0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan59 halaman

Penanganan Sengketa Pertanahan 2022

Dokumen tersebut membahas strategi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam menangani sengketa, konflik, dan perkara pertanahan melalui penguatan regulasi, lembaga penanganan, sinergitas antarinstansi, penerapan sistem informasi, serta upaya pencegahan kasus baru. Dokumen ini juga menyajikan data terkini mengenai jumlah dan penyelesaian kasus sengketa, konflik, dan perkara pertanahan di Indonesia.

Diunggah oleh

Ratih Erma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan59 halaman

Penanganan Sengketa Pertanahan 2022

Dokumen tersebut membahas strategi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam menangani sengketa, konflik, dan perkara pertanahan melalui penguatan regulasi, lembaga penanganan, sinergitas antarinstansi, penerapan sistem informasi, serta upaya pencegahan kasus baru. Dokumen ini juga menyajikan data terkini mengenai jumlah dan penyelesaian kasus sengketa, konflik, dan perkara pertanahan di Indonesia.

Diunggah oleh

Ratih Erma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/

Badan Pertanahan Nasional

KAPITA SELEKTA
SENGKETA KONFLIK
PERKARA PERTANAHAN
TAHUN 2022
YULISTRIANI, S.H., [Link].
Kepala Subdirektorat Penanganan Perkara Wilayah III
Direktorat Penanganan Perkara Pertanahan
OUTLINE

Struktur Organisasi

Informasi Kasus Pertanahan

Manajemen Penangangan Sengketa dan Konflik

Manajemen Penanganan Perkara

Regulasi Penanganan Sengketa Konflik Perkara

Penanganan Kejahatan Pertanahan (MT)

Pencegahan Kasus Pertanahan

Penguatan Regulasi Kebijakan Di Bidang Pertanahan

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 2


MANDAT PRESIDEN
KEPADA
MENTERI ATR / KEPALA BPN
1. Percepatan pendaftaran tanah sistematis lengkap
2. Penyelesaian sengketa dan konflik agrarian
3. Pengembangan Ibukota Negara (IKN)

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 3


PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/KE PAL A BADAN PERTANAHAN NASIONAL
NOMOR 16 TAHUN 2020 TENTANG ORGANIS A S I DAN TATA KERJA KEMENTERIA N AGRARIA
DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL

Direktorat Jenderal Penanganan Konflik dan Sengketa Pertanahan, Direktorat Pencegahan dan Penanganan Konflik
mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan kebijakan di bidang Pertanahan menyelenggarakan fungsi diantaranya:
penanganan dan pencegahan sengketa dan konflik pertanahan, serta penyiapan perumusan kebijakan di bidang pencegahan
penanganan perkara pertanahan sesuai dengan ketentuan peraturan sengketa, konflik dan perkara pertanahan.
perundang-undangan. (Pasal 440) 1. Pelaksanaan identifikasi dan pemetaan pencegahan
sengketa, konflik dan perkara pertanahan;
2. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dengan instansi
atau lembaga terkait dalam rangka pencegahan, serta
Direktorat Penanganan Sengketa penanganan dan penyelesaian konflik kelompok
Pertanahan, menyelenggarakan Direktorat Penanganan Perkara masyarakat dan tanah ulayat, konflik instansi
fungsi diantaranya pelaksanaan Pertanahan menyelenggarakan pemerintah/pemerintah daerah/BUMN/BUMD;
identifikasi, pengkajian dan fungsi diantaranya pelaksanaan 3. Pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dengan instansi
pemetaan masalah dalam upaya identifikasi, pengkajian, dan atau lembaga terkait untuk pengumpulan data
mencari akar masalah sebagai pemetaan masalah dalam informasi strategis dalam rangka pencegahan sengketa,
bahan penyusunan kebijakan upaya mencari akar masalah konflik dan perkara pertanahan
pencegahan sengketa penetapan sebaga bahan penyusunan 4. Pelaksanaaan koordinasi dan kerja sama dengan
hak dan pendaftaran tanah, kebijakan pencegahan perkara instansi atau lembaga terkait dalam upaya melakukan
sengketa batas tanah, sengketa pertanahan. langkah-langkah pencegahan sengketa konflik dan
penguasaan dan pemilikan (Pasal 465) perkara pertanahan.
tanah. (Pasal 455) (Pasal 475)

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 4


STRUKTUR ORGANISASI

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 5


1. Tersedia database sengketa, Konflik, Perkara;
Penerapan Sistem 2. Penetapan TO Mudah;
3. Perencanaan anggaran lebih akurat;
Informasi Sengketa Konflik
4. Monitoring Pelaksanaan Penanganan;
Percepatan Perkara 5. Evaluasi Penyelesaian lebih mudah;
Penanganan Kasus (JUSTISIA) 6. Waktu Penyelesaian dapat terukur;
7. Hasil lebih akurat

