Titik Pijat Refleksi untuk Kesehatan
Titik Pijat Refleksi untuk Kesehatan
SEJARAH REFLEKSI
• Awal mula Refleksi yaitu dari suku Cerokee
dari Kairo Mesir, menyatakan bahwa terapi
tekanan pada kaki untuk memulihkan dan
meyeimbangkan tubuh telah diwariskan dari
generasi ke generasi.
• Sejarah juga mencatat teknik-teknik
pengobatan serupa melalui gambar-gambar
papirus dalam kuburan Ankhmahor seorang
dokter Mesir (Th 2500 – 2330).
LANJUTAN SEJARAH REFLEKSI
• Simbol dan titik-titik refleksiologi ditemukan dikaki
patung Buddha, di relief-relief atau dipatung-patung
candi di India dan Burma
• Dibuku Cina Huang Di Nie Jing Shu Wen ditulis sekitar
1000 SM terdapat bab tentang Metode pemeriksaan
kaki yang merupakan bukti awal dari hubungan
kesehatan manusia dengan titik pengobatan didaerah
kaki yang pernah tercatat.
• Karena Cina yang menulis dan mencatat secara
sistematik ilmu pengobatan ini, kemudian dunia
mengakui dan menyatakan bahwa ilmu pengobatan ini
dari dan milik bangsa Cina
LANJUTAN SEJARAH REFLEKSI
• Marco Polo kebangsaan Italia pertama
menterjemahkan buku pijat pengobatan China
dan memperkenalkan di Eropa.
• Tahun 1582 Dr. Adamus dan Dr. A’tatis
menerbitkan buku tentang Zona kemudian
dengan subyek yang sama diterbitkan kembali
oleh Dr. Ball
STANDAR KOMPETENSI REFLEKSI
LEVEL 2
• Menerapkan lingkungan kerja bersih dan
aman sesuai prinsip keselamatan dan
kesehatan kerja.
• Menerapkan teknik pijat dasar untuk
melakukan pijat refleksi.
• Melakukan pijat refleksi untuk relaksasi.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
(PHBS)
• Perilaku seseorang yang berhubungan dengan
kesehatan atas dasar kesehatan sendiri sehingga
dapat menolong diri sendiri dan berperan aktif
dalam kegiatan kesehatan di masyarakat.
• PHBS di tempat kerja adalah upaya untuk
memberdayakan para pekerja, pemilik, dan
pengelola usaha agar tahu, mampu dan mau
mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam
mewujudkan tempat kerja yang sehat.
KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA (K3)
• Memberi perlindungan kerja terhadap para
pekerja dan setiap orang yang berada di tempat
kerja dan berhubungan dengan proses produksi
dan sekitar lingkungan tempat kerja.
• K3 harus diterapkan di tempat pelayanan
kesehatan dengan tujuan melindungi
kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan
dari pelayanan kesehatan, keberadaanprasarana
dan sarana, alat, bahan lain yang berada di
tempat pelayanan kesehatan sehingga tidak
menimbulkan kecelakaan kerja.
PRINSIP DASAR PIJAT REFLEKSI
• Refleksiologi adalah pengobatan holistik
berdasarkan prinsip bahwa terdapat titik atau
area pada kaki, tangan dan telinga yang
terhubung kebagian tubuh atau organ lain
melalui sistem saraf.
• Stres, cedera, atau gangguan penyakit dapat
menyebabkan keseimbangan energi tubuh
terganggu.
PRINSIP DASAR PIJAT REFLEKSI
Keseimbangan energi terganggu dapat dirasakan
dari:
• Mengerasnya kulit
• Terjadi perubahan warna
• Muncul tanda-tanda di kaki
• Bau kaki
• Temperatur kaki
• Kelembaban kaki yang tidak normal
TITIK PERANGSANGAN PIJAT REFLEKSI
• Daerah Refleksi, daerah refleksi adalah titik
pusat urat-urat syaraf.
• Kristal, bila terjadi gumpalan kristal pada
syaraf maka ujung syaraf tidak mampu
memindahkan rangsangannya. Dengan adanya
pijat refleksi akan terjadi penghancuran dari
gumpalan kristal tersebut, sehingga lalu lintas
rangsangan syaraf menjadi lancar kembali.
TITIK PERANGSANGAN PIJAT REFLEKSI
• Peredaran darah, karena darah mempunyai tugas
mengangkut kebutuhan setiap organ seperti gizi, oksigen,
hormon dan lain-lain. Disamping itu juga sebagai zat
pengangkut zat buangan, jika terjadi hambatan pada sistem
pengangkutan ini maka dapat diatasi dengan pijat refleksi.
• Getah Bening, susunan getah bening terdiri dari pembuluh
getah bening dan kelenjar getah bening yang menyaring zat-
zat beracun atau zat-zat yang dapat membahayakan tubuh.
Para ahli menganggap pijatan pada daerah yang tepat akan
mempertinggi fungsi kerja pembuluh-pembuluh tersebut
sehingga dapat memperbaiki keseimbangan kimiawi dalam
tubuh secara tepat
REFLEKSI BERDASARKAN ZONA DAN
PARA PENEMU ZONA
• Dr. William Fiztgerald Crawford (Th 1872 -
1942) berkebangsaan Amerika menjadikan
terapi Zona Longitudinal sebagai pilihan
terapi pengobatan untuk gangguan kesehatan
pada manusia.
