Penanganan Sengketa Pertanahan 2022
Penanganan Sengketa Pertanahan 2022
KAPITA SELEKTA
SENGKETA KONFLIK
PERKARA PERTANAHAN
TAHUN 2022
YULISTRIANI, S.H., [Link].
Kepala Subdirektorat Penanganan Perkara Wilayah III
Direktorat Penanganan Perkara Pertanahan
OUTLINE
Struktur Organisasi
Direktorat Jenderal Penanganan Konflik dan Sengketa Pertanahan, Direktorat Pencegahan dan Penanganan Konflik
mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan kebijakan di bidang Pertanahan menyelenggarakan fungsi diantaranya:
penanganan dan pencegahan sengketa dan konflik pertanahan, serta penyiapan perumusan kebijakan di bidang pencegahan
penanganan perkara pertanahan sesuai dengan ketentuan peraturan sengketa, konflik dan perkara pertanahan.
perundang-undangan. (Pasal 440) 1. Pelaksanaan identifikasi dan pemetaan pencegahan
sengketa, konflik dan perkara pertanahan;
2. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dengan instansi
atau lembaga terkait dalam rangka pencegahan, serta
Direktorat Penanganan Sengketa penanganan dan penyelesaian konflik kelompok
Pertanahan, menyelenggarakan Direktorat Penanganan Perkara masyarakat dan tanah ulayat, konflik instansi
fungsi diantaranya pelaksanaan Pertanahan menyelenggarakan pemerintah/pemerintah daerah/BUMN/BUMD;
identifikasi, pengkajian dan fungsi diantaranya pelaksanaan 3. Pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dengan instansi
pemetaan masalah dalam upaya identifikasi, pengkajian, dan atau lembaga terkait untuk pengumpulan data
mencari akar masalah sebagai pemetaan masalah dalam informasi strategis dalam rangka pencegahan sengketa,
bahan penyusunan kebijakan upaya mencari akar masalah konflik dan perkara pertanahan
pencegahan sengketa penetapan sebaga bahan penyusunan 4. Pelaksanaaan koordinasi dan kerja sama dengan
hak dan pendaftaran tanah, kebijakan pencegahan perkara instansi atau lembaga terkait dalam upaya melakukan
sengketa batas tanah, sengketa pertanahan. langkah-langkah pencegahan sengketa konflik dan
penguasaan dan pemilikan (Pasal 465) perkara pertanahan.
tanah. (Pasal 455) (Pasal 475)
SENGKETA
perselisihan tanah antara orang
perseorangan, badan hukum, atau lembaga
yang tidak berdampak luas
.
KONFLIK
perselisihan tanah antara orang
perseorangan, kelompok, golongan,
organisasi, badan hukum, atau lembaga yang
mempunyai kecenderungan atau sudah
berdampak luas
PERKARA
perselisihan tanah yang penanganan dan
penyelesaiannya melalui lembaga peradilan
Perlu kajian terhadap sistem hukum. Lawrence M Friedman mengemukakan bahwa efektif dan
berhasil tidaknya penegakan hukum/penyelesaian masalah hukum tergantung 3 unsur dalam sistem
hukum yakni Legal Struktur, Legal Substance dan Legal Culture.
Legal Struktur menyangkut Pelaksana Hukum dalam hal ini; apparat BPN, apparat Penegak Hukum
dan Lembaga yang terkait; Legal Substance ; Peraturan Perundangan Undangan yang berlaku dan
Legal Culture (Budaya Hukum) yang merupakan hukum yang hidup (living law) yang dianut
masyarakat
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 11
MANAJEMEN PENANGANAN SENGKETA
DAN KONFLIK PERTANAHAN
Dasar Hukum:
Permen ATR/BPN No. 21 Tahun 2020
Kewenangan Pembatalan:
• Pembatalan Produk Hukum karena cacat administrasi dan/atau cacat yuridis dalam hal Penanganan
Kasus telah dilakukan Kementerian atau Kantor Wilayah sesuai kewenangannya sesuai tahapan
Penanganan Kasus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1), tidak diperlukan usulan dari
Kepala Kantor Wilayah dan/atau Kepala Kantor Pertanahan.
• Permohonan Pembatalan Produk Hukum untuk melaksanakan putusan pengadilan yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap diajukan oleh pihak pemenang Perkara melalui Kepala Kantor
Pertanahan.