Sinergitas dengan Aparat Penegak Hukum,


Penguatan Kelembagaan Pengadilan, Pemerintah Daerah dan Instansi
Penanganan SKP terkait
Kebijakan
Menurunkan Tercapai Penyelesaian Tuntas, Keadilan
Penguatan Mediator
Jumlah Kasus dan Kepastian Hukum
Pertanahan
Penguatan SDM Profesionalitas, Berintegritas, dan
Diklat Mediator, Diklat Kolaborasi
BPN, Polri, Kejaksaan Agung, Kom
Sinergitas
Yudisial

Penerapan Sistem 1. Tersedia Database Sengketa, Konflik


Informasi Kasus Perkara
Pertanahan (Justisia) 2. Tersedia Data Akar Masalah SKP
Pencegahan Kasus 3. Tersedia Kajian Akar Masalah
Pertanahan 4. Rekomendasi Kebijakan
Penguatan Peran Pendukung 5. Peningkatan Kwalitas Produk
Unit Kerja Teknis 6. Jumlah SKP Berkurang
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 6
KASUS PERTANAHAN

SENGKETA
perselisihan tanah antara orang
perseorangan, badan hukum, atau lembaga
yang tidak berdampak luas
.

KONFLIK
perselisihan tanah antara orang
perseorangan, kelompok, golongan,
organisasi, badan hukum, atau lembaga yang
mempunyai kecenderungan atau sudah
berdampak luas

PERKARA
perselisihan tanah yang penanganan dan
penyelesaiannya melalui lembaga peradilan

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 7


INVENTARISASI SENGKETA KONFLIK PERKARA

Validasi Kasus Pertanahan Tahun 2015 - 2021

Jumlah Selesai/Putus Sisa


Sengketa 12.089 kasus 7.956 kasus 4.188 kasus
Konflik 893 kasus 189 kasus 704 kasus
Perkara 13.330 kasus 9.945 kasus 3.229 kasus
Total 26.282 kasus 18.084 kasus 8.121 kasus

Data Putusan Perkara 2021

Perkara Putus Jumlah Prosentase


Menang 764 perkara 82 %
Kalah 163 perkara 18 %
Total 927 perkara 100 %
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 8
SEBARAN SENGKETA PERKARA
BERDASARKAN TIPOLOGI TAHUN 2015 - 2021

No Tipologi Sengketa % Perkara %


1 Penguasaan Pemilikan Tanah 4.942 56,32 4.544 35,90
2 Penetapan Hak dan Pendaftaran tanah 1.612 18,37 2.656 20,98
3 Pengukuran dan Pemetaan 1.194 13,60 3.878 30,64
4 Tanah Objek Landreform 20 0,23 23 0,18
5 Tanah ex Partikelir 13 0,15 66 0,52
6 Tanah Adat Ulayat / Komunal 522 5,95 624 4,93
7 Pengadaan Tanah 29 0,33 233 1,84
8 Tanah Terlantar 101 1,15 80 0,63
9 Pelaksanaan Putusan Pengadilan 342 3,90 554 4,38
Total 8.775 100,00 12.658 100,00

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 9


SUBJEK KASUS PERTANAHAN

1. Perseorangan vs Perseorangan 8. Pokmas vs Instansi


2. Perseorangan vs Badan Hukum 9. Pokmas vs BUMN/BUMD
3. Perseorangan vs Instansi 10. Badan Hukum vs Badan Hukum
4. Perseorangan vs BUMN/BUMD 11. Badan Hukum vs Instansi
5. Perseorangan vs Pokmas 12. Badan Hukum vs BUMN/BUMD
6. Pokmas vs Pokmas 13. Instansi vs Instansi
7. Pokmas vs Badan Hukum 14. Instansi vs BUMN

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 10


BEBERAPA PERSOALAN DALAM PENEGAKAN HUKUM
PENYELESAIAN SENGKETA KONFLIK PERTANAHAN SAAT INI
1. Persepsi Status Tanah (Tanah Negara, Tanah Hak, Tanah Ulayat) yang beragam
dengan aturan yang beragam.
2. Dokumen bukti penguasaan tanah atau alas hak penguasaan tanah beragam
3. Implementasi prinsip prinsip hukum adat (rechts verwerking, horizontal scheiding)
4. Dinamika perubahan wilayah administrasi pemerintahan
5. Persepsi Hak Keperdataan
6. Pelaksana/Petugas BPN, APH dan Lembaga lain terkait.
7. Peradilan yang memeriksa sengketa pertanahan

Perlu kajian terhadap sistem hukum. Lawrence M Friedman mengemukakan bahwa efektif dan
berhasil tidaknya penegakan hukum/penyelesaian masalah hukum tergantung 3 unsur dalam sistem
hukum yakni Legal Struktur, Legal Substance dan Legal Culture.
Legal Struktur menyangkut Pelaksana Hukum dalam hal ini; apparat BPN, apparat Penegak Hukum
dan Lembaga yang terkait; Legal Substance ; Peraturan Perundangan Undangan yang berlaku dan
Legal Culture (Budaya Hukum) yang merupakan hukum yang hidup (living law) yang dianut
masyarakat
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 11
MANAJEMEN PENANGANAN SENGKETA
DAN KONFLIK PERTANAHAN

Dasar Hukum:
Permen ATR/BPN No. 21 Tahun 2020

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 12


KLASIFIKASI KASUS PERTANAHAN

Masalah pertanahan yang bersifat teknis administratif,


RINGAN atau bukan merupakan kewenangan Kementerian ATR/BPN

Sengketa hak yang dimensi hukumnya sudah jelas pola


SEDANG penyelesaian dibutuhkan penerapan hukumnya.