• Berdasarkan literatur sebelumnya maka
disusun buku sebagai dasar acuan terapi pijat
refleksi seluruh dunia termasuk lembaga-
lembaga kursus dan kompetensi di Indonesia.
ZONA LONGITUDINAL
PERTAMA YAMG MENGEMUKAKAN
KATA REFLEKSIOLOGI
Kata Refleksiologi semula bermakna respons
otomatis pertama kali dikemukakan oleh
psykiater di Rusia yaitu:
• Dr. Ivan Pavlov
• Dr. Vladimir Bekhterev (20 Januari 1857 – 24
Desember 1927) adalah seorang ahli saraf dan
bapak psykologi obyektif, dan melakukan
penelitian tentang kerja pemahaman otak.
PENEMU TITIK SARAF PADA REFLEKSI
HIPERSENSITIF
• Sir Henry Head Th 1893 seorang ahli saraf
bekerja di London menemukan zona pada
kulit yang hipersensitif terhadap tekanan saat
organ yang dihubungan oleh saraf ke daerah
kulit tersebut menderita gangguan. Berarti
ada hubungan antara organ dengan tubuh
yang terganggu dengan daerah yang
hipersensitif.
PENEMU KATA REFLEKS SEBAGAI
CERMINAN
• Dr. Alfons Cornelius menemukan ketika titik
refleks dipijat, bagian tubuh yang terganggu
sesuai dengan titik refleks mengalami
penyembuhan lebih cepat.
• Makna kata Refleks disini berubah menjadi
Cerminan
ZONA REFLEKSI SILANG
• Susunan zona longitudinal ada hubungan antara
lengan dan tungkai
• Area silang adalah :
1. Daerah bahu dengan daerah panggul
2. Lengan atas dengan tungkai atas
3. Siku tangan dengan lutut kaki
4. Lengan bawah dengan tungkai kaki bawah
5. Pergelangan tangan dengan pergelangan kaki
6. Telapak tangan dengan telapak kaki
7. Punggung tangan dengan punggung kaki
ZONA REFLEKSI SILANG
PENEMU ZONA TRANVERSAL
• Hanne Marquardt dari Jerman
mengembangkan peta kaki dengan
menambah garis melintang membagi pada
tubuh sebatas bahu, pinggang dang panggul
membagi tubuh menjadi 4 zona.
ZONA TRANSVERSAL
TITIK PIJAT REFLEKSI (FUNGSI DAN
GANGGUAN)
• Titik pijat refleksi ada 62 titik pijat refleksi dan mempunyai
fungsi masing-masing
• Manfaat dari pemijatan adalah:
1. Melancarkan sirkulasi darah didalam tubuh.
2. Menjaga kesehatan agak tetap prima.
3. Membantu mengurangi rasa sakit dan kelelahan.
4. Merangsang produksi hormon erdorfin yang berfungsi
untuk relaksasi tubuh.
5. Mengurangi beban yang ditimbulkan akibat stres
6. Menyingkirkan racun atau toksin
7. Menyehatkan dan menyeimbangkan kerja organ-organ
pada tubuh.
GAMBAR TITIK TITIK REFLEKSI
GAMBAR TITIK TITIK REFLEKSI
PERALATAN YANG DIGUNAKAN
SESUAI SOP
• Handuk kecil minimal 2 buah
• Cairan pembersih tangan atau tissue basah
• Alkohol 70% yang disimpan dalam botol spray
• Alat bantu pijat minal 1 buah
• Cream pijat
• Minyak urut
• Tissue kering
• Tempat sampah kecil
• Taplak ukuran 1 x 1 m
• Mangkuk atau piring plastik keci9l
• Box tempat menyimpan peralatan pijat
PERSIAPAN SEBAGAI TERAPIS
• Berpenampilan bersih, rapi, wangi dan sopan
• Memberikan 5S (senyum, salam, sapa, sopan
dan santun)
• Melakukan pemijatan dengan tertib
• Bicara tak melanggar norma
• Cuci tangan dengan 6 langkah
• Mendekatkan alat alat sehingga mudah
dijangkau
SEBELUM MELAKUKAN PEMIJATAN
CARA CUCI TANGAN YANG BENAR
PERSIAPAN KLAIN
• Duduk/tiduran di bed massage
• Buka bagian telapak kaki hingga betis
• Bersihkan kaki dengan tisu basah/rendam
dalam air hangat selama + 10 menit
• Keringkan dengan handuk
• Semprot kaki dengan alkohol 70%
PEMANASAN DAN PEREGANGAN
• Mengusap betis-kaki dengan kedua telapak
tangan
• Meremas remas betis-kaki dengan jari-jari dan
telapak tangan
• Menekan betis dibawah bagian tulang dan
telapak kaki
• Menggetar betis-kaki
• Memukul mukul betis-telapak kaki dengan
punggung tangan
LANGKAH LANGKAH PIJAT REFLEKSI
• Pemeriksaan kondisi klien dan rencana terapi
• Lakukan Pemanasan & Peregangan (dengan 5 teknik pijat dasar)
• Urutan pemijatan
• Titik pembukaan
• Titik wajib pembuangan cair
• Titikwajib pembuangan padat
• Titik wajib saraf dan metabolisme
• Titik wajib pencernaan
• Titik wajib relaksasi
• Titik wajib suplemen
• Titik penutupan
• Pijat pendinginan (dengan 5 teknik pijat dasar)
• Bersihkan kaki dengan handuk kering
• Berikan saran-saran sesuai kondisi klien
TITIK PEMIJATAN REFLEKSI LEVEL 2
ADALAH RELAKSASI
• Titik pembuka : 1,3,4,5,53,54,55,56,57,58
• Titik wajib yaitu:
1. Titik pembuangan cair : 22,23,24,51,34
2. Titik pembuangan padat : 28,29,30,31,32
3. Titik metabolisme : 12,13
4. Titik pencernaan : 15,16,17,18,19,25
5. Titik relaksasi : 2,20
6. Titik supplemen : 21
• Titik penutup : 39,40,41
TITIK YANG TIDAK BOLEH DIPIJAT
(KONTRA INDIKASI)
Apabila ada pasien datang yang harus ditanya
sebelum melakukan pemijatan agar tidak
terjadi adanya kontra indikasi yaitu :
• Wanita hamil muda : 36 (Kelenjar Reproduksi),
50 (Rahim)
• Transplatasi organ : 34 (Limpa), 39 (Kelenjar
Getah Bening bagian atas tubuh), 40 (Kelenjar
Getah Bening bagian perut), 41 (Kelenjar
Getah Bening bagian dada), 45 (Amandel).
