0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
330 tayangan100 halaman

Prosedur P2H untuk Operator Hauler

Pelatihan ini memberikan informasi mengenai prosedur perawatan harian (P2H) unit alat berat secara mendetail, mulai dari persiapan, pemeriksaan delapan bagian unit beserta satu tambahan, hingga prosedur pengoperasian unit secara aman. Tujuannya agar operator dapat melaksanakan P2H dan pengoperasian unit dengan baik sesuai standar keselamatan."

Diunggah oleh

Mochammad Hamdani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
330 tayangan100 halaman

Prosedur P2H untuk Operator Hauler

Pelatihan ini memberikan informasi mengenai prosedur perawatan harian (P2H) unit alat berat secara mendetail, mulai dari persiapan, pemeriksaan delapan bagian unit beserta satu tambahan, hingga prosedur pengoperasian unit secara aman. Tujuannya agar operator dapat melaksanakan P2H dan pengoperasian unit dengan baik sesuai standar keselamatan."

Diunggah oleh

Mochammad Hamdani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KMKOP HAULER

Emergency Procedure On time Silent Mode

Enjoy the
Stay Focus Participate Listen the Training
Training

2
TIGA PERTANYAAN POKOK DALAM TRAINING INI

1. APA PAYUNG HUKUM KITA BERLALU LINTAS DI INDONESIA ?


 UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009, SOP PT BC dan Golden Rules

2. APAKAH JALAN TAMBANG BISA DIKATAKAN JALAN UMUM ?


 Biasa/Sama, karena yang dikatan umum adalah aktifitas Manusia lebih
dari satu.
Perbedaan Jl Tambang & Jl, Umum ada 2 :
1. Mine Permit
2. Sangsi Tilang

3. SEJAK KAPAN KITA MULAI BERLALU LINTAS ?


 Sejak lahir, karena yang dikatakan berlalu lintas bukan saja bawa
kendaraan, termasuk pejalan kaki dan penumpang pun dikatakan berlalu
lintas.

3
EMPAT TANGGUNG JAWAB DALAM
BERLALU LINTAS

1. T J. TERHADAP MANUSIA

2. T J. TERHADAP UNIT

3. T J. TERHADAP BARANG

4. T J. TERHADAP LINGKUNGAN

4
Tujuan Pelatihan

o Mampu melakukan Pelaksanaan Perawatan Harian (P2H)


dengan baik
o Mampu mengisi laporan pemeliharaan harian dengan
benar
o Mampu mengoperasikan unit alat berat sesuai dengan
aturan pengoperasian alat berat di PT. Berau Coal

5
TOPIK

1. Pelaksanaan Perawatan 9. Antri unit


Harian [Link] dan teknik
2. Rambu – rambu manuver di area front
3. Penggunaan radio loading
komunikasi [Link] di area front
4. Travel kosongan [Link] muatan di area
5. Jarak beriringan disposal
6. Operasional jalan turunan [Link] muatan di
7. Pengoperasian pasca hopper & ROM
penyiraman jalan [Link] Unit
8. Mendahului kendaraan/ [Link] breakdown di jalan
unit lain [Link] Insiden

6
Do & Dont

11
P2H
Pelaksanaan
Perawatan
Harian
Pada saat P2H gunakan, penglihatan,
penciuman, pendengaran &
meraba/perasaan 13
GOLDEN RULES

9
GOLDEN RULES

10
Do & Dont

11
Persiapan Melakukan P2h

Operator sudah menguasai dan memahami modul


panduan operator pada saat akan melakukan p2h

Memakai Alat
pelindung diri

Pastikan kondisi operator dalam kondisi FIT untuk Bekerja


12
P2H
Pelaksanaan
Perawatan
Harian
Pada saat P2H gunakan, penglihatan,
penciuman, pendengaran &
meraba/perasaan 13
( P2H )
PELAKSANAAN PERAWATAN
HARIAN

14
Pemeriksaan 8 Daerah + 1 adalah
1. Daerah mesin unit
2. Daerah depan unit
3. Daerah belakang unit
4. Daerah sisi kanan unit
5. Daerah sisi kiri unit
6. Daerah atas unit
7. Daerah bawah unit
8. Daerah dalam kabin unit
++ 11.. ……………………………
Pengecekan suaraselalu
padadicek terakhirkaki,
mesin,rem
rem tangan, kemudi,4WD serta kedalaman tuas
gas, kopling dan lampu. 21
Yang perlu diperhatikan saat P2H

6K
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

16
Three Body Contact

Pastikan pada saat


naik dan turun unit
menggunakan 3
titi tumpu,
2 Tangan , 1 Kaki.

