KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
HUKUM TANAH,
HAK ATAS TANAH DAN PENDAFTARAN TANAH
Dr. Andi Tenrisau, S.H., [Link].
Peningkatan Kualitas PPAT Tahun 2022
Jakarta, 16 dan 20 Desember 2022
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN @[Link].9
OUTLINE PAPARAN
1. PENGATURAN HAK PENGUASAAN 5. PEMBEBANAN HAK
ATAS TANAH
2. STATUS TANAH DI INDONESIA MATERI MUATAN UUCK DI
6.
BIDANG TATA RUANG DAN
PERTANAHAN
PENDAFTARAN TANAH PERTAMA
3.
KALI PERKEMBANGAN TERBARU
7.
HUKUM TANAH DI INDONESIA
4. PEMELIHARAAN DATA (DATA
FISIK DAN DATA YURIDIS)
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 2
DASAR HUKUM HAK ATAS TANAH DAN PENDAFTARAN TANAH
1. Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.
2. Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
3. Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.
4. Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun dan
Pendaftaran Tanah.
5. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2021 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
6. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2021 tentang Tanah Telantar.
7. Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
8. Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Ketidaksesuaian Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin
dan/atau Hak Atas Tanah.
9. Peraturan Pemerintah No. 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 3
I. PENGATURAN HAK PENGUASAAN ATAS TANAH
Pasal 33 ayat (3) UUD Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
1945 negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
Mengatur dan menyelenggarakan
peruntukan, penggunaan, persediaan dan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (KKPR:
pemeliharaan bumi, air dan ruang angkasa Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang)
tersebut
Hak Menguasai
Menentukan dan mengatur hubungan-
Negara hubungan hukum antara orang-orang Pemberian Hak Atas Tanah
Pasal 2 ayat (2) UUPA dengan bumi, air dan ruang angkasa
❑ Perbuatan hukum peralihan hak :
Menentukan dan mengatur hubungan-
Jual beli, hibah, wasiat
hubungan hukum antara orang-orang dan
perbuatan hukum yang mengenai bumi, air ❑ Peristiwa hukum peralihan hak: waris
dan ruang angkasa
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 4
II. STATUS TANAH DI INDONESIA
Tanah Hak Tanah Negara Meliputi:
Tanah yang telah dipunyai dengan ▪ Tanah yang ditetapkan Undang-Undang atau
sesuatu Hak Atas Tanah baik yang Penetapan Pemerintah
sudah terdaftar maupun belum ▪ Tanah reklamasi
terdaftar ▪ Tanah timbul
▪ Tanah yang berasal dari pelepasan/penyerahan hak
Tanah Negara atau Tanah yang langsung dikuasai ▪ Tanah yang berasal dari pelepasan kawasan hutan
oleh Negara adalah:
▪ Tanah Telantar
• Tanah yang tidak dilekati dengan sesuatu Hak
Atas Tanah, bukan tanah wakaf, bukan tanah ▪ Tanah hak yang berakhir jangka waktunya serta
ulayat dan/atau bukan merupakan asset tidak dimohon Perpanjangan dan/atau Pembaruan
BMN/BMD ▪ Tanah hak yang jangka waktunya berakhir dan
(Pasal 1 angka 2 PP 18/2021) karena kebijakan Pemerintah Pusat tidak dapat
• Keseluruhan bidang tanah di wilayah NKRI diperpanjang
yang tidak dipunyai oleh suatu hak oleh pihak ▪ Tanah yang sejak semula berstatus Tanah Negara
lain
* Pasal 2 ayat (3) PP Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan,
(Pasal 2 ayat (1) PP 18/2021) Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun dan Pendaftaran Tanah
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 5
II. STATUS TANAH DI INDONESIA (Lanjutan)
Status tanah sebelum dan sesudah UUPA
(UU No. 5 Tahun 1960 jo PP No. 10/1961 jo. PMA No. 2 Tahun 1960)
UUPA
24/9/1960
Hukum Agraria Hindia Belanda Hukum Agraria Nasional
Sebelum Setelah
UUPA UUPA
Hak-hak yang didaftar menurut Overschrijvings- 1. Hak Milik
ordonnantie: 2. Hak Guna Usaha
1. Hak Eigendom, 3. Hak Guna Bangunan
2. Hak Erfpacht, 4. Hak Pakai
3. Hak Opstal, 5. Hak Pengelolaan
4. Hak Gebruik dan Vruchtgebruik, 6. Hak Tanggungan
7. Hak Milik Satuan Rumah
Hak-hak yang tidak didaftar menurut Overschrijvings- Susun
ordonnantie (karena berstatus tanah milik adat):
8. Wakaf
1. Hak Agrarisch Eigendom
2. Hak Gogolan, Pekulen Atau Sanggan
3. Hak Concessie
4. Grant Controleur
5. Bruikleen
6. Gamgam Bauntiq
7. Anggaduh
8. Bengkok
9. Lungguh/Pituwas konversi
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 6
II. STATUS TANAH DI INDONESIA (Lanjutan)
KEPASTIAN HUKUM BUKTI HAK LAMA
(Pasal 95-Pasal 98 PP Nomor 18 Tahun 2021)
❑ Alat bukti tertulis Tanah bekas hak barat dinyatakan tidak berlaku dan statusnya menjadi
Tanah yang Dikuasai Langsung oleh Negara.
