusunan Proposal Rencana Infrastruktur ............................. 19
2. 4 Catatan & Lampiran Tahapan Perencanaan ................................ 24
III. TAHAPAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI .......................................... 28
3. 1 Penandatanganan Perjanjian Kontrak Swakelola ....................... 29
3. 2 Rapat Pra Pelaksanaan .............................................................. 32
3. 3 Pelaksanaan Konstruksi ............................................................ 35
3. 4 Pertemuan Kecamatan II ........................................................... 41
3. 5 SERAH TERIMA 1 ........................................................................ 44
3. 6 Catatan Pelaksanaan ................................................................. 46
IV. PENGELOLAAN KEUANGAN ............................................................. 51
4. 1 Pemantauan & Pengawasan Keuangan ...................................... 51
4. 2 Catatan & Lampiran Pengelolaan Keuangan............................... 58

iii
I. TAHAPAN PERSIAPAN

1.1 Sosialisasi Awal

A. INPUT
1. Apa yang dibutuhkan/dipersiapkan?
a. Kepmen PUPR tentang Penetapan Lokasi Kegiatan PISEW tahun
berjalan;
b. Surat Tugas/SPMK dari PPK PKP pada Balai Prasarana Permukiman
Wilayah (BPPW) untuk Fasilitator Masyarakat1;
c. RKTL yang disepakati bersama antara FM, TAPr/Asisten TAPr dan
PPK PKP;
d. Data-data awal lokasi sasaran PISEW (potensi kawasan, peta, data
kependudukan, kondisi geografis, RPJM Des, dsb).
2. Kapan dilaksanakan?
FM sudah terkontrak, PPK PKP pada Satker Pelaksanaan BPPW di
provinsi sudah mengeluarkan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) dan
pelatihan FM di tingkat provinsi telah selesai dilaksanakan.
3. Mengapa harus dilakukan?
a. Pengenalan kondisi geografis dan sosial ekonomi masyarakat di
lokasi kegiatan PISEW;
b. Penggalian awal potensi desa sasaran;
c. Penggalian masalah/hambatan yang paling dirasakan oleh
masyarakat terkait kondisi kawasan perdesaan; dan
d. Penggalian rencana infrastruktur yang merupakan solusi terhadap
permasalahan/hambatan yang paling dirasakan oleh masyarakat,
dan sesuai dengan “Indikator Kinerja Keberhasilan PISEW”.
4. Siapa saja yang berperan?
a. Unsur-unsur Pemerintah di tingkat kecamatan;
b. Pemerintahan Desa (Kepala Desa, Kaur, BPD);

1Surat Tugas dari PPK PKP sebaiknya disampaikan secara langsung oleh PPK PKP
Provinsi kepada Camat untuk lebih melancarkan koordinasi penyelenggaraan kegiatan
PISEW di kecamatan yang bersangkutan.

4
c. KKAD (Jika sudah terbentuk);
d. Fasilitator Masyarakat (FM); dan
e. Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kelompok/ organisasi
masyarakat setempat.
5. Dimana dilaksanakan?
Di kecamatan dan desa-desa yang mendapatkan kegiatan PISEW sesuai
dengan Kepmen Penetapan Lokasi Kegiatan PISEW Tahun berjalan.

B. PROSES
1. Bagaimana caranya?
a. Koordinasi dengan pihak Kecamatan untuk melakukan sosialisasi
awal kegiatan PISEW serta mendapatkan informasi dan
menyepakati hal-hal terkait:
1) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Des.) dan
Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun berjalan;
2) Kondisi geografis dan sosial ekonomi di wilayah kecamatan
secara umum;
3) Tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama dan organisasi
kemasyarakatan di desa-desa penerima kegiatan PISEW tahun
berjalan;
4) Isu-isu strategis di lokasi rencana kegiatan; dan
5) Rencana kerja dan jadwal kegiatan persiapan bersama
Pemerintah di tingkat kecamatan.
b. Koordinasi dengan Pemerintah Desa (di desa-desa yang masuk
dalam Kepmen Penetapan Lokasi PISEW tahun berjalan) untuk
melakukan sosialisasi awal kegiatan PISEW serta mendapatkan
informasi dan menyepakati hal-hal terkait:
1) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Des.) dan
Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun berjalan;
2) Pengenalan kondisi geografis dan sosial ekonomi masyarakat
setempat;
3) Penggalian potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam
di kawasan perdesaan yang mendapatkan kegiatan PISEW;
4) Penggalian masalah/hambatan terkait sosial ekonomi yang
paling dirasakan oleh pemerintah desa dan masyarakat pada
umumnya;

5
5) Gambaran tentang usulan infrastruktur yang akan menjadi
solusi terhadap permasalahan yang dirasakan oleh sebagian
besar masyarakat terkait sosial ekonomi di kawasan perdesaan
tersebut;
6) Data dan daftar tokoh masyarakat, tokoh agama dan organisasi
kemasyarakatan di kawasan perdesaan;
7) Daftar calon anggota KKAD yang ditetapkan dengan SK Bersama
Kepala Desa tentang penetapan KKAD; dan
8) Data calon tenaga kerja atau tukang yang akan terlibat.
c. Koordinasi dan diskusi secara non Formal (bukan dalam forum
khusus dan tidak dilakukan secara bersamaan) dengan tokoh
masyarakat, tokoh agama, pimpinan/pengurus organisasi
kemasyarakatan dengan pokok bahasan:
1) Sosialisasi awal tentang kegiatan PISEW;
2) Kondisi sosial ekonomi, geografis serta adat budaya masyarakat
setempat;
3) Potensi sumber daya alam maupun manusia yang dimiliki
kawasan perdesaan; dan
4) Permasalahan/hambatan yang dihadapi masyarakat di kawasan
perdesaan dalam bidang sosial ekonomi, dan apa solusinya jika
dikaitkan dengan potensi yang dimiliki, serta kemungkinan
infrastruktur apa saja yang bisa dibangun di kawasan perdesaan
tersebut sebagai jalan keluar dari permasalahan tersebut.
d. Melakukan cek terhadap kelengkapan administratif pembentukan
KKAD, yaitu:
1) Dokumen penentuan Delegasi Desa untuk mengikuti
Musyawarah Antar Desa (MAD) antara lain :
a) Undangan;
b) Daftar Hadir;
c) Notulensi; dan
d) Berita Acara Musyawarah Desa untuk mengikuti MAD;
2) Surat Keputusan masing-masing Kepala Desa Tentang Delegasi
Desa untuk mengikuti Forum MAD;
3) Peraturan Bersama Kepala Desa tentang pembentukan KKAD
Dokumen Kegiatan Musyawarah Antar Desa (MAD) untuk
Pembentukan KKAD antara lain:
a) Undangan;

6
b) Daftar Hadir;
c) Notulensi; dan
d) Berita Acara Musyawarah Antar Desa (MAD) untuk
pembentukan KKAD.
4) Dokumentasi;
5) Peraturan Bersama Kepala Desa (Permakades) Tentang
Kerjasama Antar Desa Dalam Kegiatan PISEW; dan
6) Surat Keputusan Bersama Kepala Desa Tentang Penetapan
Kelompok Kerjasama Antar Desa (KKAD) dalam Pelaksanaan
Kegiatan PISEW.
e. Mencatat dan mendokumentasikan seluruh kegiatan dari poin a – d
di atas, sebagai persiapan dan bahan diskusi dalam musyawarah
“Pertemuan Kecamatan I” di tingkat Kecamatan.
2. Kapan dimulai/selesainya?
Kegiatan ini dimulai setelah keluarnya SPMK dan FM selesai mengikuti
kegiatan Pelatihan penguatan kapasitas tingkat provinsi, dan diakhiri
menjelang pelaksanaan musyawarah “Pertemuan Kecamatan I”.
3. Siapa yang memfasilitasi?
Satker Pelaksanaan PPW Provinsi, PPK PKP pada Satker Pelaksanaan
Prasarana Permukiman Wilayah di provinsi, Pemerintah di tingkat
kecamatan dan Desa.
4. Siapa yang difasilitasi?
Fasilitator Masyarakat (FM), KKAD, Masyarakat desa penerima kegiatan
PISEW tahun berjalan.

C. OUTPUT
1. Apa Hasilnya ?
a. Pelaku di tingkat kecamatan, desa, serta tokoh masyarakat, tokoh
agama memahami tentang PISEW;
b. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja
Pembangunan Desa tahun berjalan;
c. Data awal tentang kondisi geografis dan kependudukan dari
kawasan perdesaan yang mendapat kegiatan PISEW tahun berjalan;
d. Data potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia;
e. Data potensi kawasan yang akan didukung melalui kegiatan PISEW;

7
f. Gambaran tentang permasalahan dan hambatan sosial ekonomi di
kawasan tersebut, beserta solusinya; dan
g. Gambaran dan daftar calon infrastruktur yang memungkinkan
dibangun, dengan melihat permasalahan, kebutuhan, serta potensi
yang ada di kawasan tersebut, sebagai bahan diskusi dan
musyawarah untuk “Pertemuan Kecamatan I”.
2. Bagaimana tindak lanjutnya?
Dari semua data dan analisa awal yang didapatkan, bisa dilanjutkan
untuk merencanakan kegiatan “Pertemuan Kecamatan I” di tingkat
kecamatan.

1.2 Mekanisme Pembentukan KKAD

A. INPUT
1. Apa yang dibutuhkan/dipersiapkan?
a. Kepmen PUPR tentang Penetapan Lokasi Kegiatan PISEW tahun
berjalan;
b. RKTL yang disepakati bersama antara FM, TAPr/Asisten TAPr dan
PPK PKP pada Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah
di provinsi;
c. Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Lembaga
Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa;
d. LKPP Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melalui; dan
e. Penyedia LKPP Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Pedoman Swakelola.
2. Kapan dilaksanakan?
Setelah Kepmen PUPR tentang Penetapan Lokasi Kegiatan PISEW tahun
berjalan terbit.

8
3. Mengapa harus dilakukan?
a. KKAD adalah Kelompok Masyarakat yang dibentuk atas
kesepakatan bersama antar desa pada kecamatan yang
mendapatkan alokasi PISEW;
b. KKAD beranggotakan perwakilan dari masing-masing desa pada
Kecamatan yang di tetapkan dalam Kepmen PUPR Lokasi PISEW;
c. KKAD bertanggung jawab melaksanakan kegiatan PISEW sejak
tahap persiapan hingga serah terima infrastruktur terbangun, baik
pertanggungjawaban konstruksi fisik, pelaporan administrasi
maupun keuangan;
d. KKAD merupakan pihak yang akan mengikat Perjanjian Kontrak
Swakelola (PKS) dengan PPK PKP sebagai Pelaksana Swakelola
Kegiatan PISEW; dan
e. Perwakilan desa yang menjadi anggota KKAD adalah perwakilan
pengurus dari salah satu/lebih Lembaga Keswadayaan Desa
(LKD) yang pembentukannya berdasarkan Permendagri Nomor
18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan
Lembaga Adat Desa.
4. Siapa saja yang berperan?
a. Unsur-unsur Pemerintah di tingkat Kecamatan;
b. Pemerintahan Desa (Kepala Desa, Kaur, Badan Permusyawaratan
Desa); dan
c. Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kelompok/
organisasi masyarakat setempat
5. Dimana dilaksanakan?
Di kecamatan dan desa-desa yang mendapatkan kegiatan PISEW sesuai
dengan Kepmen Penetapan Lokasi Kegiatan PISEW.

B. PROSES
1. Bagaimana caranya?
a. Koordinasi dengan pemerintah di tingkat kecamatan untuk
melakukan persiapan pembentukan KKAD dan menyusun rencana
koordinasi dengan kepala desa terkait persyaratan pembentukan
KKAD, perwakilan desa yang menjadi anggota KKAD adalah
perwakilan pengurus dari salah satu/lebih Lembaga

9
Keswadayaan Desa (LKD) yang pembentukannya berdasarkan
Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga
Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa, antara lain:
i. Hasil keputusan musyawarah antara Kepala Desa dan Badan
Permusyawaratan Desa (BPD), untuk menentukan delegasi desa
yang akan mengikuti Musyawarah Antar Desa (MAD). Wakil
masyarakat ini harus memenuhi unsur:
a) Rukun Tetangga;
b) Rukun Warga;
c) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga;
d) Karang Taruna; dan/atau
e) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat.
ii. Kepala desa membuat SK Kepala Desa tentang delegasi desa
yang akan mengikuti MAD;
iii. Calon Anggota KKAD dalam Kegiatan PISEW yang di usulkan
sekurang-kurangnya:
a) 1 orang berasal dari kepengurusan LPM; dan
b) 2 orang berjenis kelamin perempuan;
b. Mengadakan Musyawarah Antar Desa (MAD) untuk membentuk KKAD,
dengan difasilitasi oleh Camat sebagai penanggung jawab kegiatan
diwilayahnya;
c. MAD dilaksanakan sesuai kebutuhan dan sekurang-kurangnya 1
(satu) kali yang dihadiri oleh Unsur-unsur sebagai berikut:
a) Unsur Pemerintah Desa;
b) Camat sebagai Pembina, Pengarah dan Penaggung Jawab
kegiatan;
c) Ketua BPD;
d) Pengurus KKAD dan Unit pelaksana teknis/Kerja; dan
e) Tamu Undangan.
d. Susunan KKAD harus berjumlah ganjil, minimal 9 orang maksimal
berjumlah 13 orang; dan
e. Membuat Peraturan Bersama Kepala Desa (Permakades) tentang
Kerjasama Desa dalam pelaksanaan kegiatan PISEW;

10
2. Kapan dimulai dan selesainya?
Kegiatan ini dimulai setelah terbitnya Kepmen Penetapan Lokasi PISEW
tahun berjalan dan menjelang pelaksanaan musyawarah Pertemuan
Kecamatan I seluruh proses pembentukan KKAD sudah selesai.
3. Siapa yang memfasilitasi?
Pemerintah di tingkat kecamatan, Tenaga Ahli Provinsi (TAPr) dan
Asisten TAPr.
4. Siapa yang difasilitasi?
Pemerintah Desa pada kawasan perdesaan yang mendapatkan
kegiatan PISEW.