Dan menghadap ke unit ( Tidak boleh membelakangi unit )

17
Pinch Point / Titik Jepit

TITIK JEPIT atau yang


dikenal dengan PINCH
POINT
adalah Suatu tempat
dimana anggota
Tubuh kita dapat terjepit di
antara dua bagian benda
yang bergerak atau dua
bagian benda
WASPADA
Yang satunya diam dan yang
satunya bergerak

Jangan sampai bagian tubuh kita cidera !!!!


18
Pada saat P2H
dilarang merokok
atau menyalakan
api

19
System Tanggap Darurat

1. APAR
2. FIRE SUPPRESION
3. LOCK OUT
4. EMERGENCY STOP

25
Pemeriksaan 8 Daerah + 1 adalah
1. Daerah mesin unit
2. Daerah depan unit
3. Daerah belakang unit
4. Daerah sisi kanan unit
5. Daerah sisi kiri unit
6. Daerah atas unit
7. Daerah bawah unit
8. Daerah dalam kabin unit
++ 11.. ……………………………
Pengecekan suaraselalu
padadicek terakhirkaki,
mesin,rem
rem tangan, kemudi,4WD serta kedalaman tuas
gas, kopling dan lampu. 21
1. Area Engine / Daerah Mesin

Apabila pemeriksaan oli dilakukan setelah


engine dioperasikan, tunggu 15 menit setelah
engine dimatikan, baru dilakukan pemeriksaan
22
Cek Level

1. Cek level oli engine 6. Cek level air radiator


2. Cek level oli transmisi 7. Cek level oli diferential
3. Cek level oli brake 8. Cek level air accu
4. Cek level oli steering 9. Cek air wipper
5. Cek level oli hydrolik 10. Cek kekencangan fan
belt Mesin
Cek Level oli E/G

23
Cek Level

Cek level air radiator Cek level oli transmisi dan Brake

Cek water sparator

24
System Tanggap Darurat

1. APAR
2. FIRE SUPPRESION
3. LOCK OUT
4. EMERGENCY STOP

25
2. Bagian Depan Unit

Periksa bagian depan unit yang terlihat .. !!!

1. Lampu
2. Kaca
3. Spion
4. Nomor Lambung
5. Ladder/ foot step
26
3. Bagian Belakang Unit

[Link] semua lampu


[Link] Rock Ejector
[Link] Tael gate
[Link] lambung unit
[Link]
[Link]

27
4 & 5. Daerah Sisi Kanan Dan Kiri Unit

1. Tekanan ban
2. Tread ban
3. Tutup pentil
4. Baut roda
5. Wheel hub
6. Kaca spion
7. Kaca pintu
8. Nomor lambung
9. Penutup lumpur
10. Tempat pengisian BBM
11. Lampu payload meter
12. Final drive

28
6. Daerah Bagian Atas

[Link] rotary lamp


[Link] antena radio
[Link] buggy whip
[Link] vessel
[Link] nomor lambung

29
7. Daerah Bagian Bawah

1. Cek Propeller shaft


2. Cek guard Engine & Transmisi
3. Cek cuting blade
4. Spring/ suspension

Periksa semua bagian bawah unit dari adanya


kebocoran, rembesan oli/ bahan bakar

30
POSISI DUDUK
Posisi duduk yang benar akan memberikan:
1. Kenyamanan
2. Komunikasi
3. Kontrol

37
+1. Pemeriksaan Setelah Engine Hidup
[Link] warna gas buang
[Link] suara engine
[Link] fungsi steering
[Link] fungsi retarder
[Link] fungsi service brake
[Link] fungsi emergency
brake
[Link] spion
[Link] fungsi steering
[Link] klakson
[Link] alarm mundur
[Link] fungsi dump body
[Link] seat belt
[Link] fungsi fatigue
alarm (jika tersedia)
32
PROSEDUR MEMBUNYIKAN ISYARAT KLAKSON