❑ Pendaftaran Tanah bekas hak barat mendasarkan pada surat pernyataan penguasaan fisik
yang diketahui 2 (dua) orang saksi dan bertanggung jawab secara perdata dan pidana,
yang menguraikan:
a. Tanah tersebut adalah benar milik yang bersangkutan bukan milik orang lain dan
statusnya adalah Tanah yang dikuasai langsung oleh Negara bukan Tanah bekas milik
adat;
b. Tanah secara fisik dikuasai;
c. penguasaan tersebut dilakukan dengan iktikad baik dan secara. terbuka oleh yang
bersangkutan sebagai yang berhak atas Tanah; dan
d. penguasaan tersebut tidak dipermasalahkan oleh pihak lain.
❑ Alat bukti tertulis Tanah bekas milik adat yang dimiliki oleh perorangan wajib didaftarkan
dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) tahun sejak berlakunya Peraturan Pemerintah ini
(diundangkan tanggal 2 Februari 2021)
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 7
III. PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI
A. Definisi dan Tujuan Pendaftaran Tanah
1
5 Rangkaian
kegiatan yang 2
dilakukan
Mengenai bidang pemerintah
tanah & Sarusun,
termasuk tanda Terus-menerus
bukti hak, serta Berkesinambun
Hak-hak yang Kepastian & Perlindungan Hukum gan dan Teratur
membebani
Tujuan
Tersedianya Informasi
Tertib Administrasi Pertanahan
Pul, Olah,
Buku, Saji &
Peta dan
4 Daftar
pelihara data 3
fisik dan
yuridis
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 8
B. Kondisi Pendaftaran Tanah
Diluncurkan oleh Pemerintah mulai PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP
Tahun 2017, PTSL menjadi program Kegiatan Pendaftaran Tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak bagi semua objek
Pendaftaran Tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia dalam satu wilayah desa/kelurahan atau
strategis nasional guna percepatan nama lainnya yang setingkat dengan itu, yang meliputi pengumpulan data fisik dan data yuridis
Pendaftaran Tanah mengenai satu atau beberapa objek Pendaftaran Tanah untuk keperluan pendaftarannya
s.d. 2016 2017 s.d. 2022 On Progress ▪ Kemudahan Syarat dengan
mendasarkan pada
▪ 43% Terdaftar
36,5% ▪ 29% Sertipikat
20,5%
pernyataan penguasaan fisik
bidang tanah
▪ Percepatan Jangka Waktu
▪ Kepastian Penyelesaian
▪ 54 Juta Bidang Didaftarkan
46 Juta Bidang ▪ 36,5 Juta Bidang 26 Juta Bidang
Disertipikatkan
Kegiatan PTSL Bersifat Yuridis
Administratif yaitu setelah
126 Juta Bidang syarat terpenuhi secara fisik dan
yuridis maka dapat diterbitkan
▪ s.d. tahun 2016, tanah terdaftar baru 46 Juta Bidang atau hanya 36,5 persen hak atas tanah
▪ Apabila menggunakan sistem lama, maka dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk
mencapai pendaftaran lengkap
▪ Dengan PTSL, capaian 6 tahun terakhir sebanyak 54 Juta Bidang Didaftar dan 36,5 Juta Bidang
disertipikatkan
▪ Total Bidang Tanah terdaftar saat ini sebanyak 100,17 Juta Bidang (79,5%) dan telah bersertipikat
sebanyak 82,6 Juta Bidang (65,6%)
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 9
C. Pendaftaran Tanah di Indonesia
Sistem Pendaftaran Tanah
Sistem Publikasi Neagatif dimana pihak yang namanya tercantum sebagai pemegang hak dalam buku tanah dan sertipikat
hak atas tanah masih dimungkinkan adanya gugatan dari pihak lain yang merasa memiliki tanah tersebut
Penyelenggara Pendaftaran
Tanah Jaminan Kepastian Hukum
Kementerian ATR/BPN.
Kebenaran data fisik dan data yuridis
Pelaksana
Kepala Kantor Pertanahan yang
Subyek hak : Pemilik/pemegang hak
dibantu oleh PPAT dan Pejabat Lain
Kepastian Obyek hak : Batas-batas dan luas bidang
hukum tanah
Jenis hak : hak-hak atas tanahnya
Sangat tergantung pada alat bukti kepemilikan
tanah
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 10
D. Pelaksanaan Pendaftaran Tanah PENETAPAN
Pendaftaran Tanah PEMERINTAH
Pertama Kali
(Initial Registration) UNDANG-UNDANG
(KONVERSI)
Pendaftaran
Tanah
PERBUATAN
Pemeliharaan Data HUKUM
Pendaftaran Tanah
(Maintenance) PERISTIWA HUKUM
• Satuan wilayah tata usaha Pendaftaran Tanah adalah desa atau kelurahan
• Satuan wilayah tata usaha Pendaftaran Tanah Hak Guna Usaha, Hak pengelolaan, hak tanggungan dan Tanah Negara
adalah Kabupaten/Kota
• Pendaftaran tanah pertama kali harus memenuhi 3 unsur data :
1. Data administrasi yaitu kelengkapan berkas persyaratan dari pemohon
2. Data Fisik yaitu data mengenai letak, luas dan batas bidang tanah serta penguasaan fisik di lapangan
3. Data yuridis yaitu data status kepemilikan bidang tanah berdasarkan alat buktinya
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 11
E. Pembuktian Hak Baru
❑ Surat Keputusan pemberian hak oleh Pejabat yang berwenang :
➢ HM, HGB, HP atas tanah yang berasal dari tanah negara/ tanah HPL;
➢ HGU atas tanah negara;
➢ HPL atas tanah negara.
