MATERI 1
PENGENALAN SISTEM TERDISTRIBUSI
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 1
Sistem Terdistribusi
MATERI PEMBELAJARAN
1. Arsitektur Jaringan
2. Arsitektur Internet
3. Desain Sistem Terdistribusi
4. Client-server
5. Multiple servers
6. Proxy servers
7. Peer processes
8. Cloud Computing
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 2
Sistem Terdistribusi
Pengenalan Sistem Distribusi
• Apa sistem terdistrbusi itu?
• Mengapa Sistem Terdistribusi?
• Contoh Distributed Systems
• Karakteristik Umum
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 3
Sistem Terdistribusi
Apa yang di distribusikan
• Data
– Jika data harus ada dalam beberapa komputer untuk dikelola secara
bersama
– Kepemilikan: data yang memiliki pola/karakteristik kepemilikan yang
sama didistribusikan
• Komputasi
– Aplikasi menginakan sistem paralelisme, prosesor ganda, fitur tertentu
– Skalabilitas dan heterogenitas Sistem Terdistribusi
• Pengguna
– Jika seseorang berkomunikasi dan berinteraksi melalui aplikasi (shared
object)
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 4
Sistem Terdistribusi
Mengapa Sistem terdistribusi
• Komputer-komputer yang
terdistribusi secara
geografis. - Komunikasi
melalui koneksi
kabel/fibre/wireless.
• Keuntungan : interaksi,
koorporasi dan pemakaian
bersama sumber daya,
mengurangi biaya,
meningkatkan kinerja dan
ketersediaan. Shafira Adrizayani, ST., MMSI
Sistem Terdistribusi
5
Pentingnya Sistem Terdistribusi bagi organisasi
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 6
Sistem Terdistribusi
Pentingnya Sistem Terdistribusi bagi organisasi
• Dengan adanya sistem terdistribusi, maka kinerja setiap organisasi
menjadi lebih efisien, misalnya; seorang nasabah bank yang ingin
mengajukan kartu debet baru, dikarenakan tertelan saat sedang
dioperasikan di ATM di luar kota (bukan tempat asalnya). Lalu
nasabah tersebut mengurusnya di kantor cabang terdekat Bank terkait,
lalu apakah pihak bank harus meminta arsip nasabah tersebut di
kantor pusat via pos? atau mengirim anggota untuk jemput bola ke
sana?
• Lalu apa yang dilakukan oleh Bank tersebut atau bahkan organisasi
lain yang memanfaatkan sistem terdistribusi?
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 7
Sistem Terdistribusi
Apa itu sistem terdistribusi?
• Satu sistem dimana beberapa komputer pada jaringan saling
berkomunikasi, berkoordinasi, dan bekerja sama dengan cara
saling bertukar pesan (messages)
• Komputer-komputer saling independen
– Memiliki memori dan prosesor sendiri
• Dihubungkan dalam jaringan komputer
– LAN / WAN
• Terlihat sebagai satu kesatuan
• Komputasi terintegrasi
• Dapat diterapkan pada middleware (tanembaum)
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 8
Sistem Terdistribusi
• Middleware merupakan komponen perantara yang memungkinkan client
dan server (lapisan aplikasi dan sistem operasi) saling terhubung dan
berkomunikasi satu sama lain.
• Tujuan utama layanan middleware adalah untuk membantu
memecahkan interkoneksi beberapa aplikasi dan masalah interoperabilitas.
Middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke
aplikasi client/server dan juga untuk menyediakan komunikasi antar
platform yang berbeda.
• Middleware memiliki peran yang cukup penting karena dengan Middleware,
maka client dapat mengirimkan pesan atau permintaan ke server,
menerjemahkan pesan dari client agar dapat dimengerti oleh server dan
demikian pula sebaliknya.
– Contoh: Java's : Remote Procedure Call, Object Management Group's : Common
Object Request Broker Architecture (CORBA), Microsoft's COM/DCOM (Component
Object Model/ .NET Remoting), ActiveX controls (in-process COM components 9
Struktur Sistem Tersebar
Sumber: Andrew S. Tanenbaum & Maarten van Steen, Distributed
10
Apa itu sistem terdistribusi?
• Sebuah kumpulan komponen yang dijalankan pada komputer
yang berbeda. Interaksi ini dicapai dengan menggunakan jaringan
komputer.
