PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN
AKHLAK PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA NEGERI 01 PANYABUNGAN
KABUPATEN MANDAILING NATAL
PROPOSAL
Diajukan untuk melengkapi Sebagian dari persyaratan guna memperoleh Gelar Sarjana
Pendidikan Agama Islam ([Link]) pada program Studi Pendidikan Agama Islam di Fakultas Agam
Islam Universitas Islam Riau
OLEH
MUHAMMAD SYUKRI PULUNGAN
NPM.192419261
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
2022
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena
kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian ini yang
berjudul“PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN
AKHLAK PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA NEGERI 01 PANYABUNGAN
KABUPATEN MANDAILING NATAL”Proposal penelitian ini disusun untuk memenuhi salah
satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Agama Islam di
Universitas Islam Riau.
Dalam penyusunan proposal penelitian ini, penulis mengalami kesulitan dan penulis
menyadari dalam penulisan proposal penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu,
penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan proposal
penelitian ini. Maka, dalam kesempatan ini pula penulis menyampaikan ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada Bapak [Link] Tambak,[Link].,[Link] selaku dosen mata
kuliah Metode Pendidikan Kualitatif yang telah banyak memberikan arahan dan bimbingan
kepada penulis. Penulis sangat berharap semoga proposal ini bermanfaat bagi kita semua. Akhir
kata, penulis mengucapkan terima kasih.
Pekanbaru ,Desember 2022
Penulis
Muhammad Syukri Pulungan
Daftar Isi
KATA PENGANTAR ......................................................................................................
DAFTAR ISI .....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................
A. Konteks Penelitian..............................................................................................
B. Identifikasi Masalah ...........................................................................................
C. Rumusan Masalah ..............................................................................................
D. Tujuan Penelitian................................................................................................
E. Kegunaan Penelitian............................................................................................
F. Defenisi Operasional...........................................................................................
BAB II KAJIAN PUSTAKA............................................................................................
A. Konsep Peran Guru.............................................................................................
B. Guru Pendidikan Agama Islam............................................................................
C. Tinajaun Tentang Akhlak....................................................................................
D. Faktor Penunjang dan Penghambat Pembinaan Akhlak......................................
E. Peranan Guru PAI Dalam Pembinaan Akhlak.....................................................
BAB III METODE PENELITIAN...................................................................................
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian..........................................................................
B. Kehadiran Peneliti...............................................................................................
C. Lokasi Penelitian.................................................................................................
D. Sumber Data Penelitian.......................................................................................
E. Prosedur Pengumpulan Data................................................................................
F. Analisis Data........................................................................................................
G. Pengecekan Keabsahan Data...............................................................................
H. Tahap-Tahap Penelitian.......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Konteks Penelitian
Pendidikan yang bagus merupakan kunci untuk bersaing di era [Link]
meningkatkan kualitas pendidikan, guru adalah salah satu komponen yang paling menentukan
dalam sistem pendidikan secara keseluruhan, yang harus mendapat perhatian sentral, pertama
dan utama. Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik, karena guru merupakan
komponen yang palingberpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang
[Link] arti luas dan terbatas, pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh
keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan yang
berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat,untuk mempersiapkan peserta didik
agar dapat memainkan peranan dalam lingkungan hidup secara tepat dimasa yang akan datang.
Sedangkan dalam arti terbatas, pendidikan adalah proses mendidik yang dilakukan di sekolah
oleh pendidik (guru) di program oleh kurikulum dan waktunya terbatas yang bertujuan agar
peserta didik memiliki kemampuan tertentu sesuai dengan program [Link] yang
bagus merupakan kunci untuk bersaing di era global. Dalam meningkatkan kualitas pendidikan,
guru adalah salah satu komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara
keseluruhan, yang harus mendapat perhatian sentral, pertama dan utama. Guru juga sangat
menentukan keberhasilan peserta didik, karena guru merupakan komponen yang paling
berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Dalam arti luas
dan terbatas, pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan
pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan yang berlangsung di sekolah
dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan
peranan dalam lingkungan hidup secara tepat dimasa yang akan datang. Sedangkan dalam arti
terbatas, pendidikan adalah proses mendidik yang dilakukan di sekolah oleh pendidik (guru) di
program oleh kurikulum dan waktunya terbatas yang bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan tertentu sesuai dengan program kurikulum.
