0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan9 halaman

Analisa Kekuatan Stuktur Deck Crane 15 Ton Pada Accomodation Barge Menggunakan Software Solidwork 2016

Analisis kekuatan struktur deck crane 15 ton pada accommodation barge menggunakan software Solidworks 2016. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan struktur deck crane dengan beban operasi normal, muatan penuh 15 ton, dan muatan melebihi 10% kapasitas maksimum menggunakan Solidworks untuk mengetahui tegangan, deformasi, dan faktor keamanan struktur. Hasil analisis menunjukkan struktur deck crane aman digunakan hingga muatan melebihi batas normal

Diunggah oleh

Muhammad Saifullah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan9 halaman

Analisa Kekuatan Stuktur Deck Crane 15 Ton Pada Accomodation Barge Menggunakan Software Solidwork 2016

Analisis kekuatan struktur deck crane 15 ton pada accommodation barge menggunakan software Solidworks 2016. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan struktur deck crane dengan beban operasi normal, muatan penuh 15 ton, dan muatan melebihi 10% kapasitas maksimum menggunakan Solidworks untuk mengetahui tegangan, deformasi, dan faktor keamanan struktur. Hasil analisis menunjukkan struktur deck crane aman digunakan hingga muatan melebihi batas normal

Diunggah oleh

Muhammad Saifullah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Analisa Kekuatan Stuktur Deck Crane 15 Ton Pada

Accomodation Barge Menggunakan Software Solidwork


2016
Nurul Salimah*, Sapto Wirano Satoto*, Nidia Yuniarsih#
Batam Polytechnics
Mechanical Engineering study Program, Ship Building concentration
Ahmad Yani Street, Batam Centre, Batam 29461, Indonesia
E-mail: nurusalimah96@[Link]

Abstrak

Barge, dalam bahasa Indonesia disebut tongkang merupakan kapal yang memiliki definisi khusus, yaitu kapal tanpa
awak dan propulsi, namun pada sebuah kapal kekuatan sistem konstruksi merupakan struktur terpenting karena
kekuatan struktur kapal tersebut yang dapat menjamin keselamatan awak kapal, penumpang, dan muatannya. Begitu
juga pada barge yang membawa crane, sangat penting untuk diketahui kekuatan konstruksinya, khususnya pada
kontruksi crane. Dalam penelitian ini metode yang digunakan oleh penulis adalah analisa menggunakan software
solidwork dengan mengsimulasikan model deck crane tersebut yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan stuktur
deck crane dan jenis karakteristik dari tegangan, deformasi, dan regangan serta safety factor yang dihasilkan saat
distribusi dengan variasi beban saat crane tidak membawa muatan (302 Kn), saat crane membawa mauatan 15 ton
(449.15) dan saat crane membawa beban melebihi 10% dari muatan maksimal (463.86 Kn) dengan material deck
astm A36 (yeild strength 250 N/mm2) . Untuk itu hasil tegangan maksimal yang terjadi pada analisa pertama 38.9
N/mm2, dilanjutkan dengan analisa kedua yaitu dengan hasil tegangan masimal adalah 114 N/mm2 dan pada analisa
terakhir yaitu dengan hasil tegangan maksimal 117 N/mm2 dan safety factor 2.1 hal ini menunjukan bahwa stuktur
deck crane masih dalam keadaan aman.

Kata kunci: Analisa kekuatan, Deck, Crane, Tongkang dan Solidworks.

Abstract
Barge, in Indonesia called tongkang which is a ship that has a particular definition, unmanned vessels without
self-propulsion, however at a ship, strength of system construction is important structure because the strength of
structure ship which can ensure safeties of the crew, passenger, and the load. Also same with the barge, barge that
carried a crane very important to knowing about the strength of that construction, particularly at deck construction
which is the deck received load of crane. In this research method that writer used is the analysis using solidwork
software with simulating model of that deck crane. which is has purpose to knowing the strength of structure deck
crane and the characteristic type of stress, deformation, and strain as well as the safety factor generated when the
distribution with load variation when crane no carry capacity (302 Kn ), When the crane carries a capacity 15 ton
(449.15) and when the crane carries a capacity exceeding 10% of the maximum capacity (463.86 Kn) with a
material astm A36 (yeild strength 250 N / mm2). For that result the maximum stress that occurs in the first analysis
occurs 38.9 N / mm2, followed by the second analysis is the result of the maximum stress is 114 N / mm2 and the last
analysis is with the result of maximum stress 117 N / mm2 and safety factor 2.1 This shows that the structure of the
deck crane is still safety.