C. OUTPUT
1. Apa Hasilnya ?
a. Dokumen Penentuan Delegasi yang akan mengikuti MAD antara lain:
a) Format 1.1 Undangan;
b) Format 1.2 Daftar Hadir;
c) Format 1.3 Notulensi;
d) Format 1.4 Berita Acara; dan
e) Dokumentasi.
b. Format 2.10 SK Kepala Desa tentang delegasi desa untuk mengikuti
MAD;
c. Dokumen kegiatan Musyawarah Antar Desa (MAD) antara lain:
a) Format 1.1 Undangan;
b) Format 1.2 Daftar Hadir;
c) Format 1.3 Notulensi;
d) Format 1.4 Berita Acara; dan
e) Dokumentasi
d. Format 2.11 Peraturan Bersama Kepala Desa (Permakades) Tentang
Kerjasama Desa dalam Pelaksanaan Kegiatan PISEW; dan
e. Format 2.12 SK Bersama Kepala Desa Tentang Penetapan KKAD.
2. Bagaimana tindak lanjutnya?
KKAD yang telah terbentuk nantinya akan melaporkan kepada masing-
masing kepala desa.

11
II. TAHAPAN
PERENCANAAN

2. 1 Pertemuan Kecamatan I

A. INPUT
1. Apa yang dibutuhkan/dipersiapkan?
a. Pengenalan kegiatan PISEW
a) Keputusan Menteri PUPR tentang Penetapan Lokasi Sasaran
kegiatan PISEW;
b) Pedoman Teknis Pelaksanaan Kegiatan Infrastruktur Berbasis
Masyarakat Direktorat Jenderal Cipta Karya;
c) Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan
Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW); dan
d) Bahan sosialisasi berupa tayangan/paparan, atau media audio
visual lainnya.
b. Sosialisasi KKAD sebagai Pelaksana Swakelola kegiatan PISEW
a) SK Bersama Kepala Desa tentang Penetapan KKAD.
c. Penggalian Potensi Kawasan
a) Profil Desa;
b) Peta Delineasi; dan
c) Survei Identifikasi Kawasan yang meliputi Potensi perdesaan,
permasalahan, rencana strategis dalam menggali potensi dan
solusi terhadap permasalahan di kawasan.
d. Penggalian dan penentuan kebutuhan infrastruktur rencana
a) RPJMDes;
b) RPJMKec.;
c) RPJMKab.;
d) Peta jaringan jalan dan drainase;
e) Peta Daerah Irigasi/Rencana Jaringan Irigasi (petak tersier); dan
f) Usulan lainnya yang dapat dipertimbangkan dalam penentuan
jenis infrastruktur.
e. Format- Format yang diperlukan :

12
a) Format 1.1 Undangan;
b) Format 1.2 Daftar Hadir Peserta;
c) Format 1.3 Notulensi;
d) Format 1.4 Berita Acara;
e) Format 2.13 Pakta Integritas; dan
f) Format 2.15 Rencana Kerja dan Tindak Lanjut (RKTL).
2. Kapan dilaksanakan?
Setelah KKAD terbentuk, dan setelah kegiataan persiapan Pertemuan
Kecamatan I selesai dilaksanakan oleh FM beserta pemerintah
Kecamatan.
3. Mengapa harus dilakukan?
a. Pengenalan kegiatan PISEW kepada masyarakat;
b. Mensosialisasikan KKAD sebagai Pelaksana Swakelola kegiatan
PISEW;
c. Penjelasan tugas dan tanggung jawab KKAD sebagai pelaksana
swakelola kegiatan PISEW;
d. Penggalian potensi kawasan, rencana infrastruktur, kesiapan lahan
dan/atau perizinan lainnya;
e. Sinkronisasi awal kegiatan terkait rencana infrastruktur serta
kesiapan lahan dan/atau perizinan lainnya dengan perencanaan
kabupaten; dan
f. Penyampaian Rencana Kerja dan Tindak Lanjut (RKTL).
4. Siapa saja yang berperan?
a. Pokja PKP Kabupaten;
b. Pemerintah di tingkat kecamatan;
c. Pemerintah Desa (Kepala Desa, BPD);
d. KKAD;
e. Fasilitator Masyarakat (FM), Tenaga Ahli Provinsi (TAPr)/Asisten
Tenaga Ahli Provinsi; dan
f. Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kelompok/organisasi masyarakat
setempat serta anggota masyarakat (sekurang-kurangnya 30%
peserta yang hadir adalah perempuan)
5. Dimana dilaksanakan ?
Di kecamatan yang mendapatkan program PISEW sesuai Kepmen
Penetapan Lokasi PISEW tahun berjalan.

13
B. PROSES
1. Bagaimana Caranya ?
a. Koordinasi dengan Pemerintah di tingkat kecamatan dan KKAD
untuk penjadwalan kegiatan Pertemuan Kecamatan I;
b. Mengundang Pokja PKP Kabupaten, Pemerintahan desa (Kepala
Desa, BPD), Tokoh Masyarakat, Toko Agama dan
Kelompok/organisasi masyarakat setempat serta anggota
masyarakat secara luas, dimana sekurang-kurangnya 30% peserta
yg hadir adalah perempuan;
c. Menunjuk salah satu peserta untuk menjadi notulis dan mencatat
proses serta dinamika yang terjadi selama berlangsungnya
kegiatan.;
d. Penyampaian materi tentang:
1) Pengenalan kegiatan PISEW dengan penyampaian ketentuan
pelaksanaan PISEW, jenis infrastruktur yang bisa dibangun,
besaran dan tata cara penggunaan dana BPM, penjelasan
pengadaan barang/jas dan penjelasan Pakta integrita;
2) Sosialisasi KKAD sebagai Pelaksana Swakelola yang
bertanggungjawab dalam pelaksanaan kegiatan PISEW;
3) Penggalian potensi kawasan untuk mengetahui potensi dan
sumber daya alam di lokasi kawasan PISEW untuk dapat
dikembangkan ditingkatkan ataupun dimanfaatkan dalam
kegiatan PISEW; dan
4) Penggalian rencana infrastruktur yang sesuai dengan Indikator
Kinerja Keberhasilan PISEW dan menjadi peluang dan hambatan
yang dialami masyarakat terkait sosial ekonomi wilayah.
e. Dilakukan diskusi/tanya jawab dengan peserta yang hadir;
f. Pembahasan Rencana Kerja dan Tindak Lanjut kegiatan berupa:
kapan, di mana dan siapa saja yang berperan dan terlibat untuk
dilaksanakannya survei identifikasi kawasan, survei rencana
infrastruktur, dan penyusunan Proposal Rencana Infrastruktur;
g. Hal-hal yang dibahas dan menjadi kesepakatan bersama,
dituangkan dalam Berita Acara dan ditandatangani oleh perwakilan
peserta, pemimpin rapat, notulis, Camat, serta Fasilitator
Masyarakat; dan
h. Seluruh peserta mengisi daftar hadir.

14
2. Kapan dimulai/selesainya?
Kegiatan ini dimulai setelah kegiatan persiapan selesai dilaksanakan,
data-data awal terkait geografis, kependudukan, potensi sumber daya,
RPJMDes, RKP tahun berjalan, data infrastruktur existing sudah
disiapkan dengan baik serta usulan lainnya yang dapat
dipertimbangkan dalam penentuan jenis infrastruktur.
Kegiatan diakhiri ketika seluruh agenda inti dalam kegiatan ini tercapai,
Berita Acara, daftar hadir serta Format-Format yang sudah disiapkan
terisi dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang terkait.
3. Siapa yang memfasilitasi?
Difasilitasi oleh Pemerintah di tingkat kecamatan dan Fasilitator
Masyarakat/Asisten TAPr/TAPr.
4. Siapa yang difasilitasi?
Pokja PKP Kabupaten, Pemerintah Desa, KKAD, Tokoh Masyarakat, dan
Kelompok/Organisasi Masyarakat setempat, serta anggota masyarakat
secara luas, dimana sekurang-kurangnya 30% peserta yang hadir
adalah perempuan.

C. OUTPUT
1. Apa hasilnya?
a. Masyarakat memahami tentang PISEW;
b. KKAD sebagai penyelenggara kegiatan PISEW;
c. Pakta Integritas, potensi kawasan, penggalian rencana infrastruktur
rencana disepakati bersama, dan Rencana Kerja dan Tindak Lanjut
(RKTL);
d. Seluruh Format yang dipersiapkan terisi dan terverifikasi dengan
baik :
a) Format 1.1 Undangan
b) Format 1.2 Daftar Hadir Peserta
c) Format 1.3 Notulensi
d) Format 1.4 Berita Acara
e) Format 2.13 Pakta Integritas;
f) Rencana Kerja Tindak Lanjut KKAD; dan
g) Dokumentasi Pertemuan Kecamatan 1

15
2. Bagaimana tindak lanjut?
Disepakati tentang tindak lanjut kegiatan berupa kapan, di mana dan
siapa saja yang terlibat untuk pelaksanaan:
a. Survei identifikasi kawasan;
b. Survei rencana infrastruktur;
c. Sinkronisasi antara hasil Survei Teknis dengan RKPD
d. Penyusunan Proposal Rencana Infrastruktur; dan
e. Melaporkan daftar usulan infrastruktur yang disepakati kepada
TAPr/Asisten TAPr. Data tersebut selanjutnya dilaporkan ke Tim
Pelaksana Pusat Kegiatan PISEW melalui Sistem Informasi (SIM)
PISEW.

2. 2 Survei Teknis

A. INPUT
1. Apa yang dibutuhkan?
a. RPJM Desa
a) Data Monografi;
b) Potensi Unggulan;
c) Peta Kondisi Infrastruktur; dan
d) Permasalahan Infrastruktur.
b. Daftar program Kecamatan dan Kabupaten di kawasan;
c. Peta kecamatan dan desa (kawasan dalam deliniasi);
d. Hambatan/kendala pengembangan sosial ekonomi; dan
e. Format-Format:
a) Format 2.15 Surat Kesanggupan Bersedia Menerima Hibah Aset
Serta Memanfaatkan dan Memelihara Infrastruktur Terbangun
Kegiatan PISEW oleh Pemerintah Desa;
b) Format 2.16 Gambaran Umum Kawasan Kegiatan PISEW;
c) Format 2.17 Berita Acara Kebutuhan Lahan (Jika Lahan bukan
merupakan aset desa);
d) Format 2.18 Surat Pernyataan Pemilik Lahan untuk Hibah;
e) Format 2.19 Berita Acara Survei Rencana Infrastruktur;
f) Format 2.20 Berita Acara Sinkronisasi ;
g) Format 2.21 Tabel Sinkronisasi dan Verifikasi;
h) Format 2.16 Gambaran Umum Kawasan Kegiatan PISEW;
i) Format 2.14 Proposal Rencana Infrastruktur;

16
j) Format 1.2 Daftar Hadir Peserta; dan
k) Format 1.3 Notulensi.
2. Kapan dilaksanakan?
Dilaksanakan Setelah Pertemuan Kecamatan I.
3. Mengapa harus dilakukan?
a. Memetakan potensi dan pengumpulan data dan informasi mengenai
kondisi eksisting kawasan yang didalamnya dapat menggambarkan
kondisi kependudukan dan kondisi infrastruktur pelayanan dasar
Kawasan perdesaan termasuk permasalahan yang dihadapi;
b. Mengetahui permasalahan, kendala di lokasi serta data-data untuk
menganalisis jenis dan konstruksi infrastruktur yang akan
dilaksanakan;
c. Mendapatkan gambaran tentang:
a) Kebutuhan infrastruktur dan bangunan pendukung;
b) Permasalahan dan kendala dalam perencanaan;
c) Kesiapan lahan dan/atau perizinannya;
d) Titik koordinat lokasi batas deliniasi kawasan terlayani
infrastruktur; dan
e) Harga material,tenaga kerja dan upah;dan
f) Volume infrastruktur.
d. Mengetahui sinergitas kegiatan dengan program Pemerintah Desa,
kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten.
4. Siapa saja yang berperan?
a. Tim Persiapan KKAD;
b. Fasilitator Masyarakat (FM);
c. Masyarakat; dan
d. Tenaga ahli di tingkat provinsi (TAPr/ Asisten TAPr).
5. Dimana dilaksanakan?
a. Wilayah delineasi kawasan
b. Desa pusat kawasan dan desa penyangga kawasan