1. Dimensi hukum yang kompleks (Perdata, TUN, Pidana);


BERAT 2. Melibatkan banyak Pihak (termasuk mafia tanah);
3. Dimensi sosial politik, kemasyarakatan, sehingga
penyelesaian tidak semata berdasarkan hukum positif;
4. Mengandung aspek keamanan dan ketertiban
(berpotensi konflik horizontal).

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 13


PENYEBAB / AKAR MASALAH SENGKETA

• Pemegang Hak tidak menguasai tanah (Karena alasan tertentu).


• Tanahnya ditelantarkan.
• Penetapan Ahli Waris yang belum disepakati.
• Para Pihak tidak menghadap PPAT/Notaris saat dibuat Akta.
• Perjanjian Kerjasama/Utang-piutang yang dibuat seolah-olah
merupakan Perjanjian Jual Beli.
• Wanprestasi.
• Jual Beli diatasnamakan Pihak Ke Tiga karena alasan tertentu.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 14


PENYEBAB / AKAR MASALAH SENGKETA
SENGKETA BATAS BIDANG TANAH

• Hasil pengukuran tidak dilakukan pemetaan.


• Petugas Ukur tidak membawa dokumen yang lengkap pada saat
pelaksanaan pengukuran (Peta Pendaftaran, Berkas Permohonan, dll)
atau tidak mencermati data tanah yang dimohon pengukurannya
(Letak, Batas, Para Pihak yang berbatasan, melainkan hanya
berdasarkan penunjukan Pemohon).
• Asas Contradiktur tidak dilaksanakan dengan baik, Para Pihak yang
berbatasan tidak hadir.
• Tanda tangan tetangga yang berbatasan tidak dilakukan di hadapan
Petugas Ukur.
• Tanda Batas hilang atau berubah posisi.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 15


PENGADUAN

Asal Pengaduan / Sumber:


1. Perorangan / Warga Masyarakat
2. Kelompok Masyarakat
3. Badan Hukum
4. Instansi Pemerintah
5. Unit Teknis Kementrian, Kanwil,
Kantah

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 16


TAHAPAN PENANGANAN KASUS
KASUS SEDANG KASUS BERAT
• Evaluasi • Evaluasi
• Progres penanganan penanganan
• Rencana TL • Kesesuaian bukti
• Kesesuaian data dgn • Penyempurnaan
KASUS RINGAN fakta lap. berkas
• Kesesuaian hukum • Penentuan Hukum
& UU dan UU yg akan
• Koord. K /L terkait dipakai (Konstatir)
• Kesesuain target
• Konstatering Penyelesaian
PENGADUAN • Putusan Kasus
penyelesaian Gelar (Decision
• Srt ke K /L lain (Prob Solving) Kasus Making)
• Srt keKanwil /Kantah Rapat Akhir
• Tanggapan ke •K1
Koordinasi (Pembatalan,
pengadu 3 Ekspos • Saran /pendapat
14 Hari Kerja
• KK penelitian Penolakan,
Hasil pihak terkait Perdamaian)
1 Penelitian Penelitian • Penyelesaian kasus
2 •Data fisik •K2
• Data pendukung ( Rekomendasi
Gelar •Data yuridis 3 Hari Kerja
kesimpulan
•Data Lap. Penyelesaian))
Pengkajian Kasus Awal penyelesaian kasus •K3 ( Petunjuk
Kasus •Bahan Keterangan • Penelitian Lanjutan
(Prob Solv) •Kosntatering (dlm hal diperlukan)
Teknis)
(Legal Prob
Ident) 1 Hari Kerja
17 Hari Kerja 17
15 Hari Kerja 11 Hari Kerja
BENTUK DAN TINDAK LANJUT PENYELESAIAN