Keywords : Strength analysis, Deck,crane, Barge, and Solidwork

Kapal dan struktur laut lainnya sangat diperlukan


1 Pendahuluan untuk mengeksploitasikan kekayaan samudra [1].
Barge, dalam bahasa Indonesia disebut tongkang
Di dunia yang modern ini kapal merupakan elemen merupakan kapal yang memiliki definisi khusus, yaitu
yang penting, salah satunya pada sektor perdagangan. kapal tanpa awak dan propulsi, berlayar dengan
Dengan meningkatnya berbagai teknologi transportasi didorong ataupun ditarik. Barge mempunyai bentuk
yang hampir kotak dan bagian kulit yang paling datar,
barge memiliki kestabilan melintang yang bagus dan
over hull. Didesain sederhana sehingga meminimalkan
harga produksi, karna itulah barge banyak digunakan
sebagai transportasi pada saat ini. Barge biasa juga
dirancang untuk membawa beban dek atau peralatan
kerja misalnya lifting equipment, rams, dan lain-lain
[2,3]. Kekuatan sistem kontruksi merupakan struktur
terpenting karena kekuatan struktur kapal tersebut (b)
yang dapat menjamin keselamatan awak kapal,
penumpang, dan muatannya [4]. Begitu juga pada Gambar 1: (a) & (b) Crane 10 T Model OICR-52-010T-01M [7]
Accommodation barge, Accommodation barge Deck dalam bahasa Indonesia disebut geladak,
merupakan jenis barge yang digunakan sebagai sarana merupakan permukaan datar ataupun hampir datar
akomodasi biasanya barge jenis ini difasilitasi dengan bagian deck inilah yang menutupi sisi atas dari ruangan
peralatan lifting equipment salah satunya adalah crane. kapal [8]. Pada dasarnya deck menerima beban pada
oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui permukaannya.
kekuatan kontruksi barge tersebut, khususnya pada
kontruksi deck yang menerima beban dari crane. Karakteristik kekuatan deck pun berbeda antara deck
Crane berfungsi sebagai alat pemindah material dari atas dan deck lainnya, meskipun beban pada dinding
satu tempat ke tempat yang lain baik secara vertikal luar kapal dan sekat di asumsikan dengan seragam,
maupun horizontal [5]. Crane sendiri terdiri dari beban deck tidak selalu sama dan biasanya sering
beberapa jenis berdasarkan fungsinya, berikut adalah terkonsentrasi pada beban lokal [9]. Karena itulah pada
jenis-Jenis crane berdasarkan fungsinya: penelitian ini, penulis tertarik untuk menganalisa
kekuatan stuktur deck pada barge, deck tersebut
TABLE I
menerima beban dari crane dengan kapasitas 15 T
JENIS – JENIS CRANE [6] menggunakan software solidwork. Hal ini bertujuan
No. Jenis Crane Keterangan untuk mengetahui kekuatan dari deck tersebut, dan
Crane dengan roda crawler agar bisa mengetahui proses pengujian menggunakan software
1 CRAWLER CRANE bergerak ditempat proyek. tersebut hingga menggetahui nilai dari parameter yang
Crane dengan tower tinggi sehingga dihasilkan pada setelah proses pengujian selesai.
2 TOWER CRANE mudah memindahkan materiala
ketempat yang tinggi secara vertikal Pada stuktur deck yang menerima beban akan
dan horizontal dengan ruang terbatas. menyebabkan timbulnya gaya pada stuktur tersebut,
Crane yang dipasang di rel yang gaya berfungsi untuk menahan beban yang di
3 HOIST CRANE biasa terletak dilangit langit distribusikan. Apabila gaya bertambah maka tahanan
