0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan61 halaman

Perancangan Mesin Pengupas Kacang Tanah

Dokumen tersebut merupakan laporan perancangan mesin pengupas kulit kacang tanah yang dirancang menggunakan metode VDI 2221. Mesin ini dirancang untuk mempercepat proses pengupasan kulit kacang tanah secara manual dengan menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya. Rancangan mesin ini menggunakan software SolidWorks dan mampu mengupas 500 gram kacang tanah per menit.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan61 halaman

Perancangan Mesin Pengupas Kacang Tanah

Dokumen tersebut merupakan laporan perancangan mesin pengupas kulit kacang tanah yang dirancang menggunakan metode VDI 2221. Mesin ini dirancang untuk mempercepat proses pengupasan kulit kacang tanah secara manual dengan menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya. Rancangan mesin ini menggunakan software SolidWorks dan mampu mengupas 500 gram kacang tanah per menit.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UNIVERSITAS TRISAKTI

PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KULIT KACANG TANAH

TUGAS MATA KULIAH CAPSTONE DESIGN I

Indah Lestari 061002104001


Farah Adibah Ramadhanty 061002104002
Nando Veral Sulistyo 061002104004
Adit Waisal 061002104005

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS TRISAKTI
2022
ABSTRAK

Nama : Indah Lestari, Farah Adibah R, Nando Veral S, dan Adit Waisal
Program Studi : Teknik Mesin
Judul Skripsi : Perancangan Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah

Mesin pengupas kacang tanah merupakan alat untuk mengupas atau memisahkan
kulit dengan kacangnya. Biasanya pengupasan kulit kacang tanah adalah secara
manual dengan tangan dan dengan adanya mesin ini diharapkan dapat
mempercepat proses pengupasan kulit kacang tanah. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui merancang bangun mesin pengupas kacang tanah dengan
menggunakan motor listrik, dan mengetahui kapasitas kerja mesin pengupas
kacang tanah dengan menggunakan motor listrik. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode VDI2221. Metode VDI2221 ini memiliki beberapa
tahap yakni klasifikasi tugas, perancangan konsep, perancangan wujud dan
perancangan detail. Untuk meningkatkan kemampuan mesin dengan hasil yang
semaksimal mungkin, maka perlu melakukan perhitungan setiap komponen dari
sistem pengupas, transmisi daya serta proses pemisahan. Perancangan mesin
pengupas kulit kacang ini menggunakan software SolidWorks untuk desain
rancangan dengan dimensi 402 mm × 302 mm × 608 mm. Mesin penggerak yang
dirancang menggunakan motor listrik dengan daya sebesar 78,54 Watt. Dalam
perancangan ini digunakan motor listrik DC dengan daya sebesar 240 Watt, 12
Volt dan putaran 100 rpm untuk kapasitas mesin 500 gram/menit.

Kata kunci : Mesin pengupas, Kacang Tanah, Metode VDI 2221.

2
ABSTRACT

Name : Indah Lestari, Farah Adibah R, Nando Veral S, dan Adit Waisal
Major : Teknik Mesin
Tittle : Perancangan Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah

Peanut Peeling Machine is a tool for peeling or separating the shell from the nut.
Usually, the stripping of peanut shells is done by hand. And with this machine, it
is hoped can speed up the peanut stripping process. The purpose of this study is to
find out the design of building a peanut peeling machine using an electric motor
and to find out the working capacity of a peanut peeling machine using an electric
motor. The method used in this study is the VDI2221 method. The VDI2221
method has several stages: task classification, concept design, form design, and
detail design. To increase the capabilities of the engine with the maximum
possible result, it is necessary to carry out calculations of each component of the
peeling system, power transmission as well as separation process. The design of
this peanut shell peeling machine uses SolidWorks software for design designs
with dimensions of 402 mm × 302 mm ×608 mm. The designed driving machine
uses an electric motor of 78.54 Watts. In this design, an electric motor was chosen
which will be used for 240 Watts, 12 Volts, and 5,000 rpm with an engine capacity
of 500 grams/minute.

Keywords: Peeling machine, Peanut, Method VDI2221.

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis
dapat menyelesaikan laporan tugas capstone design I ini dengan judul
“PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KULIT KACANG TANAH”. Laporan
disusun untuk memenuhi syarat mendapatkan nilai mata kuliah capstone design I.
Dalam penyusunan laporan ini, penulis banyak mengalami masalah dan
kesulitan, tetapi berkat bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak maka penulis
dapat menyelesaikan laporan ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terimakasih
sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Ir. Jamal M. Afiff, [Link]. sebagai dosen pembimbing penulis yang
telah menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberi arahan agar
laporan ini selesai.
2. Seluruh dosen pembimbing capstone design yang telah memberikan ilmu
serta saran dalam proses penyusunan laporan tugas capstone design ini
3. Teman-teman kelas ekstensi yang selalu mendukung penulis untuk
menyelesaikan tugas ini.
Agar penyusunan lebih sempurna, maka kami mengharapkan kritik dan
saran yang membangun.
Jakarta, Juni 2022

Tim Penulis

iv
DAFTAR ISI

ABSTRAK...............................................................................................................2
ABSTRACT...........................................................................................................iii
KATA PENGANTAR............................................................................................iv
DAFTAR ISI............................................................................................................v
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................................................1
BAB 1......................................................................................................................2
1.1 Latar Belakang..........................................................................................2

1.2 Perumusan Masalah...................................................................................2

1.3 Tujuan Perancangan..................................................................................2

1.4 Batasan Masalah........................................................................................3

1.5 Sistematika Penulisan................................................................................3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................5


2.1. Pengertian Umum Kacang Tanah..............................................................5

2.2. Klasifikasi Tanaman Kacang Tanah..........................................................6

2.2.1 Data Produksi Kacang Tanah....................................................................8

2.3. Prinsip Kerja Mesin Pengupasan Kulit Kacang Tanah.............................9

2.3.1 Motor Penggerak...................................................................................11

2.3.2 Poros......................................................................................................12

2.3.3 Bantalan.................................................................................................14

2.4. Metode VDI 2221....................................................................................15

2.4.1. Klasifikasi Tugas (Clasification of the Task)...................................16

2.4.2. Perancangan Konsep (Conseptual Design)......................................18

2.3.3. Perancangan Wujud (Embodyment Design)....................................23

2.4.3. Perancangan Detil (Detail Design)..................................................25

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN..........................................................27

v
BAB 4 PEMBAHASAN........................................................................................28
4.1. Metode VDI 2221....................................................................................28

4.2. Abstraksi..................................................................................................29

4.3. Struktur Fungsi........................................................................................29

4.4. Prinsip Solusi Sub Fungsi........................................................................30

4.5. Memilih Variasi Kombinasi....................................................................31

4.6. Kombinasi Prinsip Solusi........................................................................32

4.7. Pohon Objektif........................................................................................34

4.8. Pemilihan Kombinasi Terbaik.................................................................34

4.9. Hasil Varian Konsep...............................................................................35

4.10. Perancangan Wujud (Embodiment Design)............................................36

4.11. Perancangan Detail (Detail Design)........................................................36

4.11.1. Assembly Alat Pengupas Kacang Tanah.........................................36

4.11.2. Komponen Pengupas Kulit Kacang Tanah......................................37

4.11.3. Tabung Rotary (Tabung Pemisah)...................................................38

4.11.4. Motor Listrik....................................................................................39

4.11.5. Perencanaan Poros...........................................................................41

4.11.6. Penentuan Bantalan..........................................................................43

4.11.7. Perkiraan Harga Perancangan Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah


47

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN.................................................................48


5.1. Kesimpulan..............................................................................................48

5.2. Saran........................................................................................................48

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................49
LAMPIRAN...........................................................................................................50

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Tanaman Kacang Tanah.................................................................................6


Gambar 2.2. Kacang Tanah................................................................................................8
Gambar 2.3. Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah..........................................................10
Gambar 2.4. Hasil Pengupasan Kulit Kacang Tanah........................................................11
Gambar 2.5. Langkah-langkah Perancangan Berdasarkan VDI 2221................................16
Gambar 2.6. Langkah-langkah dalam Perancangan Konsep............................................19
Gambar 2.7. Struktur Fungsi............................................................................................20
Gambar 2.8. Matrix dalam Menetapkan Prinsip Kerja.....................................................21
Gambar 2.9. Langkah-langkah Embodyment Design.......................................................24
Gambar 2.10. Langkah-langkah Perancangan Detail.......................................................26

Gambar 3.1. Diagram Alir Perancangan Mesin Pengupas Kacang Tanah........................27

Gambar 4.1. Struktur Fungsi............................................................................................29