- 1 X, Sebelum menghidupkan engine


- 2 X, unit akan bergerak maju
- 3 X, Unit akan bergerak mundur
- Bunyi 1 X dengan suara panjang,
khusus untuk keadaan darurat
(Emergency)

Made by D.L Sinan


42
EMPAT PERSYARATAN ORANG YANG
AKAN MENGOPRASIKAN KENDARAAN

1. SEHAT JASMANI DAN ROHANI

2. MEMASTIKAN KENDARAAN LAYAK UNTUK


DIGUNAKAN

3. SURAT-SURAT YANG MASIH BERLAKU SUDAH


TERBAWA

4. MEMILIKI PERENCANAAN ATAU TUJUAN

34
Ada lima langkah ketika akan star
unit secara prosedur dari Pabrik dan K3
1. Pastikan rem tangan aktif

2. Listrik tidak ada yang terpakai atau hidup

3. Gigi dalam kondisi netral

4. Kopling diinjak yang dalam dan ditahan (unit


metik nenginjak rem kaki dan ditahan)

5. Putar kunci keposisi on jangan langsung star,


beberapa indikator padam atau 5 detik setelah
posisi kunci ON, baru star.
35
Cek Semua Lampu control panel selama
pengoprasikan unit berlangsung
Pastikan semua
lampu mati, setelah
Mesin dihidupkan
dibawah 4 deti.

selaian lampu control


Pintu belum rapat dan
Safety Bell belum
terpasang

Segera berhenti diposisi yang Aman apabila dalam


perjalanan terdapat lampu control panel menyala
36
POSISI DUDUK
Posisi duduk yang benar akan memberikan:
1. Kenyamanan
2. Komunikasi
3. Kontrol

37
SAFETY BELTS (SEAT
BELTS)
Safety belt melindungi penggunanya dari cedera yang lebih parah dalam suatu
kecelakaan.
Safety belt berfungsi menahan tubuh sehingga tidak menumbuk dashboard, terlontar
keluar kaca depan, atau terlempar keluar dari pintu atau kaca samping saat kecelakaan.
Keuntungan lain, tetap menjaga posisi mengemudi yang benar saat
menghindar/berhenti mendadak bahkan ditabrak oleh kendaraan lain.

38
Seatbelt harus
benar-benar
digunakan, di
tulang pinggul
dan tulang bahu.
Karena ini adalah
tulang yang
kokoh.

39
TINDAKAN YANG DILAKUKAN SEORANG
PENGEMUDI AGAR TETAP AMAN DAN
NYAMAN (selamat sampai tujuan)
1. BER’ETIKA DALAM BERLALULINTAS

2. MEMATUHI ATURAN BERLALULINTAS

3. TIDAK SALING SEROBOT

4. SALING MENGALAH

5. MEMBERIKAN PERTOLONGAN KEPADA YANG


MEMBUTUHKAN
40
PENGOPERASIAN UNIT

41
2. BR. Gambar atau Simbol

50
2. Bentuk Rambu Gambar atau Simbol :
Seperti

51
Yang wajib diketahui dalam berlalu
lintas :

1. Arti Rambu-rambu - Umum


2. Standar Warna Rambu + Artinya
3. Bentuk Rambu

44
1. Arti Rambu-Rambu adalah
Pengatur lalu lintas dijalan umum pengganti Petugas

45
2. Tiga Standar Warna Rambu

Warna Merah artinya Larangan

Warna Kuning artinya Peringatan atau


Perhatian

Warna Hijau atau Biru artinya Petunjuk


Dalam pembuatan rambu tdk boleh
mengkombinasikan warna yang ada dalam
standar. 46
1. BR. Tulisan
2. BR. Gambar atau Simbol
3. BR. Goresan
4. BR. Cahaya
5. BR. Gerakan,Sandi atau Isyarat

47
1. BR. Tulisan

48
1. Bentuk Rambu Tulisan
Seperti :