B. PROSES
1. Bagaimana caranya?
a. Survei teknis dengan melakukan:
a) Observasi/kunjungan lapangan;

17
b) Ditunjuk salah satu yang hadir sebagai notulis, dan mencatat
semua proses yang terjadi beserta dinamikanya;
c) Telaah dokumen/data program desa, kecamatan dan kabupaten;
d) Interview/wawancara dengan masyarakat;
e) Pengambilan titik koordinat dan pengukuran;
f) Survei harga material, survei tenaga kerja dan upah pekerja;
g) Pemetaan partisipatif; dan
h) Hasil-hasilnya ditulis dalam Format 2.19 Berita Acara Survei
Rencana Infrastruktur, dan seluruh peserta yang mengikuti
kegiatan ini mengisi daftar hadir
b. Sinkronisasi antara hasil survei teknis dengan Pokja PKP
2. Kapan dimulai/selesainya?
Setelah unsur-unsur yang berkompeten hadir, peralatan, bahan dan
materi yang dibutuhkan tersedia.
Kegiatan diakhiri ketika seluruh informasi yang dibutuhkan serta target
yang ditetapkan telah terpenuhi.
3. Siapa yang memfasilitasi?
KKAD, Fasilitator Masyarakat dan Perwakilan Masyarakat.
4. Siapa yang difasilitasi?
Tim Persiapan KKAD dan masyarakat kawasan dengan memperhatikan
sensitivitas gender.

C. OUTPUT
1. Apa Hasilnya?
Terisi dan terverifikasinya Format-Format berikut:
a) Format 2.15 Surat Kesanggupan Bersedia Menerima Hibah Aset
Serta Memanfaatkan dan Memelihara Infrastruktur Terbangun
Kegiatan PISEW oleh Pemerintah Desa;
b) Format 2.16 Gambaran Umum Kawasan Kegiatan PISEW;
c) Format 2.17 Berita Acara Kebutuhan Lahan (jika lahan bukan
merupakan aset desa);
d) Format 2.18 Surat Pernyataan Pemilik Lahan untuk Hibah;
e) Format 2.19 Berita Acara Survei;
f) Format 2.20 Berita Acara Sinkronisasi;

18
g) Format 2.21 Tabel Sinkronisasi dan Verifikasi
h) Format 1.2 Daftar hadir Peserta;
i) Format 1. 3 Notulensi;
j) Titik koordinat dan batas delineasi Kawasan;
k) Data Pengukuran infrastruktur; dan
l) Dokumentasi;
2. Bagaimana tindak lanjutnya?
Melakukan penyusunan dokumen Proposal Rencana Infrastruktur.

2. 3 Penyusunan Proposal Rencana Infrastruktur

A. INPUT
1. Apa yang dibutuhkan?
a. Data-data awal mengenai lokasi dan infrastruktur hasil Survei
Teknis;
b. Peralatan, kendaraan, dan bahan-bahan yang diperlukan untuk
melakukan survei lapangan dan survei harga;
c. SK Bupati tentang Harga Satuan Upah, bahan dan Material
Kabupaten;
d. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
1 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya
Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat, AHS-SNl, Regulasi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bina
Marga, buku panduan produksi teknologi dari Balitbang PUPR,dan
analisa harga setempat yang telah ditetapkan oleh kepala daerah;
e. SNI yang berkaitan dengan infrastruktur rencana; dan
f. Format-Format:
a) Format 2.22 Penyediaan material lokal;
b) Format 2.23 Survei Harga Penyediaan Tenaga Kerja Upah Kerja
per Orang per Hari;
c) Format 2.24 Survei Harga Satuan Bahan/Alat;
d) Format 2.25 Daftar hasil Konfirmasi Harga Satuan Bahan/Alat;
e) Format 2.26 Lembar Verifikasi Survei Harga;
f) Format 2.27 Rencana Penggunaan Alat Berat;
g) Format 2.28 Daftar Rencana Tenaga Kerja Lokal;

19
h) Format 2.29 Surat Kesanggupan Penyediaan Tenaga Teknis;
i) Format 2.30 Daftar Harga Satuan Upah dan Bahan;
j) Format 2.31 Bingkai Gambar Rencana;
k) Format 2.32 RAB-Biaya Adm & Ops;
l) Format 2.33 RAB untuk Paket Pekerjaan;
m) Format 2.34 RAB-Harga Satuan Pekerjaan;
n) Format 2.35 RAB-Daftar Harga Satuan Pekerjaan;
o) Format 2.36 Rekapitulasi RAB;
p) Format 2.37 Rencana Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan;
q) Format 2.38 Pemeriksaan Desain dan RAB;
r) Format 2.39 Lembar Asistensi;
s) Format 2.40 Lembar Pengantar dan Persetujuan Proposal
Rencana Infrastruktur; dan
t) Format 2.41 Lembar Pengesahan Dokumen Perencanaan.
2. Kapan dilaksanakan?
Dilaksanakan setelah Pertemuan Kecamatan I dan Survei Teknis
Kegiatan PISEW.
3. Mengapa harus dilakukan?
a Berdasarkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021 Swakelola tipe IV dasar PPK PKP
untuk melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama
Swakelola (PKS) dengan KKAD;
b Sebagai bahan kajian PPK PKP untuk melakukan Perjanjian Kontrak
Swakelola (PKS); dan
c Sebagai acuan dalam pelaksanaan konstruksi.
4. Siapa saja yang berperan?
a. Tim Persiapan Kelompok Kerjasama Antar Desa (KKAD);
b. Fasilitator Masyarakat (FM);
c. Tenaga Ahli Provinsi dan Asisten TAPr; dan
d. Masyarakat
5. Dimana dilaksanakan?
a. Kecamatan yang mendapatkan program PISEW;
b. Desa pusat kawasan dan desa penyangga kawasan.

B. PROSES

20
1. Bagaimana Caranya?
a. Pekerjaan Persiapan:
a) Peninjauan lokasi kegiatan (survei teknis);
b) Penyusunan rencana kerja (waktu dan lama pengukuran lokasi);
c) Telaah dokumen/data program desa, kecamatan dan kabupaten;
d) Interview/wawancara dengan masyarakat;
e) Pengukuran dan penentuan titik koordinat;
f) Untuk infrastruktur Jalan dan saluran air (banguanan pelengkap
jalan) dilakukan pengambilan 3 (tiga) titik koordinat (titik awal,
tengah dan akhir);
g) Pemetaan partisipatif; dan
h) Memastikan kesiapan lahan dan/atau perizinan lainnya.
b. Penyusunan Detailed Engineering Design (DED):
a) Penyesuaian desain infrastruktur dengan masalah-masalah
teknis yang perlu diselesaikan; dan
b) Penyusunan gambar kerja/rencana teknis yang
didokumentasikan dengan rapih dalam bentuk album gambar.
c. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
a) Menyusun detail rencana kebutuhan dan biaya ( biaya
administrasi dan Operasional, Biaya pembangunan fisik);
b) Menyusun rencana total biaya bulanan dan/atau mingguan;
c) Menyusun rencana penyerapan biaya mingguan dan bulanan;
d) Menghitung penyediaan kebutuhan tenaga kerja,
sarana/prasarana/peralatan dan material/bahan; dan
e) Menyusun spesifikasi teknis bahan bangunan dan syarat serta
ketentuan pelaksanaan yang berhubungan dengan desain
teknis.
d. DED dan RAB yang disusun selanjutnya diperiksa oleh FM dan harus
dilakukan reviu oleh Tim Teknis kegiatan PISEW/TAPr/Asst. TAPr
untuk selanjutnya disetujui dan disahkan oleh PPK sebagai dasar
pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan kontrak Perjanjian
Kontrak Swakelola (PKS).
2. Kapan dimulai/selesainya?
Dimulainya setelah selesainya tahapan Survei teknis dan ketika seluruh
dokumen terdokumentasi dan disetujui serta disahkan oleh PPK PKP
pada Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah di provinsi.

21
3. Siapa yang memfasilitasi?
Difasilitasi oleh Fasilitator Masyarakat, Tenaga Ahli Provinsi/Asisten
Tenaga Ahli Provinsi.
4. Siapa yang difasilitasi?
Tim Persiapan KKAD, masyarakat kawasan dengan memperhatikan
sensitivitas gender.

C. OUTPUT
1. Apa hasilnya?
Semua dokumen/Format di bawah ini terisi dan terverifikasi:
a) Format 2.14 Proposal Rencana Infrastruktur;
b) Format 2.15 Surat Kesanggupan Bersedia menerima Hibah Aset
serta Memanfaatkan dan Memelihara Infrastruktur Terbangun
Kegiatan PISEW oleh Pemerintah Desa;
c) Format 2.16 Gambaran Umum Kawasan Kegiatan PISEW;
d) Format 2.17 Berita Cara Kebutuhan Lahan untuk Hibah (Jika lahan
bukan aset desa);
e) Format 2.18 Surat Pernyataan Pemilik Lahan untuk Hibah (jika lahan
bukan merupakan aset desa);
f) Format 2.19 Berita Acara Survei Rencana Infrastruktur;
g) Format 2.20 Berita Acara Sinkronisasi;
h) Format 2.21 Tabel Sinkronisasi dan verifikasi;
i) Format 1.2 Daftar Hadir Peserta;
j) Format 1.3 Notulensi;
k) Format 2.22 Penyediaan Material lokal;
l) Format 2.23 Survei Harga Penyediaan Tenaga Kerja Upah Kerja per
Orang per Hari;
m) Format 2.24 Survei Harga Satuan Bahan/Alat;
n) Format 2.25 Daftar hasil Konfirmasi Harga Satuan Bahan/Alat;
o) Format 2.26 Lembar Verifikasi Survei Harga;
p) Format 2.27 Rencana Penggunaan Alat Berat;
q) Format 2.28 Daftar Rencana Tenaga Kerja Lokal;
r) Format 2.29 Surat Kesanggupan Penyediaan Tenaga Teknis;
s) Format 2.30 Daftar Harga Satuan Upah dan Bahan;
t) Format 2.31 Bingkai Gambar Rencana;
u) Format 2.32 RAB-Biaya Adm & Ops;

22
v) Format 2.33 RAB untuk Paket Pekerjaan;
w) Format 2.34 RAB-Harga Satuan Pekerjaan;
x) Format 2.35 RAB-Daftar Harga Satuan Pekerjaan;
y) Format 2.36 Rekapitulasi RAB;
z) Format 2.37 Rencana Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan;
aa) Format 2.38 Pemeriksaan Desain dan RAB;
bb) Format 2.39 Lembar Asistensi;
cc) Format 2.40 Lembar Pengantar dan Persetujuan Proposal Rencana
Infrastruktur
dd) Format 2.41 Lembar Pengesahan Dokumen Perencanaan; dan
ee) Dokumentasi.

Sistematika Penyusunan Proposal Rencana Infrastruktur (Format 2.14)


sebagai berikut :
Bab I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Lokasi Sasaran PISEW
1.3 Tujuan
Bab II GAMBARAN UMUM DAN KAWASAN KEGIATAN PISEW
2.1 Kondisi Geografis, Kependudukan, Sosial Ekonomi dan
Infrastruktur Kawasan PISEW
Uraian Tentang
A. Kondisi Fisik : a. Kondisi geografis (batas tapak, tata
guna lahan dan kebencanaan), b. Kondisi
Infrastruktur ( Kondisi eksisting infrastruktur dasar
kawasan, kegiatan pembangunan infrastruktur
yang sudah dilaksanakan, dan kegiatan yang masih
berupa rencana);
B. Kondisi Non Fisik: [Link](Jumlah
penduduk, mata pencaharian), b. Sosial Ekonomi
(Aktivitas Sosial yang khas, Komoditas Unggulan).
2.2 Kawasan Kegiatan PISEW
2.3 Isu dan Permasalahan Kawasan Kegiatan PISEW
Bab III KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN MELALUI
KEGIATAN PISEW
3. 1 Urgensi Pembangunan infrastruktur

23
3. 2 Potensi pembiyaan lainnya dalam pembangunan
infrastruktur
3. 3 Manfaat Pembangunan untuk kawasan perdesaan
Bab IV KESIAPAN LAHAN DAN/ATAU PERIZINAN LAINNYA
Bab V DETAIL ENGGINEERING DESIGN (DED), RENCANA ANGGARAN
BIAYA (RAB) SERTA RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS)
Bab VI PENUTUP

Lampiran :
a. Surat Kesanggupan Bersedia Menerima Hibah Aset Serta
Memanfaatkan Dan Memelihara Infrastruktur Terbangun Kegiatan
PISEW oleh Pemerintah Desa;
b. Gambaran Umum Kawasan Kegiatan PISEW;
c. Berita Acara Kebutuhan Lahan;
d. Berita Acara Survei Lokasi Rencana Infrastruktur;
e. Berita Acara Sinkronisasi;
f. Dokumen Pendukung Survei (Identifikasi kawasan dan Teknis); dan
g. Dokumentasi Kegiatan

2. Bagaimana tindak lanjutnya?


Hasil dari tahapan kegiatan ini berupa Proposal Rencana Infrastruktur
dikonsultasikan kepada tim teknis kegiatan PISEW bersama TAPR dan
Asisten TAPr untuk dilakukan reviu dan disampaikan ke PPK PKP untuk
dilakukan persetujuan proposal rencana infrastruktur.
Setelah Proposal Rencana Infrastruktur disetujui oleh PPK PKP
selanjutkan dilakukan penandatanganan Perjanjian Kontrak Swakelola
(PKS) antara PPK PKP dan KKAD.