• Sebuah sistem terdistribusi terdiri dari kumpulan komputer
otonom, terhubung melalui jaringan dan sistem operasi
terdistribusi perangkat lunak, yang memungkinkan komputer
untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka dan untuk
berbagi sumber daya sistem, sehingga pengguna merasakan
sistem sebagai komputer single, fasilitas komputasi terintegrasi
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 11
Sistem Terdistribusi
Apa itu sistem terdistribusi?
• Komputer otonomi : walaupun komputer tidak terhubung
ke jaringan, komputer tersebut tetap dapat berjalan.
• Dengan menjalankan sistem terdistribusi, komputer
dapat melakukan :
– Koordinasi Aktifitas dan berbagi sumber daya :
• hardware, software dan data
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 12
Sistem Terdistribusi
Centralised System Characteristics
• Bagian non-otonom: Sistem ini memiliki
kontrol penuh.
• Homogen: Dibangun dengan
menggunakan teknologi yang sama
(misalnya, bahasa pemrograman yang
sama dan compiler untuk semua bagian).
• Komponen shared digunakan oleh semua
pengguna setiap saat.
• Semua sumber daya yang dapat diakses.
• Software berjalan dalam suatu proses
tunggal.
• Single Point of control.
• Single point of failure (SPOF - baik mereka
bekerja atau mereka tidak bekerja)
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 13
Sistem Terdistribusi
Distributed System Characteristics
• Beberapa komponen otonom.
• Heterogen.
• Komponen tidak dimiliki oleh semua pengguna.
• Sumber daya tidak dapat diakses.
• Software berjalan dalam proses konkuren pada prosesor
yang berbeda.
• Beberapa Tempat untuk melakukan kontrol.
• Beberapa Tempat untuk kegagalan (fault tolerant).
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 14
Sistem Terdistribusi
• Dalam sistem terdistribusi , ada beberapa komponen yang dapat
didekomposisi lebih lanjut.
– Komponen-komponen ini bersifat otonom , yaitu memiliki kontrol
penuh atas bagian mereka setiap saat
• Komponen harus menyediakan interface untuk dapat digunakan
satu sama lain
• Ada komponen yang digunakan oleh hanya beberapa pengguna
tetapi tidak digunakan oleh orang lain.
• Hal ini menguntungkan memiliki komponen ini karena berada
pada mesin lokal saja
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 15
Sistem Terdistribusi
Contoh sistem terdistribusi, Automatic Banking (teller machine) System
16
• Proses :
– Dieksekusi secara konkuren.
– Berinteraksi untuk mencapai tujuan umum.
– Aktifitasnya saling koordinasi dan bertukar informasi melalui
pesan yang ditransfer melalui jaringan komunikasi.
• Dengan definisi tersebut diatas, apakah internet
merupakan suatu sistem terdistribusi ?
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 17
Sistem Terdistribusi
Contoh Sistem Terdistribusi
• Internet, Intranet,Mobile dan sistem komputasi ubiquitous
• Sistem Telepon : ISDN (Integrated Services Digital Network), PSTN (Public
switched telephone network /Jaringan telepon tetap)
• Manajemen Jaringan : Adminstrasi sesumber jaringan
• Network File System (NFS) : Arsitektur untuk mengakses sistem file melalui
jaringan
• Local Area Network
• Database Management System
• Automatic Teller Machine Network
• World-Wide Web: Arsitektur client/server yang diterapkan di atas
infrastruktur internet, Shared Resource (melalui URL) dll
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 18
Sistem Terdistribusi
Internet
• merupakan suatu bentuk jaringan global yang menghubungkan komputer
dengan satu sama lainnya, yang dapat berkomunikasi dengan media IP
sebagai protokol.
19
Karakteristik Internet
• Berukuran sangat besar dan beragam (heterogen)
• Fasilitas email, transfer file, komunikasi multimedia,
WWW, dll
• Open-ended,
• Menghubungkan intranet (melalui backbone) dengan
home users (melalui modem, Internet Service Provider
(ISP))
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 20
Sistem Terdistribusi
Intranet
• Jaringan yang teradministrasi secara lokal
• Biasanya proprietary
• Terhubung ke internet (melalui firewall)
• Menyediakan layanan internal dan eksternal
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 21
Sistem Terdistribusi
Karakteristik Intranet
• Beberapa LAN dihubungkan melalui backbone
• Merupakan media transmisi informasi dalam organisasi:
data elektronik, dokumen, dll
• Menyediakan layanan: email, file, orint server, dll
• Dihubungkan ke Internet melalui router / gateway.