BELOK KIRI IKUTI


ISARAT LAMPU

49
2. BR. Gambar atau Simbol

50
Patuhi Rambu-Rambu

RAMBU MERAH PUTIH = RAMBU LARANGAN


RAMBU BIRU PUTIH = PERINTAH

Made by D.L Sinan


59
Patuhi Rambu-Rambu

RAMBU BIRU PUTIH = RAMBU PETUNJUK

Made by D.L Sinan


60
3. Bentuk Rambu Goresan :
Seperti

53
4. BR. Cahaya

54
4. Bentuk Rambu Cahaya:
Seperti

55
Tanda Retting / SEIN
Sein Kanan :
•Belok kanan
•Meminta jalan (terhadap unit dari arah depan)
•Tidak memberi jalan (terhadap unit dari belakang)

Sein Kiri :
• Belok kiri
• Memberi jalan (terhadap unit dari belakang)
• Masuk parkir
56
Lampu Hazard:
Emergency
Pengawalan
Unit tidak stabil

Lampu Hazard
Bukan untuk jalan lurus

Minimal 5 kali kedipan mata lampu sein, lebih


bagus tapi jangan terus-menerus. Pastikan aman &
jangan lupa memberikan pandangan 90 drajat,
baru berbelok arah
57
5. BR. Gerakan,Sandi atau Isyarat

58
Patuhi Rambu-Rambu

RAMBU MERAH PUTIH = RAMBU LARANGAN


RAMBU BIRU PUTIH = PERINTAH

Made by D.L Sinan


59
Patuhi Rambu-Rambu

RAMBU BIRU PUTIH = RAMBU PETUNJUK

Made by D.L Sinan


60
Patuhi Rambu-Rambu

RAMBU KUNING HITAM = RAMBU PERINGATAN

Made by D.L Sinan


61
Penggunaan radio komunikasi
Penggunaan radio yang benar adalah :
Menahan PTT selama 2 – 3 detik sebelum berbicara & setelah berbicara agar pessan yang
disampaikan bisa diterima dengan jelas.

Yang perlu diperhatikan pada saat menggunakan radio komunikasi pada saat bekerja :

✔Gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar


✔Sesuaikan chanel radio sesuai jalur pit/ hauling coal
✔Sampaikanlah pesan seperlunya ( Pelaporan kerusakan, informasi tindakan & kondisi tidak aman,
emergency, dll )
✔Jangan menggunakan radio komunikasi untuk kepentingan diluar pekerjaan
✔Aturlah volume radio agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik

INGAT….!!!
Komunikasi yang tidak baik bisa menimbulkan kecelakaan

62
DILARANG Saat Mengemudi
Mengetik sms/chatting/FB-an/bbm-an/nelpon
Makan, merokok, minum ‘kratingdeng’ berlebihan
Berinteraksi dengan sistem audio
(mengganti CD/kaset, mencolok USB, mengganti freq. radio)
Bercanda berlebihan
Aktifitas lain yang dapat mengganggu fokus/ konsentrasi

X X X
63
BAHAYA FATIGUE
Fatigue ( kelelahan ) adalah suatu kondisi yang muncul dari tubuh yang membuat
hilangnya semangat, energi, ambisi, konsentrasi, dan keinginan untuk menganalisa
suatu bahaya. Cara mengurangi kelelahan:
Gejala kelelahan:
• Dengarkan irama jam kerja tubuh
• Bayar hutang tidur
• Gelisah
• Kenali dan sikapi gejala mengantuk
• Pikiran melayang
• Atur waktu dengan baik
• Sering kucek mata atau muka
• Hindari rasa jenuh/ bosan
• Sering menguap
• Tidur sejenak jika punya kesempatan
• Daya ingat kurang baik
• Makan yang teratur dan bergizi
• Banyak diam
• Berolah raga yang teratur
• Penglihatan tidak focus
• Sukar untuk menjalankan perintah
• Penglihatan berkunang-kunang
• Emosi labil
• Mengantuk Tidur
• Tertidur Minimal 6 jam

64
Bahaya Fatigue
Anda merasa fatigue saat mengoperasikan unit ???

1. Segera parkir kendaraan di


tempat yang aman dan lapor FATIGUE
Atasan.
2. Lakukan senam peregangan
3. Jika masih terasa fatigue
mintalah waktu untuk
beristirahat

65
Unit yang dipororitaskan dlm
Berlalulintas
Unit yang Emergency
Unit yang tidak ada hambatan dijalurnya khusus didaerah
jalan datar/rata.
Unit yang menanjak
Unit dari arah depan yang memotong jalur Orang lain. (Unit
yang berbelok kekiri selalu memberikan pororitas dari arah lain)
Dipersimpangan unit yang akan berjalan lurus
Dipersimpangan unit yang datang dari arah/posisi kanan
Unit yang dijalan Utama
Unit dibelakang rambu pororitas

66
2 3

1
4
TRAVEL KOSONGAN

✔Konsentrasi saat mengoperasikan alat control unit (pedal, tuas, steering).