ruangan.
dalam material yang digunakan bertambah hingga
4 Crane yang langsung pada mobil mencapai nilai maksimum. Jika penambahan beban
TRUCK CRANE truk sehingga bisa dibawa tanpa
meningkat maka akan terjadi cacat ataupun kegagalan
memakai trailer.
Crane dengan sistem hidraulik, pada stuktur tersebut. Batas nilai maksimum pada
5 HIDRAULIC CRANE dengan tiang yang diletakan pada stuktur untuk menahan beban itu yang disebut sebagai
suatu tempat tanpa berpindah pindah. kekuatan. Kekuatan stuktur juga sangat di pengaruhi
Crane yang mempunyai susunan oleh material, jenis beban yang diberikan, jangka
6 JIB RANE seperti Hidraulik Crane dan bekerja
seperti Hoist Crane. waktu yang digunakan dan sebagian lainnya.
Pada penelitian ini crane yang akan menjadi acuan Kekuatan berhubungan material yang digunakan, pada
terletak di bagian buritan barge tersebut, yang mana analisa kekuatan stuktur perlu mempertimbangkan
crane tersebut digunakan untuk mengangkut intensitas gaya yang bekerja untuk menahan beban
kebutuhan yang diperlukan dari kapal satu kekapal yang di distribusikan. Intensitas gaya yang bekerja
lainnya dengan model OICR-52-010T-01M dan tipe pada setiap titik material disebut sebagai tegangan.
hydraulic, single stage fixed boom crane seperti yang
tertera pada gambar 1 (a) dan (b). Stuktur dapat berubah bentuk, hal inilah yang disebut
deformasi. Deformasi terjadi pada stuktur yang
menerima beban tergantung pada ukuran awal stuktrur
tersebut, sedangkan regangan merupakan nilai
persatuan panjang dari deformasi tersebut.
Sedangkan jenis material yang digunakan pada deck ini
adalah material Grade A dengan yield strength 250
N/mm2. Berdasarkan spesifikasi pada ASTM (A283)
yang terdapat pada table II standar spesifikasi untuk
(a) low dan intermedieate Tensile Strength pada Carbon
Steel, grade terdiri dari grade A,B,C, dan D [11]. 2.1 Particular Requirements
Seperi yang terdapat pada tabel 2.
Dalam analisa ini dikerjakan berdasarkan data yang
TABLE II
diperoleh pada PT. Marine Cad Cam Indonesia berupa
STANDAR SPESIFIKASI UNTUK LOW DAN INTERMEDIEATE TENSILE Principal Particulars of ship dan Principal Particulars
STRENGTH PADA CARBON STEEL [11] of crane. Pada principal Particulars of ship, data
NO. SPESIFIKASI YIELD STRENGTH TENSILE STRENGTH barge dirancang oleh owner yaitu Mecast Offshore
N/MM2 N/MM2 & Marine Pte. Ltd dan di bangun oleh PT. Tri Karya
1 GRADE A MIN. 165 310-415 Alam Shipyard dengan consultant PT. Marine
2 GRADE B MIN. 185 345-450
3 GRADE C MIN. 205 380-515
Cadcam Indonesia. Data yang diperoleh dipenelitian
4 GRADE D MIN. 230 415-550 ini berupa General Arrangement, dan Jurnal kapal
tersebut seperti yang tercantum pada gambar 3 dan
tabel III.
Dibantu dengan kemajuaan teknologi informasi proses
analisa kekuatan struktur kontruksi deck crane pada
accommodation barge dilakukan dengan cara
mengsimulasikan model pada software solidwork 2016.
Dari hasil simulasi dapat diketahui apakah konstruksi
deck crane masih dalam kondisi aman saat menerima
beban crane, hal ini dapat di lihat dari hasil tegangan
maksimal dan tingkat safety factor setelah analisa
dilakukan dengan memberikan variasi beban crane
pada software solidwork 2016.

