MAKALAH
“PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER SEJAK DINI”
Ditujukan untuk memenuhu tugas [Link]
Dosen Pembimbing
RISKA ANAS [Link],[Link]
Disusun Oleh
MUH. ASRI ILYAS
ES1122044
PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ICHSAN SIDRAP
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah-
Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul "Pentingnya
Pendidikan Karakter Usia Dini" dengan tepat waktu.
Makalah disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah BAHASA
INDONESIA. Selain itu, makalah ini bertujuan menambah wawasan tentang
pendidikan karakter bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu RISKA ANAS
[Link],[Link] selaku dosen Mata Kuliah BAHASA INDONESIA
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu,
saran dan kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Pangkajene, 27 Maret 2023
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II
A. Pengertian Pendidikan Karakter
B. Fungsi Pendidikan Karakter
C. Tujuan Pendidikan Karakter
D. Faktor Penghambat Pendidikan Karakter
E. Jenis Pendidikan Karakter
F. Peran Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
G. Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini
BAB III
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Usia dini merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan potensi dan
kebribadian anak. Upaya ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, contohnya
melalui pendidikan karakter. Adanya pendidikan karakter diperlukan untuk
memenuhi cita-cita bangsa, yaitu menghasilkan generasi muda berkarakter,
kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan cerdas, sehat, disiplin, dan
bertanggungjawab. Pendidikan karakter bagi anak pada usia dini sangan
penting sebagai pedoman diri. Sebagian besar pendidik seperti dosen, guru,
ataupun orang tua kurang menyadari alasan mendasar dari Pendidikan karakter
usia dini.
Pada zaman sekarang, dapat disadari terjadinya krisis akhlak yang
menempa semua lapisan masyarakat. Anak-anak sekolahpun juga termasuk
dari bagian tersebut. Untuk mencegah lebih parahnya krisis akhlak ini,
Pendidikan karakter sangatlah penting. Para pakar berpendapat, Pendidikan
karakter dapat diberikan sendiri sebagai suatu mata pelajaran, pendididikan
karakter bangsa diberikan secara terintegrasi melalui mata pelajaran yang
relevan, atau Pendidikan karakter terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran.
Keluarga adalah tempat pertama kita belajar Pendidikan karakter. Kita
diberi tahu oleh orang tua kira agar menjadi anak yang berkarakter. Setelah
dimulai dari keluarga kita memasuki taman kanak-kanak, yaitu Pendidikan
anak usia dini yang berada di jalur formal. Proses dalam Pendidikan karakter
harus dilakukan secara menarik, bervariasi dan menyenangkan. Dengan
ditulisnya makalah ini maka diharapkan dapat membantu para pendidik dalam
menerapkan Pendidikan karakter usia dini agar lebih terarah, efektif dan efisien
dalam mencapai cita-cita yang diharapkan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang dapat
disimpulkan
adalah sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud Pendidikan karakter?
2. Apakah fungsi dari Pendidikan karakter?
3. Apakah tujuan dari Pendidikan karakter sejak dini?
4. Apakah faktor penghambat Pendidikan karakter?
5. Apa saja jenis Pendidikan karakter?
6. Bagaimana peran lembaga Pendidikan anak usia dini dalam menanamkan
Pendidikan karakter?
7. Seberapa penting Pendidikan karakter anak sejak usia dini?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari dibuatnya makalah ini sebagai berikut :
1. Untuk menjelaskan tentang pengertian Pendidikan karakter
2. Untuk menjelaskan tentang fungsi dari Pendidikan karakter
3. Untuk menjelaskan tentang tujuan dari Pendidikan karakter sejak dini
4. Untuk menjelaskan factor penghambat Pendidikan karakter
5. Untuk menjelaskan tentang jenis Pendidikan karakter
6. Untuk menjelaskan tentang peran Lembaga Pendidikan anak usia dini
7. Untuk menjelaskan pentingnya Pendidikan karakter anak sejak dini
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter berasal dari dua kata, yaitu pendidikan dan karakter.
Pada undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dalam Pasal 1 Ayat 1 diungkapkan bahwa pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan bagi
dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Pendidikan adalah proses internalisasi nilai budaya ke dalam diri
seseorang dan masyarakat sehingga orang dan masyarakat menjadi beradap.