✔Tekan pedal rem dan lepaskan rem parkir dan tempatkan tuas transmisi pada posisi paling
rendah saat akan bergerak maju (gear 1)
✔Gunakan gear transmisi sesuai dengan kondisi jalan
✔Kendalikan unit dengan terkontrol selama unit bergerak maju atau mundur.
✔Sesuaikan gear transmisi dengan kecepatan unit. Control kecepatan unit dengan menggunakan
retarder brake dan pedal rem untuk unit yang tidak dilengkapi dengan retarder.

68
TRAVEL KOSONGAN
✔Gunakan jalur travel sesuai dengan rambu- rambu yang ada dan beri jarak roda sebelah kiri
dengan tepi tanggul
✔Kendalikan unit dengan terkontrol saat mengoperasikan steering. Hindari memutar steering
dengan gerakan mendadak pada saat travel.
✔Patuhi rambu-rambu dan pastikan kecepatan unit tidak melebihi batas kecepatan maximum
untuk area pit & hauling.
✔Perhatikan instrumen panel untuk mengetahui kondisi unit saat beroperasi
✔Bila ada ketidaknormalan pada unit, langkah yang harus di lakukan :
• segera menepi dipinggir jalan atau ketempat aman untuk parkir unit.
• Hentikan unit
• Netralkan transmisi
• Aktifkan parking brake,
• Aktifkan lampu bahaya/ hazard lamp dan sebelum melakukan pengecheckan unit pastikan
memberi informasi pengguna jalan dan pengawas setempat.

Khusus untuk ketidaknormalan engine oli pressure, segera matikan engine.

69
JARAK SAAT BERIRINGAN

• Jarak minimum (rigid Truck ) :


– 40 meter ( jalan tambang/pit )
– 50 meter ( jalan hauling/ sesuai rambu yang
terpasang )
– 180 meter ( untuk unit double trailer )

Jika kondisi tidak normal ( jarak pandang terbatas, debu, kabut


) sesuaikan jarak beriringan lebih jauh dari jarak minimum

70
OPERASIONAL JALAN TURUNAN

Teknik untuk operasional di jalan turunan yang benar


✔Kurangi kecepatan sebelum melintas diarea turunan
✔Sesuaikan gear transmissi sesuai grade turunan
✔Gunakan retarder brake/pedal brake untuk mengurangi kecepatan unit
✔Dilarang mendahului unit lain ditanjakan/ turunan
✔Dilarang berhenti & manuver di tanjakan

71
PENGOPERASIAN PASCA PENYIRAMAN JALAN

• Sebelum melewati jalan basah pasca penyiraman, kurangi kecepatan unit..


• Hindari memutar steering secara agresif.
• Jaga jarak aman dengan unit water truck atau unit lain ( min 40 meter untuk diarea PIT dan 50 meter
untuk diarea hauling coal).
• Lakukan komunikasi 2 arah dengan unit WT (jika ingin mendahului unit WT).
• Lakukan penyiraman secara terputus - putus

72
MENDAHULUI KENDARAAN/ UNIT LAIN

• Dilarang mendahului kendaraan/unit dalam jarak kurang atau sama dengan 100 m dari persimpangan
jalan, tikungan, tanjakan, turunan dan jembatan serta saat jarak pandang terbatas dan atau diatur lain
oleh rambu
• Pastikan tidak ada kendaraan lain dari arah berlawanan.
• Lakukan komunikasi dua arah dengan unit yang akan didahului menggunakan radio komunikasi.
• Hidupkan lampu sein kanan.

73
MENDAHULUI KENDARAAN/ UNIT LAIN

Pastikan unit yang akan didahului sudah memberikan ijin melalui radio komunikasi atau dengan lampu sein
kiri. Dilarang mendahului unit jika belum mendapat ijin dari unit yang akan didahului.
Pastikan kondisi dari arah belakang aman sebelum mendahului.
Jaga jarak aman saat mendahului unit lain
Sebelum kembali kejalur kiri, hidupkan lampu sein kiri.
Jaga jarak aman saat akan kembali kejalur kiri.
Jangan paksakan mendahului jika kondisi tidak aman.

