0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan5 halaman

Persyaratan Kawasan Berikat di Indonesia

Dokumen tersebut berisi ringkasan pertanyaan dan jawaban yang sering muncul terkait fasilitas Kawasan Berikat (KB). Pertanyaan tersebut meliputi persyaratan perizinan KB, perluasan KB, merger antara perusahaan KB dan TLDDP, serta kriteria teknis operasional seperti IT inventory, stock opname, CCTV, dan ruang pemantauan. Dokumen ini memberikan panduan lengkap mengenai aturan dan ketentuan terkait pengoperasian KB.

Diunggah oleh

Line CV
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan5 halaman

Persyaratan Kawasan Berikat di Indonesia

Dokumen tersebut berisi ringkasan pertanyaan dan jawaban yang sering muncul terkait fasilitas Kawasan Berikat (KB). Pertanyaan tersebut meliputi persyaratan perizinan KB, perluasan KB, merger antara perusahaan KB dan TLDDP, serta kriteria teknis operasional seperti IT inventory, stock opname, CCTV, dan ruang pemantauan. Dokumen ini memberikan panduan lengkap mengenai aturan dan ketentuan terkait pengoperasian KB.

Diunggah oleh

Line CV
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

3/15/23, 1:17 PM Official Website Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Indeks Fasilitas  Home /  Indeks Fasilitas / 

Indeks Fasilitas

Profil

Pertambangan

Pembebasan Bea Masuk

Kawasan Berikat

KITE

Kawasan Berikat
 24 Apr 2015  Admin Web Bea dan Cukai

FAQ terkait Fasilitas Kawasan Berikat :


Perizinan KB
1. Apakah ada persyaratan bentuk badan hukum yang diperbolehkan untuk mengajukan izin KB?
  Jawab :
Penyelenggaraan maupun pengusahaan KB diberikan kepada perusahaan yang berbadan hukum, sehingga
dibatasi berbentuk PT.
 
Sedangkan bentuk perusahaan lain seperti CV atau Firma tidak termasuk dalam pengertian perusahaan yang
berbadan hukum.
  Referensi :
Pasal 3 ayat (2) dan ayat (7) PMK 131/PMK.04/2018
 
 
2. Apakah pendirian KB di luar Kawasan Industri diperbolehkan?
  Jawab :
Pendirian KB di luar Kawasan Industri diperbolehkan di kawasan budidaya sesuai dengan rencana tata ruang
  wilayah yang ditetapkan. Luas lokasi untuk Kawasan Berikat di kawasan budidaya sebagaimana dimaksud
paling sedikit 10.000  m2  dalam satu hamparan.
  Referensi :
Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2) PMK 131/PMK.04/2018
 
 
3. Apakah KB yang berlokasi di luar Kawasan Industri seluas 10.000 m2 harus seluruhnya bangunan?
  Jawab :
KB yang berlokasi diluar kawasan industri dengan luas > 10.000 tidak harus seluruhnya bangunan. Luas ini
  ditentukan harus dalam satu hamparan dengan batas-batas yang jelas berupa pembatas alam atau
pembatas buatan berupa pagar pemisah, dengan bangunan, tempat,  atau kawasan lain.
  Referensi :
Pasal 5 huruf b PMK 131/PMK.04/2018
 
 
4. Apakah merger antara perusahaan TLDDP dengan KB diperbolehkan?
  Jawab :
Penggabungan (merger) antara KB dengan perusahaan TLDDP diperbolehkan dengan mempertimbangkan
profil perusahaan KB. Atas perubahan data izin Kawasan Berikat karena merger atau akuisisi, permohonan
perubahandata diajukan secara elektronik melalui SKP atau secara tertulis kepada Kepala Kantor Wilayah
 
atau Kepala Kantor Pelayanan Utama. Dalam hal permohonan perubahan nama perusahaan dikarenakan
merger atau diakuisisisebagaimana dimaksud, izin Kawasan Berikat yang lama dicabut dan ditetapkan
Kawasan Berikat yang baru hasil merger atau akuisisi
  Referensi :
Pasal 21 dan 22 PER-19/BC/2018
 
 

[Link] 1/5
3/15/23, 1:17 PM Official Website Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Perluasan KB
6. Apakah perluasan KB tidak dalam satu hamparan diperbolehkan?
  Jawab :
Perluasan KB tidak dalam satu hamparan untuk keperluan penimbunan Bahan Baku dan/atau barang Hasil
Produksidiperbolehkan dengan izin dari Kepala Kantor Wilayah atau Kepala Kantor Pelayanan UtamaDJBC
yang mengawasi. Penambahan lokasi Kawasan Berikat tidak dalam 1 (satu) hamparansebagaimana
 
dimaksud pada ayat (3) dikecualikan daribatasan luas 10.000 M2 (sepuluh ribu meter persegi)

