0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan135 halaman

Pengaruh Jus Semangka pada Tekanan Darah

VII + 50 Pages + xiv + 10 Tables + 8 Attachments Hypertension is nicknamed the Silent Killer or something that can cause sudden death in sufferers quietly. High blood pressure if uncontrolled can cause complications. Interventions to lower blood pressure can be pharmacological and non-pharmacological, one of which is consuming red watermelon juice. The purpose of this study was to determine the effect of giving red watermelon juice on changes in blood pressure in women of reproductive age aged 15-49 years with hypertension at UPTD Taktakan Community Health Center in 2022. This study used a Quasi-experimental design with pre-test and post-test with control group

Diunggah oleh

pkmtaktakan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan135 halaman

Pengaruh Jus Semangka pada Tekanan Darah

VII + 50 Pages + xiv + 10 Tables + 8 Attachments Hypertension is nicknamed the Silent Killer or something that can cause sudden death in sufferers quietly. High blood pressure if uncontrolled can cause complications. Interventions to lower blood pressure can be pharmacological and non-pharmacological, one of which is consuming red watermelon juice. The purpose of this study was to determine the effect of giving red watermelon juice on changes in blood pressure in women of reproductive age aged 15-49 years with hypertension at UPTD Taktakan Community Health Center in 2022. This study used a Quasi-experimental design with pre-test and post-test with control group

Diunggah oleh

pkmtaktakan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UNIVERSITAS FALETEHAN

PENGARUH PEMBERIAN JUS SEMANGKA MERAH


TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA
WUS USIA 15 – 49 TAHUN DENGAN HIPERTENSI
DI UPTD PUSKESMAS TAKTAKAN
TAHUN 2022

SKRIPSI

SITI NURUSSAKINATURRAHMAH
NIM. 6021032079

PROGRAM STUDI SARJANA DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS FALETEHAN
SERANG – BANTEN
TAHUN 2022
UNIVERSITAS FALETEHAN

PENGARUH PEMBERIAN JUS SEMANGKA MERAH


TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA
WUS USIA 15 – 49 TAHUN DENGAN HIPERTENSI
DI UPTD PUSKESMAS TAKTAKAN
TAHUN 2022

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar


Sarjana Kebidanan

SITI NURUSSAKINATURRAHMAH
NIM. 6021032079

PROGRAM STUDI SARJANA DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS FALETEHAN
SERANG – BANTEN
TAHUN 2022

i
HALAMAN PERSETUJUAN

Tugas Akhir dengan Judul “Pengaruh Pemberian Jus Semangka Merah Terhadap
Perubahan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur Usia 15 – 49 Tahun Dengan
Hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022” telah disetujui untuk di
presentasikan di hadapan Tim Penguji Tugas Akhir Penelitian Program Studi
Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Faletehan.

Serang, Januari 2023

Pembimbing,

Rina Kartikasari, [Link], [Link]


NIK. 12.06.110

Memgetahui
Ketua Prodi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan,

Rina Kartikasari, [Link], [Link]


NIK. 12.06.110

ii
HALAMAN PENGESAHAN

Tugas akhir ini diajukan oleh :


Nama : Siti Nurussakinaturrahmah
NIM : 6021032079
Program Studi : Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan
Judul Tugas Akhir : Pengaruh Pemberian Jus Semangka Merah Terhadap
Perubahan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur
Usia 15 – 49 Tahun Dengan Hipertensi di UPTD
Puskesmas Taktakan Tahun 2022”

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Penguji dan diterima sebagai


bagianpersyratan yang diperlukan untuk menyelesaikan Program Studi Sarjana
dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Faletehan.

DEWAN PENGUJI

Penguji I : Rina Kartikasari, [Link], [Link] ( )

Penguji II : Refi Lindawati, [Link] , [Link] ( )

Penguji III : Nur Sofiyati, S. Kep ( )

Ditetapkan di : Serang
Tanggal : 08 Februari 2023

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia
Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir dengan judul Pengaruh
Pemberian Jus Semangka Merah Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada
Wanita Usia Subur Usia 15 – 49 Tahun Dengan Hipertensi di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022”. Dalam penyusunan tugas akhir ini, saya telah dibimbing
dengan baik oleh para dosen pembimbing dan mendapat banyak dukungan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu sebagai bentuk syukur, saya ucapkan terima kasih
kepada :
1. Andiko Nugraha Kusuma, SKM., M. KM, selaku Ketua Sekolah Tinggi
Ilmu Kesehatan Faletehan.
2. Hj. Rosidah, SKM, MM. Kes, selaku kepala puskesmas UPTD Puskesmas
Taktakan
3. Ns. H. Asra, [Link]., [Link] selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Faletehan
4. Rina Kartikasari, [Link], [Link], Selaku Ka. Prodi dan sebagai
pembimbing I Program Studi Sarjana Dan Pendidikan Profesi Bidan
5. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Faletehan yang dengan tekun
memberikan bimbingan ilmiah melalui berbagai pengarahan, sharing, dan
usul yang cemerlang.
6. Seluruh rekan – rekan di UPTD Puskesmas Taktakan yang telah bersedia
membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
7. Suami tercinta, orang tua dan saudaraku yang tersayang yang selalu
memberikan do’a dan dukungan baik moril maupun material serta
mendidik dengan kesabaran dan kasih sayang.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan ini masih banyak kekurangan dan jauh
dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat
saya harapkan. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat
khususnya bagi peneliti dan umumnya bagi pembaca.
Serang, Desember 2022

iv
Penulis

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI


TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai civitas akademik Universitas Faletehan, saya yang bertanda tangan


dibawah ini :

Nama : Siti Nurussakinaturrahmah


Nim : 6021032079
Program Studi : S1 Kebidanan
Jenis Karya : Skripsi

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada


Universitas Faletehan Hak Bebas Royalti Non Eksklusif (Non – Exclusive
Royalty – Free Right) atas karya ilmiah saya berjudul :

“Pengaruh Pemberian Jus Semangka Merah Terhadap Perubahan Tekanan


Darah Pada Wanita Usia Subur Usia 15 – 49 Tahun Dengan Hipertensi di
UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022”.

Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan hak bebas Royalti
Nonesklusif ini Universitas Faletehan berhak menyimpan,
mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database).
Merawat, dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan
nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta. Demikian
pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Serang
Pada Tanggal : Februari 2023
Yang menyatakan

(Siti Nurussakinaturrahmah)

v
SURAT PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa :


1. Karya tulis ini adalah murni gagasan, rumusan, dan penelitian saya sendiri
tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan Tim Pembimbing dan masukan
Tim Penguji.
2. Dalam karya tulis ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis
atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas
dicantumkan sebagai acuan dalam naskah dengan disebutkan nama
pengarang dan dicantumkan dalam daftar pustaka.
3. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian
hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini,
maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar
yang telah diperoleh karena karya ini, serta sanksi lainnya sesuai dengan
norma yang berlaku diperguruan tinggi ini.

Serang, Februari 2023

Yang membuat Pernyataan

Siti Nurussakinaturrahmah
Nim : 6021032079

vi
ABSTRAK

Nama : Siti Nurussakinaturrahmah


Program studi : S1 Kebidanan
Judul tugas akhir : Pengaruh Pemberian Jus Semangka Merah Terhadap
Perubahan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur Usia 15 –
49 Tahun Dengan Hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan
Tahun 2022

VII + 50 Halaman + xiv + 10 Tabel + 8 Lampiran

Hipertensi dijuluki sebagai Silent Killer atau sesuatu yang secara diam-diam dapat
menyebabkan kematian mendadak para penderitanya. Tekanan darah yang tinggi
jika tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. Intervensi untuk
menurunkan tekanan darah dapat secara farmakologis dan non farmakologis salah
satunya dengan konsumsi jus buah semangka. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh pemberian jus semangka merah terhadap perubahan tekanan
darah pada WUS usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain Quasi – eksperimental
dengan pre-test and post-test with control group. Jumlah sampel pada tiap-tiap
kelompok sebanyak 18 responden total 36 responden, Analisa data menggunakan
uji Wilcoxon. Hasil penelitian mendapatkan nilai p value sebesar 0,000 atau <
0,05 maka dapat disimpulkan bahwa jus semangka merah lebih efektif
menurunkan tekanan darah pada WUS usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi.
UPTD Puskesmas Taktakan diharapkan dapat memberikan sosialisasi manfaat jus
semangka dalam membantu penurunan tekanan darah kepada masyarakat

Kata kunci : Tekanan darah, Jus semangka, wanita usia subur


Daftar pustaka : 28 (2015-2022)

vii
ABSTRACT

Name : Siti Nurussakinaturrahmah


Study Program : S1 Midwife
Title of final assignment : The Effect of Giving Red Watermelon Juice on
Changes in Blood Pressure in Women of Reproductive
Age Aged 15 – 49 Years With Hypertension at UPTD
Puskesmas Taktakan in 2022

VII + 50 Pages + xiv + 10 Tables + 8 Appendices

Hypertension is known as the Silent Killer or something that can secretly cause
the sudden death of sufferers. High blood pressure if not controlled can cause
complications. Interventions to reduce blood pressure can be pharmacological and
non-pharmacological, one of which is by consuming watermelon juice. The
purpose of this study was to determine the effect of giving red watermelon juice
on changes in blood pressure in WUS aged 15-49 years with hypertension at the
UPTD Puskesmas Takakan in 2022. This study used a quasi-experimental design
with pre-test and post-test with control group. The number of samples in each
group was 18 respondents, a total of 36 respondents. Data analysis used the
Wilcoxon test. The results of the study obtained a p value of 0.000 or <0.05, so it
can be concluded that red watermelon juice is more effective in reducing blood
pressure in WUS aged 15-49 years with hypertension. It is hoped that the UPTD
of the Taktakan Health Center can provide socialization of the benefits of
watermelon juice in helping to reduce blood pressure to the community

Keywords : Blood pressure, Watermelon juice, women of childbearing age


Bibliography : 28 (2015-2022)

viii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...............................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN..............................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN..............................................................................iii
KATA PENGANTAR...........................................................................................iv
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI..........................v
SURAT PERNYATAAN......................................................................................vi
ABSTRAK............................................................................................................vii
ABSTRACT.........................................................................................................viii
DAFTAR ISI..........................................................................................................ix
DAFTAR TABEL................................................................................................xii
DAFTAR GAMBAR...........................................................................................xiv
DAFTAR BAGAN................................................................................................xv
DAFTAR LAMPIRAN.......................................................................................xvi
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
A. Latar Belakang............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.......................................................................................4
C. Tujuan Penelitian........................................................................................5
1. Tujuan Umum...............................................................................................5
2. Tujuan Khusus..............................................................................................5
D. Manfaat Penelitian......................................................................................6
1. Bagi Institusi pendidikan..............................................................................6
2. Bagi Lahan Penelitian...................................................................................6
3. Bagi Peneliti..................................................................................................6
E. Ruang Lingkup Penelitian..........................................................................6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................7
A. Hipertensi.....................................................................................................7
1. Definisi..........................................................................................................7

ix
2. Penyebab.......................................................................................................7
3. Tanda gejala..................................................................................................8
4. Patofisiologi..................................................................................................9
5. Faktor resiko terjadinya hipertensi..............................................................10
6. Penatalaksanaan..........................................................................................13
B. Wanita Usia Subur....................................................................................18
1. Definisi........................................................................................................18
2. Fisiologi......................................................................................................19
3. Faktor – faktor predisposisi hipertensi pada wanita usia subur..................20
C. Literatur review........................................................................................23
D. Kerangka Teori.........................................................................................26
BAB III KERANGKA KONSEP........................................................................27
A. Kerangka Konsep......................................................................................27
B. Definisi Operasional..................................................................................28
C. Hipotesis Penelitian...................................................................................29
BAB IV METODE PENELITIAN.....................................................................30
A. Desain Penelitian.......................................................................................30
B. Tempat dan waktu penelitian..................................................................31
C. Populasi dan Sampel.................................................................................31
1. Populasi.......................................................................................................31
2. Sampel.........................................................................................................31
D. Pengumpulan data....................................................................................33
1. Sumber data.................................................................................................33
2. Alat pengumpulan data...............................................................................33
E. Pengolahan data........................................................................................35
F. Analisis Data..............................................................................................36
1. Analisis Univariat.......................................................................................36
2. Uji Normalitas.............................................................................................36
3. Analisis Bivariat..........................................................................................37
G. Etika Penelitian.........................................................................................38
BAB V HASIL PENELITIAN............................................................................39

x
A. Hasil Univariat..........................................................................................39
B. Hasil Bivariat.............................................................................................41
BAB VI PEMBAHASAN.....................................................................................45
A. Tekanan darah tanpa jus semangka pada wanita usia subur usia 15 -
49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun
2022............................................................................................................45
B. Tekanan darah pada kelompok Intervensi jus semangka pada wanita
usia subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022..............................................................................46
BAB VII PENUTUP.............................................................................................50
A. Kesimpulan................................................................................................50
B. Saran..........................................................................................................50
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xi
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Literatur Review............................................................................19


Tabel 3.1 Definisi Operasional......................................................................
Tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas Pengaruh Pemberian Jus Semangka Merah
Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur
Usia 15 – 49 Tahun Dengan Hipertensi di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022....................................................................
Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah pada
kelompok kontrol (Tanpa Jus Semangka) pada wanita usia
subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022....................................................................
Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah pada
kelompok intervensi (Dengan Jus Semangka) pada wanita usia
subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022....................................................................
Tabel 5.4 Pengaruh tekanan darah sistole pada kelompok kontrol (tanpa
jus semangka) pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan
hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022.................
Tabel 5.5 Pengaruh tekanan darah Diastole pada kelompok kontrol (tanpa
jus semangka) pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan
hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022.................
Tabel 5.6 Pengaruh tekanan darah Sistole pada kelompok Intervensi
(dengan jus semangka) pada wanita usia subur usia 15 - 49
tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun
2022...............................................................................................
Tabel 5.7 Pengaruh tekanan darah Diastole pada kelompok Intervensi
(dengan jus semangka) pada wanita usia subur usia 15 - 49

xii
tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun
2022...............................................................................................
Tabel 5.8 Pengaruh perbedaan Tekanan darah antara Uji Efektifitas tanpa
jus semangka dengan pemberian jus semangka pada wanita usia
subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022....................................................................

xiii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Desain Penelitian..............................................................................24

xiv
DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1 Kerangka Teori.....................................................................................20


Bagan 3.1 Kerangka Konsep.................................................................................21

xv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Informend Consent


Lampiran 2 : Lembar Observasi
Lampiran 3 : Format Tugas Akhir
Lampiran 4 : Output Univariate
Lampiran 5 : Output Uji Normalitas
Lampiran 6 : Output Uji Wilcoxon
Lampiran 7 : Dokumentasi
Lampiran 8 : Daftar Riwayat Hidup

xvi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup berbahaya di
seluruh dunia karena hipertensi merupakan faktor risiko utama yang
mengarah kepada penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal
jantung, stroke dan penyakit ginjal yang mana pada tahun 2016 penyakit
jantung iskemik dan stroke menjadi dua penyebab kematian utama di dunia
(WHO 2021)

Berdasarkan data dari (WHO 2021) diperkirakan 1.13 juta jiwa didunia
mengalami hipertensi, atau sekitar 1 orang dari 4 orang atau 1 orang dari 5
orang didunia mengalmi hipertensi, dan kurang 1 orang yang mengalami
hipertensi dibawah di seluruh dunia, sekitar 972 juta orang atau 26,4%
mengidap penyakit hipertensi. Diperkirakan setiap tahun ada 9,4 juta orang
meninggal akibat hipertensi dan komplikasi. 333 juta dari 972 juta pengidap
hipertensi berada di negara maju dan sisanya berada di negara berkembang
salah satunya Indonesia.

Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2018 sebesar 34,11%. Prevalensi


hipertensi pada penduduk di Indonesia yang berusia 18-24 tahun sebesar
(13.22%), umur 25-34 tahun (20,13%) , umur 35-44 tahun ( 31,61%), umur
45-54 tahun (45,32%), umur 55-64 tahun (55,22%), umur 65-74 tahun
(63,22%) dan mengalami peningkatan pada umur >75 tahun (69,53%)
(Kemenkes RI 2019).