❑ Akta PPAT :
➢ Akta Pemberian HGB dan HP di atas HM;
➢ Akta Pemberian Hak Tanggungan.
❑ Akta ikrar Wakaf (PPAIW) untuk tanah wakaf :
➢ Tanah wakaf berasal dari sertifikat HM, proses pendaftarannya berdasarkan akta ikrar wakaf;
➢ Tanah wakaf berasal dari tanah negara, proses pendaftarannya melalui keputusan penetapan tanah
wakaf;
➢ Tanah wakaf berasal dari bekas hak milik adat, proses pendaftarannya melalui konversi
penegasan/pengakuan tanah wakaf
❑ Akta Pemisahan (pertelaan yang disahkan Bupati/Walikota):
➢ Hak Milik atas satuan rumah susun
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 12
F. Pembuktian Hak Lama
1. Bukti lengkap
Dokumen asli yang membuktikan adanya hak :
• Groose hak eigendom yang diterbitkan sejak berlakunya UUPA, sampai tanggal pendaftaran dilaksanakan menurut PP 10 Tahun 1961 di daerah
yang bersangkutan
• Surat bukti hak milik yang diterbitkan berdasarkan Peraturan Swapraja yang bersangkutan
• Sertifikat HM yang diterbitkan berdasarkan PMNA No. 9 Tahun 1959, atau
• SK Pemberian HM dari pejabat yang berwenang, baik sebelum ataupun sejak berlakunya UUPA, yang tidak disertai kewajiban untuk
mendaftarkan haknya, tetapi telah dipenuhi kewajiban yang disebut di dalam Surat Keputusannya
• Petuk Pajak Bumi/Landrete, girik, kekitir dan Verponding Indonesia sebelum berlakunya PP No. 10 Tahun 1961
• Akta pemindahan hak yang dibuat di bawah tangan, yang dibubuhi tanda tangan Saksi Kepala Adat/Kepala Desa/Kelurahan, yang dibuat
sebelum berlakunya PP ini, dengan disertai alas hak yang dialihkan
• Akta ikrar wakaf/Surat Ikrar wakaf yang dibuat sebelum atau sejak mulai dilaksanakan PP No. 28 Tahun 1977, dengan disertai alas hak yang
diwakafkan
• Risalah Lelang yang dibuat oleh Pejabat Lelang yang berwenang, yang tanahnya belum dibukukan, dengan disertai alas hak yang dialihkan
• Surat penunjukan atas pembelian kaveling tanah pengganti tanah, yang diambil oleh Pemerintah atau Pemda
• Surat Keterangan Riwayat Tanah yang pernah dibuat oleh Kantor PBB dengan disertai alas hak yang dialihkan
• Lain-lain bentuk alat pembuktian tertulis dengan nama apapun juga sebagaimana dimaksud dalam Pasal II, VI dan VII Ketentuan Konversi
UUPA
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 13
F. Pembuktian Hak Lama (Lanjutan)
2. Bukti tidak lengkap
Apabila bukti kepemilikan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) tidak lengkap/tidak ada, dapat dilakukan dengan bukti lain misalnya bukti kwitansi
pembelian tanah akta jual beli, pembayaran PBB, dll yang dilengkapi dengan pernyataan yang bersangkutan, dan keterangan yang dapat dipercaya
dari sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi dari masyarakat setempat, yang tidak mempunyai hubungan keluarga dengan yang bersangkutan, dan
membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah pemilik tanah tersebut.
3. Bukti tidak ada sama sekali
a) Surat pernyataan dari pemohon yang menyatakan:
• Bahwa penguasaan tanah itu telah dilakukan dengan iktikad baik;
• Bahwa penguasaan tanah itu tidak pernah diganggu gugat, dan karena itu dianggap diakui dan dibenarkan oleh masyarakat hukum adat
atau desa/kelurahan yang bersangkutan;
• Bahwa secara fisik tanahnya secara nyata dikuasai dan digunakan sendiri oleh pihak yang bersangkutan;
• Bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa;
• Bahwa pemohon telah menguasai secara nyata bahwa tanah yang bersangkutan selama 20 tahun atau lebih secara berturut-turut, atau
telah memperoleh penguasaan itu dari pihak atau pihak-pihak lain yang telah menguasainya, sehingga waktu penguasaan pemohon dan
pendahulunya tersebut bejumlah 20 tahun atau lebih.
• Bahwa apabila pernyataan tersebut memuat hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan, penandatangan bersedia dituntut di muka Hakim
secara pidana maupun perdata, karena memberikan keterangan palsu.
b) Keterangan dari kepala Desa/Lurah dan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi yang kesaksiannya dapat dipercaya, karena fungsinya sebagai
tetua adat setempat dan/atau penduduk yang sudah lama bertempat tinggal di desa/kelurahan letak tanah yang bersangkutan, dan tidak
mempunyai hubungan keluarga dengan pemohon sampai derajat kedua, baik dalam kekerabatan vertikal maupun horizontal, yang
membenarkan apa yang dinyatakan oleh pemohon dalam surat pernyataaan di atas.
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 14
IV. PEMELIHARAAN DATA (DATA FISIK DAN DATA YURIDIS)
PEMELIHARAAN DATA PENDAFTARAN TANAH
▪ Pemeliharaan data pendaftaran tanah adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk menyesuaikan data fisik dan data yuridis
dalam peta pendaftaran, daftar tanah, daftar nama, surat ukur, buku tanah, dan sertipikat dengan perubahan-perubahan
yang terjadi kemudian.