• Kepala Kantor Pertanahan mengusulkan permohonan Pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) kepada:
a. Menteri dalam hal Pembatalan merupakan kewenangan Menteri melalui Kepala Kantor Wilayah;
b. Kepala Kantor Wilayah dalam hal Pembatalan merupakan kewenangan Kepala Kantor Wilayah
dengan tembusan kepada Menteri.
Penyebab pembatalan produk hukum karena cacat administrasi dan/atau cacat yuridis
1. Kesalahan dalam proses/prosedur penerbitan hak atas tanah, pendaftaran hak dan proses
pemeliharaan data pendaftaran tanah;
2. Kesalahan dalam proses/prosedur pengukuran;
3. Kesalahan dalam proses/prosedur penerbitan sertipikat pengganti;
4. Kesalahan dalam proses/prosedur penerbitan sertipikat Hak Tanggungan;
5. Kesalahan penerapan peraturan perundang-undangan;
6. Kesalahan subjek hak;
7. Kesalahan objek hak;
8. Kesalahan jenis hak;
9. Tumpang tindih hak atas tanah;
10. Tumpang tindih dengan kawasan hutan;
11. Kesalahan penetapan konsolidasi tanah
Pembatalan Hak/Setipikat sebagai tindak lanjut Putusan Pengadilan dapat dikecualikan terhadap:
• Pelaksanaan putusan PTUN dan /atau PN menyatakan batal hak atas tanah atau
sertipikat tanah instansi pemerintah tanpa melibatkan pengguna aset dan pengelola
aset sebagai pihak dalam perkara maka pembatalan hak atau sertipikat tanah dilakukan
setelah penghapusan aset dari pengguna dan /atau persetujuan pengelola asset.
Dinyatakan oleh pengadilan dalam Perkara yang Dinyatakan dalam putusan pengadilan dalam
pemegang hak tanggungan sebagai pihak Perkara yang tidak menempatkan pemegang hak
tanggungan sebagai pihak
Sebelum dilakukan pembatalan sebagai pelaksanaan putusan pengadilan yang amarnya menyatakan
batal/tidak mempunyai kekuatan hukum hak atas tanah atau sertipikat tanah yang dibebani HT dan HT
tidak dinyatakan batal serta pemegang HT tidak ikut sebagai pihak, lakukan :
PERDAMAIAN :
a. Tidak menyangkut BMN/BMD, BMBUMD [Link]
oleh seluruh pihak yang berperkara;
b. Disetujui oleh pemegang hak atas tanah objek perkara
yang tidakberkedudukan sebagai pihak dalam perkara;
c. Tidak merugikan kepentingan Kementerian;
d. tidak terdapat masalah /perkara lain berkenaan
dengan subjek dan/atau objek yang sama; atau
e. Mendapat ijin tertulis dari Pejabat yang mengeluarkan
keputusan yang menjadi objek gugatansesuai
kewenangan
Klaim - Klaim -
Penguasaan + HGU Penguasaan +
Aktif Tdk
aktif
Klaim + Klaim +
Penguasaan + Penguasaan -
Klaim - Klaim -
Penguasaan - Penguasaan -
Bangunan kantor/rumah
negara yang berdiri di
Aset tetap dalam 04 atas lahan bukan milik
sengketa dengan pihak Kementerian/Lembaga
lain dan/atau dikuasai
oleh yang tidak berhak
atau digunakan 03
pihak lain tanpa dokumen
perjanjian
Tanah Pemerintah
Lebih baik
mencegah dari
pada Konflik
terjadi
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 38
MAFIA TANAH
Mafia Tanah adalah individu kelompok dan atau badan hukum yang melakukan tindakan
dengan sengaja untuk perbuatan kejahatan yang dapat menimbulkan kasus pertanahan
Karakteristik Mafia Tanah:
1. Menerbitkan dan/atau menggunakan lebih dari satu surat terhadap satu bidang tanah
yang sama;
2. Menerbitkan dan/atau menggunakan dokumen yang terindikasi palsu terkait tanah;
3. Melakukan okupasi atau penguasaan tanah tanpa izin di atas tanah milik orang lain
(HM/HGB/HGU/HP/HPL) baik yang sudah berakhir maupun yang masih berlaku haknya;
4. Merubah/memindahkan/menghilangkan patok tanda batas tanah;
5. Mengajukan permohonan sertipikat pengganti karena hilang, sementara sertipikat
tersebut masih ada dan masih dipegang oleh pemiliknya atau orang lain dengan itikad
baik, mengakibatkan terdapat dua sertipikat di atas satu bidang tanah yang sama.