2. 4 Catatan & Lampiran Tahapan Perencanaan

A. CATATAN
Tahapan Kegiatan Perencanaan diawali pada tahap kegiatan Persiapan dan
diakhiri ketika dokumen proposal rencana infrasturktur telah selesai di reviu

24
oleh tim teknis kegiatan PISEW/TAPr/ Asisten TAPr. dan disetujui dan disahkan
oleh PPK PKP pada Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah di
provinsi (dengan lembar pengesahan).
Ketika Tahapan Perencanaan telah selesai dilaksanakan, semua dokumen
yang dihasilkan/output kegiatan sesuai BAB I s/d BAB III dijilid menjadi satu
buku dengan judul “BUKU I : PERENCANAAN”
Sistematika BUKU I : PERENCANAAN, bisa dilihat pada lampiran berikut.

25
B. LAMPIRAN

BUKU I :
PERENCANAAN

DISUSUN OLEH :

KKAD
KECAMATAN .........., KABUPATEN.............
PROVINSI.................

KEGIATAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR EKONOMI WILAYAH


(PISEW)
Tahun ………………

26
DAFTAR ISI
BUKU I : PERSIAPAN DAN PERENCANAAN

I. PEMBENTUKAN KKAD
1. Dokumen Penentuan Delegasi yang akan mengikuti MAD antara lain:
a. Undangan;
b. Daftar Hadir
c. Notulensi
d. Berita Acara
e. Dokumentasi
2. SK Kepala Desa tentang delegasi desa untuk mengikuti MAD
3. Dokumen kegiatan Musyawarah Antar Desa (MAD) antara lain
a. Undangan
b. Daftar Hadir
c. Notulensi
d. Berita Acara; dan
e. Dokumentasi
4. Peraturan Bersama Kepala Desa (Permakades) Tentang Kerjasama
Desa dalam Pelaksanaan Kegiatan PISEW
5. SK Bersama Kepala Desa Tentang Penetapan KKAD

II. PERTEMUAN KECAMATAN I


1. Undangan
2. Daftar Hadir Peserta
3. Notulensi
4. Berita Acara
5. Pakta Integritas
6. Rencana Kerja Tindak Lanjut KKAD
7. Dokumentasi

III. SURVEI TEKNIS


1. Surat Kesanggupan Bersedia Menerima Hibah Aset Serta
Memanfaatkan dan Memelihara Infrastruktur Terbangun Kegiatan
PISEW oleh Pemerintah Desa
2. Gambaran Umum Kawasan Kegiatan PISEW
3. Berita Acara Kebutuhan Lahan
4. Surat Pernyataan Pemilik Lahan untuk Hibah (jika lahan bukan
merupakan aset desa)

27
5. Berita Acara Survei Lokasi
6. Berita Acara Sinkronisasi
7. Tabel Sinkronisasi dan Verifikasi
8. Daftar Hadir peserta
9. Notulensi
10. Dokumentasi

IV. PENYUSUNAN PROPOSAL RENCANA INFRASTRUKTUR


1. Survei Penyediaan material lokal
2. Survei Harga Penyediaan Tenaga Kerja Upah Kerja per Orang per
Hari
3. Survei Harga Satuan Bahan/Alat
4. Daftar hasil Konfirmasi Harga Satuan Bahan/Alat
5. Lembar Verifikasi Survei Harga
6. Rencana Penggunaan Alat Berat
7. Daftar Rencana Tenaga Kerja Lokal
8. Surat Kesanggupan Penyediaan Tenaga Teknis
9. Daftar Harga Satuan Upah dan Bahan
10. Gambar Rencana
11. RAB-Biaya Adm. & Ops
12. RAB untuk Paket Pekerjaan
13. RAB-Harga Satuan Pekerjaan
14. RAB- Daftar Harga Satuan Pekerjaan
15. RAB-Daftar Harga Satuan Pekerjaan
16. Rekapitulasi RAB
17. Rencana Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
18. Pemeriksaan Desain dan RAB
19. Lembar Asistensi
20. Lembar Pengantar Dan Persetujuan Proposal Rencana Infrastruktur
21. Lembar Pengesahan Dokumen Perencanaan
22. Dokumentasi

V. CATATAN
Berisi tentang masalah, penanganan, dan solusinya, best practice dan
masukan positif bagi pengembangan/keberlanjutan program ke depan.

28
III. TAHAPAN PELAKSANAAN
KONSTRUKSI

3. 1 Penandatanganan Perjanjian Kontrak Swakelola

A. INPUT
1. Apa yang dibutuhkan?
a. Format 1.1 Undangan;
b. Format 1.2 Daftar Hadir Peserta;
c. Format 1.3 Notulensi;
d. Format 2.5 Surat Keputusan Penerima Bantuan Pemerintah;
e. Formta 2.6 Lampiran Surat Keputusan Penerima BPM;
f. Format 2.12 SK Bersama Kepala Desa tentang penetapan KKAD;
g. Format 2.13 Pakta Integritas;
h. Format 2.14 Proposal Rencana Infrastruktur;
i. Detail Engineering Design (DED);
j. Rencana Anggaran Biaya (RAB); dan
k. Rencana Kerja dan Syarat (RKS);
l. Format 2.37 Rencana Jadwal Pelaksanaan Kurva “S”;
m. Buku Rekening KKAD; dan
n. Format 3.2.27 Dokumen Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS).
2. Kapan dilaksanakan?
Dilaksanakan setelah Proposal Rencana Infrastruktur selesai dan
sudah di reviu dan asistensi oleh Tim Teknis Kegiatan
Pisew/TAPr/Asisten TAPr dan disetujui oleh PPK PKP, lembar
Persetujuan Proposal Rencana Infrastruktur dan Lembar pengesahan
sudah di tandatangani oleh PPK pada Satker Pelaksanaan PPW.
3. Mengapa harus dilakukan?
a. Sebagai dasar hukum pelaksanaan kegiatan PISEW;
b. Sebagai dasar hukum pencairan dana BPM;
c. Sebagai dasar hukum pengawasan, pemantauan, dan audit
pemeriksaan; dan
d. Sebagai dasar hukum serah terima pekerjaan.

29
4. Siapa saja yang berperan?
a. KKAD (Ketua);
b. PPK PKP pada Satker Pelaksanaan PPW di provinsi; dan
c. Satker Pelaksanaan PPW
5. Di mana dilaksanakan?
Provinsi/kabupaten/kecamatan lokasi kegiatan PISEW.

B. PROSES
1. Bagaimana caranya?
a. Satker Pelaksanaan PPW di Provisi membuat jadwal, membuat
undangan/pemberitahuan, serta mempersiapkan dokumen yang
diperlukan;
b. KKAD mempersiapkan seluruh dokumen Proposal Rencana
Infrastruktur, termasuk dokumen pembentukan KKAD untuk dibawa
menghadiri undangan/pemberitahuan yang dijadwalkan oleh Satker
Pengembangan Kawasan Perumahan Provinsi;
c. Seluruh peserta mengisi daftar hadir;
d. Satker Pelaksanaan PPW di Provinsi melakukan pemeriksaan
kelengkapan dokumen-dokumen Proposal Rencana Infrastruktur,
dokumen KKAD dan memastikan yang hadir dan yang
menandatangani perjanjian adalah ketua KKAD sesuai dengan
dokumen yang sah;
e. Satker Pelaksanaan PPW di Provinsi menjelaskan isi dari Dokumen
Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS), dilanjutkan dengan tanya
jawab seputar pasal-pasal yang diperjanjikan;
f. Apabila kedua belah pihak sepakat dengan seluruh materi yang
diperjanjikan, maka Dokumen Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS)
ditandatangani oleh kedua belah pihak sebanyak rangkap dua (2)
bermeterai, dokumen pertama dengan meterai pada tanda tangan
pihak pertama menjadi pegangan pihak kedua, dan dokumen yang
bermeterai pada tanda tangan pihak kedua menjadi pegangan Pihak
Pertama, yang masing-masing memiliki kekuatan hukum yang
sama; dan
g. Ditunjuk notulis untuk merekam seluruh proses jalannya kegiatan,
serta dilakukan pedokumentasian berupa foto kegiatan.

30
2. Kapan dimulai/selesainya?
Kegiatan dimulai sesuai jadwal yang direncanakan, kedua belah pihak
telah hadir seluruhnya, dan seluruh dokumen yang diperlukan telah
tersiapkan dengan baik.
Kegiatan diakhiri ketika kedua belah pihak telah sepakat dengan isi
perjanjian dan dokumen Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS) telah
ditandatangani oleh kedua belah pihak.
3. Siapa yang memfasilitasi?
Satker Pelaksanaan PPW di Provinsi
4. Siapa yang difasilitasi?
Kelompok Kerjasama Antar Desa (KKAD)

C. OUTPUT
1. Apa hasilnya?
Terisi dan terverifikasinya Format- format berikut:
a. Format 1.1 Undangan;
b. Format 1.2 Daftar Hadir Peserta;
c. Format 1.3 Notulensi;
d. Format 2.5 Surat Keputusan Penerima Bantuan Pemerintah;
e. Formta 2.6 Lampiran Surat Keputusan Penerima BPM;
f. Format 2.12 SK Bersama Kepala Desa tentang penetapan KKAD;
g. Format 2.13 Pakta Integritas;
h. Format 2.14 Proposal Rencana Infrastruktur;
i. Detail Engineering Design (DED);
j. Rencana Anggaran Biaya (RAB);
k. Rencana Kerja dan Syarat (RKS);
l. Format 2.37 Rencana Jadwal Pelaksanaan Kurva “S”;
m. Buku Rekening KKAD;
n. Format 2.42 Dokumen Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS); dan
o. Dokumentasi
2. Bagaimana tindak lanjut?
Disepakati agenda selanjutnya untuk melakukan pencairan dana BPM
dan pelaksanaan konstruksi.

31
3. 2 Rapat Pra Pelaksanaan

A. INPUT
1. Apa yang dibutuhkan/dipersiapkan?
a. Format 1.1 Undangan;
b. Format 1.2 Daftar Hadir Peserta;
c. Format 1.3 Notulensi;
d. Format 1.4 Berita Acara;
e. Format 2.24 Survei Harga Satuan Bahan/Alat;
f. Format 2.25 Daftar Hasil Konfirmasi Harga Satuan Bahan/Alat;
g. Format 2.27 Rencana Penggunaan Alat Berat;
h. Format 2.28 Daftar Rencana Tenaga Kerja Lokal;
i. Format 2.29 Surat Kesanggupan Penyediaan Tenaga Teknis;
j. Format 2. 30 Daftar Harga Satuan Upah dan Bahan;
k. Format 2.58 Monitoring Kemajuan Pelaksanaan Konstruksi (harian);
l. Format 2.59 Daftar Hadir Pekerja Harian dan Penerima Insentif;
m. Format 2.60 Daftar Hadir Pekerja Harian;
n. Format 2.61 Catatan Harian Penggunaan Material;
o. Format 2.62 Rekapitulasi Mingguan Kemajuan Pelaksanaan
Konstruksi;
p. Format 2.63 Rekapitulasi Bulanan Kemajuan Pelaksanaan
Konstruksi;
q. Format 2.64 Back Up Data Perhitungan Volume;
r. Format 2.65 Kemajuan/progress Swadaya Masyarakat;
s. Format 2.68 Buku Bimbingan;
t. Format 2.69 Buku Tamu;
u. DED dan RAB; dan
v. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).
2. Kapan dilaksanakan?
Kegiatan ini dilaksanakan setelah telah ada keputusan tentang
pengalokasian dana kegiatan, proses perencanaan selesai dan
penandatanganan Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS).
3. Mengapa harus dilakukan?
a. Sebagai acuan pelaksanaan kegiatan konstruksi fisik di lapangan;
b. Sebagai forum diskusi pembahasan titik kritis dalam pelaksanaan;
dan

32
c. Sebagai forum membahas strategi dan tata cara pelaksanaan
konstruksi.
4. Siapa saja yang berperan?
a. Ketua dan Tim Pelaksana KKAD;
b. Fasilitator Masyarakat;
c. Pihak-pihak yang berkompeten dalam pelaksanaan konstruksi
fisik (Mandor, Kepala Tukang, dll); dan
d. Tenaga Ahli Provinsi/Asisten Tenaga Ahli Provinsi.
5. Di mana dilaksanakan?
Di kecamatan/desa/lokasi yang mendapatkan kegiatan PISEW.