Pendidikan bukan hanya sekedar sarana transfer ilmu pengetahuan saja, tetapi
maknanya lebih luas lagi yaitu sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran
nilai. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter
kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau
kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan
karakter ini berkutat pada empat hal yaitu olah hati, olah pikir, olah rasa dan
olah raga. Olah hati yang dimaksud adalah berkata, bersikap, dan berperilaku
jujur. Olah pikir artinya cerdas yang selalu merasa membutuhkan pengetahuan.
Olah rasa artinya memilki cita-cita. Sedang olah raga artinya menjaga
kesehatan di tengah-tengah menggapai cita-cita tersebut.
Pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan
nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka
memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai
tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga
negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif (Puskur, 2010). Menurut
T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama
dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak.. Tujuannya adalah
membentuk pribadi anak supaya menjadi manusia, warga masyarakat dan
warga negara yang baik
B. Fungsi Pendidikan Karakter
Pendidikan budi pekerti atau Pendidikan karakter, melibatkan aspek
pengetahuan (kognitif), sikap dan perasaan (afektif), dan tindakan (aksi). Tanpa
ketiga aspek ini maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Dengan
pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan maka
seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah
bekal dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan karena seseorang
akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan hidup
termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Fungsi dari pendidikan karakter dan budaya bangsa menurut Puskur
(2010) adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan : pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi
pribadi yang berperilaku baik,
2. Perbaikan : memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung
jawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat
3. Penyaring : untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa
lain yang tidak sesuai dengan nilai budaya dan karakter budaya yang
bermartabat
C. Tujuan Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan
dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan
karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, seimbang, dan
sesuai dengan standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter
diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan
menggunakan pengetahuannya dalam mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan
akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
Tujuan pendidikan karakter menurut Puskur (2010) yaitu sebagai berikut :
[Link] potensi kalbu/nurani/ afektif peserta didik sebagai
manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter
bangsa
[Link] kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan
sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius
[Link] jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik
sebagai generasi penerus bangsa
[Link] kemampuan peserta didik menjadi manusia yang
mandiri, kreatif dan berwawasan kebangsaan
[Link] lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan
belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta rasa
kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan
D. Faktor Penghambat Pendidikan Karakter
Dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan karakter tidaklah mudah, pasti
banyak terkait faktor-faktor yang menghambat pembelajaran Pendidikan
karakter ini. Menurut Amri (2013) ada beberapa faktor yang menghambat
dalam penanaman pendidikan karakter disiplin di sekolah meliputi:
1. Anak itu sendiri
2. Sikap pendidik
3. Lingkungan,
4. Tujuan.
Faktor anak itu sendiri karena dalam penanaman pendidikan karakter faktor
anak perlu di perhatikan pada setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda
antara yang satu dengan yang lainnya, oleh sebab itu pemahaman anak secara
cermat dan tepat akan mempengaruhi dalam penanaman kedisiplinan. Menurut
Bahri (2009) (Rahayu, 2018) disiplin dikelompokan menjadi 5 yaitu:
1. Disiplin pribadi,
2. Disiplin sosial,
3. Disiplin nasional,
4. Disiplin ilmu,
5. Disiplin tugas.
Kelima disiplin tersebut sangatlah penting dalam penanaman disiplin pada
siswa terutama pada pendidikan dasar yang dimana pendidikan dasar sangat
berpengaruh dalam berlangsungnya jenjang pendidikan selanjutnya.
E. Jenis Pendidikan Karakter
Penentuan penanggung jawab berbagai jenis kegiatan pendidikan
karakter bagi anak usia dini dapat dibuat berdasarkan sifat kegiatan pendidikan
karakter. Berdasarkan sifaatnya, ada tiga jenis kegiatan pendidikan karakter,
yaitu:
[Link] pendidikan karakter yang dilaksanakan melalui kegiatan
pembelajaran integratif, misalnya kegiatan pembelajaran tematik terpadu
berbasis karakter.
[Link] pendidikan karakter yang dilaksanakan melalui pembiasaan
rutin. Kegiatan pembiasaan rutin ini bisa dilaksanakan secara harian,
mingguan, bulanan, semesteran, bahkan tahunan. Misalnya program
PABIT, pagi ceria, PHBI, outbond, mengenal masjid.