▪ Pemegang hak yang bersangkutan wajib mendaftarkan perubahan tersebut kepada Kantor Pertanahan.
A. PERUBAHAN DATA YURIDIS
1) Terjadi pembebanan hak baik dengan hak atas tanah lain atau dengan hak tanggungan
(dibuktikan dengan APHT) dan peralihan HT
1 Perubahan status hak
2) Perubahan data pendaftaran tanah berdasarkan Putusan atau Penetapan Pengadilan
3) Pembaharuan HAT dan hapusnya Hak atas tanah
1) Peristiwa hukum, yang dibuktikan dengan adanya surat keterangan kematian dan surat
keterangan waris
2 Perubahan Pemegang Hak 2) Pemindahan hak melalui Jual-Beli, Tukar-Menukar, Hibah, Inbreng, dibuktikan dengan Akta
PPAT, untuk Lelang dibuktikan dengan Risalah Lelang yang dibuat oleh Pejabat Lelang
3) Pembagian Hak Bersama dan Perubahan nama pemegang hak
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 15
B. Perubahan Data Fisik
❑ Atas permintaan pemiliknya, bidang tanah yang sudah bersertipikat dapat
dipisahkan sebagian atau beberapa bagian, kemudian menjadi bidang baru
yang status hukumnya sama dengan bidang tanah semula
Pemisahan Bidang ❑ Harus dilakukan pengukuran terlebih dahulu dan masing-masing bidang
memiliki NIB
❑ Pada sertipikat induk diberikan catatan mengenai luas tanah semula yang
dikurangi dengan bidang yang dipisahkan pada Nomor Surat Ukur dan
Nomor Hak ditambah kata “sisa”
Pemecahan Bidang
Atas permintaan pemiliknya, bidang tanah yang sudah bersertipikat dipecah habis menjadi
Penggabungan Bidang beberapa bagian yang masing-masing mempunyai NIB sendiri dan merupakan satuan bidang
tanah baru dengan status hukum yang sama, sehingga masing-masing dibuatkan sertipikat
baru dan sertipikat semula dimusnahkan
Status tanahnya Pemegang
sama Perbedaan Pemisahan dan Pemecahan Bidang
haknya sama
1 2
Persyaratan Pemecahan Pemisahan
Tidak terdapat
3 4 Semua bagian dari bidang tanah semula tidak lagi Masih ada sebagian dari bidang tanah semula yang tidak berubah
Letaknya beban lain pada
hak atas tanah mempunyai identitas lama identitasnya, kecuali luas dan batas-batasnya
berbatasan
Masing-masing bidang tanah pecahannya ▪ Bidang tanah hasil pemisahan dibuatkan sertipikat baru dgn
Masing-masing sertipikat hak atas tanah asal kemudian dibuatkan sertipikat baru dan sertipikat semula status hak yang sama
dimusnahkan dan dibuat satu sertipikat baru untuk satu bidang dimusnahkan ▪ Bidang tanah yang dipisahkan tetap berlaku dengan luas “sisa”
tanah dari pemisahan
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 16
V. PEMBEBANAN HAK
PENGGUNAAN DOKUMEN ELEKTRONIK
UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Pasal 147
Tanda bukti hak atas tanah, hak milik atas satuan rumah susun, hak pengelolaan, dan Hak
Tanggungan, termasuk akta peralihan hak atas tanah dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan
tanah dapat berbentuk elektronik
PENDAFTARAN HAK TANGGUNGAN
PP Nomor 18 Tahun 2021 Pasal 86
Pendaftaran hak tanggungan dilakukan oleh Kantor Pertanahan secara elektronik paling lama 7
(tujuh) hari kalender setelah dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran hak tanggungan
dinyatakan memenuhi syarat.
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 17
V. PEMBEBANAN HAK (Lanjutan)
HAK TANGGUNGAN ELEKTRONIK
Jenis Layanan
Memenuhi asas keterbukaan, ketepatan
waktu, kecepatan,kemudahan dan
keterjangkauan dalam rangka pelayanan 1. Pendaftaran Hak Tanggungan
publik,serta untuk menyesuaikan 2. Roya
perkembangan hukum, teknologi 3. Cessie
4. Subrogasi
5. Ganti Nama
Memperkenalkan domisili elektronik yaitu
domisili pihak terkait berupa alamat surat
elektronik dan/atau nomor telepon seluler Proses & Pelaksana HT Elektronik
yang telah terverifikasi.
No LANGKAH APLIKASI AKTOR
1 Pengecekan Sertipikat E PPAT
Menggunakan TTE
2 Pembuatan Akta Pemasangan Hak Tanggungan E PPAT
3 Pendaftaran Berkas Hak Tanggungan E KREDITUR
Menggunakan Warkah Elektronik 4 Pemeriksaan Berkas Hak Tanggungan E KANTAH
5 Penerbitan HT E KREDITUR
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 18
VI. MATERI MUATAN UUCK DI BIDANG PERTANAHAN DAN TATA RUANG
Undang-Undang Cipta Kerja Peraturan Terdampak
BAB III PENINGKATAN
EKOSISTEM INVESTASI DAN
KEGIATAN BERUSAHA
1. Penyelenggaraan Penataan Diubah:
Ruang 1. UU 26/2007 tentang Penataan Ruang (diubah)
2. UU 32/2014 tentang Kelautan
Dicabut:
1. PP 15/2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
2. PP 62/2020 tentang Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil Terluar
3. PP 8/2013 tentang Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang
2. Penyelesaian Ketidak sesuaian Pengaturan Baru:
Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin 1. Penyelesaian Batas Daerah;
dan/atau Hak Atas Tanah 2. penyelesaian Ketidaksesuaian RTRWP, RTRWK, Kawasan Hutan, Izin, Konsesi, Hak Atas Tanah, dan/atau
Hak Pengelolaan;
3. Penyelesaian Ketidaksesuaian Garis pantai dengan Hak Atas Tanah, Hak Pengelolaan, dan/atau perizinan
terkait Kegiatan yang Memanfaatkan Ruang Laut;
4. Penyelesaian Ketidaksesuaian antara RTRL, RZ KSNT, RZ KAW, danf atau RZWP-3-K dengan perizinan
terkait Kegiatan yang Memanfaatkan Ruang Laut; dan
5. Kelembagaan dan tata kelola penyelesaian Ketidaksesuaian Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin, Konsesi, Hak
Atas Tanah, dan/atau Hak pengeloiaan.