PIJAT REFLEKSI YANG MULTAK TIDAK
DAPAT DILAKUKAN
• Klien dalam keadaan kelaparan atau
kekenyangan
• Klien dalam keadaan terlalu cepat, terlalu
lemah
• Klien usia lanjut yang menderita osteoporosis
TEKNIK MANIPULASI PIJAT
• Penguatan : dipijat dengan tekanan sedang,
dengan jumlah tekanan sebanyak 30 kali
disetiap titik area, arah pemijatan sesuai
dengan arah fungsi anatomi tubuh.
• Pelemahan : dipijat dengan tekanan kuat,
dengan jumlah tekanan sebanyak 60 kali
disetiap titik area, arah pemijatan berlawanan
dengan arah fungsi anatomi tubuh.
TEKNIK PEMIJATAN
• Dapat menggunakan jari-jari tangan
• Dapat menggunakan buku jari
• Dapat menggunakan siku
• Dapat menggunakan telapak tangan
TITIK PEMBUKA DAERAH OTAK
• Daerah otak: 1 (Otak Besar), 3 (Otak Kecil), 4
(Kelenjar Bawah otak), 5 (Saraf Trigeminus).
TITIK PEMBUKA SUMSUM TULANG
BELAKANG
• Daerah sumsum tulang belakang
53 tulang leher
54 tulang punggung
55 tulang pinggang
56 tulang kelangkang/tulang sakrum
57 tulang tungging dalam
58 tulang tungging luar
GAMBAR TITIK PEMBUKA TULANG
BELAKANG
PETA KAKI
TITIK PEMBUANGAN
TITIK MPEMBUANGAN CAIR TITIK PEMBUANGAN PADAT
• 22 Ginjal • 28 Usus besar
• 23 Ureter /saluran kemih menaik/ascendens
• 24 Kandung kemih • 29 Usus besar
• 51 Penis/vagina/saluran mendatar/transcendens
kencing • 30 Usus besar
• 34 Limpa menurun/decendens
• 31 Rektum
• 32 Anus
TITIK SARAF METABOLISME
• 12 Kelenjar Teroid
fungsinya untuk
metabolisme
• 13 Kelenjar Parateroid
fungsinya
menyeimbangkan kadar
kalsium
TITIK PENCERNAAN
• 15 Lambung
• 16 Usus 12
jari/Duodendum
• 17 Pankreas
• 18 Hati/Liver
• 19 Kandung empedu
• 25 Usus Kecil
TITIK RELAKSASI DAN SUPPLEMEN
TITIK RELAKSASI TITIK SUPPLEMEN
• 2 Dahi /sinus • 21
• 20 Serabut Saraf KelenjarAdrenal/Supra
Lambung /Pleksus Solar Renalis/ Anak Ginjal
TITIK PENUTUP
• 39 Kelenjar Getah
Bening (Bagian Atas
Tubuh)
• 40 Kelenjar Getah
Bening (Bagian Perut)
• 41 Kelenjar Getah
Bening (Bagian Dada)
PENDINGINAN
• Mengusap betis-kaki dengan kedua telapak
tangan
• Meremas remas betis-kaki dengan jari-jari dan
telapak tangan
• Menekan betis dibawah bagian tulang dan
telapak kaki
• Menggetar betis-kaki
• Memukul mukul betis-telapak kaki dengan
punggung tangan
PENGISIAN STATUS KLIEN
• LEMBAR DATA KLIEN LEVEL 2
INDENTITAS KLIEN
Wawancara/Anamnesa
• Keluhan Klien : capek-capek karena hanya relaksasi
• Lama keluhan : tidak boleh 1 minggu
• Penyebab keluhan : …………………………………….