• Melindungi komunikas keluar/masuk dengan firewall
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 22
Sistem Terdistribusi
Mobile dan sistem komputasi ubiquitous
• Sistem telepon Cellular (e.g., GSM)
Resources dishare : frekuensi radio, waktu transmisi dalam satu frekuensi,
bergerak
• Komputer laptop, ubiquitous computing
• Handheld devices, PDA, etc
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 23
Sistem Terdistribusi
Local Area Network
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 24
Sistem Terdistribusi
Local Area Network
• Sebuah jaringan area lokal terdiri dari sejumlah komputer yang berbeda.
Workstation dan komputer pribadi memberikan front-end untuk pengguna jaringan.
• Server yang berbeda memberikan layanan bersama.
• Satu atau beberapa file server jaringan menyediakan layanan penyimpanan data.
• Setiap workstation dan PC selanjutnya menyimpan file pada disk dikelola oleh file
server.
• Sebuah nama nama server komputer Peta lokal ke alamat IP, nama pengguna untuk
user id dan nama kelompok untuk id grup. Setiap mesin dapat meminta layanan
untuk menyelesaikan nama tertentu.
• Satu atau beberapa server print mengontrol akses ke printers. Workstations dan PC
bersama memiliki pekerjaan pencetakan Server untuk mereka.
• Komponen lain menyediakan gateway ke jaringan area luas.
• Sebagai pengguna tidak Anda perlu menyadari komputer mana yang memberikan
layanan.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 25
Sistem Terdistribusi
Database Management System
26
Database Management System
• Aplikasi klien yang berbeda ingin mengakses dan memperbarui data bersama
dalam database.
• Aplikasi klien mungkin sistem perbankan, lembaga real-estate, maskapai-tiket
sistem reservasi mengakses data seperti saldo rekening bank, rincian dari properti
yang akan dijual atau membiarkan, atau pesawat terbang dan data pemesanan
pesawat.
• Database secara fisik didistribusikan melalui beberapa prosesor untuk mengambil
keuntungan dari data lokal akses untuk meningkatkan kinerja aplikasi client.
• Data dapat direplikasi untuk mengurangi dampak dari kegagalan prosesor dan /
atau jaringan.
• Setiap prosesor menjalankan monitor database yang mengimplementasikan
pemetaan antara database dilihat oleh klien dan database fisik disimpan pada
prosesor yang berbeda.
• Monitor database harus saling bekerja sama untuk menerapkan client akses ke data
remote, update data direplikasi dan kontrol konkurensi.
• Distribusi fisik data karena itu transparan kepada klien.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 27
Sistem Terdistribusi
Automatic Teller Machine Network
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 28
Sistem Terdistribusi
Automatic Teller Machine Network
• Sebuah jaringan ATM (automatic teller machine) memungkinkan nasabah bank
untuk menarik uang tunai dari rekening bank mereka.
• Bank memelihara jaringan besar mesin teller.
• Pelanggan memiliki keamanan yang tinggi, privasi dan persyaratan.
• Pelanggan mungkin ingin menarik uang tunai dari rekening mereka melalui mesin
teller 'asing'.
• Sebuah komputer front-end mengontrol satu atau beberapa teller.
• Transfer permintaan penarikan ke komputer bank pemegang rekening, menunggu
bank memenuhi permintaan, dan karena itu harus dioperasikan dengan sistem
komputer heterogen
• Setiap bank memiliki sistem toleransi kegagalan untuk cepat pulih dari kegagalan
komputer memegang rekening mereka.
• Contohnya adalah komputer 'Hot siaga' yang memelihara salinan database account
dan dapat menggantikan komputer utama dalam hitungan detik.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 29
Sistem Terdistribusi
World wide web
• Arsitektur client/server tebuka yang diterapkan di atas
infrastruktur internet
• Shared resources (melalui URL)
30
Keuntungan Sistem Terdistribusi
• Data sharing:
– Mengijinkan pengguna untuk bisa mengakses data yang sama.
• Device sharing:
– Mengijinkan pengguna untuk bisa mengakses perangkat keras yang sama.
