PENERAPAN METODE TRANSPORTASI VAM DAN MODI PADA PT.
DOS NI
ROHA SAMARINDA
ABSTRAK
Eka Oktarina Putri, 2017. Penerapan Metode Transportasi VAM dan
MODI Pada PT. Dos Ni Roha Samarinda.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa
penerapan metode transportasi dengan Vogel’s Approximation Method dan
Modified Distribution pada PT. Dos Ni Roha Samarinda di wilayah Kalimantan
Timur.
Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara langsung (primer) dengan
Staff bagian Administrasi Logistik PT. Dos Ni Roha Samarinda dan melalui
dokumentasi data perusahaan yang berhubungan dengan disrtribusi (sekunder).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode transportasi
dengan menggunakan Vogel’s Approximation Method dan Modified Distribution
dapat meminimalisasi total biaya transportasi obat-obatan pada PT. Dos Ni Roha
Samarinda. Dengan menerapkan model transportasi Vogel’s Approximation
Method dan Modified Distribution dapat menghemat sebesar Rp 1.533.760,- atau
12,92% per minggu biaya transportasi pada PT. Dos Ni Roha Samarinda.
Kata kunci : metode transportasi, Vogel’s Approximation Method, Modified
Distribution
ABSTRACT
Eka Oktarina Putri, 2017. Application of Transportation Method VAM and
MODI at PT. Dos Ni Roha Samarinda.
This study aims to describe and analyze the application of transportation
with Vogel’s Approximation Method and Modified Distribution at PT. Dos Ni Roha
in the area of East Kalimantan.
The data were obtained through direct interview (primary) with the staff of
Logistic Administration of PT. Dos Ni Roha Samarinda and through
documentation of related company’s data to the distribution (secondary).
The findings showed that the application of the transportation with Vogel’s
Approximation Method and Modified Distribution to minimize the total cost of
transportation of medical’s in PT. Dos Ni Roha Samarinda. By applying a model
of transportation of Vogel’s Approximation Method and Modified Distribution can
save Rp 1.533.760,- or 19,92% per week of transportation in PT. Dos Ni Roha
Samarinda.
Keywords: transportation method, Vogel’s Approximation Method, Modified
Distribution
Bab I
Pendahuluan
Setiap perusahaan di dunia selalu mengharapkan keuntungan yang
semaksimal mungkin agar siklus hidup perusahaan dapat tetap berjalan. Untuk
1
itu, perusahaan tersebut harus mampu mengatur sedemikian rupa biaya yang
digunakan agar tetap terjadi rentang antara pengeluaran dan pemasukan
perusahaan. Biaya operasional merupakan biaya yang mutlak ada dalam
perusahaan baik perusahaan manufaktur maupun jasa, sekaligus menandai
apakah perusahaan tersebut berjalan atau tidak. Tinggi atau rendahnya biaya
operasional perusahaan akan sangat berpengaruh pada penetapan harga
produk yang membuat produk dapat bersaing dengan produk lain dan otomatis
berpengaruh pada pendapatan perusahaan. Persoalan angkutan yang sering
muncul dalam kehidupan sehari-hari merupakan golongan tersendiri dalam
persoalan program linier. Tetapi karena penampilannya yang khusus, ia
memerlukan cara-cara perhitungan yang lebih praktis dan efisien.
Sasaran kita ialah mengalokasikan barang yang ada di pelabuhan asal
sedemikian rupa hingga terpenuhi semua kebutuhan pada pelabuhan tujuan.
Sedangkan tujuan utama dari persoalan angkutan ini adalah mencapai jumlah
biaya yang serendah-rendahnya yang akan mendorong pencapaian jumlah laba
yang sebesar-besarnya (maksimum).
Sebagai objek penelitian dalam penulisan ini adalan PT. Dos Ni Roha
yang berkantor di Jl. Pangeran Hidayatulah No. 60, Samarinda. PT ini
merupakan cabang atau salah satu gudang yang tersebar di berbagai wilayah
Indonesia yang kegiatan usahanya mendistribusi berbagai macam produk obat-
obatan. Dengan pendistribusian produk obat-obatan yang banyak maka
sangatlah cocok untuk mengukur biaya distribusi dengan menggunakan Metode
Transportasi.
Bab II
Kajian Pustaka
Menurut Herjanto (2003:2), “Manajemen operasional dapat diartikan
sebagai suatu proses yang berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi-
fungsi manajemen untuk mengintergrasikan berbagai sumber daya secara efisien
dalam rangka mencapai tujuan.
Metode transportasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk
mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama
ke tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal dengan biaya yang
termurah. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa karena terdapat
perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber atau beberapa sumber ke
tempat tujuan yang berbeda.
