Renstra Penanggulangan Bencana Magelang
Renstra Penanggulangan Bencana Magelang
Halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR GAMBAR iii
DAFTAR TABEL iv
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Landasan Hukum 4
1.3 Maksud dan Tujuan 6
1.4 Sistematika Penulisan 7
LAMPIRAN
ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Keterkaitan antar dokumen perencanaan 4
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Unsur Pelaksana Badan 13
Penanggulangan Bencana Daerah
Gambar 3.1 Sistem Penanggulangan Bencana 38
Gambar 3.2 Risiko Bencana Banjir 53
Gambar 3.3 Risiko Bencana Banjir Bandang 54
Gambar 3.4 Risiko Bencana Cuaca Ekstrim 54
Gambar 3.5 Risiko bencana Gempa Bumi 55
Gambar 3.6 Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan 56
Gambar 3.7 Risiko Bencana Kekeringan 56
Gambar 3.8 Risiko Bencana Letusan Gunung Api 57
Gambar 3.9 Risiko Bencana Tanah Longsor 58
Gambar 3.10 Peta Kerentanan Iklim Kabupaten Magelang 58
iii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Jumlah Kebutuhan Pegawai BPBD Kabupaten 16
Magelang
Tabel 2.2 Daftar Sarana dan Prasarana kedinasan umun 18
tahun 2018
Tabel 2.3 Daftar sarana dan prasarana BPBD Kabupaten 18
Magelang tahun 2014
Tabel 2.4 Data Kejadian Bencana di Kabupaten Magelang 21
Tabel 2.5 Pencapaian Kinerja Pelayanan PD Badan 22
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Magelang
Tabel 2.6 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Palayanan PD 24
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Magelang Tahun 2014-2018
Tabel 2.7 Hasil Telaahan Struktur Ruang Wilayah Kabupaten 31
Magelang PD Badan Penanggulangan Bencana
Daerah
Tabel 2.8 Hasil Telaahan Pola Ruang Wilayah Kabupaten 32
Magelang PD Badan Penanggulangan Bencana
Daerah
Tabel 2.9 Hasil Analisa Dokumen KLHS Kabupaten Magelang 34
PD Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Tabel 3.1 Pemetaan Masalah Pelayanan PD 40
Tabel 3.2 Telaah Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil 42
Bupati
Tabel 3.3 Telaah Renstra K/L dan Renstra PD Provinsi 48
Tabel 3.4 Tingkat Kerentanan terhadap Perubahan Iklim di 59
Kabupaten Magelang
Tabel 3.5 Telaahan RTRW dan KLHS pada RPJMD 60
Tabel 4.1 Tujuan dan Sasaran jangka menengah pelayanan PD 73
Tabel 5.1 Tujuan, Sasaran, strategi dan Kebijakan 75
Tabel 6.1 Rencana Program, Kegiatan, dan Pendanaan 77
Perangkat Derah BPBD Kabupaten Magelang Tahun
2019-2024
Tabel 7.1 Penetapan Indikator Kinerja Utama PD BPBD 79
Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024
Tabel 7.2 Indikator Kinerja PD yang mengacu tujuan dan 80
sasaran RPJMD
iv
1.1 Latar Belakang
R
encana Strategis Perangkat Daerah yang
selanjutnya disingkat dengan Renstra
1.1 Latar Perangkat Daerah adalah dokumen
Belakang perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 5
1.2 Landasan (lima) tahun. Renstra Perangkat Daerah sesuai
Hukun
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun
1.3 Maksud dan
Tujuan 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian
dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara
1.4 Sistematika Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang
Penulisan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah,
serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
Rencana Strategis Perangkat Daerah memuat tujuan, sasaran,
program, dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan Urusan
cPemerintahan Wajib dan/atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan
tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah, yang disusun berpedoman
kepada RPJMD dan bersifat indikatif.
Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsep perangkat
daerah menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan
sasaran serta rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber daya –
sumber daya perangkat daerah secara efektif
Terdapat beberapa hal yang menunjukkan pentingnya suatu
Perencanaan Strategis, yakni adalah :
1. Perencanaan strategis memberikan kerangka dasar, dalam semua
bentuk-bentuk perencanaan lainnya yang harus di ambil.
2. Pemahaman terhadap perencanaan strategis akan mempermudah
pemahaman bentuk-bentuk perencaaan lainnya.
3. Perencanaan strategi memungkinkan pimpinan mempersiapkan diri
terhadap kemungkinan terjadinya perubahan pada lingkungan
organisasinya.
Pemerintah Kabupaten Magelang melalui BPBD Kabupaten Magelang
perlu menyusun rencana strategis dalam penyelenggaraan penanggulangan
bencana yang komprehensif. Hal inilah yang kemudian menjadikan
pertimbangan untuk memperkuat serta meningkatkan kapasitas para
pemangku kepentingan penanggulangan bencana di Kabupaten Magelang
untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana
Gambar 1.1
D
alam Peraturan Pemerintah Nomor 18
2.1. Tugas, Fungsi Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah
dan Struktur belum mengatur tentang gambaran umum
tentang kewenangan Badan Penanggulangan
Organisasi
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang
Perangkat
yang masuk dalam kewenangan Bupati Magelang
Daerah
dan gambaran umum permasalahan yang
2.2. Sumber Daya
dihadapi BPBD Kabupaten Magelang yang masuk
Perangkat
dalam tugas pokok dan fungsi BPBD Kabupaten
Daerah
Magelang. Pembentukan BPBD masih mengacu
2.3. Kinerja
pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007
Pelayanan
tentang Penanggulangan Bencana.
Perangkat
Untuk memudahkan pemahaman atas isi
Daerah
dari gambaran umum kewenangan BPBD
2.4. Tantangan dan
Kabupaten Magelang berdasarkan Peraturan
Peluang
Daerah Kabupaten Magelang Nomor 3 tahun
Pengembangan
2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan
Pelayanan
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Perangkat
Magelang, mempunyai Tugas dan Fungsi sebagai
Daerah berikut
1. Tugas Pokok
a. menetapkan pedoman dan pengarahan
sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah dan Badan Nasional
Penanggulangan Bencana terhadap usaha penanggulangan bencana
yang mencakup pencegahan bencana, penanggulangan darurat,
rehabilitasi serta rekonstruksi secara adil dan setara;
b. menetapkan standarisasi serta kebutuhan penyelenggaraan
penanggulangan bencana berdasarkan peraturan perundang-
undangan;
c. menyusun, menetapkan dan menginformaskan peta rawan bencana;
d. menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanganan bencana;
e. melaporkan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada
Bupati setiap bulan dalam kondisi normal dan setiap saat dalam
kondisi darurat bencana;
f. mengendalikan pengumpulan dan penyaluran uang dan barang;
KEPALA SEKRETARIAT
SATUAN TUGAS
2. Kepala Sekretariat
Tugas Pokok :
Kepala Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan tugas membantu
Kepala Pelaksana dalam mengkoordinasikan perencanaan, pembinaan
dan pengendalian terhadap program, administrasi dan sumber daya
serta kerjasama.
Uraian Tugas :
a. Mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis,
pedoman teknis maupun pedoman pelaksanaan lainnya yang
berhubungan dengan tugasnya.
b. Melakukan pengkoordinasian, sinkronisasi dan integrasi program
perencanaan dan perumusan kebijakan di lingkungan BPBD.
c. Melakukan pembinaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan,
hukum dan peraturan perundang-undangan, organisasi, tatalaksana,
peningkatan kapasitas sumber daya manusia, keuangan,
perlengkapan dan rumah tangga.
d. Melakukan fasilitasi pelaksanaan tugas dan fungsi unsur pengarah
penanggulangan bencana.
e. Pengumpulan data dan informasi kebencanaan di wilayahnya.
f. Melakukan pengkoordinasian dalam penyusunan laporan
penanggulangan bencana.
g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
3. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Tugas Pokok :
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mempunyai tugas
membantu Kepala Pelaksana dalam mengkoordinasikan dan
melaksanakan kebijakan di bidang pencegahan, mitigasi dan
kesiapsiagaan pada prabencana serta pemberdayaan masyarakat.
Uraian Tugas :
Tabel 2.1.
Jumlah Kebutuhan Pegawai BPBD Kabupaten Magelang
Kondisi Kebutuhan
No Eselon Jabatan Kekurangan Ket
saat ini pegawai
Tabel 2.2
Daftar Sarana dan Prasarana Kedinasan Umum
Tahun 2018
No Uraian Harga (Rp.)
1 TANAH [Link]
2 PERALATAN DAN MESIN [Link]
3 GEDUNG DAN BANGUNAN [Link]
4 ASET TETAP LAINNYA 1.400.000
Sumber : Data Inventaris Barang/Sensus Barang Milik Daerah BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2018.