Gambar 4.2. Kombinasi Prinsip Solusi Varian 5................................................................33
Gambar 4.3. Kombinasi Prinsip Solusi Varian 6..............................................................33
Gambar 4.4. Pohon Objektif.............................................................................................34
Gambar 4.5. Perancangan Wujud....................................................................................36
Gambar 4.6. Gambar Assembly Mesin Pengupas Kacang Tanah..............................36
Gambar 4.7. Ukuran Komponen Pengupas......................................................................38
Gambar 4.8. Ukuran Tabung Pemisah..............................................................................39
Gambar 4.9. Jarak Gaya Potong Komponen Pengupas....................................................40
Gambar 4.10. Dimensi Bantalan [4].................................................................................43

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Kandungan Gizi Kacang Tanah...........................................................................5


Tabel 2.2. Klasifikasi Kacang Tanah....................................................................................6
Tabel 2.3. Negara Penghasil Utama Kacang Tanah di Dunia.............................................9
Tabel 2.4. Data Perkembangan Produksi, Konsumsi, dan................................................10
Tabel 2.5. Faktor Koreksi Daya Rencana, fC [2].............................................................13
Tabel 2.6. Check List Penyusunan Daftar Kebutuhan.......................................................17
Tabel 2.7. Check List Penyusunan Daftar Kebutuhan (lanjutan)......................................18
Tabel 2.8. Struktur Dasar Skema Klasifikasi....................................................................20
Tabel 2.9. Contoh Diagram Pemilihan Struktur Kerja......................................................22
Tabel 2.10. Pemeriksaan Untuk Evaluasi.........................................................................23
Tabel 2.11. Check List Embodyment Design....................................................................25

Tabel 4.1. Daftar Kehendak..............................................................................................28


Tabel 4.2. Daftar Prinsip Solusi Sub Fungsi.....................................................................30
Tabel 4.3. Variasi Kombinasi...........................................................................................32
Tabel 4.4. Nilai Evaluasi..................................................................................................34
Tabel 4.5. Hasil Evaluasi Varian........................................................................................35
Tabel 4.6. Keterangan Gambar Assembly........................................................................37
Tabel 4.7. Baja Karbon.....................................................................................................41
Tabel 4.8. Dimensi Deep Grove Ball Bearing [4]...............................................................44
Tabel 4.9. Faktor-faktor V, X, Y, dan X0, Y0 pada Bantalan [2].......................................45
Tabel 4.10. Perkiraan Harga Mesin Pengupasan Kulit Kacang Tanah...............................47

1
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kacang tanah adalah komoditas agrobisnis yang bernilai ekonomi cukup
tinggi dan merupakan salah satu sumber protein dalam pola pangan penduduk
Indonesia. Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan
dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan gizi masyarakat, diversifikasi
pangan, serta meningkatnya kapasitas industri makanan di Indonesia[1].
Saat ini telah banyak mesin pengupas kulit kacang tanah berskala industri
yang harganya cukup mahal, namun masih dibutuhkan mesin-mesin pengupas
kulit kacang tanah skala rumahan dengan harga yang lebih murah. Dipasaran
tersedia mesin-mesin pengupas kulit kacang tanah skala rumahan namun
kemampuannya masih dibawah standar yang dikehendaki, misalnya produk yang
dihasilkan banyak yang pecah bahkan tidak terkelupas sama sekali. Maka dari itu
diperlukan suatu mesin pengupas kulit kacang tanah skala menengah atau
rumahan yang dapat menghasilkan kualitas sesuai dengan hygienic dari material
yang mampu memberikan hasil terbaik.

1.2 Perumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang yang terjadi di atas, maka rumusan
masalah yang ada pada laporan perancangan ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana merancang mesin pengupas kulit kacang tanah tanpa merusak
kacang tanah tersebut?.
2. Bagaimana membuat hasil rancangan mesin pengupas kulit kacang tanah
skala home industry sehingga dapat difungsikan dengan sempurna?.

1.3 Tujuan Perancangan


Pada semester ini, tujuan yang ingin dicapai pada mata kuliah capstone
design I ini adalah melakukan meracang mesin pengupas kulit kacang tanah.

1.4 Batasan Masalah

2
Dalam perencanaan pembuatan mesin pengupas kulit kacang tanah perlu
adanya batasan masalah, antara lain adalah sebagai berikut: 
1. Perancangan dilakukan dengan metode VDI 2221.
2. Kondisi kacang tanah yang akan dikupas sudah kering.
3. Dimensi tidak lebih besar dari 1000 x 1000 x 1000 mm.
4. Perhitungan dan analisa meliputi putaran, gaya, dan daya elemen-elemen
mesin pengupas kulit kacang tanah, tidak dilakukan pada kekuatan rangka
mesin. 
5. Perancangan ini hanya sampai dengan gambar mesin.
6. Harga yang terjangkau.

1.5 Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan dalam capstone design I ini adalah:
BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi penjelasan latar belakang masalah, perumusan masalah,
tujuan penilitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.
BAB 2 LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisi dasar dasar teori yang berkaitan , dan rumus rumus
yang akan dipakai pada perancangan
BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN
Pada bab ini berisi mengenai tahapan palaksanaan dan tahapan
perancangan dengan penjelasan diagram alir serta menguraikan komponen
komponen yang akan digunakan utnuk merancang mesin.
BAB 4 PENGOLAHAN DATA RANCANGAN
Dalam bab ini akan dilakukan pembahsan dari hasil pengolahan data
rancangan dari data yang telah diketahui. Metode pengolahan data
rancangannya yaitu menggunakan metode kuantitatif. Pada bab ini juga
terdapat perhitungan dimensi, bantalan, transmisi yang digunakan dan
pasak.
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
Berisikan kesimpulan yang diperoleh dari analisa pada bab sebelumnya
dan kemudian memberi saran.

3
DAFTAR PUSTAKA 
LAMPIRAN

4
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Umum Kacang Tanah


Kacang tanah adalah tanaman palawija, yang tergolong dalam famili
Leguminoceae sub-famili Papilionoideae, genus Arachis dan Hypogea. Sebagai
tanaman pangan, kacang tanah menduduki peringkat ketiga setelah padi dan
kedelai. Sedangkan dalam komoditas kacang-kacangan, kacang tanah menduduki
peringkat kedua setelah kedelai (Kasno, A., & Harnowo, D. (2014).

Tabel 2.1. Kandungan Gizi Kacang Tanah


Komponen Kandungan Komponen dalam 100 gram %
BDD (Berat Dapat Dimakan) (AKG*)
Energi 525 kkal 24,42
Lemak total 42,70 g 63,73
Vitamin A 0 mcg 0
Vitamin B1 0,44 mg 44
Vitamin B2 0,27 mg 27
Vitamin B3 1,40 mg 9,33
Vitamin C 0 mg 0
Karbohidrat total 17,40 g 5,35
Protein 27,90 g 46,50
Serat pangan 2,40 g 8
Kalsium 316 mg 28,73
Fosfor 456 mg 65,14
Natrium 31 mg 2,07
Kalium 466,50 mg 9,93
Tembaga 1550 mcg 193,75
Besi 5,70 mg 25,91
Seng 1,90 mg 14,62
Sumber : Direktorat Gizi Depkes, 2015.
* Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2150 kkal.
Kebutuhan energi anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah.

Kacang tanah memiliki nilai ekonomi tinggi serta mempunyai peranan besar
dalam mencukupi kebutuhan bahan pangan jenis kacang-kacangan. Kacang tanah
memiliki kandungan protein 25 ~ 30%, lemak 40 ~ 50%, karbohidrat 12% serta
vitamin B1 dan menempatkan kacang tanah dalam hal pemenuhan gizi setelah

5
tanaman kedelai. Manfaat kacang tanah pada bidang industri antara lain sebagai
pembuatan margarin, sabun, minyak goreng dan lain sebagainya (Cibro, 2008).

2.2. Klasifikasi Tanaman Kacang Tanah


Tanaman kacang tanah termasuk dalam suku famili papilionaceae dan
diklasifikasikan seperti dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut:

Tabel 2.2. Klasifikasi Kacang Tanah


Kingdo : Plantae
m
Divisi : Spermatophyta
Subdivis : Angiospermae
i
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Leguminales
Famili : Papilionaeae
Genus : Arachis
Spesies : Arachis hypogeal L

