0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan111 halaman

Renstra Penanggulangan Bencana Magelang

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 berisi rencana strategis BPBD untuk 5 tahun kedepan dalam rangka penanggulangan bencana, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui program dan kegiatan strategis yang diintegrasikan dengan rencana pembangunan daerah. Dokumen ini merupakan pedoman kerja BPBD dan komitmen dalam mendukung pembangunan daerah sesuai RPJMD Kabupaten Magelang

Diunggah oleh

Silvi Ana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan111 halaman

Renstra Penanggulangan Bencana Magelang

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 berisi rencana strategis BPBD untuk 5 tahun kedepan dalam rangka penanggulangan bencana, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui program dan kegiatan strategis yang diintegrasikan dengan rencana pembangunan daerah. Dokumen ini merupakan pedoman kerja BPBD dan komitmen dalam mendukung pembangunan daerah sesuai RPJMD Kabupaten Magelang

Diunggah oleh

Silvi Ana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR GAMBAR iii
DAFTAR TABEL iv
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Landasan Hukum 4
1.3 Maksud dan Tujuan 6
1.4 Sistematika Penulisan 7

BAB II : GAMBARAN PELAYANAN SKPD


2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organiasi PD 11
2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah 16
2.2.1 Sumber Daya Manusia 16
2.2.2 Sarana dan Prasarana 17
2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah 20
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan 25
Pelayanan PD

BAB III : PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PD


3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas 37
dan Fungsi Pelayanan PD
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Bupati dan 40
Wakil Bupati Terpilih
3.3 Telaahan Renstra Kementrian/Lembaga dan 44
Renstra PD Provinsi
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan 50
KLHS pada RPJMD
3.5 Penentuan Isu-isu Strategis 70

BAB IV : TUJUAN DAN SASARAN


4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah PD 73

BAB V : STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 74

BAB VI : RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN,


SERTA PENDANAAN INDIKATIF 76

BAB VII : KINERJA PENYELENGGARAAN URUSAN 79

BAB VII : PENUTUP 81

LAMPIRAN

ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Keterkaitan antar dokumen perencanaan 4
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Unsur Pelaksana Badan 13
Penanggulangan Bencana Daerah
Gambar 3.1 Sistem Penanggulangan Bencana 38
Gambar 3.2 Risiko Bencana Banjir 53
Gambar 3.3 Risiko Bencana Banjir Bandang 54
Gambar 3.4 Risiko Bencana Cuaca Ekstrim 54
Gambar 3.5 Risiko bencana Gempa Bumi 55
Gambar 3.6 Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan 56
Gambar 3.7 Risiko Bencana Kekeringan 56
Gambar 3.8 Risiko Bencana Letusan Gunung Api 57
Gambar 3.9 Risiko Bencana Tanah Longsor 58
Gambar 3.10 Peta Kerentanan Iklim Kabupaten Magelang 58

iii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Jumlah Kebutuhan Pegawai BPBD Kabupaten 16
Magelang
Tabel 2.2 Daftar Sarana dan Prasarana kedinasan umun 18
tahun 2018
Tabel 2.3 Daftar sarana dan prasarana BPBD Kabupaten 18
Magelang tahun 2014
Tabel 2.4 Data Kejadian Bencana di Kabupaten Magelang 21
Tabel 2.5 Pencapaian Kinerja Pelayanan PD Badan 22
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Magelang
Tabel 2.6 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Palayanan PD 24
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Magelang Tahun 2014-2018
Tabel 2.7 Hasil Telaahan Struktur Ruang Wilayah Kabupaten 31
Magelang PD Badan Penanggulangan Bencana
Daerah
Tabel 2.8 Hasil Telaahan Pola Ruang Wilayah Kabupaten 32
Magelang PD Badan Penanggulangan Bencana
Daerah
Tabel 2.9 Hasil Analisa Dokumen KLHS Kabupaten Magelang 34
PD Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Tabel 3.1 Pemetaan Masalah Pelayanan PD 40
Tabel 3.2 Telaah Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil 42
Bupati
Tabel 3.3 Telaah Renstra K/L dan Renstra PD Provinsi 48
Tabel 3.4 Tingkat Kerentanan terhadap Perubahan Iklim di 59
Kabupaten Magelang
Tabel 3.5 Telaahan RTRW dan KLHS pada RPJMD 60
Tabel 4.1 Tujuan dan Sasaran jangka menengah pelayanan PD 73
Tabel 5.1 Tujuan, Sasaran, strategi dan Kebijakan 75
Tabel 6.1 Rencana Program, Kegiatan, dan Pendanaan 77
Perangkat Derah BPBD Kabupaten Magelang Tahun
2019-2024
Tabel 7.1 Penetapan Indikator Kinerja Utama PD BPBD 79
Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024
Tabel 7.2 Indikator Kinerja PD yang mengacu tujuan dan 80
sasaran RPJMD

iv
1.1 Latar Belakang

R
encana Strategis Perangkat Daerah yang
selanjutnya disingkat dengan Renstra
1.1 Latar Perangkat Daerah adalah dokumen
Belakang perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 5
1.2 Landasan (lima) tahun. Renstra Perangkat Daerah sesuai
Hukun
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun
1.3 Maksud dan
Tujuan 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian
dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara
1.4 Sistematika Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang
Penulisan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah,
serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
Rencana Strategis Perangkat Daerah memuat tujuan, sasaran,
program, dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan Urusan
cPemerintahan Wajib dan/atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan
tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah, yang disusun berpedoman
kepada RPJMD dan bersifat indikatif.
Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsep perangkat
daerah menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan
sasaran serta rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber daya –
sumber daya perangkat daerah secara efektif
Terdapat beberapa hal yang menunjukkan pentingnya suatu
Perencanaan Strategis, yakni adalah :
1. Perencanaan strategis memberikan kerangka dasar, dalam semua
bentuk-bentuk perencanaan lainnya yang harus di ambil.
2. Pemahaman terhadap perencanaan strategis akan mempermudah
pemahaman bentuk-bentuk perencaaan lainnya.
3. Perencanaan strategi memungkinkan pimpinan mempersiapkan diri
terhadap kemungkinan terjadinya perubahan pada lingkungan
organisasinya.
Pemerintah Kabupaten Magelang melalui BPBD Kabupaten Magelang
perlu menyusun rencana strategis dalam penyelenggaraan penanggulangan
bencana yang komprehensif. Hal inilah yang kemudian menjadikan
pertimbangan untuk memperkuat serta meningkatkan kapasitas para
pemangku kepentingan penanggulangan bencana di Kabupaten Magelang
untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 1


melalui berbagai program dan kegiatan strategis. Program dan kegiatan
BPBD Kabupaten Magelang disusun dengan mengintegrasikan dengan
rencana pembangunan daerah melalui sasaran strategis yang terukur untuk
5 (lima) tahun kedepan dalam bentuk Renstra Perangkat Daerah
Renstra BPBD Kabupaten Magelang tahun 2019-2024 merupakan
dokumen resmi yang disusun BPBD Kabupaten Magelang yang dijadikan
pedoman dan arah penyelenggaraan penanggulangan bencana. Dokumen
renstra BPBD Kabupaten Magelang berisi tentang upaya yang akan
dilakukan untuk mencapai tujuan selama 5 (lima) tahun kedepan. Upaya
tersebut diwujudkan dalam pentahapan capaian pertahun, sehingga kinerja
terukur secara periodik, dievaluasi serta dapat dilakukan perbaikan dalam
pencapaian tujuan akhir.
Renstra BPBD Kabupaten Magelang merupakan bentuk komitmen
BPBD Kabupaten Magelang dalam penyelenggaraan penanggulangan
bencana di Kabupaten Magelang sekaligus wujud dan peran serta BPBD
Kabupaten Magelang dalam pelaksanaan pembangunan daerah yang telah
ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Magelang Tengah 2019 – 2024.
Dokumen Renstra BPBD Kabupaten Magelang menjadi pedoman dalam
pengambilan keputusan baik dalam perencanaa, penganggaran, pengawasan
serta evaluasi kinerja.
Renstra Perangkat Daerah disusun untuk dijadikan acuan dan
pedoman dalam pelaksanaan pembangunan dan menentukan langkah
kebijakan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran program sesuai
dengan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Magelang terpilih periode 5
(lima) tahun ke depan yakni tahun 2019-2024. Renstra periode 2019 – 2024
menyajikan agenda utama kegiatan BPBD Kabupaten Magelang dalam
mengantisipasi perubahan lingkungan strategis baik di tingkat lokal,
nasional maupun internasional, menjamin kontinuitas dan konsistensi
program/kegiatan sekaligus menjaga fokus sasaran yang akan dicapai
selama lima tahun.
Proses Penyusunan Renstra BPBD Kabupaten Magelang berdasarkan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 diawali dengan
pembentukan Tim Penyusun Renstra PD, orientasi mengenai Renstra PD,
penyusunan agenda kerja Tim Renstra PD, penyiapan data dan informasi
perencanaan perencanaan pembangunan daerah berdasarkan SIPD;
pengolahan data dan informasi, penelaahan hasil evaluasi rencana
pembangunan dan penelaahan dokumen rencana pembangunan lainnya.
Tim Penyusun Renstra PD dipersiapkan oleh Kepala Perangkat Daerah dan
diusulkan kepada Kepala Daerah untuk ditetapkan dengan surat keputusan
Kepala Daerah.
Orientasi Renstra digunakan untuk menyamakan persepsi dan
memberikan pemahaman terhadap berbagai peraturan perundang-undangan
berkaitan dengan perencanaan pembangunan nasional dan daerah,
keterkaitan dengan dokumen perencanaan lainnya, teknis penyusunan
dokumen, menganalisis serta menginterpretasikan data dan informasi
Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 2
perencanaan pembangunan daerah yang diperlukan dalam penyusunan
Renstra PD. Penyusunan agenda kerja Tim Renstra PD digunakan untuk
membantu koordinasi dan integrasi antara proses penyusunan renstra PD
dengan penyusunan RPJMD. Data dan informasi merupakan unsur penting
dalam perumusan rencana yang akan menentukan kualitas dokumen
rencana pembangunan, oleh karena itu sangat diperlukan data dan informasi
yang akurat, relevan serta akuntabel.
Renstra Perangkat Daerah disusun dengan tahapan: persiapan
penyusunan; penyusunan rancangan awal; penyusunan rancangan,
pelaksanaan forum Perangkat Daerah/lintas Perangkat Daerah; perumusan
rancangan akhir; dan penetapan. Renstra BPBD Kabupaten Magelang
mengakomodir Standar Pelayanan Minimal sesuai dengan amanat Peraturan
Presiden Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal dan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 101 Tahun 2018 tentang Standar
Teknis Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Sub-Urusan
Bencana Daerah Kabupaten/Kota
Keterkaitan Renstra BPBD Kabupaten Magelang dengan dokumen
perencanaan lain dapat digambarkan dalam bagan alir sebagai berikut:

Gambar 1.1

Keterkaitan Antar Dokumen Perencanaan

Renstra BPBD Kabupaten Magelang tahun 2019 - 2024 merupakan


bagian integral dari RPJMD Kabupaten Magelang tahun 2019 - 2024 yang
pelaksanaannya akan dijabarkan didalam Rencana Kerja BPBD Kabupaten
Magelang setiap tahun mulai tahun 2019 sampai dengan tahun 2024.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 3


1.2 Landasan Hukum
Renstra BPBD Kabupaten Magelang disusun berdasarkan kepada
Undang-undang dan Peraturan Perundang-undangan lainnya yang berlaku,
antara lain adalah :
1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-
Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 42);
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4421);
3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025; (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4700);
4. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan
Bencana
5. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 12
sub urusan bahwa penanggulangan bencana merupakan sub urusan
Pemerintahan bidang ketentraman dan ketertiban umum serta
perlindungan masyarakat yang masuk dalam urusan Pemerintahan
Wajib.
7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata
Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah (Lembaran negara Republik Indonesia Tahun
2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4817);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan
Penanggulangan Bencana, Pasal 6 ayat 5 dan ayat 6, mengatur rencana
penanggulangan bencana ditetapkan oleh pemerintah atau pemerintah
daerah sesuai dengan kewenangannya untuk jangka waktu 5 (lima)
tahun, dan dapat ditinjau secara berkala setiap 2 (dua) tahun atau
sewaktu-waktu apabila terjadi bencana;
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2016
tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 228,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5941).

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 4


10. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan
Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 2,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6178);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019
Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6322).
12. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3).
13. Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan
Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 136).
14. Permendagri No. 86 tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan,
Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi
Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah,
Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 98 Tahun 2018 tentang Sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Berita Negara Tahun 2018 Nomor .
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2018 tentang
Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Berita Negara Tahun 2018
Nomor 1540).
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 101 Tahun 2018 tentang
Standar Teknis Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Sub-
Urusan Bencana Daerah Kabupaten/Kota;
18. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 4
Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan
Bencana
19. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2005 – 2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun
2008 Nomor 3 Seri E Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi
Jawa Tengah Nomor 9);
20. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029
(Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010 Nomor 6,
Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 28).
21. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2009 tentang
Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Provinsi Jawa Tengah;
22. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2019 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 5


Tengah Tahun 2018-2023 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2019 Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 110).
23. Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 7 Tahun 2008 tentang
Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Magelang
(Lembaran Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2008 Nomor 7).
24. Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 1 Tahun 2009 tentang
Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah
Kabupaten Magelang Tahun 2009 Nomor 1).
25. Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 3 Tahun 2011 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Magelang (Lembaran Daerah Kabupaten Magelang Tahun
2011 Nomor 3);
26. Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 5 Tahun 2011 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Magelang 2010-2030
(Lembaran Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2011 Nomor 5).
27. Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 19 Tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Magelang
(Lembaran Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2016 Nomor 19,
Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Magelang Nomor 32).
28. Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 5 Tahun 2019 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Magelang
Tahun 2019-2024 (lembaran Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2019
Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Magelang Nomor 65);
29. Peraturan Bupati Magelang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Rincian
Tugas Pokok dan Fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(Berita Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2011 Nomor 980);
30. Peraturan Bupati Magelang Nomor 46 Tahun 2018 tentang Kajian Risiko
Bencana Kabupaten Magelang Tahun 2017-2021);
31. Peraturan Bupati Magelang Nomor 48 Tahun 2018 tentang Rencana
Penanggulangan Bencana Kabupaten Magelang Tahun 2018-2022
(Berita Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2018 Nomor 48);
32. Peraturan Bupati Magelang Nomor 26 Tahun 2019 tentang Penetapan
Rencana Strategis Perangkat Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2019-
2024 (Berita Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2019 Nomor 26).

1.3. Maksud dan Tujuan


Maksud Penyusunan Rencana Strategis BPBD Kabupaten Magelang
Tahun 2019 – 2024 adalah untuk :
1. Menjamin berlangsungnya keterkaitan dan konsistensi antara
perencanaan, penganggaran, pelaksanaan pengendalian, pelaporan dan
pengawasan di BPBD Kabupaten Magelang pada setiap tahun anggaran
selama 5 (lima) tahun ke depan;
2. Memberikan arah bagi perencanaan dalam jangka lima tahun ke depan;

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 6


3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi antar dokumen
perencanaan;
4. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efektif, efisien,
dan berkelanjutan;
5. Memberikan indikator untuk melakukan evaluasi kinerja pembangunan
daerah.
Tujuan dibuatnya Rencana Strategis BPBD Kabupaten Magelang
Tahun 2019 – 2024 adalah untuk :
1. Tersedianya dokumen perencanaan jangka menengah yang merupakan
penjabaran visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Magelang terpilih untuk
mewujudkan keadaan yang diinginkan selama periode 5 (lima) tahun
mendatang;
2. Sebagai pedoman/acuan dalam penyusunan Rencana Kerja (RENJA)
tahunan BPBD Kabupaten Magelang.

1.4. Sistematika Penulisan


Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun
2017, sistematika penulisan Rencana Strategis BPBD Kabupaten Magelang
Tahun 2019 – 2024 adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra PD,
fungsi Renstra PD dalam penyelenggaraan pembangunan
daerah, proses penyusunan Renstra PD, keterkaitan
Renstra PD dengan RPJMD, Renstra K/L dan Renstra
provinsi/kabupaten/kota, dan dengan Renja PD.
1.2 Landasan Hukum
Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan
pemerintah, peraturan daerah, dan ketentuan peraturan
lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi,
tugas dan fungsi, kewenangan PD, serta pedoman yang
dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan
penganggaran PD.
1.3 Maksud dan Tujuan
Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari
penyusunan Renstra PD.
1.4 Sistematika Penulisan
Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra
PD, serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH


Memuat informasi tentang peran (tugas dan fungsi) PD dalam
penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas
secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki PD dalam

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 7


penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan
capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui
pelaksanaan Renstra PD periode sebelumnya, mengemukakan
capaian program prioritas PD yang telah dihasilkan melalui
pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas
hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai
perlu diatasi melalui Renstra PD ini.
2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat
Daerah
Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum
pembentukan PD, struktur organisasi PD, serta uraian
tugas dan fungsi sampai dengan eselon di bawah kepala
PD. Uraian tentang struktur organisasi PD ditujukan
untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil, dan
tata laksana PD (proses, prosedur, mekanisme).
2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah
Memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya
yang dimiliki PD dalam menjalankan tugas dan
fungsinya, mencakup sumber daya manusia,
asset/modal, dan unit usaha yang masih operasional.
2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja PD
berdasarkan sasaran/target Renstra PD periode
sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib
pelayanan dasar, dan/atau indikator pelayanan PD,
dan/atau indikator lainnya seperti SDG’s atau indikator
yang telah diratifikasi oleh pemerintah.
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan
Perangkat Daerah
Bagian ini mengemukakan hasil analisis terhadap
Renstra K/L dan Renstra PD provinsi, hasil telaahan
terhadap RTRW, dan hasil analisis terhadap KHS KLHS
yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi
pengembangan pelayanan PD pada lima tahun
mendatang. Bagian ini mengemukakan macam
pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan
arahan lokasi pengembangan pelayanan yang
dibutuhkan.

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU – ISU STRATEGIS PERANGKAT


DAERAH
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan
Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah
Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 8


permasalahan pelayanan PD beserta faktor-faktor yang
mempengaruhinya.
3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil
Bupati Terpilih
Pada bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan
fungsi PD yang terkait dengan visi, misi, serta program
Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Selanjutnya
berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan PD,
dipaparkan apa saja faktor-faktor penghambat dan
pendorong pelayanan PD yang dapat mempengaruhi
pencapaian visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati.
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi
Bagian ini menjelaskan faktor penghambat atau
pendorong dari pelayanan PD yang mempengaruhi
permasalahan PD ditinjau dari sasaran jangka menengah
Renstra K/L ataupun Renstra PD provinsi.
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan KLHS pada
RPJMD
Pada bagian ini dikemukakan apa saja faktor-faktor
penghambat dan pendorong dari pelayanan PD yang
mempengaruhi pelayanan PD ditinjau dari implikasi
RTRW dan KLHS pada RPJMD.
3.5 Penentuan Isu – Isu Strategis
Pada bagian ini direviu kembali faktor-faktor dari
pelayanan PD yang mempengaruhi permasalahan
pelayanan PD ditinjau dari gambaran pelayanan PD,
sasaran jangka menengah pada Renstra K/L, sasaran
jangka menengah dari Renstra PD provinsi, imlikasi
RTRW dan KLHS bagi pelayanan PD. Selanjutnya
dikemukakan metode penentuan isu-isu strategis dan
hasil penentuan isu-isu strategis sehingga diperoleh
informasi tentang apa saja isu strategis yang akan
ditangani melalui Renstra PD.

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN


4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat
Daerah
Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan
tujuan dan sasaran jangka menengah PD.

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN


Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan strategi
dana rah kebijan PD dalam lima tahun mendatang.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 9


BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN
Bab ini memuat rencana program dan kegiatan, indikator
kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatifnya.
Penentuan program dan kegiatan harus selaras dengan tujuan
dan sasaran yang akan dicapai.

BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN


Bab ini memuat indikator kinerja PD yang secara langsung
menunjukkan kinerja yang akan dicapai PD dalam lima tahun
mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian
sasaran RPJMD. Pada ban ini juga memuat Indikator Kinerja
Utama (IKU) PD. Selain IKU PD, juga ditetapkan indikator
kinerja penyelenggaraan bidang urusan masing-masing PD
yang merujuk pada indikator program.

BAB VIII PENUTUP


Pada bab ini berisikan catatan penting yang perlu mendapat
perhatian, baik dalam rangka pelaksanaan maupun
seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan
kebutuhan, kaidah-kaidah pelaksanaan, serta rencana tindak
lanjut.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 10


2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
Perangkat Daerah

D
alam Peraturan Pemerintah Nomor 18
2.1. Tugas, Fungsi Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah
dan Struktur belum mengatur tentang gambaran umum
tentang kewenangan Badan Penanggulangan
Organisasi
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang
Perangkat
yang masuk dalam kewenangan Bupati Magelang
Daerah
dan gambaran umum permasalahan yang
2.2. Sumber Daya
dihadapi BPBD Kabupaten Magelang yang masuk
Perangkat
dalam tugas pokok dan fungsi BPBD Kabupaten
Daerah
Magelang. Pembentukan BPBD masih mengacu
2.3. Kinerja
pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007
Pelayanan
tentang Penanggulangan Bencana.
Perangkat
Untuk memudahkan pemahaman atas isi
Daerah
dari gambaran umum kewenangan BPBD
2.4. Tantangan dan
Kabupaten Magelang berdasarkan Peraturan
Peluang
Daerah Kabupaten Magelang Nomor 3 tahun
Pengembangan
2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan
Pelayanan
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Perangkat
Magelang, mempunyai Tugas dan Fungsi sebagai
Daerah berikut
1. Tugas Pokok
a. menetapkan pedoman dan pengarahan
sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah dan Badan Nasional
Penanggulangan Bencana terhadap usaha penanggulangan bencana
yang mencakup pencegahan bencana, penanggulangan darurat,
rehabilitasi serta rekonstruksi secara adil dan setara;
b. menetapkan standarisasi serta kebutuhan penyelenggaraan
penanggulangan bencana berdasarkan peraturan perundang-
undangan;
c. menyusun, menetapkan dan menginformaskan peta rawan bencana;
d. menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanganan bencana;
e. melaporkan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada
Bupati setiap bulan dalam kondisi normal dan setiap saat dalam
kondisi darurat bencana;
f. mengendalikan pengumpulan dan penyaluran uang dan barang;

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 11


g. mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang diterima dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah; dan
h. melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.
2. Fungsi
a. perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan bencana dan
penanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat serta efektif
dan efisien; dan
b. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana
secara terencana, terpadu dan menyeluruh.
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unsur Pelaksana Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang berdasarkan
Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 3 Tahun 2011 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Magelang, terdiri atas :
1. Kepala Pelaksana
2. Sekretariat Unsur Pelaksana, terdiri dari :
a. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi
b. Subbagian Umum dan Kepegawaian
c. Subbagian Keuangan
3. Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, terdiri dari :
a. Seksi Pencegahan
b. Seksi Kesiapsiagaan
4. Bidang Kedaruratan dan Logistik, terdiri dari :
a. Seksi Kedaruratan
b. Seksi Logistik
5. Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, terdiri dari :
a. Seksi Rehabilitasi
b. Seksi Rekonstruksi

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 12


Gambar 2.1.

STRUKTUR ORGANISASI UNSUR PELAKSANA


BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH
KABUPATEN MAGELANG
KEPALA PELAKSANA

KEPALA SEKRETARIAT

KELOMPOK JABATAN KASUBBAG


KASUBBAG KASUBBAG UMUM DAN
FUNGSIONAL
PERENCANAAN KEUANGAN KEPEGAWAIAN

KABID PENCEGAHAN KABID KEDARUATAN KABID REHABILITASI


DAN KESIAPSIAGAAN DAN LOGISTIK DAN REKONSTRUKSI

KASI KASI KASI


PENCEGAHAN KEDARURATAN REHABILITASI

KASI KASI KASI


KESIAPSIAGAAN LOGISTIK REKONSTRUKSI

SATUAN TUGAS

Rincian tugas jabatan struktural pada BPBD Kabupaten Magelang


sebagai berikut :

1. Kepala Pelaksana BPBD


Tugas Pokok :
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah
mempunyai tugas memimpin penyusunan dan pelaksanaan kebijakan
spesifik daerah di bidang penanggulangan bencana meliputi prabencana,
saat tanggap darurat dan pascabencana secara terintegrasi.
Rincian Tugas :
a. Mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis,
pedoman teknis maupun pedoman pelaksanaan lainnya yang
berhubungan dengan tugasnya.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 13


b. Menyusun kebijakan penyelenggaraan urusan dan kewenangan
daerah di bidang penanggulangan bencana.
c. Menetapkan rencana strategis jangka panjang, menengah maupun
jangka pendek.
d. Menetapkan pedoman pelaksanaan dan pedoman teknis di bidang
penanggulangan bencana.
e. Membina dan menyelenggarakan pengawasan teknis di bidang
penanggulangan bencana.
f. Mengendalikan dan mengawasi perizinan, rekomendasi dan
pelayanan umum di bidang penanggulangan bencana.
g. Mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan urusan dan
kewenangan daerah di bidang penanggulangan bencana.
h. Melaksanakan tugas lain yang dibenarkan oleh pimpinan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.