Tabel 2.3
Daftar Sarana dan Prasarana BPBD Kabupaten Magelang
Tahun 2018
No Jenis peralatan Jumlah Keterangan
I Alat Transportasi
1 Mobil operasional 1 Pengadaan APBD 2013
2 Mobil logistik 1 Pengadaan APBD 2013
3 Mobil Rescue 1 Hibah BNPB tahun 2012
4 Truk Dapur Umum 1 Hibah BNPB tahun 2012
5 Truk Serbaguna 1 Hibah BNPB tahun 2013
6 Motor trail 1 Hibah Depdagri tahun
2007
7 Tangki air 2 Pengadaan APBD 2014
8 Motor trail 5 Hibah BNPB tahun 2012,
2013
9 Motor trail 3 Pengadaan APBD 2012
10 Motor bebek 3 Pengadaan APBD 2012
II Alat Bengkel
1 Gergaji chainsaw 2 Pengadaan APBD 2007
IV Alat pertanian
1 Pompa air 3 Pengadaan APBD 2007
2 Cangkul 20 Pengadaan APBD 2007
3 Skop 20 Pengadaan APBD 2007
4 Selang buang air 1 Pengadaan APBD 2007
5 Selang hisap air 1 Pengadaan APBD 2007
Tabel. 2.4
Data kejadian bencana di Kabupaten Magelang 2014-2018
Tahun
No Kejadian/Jenis Bencana
2014 2015 2016 2017 2018
1 Angin kencang 60 45 27 72 105
2 Banjir 4 5 12 6 10
3 Gempa bumi 1 0 0 1 1
4 Kebakaran 46 45 37 23 71
5 Kekeringan 4 3 0 3 25
6 Tanah Longsor 52 81 105 231 209
7 Bencana Lainnya/KLB 4 8 9 15 14
8 Erupsi 0 0 0 0 12
Jumlah 172 187 204 352 477
2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
1 Cakupan 16 40 60 70 80 90 40 60 70 80 90 100 100 100 100 100
masyarakat yang
mendapat
pengetahuan
kebencanaan
2 Cakupan 0 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
masyarakat
terdampak
bencana yang
mendapat
pelayanan tanggap
darurat
3 Cakupan dokumen 2 50 60 79 80 90 50 55 70 80 86.25 100 91.67 88.61 100 95.83
penanggulangan
bencana
4 Cakupan 0 100 100 100 100 100 100 80 100 100 96.66 100 80 100 100 96.66
masyarakat yang
sudah
mendapatkan
pelayanan
rehabilitasi dan
rekonstruksi pasca
bencana
Anggran pada Tahun Realisasi Anggaran pada Tahun Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun Rata-rata Pertumbuhan
Uraian
2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 Anggaran Realisasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)
BELANJA DAERAH 10,875,766,000 14,739,611,150 8,660,363,681 7,111,293,000 8,955,937,960 6,277,341,015 7,095,215,646 7,922,321,569 6,310,423,892 7,881,026,433 57.72 48.14 91.48 88.74 88.00
0.58 7.31
Belanja Tidak Langsung 2,111,029,000 2,448,145,000 2,603,829,681 2,374,044,000 2,604,435,000 2,066,663,340 2,310,131,855 2,386,585,694 2,146,826,205 2,234,927,973 97.90 94.36 91.66 90.43 85.81
5.80 2.29
Belanja Pegawai 2,111,029,000 2,448,145,000 2,603,829,681 2,374,044,000 2,604,435,000 2,066,663,340 2,310,131,855 2,386,585,694 2,146,826,205 2,234,927,973 97.90 94.36 91.66 90.43 85.81
5.80 2.29
Belanja Langsung 8,764,737,000 12,291,466,150 6,056,534,000 4,737,249,000 6,351,502,960 4,210,677,675 4,785,083,791 5,535,735,875 4,163,597,687 5,646,098,460 48.04 38.93 91.40 87.89 88.89
0.45 10.04
Pelayanan Administrasi 276,300,000 422,502,000 345,795,000 361,711,000 435,118,000 260,793,401 377,977,195 313,064,656 320,720,348 385,837,823 94.39 89.46 90.53 88.67 88.67
Perkantoran 14.91 12.63
Peningkatan Sarana dan 439,925,000 560,265,000 945,345,000 792,560,000 574,494,000 376,939,139 419,639,581 754,354,959 655,356,050 481,790,522 85.68 74.90 79.80 82.69 83.86
Prasarana Aparatur 13.10 12.87
Peningkatan Kapasitas 0 0 35,000,000 80,000,000 111,800,000 0 0 35,000,000 75,206,430 97,863,014 0 0 100.00 94.01 87.53
Sumberdaya Aparatur 42.08 36.25
Peningkatan Pengembangan 7,000,000 10,000,000 10,000,000 16,366,000 15,000,000 6,709,975 8,803,300 8,803,300 14,240,840 11,275,863 95.86 88.03 88.03 87.01 75.17
Sistem Pelaporan capaian 24.54 18.04
Kinerja dan Keuangan
Pengembangan Komunikasi, 50,000,000 68,000,000 50,000,000 60,000,000 36,689,880 67,088,750 49,906,955 91,374,370 57,845,100 73.38 98.66 99.81 98.75 96.41
Informasi dan Media Massa 92,529,000 14.86 25.91
Peningkatan Partisipasi 26,583,000 26,583,000 22,567,000 29,328,000 21,178,565 21,178,565 21,064,035 68,589,325 27,226,934 79.67 79.67 93.34 92.78 92.84
Masyarakat Dalam Membangun 73,930,000 38.04 41.19
Desa
Perencanaan Pembangunan 15,000,000 7,000,000 7,000,000 8,275,000 25,000,000 14,549,650 6,868,300 6,647,815 7,664,000 9,509,454 97.00 98.12 94.97 92.62 38.04
Daerah 41.75 (4.16)
Pencegahan Dini dan 7,236,287,000 10,542,364,150 4,247,003,000 3,241,878,000 4,945,398,960 2,804,447,120 3,270,245,382 3,999,703,036 2,868,419,526 4,427,631,156 38.76 31.02 94.18 88.48 89.53
Penanggulangan Korban 3.71 16.25
Bencana Alam
Perencanaan Pembangunan 697,767,000 634,952,000 393,824,000 70,000,000 155,364,000 675,354,550 594,359,268 347,191,119 62,026,798 147,118,594 96.79 93.61 88.16 88.61 94.69
Daerah Rawan Bencana (1.81) 0.37
2. Peluang :
a. Adanya landasan hukum penyelengaraan penanganan bencana
sudah tersedia dengan terbitnya UU Nomor 24 Tahun 2007 Tentang
Penanggulangan Bencana;
b. Dukungan dari Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 Tentang
Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana;
c. Adanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada setiap
pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota sebagai mitra kerja BNPB
memungkinkan pembangunan di bidang kebencanaan dapat
dilaksanakan lebih terpadu dan menjangkau wilayah Indonesia
secara merata;
d. Kemitraan DPR RI dengan BNPB dalam mendukung peningkatan
kinerja penanggulangan bencana;
e. Terbangunnya kerjasama antar lembaga melalui nota kesepahaman
sebagai komitmen untuk mendukung penyelenggaraan
penanggulangan bencana;
f. Terbangunnya kerjasama dengan lembaga-lembaga internasional
sebagai komitmen internasional untuk mendukung penyelenggaraan
penanggulangan bencana nasional;
g. Terbentuknya forum-forum pengurangan risiko bencana;
h. Penanggulangan bencana masuk dalam fokus agenda pembangunan
nasional (Nawacita) RPJMN 2015-2019 tentang Pelestarian Sumber
Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana;
i. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk ikut serta secara aktif
dalam upaya pengurangan risiko bencana dan penanganan bencana;
j. Nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan masih relatif kuat
dipegang oleh masyarakat;
k. Pesatnya perkembangan teknologi untuk menunjang kegiatan di
bidang kebencanaan yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi
risiko-risiko bencana;
l. Adanya peran serta masyarakat, Lembaga Swadaya
Masyarakat/Lembaga – lembaga Non-Pemerintah baik nasional
maupun internasional dalam penanggulangan bencana.
1 2 3 4 5 6
Pengembangan sistem jaringan prasarana pengembangan jaringan
lainnya evakuasi bencana
lainnya
1 penetapan jalur evakuasi dengan Pegembangan jalur evakuasi pembangunan jalur evakuasi direncanakan Kecamatan Srumbung,
mengoptimalkan jaringan jalan yang ada bencana; sesuai kebutuhan karena banyak jalur evakuasi Dukun, Sawangan ,
menyiapkan konstruksi, sarana prasarana yang sudah rusak saat ini. Pembangunan jalur Salam, Muntilan
lalu lintas (rambu lalu lintas, rambu evakuasi sangat mendukung kelancaran proses
evakuasi dan marka jalan) yang memadai evakuasi jika suatu saat terjadi bencana.
2 penetapan balai desa yang berada di Penyediaan sarana evakuasi penambahan penyediaan sarana evakuasi Kecamatan Muntilan,
dalam KRB difungsikan sebagai titik bencana berupa TEA karena saat ini masih sangat Salam, Ngluwar,
kumpul evakuasi kurang daya tampungnya terutama di luar Mertoyudan
kawasan bencana sebagai daerah aman.