B. PROSES
1. Bagaimana caranya?
a. Tenaga Ahli Provinsi /Asisten Tenaga Ahli Provinsi terlebih dahulu
melakukan penguatan kapasitas kepada Fasilitator Masyarakat
melalui mekanisme koordinasi rutin dan melakukan pengendalian
pelaksanaan melalui supervisi, untuk memastikan capaian
substansi dan tujuan kegiatan;
b. KKAD melakukan koordinasi dengan Pemerintah di tingkat
kecamatan dan Fasilitator Masyarakat untuk penjadwalan kegiatan
Pertemuan Rapat Pra Pelaksanaan;
c. KKAD mengundang pihak-pihak yang berkompeten dalam
pelaksanaan konstruksi;
d. KKAD menunjuk salah satu peserta untuk menjadi notulis dan
mencatat proses serta dinamika yang terjadi selama
berlangsungnya kegiatan;
e. Fasilitator Masyarakat menyampaikan hal-hal yang berkaitan
tentang:
1. Spesifikasi pekerjaan yang berkaitan dengan aspek mutu bahan;
2. Organisasi kerja: dan
1) Tenaga kerja: siapa saja yang bekerja, kapan bekerja, dan
berapa upahnya, kapan pembayaran upahnya;

33
2) Material: apa saja material/alat yang dibutuhkan, kapan
dikirim, di mana disimpan, siapa yang bertanggung jawab
terhadap penerimaan dan pengeluaran material/alat; dan
3) Waktu pelaksanaan: kapan dimulai, kapan target selesai,
bagaimana mengatasi hambatan yang berkaitan dengan
kondisi alam, ketersediaan material dan kemampuan
pekerja.
3. Tata cara pelaksanaan pekerjaan dan jadwal pelaksanaan:
1) Alat: apa, kapan, di mana dan bagaimana alat digunakan,
siapa saja yang berperan/ bertanggung jawab terhadap
penggunaan alat tersebut;
2) Bahan: apa, kapan, di mana dan bagaimana bahan digunakan,
siapa saja yang berperan/bertanggung jawab terhadap
penggunaan bahan tersebut; dan
3) Kendali mutu: siapa saja yang bertugas sebagai pengawas,
apa saja wewenangnya, dan kepada siapa melapor hasil
pengawasan.
4. Pelaporan: apa saja laporan yang harus dibuat, kapan laporan
dibuat, siapa yang membuat, siapa yang memverifikasi, kepada
siapa dilaporkan (termasuk update Papan Informasi).
f. Dilakukan diskusi/tanya jawab dengan peserta yang hadir;
g. Hal-hal yang dibahas dan menjadi kesepakatan bersama,
dituangkan dalam Berita Acara dan ditandatangani oleh perwakilan
peserta, pemimpin rapat, camat, serta Fasilitator Masyarakat; dan
h. Seluruh peserta mengisi daftar hadir.
2. Kapan dimulai/selesainya?
Kegiatan ini dimulai setelah unsur-unsur/perwakilan yang terkait
hadir, persiapan fisik terkait ruang, peralatan dan bahan-bahan
tersiapkan.
Kegiatan diakhiri ketika seluruh agenda inti dalam kegiatan ini tercapai,
Berita Acara, daftar hadir serta Format-Format yang sudah disiapkan
terisi dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang terkait.

34
3. Siapa yang memfasilitasi?
Difasilitasi oleh KKAD dan Fasilitator Masyarakat .
4. Siapa yang difasilitasi?
Pihak-pihak yang terlibat dan berkompeten terhadap pelaksanaan
konstruksi.

C. OUTPUT
1. Apa hasilnya?
a. Pelaksana pembangunan konstruksi memahami tugas dan
tanggung jawab masing-masing dalam tahapan pelaksanaan
pembangunan konstruksi.
b. Semua dokumen/Format di bawah ini terisi dan terverifikasi:
1. Format 1.1 Undangan;
2. Format 1.2 Daftar Hadir Peserta;
3. Format 1.3 Notulensi; dan
4. Format 1.4 Berita Acara.
2. Bagaimana tindak lanjut ?
Disepakati tentang tindak lanjut kegiatan berupa kapan, dimana dan
siapa saja yang terlibat untuk pelaksanaan pembangunan konstruksi.

3. 3 Pelaksanaan Konstruksi

A. INPUT
1. Apa yang dibutuhkan?
a. Format 2.14 Proposal Rencana Infrastruktur.
b. DED peta kawasan, denah, tampak, potongan dan detail gambar),
RAB, Rencana Kerja dan Syarat (RKS) dan Rencana Jadwal
Pelaksanaan Pekerjaan (Kurva S).
c. Format – Format :
1. Format 2.22 Survei dan Penyediaan material lokal;
2. Format 2.23 Survei Harga Penyediaan Tenaga Kerja Upah Kerja
per Orang per Hari;
3. Format 2.24 Survei Harga Satuan Bahan/Alat;
4. Format 2.25 Daftar hasil Konfirmasi Harga Satuan Bahan/Alat;
5. Format 2.26 Lembar Verifikasi Survei Harga;

35
6. Format 2.27 Rencana Penggunaan Alat Berat;
7. Format 2.28 Daftar Rencana Tenaga Kerja Lokal
8. Format 2.29 Surat Kesanggupan Penyediaan Tenaga Teknis;
9. Format 2.30 Daftar Harga Satuan Upah dan Bahan;
10. Format 2.36 Rekapitulasi RAB;
11. Format 2.37 Rencana Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan;
12. Format 2.58 Monitoring kemajuan pelaksanaan konstruksi
(Harian);
13. Format 2.59 Daftar hadir pekerja harian dan penerima insentif;
14. Format 2.60 Daftar hadir pekerja harian;
15. Format 2.61 Catatan harian penggunaan material;
16. Format 2.62 Rekapitulasi mingguan kemajuan pelaksanaan
konstruksi;
17. Format 2.63 Rekapitulasi bulanan kemajuan pelaksanaan
konstruksi;
18. Format 2.64 Back Up data perhitungan volume;
19. Format 2.65 Kemajuan/progress swadaya masyarakat;
20. Format 2.68 Buku Bimbingan;
21. Format 2.69 Buku Tamu
22. Format 2.70 Surat Permohonan perubahan/Adendum kontrak
23. Format 2.71 Perubahan Kontrak/Adendum (jika terjadi
perubahan perencanaan); dan
24. Format 2.72 Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan.
2. Kapan dilaksanakan?
Dilaksanakan pada saat dan selama pelaksanaan pembangunan
konstruksi.
3. Mengapa harus dilakukan?
Sebagai kontrol terhadap:
a. Pengendalian Kualitas Pekerjaan;
b. Pengendalian Kuantitas/Volume;
c. Pengendalian waktu; dan
d. Pengendalian Biaya.
4. Siapa saja yang berperan?
a. Tim Pelaksana dan Tim Pengawas Badan (KKAD) Kelompok
Kerjasama Antar Desa (KKAD);
b. Fasilitator Masyarakat (FM);

36
c. Tenaga Ahli Provinsi/Asisten Tenaga Ahli Provinsi;
d. Masyarakat/pekerja/pihak-pihak yang ditunjuk oleh untuk
melakukan pengawasan/kontrol terhadap pelaksanaan pekerjaan.
5. Dimana dilaksanakan?
Lokasi kegiatan pembangunan infrastruktur PISEW.

B. PROSES
1. Bagaimana caranya?
a. Pengendalian Kualitas Pekerjaan
1. Penyimpanan bahan/material;
2. Metode pengangkutan material/campuran;
3. Pemeriksaan Material; dan
4. Tes lapangan (Pengujian kualitas).
b. Pengendalian Kuantitas/volume
Memeriksa dan memastikan tentang:
1. Kontrol terhadap pemakaian/sirkulasi barang (Format 2.61
Catatan Harian penggunaan Material);
2. Ketepatan ukuran (Format 2.64 Back Up perhitungan volume);
dan
3. Petugas yang bertanggung jawab (Mandor/Kepala tukang)
(Format 2.60 Daftar Hadir Pekerja Harian).
c. Pengendalian Waktu
Memeriksa dan memastikan:
1. Jadwal pelaksanaan, dibuat target realistis berdasarkan
kesesuaian dengan kondisi cuaca dan geografis setempat
(Format 2.37 Rencana jadwal Pelaksanaan pekerjaan dan
Format 2.58 Monitoring kemajuan Pelaksanaan Konstruksi
(Harian));
2. Jadwal pengiriman material;
3. Pemilihan metode pengerjaan yang paling efektif dan optimal;
4. Produktivitas pekerja;
5. Jadwal dan target penggunaan alat berat yang efisien
berdasarkan capaian pekerjaan; dan
6. Pengendalian produktivitas pekerja.
d. Pengendalian Biaya

37
Memeriksa dan memastikan dengan pengukuran hasil pekerjaan
yang dilakukan dengan akurat dan benar sehingga kuantitas biaya
sesuai dengan gambar rencana.
e. Pelaporan
Mencatat, memeriksa, dan menyusun:
1. Laporan harian, mingguan, bulanan;
2. Buku kas;
3. Buku bimbingan;
4. Kemajuan pelaksanaan kegiatan fisik dan keuangan;
5. Kesesuaian waktu pelaksanaan;
6. Kendala dan permasalahan dilapangan;
7. Dokumentasi kegiatan konstruksi (0%,25%,50%75% dan 100%);
dan
8. Update papan informasi.
f. Perubahan Kontrak/Adendum
1. KKAD mengajukan usulan kepada PPK PKP terkait dengan
Perubahan Kontrak/Adendum beserta dokumen pendukung
dilengkapi dengan gambar teknis, justifikasi teknis, hasil kajian
terhadap usulan perubahan, berita acara serta surat
permohonan Perubahan Kontrak/Adendum. Dalam proses
penyusunan dokumen usulan ini KKAD dibantu oleh Fasilitator
Masyarakat (FM);
2. Dokumen pendukung pekerjaan tambah kurang dibuat atas
kesepakatan serta ditandatangani oleh KKAD dan FM serta
diverifikasi TAPr dan/atau Asisten TAPr. untuk kemudian
diserahkan kepada PPK PKP untuk persetujuan;
3. PPK PKP melakukan pembahasan bersama TAPr dan/atau
Asisten TAPr, FM, serta KKAD terhadap dokumen pengajuan
Perubahan Kontrak/Adendum; dan
4. Ketika usulan Perubahan Kontrak/Adendum disetujui maka PPK
PKP menerbitkan Dokumen Perubahan Kontrak/Adendum.
g. Keadaan Kahar
a. PPK PKP atau KKAD memberitahukan tentang terjadinya
keadaan kahar kepada salah satu pihak secara tertulis dalam
waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak
menyadari atau seharusnya menyadari atas kejadian atau
keadaan yang merupakan keadaan kahar;

38
b. Pelaksanaan PKS dapat dilanjutkan atau diberhentikan setelah
kondisi kahar berakhir;
c. Ketika pelaksanaan PKS dilanjutkan dengan melakukan
perubahan PKS dengan jangka waktu penyelesaian dapat
diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan jangka waktu
terhentinya PKS; dan
d. Ketika pelaksanaan PKS diberhentikan maka para pihak
menyelesaikan kewajiban yang telah dilaksanakan dan KKAD
berhak untuk menerima pembayaran sesuai dengan kemajuan
pelaksaanaan pekerjaan dilapangan.
h. Hal-hal Khusus
1. PPK PKP menerbitkan Surat Peringatan 1 (SP1) kepada KKAD
apabila dalam pelaksanaan konstruksi terdapat indikasi yang
tidak terpenuhi baik dari sisi kualitas, kuantitas maupun waktu;
2. KKAD membuat rencana perubahan/corrective action terhadap
rencana awal;
3. PPK PKP, FM, & KKAD membahas dan menyepakati besaran
kemajuan fisik yang harus dicapai KKAD dalam Periode waktu
tertentu yang dituangkan dalam berita acara dan menjadi
lampiran rencana perubahan, apabila batas waktu yang
disepakati rencana perubahan sudah tercapai atau tidak
tercapai maka dilakukan pengukuran lapangan dan dituangkan
dalam berita acara Rapat Pembuktian 1 (RP1);
4. Apabila dalam RP1 KKAD tidak memenuhi target yang ditentukan,
maka PPK PKP menerbikan Surat Peringatan 2 (SP2), KKAD
diberi kesempatan untuk melakukan perubahan yang akan
dilanjutkan dengan Rapat Pembuktian 2 (RP2);
5. Apabila dalam RP2 KKAD tidak memenuhi target yang
ditentukan, maka PPK PKP menerbitkan Surat Peringatan 3
(SP3) dan dilakukan pemutusan kontrak secara sepihak dengan
melakukan beberapa sebagai berikut :
1) PPK PKP menerbitkan Surat Rencana Pemutusan Kontrak
kepada KKAD;
2) Dilaksanakan audit oleh pihak eksternal; dan
3) Penerbitan Surat Pemutusan Kontrak.