74
ANTRI UNIT

Tindakan operator sebelum unit


berhenti,posisi menunggu/antri
diarea front loading :
⮚ Kurangi kecepatan dan
sesuaikan speed (maximal 25
km/jam).
⮚Jaga jarak antara unit dengan
tepi tebing (1,5 X tinggi tebing).

75
DUMPING DI HOPPER DAN ROOM

Sesuai arahan CPP Supervisor, Operator DT melakukan dumping ke hopper crusher


dengan terlebih dahulu memastikan:
[Link] Traffic light (merah dan hijau) aktif
b. Jalan rata, tidak berdebu dan tidak becek
c. Ketinggian stopper baik
Dumping dilakukan jika traffic light berwarna hijau dan berhenti dumping jika traffic
light berwarna merah.
Lakukan mundur dengan kecepatan rendah sampai roda belakang rapat dengan stooper
Jangan menabrak stooper saat mundur.
Turunkan vessel dump truck pada posisinya sesaat setelah selesai dumping dan pastikan
vessel tersebut telah turun sempurna sebelum meninggalkan lokasi dumping.

91
DUMPING DIHOPPER DAN ROOM

Pengawas Penumpukan mengarahkan Operator DT ke lokasi ROM sesuai rencana


forecast atau arahan CPP Supervisor.
Jika dumping di level bawah pastikan area dumping rata, tidak becek dan penerangan
cukup.
Jika dumping di level atas, pastikan sekeliling area dumpingan sudah dilengkapi tanggul/
bund wall (min. 3/4 unit terbesar atau paling tidak 1 m) serta penerangan yang cukup
(standar pencahayaan).
Operator DT melakukan penumpukan batu bara ke area ROM (Run of Mine). Kecepatan
unit maksimal 20 km/jam.
Pastikan tumpukan batu bara yang di dumping rapat dengan tumpukan batu bara yang
sudah ada atau sesuai petunjuk Pengawas Penumpukan.
Turunkan vessel dump truck pada posisinya sesaat setelah selesai dumping dan pastikan
vessel tersebut telah turun sempurna sebelum meninggalkan lokasi dumping.

92
PARKIR UNIT

5 meter 5 meter

1/2 x panjang unit

• Parkir diarea yang mudah dijangkau


• Parkir diarea yang telah ditentukan
• Jangan parkir ditikungan, persimpangan dan badan jalan, kecuali keadaan
darurat.
• Jarak parkir antar unit minimal1/2 x panjang unit dan 5 meter menyamping
• Netralkan tuas transmisi dan aktifkan parking brake.
• Jika parkir ditanjakan atau turunan saat darurat, arahkan roda ketanggul terdekat
• Hidupkan lampu hazard jika parkir dalam keadaan darurat.
93
PETUNJUK DAN TEKNIK MANUVER DIAREAFRONT
LOADING

[Link] jalur jalan sesuai untuk jalur unit kosongan


[Link] kecepatan dan gunakan gear rendah
[Link] mesin dapat dilihat dari instrument panel
[Link] lokasi front dan pastikan tidak ada unit atau benda lain di area rencana
manuver

79
[Link] manuver tidak terlalu jauh dengan unit Loader
f. Lakukan gerakan manuver searah dengan putaran jarum jam, pastikan tidak
memutar steering secara agresif

80
PARKIR UNIT
Untuk kendaraan yang akan parkir di sekitar
unit yang beroperasi, harus memenuhi
ketentuan sebagai berikut:
a) Jarak dari samping unit minimal 30
meter.
b) Jarak dari belakang unit minimal 50
meter.
c) Jarak dari depan unit minimal 20 meter.
d) Di luar radius swing area crane atau
excavator.
e) Posisi parkir kendaraan diketahui oleh
operator atau driver unit yang sedang
parkir.
f) Kendaraan diperbolehkan untuk
mendekati unit untuk menurunkan alat
dan bahan kerja dan kemudian parkir
sesuai ketentuan aman jarak parkir.