2. Kepala Sekretariat
Tugas Pokok :
Kepala Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan tugas membantu
Kepala Pelaksana dalam mengkoordinasikan perencanaan, pembinaan
dan pengendalian terhadap program, administrasi dan sumber daya
serta kerjasama.
Uraian Tugas :
a. Mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis,
pedoman teknis maupun pedoman pelaksanaan lainnya yang
berhubungan dengan tugasnya.
b. Melakukan pengkoordinasian, sinkronisasi dan integrasi program
perencanaan dan perumusan kebijakan di lingkungan BPBD.
c. Melakukan pembinaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan,
hukum dan peraturan perundang-undangan, organisasi, tatalaksana,
peningkatan kapasitas sumber daya manusia, keuangan,
perlengkapan dan rumah tangga.
d. Melakukan fasilitasi pelaksanaan tugas dan fungsi unsur pengarah
penanggulangan bencana.
e. Pengumpulan data dan informasi kebencanaan di wilayahnya.
f. Melakukan pengkoordinasian dalam penyusunan laporan
penanggulangan bencana.
g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
3. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Tugas Pokok :
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mempunyai tugas
membantu Kepala Pelaksana dalam mengkoordinasikan dan
melaksanakan kebijakan di bidang pencegahan, mitigasi dan
kesiapsiagaan pada prabencana serta pemberdayaan masyarakat.
Uraian Tugas :

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 14


a. Perumusan kebijakan di bidang pencegahan, mitigasi dan
kesiapsiagaan pada prabencana serta pemberdayaan masyarakat.
b. Pengkoordinasian dan pelaksanaan kebijakan di bidang pencegahan,
mitigasi dan kesiapsiagaan pada prabencana serta pemberdayaan
masyarakat.
c. Pelaksanaan hubungan kerja dengan instansi atau lembaga terkait di
bidang pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan pada prabencana
serta pemberdayaan masyarakat.
d. Pemantauan, evaluasi dan analisis pelaporan tentang pelaksanaan
kebijakan di bidang pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan pada
prabencana serta pemberdayaan masyarakat.
e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
dengan tugas dan fungsinya
4. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik
Tugas Pokok :
Kepala bidang kedaruratan dan logistik mempunyai tugas membantu
Kepala Pelaksana dalam mengkoordinasikan dan melaksanakan
kebijakan penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat dan
dukungan logistik.
Uraian Tugas :
a. Perumusan kebijakan di bidang penanggulangan bencana pada saat
tanggap darurat, penanganan pengungsi dan dukungan logistik.
b. Pengkoordinasian dan pelaksanaan kebijakan di bidang
penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat, penanganan
pengungsi dan dukungan logistik.
c. Komando pelaksanaan penanggulangan bencana pada saat tanggap
darurat.
d. Pelaksanaan hubungan kerja di bidang penanggulangan bencana
pada saat tanggap darurat, penanganan pengungsi dan dukungan
logistik.
e. Pemantauan, evaluasi dan analisis pelaporan tentang pelaksanaan
kebijakan di bidang penanggulangan bencana pada saat tanggap
darurat, penanganan pengungsi dan dukungan logistik.
f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
dengan tugas dan fungsinya
5. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Tugas Pokok :
Kepala bidang rehabilitasi dan rekonstruksi mempunyai tugas
membantu Kepala Pelaksana dalam mengkoordinasikan dan
melaksanakan kebijakan di bidang penanggulangan bencana pada
pascabencana.
Uraian Tugas :
a. Perumusan kebijakan di bidang penanggulangan bencana pada
pascabencana.
b. Pengkoordinasian dan pelaksanaan kebijakan di bidang
penanggulangan bencana pada pascabencana.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 15


c. Pelaksanaan hubungan kerja di bidang penanggulangan bencana
pada pascabencana.
d. Pemantauan, evaluasi dan analisis pelaporan tentang pelaksanaan
kebijakan di bidang penanggulangan bencana pada pascabencana.
e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai
dengan tugas dan fungsinya

2.2. Sumber Daya Perangkat Daerah


2.2.1. Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia BPBD Kabupaten Magelang dapat dibedakan
menjadi 2 (dua) unsur pegawai dengan jumlah 56 orang terdiri dari Pegawai
Negeri Sipil (PNS) 24 orang dan Non Pegawai Negeri Sipil PNS 32 orang.
Jumlah kebutuhan pegawai dapat dilihat dari tabel berikut :

Tabel 2.1.
Jumlah Kebutuhan Pegawai BPBD Kabupaten Magelang

Kondisi Kebutuhan
No Eselon Jabatan Kekurangan Ket
saat ini pegawai

1 II b Kepala Pelaksana 1 1 0 PNS


2 III b Kepala Sekretariat 1 1 0 PNS
3 III b Kepala Bidang 3 3 0 PNS
4 IVa Kepala Sub Bagian 3 3 0 PNS
5 IVa Kepala Seksi 6 6 0 PNS
6 Analis Perencanaan, 1 1 0 PNS
Evaluasi dan
Pelaporan
7 Pengelola Data 1 0 1
Perencanaan dan
Pelaporan
8 Pengadministrasi 1 0 1
Perencanaan dan
Program
9 Pengadministrasi 1 1 1 Non
Umum PNS
10 Bendahara 1 1 0 PNS
12 Penata Laporan 1 0 1
Keuangan
13 Verifikator Keuangan 1 1 0 PNS
14 Pengadministrasi 1 1 0 Non
Kepegawaian PNS
15 Pengelola sarana dan 1 1 0 PNS
prasarana kantor
16 Pengadministrasi 1 1 0 PNS
Umum
17 pengadministrasi data 1 0 1
penyajian dan
Publikasi
18 Pengemudi 1 1 0 Non
PNS

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 16


19 Petugas keamanan 1 1 0 Non
PNS
20 Pramu Bakti 1 1 0 Non
PNS
21 Analis Mitigasi 1 0 1
Bencana
22 Pengelola Data 1 1 0 PNS
Pencegahan
23 Pengadministrasi 1 1 0 PNS
Pencegahan
24 Analis Perencanaan 1 0 1
Siaga dan Peringatan
Dini
25 Pengolah Data 1 1 0 Non
Kesiapsiagaan PNS
26 Pengadministrasi 1 1 0 PNS
Kesiapsiagaan
27 Analis Kedaruratan 1 0 1
28 Penyelamat dan 1 0 1
Pengevakuasi Korban
29 Pengadministrasi 1 1 0 Non
Kedaruratan PNS
30 Penyusun Rencana 1 0 1
kebutuhan Logistik
31 Pengolah Data 1 1 0 Non
Logistik PNS
32 Pengelola Pelayanan 1 1 0 PNS
Penunjang Diagnostik
dan Logistik
33 Analis Rehabilitasi 1 0 1
34 Pengolah Data 1 0 1
Rehabilitasi
35 Pengadministrasi 1 1 0 Non
Rehabilitasi PNS
36 Analis Rekonstruksi 1 0 1
37 Pengolah Data 1 1 0 PNS
Rekonstruksi
38 Pengadministrasi 1 0 1
Rehabilitasi
39 Anggota Satgas 25 19 6 Non
Penanggulangan PNS
Bencana
40 Arsiparis 1 0 1
41 Pranata Hubungan 1 0 1
Masyarakat
42 Pranata Komputer 6 6 0 Non
PNS
Jumlah 79 58 21

2.2.2. Sarana dan Prasarana


Sarana dan Prasarana ini digunakan dalam kondisi tertentu, yang
dapat dimobilisisikan pada saat terjadi bencana (tanggap darurat) dalam
berbagai skala baik lokal, regional maupun nasional. Dengan demikian

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 17


BPBD Kabupaten Magelang menggunakan sarana dan prasaran ini secara
selektif dengan mempertimbangkan tingkat kejadian dan kemampuan
daerah dalam menangani bencana.

Tabel 2.2
Daftar Sarana dan Prasarana Kedinasan Umum
Tahun 2018
No Uraian Harga (Rp.)
1 TANAH [Link]
2 PERALATAN DAN MESIN [Link]
3 GEDUNG DAN BANGUNAN [Link]
4 ASET TETAP LAINNYA 1.400.000

Sumber : Data Inventaris Barang/Sensus Barang Milik Daerah BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2018.

Sementara untuk Daftar Sarana dan Prasarana Kondisi Tertentu di BPBD


Kabupaten Magelang Tahun 2018 adalah sebagai berikut :

Tabel 2.3
Daftar Sarana dan Prasarana BPBD Kabupaten Magelang
Tahun 2018
No Jenis peralatan Jumlah Keterangan
I Alat Transportasi
1 Mobil operasional 1 Pengadaan APBD 2013
2 Mobil logistik 1 Pengadaan APBD 2013
3 Mobil Rescue 1 Hibah BNPB tahun 2012
4 Truk Dapur Umum 1 Hibah BNPB tahun 2012
5 Truk Serbaguna 1 Hibah BNPB tahun 2013
6 Motor trail 1 Hibah Depdagri tahun
2007
7 Tangki air 2 Pengadaan APBD 2014
8 Motor trail 5 Hibah BNPB tahun 2012,
2013
9 Motor trail 3 Pengadaan APBD 2012
10 Motor bebek 3 Pengadaan APBD 2012
II Alat Bengkel
1 Gergaji chainsaw 2 Pengadaan APBD 2007

III Alat ukur


1 Kompas 2 Pengadaan APBD 2006
2 Meteran roll 1 Pengadaan APBD 2006
3 Teropong 2 Pengadaan APBD 2006

IV Alat pertanian
1 Pompa air 3 Pengadaan APBD 2007
2 Cangkul 20 Pengadaan APBD 2007
3 Skop 20 Pengadaan APBD 2007
4 Selang buang air 1 Pengadaan APBD 2007
5 Selang hisap air 1 Pengadaan APBD 2007

V Alat kantor dan rumah


tangga
Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 18
1 Tenda regu 1 Pengadaan APBD 2001
2 Tenda Posko 1 Hibah BNPB tahun 2012
3 Tenda Peleton 2 Hibah BNPB tahun 2012
4 Tenda regu 3 Hibah BNPB tahun 2012
5 Tenda keluarga 5 Hibah BNPB tahun 2012
6 Tenda pengungsi 1 Hibah BNPB tahun 2014
7 Tandu dragh bar 6 Pengadaan APBD 2006
8 Jas hujan 20 Pengadaan APBD 2006
9 Helm safety 20 Pengadaan APBD 2006
10 Sepatu boot 20 Pengadaan APBD 2006
11 Head lamp evakuasi 20 Pengadaan APBD 2006
12 Veldbed 20 Pengadaan APBD dan
Hibah BNPB tahun 2012
13 Lampu zakelik 3
14 Lampu senter 1 Hibah BNPB tahun 2012
15 Carabiner 4 Pengadaan APBD 2006
16 Bes cender 8 Pengadaan APBD 2006
17 Ascender 2 Pengadaan APBD 2006
18 Ropes 1 Pengadaan APBD 2006
19 Sit hamess 2 Pengadaan APBD 2006
20 Full body hemess 1 Pengadaan APBD 2006
21 Pulley single 1 Pengadaan APBD 2006
22 Pulley double 1 Pengadaan APBD 2006
23 Carmantel dinamin 1 Pengadaan APBD 2006
24 Carmantel statis 1 Pengadaan APBD 2006
25 Grigi 2 Pengadaan APBD 2006
26 Webbing 10 Pengadaan APBD 2006
27 Hands coen 20 Pengadaan APBD 2006
28 Nisting 5 Pengadaan APBD 2006
29 Kompor paraffin 5 Pengadaan APBD 2006
30 Paraffin 20 Pengadaan APBD 2006
31 Veples 4 Pengadaan APBD 2006
32 Kompor gas 88 2 Pengadaan APBD 2006
33 Tabung gas kecil 5 Pengadaan APBD 2006
34 Box P3K 7 Pengadaan APBD 2006
35 Pelampung 8 Pengadaan APBD 2007
36 Tali luncur 1 Pengadaan APBD 1986
37 Genset 5KVA 2 Hibah BNPB tahun 2012
38 Water Treatment 1 Hibah BNPB tahun 2012
Portable
39 Water Treatment 2 Hibah BNPB tahun 2014
Portable mini
40 Perahu karet 1 Hibah BNPB tahun 2014
kapasitas 8 org
41 Mesin perahu 1 Hibah BNPB tahun 2014
kapasitas 25 PK
42 Alat penerangan 22 Pengadaan APBD 2013
darurat bencana
43 Radio wireless 1 Pengadaan APBD 2013
44 Antenna Grid 2,4 1 Pengadaan APBD 2013
jumper stang
45 Tower Triangle D 20 5 Pengadaan APBD 2013
cm, @stage 4 m

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 19


46 Anti petir 4 1 Pengadaan APBD 2013
sumuran
47 Switch 8 port = 3 Pengadaan APBD 2013
configurasi
48 Acess point 3 Pengadaan APBD 2013
woreless+configurasi
VI Alat Studio dan
Komunikasi
1 Radio wireless 1 Pengadaan APBD 1999
2 Meghaphone 3 Pengadaan APBD 1989
3 Handy Cam 2 Pengadaan APBD 2007,
2008
4 Camera digital 5 Pengadaan APBD 2007,
2008, 2010, 2012, 2013
5 GPS MAP 1 Pengadaan APBD 2007
2 Pengadaan APBD 2014
6 Radio HT 25 Pengadaan APBD 2013
7 HT 2 Hibah BNPB tahun 2012
8 Radio VHF RIG 1
9 Radio RIG 2 Pengadaan APBD 2013
10 RIG 1 Hibah BNPB tahun 2012
11 SSB 1 Hibah BNPB tahun 2012
VII Alat Keamanan
1 Toolbox 2 Pengadaan APBD 2013
2 Dongkrak buaya 1 Pengadaan APBD 2013
3 Tandu 1 Pengadaan APBD 2013
4 Sling tarik 4 ton 1 Pengadaan APBD 2013
5 Sling tarik 3 ton 1 Pengadaan APBD 2013
Sumber : Data Inventaris Barang/Sensus Barang Milik Daerah BPBD Kabupaten Magelang Semester I
Tahun 2014

2.3. Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah


Kabupaten Magelang memiliki potensi terjadi bencana yang cukup
tinggi. Wilayah ini memiliki 4 (empat) jenis bentang alam yaitu bentang alam
asal vulkanik yang dicirikan dengan adanya topografi bergunung-gunung
dan lereng terjal, bentang alam asal denudasional yang membentuk
rangkaian pegunungan dan perbukitan berbentuk kubah, bentang alam asal
solusial dan bentang alam asal fluvial yang cenderung membentuk topografi
datar pada lembah-lembah sungai menyebabkan jenis bencana yang ada di
Kabupaten Magelang juga semakin beragam. Adanya jenis bencana yang
beragam diharapkan adanya perhatian dari pemerintah daerah dalam upaya
pengurangan risiko bencana. Pemerintah daerah Kabupaten Magelang perlu
melibatkan semua pihak yang terkait agar tidak terjadi tumpang tindih
dalam pelaksanaan pengurangan risiko bencana. Oleh sebab itu, perlu
adanya suatu penaatan dan perencanaan matang agar tercipta suatu sistem
penanggulangan bencana yang secara terarah dan terpadu.
Ancaman bencana yang terjadi di Kabupaten Magelang yang paling
berbahaya yakni adanya ancaman letusan Gunungapi Merapi. Ancaman
Gunungapi Merapi mempunyai probabilitas ulang kejadian sekitar 4-5
tahun. Ancaman yang paling besar yang terjadi pada tahun 2010. Kerugian

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 20


masyarakat akibat letusan Gunungapi Merapi diakibatkan oleh adanya
dampak primer dan sekunder. Dampak primer yakni adanya korban yang
terkena debu vulkan yang masih panas atau yang lebih dikenal dengan
awan panas. Dampak lainnya adalah dampak dari adanya aliran lahar
hujan. Lahar hujan terjadi akibat adanya tumpukan material piroklastik
yang terdapat di daerah lereng atas yang kedudukannya belum stabil.
Kedudukan yang belum stabil ini menyebabkan ketika terjadi hujan yang
cukup lebat maka material piroklastik akan menuruni lereng dengan
kecepatan dan viskositas yang sangat tinggi sehingga dapat merusakkan
benda apapun yang dilewatinya termasuk bangunan Sabo. Selain ancaman
vulkanik masih terdapat beberapa ancaman bencana lain yang terdapat di
Kabupaten Magelang seperti adanya tanah longsor, angin puting beliung,
epidemi penyakit, kekeringan, kebakaran, dan gempabumi. Bencana alam
tersebut juga berpotensi untuk terjadi dan akan mengakibatkan kerugian
sehingga sebelum bencana tersebut terjadi maka perlu dilakukan
perencanaan untuk pengurangan risiko bencana.

Tabel. 2.4
Data kejadian bencana di Kabupaten Magelang 2014-2018
Tahun
No Kejadian/Jenis Bencana
2014 2015 2016 2017 2018
1 Angin kencang 60 45 27 72 105
2 Banjir 4 5 12 6 10
3 Gempa bumi 1 0 0 1 1
4 Kebakaran 46 45 37 23 71
5 Kekeringan 4 3 0 3 25
6 Tanah Longsor 52 81 105 231 209
7 Bencana Lainnya/KLB 4 8 9 15 14
8 Erupsi 0 0 0 0 12
Jumlah 172 187 204 352 477

Tingkat capaian kinerja Perangkat Daerah BPBD Kabupaten Magelag


berdasarkan sasaran/target Renstra Perangkat Daerah tahun 2014-2019,
indikator kinerja pelayanan Perangkat Daerah dapat dilihat pada tabel 2.5
berikut ini.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 21


Tabel 2.5
Pencapaian Kinerja Pelayan Perangkat Daerah Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Magelang

Indikator Kinerja Target Target Renstra Perangkat Daerah


sesuai Tugas dan Target Target Indikator Realisasi Capaian Tahun Rasio Capaian pada Tahun
No Tahun
Fungsi Perangkat NSPK IKK Lainnya
Daerah (SDGs)

2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
1 Cakupan 16 40 60 70 80 90 40 60 70 80 90 100 100 100 100 100
masyarakat yang
mendapat
pengetahuan
kebencanaan
2 Cakupan 0 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
masyarakat
terdampak
bencana yang
mendapat
pelayanan tanggap
darurat
3 Cakupan dokumen 2 50 60 79 80 90 50 55 70 80 86.25 100 91.67 88.61 100 95.83
penanggulangan
bencana
4 Cakupan 0 100 100 100 100 100 100 80 100 100 96.66 100 80 100 100 96.66
masyarakat yang
sudah
mendapatkan
pelayanan
rehabilitasi dan
rekonstruksi pasca
bencana

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 22


Dari tabel 2.5 diatas dapat disimpulkan bahwa Ada 2 target indikator
yang tercapai 100 % dan ada 2 target indikator yang tidak tercapai 100 %
sampai dengan tahun 2018.
Pelayanan Perangkat Daerah BPBD Kabupaten Magelang dimulai
pada tahun 2011 karena baru terbentuk berdasarkan Perda no. 3 tahun
2011.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan capaian kinerja
BPBD adalah sinerginya pelaksanaan penanggulangan bencana antara
pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Disamping itu perubahan
paradigma baru terkait penaggulangan bencana dimana bencana tidak
hanya takdir semata namun dapat dilakukan pencegahan dan
kesiapsiagaan.
Sedangkan faktor-faktor penyebab ketidakberhasilan capaian kinerja
disebabkan bahwa masih ada dokumen penanggulangan bencana yang
belum dilegalkan sehingga tidak dapat menjadi dasar untuk pengambil
kebijakan. Selain itu pada tahap pasca bencana belum semua tuntas
dilaksanakan karena terkendala dengan aturan yang mendukung.
Alokasi anggaran penanggulangan bencana melalui APBD Kabupaten
Magelang, mengalami dinamika naik turun disesuaikan dengan ketersediaan
anggaran yang ada, sebagaimana tabel 2.6. berikut.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 23


Tabel 2.6
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Perangkat Daerah Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Magelang Tahun 2014-2018

Anggran pada Tahun Realisasi Anggaran pada Tahun Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun Rata-rata Pertumbuhan
Uraian
2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 Anggaran Realisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

BELANJA DAERAH 10,875,766,000 14,739,611,150 8,660,363,681 7,111,293,000 8,955,937,960 6,277,341,015 7,095,215,646 7,922,321,569 6,310,423,892 7,881,026,433 57.72 48.14 91.48 88.74 88.00
0.58 7.31

Belanja Tidak Langsung 2,111,029,000 2,448,145,000 2,603,829,681 2,374,044,000 2,604,435,000 2,066,663,340 2,310,131,855 2,386,585,694 2,146,826,205 2,234,927,973 97.90 94.36 91.66 90.43 85.81
5.80 2.29
Belanja Pegawai 2,111,029,000 2,448,145,000 2,603,829,681 2,374,044,000 2,604,435,000 2,066,663,340 2,310,131,855 2,386,585,694 2,146,826,205 2,234,927,973 97.90 94.36 91.66 90.43 85.81
5.80 2.29

Belanja Langsung 8,764,737,000 12,291,466,150 6,056,534,000 4,737,249,000 6,351,502,960 4,210,677,675 4,785,083,791 5,535,735,875 4,163,597,687 5,646,098,460 48.04 38.93 91.40 87.89 88.89
0.45 10.04
Pelayanan Administrasi 276,300,000 422,502,000 345,795,000 361,711,000 435,118,000 260,793,401 377,977,195 313,064,656 320,720,348 385,837,823 94.39 89.46 90.53 88.67 88.67
Perkantoran 14.91 12.63

Peningkatan Sarana dan 439,925,000 560,265,000 945,345,000 792,560,000 574,494,000 376,939,139 419,639,581 754,354,959 655,356,050 481,790,522 85.68 74.90 79.80 82.69 83.86
Prasarana Aparatur 13.10 12.87

Peningkatan Disiplin Aparatur 15,875,000 19,800,000 0 0 0 14,015,395 18,923,450 0 0 0 88.29 95.57 0 0 0


(18.82) (16.25)

Peningkatan Kapasitas 0 0 35,000,000 80,000,000 111,800,000 0 0 35,000,000 75,206,430 97,863,014 0 0 100.00 94.01 87.53
Sumberdaya Aparatur 42.08 36.25

Peningkatan Pengembangan 7,000,000 10,000,000 10,000,000 16,366,000 15,000,000 6,709,975 8,803,300 8,803,300 14,240,840 11,275,863 95.86 88.03 88.03 87.01 75.17
Sistem Pelaporan capaian 24.54 18.04
Kinerja dan Keuangan

Pengembangan Komunikasi, 50,000,000 68,000,000 50,000,000 60,000,000 36,689,880 67,088,750 49,906,955 91,374,370 57,845,100 73.38 98.66 99.81 98.75 96.41
Informasi dan Media Massa 92,529,000 14.86 25.91

Peningkatan Partisipasi 26,583,000 26,583,000 22,567,000 29,328,000 21,178,565 21,178,565 21,064,035 68,589,325 27,226,934 79.67 79.67 93.34 92.78 92.84
Masyarakat Dalam Membangun 73,930,000 38.04 41.19
Desa

Perencanaan Pembangunan 15,000,000 7,000,000 7,000,000 8,275,000 25,000,000 14,549,650 6,868,300 6,647,815 7,664,000 9,509,454 97.00 98.12 94.97 92.62 38.04
Daerah 41.75 (4.16)

Pencegahan Dini dan 7,236,287,000 10,542,364,150 4,247,003,000 3,241,878,000 4,945,398,960 2,804,447,120 3,270,245,382 3,999,703,036 2,868,419,526 4,427,631,156 38.76 31.02 94.18 88.48 89.53
Penanggulangan Korban 3.71 16.25
Bencana Alam

Perencanaan Pembangunan 697,767,000 634,952,000 393,824,000 70,000,000 155,364,000 675,354,550 594,359,268 347,191,119 62,026,798 147,118,594 96.79 93.61 88.16 88.61 94.69
Daerah Rawan Bencana (1.81) 0.37

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 24


Pada tahun 2016, 2017 dan 2018 rasio antara realisasi dan anggaran
dapat dikatakan baik, sedangkan tahun 2014 dan 2015 rasio antara
realisasi dan anggaran dapat dikatakan kurang baik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pengelolaan pendanaan
pelayanan Perangkat Daerah pada BPBD Kabupaten Magelang adalah
keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten dalam penanganan
penanggulangan bencana. Keterbatasan penganggaran untuk
penanggulangan bencana dalam hal dana siap pakai atau on call. Dana
tersebut sangat diperlukan segera jika terjadi bencana, namun aturan yang
mendasari adanya penganggaran dan penggunaan dana siap pakai dalam
Perangkat Daerah di Kabupaten Magelang belum memungkinkan karena
tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri sehingga pelayanan
terhadap masyarakat belum optimal. Selain itu pada tahun 2014 dan 2015
terdapat pengadaan tanah untuk hunian tetap yang tidak dapat
dilaksanakan satu tahun anggaran dikarenakan prosesnya melibatkan
instansi terkait.