• Communication:
– Memungkinkan pengguna bisa melakukan komunikasi jauh lebih mudah
• Multiuser Computing :
– Menerapakan banyak user yang dapat login pada saat yang bersamaan untuk
mengakses sistem.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 31
Sistem Terdistribusi
Keuntungan Sistem Terdistribusi
• Flexibility:
– Membagi beban kerja pada perangkat yang tersedia dengan cara yang
efektif.
– Dapat menambah komponen secara individu tanpa harus menduplikasi
sistem
– Fasilitas local dapat disesuaikan dengan kebutuhan local
– Memungkinkan pertumbuhan sistem secara terus menerus.
– Susunan sistem bisa disesuaikan dengan pola organisasi perusahaan
– Memungkinkan beberapa bagian/local mengadakanpercobaan konsep
baru dan fasilitas baru untuk mengurangi resiko kegagalan sistem secara
keseluruhan
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 32
Sistem Terdistribusi
Keuntungan Sistem Terdistribusi
• Dari manfaat tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa
perbedaan sistem tersebar dengan sistem terpusat,
sehingga perlu adanya sistem tersebar adalah:
• Resource Sharing.
• Computation Speedup
• Reliability
• Communication.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 33
Sistem Terdistribusi
Kerugian Sistem Terdistribusi
• Complexity : Secara umum secara rancangan, implementasi dan maintenance
(error handdling) jadi lebih kompleks daripada arsitektur terpusat.
• Security : Asumsi terhadap sistem yang terhubung jaringan artinya telah
masuk ke jaringan publik ini artinya setiap orang diperbolehkan untuk bisa
mengakses data pada jaringan publik. Asumsi ini bisa menjadi lubang
keamanan terhadap pengaksesan data secara tidak sah.
• Manageability : Membutuhkan banyak usaha untuk mengorganisasi sistem.
• Unpredictability : Sulit diprediksi terhadap ketidakstabilan sistem
tergantung dari sistem organisasi dan banyaknya akses terhadap jaringan.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 34
Sistem Terdistribusi
Permasalahan dalam Sistem Terdistribusi
• Kelemahan pada sistem terdistribusi adalah :
– Kesulitan dalam membangun perangkat lunak :
• bahasa pemrogramman, sistem operasi dll.
– Masalah Jaringan : merancang & mengimplementasikan sistem.
– Masalah Keamanan : berbagi data/sumber daya berkaitan
dengan keamanan data dll.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 35
Sistem Terdistribusi
MATERI 2
PENGENALAN SISTEM TERDISTRIBUSI
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 36
Sistem Terdistribusi
Karakteristik Sistem Terdistribusi
• Hal yang diperhatikan dalam membangun sistem
terdistribusi :
a. Transparency (Kejelasan)
b. Communication (Komunikasi)
c. Performance & Scalability (Kinerja dan Ruang Lingkup)
d. Heterogenity (Keanekaragaman)
e. Opennes (Keterbukaan)
f. Reliability dan Fault Tolerancy (Kehandalan dan Toleransi Kegagalan)
g. Security (Kemanan)
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 37
Sistem Terdistribusi
a. Transparency
• Access transparency
– Local & remote resources dapat diakses dengan operasi yg
sama
• Location transparency
– Resource dapat diakses tanpa tahu di mana lokasinya.
Bagaimana pendapat Anda mengenai hyperlink & URL?
• Migration (Mobility) transparency
– Resource dan klien dapat berpindah tanpa mempengaruhi
operasi pemakai atau program
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 38
Sistem Terdistribusi
a. Transparency
• Replication transparency
– Pemakai maupun pemrogram aplikasi tidak perlu mengetahui
adanya replikasi resource, yang dapat meningkatkan
kehandalan dan unjuk kerja.
• Concurency transparency
– Beberapa proses dapat sama-sama menggunakan suatu
resource tanpa saling interferensi.
– Bagaimana jika beberapa pemakai secara bersamaan akan
mengubah suatu berkas?
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 39
Sistem Terdistribusi
a. Transparency
• Failure transparency
– Pemakai dan pemrogram aplikasi dapat menyelesaikan
tugasnya walaupun ada kegagalan hardware atau software.
• Performance transparency
– Sistem dapat dikonfigurasi ulang untuk meningkatkan
unjukkerja, sejalan dengan perubahan beban sistem.