• Bagian tubuh keluhan : …………………………………
• Riwayat Penyakit yang berhubungan dengan pergerakan :
…………………………………………………………...
• Kontra indikasi pijat : ……………………………………
PENGISIAN STATUS KLIEN
Pemeriksaan perabaan
• Kelainan di daerah keluhan : …………………………….
• Kelainan di titik/area refleksi : …………………………….
Hasil pemeriksaan/kesimpulan :
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
Rencana Terapi
• Alat dan bahan untuk memijat :
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
Pemijatan
• Pemanasan : ………………………………………………….
………………………………………………………………...
• Titik/area pijat terapi :
TERIMAKASIH
PIJAT REFLEKSI LEVEL 3
SISTEM ORGAN TERDAPAT 12 SISTEM
DALAM TUBUH MANUSIA
• Sistem Kerangka yaitu susunan kerangka atau
berbagai macam tulang saling berkaitan satu
sama lain yang terdiri : Didalam kepala terdiri dari
8 buah tulang, erangka dada 25 buah tulang,
wajah 14 tulang, tulang belakang dan pinggul 26
buah, tulang telinga 6 buah, lengan 64 buah,
lidah 1 buah dan tulang kaki 62 buah.
• Sistem Otot yaitu berfungsi menggerakkan
tubuh, sistem otot pada manusia terdiri dari 600
otot.
LANJUTAN SISTEM ORGAN
• Sistem Peredaran Darah yaitu sirkulasi dan
kardiovaskular yang berfungsi untuk memompa
darah ke seluruh tubuh.
• Sistem pencernaan yaitu fungsinya menerima
makanan, mencerna, memproses, menyerap zat-
zat gizi yang dibawa kealiran darah, membuang
bagian atau sisa makanan yang tidak bis dicerna
oleh tubuh. Sistem pencernaan dari mulut,
tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus kecil,
usus besar, rektum dan berakhir anus.
LANJUTAN SISTEM ORGAN
• Sistem Pernafasan yaitu organ yang digunakan
adalah Paru, menghirup oksigen dan
mengeluarkan karbon dioksida dan uap air.
• Fungsi Sistem Pernafasan:
- Menghirup oksigen dari udara
- Membuang hasil metabolisme berupa
karbondioksida
- Mempertahankan pH dalam darah
- Menghasilkan suara.
LANJUTAN SISTEM ORGAN
• Sistem Endokrin yaitu sistem yang mengontrol
kelenjar tanpa adanya saluran yang menghasilkan
hormon atau komunikasi di dalam tubuh hormon.
Kelenjar endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar
tiroid, kelenjar himofise, hipotalamus, paratiroid,
pineal, adrenal.
• Sistem Imun yaitu sistem kekebalan tubuh
berada diseluruh tubuh terutama pada bagian
Limpa.
LANJUTAN SISTEM ORGAN
• Sistem Indera yaitu berfungsi menerima
rangsangan dari lingkungan sekitarnya, manusia
mempunyai 5 indera, penglihatan (mata),
pendengaran (telinga), penciuman (hidung),
peraba (mulut), pengecap (lidah) dan setiap
bagian memiliki fungsi berbeda-beda.
• Sistem Limbik yaitu berfungsi mengalirkan limfe
didalam tubuh manusia, yang terdiri dari
pembuluh limfe dan organ limfoid dan dapat
menghasilkan zat antibodi.
LANJUTAN SISTEM ORGAN
• Sistem Ekskresi yaitu terdiri dari Ginjal, Hati,
Kulit dan Paru. Ginjal mengeluarkan urine,
Hati mengeluarkan zat warna empedu atau
ure, kulit mengeluarkan keringat, Paru
mengeluarkan uap air atau karbondioksida.
• Sistem Saraf tersusun atas sistem saraf pusat
yaitu otak dan sumsum tulang belakang dan
sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf
otonom dan somatis
LANJUTAN SISTEM ORGAN
• Fungsi sistem saraf yaitu:
- Komunikasi dan regulasi fungsi menyeluruh
tubuh.
- Menerima rangsangan dan indera
- Mengatur pergerakan dan fungsi fisiologis
- Oroses kontrol intelektual
• Sistem Reproduksi yaitu suatu rangkaian organ
dalam yang berfungsi untuk berkembang biak,
sistem reproduksi perempuan berpusat pada
ovarium, sedangkan laki-laki berpusat pada testis
SISTEM GERAK PADA MANUSIA
TULANG ATAU RANGKA
• Bagian tengkorak pada sistem gerak manusia
tersusun atau tulang-tulang pipih yang menjadi
tempat terjadinya proses pembentukan sel-sel
darah merah dan putih. Bagian tengkorak pada
manusia terdiri dari : masing-masing tulang
tersebut berjumlah 2 buah kecuali tulang lidah,
tulang tengkorak dan tulang dahi (1 buah).