39
2. Kapan dimulai/selesainya?
Dimulainya setelah dokumen Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS)
ditandatangani dan selesai ketika pekerjaan fisik di lapangan 100%,
penyerapan dana 100% dan pelaporan sudah 100%, sudah dilakukan
pemeriksaan akhir oleh Tim Pemeriksa Hasil Pekerjaan dan siap
dilaksanakan serah terima pekerjaan.
3. Siapa yang memfasilitasi?
Difasilitasi oleh KKAD dengan didampingi oleh Fasilitator Masyarakat.
4. Siapa yang difasilitasi?
Tim Pelaksana KKAD, Pekerja, Mandor, Tukang, Kepala Tukang, supplier
material serta masyarakat yang ditunjuk dan terlibat dalam
pelaksanaan konstruksi.

C. OUTPUT
1. Apa hasilnya?
Semua dokumen/Format di bawah ini terisi dan terverifikasi:
a. Format 2.58 Monitoring kemajuan pelaksanaan konstruksi (Harian);
b. Format 2.59 Daftar hadir pekerja harian dan penerima insentif;
c. Format 2.60 Daftar hadir pekerja harian;
d. Format 2.61 Catatan harian penggunaan material
e. Format 2.62 Rekapitulasi mingguan kemajuan pelaksanaan
konstruksi;
f. Format 2.63 Rekapitulasi bulanan kemajuan pelaksanaan
konstruksi;
g. Format 2.64 Back Up data perhitungan volume;
h. Format 2.65 Kemajuan/progress swadaya masyarakat;
i. Format 2.68 Buku Bimbingan;
j. Format 2.69 Buku Tamu;
k. Format 2.72 Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan;
l. Dokumentasi Progres Pelaksanaan 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%;
m. Dokumentasi Pelaksanaan; dan
n. Dokumen As-Built Drawing2.

2 Isi Gambar Rekaman Akhir (As-Built Drawing)


1. Judul dan Penulisan Lembar Depan (Cover)

40
2. Bagaimana tindak lanjut?
Hasil dari tahapan kegiatan ini ditindak lanjuti penyusunan Realisasi
Kegiatan dan Biaya (RKB) dan As-Built Drawing sebagai dasar untuk
serah terima pekerjaan I.

3. 4 Pertemuan Kecamatan II

A. INPUT
1. Apa yang dibutuhkan/dipersiapkan?
Format- Format yang diperlukan :
a) Format 1.1 Undangan;
b) Format 1.2 Daftar Hadir Peserta;
c) Format 1.3 Notulensi;
d) Format 1.4 Berita Acara;
e) Format 2.72 Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan;
f) Format 2.74 Laporan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan (LP2K);
g) Format 2.80 Realisasi Kegiatan dan Biaya (Final);
h) Format 2.81 As Built Drawing; dan
i) Rencana Pengelolaan Aset (Infrastruktur terbangun).
2. Kapan dilaksanakan?
Setelah pelaksanaan konstruksi setelah 100% dan laporan hasil
pelaksanaan kegiatan dan hasil pengelolaan dana Bantuan Pemerintah
untuk Masyarakat (BPM) tersusun.
3. Mengapa harus dilakukan?
Untuk memberikan informasi hasil pekerjaan dan hasil pengelolaan
dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) yang dilakukan oleh
KKAD kepada masyarakat desa di lokasi kegiatan PISEW.

2. Lembar pengesahan
3. Lembar symbol atau keterangan gambar (legenda)
4. Daftar kuantitas akhir
5. Gambar situasi
6. Gambar Denah/Layout
7. Gambar penampang/Potongan Memanjang
8. Gambar Penampang Melintang
9. Gambar detail

41
4. Siapa saja yang berperan?
a. Unsur BPPW;
b. Pokja PKP Kabupaten;
c. Pemerintah di tingkat kecamatan;
d. Pemerintah Desa (Kepala Desa, BPD);
e. KKAD;
f. Fasilitator Masyarakat (FM), Tenaga Ahli Provinsi (TAPr)/Asisten
Tenaga Ahli Provinsi; dan
g. Tokoh Masyarakat, masyarakat desa (sekurang-kurangnya 30%
peserta yang hadir adalah perempuan).
5. Dimana dilaksanakan ?
Di kecamatan yang mendapatkan program PISEW sesuai Kepmen
Penetapan Lokasi PISEW tahun berjalan.

B. PROSES
1. Bagaimana Caranya ?
a. Koordinasi dengan Pemerintah di tingkat kecamatan dan KKAD
untuk penjadwalan kegiatan Pertemuan Kecamatan I;
b. Mengundang unsur BPPW, Pokja PKP Kabupaten, Kepala Desa,
Tokoh Masyarakat, masyarakat desa (sekurang-kurangnya 30%
peserta yang hadir adalah perempuan);
c. Menunjuk salah satu peserta untuk menjadi notulis dan mencatat
proses serta dinamika yang terjadi selama berlangsungnya
kegiatan.;
d. Agenda kegiatan yang dilakukan adalah:
1. Pemaparan hasil pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan dana
BPM kegiatan PISEW secara rinci dan transparan oleh KKAD
kepada Masyarakat;
2. Pemaparan rencana pengelolaan aset (infrastruktur terbangun);
dan
3. Penyerahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Administrasi
dan Keuangan serta hasil penyelesaian pekerjaan kegiatan
PISEW dari KKAD kepada PPK PKP dan/atau perwakilan dari
BPPW untuk dilakukan pemeriksaan.
e. Penyampaian dokumen yang disampaikan pada Pertemuan
Kecamatan II diserahkan kepada PPK PKP; dan

42
f. Seluruh peserta mengisi daftar hadir.
2. Kapan dimulai/selesainya?
Kegiatan ini dimulai setelahunsur-unsur yang berkompeten hadir,
peralatan dan materi yang dibutuhkan tersedia.
Kegiatan diakhiri ketika seluruh agenda inti dalam kegiatan ini tercapai,
Berita Acara, daftar hadir serta Format-Format yang sudah disiapkan
terisi dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang terkait.
3. Siapa yang memfasilitasi?
Difasilitasi oleh Pemerintah di tingkat kecamatan dan Fasilitator
Masyarakat/Asisten TAPr/TAPr.
4. Siapa yang difasilitasi?
Unsur BPPW, Pokja PKP Kabupaten, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat,
masyarakat desa (sekurang-kurangnya 30% peserta yang hadir adalah
perempuan).

C. OUTPUT
1. Apa hasilnya?
a. Laporan pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan dana BPM
terlaporkan secara rinci dan transparan ke masyarakat;
b. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) administrasi, Keuangan dan
hasil penyelesaian telah selesai; dan
c. Seluruh Format yang dipersiapkan terisi dan terverifikasi dengan
baik :
a. Format 1.1 Undangan;
b. Format 1.2 Daftar Hadir Peserta;
c. Format 1.3 Notulensi;
d. Format 1.4 Berita Acara;
e. Format 2.72 Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan;
f. Format 2.74 Laporan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan
(LP2K);
g. Format 2.80 Realisasi Kegiatan dan Biaya (Final);
h. Format 2.81 As Built Drawing;
i. Rencana Pengelolaan Aset (Infrastruktur terbangun); dan
d. Dokumentasi.

43
2. Bagaimana tindak lanjut?
Dokumen yang disampaikan di Pertemuan Kecamatan II diserahkan
ke PPK PKP untuk ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan
hasil pekerjaan dan serah terima 1.

3. 5 Serah Terima 1

A. INPUT
1. Apa yang dibutuhkan/dipersiapkan?
Format- Format yang diperlukan :
a. Format 2.77 Berita Acara Lembar Kendali Hasil Akhir Pekerjaan
(LKHAP);
b. Lampiran I Format 2.77 Berita Acara Lembar Kendali Hasil Akhir
Pekerjaan (LKHAP);
c. Lampiran II Format 2.77 Berita Acara Lembar Kendali Hasil Akhir
Pekerjaan (LKHAP);
d. Format 2.78 Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan
(SP3K);
e. Format 2.75 Surat Pernyataan Penyelesaian Kegiatan (SP2K);
f. Format 2.79 Berita Acara Status Pelaksanaan Kegiatan (BASPK)
(untuk yang terlambat);
g. Format 2.82 Berita Acara Serah Terima 1 Infrastruktur Terbangun
KKAD ke PPK PKP;
2. Kapan dilaksanakan?
Setelah Pertemuan Kecamatan II dan Pemeriksaan Hasil Pekerjaan.
3. Mengapa harus dilakukan?
a. Mencatatatkan infrastruktur terbangun sebagai aset desa;
b. Memanfaatkan hasil pembangunan untuk kepentingan masyarakat
desa secara luas; dan
c. Melakukan pengelolaan untuk kegiatan pemeliharaan dan
pengembangan hasil pelaksanaan pembangunan.
4. Siapa saja yang berperan?
PPK PKP, KPA/Kasatker Pelaksanaan PPW, Pemerintah Kecamatan,
Pemerintah Desa, KKAD, FM, TAPr dan Asisten TAPr.

44
5. Dimana dilaksanakan ?
Di kecamatan yang mendapatkan program PISEW sesuai Kepmen
Penetapan Lokasi PISEW tahun berjalan.

B. PROSES
1. Bagaimana Caranya ?
a. KKAD menyerahkan hasil pekerjaan dan laporan pelaksanaan
pekerjaan kepada PPK PKP melalui Berita Acara Serah Terima Hasil
Pekerjaan;
b. Penyerahan hasil pekerjaan dan laporan pelaksanaan pekerjaan
kepada PPK PKP setelah dilakukan pemeriksaan oleh PPK PKP/Tim
Teknis Kegiatan PISEW dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan;
c. Setelah pelaksanaan pekerjaan telah dinyatakan selesai 100%,
maka PPK PKP akan mengeluarkan Surat Pernyataan Penyelesaian
Pelaksanaan Kegiatan (SP3K) sebagai keterangan bahwa
pelaksanaan kegiatan PISEW di kecamatan tersebut telah selesai;
d. PPK PKP menerima hasil pekerjaan tersebut dan siap diserahkan
kepada Kasatker Pelaksanaan PPW selaku Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA); dan
e. kepada Kasatker Pelaksanaan PPW selaku Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA) menyerahkan ke Pemerintah Desa.
2. Kapan dimulai/selesainya?
Setelah proses serah terima pekerjaan serta serah terima pengelolaan
untuk kegiatan pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur
terbangun dilakukan danformat-format di isi dan di tandatangani.
3. Siapa yang memfasilitasi?
Difasilitasi oleh Pemerintah di tingkat kecamatan, Pemerintah Desa,
KKAD, dan Fasilitator Masyarakat/Asisten TAPr/TAPr.
4. Siapa yang difasilitasi?
PPK PKP, KPA/Kasatker Pelaksanaan PPW dan Pemerintah Desa

C. OUTPUT
1. Apa hasilnya?

45
Semua format dibawah ini terisi dan terverifikasi:
a. Format 2.77 Berita Acara Lembar Kendali Hasil Akhir Pekerjaan
(LKHAP);
b. Lampiran I Format 2.77 Berita Acara Lembar Kendali Hasil Akhir
Pekerjaan (LKHAP);
c. Lampiran II Format 2.77 Berita Acara Lembar Kendali Hasil Akhir
Pekerjaan (LKHAP);
d. Format 2.78 Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan
(SP3K);
e. Format 2.75 Surat Pernyataan Penyelesaian Kegiatan (SP2K);
f. Format 2.79 Berita Acara Status Pelaksanaan Kegiatan (BASPK)
(untuk yang terlambat);
g. Format 2.82 Berita Acara Serah Terima 1 Infrastruktur Terbangun
KKAD ke PPK PKP;
h. Format 2.83 Surat Pengantar Dokumen Hasil Serah Terima
Pekerjaan kepada KPA; dan
i. Format 2.84 Berita Acara Serah Terima 2 Infrastruktur terbangun
KPA ke pemerintah Desa.

2. Bagaimana tindak lanjut?


Setelah kegiatan berakhir, tindak lanjut selanjutnya adalah
Pemerintah Desa melakukan penyusunan rencana pemeliharaan
hasil pembangunan.