Prevalensi hipertensi yang tertinggi di Indonesia berada di Provinsi


Kalimantan Selatan sebesar (44,13%), sedangkan yang terendah di Provinsi
Papua (22,22%). Provinsi Bali tahun 2018 prevalensi hipertensi cukup tinggi
yaitu (29,97%) (Kemenkes RI 2019).

1
2

Hipertensi dijuluki sebagai Silent Killer atau sesuatu yang secara diam-diam
dapat menyebabkan kematian mendadak para penderitanya. Kematian terjadi
akibat dari dampak hipertensi itu sendiri atau penyakit lain yang diawali oleh
hipertensi. Oleh sebab itu, penderita berusaha melakukan kepatuhan
mendisiplinkan diri terhadap makanan maupun gaya hidupnya. Penyakit
hipertensi juga merupakan the silent disease karena orang tidak mengetahui
dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya
(Septianingsih 2018).

Profil Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2020 didapatkan data kasus


hipertensi sebesar 1.857.866 jiwa dimana data tertinggi Tahun 2019 adalah
kabupaten Tangerang 622.020 kasus,, kabupaten lebak 617.997 kasus, Kota
Tangerang selatan 269.443 kasus, Kota Tangerang 112.125 kasus, kabupaten
serang 88.081 kasus, kabupaten pandeglang 75.213 kasus, Kota Cilegon
66.906 kasus, dan kota Serang 6.031 kasus. Dengan persentase pengidap
Hipertensi lebih banyak adalah pada perempuan, sedangkan penderita
hipertensi yang mendapat pelayanan kesehatan baru 50 persen dari total
estimasi penderita Hipertensi se Provinsi Banten (Kota Serang, 2021)

Profil Kesehatan Kota Serang Tahun 2020 didapatkan data kasus hipertensi
sebesar 6.031 kasus. Sedangkan data pelayanan kesehatan bagi penderita
hipertensi pada Wanita Usia subur Usia 15-59 tahun sebesar 3.015 kasus.
(Profil Kota Serang 2020)

Survey pendahuluan yang peneliti lakukan di Puskesmas Taktakan


didapatkan data wanita usia subur pada tahun 2020 ada sebanyak 16.896
orang, dengan prevalensi hipertensi sebanyak 120 orang, sedangkan data
wanita usia subur pada tahun 2021 sebanyak 17.225 ibu dengan prevalensi
hipertensi sebanyak 125 orang, data yang diambil pada Oktober Tahun 2022
dari hasil observasi di Puskesmas Taktakan diketahui 130 orang

Angka kejadian hipertensi yang masih tinggi dan tidak menunjukkan


perubahan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir, menyebabkan
3

masih banyak hal yang perlu diketahui mengenai hipertensi, terutama


menyangkut etiologinya. Data dalam beberapa dekade terakhir, tidak terjadi
penurunan angka kejadian hipertensi yang signifikan, bahkan di negara maju
sekalipun. Karena itu, melakukan pemantauan yang ketat menjadi sangat
penting sehingga upaya pencegahan komplikasi hipertensi tahap lanjut yang
mungkin terjadi.

Tekanan darah yang tinggi jika tidak terkontrol dapat menyebabkan


terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke, gagal
jantung, gagal ginjal, penyakit vaskular perifer dan kerusakan pembuluh
darah retina yang mengakibatkan gangguan penglihatan. Semakin tinggi
tekanan darah, semakin tinggi risiko kerusakan pada jantung dan pembuluh
darah pada organ besar seperti otak dan ginjal (Kemenekes RI 2018).

Faktor – faktor penyebab hipertensi terbagi menjadi dua golongan, yaitu


hipertensi primer (esensial) dan hipertensi sekunder, hipertensi primer
(esensial) Disebut juga hipertensi idiopatik karena diketahui penyebabnya.
Faktor yang mempengaruhinya yaitu genetic, lingkungan, hiperaktifitas, saraf
simpatis system renin. Angiotensin dan peningkatan Na + Ca intraseluler.
Faktor – faktor yang meningkatkan resiko : obesitas, merokok, alcohol dan
polisitemia. Sedangkan hipertensi sekunder Penyebabnya yaitu penggunaan
estrogen, penyakit ginjal, sisdrom cushing dan hipertensi yang berhubungan
dengan kehamilan (Nurarif 2016)

Intervensi untuk menurunkan tekanan darah sangat dibutuhkan. Strategi untuk


mengurangi tekanan darah secara non farmakologis dapat dilakukan dengan
menurunkan berat badan, diet rendah lemak, pembatasan alcohol, pembatasan
asupan natrium, Teknik relaksasi, menghentikan merokok dan relaksasi
modifkasi gaya hidup, modifikasi gaya hidup yang baik salah satunya adalah
dengan konsumsi buah-buahan, selah satu asupan yang baik yaitu dengan
konsumsi jus buah semangka.
4

Hasil penelitian (Evizar, Yuviska, and Sunarsih 2021) dengan judul penelitian
Pemberian Jus Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Wanita
Usia Subur didapatkan hasil penelitian menunjukan rata-rata tekanan darah
sebelum intervensi 150,97 mmHg/93,23 mmHg dan rata-rata tekanan darah
setelah intervensi sebesar 132,90 mmHg/86,33 mmHg. Kesimpulan diketahui
Ada Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah
Pada Wanita Usia Subur di Rawat Inap Rajabasa Kabupaten Lampung
Selatan Tahun 2019. Hasil uji t didapat p value 0,000 < α (0,05)

Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh (Nurleny 2019) dengan judul
penelitian Pengaruh Jus Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada
Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo didapatkan hasil
penelitian penurunan tekanan darah setelah intervensi jus semangka
dibandingkan sebelumnya. Diduga subjek mendapatkan manfaat dari
intervensi jus semangka, sehingga diharapkan penderita hipertensi dapat
menggunakan jus semangka sebagai alternative pengobatan hipertensi.

Dengan mengkonsumsi jus semangka secara teratur, kadar tekanan darah


akan berkurang karena kandungan semangka terdapat Rutin, rutin adalah
flavonoid glikosida yang bersifat antikosidan dan anti inflamasi. Antikosidan
yang tinggi pada semangka berasal dari fenol tinggi, buah yang mengandung
antikosidan tinggi membantu menurunkan tekanan darah. Berasarkan hal
tersebut diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh
pemberian jus semangka merah terhadap perubahan tekanan darah pada
wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diperoleh angka kejadian
hipertensi pada wanita usia subur sampai dengan bulan Oktober Tahun 2022
dari hasil observasi awal di Puskesmas Taktakan diketahui 130 orang, dimana
penderita hipertensi yang mendapat pelayanan kesehatan baru 50 persen dari
5

total estimasi penderita Hipertensi, tekanan darah yang tinggi jika tidak
terkontrol dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung
koroner dan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit vaskular perifer dan
kerusakan pembuluh darah retina yang mengakibatkan gangguan penglihatan,
strategi untuk mengurangi tekanan darah secara non farmakologis salah
satunya dapat dilakukan dengan asupan buah yang baik yaitu dengan
konsumsi jus buah semangka, oleh karena itu maka rumusan masalah yang
diangkat penulis adalah “Adakah Pengaruh jus semangka merah terhadap
perubahan tekanan darah pada wanita usia subur usia 15-49 tahun di UPTD
Puskesmas Taktakan Tahun 2022 ?”.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui Pengaruh pemberian jus semangka merah terhadap


perubahan tekanan darah pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun
dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022
2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui gambaran tekanan darah pada kelompok Kontrol tanpa


jus semangka pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan
hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022
b. Gambaran tekanan darah pada kelompok intervensi dengan jus
semangka pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan
hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022
c. Mengetahui pengaruh tekanan darah tanpa jus semangka pada wanita
usia subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022
d. Mengetahui pengaruh Tekanan darah pada kelompok Intervensi
dengan jus semangka pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun
dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022
6

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Institusi pendidikan

Diharapkan sebagai bahan masukan dalam pengembangan ilmu


kesehatan terutama tentang pemberian jus semangka untuk perubahan
tekanan darah pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan
hipertensi

2. Bagi Lahan Penelitian

Diharapkan penelitian ini dapat membantu memberikan informasi


khususnya pada UPTD Puskesmas Taktakan Terhadap upaya pemberian
jus semangka untuk penurunan tekanan darah pada wanita usia subur usia
15 - 49 tahun dengan hipertensi

3. Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menerapkan


ilmu yang diperoleh selama dibangku kuliah dan menambah wawasan
ilmu pengetahuan serta pengalaman agar dapat mengaplikasikan semua
ilmu yang telah didapat selama ini.

E. Ruang Lingkup Penelitian


Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengaruh pemberian jus
semangka merah terhadap perubahan tekanan darah pada wanita usia subur
usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun
2022, Responden dalam penelitian ini adalah wanita usia subur usia 15 – 49
tahun, penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 di puskemas
Taktakan, penelitian ini dilakukan karena masih tingginya angka kejadian
hipertensi pada wanita usia subur. Rancangan penelitian yang digunakan
adalah quasi eksperimen pretest and post test.
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Hipertensi
1. Definisi

Hipertensi adalah sebagai peningkatan tekanan darah sistolik


sedikitnya 140 mmHg atau tekanan distolik sedikitnya 90 mmHg.
Hipertensi tidak hanya beresiko tinggi menderita penyakit jantung, tetapi
juga menderita penyakit lain seperti penyakit saraf, ginjal dan pembuluh
darah dan makin tinggi tekanan darah, makin besar resiko nya (Nurarif
2016) .
Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah suatu gangguan pada
pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang
dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang
membutuhkan. Hipertensi sering kali disebut sebagai pembunuh gelap
(Silent Killer), karena termasuk penyakit yang mematikan tanpa disertai
dengan gejala-gejalanya lebih dahulu sebagai peringatan bagi korbannya
(Lenny 2016).
2. Penyebab

Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua


golongan:
a. Hipertensi primer (esensial)
Disebut juga hipertensi idiopatik karena diketahui penyebabnya.
Faktor yang mempengaruhinya yaitu : genetic, lingkungan,
hiperaktifitas, saraf simpatis system renin. Angiotensin dan
peningkatan Na + Ca intraseluler. Faktor – faktor yang
meningkatkan resiko : obesitas, merokok, alcohol dan polisitemia.
b. Hipertensi Sekunder

8
9

Penyebabnya yaitu : penggunaan estrogen, penyakit ginjal, sisdrom


cushing dan hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan (Nurarif
2016)
Tingginya tekanan yang lama tentu saja akan merusak pembuluh
darah diseluruh tubuh, yang paling jelas pada mata, jantung, ginjal, otot.
Maka konsekuensi yang biasa pada hipertensi yang lama tidak terkontrol
adalah gangguan penglihatan, okulasi kroner, gagal ginjal dan stroke.
Selain itu jantung membesar karena dipaksa meningkatkan beban kerja
saat memompa melawan tingginya tekanan darah. Peningkatan tekanan
perifer yang dikontrol pada tingkat anteriola adalah dasar penyebab
tingginya tekanan darah. Penyebab tingginya tekanan tersebut belum
banyak diketahui. Selain itu hipertensi juga dipengaruhi oleh tekanan
emosi, obesitas, konsumsi alkohol yang berlebihan, tembakau dan obat-
obatan yang merangsang dapat berperan disini, tetapi penyakit ini sangat
dipengaruhi faktor keturunan. Penyakit ini lebih banyak menyerang
wanita dari pada pria (Smaltzer and Bare 2016).
3. Tanda gejala

Tanda dan gejala pada hipertensi dibedakan menjadi :


a. Tidak ada gejala
Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan
dengan peningkatan tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri
oleh dokter yang memeriksa. Hal ini berarti hipertensi arterial tidak
akan pernah terdiagnosa jika tekanan darah tidak teratur.
b. Gejala yang lazim
Seing dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai
hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Dalam kenyataanya
ini merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien
yang mencari pertolongan medis.
Beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu :
1) Mengeluh sakit kepala, pusing
2) Lemas, kelelahan
10

3) Sesak nafas
4) Gelisah
5) Mual
6) Muntah
7) Epistaksis
8) Kesadaran menurun
(Nurarif 2016)
4. Patofisiologi

Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh


darah terletak pada pusat vasomotor pada medulla di otak. Dari
vasomotor tersebut bermula jaras saraf simpatis yang berlanjut ke bawah
korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ke ganglia
simpatis di thorak dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor
dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak kebawah melalui system
saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion
melepaskan asetikolin yang akan merangsang serabut saraf pasca
ganglion ke pembuluh darah. Dengan dilepaskannya norepineprin akan
mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Berbagai faktor seperti
kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah
terhadap rangsang vasokontriktor (Sentosa 2016).
Seseorang dengan hipertensi sangat sensitive terhadap
norepinefrin. Pada saat bersamaan dimana system saraf simpatis
merangsang pembuluh darah sebagai respon rangsang emosi, kelenjar
adrenal juga terangsang mengakibatkan tambahan aktivitas vasokontriksi.
Medula adrenal mensekresi epinefrin yang menyebabkan vasokontriksi.
Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid linnya, yang dapat
memperkuat respon vasokontriktor pembuluh darah. Vasokonstriksi yang
mengakibatkan penurunan aliran darah ke ginjal menyebabkan pelepasan
rennin.
Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian
diubah menjadi angiotensin II yang menyebabkan adanya satu
11

vasokontriktor yang kuat. Hal ini merangsang sekresi aldosteron oleh


korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh
tubulus ginjal yang mengakibatkan volume intravaskuler. Semua faktor
tersebut cenderung menyebabkan hipertensi. Pada lansia, perubahan
struktur dan fungsi pada system pembuluh perifer bertanggung jawab
pada perubahan tekanan darah yang terjadi. Perubahan tersebut meliputi
aterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam
relaksasi otot polos pembuluh darah yang akan menurunkan kemampuan
distensi daya regang pembuluh darah. Hal tersebut menyebabkan aorta
dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi
volume darah yang dipompa oleh jantung ( volume sekuncup ) sehingga
terjadi penurunan curah jantung dan peningkatan tahanan perifer
(Sentosa 2016).
5. Faktor resiko terjadinya hipertensi

Hipertensi dapat dipicu oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang


memiliki potensi menimbulkan masalah atau kerugian kesehatan biasa
disebut faktor risiko. Pada kejadian hipertensi, faktor risiko dibagi
menjadi dua kelompok yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah dan
faktor risiko yang dapat diubah (Bumi 2017)
Faktor risiko kejadian hipertensi yang tidak dapat diubah terdiri
dari usia, jenis kelamin, dan keturunan (genetik) (Bumi 2017)
a. Usia
Usia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi
yang tidak dapat diubah. Pada umumnya, semakin bertambahnya
usia maka semakin besar pula risiko terjadinya hipertensi. Hal
tersebut disebabkan oleh perubahan struktur pembuluh darah seperti
penyempitan lumen, serta dinding pembuluh darah menjadi kaku dan
elastisitasnya berkurang sehingga meningkatkan tekanan darah.
Menurut beberapa penelitian, terdapat kecenderungan bahwa pria
dengan usia dari 45 tahun lebih rentan mengalami peningkatan
12

tekanan darah, sedangkan wanita cenderung mengalami peningkatan


tekanan darah pada usia di atas 55 tahun.