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 19
Undang-Undang Cipta Kerja Peraturan Terdampak
BAB VIII PENGADAAN TANAH
1. Pengadaan Tanah Diubah:
1. UU 2/2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
Diubah: Pasal 8, Pasal 10, Pasal 14, Pasal 19,, Pasal 24, Pasal 34, Pasal 36, Penjelasan Pasal 40, Pasal 42 dan Pasal 46.
Ditambah: diantara Pasal 19 dan Pasal 20 disisipkan 3 (tiga) Pasal yaitu Pasal 19A, Pasal 19B dan Pasal 19C.
2. UU 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan (Pasal 44 dan 73)
Dicabut:
1. Perpres 71/2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
2. Perpres 148/2015 tentang Perubahan Keempat Perpres 71/2012
2. Pertanahan
Pengaturan baru:
1. Bank Tanah, dan Hak Pengelolaan,dan Pemberian Hak Atas Tanah pada Ruang Atas dan Ruang Bawah Tanah.
Dicabut:
1. PP 40/1996 tentang HGU, HGB dan Hak Pakai
2. PP 103/2015 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian Oleh Orang Asing yang berkedudukan di Indonesia.
3. PP 24/1997 tentang Pendaftaran Tanah (Pasal 26 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (1))
BAB XIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pengaturan Baru:
Kawasan Terlantar (selain tanah telantar)
Kawasan dan Tanah Terlantar
Dicabut:
PP 11/2010 tentang Pendayagunaan Tanah Telantar
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 20
Terobosan Hukum di Bidang Tata Ruang dan Pertanahan Pasca UUCK
Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja melakukan sinkronisasi dan terobosan hukum di
bidang Tata Ruang dan Pertanahan:
1. Memperkuat konsep Hak Pengelolaan dan memperjelas pengaturan Hak Atas Tanah (PP 18 Tahun 2021
tentang Hak Pengelolaan, hak Atas Tanah, Sarusun dan Pendaftaran Tanah
dan PP 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah):
a) Memperkuat konsep Hak Pengelolaan
b) Pengaturan Hak Atas Tanah pada permukaan bumi
c) Pengaturan Hak Atas Tanah pada Ruang Atas Tanah (RAT) dan Ruang Bawah Tanah (RBT)
d) Pendaftaran Tanah secara elektronik
e) Pembentukan Bank Tanah (PP 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah)
2. Menyelesaikan permasalahan pelaksanaan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
(PP 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan Umum)
3. Menyelesaikan objek tanah terlantar termasuk Kawasan terlantar (PP 20 Tahun 2021 tentang Penertiban
Kawasan dan Tanah Terlantar)
4. Menyelesaikan permasalahan-permasalahan penataan ruang (PP 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan
Penataan Ruang)
5. Menyelesaikan ketidaksesuaian antara Kawasan Hutan, Izin, Konsesi, Hak Atas Tanah dan/atau Hak
Pengelolaan. (PP 43 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Ketidakseuaian antara Tata Ruang, Kawasan Hutan, izin
dan/atau Hak Atas tanah)
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 21
VII. PERKEMBANGAN HUKUM TANAH DI INDONESIA
A. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021
tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah
OVERVIEW PENGUATAN HAK PENGELOLAAN (HPL)
▪ Diatas Tanah HPL Dapat diberikan hak Atas Tanah
SATUAN RUMAH SUSUN
▪ Penerapan Asas Pemisahan Horisontal atas
Kepemilikan Sarusun Orang Asing
▪ Hak Guna Usaha jangka waktu pemberian, perpanjangan
TEROBOSAN PENGUATAN dan pembaharuan 35+25+35 tahun ▪ HGB Sarusun diatas tanah Tanah Negara
PERTANAHAN DALAM UU ▪ Hak Guna Bangunan jangka waktu pemberian, dapat diberikan perpanjangan sekaligus
setelah diterbitkan Surat Laik Fungsi (SLF)
perpanjangan dan pembaharuan 30+20+30 tahun
CIPTA KERJA DAN PP HAK ▪ HGB sarusun di atas tanah negara dan HPL dapat ▪ HGB Sarusun diatas tanah HPL dapat
PENGELOLAAN, HAK ATAS diberikan sekaligus dengan syarat tertentu diberikan perpanjangan dan pembaharuan