• Bagian badan pada manusia dipisahkan ke dalam
5 kelompok yaitu ruas-ruas tulang belakang, tulng
rusuk, tulang dada, gelang bahu dan gelang
panggul
GAMBAR TULANG KERANGKA
JUMLAH TULANG PADA BADAN
• Tulang Badan:
- Tulang leher/cervical : 7 ruas
- Tulang punggung/thoracal : 12 ruas
- Tulang pinggang/lumbal : 5 ruas
- Tulang kelangkang/sacral : 5 ruas
- Tulang ekor/cocsigial : 4 ruas
• Tulang Dada (Sternum):
- Tulang dada bagian bahu : 1 buah
- Tulang dada bagian badan : 1 buah
- Tulang dada bagian taju pedang : 1 buah
JUMLAH TULANG PADA BADAN
• Tulang Rusuk/Iga/Kosta :
- Tulang rusuk sejati : 7 pasang
- Tulang rusuk palsu : 3 pasang
- Tulang rusuk melayang : 2 pasang
• Tulang Gelang Bahu :
- Tulang selangka/clafikula : 2 buah
- Tulang belikat/scapula : 2 buah
• Tulang Gelang Panggul/pelvis :
- Tulang usus : 2 buah
- Tulang duduk : 2 buah
- Tulang kemaluan : 2 buah
BAGIAN ANGGOTA GERAK
TULANG APENDIKULER/EXTREMITAS
• Tulang pergerakan atas :
- Tulang lengan atas/humerus : 2 buah
- Tulang pengumpil/radius : 2 buah
- Tulang hasta/ulna : 2 buah
- Tulang pergelangan tangan/karpal : 2x8buah
- Tulang telapak tangan/metacarpal : 2x5buah
- Tulang ruas jari tangan/falangus : 2x14buah
TULANG PERGERAKAN BAWAH
• Tulang paha/famur : 2 buah
• Tulang tempurung lutut/patela : 2 buah
• Tulang betis/fibula : 2 buah
• Tulang kering/tibia : 2 buah
• Tulang pergelangan kaki/tarsal : 2x7 buah
• Tulang telapak kaki/metatarsal : 2x5 buah
• Tulang ruas jari kaki/falangus : 2x14 buah
GAMBAR TULANG PERGERAKAN ATAS
DAN BAWAH
MACAM-MACAM SENDI
BERDASARKAN PERGERAKAN
• Sendi mati (Sinartrosis) yaitu sendi yang tidak
mempunyai celah sendi, sehingga tidak
memungkinkan pergerakan.
• Sendi kaku (Amfiartrosis) yaitu sendi yang
dapat digerakkan namun terbatas, contoh
sendi tulang belakang.
• Sendi gerak (Diartrosis) yaitu sendi yang dapat
digerakkan secara bebas.
SENDI GERAK (DIARTROSIS)
DIBEDAKAN MENJADI 8
• Sendi Engsel, pergerakkannya pada satu arah
• Sendi Pelana, salah satu tulang dapat
digerakkan menuju dua arah.
• Sendi Geser, memungkinkan terjadi gerakan
pergeseran tulang pada satu bidang
• Sendi Putar, hubungan antar tulang yang
memungkinkan salah satu tulang berputar
terhadap tulang yang lain sebagai porosnya.
SENDI GERAK (DIARTROSIS)
• Sendi Peluru, salah satu tulang berbentuk bonggol sehingga
tulang itu dapat bergerak ke segala arah.
• Sendi Luncur, hubungan tulang yang memungkinkan gerakan
badan melengkung kedepan (membungkuk) dan kebelakang
serta gerakan memutar (menggeliat).
• Sendi Gulung, hubungan antar tulang yang gerakan tulangnya
seolah-olah mengitari tulang yang lain.
• Sendi Ovoid, hubungan antara tulang yang memungkinkan
gerakan berporos dua, dengan gerakan kekiri dan kekanan,
gerakan maju dan mundur, gerakan muka/ depan dan
belakang, ujung tulang satu berbentuk oval dan masuk
kedalam suatu lekuk yang berbentuk elips.
OTOT
• Merupakan jaringan yang terdapat di dalam
tubuh manjusia yang fungsinya sebagai alat
gerak aktif untuk membantu tulang agak bisa
bergerak
• Tanpa adanya otot, tubuh manusia tidak bisa
bergerak, karena ototlah yang bisa membuat
tulang bergerak
JENIS OTOTBERDASARKAN STRUKTUR
SELNYA
Otot Polos /Licin
• Memiliki bentuk sel otot seperti silibdris/gelondongan
dengan kedua ujung meruncing
• Memiliki 1 buah inti sel yang terletak di tengah sel otot
• Mempunyai permukaan sel otot polos dan halus/licin
• Pergerakan sel otot ini diluar kehendak/tanpa disadari
dengan sifat pergerakan lambat dan teratur, sehingga
tidak memungkinkan cepat lelah pada sel otot
• Sel otot ini banyak dijumpai diseluruh organ tubuh
kecuali jantung dan rangka
OTOT LURIK/SERAN
LINTANG/RANGKA
• Memiliki bentuk sel yang panjang seperti serabut
/benang/filament
• Memiliki banyak inti sel yang terletak di tepi
• Memiliki permukaan yang tampak bergaris-garis gelap
dan terang yang melintang pada struktur selnya. Hal ini
dikarenakan adanya myofibril yang tidak sama tebalnya
pada permukaan sel otot
• Pergerakan sel otot ini sesuai dengan
kehendak/diperintah oleh otak, sehingga pergerakan
tidak teratur dan mudah lelah
• Sel otot ini hanya dijumpai di rangka, karena melekat di
tulang untuk pergerakan
OTOT JANTUNG/MYOCARDIUM
• Memiliki bentuk sel yang memanjang seperti
serabut/filament yang bercabang.