Penanganan Kasus dinyatakan selesai dengan kriteria:


a. Kriteria Satu (K1) jika penyelesaian bersifat final, berupa:
1. Keputusan pembatalan;
2. Perdamaian; atau
3. Surat Penolakan tidak dapat dikabulkannya permohonan.
b. Kriteria Dua (K2) berupa:
1. Surat Petunjuk Penyelesaian Kasus atau surat penetapan pihak yang berhak tetapi belum dapat
ditindaklanjuti keputusan penyelesaiannya karena terdapat syarat yang harus dipenuhi yang
merupakan kewenangan instansi lain;
2. Surat Rekomendasi Penyelesaian Kasus dari Kementerian kepada Kantor Wilayah atau Kantor
Pertanahan sesuai kewenangannya dan Kantor Wilayah kepada kantor pertanahan atau usulan
Penyelesaian dari Kantor Pertanahan kepada Kantor Wilayah dan Kantor Wilayah kepada
Menteri;
c. Kriteria Tiga (K3) berupa Surat Pemberitahuan bukan kewenangan Kementerian.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 18


PEMBATALAN PRODUK HUKUM

Pembatalan produk hukum dapat dilakukan karena:


• Cacat administrrasi dan/atau cacat yuridis
• Pelaksanaan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan
hukum tetap.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 19


PEMBATALAN PRODUK HUKUM

Pembatalan dapat dilakukan apabila:


Kementerian atau Kantor Wilayah sesuai kewenangannya tidak dapat membatalkan Produk
Hukum baik karena cacat administrasi dan/atau cacat yuridis maupun sebagai pelaksanaan
putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, dalam hal:
a. hak atas tanah objek Sengketa/Perkara telah beralih kepada pihak ketiga;
b. pihak ketiga sebagai pemegang hak terakhir tidak menjadi pihak dalam Perkara; dan
c. pihak ketiga memperoleh hak atas tanah tersebut dengan itikad baik sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum adanya Perkara.
Pembatalan karena cacat administrasi terhadap produk hukum sudah lewat jangka waktu 5
(lima) tahun tidak dapat dilakukan, sehingga harus melalui putusan pengadilan, kecuali
masalah tumpang tindih sertipikat

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 20


PEMBATALAN PRODUK HUKUM

Kewenangan Pembatalan:
• Pembatalan Produk Hukum karena cacat administrasi dan/atau cacat yuridis dalam hal Penanganan
Kasus telah dilakukan Kementerian atau Kantor Wilayah sesuai kewenangannya sesuai tahapan
Penanganan Kasus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1), tidak diperlukan usulan dari
Kepala Kantor Wilayah dan/atau Kepala Kantor Pertanahan.
• Permohonan Pembatalan Produk Hukum untuk melaksanakan putusan pengadilan yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap diajukan oleh pihak pemenang Perkara melalui Kepala Kantor
Pertanahan.
• Kepala Kantor Pertanahan mengusulkan permohonan Pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) kepada:
a. Menteri dalam hal Pembatalan merupakan kewenangan Menteri melalui Kepala Kantor Wilayah;
b. Kepala Kantor Wilayah dalam hal Pembatalan merupakan kewenangan Kepala Kantor Wilayah
dengan tembusan kepada Menteri.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 21


PEMBATALAN PRODUK HUKUM

Penyebab pembatalan produk hukum karena cacat administrasi dan/atau cacat yuridis
1. Kesalahan dalam proses/prosedur penerbitan hak atas tanah, pendaftaran hak dan proses
pemeliharaan data pendaftaran tanah;
2. Kesalahan dalam proses/prosedur pengukuran;
3. Kesalahan dalam proses/prosedur penerbitan sertipikat pengganti;
4. Kesalahan dalam proses/prosedur penerbitan sertipikat Hak Tanggungan;
5. Kesalahan penerapan peraturan perundang-undangan;
6. Kesalahan subjek hak;
7. Kesalahan objek hak;
8. Kesalahan jenis hak;
9. Tumpang tindih hak atas tanah;
10. Tumpang tindih dengan kawasan hutan;
11. Kesalahan penetapan konsolidasi tanah

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 22


PEMBATALAN PRODUK HUKUM

12. Kesalahan penegasan tanah objek landreform;


13. Kesalahan dalam proses pemberian izin peralihan hak;
14. Kesalahan dalam proses penerbitan surat keputusan Pembatalan;
15. Terdapat putusan pengadilan pidana berkekuatan hukum tetap yang membuktikan adanya tindak
pidana pemalsuan, penipuan, penggelapan dan/atau perbuatan pidana lainnya;
16. Terdapat dokumen atau data yang digunakan dalam proses penerbitan sertipikat bukan produk
instansi tersebut berdasarkan surat keterangan dari instansi yang bersangkutan;
17. Terdapat putusan pengadilan yang dalam pertimbangan hukumnya terbukti terdapat fakta adanya
cacat dalam penerbitan produk hukum Kementerian dan/atau adanya cacat dalam perbuatan hukum
dalam peralihan hak tetapi dalam amar putusannya tidak dinyatakan secara tegas.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 23