2 Metodologi Penelitian
Pada penilitian “Analisa Deck Crane Pada Gambar 3: Generral arrangements accommodation barge [12]
Accomodation Barge Menggunakan Software TABLE III
Solidwork” terdiri dari beberapa tahap seperti yang
PRINCIPAL PARTICULARS OF SHIP [12]
tercantum pada flowchart yang ditunjukan pada
No. Rincian Keterangan
gambar 2. 1 Length Over All 270 Feet ( 82296 mm)
2 Breadth Moulded 72 Feet (21945 mm)
3 Depth Moulded 16 Feet (4876 mm)
4 Draft 3m
5 Deck Load 10 T/ m2
6 Frame spacing 1828.8 mm
7 Class BV

Pada principal Particulars of crane, data crane yang


diperoleh berupa report Co. Reg. No. 201118572Z dan
gambar 10T-10M/5T-15M Hydraulic Telescopic Crane
GA yang diproduksi oleh International Offshore
Equipments Pte. Ltd. seperti yang tercantum pada
gambar 4 dan tabel IV.

Gambar 4: Crane model OICR-52-010T-01M [13]

Gambar 2: Flowchart analisa deck crane pada accommodation


barge menggunakan software solidwork 2016
TABLE III barge tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan
pemodelan pada frame 2, pada frame 2 terdapat sekat
PRINCIPAL PARTICULARS OF CRANE TIPE HYDRAULIC [14]
dengan lebar setengah dari bagian yang terkena crane
No. Spesifikasi
seperti yang ditunjukan pada gambar dibawah ini.
1. Model Code IORC-52-010T-010M
2. Safe Working Load 10 Ton @15 m,
15 T on @10 m
3. Max. Radius 15 M @ Fully Extended
4. Min. Radius 10 M @ Fully Retracted
5. Slewing Speed 0-05 RPM
6. Slewing Sector <360 Degree Rotation
7. Hook Travel 40M
10. Vertical Load F= 302 kN
11. Electrical Motor 37 kw Gambar 7: Frame 2 accomodation barge tampak depan.

Setelah pemodelan pada frame 2 maka dilanjutkan


2.2 Metode dengan pemodelan pada frame 3, kontruksi pada frame
ini tidak jauh beda dengan frame 1 seperti yang tanpak
Pada penelitian ini metode yang digunakan berupa
pada gambar dibawah ini.
pemodelan ulang dengan menggunakan software
solidwork, yang dilakukan setelah mendapatkan data
berupa Principal Particulars of ship dan Principal
Particulars of crane.
Pada saat pembuatan model stuktur barge disesuaikan
dengan bentuk gambar 2D barge tampak samping hal
ini bertujuan agar saat pembuatan model sesuai denagn
bentuk hull dari barge tersebut, seperti yang tertera Gambar 8: Frame 3 accomodation barge tampak depan.
pada gambar dibawah berikut
Setelah pemodelan pada frame 1 hingga frame 3
selesai, maka pemodelan kontruksi hull barge pada
software solidwork selesai dan dilanjutkan dengan
pemodelan crane diatas stuktur hull barge tersebut.
Seperti yang terdapat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5: Frame 1 -4 tampak samping (longitudinal girder


from cl)

Pemodelan dimulai dengan pembuatan model pada


frame 0 yaitu berupa plat kulit terluar pada barge. (a)
Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan model di
bagian frame 1 namun dikarenakan stuktur bawah
barge sudah dianggap kuat maka pemodelan yang di
desain ulang tersebut tidak mencapai bagian base line
barge melainkan hanya dengan ketinggian 3000 mm di
bawah plat deck dengan bagian barge yang terkena
crane. Seperti yang tertera pada gambar 6.

(b)
Gambar 9: (a) Longitudinal Profil Crane, (b) Detail Typical
Bracket Crane Model OICR-52-010T-01M [13]

Dengan adanya model stuktur crane maka terdapat


stuktur penambahan yaitu stuktur penyangga deck
berupa bracket yang terletak diatas plat deck, dan
Gambar 6: Frame 1 accomodation barge tampak depan. stuktur penyangga dibawah plat deck berupa plat T dan
plat bar yang mengelilingi konstruksi bawah crane
Pemodelan pada frame 1 dimodel hanya pada bagian bellow main deck. Seperti yang tertera pada gambar 9
yang terkena crane yaitu pada bagian setengah lebar dan 10.
Pada analisa kali ini bahan material yang digunakan
adalah ASTM A36 yang memiliki nilai yield strength
250 N/mm2. Setelah penentuan material langkah
selanjutnya adalah mengimput nilai distribusi beban
pada deck. Beban yang diberikan pada penelitian ini
bervariasi yaitu beban crane tanpa membawa
kapasitas muatan (302 Kn), beban crane dengan
kapasitas muatan maksimal yaitu 15 ton (449.15 Kn)
dan beban crane dengan kapasitas 10% melebihi
muatan maksimal (463.86 Kn).
(a)
Pada saat menentukan distribusi beban, stuktur yang
akan diuji harus ditentukan letak area fix geometrynya
hal ini bertujuan untuk membatasi area yang akan di
analisa. Penentuan area fix geometry juga bisa diatur
dalam segi tumpuannya. Penentuan area fix geometry
dapat dilihat seperti pada gambar dibawah berikut.

