0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan6 halaman

Surat Ikatan Tugas Dr. Tom Maskun

Dokumen tersebut merupakan surat ikatan tugas antara Yayasan Al-Ghifari sebagai pihak pertama dan Agus Abdul Wahab sebagai pihak kedua untuk melakukan review dan analisis keuangan serta memberikan rekomendasi kenaikan gaji karyawan. Pekerjaan ini akan diselesaikan dalam waktu 3 bulan dengan imbalan sebesar Rp10.000.000 yang dibayarkan secara bertahap.

Diunggah oleh

Dede Setiadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan6 halaman

Surat Ikatan Tugas Dr. Tom Maskun

Dokumen tersebut merupakan surat ikatan tugas antara Yayasan Al-Ghifari sebagai pihak pertama dan Agus Abdul Wahab sebagai pihak kedua untuk melakukan review dan analisis keuangan serta memberikan rekomendasi kenaikan gaji karyawan. Pekerjaan ini akan diselesaikan dalam waktu 3 bulan dengan imbalan sebesar Rp10.000.000 yang dibayarkan secara bertahap.

Diunggah oleh

Dede Setiadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SURAT IKATAN TUGAS

Tugas dan Tanggung Jawab :

1. Review dan Analisis Keuangan Dalam Pertimbangan Anggaran Kenaikan Gaji


Karyawan;
2. Laporan Ringkasan Hasil Review, Analisis Keuangan dan Rekomendasi.

Nomor : 01/AW/III/2023

Pada hari ini, Jumat tanggal 17 bulan Maret tahun 2023 (18/04/2017) kami yang
bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Dr. H. Tom Maskun, [Link]., [Link].

Jabatan : Ketua Pengurus Yayasan

Alamat : Jl. Cisaranten Kulon No. 140

Kecamatan Arcamanik – Kota Bandung

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama :

Perusahaan : Yayasan Al-Ghifari

Alamat : Jl. Cisaranten Kulon No. 140

Kecamatan Arcamanik – Kota Bandung

NPWP : [Link]-000.000

Jenis Usaha : Yayasan / Nirlaba Pendidikan

Selanjutnya dalam Surat Ikatan Tugas ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama : Agus Abdul Wahab, S.E, [Link], Akt, BKP, CTT, CTAP

Jabatan : Akuntan, Konsultan Pajak & Kuasa Hukum PP

Alamat : Pesona Bali Residence C8 No. 5

Kecamatan Bojongsoang – Kabupaten Bandung

NPWP : [Link]-442.000

Menjalankan pekerjaan tersebut, dan oleh karena itu dalam hal ini bertindak untuk
dan atas nama diri sendiri, selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk membuat perjanjian untuk mengikatkan diri
dalam suatu Ikatan Pekerjaan dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut :
BAB I

UMUM

Pasal 1

TUGAS PEKERJAAN

PIHAK PERTAMA memberikan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA untuk


melaksanakan pekerjaan tersebut di atas (tidak termasuk dalam perencanaan
penyusunan data-data keuangan, karena sudah ada tersedia di intern pembukuan
perusahaan PIHAK PERTAMA ).

Pekerjaan ini tidak termasuk dalam Jasa Akuntansi Keuangan dan Akuntansi
Perpajakan.

Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana yang
tercantum dalam Surat Ikatan Tugas ini sesuai dengan Kode Etik Profesi Akuntan,
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), dan/atau Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) yang berlaku serta menjunjung tinggi Kepatuhan Hukum, Integritas
Martabat dan kehormatan Profesi Akuntan, pekerjaan meliputi :

Persiapan : menerima secara penuh data-data keuangan Tahun Buku 2020, 2021, dan
2022 yang nantinya akan diperlukan dalam pelaksanaan proses pekerjaan.

Pekerjaan Teknis : mengumpulkan data-data keuangan, pembukuan, rekap, review


yang berkaitan dengan Proses Analisis yang akan dilakukan sesuai Akuntansi
Keuangan, Manajemen Keuangan dan Akuntansi Manajemen.

Konsultasi : menerapkan Standar Analisis sesuai Akuntansi Keuangan, Manajemen


Keuangan, dan Akuntansi Manajemen dalam proses pelaksanaan pekerjaan.