Pendidikan Agama Islam bertujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan
dan pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang
beriman dan bertaqwa kepada Allah swt serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi,
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Salah satu yang berperan dalam pendidikan agama
Islam itu adalah guru. UndangUndang No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen menyebutkan
bahwasanya guru adalah pendidik profesional yang tugas utamanya adalah mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan
anak usia dini pendidikan dasar dan pendidikan menengah melalui jalur pendidikan
[Link] demikian, maka pendidik atau guru adalah orang yang memberikan pengajaran,
bimbingan ke arah yang lebih baik dari diri peserta didik. Diri peserta didik disini maksudnya
adalah perilaku, watak serta karakter peserta didik. Guru yang memiliki peran sangat besar
dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi
harus mempunyai kompetensi. Kompetensi meliputi aspek pedagogik, kepribadian,
profesionalisme, dan sosial. Hal ini adalah sebuah keharusan bagi seorang guru sebab guru
adalah manusia pilihan, yang tidak sembarang manusia sanggup melaksanakannya. Seorang guru
harus memiliki sifat dan sikap profesional selain ilmu pengetahuan dan kecakapan-kecakapan
lainnya, yaitu: fleksibel, bersikap terbuka, berdiri sendiri, peka, tekun, realistik, melihat ke
depan, rasa ingin tahu yang tinggi, ekspresif, menerima diri.
Peranan guru saat ini tidak hanya mendidik anak di depan kelas, tetapi mendidik
masyarakat, tempat bagi masyarakat untuk bertanya, baik untuk memecahkan masalah pribadi
ataupun masalah sosial. Namun, kewibawaan guru mulai memudar sejalan dengan kemajuan
zaman, perkembangan ilmu dan teknologi, dan kepedulian guru yang meningkat tentang imbalan
atau balas jasa. Karena dalam era teknologi yang maju sekarang, guru bukan lagi satu-satunya
tempat bertanya bagi masyarakat. Pendidikan masyarakat mungkin lebih tinggi dari guru, dan
kewibawaan guru berkurang antara lain karena status guru dianggap kalah gengsi dari jabatan
masyarakat yang mempunyai pendapatan yang lebih baik. Berkenaan dengan guru, maka akhlak
adalah sifat-sifat yang dibawa manusia sejak lahir yang tertanam dalam jiwanya dan selalu ada
padanya. Sifat itu dapat lahir berupa perbuatan baik, yang disebut akhlak mulia, atau perbuatan
buruk yang disebut akhlak tercela sesuai dengan pembinaannya. Jadi pada hakikatnya, akhlak
ialah suatu kondisi atau sifat yang telah meresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian hingga dari
situ timbullah berbagai macam perbuatan dengan cara spontan dan muda tapi dibuat-buat dan
tanpa memerlukan pemikiran. Apabila dari kondisi tadi timbul kelakuan yang baik dan terpuji
menurut pandangan syariat dan akal pikiran, maka ia dinamakan budi pekerti mulia dan
sebaliknya apabila yang lahir kelakuan yang buruk, maka disebutlah budi pekerti yang mulia.
Teladan kepribadian dan kewibawaan yang dimiliki oleh guru akan mempengaruhi positif atau
negatifnya pembentukan kepribadian dan watak anak. Proses pembinaan akhlak di Sekolah
Menengah Atas Negeri 2 Leihitu banyak melaksanakan kegiatan keagamaan atau kegiatan
ekstrakurikuler yang tujuannya hanya untuk membentuk kepribadian anak yang berakhlak mulia.
