Analisa Kekuatan Stuktur Deck Crane 15 Ton Pada Accomodation Barge Menggunakan Software Solidwork 2016
Analisa Kekuatan Stuktur Deck Crane 15 Ton Pada Accomodation Barge Menggunakan Software Solidwork 2016
Abstrak
Barge, dalam bahasa Indonesia disebut tongkang merupakan kapal yang memiliki definisi khusus, yaitu kapal tanpa
awak dan propulsi, namun pada sebuah kapal kekuatan sistem konstruksi merupakan struktur terpenting karena
kekuatan struktur kapal tersebut yang dapat menjamin keselamatan awak kapal, penumpang, dan muatannya. Begitu
juga pada barge yang membawa crane, sangat penting untuk diketahui kekuatan konstruksinya, khususnya pada
kontruksi crane. Dalam penelitian ini metode yang digunakan oleh penulis adalah analisa menggunakan software
solidwork dengan mengsimulasikan model deck crane tersebut yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan stuktur
deck crane dan jenis karakteristik dari tegangan, deformasi, dan regangan serta safety factor yang dihasilkan saat
distribusi dengan variasi beban saat crane tidak membawa muatan (302 Kn), saat crane membawa mauatan 15 ton
(449.15) dan saat crane membawa beban melebihi 10% dari muatan maksimal (463.86 Kn) dengan material deck
astm A36 (yeild strength 250 N/mm2) . Untuk itu hasil tegangan maksimal yang terjadi pada analisa pertama 38.9
N/mm2, dilanjutkan dengan analisa kedua yaitu dengan hasil tegangan masimal adalah 114 N/mm2 dan pada analisa
terakhir yaitu dengan hasil tegangan maksimal 117 N/mm2 dan safety factor 2.1 hal ini menunjukan bahwa stuktur
deck crane masih dalam keadaan aman.
Abstract
Barge, in Indonesia called tongkang which is a ship that has a particular definition, unmanned vessels without
self-propulsion, however at a ship, strength of system construction is important structure because the strength of
structure ship which can ensure safeties of the crew, passenger, and the load. Also same with the barge, barge that
carried a crane very important to knowing about the strength of that construction, particularly at deck construction
which is the deck received load of crane. In this research method that writer used is the analysis using solidwork
software with simulating model of that deck crane. which is has purpose to knowing the strength of structure deck
crane and the characteristic type of stress, deformation, and strain as well as the safety factor generated when the
distribution with load variation when crane no carry capacity (302 Kn ), When the crane carries a capacity 15 ton
(449.15) and when the crane carries a capacity exceeding 10% of the maximum capacity (463.86 Kn) with a
material astm A36 (yeild strength 250 N / mm2). For that result the maximum stress that occurs in the first analysis
occurs 38.9 N / mm2, followed by the second analysis is the result of the maximum stress is 114 N / mm2 and the last
analysis is with the result of maximum stress 117 N / mm2 and safety factor 2.1 This shows that the structure of the
deck crane is still safety.
2 Metodologi Penelitian
Pada penilitian “Analisa Deck Crane Pada Gambar 3: Generral arrangements accommodation barge [12]
Accomodation Barge Menggunakan Software TABLE III
Solidwork” terdiri dari beberapa tahap seperti yang
PRINCIPAL PARTICULARS OF SHIP [12]
tercantum pada flowchart yang ditunjukan pada
No. Rincian Keterangan
gambar 2. 1 Length Over All 270 Feet ( 82296 mm)
2 Breadth Moulded 72 Feet (21945 mm)
3 Depth Moulded 16 Feet (4876 mm)
4 Draft 3m
5 Deck Load 10 T/ m2
6 Frame spacing 1828.8 mm
7 Class BV
(b)
Gambar 9: (a) Longitudinal Profil Crane, (b) Detail Typical
Bracket Crane Model OICR-52-010T-01M [13]
(b)
(a) (a)
(b) (b)
(c) (c)
Gambar 14: (a) Hasil analisa stress dengan beban 302 Kn, (b) Gambar 15: (a) Hasil analisa deformasi dengan beban 302
hasil analisa stress dengan beban 449.15 Kn, & (c) hasil Kn, (b) hasil analisa deformasi dengan beban 449.15 Kn, &
analisa stress dengan beban 463.86 Kn . (c) hasil analisa deformasi dengan beban 463.86 Kn.
Pada konstruksi bagian belakang ditandai dengan 4.81 x10-4, dan nilai strain maksimal pada beban
warna merah yang artinya area paling besar mengalami 463.86 Kn adalah 5.11 x10-4.
deformasi. Pada beban static 302 Kn deformasi yang
dihasilkan adalah 0.34 mm, sedangkan deformasi yang Setelah memperoleh hasil dari ketiga analisa, maka
dihasilkan beban static 449.15 Kn adalah 1.46 mm, dan selanjutnya menganalisa safety factor dari distibusi
deformasi yang dihasilkan beban static 463.86 Kn beban yang diberikan. Safety factor pada dasarnya
adalah 1.58 mm. adalah factor yang digunakan untuk mengevaluasi agar
perencanaan konstruksi terjamin keamanannya dengan
Pada analisa kekuatan ini juga dapat diketahui besar dimensi yang minimum.
strain atau regangan yang diterima oleh konstruksi.
Adapun hasil analisa strain seperti yang tertera pada Pada hasil analisa ini diperoleh dengan cara
gambar di bawah berikut. memunculkan menu safety factor pada menu result,
seperti yang yang terdapat pada gambar dibawah ini.