Menurut Sarjono (2010), “Metode transportasi merupakan salah satu
teknik manajemen dalam mendistribusikan produk dari gudang ke tempat yang
dituju.”
Metode transportasi sangat dibutuhkan oleh perusahaan yang melakukan
kegiatan pengiriman barang dalam usahanya. Dengan adanya metode
transportasi, perusahaan akan lebih efektif dan efisien dalam kegiatan
pendistribusian produknya.
Sasaran transportasi adalah mengalokasikan produk yang ada pada
sumber asal sedemikian rupa hingga terpenuhi semua kebutuhan pada tempat
tujuan, sedangkan tujuan utama dari persoalan transportasi adalah untuk
mencapai jumlah biaya yang serendah-rendahnya (minimum) atau mencapai
jumlah laba yang sebesar-besarnya (maksimal). Persoalan transportasi terpusat
pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat industri dan
distribusi gudang atau antara distribusi gudang regional dan distribusi
pengeluaran lokal. Dalam menggunakan metode transportasi, pihak manajemen
mencari rute distribusi yang akan mengoptimumkan tujuan tertentu, misalnya
tujuan meminimumkan total biaya transportasi, memaksimumkan laba, atau
meminimumkan waktu yang digunakan.
1. Untuk menentukan solusi awal dapat digunakan :
a. Metode North West Corner ( Metode Sudut Barat Laut )
b. Metode Least Cost ( Metode Biaya Terendah )
c. Metode VAM ( Vogel’s Approximation Method )
2. Untuk menentukan solusi akhir yang optimal dapat digunakan :
a. Metode Modified Distribution ( MODI )
b. Metode Stepping Stone
Menurut Siswanto dalam Sarjono (2010), “Model transportasi pada saat
dikenali pertama kali, diselesaikan secara manual dengan menggunakan
alogaritma yang dikenal sebagai alogaritma transportasi:
1. Pertama, diagnosis masalah dimulai dengan pengenalan sumber,
tujuan, parameter, dan variable
2. Kedua, seluruh informasi tersebut kemudian dituangkan ke dalam
matriks transportasi.
Dalam hal ini,
a. Bila kapasitas seluruh sumber lebih besar dari permintaan seluruh
tujuan maka sebuah kolom (dummy) perlu ditambahkan untuk
menampung kelebihan kapasitas itu.
b. Bila kapasitas seluruh sumber lebih kecil dari seluruh permintaan
tujuan maka sebuah baris perlu ditambahkan untuk menyediakan
kapasitas semu yang akan memenuhi kelebihan permintan itu.
Jelas sekali bahwa kelebihan permintaan itu tidak bias dipenuhi.
3. Ketiga, setelah matriks transportasi terbentuk kemudian dimulai
menyusun tabel awal. Alogaritma transportasi mengenal tiga macam
metode untuk menyusun tabel awal, yaitu :
a. Metode Biaya Terendah atau Least Cost Method
b. Metode Sudut Barat Laut atau North West Corner Method
c. VAM atau Vogell’s Approximation Method
Ketiga metode di atas masing-masing berfungsi untuk menentukan
alokasi distribusi awal yang akan membuat seluruh kapasitas sumber
teralokasi ke seluruh tujuan.
4. Keempat, setelah penyusunan tabel awal selesai maka sebagai
langkah selanjutnya adalah pengujian optimalisasi tabel untuk
mengetahui apakah biaya distribusi total telah minimum. Secara
matematis, pengujian ini dilakukan untuk menjamin bahwa nilai fungsi
tujuan minimum telah tercapai. Ada dua macam pengujian optimalitas
alogaritma transportasi :
a. Stepping Stone Method
b. MODI atau Modified Distribution Method
5. Kelima, atau langkah yang terakhir adalah revisi tabel bila dalam
langkah keempat terbukti bahwa tabel belum optimal atau biaya
distribusi total masih mungkin diturunkan lagi. Dengan demikian, jelas
sekali bahwa langkah kelima ini tidak akan dilakukan apabila pada
langkah keempat telah membuktikan bahwa tabel telah optimal.
Pada penelitian ini saya ingin mengukur atau menilai efisiensi dari biaya
transportasi pada PT. Dos Ni Roha yang dimana dilihat dari proses
tranportasinya, proses pengiriman barang dilakukan secara langsung oleh PT.
Dos Ni Roha. Tujuan pengiriman barang adalah ke toko obat, apotik, mini
market, farmasi yang ada di daerah Samarinda dan sekitarnya. Menilai efisiensi
biaya transportasi dapat dilakukan dengan metode transportasi yaitu metode
VAM dan MODI sehingga dapat diketahui jumlah efisiensi biaya transportasi PT.
Dos Ni Roha Samarinda.