• Scaling transparency :
– Sistem dan aplikasi mudah bertambah luas tanpa perubahan
struktur sistem dan algoritma aplikasi
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 40
Sistem Terdistribusi
b. Communication
• Komponen pada sistem terdistribusi harus melakukan
komunikasi dalam suatu urutan sebagai berikut :
– Infrastruktur jaringan (interkoneksi dan software jaringan)
• Metode dan Model komunikasi yang cocok
• Metode komunikasi : Send, Receive, Remote Procedure Call
– Model Komunikasi : client - server communication,
groupmulticast
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 41
Sistem Terdistribusi
c. Performance and Scalability
• Faktor yang mempengaruhi kinerja (performance) :
– Kinerja dari pada personal workstations
– Kecepatan infrastruktur komunikasi
– Fleksibilitas dalam membagi beban kerja contoh :
• apabila terdapat prosesor (workstation) yang idle maka dapat
dialokasikan secara otomatis untuk mengerjakan tugas-tugas user.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 42
Sistem Terdistribusi
d. Scalability
• Sistem tetap harus memperhatikan efesiensi walaupun
terdapat penambahan secara signifikan user atau sumber
daya yang terhubung :
– Cost (biaya) penambahan sumber daya (resources) harus
reasonable.
– Penurunan kinerja (performance) diakibatkan oleh
penambahan user atau sumber daya harus terkontrol.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 43
Sistem Terdistribusi
d. Heterogenity
• Aplikasi yang terdistribusi biasa berjalan dalam
keberagaman :
– Hardware : mainframes, workstations, PC’s, server dll.
– Software : UNIX, MS Windows, IMB OS/2, LINUX dll.
– Devices : teller machine, robot, sistem manufacturing dll.
– Network dan Protocol : Ethernet, FDDI, ATM, TCP/IP dll
Melihat keanekaragaman di atas maka salah satu solusi yang bisa
diterapkan adalah Middleware : berfungsi sebagai jembatan
untuk komunikasi dan proses
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 44
Sistem Terdistribusi
d. Heterogenity
Gambar Arsitektur sofware pada sistem terdistribusi
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 45
Sistem Terdistribusi
e. Opennes
• Hal terpenting yang harus dimiliki oleh sistem
terdistribusi adalah opennes (keterbukaan) dan flexibility
(fleksibilitas) :
– Setiap layanan (services) harus dapat diakses oleh semua user.
– Mudah dalam implementasi, install dan debug services;
– User dapat membuat dan menginstall service yang telah dibuat
oleh user tersebut
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 46
Sistem Terdistribusi
e. Opennes
Gambar Sistem Terdistribusi pada dua titik
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 47
Sistem Terdistribusi
e. Opennes
• Aspek kunci pada opennes :
– Interface dan Protocol yang standard (seperti protokol
komunikasi di internet)
– Support terhadap keanekaragaman. (dengan membuat
midleware seperti CORBA)
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 48
Sistem Terdistribusi
f. Reliability dan Fault Tolerance
• Availability : kalau mesin mati (down), sistem tetap harus
berjalan dengan jumlah layanan yang tersisa.
– Komponen yang sangat vital (critical resources) berjumlah
seminimal mungkin.
– Software dan Hardware harus direplikasi : kalau terjadi
kegagalan / error maka yang lain akan menangani.
– Data dalam sistem tidak boleh hilang.
• copy file disimpan secara redundan pada server lain, tapi tetap harus
dijaga konsistensi datanya
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 49
Sistem Terdistribusi
f. Reliability dan Fault Tolerance
• Fault Tolerance : Sistem harus bisa mendeteksi kegagalan
dan melakukan tindakan dengan dasar sebagai berikut :
– Mask the fault (menutupi kegagalan) : tugas harus dapat
dilanjutkan dengan menurunkan kinerja tapi tanpa terjadi
kehilangan data atau informasi.
– Fail Gracefully : membuat suatu antisipasi terhadap suatu
kegagalan ke suatu prosedur yang telah direncanakan dan
memungkinkan untuk menghentikan proses dalam waktu yang
singkat tanpa menghilangkan informasi atau data.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 50
Sistem Terdistribusi
g. Security
• Confidentiality : keamanan terhadap data yang diakses oleh user
yang tidak diperbolehkan (unauthorizes user)
• Integrity : keamanan terhadap kelengkapan dan autentikasi data.