b. Obesitas
Obesitas adalah suatu keadaan penumpukan lemak berlebih
dalam tubuh. Obesitas dapat diketahui dengan menghitung Indeks
Masa Tubuh (IMT). IMT adalah perbandingan antara berat badan
dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat. Biasanya
pengukuran IMT dilakukan pada orang dewasa usia 18 tahun ke atas.
Seseorang dikatakan mengalami obesitas jika perhitungan IMT
berasa di atas 25 kg/m2. Obesitas dapat memicu terjadinya hipertensi
akibat terganggunya aliran darah. Dalam hal ini, orang dengan
obesitas biasanya mengalami peningkatan kadar lemak dalam darah
(hiperlipidemia) sehingga berpotensi menimbulkan penyempitan
pembuluh darah (aterosklerosis).
Penyempitan terjadi akibat penumpukan plak ateromosa yang
berasal dari lemak. Penyempitan tersebut memicu jantung untuk
bekerja memompa darah lebih kuat agar kebutuhan oksigen dan zat
lain yang dibutuhkan oleh tubuh dapat terpenuhi. Hal inilah yang
menyebabkan tekanan darah meningkat.
c. Merokok
Merokok juga dapat menjadi salah satu faktor pemicu
terjadinya hipertensi. Merokok dapat menyebabkan denyut jantung
dan kebutuhan oksigen untuk disuplai ke otot jantung mengalami
peningkatan. Bagi penderita yang memiliki aterosklerosis atau
penumpukan lemak pada pembuluh darah, merokok dapat
memperparah kejadian hipertensi dan berpotensi pada penyakit
generative lain seperti stroke dan penyakit jantung. Rokok
mengandung berbagai zat berbahaya seperti Nikotin misalnya ,zat ini
13

dapat diserap oleh pembuluh darah kemudian diedarkan melalui


aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak . Akibatnya otak akan
berekasi dengan memberikan sinyal pada kelenjar adrenal untuk
melepaskan epinefrin. Hormon inilah yang akan mengalami
penyempitan. Penyempitan pembuluh darah otak akan memaksa
jantung untuk bekerja lebih berat sehingga bisa terjadi stroke.
Selain itu, karbonmonoksida yang terdapat dalam rokok
diketahui dapat mengikat hemoglobin dalam darah dan
mengentalkan darah. Hemoglobin sendiri merupakan protein yang
mengandung zat besi dalam sel darah merah yang berfungsi
mengangkut oksigen. Dalam hal ini karbonmonoksida menggantikan
ikatan oksigen dalam darah sehingga memaksa jantung memompa
untuk memasukkan oksigen yang cukup dalam organ dan jaringan
tubuh. Hal inilah yang dapat meningkatkan tekanan darah.
d. Kolesterol darah
Faktor pemicu hipertensi salah satunya asupan makanan yang
mengandung lemak berlebih yang disebut dengan
Hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia merupakan penyakit
gangguan metabolisme kolesterol yang disebabkan oleh kadar
kolesterol dalam darah melebihi batas normal. Kandungan kolesterol
didalam serum yang tinggi disebut dengan hiperkolesterolemia yang
telah diketahui meningkatakan risiko aterosklerosis dan penyakit
jantung koroner. Data dari penelitian epidemiologi menunjukkan
makin tinggi kadar kolesterol akan diikuti dengan peningkatan
mobiditas dan sebaliknya makin rendah kadar kolesterol akan diikuti
juga dengan penurunan morbiditas dan mortalitas PJK
Inilah mengapa kolesterol menjadi salah satu faktor risiko
gangguan kesehatan seperti hipertensi, gangguan jantung, hingga
stroke
e. Keturunan
14

Keturunan atau genetic juga merupakan salah satu faktor


risiko terjadinya hipertensi yang tidak dapat diubah. Risiko terkena
hipertensi akan lebih tinggi pada orang dengan keluarga dekat yang
memiliki riwayat hipertensi. Selain itu, faktor keturunan juga dapat
berkaitan dengan metabolism pengaturan garam (NaCl) dan rennin
membrane sel.
f. Jenis kelamin
Jenis kelamin merupakan salah satu faktor risiko terjadinya
hipertensi yang tidak dapat diubah. Dalam hal ini, pria cenderung
lebih banyak menderita hipertensi dibandingkan dengan wanita. Hal
tersebut terjadi karena adanya dugaan bahwa pria memiliki gaya
hidup yang kurang sehat jika dibandingkan dengan wanita. Akan
tetapi, prevalensi hipertensi pada wanita mengalami peningkatan
setelah memasuki usia menopause. Hal tersebut disebabkan oleh
adanya perubahan hormonal yang dialami wanita yang telah
menopause.
6. Penatalaksanaan

a. Farmakologi
Obat yang berfungsi mengontrol tekanan darah, bukan
menyembuhkan. Obat-obatan yang diberikan untuk penderita
hipertensi meliputi diuretik, angiotensin-converting enzyme (ACE),
Beta-blocker, calcium channel blocker (CCB), dll. Diuretik
merupakan pengobatan hipertensi yang pertama bagi kebanyakan
orang dengan hipertensi.
b. Non Farmakologi
1) Makan gizi seimbang
Pengelolaan diet yang sesuai terbukti dapat menurunkan
tekanan darah pada penderita hipertensi. Manajemen diet bagi
penderita hipertensi yaitu membatasi gula, garam, cukup buah,
sayuran, makanan rendah lemak, usahakan makan ikan
15

berminyak seperti tuna, makarel dan salmon (Kementerian


Kesehatan RI, 2016).
2) Mengurangi berat badan
Hipertensi erat hubungannya dengan kelebihan berat
badan. Mengurangi berat badan dapat menurunkan tekanan darah
karena mengurangi kerja jantung dan volume sekuncup (Aspiani,
2015). Penderita hipertensi yang mengalami kelebihan berat
badan (obesitas) dianjurkan untuk menurunkan berat badan
hingga mencapai IMT normal 18,5 – 22,9 kg/m2, lingkar
pinggang <90 cm untuk laki-laki dan <80 cm untuk perempuan
(Kemenekes RI 2016).
3) Olahraga yang teratur
Olahraga teratur seperti berjalan, lari, berenang dan
bersepeda bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan
memperbaiki kinerja jantung (Aspiani, 2015). Senam aerobic
atau jalan cepat selama 30-45 menit lima kali perminggu dapat
menurunkan tekanan darah baik sistole maupun diastole. Selain
itu, berbagai cara relaksasi seperti meditasi dan yoga merupakan
alternatif bagi penderita hipertensi tanpa obat (Kemenekes RI
2016).
4) Berhenti Merokok
Berhenti merokok dapat mengurangi efek jangka panjang
hipertensi karenan asap rokok yang mengandung zat-zat kimia
beracun seperti nikotin dan karbon monoksida yang dihisap
melalui rokok dapat menurunkan aliran dara ke bebagai organ
dan meningkatkan kerja jantung (Aspiani 2015).
5) Mengurangi konsumsi alkohol
Mengurangi konsumsi alkohol dapat menurunan tekanan
darah sistolik. Sehingga penderita hipertensi diupayakan untuk
menghindari konsumsi alkohol (Kemenekes RI 2016).
6) Mengurangi stres
16

Stres dapat memicu penurunan aliran darah ke jantung


dan meningkatkan kebutuhan oksigen ke berbagai organ
sehingga meningkatkan kinerja jantung, oleh karena itu dengan
mengurangi stres seseorang dapat mengontrol tekanan
(Nurrahmani 2016).

7) Semangka Merah
a) Definisi
Semangka merupakan tanaman buah berupa herbal yang
tumbuh merambat. Tanaman semangka berasal dari Afrika,
kemudian berkembang dengan pesat ke berbagai negara baik di
daerah tropis maupun subtropis, seperti: Afrika Selatan, Cina,
Jepang, dan Indonesia. Tanaman semangka bersifat semusim,
tergolong cepat berproduksi karena umurnya hanya sampai 6
bulan. Semangka merupakan tanaman yang sifatnya menjalar,
batangnya kecil, dan panjangnya dapat mencapai 5 m. Di
Indonesia luas panen semangka pada tahun 2012 adalah 33.012
ha-1 dengan produksi buah 515.505 ton dan produktivitas hasil
15,62 ton ha-1 (Deptan 2016).
Buah semangka banyak mengandung air. Kandungan
lainnya adalah protein, karbohidrat, lemak, serat, abu dan
vitamin (A,B dan C) juga mengandung asam amino, sirulin,
asam aminoasetat, asam malat, asam fosfat, arginine, betain,
likopen, karoten, bromine, natrium, kalium, silvit, lisin,
fruktosa, dekstrosa dan sukrosa. Warna merah pada semangka
menandakan tingginya kadar likopen, salah satu komponen
karotenoid seperti halnya betakaroten .
Klasifikasi tanaman menurut (Integrated Taxonomic
Information System 2016) semangka sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
17

Subkingdom : Viridaeplantae
Infrakingdom : Streptophyta
Divisi : Tracheophyta
Subdivisi : Spermatophytina
Infradivisi : Angiospermae
Kelas : Magnoliopsida
Superordo : Rosanae
Ordo : Curcubitales
Famili : Cucurbitaceae
Genus : Citrullus
Spesies : Citullus lanatus
Citrullus lanatus memiliki manfaat sangat banyak yaitu
sebagai diuretik, penawar rasa sakit, antiinflamasi selaput
lendir hidung usus. Secara tradisional Citrullus lanatus
digunakan sebagai sumber energi dan untuk mengelola tekanan
darah tinggi, disfungsi ereksi, pembesaran hati dan penyakit
kuning
Unsur utama dari buah semangka adalah alkaloid,
flavonoid, polifenol, glikosida, steroid dan tanin. Didapatkan
kandungan flavonoid dalam mg/100g, pada biji semangka
sebanyak 40.16 ± 0.01; kulit semangka sebanyak 8.71 ± 0.01;
dan dalam buahnya sebanyak 58.10 ± 0.33 (Johnson et al,
2012). Hasil uji secara in vitro dari flavonoid golongan flavon
dan flavonol telah menunjukkan adanya respon imun.
Flavonoid merupakan senyawa yang terdapat pada zat warna
tumbuh-tumbuhan dan memiliki potensi dalam menghambat
enzim siklooksigenase dan lipooksigenase dari metabolisme
asam arakhidonat sehingga menghambat pembentukan
prostaglandin. Flavonoid dapat ditarik dengan senyawa polar
sehingga dilakukan penarikan senyawa dengan cara maserasi
menggunakan etanol. Flavonoid memiliki aktivitas biologis
18

dan farmakologis yakni antiinflamasi, antibakteri, antialergi,


antikanker dan hepatoprotektor.
b) Manfaat buah semangka
Kandungan L-citiruline dan L-argine pada jus semangka
terbukti dapat menurunkan tekanan darah pada penderita
hipertensi, dengan cara zat tersebut merangsang produksi
darisenyawa kimia yang akan berefektif dalam membantu
membuat rileks dan lenturnya pembuluh darah, tetapi L-
itiruline harus dikonsumsi dalam jumlah yang cukup banyak
baru akan bereaksi kemudian zat tersebut berubah menjadi
arginine yang merupakan sejenis asam amino yang juga
erkhasiat bagi sistem peredaran darah di jantung jugaterhadap
sistem kekebalan tubuh yang juga dapat menurunkan ekanan
darah.
L-citiruline adalah sumber atau kandungan dari semangka
yang dapat dimakan, juga merupakan sejenis senyawa yang
sangat penting untuk membantu proses dalam memproduksi
oksida nitrat dan merupakan sejenis gas yang dapat pemperluas
pembuluh darah, juga efek lain dari mengkonsumsi semangka
dapat meningkatkan fungsi arteri sehingga dapat menurunkan
tekanan darah, juga didalam semangka terdapat efek dilatasi
(melebarkan pembuluh darah).
Manfaat lain buah semangka merupakan salah satu buah
yang bebas lemak karena kadar gula yang terkandung dalam
buah semangka juga terbatas namun memiliki air yang
berlimpah. Kandungan air dan zat kalium yang terkandung
dalam buah semangka serta antioksidan dan vitamin C,
provitamin A. Buah semangka mengandung zat sitrullin dan
karotenoid yang memiliki kandungan likopen yang berfungsi
sebagai antioksidan sebagai penangkal radikal bebas (Daniel
2019).
19

c) Dosis buah semangka


Hasil penelitian (Evizar et al. 2021) dengan judul
penelitian Pemberian Jus Semangka Terhadap Penurunan
Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur didapatkan hasil
penelitian yang menggunakan metode pra eksperimental
design dengan pendekatan one group pretest-postest, sampel
penelitian yaitu wanita usia subur pada penderita hipertensi di
Puskesmas rawat inap Rajabasa, dengan menunjukan rata-rata
tekanan darah sebelum intervensi 150,97 mmHg/93,23 mmHg
dan rata-rata tekanan darah setelah intervensi sebesar 132,90
mmHg/86,33 mmHg. disimpulkan bahwa seluruh semangka
efektif dalam menurunkan tekanan darah dengan derajat
kepercayaan 95%, dosis yang diberikan dalam pemberian jus
semangka merah terhadap penderita hipertensi yaitu 200 gr/
hari, dan diberikan dalam kurun waktu selama 1 minggu atau 7
hari berturut-turut dan diberikan dalam 1 hari 1 kali sebelum
minum obat, dan sebelum diberikan jus semangka penderita
hipertensi harus diukur tekanan darahnya terlebih dahulu, dan
juga setelah minum jus semangka juga di ukur lagi tekanan
darah pada pasien tersebut. Kesimpulan diketahui Ada
Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Penurunan
Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur di Rawat Inap
Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019. Hasil uji t
didapat p value 0,000 < α (0,05).

B. Wanita Usia Subur


1. Definisi

Wanita Usia Subur (WUS) ialah wanita usia dewasa muda, yaitu
antara 18 sampai 40 tahun, sering dihubungkan dengan masa subur, karena
pada usia ini kehamilan sehat paling mungkin terjadi. Sedangkan menurut
BKKBN (2011), WUS adalah wanita yang berumur 15-49 tahun baik yang
20

berstatus kawin maupun yang belum kawin atau janda (Nurachma and
Pramono 2022)
Wanita Usia Subur atau WUS adalah wanita yang memiliki usia
reproduktif dari sejak mendapat haid pertama hingga berhentinya haid
antara usia 15-49 tahun dengan status belum menikah, menikah atau janda
yang masih berpotensi untuk memiliki keturunan (Novitasary, Mayulu,
and Kawangian 2018)
2. Fisiologi

a. Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi pada tingkat kesuburan wanita mencapai puncaknya
dan menurut seksualitas siap untuk dibuahi. Reproduksi ini dilakukan
saat pengeluaran sel telur yang sudah mengalami pematangan atau
bisa disebut ovulasi, yaitu terjadi saat datang bulan. Saat usia lebih
dari 40 maka reproduksi ini semakin menurun (Proverawati 2018).
Hormon yang terdapat didalam pil KB mengubah produksi alami
esterogen dan progesteron pada indung telur. Hormon tersebut yang
mencegah mekanisme diotak yang memicu pelepasan folikel yang
merangsang hormon HPF dan HL saat itu juga menghambat ovulasi
(Proverawati 2018).
b. Fisiologis Ketidaksuburan Wanita
1) Sumbatan saluran telur
Disebabkan karena perlengketan sekitar saluran telur, kista
ovarium, seperti dampak yang terkena IMS (Infeksi Menular
Seksual) dan radang panggul akhirnya mengakibatkan
melambatnya bertemu sel telur dan sperma. genetik menyebabkan
ovum yang dihasilkan tidak berkualitas dan tidak berlaku proses
persenyawaan dengan sperma adapun yang boleh berlaku
persenyawaan tetapi embrio yang dihasilkan tidak dapat bertahan
dan akan mengalami keguguran.
2) Endometriosis
21

Endometriosis dapat diartikan sebagai jaringan endometrium


(jaringan yang sama yang menciptakan lapisan rahim) yang ada
ditempat lain dari interior rahim. Jaringan yang merespon siklus
hormonal bulanan wanita, yang berakibat timbulnya rasa sakit dan
mengganggu. Ikatan antara endometriosis dan ketidaksuburan
sangat berpengaruh sekitar 30-40% wanita yang mengalami
endometriosis akan berpengaruh saat kehamilan. Endometriosis
menjadi salah satu masalah yang dapat menyebabkan kerusakan
organ, minimnya tingkat molekul spesifik dalam meningkatkan
pembuahan, bertambahnya sel darah putih peritoneum, tidak
berperan dalam sistem kekuatan tubuh
3) Berat badan tidak seimbang
Berat badan tidak seimbang menghalangi kesuburan selama siklus
menstruasi wanita, karena fisik kita membutuhkan 17% dari
lemak dari tubuh saat pertama menstruasi, dan 22% buatan
sepanjang menstruasi. berat badan yang berlebihan menyebabkan
ketidaksuburan dan berat badan yang terlalu kurus juga dikaitkan
dengan kesukaran untuk memperoleh anak. Hal ini kerana faktor
hormon sama ada hormon yang dikeluarkan dari ovarium atau
hormon yang mengawal peranan ovari tersebut di kenali sebagai
hipotalamus.
4) Faktor usia berakibat pada masa reproduksi
Faktor usia brakibat pada masa reproduksi adalah wanita masih
ada kemungkinan hamil. Ilmuwan memberikan kekuatan wanita
untuk hamil rendah seusai umur 25 tahun dan menurun drastis
pada usia diatas 38 tahun. Usia merupakan salah satu faktor yang
sangat berkait rapat dengan tahap atau kadar kesuburan seseorang
wanita itu. Usia wanita yang paling tinggi kesuburannya adalah
ketika usia dalam lingkungan di awal 20-an. Manakala wanita
yang berumur 30 tahun ke atas kadar kesuburannya semakin
menurun (Irianto 2018)
22