94
MUNDUR DIAREA FRONT

• Pastikan unit Hauler berhenti ketika mendengar isyarat klakson


atau radio komunikasi dari operator loader
• Pastikan unit hauler berhenti pada posisi rata / tidak miring.
• Netralkan tuas transmisi dan aktifkan parking brake.
• Selama proses pemuatan material, operator hauler tetap didalam
kabin.
• Unit hauler meninggalkan front loading setelah mendapat isyarat
klakson atau radio komunikasi dari operator loader.

82
DUMPING MUATAN AREA DISPOSAL

• Lakukan komunikasi 2 arah dengan petugas dumping saat memasuki area disposal.
• Kurangi kecepatan diarea disposal (25 km/jam)
• Lakukan manuver searah jarum jam
• Saat manuver jangan terlalu dekat dengan ujung disposal
• Pastikan area dumping tidak lembek untuk menghindari unit amblas
• Lakukan komunikasi 2 arah dengan unit lain
• Jaga jarak dengan unit lain 1,5X lebar unit.

83
DUMPING MUATAN AREA DISPOSAL

• Mundur hati-hati dan tidak terburu-buru


• Ikuti arahan dari petugas dumping
• Hentikan unit sebelum roda belakang menyentuh tanggul pengaman
• Hindari pengereman mendadak
• Netralkan gear transmisi dan aktifkan parking brake.
• Tarik tuas dump pada posisi naik untuk mengangkat vessel.
• Hindari hentakan pada cylinder dump saat mengangkat vessel.
• Setelah selesai dumping, turunkan vessel hingga rapat dengan chasis.
• Jangan menjalankan unit dengan posisi vessel masih terangkat.

84
BERANI BICARA UNTUK CEGAH BAHAYA

1. Berani berbicara di pertemuan keselamatan


2. Berani Menyampaikan kendala yang dihadapi kepada pengawas
3. Berani melaporkan KTA dan TTA kepada pengawasnya
4. Berani mengeluarkan usulan/masukan tentang keselamatan
kepada pengawasnya

99
Penimbunan area kering

Bila terjadi retakan maka dumping dilakukan dengan jarak


5 meter untuk unit CAT 789 dan 4 meter untuk unit CAT
785/CAT777/HD785/HD465 pada crestline retakan yang
paling jauh dari crestline disposal.

Made by D.L Sinan


86
Penimbunan area genangan air
1. Beda tinggi bench disposal tidak lebih
dari 5 meter
2. Jarak penimbunan dari crestline
disposal adalah 10 meter.
3. Harus dibuat bundwall sesuai
persyaratan dengan tidak
meninggalkan cekungan
4. Bila terdapat retakan pada lereng
retakan maka penimbunan dilakukan
minimal 10 meter dari crestline
retakan.
5. Spreading material timbunan
dilakukan oleh dozer dan disesuaikan
dengan hauler terbesar.

Made by D.L Sinan


87
Penimbunan area rawa

Made by D.L Sinan


88
Penimbunan area rawa
1. Sebelum dumping, dilakukan pembersihan vegetasi (potongan
pohon, kayu dan ranting) disekitar area rawa yang akan menjadi Disposal.
2. Dumping dengan ketinggian timbunan tidak lebih dari 2 m dari permukaan
material endapan rawa.
3. Dumping dengan ketinggian dari permukaan rawa lebih dari 2 m dengan metode
per-layer dimana 1 layer tidak lebih dari 2 m dengan jarak dumping minimal 20 m
dari crestline lereng.
4. Spreading material timbunan oleh dozer ke arah lereng.
5. Bila terdapat retakan pada lereng timbunan maka dumping dilakukan minimal 20
m dari titik retakan terjauh dari crestline lereng hingga retakan yang ada telah
hilang.
6. Elevasi final Disposal di area endapan rawa tidak lebih dari 5 m dengan mengikuti
langkah-langkah pada poin atau langkah sebelumnya.
7. Untuk elevasi dumpingan, kelebihan dari 5 meter harus melalui kajian Geoteknik.
8. Operator baru atau masih pada masa OJT tidak diperbolehkan melakukan
penimbunan di Area Rawa