• Availability : Menjaga agar resource dapat selalu diakses.
• Sistem terdistribusi harus memperbolehkan komunikasi antara
program/user/resources pada computer yang berbeda, maka
resiko keamanan akan muncul apabila memberlakukan free access.
Dan ada hal lain juga yang harus dijamin dalam sistem
terdistribusi, yaitu : penggunaan resources yang tepat oleh user
yang berlainan.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 51
Sistem Terdistribusi
Model dalam Sistem Terdistribusi
1. Model Arsitektur (Architectural Models)
2. Model Interaksi (Interaction Models)
3. Model Kegagalan (Failure Models)
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 52
Sistem Terdistribusi
Model dalam Sistem Terdistribusi
• Resources dalam sistem terdistribusi dipakai secara bersama oleh
users. Biasa nya di bungkus (encapsulated) dalam suatu komputer
dan dapat di akses oleh komputer lain dengan komunikasi.
• Setiap resource di atur oleh program yang disebut dengan
resource manager. Resource manager memberikan kemungkinan
komunikasi interface antar resource.
• Resource Managers dapat digeneralisasi sebagai proses, kalau
sistem di design dengan sudut pandang object (Object Oriented),
resource dibungkus dalam suatu objek.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 53
Sistem Terdistribusi
A. Model Arsitektur (Architectural Models)
• Cara kerja antar komponen sistem dan bagaimana
komponen tsb berada pada sistem terdistribusi :
– Client - Server Model
– Proxy Server
– Peer processes ( peer to peer )
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 54
Sistem Terdistribusi
A. Model Arsitektur (Architectural Models)
• Sistem yang terdiri dari kumpulan2 proses disebut dengan server,
dan memberikan layanan kepada user yang disebut dengan client.
• Client-Server Model
– Model client-server biasanya berbasiskan protokol request/reply.
– Contoh :
• Implementasi RPC (Remote Procedure Calling) dan RMI (Remote Method
Invocation) :
– client mengirimkan request berupa pesan ke server untuk mengakses suatu
service.
– server menerima pesan tersebut dan mengeksekusi request client dan mereply
hasil ke client
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 55
Sistem Terdistribusi
A. Model Arsitektur (Architectural Models)
• Proxy Server
– Menyediakan hasil copy (replikasi) dari resource yang diatur
oleh server lain
– Dipakai untuk menyimpan hasil copy web resources.
– Ketika client melakukan request ke server, proxy server
diperiksa apakah yang diminta oleh client terdapat pada proxy
server.
– Diletakkan pada setiap client atau dapat dipakai bersama oleh
beberapa client. Tujuannya adalah meningkatkan performance
dan availibity dengan mencegah frekwensi akses ke server.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 56
Sistem Terdistribusi
A. Model Arsitektur (Architectural Models)
Gambar Model Proxy Server
Gambar Model arsitektur client-server
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 57
Sistem Terdistribusi
Client Server Systems
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 58
Sistem Terdistribusi
Client Server Systems
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 59
Sistem Terdistribusi
Software Layers
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 60
Sistem Terdistribusi
A. Model Arsitektur (Architectural Models)
• Peer Process
– Semua proses (object) mempunyai peran yang sama.
– Proses berinteraksi tanpa adanya perbedaan antara client dan
server.
– Pola komunikasi yang digunakan berdasarkan aplikasi yang
digunakan.
– Merupakan model yang paling general dan fleksible
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 61
Sistem Terdistribusi
Client server
Server1 acts as client for Server2
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 62
Sistem Terdistribusi
Multiple servers
Servers may interact
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 63
Sistem Terdistribusi
Proxy servers
intranet firewall outside world
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 64
Sistem Terdistribusi
Peer processes
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 65
Sistem Terdistribusi
b. Model Interaksi (Interaction Models)
• Untuk interaksi nya sistem terdistribusi dibagi menjadi dua
bagian :
– Synchronous distributed system
– Asynchronous distributed system
• Synchronous Distributed System
– Batas atas dan batas bawah waktu pengeksekusian dapat diset.