Gambar 2.1. Tanaman Kacang Tanah

6
Tipe kacang tanah yang digunakan adalah tipe Menjalar (Virginia) kacang
tanah tipe menjalar cabang-cabangnya tumbuh kesamping, tetapi ujung-ujungnya
mengarah keatas. Tipe ini umurnya 5 ~ 7 bulan atau sekitar 150 ~ 120 hari. Tiap
ruas yang berdekatan dengan tanah akan menghasilkan buah sehingga masaknya
tidak bersamaan. Tiap polong umumnya berbiji dua butir. Tanaman kacang tanah
yang termasuk tipe ini adalah subspesies hypogaea. Dalam kurun waktu yang
telah berlangsung lama, di lapangan terjadi persilangan-persilangan alami antara
tipe kacang tanah yang hadir dari luar negeri dan kacang tanah yang telah
dibudidayakan oleh petani. Dari hasil persilangan alami, akhirnya dikenal kacang
Holle yang diminati oleh para petani karena memiliki adaptasi wilayah dan
ketahana terhadap penyakit, walaupun produktivitas hasilnya tidak tinggi. Selain
itu ditanam pula kacang tanah varietas unggul yang telah dilepas oleh pemerintah
(Pitojo,2005).
Kacang tanah dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, antara lain sebagai
bahan sayur, saus, dan digoreng atau direbus. Sebagai bahan industri dapat dibuat
keju, metega, sabun, dan minyak. Daun kacang tanah dapat digunakan untuk
pakan ternak dan pupuk. Hasil sampingan dari pembuatan minyak, berupa
bungkil, dapat dijadikan oncom dengan bantuan fermentasi jamur
(Suprapto,1999). Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi,
kacang tanah mengandung lemak, protein, karbohidrat serta vitamin (A, B, C, D,
E dan K). Disamping itu, juga mengandung bahan-bahan mineral: antara lain Ca,
Cl, Fe, Mg, P, K dan S (Suprapto,1999).
Penyerbukan pada tanaman kacang tanah adalah (self pollination)
penyerbukaan mandiri yang terjadi pada malam hari. Dari semua bunga tumbuh
hanya 70 ~ 75% yang membentuk bakal polong (ginofora). Bunga mekar selama
24 jam, kemudian layu, dan gugur. Fase berbunga 3 ~ 6 minggu setelah masa
tanam, bunga yang mekar bervariasi tergantung pada varietas masing-masing
(Rukmana, 2007).
Pemeliharaan tanaman kacang tanah menurut Rahmiana el al. (2015)
memiliki 7 tahapan. Tahapan pertama adalam penyulaman, penyulaman dilakukan
apabila ada benih yang mati atau tidak tumbuh, penyulaman ini dilakukan setelah
3 ~ 7 hari setelah tanam. Tahapan kedua adalah peyiangan, penyiangan ini

7
dilakukan untuk menghindari hama dan penyakit tanaman serta agar tanaman
terhindar dari gulma (5 ~ 7 hari). Selanjutnya dilakukan pembubuhan, dengan cara
mengumpulkan tanah didaerah barisan sehingga membentuk gundukan yang
membentuk memanjang barisan tanaman.
Tahap selanjutnya adalah pemupukan, jenis dan dosis yang dianjurkan
dalam pemupukan yaitu Urea = 60 ~ 90 kg/ha ditambah TSP = 60 ~ 90 kg/ha
ditambah KCl = 50 kg/ha. Selanjutnya pengairan dan penyiraman. Pengairan
dilakukan untuk menjaga kelembaban, mulsa diberikan ketika musim kemarau
agar tetap lembab, pada saat tanaman berbunga kegiatan penyiraman ini sebaiknya
tidak dilakukan agar tidak mengganggu proses penyerbukan. Tahapan keenam
adalah penyemprotan pestisida, penyemprotan untuk mengusir ataupun
memberantas hama sebaiknya dilakukan sore ataupun malam hari dengan obat
dan dosis yang disesuaikan dengan jenis hama yang menyerang tanaman tersebut.
Terakhir adalah pemeliharaan lain, hal-hal lain yang sangan menunjang
pemeliharaan dapat dilakukan misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan
tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan.

Gambar 2.2. Kacang Tanah

2.2.1 Data Produksi Kacang Tanah


Indonesia sendiri adalah negara dengan peringkat keenam sebagai produsen
kacang tanah terbesar di dunia (Tabel 2.3). Keadaan tersebut berbanding terbalik
dengan ketersediaan bahan, pasalnya Indonesia masih melakukan import kacang
tanah dari negara lain guna memenuhi kebutuhan Nasional. Hal ini dikarenakan
para petani masih memfavoritkan varietas lokal dibandingkan varietas unggul
yang telah di rilis oleh Balai Penelitian Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian
(BALITKABI). Maka dari itu pemerintah gencar memperkenalkan varietas

8
unggul kacang tanah kemasyarakat guna membantu peningkatan produksi kacang
tanah dalam negeri.

Tabel 2.3. Negara Penghasil Utama Kacang Tanah di Dunia


Negara Luas Panen Produktivitas (t/ha) Produksi (t/th)
China 4.700.000 3,6 16.800.000
India 4.700.000 1,0 4.695.000
Nigeria 2.420.000 1,3 3.071.000
USA 650.740 4,7 3.057.850
Myanmar 880.000 1,6 1.371.500
Indonesia 559.532 2,2 1,251.000
Tanzania 839.631 1,0 810.000
Argentina 307.166 2,2 685.722
Senegal 708.986 0,9 672.803
Kamerun 422.464 1,5 633.799
(Sumber: FAOSTAT, 2012)

Industri berbahan dasar kacang tanah semakin berkembang sejalan dengan


perkembangan usaha dan menyebabkan peningkatan kebutuhan dari tahun ke
tahun. Permintaan kacang tanah yang meningkat setiap tahunnya dapat dilihat
pada Tabel 2.4 tentang data perkembangan produksi, konsumsi, dan impor kacang
tanah berdasarkan data dari Departemen Pertanian (DEPTAN) dan Badan Pusat
Statistik (BPS).

2.3. Prinsip Kerja Mesin Pengupasan Kulit Kacang Tanah


Salah satu metode cepat dan hemat tenaga yaitu dengan menggunakan
mesin pengupas kulit kacang tanah, ada beberapa macam jenis mesin ini. Tetapi
umum nya konsep yang digunakan sama, yaitu mesin digerakkan dengan motor
listrik, kemudian daya diteruskan menggunakan belt dan pulley pada tabung yang
berisikan silinder yang akan berputar dan menekan kacang tanah tersebut
sehingga dengan memanfaatkan gaya gesek yang ditimbulkan akan membuat kulit
kacang tanah terkupas. Gambar 2.3 menunjukan mesin pengupas kulit kacang

9
tanah dan Gambar 2.4 menunjukan kacang tanah yang sudah dikupas kulitnya.

Tabel 2.4. Data Perkembangan Produksi, Konsumsi, dan


Impor Kacang Tanah di Indonesia

Tahu Produksi Total Konsumsi dan kebutuhan industri Impor


n [ ton/th ] [ ton/th ] [ ton ]
1990 633.323 643.919 9.597
1993 639.708 639.496 14.092
1996 706.979 781.670 66.945
1999 680.096 834.333 120.252
2002 721.453 685.816 154.308
2005 882.730 699.329 114.030
2006 850.000 700.000 137.466
2007 789.089 723.000 175.855
2008 770.054 745.649 139.875
2009 777.888 781.928 142.392
2010 779.228 800.000 181.808
Sumber: BPS (2004): Dijentan. (2011); FAOSTAT (2012)

Gambar 2.3. Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah

10
Gambar 2.4. Hasil Pengupasan Kulit Kacang Tanah

2.3.1 Motor Penggerak


Motor penggerak mesin pengupas kulit kacang tanah dapat berupa motor
bakar atau motor listrik DC. Dalam rancang bangun ini, motor penggerak yang
digunakan untuk menggerakkan mesin pengupas kulit kacang tanah adalah motor
listik DC. Motor listrik dipilih sebagai penggerak mesin karena ramah lingkungan
dibandingkan motor berbahan bakar bensin maupun lainnya, suara tidak bising,
serta lebih hemat tempat dan mudah didapatkan dipasaran. Motor listrik
merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi mekanik
atau energi gerak.
Berikut adalah rumus untuk mencari harga daya, dan torsi:
1. Mencari besar daya, (P)
Berdasarkan torsi yang bekerja, maka daya yang dapat dihitung dengan
persamaan[2]:
P=T . ω
2. π .n
¿T .
60
dimana:
P: Daya, [Watt].
T: Torsi. [N.m].
ω: Kecepatan sudut, [rad/s].
n: Putaran poros, [rpm].

11
2. Mencari besar torsi, (T)
Besarnya torsi adalah hasil perkalian antara gaya dengan jarak terhadap
sumbu. Torsi dapat dihitung dengan persamaan berikut[2]:
T =F . r
dimana:
T: Torsi, [N.m].
F: Gaya tangensial, [N].
r: Jarak terhadap sumbu, [m].

2.3.2 Poros
Poros merupakan salah satu bagian terpenting pada mesin pengupas kulit
kacang tanah. Dalam merencanakan sebuah poros terdapat beberapa hal penting
yang harus diperhatikan, antara lain mengenai kekuatan, kekakuan dan ketahanan
terhadap korosi. Poros untuk mesin umum biasanya dibuat dari baja batang yang
ditarik dingin dan difinis, pada umumnya dibuat dari baja paduan (alloy steel)
dengan proses pengerasan kulit (case hardening) sehingga tahan terhadap
keausan.
Jika diketahui poros yang akan digunakan tidak mendapat beban lain
kecuali torsi, maka diameter poros tersebut dapat lebih kecil. Meskipun demikian,
jika diperkirakan terjadi pembebanan berupa lenturan, tarikan atau tekanan,
misalnya jika sebuah sabuk, rantai atau roda gigi dipasangkan pada poros motor,
maka kemungkinan adanya pembebanan tambahan yang perlu diperhitungkan
dalam faktor keamanan.
Pada perencanaan permesinan, biasanya besar daya rencana, Pd dapat
dihitung dengan persamaan berikut[2]:
Pd =f C . P
Dimana:
Pd :Daya rencana, [kW].
P : Daya nominal output motor penggerak, [kW].
f c : Faktor koreksi daya yang besarnya dapat dilihat pada Tabel 2.5.