▪ setelah diterbitkan Surat Laik Fungsi (SLF)
TANAH, SATUAN RUMAH HGB di atas HPL dapat dimohon perpanjangan dan
pembaharuan dengan syarat tertentu
SUSUN DAN PENDAFTARAN ▪ Hak Pakai Bangunan jangka waktu pemberian, PENGGUNAAN DOKUMEN ELEKTRONIK
TANAH perpanjangan dan pembaharuan 30+20+30 tahun
DALAM PENYELENGGARAAN PENDAFTARAN TANAH
▪ HGU, HGB dan Hak Pakai setelah pemberian,
perpanjangan dan pembaharuan habis jangka waktunya ▪ Tanda bukti hak termasuk akta peralihan
maka tanah menjadi dikuasai langsung oleh negara atau hak dan dokumen lainnya yang berkaitan
HPL dengan tanah dapat berbentuk elektronik
▪ Tanah yang langsung dikuasai negara setelah habis ▪ Penerapan Penyelenggaraan Pendaftaran
pemberian, perpanjangan dan pembaharuan dapat Tanah berbasis elektronik
diberikan hak prioritas kepada bekas pemengang hak
dengan syarat tertentu (Penataan P4T + syarat tertentu)
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 22
Sarusun WNA
Hak Pengelolaan dapat diberikan HGB
kepada: Diatas HPL
Sepanjang tugas Hak Guna
a. instansi Pemerintah Pusat; Tanah Ulayat (Pemberian,
pokok dan Usaha
b. Pemerintah Daerah; Perpanjangan
c. Badan bank tanah; fungsinya Kawasan Hutan Pembaharuan :
d. BUMN/BUMD; langsung (Pelepasan) 80 tahun)
e. BHMN/BHMD; atau
berhubungan
f. Badan hukum yang ditunjuk oleh dengan Diatas tanah negara
Pemerintah Pusat pengelolaan (Perpanjangan
tanah sekaligus : 50 tahun)
Pengadaan
▪ Dikerjasamakan Didasarkan pada
dengan perjanjian Tanah Tanah
karakteristik Hak Pakai
pemanfaatan tanah peruntukan dan Terlantar (Pembebasan)
dengan Pihak Ketiga kemanfaatan tertentu Diberikan Hak Milik
▪ Dikenakan tarif secara wajar TANAH HAK (HPL dilepas)
dan/atau uang wajib
tahunan Tanah PENGELOLAAN
Reklamasi Diberikan diatas HPL adalah hak menguasai dari negara yang
▪ Kepastian hukum tanah ulayat, HPL dapat diberikan tanah negara atau
kepada Kesatuan Masyarakat Hukum Adat yang kewenangan pelaksanaannya Sebagian
tanah ulayat
sudah diakui keberadaanya dengan Perda dilimpahkan kepada pemegang hak
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 23
HAK ATAS TANAH PADA RUANG ATAS TANAH DAN RUANG BAWAH TANAH
HAT pada RAT HGB di atas HPL HP di atas HPL
Diperlukan izin dari Kementerian KKP
HGU di atas HPL
HAT pada RAT HAT pada permukaan Bumi
HAT pada
Permukaan Bumi/
Tanah
HPL HPL
RBT Dangkal
RBT Dangkal
30 m 30 m
> 30 m > 30 m
RBT Dalam
RBT Dalam
HAT pada RBT
HAT pada Ruang Bawah Tanah Dalam
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 24
B. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021
Tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
1 2 3
Pengadaan Tanah dalam kawasan Pengaturan Proses Pengadaan Tanah Jangka waktu berlakunya Penetapan
hutan melalui mekanisme perubahan dalam Kawasan Hutan, Lahan Lokasi (Penlok) diberikan selama 3
peruntukan atau pelepasan kawasan Pertanian/LP2b, Tanah Kas Desa, (tiga) tahun dan dapat diperpanjang
hutan Tanah Wakaf, Tanah Asset dan Tanah tanpa memulai proses dari awal
Negara
4 5 6
Perubahan status tanah dilakukan Kementerian ATR/BPN membantu Pengadilan Negeri wajib menerima
sampai dengan penetapan lokasi instansi yang memerlukan tanah penitipan ganti kerugian dalam 14
dalam penyusunan DPPT (Dokumen hari
Perencanaan Pengadaan Tanah);
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 25
7 8 9
Tambahan 6 (enam) Jenis Kepentingan Umum:
1. kawasan Industri Hulu dan Hilir Minyak dan Gas 1. Bentuk Ganti kerugian untuk
2. kawasan Ekonomi Khusus tanah Wakaf/TKD (nilai hasil
3. kawasan Industri
penilaian Penilai atas harta
4. kawasan Pariwisata
5. kawasan Ketahanan Pangan Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah benda wakaf yang diganti.