(b)

Gambar 11: Area fix geometry pada model deck crane.

Setelah penentuan area fix geometry kemudian


menentukan area yang terkena beban static atau static
force dari crane tersebut, yaitu pada daerah frame 1
yang menjadi tumpuan tengah crane dengan force
yang telah ditentukan. Penentuan area yang terkena
static force dapat dilihat pada gambar berikut.
(c)
Gambar 10: (a) Model crane pada deck barge, (b) Model
kontuksi tambahan peyangga crane below main deck & (c)
Model kontruksi deck crane pada frame 1-3.

Setelah melakukan proses pemodelan berdasarkan data


Principal Particulars of ship dan Principal Particulars
of crane menggunakan software solidwork selesai,
kemudian model diperiksa apakah terjadi kesalahan
atau tidaknya. Setelah model sudah dipastikan benar
dan (solid body) langkah berikutnya adalah memulai
proses analisa kekuatan, proses ini akan dilakukan
menggunakan aplikasi solidwork simulation. Gambar 12: Area force pada model deck crane.

Setelah memasukan nilai static force pada titik areanya,


3 Analisa Data dan Pembahasan selanjutnya adalah melakukan pengaturan mesh untuk
menentukan besar area pembacaan dari analisa.
Analisa data dan hasil penelitian pada poses
penelitian ini berupa model, hasil analisis, serta Pada saat proses pembacaan sebelum running (mesh),
sering terjadi kegagalan dalam pembacaan stuktur
parameter seperti tegangan maksimum, deformasi
tersebut (mesh failed). Untuk mencegah hal ini, pada
yang diperoleh pada hasil simulasi pendistribusian
pembuatan model di anjurkan agar tidak membuat
beban crane. Dan untuk memperoleh hasil analisa bentuk profile yang terlalu kecil atau detail. Adapun
stuktur deck crane menggunakan solidwork ini dimulai hasil mesh yang telah dilakukan dengan parameter 100
dengan menentukan material properties pada stuktur
mm seperti yang tertera pada pada gambar 13.
tersebut.
Dari hasil analisa strees dapat diketahui bahwa
tegangan maksimal yang diterima dengan beban static
302 Kn adalah 37.9 N/mm2, sedangkan tegangan
maksimal dengan beban static 449.15 Kn adalah 114
N/mm2, ,dan tegangan maksimal dengan beban static
463.86 Kn adalah 117 N/mm2
Dari proses analisa kekuatan stress juga dapat di
ketahui nilai maksimal dari deformasi pada konstruksi
Gambar 13: Hasil mesh pada model deck crane deck crane. Hasil analisa deformasi ini menunjukkan
daerah atau area yang paling besar mengalami
Setelah melakukan mesh, selanjutnya adalah proses perubahan bentuk atau deformasi akibat gaya yang
running untuk mengetahui hasil analisa yang diterima pada area force.
dibutuhkan. Pada saat proses running ini berlangsung
membutuhkan waktu sekitar 12 sampai 13 menit 53 Area yang paling besar mengalami perubahan bentuk
detik, untuk memperoleh hasil dari analisa tersebut. akan ditandai dengan perbedaan warna. Untuk hasil
Berikut adalah hasil analisa kekuatan menggunakan analisa deformasi dapat dilihat pada gambar dibawah
software solidworks. berikut.

(a) (a)

(b) (b)