3. 6 Catatan Pelaksanaan

A. CATATAN
Tahapan Kegiatan Pelaksanaan Konstruksi diawali pada tahap kegiatan Rapat
Pra Pelaksanaan dan diakhiri ketika kegiatan fisik di lapangan telah mencapai
100% serta dana telah terserap 100%.
Kegiatan pada tahap pasca konstruksi yaitu dilaksanakannya Serah Terima 2
infrastruktur terbangun dari KPA ke Pemerintah Desa. Serah terima 2
dilaksanakan setelah PPK PKP menyerahkan hasil pekerjaan kepada Kepala
Satker Pelaksanaan PPW selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

46
Ketika Tahapan Pelaksanaan Konstruksi telah selesai dilaksanakan, semua
dokumen yang dihasilkan/output kegiatan sesuai BAB I s/d BAB III dijilid
menjadi satu buku dengan judul “BUKU II : PELAKSANAAN KONSTRUKSI”
Sistematika BUKU II : PELAKSANAAN KONSTRUKSI, bisa dilihat pada halaman
berikut:

47
B. LAMPIRAN

BUKU II :
PELAKSANAAN KONSTRUKSI

DISUSUN OLEH :

KKAD
KECAMATAN .........., KABUPATEN.............
PROVINSI.................

KEGIATAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR EKONOMI WILAYAH


(PISEW)
Tahun …………

48
DAFTAR ISI
BUKU II : PELAKSANAAN KONSTRUKSI

I. PENANDATANGANAN PERJANJIAN KONTRAK SWAKELOLA


1. Undangan
2. Daftar Hadir Peserta
3. Notulensi
4. Surat Keputusan Penerima Bantuan Pemerintah
5. Lampiran Surat Keputusan Penerima BPM
6. SK Bersama Kepala Desa tentang penetapan KKAD
7. Pakta Integritas
8. Proposal Rencana Infrastruktur
9. Detail Engineering Design (DED)
10. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
11. Rencana Kerja dan Syarat (RKS)
12. Format 2.37 Rencana Jadwal Pelaksanaan Kurva “S”
13. Buku Rekening KKAD
14. Dokumen Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS)
15. Dokumentasi

II. RAPAT PRA PELAKSANAAN


1. Undangan
2. Daftar Hadir
3. Notulensi
4. Berita Acara
5. Dokumentasi

III. PELAKSANAAN KONSTRUKSI


1. Monitoring kemajuan pelaksanaan konstruksi (Harian)
2. Daftar Hadir Pekerja Harian dan Penerimaan Insentif
3. Daftar Hadir Pekerja Harian
4. Catatan Harian Penggunaan Material
5. Rekapitulasi Mingguan Kemajuan Pelaksanaan Konstruksi
6. Rekapitulasi Bulanan Kemajuan Pelaksanaan Konstruksi
7. Back Up Data Perhitungan Volume
8. Kemajuan/Progres Swadaya Masyarakat;

49
9. Buku Bimbingan
10. Buku Tamu
11. Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan
12. Dokumentasi
13. Dokumen As-Built Drawing

IV. PERTEMUAN KECAMATAN 2


1. Undangan
2. Daftar Hadir Peserta
3. Notulensi
4. Berita Acara
5. Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan
6. Laporan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan (LP2K)
7. Realisasi Kegiatan dan Biaya (Final)
8. As Built Drawing
9. Rencana Pengelolaan Aset (Infrastruktur terbangun)
10. Dokumentasi

V. SERAH TERIMA
1. Berita Acara Lembar Kendali Hasil Akhir Pekerjaan (LKHAP)
2. Lampiran Berita Acara LKHAP
3. Lampiran Catatan Hasil Pemeriksaan Hasil Akhir Pekerjaan
4. Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan (SP3K)
5. Surat Pernyataan Penyelesaian Kegiatan (SP2K)
6. Berita Acara Status Pelaksanaan Kegiatan (BASPK) (untuk yang
terlambat)
7. Berita Acara Serah Terima 1 Infrastruktur Terbangun KKAD ke PPK
PKP
8. Surat Pengantar Dokumen Hasil Serah Terima Pekerjaan kepada
KPA
9. Berita Acara Serah Terima 2 Infrastruktur terbangun KPA ke
pemerintah Desa

50
IV. PENGELOLAAN
KEUANGAN

4. 1 Pemantauan & Pengawasan Keuangan

A. INPUT
1. Apa yang dibutuhkan?
a. Format 2.5 Surat Keputusan Penerima Bantuan Pemerintah;
b. Format 2.6 Lampiran Surat Keputusan Penerima Bantuan
Pemerintah;
c. Format 2.13 Pakta Integritas;
d. Format 2.42 Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS);
e. Format 2.71 Perubahan Kontrak/Adendum;
f. Format 2.43 Rencana Penggunaan Dana (RPD) Tahap Pertama;
g. Format 2.44 Surat Berita Acara Pembayaran Tahap Pertama;
h. Format 2.45 Surat Satker Rekomendasi Pencairan Dana BPM ke
Bank;
i. Format 2.46 Surat Pernyataan Tangung Jawab Belanja (SPTJB)
j. Format 2.47 Surat Pernyataan Tangung Jawab Mutlak (SPTJM)
k. Format 2.72 Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan;
l. Format 2.73 Berita Acara Lembar Kendali Pemeriksaan Progres
Pekerjaan;
m. Lampiran I Format 2.73 Berita Acara Lembar Kendali Pemeriksaan
Progres Pekerjaan;
n. Lampiran II Format 2.73 Catatan Hasil Pemeriksaan Pekerjaan;
o. Format 2.76 Realisasi Kegiatan dan Biaya untuk Pemeriksaan;
p. Format 2.88 Buku Kas Umum (BKU) KKAD;
q. Format 2.89 Laporan Buku Bank KKAD;
r. Format 2.90 Buku Belanja Material KKAD;
s. Format 2.91 Buku Upah Pekerja KKAD;
t. Format 2.56 Buku Sewa Pembelian Peralatan – KKAD;
u. Format 2.57 Surat Perjanjian sewa peralatan; dan
v. Nota-nota/kwitansi belanja.

51
2. Kapan dilaksanakan?
Dilaksanakan pada saat dan selama pelaksanaan pembangunan
konstruksi.
3. Mengapa harus dilakukan?
Agar penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan.
4. Siapa saja yang berperan?
a. Tim Pelaksana dan Tim Pengawas Kelompok Kerjasama Antar Desa
(KKAD);
b. Fasilitator Masyarakat (FM);
c. Tenaga Ahli Provinsi/Asisten Tenaga Ahli Provinsi ; dan
d. Satker/PPK PKP pada Satker Pelaksanaan PPW.
5. Dimana dilaksanakan?
Lokasi kegiatan pembangunan infrastruktur PISEW.

B. PROSES
1. Bagaimana caranya?
a. Kelengkapan Dokumen Pencairan ke KPPN
1. Tahap Pertama (70%)
a) PPK PKP pada Satker Pelaksanaan PPW Membuat Surat
Keputusan Penerima Bantuan Pemerintah (Format 2.5 dan
2.6);
b) Kepala Satker selaku KPA mengesahkan SK Penetapan
Penerima BPM yang telah ditetapkan oleh PPK PKP pada
Satker Pelaksanaan PPW;
c) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PKP pada Satker
Pelaksanaan PPW Provinsi mengeluarkan Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK) kepada KKAD selambatnya satu minggu
setelah penandatanganan PKS/Kontrak Swakelola;
d) PPK PKP pada Satker Pelaksanaan PPW membuat ringkasan
kontrak;
e) KKAD menyusun berkas pencairan untuk diserahkan kepada
PPK PKP pada Satker Pelaksanaan PPW :
1) Dokumen Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS);
2) Fotokopi buku rekening bank milik KKAD;
3) Kuitansi yang sudah ditandatangani KKAD;
4) Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB;)

52
5) Berita Acara Pembayaran Tahap Pertama (70%);
6) Berita Acara Pakta Integritas; dan
7) Rencana Penggunaan Dana (RPD) Tahap Pertama 70%.
f) Seluruh dokumen dalam poin e di atas diverifikasi kebenaran
dan kelengkapannya oleh Fasilitator Masyarakat serta
diverifikasi oleh Tenaga Ahli Provinsi selanjutnya membuat
Surat Permohonan Pembayaran (SPP) untuk disampaikan
kepada Satker Pelaksanaan PPW dan Pejabat
Penandatangan SPM (PP-SPM);
g) Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (SPM)
menerbitkan SPM kepada KPPN setempat; dan
h) KPPN menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
yang berisi perintah untuk mencairkan dana ke rekening
penerima bantuan.
2. Tahap Kedua (30%)
a) KKAD menyusun berkas pencairan untuk diserahkan kepada
PPK PKP pada Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman
Wilayah di provinsi:
1) Kuitansi yang sudah ditandatangani KKAD;
2) Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM);
3) Berita Acara Pembayaran Tahap Kedua (30%); dan
4) Rencana Penggunaan Dana (RPD) Tahap kedua (30%).
5) Laporan Pertanggung jawaban Tahap Pertama (70%)
- Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan dan foto
progres fisik sudah mencapai minimal 50%;
- Buku Kas Umum KKAD; dan
- Buku Rekening Bank KKAD.
b) Seluruh dokumen dalam poin a diatas diverifikasi kebenaran
dan kelengkapannya oleh Fasilitator Masyarakat dan
diverifikasi oleh Tenaga Ahli Provinsi. selanjutnya membuat
Surat Permohonan Pembayaran (SPP) untuk disampaikan
kepada Satker Pelaksanaan PPW dan Pejabat
Penandatangan SPM (PP-SPM);
c) Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (SPM)
menerbitkan SPM kepada KPPN setempat; dan

53
d) KPPN menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
yang berisi perintah untuk mencairkan dana ke rekening
penerima bantuan.
b. Kelengkapan Dokumen Pencairan KKAD
1. Tahap Pertama (1) Termin I (40%)
KKAD melakukan pengajuan pencairan termin I sebesar 40% ke
bankdengan melampirkan dokumen:
1) Rencana Penggunaan Dana Termin I sebesar 40% yang telah
diperiksa oleh Fasilitator Masyarakat dan Verifikasi oleh
Tenaga Ahli Provinsi; dan
2) PPK PKP membuat Berita Acara Pembayaran dan
menerbitkan Surat Rekomendasi Pencairan Dana BPM ke
Bank termin ke 1 sebesar 40%.
2. Tahap Pertama (1) Termin II (30%),
Pengajuan Pencairan termin II sebesar 30% pada saat KKAD
progres pelaksanaan di lapangan sudah mencapai 25% dan
melampirkan dokumen:
a. Pengajuan pencairan termin II sebesar 30% ketika progres
pelaksanaan dilapangan sudah mencapai 25%;
b. KKAD menyusun berkas pencairan untuk diserahkan kepada
PPK PKP dengan melampirkan:
1) KKAD menyusun RPD tahap pertama termin II (30%);
2) KKAD menyusun Laporan Pertanggungjawaban
Penggunaan Dana Termin I;
3) KKAD menyusun Laporan Kemajuan Konstruksi Fisik
disertai foto telah mencapai minimal 25% (Buku Laporan
Harian pelaksanaan kegiatan, progres pelaksanaan
kegiatan konstruksi, foto capaian kegiatan);
4) KKAD memasukan data dan mengunggah dokumen
pertanggungjawaban keuangan melalui aplikasi SILK-A;
5) KKAD membuat Surat Pernyataan Kebenaran Dan
Kelengkapan Laporan Pertanggungjawaban kepada PPK
PKP;
6) KKAD membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab
Belanja (SPTJB) sesuai dengan progres pelaksanaan
konstruksi minimal 25%; dan

54
7) KKAD menerima surat rekomendasi pencairan dari PPK
PKP untuk melakukan pencairan ke bank setelah laporan
tersebut diatas terverifikasi dan dinilai layak serta dapat
dipertanggungjawabkan.
3. Tahap Kedua (30%),
a. KKAD melakukan pengajuan pencairan tahap kedua (2)
sebesar 30%;
b. Pencairan Tahap Kedua (30%) ke rekening KKAD pada saat
progress pelakasanaan kegiatan telah mencapai 50%.
Pencairan tahap kedua dengan melampiran rincian sebagai
berikut:
1) KKAD menyusun Rencana Penggunaan Dana (RPD) tahap
kedua yang telah diverifikasi oleh TAPr;
2) KKAD menyusun Laporan Pertanggungjawaban
Penggunaan Dana Termin ke 1 dan 2 (Buku Kas Umum
KKAD, fotokopi buku rekening bank, dan bukti
pengeluaran (nota-nota) untuk pencairan termin I dan II);
3) KKAD menyusun Laporan Kemajuan Konstruksi Fisik
disertai foto telah mencapai minimal 50% (Buku Laporan
Harian pelaksanaan kegiatan, progres pelaksanaan
kegiatan konstruksi, foto capaian kegiatan);
4) KKAD memasukan data dan mengunggah dokumen
pertanggungjawaban keuangan melalui aplikasi SILK-A;
5) KKAD membuat Surat Pernyataan Kebenaran Dan
Kelengkapan Laporan Pertanggungjawaban kepada PPK
PKP;
6) KKAD membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab
Belanja (SPTJB) sesuai dengan progres pelaksanaan
konstruksi minimal 50%;
7) KKAD menerima surat rekomendasi pencairan dari PPK
PKP untuk melakukan pencairan ke bank setelah laporan
tersebut diatas terverifikasi dan dinilai layak serta dapat
dipertanggungjawabkan; dan
8) KKAD menandatangani Berita Acara Pembayaran Tahap
Kedua (30%).