3 penyediaan dan pengembangan ruang pengembangan sistem Sistem yang terbangun akan memberikan
evakuasi bencana dengan informasi tanggap bencana kemudahan dalam pendataan, pemetaan dan
mengoptimalkan semua balai desa dan proses evakuasi.
lapangan di luar kawasan rawan bencana
4 pemetaan jalur evakuasi bencana penguatan kelembagaan
berdasarkan skema arah evakuasi penanganan bencana
bencana
Arahan Lokasi
Indikasi Program Pemanfaatan Ruang pada Pengaruh Rencana Pola Ruang terhadap
No Rencana Pola Ruang Pola Ruang Saat Ini pengembangan
Periode Perencanaan Berkenaan Kebutuhan Pelayanan PD
Pelayanan PD
1 2 3 4 5 6
pengembangan kawasan pencegahan dan penyediaan jalur evakuasi terhadap ancaman Adanya jalur evakuasi terhadap bencana Kawasan rawan
rawan bencana alam penanganan kawasan bencana erupsi dan banjir lahar dingin gunung erupsi dan lahar dingin memudahkan bencana sekitar
rawan bencana erupsi dan api proses evakuasi yang dilakukan SKPD gunung merapi,
banjir lahar dingin gunung saat terjadi bencana merbabu dan
api sumbing
pencegahan dan mengidentifikasi dan menetapkan wilayah rawan Identifikasi dan penetapan wilayah rawan Kecamatan
penanganan kawasan bencana alam gempa bumi bencana alam gempa bumi sangat Borobudur
rawan bencana gempa berpengaruh dalam pelaksanaan kegiatan
bumi SKPD
mengantisipasi bencana dengan membangun memngurangi resiko rumah rusak akibat
bangunan tahan gempa gempa bumi
pencegahan dan mengidentifikasi dan menetapkan wilayah rawan Identifikasi dan penetapan wilayah rawan Kecamatan Pakis,
penanganan kawasan bencana alam gerakan tanah bencana alam gerakan tanah sangat Grabag, Kajoran,
rawan bencana gerakan berpengaruh dalam pelaksanaan kegiatan Kaliangkrik
tanah SKPD
menghindari kawasan rawan bencana alam Penghijauan kembali lahan-lahan rawan
gerakan tanah sebagai kawasan terbangun gerakan tanah sangat berpengaruh
terhadap kestabilan lereng
Implikasi terhadap
No Aspek Kajian Ringkasan KLHS Catatan bagi Perumusan Program dan Kegiatan PD
Pelayanan PD
1 2 3 4 5
PILAR LINGKUNGAN
1 TUJUAN 11: MENJADIKAN Secara signifikan mengurangi jumlah kematian dan Perlunya penyusunan Indeks Program Penanggulangan bencana sudah mengakomodir Indeks
KOTA DAN PERMUKIMAN jumlah orang terdampak, dan secara substansial Risiko Bencana (IRB) sebagai Resiko Bencana sebagai base line dalam pengelolaan risiko bencana
YANG INKLUSIF, AMAN mengurangi kerugian ekonomi relatif terhadap PDB baseline indikator dalam yang di update secara berkala (Kondisi daerah rawan bencana
TANGGUH DAN global yang disebabkan oleh bencana, dengan fokus pengelolaan risiko bencana yang secara umum di Kab. Magelang Wilayah Rawan Bencana,
BERKELANJUTAN melindungi orang miskin dan orang-orang dalam di update secara berkala Menguraikan tentang peta potensi bencana di Kab. Magelang)
situasi rentan.
Menurunkan indeks risiko Program Penanggulangan bencana sudah mengakomodir Indeks
bencana sebanyak 30% dari Resiko Bencana sebagai base line dalam pengelolaan risiko bencana
baseline IRB Kabupaten yang di update secara berkala
Magelang (Wilayah Rawan Bencana)
Menguraikan tentang peta potensi bencana dan kawasan rawan
bencana gunung berapi di Kab. Magelang)
Meningkatkan kawasan dengan Lingkungan Hidup:
jasa ekosistem pencegahan dan kegiatan pembangunan apalagi yang bersifat fisik dan
perlindungan bencana kelas berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam jelas
rendah dan sangat rendah mengandung resiko terjadinya perubahan ekosistem yang
menjadi kelas menengah melalui selanjutnya mengakibatkan dampak yang bersifat negatif maupun
positif.
Menyusun dokumen strategi Program Penanggulangan Bencana. Tahun 2019, Kab Magelang
pengurangan risiko bencana sudah mempunyai Dokumen PRB. Berisi strategi pengurangan
sesuai karakteristik bencana risiko bencana sesuai karakteristik bencana Magelang Tahun 2019-
Magelang 2022
2 TUJUAN 13: Memperkuat kapasitas ketahanan dan adaptasi Menyusun rencana strategi Program Konservasi Sumber Daya Alam dan Mitigasi Dampak
PELESTARIKAN DAN terhadap bahaya terkait iklim dan bencana alam perubahan iklim sebagai bagian Perubahan Iklim
PEMANFAATAN dari meningkatkan ketahanan Target jumlah desa yang melaksanakan program kampung iklim
BERKELANJUTAN kabupaten dalam menghadapi sampai dengan tahun 2024 sebanyak 36 desa/kelurahan
EKOSISTEM DARATAN dampak perubahan iklim
LEGISLASI
PENGEMBANGAN KAPASITAS
Tabel 3.1
Pemetaan permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah
3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Bupati dan Wakil Bupati Terpilih
Visi Pembangunan Pemerintah Kabupaten Magelang yang ingin
dicapai selama lima tahun mendatang sebagaimana telah dirumuskan dalam
RPJMD 2019-2024. Adapun visi Bupati dan Wakil Bupati Magelang periode
tahun 2019-2024
adalah:
“Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Magelang
yang Sejahtera, Berdaya Saing dan Amanah”
(SEDAYA AMANAH)“
Visi pembangunan Kabupaten Magelang tahun 2019-2024
sebagaimana tersebut di atas mengandung tiga kata kunci yaitu Sejahtera,
Berdaya Saing, dan Amanah disingkat menjadi “Sedaya Amanah”. Sedaya
dalam bahasa Jawa mempunyai arti semua (sedoyo) sehingga sedaya
amanah bermakna bahwa seluruh pemangku kebijakan dan pemangku
kepentingan, di semua tingkatan, harus menjaga amanah dalam
menjalankan peran dan fungsinya.
Visi Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Magelang Yang Sejahtera, Berdaya Saing dan Amanah (SEDAYA AMANAH)
Fungsi :
1) Perumusan dan penetapan kebijakan
penanggulangan bencana dan penanganan
pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat serta
efektif dan efisien
2) Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan
penanggulangan bencana secara terencana,
terpadu dan menyeluruh
2. Faktor Pendorong
a. Tersedianya peraturan perundang-undangan PB;
b. Eksistensi kelembagaan BNPB yang setingkat menteri memungkinkan
akses koordinasi antar lembaga terkait menjadi lebih kuat;
c. Terbentuknya Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana di
Jakarta dan Malang yang siap 24 Jam;
d. Terbentuknya Tim Reaksi Cepat BNPB, 33 provinsi dan 127
kabupaten/kota dan telah mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas
sejak tahun 2010;
e. Terlaksananya inisiasi kerjasama dengan BNSP dalam pembentukan
Lembaga Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana (LSP-PB);
f. Adanya koordinasi dan sinkronisasi dalam penyelenggaraan
penanggulangan bencana bersama sektoral dan pemerintah daerah;
g. Tersedianya mekanisme pendanaan yang lebih fleksibel bagi
penyelenggaraan penanggulanan bencana;
h. Peningkatan kinerja pengelolaan keuangan dibuktikan dengan terus
meningkatnya alokasi anggaran BNPB yang diikuti dengan
peningkatan realisasi penyerapan anggaran yang terus meningkat;
i. Tersusunnya Masterplan Pengurangan Risiko Bencana Tsunami;
j. Terintegrasinya Pengurangan Risiko Bencana dalam Rencana Tata
Ruang;
k. BNPB telah memiliki Kajian Akademik Rencana Induk Penanggulangan
Bencana;
l. BNPB telah memiliki Indeks Rawan Bencana Indonesia;
m. BNPB telah memiliki Program Sekolah Aman dan Materi Ajar
Pendidikan Bencana;
n. BNPB sudah memiliki Peta Risiko Bencana di 33 Provinsi;
o. BNPB sudah memiliki Masterplan Pengurangan Risiko Bencana
Tsunami;
Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 45
p. Terselenggaranya Keterbukaan Informasi Publik sesuai Undang-
Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
dimana BNPB menerbitkan Perka Nomor 9 Tahun 2013 tentang
Pedoman Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID) di
Lingkungan BNPB;
q. Terlaksananya Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM (selama kurun
waktu 2009-2014, BNPB telah melaksanakan pelatihan peningkatan
kapasitas bagi 3.500 orang);
r. Pengalaman penanganan bencana diberbagai tempat di Indonesia
dapat menjadi referensi bagi kegiatan penyelenggaraan penanganan
bencana yang lebih baik;
s. Tersedianya perangkat Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) untuk
mendukung penyediaan data dan informasi PB.
t. Terbangunnya Pusdalops PB di Pusat dan daerah;
u. Selama 2008-2014, BNPB telah menyediakan dan mendistribusikan
logistik dan peralatan sebagai stok persediaan (buffer stock) bagi BPBD
di 33 provinsi dan 427 BPBD kabupaten/kota untuk kesiapsiagaan
dalam menghadapi bencana;
v. Tersedianya Fasilitas Pelatihan Penanggulangan Bencana;
w. BNPB telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di
bidang Penanggulangan Bencana (SKKNI PB);
x. BNPB telah memiliki Program Desa Tangguh Bencana.