(c) (c)
Gambar 14: (a) Hasil analisa stress dengan beban 302 Kn, (b) Gambar 15: (a) Hasil analisa deformasi dengan beban 302
hasil analisa stress dengan beban 449.15 Kn, & (c) hasil Kn, (b) hasil analisa deformasi dengan beban 449.15 Kn, &
analisa stress dengan beban 463.86 Kn . (c) hasil analisa deformasi dengan beban 463.86 Kn.
Pada konstruksi bagian belakang ditandai dengan 4.81 x10-4, dan nilai strain maksimal pada beban
warna merah yang artinya area paling besar mengalami 463.86 Kn adalah 5.11 x10-4.
deformasi. Pada beban static 302 Kn deformasi yang
dihasilkan adalah 0.34 mm, sedangkan deformasi yang Setelah memperoleh hasil dari ketiga analisa, maka
dihasilkan beban static 449.15 Kn adalah 1.46 mm, dan selanjutnya menganalisa safety factor dari distibusi
deformasi yang dihasilkan beban static 463.86 Kn beban yang diberikan. Safety factor pada dasarnya
adalah 1.58 mm. adalah factor yang digunakan untuk mengevaluasi agar
perencanaan konstruksi terjamin keamanannya dengan
Pada analisa kekuatan ini juga dapat diketahui besar dimensi yang minimum.
strain atau regangan yang diterima oleh konstruksi.
Adapun hasil analisa strain seperti yang tertera pada Pada hasil analisa ini diperoleh dengan cara
gambar di bawah berikut. memunculkan menu safety factor pada menu result,
seperti yang yang terdapat pada gambar dibawah ini.

(a) (a)

(b)
(b)

(c)
(c)
Gambar 17: (a) Hasil analisa safety factor dengan beban 302
Gambar 16: (a) Hasil analisa strain dengan beban 302 Kn, (b) Kn, (b) hasil analisa safety factor dengan beban 449.15 Kn, &
hasil analisa strain dengan beban 449.15 Kn, & (c) hasil (c) hasil analisa safety factor dengan beban 463.86 Kn.
analisa strain dengan beban 463.86 Kn.
Pada analisa ini juga dapat dilihat bahwa safety factor
Dari hasil analisa diatas dapat diketahui bahwa nilai terbesar diperoleh dari hasil pengujian beban dengan
strain maksimal pada beban 302 Kn adalah 1.64 x 10-4, kondisi crane kosong yaitu 6.6 dan hasil safety factor
nilai strain maksimal pada beban 449.15 Kn adalah
terkecil diperoleh dari beban sebesar 463.5 Kn yaitu the highest appreciation to Mr. Sapto Wiratno Satoto.
4.3. Dari semua analisa yang telah dilakukan dapat And Ibu Nidia Yuniarsih as a Supervisor, on the
diperoleh hasil dari berbagai variasi beban yang juga sidelines of her routine but still take the time to give
akan menentukan kondisi stuktur deck crane masih encouragement, suggestion and direction since the
dalam keadaan aman atau tidak, hal ini dapat dilihat research plan until the completion of this task writing.
pada tabel dibawah berikut. Acknowledgments also the authors convey to Mr.
Hendra as the coordinator the final task of engineering
TABEL III
department of the country polytechnic engine, PT.
HASIL ANALISA DISTRBUSI BEBAN DECK CRANE PADA Marine cadcam which has allowed authors in
ACCOMODATION BARGE [17] obtaining data to conduct this research and to father
and mother and friends who have supported author in
Pengujian Stress Deformasi strain Safety doing this writing process.
factor
Crane tanpa 37.9 0.34 mm 1.64 x 6.6 Finally to Alloh also the author hopes that everything
kapasitas N/mm2 10-4 that has been given to the author will get a better reply
Crane 114 1.46 mm 4.81 5.4 again.
kapasitas N/mm2 x10-4
maksimal 15
ton References
Crane dengan 117 1.58 mm 5.11 2.1
kapasitas 16.5 N/mm2 x10-4 [1] E.C. Tupper, 2002, “Introduction To Naval
Kn Architecture formerly muckles Naval Architecture
for Marine Engineers”, London: Butterworth
Dari hasil tabel diatas dapat diketahui bahwa stuktur
deck crane masih mampu menerima distribusi beban Heinemann.
dari crane tersebut. Kontruksi deck crane patah setelah [2] Biro Klasifikasi Indonesia, 2006, “Barge and
menerima beban senilai 1000 Kn dalam hal ini Ponton”,Jakarta : Biro Klasisikasi Indonesia. (Vol
membuktikan bahwa stuktur deck crane masih bisa 2 .Sec. 31)
menerima beban sekitar 64.2 ton melebihi beban crane
saat kosong, hal ini dikarenakan stuktur deck dirancang [3] Prarista, Agdarita Teguh., dan Djauhar Manfaat.,
agar dapat menerima beban dari konstruksi lainnya 2012, “Perancangan Self Properlled Container
yang berada diatas deck tersebut. Barge Sebagai Alternatif Angkutan Container
Pelayaran Pantura Untuk daerah Jawa Timur”,
Surabaya: Jurnal Institut Teknologi Sepuluh
4 Kesimpulan
November. (Vol 1, September 2012)
Berdasarkan hasil analisis dari pengujian Di akses: 09, Maret 2017 (13:33)
menggunakan software solidwork, dapat diambil
kesimpulan bahwa kontruksi deck barge yang telah [[Link]
diberi variasi beban dari 302 Kn hingga 463 Kn adalah cle=54137&val=4186]
aman. Hal ini dapat dilihat dari analisa stress pada
beban 302 Kn di bagian (von mises stress) yang [4] Mulyatno, Imam Pujo, Andi Trimulyono dan
berwarna merah merupakan tingkat stress maksimal Samuel Febriary Khristyson., 2014, “Analisa
dengan nilai 37.9 N/ mm2 dengan factor safety 6.6, Kekuatan Kontruksi Internal Ramp Sistem Steel
dilanjutkan pada analisa kedua yaitu dengan beban Wire Rope Pada KM Dharma Kencana VIII
449.15 Kn di bagian (von mises stress) yang berwarna Dengan Metode Elemen Hingga”, Semarang:
merah adalah 56.38 N/ mm2 dengan factor safety 4.4 Jurnal Kapal Universitas Diponegoro (Vol.11,
dan tingkat stress yang paling tinggi yaitu ditunjukan No.2 Juni 2014)
pada analisa terakhir yaitu dengan beban 10 %
Di akses: 09, Maret 2017 (13:47)
melewati kapasitas maksimal crane yaitu 463.86 Kn di
bagian (von mises stress) yang berwarna merah adalah [[Link]
58.23 N/ mm2 dengan factor safety 4.3 hal ini /view/7267/pdf]
menunjukan bahwa konstruksi deck crane masih dalam
kondisi aman. [5] Universitas Diponegoro, “Efesiensi Tata Letak
Fsasilitas dan Penggunaan Alat Berat Pada Proyek
Acknowledgment Gedung Bertingkat (Studi Kasus : Tower Crane)”,
Semarang: Universitas Diponegoro.
Praise to the God, thank God who has the privilege and
the provision of all the great pleasure, good favors of Di akses: 09, Maret 2017 (13:49)
faith, health and strength until have finished the
writing of this Final Project. On this occasion the [Link]
author expressed his gratitude as much as possible and [Link]
[6] [Link]
[Link]
Di akses: 10, Maret 2017 (09:37)