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat


Daerah
Analisis terhadap Renstra K/L pada BNPB terhadap tantangan dan
peluang.
1. Tantangan :
a. Luasnya cakupan wilayah penanganan penanggulangan kebencanaan
dengan kondisi geografis dan jenis potensi bencana yang beragam.
b. Adanya perubahan iklim global yang berpotensi meningkatkan
intensitas kejadian bencana alam di dunia;
c. Meningkatnya jenis, intensitas dan skala bencana, antara lain:
Gempabumi, Tsunami, Letusan gunung api, Gerakan tanah (tanah
longsor), Banjir dan tanah longsor, Kekeringan, Angin puting beliung,
Cuaca ekstrim, Gelombang ekstrim dan abrasi, Kebakaran hutan dan
lahan, Epidemi dan wabah penyakit, serta Bencana yang timbul
akibat kegagalan teknologi.
d. Banyak daerah yang memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi;
e. Penyusunan regulasi, pedoman, dan standar sesuai dengan amanat
peraturan perundang-undangan bidang penanggulangan bencana;
f. Keterbatasan alokasi anggaran untuk penyelenggaraan
penanggulangan bencana;
g. Anggaran penanggulangan bencana yang tersebar di berbagai
kementerian/lembaga yang perlu dikoordinasikan;
h. Implementasi komitmen program, kegiatan, dan anggaran
penanggulangan bencana pada kementerian/lembaga masih perlu
ditingkatkan;
i. Keberadaan BPBD secara kuantitas sudah cukup memadai, namun
secara kualitas kelembagaan baik personil, sarana dan prasarana
maupun anggaran masih sangat terbatas sehingga perlu terus
ditingkatkan;

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 25


j. Penjabaran kebijakan nasional kedalam kebijakan daerah masih
terbatas;
k. Masih terdapat keterbatasan kebijakan penanggulangan bencana di
daerah;
l. Upaya untuk terus meningkatkan pemahaman, kesadaran dan
partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana;
m. Keterbatasan sarana dan prasarana komunikasi dan sistem informasi
di daerah mengakibatkan terhambatnya kecepatan penyebarluasan
data dan informasi pusat – daerah.

2. Peluang :
a. Adanya landasan hukum penyelengaraan penanganan bencana
sudah tersedia dengan terbitnya UU Nomor 24 Tahun 2007 Tentang
Penanggulangan Bencana;
b. Dukungan dari Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 Tentang
Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana;
c. Adanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada setiap
pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota sebagai mitra kerja BNPB
memungkinkan pembangunan di bidang kebencanaan dapat
dilaksanakan lebih terpadu dan menjangkau wilayah Indonesia
secara merata;
d. Kemitraan DPR RI dengan BNPB dalam mendukung peningkatan
kinerja penanggulangan bencana;
e. Terbangunnya kerjasama antar lembaga melalui nota kesepahaman
sebagai komitmen untuk mendukung penyelenggaraan
penanggulangan bencana;
f. Terbangunnya kerjasama dengan lembaga-lembaga internasional
sebagai komitmen internasional untuk mendukung penyelenggaraan
penanggulangan bencana nasional;
g. Terbentuknya forum-forum pengurangan risiko bencana;
h. Penanggulangan bencana masuk dalam fokus agenda pembangunan
nasional (Nawacita) RPJMN 2015-2019 tentang Pelestarian Sumber
Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana;
i. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk ikut serta secara aktif
dalam upaya pengurangan risiko bencana dan penanganan bencana;
j. Nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan masih relatif kuat
dipegang oleh masyarakat;
k. Pesatnya perkembangan teknologi untuk menunjang kegiatan di
bidang kebencanaan yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi
risiko-risiko bencana;
l. Adanya peran serta masyarakat, Lembaga Swadaya
Masyarakat/Lembaga – lembaga Non-Pemerintah baik nasional
maupun internasional dalam penanggulangan bencana.

Analis terhadap Renstra Perangkat Daerah BPBD Provinsi Jawa


Tengah terhadap tantangan dan peluang.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 26


1. Tantangan
a. Penanggulangan bencana sebagai isu global
Penanggulangan bencana merupakan isu internasional sejalan
dengan isu pengelolaan lingkungan hidup. Oleh sebab itu
pengelolaan lingkungan serta penyelenggaraan penanggulangan
bencana menjadi perhatian banyak kalangan terutama pada saat
darurat. Sementara itu paradigma penanggulangan bencana adalah
pengurangan risiko bencana dilakukan sejak dini (sejak tidak ada
bencana), maka sasaran yang diharapkan adalah bahwa ketika
terjadi bencana maka dampak negatifnya sangat kecil baik aspek
kerugian, kerusakan harta bencana, dan infrastruktur maupun
korban jiwa manusia.
b. Kelembagaan penanggulangan bencana di daerah
UU No. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana
mengamanatkan bahwa disetiap daerah agar dibentuk BPBD baik
BPBD Provinsi maupun BPBD Kabupaten/Kota. Dari 35
kabupaten/kota di Jawa Tengah baru terbentuk 33 BPBD yang telah
berdasarkan Perda, sehingga masih terdapat 2 (dua) kota yang belum
membentuk BPBD, yaitu Kota Magelang dan Kota Salatiga.
Sedangkan untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi BPBD,
baru 16 dari 33 BPBD Perda yang telah mempunyai perda tentang
penyelenggaraan penanggulangan bencana.
Selain isu terkait dasar pembentukan lembaga, isu terkait anggaran
dan personel BPBD juga menjadi tantangan tersendiri. Alokasi
anggaran di 33 BPBD Kabupaten/Kota di Jawa Tengah relatif masih
kecil terutama alokasi anggaran belanja langsung. Sedangkan jumlah
dan kapasitas personel BPBD juga belum ideal.
c. Banyaknya masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana
Provinsi Jawa Tengah sebagai daerah dengan tingkat risiko bencana
tinggi, dihuni dan menjadi tempat tinggal oleh sebagian besar
masyarakat. Dengan tidak adanya kepemilikan lahan didaerah lain,
masyarakat tidak mempunyai pilihan selain tinggal didaerah rawan
bencana. Oleh sebab itu perlu adanya dukungan dan penyadaran
kepada masyarakat sehingga dapat hidup dengan harmonis dengan
bencana. Artinya masyarakat mampu mengenali tanda bahaya
sehingga jika potensi bencana meningkat masyarakat dapat segera
mengungsi. Namun jika ada upaya relokasi ke wilayah yang lebih
aman adalah pilihan yang lebih baik, maka hal ini akan sangat
berharga menjadi investasi yang lebih baik bagi masyarakat, karena
keamanan dan kenyamanan menjadi lebih terjamin.
d. Kesiapsiagaan para pemangku kepentingan PB
Meningkatnya intensitas dan frekuensi bencana di Jawa Tengah
perlu dipersiapkan aparat yang tanggap dan tangguh dalam
menghadapi bencana, serta sarana dan prasarana PB. Alokasi
anggaran di BPBD Kabupaten/Kota untuk penyediaan stok logistik
kebencanaan relatif minim, begitu pula dengan sarana dan prasarana

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 27


PB. Dibandingkan dengan cakupan wilayah yang harus ditangani dan
tingkat risiko bencana maka rasio kecukupan peralatan belum ideal
dan masih harus dipertimbangkan kembali untuk optimalisasi
pelayanan.
e. Dokumentasi dan legalisasi penyelenggaraan PB
Sebagai urusan bersama, penanggulangan bencana dilakukan oleh
banyak pihak baik pemerintah (pusat, provinsi dan kabupaten/kota)
masyarakat dan dunia usaha. Upaya-upaya tersebut seringkali tidak
terdokumentasi dengan baik sehingga kurang dapat menjadikan
bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan
dalam PB. Praktik-praktik yang baik yang dilakukan dalam
penanggulangan bencana sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial
budaya masyarakat. Keterpaduan antara standar pelayanan dalam
penanggulangan bencana yang disesuaikan dengan faktor budaya
masyarakat seringkali tidak terdokumentasi sehingga tidak ada
pembelajaran yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan di daerah
lain.
Aspek dokumentasi selain praktik penanggulangan bencana adalah
dokumentasi terkait data dan informasi bencana. Data dan informasi
bencana perlu dikelola dengan baik untuk menghasilkan
pengetahuan dan kesadaran bersama. Pembentukan pusat informasi
bencana oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah diharapkan mampu
menjadi Pusat Data Dan Informasi (Pusdatin) bencana dan menjadi
salah satu solusi untuk menjembatani kebutuhan informasi dan
publikasi baik secara formal maupun non formal bagi seluruh
pemangku kepentingan. Hal ini merupakan salah satu implementasi
undang-undang No. 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan
bencana, dan Peraturan Kepala BNPB No. 3 tahun 2008 tentang
pedoman pembentukan BPBD bahwa tugas dan fungsi Sekretariat
BPBD adalah melaksanakan pengumpulan data dan informasi
bencana di wilayahnya. Pusat data dan informasi bencana
difungsikan sebagai pengumpulan data dan informasi kejadian dan
kegiatan penyelenggaraan penanggulangan bencana.
f. Bencana tidak mengenal batas wilayah administratif
Bencana dapat terjadi kapanpun dan dimanapun dengan berbagai
faktor yang mempengaruhi baik alam, non alam maupun sosial.
Seringkali bencana yang terjadi disuatu daerah berdampak pada
daerah lain disekitarnya dan berbeda secara administratif. Oleh
sebab itu kerjasama penanganan bencana dan masyarakat yang
terdampak bencana didaerah perbatasan perlu terus digalang dan
dikoordinasikan oleh para pemangku kepentingan PB.
Pelaksanaan dan sinergi program dan kegiatan PB antar pemangku
kepentingan harus didorong secara aktif agar dapat memberikan
manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat terutama yang
menempati daerah rawan bencana. Sinkronisasi dan sinergi program
kegiatan harus dilaksanakan sejak awal dalam hal keterpaduan.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 28


Beberapa hal yang menjadi tantangan tersebut merupakan suatu
rumusan atas permasalahan – permasalahan yang ditemukan yaitu:
a. Tingkat kerawanan bencana di Jawa Tengah sangat tinggi baik bencana
alam, non alam dan sosial dengan luas wilayah Jateng
b. Penanggulangan bencana merupakan urusan bersama antara
pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, namun dalam kenyataannya
perhatian masyarakat untuk penanggulangan bencana lebih condong
kepada pemerintah;
c. Belum semua regulasi mengacu pada penjabaran Peraturan Daerah
Jateng No 11 tahun 2009 tentang penyelenggaraan penanggulangan
bencana;
d. Penanggulangan bencana belum menjadi prioritas utama, meskipun
dianggap sebagai urusan yang penting dalam pembangunan. Paradigma
pengurangan risiko bencana belum sepenuhnya mejadi arus utama bagi
para pemangku kepentingan sehingga keberadaan dan kinerja BPBD
baru diperhatikan manakala terjadi bencana;
e. Era otonomi daerah kewenangan provinsi tidak dapat mengintervensi
secara langsung kepada pemerintah kabupaten/kota namun untuk
penanggulangan bencana masih dapat dilakukan untuk alasan
kemanusiaan;
f. Belum optimalnya kualitas sumberdaya para aparatur pemangku
kepentingan, pelaku penanggulangan bencana dalam penanganan
darurat bencana;
g. Sumberdaya manusia di BPBD Prov Jawa Tengah sangat terbatas dan
tidak ada penambahan jumlah pegawai secara signifikan, kompetensi
pegawai yang ada belum sebanding dengan cakupan kinerja
penyelenggaraan PB yang sangat luas;
h. Distribusi kompetensi pegawai yang masih timpang/belum ideal antara
kompetensi dengan bidang/tanggungjawab pekerjaan;
i. Penganggaran dalam kebencanaan masih mengikuti prosedur normatif,
sebagaimana penganggaran rutin, padahal untuk kebencanaan
diperlukan terobosan dan lebih persuasif terutama untuk kondisi
darurat ataupun memerlukan pendanaan khusus, segera/mendesak;
j. Kurangnya penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
teknologi termasuk teknologi bidang komunikasi dan informasi di
pemerintah daerah;
k. Basis data bidang penanggulangan bencana belum tertata secara rapi
dan tertib, adanya beberapa aplikasi untuk penunjang pengelolaan data
masih belum diimbangi dengan belum ketelitian, kelengkapan supply
data dari daerah,
l. Partisipasi masyarakat sudah cukup tinggi namun masih belum ada
standarisasi terutama untuk para relawan;
m. Partisipasi dunia usaha melalui dana CSR masih belum terkelola untuk
penanggulangan bencana secara menyeluruh dan komprehensif
terutama untuk pra dan pasca bencana. Bantuan dunia usaha lebih
banyak dialokasikan untuk tanggap darurat.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 29


2. Peluang
Capaian Indikator TPB pada Perangkat Daerah BPBD Provinsi Jawa
Tengah Pilar Sosial yaitu mengentaskan segala bentuk kemiskinan
berkaitan dengan kerugian ekonomi langsung akibat bencana. Capaian
indikator TPB pilar sosial pada BPBD Provinsi Jawa Tengah ada tiga
yaitu : 1 SS, 1 TT dan 1 NA.
Capaian Indikator TPB pada Perangkat Daerah BPBD Provinsi Jawa
tengah Pilar Lingkungan yaitu tujuan 11 membangun kota dan
permukiman yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan, dengan
isu strategis Indeks Risiko Bencana (IRB) dan Penyusunan dokumen
strategi pengurangan bencana tingkat daerah. Tujuan 13 membuat
langkah segera untuk mengatasi iklim dan dampaknya dengan isu
strategis Memperkuat kapasitas ketahanan dan adaptasi terhadap
bahaya terkait iklim dan bencana alam melalui Dokumen strategi
pengurangan risiko bencana (PRB) daerah akibat dampak perubahan
iklim, Mengurangi korban meninggal, hilang dan terkena dampak
bencana iklim
Capaian indikator TPB pilar lingkungan pada PD BPBD Provinsi Jawa
Tengah ada 8 yaitu: 2 SS, 3 TT dan 3 NA.

Telaahan terhadap RTRW yang terkait dengan penanggulangan


bencana terhadap pola ruang dan struktur ruang adalah seperti terlihat
dalam tabel 2.7.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 30


Tabel 2.7
Hasil Telaahan Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Magelang
PD Badan penanggulangan Bencana Daerah

Indikasi Program pemanfaatan Arahan Lokasi


Pengaruh Rencana Struktur Ruang terhadap
No Rencana Struktur Ruang Struktur Ruang Saat Ini Ruang pada Periode pengembangan Pelayanan
Kebutuhan Pelayanan PD
Perencanaan Berkenaan PD

1 2 3 4 5 6
Pengembangan sistem jaringan prasarana pengembangan jaringan
lainnya evakuasi bencana
lainnya

1 penetapan jalur evakuasi dengan Pegembangan jalur evakuasi pembangunan jalur evakuasi direncanakan Kecamatan Srumbung,
mengoptimalkan jaringan jalan yang ada bencana; sesuai kebutuhan karena banyak jalur evakuasi Dukun, Sawangan ,
menyiapkan konstruksi, sarana prasarana yang sudah rusak saat ini. Pembangunan jalur Salam, Muntilan
lalu lintas (rambu lalu lintas, rambu evakuasi sangat mendukung kelancaran proses
evakuasi dan marka jalan) yang memadai evakuasi jika suatu saat terjadi bencana.

2 penetapan balai desa yang berada di Penyediaan sarana evakuasi penambahan penyediaan sarana evakuasi Kecamatan Muntilan,
dalam KRB difungsikan sebagai titik bencana berupa TEA karena saat ini masih sangat Salam, Ngluwar,
kumpul evakuasi kurang daya tampungnya terutama di luar Mertoyudan
kawasan bencana sebagai daerah aman.
3 penyediaan dan pengembangan ruang pengembangan sistem Sistem yang terbangun akan memberikan
evakuasi bencana dengan informasi tanggap bencana kemudahan dalam pendataan, pemetaan dan
mengoptimalkan semua balai desa dan proses evakuasi.
lapangan di luar kawasan rawan bencana
4 pemetaan jalur evakuasi bencana penguatan kelembagaan
berdasarkan skema arah evakuasi penanganan bencana
bencana

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 31


Tabel 2.8
Hasil Telaahan Pola Ruang Wilayah Kabupaten Magelang
PD Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Arahan Lokasi
Indikasi Program Pemanfaatan Ruang pada Pengaruh Rencana Pola Ruang terhadap
No Rencana Pola Ruang Pola Ruang Saat Ini pengembangan
Periode Perencanaan Berkenaan Kebutuhan Pelayanan PD
Pelayanan PD

1 2 3 4 5 6
pengembangan kawasan pencegahan dan penyediaan jalur evakuasi terhadap ancaman Adanya jalur evakuasi terhadap bencana Kawasan rawan
rawan bencana alam penanganan kawasan bencana erupsi dan banjir lahar dingin gunung erupsi dan lahar dingin memudahkan bencana sekitar
rawan bencana erupsi dan api proses evakuasi yang dilakukan SKPD gunung merapi,
banjir lahar dingin gunung saat terjadi bencana merbabu dan
api sumbing

menghindari kawasan rawan bencana alam Pemberian informasi bagi masyarakat


erupsi dan banjir lahar dingin gunung api sekitar gunung api dan sungai-sungai
sebagai kawasan terbangun yang berhulu di gunung merapi agar
selalu waspada sangat membantu
masyarakat jika terjadi bencana dengan
kegiatan sosialisasi

pengembangan sistem penanggulangan bencana Pembangunan Sistem Informasi Desa


yang berbasis masyarakat untuk desa-desa di daerah rawan dan
aman sangat berpengaruh kelancaran
pelayanan publik di desa masing-masing
yang di dukung oleh OPRB Desa.
mengidentifikasi dan menetapkan zona aman Pembagian dan pemetaan zona aman dan
dan rawan erupsi dan banjir lahar dingin rawan erupsi dan lahar dingin
gunung api memudahkan SKPD dalam
mengidentifikasi dan melaksanakan
kegiatan.

pencegahan dan mengidentifikasi dan menetapkan wilayah rawan Identifikasi dan penetapan wilayah rawan Kecamatan
penanganan kawasan bencana alam gempa bumi bencana alam gempa bumi sangat Borobudur
rawan bencana gempa berpengaruh dalam pelaksanaan kegiatan
bumi SKPD
mengantisipasi bencana dengan membangun memngurangi resiko rumah rusak akibat
bangunan tahan gempa gempa bumi

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 32


1 2 3 4 5 6
membangun sistem penanggulangan bencana Pembangunan Sistem Informasi Desa
yang berbasis masyarakat untuk desa-desa di daerah rawan dan
aman sangat berpengaruh kelancaran
pelayanan publik di desa masing-masing
yang di dukung oleh OPRB Desa.

pencegahan dan mengidentifikasi dan menetapkan wilayah rawan Identifikasi dan penetapan wilayah rawan Kecamatan Pakis,
penanganan kawasan bencana alam gerakan tanah bencana alam gerakan tanah sangat Grabag, Kajoran,
rawan bencana gerakan berpengaruh dalam pelaksanaan kegiatan Kaliangkrik
tanah SKPD
menghindari kawasan rawan bencana alam Penghijauan kembali lahan-lahan rawan
gerakan tanah sebagai kawasan terbangun gerakan tanah sangat berpengaruh
terhadap kestabilan lereng

membangun sistem penanggulangan bencana Pembangunan Sistem Informasi Desa


yang berbasis masyarakat untuk desa-desa di daerah rawan dan
aman sangat berpengaruh kelancaran
pelayanan publik di desa masing-masing
yang di dukung oleh OPRB Desa.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 33


Tabel 2.9
Hasil Analisa Terhadap Dokumen KLHS Kabupaten Magelang PD Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Implikasi terhadap
No Aspek Kajian Ringkasan KLHS Catatan bagi Perumusan Program dan Kegiatan PD
Pelayanan PD
1 2 3 4 5
PILAR LINGKUNGAN
1 TUJUAN 11: MENJADIKAN Secara signifikan mengurangi jumlah kematian dan Perlunya penyusunan Indeks Program Penanggulangan bencana sudah mengakomodir Indeks
KOTA DAN PERMUKIMAN jumlah orang terdampak, dan secara substansial Risiko Bencana (IRB) sebagai Resiko Bencana sebagai base line dalam pengelolaan risiko bencana
YANG INKLUSIF, AMAN mengurangi kerugian ekonomi relatif terhadap PDB baseline indikator dalam yang di update secara berkala (Kondisi daerah rawan bencana
TANGGUH DAN global yang disebabkan oleh bencana, dengan fokus pengelolaan risiko bencana yang secara umum di Kab. Magelang Wilayah Rawan Bencana,
BERKELANJUTAN melindungi orang miskin dan orang-orang dalam di update secara berkala Menguraikan tentang peta potensi bencana di Kab. Magelang)
situasi rentan.
Menurunkan indeks risiko Program Penanggulangan bencana sudah mengakomodir Indeks
bencana sebanyak 30% dari Resiko Bencana sebagai base line dalam pengelolaan risiko bencana
baseline IRB Kabupaten yang di update secara berkala
Magelang (Wilayah Rawan Bencana)
Menguraikan tentang peta potensi bencana dan kawasan rawan
bencana gunung berapi di Kab. Magelang)
Meningkatkan kawasan dengan Lingkungan Hidup:
jasa ekosistem pencegahan dan kegiatan pembangunan apalagi yang bersifat fisik dan
perlindungan bencana kelas berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam jelas
rendah dan sangat rendah mengandung resiko terjadinya perubahan ekosistem yang
menjadi kelas menengah melalui selanjutnya mengakibatkan dampak yang bersifat negatif maupun
positif.
Menyusun dokumen strategi Program Penanggulangan Bencana. Tahun 2019, Kab Magelang
pengurangan risiko bencana sudah mempunyai Dokumen PRB. Berisi strategi pengurangan
sesuai karakteristik bencana risiko bencana sesuai karakteristik bencana Magelang Tahun 2019-
Magelang 2022

2 TUJUAN 13: Memperkuat kapasitas ketahanan dan adaptasi Menyusun rencana strategi Program Konservasi Sumber Daya Alam dan Mitigasi Dampak
PELESTARIKAN DAN terhadap bahaya terkait iklim dan bencana alam perubahan iklim sebagai bagian Perubahan Iklim
PEMANFAATAN dari meningkatkan ketahanan Target jumlah desa yang melaksanakan program kampung iklim
BERKELANJUTAN kabupaten dalam menghadapi sampai dengan tahun 2024 sebanyak 36 desa/kelurahan
EKOSISTEM DARATAN dampak perubahan iklim

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 34


1 2 3 4 5
Meningkatkan kapasitas Program Konservasi Sumber Daya Alam dan Mitigasi Dampak
masyarakat dalam menghadapi Perubahan Iklim
bencana dan dampak perubahan Target ada di Renstra PD, merupakan indikator kegiatan
iklim Dilaksanakan melalui program kampung iklim dan pembentukan
dan pembinaan kelompok peduli lingkungan
Meningkatkan kawasan dengan Lingkungan Hidup:
jasa ekosistem pencegahan dan kegiatan pembangunan apalagi yang bersifat fisik dan
perlindungan bencana kelas berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam jelas
rendah dan sangat rendah mengandung resiko terjadinya perubahan ekosistem yang
menjadi kelas menengah melalui selanjutnya mengakibatkan dampak yang bersifat negatif maupun
rekayasa teknis dan vegetatif positif.
Menyusun strategis pengurangan Program Penanggulangan Bencana. Tahun 2019, Kab Magelang
risiko bencana sudah memiliki Dokumen PRB yang berisi strategi pengurangan
risiko bencana sesuai karakteristik bencana Magelang
PILAR SOSIAL
TUJUAN 1 : Membangun ketahanan masyarakat miskin dan Menyusun rencana strategi Program Penanggulangan Bencana. Tahun 2019, Kab Magelang
MENGENTASKAN SEGALA mereka yang berada dalam kondisi rentan, dan perubahan iklim sebagai bagian sudah memiliki Dokumen PRB yang berisi strategi pengurangan
BENTUK KEMISKINAN mengurangi kerentanan mereka terhadap kejadian dari meningkatkan ketahanan risiko bencana sesuai karakteristik bencana Magelang, termasuk
ekstrem terkait iklim dan guncangan ekonomi, kabupaten dalam menghadapi mitigasi bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim
sosial, lingkungan, dan bencana dampak perubahan iklim

Menyusun pendataan kerugian Diakomodir dalam Program Penanggulangan Bencana, pada


ekonomi akibat bencana. indikator outcome Persentase pelaksanaan rehabilitasi
danRekonstruksi dengan target sebesar 85%

Meningkatkan lokasi penguatan Diakomodir dalam Program Penanggulangan Bencana (peningkatan


pengurangan risiko bencana pelaksaan mitigasi bencana, dari 31,4% menjadi 62,9% pada akhir
daerah sampai dengan 24%. periode RPJMD)

Meningkatkan pertumbuhan Diakomodir dalam Program Penanggulangan Bencana (peningkatan


desa tangguh bencana 23 desa. pelaksaan mitigasi bencana, dari 31,4% menjadi 62,9% pada akhir
periode RPJMD)

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 35


1 2 3 4 5
Meningkatkan kapasitas Diakomodir dalam Program Penanggulangan Bencana (peningkatan
masyarakat dalam menghadapi pelaksaan mitigasi bencana, dari 31,4% menjadi 62,9% pada akhir
bencana dan dampak perubahan periode RPJMD)
iklim

Peningkatan ketahanan Diakomodir dalam Program Penanggulangan Bencana (peningkatan


masyarakat terhadap perubahan pelaksaan mitigasi bencana, dari 31,4% menjadi 62,9% pada akhir
iklim melalui desa Tangguh periode RPJMD), salah sau kegiatan yang dilaksanakan adalah
Bencana terutama pada kawasan pembentukan desa tangguh bencana, khususnya pada desa-desa
rawan bencana dan desa yang yang berada pada kerentanan tinggi
memiliki indeks kerentanan
cukup rentan.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 36