PEMBATALAN PRODUK HUKUM

Mekanisme Pembatalan Produk Hukum


• Kakantah mengusulkan permohonan pembatalan kepada Kakanwil dengan
tembusan kepada Menteri dalam hal ini pembatalan merupakan
kewenangan Kakanwil.
• Kementerian dapat merekomendasikan kepada Kanwil untuk
membatalkan produk hukum kementerian dalam hal ini hak atas tanah
/sertipikat karena cacat administrasi dan/atau cacat yuridis maupun
pelaksanaan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum
tetap.
• Kakantah mengusulkan permohonan pembatalan kepada Menteri melalui
Kakanwil dalam hal ini pembatalan merupakan kewenangan Menteri.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 24


PEMBATALAN PRODUK HUKUM

Pembatalan Hak/Setipikat sebagai tindak lanjut Putusan Pengadilan dapat dikecualikan terhadap:

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 25


PEMBATALAN PRODUK HUKUM

Pembatalan Hak Tanah Aset Negara


• Pelaksanaan amar putusan PTUN atau PN dalam perkara yang menempatkan instansi
pengguna aset dan instansi pengelola aset sebagai pihak dalam perkara maka
pembatalan hak atas tanah sebagai pelaksanaan putusan pengadilan dapat ditetapkan
tanpa menunggu proses penghapusan aset /aktiva tetap dari instansi yang bersangkutan,
akan tetapi penetapan haknya setelah ada penghapusan aset jika sudah tercatat sebagai
aset atau persetujuan pelepasan aset jika belum tercatat dalam daftar aset.

• Pelaksanaan putusan PTUN dan /atau PN menyatakan batal hak atas tanah atau
sertipikat tanah instansi pemerintah tanpa melibatkan pengguna aset dan pengelola
aset sebagai pihak dalam perkara maka pembatalan hak atau sertipikat tanah dilakukan
setelah penghapusan aset dari pengguna dan /atau persetujuan pengelola asset.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 26


PEMBATALAN PRODUK HUKUM
Dalam hal Hak atas Tanah dibebani Hak Tanggungan, maka Hak Tanggungan batal jika:

Dinyatakan oleh pengadilan dalam Perkara yang Dinyatakan dalam putusan pengadilan dalam
pemegang hak tanggungan sebagai pihak Perkara yang tidak menempatkan pemegang hak
tanggungan sebagai pihak

Sebelum dilakukan pembatalan sebagai pelaksanaan putusan pengadilan yang amarnya menyatakan
batal/tidak mempunyai kekuatan hukum hak atas tanah atau sertipikat tanah yang dibebani HT dan HT
tidak dinyatakan batal serta pemegang HT tidak ikut sebagai pihak, lakukan :

Pemberitahuan kepada pemegang HT tentang Setelah diberitahu, Pemegang HT tidak mengambil


adanya putusan pengadilan yang menyatakan langkah-langkah upaya hukum untuk
batal/tidak mempunyai kekuatan hukum hak atas mempertahankan kepentingannya, maka
tanah yang dibebani hak tanggungan dan laksanakan pembatalan hak atas tanah dan HT-
memberikan kesempatan untuk melakukan upaya nya.
hukum
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 27
MEDIASI

• Mediasi dapat dilaksanakan oleh dan atas inisiatif Kementerian, Kanwil,


Kantah dan/atau atas inisiatif pihak yang bersengketa, serta perorangan
atau lembaga atas inisiatif pihak yang bersengketa.

• Mediasi dibuat dalam bentuk Akta Perdamaian dan didaftarkan di


Pengadilan untuk memperoleh Putusan Perdamaian.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 28


PENYELESAIAN SENGKETA DAN KONFLIK
OLEH LEMBAGA ADAT

• Dalam hal tertentu, sengketa atau konflik dapat diselesaikan oleh


Lembaga Adat.
• Penyelesaian sengketa atau konfk melalui Lembaga Adat diformalkan
dalam bentuk Akta Otentik.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 29


MANAJEMEN PENANGANAN PERKARA PERTANAHAN

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 30


MEKANISME PENANGANAN PERKARA

Kementerian Bukan Pihak Kementerian Sebagai Pihak

PERDAMAIAN :
a. Tidak menyangkut BMN/BMD, BMBUMD [Link]
oleh seluruh pihak yang berperkara;
b. Disetujui oleh pemegang hak atas tanah objek perkara
yang tidakberkedudukan sebagai pihak dalam perkara;
c. Tidak merugikan kepentingan Kementerian;
d. tidak terdapat masalah /perkara lain berkenaan
dengan subjek dan/atau objek yang sama; atau
e. Mendapat ijin tertulis dari Pejabat yang mengeluarkan
keputusan yang menjadi objek gugatansesuai
kewenangan

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 31


PENYELESAIAN KONFLIK

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 32


Klaim + Klaim +
Penguasaan - Penguasaan -

Klaim - Klaim -
Penguasaan + HGU Penguasaan +
Aktif Tdk
aktif
Klaim + Klaim +
Penguasaan + Penguasaan -
Klaim - Klaim -
Penguasaan - Penguasaan -

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 33


PERMASALAHAN TANAH ASET

Aset tidak dijaga,


Aset tetap belum
seluruhnya didukung 02 dimanfaatkan dan dikelola
dengan bukti 01 sebagaimana peruntukannya.
kepemilikan
(Sertipikat)
.