12
Tabel 2.5. Faktor Koreksi Daya Rencana, f C
Daya yang ditransmisikan fC
Daya rata-rata yang diperlukan 1,2 ~ 2,0
Daya maksimum yang diperlukan 0,8 ~ 1,2
Daya normal 1,0 ~ 1,5
(Sumber: Sularso, 2002)

Perencanaan poros harus menggunakan perhitungan sesuai yang telah


ditetapkan. Perhitungan tersebut mengenai daya rencana, tegangan geser, dan
tegangan geser maksimum. Besar diameter poros, d S [mm] dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan berikut[2]:

[ ]
1/ 3
5,1
ds = . K t .C b .T d
τa

Dimana:
τ a : Tegangan geser izin, [N/m2],
K t : Faktor koreksi tumbukan,
C b : Faktor koreksi beban lentur,
T d : Torsi (momen puntir) rencana, [N.m].
Besar tegangan geser izin, τ a diperoleh dengan menggunakan persamaan
berikut[2]:
τ a=σ B . S F 1 . S F 2
Dengan σ B adalah kekuatan tarik material [N/m2], S F 1 adalah faktor pengaman ke
1 yang besarnya 6,0 untuk bahan baja paduan dan S F 2 adalah faktor pengamman
ke 2 yang besarnya 1,3 s/d 3,0.
Besar faktor koreksi tumbukan, K t dipilih sebesar 1,0 jika beban dikenakan
secara halus, 1,0 ~ 1,5 jika terjadi sedikit kejutan atau tumbukan, dan 1,5 ~ 3,0
jika beban dikenakan dengan kejutan atau tumbukan besar.
Besar faktor koreksi akibat beban lentur, C b dapat dipertimbangkan dan
biasanya antara 1,2 dan 2,3. Jika diperkirakan tidak akan ada beban lentur, di
ambil C b=1 ,0.
Besar torsi (momen puntir) rencana, T d [N.m] dapat dihitung dari besarnya
daya rencana, Pd [kW] dan putaran poros, n [rpm] sebagai beikut[2]:

13
5 Pd
T d=9,74 x 10 .
n
2.3.3 Bantalan
Bantalan adalah elemen mesin yang digunakan untuk menumpu poros
berbeban, sehingga putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara
halus, aman, dan panjang umur. Bantalan dapat diklasifikasikan menjadi dua,
yaitu sebagai berikut:
1. Atas dasar gerakan bantalan terhadap poros
a. Bantalan luncur
Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan yang
disebabkan karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan
dengan perantaraan lapisan pelumas.
b. Bantalan gelinding
Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar
dengan yang diam, melalui elemen gelinding seperti bola (peluru), rol,
dan rol bulat.
2. Atas dasar arah beban terhadap poros
a. Bantalan radial
Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus dengan sumbu
poros.
b. Bantalan aksial
Arah beban bantalan sejajar dengan sumbu poros.
c. Bantalan gelinding khusus
Bantalan ini mampu menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak
lurus sumbu poros.

Perbandingan antara bantalan luncur dan bantalan gelinding, yaitu bantalan


luncur mampu menumpu poros berputaran tinggi dengan beban besar, sedangkan
bantalan gelinding pada umumnya lebih cocok untuk beban kecil. Putaran pada
bantalan gelinding dibatasi oleh gaya sentrifugal yang timbul pada elemen
gelinding tersebut. (Sularso dan Suga,1991)
Faktor kecepatan f n dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut[2]:

14
( )
1
33,3
Umur bantalan bola, f n= 3
n

Umur bantalan rol, f =(


n )
3/ 10
33,3
n

dimana:
f n : Faktor kecepatan.
n : Putaran poros, [rpm].

Faktor umur f h dapat dihitung dengan persamaan[2],


C
f h=f n
P
dimana:
f h : Faktor umur bantalan.
f n : Faktor keceptan.
C : Beban nominal dinamis spesifik, [N].
P : Beban ekivalen dinamis, [N].

Umur Nominal Bantalan ( Lh) dapat dihitung dengan persamaan[2],


Lh= 500. f h 3

dimana:
Lh : Umur nominal bantalan [jam].

f h : Faktor umur bantalan.

2.4. Metode VDI 2221


Metode perancangan VDI 2221 adalah tata cara perancangan yang dibuat
oleh Persatuan Insinyur Jerman (Verein Deutscher Ingenieure - VDI) yang
dijabarkan oleh Gerhard Pahl dan Wolfgang Beitz. Metode ini merupakan
“Pendekatan Sistematik terhadap Desain untuk Sistem Teknik dan Produk
Teknik” (Systematic Approach to The Design of Technical System and Product).
Gambar 2.5 menunjukan diagram alir perancangan menurut VDI 2221[3].

15
Gambar 2.5. Langkah-langkah Perancangan Berdasarkan VDI 2221

2.4.1. Klasifikasi Tugas (Clasification of the Task)


Klasifikasi tugas merupakan kegiatan mengumpulkan informasi tentang
permasalahan serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi untuk
mencapai solusi akhir. Pada tahap ini dilakukannya pengumpulan data dan
informasi sebagai syarat untuk merancang suatu produk yang akan dibuat. Dalam
tahap ini juga terdapat batasan-batasan untuk membuat suatu produk. Data dan
informasi yang sudah didapat, maka dapat ditulis dalam sebuah daftar kebutuhan
(Requirement List) dengan memberikan keterangan D (Demand) untuk tuntutan

16
dan W (Wishes) untuk keinginan. Demand adalah persyaratan yang harus
dipenuhi pada setiap kondisi, jika syarat ini tidak dipenuhi maka perencanaan
dianggap gagal atau solusi dianggap tidak dapat diterima. Wishes adalah syarat
yang diinginkan dan tidak menjadi keharusan untuk dipenuhi yang diambil
beradasarkan pertimbangan jika keadaannya memungkinkan untuk dipenuhi.
Demand dan wishes memiliki perbedaan yang akan sangat bermanfaat pada saat
evaluasi.
Daftar dari demand dan wishes serta aspek-aspek kualitas dan kuantitas
dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan solusi produk. Hasil dari
tahap ini berupa spesifikasi informasi dan data dalam bentuk daftar persyaratan
produk. Untuk membantu mempermudah dalam penyusunan daftar spesifikasi
maka dari itu perlu dibuatnya daftar periksi (Check List). Daftar periksi ini
merupakan parameter yang ada pada suatu produk yang berfungsi untuk
mengidentifikasi penyusunan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh sebuah produk
yang akan di rancang[3].

Tabel 2.6. Check List Penyusunan Daftar Kebutuhan


Sifat Prinsip Contoh
Geometri Lebar, tinggi, Panjang, diameter, jumlah.
Kinematika Arah gerakan, kecepatan, dan percepatan.
Gaya Arah gaya, besar gaya, dan berat.
Energi Tenaga,tekanan, dan temperatur.
Material Karakteristik material dan bahan.
Sinyal Bentuk sinyal, tampilan sinyal, dan variabel input output.
Keselamatan Keamanan dan system prokteksi.
Ergonomi Hubungan manusia dan mesin, metode pengoperasian, dll
Produksi Proses produksi, toleransi, dan dimensi
Kontrol kualitas Fasilitas pengujian dan pengukuran (spesifikasi ASME,
DIN, ISO)
Transportasi Pengaturan pengiriman, profil jalur, dan metode
transportasi.
Perakitan Aturan perakitan dan instalasi perakitan

17
Tabel 2.7. Check List Penyusunan Daftar Kebutuhan (lanjutan)
Sifat Prinsip Contoh
Pengoperasian Tingkat kebisingan, usia keausan, dan lingkungan
pengoperasian.
Perawatan Jangka waktu servis, perbaikan, dan penggantian suku
cadang.
Daur ulang Proses ulang penyimpanan terakhir.
Biaya Biaya pembuatan produk yang diizinkan.
Jadwal Tanggal pengerjaan.