Laporan : Laporan Ringkasan Hasil Review, Analisis Keuangan dan


Rekomendasi.

Dokumen : Buku Jurnal Akuntansi, Buku Besar Beban Gaji Karyawan, Rekapitulasi
Beban Gaji Karyawan, Daftar Payrol Gaji Karyawan, Laporan Laba Rugi Komprehensif,
dan Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Tahun Buku 2020, 2021, dan 2022. Data-data
yang diperlukan kemudian akan menyusul selama dalam proses pekerjaan.

Pasal 2

DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas
dasar referensi-referensi data-data keuangan internal entitas PIHAK PERTAMA yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Ikatan Tugas ini dan tidak melanggar
Kode Etik Profesi Akuntan serta sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) dan/atau Standar Akuntansi Keuangan (SAK).
Pasal 3

HAK DAN KEWAJIBAN

Pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti
ketentuan yang tercantum dalam Surat Ikatan Tugas ini dan tidak melanggar
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan/atau Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) yang berlaku, selanjutnya PIHAK PERTAMA akan tunduk dan patuh
atas segala kewajiban yang tertuang dalam Surat Ikatan Tugas ini, serta PIHAK
KEDUA tidak melanggar Kode Etik Profesi Akuntan.

PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan, keahlian,


dan pengalaman yang dimiliki sehingga pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
kerangka acuan kerja yang telah ditetapkan sesuai Standar Akuntansi Keuangan yang
berlaku.

Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Ikatan Tugas dan
Ketepatan waktu, kelancaran pelaksanaan pekerjaan yang berhubungan dengan
pekerjaan pengawasan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA.

PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan sebagian atau seluruh pekerjaan


serta data-data yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain, kecuali atas
persetujuan PIHAK PERTAMA.

PIHAK KEDUA tidak bertanggung jawab atas isi dan materi dari data-data dan
informasi keuangan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA.

Pasal 4

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam pasal 1, dimulai
dari tahap persiapan sampai dengan tahap pelaporan Ringkasan Hasil Review.

Hasil pekerjaan sampai mencapai 100% (seratus persen) paling lambat harus sudah
selesai dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya dalam jangka
waktu 3 bulan hari kerja terhitung sejak ditandatanganinya Surat Ikatan Tugas dan
Data yang diperlukan diterima PIHAK KEDUA.

Jangka waktu penyelesaian pekerjaan seperti yang dimaksud pada ayat 1 tidak dapat
diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya keadaan memaksa seperti yang dimaksud
dalam pasal 5 dan telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA.

Pasal 5

KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

Yang dimaksud dengan keadaan memaksa dalam Surat Ikatan Tugas ini adalah
peristiwa-peristiwa yang diluar kemampuan PIHAK KEDUA yang langsung
mempengaruhi proses pelaksanaan pekerjaan : keterlambatan pemberian informasi
dan data-data dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA yang diperlukan dalam
proses pelaksanaan pekerjaan, informasi dan data-data dari PIHAK PERTAMA tidak
lengkap sehingga memperlambat proses pelaksanaan pekerjaan, data-data dari
PIHAK PERTAMA tidak tersedia sehingga PIHAK KEDUA harus melakukan alternatif
lain sehingga harus memperpanjang waktu pelaksanaan proses pekerjaan, bencana
alam (gempa bumi, banjir, badai, dll), huru-hara, kerusuhan dan kekacauan, serta
keadaan memaksa yang dinyatakan resmi oleh pemerintah.

Apabila terjadi keadaan memaksa maka PIHAK KEDUA memberitahukan secara lisan
atau tulisan kepada PIHAK PERTAMA bahwa telah terjadi kedaan memaksa dan
mengajukan permohonan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan selambat-
lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sebelum berakhirnya masa penyelesaian pekerjaan.

Apabila dalam waktu 3x24 jam sejenak diterima permohonan tertulis atau lisan
PIHAK KEDUA tentang keadaan memaksa tersebut, PIHAK PERTAMA tidak
memberikan jawaban, maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui permohonan
perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan .

BAB II

KEUANGAN

Pasal 6

BIAYA JASA / HONORARIUM

Jumlah Honorarium atas pekerjaan tersebut di atas dalam pasal 1 Surat Ikatan Tugas
ini adalah Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah), yang merupakan jumlah yang tetap
dan pasti mengikat.