[7] Photo Survei PT. Tri Karya Alam. (Private


Document PT. Marine Cad Cam Indonesia)
[8] Djaya, Kusna Indra., 2008, “Teknik Kontruksi
Kapal Baja”, Jakarta: Direktorat Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan.
[9] Okumoto Yasuhisa, Takeda Yu, Mano Masaki and
Okada Tetsuo., 2009, “Design of Ship Hull
Structures”, Tokyo : Springer (Chapter 7 deck
structure)
[10] Gere. James M, dan Timoshenko. Stephen P.,
1972,”Mekanika Bahan Jilid 1”, Jakarta: Erlangga.
[11] Continental Steel Pte Ltd., 2000, “Products
Handbook Structural Steel”,Singapore: Catalog
Continental Steel Pte Ltd.
[12] GA 50 Men Accommodation Work Barge,
Drawing No: 13-012-S-A-AWB-00 (Private
Document PT. Marine Cad Cam Indonesia)
[13] 10/10M/5T-15M Hydraulic Telescopic Crane GA.
Drawing No: IOE.-14002-M3101. (Private
Document PT. Marine Cad Cam Indonesia)
[14] Mecast Offshore & Engineering Pte Ltd.,
2006,”Journal Internasional Offshore Equipment”,
Singapore: Journal Internasional Offshore
Equipment. (Private Document PT. Marine
Cadcam Indonesia)
[15] Kontruksi Hull Drawing No: 13-012-S- A1- AWB
-B05-A3. (Private Document PT. Marine Cad Cam
Indonesia)
[16] Jurnal “GA 50 Men Accommodation Work Barge”.
(Private Document PT. Marine Cad Cam
Indonesia)

Anda mungkin juga menyukai