2.4.2. Perancangan Konsep (Conseptual Design)


Tahap selanjutnya yaitu perancangan konsep, bertujuan untuk dilakukannya
identifikasi permasalahan dengan cara membuat abraksi, menetapkan struktur
fungsi dan mencari kombinasi dari prinsip-prinsip kerja yang sesuai dengan
spesifikasi agar tercapai prinsip solusi yang benar[3]. Berikut adalah langkah-
langkah perancangan konsep ditunjukkan pada Gambar 2.6.
Berikut langkah-langkah dalam perancangan konsep
1. Membuat Abstraksi
Abstraksi merupakan langkah pertama dalam perancangan konsep yang
bertujuan utnuk mengidentifikasi dan menganalisa pokok permasalahan agar
dapat menyempurnakan inti masalah. Analisa yang dibuat bertujuan untuk
dapat mengungkapkan aspek-aspek dari inti permasalahan[3]. Abstraksi ini
disusun dalam langkah-langkah dan tahapan-tahapan. Berikut ini adalah
langkah-langkahnya:
a. Menghilangkan pilihan pribadi.
b. Mengabaikan syarat-syarat yang tidak memiliki hubungan langsung
dengan fungsi dan inti permasalahan.
c. Mengubah data kuantitatif menjadi kualitatif, kemudian menguranginya
menjadi pernyataan inti.
d. Menyamaratakan masalah utama.
e. Merumuskan solusi permasalahan.

18
Gambar 2.6. Langkah-langkah dalam Perancangan Konsep

2. Menetapkan Struktur Fungsi


Tahap selanjutnya yaitu membuat struktur fungsi yang mengacu pada aliran
energi, material, dan sinyal dengan sebuah gambaran diagram. Diagram ini
menggambarkan hubungan antara input dan output.

19
Gambar 2.7. Struktur Fungsi

3. Mencari Prinsip Kerja


Setelah menetapkan struktur fungsi, selanjutnya yaitu mencari prinsip kerja.
Prinsip kerja dapat ditemukan dari sub-fungsi yang selanjutnya akan
dikombinasikan menjadi struktur kerja. Untuk mecapai suatu solusi beberapa
metode dapat diterapkan antara lain: metode intuisi, metode analisis, dan
metode dengan menggunakan skema klasifikasi[3]. Dari ketiga metode ini,
metode dengan menggunakan skema klasifikasi lebih sering digunakan.
Metode klasifikasi dapat dilakukan dengan cara mengkombinasikan pilihan-
pilihan solusi yang dibuat kedalam table, seperti pada Tabel 2.7.

Tabel 2.8. Struktur Dasar Skema Klasifikasi


solusi
subfungs 1 2 3 … m
i
1 F1 S11 S12 S13 S1m
2 F2 S21 S22 S23 S2m
3 F3 S31 S32 S33 S3m

20
n Fn Sn1 Sn2 Sn3 Snm
4. Menentukan Kombinasi yang Sesuai
Selanjutnya yaitu menentukan kombinasi yang paling sesuai dengan cara
menghubungkan dengan garis-garis berupa matrix pada Gambar 2.8.
Sehingga dapat diketahui kombinasi yang paling memungkinkan untuk
dibuat. Hal ini sangat membantu dalam pembuatan varian-varian yang akan
dilakukan.

Gambar 2.8. Matrix dalam Menetapkan Prinsip Kerja

5. Pemilihan Variasi
Pada tahap ini sangar berkaitan dengan tahap sebelumnya dimana pada ini
setelah didapatkan beberapa kombinasi prinsip kerja maka kombinasi-
kombinasi itu akan di seleksi untuk ditetapkan sebagai varian yang paling
tepat dan menguntungkan[3]. Untuk mempermudah proses ada tahap ini
dibuatlah tabel seleksi variasi pada Tabel 2.8. Pembarian tanda (+)
menunjukan bahwa varian dapat diwujudkan sesuai kriteria yang ada
Sedangkan tanda (-) menunjukan bahwa varian tidak dapat memenuhi
kriteria.

21
Tabel 2.9. Contoh Diagram Pemilihan Struktur Kerja
Hal:
Tabel Pemilihan Varian
1
V Kriteria Pemilihan: Keputusan:
A + Ya (+) Solusi yang dicari
R
- Tidak (-) Hapuskan solusi
I
A ? Kurang informasi (?) Kumpulkan informasi
N ! Periksa spesifikasi (!) Lihat spesifikasi

P Memenuhi syarat keamanan.


R Perakitan relatif mudah.
I Dapat menyortir dengan cepat.
N
S Desain sederhana.
I Biaya produk didalam target
P Dimensi relatif ringkas.

S Mudah di operasikan.
O
L
U A B C D E F G Penjelasan. Keputusan
S
I
V1 + + + + + + + Sesuai. +
Tidak dapat
V2 + + - + + ? ? mengupas dengan -
cepat.
Perlu melihat
V3 + + + ? + ! + !
spesifikasi

6. Evaluasi
Tahap selanjutnya yaitu melakukan evaluasi, dimana pada tahap ini
dilakukannya evaluasi terhadap varian yang telah ditetapkan. Sehingga dapat
dilakukannya produksi dan pengembangan terhadap varian tersebut.

22
Tabel 2.10. Pemeriksaan Untuk Evaluasi
Sifat Prinsip Contoh
Fungsi Mewakili seluruh fungsi pada prinsip solusi
Prinsip Kerja Sederhana dan muda dimengerti
Keselamatan Keselamatannya sudah aman dan tidak
memerlukan alat keselamatan tambahan
Ergonomi Barang cukup ergonomis
Produksi Tidak memerlukan peralatan yang mahal
Perakitan Mudah dan cepat untuk di rakit
Pengoprasian Pengoperasiannya mudah untuk dipahami
Perawatan Perawatan mudah dilakukan sendiri tanpa harus
menggunakan alat khusus
Daur Ulang Daur ulang yang mudah
Biaya Biaya yang dikeluarkan tidak memerlukan biaya
yang besar

2.3.3. Perancangan Wujud (Embodyment Design)


Dalam tahap ini prinsip solusi yang sudah dibentuk pada perancangan
konsep akan diwujudkan kedalam bentuk yang nyata. Desain akan dikembangkan
untuk dijadikan produk sesuai dengan mengacu pada check list pada Tabel 2.10.
Dengan adanya check list dapat membantu dalam hal pemilihan material,
penentuan system kerja, proses pengerjaannya, dan lainnya dalam proses
perakitan produk[3].

23
Gambar 2.9. Langkah-langkah Embodyment Design

24
2.4.3. Perancangan Detil (Detail Design)
Tahap terakhir yaitu perancangan detail, dimana pada tahap ini rancangan
yang sudah dibuat dijadikan dokumen produk yang bertujuan untuk
mempermudah pemproduksian secara kontinu dan pengembangan dari rancangan
produk yang kita sudah rancang. Isi dari dokumen produk sendiri ialah gambar
rancangan, sistem kerja, dan komponen yang digunakan untuk membuat produk
tersebut.

Tabel 2.11. Check List Embodyment Design

Sifat Prinsip Contoh

Fungsi Apa fungsi sudah terisi penuh?


Prinsip Kerja Apakah prinsip kerja menguntungkan dan apakah terjadi
gangguan?
Layout Melakukan Pemilihan Layout yang terbaik.
Keselamatan Apakah seluruh faktor mempengeruhi keamanan pada
pengoperasian?
Ergonomi Apakah hubungan manusia dan mesin sudah
diperhitungkan?
Produksi Apakah sudah dilakukan analisa terhadap teknologi yang
digunakan?
Perakitan
Apakah perakitan dapat dilakukan secara sederhana?
Pengoprasian
Apakah sudah dipertimbangakan kebisingan dan
getarannya?
Perawatan
Apakah perawatan dapat dilakukan dengan mudah?
Daur Ulang
Apakah dapat dilakukan daur ulang dengan mudah?
Biaya
Apakah biaya dapat di tekan serendah mungkin?

25
Gambar 2.10. Langkah-langkah Perancangan Detail

26
BAB 3
METODOLOGI PERANCANGAN

Perancangan akan dilakukan secara sistematis dengan metode VDI 2221


yang meliputi perancangan konsep, perancangan wujud, perancangan detail,
pembuatan peralatan, selanjutnya melakukan pengujian terhadap peralatan, serta
dokumentasi. Diagram alir perancangan ditunjukkan pada Gambar 3.1.

Mulai

Perencanaan proyek dan penyusunan spesifikasi teknis produk

Perancangan konsep mesin pengupas kacang tanah

Perancangan desain mesin dengan solidworks

Perhitungan kekuatan komponen

Pembuatan masing-masing komponen dengan solidworks

Pemilihan material mesin pengupas kacang tanah

Hasil
desain perancangan mesin Tidak
pengupas kacang tanah
sesuai dengan yang
diinginkan?

Ya

Selesai

Gambar 3.1. Diagram Alir Perancangan Mesin Pengupas Kacang Tanah

27
BAB 4
PEMBAHASAN

4.1. Metode VDI 2221

Tahap ini merupakan tahap penyusunan daftar kehendak (requirement list).