3.1. Identifikasi Permasalahan
Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan
Perangkat Daerah

3.1. Identifikasi itetapkannya Undang-Undang Nomor 24


Permasalahan
Berdasarkan Tugas
dan Fungsi
Pelayanan
D Tahun 2007 tentang Penanggulangan
Bencana dan peraturan turunannya
telah menimbulkan perubahan
mendasar terhadap upaya penyelenggaraan
Perangkat Daerah penanggulangan bencana, antara lain :
Sumber Daya 1. Adanya payung hukum, mandat bagi
Perangkat Daerah perlindungan rakyat dari risiko bencana;
3.2. Telaahan Visi, Misi, 2. Perubahan cara pandang dari responsif
dan Program Bupati menjadi pengurangan risiko dan
dan Wakil Bupati kesiapsiagaan;
Terpilih 3. Terintegrasinya penanggulangan
3.3. Telaahan Renstra bencana dalam rencana pembangunan;
Kementrian/Lemba 4. Penanggulangan bencana diatur,
ga dan Renstra PD diselenggarakan dan dibiayai oleh anggaran
Provinsi pembangunan pemerintah dan pemerintah
3.4. Telaahan Rencana daerah;
Tata Ruang 5. Konsekuensi logis untuk membentuk
Wilayah dan KLHS kelembagaan yang kuat dan sembada;
pada RPJMD 6. Mengatur tentang hak dan kewajiban
3.5. Penentuan Isu-Isu rakyat, serta keterlibatan berbagai pihak
Strategis sebagai penyelenggara penanggulangan
bencana.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 37


Gambar 3.1
Sistem Penanggulangan Bencana

LEGISLASI

PERENCANAAN KELEMBAGAAN PENDANAAN

PENGEMBANGAN KAPASITAS

PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA

Salah satu yang dirumuskan berdasarkan perubahan paradigma


dalam penanggulangan bencana adalah adanya sistem penanggulangan
bencana yang terdiri dari beberapa komponen, antara lain :
1. Komponen legislasi mencakup dasar-dasar kebijakan yang terkait dengan
penanggulangan bencana beserta turunan-turunannya dari tingkat
nasional, provinsi sampai dengan kota/kabupaten.
2. Komponen kelembagaan terkait dengan kedudukan, struktur, tugas
pokok, fungsi dan wewenang badan penanggulangan bencana dari tingkat
Nasional, Provinsi sampai dengan Kota/ Kabupaten.
3. Komponen perencanaan terkait dengan program-program penanggulangan
bencana dari tingkat nasional, propinsi sampai dengan kota/kabupatan.
Penanggulangan Bencana merupakan salah satu ‘mainstream’ dalam
perencanaan pembangunan. Penanggulangan Bencana dan Pengurangan
Risiko Bencana sebagai ‘perspektif’ dalam perencanaan;
4. Komponen pendanaan, terkait dengan penganggaran dari tingkat nasional,
provinsi dan kota/kabupaten. Untuk melaksanakan upaya
penanggulangan bencana, sumber dana bisa berasal dari berbagai
sumber, dengan tetap memegang prinsip untuk tidak mempergunakan
dana-dana yang bisa menimbulkan kerentanan baru, misalnya dana
pinjaman luar negeri, dan dari perusahaan yang mempunyai kontribusi
perusak lingkungan. Di sisi lain pendanaan untuk program ini harus
menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
5. Pengembangan kapasitas disemua komponen penyelenggara
penanggulangan bencana baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha,
perguruan tinggi maupun media.
Penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam semua fase baik
prabencana, tanggap darurat maupun pasca bencana merupakan “urusan
bersama”, semua sektor/lini, dan tiap-tiap komponen dalam sistem
penanggulangan bencana memiliki kontribusi yang sama pentingnya

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 38


terhadap kesuksesan upaya penanggulangan bencana yang dilakukan
secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 3
Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana serta
Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 3 Tahun 2011 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Magelang, tanggung jawab dan kewenangan BPBD Kabupaten
Magelang adalah dalam kegiatan strategis penanggulangan bencana
dijabarkan sebagai berikut :
1. Koordinasi penanggulangan bencana dilaksanakan melalui dengan
lembaga pemerintah baik pusat maupun daerah, lembaga usaha,
lembaga internasional dan/atau pihak lain yang dipandang perlu
pada tahap prabencana dan pascabencana. Pelaksanaan koordinasi
tersebut salah satunya adalah penetapan kebijakan yang selaras
dengan perencanaan pembangunan.
2. Dalam kondisi tanggap darurat, BPBD menjalankan fungsi komando
dalam rangka penanganan kedaruratan di wilayah yang terkena
bencana melalui pengerahan sumberdaya manusia, peralatan, dan
logistik dari BPBD dan instansi terkait, Tentara Nasional Indonesia
dan Kepolisian Negara Republik Indonesia serta langkah-langkah lain
yang diperlukan dalam rangka penanganan darurat bencana.
3. Fungsi yang terakhir adalah peran pelaksana, terkait dengan kondisi
pasca bencana yang dilaksanakan secara terkoordinasi dan
terintegrasi dengan lembaga pemerintah baik pusat maupun daerah,
dengan memperhatikan kebijakan penyelenggaraan penanggulangan
bencana; kebjakan pembangunan, serta selaras dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Adanya Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2018 tentang Standar
Pelayanan Minimal dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 101 Tahun
2018 Tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan
Minimal Sub-Urusan Bencana Daerah Kabupaten/Kota semakin
memperjelas tugas, pokok dan fungsi BPBD.
Sebagai lembaga yang dibentuk pada tahun 2011, BPBD Kabupaten
Magelang di usia yang masih muda pada prinsipnya masih pada tahapan
untuk peningkatan sumberdaya. Sumberdaya tersebut meliputi sumber
daya manusia (SDM), anggaran, sarana dan prasarana PB, kelembagaan dan
prosedur. Faktor-faktor tersebut merupakan indikator penilaian
keberhasilan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi dalam
penanggulangan bencana dan kondisi yang berkembang secara dinamis.
Optimalisasi sumber daya yang dimiliki BPBD Kabupaten Magelang maupun
sumberdaya di lingkungan pemerintah Kabupaten Magelang yang dapat
dimobilisasi atas komando BPBD Kabupaten Magelang harus bermanfaat
untuk pencapaian tujuan organisasi sesuai visi, misi dan tujuan yang telah
ditetapkan.
Kapasitas sumberdaya PB di BPBD Kabupaten Magelang jika
dibandingkan dengan tingginya intensitas bencana dan luasnya wilayah

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 39


Kabupaten Magelang yang rawan bencana belumlah ideal. Pengalaman
penanganan kebencanaan yang telah dilakukan selama ini merupakan
pengalaman yang berharga dan strategis untuk membangun dan perbaikan
sistem untuk menghadapi situasi dan tantangan yang akan datang.
Masalah yang ditemui sampai saat ini adalah belum optimalnya
upaya penanganan kebencanaan yang komprehensif dan multidimensi
memerlukan peran berbagai pihak, baik pemerintah, swasta maupun
masyarakat. Akar permasalahan yang ditemui dan perlu untuk segera
disikapi secara menyeluruh dapat dilihat pada tabel 3.1.

Tabel 3.1
Pemetaan permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah


1 Belum optimalnya Belum optimalnya Belum optimalnya penyampaian
ketangguhan daerah upaya penanganan informasi bencana kepada masyarakat
dalam kebencanaan yang di kawasan rawan bencana
penanggulangan komprehensif dan
Belum optimalnya edukasi bencana
bencana multidimensi
bagi warga di kawasan rawan bencana
memerlukan peran
berbagai pihak, baik Masih kurangnya jumlah desa tangguh
pemerintah, swasta bencana
maupun masyarakat Belum optimalnya peralatan PB di
masyarakat daerah rawan bencana

Belum optimalnya pelayanan sarana


dan prasarana tanggap darurat
lengkap bagi korban bencana
Belum optimalnya bantuan rehabilitasi
dan rekonstruksi kerusakan akibat
bencana

3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Bupati dan Wakil Bupati Terpilih
Visi Pembangunan Pemerintah Kabupaten Magelang yang ingin
dicapai selama lima tahun mendatang sebagaimana telah dirumuskan dalam
RPJMD 2019-2024. Adapun visi Bupati dan Wakil Bupati Magelang periode
tahun 2019-2024
adalah:
“Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Magelang
yang Sejahtera, Berdaya Saing dan Amanah”
(SEDAYA AMANAH)“
Visi pembangunan Kabupaten Magelang tahun 2019-2024
sebagaimana tersebut di atas mengandung tiga kata kunci yaitu Sejahtera,
Berdaya Saing, dan Amanah disingkat menjadi “Sedaya Amanah”. Sedaya
dalam bahasa Jawa mempunyai arti semua (sedoyo) sehingga sedaya
amanah bermakna bahwa seluruh pemangku kebijakan dan pemangku
kepentingan, di semua tingkatan, harus menjaga amanah dalam
menjalankan peran dan fungsinya.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 40


Dalam rangka mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Magelang
tahun 2019-2024, maka misi pembangunan Kabupaten Magelang
dijabarkan sebagai berikut.
1. Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang sejahtera dan
berakhlak mulia.
Salah satu indikator tercapainya kesejahteraan masyarakat adalah
tercapainya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Komponen yang sangat
menentukan tercapainya peningkatan IPM adalah luasnya jangkauan
akses pelayanan dasar, mencakup pendidikan, kesehatan, dan daya beli
masyarakat.
2. Meningkatkan daya saing daerah yang berbasis pada potensi lokal
dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Misi kedua ini akan mewujudkan kondisi masyarakat Kabupaten
Magelang yang lebih maju dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada
dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Untuk mencapai
kondisi tersebut diwujudkan melalui pembangunan ekonomi dan
pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang amanah.
Misi ini bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang
amanah. Pada periode yang lalu tata kelola pemerintahan Kabupaten
Magelang telah berjalan dengan baik yang diindikasikan dengan
pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pengelolaan
keuangan daerah. Dalam periode 2019-2024 mendatang tata kelola
pemerintahan yang amanah dilaksanakan dengan reformasi birokrasi
secara optimal.
Dalam penjabaran Misi RPJMD, isu penanggulangan bencana ada
pada koridor misi kedua yakni ‘Meningkatkan daya saing daerah yang
berbasis pada potensi lokal dengan tetap menjaga kelestarian
lingkungan hidup” dan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan
berada di urusan ‘Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri”
Dalam pencapaian misi kedua tersebut ditetapkan isu strategis
keamanan dan ketentraman masyarakat adalah belum optimalnya daya
saing daerah. Dalam Skema Besar RPJMD 2019-2024 secara jelas
digambarkan sasaran strategisnya yaitu Meningkatnya daya saing ekonomi
daerah. Indikator sasaran derah yang akan dicapai dalam manajemen
penanggulangan bencana secara terpadu adalah cakupan ketentraman dan
ketertiban masyarakat. Telaahan visi, misi dan program Bupati dan Wakil
Bupati terpilih dikaitkan adanya faktor-faktor penghambat dan pendorong
pelayanan BPBD Kabupaten Magelang dapat dilihat pada tabel 3.2 sebagai
berikut :

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 41


Tabel 3.2
Telaah Visi, Misi dan dan Program Bupati dan Wakil Bupati

Visi Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Magelang Yang Sejahtera, Berdaya Saing dan Amanah (SEDAYA AMANAH)

Misi dan Program Permasalahan Faktor


No Bupati dan Wakil Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah Pelayanan Perangkat
Bupati Daerah
Pendorong Penghambat
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Misi : Tugas :
Meningkatkan Daya 1) Menetapkan pedoman dan pengarahan sesuai Koordinasi dan Tambahan Masing-masing SKPD yg
Saing Daerah yang dengan kebijakan Pemerintah Daerah dan Badan kerjasama antar 10 anggaran PB di termasuk dalam 10 sektor PB
berbasis pada potensi Nasional Penanggulangan Bencana terhadap sektor dalam PB masing-masing belum semua menganggarkan
lokal dengan tetap usaha penanggulangan bencana yang mencakup belum maksimal SKPD terkait kegiatan yang terkait dengan
menjaga Kelestarian pencegahan bencana, penanggulangan darurat, 10 sektor PB PB
Lingkungan Hidup rehabilitasi serta rekonstruksi secara adil dan
setara
Program : 2) Menetapkan standarisasi serta kebutuhan Belum optimalnya Peran serta Belum optimalnya
penyelenggaraan penanggulangan bencana upaya penanganan masyarakat penyampaian informasi
berdasarkan peraturan perundang-undangan kebencanaan yang dan dunia bencana kepada masyarakat di
komprehensif dan usaha terkait kawasan rawan bencana
Penanggulangan 3) Menyusun, menetapkan dan menginformaskan multidimensi penanggulanga Belum optimalnya edukasi
Bencana peta rawan bencana memerlukan peran n bencana bencana bagi warga di
berbagai pihak, baik kawasan rawan bencana
4) Menyusun dan menetapkan prosedur tetap pemerintah, swasta Masih kurangnya jumlah desa
penanganan bencana maupun masyarakat tangguh bencana

5) Melaporkan penyelenggaraan penanggulangan Belum optimalnya peralatan


bencana kepada Bupati setiap bulan dalam PB di masyarakat daerah
kondisi normal dan setiap saat dalam kondisi rawan bencana
darurat bencana
6) Mengendalikan pengumpulan dan penyaluran Belum optimalnya pelayanan
uang dan barang sarana dan prasarana tanggap
darurat lengkap bagi korban
bencana

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 42


7) Mempertanggungjawabkan penggunaan Belum optimalnya bantuan
anggaran yang diterima dari Anggaran Pendapatan rehabilitasi dan rekonstruksi
dan Belanja Daerah kerusakan akibat bencana
8) Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan
peraturan perundang-undangan

Fungsi :
1) Perumusan dan penetapan kebijakan
penanggulangan bencana dan penanganan
pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat serta
efektif dan efisien
2) Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan
penanggulangan bencana secara terencana,
terpadu dan menyeluruh

3) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh


Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 43


3.3. Telaahan Renstra Kementrian/Lembaga dan Renstra PD Provinsi

3.3.1. Renstra Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)


Penyelenggaraan penanggulangan bencana sebagai bagian tidak
terpisahkan dalam pembangunan nasional yang diamanatkan kepada Badan
Nasional Penanggulangan Bencana dilaksanakan dalam rangka pencapaian
tujuan pembangunan nasional dan mewujudkan Visi Presiden: Terwujudnya
Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong
Royong, maka visi BNPB 2015-2019 adalah : “Ketangguhan Bangsa Dalam
Menghadapi Bencana”. Visi tersebut merupakan gambaran terhadap apa yang
ingin diwujudkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada akhir
pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 – 2025
yaitu bagaimana negara secara tangguh mampu memberikan perlindungan
kepada masyarakat dengan menjauhkan masyarakat dari bencana,
menjauhkan bencana dari masyarakat, meningkatkan kemampuan daya
lenting masyarakat untuk pulih kembali dari dampak bencana.
Berdasarkan amanat Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang
Penanggulangan Bencana serta sesuai dengan tugas dan fungsi Badan
Nasional Penanggulangan Bencana yang ditetapkan melalui Peraturan
Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan
Bencana, maka dalam rangka pencapaian visi penanggulangan bencana,
maka ditetapkan misi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2015–
2019 yaitu:
1. Melindungi bangsa dari ancaman bencana dengan membangun budaya
pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi
bencana menjadi bagian yang terintegrasi dalam pembangunan nasional;
2. Membangun sistem penanganan darurat bencana secara cepat, efektif dan
efisien;
3. Menyelenggarakan pemulihan wilayah dan masyarakat pascabencana
melalui rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih baik yang terkoordinasi
dan berdimensi pengurangan risiko bencana;
4. Menyelenggarakan dukungan dan tata kelola logistik dan peralatan
penanggulangan bencana;
5. Menyelenggarakan penanggulangan bencana secara transparan dengan
prinsip good governance.
Dalam mencapai sasaran menurunnya indeks risiko bencana di
pusat-pusat pertumbuhan yang berisiko tinggi banyak dijumpai faktor
penghambat dan faktor pendorong. Faktor-faktor tersebut dapat dijabarkan
sebagai berikut:
1. Faktor Penghambat
a. Belum terintegrasinya pengurangan risiko bencana dalam
implementasi rencana pembangunan secara efektif dan komperhensif;
b. Belum tersedianya prosedur operasional standar penyelenggaraan
penanggulangan bencana yang memadai;

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 44


c. Keterbatasan kajian risiko bencana dan peta risiko bencana sampai
tingkat kabupaten/kota yang menyebabkan terhambatnya
pelaksanaan analisa spasial;
d. Basis data yang tidak termutakhirkan dan teradministrasi secara
reguler;
e. Belum optimalnya koordinasi pelaksanaan penanggulangan bencana;
f. Kurang tersedianya anggaran yang memadai dalam rangka
penanggulangan bencana;
g. Masih tingginya ketergantungan daerah terhadap bantuan pendanaan
kepada pemerintah pusat;
h. Keterbatasan jumlah sumberdaya manusia;
i. Masih terbatasnya sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan
penanggulangan bencana.
j. Keterbatasan jaringan informasi dan komunikasi yang efektif dalam
penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat;
k. Sistem informasi dan komunikasi kebencanaan belum terbangun
secara terpadu dan terintegrasi;

2. Faktor Pendorong
a. Tersedianya peraturan perundang-undangan PB;
b. Eksistensi kelembagaan BNPB yang setingkat menteri memungkinkan
akses koordinasi antar lembaga terkait menjadi lebih kuat;
c. Terbentuknya Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana di
Jakarta dan Malang yang siap 24 Jam;
d. Terbentuknya Tim Reaksi Cepat BNPB, 33 provinsi dan 127
kabupaten/kota dan telah mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas
sejak tahun 2010;
e. Terlaksananya inisiasi kerjasama dengan BNSP dalam pembentukan
Lembaga Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana (LSP-PB);
f. Adanya koordinasi dan sinkronisasi dalam penyelenggaraan
penanggulangan bencana bersama sektoral dan pemerintah daerah;
g. Tersedianya mekanisme pendanaan yang lebih fleksibel bagi
penyelenggaraan penanggulanan bencana;
h. Peningkatan kinerja pengelolaan keuangan dibuktikan dengan terus
meningkatnya alokasi anggaran BNPB yang diikuti dengan
peningkatan realisasi penyerapan anggaran yang terus meningkat;
i. Tersusunnya Masterplan Pengurangan Risiko Bencana Tsunami;
j. Terintegrasinya Pengurangan Risiko Bencana dalam Rencana Tata
Ruang;
k. BNPB telah memiliki Kajian Akademik Rencana Induk Penanggulangan
Bencana;
l. BNPB telah memiliki Indeks Rawan Bencana Indonesia;
m. BNPB telah memiliki Program Sekolah Aman dan Materi Ajar
Pendidikan Bencana;
n. BNPB sudah memiliki Peta Risiko Bencana di 33 Provinsi;
o. BNPB sudah memiliki Masterplan Pengurangan Risiko Bencana
Tsunami;
Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 45
p. Terselenggaranya Keterbukaan Informasi Publik sesuai Undang-
Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
dimana BNPB menerbitkan Perka Nomor 9 Tahun 2013 tentang
Pedoman Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID) di
Lingkungan BNPB;
q. Terlaksananya Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM (selama kurun
waktu 2009-2014, BNPB telah melaksanakan pelatihan peningkatan
kapasitas bagi 3.500 orang);
r. Pengalaman penanganan bencana diberbagai tempat di Indonesia
dapat menjadi referensi bagi kegiatan penyelenggaraan penanganan
bencana yang lebih baik;
s. Tersedianya perangkat Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) untuk
mendukung penyediaan data dan informasi PB.
t. Terbangunnya Pusdalops PB di Pusat dan daerah;
u. Selama 2008-2014, BNPB telah menyediakan dan mendistribusikan
logistik dan peralatan sebagai stok persediaan (buffer stock) bagi BPBD
di 33 provinsi dan 427 BPBD kabupaten/kota untuk kesiapsiagaan
dalam menghadapi bencana;
v. Tersedianya Fasilitas Pelatihan Penanggulangan Bencana;
w. BNPB telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di
bidang Penanggulangan Bencana (SKKNI PB);
x. BNPB telah memiliki Program Desa Tangguh Bencana.

3.3.2. Renstra BPBD Provinsi Jawa Tengah


Sesuai dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih 2018-2023,
maka Visi pembangunan daerah jangka menengah Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2018-2023 adalah MENUJU JAWA TENGAH SEJAHTERA DAN
BERDIKARI “Tetep Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi”.
Perwujudan visi pembangunan ditempuh melalui misi untuk
memberikan arah dan batasan proses pencapaian tujuan, maka ditetapkan 4
(empat) misi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2018-2023, sebagai berikut:
1. Membangun masyarakat Jawa Tengah yang religius, toleran dan guyup
untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. Mempercepat reformasi birokrasi yang dinamis serta memperluas sasaran
ke pemerintah kabupaten/kota
3. Memperkuat kapasitas ekonomi rakyat dan membuka lapangan kerja
untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran
4. Menjadikan rakyat Jawa Tengah lebih sehat, lebih pintar, lebih berbudaya,
dan mencintai lingkungan
Terdapat 4 (empat) sasaran Renstra BPBD Provinsi Jawa Tengah
meliputi :
1. Meningkatnya upaya mitigasi, pencegahan, kesiapsiagaan dan
pengurangan risiko bencana,
2. Meningkatnya kapasitas penyelamatan dan penanganan masyarakat
terdampak bencana,

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 46


3. Meningkatnya kapasitas dan upaya pemulihan pasca bencana,
4. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana peralatan dan logistik
bencana.
Dalam pencapaian sasaran tersebut terdapat faktor penghambat atau
faktor pendorong. Faktor-faktor pendorong yang diperkirakan mempengaruhi
kecenderungan masa depan bidang bencana alam, antara lain:
1. Aktivitas manusia yang memanfaatkan lahan tanpa mempertimbangan
kaidah konservasi
2. Rusaknya hutan dan kawasan lindung diatasnya serta beralihnya fungsi
daerah tangkapan air hujan menjadi lahan terbangun
3. Semakin terbatasnya sumber air baku untuk air bersih karena penurunan
tingkat kualitas air permukaan dan sedimentasi
4. Pembangunan yang tidak sesuai dengan daya tamping dan daya dukung
lahan
5. Masih rendahnya pengawasan dan penegakan hukum yang berkaitan
dengan penggunaan lahan khususnya di kawasan lindung dan daerah
resapan air
6. Masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat tentang bencana

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 47


Tabel 3.3.
Telaah Renstra K/L dan Renstra PD Provinsi

Sasaran Renstra PD Permasalahan Pelayanan Faktor


No Sasaran Renstra K/L Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah
Provinsi Perangkat Daerah
Pendorong Penghambat
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Menurunnya indeks Meningkatnya upaya 1) Menetapkan pedoman dan Koordinasi dan kerjasama Tambahan sumber daya Masing-masing SKPD yg
risiko bencana di mitigasi, pencegahan, pengarahan sesuai dengan antar 10 sektor dalam PB di masing-masing SKPD termasuk dalam 10 sektor PB
pusat-pusat kesiapsiagaan dan kebijakan Pemerintah Daerah dan belum maksimal terkait 10 sektor PB belum semua menganggarkan
pertumbuhan yang pengurangan risiko Badan Nasional Penanggulangan kegiatan yang terkait dengan PB
berisiko tinggi bencana Bencana terhadap usaha
penanggulangan bencana yang
mencakup pencegahan bencana,
penanggulangan darurat,
rehabilitasi serta rekonstruksi
secara adil dan setara
Meningkatnya 2) Menetapkan standarisasi serta Belum optimalnya upaya Peran serta masyarakat Belum optimalnya edukasi
kapasitas kebutuhan penyelenggaraan penanganan kebencanaan dan dunia usaha terkait bencana bagi warga di kawasan
penyelamatan dan penanggulangan bencana yang komprehensif dan penanggulangan bencana rawan bencana
penanganan berdasarkan peraturan perundang- multidimensi memerlukan
masyarakat undangan peran berbagai pihak, baik
terdampak bencana pemerintah, swasta maupun
masyarakat

Meningkatnya 3) Menyusun, menetapkan dan Belum optimalnya jumlah desa


kapasitas dan upaya menginformaskan peta rawan tangguh bencana
pemulihan pasca bencana
bencana
Meningkatnya 4) Menyusun dan menetapkan Belum optimalnya pelayanan
kualitas dan prosedur tetap penanganan sarana dan prasarana tanggap
kuantitas sarana bencana darurat lengkap bagi korban
peralatan dan logistik bencana
bencana

5) Melaporkan penyelenggaraan Belum optimalnya bantuan


penanggulangan bencana kepada rehabilitasi dan rekonstruksi
Bupati setiap bulan dalam kondisi kerusakan akibat bencana
normal dan setiap saat dalam
kondisi darurat bencana

6) Mengendalikan pengumpulan dan


penyaluran uang dan barang

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 48


7) Mempertanggungjawabkan
penggunaan anggaran yang diterima
dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah

8) Melaksanakan kewajiban lain


sesuai dengan peraturan
perundang-undangan

Fungsi :
1) Perumusan dan penetapan
kebijakan penanggulangan bencana
dan penanganan pengungsi dengan
bertindak cepat dan tepat serta
efektif dan efisien

2) Pengkoordinasian pelaksanaan
kegiatan penanggulangan bencana
secara terencana, terpadu dan
menyeluruh

3) Pelaksanaan tugas lain yang


diberikan oleh Bupati sesuai dengan
tugas dan fungsinya

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 49


3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan KLHS pada RPJMD

3.4.1. Rencana Tata Ruang Wilayah


Dalam dokumen RTRW Kabupaten Magelang tahun 2010 – 2030
kawasan rencana bencana diatur dalam rencana pola tata ruang (Perda No 5
Tahun 2011). Pengaturan rencana pola tata ruang Kabupaten
menggambarkan rencana sebaran kawasan rawan bencana. Kawasan Rawan
Bencana Alam adalah daerah yang diidentifikasi sering dan berpotensi tinggi
mengalami bencana alam seperti banjir, letusan gunung berapi, gempa
bumi, tanah longsor, dan lain-lain. Kawasan yang termasuk dalam rawan
bencana merupakan kawasan yang terdampak secara langsung maupun
tidak langsung. Kawasan rawan bencana di Kabupaten Magelang dalam
kajian RTRW Kabupaten Magelang meliputi :
1. Kawasan rawan bencana I (KRB I) adalah kawasan yang berpotensi
terlanda lahar/banjir dan tidak menutup kemungkinan dapat terkena
perluasan awan panas dan aliran lava.
2. Kawasan rawan bencana II (KRB II) adalah kawasan yang terdiri atas dua
Bagian yaitu aliran massa (berupa awan panas, aliran lava dan lahar)
dan lontaran (berupa material jatuhan dan lontaran batu pijar)
3. Kawasan rawan bencana III (KRB III) adalah kawasan yang letaknya
dekat dengan sumber bahaya yang sering terlanda awan panas, aliran
lava, guguran batu, lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat.
Kebijakan dan Strategi Penetapan Struktur Ruang Wilayah
Kabupaten meliputi :
1. Kebijakan pengembangan sistem jaringan prasarana wilayah lainnya,
berupa pengembangan jaringanevakuasi bencana, fasilitas kesehatan,
pendidikan, ekonomi dan olahraga.
2. Strategi pengembangan jaringan evakuasi bencana sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), meliputi:
a. mengembangkan jalur evakuasi bencana;
b. menyediakan sarana evakuasi bencana;
c. mengembangkan sistem informasi tanggap bencana; dan
d. memperkuat kelembagaan penanganan bencana.
Kebijakan dan Strategi Penetapan Pola Ruang Wilayah Kabupaten
meliputi :
1. Kebijakan pengembangan kawasan rawan bencana alam meliputi:
a. pencegahan dan penanganan kawasan rawan bencana erupsi dan
banjir lahar dingingunung api;
b. pencegahan dan penanganan kawasan rawan bencana gempa bumi;
c. pencegahan dan penanganan kawasan rawan bencana gerakan
tanah.
2. Strategi pencegahan dan penanganan kawasan rawan bencana Erupsi
dan banjir lahar dingin gunung api,meliputi:
a. menyediakan jalur-jalur evakuasi terhadap ancaman bencana erupsi
dan banjir lahar dingin gunung api;

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 50


b. menghindari kawasan rawan bencana alam erupsi dan banjir lahar
dingin gunung api sebagai kawasan terbangun;
c. mengembangkan sistem penanggulangan bencana yang berbasis
masyarakat; dan
d. mengidentifikasi dan menetapkan zona aman dan rawan bencana
erupsi dan banjir lahar dingin gunung api.
3. Strategi pencegahan dan penanganan kawasan rawan bencana gempa
bumi, meliputi:
a. mengidentifikasi dan menetapkan wilayah rawan bencana alam
gempa bumi;
b. mengantisipasi bencana dengan membangun bangunan tahan
gempa; dan
c. membangun sistem penanggulangan bencana yang berbasis
masyarakat.
4. Strategi pencegahan dan penanganan kawasan rawan bencana gerakan
tanah, meliputi:
a. mengidentifikasi dan menetapkan wilayah rawan bencana alam
gerakan tanah;
b. menghindari kawasan rawan bencana alam gerakan tanah sebagai
kawasan terbangun; dan
c. membangun sistem penanggulangan bencana yang berbasis
masyarakat.
Arahan pengembangan sistem jaringan prasarana wilayah lainnya
berupa jaringan evakuasi bencana, meliputi :
1. penetapan jalur evakuasi dengan mengoptimalkan jaringan jalan yang
ada dengan menyiapkan konstruksi, sarana prasarana lalu lintas (rambu
lalu lintas, rambu evakuasi dan marka jalan) yang memadai;
2. penetapan balai desa yang berada di dalam KRB difungsikan sebagai titik
kumpul evakuasi;
3. penyediaan dan pengembangan ruang evakuasi bencana dengan
mengoptimalkan semua balai desa dan lapangan di luar kawasan rawan
bencana; dan
4. pemetaan jalur evakuasi bencana berdasarkan skema arah evakuasi
bencana.
Rencana pola ruang wilayah kabupaten salah satunya adalah
kawasan rawan bencana, meliputi :
1. Kawasan rawan bencana alam ditetapkan untuk melindungi manusia
dan kegiatannya dari bencana yang disebabkan oleh alam.
2. Kawasan rawan bencana alam di Kabupaten meliputi :
a. Kawasan rawan erupsi dan banjir lahar dingin gunung api;
b. Kawasan rawan gempa bumi;dan
c. Kawasan rawan gerakan tanah.
3. Kawasan rawan erupsi dan banjir lahar dingin gunung api, meliputi:
a. Kawasan rawan erupsi dan banjir lahar dinginGunung Merapi
terletak di Kecamatan Srumbung, Dukun, Muntilan, Salam,
Sawangan, Ngluwar dan Mungkid; dan

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 51


b. Kawasan rawan erupsi dan banjir lahar dingin Gunung Sumbing
terletak di Kecamatan Kajoran, Kaliangkrik dan Windusari.
4. Kawasan rawan gempa bumi terletak diseluruh kecamatan.
5. Kawasan rawan gerakan tanah, meliputi:
a. rawan gerakan tanah tinggi yang terletak di Kecamatan
Kajoran,Kaliangkrik, Windusari, Tempuran, Borobudur, Salaman,
Grabag, Ngablak, Pakis, Sawangan, Bandongan dan Secang;
b. rawan gerakan tanah menengah yang terletak di Kecamatan Kajoran,
Windusari, Tempuran, Borobudur, Salaman, Grabag, Ngablak, Pakis,
Sawangan, Dukun, Srumbung, Bandongan,Tegalrejo, Candimulyo
dan Secang;
c. rawan gerakan tanah rendah yang terletak di Kecamatan Borobudur,
Ngablak, Sawangan, Dukun, Srumbung, Mungkid, Muntilan, Salam
dan Ngluwar; dan
d. rawan gerakan tanah sangat rendah yang terletak diKecamatan
Borobudur, Mungkid, Mertoyudan dan Secang.
6. Kawasan –kawasan yang sering mengalami bencana alam seperti erupsi
dan banjir lahar dingin gunung api dapat ditetapkan sebagai Kawasan
rawan bencana I, Kawasan rawan bencana II dan Kawasan rawan
bencana III.
Perwujudan Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Magelang
terutama kawasan rawan bencana alam meliputi:
1. pembuatan zona-zona bencana alam;
2. mitigasi bencana; dan
3. gladi penanganan bencana pada masyarakat.
Ketentuan Umum Peraturan Zonasi Kabupaten untuk sistem jaringan
evakuasi bencana, meliputi:
1. penggunaan jaringan jalan sebagai jalur evakuasi bencana;
2. diizinkannya untuk bangunan-bangunan umum sebagai tempat ruang
evakuasi bencana;
3. penyediaan ruang evakuasi bencana berupa tempat penampungan
sementara dan tempat penampungan akhir; dan
4. pengembangan sistem kelembagaan dan sistem informasi deteksi dini
bencana alam
Kebijakan pencegahan dan penanganan kawasan rawan bencana
Merapi:
1. Tidak direkomendasikan hunian di wilayah KRB III
2. Tidak direkomendasikan untuk hunian tetap di 300 m kanan kiri sungai
Selain mendeskripsikan pengelolaan kawasan rawan bencana, kajian
bencana juga dapat menjadikan salah satu penyebab untuk ditinjaunya
kembali dokumen RTRW Kabupaten Magelang. Dalam kondisi lingkungan
strategis tertentu yang berkaitan dengan bencana alam skala besar
dan/atau perubahan batas teritorial wilayah Provinsi yang ditetapkan
dengan peraturan perundang-undangan, RTRW Prov. Jawa Tengah dapat
ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 52


3.4.2. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)
Karakteristik geografi wilayah tidak hanya membentuk potensi bagi
pengembangan wilayah namun juga menjadi potensi bagi terjadinya
bencana. Potensi bencana di Kabupaten Magelang terdiri atas bencana
tanah longsor, rawan bencana banjir, bencana gunung berapi, bencana
kebakaran hutan dan lahan. Wilayah rawan bencana tanah longsor
diidentifikasi berdasarkan tipologi wilayah dan tingkat kerawanan.
Penentuan tipologi wilayah rawan longsor didasarkan pada kemiringan
tanah. Sedangkan penetapan tingkat kerawanan longsor ditinjau dari dua
hal yaitu berdasar kondisi fisik alam dan aktivitas manusia. Berikut risiko
bencana di Kabupaten Magelang.
1. Risiko Bencana Banjir
Risiko bencana banjir mencapai luas 50.537 hektar sehingga berada pada
kategori tinggi. Potensi kerugian secara fisik dan ekonomi dari risiko
banjir sebesar 2,201 triliun rupiah termasuk pada kategori tinggi.
Sedangkan luas daerah yang mengalami kerusakan lingkungan adalah
seluas 887 hektar, berada pada kategori tinggi. Dari segi potensi
penduduk yang terpapar risiko bencana banjir sebanyak 882.662 jiwa.
Berikut peta risiko bencana banjir di Kabupaten Magelang.

Gambar 3.2 Risiko Bencana Banjir


2. Risiko Bencana Banjir Bandang
Risiko bencana banjir bandang mencapai luas 16.840 hektar sehingga
berada pada kategori tinggi. Potensi kerugian secara fisik dan ekonomi
dari risiko banjir bandang sebesar 1,01 triliun rupiah termasuk pada
kategori tinggi. Sedangkan luas daerah yang mengalami kerusakan
lingkungan adalah seluas 2.903 hektar, berada pada kategori tinggi. Dari

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 53


segi potensi penduduk yang terpapar risiko bencana banjir bandang
sebanyak 155.246 jiwa. Berikut peta risiko bencana banjir bandang di
Kabupaten Magelang.

Gambar 3.3 Risiko Bencana Banjir Bandang


3. Risiko Bencana Cuaca Ekstrem
Risiko bencana cuaca ekstrem mencapai luas 100.122 hektar sehingga
berada pada kategori tinggi. Potensi kerugian secara fisik dan ekonomi
dari risiko cuaca ekstrem sebesar 8,14 triliun rupiah termasuk pada
kategori tinggi. Dari segi potensi penduduk yang terpapar risiko bencana
cuaca ekstrem sebanyak 1.245.554 jiwa. Berikut peta risiko bencana
cuaca ekstrem di Kabupaten Magelang.

Gambar 3.4 Risiko Bencana Cuaca Ekstrem

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 54


4. Risiko Bencana Gempa Bumi
Risiko bencana gempa bumi mencapai luas 107.377 hektar sehingga
berada pada kategori tinggi. Potensi kerugian secara fisik dan ekonomi
dari risiko cuaca ekstrem sebesar 1,44 triliun rupiah termasuk pada
kategori tinggi. Dari segi potensi penduduk yang terpapar risiko bencana
gempa bumi sebanyak 1.270.244 jiwa. Berikut peta risiko bencana gempa
bumi di Kabupaten Magelang.

Gambar 3.5 Risiko Bencana Gempa Bumi


5. Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan
Risiko bencana kebakaran hutan dan lahan mencapai luas 45.184 hektar
sehingga berada pada kategori tinggi. Potensi kerugian secara fisik dan
ekonomi dari risiko kebakaran hutan dan lahan sebesar 171,56 milyar
rupiah termasuk pada kategori sedang. Dari segi kerusakan lingkungan
mencapai 9.721 hektar. Berikut peta risiko bencana kebakaran hutan
dan lahan di Kabupaten Magelang.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 55


Gambar 3.6 Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan
6. Risiko Bencana Kekeringan
Risiko bencana kekeringan mencapai luas 107.377 hektar sehingga
berada pada kategori tinggi. Potensi kerugian secara fisik dan ekonomi
dari risiko kekeringan sebesar 35,07 milyar rupiah termasuk pada
kategori sedang. Dari segi kerusakan lingkungan mencapai 3.713 hektar,
berada pada kategori tinggi. Di samping itu potensi penduduk yang
terpapar risiko bencana kekeringan mencapai 1.240.247 jiwa. Berikut
peta risiko bencana kekeringan di Kabupaten Magelang.

Gambar 3.7 Risiko Bencana Kekeringan

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 56


7. Risiko Bencana Letusan Gunung Api
Risiko bencana letusan gunung api mencapai luas 10.212 hektar
sehingga berada pada kategori tinggi. Potensi kerugian secara fisik dan
ekonomi dari risiko letusan gunung api sebesar 314,59 milyar rupiah
termasuk pada kategori sedang. Dari segi kerusakan lingkungan
mencapai 1.872 hektar, berada pada kategori tinggi. Di samping itu
potensi penduduk yang terpapar risiko bencana letusan gunung api
mencapai 76.282 jiwa untuk Gunung Merapi dan 58.782 jiwa untuk
Gunung Sumbing. Berikut peta risiko bencana letusan gunung api di
Kabupaten Magelang.

Gambar 3.8 Risiko Bencana Letusan Gunung Api

8. Risiko Bencana Tanah Longsor


Risiko bencana tanah longsor mencapai luas 38.558 hektar sehingga
berada pada kategori tinggi. Potensi kerugian secara fisik dan ekonomi
dari risiko letusan gunung api sebesar 1,62 triliun rupiah termasuk pada
kategori tinggi. Dari segi kerusakan lingkungan mencapai 8.089 hektar,
berada pada kategori tinggi. Di samping itu potensi penduduk yang
terpapar risiko bencana tanah longsor mencapai 189.233 jiwa. Berikut
peta risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Magelang.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 57


Gambar 3.9 Risiko Bencana Tanah Longsor
Tingkat kerentanan terhadap iklim ditentukan oleh indikator yang
mempengaruhi keterpaparan, sensitivitas, dan kapasitas adaptasi suatu
sistem. Ketiga faktor tersebut berubah menurut waktu sejalan dengan
kegiatan pembangunan dan upaya-upaya adaptasi. Tingkat keterpaparan
dan tingkat sensitivitas dapat dicerminkan oleh kondisi biofisik dan
lingkungan, serta sosial-ekonomi.
Untuk mendukung pengurangan risiko dan dampak iklim tersebut,
Dirjen Pengendalian Iklim melalui Direktorat Adaptasi iklim
mengembangkan Sistem Informasi Indeks dan Data Kerentanan Iklim
(SIDIK) yang menyajikan data informasi kerentanan iklim di seluruh
Indonesia untuk mendukung kebijakan pembangunan oleh pemerintah
pusat dan daerah dalam upaya perencanaan adaptasi serta pengurangan
risiko dan dampak iklim Saat ini SIDIK memanfaatkan data sosial ekonomi,
demografi, geografi, dan lingkungan infrastruktur dari PODES.

Gambar 3.10 Peta Kerentanan Iklim Kabupaten Magelang

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 58


Tabel 3.4. Tingkat Kerentanan terhadap Perubahan Iklim di Kabupaten
Magelang
Kategori Desa Persen (%)
Tidak Rentan 18 4,8
Kurang Rentan 22 5,9
Agak Rentan 329 88,4
Rentan 2 0,5
Sangat Rentan 1 0,3
Sumber: Perhitungan dari Peta D3TLH, KLHK 2016

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kategori agak rentan


lebih besar dibandingkan dengan kategori rawan bencana lainnya, sehingga
kewaspadaan terhadap potensi bencana perubahan iklim perlu ditingkatkan
di seluruh wilayah Kabupaten Magelang. Berikut peta kerentanan iklim di
Kabupaten Magelang.
Faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan Perangkat Daerah
yang mempengaruhi pelayanan Perangkat Daerah ditinjau dari implikasi
RTRW dan KLHS dapat dilihat pada tabel 3.5.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 59


Tabel 3.5
Telaah RTRW dan KLHS pada RPJMD

Permasalahan Faktor
Tugas dan Fungsi Perangkat
No Kebijakan RTRW dan KLHS
Daerah
Pelayanan Perangkat
Daerah
Pendorong Penghambat
I RTRW 1) Menetapkan pedoman dan Belum optimalnya upaya
pengarahan sesuai dengan penanganan
A Pola Ruang RTRW kebijakan Pemerintah Daerah kebencanaan yang
dan Badan Nasional komprehensif dan
kebijakan dan strategi pengembangan Penanggulangan Bencana multidimensi
kawasan rawan bencana alam meliputi : terhadap usaha penanggulangan memerlukan peran
bencana yang mencakup berbagai pihak, baik
pencegahan bencana, pemerintah, swasta
penanggulangan darurat, maupun masyarakat
a. pencegahan dan menyediakan jalur-jalur jalur evakuasi masih menjadi
rehabilitasi serta rekonstruksi
penanganan kawasan evakuasi terhadap ancaman satu dengan jalur tambang
secara adil dan setara
rawan bencana erupsi dan bencana erupsi dan banjir lahar sehingga banyak yang rusak
banjir lahar dingin gunung dingin gunung api
api
menghindari kawasan rawan Masih banyak masyarakat
bencana alam erupsi dan banjir yang tinggal di daerah rawan
lahar dingin gunung api sebagai bencana dan tidak mau di
kawasan terbangun relokasi
mengembangkan sistem kesadaran masyarakat
penanggulangan bencana yang belum semuanya terbangun
berbasis masyarakat

mengidentifikasi dan Zona sudah ditetapkan


menetapkan zona aman dan dalam Dokumen Kajian
rawan bencana erupsi dan Risiko Bencana namun
banjir lahar dingin gunung api belum di legalkan
b. pencegahan dan 2) Menetapkan standarisasi serta mengidentifikasi dan Wilayah rawan gempa bumi
penanganan kawasan kebutuhan penyelenggaraan menetapkan wilayah rawan sudah di identifikasi dalam
rawan bencana gempa penanggulangan bencana bencana alam gempa bumi Dokumen Kajian Risiko
bumi berdasarkan peraturan bencana namun belum
perundang-undangan dilegalkan

3) Menyusun, menetapkan dan mengantisipasi bencana dengan Belum semua rumah


menginformaskan peta rawan membangun bangunan tahan dibangun dengan
bencana gempa konstruksi tahan gempa

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 60


4) Menyusun dan menetapkan membangun sistem kesadaran masyarakat
prosedur tetap penanganan penanggulangan bencana yang belum semuanya terbangun
bencana berbasis masyarakat

c. pencegahan dan 5) Melaporkan penyelenggaraan mengidentifikasi dan Wilayah rawan gerakan


penanganan kawasan penanggulangan bencana kepada menetapkan wilayah rawan tanah sudah di identifikasi
rawan bencana gerakan Bupati setiap bulan dalam bencana alam gerakan tanah dalam Dokumen Kajian
tanah kondisi normal dan setiap saat Risiko bencana namun
dalam kondisi darurat bencana belum dilegalkan

6) Mengendalikan pengumpulan Masih banyak masyarakat


dan penyaluran uang dan barang yang tinggal di daerah rawan
menghindari kawasan rawan bencana dan tidak mau di
bencana alam gerakan tanah relokasi
sebagai kawasan terbangun
7) Mempertanggungjawabkan membangun sistem kesadaran masyarakat
penggunaan anggaran yang penanggulangan bencana yang belum semuanya terbangun
diterima dari Anggaran berbasis masyarakat
Pendapatan dan Belanja Daerah

Struktur
B Ruang RTRW
Kebijakan pengembangan sistem jaringan 8) Melaksanakan kewajiban lain
prasarana wilayah lainnya sebagaimana sesuai dengan peraturan
dimaksud dalam Pasal 11 huruf e, berupa perundang-undangan
pengembangan jaringan evakuasi bencana,
fasilitas kesehatan, pendidikan, ekonomi dan
olahraga

Strategi meliputi : Fungsi :

1 mengembangkan jalur 1) Perumusan dan penetapan penetapan jalur evakuasi jalur evakuasi belum
evakuasi bencana kebijakan penanggulangan dengan mengoptimalkan ditetapkan dengan SK
bencana dan penanganan jaringan jalan yang ada dengan Bupati, kondisi jalur
pengungsi dengan bertindak menyiapkan konstruksi, sarana evakuasi belum memadai,
cepat dan tepat serta efektif dan prasarana lalu lintas (rambu rambu-rambu evakuasi
efisien lalu lintas, rambu evakuasi dan belum memadai
marka jalan) yang memadai;

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 61


2 menyediakan sarana 2) Pengkoordinasian pelaksanaan penetapan balai desa yang belum semua balai desa
evakuasi bencana kegiatan penanggulangan berada di dalam KRB berada di tempat strategis
bencana secara terencana, difungsikan sebagai titik untu tutuk kumpul tiap
terpadu dan menyeluruh kumpul evakuasi; dusun

penyediaan dan pengembangan ruang evakuasi (TEA) belum


ruang evakuasi bencana dengan memadai
mengoptimalkan semua balai
desa dan lapangan di luar
kawasan rawan bencana;

3 mengembangkan sistem 3) Pelaksanaan tugas lain yang pemetaan jalur evakuasi terjadi kesemrawutan dalam
informasi tanggap bencana diberikan oleh Bupati sesuai bencana berdasarkan skema jalur2 evakuasi di beberapa
dengan tugas dan fungsinya arah evakuasi bencana. titik pertemuan

4 memperkuat kelembagaan Adanya regulasi PB yaitu Perda belum semua dokumen PB


penanganan bencana no. 3 tahun 2014 tentang ada dan dilegalkan
Penyelenggaraan
Penanggulangan Bencana,
Perbup no. 48 tahun 2018
tentang Dokumen RPB Kab.
Magelang 2018-2022

II KLHS
A Permasalahan
1 3 indikator sudah 1) Menetapkan pedoman dan Belum optimalnya upaya
dilaksanakan dan pengarahan sesuai dengan penanganan
tercapainya target nasional kebijakan Pemerintah Daerah kebencanaan yang
(SS) dan Badan Nasional komprehensif dan
Penanggulangan Bencana multidimensi
terhadap usaha penanggulangan memerlukan peran
2 1 indikator sudah bencana yang mencakup berbagai pihak, baik
dilaksanakan namun pencegahan bencana, pemerintah, swasta
belum mencapai target penanggulangan darurat, maupun masyarakat
nasional (SB) rehabilitasi serta rekonstruksi
secara adil dan setara
3 2 indikator yang belum
menjadi target RPJMD
tetapi telah mencapai target
TPB (TTC)

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 62


4 7 indikator yang belum 2) Menetapkan standarisasi serta
menjadi target RPJMD dan kebutuhan penyelenggaraan
belum mencapai target TPB penanggulangan bencana
(TTT) berdasarkan peraturan
perundang-undangan

5 2 indikator yang belum


terdapat data terkait (NA)

Isu strategis
Tujuan 1 : Pengentasan segala bentuk
kemiskinan

1 Masih adanya korban 3) Menyusun, menetapkan dan Meminimalisir korban meninggal Masih banyak masyarakat
meninggal, hilang dan menginformaskan peta rawan dengan pengetahuan dan yang tinggal di daerah rawan
terkena dampak akibat bencana pelatihan kepada masyarakat di bencana
bencana daerah rawan bencana
2 Belum lengkapnya Adanya Tim JITU PASNA yang Belum semua Tim JITU
pendataan kerugian terdiri dari PD terkait dalam Pasna terjun ke lapangan
ekonomi akibat bencana perhitungan kerusakann dan dalam perhitungan
kerugian kerusakan dan kerugian
3 Masih rendahnya lokasi 4) Menyusun dan menetapkan Sudah terbentuk Desa Tangguh Belum semua desa do
penguatan pengurangan prosedur tetap penanganan Bencana dari tahun 2014 daerah rawan bencana
risiko bencana daerah bencana dengandana dari APBN dan terbentuk menjadi Desa
melalui desa tangguh APBD Tangguh Bencana
bencana
4 Peningkatan kerentanan 5) Melaporkan penyelenggaraan Desa-desa rentan di Kabupaten Belum adanya kesadaran
adaptasi perubahan iklim penanggulangan bencana kepada Magelang ditinkatkan masyarakat terkait
pada 329 desa (88%) Bupati setiap bulan dalam kapasitasnya kerentanan di daerahnya
berada pada kategori agak kondisi normal dan setiap saat
rentan, 2 desa rentan dan 1 dalam kondisi darurat bencana
desa sangat rentan.