Perpindahan barang dari KB ke perluasan KB tujuan tempat timbun menggunakan dokumen PPB.
  Referensi :
Pasal 12 dan 21 PER-19/BC/2018
 
 
Jika Perusahaan telah memiliki 2 (dua) izin KB, apakah KB tersebut dapat dijadikan gudang bahan baku dan
7.
barang jadi (tempat timbun) tanpa kegiatan produksi?
  Jawab :
Perusahaan yang sudah punya 2 (dua) KB, tetapi salah satunya akan digunakan untuk tempat timbun saja,
harus terlebih dahulu mengajukan permohonan pencabutan KB yang akan digunakan untuk tempat timbun
saja ke Kepala Kantor Wilayah atau Kepala Kantor Pelayanan UtamaDJBC yang mengawasi. Kemudian,
  mengajukan permohonan perluasan KB tidak dalam satu hamparan sebagai tempat timbun.

Alternatif lain, dengan menyekat salah satu KB, kemudian mengajukan izin perluasan KB sebagai tempat
timbun.
  Referensi :
Pasal 10 PMK 131/PMK.04/2018
  Pasal 21 ayat (2) PER-19/BC/2018
 
Apakah perluasan KB tidak dalam satu hamparan yang berbeda lingkup wilayah pengawasan KPPBC
8.
diperbolehkan?
  Jawab :
Perluasan KB tidak dalam satu hamparan untuk keperluan penimbunan yang berbeda lingkup wilayah
pengawasan KPPBC diperbolehkan dengan syarat lokasi tetap harus dimiliki atau dikuasai oleh Perusahaan.

 
Fasilitas ini pada dasarnya diberikan untuk Perusahaan yang tempat penimbunannya sudah penuh dan
untuk Perusahaan yang bahan bakunya memang perlu untuk ditimbun di tempat khusus.
 
9. Apakah pemasukan barang asal lokal ke lokasi KB tidak dalam satu hamparan diperbolehkan?
  Jawab :
Pemasukan barang asal lokal ke lokasi KB tidak dalam satu hamparan diperbolehkan. Perluasan KB yang
tidak dalam satu hamparan (tempat timbun) berstatus bagian dari KB, sehingga bisa menimbun barang asal
 
impor dan lokal.
 
Teknis Operasional
IT Inventory, Stock Opname, CCTV, dan Monitoring Room
10. Bagaimana kriteria IT Inventory yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan ?
  Jawab :

[Link] 2/5
3/15/23, 1:17 PM Official Website Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
IT Inventory minimal memenuhi kriteria minimal:
a.     merupakan subsistem yang tidak terpisahkan dari sistem informasi akuntansi yang digunakan
untuk menghasilkan informasi laporan keuangan;
b.     digunakan secara:
1.  kontinu; dan
2.  realtimesesuai sistem pengendalian internal (SPI)di Kawasan Berikat yang bersangkutan;
c.     paling kurang berisi informasi mengenai:
1.  pemasukan barang;
2.  pengeluaran barang;
3.  penyesuaian (adjustment); dan
4.  saldo barang.
d.     dapatmenghasilkan laporanyang dapatdiakses secara onlinedari Kantor Pabean dan dari Kantor
Pajak berupa:
1.  laporan pemasukan barang per dokumen pabean dengan menampilkan data paling kurang:
a)  jenis, nomor pendaftaran, serta tanggal dokumen pabean pemasukan barang atau dokumen
lainnya yang dipersamakan dengan dokumen pabean pemasukan barang seperti Berita Acara
Stock Opname saat awal beroperasi sebagai Kawasan Berikat;
b)  nomor dan tanggal bukti penerimaanbarang di perusahaan;
c)  kode barang, jumlah, satuan, dan nama barang.
2.  laporanpengeluaran barang per dokumen pabean denganmenampilkan data paling kurang;
a)  jenis, nomor pendaftaran, serta tanggal dokumen pabean pengeluaran barang atau dokumen
lainnya yang dipersamakan dengan dokumen pabean pengeluaran barang seperti Berita Acara
  Pemusnahan Barang;
b)  nomor dan tanggal bukti pengeluaranbarang di perusahaan;
c)  kode barang, jumlah, satuan, dan nama barang.
3.  laporanpertanggungjawaban mutasi Bahan Baku, Bahan Penolong, barang dalam proses (Work In
Process), Hasil Produksi, Barang Modal, Barang untuk keperluan Penelitian dan Pengembangan
perusahaan Kawasan Berikat, bahan bakar, peralatan perkantoran, dan sisa dari proses produksi
dengan menampilkan data paling kurang:
a)  kode barang, jumlah, satuan, dan nama barang;
b)  jumlah saldo awal;
c)  jumlah pemasukan;
d)  jumlah pengeluaran;
e)  penyesuaian (adjusment);
f)   saldo akhir;
g)  hasil pencacahan (stock opname);
h)  selisih; dan
i)    keterangan.
e.     mencatat riwayat perekaman dan penelusuran kegiatan pengguna;
f.      memiliki kemampuan untuk penelusuran posisi barang (traceability);
g.     pencatatan hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki akses khusus (authorized access);
h.     perubahan pencatatan dan/atau perubahan data hanya dapat dilakukan oleh orang sesuai dengan
kewenangannya;
i.       harus dapat menggambarkan keterkaitan dengan dokumen kepabeanan dengan mencantumkan
data jenis, nomor, dan tanggal pemberitahuan pabean.
  Referensi :
Pasal 19 PER-19/BC/2018
 