Pada tahapan ini, dilakukan sebuah diskusi bersama dalam satu team untuk
menentukan daftar kehendak sebagai salah satu sumber informasi sebuah alat
yang dibutuhkan oleh pelanggan. Didalam perancangaan sebuah alat yang sesuai
dengan kebutuhan pelanggan, dibutuhkan sebuah daftar ide-ide sebagai reverensi
untuk mewujudkan alat tersebut. Adapun daftar kehendak yang telah berhasil
dikumpulkan adalah seperti dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1. Daftar Kehendak


FTI TRISAKTI SPESIFIKASI ALAT HAL:
T. MESIN PENGUPAS KULIT KACANG TANAH 1
PARAMETER D/W
GEOMETRIS - Dimensi maksimum : D
Panjang 2,5 m, lebar 1,5 m dan tinggi 1,5 m.
- Dilengkapi 3 bak penanmpung kapasitas 100 liter. W
KINEMATIKA - Kecepatan motor pengerak konstan. D
GAYA - Torsi yang dihasilkan cukup untuk mengupas D
kulit kacang tanah
ENERGI - Mengunakan penggerak motor listik DC. W
- Menggunakan transmisi untuk mengatur putaran W
motor listrik DC.
MATERIAL - Rangka harus kaku dan kuat. D
- Material yang kontak dengan kacang hasil D
pengupasan memenuhi standar food grade.
SINYAL - Memiliki indikator on/off. D
- Kecepatan putar dapat di ubah. W
KESELAMATA - Aman digunakan oleh operataor. D
N
PRODUKSI - Diproduksi oleh industry lokal D
PERAKITAN - Dilakukan di workshop. W
- Penggatian komponen dapat dilakukan di W
lapangan.
OPERASI - Dapat digunakan untuk mengupas dan menyortir D
kulit dan kacang tanah.
PERAWATAN - Dapat dilakukan perawatan secara mudah. D
BIAYA - Biaya pembuatan tidak terlalu mahal untuk skala D
home industry.

28
Catatan: D (demand) sebagai spesifikasi yang harus diwujudkan dan W (wish)
sebagai spesifikasi yang ingin diwujudkan.
4.2. Abstraksi

Hasil dari step 1 dan 2.


- Mesin pengupas kuit kacang tanah befungsi untuk mengupas kacang tanah dan
memisahkan kacang dari kulitnya.
- Ukuran dibuat untuk skala home industry.
- Memiliki kecepatan putaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengupas
kulit kacang tanah.
- Torsi yang dihasilkan cukup untuk menghancurkan kulit kacang tanah.
- Menggunakan motor listrik DC sebagai sumber energi.
- Material yang digunakan adalah material lokal yang kuat dan tahan karat.
- Mudah dioperasikan dan harus aman bagi operator serta kesehatan operator sewaktu
dioperasikan.
- Material berkualitas yang dapat dicari dengan mudah.
- Tidak dibutuhkan perawatan yang khusus.
- Biaya alat tidak mahal.
Hasil dari step 3 dan 4
- Mesin befungsi untuk mengupas kulit kacang dan memisahkannya.
- Ukuran mesin dibuat untuk skala home industry.
- Menggunakan motor listrik DC sebagai sumber energi.
- Tidak memerlukan perawatan khusus.
- Material berkualitas yang dapat dicari dengan mudah.
Hasil step 5 (Problem Formulation)
Mesin pengupas kulit kacang-kacangan atau biji-bijian yang menggunakan motor listrik
untuk memisahkan kulit dari kacang/bijinya.
4.3. Struktur Fungsi

Gambar 4.1. Struktur Fungsi


29
4.4. Prinsip Solusi Sub Fungsi

Selanjutnya dibuat daftar prinsip solusi dari mesin pengupas kulit kacang
tanah untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pada daftar kehendak. Daftar
prinsip solusi tersebut ditunjukan pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2. Daftar Prinsip Solusi Sub Fungsi

Kategori 1 2

Sumber
Penggerak
(A)

Pengubah
Putaran
(B)

HOPER
PENAMPUNG
(C)

Konfigurasi
Pengupas
(D)

Pemisah
kacang dari
kulitnya
(E)

30
Berdasarkan daftar prinsip solusi pada Table 4.2 diperoleh kombinasi
prinsip solusi sebagai berikut:
Varian 1 : A1–B1–C1–D1–E1 Varian 9 : A2–B1–C1–D1–E1
Varian 2 : A1–B1–C1–D2–E1 Varian 10 : A2–B1–C1–D2–E1
Varian 3 : A1–B1–C2–D1–E1 Varian 11 : A2–B1–C2–D1–E1
Varian 4 : A1–B1–C2–D2–E1 Varian 12 : A2–B1–C2–D2–E1
Varian 5 : A1–B2–C1–D1–E1 Varian 13 : A2–B2–C1–D1–E1
Varian 6 : A1–B2–C1–D2–E1 Varian 14 : A2–B2–C1–D2–E1
Varian 7 : A1–B2–C2–D1–E1 Varian 15 : A2–B2–C2–D1–E1
Varian 8 : A1–B2–C2–D2–E1 Varian 16 : A2–B2–C2–D2–E1

4.5. Memilih Variasi Kombinasi

Karena jumlah variasi yang banyak, maka harus dilakukan seleksi agar pemilihan
perencanaan dapat dipilih yang terbaik. Variasi kombinasi tersebut diseleksi berdasarkan
kriteria sebagai berikut:

A. Sesuai dengan kebutuhan.


B. Sesuai dengan daftar kehendak.
C. Secara prinsip dapat diwujudkan.
D. Pengetahuan tentang konsep memadai.
E. Didalam jangkauan biaya produk.
F. Sesuai dengan keinginan perencanaan.
G. Memenuhi syarat keamanan.

Pengkajian variasi kombinasi untuk mendapatkan kombinasi terbaik


didalam tabel lembar seleksi seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 4.3.

31
Tabel 4.3. Variasi Kombinasi
Tabel Pemilihan Varian
TEKNIK MESIN, FTI. Hal:
Mesin Pengupas Kulit
UNIVERSITAS TRISAKTI 1
Kacang Tanah
V Kriteria Pemilihan: Keputusan:
A + Ya (+) Solusi yang dicari
R - Tidak (-) Hapuskan solusi
I ? Kurang informasi (?) Kumpulkan informasi
A ! Periksa spesifikasi (!) Lihat spesifikasi
N
Sesuai dengan kebutuhan
P
R Sesuai dengan daftar kehendak
I Secara prinsip dapat diwujudkan
N
S Pengetahuan tentang konsep memadai
I
P Didalam jangkauan biaya produk

S Sesuai dengan keinginan perencanaan


O
L Memenuhi syarat keamanan
U
S A B C D E F G Penjelasan Keputusan
I
V1 + - + + - - + Tidak sesuai -
V2 + - ! + + - + Tidak sesuai -
V3 + + + + + - + Tidak sesuai -
V4 + + ! + - + + Tidak sesuai -
V5 + + + + + + + Sesuai +
V6 + + + + + + + Sesuai +
V7 + + + + + - + Tidak sesuai -
V8 + - ! + + - + Tidak sesuai -

Catatan: Hanya delapan varian yang dipilih, karena hanya yang menggunakan
motor listrik DC sebagai sumber penggerak yang akan digunakan.

4.6. Kombinasi Prinsip Solusi

Kombinasi prinsip solusi akan dibagi dalam beberapa varian berdasarkan


kombinasi yang dibutuhkan dan sesuai dengan kriteria yang ingin dicapai. Beberapa
varian tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.2 dan Gambar 4.3.

32
Varian 5 : A1–B2–C1–D1–E1

Gambar 4.2. Kombinasi Prinsip Solusi Varian 5

Varian 6 : A1–B2–C1–D2–E1

Gambar 4.3. Kombinasi Prinsip Solusi Varian 6

4.7. Pohon Objektif


Jumlah Komponen
(0,15)
33
Perakitan (0,15)

Produksi (0,8) Biaya Produksi (0,2)


Bentuk Sederhana (0,15)

Mesin Pengupas Pemesinan (0,15)


Kulit Kacang Tanah
Operasi (0,1) Operasi (0,1)

Perawatan
Perawatan (0,1)
(0,1)

4.8. Pemilihan Kombinasi Terbaik

Varian yang telah dibentuk pada langkah sebelumnya akan dinilai


berdasarkan beberapa acuan yang ada pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4. Nilai Evaluasi

Nilai Penjelasan
1 Solusi yang benar-benar tidak berguna
2 Solusi yang tidak cukup
3 Solusi yang dapat ditoleransi
4 Solusi yang cukup
5 Solusi yang sesuai
6 Solusi baik dengan sedikit kekurangan
7 Solusi yang baik
8 Solusi yang sangat baik
9 Solusi yang memenuhi syarat
10 Solusi yang sesuai dengan kriteria

34
Tabel 4.5. Hasil Evaluasi Varian
Varian 5 Varian 6
No Kriteria Wt Parameter
Vi WVi Vi WVi
1 Jumlah komponen 0,15 Jumlah komponen 9 1,35 6 0,9
Kemudahan dalam
2 Perakitan 0,15 8 1,2 7 1,05
merakit
3 Produksi 0,15 Kemudahan produksi 8 1,2 7 1,05
Tidak memerlukan
4 Perawatan 0,10 8 0,8 8 0,8
perawatan khusus
Masih dalam jangkauan
5 Biaya produksi 0,20 9 1,8 9 1,8
biaya
6 Aman bagi operator 0,10 Aman digunakan operator 7 0,7 7 0,7
7 Bentuk sederhana 0,15 Sederhana 8 1,2 8 1,2
Total 1 Total 8,25 7,5

Keterangan :
Wi = 0,05 ~ 0,2 (semakin tinggi bobotnya)
Vi = 1 ~ 4 (kurang baik)
Vi = 5 ~ 7 (baik)
Vi = 8 ~ 10 (sangat baik)

4.9. Hasil Varian Konsep


Setelah dibuat Tabel 4.5 hasil evaluasi terhadap 2 varian yang terpilih
variasi kombinasi, didapatkan jumlah tertinggi pada varian 5 dengan nilai 8,25.
Varian 5 ini akan menjadi desain konsep untuk perancangan wujud kedepan.