55
c. Kelengkapan Dokumen Penggunaan Dana BPM
KKAD melakukan kegiatan di lapangan:
1. Pembelanjaan barang/material sesuai dengan kebutuhan yang
tercantum pada Rencana Penggunaan Dana (RPD). Seluruh
pembelanjaan dibuktikan dengan nota/kwitansi belanja asli dari
supplier dan diarsipkan oleh bendahara KKAD;
2. Format 2.90 Buku Belanja Material KKAD disusun oleh
bendahara KKAD sesuai pengeluaran pembelanjaan dan
dibuktikan dengan nota/kwitansi belanja;
3. Format 2.61 Catatan Harian Penggunaan Material diisi setiap
hari;
4. Mengkoordinir pekerja dan melakukan pengawasan terhadap
kehadiran maupun produktivitas pekerja;
5. Format 2.59 Daftar Hadir Pekerja Harian dan Penerimaan
Insentif diisi setiap hari;
6. Bendahara melakukan pembayaran upah pekerja sesuai dengan
Format 2.59;
7. Format 2.91 Buku Upah Pekerja-KKAD diisi oleh bendahara KKAD
sesuai dengan Format 2.59;
8. Format 2.56 Buku Sewa-Pembelian Peralatan diisi oleh
bendahara;
9. Format 2.57 Surat Perjanjian Sewa-Pinjam Peralatan, dibuat
oleh ketua KKAD (Jika ada peralatan yang disewa);
10. Format 2.92 Buku Kas Umum KKAD dibuat oleh Bendahara KKAD.
11. Format 2.93 Laporan Buku Bank KKAD, dibuat oleh bendahara
KKAD.
12. Format 2.43 Rencana Penggunaan Dana (tahap Berikutnya)
disusun bersama oleh Ketua, sekretaris, dan bendahara KKAD
apabila limit progres lapangan pada tahap tersebut telah
terpenuhi.
d. Pelaksanaan Pencairan Biaya Administrasi dan Operasional Oleh
KKAD
1. Biaya administrasi dan operasional kegiatan ditetapkan sebesar
maksimal Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta) digunakan
untuk honor narasumber dan honor KKAD (40% dari BOP), biaya
administrasi dan operasional kegiatan KKAD, diantaranya: biaya
pertemuan warga, pembuatan laporan-laporan, perjalanan

56
ke provinsi dan kabupaten, atau kebutuhan administrasi
lainnya.
2. Mekanisme pencairan Biaya Operasional mengikuti mekanisme
pencairan termin dengan memasukkan item operasional KKAD
dalam RPD. Demikian juga dengan pertanggungjawaban
dananya.
3. Setiap pengeluaran harus dipertanggungjawabkan dengan bukti
nota/kwitansi.
2. Kapan dimulai/selesainya?
Dimulai setelah keluarnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan
berakhir ketika seluruh kegiatan di lapangan sudah berakhir, dan
progres keuangan sudah terserap 100%.
3. Siapa yang memfasilitasi?
a. Satker Pelaksanaan PPW di Provinsi selaku Kuasa Pengguna
Anggaran;
b. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PKP pada Satker Pelaksanaan
PPW Provinsi;
c. Tenaga Ahli Provinsi/Asisten Tenaga Ahli Provinsi; dan
d. Fasilitator Masyarakat.
4. Siapa yang difasilitasi?
KKAD, masyarakat dan Tim Pelaksana kegiatan konstruksi yang
ditunjuk oleh KKAD.

C. OUTPUT
1. Apa hasilnya?
Semua dokumen/Format di bawah ini terisi dan terverifikasi:
a. Format 2.5 Surat Keputusan Penerima Bantuan Pemerintah;
b. Format 2.6 Lampiran Surat Keputusan Penerima Bantuan
Pemerintah;
c. Format 2.13 Pakta Integritas;
d. Format 2.42 Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS);
e. Format 2.71 Perubahan Kontrak/Adendum;
f. Format 2.43 Rencana Penggunaan Dana (RPD) Tahap Pertama;
g. Format 2.44 Surat Berita Acara Pembayaran Tahap Pertama;

57
h. Format 2.45 Surat Satker Rekomendasi Pencairan Dana BPM ke
Bank;
i. Format 2.46 Surat Pernyataan Tangung Jawab Belanja (SPTJB);
j. Format 2.47 Surat Pernyataan Tangung Jawab Mutlak (SPTJM);
k. Format 2.72 Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan;
l. Format 2.73 Berita Acara Lembar Kendali Pemeriksaan Progres
Pekerjaan;
m. Lampiran I Format 2.73 Berita Acara Lembar Kendali Pemeriksaan
Progres Pekerjaan;
n. Lampiran II Format 2.73 Catatan Hasil Pemeriksaan Pekerjaan;
o. Format 2.76 Realisasi Kegiatan dan Biaya untuk Pemeriksaan;
p. Format 2.88 Buku Kas Umum (BKU) KKAD;
q. Format 2.89 Laporan Buku Bank KKAD;
r. Format 2.90 Buku Belanja Material KKAD;
s. Format 2.91 Buku Upah Pekerja KKAD;
t. Format 2.56 Buku Sewa Pembelian Peralatan – KKAD;
u. Format 2.57 Surat Perjanjian sewa peralatan; dan
v. Nota-nota/kwitansi belanja.
2. Bagaimana tindak lanjut?
Hasil dari tahapan kegiatan ini sebagai dasar bagi pelaksanaan serah
terima pekerjaan dari KKAD kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
PKP pada Satker Pelaksanaan PPW di Provinsi.

4. 2 Catatan & Lampiran Pengelolaan Keuangan

A. CATATAN
Pertanggungjawaban keuangan dimulai sejak pencairan termin I Tahap
Pertama dan diakhiri ketika kegiatan fisik di lapangan telah mencapai 100%
serta dana telah terserap 100%.
Ketika Tahapan Pelaksanaan Konstruksi telah selesai dilaksanakan, dan
semua dana telah terserap 100%, semua dokumen yang dihasilkan/output
kegiatan keuangan dijilid menjadi satu buku dengan judul “BUKU III :
PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN”
Sistematika BUKU III : PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN, bisa dilihat pada
halaman berikut.

58
B. LAMPIRAN

BUKU III :
PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN

DISUSUN OLEH :

KKAD
KECAMATAN .........., KABUPATEN.............
PROVINSI.................

KEGIATAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR EKONOMI WILAYAH


(PISEW)
Tahun …………….

59
DAFTAR ISI
BUKU III : PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN

I. TAHAP PERTAMA (70%)


Pencairan BPM dari Pemerintah kepada Kuasa Pengguna Anggaran
(KPA)
1. Dokumen Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS)
2. Fotokopi buku rekening bank milik KKAD
3. Kuitansi yang sudah ditandatangani KKAD
4. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB)
5. Surat Berita Acara Pembayaran Tahap Pertama (70%)
6. Berita Acara Pakta Integritas
7. Rencana Penggunaan Dana (RPD) Tahap Pertama (70%)
Pencairan BPM dari Kuasa Pengguna A nggaran (KAP) kepada KKAD
TAHAP I TERMIN I (40%)
1. Surat Satker Rekomendasi Pencairan Dana BPM ke Bank, Tahap
Pertama Termin I
2. Foto Kopi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
3. Rencana Penggunaan Dana (RPD) Tahap Pertama Termin I (40%)
4. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB) progres
minimal 25%
5. Fotokopi Buku Rekening bank milik KKAD
6. Rekening Koran Awal
7. Buku Kas Umum (BKU) KKAD
8. Laporan Buku Bank KKAD
9. Buku sewa pembelian peralatan KKAD
10. Surat perjanjian sewa-pinjam peralatan
11. Monitoring kemajuan pelaksanaan konstruksi (Harian)
12. Daftar Hadir Pekerja harian dan penerimaan insentif
13. Daftar hadir pekerja harian
14. Buku upah pekerja KKAD
15. Catatan harian penggunaan material
16. Buku belanja material KKAD
17. Rekapitulasi mingguan kemajuan pelaksanaan konstruksi
18. Rekapitulasi bulanan kemajuan pelaksanaan konstruksi
19. Rencana Jadwal Pelaksanaan (Kurva S)
20. Back Up data perhitungan volume

60
21. Kemajuan/progres swadaya masyarakat
22. Rekapitulasi permasalahan tingkat Kecamatan
23. Nota dan kuitansi pengeluaran
24. Dokumentasi Progres 0% dan 25%
25. Dokumentasi Pelaksanaan

TAHAP PERTAMA TERMIN II (30%)


1. Surat Satker Rekomendasi Pencairan Dana BPM ke Bank, Tahap
Pertama Termin II
2. Rencana Penggunaan Dana (RPD) Tahap Pertama Termin II (30%)
3. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB) progres
minimal 50%
4. Fotokopi Buku Rekening bank milik KKAD
5. Fotokopi buku rekening bank milik KKAD
6. Buku Kas Umum (BKU) KKAD
7. Laporan Buku Bank KKAD
8. Buku sewa pembelian peralatan KKAD
9. Surat perjanjian sewa-pinjam peralatan
10. Monitoring kemajuan pelaksanaan konstruksi (Harian)
11. Daftar Hadir Pekerja harian dan penerimaan insentif
12. Daftar hadir pekerja harian
13. Buku upah pekerja KKAD
14. Catatan harian penggunaan material
15. Buku belanja material KKAD
16. Rekapitulasi mingguan kemajuan pelaksanaan konstruksi
17. Rekapitulasi bulanan kemajuan pelaksanaan konstruksi
18. Rencana Jadwal Pelaksanaan (Kurva S)
19. Back Up data perhitungan volume
20. Kemajuan/progres swadaya masyarakat
21. Rekapitulasi permasalahan tingkat Kecamatan
22. Nota dan kwitansi pengeluaran
23. Dokumentasi Progres 0%, 25% dan 50%
24. Dokumentasi Pelaksanaan

61
II. TAHAP KEDUA (30%)
Pencairan BPM dari Pemerintah kepada Kuasa Pengguna Anggaran
(KPA)
1. Kuitansi bukti penerimaan yang telah ditandatangani oleh penerima
bantuan (PPK PKP dan KKAD)
2. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM)
3. Berita Acara Pembayaran Tahap Kedua (30%)
4. Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan (Sudah mencapai
minimal 50%)
5. Laporan Pertanggung jawaban Tahap Pertama (70%)

Pencairan BPM dari Pemerintah kepada Kuasa Pengguna Anggaran


(KPA)
TAHAP KEDUA (30%)
1. Surat Satker Rekomendasi Pencairan Dana BPM ke Bank, Tahap
Pertama Termin II
2. Foto Kopi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
3. Rencana Penggunaan Dana (RPD) Tahap Pertama Termin II (30%)
4. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB) progres
minimal 100%
5. Rekening Koran Akhir
6. Buku Kas Umum (BKU) KKAD
7. Laporan Buku Bank KKAD
8. Buku sewa pembelian peralatan KKAD
9. Surat perjanjian sewa-pinjam peralatan
10. Monitoring kemajuan pelaksanaan konstruksi (Harian)
11. Daftar Hadir Pekerja harian dan penerimaan insentif
12. Daftar hadir pekerja harian
13. Buku upah pekerja KKAD
14. Catatan harian penggunaan material
15. Buku belanja material KKAD
16. Rekapitulasi mingguan kemajuan pelaksanaan konstruksi
17. Rekapitulasi bulanan kemajuan pelaksanaan konstruksi
18. Back Up data perhitungan volume
19. Kemajuan/progres swadaya masyarakat
20. Rekapitulasi permasalahan tingkat Kecamatan
21. Nota dan kwitansi pengeluaran
22. Dokumentasi Progres 0%, 25%,50%,75% dan 100%

62
23. Dokumentasi Pelaksanaan.

63
Buku Saku
Pengendalian Kegiatan PISEW
PENGARAH
J. Wahyu Kusumosusanto

PEMBINA
Kasubdit di Lingkungan Direktorat PKP
KONTRIBUTOR
Valentina
Winda Laksana
Novitasari Rahayuningtyas
Haris Pujogiri
Aris M. Budiawan
Ade Prasetyo K.
Iriyanti Najamuddin
Pipit Prayogo
Azwar Aswad Harahap
Roofy Reizkapuni
Eko Priantono
Alifiah Devi Rahmawati
Adrian Bagoes C
Ingga Prima Yudha
Lithaya Nida Amalia
Zaenal Arifin
Galang Arista Pratama

Diterbitkan oleh
Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman
Direktorat Jenderal Cipta Karya
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat

64
PISEW
2023

DOWNLOAD BUKU:

Anda mungkin juga menyukai