Pasal 7

CARA PEMBAYARAN

Pembayaran dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud


dalam pasal 6 Surat Ikatan Tugas ini dilakukan dengan syarat-syarat :

1. Pembayaran dimuka sebesar Rp 6.000.000,- (enam juta rupiah) dari nilai biaya
jasa / honararium pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dibayarkan
kepada PIHAK KEDUA pada saat penandatanganan Surat Ikatan Tugas ini.
2. Sisa Rp 4.000.000,- (empat juta rupiah) dilunasi setelah tugas pekerjaan selesai
sesuai pasal 1 dan pasal 4 dalam Surat Ikatan Tugas ini.
3. Pembayaran dilakukan dengan cara tunai atau mentransfer ke rekening PIHAK
KEDUA dengan rincian sebagai berikut :
a. Nama Bank : BCA (Bank Central Asia) KCP Dayeuhkolot
b. Nomor Rekening : 3371812626
c. Nama Pemilik Rekening : Agus Abdul Wahab Djamain, S.E
Pasal 8

BEBAN DAN PAJAK

Bea materai dari Surat Ikatan Tugas ini menjadi tanggung jawab dan kewajiban
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, dimana perjanjian di tempel materai Rp
10.000,- (sepuluh ribu rupiah) paling sedikit 2 set Surat Ikatan Tugas sesuai dengan
Undang-Undang yang berlaku.

Pajak Penghasilan atas honorarium yang diterima (PPh pasal 21) sepenuhnya
menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA dan dipotong dari honorarium yang
diterima, serta di setor dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat oleh
PIHAK PERTAMA dimana PIHAK PERTAMA wajib menyerahkan bukti potong
tersebut kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan.

BAB III

LAIN-LAIN

Pasal 9

PEMUTUSAN PERJANJIAN

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sama-sama berhak dapat membatalkan secara
sepihak perjanjian ini setelah kedua belah pihak telah melanggar Surat Ikatan Tugas
ini :

PIHAK PERTAMA tidak melaksanakan saran dan konsultasi yang telah diberikan
oleh PIHAK KEDUA serta tidak melaksanakan segala aspek kewajiban sesuai dengan
pasal 3, pasal 6, dan pasal 7 Surat Ikatan Tugas sehingga akan menyulitkan proses
kinerja dan posisi PIHAK KEDUA sebagai pelaksana tugas.

PIHAK KEDUA tidak melaksanakan pekerjaan sebagaimana mestinya yang dimaksud


dalam pasal 1, pasal 3, dan pasal 4 Surat Ikatan Tugas ini.

Jika terjadi pemutusan perjanjian kerja maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk
Akuntan lain untuk menyelesaikan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam pasal 1
dan pasal 4 Surat Ikatan Tugas ini.

Dalam hal terjadi pemutusan karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana
dimaksud dalam pasal ini, maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA tidak dapat
menuntut ganti rugi.

Pasal 11
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Apabila timbul perbedaan atau perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK
KEDUA mengenai proses pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan dalam
pasal-pasal Surat Ikatan Tugas ini kedua belah pihak sepakat akan mengutamakan
penyelesaian dengan cara musyawarah.

Pasal 12

LAIN-LAIN

Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Ikatan Tugas ini atau perubahan-
perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut
dalam Surat Ikatan Tugas Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang
tidak terpisahkan dari Surat Ikatan Tugas ini.

Surat Ikatan Tugas ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), keduanya bermaterai Rp
10.000,- (sepuluh ribu rupiah) yang sama kuatnya untuk PIHAK PERTAMA dan
PIHAK KEDUA.

Pasal 13

PENUTUP

Surat Ikatan Tugas ini berlaku sejak ditandatangani, bila ternyata di kemudian hari
diketahui ada hal-hal yang salah / ada perubahan-perubahan maka kedua belah pihak
sepakat akan meninjau kembali dan mengadakan addendum Surat Ikatan Tugas.

Ditetapkan di Bandung

Tanggal 17 Bulan Maret Tahun 2023

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

Dr. H. Tom Maskun, [Link]., [Link] Agus Abdul Wahab, S.E, [Link], Akt, CTT, CTAP

Anda mungkin juga menyukai