35
4.10. Perancangan Wujud (Embodiment Design)

Gambar 4.5. Perancangan Wujud

4.11. Perancangan Detail (Detail Design)


4.11.1. Assembly Alat Pengupas Kacang Tanah

Gambar 4.6. Gambar Assembly Mesin Pengupas Kacang Tanah

36
Tabel 4.6. Keterangan Gambar Assembly

No Nama komponen Jumlah


1 Bagian Keluaran Kacang 1 buah
2 Pembuangan Kulit Kacang 1 buah
3 Motor Penggetar 1 buah
4 Tabung Pemisah 1 buah
5 Bantalan 2 buah
6 Komponen Pengupas 1 buah
7 Penampung 1 buah
8 Blok Kayu 2 buah
9 Dudukan Motor 1 buah
10 Motor DC 1 buah
11 Kipas DC 1 buah
12 Power Button 1 buah
13 Power Supply 1 buah
14 Rangka Mesin 1 buah
15 Kaki Mesin 4 buah
16 Tutup Bagian Samping Kiri 1 buah
17 Tutup Bagian Belakang 1 buah
18 Tutup Bagian Atas 1 buah
19 Tutup Bagian Kanan 1 buah
20 Tutup Bagian Depan 1 buah

4.11.2. Komponen Pengupas Kulit Kacang Tanah


Komponen pengupas merupakan bagian terpenting pada mesin pencacah
kulit kacang yang dirancang. Komponen pengupas ini dibuat dari kumpulan poros
pejal yang dipasangkan pada tabung stainless seperti ditunjukkan pada Gambar
4.7.
Pada perancangan ini dapat dihitung besar massa komponen pengupas kulit
kacang tanah sebagai berikut:
Massa komponen pengupas = V x ρ
Dimana:
V : Volume komponen pengupas

37
ρ : Masa jenis stainless = 7.800 kg/m3
Maka
V= volume pin + (volume tabung luar – volume tabung dalam)
D2 2 2
=πx x l + [( π × r 1 × l) – ( π × r 2 × l)]
4
0,005 2
=¿x x 0,036 x 56) + [( π × 0,032 × 0,245) – ( π × 0,0292× 0,245)]
4
= 3,96 x 10−5+ 4,54 x 10−5=8,5 x 10−5 m3
m=vxρ
= 8,5 x 10−5 x 7.8 00 = 0,663 kg.

Gambar 4.7. Ukuran Komponen Pengupas

4.11.3. Tabung Rotary (Tabung Pemisah)


Pada perancangan ini digunakan tabung pemisah, untuk mempermudah
pemilahan hasil pengupasan kulit kacang dan kacangnya. Tabung pemisah yang
digunakan berupa tabung yang diam, dimana tiap sisinya terdapat rongga/lubang
untuk memisahkan hasil pengupasan kulit kacang tanah, dimana kulit dan
kacangnya akan dipisah, sehinggah mudah untuk diolah ketahap selanjutnya.
Tabung pemisah berbentuk tabung yang di potong di bagian atas guna
sebagai jalan masuk kacang tanah dan kulit kacang yang sudah terpisah dan
memiliki lubang pada tiap sisinya dengan ⌀ 10 mm berfungsi untuk memisahkan
kulit kacang dengan kacangnya. Tabung pemisah dibantu dengan kipas 12V yang
berfungsi untuk mendorong serpihan kulit kacang yang sudah terkelupas.

38
Gambar 4.8. Ukuran Tabung Pemisah

Besar massa tabung pemisah dapat dihitung sebagai berikut:


Massa tabung = V x ρ
Dimana:
V : Volume tabung, besarnya
= Volume tabung luar – Volume tabung dalam
= ( π × r 12× l) – ( π × r 22× l)
= ( π ×552×360) – ( π ×54 2 x 360 ) = 123.276,09 m m3 = 1,23 x 10−4 m3
ρ : Masa jenis besi, besarnya = 7.800 kg/m3.
Maka
Massa tabung = 1,23 x 10−4 m3 × 7.800 kg/m3 = 0,96 kg.
Dikarenakan tabung memiliki lubang maka:
Besar massa tabung berlubang = massa tabung / 2 = 0,96 / 2 = 0,48 kg.

4.11.4. Motor Listrik


1. Kapasitas Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah
Kapasitas mesin pengupas kulit kacang tanah adalah jumlah bahan yang
dicacah (dikupas) dalam waktu tertentu (jam) dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
W
k=
t
dimana:
k : Kapasitas mesin, [kg/jam].
W : Berat bahan yang akan dicacah, [kg]
t : Waktu yang dibutuhkan untuk pencacahan, [jam].

39
Kapasitas kacang tanah yang sudah terkelupas diinginkan sebesar 30 kg/jam,
dengan berat satu biji kacang tanah (kupas) diasumsikan sebesar 0,5 gram.
Dengan demikian dapat dihitung kapasitas mesin sebagai berikut:
W
k=
t
30 kg
¿ = 0,5 kg/menit = 500 gram/menit.
60 menit
Putaran poros pemipil untuk mencapai kapasitas 30 kg/jam adalah:
500 gram/menit = n × 0,5 gram
n = 500 /0,5 = 100 rpm.

2. Torsi
Pada alat pengupas kulit kacang tanah ini terdapat torsi pada mata potong.
Torsi pada mata potong adalah torsi yang dibutuhkan untuk mencacah
(mengupas) kulit kacang tanah agar dapat terpisah antara kulit dan
kacangnya. Untuk mencari torsi dapat mengunakan rumus:
T= F×r
Dimana :
T : Torsi, [Nm].
F : Gaya potong, [N].
r : Jari-jari posisi mata potong, [m].
diasumsikan besar gaya potong kulit kacang tanah adalah 150 N, maka besar
torsi:
T= F×r
= 150 N × 0,05 m = 7,5 Nm.

Gambar 4.9. Jarak Gaya Potong Komponen Pengupas

40
3. Daya Pada Mesin
Kebutuhan daya pada mesin pengupas kulit kacang tanah dapat dicari dengan
menggunakan rumus:
2. π . n
P = T.ω = T. 3
60
dimana:
P : Daya Mesin, [Watt].
T : Torsi, [Nm].
n : Kecepatan putaran poros pengupas, [rpm].
Daya pada mesin merupakan total dari daya yang dibutuhkan untuk memutar
mata potong (mp). Dengan demikian:
2. π . nmp
P = T mp
60

2. π .100
= 7,5 = 78,54 Watt.
60

Daya untuk mengerakan mesin pengupas sebesar 78,54 Watt. Dalam


perancangan ini dipilih motor listrik yang akan digunakan dengan daya
sebesar 240 Watt, 12 Volt dan putarannya 5.000 rpm yang diturunkan dengan
gearbox yang terpasang pada motor listrik sehingga putaran keluarannya
adalah 100 rpm.