Namun masih ada saja sifat yang kurang baik. Dari pemantauan sekilas peneliti, bahwa masih
ada sebagian guru yang kurang memberikan contoh yang baik dan belum melaksanakan
ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam mengajar. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan
oleh guru tersebut adalah sering terjadi bahwa guru merokok di lingkungan sekolah, kurang
memberikan bimbingan kepada anak yang melanggar aturan sekolah. Selain itu berdasarkan
studi observasi penulis menemukan gejala-gejala yang kurang baik yang berkenaan dengan
akhlak peserta didik terutama di kelas X sebagai berikut: 1. Ada sebagian peserta didik yang
suka melawan guru, 2. Masih ada peserta didik yang merokok di luar sekolah atau di kantin
secara sembuyni-sembunyi, 3. Masih ada sebagian peserta didik yang memakai pakaian yang
kurang sopan, 4. Masih ada sebagian peserta didik yang berkata kotor, 5. Ada sebagian peserta
didik yang duduk berduaan antara laki-laki dan perempuan di belakang sekolah, dan masih ada
peserta didik yang berkelahi dan saling mengejek. Oleh karena itu, berkaitan dengan fenomena
berdasarkan observasi tersebut, maka guru tidak hanya bertugas untuk mentrasfer ilmu
pengetahuan semata, tetapi jauh lebih berat yaitu untuk mengarahkan dan membentuk perilaku
atau kepribadian peserta didik untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan akhlak terpuji
di SMA Negeri 2 Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Berdasarkan latar belakang masalah di
atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan peranan guru
pendidikan agama Islam dengan judul “PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DALAM MENINGKATKAN AKHLAK PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA NEGERI
01 PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL”
B. Fokus Penelitian
Berkenaan dengan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka yang
menjadi fokus penelitian adalah “PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM
MENINGKATKAN AKHLAK PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA NEGERI 01
PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL”
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan fokus penelitian di atas, maka muncul permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana peran guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak peserta didik kelas X
di SMA Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal?
2. Apa faktor-faktor yang mendukung dan menghambat guru pendidikan agama Islam dalam
membina akhlak peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Panyabungan Mandailing Natal?
D. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian yang akan dilakukan ini adalah:
1. Untuk menjelaskan peran guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak peserta didik
kelas X di SMA Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal.
2. Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat peran guru pendidikan
agama Islam dalam membina akhlak peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal.
E. Kegunaan Penelitian
1. Secara Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan
pengetahuan bagi pembaca tentang peran guru guru pendidikan agama Islam
dalam membina akhlak peserta didik di SMA Negeri 1 Panyabungan Kabupaten
Mandailing Natal.
2. Secara Praktis
a. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan
pertimbangan dan informasi dalam mengambil sebuah keputusan yang berkaitan
dengan peran guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak peserta didik
di SMA Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal.
b. b) Bagi guru, dapat memberikan informasi kepada guru dalam upaya
membimbing dan membina peserta didik supaya memiliki akhlak yang baik
c. c) Bagi peserta didik, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran
terkait dengna akhlak yang harus diperbaik sehingga ke depan akan menjadi lebih
baik dari sebelumnya.
F. Definisi Operasional
Agar tidak terjadi kesalahan dalam memahani judul ini, maka penulis akan menjelaskan
beberapa kata yang terkandung dalam judul, maka berikut akan dijelaskan beberapa defenisi
operasional sebagai berikut:
1. Peran Guru PAI merupakan tindakan yang dilakukan oleh orang yang bertugas
memberikan ilmu kepada peserta didik agar menjadi lebih baik. Tindakan yang
dimaksud disini adalah sebagai motivator, demonstrator dan pembimbing dalam
bidang Pendidikan Agama Islam agar akhlak peserta didik menjadi lebih baik
dari sebelumnya.