6. kawasan pengembangan teknologi Skala Kecil oleh Bupati/Walikota 2. Nilai Ganti Kerugian
(yang diprakarsai dan/atau dikuasai oleh Pemerintah bersifat Final dan Mengikat
Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, atau BUMD)
10 11 12
Pelibatan Pengguna dan Pengelola Inventarisasi dan Identifikasi untuk Pengadaan Tanah untuk PSN dapat
BMN dalam Konsultasi Publik Satgas A dan B dapat dilakukan oleh dilakukan oleh Badan Usaha
Surveyor/Penyurvei Berlisensi
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 26
C. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Terlantar
Sebelum UU 11/2020 Sesudah UU 11/2020
Inventarisasi, Identifikasi, dan Penelitian dilakukan terhitung mulai 3 tahun Inventarisasi dilakukan terhitungmulai 2 (dua) tahun sejak diterbitkannya
sejak diterbitkan HAT atau sejak berakhirnya DPAT HAT, Hak Pengelolaan, atau DPAT
• Peringatan I (1 bulan) • Peringatan I (90 hari kalender)
• Peringatan II (1 bulan) • Peringatan II (45 hari kalender)
• Peringatan III (1 bulan) • Peringatan III (30 hari kalender)
• Tanah yang diterlantarkan > 25% dan < 100% mengakibatkan hapusnya Sebagian tanah yang ditelantarkan mengakibatkan hapusnya HAT atau Hak
HAT secara keseluruhan dan kepada bekas Pemegang Hak diberikan Pengelolaan pada bagian yang ditelantarkan namun tidak mengakibatkan
kembali sebagian tanah yg benar-benar diusahakan, dipergunakan, dan hapusnya HAT atau Hak Pengelolaan pada bagian tanah yang tidak
dimanfaatkan melalui prosedur pengajuan permohonan HAT ditelantarkan
• Tanah yg diterlantarkan ≤ 25% mengakibatkan hapusnya HAT pada bagian
yg diterlantarkan dan selanjutnya Pemegang Hak mengajukan
permohonan revisi luas bidang tanah
Pendayagunaan melalui: Pendayagunaan melalui:
• Reforma Agraria • Reforma Agraria
• Program StrategisNegara • Proyek Strategis Nasional
• Cadangan Negara Lainnya • Bank Tanah
• Cadangan Negara Lainnya
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 27
Objek Kawasan Telantar Objek Tanah Telantar
Tanah Hak Milik Tanah Hak GunaBangunan
sengaja tidak diusahakan/ tidak digunakan/ tidak
dimanfaatkan/ tidak dipelihara paling cepat 2 tahun
sengaja tidak dipergunakan/tidak dimanfaatkan/
sejak penerbitan haknya.
tidak dipelihara, sehingga:
a. dikuasai oleh masyarakat & menjadi wilayah
perkampungan; Tanah Hak GunaUsaha
Kawasan Kawasan Kawasan b. dikuasai oleh pihak lain secara terus menerus selama
Industri Pertambangan Perkebunan 20 tahun tanpa adanya hubungan hukum dengan sengaja tidak diusahakan/ tidak
Pemegang Hak; atau digunakan/ tidak dimanfaatkan paling
c. fungsi sosial Hak Atas Tanah tidak terpenuhi. cepat 2 tahun sejak penerbitan
haknya.
Tanah Hak Pengelolaan Tanah Hak Pakai
sengaja tidak diusahakan/ tidak sengaja tidak diusahakan/ tidak
dipergunakan/ tidak dimanfaatkan/ tidak dimanfaatkan/ tidak
digunakan/ tidak
dipelihara paling cepat 2 tahun sejak dipelihara paling cepat 2 tahun sejak
Kawasan Kawasan lain yang penerbitan haknya. penerbitan haknya.
Pariwisata pengusahaannya didasarkan
pada Izin, Konsesi atau Tanah yang Diperoleh Tanah yang diperoleh atas dasarpenguasaan
Perizinan Berusaha
sengaja tidak diusahakan/ tidak digunakan/ tidak dimanfaatkan/ tidak dipelihara.
*Yang dimaksud dengan “sengaja” adalah apabila Pemegang Hak, Pemegang Hak Pengelolaan, atau Pemegang DPAT
secara de facto tidak mengusahakan, tidak mempergunakan, tidak memanfaatkan, atau tidak memelihara tanah yang
dimiliki atau dikuasai sesuai dengan keputusan pemberian haknya atau rencana pengusahaan, penggunaan, atau
pemanfaatan tanahnya
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 28
Inventarisasi Kawasan Telantar Inventarisasi Tanah Telantar
Inventarisasi dilaksanakan
oleh Kantor Pertanahan berdasarkan
informasi atau laporan yang bersumber
dari:
Inventarisasi dilaksanakan oleh Instansi berdasarkan
informasi atau laporan yang bersumber dari:
1. Hasil pemantauan dan evaluasi hak atas tanah dan dasar
penguasaan atas tanah
1. Pemegang Izin, Konsesi, atau Perizinan Berusaha
2. Kementerian/Lembaga
2. Instansi
3. Pemerintah Daerah
3. Masyarakat
4. Masyarakat
*Dalam hal Instansi tidak melaksanakan inventarisasi dalam jangka waktu paling
lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak diterimanya informasi atau laporan,
inventarisasi kawasan terindikasi telantar dapat dilakukan oleh Menteri
ATR/Kepala BPN.