Percabangan sel otot jantung disebut
Sinusitium
• Memiliki banyak inti sel yang terletak di tepi
agak ketengah
• Pergerakan sel otot ini tanpa disadari/diluar
kehendak, sehingga sifat pergerakannya
adalah lambat, teratur dan tidak mudah lelah
BERDASARKAN CARA KERJA OTOT
DIBEDAKAN
• Otot Sinergis yaitu hubungan antar otot yang
cara kerjanya saling mendukung/bekerja
sama/menimbulkan gerakan yang searah
• Contoh: Seluruh otot premator yang mengatur
pergerakaan telapak tangan untuk
menelungkup dan seluruh otot supinator yang
mengatur pergerakan telapak tangan
menengadah
OTOT ANTAGONIS
• Yaitu hubungan antar otot yang cara kerjanya
saling berlawanan/bertolak belakang/tidak
searah macamnya :
- Otot ekstensor (meluruskan) dengan
fleksor(membengkokkan)
- Otot abductor (menjauhi sumbu badan) dengan
adductor (mendekati sumbu badan)
- Otot supinator (menengadah) dengan prunator
(menelungkup)
- Otot depressor (gerakan kebawah) dengan
elevator (ke atas)
BERDASARKAN PELEKATAN OTOT
DIBEDAKAN
• Origo yaitu bagian ujung otot yang melekat
pada tulang dengan pergerakan yang
tetap/stabil pada saat kontraksi
• Insersio yaitu bagian ujung otot yang melekat
pada tulang dengan pergerakan yang berubah
posisi pada saat kontraksi
SKEMA/BAGAN MEKANISME CARA
KERJA OTOT
• Kontraksi : implus sel otot ujung saraf
asetikolin sel otot membebaskan ion Ca2+
protein aktin + myosin aktomiosin serabut
otot memendek kontraksi
• Relaksasi : impuls plasma sel otot menyerap
Ca2+ aktomiosin aktin + myosin serabut otot
memanjang relaksasi
KELAINAN PADA OTOT
• Atrofi yaitu kondisi otot yang mengecil biasanya beriringan
dengan adanya infeksi virus polio, karena tidak digerakkan
maka otot akan menyusut dan mengecil
• Kram yaitu kejang otot dikarenakan aktivitas otot berlebih
biasanya terjadi pada saat olahraga
• Terkilit yaitu kelainan otot karena terjadi kesalahan pada
gerak otot sinergis yang bekerja justru berlawanan arah
• Hipertrofi yaitu kelainan otot yang membesar dan menjadi
lebih kuat karena sel otot diberikan kegiatan/aktivitas yang
terus menerus secara berlebihan
TITIK TITIK REFLEKSI
1. Kepala atau Otak (L-IBJ:4-5) :
Pusat saraf, mengatur semua fungsi rgan. Respon
kegiatan sadar (bergerak, mengindera, dll) dan
mengatur kebutuhan dasar tubuh (suhu, pelepasan
hormone, dll).
2. Dahi atau Sinus (Puncak Jari) :
Sinus atau dahi.
3. Otak Kecil atau Cerbellum (L-IBJ:4-5) :
Mengatur gerakan sadar (otot), perantara
rangsangan saraf antar tubuh dan otak,
keseimbangan dan sikap tubuh, serta tonus otot.
4. Kelenjar Bawah Otak/Hyphopyse/Pituitary (L-IBJ:2-3):
Hyphophyse produksi hormone pemicu kinerja organ &
kelenjar. Yaitu pertumbuhan (GH), kelenjar tiroid (TSH),
kelenjar adrenal (ACTH), hormone estrogen (ICSH),
hormone lactogen (PROLACTIN) mempengaruhi ASI,
pembentukan pigmen (MSH), keseimbangan cairan tubuh
(ADH), konstraksi uterus saat melahirkan (OXYTOCIN),
memperlancar air susu ibu (OXYTOCIN), menghentikan
pendarahan (OXYTOCIN).
5. Saraf Trigeminus (Temporal Area) :
Saraf tepi, sensasi indera (mata, hidung, mulut), gerak
rahang, reflek kornea. Gejala gangguan : nyeri pada
rahang ketika mengindera rangsangan kuat pada mata,
hidung dan mulut.
6. Hidung :
Gangguan hidung tersumbat, pilek, melancarkan ingus
pada kasus sinusitis, mimisan, dan lain-lain.
7. Leher :
Keluhan/gangguan pada leher, batuk, radang
ternggorokan, ketegangan leher hipertensi.
8. Mata :
Gangguan mata merah.
9. Telinga :
Digabung 42 untuk gangguan keseimbangan, pusing
sebelah dan vertigo.
10. Bahu :
Nyeri sendi bahu, kaku kuduk, nyeri saat angkat tangan,
titik bantu hipertensi.
11. Otot Trapezius :
Di punggung di bawah bahu gangguan nyeri sendi
bahu, kaku kuduk, “salah bantal”, nyeri saat angkat
tangan, tegang otot bahu saat batuk atau
hipertensi.
