TUGAS KELOMPOK
EKONOMI TEKNIK
PEMBUATAN RUMAH SAKIT MENGGNAKAN SISTEM PEMBAYARAN TANPA UANG
MUKA DAN PEMBAYARAN DILAKUKAN SECARA BULANAN
Dosen Pengampu : Dr. Ir. Putri Lynna A. Luthan. [Link]., IPM., [Link]
DISUSUN OLEH :
M. SYAUQI HARRY MARDIKA (5223550015)
ANNISA MAHARANI (5221250013)
ILHAM AFANDI SIAGIAN (5223250032)
TEKNIK SIPIL A
PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MARET 2023
PENDAHULUAN
Proyek adalah rencana pekerjaan dengan sasaran khusus (pengairan, pembangkit tenaga listrik,
dan sebagainya) dan dengan saat penyelesaian yang tegas (dalam [Link] diakses
23/03/2023).
Sedangkan menurut Dwinka (2018) proyek adalah sekumpulan kegiatan yang saling terkait
untuk mencapai hasil akhir tertentu yang mempunyai dimesi waktu, fisik, dan biaya.
Dalam proses pencapaian tujuan tersebut terdapat batasan-batasan yang harus diperhatikan
yaitu alokasi biaya, jadwal dan mutu yang harus diperhatikan, ketiga hal tersebut merupakan alat ukur
bagi penyelenggaraan proyek.
Menurut Biemo W. Soemardi dkk Dalam Suhendar dkk., N.d. (2020) Manajemen biaya proyek
(project cost management) adalah suatu pengendalian proyek untuk memastikan bahwa proyek selesai
sesuai dengan anggaran biaya yang disetujui.
Dalam hal ini perlu adanya cash flow yang baik untuk mengendalikan proyek tetap berjalan
sesuai dengan tujuan.
Menurut Hery (2018) Cash Flow merupakan arus kas masuk maupun arus kas keluar
perusahaan selama periode tertentu. Laporan arus kas ini akan memberikan informasi mengenai
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari aktivitas operasi dan melunasi segala kewajiban.
PERMASALAHAN
Bagaimana merencanakan cash flow suatu proyek dengan sistem pembayaran tanpa uang muka
dan pembayaran dilakukan secara bulanan
Batasan Masalah :
1. Pembayaran proyek tidak dengan uang muka
2. Pembayaran proyek dilakukan bulanan
3. Target pekerjaan pada proyek berjalan selama 8 bulan
4. Pembuatan cash flow berdasarkan pada Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP)
5. Proyek dengan sistem hari kerja, dimana :
• Hari kerja Senin s/d Sabtu
• Jam kerja 8 jam/hari
• Hari libur minggu
6. Model yang digunakan adalah model matematis dengan anggapan suatu pekerjaan dilaksanakan
secara berurutan, dari suatu lokasi ke lokasi sesudahnya dan pada suatu lokasi membutuhkan waktu
yang sama.
SOLUSI
Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit dibangun dengan tiga lantai dengan Luas total
bangunan Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap ini adalah 1.151,96 m2 yang terdiri dari Lantai I :
515,105 m2, Lantai II : 515,105 m2, Lantai III : 485,75 m2.
Tabel 1. Biaya RAP
BIAYA LANGSUNG
Biaya Bahan Rp [Link]
Biaya Upah Rp 693.687.394
Biaya Alat Rp 40.350.000
Biaya Subkontraktor Rp 288.981.615
SUB TOTAL Rp [Link]
BIAYA TIDAK LANGSUNG Rp 149.625.000
SUB TOTAL Rp 149.625.000
TOTAL RAP Rp [Link]
Tabel 2. Rencana Arus Kas Proyek
KESIMPULAN
Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pada proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit
sebesar Rp. [Link] yang terdiri dari biaya langsung sebesar Rp. [Link] dan biaya tak
langsung sebesar Rp. 149.625.000. Pada aliran arus kas (cash flow) untuk sistem pembayaran
memerlukan modal kerja karena pembayaran dilakukan tanpa uang muka, kondisi cash flow proyek
surplus.
REFERENSI
Sudiarsa, M., & Sutapa, I. K. (2021). Analisis Kebutuhan Modal Kerja Kontraktor Berdasarkan Sistem
Pembayaran di Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar. Jurnal Ilmiah Poli Rekayasa,
16(2), 72-78.
Cahyadi, H., Surya, A., & Rahim, A. (2020). ANALISIS CASH FLOW PADA PROYEK
PENINGKATAN JALAN DI BANJARMASIN. PROSIDING SNITT POLTEKBA, 4, 120-125.
[Link] diakses 23/03/2023