3. Faktor – faktor predisposisi hipertensi pada wanita usia subur

a. Berat badan
Berat badan yang berlebihan akan menyebabkan ketidak seimbangan
metabolisme dimana hal tersebut dapat menimbulkan cronic kidney
disease (CKD) yang berakibat timbulnya peningkatan tekanan darah
(hipertensi). bahwa obesitas dapat menyebabkan disfungsi pada
variabel endotel sehingga menyebabkan hipertensi. Obesitas sangat
erat kaitannya dengan pola makan yang tidak seimbang. Dimana
seseorang lebih banyak mengkonsumsi lemak dan protein tanpa
memperhatikan serat.
Kelebihan berat badan cenderung mengalami penyakitkardiovaskular
karena beberapa sebab. Makin besar massa tubuh, makin banyak darah
yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan makanan ke jaringan
tubuh. Ini berarti volume darah yang beredar melalui pembuluh darah
menjadi meningkat sehingga memberi tekanan lebih besar pada
dinding arteri. Kelebihan berat badan juga meningkatkan frekuensi
denyut jantung dan kadar insulin dalam darah. Peningkatan insulin
menyebabkan tubuh menahan natrium dan air.
b. Penggunaan KB hormonal
Selah satu kekurangan dan efek samping dari penggunaan pil KB
yaitu dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sehingga
memicu terjadinya hipertensi, salah satu penyebab hipertensi sekunder
adalah kelainan hormonal atau pemakaan obat tertentu seperti pil KB
(Kemenkes RI 2020a).
Adapun keadaan yang memicu terjadinya hipertensi pada wanita yang
menggunakan pil KB menurut (Kemenkes RI 2020a) yaitu, biasa
ditemukan peningkatan tekanan darah pada wanita yang telah
menggunakan kontrasepsi selama lima tahun. Hipertensi ini
disebabkan oleh peningkatan volume plasma akibat peningkatan
aktivitas renin-angiotensin-aldosteron yang muncul ketika pil
kontrasepsi oral digunakan. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari
23

estrogen yang meningkatkan sintetis substrat renin oleh hepar, dengan


meningkatnya substrat renin ini maka angiotensin akan dibuat lebih
banyak.
Renin dan angiotensin memegang peranan dalam mengatur tekanan
darah. Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian
diubah menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor yang kuat yang
pada gilirannya merangsang sekresi hormon aldosteron oleh korteks
adrenal. aldosteron sendiri memiliki peran vital dalam meningkatkan
tekanan darah terutama dalam aldosteron primer. Selain merangsang
sekresi hormon aldosterondan meningkatkan aktivitas saraf simpatis,
angiotensin juga mempunyai efek inhibiting atau penghambat pada
eksresi garam (natrium) yang mengakibatkan peningkatan tekanan
darah. Kelainan ini masih bisa diperbaiki, namun membutuhkan waktu
beberapa minggu setelah obat kontrasepsi tersebut berhenti diminum
(Kemenkes RI 2020b)
c. Gaya hidup
Kebiasaan gaya hidup dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Kebiasaan ini meliputi: 1) Sering makan makanan tidak sehat,
mengandung natrium berlebih dan tidak cukup kalium. Beberapa
orang, termasuk Afrika-Amerika, orang tua, dan orang yang memiliki
penyakit ginjal kronis, diabetes, atau sindrom metabolik, lebih sensitif
terhadap garam dalam makanan mereka. 2) Minum terlalu banyak
alkohol atau kafein. 3) Tidak mendapatkan aktivitas fisik yang cukup.
4) Merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang seperti kokain,
"garam mandi", dan metamfetamin. 5) Tidak cukup mendapatkan
kualitas tidur yang baik.
d. Stress
Hubungan antara stress dengan hipertensi, diduga melalui aktivasi
saraf simpatis. (saraf simpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita
beraktivitas, saraf parasimpatis adalah saraf yang bekerja pada saat
kita tidak beraktivitas). Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat
24

meningkatkan tekanan darah secara intermitten (tidak menentu).


Apabila stress berkepanjangan, dapat mengakibatkan tekanan darah
menetap tinggi. Pada keadaan stress dapat mempengaruhi respon
pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriktor (penyempitan).
e. Faktor sosial dan ekonomi
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti
pendapatan, pendidikan, tempat tinggal, dan jenis pekerjaan dapat
berkontribusi terhadap risiko terkena tekanan darah tinggi. Misalnya,
bekerja pada shift awal atau larut dapat meningkatkan risiko.
Mengalami bahaya atau bahaya sebagai seorang anak juga dikaitkan
dengan risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi.
C. Literatur review
Point Of Review Journal 1st Journal 2nd Journal 3td
Judul riset Pemberian Jus Semangka Terhadap Faktor Resiko Terjadinya Hipertensi Pengaruh Jus Semangka Terhadap
Penurunan Tekanan Darah Pada Wanita pada Wanita Usia Subur di Desa Penurunan Tekanan Darah Pada
Usia Subur Lampenuerut Kecamatan Darul Imarah Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja
Aceh Besar Puskesmas Nanggalo
Peneliti Evizar, Astriana, Ike Ate Yuviska, Eva Rosdiana, Syafie Ishak Nurleny
Sunarsih
Tempat publikasi jurnal Publisher: Midwifery Journal Jurnal Publisher: Journal of Healthcare Publisher: Jurnal Akademika
(tingkat akreditasi jurnal Internasional Index Sinta 4 Technology and Medicine Baiturrahim
Nasional/Internasional/Indeks Jurnal Internasional Index Sinta 5 Jurnal Internasional Index Sinta 4
)
Waktu jurnal dipublish 2021 2016
MASALAH PENELITIAN
Tujuan penelitian Membuktikan jus semangka pada Membuktikan faktor resiko hipertensi Mengetahui efek dari pemberian jus
tekanan darah pada Wanita usia subur semangka terhadap penurunan tekanan
Menilai efektifitas jus semangka darah pada pasien hipertensi di wilayah
kerja Puskesmas Nanggalo
Hal penting dan kritis yang Peneliti mencoba untuk mengetahui Tidak ada Tidak ada
diselesaikan peneliti kandungan pada semangka, setelah
kandungan dalam semangka yang
terdapat antioksidan seperti asam amino
(citrulline dan arginine), asam asetat,
asam malat, asam folat, likopen, karoten,
bromin, kalium, silvit, lisin, fruktosa,
dekstrosa, dan sukrosa ternyata dapat
menurunkan tekanan darah tinggi
Kebaruan/orisinalitas pada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
masalah
Menurut anda, apakah Ya, penelitian ini menantang karena pada Ya, penelitian ini menantang yaitu Ya, karena penelitian ini melihat
permasalahan riset tersebut saat riset awal mengetahui kandungan pada variabel kegemukan yang jarang seberapa besar pengaruh jus semangka
unik dan menantang? yang terdapat pada semangka dimana diteliti oleh peneliti lain terhadap penurunan tekanan darah

25
26

belum ada penelitan lain yang


menggunakan semangka
KONTRIBUSI YANG DIKLAIM
Menurut anda, apakah ada hal Tidak ada Tidak ada Tidak ada
baru dalam jurnal tersebut?
(bila ada, Jelaskan!)
Metodologi Penelitian kuantitatif, rancangan penelitian metode analitik dengan pendekatan Case Jenis penelitian ini adalah Pre
(design, sample, Variabel) pra eksperimen dengan pendekatan one Control. Jumlah sampel 86 responden Eksperimental dengan rancangan One
group pretest posttest. Jumlah sampel utk masing-masing kelompok total 43 Group Pretest – Postest Design. 15
30responden. responden. orang responden.
Variabel: jus semangka dan penurunan Variabel: Penggunaan Pil KB, Variabel: jus semangka dan penurunan
tekanan darah Kegemukan dan kejadian hipertensi tekanan darah
Type Of Evidence Uncontrolled Experiments Uncontrolled Experiments
Level Of Evidence ategory II-3 Category II-3
Rank of Journal
(H indeks)/sinta score dan
Indexing

Sinta score: S4 Sinta score: S4


Indexing: sinta dan garuda Sinta score: S5 Indexing: sinta dan garuda
Indexing: sinta dan garuda

Tabel 2.1 Literatur Review

25
26

D. Kerangka Teori

Faktor Resiko :
Disfungsi Endotel IMT
Gaya hidup
Riwayat Hipertensi

Agregasi Trombosit

Hipertensi
Metode farmakologi :
Infus RL
Metode non farmakologi
Diuretik
untuk penanganan
Angiotensin
Hipertensi :
Converting enzyme (ACE)
Makan gizi seimbang
Beta-blocker
Mengurangi berat badan
Calcium channel blocker
Olahraga yang teratur
(CCB)
Berhenti Merokok
Mengurangi konsumsi
alkohol
Mengurangi stres
Jus Semangka Jus Semangka

Kandungan semangka :
salah satunya Bernama
Rutin, rutin adalah flavonoid
glikosida yang bersifat
antikosidan dan anti
inflamasi.

Cara kerja :
Antikosidan yang tinggi pada
semangka berasal dari fenol
tinggi, buah yang
mengandung antikosidan
tinggi membantu
menurunkan tekanan darah.

Penurunan Tekanan darah

Bagan 2.1 Kerangka Teori

26
BAB III
KERANGKA KONSEP, DEFINISI OPERASSIONAL
DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Kerangka Konsep

Penelitian ini menggunakan desain Quasi – eksperimental dengan pre-test and


post-test with control group. Penelitian ini mengacu pada pendekatan
penelitian kuantitatif. penelitian kuantitatif didasari pada filsafat positivisme
yang menekankan fenomena objektif yang dikaji secara kuantitatif atau
dilakukan dengan menggunakan angka, pengolahan statistik, struktur, dan
percobaan terkontrol. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan pada
penelitian ini yaitu penelitian quasi eksperimental design. (Sugiyono 2017)
mendefinisikan bahwa penelitian eksperimen yaitu penelitian yang digunakan
untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi
yang terkendali. (Sugiyono 2017)

Kelompok intervensi merupakan kelompok yang mendapatkan intervensi


(treatment), sedangkan kelompok kontrol merupakan kelompok (control
group) yang tidak mendapatkan intervensi dari peneliti dan pengambilan data
dilakukan pada kedua kelompok (Sugiyono 2017). Penelitian ini dilakukan
untuk mengidentifikasi adanya Pengaruh jus semangka merah terhadap
perubahan tekanan darah pada wanita usia subur usia 15-49 tahun di UPTD
Puskesmas Taktakan Tahun 2022.

Kerangka konsep dalam dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut:


Variabel Bebas Variabel Terikat

Jus Semangka Tekanan darah wanita usia


subur

Gambar 3.1 Kerangka Konsep

27
28

B. Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan penjelasan maksud dari istilah yang
menjelaskan secara operasional mengenai penelitian yang akan dilaksanakan.
Definisi operasional berisi penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan
dalam penelitian. Hal ini sebagaimana dikemukankan oleh (Sugiyono 2017)
definisi operasional adalah penentuan konstrak atau sifat yang akan dipelajari
sehingga menjadi variable yang dapat dukur. Definisi operasional
menjelaskan cara tententu yang digunakan untuk meneliti dan
mengoperasikan konstrak, sehingga memungkinkan bagi peneliti yang lain
untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau
mengembangkan cara pengukuran konstrak yang lebih baik.
Operasional variabel dalam penelitian ini dijelaskan dalam tabel
sebagai berikut :
Tabel 3.1 Definisi Operasional
Variabel Definisi Cara ukur Alat ukur Hasil ukur Skala
Penelitian operasional
Ukur

Konsumsi jus Pemberian jus Observasi Ceklist 1. Diberikan Nominal


semangka semangka (250 g Amlodipine
buah dan 50 ml 2. Diberikan
air putih) Amlodipine + jus
dengan semangka
frekuensi 1 hari
sekali selama 1
minggu.
Pemberian jus
dengan home
visit.

Tekanan darah Peningkatan Observasi Tensimeter 1. Normal  Ordinal


tekanan darah 140/90mmHg
sistolik 2. Hipertensi 
sedikitnya 140 140/90mmHg
mmHg atau
tekanan distolik
sedikitnya 90
mmHg
29

C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah dugaan pernyataan sementara yang diungkapkan
secara deklaratif yang menjadi jawaban dari sebuah permasalahan.  Hipotesis
adalah jawaban sementara dari suatu penelitian yang kebenarannya akan
dibuktikan setelah dilakukan penelitian (Notoatmodjo 2018).
1. Ho: Tidak ada pengaruh pemberian jus semangka terhadap perubahan
tekanan darah pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan
hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022
2. Ha: Ada pengaruh pemberian jus semangka terhadap perubahan tekanan
darah pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di
UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022
30

BAB IV
METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain Quasi – eksperimental dengan pre-test
and post-test with control group. Kelompok intervensi merupakan kelompok
yang mendapatkan intervensi (treatment), sedangkan kelompok kontrol
merupakan kelompok (control group) yang tidak mendapatkan intervensi dari
peneliti dan pengambilan data dilakukan pada kedua kelompok (Sugiyono
2017). Pemberian Jus Semangka Merah Terhadap Perubahan Tekanan Darah
Pada Wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD
Puskesmas Taktakan Tahun 2022
Gambar 4.1
Desain penelitian

Pretest Perlakuan Postest


R1 01 X1 02

R2 03 X2 04
Sumber : Dharma, 2017
Keterangan :
R1 : Kelompok Intervensi
R2 : Kelompok Kontrol
01 : pengukuran pertama pada kelompok intervensi
03 : Pengukuran pertama pada kelompok kontrol
X1 : Intervensi pada kelompok perlakuan sesuai protokol
X2 : Intervensi pada kelompok kontrol
02 : pengukuran kedua setelah perlakuan pada kelompok intervensi
04 : pengukuran kedua pada kelompok kontrol
31

B. Tempat dan waktu penelitian

Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Desember 2022, tempat penelitian
ini di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022

C. Populasi dan Sampel


1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek atau obyek
penelitian yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita usia
subur yang mengalami hipertensi dipuskesmas taktakan sebanyak 52
orang.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti
dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo 2018).
Perhitungan besar sampel dalam penelitian ditetapkan berdasarkan tujuan
analisis data penelitian. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari
wanita usia subur.

Dalam menentukan jumlah sampel peneliti menggunakan besaran sampel


dalam penelitian eksperimen yaitu sebagai berikut :
(t – 1) (r – 1)  15
Ket : t = banyaknya kelompok perlakuan
(2 – 1) (r – 1)  15
(r – 1) )  15/1
(tr – 1)  15
r = 15+1
r = 16
32

Jadi, total Sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 Orang


Sampel minimal dalam penelitian ini sebanyak 16 orang responden. Upaya
mengantisipasi apabila ada data yang tidak digunakan, klien drop out atau
tidak taat portokol maka dilakukan penambahan subjek dengan rumus
sebagai berikut :

' n
n=
1−f

n' : Jumlah Sampel yang dihitung


f : perkiraan drop out, dari pengalaman sebelumnya perkiraan yang
drop out sebanyak 10%
jadi jumlah kemungkinan drop out sebesar rumus diatas adalah :
' 16
n=
1−0.1
' 16
n=
0.9
n’ = 17,7
Berdasarkan perhitungan diatas jumlah sampel yang diperlukan adalah 18
responden, pada tiap-tiap kelompok sehingga jumlah keseluruhannya
adalah 36 responden.
Kriteria inklusi responden yang diambil :
1) Responden merupakan Wanita usia subur 15 - 49 tahun
2) Responden hipertensi dengan obat antipiretik amlodipine
3) Responden suka dengan semangka
4) Responden setuju untuk dilakukan penelitian
Kriteria ekslusi pasien yang tidak diambil
1) Responden tidak berusia 15 - 49 tahun
2) Responden tidak hipertensi
3) Responden tidak setuju dilakukan penelitian
33

D. Pengumpulan data
1. Sumber data

Sumber data dalam penelitian adalah dari mana data-data diperoleh.


Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang
diambil langsung dari responden.