(a) (a)
(b)
(b)
(c)
(c)
Gambar 17: (a) Hasil analisa safety factor dengan beban 302
Gambar 16: (a) Hasil analisa strain dengan beban 302 Kn, (b) Kn, (b) hasil analisa safety factor dengan beban 449.15 Kn, &
hasil analisa strain dengan beban 449.15 Kn, & (c) hasil (c) hasil analisa safety factor dengan beban 463.86 Kn.
analisa strain dengan beban 463.86 Kn.
Pada analisa ini juga dapat dilihat bahwa safety factor
Dari hasil analisa diatas dapat diketahui bahwa nilai terbesar diperoleh dari hasil pengujian beban dengan
strain maksimal pada beban 302 Kn adalah 1.64 x 10-4, kondisi crane kosong yaitu 6.6 dan hasil safety factor
nilai strain maksimal pada beban 449.15 Kn adalah
terkecil diperoleh dari beban sebesar 463.5 Kn yaitu the highest appreciation to Mr. Sapto Wiratno Satoto.
4.3. Dari semua analisa yang telah dilakukan dapat And Ibu Nidia Yuniarsih as a Supervisor, on the
diperoleh hasil dari berbagai variasi beban yang juga sidelines of her routine but still take the time to give
akan menentukan kondisi stuktur deck crane masih encouragement, suggestion and direction since the
dalam keadaan aman atau tidak, hal ini dapat dilihat research plan until the completion of this task writing.
pada tabel dibawah berikut. Acknowledgments also the authors convey to Mr.
Hendra as the coordinator the final task of engineering
TABEL III
department of the country polytechnic engine, PT.
HASIL ANALISA DISTRBUSI BEBAN DECK CRANE PADA Marine cadcam which has allowed authors in
ACCOMODATION BARGE [17] obtaining data to conduct this research and to father
and mother and friends who have supported author in
Pengujian Stress Deformasi strain Safety doing this writing process.
factor
Crane tanpa 37.9 0.34 mm 1.64 x 6.6 Finally to Alloh also the author hopes that everything
kapasitas N/mm2 10-4 that has been given to the author will get a better reply
Crane 114 1.46 mm 4.81 5.4 again.
kapasitas N/mm2 x10-4
maksimal 15
ton References
Crane dengan 117 1.58 mm 5.11 2.1
kapasitas 16.5 N/mm2 x10-4 [1] E.C. Tupper, 2002, “Introduction To Naval
Kn Architecture formerly muckles Naval Architecture
for Marine Engineers”, London: Butterworth
Dari hasil tabel diatas dapat diketahui bahwa stuktur
deck crane masih mampu menerima distribusi beban Heinemann.
dari crane tersebut. Kontruksi deck crane patah setelah [2] Biro Klasifikasi Indonesia, 2006, “Barge and
menerima beban senilai 1000 Kn dalam hal ini Ponton”,Jakarta : Biro Klasisikasi Indonesia. (Vol
membuktikan bahwa stuktur deck crane masih bisa 2 .Sec. 31)
menerima beban sekitar 64.2 ton melebihi beban crane
saat kosong, hal ini dikarenakan stuktur deck dirancang [3] Prarista, Agdarita Teguh., dan Djauhar Manfaat.,
agar dapat menerima beban dari konstruksi lainnya 2012, “Perancangan Self Properlled Container
yang berada diatas deck tersebut. Barge Sebagai Alternatif Angkutan Container
Pelayaran Pantura Untuk daerah Jawa Timur”,
Surabaya: Jurnal Institut Teknologi Sepuluh
4 Kesimpulan
November. (Vol 1, September 2012)
Berdasarkan hasil analisis dari pengujian Di akses: 09, Maret 2017 (13:33)
menggunakan software solidwork, dapat diambil
kesimpulan bahwa kontruksi deck barge yang telah [[Link]
diberi variasi beban dari 302 Kn hingga 463 Kn adalah cle=54137&val=4186]
aman. Hal ini dapat dilihat dari analisa stress pada
beban 302 Kn di bagian (von mises stress) yang [4] Mulyatno, Imam Pujo, Andi Trimulyono dan
berwarna merah merupakan tingkat stress maksimal Samuel Febriary Khristyson., 2014, “Analisa
dengan nilai 37.9 N/ mm2 dengan factor safety 6.6, Kekuatan Kontruksi Internal Ramp Sistem Steel
dilanjutkan pada analisa kedua yaitu dengan beban Wire Rope Pada KM Dharma Kencana VIII
449.15 Kn di bagian (von mises stress) yang berwarna Dengan Metode Elemen Hingga”, Semarang:
merah adalah 56.38 N/ mm2 dengan factor safety 4.4 Jurnal Kapal Universitas Diponegoro (Vol.11,
dan tingkat stress yang paling tinggi yaitu ditunjukan No.2 Juni 2014)
pada analisa terakhir yaitu dengan beban 10 %
Di akses: 09, Maret 2017 (13:47)
melewati kapasitas maksimal crane yaitu 463.86 Kn di
bagian (von mises stress) yang berwarna merah adalah [[Link]
58.23 N/ mm2 dengan factor safety 4.3 hal ini /view/7267/pdf]
menunjukan bahwa konstruksi deck crane masih dalam
kondisi aman. [5] Universitas Diponegoro, “Efesiensi Tata Letak
Fsasilitas dan Penggunaan Alat Berat Pada Proyek
Acknowledgment Gedung Bertingkat (Studi Kasus : Tower Crane)”,
Semarang: Universitas Diponegoro.
Praise to the God, thank God who has the privilege and
the provision of all the great pleasure, good favors of Di akses: 09, Maret 2017 (13:49)
faith, health and strength until have finished the
writing of this Final Project. On this occasion the [Link]
author expressed his gratitude as much as possible and [Link]
[6] [Link]
[Link]
Di akses: 10, Maret 2017 (09:37)