Made by D.L Sinan


89
DUMPING DIHOPPER DAN ROOM

90
DUMPING DI HOPPER DAN ROOM

Sesuai arahan CPP Supervisor, Operator DT melakukan dumping ke hopper crusher


dengan terlebih dahulu memastikan:
[Link] Traffic light (merah dan hijau) aktif
b. Jalan rata, tidak berdebu dan tidak becek
c. Ketinggian stopper baik
Dumping dilakukan jika traffic light berwarna hijau dan berhenti dumping jika traffic
light berwarna merah.
Lakukan mundur dengan kecepatan rendah sampai roda belakang rapat dengan stooper
Jangan menabrak stooper saat mundur.
Turunkan vessel dump truck pada posisinya sesaat setelah selesai dumping dan pastikan
vessel tersebut telah turun sempurna sebelum meninggalkan lokasi dumping.

91
DUMPING DIHOPPER DAN ROOM

Pengawas Penumpukan mengarahkan Operator DT ke lokasi ROM sesuai rencana


forecast atau arahan CPP Supervisor.
Jika dumping di level bawah pastikan area dumping rata, tidak becek dan penerangan
cukup.
Jika dumping di level atas, pastikan sekeliling area dumpingan sudah dilengkapi tanggul/
bund wall (min. 3/4 unit terbesar atau paling tidak 1 m) serta penerangan yang cukup
(standar pencahayaan).
Operator DT melakukan penumpukan batu bara ke area ROM (Run of Mine). Kecepatan
unit maksimal 20 km/jam.
Pastikan tumpukan batu bara yang di dumping rapat dengan tumpukan batu bara yang
sudah ada atau sesuai petunjuk Pengawas Penumpukan.
Turunkan vessel dump truck pada posisinya sesaat setelah selesai dumping dan pastikan
vessel tersebut telah turun sempurna sebelum meninggalkan lokasi dumping.

92
PARKIR UNIT

5 meter 5 meter

1/2 x panjang unit

• Parkir diarea yang mudah dijangkau


• Parkir diarea yang telah ditentukan
• Jangan parkir ditikungan, persimpangan dan badan jalan, kecuali keadaan
darurat.
• Jarak parkir antar unit minimal1/2 x panjang unit dan 5 meter menyamping
• Netralkan tuas transmisi dan aktifkan parking brake.
• Jika parkir ditanjakan atau turunan saat darurat, arahkan roda ketanggul terdekat
• Hidupkan lampu hazard jika parkir dalam keadaan darurat.
93
PARKIR UNIT
Untuk kendaraan yang akan parkir di sekitar
unit yang beroperasi, harus memenuhi
ketentuan sebagai berikut:
a) Jarak dari samping unit minimal 30
meter.
b) Jarak dari belakang unit minimal 50
meter.
c) Jarak dari depan unit minimal 20 meter.
d) Di luar radius swing area crane atau
excavator.
e) Posisi parkir kendaraan diketahui oleh
operator atau driver unit yang sedang
parkir.
f) Kendaraan diperbolehkan untuk
mendekati unit untuk menurunkan alat
dan bahan kerja dan kemudian parkir
sesuai ketentuan aman jarak parkir.

94
UNIT BREAKDOWN DI JALAN

• Pemasangan penanda unit breakdown sesaat setelah unit


breakdown sebagai batas aman yang diletakkan di depan dan
belakang unit sejauh 50 meter dari unit breakdown di Hauling
Road, 30 meter dari unit breakdown di mine road wajib
memenuhi semua kriteria sebagai berikut:
• Safety cone diletakkan sejajar dengan sisi kanan unit.
• Rambu portable penanda unit breakdown di Hauling Road.
• Dumpingan material di belakang unit khusus di mine road.

• Ada Pengatur lalu lintas yang bertugas menjaga komunikasi


secara aktif dengan unit yang akan melintasi unit breakdown
tsb

95
REVIEW INSIDEN DI AREA
PT. BERAU COAL

96
97
98
BERANI BICARA UNTUK CEGAH BAHAYA

1. Berani berbicara di pertemuan keselamatan


2. Berani Menyampaikan kendala yang dihadapi kepada pengawas
3. Berani melaporkan KTA dan TTA kepada pengawasnya
4. Berani mengeluarkan usulan/masukan tentang keselamatan
kepada pengawasnya

99
kami pemberi materi
“ mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyampaian “

TERIMA KASIH
Made by D.L Sinan
100

Anda mungkin juga menyukai