Fungsi :
1) Perumusan dan penetapan
kebijakan penanggulangan bencana
dan penanganan pengungsi dengan
bertindak cepat dan tepat serta
efektif dan efisien
2) Pengkoordinasian pelaksanaan
kegiatan penanggulangan bencana
secara terencana, terpadu dan
menyeluruh
Permasalahan Faktor
Tugas dan Fungsi Perangkat
No Kebijakan RTRW dan KLHS
Daerah
Pelayanan Perangkat
Daerah
Pendorong Penghambat
I RTRW 1) Menetapkan pedoman dan Belum optimalnya upaya
pengarahan sesuai dengan penanganan
A Pola Ruang RTRW kebijakan Pemerintah Daerah kebencanaan yang
dan Badan Nasional komprehensif dan
kebijakan dan strategi pengembangan Penanggulangan Bencana multidimensi
kawasan rawan bencana alam meliputi : terhadap usaha penanggulangan memerlukan peran
bencana yang mencakup berbagai pihak, baik
pencegahan bencana, pemerintah, swasta
penanggulangan darurat, maupun masyarakat
a. pencegahan dan menyediakan jalur-jalur jalur evakuasi masih menjadi
rehabilitasi serta rekonstruksi
penanganan kawasan evakuasi terhadap ancaman satu dengan jalur tambang
secara adil dan setara
rawan bencana erupsi dan bencana erupsi dan banjir lahar sehingga banyak yang rusak
banjir lahar dingin gunung dingin gunung api
api
menghindari kawasan rawan Masih banyak masyarakat
bencana alam erupsi dan banjir yang tinggal di daerah rawan
lahar dingin gunung api sebagai bencana dan tidak mau di
kawasan terbangun relokasi
mengembangkan sistem kesadaran masyarakat
penanggulangan bencana yang belum semuanya terbangun
berbasis masyarakat
Struktur
B Ruang RTRW
Kebijakan pengembangan sistem jaringan 8) Melaksanakan kewajiban lain
prasarana wilayah lainnya sebagaimana sesuai dengan peraturan
dimaksud dalam Pasal 11 huruf e, berupa perundang-undangan
pengembangan jaringan evakuasi bencana,
fasilitas kesehatan, pendidikan, ekonomi dan
olahraga
1 mengembangkan jalur 1) Perumusan dan penetapan penetapan jalur evakuasi jalur evakuasi belum
evakuasi bencana kebijakan penanggulangan dengan mengoptimalkan ditetapkan dengan SK
bencana dan penanganan jaringan jalan yang ada dengan Bupati, kondisi jalur
pengungsi dengan bertindak menyiapkan konstruksi, sarana evakuasi belum memadai,
cepat dan tepat serta efektif dan prasarana lalu lintas (rambu rambu-rambu evakuasi
efisien lalu lintas, rambu evakuasi dan belum memadai
marka jalan) yang memadai;
3 mengembangkan sistem 3) Pelaksanaan tugas lain yang pemetaan jalur evakuasi terjadi kesemrawutan dalam
informasi tanggap bencana diberikan oleh Bupati sesuai bencana berdasarkan skema jalur2 evakuasi di beberapa
dengan tugas dan fungsinya arah evakuasi bencana. titik pertemuan
II KLHS
A Permasalahan
1 3 indikator sudah 1) Menetapkan pedoman dan Belum optimalnya upaya
dilaksanakan dan pengarahan sesuai dengan penanganan
tercapainya target nasional kebijakan Pemerintah Daerah kebencanaan yang
(SS) dan Badan Nasional komprehensif dan
Penanggulangan Bencana multidimensi
terhadap usaha penanggulangan memerlukan peran
2 1 indikator sudah bencana yang mencakup berbagai pihak, baik
dilaksanakan namun pencegahan bencana, pemerintah, swasta
belum mencapai target penanggulangan darurat, maupun masyarakat
nasional (SB) rehabilitasi serta rekonstruksi
secara adil dan setara
3 2 indikator yang belum
menjadi target RPJMD
tetapi telah mencapai target
TPB (TTC)
Isu strategis
Tujuan 1 : Pengentasan segala bentuk
kemiskinan
1 Masih adanya korban 3) Menyusun, menetapkan dan Meminimalisir korban meninggal Masih banyak masyarakat
meninggal, hilang dan menginformaskan peta rawan dengan pengetahuan dan yang tinggal di daerah rawan
terkena dampak akibat bencana pelatihan kepada masyarakat di bencana
bencana daerah rawan bencana
2 Belum lengkapnya Adanya Tim JITU PASNA yang Belum semua Tim JITU
pendataan kerugian terdiri dari PD terkait dalam Pasna terjun ke lapangan
ekonomi akibat bencana perhitungan kerusakann dan dalam perhitungan
kerugian kerusakan dan kerugian
3 Masih rendahnya lokasi 4) Menyusun dan menetapkan Sudah terbentuk Desa Tangguh Belum semua desa do
penguatan pengurangan prosedur tetap penanganan Bencana dari tahun 2014 daerah rawan bencana
risiko bencana daerah bencana dengandana dari APBN dan terbentuk menjadi Desa
melalui desa tangguh APBD Tangguh Bencana
bencana
4 Peningkatan kerentanan 5) Melaporkan penyelenggaraan Desa-desa rentan di Kabupaten Belum adanya kesadaran
adaptasi perubahan iklim penanggulangan bencana kepada Magelang ditinkatkan masyarakat terkait
pada 329 desa (88%) Bupati setiap bulan dalam kapasitasnya kerentanan di daerahnya
berada pada kategori agak kondisi normal dan setiap saat
rentan, 2 desa rentan dan 1 dalam kondisi darurat bencana
desa sangat rentan.
1 Perlunya meningkatkan 7) Mempertanggungjawabkan Tersedianya TEA sebagai upaya Belum memadainya sarana
sarana dan prasarana penggunaan anggaran yang penanganan pengungsi di prasarana evakuasi di
penanganan evakuasi diterima dari Anggaran daerah penyangga daerah penyangga
bencana Pendapatan dan Belanja Daerah
2 Perlunya menurunkan Penurunan Indeks Risiko Peningkatan kapasitas
indeks risiko bencana Bencana setiap tahunnya masyarakat, Penurunan
ditargetkan 15 % dalam kerentanan di daerah rawan
Dokumen RPB bencana belum maksimal
3 Belum adanya dokumen Telah tersusun Dokumen KRB Dokumen KRB 2017-2021
strategi pengurangan risiko 2017-2021, Dokumen RPB belum di legalkan, Perbup
bencana (PRB) 2018-2022 (Perbup No.48 tahun amanat Perda 3 Tahun 2014
2018), Perda no. 3 Tahun 2014, belum dilaksanakan
Perbup No. 18 Tahun 2016
4 Peningkatan risiko bencana 8) Melaksanakan kewajiban lain Peningkatan mitigasi bencana di Belum semua masyarakat di
alam banjir, kekeringan, sesuai dengan peraturan daerah rawan bencana daerah rawan bencana
longsor dan gunung berapi perundang-undangan mengetahui risiko bencana
di daerahnya
5 Sistem peringatan dini Peningkatan upaya sistem Terbatasnya pengetahuan
cuaca dan iklim serta peringatan dini dengan masyarakat terkait sistem
kebencanaan penyampaian informasi peringatan dini bencana
kebencanaan serta pemasangan
alat deteksi dini bencana
1 Masih adanya korban Fungsi : Meminimalisir korban meninggal Masih banyak masyarakat
meninggal, hilang dan dengan pengetahuan dan yang tinggal di daerah rawan
terkena dampak bencana pelatihan kepada masyarakat di bencana
daerah rawan bencana
2 Peningkatan kerentanan 1) Perumusan dan penetapan
adaptasi perubahan iklim kebijakan penanggulangan
pada 329 desa (88%) bencana dan penanganan
berada pada kategori agak pengungsi dengan bertindak
rentan, 2 desa rentan dan 1 cepat dan tepat serta efektif dan
desa sangat rentan efisien
Skenario dan
B Rekomendasi
Skenario :
Tujuan 1 : Pengentasan segala bentuk
kemiskinan
1 Masih adanya korban 3) Pelaksanaan tugas lain yang Meminimalisir korban meninggal Masih banyak masyarakat
meninggal, hilang dan diberikan oleh Bupati sesuai dengan pengetahuan dan yang tinggal di daerah rawan
terkena dampak akibat dengan tugas dan fungsinya pelatihan kepada masyarakat di bencana
bencana daerah rawan bencana
2 Belum lengkapnya Adanya Tim JITU PASNA yang Belum semua Tim JITU
pendataan kerugian terdiri dari PD terkait dalam Pasna terjun ke lapangan
ekonomi akibat bencana perhitungan kerusakann dan dalam perhitungan
kerugian kerusakan dan kerugian
4 Peningkatan kerentanan
adaptasi perubahan iklim
pada 329 desa (88%)
berada pada kategori agak
rentan, 2 desa rentan dan 1
desa sangat rentan.
5 Jasa ekosistem tata kelola
air dan banjir sebagian
besar di kelas sedang
70,26% yang berada di
kelas tinggi hanya 6,44%
sehingga rawan banjir pada
musim hujan dan rawan
kekeringan pada kemarau
Rekomendasi :
2 Menyusun pendataan Adanya Tim JITU PASNA yang Belum semua Tim JITU
kerugian ekonomi akibat terdiri dari PD terkait dalam Pasna terjun ke lapangan
bencana. perhitungan kerusakann dan dalam perhitungan
kerugian kerusakan dan kerugian
3 Meningkatkan lokasi Sudah terbentuk Desa Tangguh Belum semua desa di daerah
penguatan pengurangan Bencana dari tahun 2014 rawan bencana terbentuk
risiko bencana daerah dengandana dari APBN dan menjadi Desa Tangguh
sampai dengan 24%. APBD Bencana
4 Meningkatkan Peran pemerintah untuk Belum adanya peran dari
pertumbuhan desa tangguh pembentukan desa tangguh desa daerah rawan dan
bencana 23 desa. bencana dunia usaha dalam
pembentukan desa tangguh
bencana
6 Peningkatan ketahanan Sudah terbentuk Desa Tangguh Belum semua desa di daerah
masyarakat terhadap Bencana dari tahun 2014 rawan bencana terbentuk
perubahan iklim melalui dengandana dari APBN dan menjadi Desa Tangguh
desa Tangguh Bencana APBD Bencana
terutama pada kawasan
rawan bencana dan desa
yang memiliki indeks
kerentanan cukup rentan.
4.1.1. Tujuan
4.1 Tujuan dan
T
Ujuan merupakan
Sasaran Jangka
penjabaran/implementasi dari pernyataan
Menengah
misi dengan didasarkan pada isu–isu dan
Perangkat Daerah
analisisis strategik dan juga merupakan sesuatu
yang akan dicapai atau dihasikan pada jangka
waktu 1 s/d 5 tahunan. Tujuan ini tidak harus
dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus dapat
menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai dimasa mendatang.