[Link] pendidikan karakter yang dilaksanakan melalui kegiatan
pembiasaan spontan. Misalnya home visiting, pembiasaan TOMAT.
F. Peran Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
Tentunya Lembaga Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting
dalam upaya membentuk karakter, walaupun dasarnya adalahh pada
lingkungan keluarga. Apabila seorang anak mempunyai karakter yang baik di
dalam keluarganya, makaanak tersebut bisa dibilang kedepannya akan
berkarakter baik. Namun banyak orang tua jaman sekarang yang hanya
mementingkan aspek kecerdasan otak dibandingkan pendidikan karakter.
Ada sebuah istilah bahwa lembaga pendidikan ibarat “mesin” untuk
mencetak sumber daya manusia ayng mempunyai karakter. Lembaga
Pendidikan menjadi “bengkel” bagi perbaikan moralitas bangsa yang tekikis
oleh dampak modernisasi.
G. Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini
Pendidikan karakter sangat tepat diimplementasikan pada anak usia dini
karena pada usia tersebut anak belum banyak terpengaruh hal-hal negatif dari
luar dirinya atau lingkungannya. Kondisi tersebut akan memudahkan orang tua
maupun pendidik dalam membentuk karakter anak usia dini. Alasan lain
mengapa pendidikan karakter sangat tepat diimplementasikan sejak dini yaitu
karena :
[Link] usia dini merupakan individu yang belum tahu betul mana yang
termasuk perilaku yang baik serta mana yang termasuk perilaku buruk.
[Link] usia dini belum bisa membedakan sepenuhnya mana perilaku yang
baik serta mana perilaku yang buruk.
[Link] usia dini belum sadar betul pengaruh maupun dampak yang
ditimbulkan dari perilaku baik maupun perilaku buruk yang dilakukannya.
Ketiga keterbatasan pada anak usia dini di atas kemudian telah
mewajibkan orang tua dan juga pendidik membentuk karakter anak sejak dini.
Pembentukan karakter bagi anak usia dini dilakukan melalui upaya berikut :
1. Mengenalkan berbagai kebaikan
2. Menanamkan rasa cinta terhadap kebaikan
3. Membiasakan anak untuk melakukan hal baik
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari hasil uraian diatas dapat ditarik kesimpulan; Pendidikan karakter ini
berkutat pada empat hal yaitu olah hati, olah pikir, olah rasa dan olah raga.
Fungsi dari pendidikan karakter dan budaya bangsa adalah sebagai penyaring,
perbaikan, dan pengembangan. Faktor yang menghambat dalam penanaman
pendidikan karakter dikarenakan anak itu sendiri, sikap pendidik, lingkungan
dan tujuan. Lembaga pendidikan ibarat “mesin” untuk mencetak sumber daya
manusia ayng mempunyai karakter. Lembaga Pendidikan menjadi “bengkel”
bagi perbaikan moralitas bangsa yang tekikis oleh dampak modernisasi.
Pendidikan karakter sejak dini sangatlah penting, karena jika kita memiliki
karakter yang baik sejak dini akan membawa kita kepada karakter yang baik
pada saat kita dewasa.
B. SARAN
Dari urairan diatas penulis tentunya dapat memberikan saran. Mengingat
pada jaman sekarang sedang krisinya Pendidikan karakter. Sekolah maupun
lembagan Pendidikan karakter anak sebaiknya sejak dini ditanamkan dengan
metode-medote yang menarik yang harapannya anak-anak dapat lebih tertarik
dan dapat mempunyai karakter yang baik sejak dini. Dan tidak hanya sekolah
saja, lingkungan keluargapun juga harus mendukung terciptanya lingkungan
belajar yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
Amri, Sofan. 2013. Pengembangan dan Model Pembelajaran Dalam Kurikulum
2013. Prestasi Pustaka. Jakarta.
Depdiknas .2003. Undang-Undang RI No.20 tahun [Link] sistem
pendidikan [Link]: Depdiknas.
Rahayu, F. (2018). Pengaruh kemandirian belajar, minat belajar, disiplin belajar
dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi
Soenarko, bambang. 2010. Konsep pendidikan karakter. Kediri: universitas
nusantara.