12. Kelenjar Tiroid :
Metabolisme, pertumbuhan, dan menurunkan
kadar kalsium (thyroxin). Hyperthiroid : berat badan
menurun, gugup atau gelisah, cepat lapar, tetapi
tidak bias gemuk, gemertar atau tremor, hiperaktif
atau terlalu aktif, kulit kering (seperti kulit orang
yang sudah tua), jantung berdebar-debar, tidak bias
atau sulit tidur, exopthalmus (bola mata menonjol),
tiroid membengkak, sulit mempunyai keturunan.
13. Kelenjar Paratiroid :
Keseimbangan fosfor dan kalsium darah,
metabolism tulang belulang serta fungsi saraf di
otot, termasuk di jantung (parathyoxin). Gangguan
kurang kalsium : tulang dan gigi keropos, kerusakan
saraf, oto lemas (termasuk jantung), tekanan darah,
cairan lambung lebih aktif, kurang katalisator
metabolisme, kurang pendobrak sel sperma.
14. Paru-paru dan Bronkus (L2-3;T2) :
Mengambil oksigen ke dalam darah dan
melepaskan karbondioksida.
15. Lambung (L1;T3) :
Kembung, perut berbunyi, dll.
16. Duodenum/Usus Dua Belas Jari (L1;T3) :
Tempat pencampuran enzim ke dalam makanan.
Gangguan penyerapan sari makanan (kurus/gemuk)
dan penceranaan.
17. Pankreas (L1;T3) :
Penyerapan sari makanan (gula -> energi oleh
insulin)
18. Hati (L3-4-5 kaki kanan;T3) :
Oleh makanan (lemak : dengan cairan empedu) dan
detoksifikasi (pengeluaran racun).
19. Kantong Empedu (L3;T3;kaki kanan) :
Penyerapan sari makanan. Gangguan mual,
muntah, hilangnya nafsu makan, mulut pahit, dan
lain-lain.
20. Serabut Saraf Lambung atau Pleksus Solar (L2;T3) :
Gangguan nafas tertekam saat stress, ketegangan saraf.
21. Kelenjar Adrenal/Supra Renalis/Anak Ginjal (L2;T3) :
Tekanan darah, kadar gula, anti radang, alergi, jantung,
pembuluh darah, metabolism, daya tahan terhadap
stress.
22. Ginjal (L2;T3) :
Mengatur cairan tubuh, keseimbangan elektrolit,
keseimbangan asam-basa cairan tubuh, membuang sisa
metabolism (ureum, asam ura, kreatinin) dan zat-zat yang
tidak diperlukan (obat, bahan aditif, kimia, dll), fungsi
hormonal dan metabolisme, sekresi renin pengatur
tekanan darah dan pembentukan sel darah merah,
penghasil hormon dihidroksi kolekalsiferol (vit D aktif)
untuk absorbsi kalsium di usus.
23. Ureter (Saluran Kencing) (L1-2;T3-4) :
Saluran dari ginjal ke kantong kemih.
24. Kantong Kemih (L1;T4) :
Penampungan urine.
25. Usus Kecil (L1-2-3;T4) :
Penyerapan sari makanan. Gangguan pencernaan (diare,
perut berbunyi, nyeri perut, dan lain-lain).
26. Usus Buntu (L4;T4) :
Jaringan kelenjar lymphe (sistem pertahanan tubuh,
khususnya untuk usus). Gangguan radang usus buntu
(apendisitis).
27. Katup Ileo Sekal (L4;T3) :
Katup antara usus halus dengan usus besar.
28. Usus Besar Menaik (Ascendens (L3-4;T3;kaki kanan)
29. Usus Besar Mendatar (Transcendens) (L4-3-2-1;T3;kaki
kanan)
30. Usus Besar Menurun (Descendens) (L1-2-3-4;T3;kaki kiri):
Usus besar : penyerapan air dan proses pembusukan (supaya
mudah dibentuk dan dapat dikeluarkan). Gangguan diare
(timbunan cairan berlebih karena tak normal).
31. Rektum (L2-3-4;T3;kaki kiri) :
Pembentuk feces (tinja), jika terisi merangsang BAB.
32. Anus (L2;T3;kaki kiri) :
Gangguan pada vena, yakni ambeien. Titik pengaktifan :
memperlancar BAB.
33. Jantung (L2-3-4;T2;kaki kiri) :
Gangguan : sumbatan jantung coroner (tanda: dada sesak,
dada kiri sakit, menyebar ke punggung. Gangguan pembuuh
darah : vertigo, migrain, tekanan darah tinggi (karena kelainan
ginjal, stress, kelainan hormone, makanan dan minuman,
keturunan, dll).
34. Limpa (L4;T3;kaki kiri):
Sistem sirkulasi dan menghancurkan sel-sel, kekebalan
tubuh, produksi darah (bayi), Gudang darah.
35. Lutut (L5;T4)
36. Kelenjar Reproduksi (L3;T4) :
Merangsang system kelenjar reproduksi.
37. Mengendurkan Perut :
Mengurangi sakit saat haid, tak boleh untuk wanita hamil.
38. Seni Pinggul
39. Kelenjar Getah Bening Bagian Atas Tubuh:
Nodus cervicalis sekitar pangkal rahang dan nodus
supraclavicularis sekitar pangkal leher.