Adapun tujuan pembangunan daerah dalam pencapaian Visi Misi
RPJMD Kabupaten Magelang 2019-2024 pada Renstra Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang tahun 2019-2024
adalah Meningkatkan Daya Saing Daerah yang berbasis pada potensi
lokal dengan tetap menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup.
4.1.2. Sasaran
Adapun sasaran pembangunan daerah dalam pencapaian Visi Misi
RPJMD Kabupaten Magelang 2019-2024 pada Renstra Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang tahun 2019-2024
adalah Meningkatnya kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana
dengan indikator sasran adalah Cakupan ketangguhan daerah dalam
penanggulangan bencana. Tujuan dan sasaran jangka menegah pelayanan
perangkat daerah dapat dilihat pada tabel 4.1.
Tabel 4.1
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Perangkat Daerah
Visi : Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Magelang Yang Sejahtera, Berdaya Saing dan Amanah (SEDAYA AMANAH)
Misi : Meningkatkan Daya Saing Daerah yang berbasis pada potensi lokal dengan tetap menjaga Kelestarian
Lingkungan Hidup
P
rogram merupakan kumpulan kegiatan
yang sistematis dan terpadu untuk
mendapatkan hasil, yang dilaksanakan oleh
satu atau beberapa instansi pemerintah
ataupun masyarakat yang dikoordinasikan
6.1. Pelayanan informasi oleh instansi pemerintah guna mencapai
rawan sasaran dan tujuan tertentu.
bencanaSumber Program dan kegiatan pembangunan
Daya Perangkat daerah Badan Penanggulangan Bencana
Daerah Daerah Kabupaten Magelang tahun 2019-
6.2. Pelayanan 2024 dirumuskan secara komprehensif
pencegahan dan dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan
kesiapsiagaan dan dinamika pembangunan selama lima
terhadap bencana tahun yang akan datang sesuai dengan
6.3. Pelayanan program pembangunan daerah dengan
penyelamatan dan mengaitkan pada misi pada RPJMD tahun
evakuasi korban 2019-2024 misi kedua ‘Meningkatkan daya
bencana saing daerah yang berbasis pada potensi
lokal dengan tetap menjaga kelestarian
lingkungan hidup” urusan ‘Kesatuan
Bangsa dan Politik Dalam Negeri” program “Penanggulangan Bencana”.
Penentuan program dan kegiatan tahun 2019 – 2024 dituangkan
dalam tabel 6.1 sebagai berikut dalam lampiran SIPPD (terlampir).
BPBD Kabupaten Magelang melaksanakan amanat dari PP nomor 2
Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal dan telah di jabarkan
dalam Permendagri no 101 tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan
Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Sub-Urusan bencana Daerah
Kabupaten/Kota.
Jenis pelayanan dasar sub-urusan bencana Daerah kabupaten/kota
meliputi:
1. Pelayanan informasi rawan bencana;
2. Pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana; dan
3. Pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana.
I
ndikator kinerja Perangkat Daerah BPBD
Kabupaten Magelang yang secara langsung
Kinerja
menunjukkan kinerja yang akan dicapai
Penyelenggara Urusan
Perangkat Daerah dalam lima tahun mendatang
sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian
tujuan dan sasaran RPJMD.
Indikator Kinerja Utama (IKU) Perangkat Daerah pada BPBD
Kabupaten Magelang adalah Cakupan ketangguhan daerah dalam
menghadapi bencana. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 7.1.
Tabel 7.1
Penetapan Indikator Kinerja Utama Perangkat Daerah BPBD
Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024
Tabel 7.2
Indikator Kinerja Perangkat Daerah yang Mengacu Tujuan dan Sasaran RPJMD
2 Cakupan
ketangguhan
daerah 61.8 62.89 65.84 68.6 71.04 73.78 73.78
42.03
menghadapi
bencana
(BPBD)
3 Cakupan
peningkatan
wawasan
kebangsaan NA 83.37 84.18 85.82 86.71 88 89.56 89.56
dan politik
masyarakat
(Kesbangpol)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
Meningkatnya Cakupan
daya saing ketentraman &
0 persen 81,39 persen 82,08 persen [Link] 83,56 persen [Link] 84,94 persen [Link] 86,24 persen [Link] 87,72 persen [Link] 87,72 persen [Link]
ekonomi ketertiban
daerah masyarakat
Meningkatnya Cakupan
kapasitas ketangguhan
masyarakat daerah 42,03 Persen 61,80 Persen 62,89 Persen [Link] 65,84 Persen [Link] 68,60 Persen [Link] 71,04 Persen [Link] 73,78 Persen [Link] 73,78 Persen [Link]
dlm mitigasi menghadapi
bencana bencana
Persentase
ketercapaian
Program Manajemen
pelayanan
Administrasi Pelayanan
[Link].2.1.7 umum dan 100 % 100 % 100 % [Link] 100 % [Link] 100 % [Link] 100 % [Link] 100 % [Link] 100 % [Link]
Umum dan Kepegawaian
kepegawaian
Perangkat Daerah
perangkat
daerah
BADAN BADAN
Pengelolaan Surat
1. Jumlah surat PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Menyurat, Kearsipan dan 2000 surat 2000 surat 2500 surat 40.000.000 3000 surat 40.000.000 3000 surat 40.000.000 3200 surat 40.000.000 3200 surat 40.000.000 16900 surat 200.000.000
yang dikelola BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Bahan Pustaka
(BPBD) (BPBD)
2. Jumlah arsip 26 dokumen 26 dokumen 26 dokumen 26 dokumen 52 dokumen 52 dokumen 78 dokumen 182 dokumen
yang dikelola arsip arsip arsip arsip arsip arsip arsip arsip
3. Jumlah bahan
100 Dokumen 100 Dokumen 100 Dokumen 100 Dokumen 110 Dokumen 120 Dokumen 100 Dokumen 630 Dokumen
pustaka yang
pustaka pustaka pustaka pustaka pustaka pustaka pustaka pustaka
dikelola
2. Jumlah
layanan
12 kali 12 kali 12 kali 12 kali 12 kali 12 kali 12 kali 72 kali
hubungan
layanan layanan layanan layanan layanan layanan layanan layanan
Masyarakat dan
keprotokolan
3. Jumlah
perjalanan dinas 44 kali 34 kali 35 kali 40 kali 40 kali 45 kali 45 kali 239 kali
luar daerah perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan
yang terlaksana
4. Jumlah rapat
koordinasi yang 19 kali rapat 30 kali rapat 30 kali rapat 30 kali rapat 30 kali rapat 30 kali rapat 30 kali rapat 180 kali rapat
diselengarakan
Pengadaan dan
Pengelolaan Perlengkapan 1. Jumlah paket BADAN BADAN
dan Peralatan Gedung pengadaan PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] 0 Almari besi 0 Almari besi 2 Almari besi 300.000.000 2 Almari besi 300.000.000 0 Almari besi 300.000.000 0 Almari besi 300.000.000 2 Almari besi 300.000.000 6 Almari besi [Link]
Kantor/Rumah perlengkapan BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Dinas/Gedung Pemerintah gedung kantor (BPBD) (BPBD)
Lainnya
2. Jumlah paket
pengadaan 0 Filling 0 Filling 2 Filling 2 Filling 2 Filling 2 Filling 2 Filling 10 Filling
perlengkapan kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet
gedung kantor
3. Jumlah paket
pengadaan
0 rak arsip 0 rak arsip 2 rak arsip 2 rak arsip 2 rak arsip 2 rak arsip 2 rak arsip 10 rak arsip
perlengkapan
gedung kantor
4. Jumlah paket
pengadaan
0 rak logistik 0 rak logistik 3 rak logistik 3 rak logistik 3 rak logistik 3 rak logistik 3 rak logistik 15 rak logistik
perlengkapan
gedung kantor
5. Jumlah paket
pengadaan 0 kursi eselon 0 kursi eselon 1 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 1 kursi eselon
perlengkapan 2 2 2 2 2 2 2 2
gedung kantor
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
6. Jumlah paket
pengadaan 0 kursi eselon 0 kursi eselon 3 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 3 kursi eselon
perlengkapan 3 3 3 3 3 3 3 3
gedung kantor
7. Jumlah paket
pengadaan 0 kursi eselon 0 kursi eselon 9 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 9 kursi eselon
perlengkapan 4 4 4 4 4 4 4 4
gedung kantor
8. Jumlah paket
pengadaan 0 set kursi 0 set kursi 2 set kursi 1 set kursi 0 set kursi 0 set kursi 1 set kursi 4 set kursi
perlengkapan tamu tamu tamu tamu tamu tamu tamu tamu
gedung kantor
9. Jumlah paket
0 unit mesin 0 unit mesin 1 unit mesin 0 unit mesin 0 unit mesin 0 unit mesin 1 unit mesin 2 unit mesin
pengadaan
pemotong pemotong pemotong pemotong pemotong pemotong pemotong pemotong
peralatan
rumput rumput rumput rumput rumput rumput rumput rumput
gedung kantor
10. Jumlah
paket
0 unit 0 unit 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 10 unit
pengadaan
komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC
peralatan
gedung kantor