2. Alat pengumpulan data

a. Tahap persiapan Administrasi


1) Mengajukan ethical clearence pada komite etik
2) Mengajukan surat ijin penelitian ke UPTD Puskesmas Taktakan
b. Tahap Pelaksanaan
1) Memperkenalkan diri
2) Peneliti memberikan salam kepada responden dan menjelaskan
tujuan penelitian
3) Sosialisasi Jus semangka tentang kandungan dan manfaat bagi
ibu penderita hipertensi
4) Tanya jawab mengenai jus semangka jika ada hal yang tidak
dipahami responden
5) Meminta persetujuan responden dan memberikan inform
consent pada responden, Responden mengisi Informed Concent
6) Apabila responden menyetujui inform consent tersebut, maka
dilakukan kontrak waktu untuk penelitian.
7) Setelah sesuai jumlah responden yang dibutuhkan, maka
selanjutnya dilakukan penginputan data.
8) Peneliti membagi responden menjadi dua kelompok, yaitu
wanita usia subur dengan pemberian terapi Jus semangka +
amlodipine dengan wanita usia subur yang tidak diberikan jus
semangka hanya amlodipine
9) Semua kelompok diberikan anti hipertensi amlodipine sesuai
dengan anjuran dokter
34

10) Pertama kali dilakukan pengukuran tekanan darah awal baik


kelompok kontrol maupun intervensi, pada kelompok kontrol
tidak diberikan jus semangka hanya diberikan amlodipine, pada
kelompok Intervensi selang 1 jam dilakukan tindakan pemberian
Jus semangka sebanyak 200 gram atau 1 gelas sehari +
amlodipine selama 7 hari (Evizar et al. 2021).
11) Setelah dilakukan tindakan baik pada kelompok intervensi
maupun kelompok kontrol, hasil pengukuran tekanan darah
pertama dan kedua dimasukan kedalam lembar observasi untuk
hari pertama.
12) Kemudian untuk pengukuran hari kedua dan seterusnya
dilakukan home visit kerumah-rumah responden, baik langusung
ataupun saat diadakan posyandu.
13) Saat semua data selesai didapatkan maka peneliti memberikan
uang dan cendramata berupa sovenir kepada setiap responden
sebagai bentuk uncapan terimakasih telah mengikuti penelitian
ini
14) Kemudian data yang sudah ada akan ditabulasi dan diolah sesuai
dengan uji statistik yang digunakan.
15) Melakukan analisis data
16) Pembuatan laporan penelitian
c. Cara penggunaan
Dosis yang diberikan dalam pemberian jus semangka merah
terhadap penderita hipertensi yaitu 200 gr/ hari, dan diberikan dalam
kurun waktu selama 1 minggu atau 7 hari berturut-turut dan
diberikan dalam 1 hari 1 kali sebelum minum obat, dan sebelum
diberikan jus semangka penderita hipertensi harus diukur tekanan
darahnya terlebih dahulu, dan juga setelah minum jus semangka juga
di ukur lagi tekanan darah pada pasien tersebut (Evizar et al. 2021).
Ambil buah semangka berukuran besar (sekitar 200 gram
daging buah), blender, gelas ukur dan air, potong kecil semangka,
35

masukan kebelender, campurkan air secukupnya, lalu tuangkan ke


gelas ukur, dan sajikan kepada ibu.

E. Pengolahan data
Pengolahan data dalam penelitian dilakukan melalui serangkaian tahapan
yaitu sebagai berikut :
1. Editing
Editing adalah pengecekan atau pengoreksian data yang telah terkumpul.
Sebelum data diolah, data tersebut perlu diedit terlebih dahulu, sehingga
terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengedit data yaitu
kelengkapan, kejelasan dan kesempurnaan data, dalam pengertian bahwa
semua pertanyaan atau pernyataan harus terjawab atau terisi dan jelas.
2. Coding
Coding adalah pemberian kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk
dalam kategori yang sama. Data yang dikumpulkan dapat berupa angka
atau kalimat, untuk memudahkan pengolahan jawaban tersebut perlu diberi
kode.
3. Entery
Data yang sudah melewati tahap proses pengkodean dan sudah terisi
secara lengkap, kemudian dilakukan pemrosesan data dengan memasukan
data ke program komputer sesuai dengan variabel masing-masing secara
teliti untuk meminimalkan kesalahan.
4. Cleaning
Pada tahap ini melakukan pemeriksaan kembali data yang sudah di entry
untuk melihat ada tidaknya kesalahan pemasukan data, dan selanjutnya
dilakukan tabulasi data yaitu mengelompokan data kedalam table menurut
kategorinya, sehingga data siap dilakukan analisis baik secara univariat
maupun bivariat.
36

F. Analisis Data
1. Analisis Univariat

Analisis data univariat dilakukan terhadap variabel independen dan


variabel dependen. Analisis univariat dengan data yang berbentuk
numerik dianalisis dengan menggunakan mean, median, modus, nilai
minimal, nilai maksimal dan standar deviasi.
2. Uji Normalitas

Uji Normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan


untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau
variabel, apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal ataukah
[Link] Normalitas berguna untuk menentukan data yang telah
dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal.
Metode klasik dalam pengujian normalitas suatu data tidak begitu rumit.

Tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas Pengaruh Pemberian Jus Semangka


Merah Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada
Wanita Usia Subur Usia 15 – 49 Tahun Dengan
Hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022

Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Kelompok Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Penurunan Pre-Test (Sistole Kontrol) .147 18 .200 *
.917 18 .113
Tekanan Pos-Test (Sistole Kontrol) .151 18 .200* .939 18 .277
darah Pre-Test (Diastole Kontrol) .300 18 .000 .679 18 .000
Pos-Test (Diastole Kontrol) .156 18 .200 *
.950 18 .431
Pre-Test (Sistole Intervensi) .123 18 .200* .947 18 .375
Post-Test (Sistole Intervensi) .250 18 .004 .884 18 .030
Pre-Test (Diastole Intervensi) .255 18 .003 .831 18 .004
Post-Test (Diastole Intervensi) .123 18 .200 *
.950 18 .430
Sumber : Data primer tahun 2022

Berdasarkan data diatas baik pada uji Kolmogorov-Smirnov maupun


uji Shapiro-Wilk terdapat data dengan nilai singnifikansi < 0.05. Maka
sesuai pengambilan keputusan dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak
37

memiliki distribusi normal. Oleh karena itu pengujian hipotesis dianjutkan


dengan menggunakan uji non parametrik yaitu uji Wilcoxon.

3. Analisis Bivariat

Analisa bivariat penelitian dilakukan untuk membuktikan hipotesa yang


telah dirumuskan yaitu apakah ada pengaruh Hubungan Pemberian Jus
Semangka Merah Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Wanita usia
subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi Di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022. Data yang telah diperoleh dianalisa secara statistik
dengan menggunakan komputerisasi. Uji normalitas dilakukan untuk
mengetahui apakah data berdistribusi normal. Jika tidak normal maka uji
yang dilakukan adalah uji Wilcoxon

Uji wilcoxon digunakan untuk menganalisis hasil-hasil pengamatan yang


berpasangan dari dua data apakah berbeda atau tidak. Wilcoxon signed Rank
test ini digunakan hanya untuk data bertipe interval atau ratio, namun datanya
tidak mengikuti distribusi normal

Z=
T−
[ 1
4 N ( N +1 ) ]
√ 1
24 N ( N +1 )( 2 N +1 )

Keterangan :
N = banyak data yang berubah setelah diberi perlakuan berbeda
T = jumlah renking dari nilai selisih yng negative (apabila banyaknya
selisih yang positif lebih banyak dari banyaknya selisih negatif)
= jumlah ranking dari nilai selisih yang positif (apabila banyaknya
selisih yang negatif > banyaknya selisih yang positif)
38

G. Etika Penelitian
Masalah etika penelitian keperawatan merupakan masalah yang sangat
penting, mengingat penelitian keperawatan berhubungan langsung dengan manusia.
Penelitian ini menekankan pada masalah etika yang meliputi informed consent,
anonymity, confidentiality, dan justice
1. Informed Consent
Informed Consent adalah lembar persetujuan yang diberikan kepada
subjek penelitian. Peneliti menjelaskan manfaat, tujuan, prosedur, dan dampak
dari penelitian yang akan dilakukan. Setelah dijelaskan, lembar informed
consent diberikan ke subjek penelitian, jika setuju maka informed concent harus
ditandatangani oleh subjek penelitian
2. Anonimity
Anonimity adalah tindakan menjaga kerahasiaan subjek penelitian
dengan tidak mencantumkan nama pada informed consent dan kuesioner, cukup
dengan inisial dan memberi nomor atau kode pada masing-masing lembar
tersebut.
3. Confidentiality
Confidentiality adalah menjaga semua kerahasiaan semua informasi yang
didapat dari subjek penelitian. Beberapa kelompok data yang diperlukan akan
dilaporkan dalam hasil penelitian. Data yang dilaporkan berupa data yang
menunjang hasil penelitian. Selain itu, semua data dan informasi yang telah
terkumpul dijamin kerahasiaanya oleh peneliti
4. Justice
Justice adalah keadilan, peneliti akan memperlakukan semua responden
dengan baik dan adil, semua responden akan mendapatkan perlakuan yang sama
dari penelitian yang dilakukan peneliti (Hidayat, 2017).
BAB V
HASIL PENELITIAN

A. Hasil Univariat
Analisis univariat (analisis deskriptif) dilakukan dengan menggunakan uji
statistik untuk menjelaskan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti.
Analisis ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang frekuensi dan
presentase dari masing-masing variabel.

1. Gambaran tekanan darah tanpa jus semangka pada wanita usia


subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022

Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Sebelum dan


Sesudah pada kelompok kontrol (Tanpa Jus Semangka)
pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan
hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022

Sistole Sebelum Sesudah


N 18 18
Mean 160.83 144.72
Median 159 143.50
SD 7.524 7.193
Min - Max (150 – 172) (132 – 158)
Diastole Sebelum Sesudah
N 18 18
Mean 92.67 83.94
Median 92 84
SD 3.413 2.817
Min - Max ( 90 – 102) (78 – 88)
Sumber : Data primer tahun 2022

Dari tabel 5.1 didapatkan data rata – rata penurunan tekanan darah sistole
sebelum dan setelah dilakukan pemberian obat antihipertensi (tanpa jus
semangka) adalah 16.11 mmHg, dan data rata – rata penurunan tekanan

39
40

darah diastole sebelum dan setelah dilakukan pemberian obat


antihipertensi (tanpa jus semangka) adalah 8.73 mmHg.

2. Gambaran tekanan darah pada kelompok intervensi dengan jus


semangka pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan
hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022

Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Sebelum dan


Sesudah pada kelompok intervensi (Dengan Jus
Semangka) pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun
dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun
2022

Sistole Sebelum Sesudah


N 18 18
Mean 156.28 132.33
Median 155 131.50
SD 9.119 4.728
Min - Max (142 – 171) (127 – 142)
Diastole Sebelum Sesudah
N 18 18
Mean 91.67 82.28
Median 91.50 82.50
SD 1.680 2.824
Min - Max ( 90 – 96) (78 – 87)
Sumber : Data primer tahun 2022

Dari tabel 5.2 didapatkan data rata – rata penurunan tekanan darah sistole
sebelum dan setelah dilakukan pemberian jus semangka adalah 23.95
mmHg, dan data rata – rata penurunan tekanan darah diastole sebelum
dan setelah dilakukan jus semangka adalah 9.39 mmHg.
41

B. Hasil Bivariat
Analisis bivariat memaparkan ada tidaknya perbedaan nilai tekanan darah
sebelum dan sesudah dilakukan pemberian obat antihipertensi amlodipine dan
jus semangka merah pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan
hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022. Penelitian ini
menggunakan uji wilcoxon dikarenakan data yang diperoleh menunjukkan
distribusi tidak normal, sehingga pengujian parametrik menggunakan
wilcoxon. Hasil Analisis bivariate dalam penelitian ini disajikan pada table
berikut :

1. Pengaruh tekanan darah sistole pada kelompok kontrol (tanpa jus


semangka) pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan
hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022

Tabel 5.4 Pengaruh tekanan darah sistole pada kelompok kontrol


(tanpa jus semangka) pada wanita usia subur usia 15 - 49
tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan
Tahun 2022

Tekanan darah Tindakan N Mean P-value


Sistole Postest Kontrol - Negatif Ranks 18 156.28 0.000
Sistole Pretest Kontrol
Positif Rangks 0 0.00
Sumber : Data primer tahun 2022

Dari tabel 5.4 didapatkan data dapat diketahui bahwa nilai negative ranks
adalah 18, yang menunjukan bahwa terdapat 18 responden yang
mengalami penurunan tekanan darah sistole rata – rata penurunannya
adalah 9.50. selain itu nilai positive ranks adalah 0 yang menunjukkan
bahwa tidak terdapat responden yang mengalami peningkatan tekanan
42

darah. Hasil analisis P-value didapatnya nilai sebesar 0.000 < nilai
signifikansi 0.05. dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penurunan
tekanan darah sistole sebelum dan sesudah diberikan obat antihipertensi
tanpa jus semangka.

Tabel 5.5 Pengaruh tekanan darah Diastole pada kelompok kontrol


(tanpa jus semangka) pada wanita usia subur usia 15 - 49
tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan
Tahun 2022

Tekanan darah Tindakan N Mean P-value


Diastole Postest Kontrol Negatif Ranks 18 91.67 0.000
- Diastole Pretest Kontrol
Positif Rangks 0 0.00
Sumber : Data primer tahun 2022

Dari tabel 5.5 didapatkan data dapat diketahui bahwa nilai negative ranks
adalah 18, yang menunjukan bahwa terdapat 18 responden yang
mengalami penurunan tekanan darah diastole rata – rata penurunannya
adalah 9.50. selain itu nilai positive ranks adalah 0 yang menunjukkan
bahwa tidak terdapat responden yang mengalami peningkatan tekanan
darah. Hasil analisis P-value didapatnya nilai sebesar 0.000 < nilai
signifikansi 0.05. dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penurunan
tekanan darah diastole sebelum dan sesudah diberikan obat antihipertensi
tanpa jus semangka.

2. Pengaruh tekanan darah pada kelompok Intervensi (dengan jus


semangka) pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan
hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022

Tabel 5.6 Pengaruh tekanan darah Sistole pada kelompok Intervensi


(dengan jus semangka) pada wanita usia subur usia 15 - 49
tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan
Tahun 2022
43

Tekanan darah Tindakan N Mean P-value


Sistole Postest Intervensi - Negatif Ranks 18 132.3 0.000
Sistole Pretest Intervensi
3
Positif Rangks 0 0.00
Sumber : Data primer tahun 2022

Dari tabel 5.6 didapatkan data dapat diketahui bahwa nilai negative ranks
adalah 18, yang menunjukan bahwa terdapat 18 responden yang
mengalami penurunan tekanan darah sistole rata – rata penurunannya
adalah 9.50. selain itu nilai positive ranks adalah 0 yang menunjukkan
bahwa tidak terdapat responden yang mengalami peningkatan tekanan
darah. Hasil analisis P-value didapatnya nilai sebesar 0.000 < nilai
signifikansi 0.05. dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penurunan
tekanan darah sistole sebelum dan sesudah diberikan obat antihipertensi
dengan jus semangka.

Tabel 5.7 Pengaruh tekanan darah Diastole pada kelompok


Intervensi (dengan jus semangka) pada wanita usia subur
usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022

Tekanan darah Tindakan N Mea P-value


n
Diastole Postest Intervensi - Negatif Ranks 18 82.28 0.000
Diastole Pretest Intervensi
Positif Rangks 0 0.00
Sumber : Data primer tahun 2022

Dari tabel 5.7 didapatkan data dapat diketahui bahwa nilai negative ranks
adalah 18, yang menunjukan bahwa terdapat 18 responden yang
mengalami penurunan tekanan darah diastole rata – rata penurunannya
adalah 9.50. selain itu nilai positive ranks adalah 0 yang menunjukkan
bahwa tidak terdapat responden yang mengalami peningkatan tekanan
darah. Hasil analisis P-value didapatnya nilai sebesar 0.000 < nilai
44

signifikansi 0.05. dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penurunan


tekanan darah diastole sebelum dan sesudah diberikan obat antihipertensi
dengan jus semangka.