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 29
Pendayagunaan Kawasan Telantar Pendayagunaan TCUN
Reforma Agraria Bank Tanah
Izin, Konsesi atau Perizinan Berusaha yang telah Ditujukan untuk pertanian dan
dicabut dapat dialihkan kepada pihak lain secara non pertanian dalam rangka
transparan dan kompetitif oleh pimpinan Instansi
kepentingan masyarakat dan negara
Proyek Strategis Nasional Cadangan Negara Lainnya
• Memiliki sifat strategis • Memenuhi kebutuhan tanah untuk
Apabila pimpinan Instansi tidak melakukan • Bertujuan untuk peningkatan kepentingan pemerintah
pengalihan Izin, Konsesi atau Perizinan Berusaha pertumbuhan dan pemerataan • Memenuhi kebutuhan pertahanan dan
maka akan dilakukan oleh Menteri ATR/Ka. BPN pembangunan keamanan
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 30
D. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
1 Integrasi Kebijakan Pengaturan Ruang dalam Rencana Tata Ruang
2 Streamlining/Penyederhanaan Produk Rencana Tata Ruang
Terobosan Kebijakan 3 Percepatan Penyediaan Rencana Tata Ruang Melalui Bantek dan Bimtek
Penataan Ruang
dalam UU Cipta Kerja 4 Percepatan Penyusunan dan Penetapan Rencana Tata Ruang
dan Peraturan 5 Penyediaan Peta Dasar
Pemerintah
Penyelenggaraan 6 Digitalisasi dan Transparansi untuk Memasyarakatkan Tata Ruang
Penataan Ruang 7 Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang dalam Perizinan Berusaha
8 Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang dalam Perizinan Non-Berusaha
9 Kelembagaan (Forum) Penataan Ruang
31
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 31
Produk Rencana Tata Ruang (RTR) Masyarakat dan investor yang Proses penerbitan izin Banyak gugatan dari
hanya dimiliki dan disimpan ingin mengakses informasi RTR berusaha menjadi masyarakat akibat RTR
oleh Pemerintah, sebagian besar harus datang langsung ke kantor rumit dan tidak dan pemanfaatan ruang
dalam bentuk fisik (hard copy), pemerintah dan menempuh transparan. yang tumpang tindih.
sehingga tata ruang terkesan proses administrasi yang rumit
‘menghambat’ investasi. dan lama.
Produk RTR telah Masyarakat dan pihak Platform produk RTR juga terkoneksi Perizinan berusaha yang telah
dipublikasi oleh terkait dapat dengan portal pelayanan perizinan, diterbitkan menjadi
Pemerintah melalui memanfaatkan sehingga proses perizinan berusaha pertimbangan dalam
berbagai platform. informasi RTR secara dan non-usaha menjadi lebih cepat peningkatan kualitas
online. dan transparan. Rencana Tata Ruang.
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 32
E. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2021
Tentang Penyelesaian Ketidaksesuaian antara Tata Ruang dengan Kawasan Hutan, Izin dan/atau Hak Atas Tanah
Perbedaan regulasi dan data spasial yang saling
tumpang tindih dalam proses pelaksanaan kebijakan
mengakibatkan ketidaksesuaian dalam pemanfaatan ruang
Mengapa
Dibutuhkan Ketidaksesuaian Pemanfaatan Ruang
Penyelesaian
Ketidaksesuaian
antara Tata Ruang
dengan Kawasan
Hutan, Izin dan/atau
Hak Atas Tanah?
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 33
Penyelesaiaaan ketidaksesuaian garis pantai dengan Hak Atas Tanah, Hak
Pengelolaan dan/atau perizinan terkait kegiatan yang memanfaatkan ruang
laut:
1. Hak Atas Tanah dan/atau Hak Pengelolaan yang berada di wilayah laut
akibat dinamika perubahan garis pantai tetap diakui.
2. Dalam hal identifikasi, inventarisasi dan pengkajian terkait Hak Atas
Tanah dan/atau Hak Pengelolaan dinyatakan tanahnya musnah maka
Hak Atas Tanah dan/atau Hak Pengelolaan dinyatakan hapus.
3. Hak Atas Tanah dapat diberikan kepada masyarakat yang telah
memanfaatkan di wilayah perairan berdasarkan perizinan dari
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
(Pasal 15 PP 43 Tahun 2021)
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 34
F. Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2021 Tentang Badan Bank Tanah
FUNGSI
Badan bank tanah berfungsi melaksanakan perencanaan,
perolehan, pengadaan, pengelolaan, pemanfaatan, dan
pendistribusian tanah.
MENJAMIN KETERSEDIAAN TANAH DALAM
RANGKA EKONOMI BERKEADILAN
Kepentingan Umum; Kepentingan Sosial; Kepentingan
Pembangunan Nasional; Kepentingan Pemerataan Ekonomi;
Kepentingan Konsolidasi Lahan; dan Kepentingan
Reforma Agraria
BENTUK
DEFINISI • Kekayaan Bank Tanah merupakan kekayaan negara
Badan Bank Tanah yang selanjutnya disebut Bank Tanah adalah badan yang dipisahkan.
• Bank Tanah berkedudukan di Ibu Kota Negara Kesatuan
khusus (sui generis) yang merupakan badan hukum Indonesia yang Republik Indonesia.
dibentuk oleh Pemerintah Pusat yang diberi kewenangan khusus untuk • Bank Tanah dapat mempunyai kantor perwakilan di seluruh
mengelola tanah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 35
1. Tanah yang dikelola Bank Tanah diberikan Hak
Pengelolaan, dan di atasnya dapat diberikan Hak Atas
Tanah yaitu HGU, HGB dan Hak Pakai berdasarkan
perjanjian.
2. Jangka waktu Hak Guna Bangunan di atas Hak Pengelolaan
dapat diberikan perpanjangan jangka waktu hak dan
pembaruan hak sekaligus apabila diperjanjikan dan sudah
digunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan tujuan
pemberian haknya.
3. Hak Atas Tanah dapat dibebani hak tanggungan.
4. Untuk mendukung kegiatan operasional, Bank Tanah
dapat diberikan Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai di
atas Hak Pengelolaan.
Bank Tanah menjamin ketersediaan tanah untuk kepentingan umum,
kepentingan sosial, kepentingan pembangunan nasional, pemerataan ekonomi,
konsolidasi lahan, dan reforma agraria
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN Melayani, Profesional, Terpercaya @[Link].9 36
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
Terima Kasih
Melayani, Profesional, Terpercaya
@atr_bpn @KementerianATRBPN @[Link] @Kementerian ATRBPN @[Link].9