11. Jumlah
paket
0 unit 0 unit 2 unit 2 unit 0 unit 0 unit 2 unit 6 unit
pengadaan
notebook notebook notebook notebook notebook notebook notebook notebook
peralatan
gedung kantor
12. Jumlah
paket
pengadaan 0 unit printer 0 unit printer 2 unit printer 2 unit printer 2 unit printer 2 unit printer 2 unit printer 10 unit printer
peralatan
gedung kantor
13. Jumlah
paket
0 unit 0 unit 0 unit 1 unit 0 unit 1 unit 0 unit 2 unit
pengadaan
handycame handycame handycame handycame handycame handycame handycame handycame
peralatan
gedung kantor
14. Jumlah
paket
0 Tripot 0 Tripot 0 Tripot 1 Tripot 0 Tripot 1 Tripot 0 Tripot 2 Tripot
pengadaan
screen screen screen screen screen screen screen screen
peralatan
gedung kantor
15. Jumlah
paket
0 unit 0 unit 0 unit 1 unit 0 unit 1 unit 0 unit 2 unit
pengadaan
wereless wereless wereless wereless wereless wereless wereless wereless
peralatan
gedung kantor
16. Jumlah
paket
pengadaan 0 unit UPS 0 unit UPS 2 unit UPS 2 unit UPS 2 unit UPS 2 unit UPS 2 unit UPS 10 unit UPS
peralatan
gedung kantor
17. Jumlah
paket
0 unit audio 0 unit audio 0 unit audio 0 unit audio 1 unit audio 0 unit audio 0 unit audio 1 unit audio
pengadaan
visual visual visual visual visual visual visual visual
peralatan
gedung kantor
18. Jumlah
paket
0 unit genset 0 unit genset 1 unit genset 0 unit genset 0 unit genset 0 unit genset 0 unit genset 1 unit genset
pengadaan
silent silent silent silent silent silent silent silent
peralatan
gedung kantor
Pemeliharaan
BADAN BADAN
Rutin/Berkala Gedung 1. Luas gedung
2046 meter 2046 meter 2046 meter 2046 meter 2046 meter 2046 meter 2046 meter 2046 meter PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Kantor/Rumah kantor yang 200.000.000 200.000.000 200.000.000 200.000.000 200.000.000 [Link]
persegi persegi persegi persegi persegi persegi persegi persegi BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Dinas/Gedung Pemerintah dipelihara
(BPBD) (BPBD)
Lainnya
2. Jumlah
kebutuhan Jasa 3 surat kabar 3 surat kabar 3 surat kabar 3 surat kabar 3 surat kabar 3 surat kabar 3 surat kabar 3 surat kabar
komunikasi,
3. Jumlah
1 rekening 2 rekening 2 rekening 2 rekening 2 rekening 2 rekening 2 rekening 2 rekening
kebutuhan Jasa
telepon telepon telepon telepon telepon telepon telepon telepon
komunikasi,
4. Jumlah
1 rekening 1 rekening 1 rekening 1 rekening 1 rekening 1 rekening 1 rekening 1 rekening
kebutuhan Jasa
faximile faximile faximile faximile faximile faximile faximile faximile
komunikasi,
5. umlah
kebutuhan Jasa 1 rekening air 1 rekening air 1 rekening air 1 rekening air 1 rekening air 1 rekening air 1 rekening air 1 rekening air
SDA,
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
6. Jumlah
3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening
kebutuhan Jasa
listrik listrik listrik listrik listrik listrik listrik listrik
Listrik
Pemeliharaan Peralatan
BADAN BADAN
dan Perlengkapan Gedung 1. Jumlah
PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Kantor/Rumah kendaraan dinas 2 unit truk 2 unit truk 2 unit truk 600.000.000 2 unit truk 600.000.000 2 unit truk 600.000.000 2 unit truk 600.000.000 2 unit truk 600.000.000 2 unit truk [Link]
BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Dinas/Gedung Pemerintah yang dipelihara
(BPBD) (BPBD)
Lainnya
2. Jumlah
kendaraan dinas 2 unit tangki 2 unit tangki 2 unit tangki 2 unit tangki 2 unit tangki 2 unit tangki 2 unit tangki 2 unit tangki
yang dipelihara
3. Jumlah
kendaraan dinas 7 unit mobil 7 unit mobil 7 unit mobil 7 unit mobil 7 unit mobil 7 unit mobil 7 unit mobil 7 unit mobil
yang dipelihara
4. Jumlah
12 unit sepeda 12 unit sepeda 12 unit sepeda 12 unit sepeda 12 unit sepeda 12 unit sepeda 12 unit sepeda 12 unit sepeda
kendaraan dinas
motor motor motor motor motor motor motor motor
yang dipelihara
5. Jumlah
8 unit 5 unit 6 unit 6 unit 6 unit 6 unit 6 unit 6 unit
peralatan yang
komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC
dipelihara
6. jumlah
4 unit mesin 4 unit mesin 4 unit mesin 4 unit mesin 4 unit mesin 4 unit mesin 4 unit mesin 4 unit mesin
peralatan yang
ketik ketik ketik ketik ketik ketik ketik ketik
dipelihara
7. jumlah
2 unit 2 unit 4 unit 4 unit 4 unit 4 unit 4 unit 4 unit
peralatan yang
notebook notebook notebook notebook notebook notebook notebook notebook
dipelihara
8. jumlah
peralatan yang 1 unit LCD 1 unit LCD 4 unit LCD 4 unit LCD 4 unit LCD 4 unit LCD 4 unit LCD 4 unit LCD
dipelihara
9. jumlah
peralatan yang 20 unit HT 1 unit HT 20 unit HT 20 unit HT 20 unit HT 20 unit HT 20 unit HT 20 unit HT
dipelihara
10. jumlah
peralatan yang 1 unit RIG 1 unit RIG 10 unit RIG 10 unit RIG 10 unit RIG 10 unit RIG 10 unit RIG 10 unit RIG
dipelihara
11. jumlah
peralatan yang 1 unit RPU 1 unit RPU 1 unit RPU 1 unit RPU 1 unit RPU 1 unit RPU 1 unit RPU 1 unit RPU
dipelihara
12. jumlah
peralatan yang 1 mesin fax 1 mesin fax 1 mesin fax 1 mesin fax 1 mesin fax 1 mesin fax 1 mesin fax 1 mesin fax
dipelihara
13. jumlah
2 unit camera 2 unit camera 2 unit camera 2 unit camera 2 unit camera 2 unit camera 2 unit camera 2 unit camera
peralatan yang
digital digital digital digital digital digital digital digital
dipelihara
14. jumlah
peralatan yang 4 unit UPS 0 unit UPS 4 unit UPS 4 unit UPS 4 unit UPS 4 unit UPS 4 unit UPS 4 unit UPS
dipelihara
15. jumlah
4 unit 0 unit 0 unit 0 unit 0 unit 0 unit 0 unit 4 unit
peralatan yang
stabliizer stabliizer stabliizer stabliizer stabliizer stabliizer stabliizer stabliizer
dipelihara
16. jumlah 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket
peralatan yang jaringan jaringan jaringan jaringan jaringan jaringan jaringan jaringan
dipelihara internet internet internet internet internet internet internet internet
17. jumlah
1 unit pesawat 1 unit pesawat 1 unit pesawat 1 unit pesawat 1 unit pesawat 1 unit pesawat 1 unit pesawat 1 unit pesawat
peralatan yang
telepon telepon telepon telepon telepon telepon telepon telepon
dipelihara
18. jumlah
peralatan yang 0 unit monitor 0 unit monitor 0 unit monitor 0 unit monitor 0 unit monitor 0 unit monitor 0 unit monitor 4 unit monitor
dipelihara
19. jumlah
peralatan yang 13 unit printer 13 unit printer 6 unit printer 6 unit printer 6 unit printer 6 unit printer 6 unit printer 13 unit printer
dipelihara
20. jumlah
peralatan yang 0 unit drone 0 unit drone 1 unit drone 1 unit drone 1 unit drone 1 unit drone 1 unit drone 1 unit drone
dipelihara
21. jumlah
peralatan yang 2 unit AC 10 unit AC 10 unit AC 10 unit AC 10 unit AC 10 unit AC 10 unit AC 10 unit AC
dipelihara
22. Jumlah
0 unit kursi 0 unit kursi 0 unit kursi 0 unit kursi 0 unit kursi 0 unit kursi 0 unit kursi 4 unit kursi
perlengkapan
putar putar putar putar putar putar putar putar
yang dipelihara
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
23. Jumlah
30 unit kursi 8 unit kursi 10 unit kursi 10 unit kursi 10 unit kursi 10 unit kursi 10 unit kursi 30 unit kursi
perlengkapan
staf staf staf staf staf staf staf staf
yang dipelihara
24. Jumlah
1 unit meja 1 unit meja 0 unit meja 0 unit meja 0 unit meja 0 unit meja 0 unit meja 1 unit meja
perlengkapan
kursi tamu kursi tamu kursi tamu kursi tamu kursi tamu kursi tamu kursi tamu kursi tamu
yang dipelihara
25. Jumlah
4 unit filling 3 unit filling 3 unit filling 3 unit filling 3 unit filling 3 unit filling 3 unit filling 4 unit filling
perlengkapan
kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet
yang dipelihara
26. Jumlah
2 unit almari 2 unit almari 0 unit almari 0 unit almari 0 unit almari 0 unit almari 0 unit almari 2 unit almari
perlengkapan
besi besi besi besi besi besi besi besi
yang dipelihara
27. Jumlah
2 unit almari 2 unit almari 2 unit almari 2 unit almari 2 unit almari 2 unit almari 2 unit almari 2 unit almari
perlengkapan
kayu kayu kayu kayu kayu kayu kayu kayu
yang dipelihara
28. Jumlah
perlengkapan 2 unit rak besi 2 unit rak besi 0 unit rak besi 0 unit rak besi 0 unit rak besi 0 unit rak besi 0 unit rak besi 2 unit rak besi
yang dipelihara
29. Jumlah