5 Sebagian besar berada


pada jasa ekosistem
pencegahan dan
perlindungan bencana
kelas sedang (70,26%),
sedangkan untuk kelas
tinggi hanya 1,14%
sehingga rawan bencana

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 63


6 Jasa ekosistem tata kelola 6) Mengendalikan pengumpulan
air dan banjir sebagian dan penyaluran uang dan barang
besar di kelas sedang
70,26% yang berada di
kelas tinggi hanya 6,44%
sehingga rawan banjir pada
musim hujan dan rawan
kekeringan pada kemarau

Tujuan 11 : Menjadikan kota dan


permukiman yang inklusif, aman, tangguh
dan berkelanjutan

1 Perlunya meningkatkan 7) Mempertanggungjawabkan Tersedianya TEA sebagai upaya Belum memadainya sarana
sarana dan prasarana penggunaan anggaran yang penanganan pengungsi di prasarana evakuasi di
penanganan evakuasi diterima dari Anggaran daerah penyangga daerah penyangga
bencana Pendapatan dan Belanja Daerah
2 Perlunya menurunkan Penurunan Indeks Risiko Peningkatan kapasitas
indeks risiko bencana Bencana setiap tahunnya masyarakat, Penurunan
ditargetkan 15 % dalam kerentanan di daerah rawan
Dokumen RPB bencana belum maksimal
3 Belum adanya dokumen Telah tersusun Dokumen KRB Dokumen KRB 2017-2021
strategi pengurangan risiko 2017-2021, Dokumen RPB belum di legalkan, Perbup
bencana (PRB) 2018-2022 (Perbup No.48 tahun amanat Perda 3 Tahun 2014
2018), Perda no. 3 Tahun 2014, belum dilaksanakan
Perbup No. 18 Tahun 2016

4 Peningkatan risiko bencana 8) Melaksanakan kewajiban lain Peningkatan mitigasi bencana di Belum semua masyarakat di
alam banjir, kekeringan, sesuai dengan peraturan daerah rawan bencana daerah rawan bencana
longsor dan gunung berapi perundang-undangan mengetahui risiko bencana
di daerahnya
5 Sistem peringatan dini Peningkatan upaya sistem Terbatasnya pengetahuan
cuaca dan iklim serta peringatan dini dengan masyarakat terkait sistem
kebencanaan penyampaian informasi peringatan dini bencana
kebencanaan serta pemasangan
alat deteksi dini bencana

6 Sebagian besar berada


bencana kelas sedang
(73,83%) dan rendah
(25,03%) sehingga terhadap
rawan bencana

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 64


Tujuan 13 : Pelestarian dan pemanfaatan
berkelanjutan ekosistem daratan

1 Masih adanya korban Fungsi : Meminimalisir korban meninggal Masih banyak masyarakat
meninggal, hilang dan dengan pengetahuan dan yang tinggal di daerah rawan
terkena dampak bencana pelatihan kepada masyarakat di bencana
daerah rawan bencana
2 Peningkatan kerentanan 1) Perumusan dan penetapan
adaptasi perubahan iklim kebijakan penanggulangan
pada 329 desa (88%) bencana dan penanganan
berada pada kategori agak pengungsi dengan bertindak
rentan, 2 desa rentan dan 1 cepat dan tepat serta efektif dan
desa sangat rentan efisien

3 Peningkatan risiko bencana Peningkatan mitigasi bencana di Belum semua masyarakat di


alam banjir, kekeringan, daerah rawan bencana daerah rawan bencana
longsor dan gunung berapi. mengetahui risiko bencana
di daerahnya
4 Sebagian besar berada 2) Pengkoordinasian pelaksanaan
pada jasa ekosistem kegiatan penanggulangan
pencegahan dan bencana secara terencana,
perlindungan bencana terpadu dan menyeluruh
kelas sedang (73,83%) dan
rendah (25,03%) sehingga
rawan bencana.

Skenario dan
B Rekomendasi
Skenario :
Tujuan 1 : Pengentasan segala bentuk
kemiskinan

1 Masih adanya korban 3) Pelaksanaan tugas lain yang Meminimalisir korban meninggal Masih banyak masyarakat
meninggal, hilang dan diberikan oleh Bupati sesuai dengan pengetahuan dan yang tinggal di daerah rawan
terkena dampak akibat dengan tugas dan fungsinya pelatihan kepada masyarakat di bencana
bencana daerah rawan bencana

2 Belum lengkapnya Adanya Tim JITU PASNA yang Belum semua Tim JITU
pendataan kerugian terdiri dari PD terkait dalam Pasna terjun ke lapangan
ekonomi akibat bencana perhitungan kerusakann dan dalam perhitungan
kerugian kerusakan dan kerugian

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 65


3 Masih rendahnya lokasi Sudah terbentuk Desa Tangguh Belum semua desa do
penguatan pengurangan Bencana dari tahun 2014 daerah rawan bencana
risiko bencana daerah dengandana dari APBN dan terbentuk menjadi Desa
melalui desa tangguh APBD Tangguh Bencana
bencana

4 Peningkatan kerentanan
adaptasi perubahan iklim
pada 329 desa (88%)
berada pada kategori agak
rentan, 2 desa rentan dan 1
desa sangat rentan.
5 Jasa ekosistem tata kelola
air dan banjir sebagian
besar di kelas sedang
70,26% yang berada di
kelas tinggi hanya 6,44%
sehingga rawan banjir pada
musim hujan dan rawan
kekeringan pada kemarau

Tujuan 11 : Menjadikan kota dan


permukiman yang inklusif, aman, tangguh
dan berkelanjutan

1 Perlunya meningkatkan Tersedianya TEA sebagai upaya Belum memadainya sarana


sarana dan prasarana penanganan pengungsi di prasarana evakuasi di
penanganan evakuasi daerah penyangga daerah penyangga
bencana
2 Perlunya menurunkan Penurunan Indeks Risiko Peningkatan kapasitas
indeks risiko bencana Bencana setiap tahunnya masyarakat, Penurunan
ditargetkan 15 % dalam kerentanan di daerah rawan
Dokumen RPB bencana belum maksimal
3 Peningkatan risiko bencana Peningkatan mitigasi bencana di Belum semua masyarakat di
alam banjir, kekeringan, daerah rawan bencana daerah rawan bencana
longsor dan gunung berapi mengetahui risiko bencana
di daerahnya

4 Sistem peringatan dini Peningkatan upaya sistem Terbatasnya pengetahuan


cuaca dan iklim serta peringatan dini dengan masyarakat terkait sistem
kebencanaan. penyampaian informasi peringatan dini bencana
kebencanaan serta pemasangan
alat deteksi dini bencana

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 66


5 Sebagian besar berada
bencana kelas sedang
(73,83%) dan rendah
(25,03%) sehingga terhadap
rawan bencana

Tujuan 13 : Pelestarian dan pemanfaatan


berkelanjutan ekosistem daratan

1 Masih adanya korban Meminimalisir korban meninggal Masih banyak masyarakat


meninggal, hilang dan dengan pengetahuan dan yang tinggal di daerah rawan
terkena dampak bencana pelatihan kepada masyarakat di bencana
daerah rawan bencana
2 Peningkatan kerentanan
adaptasi perubahan iklim
pada 329 desa (88%)
berada pada kategori agak
rentan, 2 desa rentan dan 1
desa sangat rentan.

3 Peningkatan risiko Peningkatan mitigasi bencana di Belum semua masyarakat di


bencana alam banjir, daerah rawan bencana daerah rawan bencana
kekeringan, longsor dan mengetahui risiko bencana
gunung berapi. di daerahnya
4 Sebagian besar berada
pada jasa ekosistem
pencegahan dan
perlindungan bencana
kelas sedang (73,83%) dan
rendah (25,03%) sehingga
rawan bencana.

Rekomendasi :

Tujuan 1 : Pengentasan segala bentuk


kemiskinan

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 67


1 Menyusun rencana strategi Sudah adanya Perbup no. 48 belum semua masyarakat
perubahan iklim sebagai tahun 2018 tentang dokumen mengetahui adanya
bagian dari meningkatkan RPB tahun 2018-2022 dokumen KRB 2018-2022
ketahanan kabupaten
dalam menghadapi dampak
perubahan iklim

2 Menyusun pendataan Adanya Tim JITU PASNA yang Belum semua Tim JITU
kerugian ekonomi akibat terdiri dari PD terkait dalam Pasna terjun ke lapangan
bencana. perhitungan kerusakann dan dalam perhitungan
kerugian kerusakan dan kerugian
3 Meningkatkan lokasi Sudah terbentuk Desa Tangguh Belum semua desa di daerah
penguatan pengurangan Bencana dari tahun 2014 rawan bencana terbentuk
risiko bencana daerah dengandana dari APBN dan menjadi Desa Tangguh
sampai dengan 24%. APBD Bencana
4 Meningkatkan Peran pemerintah untuk Belum adanya peran dari
pertumbuhan desa tangguh pembentukan desa tangguh desa daerah rawan dan
bencana 23 desa. bencana dunia usaha dalam
pembentukan desa tangguh
bencana

5 Meningkatkan kapasitas Peltihan masyarakat di daerah Belum semua desa daerah


masyarakat dalam rawan bencana dan sosialisasi rawan bencana mendapat
menghadapi bencana dan daerah rawan bencana pelatihan dan sosialisasi
dampak perubahan iklim kebencanaan

6 Peningkatan ketahanan Sudah terbentuk Desa Tangguh Belum semua desa di daerah
masyarakat terhadap Bencana dari tahun 2014 rawan bencana terbentuk
perubahan iklim melalui dengandana dari APBN dan menjadi Desa Tangguh
desa Tangguh Bencana APBD Bencana
terutama pada kawasan
rawan bencana dan desa
yang memiliki indeks
kerentanan cukup rentan.

Tujuan 11 : Menjadikan kota dan


permukiman yang inklusif, aman, tangguh
dan berkelanjutan

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 68


1 Perlunya penyusunan Indeks risiko bencana didukung Dokumen pendukung
Indeks Risiko Bencana oleh penilaian indek ketahanan penilaian indeks ketahanan
(IRB) sebagai baseline daerah setiap tahunnya daerah belum lengkap dari
indikator dalam perangkat daerah yang
pengelolaan risiko bencana terkait.
yang di update secara
berkala
2 Menurunkan indeks risiko Peningkatan kapasitas daerah
bencana sebanyak 30% dalam penanggulangan bencana
dari baseline IRB
Kabupaten Magelang
3 Meningkatkan kawasan Rekayasa pencegahan longsor Belum semua daerah longsor
dengan jasa ekosistem dengan webing judge dan dapat tertangani dengan
pencegahan dan penanaman rumput vetiver rekayasa vegetatif
perlindungan bencana
kelas rendah dan sangat
rendah menjadi kelas
menengah melalui rekayasa
teknis dan vegetatif

Tujuan 13 : Pelestarian dan pemanfaatan


berkelanjutan ekosistem daratan
1 Menyusun rencana strategi Sudah adanya Perbup no. 48 belum semua masyarakat
perubahan iklim sebagai tahun 2018 tentang dokumen mengetahui adanya
bagian dari meningkatkan RPB tahun 2018-2022 dokumen KRB 2018-2022
ketahanan kabupaten
dalam menghadapi dampak
perubahan iklim

2 Meningkatkan kapasitas Peltihan masyarakat di daerah Belum semua desa daerah


masyarakat dalam rawan bencana dan sosialisasi rawan bencana mendapat
menghadapi bencana dan daerah rawan bencana pelatihan dan sosialisasi
dampak perubahan iklim kebencanaan
3 Meningkatkan kawasan Rekayasa pencegahan longsor Belum semua daerah longsor
dengan jasa ekosistem dengan webing judge dan dapat tertangani dengan
pencegahan dan penanaman rumput vetiver rekayasa vegetatif
perlindungan bencana
kelas rendah dan sangat
rendah menjadi kelas
menengah melalui rekayasa
teknis dan vegetatif
4 Menyusun strategis Strategi telah dilakukan dengan belum semua masyarakat
pengurangan risiko edukasi bencana kepada mendapatkan pengetahuan
bencana masyarakat dan edukasi kebencanaan

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 69


3.5. Penentuan Isu-Isu Strategis
Isu-isu strategis yang dapat dirumuskan dalam faktor-faktor dari
pelayanan Perangkat Daerah BPBD Kabupaten Magelang yang
mempengaruhi permasalahan pelayanan Perangkat Daerah ditinjau dari :
1. Gambaran pelayanan Perangkat Daerah
a. Belum optimalnya penyampaian informasi bencana kepada
masyarakat di kawasan rawan bencana
b. Belum optimalnya edukasi bencana bagi warga di kawasan rawan
bencana
c. Masih kurangnya jumlah desa tangguh bencana
d. Belum optimalnya peralatan PB di masyarakat daerah rawan
bencana
e. Belum optimalnya pelayanan sarana dan prasarana tanggap darurat
lengkap bagi korban bencana
f. Belum optimalnya bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan
akibat bencana
2. Sasaran jangka menengah pada Renstra K/L
a. Belum terintegrasinya pengurangan risiko bencana dalam
implementasi rencana pembangunan secara efektif dan
komperhensif;
b. Belum tersedianya prosedur operasional standar penyelenggaraan
penanggulangan bencana yang memadai;
c. Keterbatasan kajian risiko bencana dan peta risiko bencana sampai
tingkat kabupaten/kota yang menyebabkan terhambatnya
pelaksanaan analisa spasial;
d. Basis data yang tidak termutakhirkan dan teradministrasi secara
reguler;
e. Belum optimalnya koordinasi pelaksanaan penanggulangan bencana;
f. Kurang tersedianya anggaran yang memadai dalam rangka
penanggulangan bencana;
g. Masih tingginya ketergantungan daerah terhadap bantuan
pendanaan kepada pemerintah pusat;
h. Keterbatasan jumlah sumberdaya manusia;
i. Masih terbatasnya sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan
penanggulangan bencana.
j. Keterbatasan jaringan informasi dan komunikasi yang efektif dalam
penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat;
k. Sistem informasi dan komunikasi kebencanaan belum terbangun
secara terpadu dan terintegrasi;
3. Sasaran jangka menengah dari Renstra PD Provinsi
a. Kecenderungan masa depan bidang bencana alam, antara lain:
b. Aktivitas manusia yang memanfaatkan lahan tanpa
mempertimbangan kaidah konservasi
c. Rusaknya hutan dan kawasan lindung diatasnya serta beralihnya
fungsi daerah tangkapan air hujan menjadi lahan terbangun

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 70


d. Semakin terbatasnya sumber air baku untuk air bersih karena
penurunan tingkat kualitas air permukaan dan sedimentasi
e. Pembangunan yang tidak sesuai dengan daya tamping dan daya
dukung lahan
f. Masih rendahnya pengawasan dan penegakan hukum yang berkaitan
dengan penggunaan lahan khususnya di kawasan lindung dan
daerah resapan air
g. Masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat tentang bencana
4. Implikasi RTRW bagi pelayanan Perangkat Daerah
a. Jalur evakuasi masih menjadi satu dengan jalur tambang sehingga
banyak yang rusak
b. Masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana dan
tidak mau di relokasi
c. kesadaran masyarakat belum semuanya terbangun
d. Zona sudah ditetapkan dalam Dokumen Kajian Risiko Bencana
namun belum di legalkan
e. Wilayah rawan gempa bumi sudah di identifikasi dalam Dokumen
Kajian Risiko bencana namun belum dilegalkan
f. Belum semua rumah dibangun dengan konstruksi tahan gempa
g. kesadaran masyarakat belum semuanya terbangun
h. Wilayah rawan gerakan tanah sudah di identifikasi dalam Dokumen
Kajian Risiko bencana namun belum dilegalkan
i. Masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana dan
tidak mau di relokasi
j. kesadaran masyarakat belum semuanya terbangun
5. Implikasi KLHS bagi pelayanan Perangkat Daerah
a. Masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana
b. Belum semua Tim JITU Pasna terjun ke lapangan dalam perhitungan
kerusakan dan kerugian
c. Belum semua desa di daerah rawan bencana terbentuk menjadi Desa
Tangguh Bencana
d. Belum adanya kesadaran masyarakat terkait kerentanan di
daerahnya
e. Belum memadainya sarana prasarana evakuasi di daerah penyangga
f. Peningkatan kapasitas masyarakat, Penurunan kerentanan di daerah
rawan bencana belum maksimal
g. Terdapat dua Peraturan Bupati amanat Perda nomor 3 Tahun 2014
belum dilaksanakan
h. Belum semua masyarakat di daerah rawan bencana mengetahui
risiko bencana di daerahnya
i. Terbatasnya pengetahuan masyarakat terkait sistem peringatan dini
bencana
j. Masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana
k. Terbatasnya pengetahuan masyarakat terkait sistem peringatan dini
bencana

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 71


l. belum semua masyarakat mengetahui adanya dokumen KRB 2017-
2021
m. Belum adanya peran dari desa daerah rawan dan dunia usaha dalam
pembentukan desa tangguh bencana
n. Dokumen pendukung penilaian indeks ketahanan daerah belum
lengkap dari perangkat daerah yang terkait.
o. Belum semua daerah longsor dapat tertangani dengan rekayasa
vegetatif
p. belum semua masyarakat mendapatkan pengetahuan dan edukasi
kebencanaan
Metode penentuan isu-isu strategis dan hasil penentuan isu-isu
strategis adalah dilihat dari akar permasalahan yang di ada disetiap daerah
dan dilihat faktor-faktor penghambat tercapainya sasaran daerah. Dari akar
masalah dapat diketahui masalah dan masalah pokok yang berakibat tidak
tercapainya sasaran daerah.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 72


4.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah
Perangkat Daerah

4.1.1. Tujuan
4.1 Tujuan dan

T
Ujuan merupakan
Sasaran Jangka
penjabaran/implementasi dari pernyataan
Menengah
misi dengan didasarkan pada isu–isu dan
Perangkat Daerah
analisisis strategik dan juga merupakan sesuatu
yang akan dicapai atau dihasikan pada jangka
waktu 1 s/d 5 tahunan. Tujuan ini tidak harus
dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus dapat
menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai dimasa mendatang.
Adapun tujuan pembangunan daerah dalam pencapaian Visi Misi
RPJMD Kabupaten Magelang 2019-2024 pada Renstra Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang tahun 2019-2024
adalah Meningkatkan Daya Saing Daerah yang berbasis pada potensi
lokal dengan tetap menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup.
4.1.2. Sasaran
Adapun sasaran pembangunan daerah dalam pencapaian Visi Misi
RPJMD Kabupaten Magelang 2019-2024 pada Renstra Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang tahun 2019-2024
adalah Meningkatnya kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana
dengan indikator sasran adalah Cakupan ketangguhan daerah dalam
penanggulangan bencana. Tujuan dan sasaran jangka menegah pelayanan
perangkat daerah dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Perangkat Daerah

Indikator Kondisi Awal Kondisi


Target Kinerja Tujuan dan Sasaran
No Tujuan Sasaran Kinerja Tujuan kinerja Akhir
dan Sasaran Kinerja
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
1 Meningkatnya Meningkatnya Cakupan
daya saing kapasitas ketangguhan
daerah masyarakat daerah dalam
dalam mitigasi menghadapi 42.03 61.8 62.89 65.84 68.6 71.04 73.78 73.78
bencana bencana

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 73


D
alam rangka pencapaian visi dan misi
Renstra Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Kabupaten Magelang
tahun 2019-2024 maka perlu dirumuskan strategi
Strategi dan Arah pembangunan daerah yang sinergis dan
Kebijakan komprehensif.
Strategi pembangunan daerah Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Magelang yang akan dilaksanakan selama tahun
2019-2024 sesuai dengan RPJMD Kabupaten Magelang 2019-2024 misi
ke dua Meningkatkan Daya Saing Daerah yang berbasis pada potensi
lokal dengan tetap menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup adalah :
Penanganan kebencanaan yang komprehensif dan multidimensi
memerlukan peran berbagai pihak, baik pemerintah, swasta maupun
masyarakat.
Arah kebijakan pembangunan Badan Penanggulangan Bencana
Daerah Kabupaten Magelang tahun 2019-2024 ini dirumuskan dengan
memperhatikan pada RPJMD Kabupaten Magelang tahun 2019-2024 misi
ke dua Meningkatkan Daya Saing Daerah yang berbasis pada potensi
lokal dengan tetap menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup adalah
1. Meningkatkan pelayanan penyampaian informasi kepada masyarakat
di daerah rawan bencana
2. Meningkatkan edukasi bencana bagi warga di kawasan rawan bencana
3. Meningkatkan desa tangguh bencana
4. Mengoptimalkan peralatan PB di masyarakat daerah rawan bencana
5. Mengoptimalkan pelayanan sarana dan prasarana tanggap darurat
lengkap bagi korban bencana
6. Meningkatkan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan akibat
bencana
Penentuan tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan perangkat
daerah BPBD Kabupaten Magelang dapat dilihat pada tabel 5.1.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 74


Tabel 5.1
Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan

Visi : Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Magelang Yang Sejahtera, Berdaya Saing dan Amanah (SEDAYA AMANAH)

Misi : Meningkatkan Daya Saing Daerah yang berbasis pada potensi lokal dengan tetap menjaga Kelestarian
Lingkungan Hidup

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan


Meningkatnya daya saing Meningkatnya Penanganan Tahun 2020 : Pengembangan potensi pariwisata
daerah daya saing kebencanaan dan ekonomi kreatif
ekonomi yang
daerah komprehensif
dan
multidimensi
memerlukan
peran berbagai Tahun 2021 : Pengelolaan sumber daya alam dan
pihak baik lingkungan hidup serta penanggulangan
pemerintah, bencana
swasta maupun
masyarakat

Tahun 2022 : peningkatan kapasitas dan daya


saing ekonomi daerah yang berkelanjutan

Tahun 2023 : penguatan kapasitas dan daya


saing ekonomi daerah

Tahun 2024 : penguatan daya saing ekonomi


daerah

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 75


76

P
rogram merupakan kumpulan kegiatan
yang sistematis dan terpadu untuk
mendapatkan hasil, yang dilaksanakan oleh
satu atau beberapa instansi pemerintah
ataupun masyarakat yang dikoordinasikan
6.1. Pelayanan informasi oleh instansi pemerintah guna mencapai
rawan sasaran dan tujuan tertentu.
bencanaSumber Program dan kegiatan pembangunan
Daya Perangkat daerah Badan Penanggulangan Bencana
Daerah Daerah Kabupaten Magelang tahun 2019-
6.2. Pelayanan 2024 dirumuskan secara komprehensif
pencegahan dan dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan
kesiapsiagaan dan dinamika pembangunan selama lima
terhadap bencana tahun yang akan datang sesuai dengan
6.3. Pelayanan program pembangunan daerah dengan
penyelamatan dan mengaitkan pada misi pada RPJMD tahun
evakuasi korban 2019-2024 misi kedua ‘Meningkatkan daya
bencana saing daerah yang berbasis pada potensi
lokal dengan tetap menjaga kelestarian
lingkungan hidup” urusan ‘Kesatuan
Bangsa dan Politik Dalam Negeri” program “Penanggulangan Bencana”.
Penentuan program dan kegiatan tahun 2019 – 2024 dituangkan
dalam tabel 6.1 sebagai berikut dalam lampiran SIPPD (terlampir).
BPBD Kabupaten Magelang melaksanakan amanat dari PP nomor 2
Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal dan telah di jabarkan
dalam Permendagri no 101 tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan
Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Sub-Urusan bencana Daerah
Kabupaten/Kota.
Jenis pelayanan dasar sub-urusan bencana Daerah kabupaten/kota
meliputi:
1. Pelayanan informasi rawan bencana;
2. Pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana; dan
3. Pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana.

6.1. Pelayanan informasi rawan bencana


Kegiatan pelayanan informasi rawan bencana, memuat: penyusunan
kajian risiko bencana; dan Komunikasi Informasi dan Edukasi rawan
bencana.
Kegiatan pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana,
memuat: penyusunan rencana penanggulangan bencana; pembuatan
rencana kontinjensi; pelatihan pencegahan dan mitigasi; gladi

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 76


77

kesiapsiagaan terhadap bencana;. pengendalian operasi dan penyediaan


sarana prasarana kesiapsiagaan terhadap bencana; dan penyediaan
peralatan perlindungan dan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Kegiatan pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana,
memuat: respon cepat kejadian luar biasa penyakit/wabah zoonosis
prioritas; respon cepat darurat bencana; aktivasi sistem komando
penanganan darurat bencana; pencarian, pertolongan dan evakuasi korban
bencana; dan pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana

6.2. Pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana


Kegiatan pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap
bencana, memuat: penyusunan rencana penanggulangan bencana;
pembuatan rencana kontinjensi; pelatihan pencegahan dan mitigasi; gladi
kesiapsiagaan terhadap bencana; pengendalian operasi dan penyediaan
sarana prasarana kesiapsiagaan terhadap bencana; dan penyediaan
peralatan perlindungan dan kesiapsiagaan terhadap bencana.

