0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
162 tayangan18 halaman

Komponen Elektronika Aktif: Dioda & Transistor

Dokumen tersebut memberikan penjelasan singkat tentang komponen elektronika aktif seperti dioda, transistor, dan thyristor. Komponen-komponen tersebut memerlukan arus listrik eksternal untuk beroperasi dan meliputi dioda sebagai penyearah arus, transistor sebagai penguat dan saklar, serta thyristor yang berfungsi untuk mengendalikan arus masuk dan keluar.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
162 tayangan18 halaman

Komponen Elektronika Aktif: Dioda & Transistor

Dokumen tersebut memberikan penjelasan singkat tentang komponen elektronika aktif seperti dioda, transistor, dan thyristor. Komponen-komponen tersebut memerlukan arus listrik eksternal untuk beroperasi dan meliputi dioda sebagai penyearah arus, transistor sebagai penguat dan saklar, serta thyristor yang berfungsi untuk mengendalikan arus masuk dan keluar.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Komponen Elektronika Aktif (Dioda,

Transistor,Thyristor)
Mahmud Gunawan (223305039)
Mohammad Thaariq Hendrawan (223305040)
Muhammad Afif Satria Yudha (223305041)
Apa itu komponen elektronika aktif ?

Komponen aktif merupakan komponen elektronika


yang memerlukan arus listrik untuk dapat bekerja.
Dalam hal ini pada rangkaian elektronika, arus listrik
yang dibutuhkan bisa dari arus AC ataupun DC.
Disebut komponen aktif karena jika tidak dialiri arus
listrik maka rangkaian elektronika yang
menggunakan komponen aktif tidak akan bekerja
Dengan arti lain Komponen Elektronika Aktif
merupakan jenis komponen elektronika yang
memerlukan arus eksternal untuk dapat beroperasi.
Komponen-komponen elektronika yang digolongkan
sebagai komponen Aktif adalah Dioda, Transistor dan
Thyristor yang terbuat dari bahan semikonduktor
seperti silikon, germanium, selenium dan metal
oxides.
Macam-macam Komponen Elektronika Aktif

1. DIODA

Dioda (Diode) adalah Komponen terbuat dari bahan semikonduktor


dan mempunyai fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu
arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Karena
sifatnya yang dapat menghantarkan arus listrik ke satu arah
(forward bias) dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya
(reverse bias), dioda sering digunakan sebagai penyearah atau
catu daya.
Bahan semi konduktor yang sering digunakan untuk membuat Dioda
adalaah bahan Silikon (Si) dan bahan Germanium (Ge). Dioda pada
umumnya mempunyai 2 Elektroda (terminal) yaitu Anoda (+) dan
Katoda (-) dan memiliki prinsip kerja yang berdasarkan teknologi
pertemuan p-n semi konduktor yaitu dapat mengalirkan arus dari sisi
tipe-p (Anoda) menuju ke sisi tipe-n (Katoda) tetapi tidak dapat
mengalirkan arus ke arah sebaliknya.
Sisi Positif (P) disebut Anoda dan sisi Negatif (N) disebut Katoda. Lambang diode
seperti anak panah yang arahnya dari sisi P ke sisi N.
Untuk dapat memperjelas prinsip kerja Dioda dalam menghantarkan dan menghambat
aliran arus listrik, dibawah ini adalah rangkaian dasar contoh pemasangan dan penggunaan
Dioda dalam sebuah rangkaian Elektronika.
Berikut dibawah ini adalah jenis-jenis Dioda dan penjelasan pada jenis-
jenis dioda tersebut.

Dioda Penyearah (Rectifier)

Berfungsi buat menyearahkan tegangan, misal kamu ingin merubah


suatu tegangan bolak – balik (AC) jadi tegangan searah (DC). Dioda ini,
yang paling lebih dulu dikenalkan atau dipelajari buat jenis dioda.

Fungsi dioda penyearah ini, diantaranya yaitu:

Sebagai penyearah arus atau sinyal AC.