2. Membina Akhlak merupakan usaha untuk mendapatkan yang lebih baik.
Maksudnya disini adalah usaha yang dilakukan Guru PAI untuk meningkatkan
akhlak peserta didik dalam lingkungan sekolah terhadap guru dan orang tua di
rumah serta di lingkungan masyasarakat.
Berdasarkan definisi operasional di atas, maka yang penulis maksud dari judul
penelitian ini adalah tindakan yang berdampak positif terhadap aktivitas guru di sekolah
dalam hal ini guru PAI dalam memberikan ilmu dalam bidang Agama Islam yaitu
sebagai motivator, teladan dan penguat dalam rangka meningkatkan serta mengubah
akhlak peserta didik dari akhlak yang kurang baik menjadi akhlak yang baik, baik
terhadap guru di sekolah maupun terhadap orang tua dan lingkungan masyarakat di
SMA Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bertujuan
untuk membuat deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual, akurat mengenai sifat-sifat
serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.51 Dengan metode penelitian ini diharapkan
akan diperoleh sebuah gambaran yang obyektif mengenai peran guru pendidikan agama
Islam dalam membina akhlak peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal.
B. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti sangat penting karena peneliti sendiri yang
menjadi intrumen kunci untuk mengembangkan dan mendapatkan informasi dari sumber
data (informan yang diteliti).
C. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian atau lokasi penelitian ini yaitu di SMA Negeri 1 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal yang terletak di Desa Kayu Jati. Adapun waktu penelitian
dimulai dari tanggal 14 November sampai dengan 14 Desember 2018.
D. Sumber Data
Sumber data merupakan hal yang berhubungan dengan dari mana data tersebut
diperoleh sumber data penelitian dapat berupa orang, benda, dokumen atau proses suatu
kegiatan, dan lain-lain.52 Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah:
1. Sumber data primer yakni orang atau manusia yakni kepala sekolah, guru PAI
dan peserta didik yang ada di SMA Negeri 1 Panyabungan Kabupaten
Mandailing Natal.
2. Sumber data sekunder yakni dokumen dan buku-buku yang relevan dengan
penelitian. Sedangkan buku-buku yang relevan yaitu buku-buku yang digunakan
untuk membantu memperjelas data beserta analisisnya.
E. Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur yang digunakan untuk memperoleh data dilapangan dalam penelitian yaitu:
1. Observasi atau pengamatan yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan
mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.53 Yaitu
peneliti akan mengobservasikan sekolah yang didalamnya yakni peran guru
pendidikan agama Islam dalam membina akhlak peserta didik kelas X di SMA
Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal.
2. Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara
lisan, dimana, dengan bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-
informasi atau keterangan-keterangan. Dalam wawancara peneliti gunakan
wawancara tidak terstruktur, untuk wawancara tidak terstruktur penulis akan
mewawancarai lebih mendalam dengan kepala sekolah, guru PAI sebagai
informan kunci dan ditambah dengan peserta didik yang pernah dibina oleh guru
PAI.
3. Dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan
menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun
elektronik yang berhubungan dengan data-data penelitan di sekolah.
F. Analisis Data
Dalam penelitian kualitatif analisis data tidak dinantikan sampai semua data terkumpul,
tetapi dilakukan secara berangsur selesai mendapatkan sekumpulan data dari wawancara,
observasi dan dokumen.54 Berdasarkan langkah-langkah penelitian di atas, maka dapat
diuraikan sebagai berikut:
1. Tahap reduksi data (data reducation)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan
pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang
telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah
peneliti untuk melakukan mengumpulkan data selanjutnya, dan mencarinya bila
diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti
komputer mini dengan memberikan kode pada aspek-aspek tertentu
2. Penyajian data (data display)
Dengan mendisplaykan data maka, akan memudahkan untuk memahami apa yang
terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami.