6.3. Pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana


Kegiatan pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana,
memuat: respon cepat kejadian luar biasa penyakit/wabah zoonosis
prioritas; respon cepat darurat bencana; aktivasi sistem komando
penanganan darurat bencana; pencarian, pertolongan dan evakuasi korban
bencana; dan pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana.
Mutu pelayanan dasar meliputi standar: prosedur operasional
penanggulangan bencana; sarana prasarana penanggulangan bencana;
peningkatan kapasitas personil/sumber daya manusia; dan pelayanan
Warga Negara yang berada di kawasan rawan bencana dan yang menjadi
korban bencana. Mutu pelayanan dasar merupakan standar pelayanan
pemerintah Daerah kabupaten/kota melalui Badan Penanggulangan
Bencana Daerah atau Perangkat Daerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau Perangkat Daerah
dalam menyusun dokumen perencanaan dan anggaran wajib
memprioritaskan program dan kegiatan pemenuhan pelayanan dasar.
Perangkat Daerah yang melaksanakan fungsi perencanaan, memastikan
program dan kegiatan pemenuhan pelayanan dasar yang dimuat dalam
dokumen perencanaan Pemerintah Daerah dan dokumen perencanaan
Perangkat Daerah. Tim Anggaran Pemerintah Daerah kabupaten/kota
memastikan program dan kegiatan pemenuhan kebutuhan dasar
dianggarkan dalam APBD.
Pemenuhan Standar Teknis Pelayanan Dasar sub-urusan bencana
dimuat dalam dokumen perencanaan Pemerintah Daerah, dokumen
perencanaan perangkat daerah dan dokumen anggaran daerah. Dokumen
perencanaan pemerintah daerah dalam bentuk dokumen Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Perangkat
Daerah. Dokumen perencanaan perangkat daerah dalam bentuk dokumen

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 77


78

Rencana Strategis dan Rencana Kerja. Dokumen anggaran daerah dalam


bentuk APBD.
Pemerintah daerah kabupaten/kota bertanggung jawab menjamin
pemenuhan pembiayaan SPM sub-urusan bencana dengan mengalokasikan
anggaran dalam APBD. Pemerintah daerah kabupaten/kota dalam
melaksanakan SPM jenis pelayanan dasar terkait pelayanan penyelamatan
dan evakuasi korban bencana mengalokasikan dalam belanja tidak terduga.
Dalam hal alokasi belanja tidak terduga tidak mencukupi, pemerintah
Daerah kabupaten/kota, dapat: menggunakan dana dari hasil penjadwalan
ulang capaian target kinerja program dan kegiatan lainnya dalam tahun
anggaran berjalan; dan/atau memanfaatkan uang kas yang tersedia.
Pemerintah Provinsi dapat mengalokasikan anggaran untuk
pemenuhan SPM sub-urusan bencana Daerah kabupaten/kota dalam APBD
Provinsi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemerintah Pusat dapat mengalokasikan anggaran untuk pemenuhan SPM
sub-urusan bencana Daerah kabupaten/kota dalam Anggaran dan
Pendapatan Belanja Negara sesuai dengan ketentuan peraturan
perundangundangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau perangkat daerah
melaksanakan pemenuhan pelayanan dasar suburusan bencana melalui
program dan kegiatan sesuai dengan rencana pemenuhan pelayanan dasar
yang telah dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
dan Rencana Kerja Perangkat Daerah. Badan Penanggulangan Bencana
Daerah atau perangkat daerah melaksanakan pemenuhan pelayanan dasar
sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan.
Program penanggulangan bencana yang telah disesuaikan dengan
amanat Permendagri no 101 tahu 2018 dijabarkan dalam kegiatan sebagai
berikut :
1. Penyusunan Dokumen KRB
2. Komunikasi, informasi dan edukasi rawan bencana
3. Manajemen dan Perencanaan PB
4. Mitigasi Bencana
5. Penyusunan Dokumen PB (RPB, Renkon, PDRP, amanat perda)
6. Pelatihan pencegahan dan mitigasi
7. Manajemen Pusdalops PB
8. Penyediaan peralatan perlindungan dan kesiapsiagaan terhadap bencana
9. Manajemen Logistik dan peralatan bencana
10. Manajemen penanganan darurat bencana
11. Pembangunan/Rehabilitasi Tempat Evakuasi Akhir (TEA)
12. Fasilitasi rehabilitasi dan rekonsruksi pascabencana
13. Pengadan tanah, huntara dan huntap
14. Fasilitasi dan koordinasi Penilaian Post Dissaster Need assesment (PDNA)
dan JITUPASNA

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 78


79

I
ndikator kinerja Perangkat Daerah BPBD
Kabupaten Magelang yang secara langsung
Kinerja
menunjukkan kinerja yang akan dicapai
Penyelenggara Urusan
Perangkat Daerah dalam lima tahun mendatang
sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian
tujuan dan sasaran RPJMD.
Indikator Kinerja Utama (IKU) Perangkat Daerah pada BPBD
Kabupaten Magelang adalah Cakupan ketangguhan daerah dalam
menghadapi bencana. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 7.1.

Tabel 7.1
Penetapan Indikator Kinerja Utama Perangkat Daerah BPBD
Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024

Indikator Kondisi Awal


Target Kinerja Tujuan dan Sasaran Kondisi
Kinerja Utama kinerja Akhir
Perangkat
Kinerja
Daerah
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Cakupan
ketangguhan
daerah
menghadapi 42.03 61.80 62.89 65.84 68.6 71.04 73.78 73.78
bencana

Selain Indikator Kinerja Utama (IKU) Perangkat Daerah, juga


ditetapkan indikator kinerja penyelenggaraan bidang urusan masing-masing
Perangkat Daerah yang merujuk pada indikator program pada Bab VI.
Indikator kinerja ditampilkan dalam tabel 7.2.

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 79


80

Tabel 7.2
Indikator Kinerja Perangkat Daerah yang Mengacu Tujuan dan Sasaran RPJMD

Kondisi kinerja Kondisi


pada awal Kinerja
No Indikator Target Capaian Tahun
periode pada Akhir
RPJMD Periode
RPJMD
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Cakupan ketentraman dan ketertiban masyarakat
1 Cakupan
penegakan
hukum (Satpol NA 99 99.17 99.33 99.5 99.67 99.83 99.83
PP dan PK)

2 Cakupan
ketangguhan
daerah 61.8 62.89 65.84 68.6 71.04 73.78 73.78
42.03
menghadapi
bencana
(BPBD)
3 Cakupan
peningkatan
wawasan
kebangsaan NA 83.37 84.18 85.82 86.71 88 89.56 89.56
dan politik
masyarakat
(Kesbangpol)

Renstra BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024 Page 80


RENCANA PROGRAM, KEGIATAN DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD)
KABUPATEN MAGELANG

Indikator Data Capaian pada Tahun


Kinerja Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan
Awal Perencanaan Kondisi Kinerja pada akhir
Tujuan,
periode RPJMD (2024) Unit Kerja
Sasaran,
Tujuan Sasaran Kode Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Lokasi
Program 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Penanggung Jawab
(outcome) dan
Kegiatan
(output) Target Target Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Meningkatnya Cakupan
daya saing ketentraman &
0 persen 81,39 persen 82,08 persen [Link] 83,56 persen [Link] 84,94 persen [Link] 86,24 persen [Link] 87,72 persen [Link] 87,72 persen [Link]
ekonomi ketertiban
daerah masyarakat

Meningkatnya Cakupan
kapasitas ketangguhan
masyarakat daerah 42,03 Persen 61,80 Persen 62,89 Persen [Link] 65,84 Persen [Link] 68,60 Persen [Link] 71,04 Persen [Link] 73,78 Persen [Link] 73,78 Persen [Link]
dlm mitigasi menghadapi
bencana bencana

Persentase
ketercapaian
Program Manajemen
pelayanan
Administrasi Pelayanan
[Link].2.1.7 umum dan 100 % 100 % 100 % [Link] 100 % [Link] 100 % [Link] 100 % [Link] 100 % [Link] 100 % [Link]
Umum dan Kepegawaian
kepegawaian
Perangkat Daerah
perangkat
daerah

BADAN BADAN
Pengelolaan Surat
1. Jumlah surat PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Menyurat, Kearsipan dan 2000 surat 2000 surat 2500 surat 40.000.000 3000 surat 40.000.000 3000 surat 40.000.000 3200 surat 40.000.000 3200 surat 40.000.000 16900 surat 200.000.000
yang dikelola BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Bahan Pustaka
(BPBD) (BPBD)

2. Jumlah arsip 26 dokumen 26 dokumen 26 dokumen 26 dokumen 52 dokumen 52 dokumen 78 dokumen 182 dokumen
yang dikelola arsip arsip arsip arsip arsip arsip arsip arsip

3. Jumlah bahan
100 Dokumen 100 Dokumen 100 Dokumen 100 Dokumen 110 Dokumen 120 Dokumen 100 Dokumen 630 Dokumen
pustaka yang
pustaka pustaka pustaka pustaka pustaka pustaka pustaka pustaka
dikelola

1. Jumlah BADAN BADAN


Penyelenggaraan
perjalanan dinas 39 kali 38 kali 40 kali 40 kali 40 kali 40 kali 40 kali 238 kali PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Koordinasi dan Konsultasi 200.000.000 200.000.000 200.000.000 200.000.000 200.000.000 [Link]
dalam daerah perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Perangkat Daerah
yang terlaksana (BPBD) (BPBD)

2. Jumlah
layanan
12 kali 12 kali 12 kali 12 kali 12 kali 12 kali 12 kali 72 kali
hubungan
layanan layanan layanan layanan layanan layanan layanan layanan
Masyarakat dan
keprotokolan

3. Jumlah
perjalanan dinas 44 kali 34 kali 35 kali 40 kali 40 kali 45 kali 45 kali 239 kali
luar daerah perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan perjalanan
yang terlaksana

4. Jumlah rapat
koordinasi yang 19 kali rapat 30 kali rapat 30 kali rapat 30 kali rapat 30 kali rapat 30 kali rapat 30 kali rapat 180 kali rapat
diselengarakan

Pengadaan dan
Pengelolaan Perlengkapan 1. Jumlah paket BADAN BADAN
dan Peralatan Gedung pengadaan PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] 0 Almari besi 0 Almari besi 2 Almari besi 300.000.000 2 Almari besi 300.000.000 0 Almari besi 300.000.000 0 Almari besi 300.000.000 2 Almari besi 300.000.000 6 Almari besi [Link]
Kantor/Rumah perlengkapan BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Dinas/Gedung Pemerintah gedung kantor (BPBD) (BPBD)
Lainnya

2. Jumlah paket
pengadaan 0 Filling 0 Filling 2 Filling 2 Filling 2 Filling 2 Filling 2 Filling 10 Filling
perlengkapan kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet
gedung kantor

3. Jumlah paket
pengadaan
0 rak arsip 0 rak arsip 2 rak arsip 2 rak arsip 2 rak arsip 2 rak arsip 2 rak arsip 10 rak arsip
perlengkapan
gedung kantor

4. Jumlah paket
pengadaan
0 rak logistik 0 rak logistik 3 rak logistik 3 rak logistik 3 rak logistik 3 rak logistik 3 rak logistik 15 rak logistik
perlengkapan
gedung kantor

5. Jumlah paket
pengadaan 0 kursi eselon 0 kursi eselon 1 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 1 kursi eselon
perlengkapan 2 2 2 2 2 2 2 2
gedung kantor

SIPPD Online - Bappeda dan Litbangda [Link] Halaman 1 dari 8


Laporan Program
Indikator Data Capaian pada Tahun
Kinerja Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan
Awal Perencanaan Kondisi Kinerja pada akhir
Tujuan,
periode RPJMD (2024) Unit Kerja
Sasaran,
Tujuan Sasaran Kode Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Lokasi
Program 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Penanggung Jawab
(outcome) dan
Kegiatan
(output) Target Target Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

6. Jumlah paket
pengadaan 0 kursi eselon 0 kursi eselon 3 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 3 kursi eselon
perlengkapan 3 3 3 3 3 3 3 3
gedung kantor

7. Jumlah paket
pengadaan 0 kursi eselon 0 kursi eselon 9 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 0 kursi eselon 9 kursi eselon
perlengkapan 4 4 4 4 4 4 4 4
gedung kantor

8. Jumlah paket
pengadaan 0 set kursi 0 set kursi 2 set kursi 1 set kursi 0 set kursi 0 set kursi 1 set kursi 4 set kursi
perlengkapan tamu tamu tamu tamu tamu tamu tamu tamu
gedung kantor

9. Jumlah paket
0 unit mesin 0 unit mesin 1 unit mesin 0 unit mesin 0 unit mesin 0 unit mesin 1 unit mesin 2 unit mesin
pengadaan
pemotong pemotong pemotong pemotong pemotong pemotong pemotong pemotong
peralatan
rumput rumput rumput rumput rumput rumput rumput rumput
gedung kantor

10. Jumlah
paket
0 unit 0 unit 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 10 unit
pengadaan
komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC
peralatan
gedung kantor

11. Jumlah
paket
0 unit 0 unit 2 unit 2 unit 0 unit 0 unit 2 unit 6 unit
pengadaan
notebook notebook notebook notebook notebook notebook notebook notebook
peralatan
gedung kantor

12. Jumlah
paket
pengadaan 0 unit printer 0 unit printer 2 unit printer 2 unit printer 2 unit printer 2 unit printer 2 unit printer 10 unit printer
peralatan
gedung kantor

13. Jumlah
paket
0 unit 0 unit 0 unit 1 unit 0 unit 1 unit 0 unit 2 unit
pengadaan
handycame handycame handycame handycame handycame handycame handycame handycame
peralatan
gedung kantor

14. Jumlah
paket
0 Tripot 0 Tripot 0 Tripot 1 Tripot 0 Tripot 1 Tripot 0 Tripot 2 Tripot
pengadaan
screen screen screen screen screen screen screen screen
peralatan
gedung kantor

15. Jumlah
paket
0 unit 0 unit 0 unit 1 unit 0 unit 1 unit 0 unit 2 unit
pengadaan
wereless wereless wereless wereless wereless wereless wereless wereless
peralatan
gedung kantor

16. Jumlah
paket
pengadaan 0 unit UPS 0 unit UPS 2 unit UPS 2 unit UPS 2 unit UPS 2 unit UPS 2 unit UPS 10 unit UPS
peralatan
gedung kantor

17. Jumlah
paket
0 unit audio 0 unit audio 0 unit audio 0 unit audio 1 unit audio 0 unit audio 0 unit audio 1 unit audio
pengadaan
visual visual visual visual visual visual visual visual
peralatan
gedung kantor

18. Jumlah
paket
0 unit genset 0 unit genset 1 unit genset 0 unit genset 0 unit genset 0 unit genset 0 unit genset 1 unit genset
pengadaan
silent silent silent silent silent silent silent silent
peralatan
gedung kantor

Pemeliharaan
BADAN BADAN
Rutin/Berkala Gedung 1. Luas gedung
2046 meter 2046 meter 2046 meter 2046 meter 2046 meter 2046 meter 2046 meter 2046 meter PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Kantor/Rumah kantor yang 200.000.000 200.000.000 200.000.000 200.000.000 200.000.000 [Link]
persegi persegi persegi persegi persegi persegi persegi persegi BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Dinas/Gedung Pemerintah dipelihara
(BPBD) (BPBD)
Lainnya

2. Jumlah
kebutuhan Jasa 3 surat kabar 3 surat kabar 3 surat kabar 3 surat kabar 3 surat kabar 3 surat kabar 3 surat kabar 3 surat kabar
komunikasi,

3. Jumlah
1 rekening 2 rekening 2 rekening 2 rekening 2 rekening 2 rekening 2 rekening 2 rekening
kebutuhan Jasa
telepon telepon telepon telepon telepon telepon telepon telepon
komunikasi,

4. Jumlah
1 rekening 1 rekening 1 rekening 1 rekening 1 rekening 1 rekening 1 rekening 1 rekening
kebutuhan Jasa
faximile faximile faximile faximile faximile faximile faximile faximile
komunikasi,

5. umlah
kebutuhan Jasa 1 rekening air 1 rekening air 1 rekening air 1 rekening air 1 rekening air 1 rekening air 1 rekening air 1 rekening air
SDA,

SIPPD Online - Bappeda dan Litbangda [Link] Halaman 2 dari 8


Laporan Program
Indikator Data Capaian pada Tahun
Kinerja Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan
Awal Perencanaan Kondisi Kinerja pada akhir
Tujuan,
periode RPJMD (2024) Unit Kerja
Sasaran,
Tujuan Sasaran Kode Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Lokasi
Program 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Penanggung Jawab
(outcome) dan
Kegiatan
(output) Target Target Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

6. Jumlah
3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening
kebutuhan Jasa
listrik listrik listrik listrik listrik listrik listrik listrik
Listrik

Pemeliharaan Peralatan
BADAN BADAN
dan Perlengkapan Gedung 1. Jumlah
PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Kantor/Rumah kendaraan dinas 2 unit truk 2 unit truk 2 unit truk 600.000.000 2 unit truk 600.000.000 2 unit truk 600.000.000 2 unit truk 600.000.000 2 unit truk 600.000.000 2 unit truk [Link]
BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Dinas/Gedung Pemerintah yang dipelihara
(BPBD) (BPBD)
Lainnya

2. Jumlah
kendaraan dinas 2 unit tangki 2 unit tangki 2 unit tangki 2 unit tangki 2 unit tangki 2 unit tangki 2 unit tangki 2 unit tangki
yang dipelihara

3. Jumlah
kendaraan dinas 7 unit mobil 7 unit mobil 7 unit mobil 7 unit mobil 7 unit mobil 7 unit mobil 7 unit mobil 7 unit mobil
yang dipelihara

4. Jumlah
12 unit sepeda 12 unit sepeda 12 unit sepeda 12 unit sepeda 12 unit sepeda 12 unit sepeda 12 unit sepeda 12 unit sepeda
kendaraan dinas
motor motor motor motor motor motor motor motor
yang dipelihara

5. Jumlah
8 unit 5 unit 6 unit 6 unit 6 unit 6 unit 6 unit 6 unit
peralatan yang
komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC komputer PC
dipelihara

6. jumlah
4 unit mesin 4 unit mesin 4 unit mesin 4 unit mesin 4 unit mesin 4 unit mesin 4 unit mesin 4 unit mesin
peralatan yang
ketik ketik ketik ketik ketik ketik ketik ketik
dipelihara

7. jumlah
2 unit 2 unit 4 unit 4 unit 4 unit 4 unit 4 unit 4 unit
peralatan yang
notebook notebook notebook notebook notebook notebook notebook notebook
dipelihara

8. jumlah
peralatan yang 1 unit LCD 1 unit LCD 4 unit LCD 4 unit LCD 4 unit LCD 4 unit LCD 4 unit LCD 4 unit LCD
dipelihara

9. jumlah
peralatan yang 20 unit HT 1 unit HT 20 unit HT 20 unit HT 20 unit HT 20 unit HT 20 unit HT 20 unit HT
dipelihara

10. jumlah
peralatan yang 1 unit RIG 1 unit RIG 10 unit RIG 10 unit RIG 10 unit RIG 10 unit RIG 10 unit RIG 10 unit RIG
dipelihara

11. jumlah
peralatan yang 1 unit RPU 1 unit RPU 1 unit RPU 1 unit RPU 1 unit RPU 1 unit RPU 1 unit RPU 1 unit RPU
dipelihara

12. jumlah
peralatan yang 1 mesin fax 1 mesin fax 1 mesin fax 1 mesin fax 1 mesin fax 1 mesin fax 1 mesin fax 1 mesin fax
dipelihara

13. jumlah
2 unit camera 2 unit camera 2 unit camera 2 unit camera 2 unit camera 2 unit camera 2 unit camera 2 unit camera
peralatan yang
digital digital digital digital digital digital digital digital
dipelihara

14. jumlah
peralatan yang 4 unit UPS 0 unit UPS 4 unit UPS 4 unit UPS 4 unit UPS 4 unit UPS 4 unit UPS 4 unit UPS
dipelihara

15. jumlah
4 unit 0 unit 0 unit 0 unit 0 unit 0 unit 0 unit 4 unit
peralatan yang
stabliizer stabliizer stabliizer stabliizer stabliizer stabliizer stabliizer stabliizer
dipelihara

16. jumlah 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket
peralatan yang jaringan jaringan jaringan jaringan jaringan jaringan jaringan jaringan
dipelihara internet internet internet internet internet internet internet internet

17. jumlah
1 unit pesawat 1 unit pesawat 1 unit pesawat 1 unit pesawat 1 unit pesawat 1 unit pesawat 1 unit pesawat 1 unit pesawat
peralatan yang
telepon telepon telepon telepon telepon telepon telepon telepon
dipelihara

18. jumlah
peralatan yang 0 unit monitor 0 unit monitor 0 unit monitor 0 unit monitor 0 unit monitor 0 unit monitor 0 unit monitor 4 unit monitor
dipelihara

19. jumlah
peralatan yang 13 unit printer 13 unit printer 6 unit printer 6 unit printer 6 unit printer 6 unit printer 6 unit printer 13 unit printer
dipelihara

20. jumlah
peralatan yang 0 unit drone 0 unit drone 1 unit drone 1 unit drone 1 unit drone 1 unit drone 1 unit drone 1 unit drone
dipelihara

21. jumlah
peralatan yang 2 unit AC 10 unit AC 10 unit AC 10 unit AC 10 unit AC 10 unit AC 10 unit AC 10 unit AC
dipelihara

22. Jumlah
0 unit kursi 0 unit kursi 0 unit kursi 0 unit kursi 0 unit kursi 0 unit kursi 0 unit kursi 4 unit kursi
perlengkapan
putar putar putar putar putar putar putar putar
yang dipelihara

SIPPD Online - Bappeda dan Litbangda [Link] Halaman 3 dari 8


Laporan Program
Indikator Data Capaian pada Tahun
Kinerja Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan
Awal Perencanaan Kondisi Kinerja pada akhir
Tujuan,
periode RPJMD (2024) Unit Kerja
Sasaran,
Tujuan Sasaran Kode Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Lokasi
Program 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Penanggung Jawab
(outcome) dan
Kegiatan
(output) Target Target Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

23. Jumlah
30 unit kursi 8 unit kursi 10 unit kursi 10 unit kursi 10 unit kursi 10 unit kursi 10 unit kursi 30 unit kursi
perlengkapan
staf staf staf staf staf staf staf staf
yang dipelihara

24. Jumlah
1 unit meja 1 unit meja 0 unit meja 0 unit meja 0 unit meja 0 unit meja 0 unit meja 1 unit meja
perlengkapan
kursi tamu kursi tamu kursi tamu kursi tamu kursi tamu kursi tamu kursi tamu kursi tamu
yang dipelihara

25. Jumlah
4 unit filling 3 unit filling 3 unit filling 3 unit filling 3 unit filling 3 unit filling 3 unit filling 4 unit filling
perlengkapan
kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet kabinet
yang dipelihara

26. Jumlah
2 unit almari 2 unit almari 0 unit almari 0 unit almari 0 unit almari 0 unit almari 0 unit almari 2 unit almari
perlengkapan
besi besi besi besi besi besi besi besi
yang dipelihara

27. Jumlah
2 unit almari 2 unit almari 2 unit almari 2 unit almari 2 unit almari 2 unit almari 2 unit almari 2 unit almari
perlengkapan
kayu kayu kayu kayu kayu kayu kayu kayu
yang dipelihara

28. Jumlah
perlengkapan 2 unit rak besi 2 unit rak besi 0 unit rak besi 0 unit rak besi 0 unit rak besi 0 unit rak besi 0 unit rak besi 2 unit rak besi
yang dipelihara

29. Jumlah
15 unit meja 0 unit meja 10 unit meja 10 unit meja 10 unit meja 10 unit meja 10 unit meja 10 unit meja
perlengkapan
1/2 biro 1/2 biro 1/2 biro 1/2 biro 1/2 biro 1/2 biro 1/2 biro 1/2 biro
yang dipelihara

30. Jumlah
5 unit meja 1 0 unit meja 1 5 unit meja 1 5 unit meja 1 5 unit meja 1 5 unit meja 1 5 unit meja 1 5 unit meja 1
perlengkapan
biro biro biro biro biro biro biro biro
yang dipelihara

Rehabilitasi Sedang/Berat Jumlah paket BADAN BADAN


Gedung Kantor/Rumah rehabilitasi PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] 5 gedung 5 gedung 5 gedung 500.000.000 5 gedung 500.000.000 5 gedung 500.000.000 5 gedung 500.000.000 5 gedung 500.000.000 5 gedung [Link]
Dinas/Gedung Pemerintah sedang/berat BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Lainnya gedung kantor (BPBD) (BPBD)

1. Frekuensi BADAN BADAN


Peningkatan Kapasitas
pembinaan ASN PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] dan Disiplin Aparatur Sipil 50 orang, kali 50 orang, kali 60 orang, kali 60.000.000 60 orang, kali 60.000.000 60 orang, kali 60.000.000 60 orang, kali 60.000.000 60 orang, kali 60.000.000 60 orang, kali 300.000.000
dan jumlah ASN BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Negara
yang dibina (BPBD) (BPBD)

2. Jumlah 50 stel 60 stel 60 stel 60 stel 60 stel 60 stel 350 stel


0 stel pakaian
seragam dan pakaian pakaian pakaian pakaian pakaian pakaian pakaian
PDH/PDL/Olag
atribut ASN PDH/PDL/Olag PDH/PDL/Olag PDH/PDL/Olag PDH/PDL/Olag PDH/PDL/Olag PDH/PDL/Olag PDH/PDL/Olag
raga
yang disediakan raga raga raga raga raga raga raga

Persentase
ketercapaian
perencanaan,
Program Perencanaan
evaluasi kinerja
[Link].2.1.8 Keuangan dan Evaluasi 100 % 100 % 100 % 90.000.000 100 % 90.000.000 100 % 90.000.000 100 % 90.000.000 100 % 90.000.000 100 % 450.000.000
OPD, dan
Kinerja Perangkat Daerah
keuangan
perangkat
daerah