Sebagai alat pemotong level.
Sebagai penurun tegangan.
Sebagai pengaman polaritas yang sangat terbalik dalam input DC.
• Dioda Zener

Dioda Zener (Zener Diode) adalah Dioda khusus untuk dapat


beroperasi di rangkaian Reverse Bias (Bias Balik). Pada saat
dipasangkan pada Rangkaian Forward Bias (Bias Maju), Dioda Zener
akan memiliki karakteristik dan fungsi sebagaimana Dioda Normal
pada umumnya.

Pada dasarnya, Dioda Zener akan menyalurkan arus listrik yang


mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan
melampaui batas “Breakdown Voltage” atau Tegangan Tembus Dioda
Zenernya. Karakteristik ini berbeda dengan Dioda biasa yang hanya
dapat menyalurkan arus listrik ke satu arah. Tegangan Tembus
(Breakdown Voltage) ini disebut juga dengan Tegangan Zener.
[Link]

Transistor adalah sebuah komponen semikonduktor yang


berfungsi sebagai penguat, penyambung, pemutus, stabilitas
tegangan hingga modulasi sinyal.

Transistor ada pada sebuah perangkat elektronik dengan


memiliki fungsi tertentu. Bagian ini terbuat dari bahan
semikonduktor, seperti galium arsenide, silikon, atau
germanium yang merupakan elektroda aktif.

Secara umum, transistor dipakai untuk menjalankan fungsi


sebagai penguat atau amplifier dan saklar.
Fungsi Transistor

Secara umum terdapat dua fungsi transistor diantara lain adalah

Transistor sebagai penguat.


Transistor sebagai saklar.

1. Transistor sebagai penguat atau amplifier


Cara kerja transistor penguat atau amplifier yaitu dengan meningkatkan nilai
amplitudo gelombang yang masuk melalui input tanpa merubah karakternya.

Anda akan menemui fungsi transistor ini pada rangkaian driver, pengeras suara,
instrumen video, dan alat sejenisnya.

Setidaknya terdapat tiga jenis konfigurasi apabila ingin mengfungsikan transistor


sebagai penguat. Berikut ini ketiga jenis konfigurasi yang paling sering digunakan:

Common Emitter (CE)


Common Collector (CC)
Common Base (CB)
2. Transistor sebagai Saklar (switching)

Seperti saklar pada umumnya, fungsi transistor sebagai saklar yaitu untuk memutus dan
menyambungkan suatu arus. Tentu saja, cara kerja transistor sebagai saklar cukup mudah
untuk dipahami.

Bisa menganalogikan cara kerja sebuah saklar ini menjadi seperti kran air. Saat kran dibuka,
maka air akan mengalir. Dan tentu saja sebaliknya, saat kran ditutup maka air pun tidak
bisa mengalir.
Berikut ini beberapa nilai lebih komponen saklar yang sering
dijadikan pertimbangan.

• Tidak menimbulkan percikan api saat switcing dari ON ke OFF,
begitupun sebaliknya.
• Lebih ringkas, karena posisinya menyatu di dalam rangkaian.
• Lebih ekonomis dari sisi biaya.
• Umumnya terjadi aus saat kontak mekanis.
• Selain sari dua fungsi transisitor di atas, transistor juga memiliki
fungsi lainnya yaitu sebagai pengatur stabilitas komponen,
peratas arus, penahan arus, dan pembangkit arus frekuensi
rendah atau tinggi.
[Link]
Thyristor adalah sebuah istilah yang berasal dari Bahasa Yunani.
Arti dari thyristor yakni pintu. Penamaan alat ini rasanya sangat
tepat mengingat fungsi thyristor yang memang mirip seperti
pintu. Yakni fungsi dasar thyristor adalah untuk melakukan
pengendalian terhadap setiap arus masuk serta arus keluar yang
ada pada rangkaian.

Jadi, jika arus listrik masuk kedalam rangkaian, maka secara


otomatis alat ini akan membuka dan menutup. Dengan begitu
maka proses perpindahan elektron dapat dilakukan dengan lebih
terkontrol.

Mengingat fungsinya yang hampir sama, maka thyristor juga sering


dijuluki dengan istilah saklar atau switch.
Untuk komponen penyusunnya yakni terdiri dari 2, 3
bahkan 4 kaki terminal. Sedangkan jenis material
penyusunnya umumnya menggunakan bahan
semikonduktor.