Bangunan kantor/rumah
negara yang berdiri di
Aset tetap dalam 04 atas lahan bukan milik
sengketa dengan pihak Kementerian/Lembaga
lain dan/atau dikuasai
oleh yang tidak berhak
atau digunakan 03
pihak lain tanpa dokumen
perjanjian

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 34


SOLUSI PENYELESAIAN

Melakukan inventarisasi asset tanah dan identifikasi


permasalahan serta rencana tindak lanjut.

Pengecekan sertipikat tanah terhadap fisik di lapangan.

Apabila tanah bersinggungan atau bangunan berada


di pihak lain, perlu dilakukan penelusuran asal-usul tanah
baik dari segi dokumen maupun warkah tanah dengan
berkoordinasi dengan instansi terkait.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 35


PENGAMANAN PENGAMANAN PENGAMANAN
ADMINISTRASI FISIK HUKUM
PENCEGAHAN Sertipikat, Alas Hak, Penguasaan, Penyiapan alat bukti
dalam pengadilan,
Bukti Perolehan Tanah Pemanfaatan,
(AJB, Pembayaran Penjagaan, Penegakan hukum
Timbulnya Konflik Ganti Rugi) Pemagaran

Tanah Pemerintah

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 36


DAMPAK NEGATIF KONFLIK PERTANAHAN

SECARA SECARA SECARA


EKONOMIS SOSIAL EKOLOGI
o Biaya semakin o Kerenggangan
Tanah berada dalam
besar jika semakin hubungan sosial
Status Quo dengan
lama o Turun/hilangnya konsekuensi terjadi :
penyelesaiannya. kepercayaan publik
o Penelantaran tanah
o Pengorbanan waktu terhadap pemerintah
produktif o Penurunan kualitas
o Tidak berjalannya Sumberdaya Tanah
o Pencurahan tenaga koordinasi instansi
dan pikiran yang pemerintah o Bencana alam
dapat digunakan o Ancaman terhadap o seperti tanah
untuk kerja produk keutuhan bangsa longsor

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 37


Lebih baik
mencegah dari
pada
Mengobati

Lebih baik
mencegah dari
pada Konflik
terjadi
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 38
MAFIA TANAH

Mafia Tanah adalah individu kelompok dan atau badan hukum yang melakukan tindakan
dengan sengaja untuk perbuatan kejahatan yang dapat menimbulkan kasus pertanahan
Karakteristik Mafia Tanah:
1. Menerbitkan dan/atau menggunakan lebih dari satu surat terhadap satu bidang tanah
yang sama;
2. Menerbitkan dan/atau menggunakan dokumen yang terindikasi palsu terkait tanah;
3. Melakukan okupasi atau penguasaan tanah tanpa izin di atas tanah milik orang lain
(HM/HGB/HGU/HP/HPL) baik yang sudah berakhir maupun yang masih berlaku haknya;
4. Merubah/memindahkan/menghilangkan patok tanda batas tanah;
5. Mengajukan permohonan sertipikat pengganti karena hilang, sementara sertipikat
tersebut masih ada dan masih dipegang oleh pemiliknya atau orang lain dengan itikad
baik, mengakibatkan terdapat dua sertipikat di atas satu bidang tanah yang sama.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 39


HISTORI SATGAS MAFIA TANAH
(SEKARANG KEJAHATAN PERTANAHAN)
Pedoman Kerja Sama
Kementerian ATR/BPN dan
POLRI No. 26/SKB-900/VI/2017
dan No. 49/VI/2017 tentang
Kerjasama di Bidang Agraria/
Pertanahan dan Tata Ruang

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 40


PENANGANAN KEJAHATAN PERTANAHAN

Penanganan Kejahatan Pertanahan dimulai sejak tahun 2018 hingga sampai saat ini. Kementerian
Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional telah menentukan target operasi yang harus
diselesaikan oleh tim Satgas Pencegahan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan setiap tahun.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mengadakan 2 (dua) kali setiap tahun
kegiatan rapat koordinasi Bersama dengan POLRI (sejak tahun 2021 melibatkan Kejaksaan Agung RI
sebagai Tim Satgas), antara lain:

[Link] Pra Ops Pencegahan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan, kegiatan ini bertujuan untuk
menyetujui target operasi yang diusulkan oleh Tim Satgas Wilayah
[Link] Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan, kegiatan ini bertujuan untuk
mengevaluasi penanganan terhadap target operasi yang telah disetujui pada kegiatan Pra Ops