Efisiensi biaya transportasi
pada [Link] NI ROHA
Proses Transportasi
Metode Transportasi
VAM MODI
Kesimpulan Hasil
Gambar 2.4 Kerangka Pikir
Bab III Metode
Penelitian
Efisiensi biaya transportasi adalah perbandingan yang terbaik antara
input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber
yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan
penggunaan sumber yang terbatas. Dengan kata lain hubungan antara apa yang
telah diselesaikan. Proses transportasi adalah penyelenggaraan segala kegiatan
usaha niaga yang tercakup dalam pengangkutan barang dari tempat pengolahan
atau pembuatan sampai ke tempat penjualan kepada pelanggan. Model
Transportasi adalah sebuah rencana transportasi mencari cara termurah untuk
mengirimkan barang dari beberapa sumber ke beberapa tujuan.
QM for Windows merupakan software yang dirancang untuk melakukan
perhitungan yang diperlukan pihak manajemen untuk mengambil keputusan di
bidang produksi dan pemasaran.
QM adalah kepanjangan dari quantitatif method yang merupakan
perangkat lunak dan menyertai buku-buku teks seputar manajemen operasi. QM
for windows merupakan gabungan dari program terdahulu DS dan POM for
windows, jadi jika dibandingkan dengan program POM for windows modul-modul
yang tersedia pada QM for windows lebih banyak.
Metode VAM lebih sederhana penggunaannya, karena tidak memerlukan
closed path (jalur tertutup). Metode VAM dilakukan dengan cara mencari selisih
biaya terkecil dengan biaya terkecil berikutnya untuk setiap kolom maupun baris.
Kemudian pilih selisih biaya terbesar dan alokasikan produk sebanyak mungkin
ke sel yang memiliki biaya terkecil. Cara ini dilakukan secara berulang hingga
semua produk sudah dialokasikan. Metode ini berdasarkan pada konsep biaya
pinalti (penalty cost). Jika pengambil keputusan salah memilih tindakan dan
beberapa alternatif tindakan yang ada, maka pengambil keputusan akan
menyesali keputusan yang diambil.
Metode MODI pada dasarnya adalah suatu modifikasi dari metode
stepping-stone. Namun dalam MODI perubahan biaya pada sel, ditentukan
secara sistematis tanpa mengidentifikasi lintasan sel-sel kosong seperti pada
metode stepping-stone. Pengoperasian dalam metode MODI dalam
meyelesaikan masalah transportasi, prinsip dasarnya sama dengan metode yang
lain. Perbedaannya terletak pada pengujian nilai sel bukan basis untuk
menentukan apakah tabel sudah optimum.
Dalam metode stepping-stone, pengujian nilai sel bukan basis dilakukan
dengan membuat jalur tertutup (closed path). Dalam metode MODI tidak
menggunakan jalur tertutup, kecuali pada saat menentukan sel yang akan keluar
basis (perpindahan tabel). Oleh karena itu, metode MODI merupakan cara yang
telah efisien di dalam menghitung nilai sel bukan basis.
Bab IV
Hasil dan Pembahasan
Langkah-langkah dalam menyusun tabel transportasi dengan
menggunakan metode VAM adalah sebagai berikut :
1. Buatlah matriks yang menunjukkan kebutuhan masing-masing tempat
tujuan, kapasitas masing-masing sumber, dan biaya transportasi per
unit. Berikut tabel awal matriks transportasi.
Tabel 4.3 Tabel Awal Matriks Transportasi
Ke Tenggarong Bontang Melak Supply
Dari
Samarinda 3000 3186 3380 2.240
Balikpapan 1.120
3247 3534 3033
Dummy 243
0 0 0
Demand 3.603
1.080 1.120 1.403
Sumber : data diolah dari hasil penelitian tahun 2017
2. Carilah perbedaan atau selisih antara dua biaya terkecil, yaitu biaya
terkecil dan biaya terkecil kedua untuk setiap baris dan kolom dan
pilih selisih yang terbesar di antara selisih-selisih yang telah dihitung
dalam langkah (1) serta alokasikan sejumlah maksimum tanpa
melanggar syarat-syarat kebutuhan dan kapasitas pada kolom atau
baris terpilih yang mempunyai biaya terendah. Berikut tabel tahap
awal dari metode VAM.
3. Tabel 4.4 Matriks transportasi dengan menggunakan metode VAM – iterasi 1
ke Tenggarong Bontang Melak Supply
dari Selisih
Samarinda 3000 3186 3380 2.240 186
1120
Balikpapan 3247 3534 3033 1.120 214
Dummy 0 0 2 0 243 0
Demand 1.080 1.120 1.403 3.603
Selisih 247 348 347
Sumber : data diolah dari hasil penelitian tahun 2017
4. Tabel 4.5 Matriks Transportasi dengan menggunakan metode VAM – iterasi 2
ke Tenggarong Bontang Melak Supply
dari Selisih