Penanganan Kejahatan Pertanahan dimulai sejak tahun 2018 hingga sampai saat ini. Kementerian
Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional telah menentukan target operasi yang harus
diselesaikan oleh tim Satgas Pencegahan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan setiap tahun.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mengadakan 2 (dua) kali setiap tahun
kegiatan rapat koordinasi Bersama dengan POLRI (sejak tahun 2021 melibatkan Kejaksaan Agung RI
sebagai Tim Satgas), antara lain:
[Link] Pra Ops Pencegahan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan, kegiatan ini bertujuan untuk
menyetujui target operasi yang diusulkan oleh Tim Satgas Wilayah
[Link] Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan, kegiatan ini bertujuan untuk
mengevaluasi penanganan terhadap target operasi yang telah disetujui pada kegiatan Pra Ops
Penentuan TO
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER
JULI
Penanganan TO
- Supervisi
2022
- Rapat Koordinasi 42
- Gelar Perkara
MEKANISME PELAPORAN KEJAHATAN PERTANAHAN (1)
2 3 4
Pemalsuan dokumen terkait Mengajukan permohonan sertipikat
1 tanah seperti kartu eigendom, Merubah/ menggeser/ pengganti karena hilang padahal
Kepala Desa membuat Salinan Kikitir/Girik, Surat Keterangan menghilangkan patok
sertipikat tidak hilang dan masih
girik, membuat surat keterangan Tanah, SK Redistribusi tanda batas tanah dipegang oleh pemiliknya sehingga
tidak sengketa, membuat surat Tanah, Tanda Tangan mengakibatkan beredarnya 2 (dua)
keterangan penguasaan fisik SuratUkur, sertipikat di batas bidang tanah yg
atau membuat surat keterangan sama
tanah lebih dari satu kepada 5 6
beberapa pihak untuk bidang Dengan sengaja menggunakan jasa
Memprovokasi masyarakat
tanah yg sama preman untuk kuasai fisik objek
petani/penggarap untuk atau
mengokupasi tanah milik orang lain yang sudah
mengusahakan tanah secara bersertipikat, memagarnya dan
illegal di atas perkebunan menggemboknya kemudian
HGU baik yang akan mendirikan bangunan di atasnya,
berakhir maupun yang masih dan ketika ada pengaduan dari masy
berlaku pemilik tanah, mereka berdalih telah
menguasai fisik tanah sejak lama
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 45
PRAKTEK-PRAKTEK KEJAHATAN PERTANAHAN
7 8 9 10
Dilakukan secara terorganisir Pelaku menentukan target Perubahan data yuridis Pelaku yang notabene
mulai dari pihak pendana, dan data fisik sertipikat dekat dengan korban
berupa tanah kosong yang
pelaku aktor utamanya yang yang telah diterbitkan bekerja sama dengan
ditinggalkan pemiliknya dan
melibatkan oknum pejabat mendapatkan informasi tanpa adanya dokumen oknum notaris/PPAT yang
notaris/PPAT serta oknum ASN terkait bidang tanah tersebut permohonan serta telah menyiapkan figur
Pemerintahan dan ada juga dari oknum petugas Kantor lampiran Warkah berperan sebagai korban
hadirnya sosok figur yang ATR/BPN. Selanjutnya Sertipikat bahkan kemudian membuat akta
dimainkan oleh para pelaku. meminta slot sertipikat hasil oknum pegawai BPN isinya seakan-akan benar
Modus yang dilakukan dengan tersebut telah telah terjadi peralihan
PTSL yang sudah
disertai pembuatan surat atau ditandatangani namun belum melakukan akses atau pemberian kuasa
dokumen palsu yang illegal (tanpa ijin) hak untuk mengalihkan
diserahkan kepada.
digunakan untuk mengambil terhadap akun pegawai kepada pelaku sehingga
Kemudian memasukkannya
alih asset berupa tanah dan BPN tanpa diketahui bisa dengan mudah
ke dalam sistem KKP untuk
bangunan milik korbannya oleh si pemilik akun mengambil alih aset
dicatatkan dengan menyalahi
untuk mendapatkan (tanah dan bangunan)
prosedur
keuntungan
milik korban menjadi milik
pelaku
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 46
PRAKTEK-PRAKTEK KEJAHATAN PERTANAHAN
Lebih baik
mencegah dari
pada Konflik
terjadi
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 49
PENCEGAHAN KASUS PERTANAHAN
PTSL
Juknis Nomor 1/[Link].02/VIII/2021 tentang PTSL.
Kebijakan P3MB/Prk5
PermenATR/KBPN Nomor 3/2020 tentang P3MB/Prk5