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 41


TIMELINE PENANGANAN
KEJAHATAN PERTANAHAN/ MAFIA TANAH
Syarat:
1. Memperhatikan ketentuan dalam pasal 76,78 dan 79 KUHP tentang 1. Penanganan TO ditargetkan selesai dalam 1 tahun dengan target
Daluwarsa Penuntutan penyelesaian:
2. Terhadap adanya dugaan tindak pidana penyerobotan, agar 1. Polri pada tahap p21
diperhatikanwaktu penyelesaian (P21) dalam tahun anggaran berjalan 2. Bpn penyelesaian K1/K2/K3
apabila tanah tersebut menjadi obyek perkara di pengadilan perdata 2. Apabila tidak dapat selesai dalam 1 tahun, dilanjutkan pada tahun
terkait kepemilikan berikutnya dengan menggunakan anggaran rutin pada masing-masing
3. Mengutamakan obyek permasalahan dengan kepentingan masyarakat (Polri dan Kementerian ATR/BPN) dan hasil akhirnya dilaporkan kepada
(berdampak sosial luas) dan/atau memiliki nilai ekonomis tinggi Ditjen PSKP Kementerian ATR/BPN Cq Dit. PPKP dan Bareskrim Polri Cq
4. Penyelesaian tidak dengan Restorative Justice Dittipidum

Penentuan TO

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER
JULI

Penanganan TO
- Supervisi
2022
- Rapat Koordinasi 42
- Gelar Perkara
MEKANISME PELAPORAN KEJAHATAN PERTANAHAN (1)

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 43


MEKANISME PELAPORAN KEJAHATAN PERTANAHAN (2)

20XX KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 44


PRAKTEK-PRAKTEK KEJAHATAN PERTANAHAN

2 3 4
Pemalsuan dokumen terkait Mengajukan permohonan sertipikat
1 tanah seperti kartu eigendom, Merubah/ menggeser/ pengganti karena hilang padahal
Kepala Desa membuat Salinan Kikitir/Girik, Surat Keterangan menghilangkan patok
sertipikat tidak hilang dan masih
girik, membuat surat keterangan Tanah, SK Redistribusi tanda batas tanah dipegang oleh pemiliknya sehingga
tidak sengketa, membuat surat Tanah, Tanda Tangan mengakibatkan beredarnya 2 (dua)
keterangan penguasaan fisik SuratUkur, sertipikat di batas bidang tanah yg
atau membuat surat keterangan sama
tanah lebih dari satu kepada 5 6
beberapa pihak untuk bidang Dengan sengaja menggunakan jasa
Memprovokasi masyarakat
tanah yg sama preman untuk kuasai fisik objek
petani/penggarap untuk atau
mengokupasi tanah milik orang lain yang sudah
mengusahakan tanah secara bersertipikat, memagarnya dan
illegal di atas perkebunan menggemboknya kemudian
HGU baik yang akan mendirikan bangunan di atasnya,
berakhir maupun yang masih dan ketika ada pengaduan dari masy
berlaku pemilik tanah, mereka berdalih telah
menguasai fisik tanah sejak lama
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 45
PRAKTEK-PRAKTEK KEJAHATAN PERTANAHAN

7 8 9 10
Dilakukan secara terorganisir Pelaku menentukan target Perubahan data yuridis Pelaku yang notabene
mulai dari pihak pendana, dan data fisik sertipikat dekat dengan korban
berupa tanah kosong yang
pelaku aktor utamanya yang yang telah diterbitkan bekerja sama dengan
ditinggalkan pemiliknya dan
melibatkan oknum pejabat mendapatkan informasi tanpa adanya dokumen oknum notaris/PPAT yang
notaris/PPAT serta oknum ASN terkait bidang tanah tersebut permohonan serta telah menyiapkan figur
Pemerintahan dan ada juga dari oknum petugas Kantor lampiran Warkah berperan sebagai korban
hadirnya sosok figur yang ATR/BPN. Selanjutnya Sertipikat bahkan kemudian membuat akta
dimainkan oleh para pelaku. meminta slot sertipikat hasil oknum pegawai BPN isinya seakan-akan benar
Modus yang dilakukan dengan tersebut telah telah terjadi peralihan
PTSL yang sudah
disertai pembuatan surat atau ditandatangani namun belum melakukan akses atau pemberian kuasa
dokumen palsu yang illegal (tanpa ijin) hak untuk mengalihkan
diserahkan kepada.
digunakan untuk mengambil terhadap akun pegawai kepada pelaku sehingga
Kemudian memasukkannya
alih asset berupa tanah dan BPN tanpa diketahui bisa dengan mudah
ke dalam sistem KKP untuk
bangunan milik korbannya oleh si pemilik akun mengambil alih aset
dicatatkan dengan menyalahi
untuk mendapatkan (tanah dan bangunan)
prosedur
keuntungan
milik korban menjadi milik
pelaku
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 46
PRAKTEK-PRAKTEK KEJAHATAN PERTANAHAN