3. Efektifitas pemberian jus semangka pada wanita usia subur usia 15 -


49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun
2022

Tabel 5.8 Efektifitas tanpa jus semangka dengan pemberian jus


semangka pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun
dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun
2022

Tekanan Kontrol Intervensi P-value


darah (Tanpa jus (Dengan jus
semangka) semangka)
Sebelum 160/92 156/91 0.000
Sesudah 144/83 132/82
Sumber : Data primer tahun 2022

Dari tabel 5.8 Menunjukkan perbedaan penurunan tekanan darah pada


kelompok kontrol dari 160/92 mmHg menjadi 144/83 mmHg tanpa
pemberian jus semangka, dimana penurunan tekanan darah adalah sebesar
16/9 mmHg, sedangkan pada kelompok Intervensi didapatkan tekanan
darah sebelum intervensi 156/91 mmHg menjadi 132/82 mmHg setelah
Intervensi pemberian Jus semangka. Dimana penurunan tekanan darah
yaitu sebesar 24/9 mmHg dengan nilai p-value 0.000 (P-value < 0.05).
BAB VI
PEMBAHASAN

A. Tekanan darah tanpa jus semangka pada wanita usia subur usia 15 - 49
tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata tekanan darah sistole
sebelum pemberian obat antihipertensi 160 mmHg dan tekanan darah diastole
92 mmHg, sedangkan setelah konsumsi obat antihipertensi didapatkan
tekanan darah sistole 144 mmHg dan tekanan darah diastole 83 mmHg.
Penurunan tekanan darah sekitar 16 mmHg untuk sistole dan 9 mmHg untuk
diastole. Penurunan tekanan darah sangat penting dalam menurunkan risiko
mayor kejadian kardiovaskuler pada pasien hipertensi. Pemberian obat
hipertensi tanpa jus semangka juga bisa mengontrol tekanan darah tetapi
penggunaan obat antihipertensi jangka panjang juga dapat menyebabkan
toksisitas dari obat antihipertensi tersebut.
Efek samping beberapa obat dapat timbul jika dikonsumsi dalam
jangka waktu yang lama, sebagai contoh amlodipine, amlodipin merupakan
golongan kalsium antagonis dihidropiridin yang sering dipakai sebagai obat
antihipertensi, angina pektoris dan penyakit jantung iskemik. Amlodipin
mempunyai selektivitas yang tinggi terhadap otot pembuluh darah.
Amlodipin mempunyai afinitas delapan puluh kali lebih tinggi terhadap
pembuluh darah dibanding afinitasnya terhadap otot jantung, sehingga
efeknya terhadap penurunan tekanan darah lebih banyak disebabkan oleh
penurunan resistensi pembuluh darah dibandingkan dengan penurunan curah
jantung. Dengan demikian penurunan tekanan darah yang terjadi tidak
diiringi oleh peningkatan denyut jantung. Pemberian amlodipin hanya sedikit
berpengaruh terhadap ekskresi natrium dan air pada ginjal, tidak
mempengaruhi metabolisme glukosa, profil lipid dan asam urat (Burhanuddin
2013)
Dosis amlodipine yang sesuai dosis yang dianjurkan pada penderita
hipertensi adalah dosis awal yang biasa diberikan adalah amlodipine 5 mg

45
46

sekali sehari dan dapat ditingkatkan maksimum 10 mg tergantung pada


respon individu dan beratnya penyakit. Individu-individu yang mempunyai
ukuran tubuh kecil, mudah terluka atau usia lanjut, atau pasien-pasien yang
mengidap penyakit liver, dimulai dengan dosis 2,5 mg sekali sehari dan dosis
ini digunakan ketika menambahkan amlodipine kepada terapi antihipertensi
lain (Indofarma 2022)
Penderita hipertensi sebagian besar tidak bisa lepas dari penggunaan
obat yang terus menerus dikarenakan bisa saja hari ini tekanan darah normal
namun besok kemudian melonjak tinggi kembali. Hal inilah yang disebut
dengan tekanan darah tidak terkontrol. Tinggi rendahnya tekanan darah
memang bergantung dari banyak faktor seperti stres, hormon, pola hidup,
kerutinan dalam mengonsumsi obat hipertensi. apalagi menurut
pharmaceutical care  untuk hipertensi dari Direktorat Jenderal Kefarmasian
dan Alat Kesehatan (2016) dikatakan seseorang dapat mengonsumsi lebih
dari satu jenis obat hipertensi untuk mencapai target tekanan darah yang
diinginkan. Penggunaan obat antihpertensi secara terus menerus mesikpun
dapat menurunkan ataupun menormalkan tekanan darah tetapi dalan jangka
waktu yang lama lambat laun akan menimbulkan efek samping dari obat
tersebut.

B. Tekanan darah pada kelompok Intervensi jus semangka pada wanita


usia subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas
Taktakan Tahun 2022
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata tekanan darah sistole
sebelum pemberian jus semangka 156 mmHg dan tekanan darah diastole 91
mmHg, sedangkan setelah konsumsi jus semangka didapatkan tekanan darah
sistole 132 mmHg dan tekanan darah diastole 82 mmHg. Penurunan tekanan
darah sekitar 24 mmHg untuk sistole, dan 9 mmHg untuk diastole. Dari data
tersebut dapat terlihat bahwa perbedaan penurunan tekanan darah dengan
konsumsi jus semangka lebih tinggi dibandingkan dengan penurunan tekanan
darah tanpa jus semangka.
47

Daging buah semangka mengandung air sebanyak 93.4%, protein


0.5%, karbohidrat 5.3%, lemak 0.1%, serat 0.2%, berbagai macam vitamin
(A, B, dan C), antioksidan seperti asam amino (citrulline dan arginine), asam
asetat, asam malat, asam folat, likopen, karoten, bromin, kalium, silvit, lisin,
fruktosa, dekstrosa, dan sukrosa. Kandungan dalam semangka yang
berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi yaitu kalium, vitamin C,
karbohidrat dan likopen yang berfungsi untuk meningkatkan kerja jantung
serta citrulline yang mampu mendorong aliran darah ke seluruh bagian tubuh
dan vitamin B6 yang dapat merangsang hormon dalam otak untuk mengatasi
kecemasan. Kalium yang cukup tinggi juga berperan sebagai diuretik alami
yang dapat membantu kerja jantung dan menurunkan tekanan darah (Evizar et
al. 2021).
Menurut pendapat peneliti berdasarkan hasil penelitian menunjukan
bahwa tekanan darah pada wanita usia subur menurun karena kandungan
dalam semangka yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi yaitu
kalium, vitamin C, karbohidrat dan likopen yang berfungsi untuk
meningkatkan kerja jantung serta citrulline yang mampu mendorong aliran
darah ke seluruh bagian tubuh dan vitamin B6 yang dapat merangsang
hormon dalam otak untuk mengatasi kecemasan. Kalium yang cukup tinggi
juga berperan sebagai diuretik alami yang dapat membantu kerja jantung dan
menurunkan tekanan darah, sedangkan tekanan darah dari sebelum diberikan
intervensi diberikan intervensi berbeda-beda hal tersebut dikarenakan oleh
faktor usia dimana wanita usia subur yang memiliki usia lebih tua akan
mengalami tekanan darah yang lebih tinggi diibandingkan wanita usia subur
yang memiliki usia yang lebih muda.
Citrulline dan arginine berperan dalam pembentukan urea di hati dari
amonia dan CO2 sehingga keluarnya urin meningkat dan kandungan kalium
dapat membantu kerja jantung serta menormalkan tekanan darah Kandungan
asam amino dalam semangka mampu meningkatkan fungsi arteri dan
menurunkan tekanan darah pada aorta. Renin dan angiotensin memegang
peranan dalam mengatur tekanan darah. Renin merangsang pembentukan
48

angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II, suatu


vasokonstriktor yang kuat yang pada gilirannya merangsang sekresi hormon
aldosteron oleh korteks adrenal. aldosteron sendiri memiliki peran vital dalam
meningkatkan tekanan darah terutama dalam aldosteron primer. Selain
merangsang sekresi hormon aldosterondan meningkatkan aktivitas saraf
simpatis, angiotensin juga mempunyai efek inhibiting atau penghambat pada
eksresi garam (natrium) yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah.
Kelainan ini masih bisa diperbaiki, namun membutuhkan waktu beberapa
minggu setelah obat kontrasepsi tersebut berhenti diminum (Kemenkes RI
2020b)
Semangka juga kandungan kaliumnya cukup tinggi dan berperan
sebagai diuretik alami yang dapat membantu kerja jantung dan menurunkan
tekanan darah. Asam folat mengurangi cacat pada bayi baru lahir dan
menurunkan risiko penyakit jantung coroner. Semangka memiliki khasiat
untuk menurunkan tekanan darah karena mengandung citirulline dan
arginine, zat ini mampu merangsang produksi senyawa kimia yang
membantu pembuluh darah menjadi lentur dan rileks. Citrulline akan bereaksi
dengan enzim tubuh dan diubah menjadi arginine, sejenis asam amino yang
berkhasiat bagi jantung dan sistem peredaran darah dan kekebalan tubuh yang
terbukti menurunkan tekanan darah penderita hipertensi dengan obesitas.
Penelitian ini menunjukkan bahwa semangka dapat menurunkan tekanan
darah penderita hipertensi dengan obesitas 10-20 mmHg pada siastolik
maupun diastolic.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh
(Evizar et al. 2021) dengan judul penelitian :Pemberian Jus Semangka
Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur di Puskesmas
Rawat Inap Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019” didapatkan
hasil analisa bivariat menggunakan uji t didapat p value 0,000 < α (0,05)
artinya H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada Pengaruh Pemberian Jus
Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur di
Puskesmas Rawat Inap Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019.
49

Penelitian lain yang dilakukan oleh (Nurjannah 2020) Dengan judul


penelitian “Pemberian Jus Semangka terhadap Penurunan Tekanan Darah
Penderita Hipertensi Usia Dewasa Muda”. Didapatkan hasil penelitian uji t
sampel bebas untuk penurunan tekanan darah diastolik antara kelompok
perlakuan dan kelompok kontrol menunjukan nilai signifikan p = 0,012. Nilai
p = 0,012 < 0,05 menunjukan bahwa ada perbedaan penurunan tekanan darah
diastolik antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebelum dan
sesudah perlakuan sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian jus
semangka (Citrullus vulgaris Schard) berpengaruh terhadap penurunan
tekanan darah diastolik subjek pada kelompok perlakuan.
Meskpun pemberian jus semanga pada responden dengan hipertansi
dapat menurunkan tekanan darah sedikit lebih cepat, tetapi perlu pengkajian
ulang, dikarenakan penelitian ini terbatas pada responden hipertensi tanpa
komplikasi bawaan dan dalam lingkup wanita usia subur, sedangkan untuk
hipertensi dengan penyakit bawaan yang lebih kompleks dapat dilakukan
penelitian dengan berkolaborasi dengan dokter agar tidak tidak terjadi
kegawatdaruratan.
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Pemberian Jus
Semangka Merah Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Wanita Usia
Subur Usia 15 – 49 Tahun Dengan Hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan
Tahun 2022 dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Rata – rata penurunan tekanan darah pada kelompok kontrol, tekanan
darah sistole sebelum dan setelah dilakukan pemberian obat
antihipertensi (tanpa jus semangka) adalah 16.11 mmHg, dan data rata –
rata penurunan tekanan darah diastole sebelum dan setelah dilakukan
pemberian obat antihipertensi (tanpa jus semangka) adalah 8.73 mmHg
2. Rata – rata penurunan tekanan darah pada kelompok intervensi, tekanan
darah sistole sebelum dan setelah dilakukan pemberian jus semangka
adalah 23.95 mmHg, dan data rata – rata penurunan tekanan darah
diastole sebelum dan setelah dilakukan jus semangka adalah 9.39 mmHg.
3. Terdapat pengaruh tekanan darah tanpa jus semangka pada wanita usia
subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan
Tahun 2022
4. Terdapat pengaruh Tekanan darah pada kelompok Intervensi dengan jus
semangka pada wanita usia subur usia 15 - 49 tahun dengan hipertensi di
UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022

B. Saran
1. Bagi UPTD Puskesmas Taktakan
Diharapkan UPTD Puskesmas Taktakan dapat menerapkan pemeberian jus
semangka disetiap penyuluhan ataupun posyandu yang dilakukan oleh
UPTD Puskesmas Taktakan sebagai inovasi alternatif pengguaan obat non
farmakologi khususnya bagi ibu usia subur penderita hipertensi tanpa

50
51

komplikasi, sehingga masyarakat dapat mengetahui manfaat dan


kandungan jus semangka dalam penurunan takanan darah.
2. Bagi Universitas Faletehan
Disarankan agar univesitas faletehan sebagai salah satu institusi kesehatan
mampu membantu dalam upaya penyediaan informasi dan
memberdayakan atau melibatkan mahasiswa/i dalam promosi kesehatan
terhadap wanita usia subur khsuusnya dengan hipertensi tanpa penyakit
bawaan tentang penggunaan jus semangka dalam penurunan tekanan darah
sebagai alternatif dari konsumsi obat upaya tersebut sebagai bagian proses
belajar mahasiswa.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini hanya mencakup penelitian pada responden hipertensi tanpa
komplikasi lain dan dengan penggunaan satu jenis obat antihpertensi
amlodipin, disarankan agar penelitan selanjutnya dapat meneruskan
tentang manfaat semangka sebagai alternatif non farmakologi untuk
menurunkan tekanan darah khsusnya bagi penderita hipertensi dengan
komplikasi ataupun dengan penggunaan obat antihpertensi lain yang
kemungkinan menghasilkan hal yang berbeda dengan penelitian ini.
DAFTAR REFERENSI

Aspiani, Renny Yuli. 2015. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Gangguan
Kardiovaskular Aplikasi NIC & NOC. Jakarta: EGC.

Bumi, Medika Tim. 2017. Berdamai Dengan Hipertensi. Jakarta: Perpustakaan


Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT).

Burhanuddin. 2013. “Perbandingan Efektivitas Dan Efek Samping Obat


Antihipertensi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di
Puskesmas Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang.” Thesis, Universitas
Hasanuddin, Makkasar.

Daniel, Andri. 2019. Semangka Tanpa Biji. Yogyakarta: Pustaka Batu Press.

Deptan. 2016. “Produksi Buah – Buahan Di Indonesia. Badan Pusat Statistik


Direktorat Jenderal Hortikultura.” Retrieved ([Link]

Evizar, Astriana, Ike Ate Yuviska, and Sunarsih. 2021. “Pemberian Jus Semangka
Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur.” Midwifery
Journal 1:135–39.

Indofarma. 2022. Amlodipine Besylate. BUMN untuk Indonesia.

Integrated Taxonomic Information System. 2016. Citrullus Lanatus.

Irianto, Koes. 2018. Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Alfabeta.

Kemenekes RI. 2016. Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Infodatin Hipertensi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenekes RI. 2018. Mengapa Hipertensi Berbahaya. Kementrian Kesehatan


Republik Indonesia.

Kemenkes RI. 2019. “Hipertensi Penyakit Paling Banyak Diidap Masyarakat.”


Retrieved
([Link]
[Link]).

Kemenkes RI. 2020a. Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Bagi
Ibu Hamil Pada Masa Pandemi Covid-19. Jakarta: Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. 2020b. “Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Bagi
Remaja Putri Pada Masa Pandemi COVID-19.” Kementrian Kesehatan RI
22.
Lenny, Lingga. 2016. Bebas Hipertensi Tanpa Obat. PT. Argo Medika Pustaka.

Notoatmodjo, Sarwono. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT.


Rineka Cipta.

Novitasary, Meiriyani Deliana, Nelly Mayulu, and Shirley ES Kawangian. 2018.


“Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Obesitas Pada Wanita Usia
Subur Peserta Jamkesmas Di Puskesmas Wawonasa Kecamatan Singkil
Manado.” 1.

Nurachma, Evy, and Joko Sapto Pramono. 2022. Sikap Wanita Usia Subur
Terhadap Penyakit Infeksi Menular Seksual. NEM.

Nurarif, Amien Huda. 2016. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan


Diagnosa Keperawatan Medis Dan Nanda NIC-NOC. Jogjakarta:
Mediaction Jogjakarta.

Nurjannah. 2020. “Pemberian Jus Semangka terhadap Penurunan Tekanan Darah


Penderita Hipertensi Usia Dewasa Muda.” Jurnal Ilmiah Kesehatan
(JIKA) 2(3):135–46. doi: 10.36590/jika.v2i3.112.