40. Kelenjar Getah Bening Bagian Perut :
Nodus inguinalis sekitar pangkal paha.
41. Kelenjar Getah Bening Bagian Dada (L1-2;T2;punggung
kaki) :
Nodus axilaris sekitar pangkal bahu. No 39, 40, 41 : system
pertahanan, mengangkut lemak, mengangkut hormon-
hormon, kekebalan tubuh. Tidak boleh untuk penderita lupus
dan baru transplantasi organ.
42. Organ keseimbangan (L4-5;T2;punggung kaki) :
Gangguan sempoyongan. Digabung titik telinga: pusing
sebelah, pusing tujuh keliling.
43. Dada (L2-3-4;T2;punggung kaki) :
Gangguan batuk, sesak napas, atau asma.
44. Sekat Rongga Dada (Diafragma) (L1-2-3-4-5;T2;punggung
kaki) :
Gangguan pernapasan, misalnya batuk, sesak napas, atau
asma. Digabung titik 20 : penenangan.
45. Amandel :
Kekebalan manusia sistem pencernaan, gangguan
tenggorokan.
46. Rahang Bawah :
Gangguan gigi & gusi.
47. Rahang Atas :
Gangguan gigi & gusi. Gabungan untuk no 46 & 47 :zona
longitudinal gigi seri (L1/L2 ibu jari/telunjuk), gigi taring
(L2 telunjuk), geraham kecil (L3 jari tengah), geraham
besar (L4 jari manis), geraham bungsu (L5 kelingking).
48. Tenggorokan dan Saluran Pernapasan (L1-
2;T2;punggung kaki) :
Lapisan luar (jaringan ikat), lapisan tengah (otot polos dan
tulang rawan), lapisan dalam (jaringan epitelum bersilia,
penyaring udara dan menangkap benda asing dengan
lendirnya).
49. Kunci Paha
50. Rahim (hormon estrogen, progresteron, relaksin) atau
Testis (hormon testoteron) : system reproduksi (haid,
hamil, menyusui, kesuburan, ciri seksualitas, dll).
51. Penis, Vagina, dan Saluran Kencing
52. Dubur dan Wasir
53. Tulang Leher
54. Tulang Punggung
55. Tulang Pinggang
56. Tulang Kelangkang
57. Tulang Tungging
58. Tulang Tungging :
No 53-58 : PEMBUKA. Manfaat yang luar biasa,
mempengaruhi semua organ.
59. Tulang Belikat (L4-5;T2-3;punggung kaki)
60. Sendi Siku (L5;T3;batas luar)
61. Tulang Rusuk (L3;T4;punggung kaki)
62. Pinggul (L4-5;T4;punggung kaki)
63. Lengan (L5;T3;sisi luar)
No. 59-64 : Gangguan setempat
SAKIT KAKU KUDUK
• Titik terapi yang dilakukan pemijatan
- Titik nomor 10 ( bahu)
- Titik nomor 5 (saraf trigrminus)
- Titik nomor 7 (leher)
- Titik nomer 11 (otot trapezium)
- Titik nomor 22 ( ginjal)
SAKIT MENURUNNYA STAMINA
• Titik terapi yang dilakukan pemijatan
- Titik nomor 1 (otak besar)
- Titik nomor 34 (limpa)
- Titik nomor 12 (kelenjar thyroid)
- Titik nomor 13 (kelenjar parathyroid)
- Titik nomor 14 (Paru-paru)
- Titik nomor 18 (Hati)
SAKIT PEGAL LINU DI BAHU KANAN
• Titik terapi yang dilakukan pemijatan
- Titik nomor 1 (otak besar)
- Titik nomor 12 (kelenjar thyroid)
- Titik nomor 13 (kelenjar parathyroid)
- Titik nomor 21 (kelenjar adrenal)
- Titik nomor 22 (ginjal)
SAKIT NYERI PINGGANG
• Titik terapi yang dilakukan pemijatan
- Titik nomor 1 (otak besar)
- Titik nomor 53 (tulang leher)
- Titik nomor 54 (tulang punggung)
- Titik nomor 55 (tulang pinggang)
- Titik nomor 56 (tulang kelangkang)
- Titik nomor 21 (kelenjar adrenal)
- Titik nomor 22 (ginjal)
SAKIT NYERI SIKU
• Titik terapi yang dilakukan pemijatan
- Titik nomor 1 (otak besar)
- Titik nomor 60 (sendi siku)
- Titik nomor 21 (kelenjar adrenal)
- Titik nomor 22 (ginjal)
- Titik nomor 35 (lutut)
PENGISIAN STATUS KLIEN LEVEL 3
LEMBAR DATA KLIEN LEVEL 3
IDENTITAS KLIEN
Pemeriksaan perabaan
• Kelainan di daerah keluhan : …………………………….
• Kelainan di titik/area refleksi : …………………………..
Hasil pemeriksaan/kesimpulan
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
PENGISIAN STATUS KLIEN
• Rencana Terapi
• Alat dan bahan untuk memijat :
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
• Pemijatan
• Pemanasan : ………………………………………………….
………………………………………………………………...
• Titik/area pijat terapi :
• Jadwal terapi :………………………………………………..
• Saran/rujukan : ………………………………………………
TERIMA KASIH