 
CCTV dan IT Inventory Perusahaan sudah tersambung ke Hanggar. Apakah hal tersebut sudah masuk
11.
kategori online?
  Jawab :
IT Inventorydan CCTV suatu perusahaan dikategorikan online apabila sudah tersambung dengan KPPBC dan
  bisa diakses secara online dimana saja dan kapan saja.
 
12. Apakah perluasan KB (tempat timbun) harus dipasang IT Inventory lagi?
  Jawab :
Perluasan KB (tempat timbun) harus dipasang IT Inventory. Adapun kriteria IT Inventory perluasan KB
(tempat timbun) tersebut yaitu:
 
-yang tidak terpisah dengan teknologi informasi untuk pengelolaan pemasukan dan pengeluaran barang (IT
 
Inventory)dilokasi Kawasan Berikat induk; dan
-yang dapat melakukan pencatatan secara khusus atas barang yang ditimbun di tempat penimbunan
dimaksud.
 
13. Kemana stock opname diajukan pada saat KB mulai beroperasi?
  Jawab :
Stock opname diajukan ke KPPBC dan akan ditunjuk petugas BC untuk mengawasi stock opname.
 
 

[Link] 3/5
3/15/23, 1:17 PM Official Website Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
14. Apakah stock opname dilakukan pada tahun berjalan atau satu tahun setelah stock opname terakhir?
  Jawab :
Perusahaan wajib stock opname bersama KPPBC sekurang-kurangnya 1 kali dalam 1 tahun, sesuai tahun
 
takwim.
15. Apakah subkontrak dari perusahaan TLDDP ke KB diperbolehkan?
  Jawab :
Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB dapat menerima pekerjaan dari badan usaha di tempat lain dalam
 
daerah pabean berupa setelah mendapat persetujuan dari Kepala Kantor Pabean.
  Referensi :
Pasal 36 PMK 131/PMK.04/2018
 
 
Apabila terdapat perkiraan penyusutan yang pada faktanya di lapangan dimungkinkan penyusutan melebihi
16.
dari perkiraan, bagaimana perlakuan konversinya?
  Jawab :
Konversi akan dibandingkan dengan kondisi fisiknya.
 
 
Pengeluaran Hasil Produksi
Apakah pengeluaran bahan baku yg tidak sesuai kebutuhan produksi perusahaan ke TLDDP untuk
17.
perusahaan industri diperbolehkan?
  Jawab :
Pengeluaran bahan baku dan/atau sisa bahan baku yang tidak sesuai kebutuhan produksi KB ke TLDDP
  untuk perusahaan industri diperbolehkan, setelah mendapat persetujuan dari Kepala Kantor Pabean
berdasarkan permohonan dari Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB.
  Referensi :
Pasal 26 PMK 131/PMK.04/2018
 
 
18. Apakah ekspor langsung dari perluasan KB tidak dalam satu hamparan diperbolehkan?
  Jawab :
Di dalam perluasan KB tidak dalam satu hamparan hanya boleh dilakukan penimbunan, dan atas barang hasil
produksi yang ditimbun di dalamnya boleh langsung di ekspor. Pergerakan dari induk KB ke lokasi perluasan
 
menggunakan dokumen PPB.
 