BADAN BADAN
1. Jumlah
Penyediaan Jasa PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] kegiatan yang 38 kegiatan 38 kegiatan 22 kegiatan 60.000.000 23 kegiatan 60.000.000 22 kegiatan 60.000.000 23 kegiatan 60.000.000 22 kegiatan 60.000.000 23 kegiatan 300.000.000
Administrasi Keuangan BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
dikelola
(BPBD) (BPBD)

5 laporan SPJ 5 laporan SPJ 5 laporan SPJ 5 laporan SPJ 5 laporan SPJ 5 laporan SPJ 5 laporan SPJ 5 laporan SPJ
Fungsional, Fungsional, Fungsional, Fungsional, Fungsional, Fungsional, Fungsional, Fungsional,
2. Jumlah
Realisasi dan Realisasi dan Realisasi dan Realisasi dan Realisasi dan Realisasi dan Realisasi dan Realisasi dan
laporan
Progrnosis Progrnosis Progrnosis Progrnosis Progrnosis Progrnosis Progrnosis Progrnosis
keuangan yang
Akuntansi, Akuntansi, Akuntansi, Akuntansi, Akuntansi, Akuntansi, Akuntansi, Akuntansi,
tersusun
LRA, Neraca, LRA, Neraca, LRA, Neraca, LRA, Neraca, LRA, Neraca, LRA, Neraca, LRA, Neraca, LRA, Neraca,
CaLK CaLK CaLK CaLK CaLK CaLK CaLK CaLK

1. Jumlah
dokumen BADAN BADAN
Penyusunan Dokumen
Renstra PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Perencanaan Perangkat 1 Dokumen 1 Dokumen 0 Dokumen 10.000.000 0 Dokumen 10.000.000 0 Dokumen 10.000.000 0 Dokumen 10.000.000 1 Dokumen 10.000.000 2 Dokumen 50.000.000
Perangkat BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Daerah
Daerah yang (BPBD) (BPBD)
tersusun

2. Jumlah
dokumen Renja
Perangkat 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 12 Dokumen
Daerah yang
tersusun

4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 24 Dokumen


1. Jumlah LKPj, LKjIP, LKPj, LKjIP, LKPj, LKjIP, LKPj, LKjIP, LKPj, LKjIP, LKPj, LKjIP, LKPj, LKjIP, LKPj, LKjIP,
Penyusunan Laporan BADAN BADAN
dokumen LPPD, dan LPPD, dan LPPD, dan LPPD, dan LPPD, dan LPPD, dan LPPD, dan LPPD, dan
Kinerja dan Ikhtisar PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] pelaporan pelaporan pelaporan pelaporan 10.000.000 pelaporan 10.000.000 pelaporan 10.000.000 pelaporan 10.000.000 pelaporan 10.000.000 pelaporan 50.000.000
Realisasi Kinerja BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
tahunan yang tahunan tahunan tahunan tahunan tahunan tahunan tahunan tahunan
Perangkat Daerah (BPBD) (BPBD)
tersusun lainnya yang lainnya yang lainnya yang lainnya yang lainnya yang lainnya yang lainnya yang lainnya yang
sejenis sejenis sejenis sejenis sejenis sejenis sejenis sejenis

2. Jumlah
2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 12 dokumen
dokumen
Monitoring Monitoring Monitoring Monitoring Monitoring Monitoring Monitoring Monitoring
pelaporan
PK, Evaluasi PK, Evaluasi PK, Evaluasi PK, Evaluasi PK, Evaluasi PK, Evaluasi PK, Evaluasi PK, Evaluasi
tribulanan yang
RKPD RKPD RKPD RKPD RKPD RKPD RKPD RKPD
tersusun

SIPPD Online - Bappeda dan Litbangda [Link] Halaman 4 dari 8


Laporan Program
Indikator Data Capaian pada Tahun
Kinerja Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan
Awal Perencanaan Kondisi Kinerja pada akhir
Tujuan,
periode RPJMD (2024) Unit Kerja
Sasaran,
Tujuan Sasaran Kode Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Lokasi
Program 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Penanggung Jawab
(outcome) dan
Kegiatan
(output) Target Target Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

3 dokumen 3 dokumen 3 dokumen 3 dokumen 3 dokumen 3 dokumen 3 dokumen 18 dokumen


3. Jumlah
Simoneva, Simoneva, Simoneva, Simoneva, Simoneva, Simoneva, Simoneva, Simoneva,
dokumen
laporan di luar laporan di luar laporan di luar laporan di luar laporan di luar laporan di luar laporan di luar laporan di luar
pelaporan
APBD dan APBD dan APBD dan APBD dan APBD dan APBD dan APBD dan APBD dan
bulanan yang
Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan
tersusun
bencana bencana bencana bencana bencana bencana bencana bencana

4. Jumlah
Dokumen Profil
Perangkat na Dokumen na Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen
Daerah yang
tersusun

Penyusunan Dokumen BADAN BADAN


1. Jumlah
Norma, Standar, Prosedur PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] dokumen SOP 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 10.000.000 1 dokumen 10.000.000 1 dokumen 10.000.000 1 dokumen 10.000.000 1 dokumen 10.000.000 6 dokumen 50.000.000
dan Kriteria Perangkat BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
yang tersusun
Daerah (BPBD) (BPBD)

2. Jumlah Daftar
Informasi Publik 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 6 Dokumen
yang tersusun

3. Jumlah
dokumen SP 0 Dokumen 0 Dokumen 1 Dokumen 0 Dokumen 0 Dokumen 0 Dokumen 1 Dokumen 2 Dokumen
yang tersusun

4. Jumlah
dokumen
Rencana Tindak
Pengendalian 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 6 Dokumen
yang tersusun
(RTP) dan
Evaluasi RTP)

1. Persentase
Pencegahan dan
Program Penanggulangan
[Link].2.1.23 kesiapsiagaan 22.31 % 31.45 % 34.4 % [Link] 41.39 % [Link] 48.38 % [Link] 55.38 % [Link] 62.90 % [Link] 62.90 % [Link]
Bencana
terhadap
bencana

2. Persentase
pelayanan
100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
penyelamatan
dan evakuasi

3. Persentase
pelaksanaan
85 % 85 % 85 % 85 % 85 % 85 % 85 % 85 %
rehabilitasi dan
rekonstruksi

4. Persentase
pelayanan
25,83 % 30,74 % 32,17 % 36,96 % 41,01 % 43,79 % 47,91 % 47,91 %
informasi rawan
bencana

BADAN BADAN
1. Jml peserta PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Mitigasi Bencana 800 peserta 500 peserta 500 peserta 467.704.400 500 peserta 467.704.400 500 peserta 467.704.400 500 peserta 467.704.400 500 peserta 467.704.400 3500 peserta [Link]
apel** BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
(BPBD) (BPBD)

2. Jumlah
dokumen
pemantauan 0 dokumen 0 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 5 dokumen
daerah rawan
bencana,

3. Jumlah Rakor
0 kali 2 kali 4 kali 4 kali 4 kali 4 kali 4 kali 22 kali
PRB**

4. Jumlah
30 kali 6 kali 6 kali 6 kali 6 kali 6 kali 6 kali 36 kali
sosialisasi***

5. Jumlah
Pemantauan
0 kali 10 kali 20 kali 20 kali 20 kali 20 kali 20 kali 110 kali
daerah rawan
bencana**

6. Jumlah
sosialisasi dan 0 kali 6 kali 6 kali 6 kali 6 kali 6 kali 6 kali 36 kali
gladi***

7. Jumlah
koordinasi luar 0 kali 0 kali 1 kali 2 kali 2 kali 2 kali 2 kali 9 kali
daerah

8. Jumlah
0 Unit 5 Unit 5 Unit 5 Unit 5 Unit 5 Unit 5 Unit 30 Unit
LEWS***

9. Jumlah
rambu/papan
0 buah 0 buah 25 buah 25 buah 25 buah 25 buah 25 buah 125 buah
informasi
bencana**

SIPPD Online - Bappeda dan Litbangda [Link] Halaman 5 dari 8


Laporan Program
Indikator Data Capaian pada Tahun
Kinerja Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan
Awal Perencanaan Kondisi Kinerja pada akhir
Tujuan,
periode RPJMD (2024) Unit Kerja
Sasaran,
Tujuan Sasaran Kode Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Lokasi
Program 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Penanggung Jawab
(outcome) dan
Kegiatan
(output) Target Target Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

10. Jumlah
Kegiatan 0 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 12 Kali
lomba**

BADAN BADAN
1. Jumlah
Pelatihan pencegahan dan PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] peserta 100 orang 100 orang 100 orang 684.444.000 100 orang 684.444.000 100 orang 684.444.000 100 orang 684.444.000 100 orang 684.444.000 600 orang [Link]
mitigasi BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
Pelatihan PB***
(BPBD) (BPBD)

2. Jumlah
Pembentukan 5 desa 5 desa 5 desa 5 desa 5 desa 5 desa 5 desa 30 desa
Destana***

3. jumlah
peserta simulasi
0 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 300 orang
PRB untuk
warga huntap**

4. Jumlah
peserta simulasi
0 orang 0 orang 200 orang 200 orang 200 orang 200 orang 200 orang 1000 orang
darurat
pelajar***

5. Jumlah
peserta latihan 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 300 orang
dan Gladi pelatihan pelatihan pelatihan pelatihan pelatihan pelatihan pelatihan pelatihan
evakuasi***

6. Jumlah
peserta latihan 50 orang gladi 80 orang gladi 80 orang gladi 80 orang gladi 80 orang gladi 80 orang gladi 80 orang gladi 480 orang
dan Gladi posko posko posko posko posko posko posko gladi posko
evakuasi***

7. Jumlah
peserta latihan 250 orang 300 orang 200 orang 200 orang 200 orang 200 orang 200 orang 1300 orang
dan Gladi gladi lapang gladi lapang gladi lapang gladi lapang gladi lapang gladi lapang gladi lapang gladi lapang
evakuasi***

8. Jumlah
pembentukan
3 pasang desa 0 pasang desa 1 pasang desa 2 pasang desa 2 pasang desa 2 pasang desa 1 pasang desa 8 pasang desa
desa
bersaudara***

9. Jumlah
pengembangan 0 3 pasang 0 3 pasang 3 3 pasang 3 3 pasang 3 3 pasang 3 3 pasang 3 3 pasang 15 3 pasang
desa desa desa desa desa desa desa desa desa
bersaudara***

10. Jml peserta


fasilitasi Sosek 0 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 50 orang 300 orang
Pascabencana**

Penyediaan peralatan BADAN BADAN


perlindungan dan 1. Jumlah 0 unit Dump 0 unit Dump 1 unit Dump 0 unit Dump 0 unit Dump 0 unit Dump 0 unit Dump 1 unit Dump PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] 350.000.000 350.000.000 350.000.000 350.000.000 350.000.000 [Link]
kesiapsiagaan terhadap peralatan PB** Truck Truck Truck Truck Truck Truck Truck Truck BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
bencana (BPBD) (BPBD)

2. Jumlah
0 unit backhoe 0 unit backhoe 1 unit backhoe 0 unit backhoe 0 unit backhoe 0 unit backhoe 0 unit backhoe 1 unit backhoe
peralatan PB**

3. Jumlah
0 unit trailer 0 unit trailer 1 unit trailer 0 unit trailer 0 unit trailer 0 unit trailer 0 unit trailer 1 unit trailer
peralatan PB**

4. Jumlah 0 unit 0 unit 1 unit 0 unit 0 unit 0 unit 0 unit 1 unit


peralatan PB** doublecabin doublecabin doublecabin doublecabin doublecabin doublecabin doublecabin doublecabin

5. Jumlah 0 set repeater 0 set repeater 1 set repeater 0 set repeater 1 set repeater 0 set repeater 1 set repeater 3 set repeater
peralatan PB** portable portable portable portable portable portable portable portable

6. Jumlah 0 set antena 0 set antena 1 set antena 0 set antena 1 set antena 0 set antena 1 set antena 3 set antena
peralatan PB** repeater repeater repeater repeater repeater repeater repeater repeater

7. Jumlah 0 set kabel 0 set kabel 1 set kabel 0 set kabel 1 set kabel 0 set kabel 1 set kabel 3 set kabel
peralatan PB** repeater repeater repeater repeater repeater repeater repeater repeater

0 unit 0 unit 1 unit 0 unit 0 unit 1 unit 0 unit 2 unit


8. Jumlah
timbangan timbangan timbangan timbangan timbangan timbangan timbangan timbangan
peralatan PB**
digital digital digital digital digital digital digital digital

9. Jumlah 0 unit gergaji 0 unit gergaji 2 unit gergaji 2 unit gergaji 2 unit gergaji 2 unit gergaji 2 unit gergaji 10 unit gergaji
peralatan PB** mesin mesin mesin mesin mesin mesin mesin mesin

10. Jumlah 0 set pompa 0 set pompa 0 set pompa 0 set pompa 1 set pompa 0 set pompa 0 set pompa 1 set pompa
peralatan PB** air air air air air air air air

11. Jumlah 0 set selang 0 set selang 0 set selang 0 set selang 1 set selang 0 set selang 0 set selang 1 set selang
peralatan PB** pompa air pompa air pompa air pompa air pompa air pompa air pompa air pompa air

0 set 0 set 1 set 1 set 1 set 1 set 1 set 5 set


12. Jumlah
peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan
peralatan PB**
perbengkelan perbengkelan perbengkelan perbengkelan perbengkelan perbengkelan perbengkelan perbengkelan

13. Jumlah 0 unit gerobag 0 unit gerobag 0 unit gerobag 1 unit gerobag 0 unit gerobag 1 unit gerobag 0 unit gerobag 2 unit gerobag
peralatan PB** dorong dorong dorong dorong dorong dorong dorong dorong

SIPPD Online - Bappeda dan Litbangda [Link] Halaman 6 dari 8


Laporan Program
Indikator Data Capaian pada Tahun
Kinerja Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan
Awal Perencanaan Kondisi Kinerja pada akhir
Tujuan,
periode RPJMD (2024) Unit Kerja
Sasaran,
Tujuan Sasaran Kode Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Lokasi
Program 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Penanggung Jawab
(outcome) dan
Kegiatan
(output) Target Target Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

0 unit 0 unit 0 unit 0 unit 1 unit 0 unit 0 unit 1 unit


14. Jumlah
timbangan timbangan timbangan timbangan timbangan timbangan timbangan timbangan
peralatan PB**
duduk duduk duduk duduk duduk duduk duduk duduk

15. Jumlah 0 set vertical 0 set vertical 1 set vertical 0 set vertical 1 set vertical 0 set vertical 1 set vertical 3 set vertical
peralatan PB** rescue rescue rescue rescue rescue rescue rescue rescue

16. Jumlah 0 unit motor 0 unit motor 3 unit motor 0 unit motor 0 unit motor 0 unit motor 3 unit motor 6 unit motor
peralatan PB** trail trail trail trail trail trail trail trail

0 set APD 0 set APD 60 set APD 60 set APD 60 set APD 60 set APD 60 set APD 300 set APD
(sepatu, helm, (sepatu, helm, (sepatu, helm, (sepatu, helm, (sepatu, helm, (sepatu, helm, (sepatu, helm, (sepatu, helm,
pakaian, pakaian, pakaian, pakaian, pakaian, pakaian, pakaian, pakaian,
17. Jumlah celana, celana, celana, celana, celana, celana, celana, celana,
APD** kacamata, kacamata, kacamata, kacamata, kacamata, kacamata, kacamata, kacamata,
sarung sarung sarung sarung sarung sarung sarung sarung
tangan, jas tangan, jas tangan, jas tangan, jas tangan, jas tangan, jas tangan, jas tangan, jas
hujan) hujan) hujan) hujan) hujan) hujan) hujan) hujan)

18. Jumlah
0 tangki air 0 tangki air 0 tangki air 1 tangki air 0 tangki air 0 tangki air 0 tangki air 1 tangki air
peralatan PB**

BADAN BADAN
1. jml media PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Manajemen Pusdalops PB 5 buah 5 buah 5 buah 655.000.000 5 buah 655.000.000 5 buah 655.000.000 5 buah 655.000.000 5 buah 655.000.000 5 buah [Link]
sosial** BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
(BPBD) (BPBD)

2. jml hari
365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 2190 hari
piket**

3. jml sistem
informasi 1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem
kebencanaan***

BADAN BADAN
1. Jumlah
Manajemen penanganan PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] Fasilitasi DSP 0 kegiatan 2 kegiatan 2 kegiatan 254.142.000 2 kegiatan 254.142.000 2 kegiatan 254.142.000 2 kegiatan 254.142.000 2 kegiatan 254.142.000 12 kegiatan [Link]
Darurat Bencana BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
dan DTT**
(BPBD) (BPBD)

2. Jml
pengerahan
80 orang 80 orang 1350 orang 1350 orang 1350 orang 1350 orang 1350 orang 6590 orang
TRC dan
Relawan**

3. Jumlah hari
365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 365 hari 2190 hari
piket TRC**

BADAN BADAN
Manajemen Logistik dan 1. jumlah paket PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] 2 paket 2 paket 3 paket 645.000.000 3 paket 645.000.000 3 paket 645.000.000 3 paket 645.000.000 3 paket 645.000.000 17 paket [Link]
peralatan bencana logistik BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
(BPBD) (BPBD)

2. jumlah
pengambilan 8 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 30 kali
logistik

3. jml
40 proposal 20 proposal 20 proposal 20 proposal 20 proposal 20 proposal 20 proposal 120 proposal
proposal**

4. Jml droping
150 tangki 500 tangki 300 tangki 300 tangki 300 tangki 300 tangki 300 tangki 2000 tangki
air

5. jumlah
distribusi 100 kali 100 kali 100 kali 100 kali 100 kali 100 kali 100 kali 600 kali
logistik

6. jumlah rapat
0 kali 2 kali 2 kali 2 kali 2 kali 2 kali 2 kali 12 kali
koordinasi

7. Jumlah
peralatan 7 unit genset 7 unit genset 7 unit genset 7 unit genset 7 unit genset 7 unit genset 7 unit genset 7 unit genset
kebencanaan**

8. Jumlah
4 unit pompa 4 unit pompa 4 unit pompa 4 unit pompa 4 unit pompa 4 unit pompa 4 unit pompa 4 unit pompa
peralatan
air air air air air air air air
kebencanaan**

9. Jumlah
7 unit 8 unit 8 unit 8 unit 8 unit 8 unit 8 unit 8 unit
peralatan
Chainsaw Chainsaw Chainsaw Chainsaw Chainsaw Chainsaw Chainsaw Chainsaw
kebencanaan**

10. Jumlah
2 unit Perahu 0 unit Perahu 0 unit Perahu 0 unit Perahu 0 unit Perahu 0 unit Perahu 0 unit Perahu 2 unit Perahu
peralatan
Karet Karet Karet Karet Karet Karet Karet Karet
kebencanaan**

11. Jumlah
2 unit lampu 4 unit lampu 4 unit lampu 4 unit lampu 4 unit lampu 4 unit lampu 4 unit lampu 4 unit lampu
peralatan
sorot sorot sorot sorot sorot sorot sorot sorot
kebencanaan**

12. Jumlah
peralatan 1 Unit Tandu 1 Unit Tandu 1 Unit Tandu 1 Unit Tandu 1 Unit Tandu 1 Unit Tandu 1 Unit Tandu 2 Unit Tandu
kebencanaan**

SIPPD Online - Bappeda dan Litbangda [Link] Halaman 7 dari 8


Laporan Program
Indikator Data Capaian pada Tahun
Kinerja Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan
Awal Perencanaan Kondisi Kinerja pada akhir
Tujuan,
periode RPJMD (2024) Unit Kerja
Sasaran,
Tujuan Sasaran Kode Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Lokasi
Program 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Penanggung Jawab
(outcome) dan
Kegiatan
(output) Target Target Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

13. Jumlah
1 unit water 1 unit water 1 unit water 1 unit water 1 unit water 1 unit water 1 unit water 1 unit water
peralatan
treatment treatment treatment treatment treatment treatment treatment treatment
kebencanaan**

14. Jumlah
peralatan 4 unit velbed 4 unit velbed 4 unit velbed 4 unit velbed 4 unit velbed 4 unit velbed 4 unit velbed 4 unit velbed
kebencanaan**

15. Jumlah 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 6 Unit
peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan peralatan
kebencanaan** dapur umum dapur umum dapur umum dapur umum dapur umum dapur umum dapur umum dapur umum

16. Jumlah
4 Unit gas 6 Unit gas 6 Unit gas 6 Unit gas 6 Unit gas 6 Unit gas 6 Unit gas 6 Unit gas
peralatan
apar apar apar apar apar apar apar apar
kebencanaan**

BADAN BADAN
Pembangunan/Rehabilitasi Jumlah TEA yg PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] 0 unit 11 unit 0 unit 0 10 unit 0 0 unit 0 10 unit 0 0 unit 0 31 unit 0
TEA terbangun*** BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
(BPBD) (BPBD)

Jml lokasi TEA BADAN BADAN


Fasilitasi rehabilitasi dan dan daerah PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] 11 lokasi 11 lokasi 15 lokasi 415.481.000 15 lokasi 415.481.000 15 lokasi 415.481.000 10 lokasi 415.481.000 10 lokasi 415.481.000 76 lokasi [Link]
rekonstruksi rawan BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
bencana*** (BPBD) (BPBD)

BADAN BADAN
Pengadaan tanah, huntara jumlah bidang PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] 0 bidang 9 bidang 10 bidang 650.000.000 10 bidang 650.000.000 10 bidang 650.000.000 10 bidang 650.000.000 10 bidang 650.000.000 59 bidang [Link]
dan huntap tanah BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
(BPBD) (BPBD)

Jumlah
dokumen PB
BADAN BADAN
(KRB, RPB,
Penyusunan Dokumen PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] PDRP, 2 Dokumen 1 Dokumen 2 Dokumen 125.000.000 2 Dokumen 75.000.000 2 Dokumen 125.000.000 2 Dokumen 125.000.000 2 Dokumen 125.000.000 11 Dokumen 575.000.000
Penanggulangan Bencana BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
RENKON,
(BPBD) (BPBD)
Amanat
perda)***

BADAN BADAN
Manajemen dan
1. jumlah PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] perencanaan 0 Rakor PB 5 Rakor PB 5 Rakor PB 150.000.000 5 Rakor PB 150.000.000 5 Rakor PB 150.000.000 5 Rakor PB 150.000.000 5 Rakor PB 150.000.000 30 Rakor PB 750.000.000
kegiatan** BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
penanggulangan Bencana
(BPBD) (BPBD)

2. jumlah 0 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan 6 Kegiatan


kegiatan*** penilaian IKD penilaian IKD penilaian IKD penilaian IKD penilaian IKD penilaian IKD penilaian IKD penilaian IKD

0 monev 1 monev 1 monev 1 monev 1 monev 1 monev 1 monev 6 monev


3. jumlah
perbup 18 th perbup 18 th perbup 18 th perbup 18 th perbup 18 th perbup 18 th perbup 18 th perbup 18 th
kegiatan**
2016 2016 2016 2016 2016 2016 2016 2016

4. jumlah
0 monev RPB 1 monev RPB 1 monev RPB 1 monev RPB 1 monev RPB 1 monev RPB 1 monev RPB 6 monev RPB
kegiatan**

5. Jumlah tim
0 orang 0 orang 20 orang 20 orang 20 orang 20 orang 20 orang 20 orang
pengarah PB**

Fasilitasi dan Koordinasi BADAN BADAN


Penilaian Post Disasster 1. Jumlah PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] 40 orang 40 orang 40 orang 100.000.000 40 orang 100.000.000 40 orang 100.000.000 40 orang 100.000.000 40 orang 100.000.000 280 orang 500.000.000
Need Assestment (PDNA) personil* BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
dan JITU PASNA (BPBD) (BPBD)

2. jumlah
1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 6 dokumen
Dokumen*

BADAN BADAN
Jumlah
Penyusunan Dokumen PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] dokumen 0 dokumen 0 dokumen 0 dokumen 0 1 dokumen 50.000.000 0 dokumen 0 0 dokumen 0 0 dokumen 0 1 dokumen 50.000.000
Kajian Risiko Bencana BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
KRB***
(BPBD) (BPBD)

BADAN BADAN
Komunikasi, informasi
1. Jumlah PENANGGULANGAN PENANGGULANGAN
[Link].[Link] dan edukasi rawan 30 kali 6 kali 5 kali 76.345.600 6 kali 76.345.600 6 kali 76.345.600 6 kali 76.345.600 6 kali 76.345.600 35 kali 381.728.000
sosialisasi*** BENCANA DAERAH BENCANA DAERAH
bencana
(BPBD) (BPBD)

2. Jumlah rambu
0 buah 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 300 buah
evakuasi**

3. Jumlah
penyebarluasan
informasi 0 kali 10 kali 10 kali 10 kali 10 kali 10 kali 10 kali 60 kali
penanggulangan
bencana***

4. Jumlah Rakor
kasi kesra dan 12 kali 6 kali 2 kali 3 kali 3 kali 3 kali 3 kali 20 kali
trantib**

5. Jumlah studi
komparasi kasi
1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 5 kali
trantib dan
kesra

Jumlah [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

SIPPD Online - Bappeda dan Litbangda [Link] Halaman 8 dari 8


Laporan Program

Anda mungkin juga menyukai