15 unit meja 0 unit meja 10 unit meja 10 unit meja 10 unit meja 10 unit meja 10 unit meja 10 unit meja
perlengkapan
1/2 biro 1/2 biro 1/2 biro 1/2 biro 1/2 biro 1/2 biro 1/2 biro 1/2 biro
yang dipelihara
30. Jumlah
5 unit meja 1 0 unit meja 1 5 unit meja 1 5 unit meja 1 5 unit meja 1 5 unit meja 1 5 unit meja 1 5 unit meja 1
perlengkapan
biro biro biro biro biro biro biro biro
yang dipelihara
Persentase
ketercapaian
perencanaan,
Program Perencanaan
evaluasi kinerja
[Link].2.1.8 Keuangan dan Evaluasi 100 % 100 % 100 % 90.000.000 100 % 90.000.000 100 % 90.000.000 100 % 90.000.000 100 % 90.000.000 100 % 450.000.000
OPD, dan
Kinerja Perangkat Daerah
keuangan
perangkat
daerah
BADAN BADAN
1. Jumlah
Penyediaan Jasa PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] kegiatan yang 38 kegiatan 38 kegiatan 22 kegiatan 60.000.000 23 kegiatan 60.000.000 22 kegiatan 60.000.000 23 kegiatan 60.000.000 22 kegiatan 60.000.000 23 kegiatan 300.000.000
Administrasi Keuangan BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
dikelola
(BPBD) (BPBD)
5 laporan SPJ 5 laporan SPJ 5 laporan SPJ 5 laporan SPJ 5 laporan SPJ 5 laporan SPJ 5 laporan SPJ 5 laporan SPJ
Fungsional, Fungsional, Fungsional, Fungsional, Fungsional, Fungsional, Fungsional, Fungsional,
2. Jumlah
Realisasi dan Realisasi dan Realisasi dan Realisasi dan Realisasi dan Realisasi dan Realisasi dan Realisasi dan
laporan
Progrnosis Progrnosis Progrnosis Progrnosis Progrnosis Progrnosis Progrnosis Progrnosis
keuangan yang
Akuntansi, Akuntansi, Akuntansi, Akuntansi, Akuntansi, Akuntansi, Akuntansi, Akuntansi,
tersusun
LRA, Neraca, LRA, Neraca, LRA, Neraca, LRA, Neraca, LRA, Neraca, LRA, Neraca, LRA, Neraca, LRA, Neraca,
CaLK CaLK CaLK CaLK CaLK CaLK CaLK CaLK
1. Jumlah
dokumen BADAN BADAN
Penyusunan Dokumen
Renstra PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Perencanaan Perangkat 1 Dokumen 1 Dokumen 0 Dokumen 10.000.000 0 Dokumen 10.000.000 0 Dokumen 10.000.000 0 Dokumen 10.000.000 1 Dokumen 10.000.000 2 Dokumen 50.000.000
Perangkat BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Daerah
Daerah yang (BPBD) (BPBD)
tersusun
2. Jumlah
dokumen Renja
Perangkat 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 12 Dokumen
Daerah yang
tersusun
2. Jumlah
2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 12 dokumen
dokumen
Monitoring Monitoring Monitoring Monitoring Monitoring Monitoring Monitoring Monitoring
pelaporan
PK, Evaluasi PK, Evaluasi PK, Evaluasi PK, Evaluasi PK, Evaluasi PK, Evaluasi PK, Evaluasi PK, Evaluasi
tribulanan yang
RKPD RKPD RKPD RKPD RKPD RKPD RKPD RKPD
tersusun
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
4. Jumlah
Dokumen Profil
Perangkat na Dokumen na Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen
Daerah yang
tersusun
2. Jumlah Daftar
Informasi Publik 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 6 Dokumen
yang tersusun
3. Jumlah
dokumen SP 0 Dokumen 0 Dokumen 1 Dokumen 0 Dokumen 0 Dokumen 0 Dokumen 1 Dokumen 2 Dokumen
yang tersusun
4. Jumlah
dokumen
Rencana Tindak
Pengendalian 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 6 Dokumen
yang tersusun
(RTP) dan
Evaluasi RTP)
1. Persentase
Pencegahan dan
Program Penanggulangan
[Link].2.1.23 kesiapsiagaan 22.31 % 31.45 % 34.4 % [Link] 41.39 % [Link] 48.38 % [Link] 55.38 % [Link] 62.90 % [Link] 62.90 % [Link]
Bencana
terhadap
bencana
2. Persentase
pelayanan
100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
penyelamatan
dan evakuasi
3. Persentase
pelaksanaan
85 % 85 % 85 % 85 % 85 % 85 % 85 % 85 %
rehabilitasi dan
rekonstruksi
4. Persentase
pelayanan
25,83 % 30,74 % 32,17 % 36,96 % 41,01 % 43,79 % 47,91 % 47,91 %
informasi rawan
bencana
BADAN BADAN
1. Jml peserta PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Mitigasi Bencana 800 peserta 500 peserta 500 peserta 467.704.400 500 peserta 467.704.400 500 peserta 467.704.400 500 peserta 467.704.400 500 peserta 467.704.400 3500 peserta [Link]
apel** BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
(BPBD) (BPBD)
2. Jumlah
dokumen
pemantauan 0 dokumen 0 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 5 dokumen
daerah rawan
bencana,
3. Jumlah Rakor
0 kali 2 kali 4 kali 4 kali 4 kali 4 kali 4 kali 22 kali
PRB**
4. Jumlah
30 kali 6 kali 6 kali 6 kali 6 kali 6 kali 6 kali 36 kali
sosialisasi***
5. Jumlah
Pemantauan
0 kali 10 kali 20 kali 20 kali 20 kali 20 kali 20 kali 110 kali
daerah rawan
bencana**
6. Jumlah
sosialisasi dan 0 kali 6 kali 6 kali 6 kali 6 kali 6 kali 6 kali 36 kali
gladi***
7. Jumlah
koordinasi luar 0 kali 0 kali 1 kali 2 kali 2 kali 2 kali 2 kali 9 kali
daerah
8. Jumlah
0 Unit 5 Unit 5 Unit 5 Unit 5 Unit 5 Unit 5 Unit 30 Unit
LEWS***
9. Jumlah
rambu/papan
0 buah 0 buah 25 buah 25 buah 25 buah 25 buah 25 buah 125 buah
informasi
bencana**
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
10. Jumlah
Kegiatan 0 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 12 Kali
lomba**
BADAN BADAN
1. Jumlah
Pelatihan pencegahan dan PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] peserta 100 orang 100 orang 100 orang 684.444.000 100 orang 684.444.000 100 orang 684.444.000 100 orang 684.444.000 100 orang 684.444.000 600 orang [Link]
mitigasi BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Pelatihan PB***
(BPBD) (BPBD)
2. Jumlah
Pembentukan 5 desa 5 desa 5 desa 5 desa 5 desa 5 desa 5 desa 30 desa
Destana***
3. jumlah
peserta simulasi
0 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 300 orang
PRB untuk
warga huntap**
4. Jumlah
peserta simulasi
0 orang 0 orang 200 orang 200 orang 200 orang 200 orang 200 orang 1000 orang
darurat
pelajar***
5. Jumlah
peserta latihan 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 300 orang
dan Gladi pelatihan pelatihan pelatihan pelatihan pelatihan pelatihan pelatihan pelatihan
evakuasi***
6. Jumlah
peserta latihan 50 orang gladi 80 orang gladi 80 orang gladi 80 orang gladi 80 orang gladi 80 orang gladi 80 orang gladi 480 orang
dan Gladi posko posko posko posko posko posko posko gladi posko
evakuasi***
7. Jumlah
peserta latihan 250 orang 300 orang 200 orang 200 orang 200 orang 200 orang 200 orang 1300 orang
dan Gladi gladi lapang gladi lapang gladi lapang gladi lapang gladi lapang gladi lapang gladi lapang gladi lapang
evakuasi***
8. Jumlah
pembentukan
3 pasang desa 0 pasang desa 1 pasang desa 2 pasang desa 2 pasang desa 2 pasang desa 1 pasang desa 8 pasang desa
desa
bersaudara***
9. Jumlah
pengembangan 0 3 pasang 0 3 pasang 3 3 pasang 3 3 pasang 3 3 pasang 3 3 pasang 3 3 pasang 15 3 pasang
desa desa desa desa desa desa desa desa desa
bersaudara***
2. Jumlah
0 unit backhoe 0 unit backhoe 1 unit backhoe 0 unit backhoe 0 unit backhoe 0 unit backhoe 0 unit backhoe 1 unit backhoe
peralatan PB**
3. Jumlah
0 unit trailer 0 unit trailer 1 unit trailer 0 unit trailer 0 unit trailer 0 unit trailer 0 unit trailer 1 unit trailer
peralatan PB**
5. Jumlah 0 set repeater 0 set repeater 1 set repeater 0 set repeater 1 set repeater 0 set repeater 1 set repeater 3 set repeater
peralatan PB** portable portable portable portable portable portable portable portable
6. Jumlah 0 set antena 0 set antena 1 set antena 0 set antena 1 set antena 0 set antena 1 set antena 3 set antena
peralatan PB** repeater repeater repeater repeater repeater repeater repeater repeater
7. Jumlah 0 set kabel 0 set kabel 1 set kabel 0 set kabel 1 set kabel 0 set kabel 1 set kabel 3 set kabel
peralatan PB** repeater repeater repeater repeater repeater repeater repeater repeater
9. Jumlah 0 unit gergaji 0 unit gergaji 2 unit gergaji 2 unit gergaji 2 unit gergaji 2 unit gergaji 2 unit gergaji 10 unit gergaji
peralatan PB** mesin mesin mesin mesin mesin mesin mesin mesin
10. Jumlah 0 set pompa 0 set pompa 0 set pompa 0 set pompa 1 set pompa 0 set pompa 0 set pompa 1 set pompa
peralatan PB** air air air air air air air air
11. Jumlah 0 set selang 0 set selang 0 set selang 0 set selang 1 set selang 0 set selang 0 set selang 1 set selang