Selanjutnya disarankan, dalam melakukan display data, selain dengan teks yang
negatif, juga dapat berupa grafik, matrik, network (internet). Untuk itu maka
peneliti harus selalu menguji apa yang telah ditemukan pada saat memasuki
lapangan yang masih bersifat hipotetik itu berkembang atau tidak.
3. Kesimpulan data (verification)
Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah
bila ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan
data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal,
didukung oleh bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan
mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan
kesimpulan yang kredibel.
G. Pengecekan Keabsahan Data
Pengambilan data-data melalui tiga tahapan, diantaranya yaitu tahap pendahuluan, tahap
penyaringan dan tahap melengkapi data yang masih kurang. Dari ketiga tahap itu, untuk
pengecekan keabsahan data banyak terjadi pada tahap penyaringan data. Oleh sebab itu,
jika terdapat data yang tidak relevan dan kurang memadai maka akan dilakukan
penyaringan data sekali lagi di lapangan, sehingga data tersebut memiliki kadar validitas
yang tinggi.55 Moleong berpendapat bahwa dalam penelitian diperlukan suatu tehnik
pemeriksaan keabsahan data, sedangkan untuk memperoleh keabsahan temuan perlu
diteliti kredibilitasnya dengan menggunakan tehnik sebagai berikut:
1. Persistent Observation (ketekunan pengamatan) yaitu mengadakan observasi
secara terus menerus terhadap objek penelitian guna memahami gejala lebih
mendalam terhadap berbagai aktivitas yang sedang berlangsung dilokasi
penelitian. Dalam hal ini yang berkaitan dengan peran guru pendidikan agama
Islam dalam membina akhlak peserta didik kelas X di SMA Negeri 1
Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal.
2. Triangulasi yaitu tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu
yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data
itu. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber
data dengan cara membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu
informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode
kualitatif.” Sehingga perbandingan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pengamatan tentang peran guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak
peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing
Natal (pada hasil observasi) dengan hasil wawancara oleh beberapa informan atau
responden. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi
penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.
a. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai
pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang
berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan.
b. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang
berkaitan.
Dalam proses pengecekan data pada penelitian ini, peneliti lebih memilih
dengan menggunakan sumber. Yaitu dengan menganalisis dan mengaitkan
datadata yang sudah diperoleh baik melalui observasi, wawancara, maupun
dokumentasi. Peneliti dapat melakukannya dengan cara: mengajukan berbagai
variasi pertanyaan, melakukan pengecekan dengan berbagai sumber,
memanfaatkan berbagai metode.
Pengecekan data ini dilakukan peneliti ketika peneliti sudah memperoleh data
yang diperlukan dan membandingkan data hasil pengamatan dan dokumentasi
dengan data hasil wawancara.
H. Tahap-Tahap Penelitian
1. Tahap Pra Lapangan
Menyusun proposal penelitian. Proposal penelitian ini digunakan untuk
meminta izin kepada lembaga yang terkait sesuai dengan sumber data yang
diperlukan.
2. Tahap pelaksanaan penelitian
1) Pengumpulan data
Pada tahap ini peneliti melakukan ha-hal sebagai berikut:
a) Wawancara dengan kepala sekolah
b) Wawancara dengan guru PAI
c) Wawancara dengan peserta didik
d) Observasi langsung dan pengambilan data dari lapangan; dan
e) Menelaah teori-teori yang relevan
2) Mengidentifikasi data
Data yang sudah terkumpul dari hasil wawancara dan observasi
diidentifikasi agar mempermudahkan peneliti yang menganalisa sesuai
dengan tujuan yang diinginkan.
3. Tahap akhir penelitian
1) Menyajikan data dalam bentuk deskripsi.
2) Menganalisa data sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
DAFTAR PUSTAKA
Abdu Halim Nipa, Menghias Diri Dengan Akhlak Terpuji. Yogyakarta: Mitra
Pustaka, 2000.
Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam Jakarta: Kencana, 2006.
Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf, Cet. I; Jakarta: raja Grapindo Persada, 2002.
Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam Bandung: Remaja
Rosdakarya, 1994.
Ahmadi, Wahid. Risalah Akhlak. Solo: Era Intermedia, 2004.
Anonim. 2011. Teori Online). Tersedia: [Link] wikipedia. org/wiki/ teori.
Diakses tanggal 20 Mei 2018.
Asmaran, Pengantar Studi Akhlak, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2002.
Daradjat Zakiah, Ilmu Fiqih 2. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf. Daradjat, 2005.
David Berry, Pokok-Pokok Pemikiran Dalam Sosiologi. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada. 2003.
Departemen Agama RI, Al-Qur‟a dan Terjemahnya, Semarang: Toha Putra, 2012.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga,
Jakarta; Balai Pustaka, 2005.
Deswita, Akhlak Tasawuf, Batusangkar : STAIN Batusangkar Press, 2010.
E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2007.
Hamzah Ya‟kub, Etika Islam Pembinaan Akhlakul Karimah, Bandung: CV
Diponegoro, 2003.
Hasbi As Shiddiqy, Mutiara Hadits, Cet. I; Jilid VIII; Jakarta: Bulan Bintang,
2000.
Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Guru dan Dosen Undang-Undang No
14 Tahun 2005, Bandung : Fokus Media, 2006.
Iman al-Ghazali, Ihya‟ Ulumuddin Juz III, Beirut : Dar Ihya al-Kutub al-Ilmiyah,
[Link].
Jalaluddin, Sistem Nilai dan Pembentukannya dalam Perspektif Pendidikan Islam,
dalam Jurnal Studi Islam “Medina-Te”, Program Pascasarjana, Institut
Agama Islam Negeri IAIN) Raden Fatah Palembang, Vol. 1 Nomor 1, Juni
2005.
Jamal Ma‟mur Asmani, 7 Tips Aplikasi PAKEM Yogyakarta: DIVA Press, 2011.
Khoiron Rosyadi, Pendidikan Profetik Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2004.
Mohlm. Rasyid, Guru Kudus: STAIN Kudus Press, 2007.
Mohlm. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional Bandung: Remaja Rosdakarya,
2001.
Muhammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam, Cet. III; Jakarta; Raja Grapindo
Persada, 2000.
Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan Cet. V;
Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009.
-----------------, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2015.
Ngainun Naim, Menjadi Guru Inspiratif Memberdayakan dan Mengubah Jalan
Hidup Peserta didik Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013.
Ngalim Purwanto, Ilmu pendidikan teoritis dan praktis, Cet. XIII; Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2000.
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar Jakarta: Bumi Aksara, 2013.
Ramayulis, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2008.
Redja Mudyaharjo, Pengantar Pendidikan; Sebuah Studi Awal Tentang DasarDasar Pendidikan
Pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia, Jakarta:
PT RajaGrafindo Persada, 2006.
Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam: Pendekatan Historis, Teoritis dan Praktis
Jakarta: Ciputat Press, 2002.
Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Edisi Baru, Rajawali Pers: Jakarta,
2009.
Soetjipto dan Raflis Kosasi, Profesi Keguruan, Cet. IV; Rineka Cipta: Jakarta,
2011.
Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, KualitatiF dan R
& D Bandung: Alfabeta, 2015.
Supriadi, Pendidikan Agama Islam, Jakarta: CV. Grafika Karya Utama, 2001.
Syafruddin Nurdin dan Basyiruddin Usman, Guru Profesional dan Implementasi
Kurikulum Jakarta: Ciputat Press, 2002.
Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Jakarta:
Rineka Cipta, 2000.
UU RI No.14 tahun 2005, Undang-undang Guru dan Dosen Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2006. hlm. 18.
W.J.S Poerdarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka,
1992.
Zahrudin, Pengantar Studi Akhlak, Jakarta: PT. Radja Grafindo Persada, 2004