4.11.5. Perencanaan Poros


Pada perencanaan poros ditentukan akan digunakan bahan poros untuk
konstruksi mesin dan baja batang yang difinis dingin S45C-D[2]. Data kekuatan
tarik, σ B = 600 N/mm2 untuk bahan S45C-D dapat dilihat pada Tabel 4.7 :

41
Tabel 4.7. Baja Karbon

Besar tegangan geser yang diijinkan dapat dihitung dengan persamaan:

σB
τ a=
S f 1 × Sf 2
Dimana:
Sf 1: faktor keamanan 1 = 6,0
Sf 2: faktor keamanan 2 = 2,5
Maka,
2
600 N /mm
τ a= =40 N /mm2.
6 × 2,5

1. Perhitungan Moment Puntir Rencana


Besar momen puntir dapat dihitung dengan persamaan:
5 Pd
Td = 9,74 . 10 .
n
dimana:
Td : Momen puntir rencana, [Nmm].
Pd : Daya rencana, [kW].
n : Putaran poros, [rpm].
Maka:
5 0,24
Td = 9,74 . 10 . = 2.337,6 [Link].
100

2. Perencanaan Diameter Poros


Besar faktor koreksi tumbukan, Kt dipilih sebesar 1,0 jika beban dikenakan
secara halus, 1,0 ~ 1,5 jika terjadi sedikit kejutan atau tumbukan, dan 1,5 ~

42
3,0 jika beban dikenakan dengan kejutan atau tumbukan besar. Besar faktor
koreksi akibat beban lentur, Cb dapat dipertimbangkan dan biasanya antara
1,2 dan 2,3. Jika diperkirakan tidak akan ada beban lentur, di ambil Cb = 1,0.
Diameter Poros dapat dicari dengan menggunakan rumus:

[ ]
1 /3
5,1
ds= . K t .C b .T
τa
dimana:
d s : Diameter poros, [mm]
τ a : Tegangan geser izin, [kg/mm2]
Kt : faktor koreksi karena puntiran dan tumbukan = 1,5
Cb : faktor koreksi karena beban dan tumbukan ringan = 1
T : Moment puntir, [[Link]]

[ ]
1 /3
5,1
ds= . K t .C b .T
τa

[ ]
1 /3
5,1
¿ .(1,5).(1) .(2.337,6) =¿ 7,65 mm ≈ 8 mm.
40

4.11.6. Penentuan Bantalan


Dalam penentuan bantalan, jenis yang digunakan adalah bantalan radial
dengan model deep grove ball bearing yang diambil dari merek SKF[4]. Poros
mesin diketahui mempunyai diameter 8 mm dengan number 608 pada Tabel 4.8
dan dari pemilihan tersebut didapat data-data sebagai berikut:
d (Diameter dalam bantalan) = 8 mm
D (Diameter luar bantalan) = 22 mm
B (Lebar bantalan) = 7 mm
C0(Basic Static Load Rating) = 1,37 kN
C (Basic Dynamic Load Rating) = 3,45 kN

43
Gambar 4.10. Dimensi Bantalan [4]

Tabel 4.8. Dimensi Deep Grove Ball Bearing [4]

44
Sebelum menghitung besar beban ekuivalen, terlebih dahulu dicari faktor
beban radial dan faktor beban aksial dengan cara menghitung perbandingan
antara beban aksial dengan Basic Load Static (CO) yang dari Tabel 4.9
didapat besar faktor pembanding e dengan 𝐹𝑎.𝐶0 = 0,056 sehingga X (faktor
beban radial) = 0,56 dan Y (faktor beban aksial) = 1,71.

Tabel 4.9. Faktor-faktor V, X, Y, dan X0, Y0 pada Bantalan [2]

45
1. Perhitungan Beban Ekivalen Bantalan
Suatu beban yang besarnya sedemikian rupa hingga memberikan umur yang
sama dengan umur yang diberikan oleh beban dan kondisi putaran sebenarnya
disebut beban ekivalen dinamis. Berikut adalah persamaan beban ekivalen
dinamis[2]:
Pr = [Link] + [Link]
dimana:
Pr : beban ekivalen dinamik, [N].
X : faktor radial untuk bantalan bola radial beralur dalam baris tunggal.
V : faktor putaran, untuk kondisi cincin dalam berputar = 1,0.
Fr : gaya radial, [N] yang besarnya
Fa 76,72
= = = 295 N.
V . е 1.(0,26)
Y : faktor aksial untuk bantalan bola radial beralur dalam baris tungal.
Fa : gaya aksial, [N] yang besarnya
= C0 . (0,056) = 1370 . (0,056) = 76,72 N.
sehingga besar beban ekuivalen adalah :
Pr = 0,56 . (1.295) + 1,71 . (76,72) = 165,2 + 131,2 = 296,4 N.
2. Perhitungan Umur Nominal

46
Umur nominal L (90% dari jumlah sampel, setelah berputar 1 juta putaran,
tidak memperlihatkan kerusakan karena kelelahan gelinding) dapat ditentukan
dengan persamaan berikut ini[2].
33,3 1 /3
f n=[
n ¿
dimana:
f n: faktor kecepatan.
n : putaran [rpm].
maka
33,3 1 /3
f n= [ = [ 0,333 ¿1 /3 = 0,69.
100 ¿

3. Faktor Umur ( f h).


Jika basic load dynamic, (C) menyatakan beban nominal dinamis spesifik dan
beban ekivalen dinamis, ¿ ¿), maka faktor umur dapat dihitung menggunakan
rumus sebagai berikut[2]:
C
fh = fn
Pr
dimana:
C : Basic Dynamic Load Rating = 3.450 N.
Pr : beban ekivalen dinamik = 296,4 N.
f n : faktor kecepatan = 0,69.
maka
3.450
f h = 0,69 . = 8,03
296,4

4. Umur Nominal Bantalan ( Lh)


Umur nominal bantalan dapat dihitung dengan persamaan[2]:
Lh= 500. f h 3

= 500 x 8,033 = 285.893,5 jam

47
4.11.7. Perkiraan Harga Perancangan Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah

Tabel 4.10. Perkiraan Harga Mesin Pengupasan Kulit Kacang Tanah

Perkiraan Harga Mesin Pengupasan Kulit Kacang Tanah


Besara Harga (Rp)
No Komponen Bahan Qty
n Harga Satuan Harga Total
1 Plat 1x1220x2440 mm SS304 1 pcs 1.550.000 1.550.000
2 Plat lubang SS304 1 pcs 305.000 305.000
3 Shaft Ø 5mm SS304 800 cm 400 320.000
4 Shaft Ø 12mm SS304 25 cm 600 15.000
5 Bearing Kp 0010 STD 2 pcs 35.000 70.000
6 Flange kopling STD 2 pcs 30.000 60.000
7 Motor vibrator STD 1 pcs 175.000 175.000
8 Motor DC STD 1 pcs 367.000 367.000
9 Bolt & nut STD 100 pcs 3.500 350.000
10 Kopling fleksibel STD 1 pcs 25.000 25.000
11 Besi siku 20x20 mm Besi 1 pcs 175.000 175.000
12 Kipas 12V STD 1 pcs 75.000 75.000
13 Power Supply STD 1 pcs 300.000 300.000
14 Power Button STD 1 pcs 17.000 17.000
15 Kaki adjuster STD 4 pcs 6.000 24.000
16 Kabel nyyhy 2x1 mm STD 7 metre 5.000 35.000
17 Steker broco STD 1 pcs 17.000 17.000
18 Kabel Ø 0,75 STD 3 metre 3.500 10.500
19 Pipa Ø 60mm SS304 40 cm 5.500 220.000
Total: 4.110.500

48
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Kesimpulan pada perancangan mesin pengupas kulit kacang tanah dengan
metode VDI221 dengan mengikuti tabel daftar kehendak, dapat dilihat sebagai
berikut:
1. Mesin pengupas kulit kacang tanah memiliki dimensi
p ×l ×t (402 mm ×302 mm ×608 mm).
2. Kapasitas mesin sebesar 30 kg/jam.
3. Motor listrik yang digunakan merupakan motor listrik DC dengan daya motor
sebesar 240 Watt, 12 Volt dengan putaran mesin 100 rpm.
4. Bahan poros yang digunakan untuk konstruksi mesin dan baja batang yang
difinis dingin S45C-D dengan diameter poros yang diinginkan sebesar 8 mm.
5. Bantalan yang digunakan berupa bantalan radial dengan model deep grove
ball bearing diambil dari merek SKF.
6. Perkiraan harga perancangan mesin pengupas kulit kacang tanah sebesar
Rp. 4.110.500.

5.2. Saran
Perancangan ini sudah memenuhi kriteria yang diiginkan, namun masi jauh
dari kata sempurna. Agar perancangan ini sempuna, disarankan:
1. Perancangan ini dapat dibuat secara wujud untuk diujicobakan.
2. Menganalisa kekurangan rancangan setelah melihat hasil dari uji coba mesin
pengupas kulit kacang tanah.

49
DAFTAR PUSTAKA

[1] Tamrin, "Pengembangan Alat Pengupas Kulit Polong Kacang Tanah Tipe Piring,"
Jurnal Teknologi Pertanian vol. Vol. 11, 2010, Art no. No. 8. Universitas
Lampung, Bandar Lampung.
[2] Sularso and K. Suga, Dasar Perencanaan Dan Pemilihan Elemen Mesin,
Kesepuluh ed. Jakarta: PT. Pradnya Paramita, 2002, p. 352.
[3] G. P. a. W. Beitz and J. F. a. K.-H. Grote, Engineering Design A Systematic
Approach Third Edition, Third Edition ed. London: Springer, 2007, p. 609.
[4] S. Group, Rolling Bearings. PUB BU/P1 10000 EN, 2012.

[Link]

50
LAMPIRAN

51
52
53
54

Anda mungkin juga menyukai