– Pesan yang dikirim, diterima dalam waktu yang sudah ditentukan
– Fluktuasi ukuran antara waktu lokal berada dalam suatu batasan
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 66
Sistem Terdistribusi
b. Model Interaksi (Interaction Models)
• Beberapa hal yang penting untuk diperhatikan
synchronous distributed sistem :
– terdapat satu waktu global
– dapat memprediksi perilaku (waktu)
– dimungkinkan dan aman untuk menggunakan mekanisme
timeout dalam mendekteksi error atau kegagalan dalam proses
atau komunikasi
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 67
Sistem Terdistribusi
b. Model Interaksi (Interaction Models)
• Asynchronous Distributed System
– Banyak sistem terdistribusi yang menggunakan model interaksi
ini (termasuk Internet)
• Tidak ada batasan dalam waktu pengkeksekusian.
• Tidak ada batasan dalam delay transmission (penundaan pengiriman)
• Tidak ada batasan terhadap fluktuasi waktu lokal.
• Asynchronous system secara parktek lebih banyak
digunakan.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 68
Sistem Terdistribusi
c. Model Kegagalan (Failure Models)
• Kegagalan apa saja yang dapat terjadi dan bagaimana efek yang
ditimbulkan ?
– Omission Faluires
– Arbitary Failures
– Timing Failures
• Kegagalan dapat terjadi pada proses atau kanal komunikasi.
• Penyebabnya bisa berasal dari hardware ataupun software.
• Model Kegagalan (Failure Models) dibutuhkan dalam
membangun suatu sistem dengan prediksi terhadap kagagalan
yang mungkin terjadi.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 69
Sistem Terdistribusi
c. Model Kegagalan (Failure Models)
• Ommision Failures :
• ketika prosesor dan kanal komunikasi mengalami kegagalan untuk melakukan hal
yang seharusnya dilakukan.
– Dikatakan tidak mempunyai ommision failures apabila :
• Terjadi keterlambatan (delayed) tetapi akhirnya tetap tereksekusi.
• Sebuah aksi dieksekusi walaupun terdapat kesalahan pada hasil.
– Dengan synchronous system, ommision failures dapat dideteksi dengan
timeouts. Kalau kita yakin bahwa pesan yang dikirim sampai, timeout
akan mengindikasikan bahwa proses pengiriman rusak, seperti fail-stop
behavior pada sistem.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 70
Sistem Terdistribusi
c. Model Kegagalan (Failure Models)
• Arbitary Failures
– kegagalan yang paling buruk dalam sistem.
– Tahapan proses atau komunikasi diabaikan atau yang tidak
diharapkan terjadi dieksekusi hasil yang diharapkan tidak terjadi
atau mengeluarkan hasil yang salah.
• Timing Failures
– dapat terjadi pada synchronous system, dimana batas waktu diatur
untuk eksekusi proses, komunikasi dan fluktuasi waktu.
– Timing Failures terjadi apabila waktu yang telah ditentukan
terlampaui.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 71
Sistem Terdistribusi
SELESAI MATERI 1 & 2
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 72
Sistem Terdistribusi
TUGAS KELOMPOK Cloud computing
• Carilah referensi mengenai konsep cloud computing, service dari cloud, dan konfigurasi
cloud computing
– Hurwitz, Judith. Robin Bloor. Cloud Computing Cloud Computing for Dummies. For Dummies 2009.
– The Art of Services, Cloud Computing Specialist Certification Kit, 2009.
• Carilah referensi mengenai konsep cloud computing, service dari cloud, dan konfigurasi
cloud computing
• Rangkumlah referensi tersebut, dengan mencakup :
– Infrastructure as A Services (IAAS)
– Platform as A Service (PAAS)
– Software as A Service (SAAS)
• Rangkuman dibuat dalam bentuk paper.
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 73
Sistem Terdistribusi
TUGAS KELOMPOK Cloud computing
• Paper berisi rangkuman dengan ukuran kertas A4, Huruf
Arial. Judul bab 14 Point, Judul Subbab 12 point dan isi 11
point.
• Rangkuman terdiri dari atas : Cover (Judul, Logo
Gunadarma, Penyusun, Tahun), Daftar Isi, Pendahuluan
(gambaran umum isi Paper), Isi paper (sesuai dengan
cakupan Topik/Materi), sumber pustaka.
• Dikumpulkan Sabtu, 1 April 2023
Shafira Adrizayani, ST., MMSI 74
Sistem Terdistribusi