Nurleny. 2019. “Pengaruh Jus Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah


Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo.”
Jurnal Akademika Baiturrahim 8.

Nurrahmani, Ulfa. 2016. Stop Hipertensi. Yogyakarta: Familia.

Proverawati, Atika. 2018. MENARCHE Menstruasi Pertama Penuh Makna.


Yogyakarta: Nuha Medika.

Sentosa, Ramdhani. 2016. Ramuan Ajaib Berkhasiat Dahsyat Tumpas Asam


Urat , Diabetes, [Link] I. Yogyakarta: Pinang Merah.

Septianingsih, Dea Gita. 2018. “Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap


Pasien Hipertensi Dengan Upaya Pengendalian Hipertensi Di Wilayah
Kerja Puskesmas Samata.” Fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan
Universitas islam negeri alauddin Makassar.

Smaltzer, Suzanne C., and Brenda Bare. 2016. Textbook of Medical-Surgical


Nursing 10th Edition. Lippincott Williams & Wilkins.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung:


Alfabeta.

WHO. 2021. Hypertension.


LAMPIRAN
INFORMED CONSENT

(PERSETUJUAN RESPONDEN)

Peneliti

Nama : Siti Nurussakinaturrahmah

Judul Penelitian : Pengaruh Pemberian Jus Semangka Merah Terhadap


Perubahan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur Usia 15 –
49 Tahun Dengan Hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan
Tahun 2022

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nomor responden : .........................................................

Tanggal Pemeriksaan : .........................................................

Setelah diberikan pernjelasan oleh peneliti memahami terhadap tujuan dari


pengisian kuesioner dalam penelitian ini, maka saya bersedia untuk menjadi
responden dalam penelitian : “Pengaruh Pemberian Jus Semangka Merah
Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur Usia 15 – 49 Tahun
Dengan Hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022” Demikian
pernyataan ini, dapat dipergunakan sebagai mana mestinya.

Serang, Desember 2022


Responden

(………………..)
LEMBAR OBSERVASI

PENGARUH PEMBERIAN JUS SEMANGKA MERAH TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA WANITA
USIA SUBUR USIA 15 – 49 TAHUN DENGAN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS TAKTAKAN TAHUN 2022

Kelompol Kontrol
No Inisial Usia Diberikan Obat Antihipertensi Amlodipine + diberikan Jus Semangka
Visit Visit Visit Visit Visit Visit Visit
Pretest Home Home Home Home Home Home Home
Hari ke 1 Hari ke 2 Hari ke 3 Hari ke 4 Hari ke 5 Hari ke 6 Hari ke
7
(Postest)
1 Ny. M 21 146/91 144/91 140/90 138/88 135/86 133/85 130/84 127/83
2 Ny. I 43 155/92 153/92 151/90 148/89 145/88 140/88 138/87 136/87
3 Ny. T 32 148/93 147/92 147/90 146/90 144/88 138/86 135/85 132/85
4 Ny. Y 28 154/90 153/90 151/88 148/87 145/85 140/84 138/83 132/81
5 Ny. W 42 167/92 166/90 164/86 160/86 156/84 152/83 140/80 138/78
6 Ny. T 30 146/90 144/90 140/89 138/88 135/85 133/83 130/80 130/78
7 Ny. I 32 152/90 151/90 148/88 145/86 143/84 138/85 135/84 132/82
8 Ny. R 36 171/95 168/92 165/91 160/90 157/86 150/85 145/82 141/80
9 Ny. H 38 170/95 168/93 165/90 160/88 156/87 150/85 146/84 142/83
10 Ny. U 40 162/92 160/90 157/89 155/88 150/88 148/87 140/85 138/80
11 Ny. E 36 156/92 153/90 150/87 150/85 149/84 148/83 148/82 128/79
12 Ny. I 38 160/91 158/90 155/90 152/86 151/85 150/84 149/83 132/82
13 Ny. H 42 142/90 140/90 138/88 137/88 136/88 135/87 132/87 128/87
14 Ny. M 46 145/96 142/94 140/91 138/89 136/88 134/86 130/85 129/83
15 Ny. T 40 152/92 151/90 148/88 145/87 143/87 138/87 130/86 127/86
16 Ny. S 38 155/91 153/90 151/88 148/87 145/85 140/84 138/83 131/80
17 Ny. R 28 165/92 160/90 157/89 155/88 150/88 148/87 140/85 128/83
18 Ny. E 37 167/91 164/90 157/89 155/88 150/88 148/87 140/85 131/84
LEMBAR OBSERVASI

PENGARUH PEMBERIAN JUS SEMANGKA MERAH TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA WANITA
USIA SUBUR USIA 15 – 49 TAHUN DENGAN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS TAKTAKAN TAHUN 2022

Kelompol Kontrol
No Inisial Usia Diberikan Obat Antihipertensi Amlodipine Tanpa Jus Semangka
Visit Visit Visit Visit Visit Visit Visit
Pretest Home Home Home Home Home Home Home
Hari ke 1 Hari ke 2 Hari ke 3 Hari ke 4 Hari ke 5 Hari ke 6 Hari ke
7
(Postest)
1 Ny. E 28 160/92 158/90 155/90 152/86 151/85 150/84 149/83 148/82
2 Ny. E 36 156/91 154/90 150/87 147/85 144/85 142/84 140/83 138/82
3 Ny. I 38 155/90 153/90 150/87 150/85 149/84 148/83 148/82 147/81
4 Ny. K 46 152/91 151/90 150/88 150/86 149/85 148/85 145/84 140/87
5 Ny. H 48 158/93 154/92 150/91 147/90 144/89 142/89 145/88 144/88
6 Ny. J 48 156/94 154/90 150/87 147/85 144/85 142/84 140/83 138/81
7 Ny. K 38 156/92 153/91 148/89 145/86 143/85 140/95 135/84 132/83
8 Ny. A 42 168/102 165/99 161/97 158/94 154/91 154/88 153/85 152/87
9 Ny. E 35 172/101 170/99 167/95 164/90 161/88 160/85 160/80 158/78
10 Ny. I 38 153/90 151/90 149/88 146/88 146/87 145/87 145/85 140/84
11 Ny. I 36 152/92 151/90 150/89 150/89 149/88 147/87 145/86 143/86
12 Ny. A 32 157/92 154/90 150/87 147/85 144/85 142/84 140/83 138/86
13 Ny. S 41 165/90 163/90 161/89 158/87 154/86 154/86 153/85 142/84
14 Ny. F 40 167/92 164/90 161/89 158/88 155/88 156/85 156/85 157/85
15 Ny. I 42 172/93 168/92 165/90 160/88 156/87 150/85 146/84 144/84
16 Ny. N 40 163/92 160/90 157/89 155/88 150/88 148/87 146/85 145/80
17 Ny. M 40 167/90 164/90 161/89 158/88 155/88 150/85 146/85 143/86
18 Ny. R 46 172/91 170/91 168/90 165/88 162/87 160/86 158/87 156/87
LEMBAR OBSERVASI

PENGARUH PEMBERIAN JUS SEMANGKA MERAH TERHADAP


PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA WANITA USIA SUBUR USIA
15 – 49 TAHUN DENGAN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS
TAKTAKAN TAHUN 2022

Kelompok Kontrol
Diberikan obat
antihipertensi
No Inisial Usia amlodipine tanpa jus
semangka
Pretest Postest
1 Ny. E 28 160/93 148/82
Ny. E 36 156/91 138/87
2
3 Ny. I 38 155/90 147/81
4 Ny. K 46 152/91 140/87
5 Ny. H 48 158/93 144/88
6 Ny. J 48 156/94 138/81
7 Ny. K 38 150/92 132/83
8 Ny. A 42 168/102 152/87
9 Ny. E 35 172/101 158/78
10 Ny. I 38 153/90 140/84
11 Ny. I 36 152/92 143/86
12 Ny. A 32 157/92 138/86
13 Ny. S 41 165/90 142/84
14 Ny. F 40 167/92 157/85
15 Ny. I 42 172/93 144/84
16 Ny. N 40 163/92 145/80
17 Ny. M 40 164/90 143/86
18 Ny. R 46 172/91 156/87
LEMBAR OBSERVASI

PENGARUH PEMBERIAN JUS SEMANGKA MERAH TERHADAP


PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA WANITA USIA SUBUR USIA
15 – 49 TAHUN DENGAN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS
TAKTAKAN TAHUN 2022

Kelompok Intervensi
Diberikan obat
antihipertensi
No Inisial Usia amlodipine + Diberikan
Jus semangka
Pretest Postest
1 Ny. M 21 146/91 127/83
Ny. I 43 155/92 136/87
2
3 Ny. T 32 148/91 132/85
4 Ny. Y 28 154/90 132/81
5 Ny. W 42 167/92 138/98
6 Ny. T 30 146/90 130/98
7 Ny. I 32 152/90 132/82
8 Ny. R 36 171/90 141/80
9 Ny. H 38 170/95 142/83
10 Ny. U 40 162/92 138/80
11 Ny. E 36 156/92 128/79
12 Ny. I 38 160/91 132/82
13 Ny. H 42 142/90 128/87
14 Ny. M 46 145/96 129/83
15 Ny. T 40 152/92 127/86
16 Ny. S 38 155/91 131/80
17 Ny. R 28 165/92 128/83
18 Ny. E 37 167/91 131/84
: UF/STD.D09
No. Dokumen
STANDAR AKADEMIK : 02 September 2019
Berlaku Sejak

STANDAR KARYA TUGAS AKHIR : 5


Revisi
DAN SKRIPSI :
Halaman

PROGRAM STUDI SARJANA DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN (TRANSFER)


TAHUN AKADEMIK 2022/2023

Nama : Siti Nurussakinaturrahmah


NIM : 6021032079
Judul : Pengaruh Pemberian Jus Semangka Merah Terhadap Perubahan
Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur Usia 15 – 49 Tahun
Dengan Hipertensi di UPTD Puskesmas Taktakan Tahun 2022
SK Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan
Nomor : ………………………………………………
Pembimbing : Rina Kartikasari, [Link], [Link]
Bimbingan Sidang Akhir
No Tanggal Bimbingan Kegiatan Paraf Pembimbing

1. 21 Desember 2022 Konsul SPSS

2. 26 Desember 2022 Konsul BAB V

3. 05 Januari 2023 - Revisi BAB V

- Konsul BAB VI

4. 12 Januari 2023 - Revisi BAB VI

- Konsul BAB VII

5. 19 Januari 2023 Revisi BAB V - VII

6. 26 Januari 2023 Revisi BAB V - VII

7. 02 Februari 2023 Persetujuan Sidang Akhir

Serang, Februari 2023


Ketua Prodi S1 dan Pendidikan
Profesi Bidan

Rina Kartikasari,
[Link].,[Link]
LAMPIRAN 4 OUTPUT UNIVARIATE
FREQUENCIES VARIABLES=SistolePreKon DiastolePreKon SistolePostkon DiastolePostkon SistolePreInter
DiastolePreInter SistolePostInter DiastolePostInter
/STATISTICS=STDDEV MINIMUM MAXIMUM MEAN MEDIAN
/ORDER=ANALYSIS.
Frequencies
Notes
Output Created 27-DEC-2022 13:24:08
Comments
Input Data D:\SKRIPSI 2022\UNIV. FALETEHAN\01
INA [JUS SEMANGKA [WUS]\[Link]
Active Dataset DataSet1
Filter <none>
Weight <none>
Split File <none>
N of Rows in Working Data File 18
Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated as
missing.
Cases Used Statistics are based on all cases with valid
data.
Syntax FREQUENCIES
VARIABLES=SistolePreKon
DiastolePreKon SistolePostkon
DiastolePostkon SistolePreInter
DiastolePreInter SistolePostInter
DiastolePostInter
/STATISTICS=STDDEV MINIMUM
MAXIMUM MEAN MEDIAN
/ORDER=ANALYSIS.
Resources Processor Time 00:00:00,02
Elapsed Time 00:00:00,00
Statistics

Sistole Pretest Diastole Pretes Sistole Postest Diastole Postest Sistole Pretest Diastole Pretes Sistole Postest Diastole Postest
Kontrol Kontrol Kontrol kontrol Intervensi Intervensi Intervensi Intervensi

N Valid 18 18 18 18 18 18 18 18

Missing 0 0 0 0 0 0 0 0
Mean 160.83 92.67 144.72 83.94 156.28 91.67 132.33 82.28
Median 159.00 92.00 143.50 84.00 155.00 91.50 131.50 82.50
Std. Deviation 7.524 3.413 7.193 2.817 9.119 1.680 4.728 2.824
Minimum 150 90 132 78 142 90 127 78
Maximum 172 102 158 88 171 96 142 87
Frequency Table

Sistole Pretest Kontrol


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 150 1 5.6 5.6 5.6
152 2 11.1 11.1 16.7
153 1 5.6 5.6 22.2
155 1 5.6 5.6 27.8
156 2 11.1 11.1 38.9
157 1 5.6 5.6 44.4
158 1 5.6 5.6 50.0
160 1 5.6 5.6 55.6
163 1 5.6 5.6 61.1
165 1 5.6 5.6 66.7
167 2 11.1 11.1 77.8
168 1 5.6 5.6 83.3
172 3 16.7 16.7 100.0
Total 18 100.0 100.0
Diastole Pretes Kontrol
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 90 4 22.2 22.2 22.2
91 3 16.7 16.7 38.9
92 6 33.3 33.3 72.2
93 2 11.1 11.1 83.3
94 1 5.6 5.6 88.9
101 1 5.6 5.6 94.4
102 1 5.6 5.6 100.0
Total 18 100.0 100.0
Sistole Postest Kontrol
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 132 1 5.6 5.6 5.6
138 3 16.7 16.7 22.2
140 2 11.1 11.1 33.3
142 1 5.6 5.6 38.9
143 2 11.1 11.1 50.0
144 2 11.1 11.1 61.1
145 1 5.6 5.6 66.7
147 1 5.6 5.6 72.2
148 1 5.6 5.6 77.8
152 1 5.6 5.6 83.3
156 1 5.6 5.6 88.9
157 1 5.6 5.6 94.4
158 1 5.6 5.6 100.0
Total 18 100.0 100.0
Diastole Postest kontrol
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 78 1 5.6 5.6 5.6
80 1 5.6 5.6 11.1
81 2 11.1 11.1 22.2
82 2 11.1 11.1 33.3
83 1 5.6 5.6 38.9
84 3 16.7 16.7 55.6
85 1 5.6 5.6 61.1
86 3 16.7 16.7 77.8
87 3 16.7 16.7 94.4
88 1 5.6 5.6 100.0
Total 18 100.0 100.0
Sistole Pretest Intervensi
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 142 1 5.6 5.6 5.6
145 1 5.6 5.6 11.1
146 2 11.1 11.1 22.2
148 1 5.6 5.6 27.8
152 2 11.1 11.1 38.9
154 1 5.6 5.6 44.4
155 2 11.1 11.1 55.6
156 1 5.6 5.6 61.1
160 1 5.6 5.6 66.7
162 1 5.6 5.6 72.2
165 1 5.6 5.6 77.8
167 2 11.1 11.1 88.9
170 1 5.6 5.6 94.4
171 1 5.6 5.6 100.0
Total 18 100.0 100.0

Diastole Pretes Intervensi


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 90 5 27.8 27.8 27.8
91 4 22.2 22.2 50.0
92 6 33.3 33.3 83.3
93 1 5.6 5.6 88.9
95 1 5.6 5.6 94.4
96 1 5.6 5.6 100.0
Total 18 100.0 100.0

Sistole Postest Intervensi


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 127 2 11.1 11.1 11.1
128 3 16.7 16.7 27.8
129 1 5.6 5.6 33.3
130 1 5.6 5.6 38.9
131 2 11.1 11.1 50.0
132 4 22.2 22.2 72.2
136 1 5.6 5.6 77.8
138 2 11.1 11.1 88.9
141 1 5.6 5.6 94.4
142 1 5.6 5.6 100.0
Total 18 100.0 100.0

Diastole Postest Intervensi


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 78 2 11.1 11.1 11.1
79 1 5.6 5.6 16.7
80 3 16.7 16.7 33.3
81 1 5.6 5.6 38.9
82 2 11.1 11.1 50.0
83 4 22.2 22.2 72.2
84 1 5.6 5.6 77.8
85 1 5.6 5.6 83.3
86 1 5.6 5.6 88.9
87 2 11.1 11.1 100.0
Total 18 100.0 100.0

LAMPIRAN 5 OUTPUT UJI NORMALITAS


DATASET ACTIVATE DataSet1.