peralatan PB** pompa air pompa air pompa air pompa air pompa air pompa air pompa air pompa air
13. Jumlah 0 unit gerobag 0 unit gerobag 0 unit gerobag 1 unit gerobag 0 unit gerobag 1 unit gerobag 0 unit gerobag 2 unit gerobag
peralatan PB** dorong dorong dorong dorong dorong dorong dorong dorong
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
15. Jumlah 0 set vertical 0 set vertical 1 set vertical 0 set vertical 1 set vertical 0 set vertical 1 set vertical 3 set vertical
peralatan PB** rescue rescue rescue rescue rescue rescue rescue rescue
16. Jumlah 0 unit motor 0 unit motor 3 unit motor 0 unit motor 0 unit motor 0 unit motor 3 unit motor 6 unit motor
peralatan PB** trail trail trail trail trail trail trail trail
0 set APD 0 set APD 60 set APD 60 set APD 60 set APD 60 set APD 60 set APD 300 set APD
(sepatu, helm, (sepatu, helm, (sepatu, helm, (sepatu, helm, (sepatu, helm, (sepatu, helm, (sepatu, helm, (sepatu, helm,
pakaian, pakaian, pakaian, pakaian, pakaian, pakaian, pakaian, pakaian,
17. Jumlah celana, celana, celana, celana, celana, celana, celana, celana,
APD** kacamata, kacamata, kacamata, kacamata, kacamata, kacamata, kacamata, kacamata,
sarung sarung sarung sarung sarung sarung sarung sarung
tangan, jas tangan, jas tangan, jas tangan, jas tangan, jas tangan, jas tangan, jas tangan, jas
hujan) hujan) hujan) hujan) hujan) hujan) hujan) hujan)
18. Jumlah
0 tangki air 0 tangki air 0 tangki air 1 tangki air 0 tangki air 0 tangki air 0 tangki air 1 tangki air
peralatan PB**
BADAN BADAN
1. jml media PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Manajemen Pusdalops PB 5 buah 5 buah 5 buah 655.000.000 5 buah 655.000.000 5 buah 655.000.000 5 buah 655.000.000 5 buah 655.000.000 5 buah [Link]
sosial** BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
(BPBD) (BPBD)
2. jml hari
365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 2190 hari
piket**
3. jml sistem
informasi 1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem
kebencanaan***
BADAN BADAN
1. Jumlah
Manajemen penanganan PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Fasilitasi DSP 0 kegiatan 2 kegiatan 2 kegiatan 254.142.000 2 kegiatan 254.142.000 2 kegiatan 254.142.000 2 kegiatan 254.142.000 2 kegiatan 254.142.000 12 kegiatan [Link]
Darurat Bencana BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
dan DTT**
(BPBD) (BPBD)
2. Jml
pengerahan
80 orang 80 orang 1350 orang 1350 orang 1350 orang 1350 orang 1350 orang 6590 orang
TRC dan
Relawan**
3. Jumlah hari
365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 2190 hari
piket TRC**
BADAN BADAN
Manajemen Logistik dan 1. jumlah paket PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] 2 paket 2 paket 3 paket 645.000.000 3 paket 645.000.000 3 paket 645.000.000 3 paket 645.000.000 3 paket 645.000.000 17 paket [Link]
peralatan bencana logistik BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
(BPBD) (BPBD)
2. jumlah
pengambilan 8 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 30 kali
logistik
3. jml
40 proposal 20 proposal 20 proposal 20 proposal 20 proposal 20 proposal 20 proposal 120 proposal
proposal**
4. Jml droping
150 tangki 500 tangki 300 tangki 300 tangki 300 tangki 300 tangki 300 tangki 2000 tangki
air
5. jumlah
distribusi 100 kali 100 kali 100 kali 100 kali 100 kali 100 kali 100 kali 600 kali
logistik
6. jumlah rapat
0 kali 2 kali 2 kali 2 kali 2 kali 2 kali 2 kali 12 kali
koordinasi
7. Jumlah
peralatan 7 unit genset 7 unit genset 7 unit genset 7 unit genset 7 unit genset 7 unit genset 7 unit genset 7 unit genset
kebencanaan**
8. Jumlah
4 unit pompa 4 unit pompa 4 unit pompa 4 unit pompa 4 unit pompa 4 unit pompa 4 unit pompa 4 unit pompa
peralatan
air air air air air air air air
kebencanaan**
9. Jumlah
7 unit 8 unit 8 unit 8 unit 8 unit 8 unit 8 unit 8 unit
peralatan
Chainsaw Chainsaw Chainsaw Chainsaw Chainsaw Chainsaw Chainsaw Chainsaw
kebencanaan**
10. Jumlah
2 unit Perahu 0 unit Perahu 0 unit Perahu 0 unit Perahu 0 unit Perahu 0 unit Perahu 0 unit Perahu 2 unit Perahu
peralatan
Karet Karet Karet Karet Karet Karet Karet Karet
kebencanaan**
11. Jumlah
2 unit lampu 4 unit lampu 4 unit lampu 4 unit lampu 4 unit lampu 4 unit lampu 4 unit lampu 4 unit lampu
peralatan
sorot sorot sorot sorot sorot sorot sorot sorot
kebencanaan**
12. Jumlah
peralatan 1 Unit Tandu 1 Unit Tandu 1 Unit Tandu 1 Unit Tandu 1 Unit Tandu 1 Unit Tandu 1 Unit Tandu 2 Unit Tandu
kebencanaan**
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
13. Jumlah
1 unit water 1 unit water 1 unit water 1 unit water 1 unit water 1 unit water 1 unit water 1 unit water
peralatan
treatment treatment treatment treatment treatment treatment treatment treatment
kebencanaan**
14. Jumlah
peralatan 4 unit velbed 4 unit velbed 4 unit velbed 4 unit velbed 4 unit velbed 4 unit velbed 4 unit velbed 4 unit velbed
kebencanaan**
15. Jumlah 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 6 Unit
peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan
kebencanaan** dapur umum dapur umum dapur umum dapur umum dapur umum dapur umum dapur umum dapur umum
16. Jumlah
4 Unit gas 6 Unit gas 6 Unit gas 6 Unit gas 6 Unit gas 6 Unit gas 6 Unit gas 6 Unit gas
peralatan
apar apar apar apar apar apar apar apar
kebencanaan**
BADAN BADAN
Pembangunan/Rehabilitasi Jumlah TEA yg PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] 0 unit 11 unit 0 unit 0 10 unit 0 0 unit 0 10 unit 0 0 unit 0 31 unit 0
TEA terbangun*** BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
(BPBD) (BPBD)
BADAN BADAN
Pengadaan tanah, huntara jumlah bidang PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] 0 bidang 9 bidang 10 bidang 650.000.000 10 bidang 650.000.000 10 bidang 650.000.000 10 bidang 650.000.000 10 bidang 650.000.000 59 bidang [Link]
dan huntap tanah BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
(BPBD) (BPBD)
Jumlah
dokumen PB
BADAN BADAN
(KRB, RPB,
Penyusunan Dokumen PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] PDRP, 2 Dokumen 1 Dokumen 2 Dokumen 125.000.000 2 Dokumen 75.000.000 2 Dokumen 125.000.000 2 Dokumen 125.000.000 2 Dokumen 125.000.000 11 Dokumen 575.000.000
Penanggulangan Bencana BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
RENKON,
(BPBD) (BPBD)
Amanat
perda)***
BADAN BADAN
Manajemen dan
1. jumlah PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] perencanaan 0 Rakor PB 5 Rakor PB 5 Rakor PB 150.000.000 5 Rakor PB 150.000.000 5 Rakor PB 150.000.000 5 Rakor PB 150.000.000 5 Rakor PB 150.000.000 30 Rakor PB 750.000.000
kegiatan** BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
penanggulangan Bencana
(BPBD) (BPBD)
4. jumlah
0 monev RPB 1 monev RPB 1 monev RPB 1 monev RPB 1 monev RPB 1 monev RPB 1 monev RPB 6 monev RPB
kegiatan**
5. Jumlah tim
0 orang 0 orang 20 orang 20 orang 20 orang 20 orang 20 orang 20 orang
pengarah PB**
2. jumlah
1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 6 dokumen
Dokumen*
BADAN BADAN
Jumlah
Penyusunan Dokumen PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] dokumen 0 dokumen 0 dokumen 0 dokumen 0 1 dokumen 50.000.000 0 dokumen 0 0 dokumen 0 0 dokumen 0 1 dokumen 50.000.000
Kajian Risiko Bencana BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
KRB***
(BPBD) (BPBD)
BADAN BADAN
Komunikasi, informasi
1. Jumlah PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] dan edukasi rawan 30 kali 6 kali 5 kali 76.345.600 6 kali 76.345.600 6 kali 76.345.600 6 kali 76.345.600 6 kali 76.345.600 35 kali 381.728.000
sosialisasi*** BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
bencana
(BPBD) (BPBD)
2. Jumlah rambu
0 buah 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 300 buah
evakuasi**
3. Jumlah
penyebarluasan
informasi 0 kali 10 kali 10 kali 10 kali 10 kali 10 kali 10 kali 60 kali
penanggulangan
bencana***
4. Jumlah Rakor
kasi kesra dan 12 kali 6 kali 2 kali 3 kali 3 kali 3 kali 3 kali 20 kali
trantib**
5. Jumlah studi
komparasi kasi
1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 5 kali
trantib dan
kesra