19. Apakah penjualan barang Hasil Produksi KB tujuan TLDDP diperbolehkan?
  Jawab :
Penjualan hasil produksi KB untuk di jual lokal dapat dilakukan paling banyak 50% dari
penjumlahan nilai realisasi tahun sebelumnya yang meliputi nilai ekspor, nilai penjualan Hasil Produksi ke
Kawasan Berikat lainnya, nilai penjualan Hasil Produksi ke Kawasan Bebas, dan nilai penjualan Hasil Produksi
ke kawasan ekonomi lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah.
  Namun, penjualan lokal bisa lebih dari 50% dalam hal Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB mendapatkan
persetujuan Kepala Kantor Wilayah atau Kepala Kantor Pelayanan Utama yang menerima pelimpahan
kewenangan atas nama Menteri dengan mempertimbangkan rekomendasi dari instansi terkait yang
membidangi perindustrian.
 
  Referensi :
  Pasal 31 PMK 131/PMK.04/2018
Apakah nilai persentase over kuota suatu perusahaan tahun sebelumnya masih akan digunakan tahun
20.
berikutnya ?
  Jawab :
Jika tahun sebelumnya perusahaan over kuota, maka kuota tahun berikutnya akan dikurangi. Namun apabila
selama 2 tahun berturut-turut perusahaan mengalami over kuota, maka dikenakan sanksi pembekuan
 
selama 3 bulan.
 
  Referensi :
Pasal 31 PMK 131/PMK.04/2018
 
 
Miscellaneous
21. Fasilitas apa yang sebaiknya dipilih Perusahaan?
  Jawab :
Perusahaan sebaiknya memilih fasilitas kepabeanan yang cocok dengan kondisi perusahaan. Perusahaan
  dapat berkonsultasi ke KPPBC mengenai fasilitas kepabeanan apa yang sesuai dengan kondisi perusahaan.
 
Apakah kebijakan FTA bisa diaplikasikan untuk perusahaan KB?
22.
Bagaimana prosedurnya?
  Jawab :

[Link] 4/5
3/15/23, 1:17 PM Official Website Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Pada Kawasan Berikat, berlaku ketentuan penggunaan fasilitas FTA sehingga pengusaha KB dapat
memanfaatkan tariff preferensi berdasarkan Certificate of Origin (COO/SKA).
Mekanismenya
Pada saat pengajuan BC 2.3 Pengusaha KB menginput nomor SKA pada BC 2.3 kemudian menyerahkan
lembar asli SKA dalam rentang waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak SPPB kepada Kantor
  Pabean yangmengawasi TPB. Atas pengeluaran barang dari KB ke TLDDP menggunakan BC 2.5 dengan
mengacu pada BC 2.3 dan nomor SKA, pengeluaran barang tersebut dapat dikenakan tariff preferensi.
 
Referensi :
PMK 229/PMK.04/2017
 
Mengapa ada pembedaan perlakuan antara KB yang berada di Kawasan Industri dan di kawasan budidaya
23.
peruntukan industri?
  Jawab :
Dengan berlokasi di luar kawasan industri, ada risiko tersendiri untuk DJBC terkait pengawasannya. Selain itu,
  kebijakan pemerintah secara umum mengarahkan perusahaan industri masuk ke Kawasan Industri.
 
Apa saja persyaratan suatu perusahaan diberikan izin penggunaan Jaminan Perusahaan (Corporate
24.
Guarantee)?
  Jawab :
Izin penggunaan Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) dapat diberikan terhadap perusahaan yang
memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Kepatuhan atas kewajiban keuangan perusahaan berupa:
1. Memiliki laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh akuntan public dengan opini paling sedikit
wajar dengan pengecualian selama 2 tahun terakhir sepanjang pengecualian tersebut tidak terkait dengan
penilaian atas asset tetap
2. Surat pernyataan dari perusahaan yang berisi kesanggupan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku termasuk pencabutan izin penggunaan CG dalam hal tidak memenuhi
  ketentuan kepabeanan, dan
 
b. Kinerja keuangan perusahaan baik berupa:
1. Likuiditas perusahaan, yang merupakan perbandingan antara aktiva lancar dengan utang lancarnya lebih
besar dari 1 dalam 2 tahun terakhir;
2. Solvabilitas perusahaan yang merupakan perbandingan antara total aktiva dengan total utang lebih besar
dari 1 dalam 2 tahun terakhir; dan
3. Rentabilitas perusahaan yang merupakan perbandingan antara laba bersih dengan total modal bernilai
positif dalam 2 tahun terakhir.
     
 

KEMENTERIAN KEUANGAN
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

Hak Cipta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kantor Pusat : [Link] A Yani (By Pass) Rawamangun, Jakarta Timur - 13230

Peta Situs
Email Customs
Kebijakan Privasi
Syarat dan Ketentuan

Ikuti Kami

   

[Link] 5/5

Anda mungkin juga menyukai