Melakukan gugatan rekayasa di pengadilan untuk Membeli tanah-tanah yang sedang


mendapatkan hak atas tanah, padahal baik penggugat berperkara di pengadilan dan
A maupun tergugat adalah merupakan bagian dari B memberikan suap kepada penegak
kelompok mafia tersebut dan pemilik tanah yang hukum sehingga putusan berpihak
11 sebenarnya tidak dilibatkan sebagai pihak kepada kelompoknya
Menggunakan pengadilan
untuk melegalkan
kepemilikan atas tanah,
dengan cara :
Melakukan gugatan tiada akhir, dan menimbulkan Melakukan gugatan di pengadilan
C banyaknya putusan pengadilan yang telahberkekuatan dengan menggunakan alas hak palsu,
hukum tetap yang isi putusannya bertentangan satu D sehingga data palsu itu menjadi legal
sama lain, sehingga putusan tersebut tidak dapat dengan adanya putusan pengadilan
dijalankan/dieksekusi dan tanah tidak dapat yang telah berkekuatan hukum tetap
dimanfaatkan

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 47


CAPAIAN HASIL TARGET OPERASI
PENANGANAN KEJAHATAN PERTANAHAN TAHUN 2022

Target Operasi Penanganan Kejahatan Pertanahan


(MAFIA TANAH) seluruh Indonesia pada Tahun 2022
sebanyak 60 kasus dengan luas bidang tanah lebih
dari 54 ribu Ha dan Total kerugian mencapai Rp. 2.5
Triliyun, yang melibatkan 412 pelaku mafia tanah
yang bereasal dari berbagai profesi.

Kasus pertanahan melibatkan mafia tanah yang


ditangani Polda Lampung melibatkan juru ukur BPN,
Kepala Desa setempat, PPAT, Camat, Purnawirawan
Polri bahkan Jaksa yang telah ditetapkan sebagai
tersangka.

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 48


Lebih baik
mencegah dari
pada
Mengobati

Lebih baik
mencegah dari
pada Konflik
terjadi
2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 49
PENCEGAHAN KASUS PERTANAHAN

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 50


PENCEGAHAN KASUS PERTANAHAN

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 51


UPAYA PENCEGAHAN KASUS PERTANAHAN

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 52


KEGIATAN PENCEGAHAN KASUS PERTANAHAN

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 53


SOSIALISASI PENCEGAHAN KASUS PERTANAHAN

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 54


TINDAK LANJUT SOSIALISASI PENCEGAHAN KASUS

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 55


PENGUATAN REGULASI KEBIJAKAN
DI BIDANG PERTANAHAN
Layanan Elektronik
1. Permen ATR/KBPN Nomor 3/2019 tentang Tanda Tangan Elektronik;
2. Permen ATR/KBPN Nomor 7/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMNA Nomor 3 Tahun 1997;
3. PermenATR/KBPN Nomor 5/2020 tentang HT Elektronik;
4. Juknis Nomor 2/2020 tentang HT Elketronik;
5. PermenATR/KBPN Nomor 19/2020 tentang Layanan Informasi Pelayanan Eletronik;
6. PermenATR/KPBN Nomor 1/2021 tentang Sertipikat Elektronik;
7. Juknis Layanan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang Secara Elektronik
Nomor 5/[Link].02/VIII/2021.

PTSL
Juknis Nomor 1/[Link].02/VIII/2021 tentang PTSL.

Kebijakan P3MB/Prk5
PermenATR/KBPN Nomor 3/2020 tentang P3MB/Prk5

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 56


PENGUATAN REGULASI KEBIJAKAN
DI BIDANG PERTANAHAN
Penguatan Kebijakan Turunan UUCK
1. PP Nomor 18/2021 tentang HPL, HAT, Sarusun dan PT
2. PP Nomor 19/2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum
3. PP Nomor 20/2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Terlantar;
4. PP Nomor 21/2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang;
5. PP Nomor 43/2021 tentang Penyelesaian Ketidaksesuaian Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin dan Hak Atas
Tanah;
6. PP Nomor 64/2021 tentang Badan Bank Tanah;
7. PermenATR/KBPN Nomor 16/2021 tentang Perubahan Ketiga atas PMNA 3/1997;
8. PermenATR/KPBN Nomor 17/2021 tentang Tata Cara Penetapan Tanah Musnah;
9. PermenATR/KBPN Nomor 18/2021 tentang Tata Cara Penetapan HPL dan HAT;
10. PermenATR/KPN Nomor 12/2021 tentang Pertimbangan Teknis Pertanahan;
11. PermenATR/KBPN Nomor 19/2021 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19/2021;
12. PermenATR/KPBN Nomor 20/2021 tentang Tata Cara Penertiban dan Pendayagunaan Kawasn dan Tanah
Terlantar;
13. PermenATR/KBPN Nomor 18/2021 tentang Tata Cara Penetapan HPL dan HAT;
14. PermenATR/KPN Nomor 12/2021 tentang Pertimbangan Teknis Pertanahan;

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 57


TANYA JAWAB
TERIMA KASIH

2022 KAPITA SELEKTA SENGKETA KONFLIK PERKARA PERTANAHAN / YULISTRIANI 59

Anda mungkin juga menyukai