DATASET CLOSE DataSet4.


GET
FILE='D:\SKRIPSI 2022\UNIV. FALETEHAN\01 INA [JUS SEMANGKA [WUS]\UJI [Link]'.
DATASET NAME DataSet5 WINDOW=FRONT.
EXAMINE VARIABLES=HASIL BY KELOMPOK
/PLOT BOXPLOT STEMLEAF NPPLOT
/COMPARE GROUPS
/STATISTICS DESCRIPTIVES
/CINTERVAL 95
/MISSING LISTWISE
/NOTOTAL.

Explore
Notes
Output Created 29-DEC-2022 12:05:54
Comments
Input Data D:\SKRIPSI 2022\UNIV. FALETEHAN\01
INA [JUS SEMANGKA [WUS]\UJI
[Link]
Active Dataset DataSet5
Filter <none>
Weight <none>
Split File <none>
N of Rows in Working Data File 144
Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values for dependent
variables are treated as missing.
Cases Used Statistics are based on cases with no
missing values for any dependent variable
or factor used.
Syntax EXAMINE VARIABLES=HASIL BY
KELOMPOK
/PLOT BOXPLOT STEMLEAF NPPLOT
/COMPARE GROUPS
/STATISTICS DESCRIPTIVES
/CINTERVAL 95
/MISSING LISTWISE
/NOTOTAL.
Resources Processor Time 00:00:03,23
Elapsed Time 00:00:01,66

[DataSet5] D:\SKRIPSI 2022\UNIV. FALETEHAN\01 INA [JUS SEMANGKA [WUS]\UJI [Link]

KELOMPOK

Case Processing Summary


Cases
Valid Missing Total
KELOMPOK N Percent N Percent N Percent
PENURUNAN TEKANAN Pre-Test (Sistole Kontrol) 18 100.0% 0 0.0% 18 100.0%
DARAH Pos-Test (Sistole Kontrol) 18 100.0% 0 0.0% 18 100.0%
Pre-Test (Diastole Kontrol) 18 100.0% 0 0.0% 18 100.0%
Pos-Test (Diastole Kontrol) 18 100.0% 0 0.0% 18 100.0%
Pre-Test (Sistole Intervensi) 18 100.0% 0 0.0% 18 100.0%
Post-Test (Sistole Intervensi) 18 100.0% 0 0.0% 18 100.0%
Pre-Test (Diastole Intervensi) 18 100.0% 0 0.0% 18 100.0%
Post-Test (Diastole Intervensi) 18 100.0% 0 0.0% 18 100.0%
Descriptives
KELOMPOK Statistic Std. Error
PENURUNAN TEKANAN Pre-Test (Sistole Kontrol) Mean 160.83 1.774
DARAH 95% Confidence Interval for Lower Bound 157.09
Mean
Upper Bound 164.58
5% Trimmed Mean 160.81
Median 159.00
Variance 56.618
Std. Deviation 7.524
Minimum 150
Maximum 172
Range 22
Interquartile Range 13
Skewness .227 .536
Kurtosis -1.396 1.038
Pos-Test (Sistole Kontrol) Mean 144.72 1.695
95% Confidence Interval for Lower Bound 141.15
Mean
Upper Bound 148.30
5% Trimmed Mean 144.69
Median 143.50
Variance 51.742
Std. Deviation 7.193
Minimum 132
Maximum 158
Range 26
Interquartile Range 10
Skewness .506 .536
Kurtosis -.284 1.038
Pre-Test (Diastole Kontrol) Mean 92.67 .804
95% Confidence Interval for Lower Bound 90.97
Mean
Upper Bound 94.36
5% Trimmed Mean 92.30
Median 92.00
Variance 11.647
Std. Deviation 3.413
Minimum 90
Maximum 102
Range 12
Interquartile Range 2
Skewness 2.169 .536
Kurtosis 4.198 1.038
Pos-Test (Diastole Kontrol) Mean 83.94 .664
95% Confidence Interval for Lower Bound 82.54
Mean
Upper Bound 85.35
5% Trimmed Mean 84.05
Median 84.00
Variance 7.938
Std. Deviation 2.817
Minimum 78
Maximum 88
Range 10
Interquartile Range 5
Skewness -.469 .536
Kurtosis -.610 1.038
Pre-Test (Sistole Intervensi) Mean 156.28 2.149
95% Confidence Interval for Lower Bound 151.74
Mean
Upper Bound 160.81
5% Trimmed Mean 156.25
Median 155.00
Variance 83.154
Std. Deviation 9.119
Minimum 142
Maximum 171
Range 29
Interquartile Range 18
Skewness .165 .536
Kurtosis -1.171 1.038
Post-Test (Sistole Intervensi) Mean 132.33 1.114
95% Confidence Interval for Lower Bound 129.98
Mean
Upper Bound 134.68
5% Trimmed Mean 132.09
Median 131.50
Variance 22.353
Std. Deviation 4.728
Minimum 127
Maximum 142
Range 15
Interquartile Range 9
Skewness .855 .536
Kurtosis -.349 1.038
Pre-Test (Diastole Intervensi) Mean 91.67 .396
95% Confidence Interval for Lower Bound 90.83
Mean
Upper Bound 92.50
5% Trimmed Mean 91.52
Median 91.50
Variance 2.824
Std. Deviation 1.680
Minimum 90
Maximum 96
Range 6
Interquartile Range 2
Skewness 1.348 .536
Kurtosis 1.841 1.038
Post-Test (Diastole Intervensi) Mean 82.28 .666
95% Confidence Interval for Lower Bound 80.87
Mean
Upper Bound 83.68
5% Trimmed Mean 82.25
Median 82.50
Variance 7.977
Std. Deviation 2.824
Minimum 78
Maximum 87
Range 9
Interquartile Range 4
Skewness .175 .536
Kurtosis -.820 1.038

Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
KELOMPOK Statistic df Sig. Statistic df Sig.
PENURUNAN TEKANAN Pre-Test (Sistole Kontrol) .147 18 .200* .917 18 .113
DARAH Pos-Test (Sistole Kontrol) .151 18 .200* .939 18 .277
Pre-Test (Diastole Kontrol) .300 18 .000 .679 18 .000
Pos-Test (Diastole Kontrol) .156 18 .200* .950 18 .431
Pre-Test (Sistole Intervensi) .123 18 .200* .947 18 .375
Post-Test (Sistole Intervensi) .250 18 .004 .884 18 .030
Pre-Test (Diastole Intervensi) .255 18 .003 .831 18 .004
Post-Test (Diastole Intervensi) .123 18 .200* .950 18 .430

*. This is a lower bound of the true significance.


a. Lilliefors Significance Correction
PENURUNAN TEKANAN DARAH

Stem-and-Leaf Plots

PENURUNAN TEKANAN DARAH Undefined error #60536 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file
or directory
KELOMPOK= Pre-Test (Sistole Kontrol)

Frequency Stem & Undefined error #60544 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such f

4,00 15 . 0223
5,00 15 . 56678
2,00 16 . 03
4,00 16 . 5778
3,00 17 . 222

Undefined error #60541 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
Undefined error #60542 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
ctory
PENURUNAN TEKANAN DARAH Undefined error #60536 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file
or directory
KELOMPOK= Pos-Test (Sistole Kontrol)

Frequency Stem & Undefined error #60544 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such f

1,00 13 . 2
3,00 13 . 888
7,00 14 . 0023344
3,00 14 . 578
1,00 15 . 2
3,00 15 . 678

Undefined error #60541 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
Undefined error #60542 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
ctory

PENURUNAN TEKANAN DARAH Undefined error #60536 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file
or directory
KELOMPOK= Pre-Test (Diastole Kontrol)

Frequency Stem & Undefined error #60544 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such f

4,00 90 . 0000
3,00 91 . 000
6,00 92 . 000000
2,00 93 . 00
1,00 94 . 0
2,00 Extremes (>=101,0)

Undefined error #60541 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
Undefined error #60542 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
ctory

PENURUNAN TEKANAN DARAH Undefined error #60536 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file
or directory
KELOMPOK= Pos-Test (Diastole Kontrol)

Frequency Stem & Undefined error #60544 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such f

1,00 7. 8
9,00 8 . 011223444
8,00 8 . 56667778

Undefined error #60541 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
Undefined error #60542 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
ctory

PENURUNAN TEKANAN DARAH Undefined error #60536 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file
or directory
KELOMPOK= Pre-Test (Sistole Intervensi)

Frequency Stem & Undefined error #60544 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such f
1,00 14 . 2
4,00 14 . 5668
3,00 15 . 224
3,00 15 . 556
2,00 16 . 02
3,00 16 . 577
2,00 17 . 01

Undefined error #60541 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
Undefined error #60542 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
ctory

PENURUNAN TEKANAN DARAH Undefined error #60536 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file
or directory
KELOMPOK= Post-Test (Sistole Intervensi)

Frequency Stem & Undefined error #60544 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such f

6,00 12 . 778889
7,00 13 . 0112222
3,00 13 . 688
2,00 14 . 12

Undefined error #60541 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
Undefined error #60542 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
ctory
PENURUNAN TEKANAN DARAH Undefined error #60536 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file
or directory
KELOMPOK= Pre-Test (Diastole Intervensi)

Frequency Stem & Undefined error #60544 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such f

5,00 90 . 00000
4,00 91 . 0000
6,00 92 . 000000
1,00 93 . 0
,00 94 .
1,00 95 . 0
1,00 Extremes (>=96,0)

Undefined error #60541 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
Undefined error #60542 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
ctory

PENURUNAN TEKANAN DARAH Undefined error #60536 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file
or directory
KELOMPOK= Post-Test (Diastole Intervensi)

Frequency Stem & Undefined error #60544 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such f

3,00 7 . 889
11,00 8 . 00012233334
4,00 8 . 5677

Undefined error #60541 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
Undefined error #60542 - Cannot open text file "C:\PROGRA~1\IBM\SPSS\STATIS~1\23\lang\en\[Link]": No such file or directory
ctory

Normal Q-Q Plots


Detrended Normal Q-Q Plots
LAMPIRAN 6 OUTPUT HASIL WILCOXON

NPAR TESTS
/WILCOXON=SistolePreKon WITH SistolePostkon (PAIRED)
/MISSING ANALYSIS.

NPar Tests
Notes
Output Created 17-JAN-2023 15:22:02
Comments
Input Data D:\SKRIPSI 2022\UNIV. FALETEHAN\01
INA [JUS SEMANGKA [WUS]\[Link]
Active Dataset DataSet2
Filter <none>
Weight <none>
Split File <none>
N of Rows in Working Data File 18
Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated as
missing.
Cases Used Statistics for each test are based on all
cases with valid data for the variable(s)
used in that test.
Syntax NPAR TESTS
/WILCOXON=SistolePreKon WITH
SistolePostkon (PAIRED)
/MISSING ANALYSIS.
Resources Processor Time 00:00:00,00
Elapsed Time 00:00:00,01
Number of Cases Alloweda 449389

a. Based on availability of workspace memory.


UJI WILCOXON (TEKANAN DARAH SISTOLE TANPA JUS SEMANGKA)

Wilcoxon Signed Ranks Test


Ranks
N Mean Rank Sum of Ranks
Sistole Postest Kontrol - Sistole Negative Ranks 18a 9.50 171.00
Pretest Kontrol Positive Ranks 0b .00 .00
Ties 0c
Total 18

a. Sistole Postest Kontrol < Sistole Pretest Kontrol


b. Sistole Postest Kontrol > Sistole Pretest Kontrol
c. Sistole Postest Kontrol = Sistole Pretest Kontrol

Test Statisticsa
Sistole Postest
Kontrol - Sistole
Pretest Kontrol
Z
-3.729b
Asymp. Sig. (2-tailed)
.000

a. Wilcoxon Signed Ranks Test


b. Based on positive ranks.
UJI WILCOXON (TEKANAN DARAH DIASTOLE TANPA JUS SEMANGKA)

Wilcoxon Signed Ranks Test


Ranks

N Mean Rank Sum of Ranks

Diastole Postest kontrol - Negative Ranks 18a 9.50 171.00


Diastole Pretes Kontrol Positive Ranks 0b
.00 .00

Ties 0c

Total 18

a. Diastole Postest kontrol < Diastole Pretes Kontrol


b. Diastole Postest kontrol > Diastole Pretes Kontrol
c. Diastole Postest kontrol = Diastole Pretes Kontrol

Test Statisticsa

Diastole Postest
kontrol - Diastole
Pretes Kontrol

Z -3.734b
Asymp. Sig. (2-tailed) .000
a. Wilcoxon Signed Ranks Test
b. Based on positive ranks.
UJI WILCOXON (TEKANAN DARAH SISTOLE DENGAN JUS SEMANGKA)

Wilcoxon Signed Ranks Test

Ranks

N Mean Rank Sum of Ranks

Sistole Postest Intervensi - Negative Ranks 18


a
9.50 171.00
Sistole Pretest Intervensi Positive Ranks 0b .00 .00

Ties 0 c

Total 18

a. Sistole Postest Intervensi < Sistole Pretest Intervensi


b. Sistole Postest Intervensi > Sistole Pretest Intervensi
c. Sistole Postest Intervensi = Sistole Pretest Intervensi

Test Statisticsa

Sistole Postest
Intervensi - Sistole
Pretest Intervensi

Z
-3.728b

Asymp. Sig. (2-tailed)


.000
a. Wilcoxon Signed Ranks Test
b. Based on positive ranks.
UJI WILCOXON (TEKANAN DARAH DIASTOLE DENGAN JUS SEMANGKA)

Wilcoxon Signed Ranks Test


Ranks

N Mean Rank Sum of Ranks

Diastole Postest Intervensi - Negative Ranks 18a 9.50 171.00


Diastole Pretes Intervensi
Positive Ranks 0b
.00 .00

Ties 0c

Total 18

a. Diastole Postest Intervensi < Diastole Pretes Intervensi


b. Diastole Postest Intervensi > Diastole Pretes Intervensi
c. Diastole Postest Intervensi = Diastole Pretes Intervensi

Test Statisticsa
Diastole Postest
Intervensi -
Diastole Pretes
Intervensi
Z
-3.729b
Asymp. Sig. (2-tailed)
.000
a. Wilcoxon Signed Ranks Test
b. Based on positive ranks.
DOKUMENTASI

PELACAKAN KASUS
SOSIALISASI TENTANG BAHAYA HIPERTENSI DAN
MANFAAT DARI PEMBERIAN JUS SEMANGKA MERAH
PROSES PEMBUATAN JUS SEMANGKA MERAH
PEMBERIAN JUS SEMANGKA MERAH KEPADA PASIEN
PENDERITA HIPERTENSI
DI UPTD PUSKESMAS TAKTAKAN
PEMBERIAN JUS SEMANGKA MERAH KEPADA PASIEN
PENDERITA HIPERTENSI
HOME VISIT
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. IDENTITAS PRIBADI
Nama : Siti Nurussakinaturrahmah
Tempat, tanggal lahir : Banjarbaru, 06 April 1987
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin
Golongan darah : AB
Alamat : Kp. Umbul kapuk RT/RW 001/001 Kel.
Panggung Jati Kec. Taktakan Kota Serang
No. HP : +62 859-2007-3325
E-mail : [Link]@[Link]

II. RIWAYAT PENDIDIKAN


1. SD Negeri Kejaban : Tahun 1993 - 1999
2. SMP Negeri 1 Ciruas : Tahun 1999 - 2002
3. SMA Negeri 1 Pontang : Tahun 2002 - 2005
4. Akademi Kebidanan Aisyiyah Banten : Tahun 2005 – 2008
5. Universitas Faletehan : Tahun 2021 – 2023

III. RIWAYAT PEKERJAAN


1. Tahun 2008 RSUD Serang
2. Tahun 2008 BPM Bidan Rahmi
3. Tahun 2009 BPM Bidan Veny
4. Tahun 2010 – 2014 PKM Bojong Juruh Kab. Lebak
5. Tahun 2014 – Sampai sekarang UPTD PKM Taktakan Kota Serang

Anda mungkin juga menyukai