Pada pengaplikasiannya, komponen thyristor dapat


ditemukan pada berbagai alat elektronik yang ada di
sekitar kita. Misalnya saja seperti timer, osilator,
pengendali daya, motor listrik, peredam cahaya dan
lain lainnya.

Thyristor disimbolkan dengan gambar segitiga yang


memiliki dua buah garis lurus. Dimana kedua buah
garis lurus ini berada di bagian puncak serta bagian
alasnya.

Garis pada bagian puncak merupakan katoda,


sedangkan garis bagian alas adalah lambang dari
anoda. Selanjutnya, pada bagian alas dapat
dijumpai juga dari yang posisinya sejajar. Nah
ternyata garis sejajar tersebut inilah yang dijuluki
sebagai gerbang gate atau terminal gate.
Fungsi Thyristor

Thyristor sendiri merupakan komponen elektronika yang berfungsi seperti sebuah saklar. Yakni
berfungsi untuk memutus serta menyambungkan arus listrik pada sebuah rangkaian.

Untuk menghantarkan dan memutuskan arus listrik, perangkat ini menggunakan picu yang
terletak pada terminal gate.

Penggunan thyristor sering kita temukan pada berbagai komponen elektronik terutama untuk
jenis – jenis alat yang berkerja dengan picu otomatis.

• Dapat disimpulkan fungsi thyristor adalah:

• Sebagai penyearah.
• Untuk mengubah daya.
• Digunakan untuk memanipulasi robot.
• Mengontrol frekuensi dan juga kecepatan.
• Digunakan untuk mengontrol suhu atau temperatur.
• Digunakan untuk kontrol cahaya dan banyak lainnya
Bagaimana Cara Kerja Thyristor ?

Karena umum dijuluki sebagai saklar, tentu cara kerja thyristor memang tidak jauh berbeda
dengan saklar pada umumnya. Dalam sebuah perangkat, nantinya arus listrik harus masuk ke
terminal gate terlebih dahulu agar thyristor dapat aktif.

Jadi untuk dapat beroperasi, terlebih dahulu arus listrik harus dialirkan menuju ke terminal
gate. Setelah mendapatkan sinyal dari gerbang gate, maka selanjutnya thyristor akan berada
dalam keadaan ON. Setelah menjadi ON, ketika terminal gate akan mulai kehilangan kontrol,
maka seluruh induksi tegangan sudah terkendali secara internal.

Jadi, meskipun arus listrik pada gerbang gate diputuskan, thyristor akan tetap dalam keadaan
ON atau aktif. Lalu, ketika arus listrik ingin kembali ditempatkan pada posisi off, Maka
tegangan harus dialirkan pada titik 0 terlebih dahulu.
Terima Kasih !!!

Common questions

Didukung oleh AI

A diode is designed to allow current to flow in one direction, characterized by its forward bias function where current flows from anode to cathode, and reverse bias function where it blocks current. It is primarily used for rectifying AC to DC by leveraging its unidirectional property . A thyristor, on the other hand, operates as a switch and is used to control large power flows, functioning similar to a gate. It remains in the 'on' state once triggered until the current flowing through it drops below a certain threshold, a property known as holding current. Furthermore, thyristors allow current flow when triggered by a gate signal and remain on without needing further gate input .

Diodes and transistors play complementary roles in electronic circuits by performing distinct yet often interlinked functions. Diodes provide directional current control, primarily used in rectification processes to convert AC signals into DC, ensuring current flow in a single direction and protecting circuits from potential reverse voltage damage . Transistors, on the other hand, serve as amplifiers and switches, controlling signal flow with greater precision and modulation capability, often working in concert with diodes to regulate or amplify current after it has been rectified . Together, they enable complex circuitry for managing power, signal processing, and logical operations within electronics.

In transistors, switching from conducting to non-conducting states is controlled by the base current: when current is applied, it allows more significant current flow between the collector and emitter, thus turning the transistor 'on'; removing the base current turns it 'off' by stopping this flow . In a thyristor, it transitions to a conducting state upon receiving a gate signal that allows current flow through the anode to cathode. To return to the non-conducting state, the current through it must drop below a certain threshold or be externally interrupted, as it remains 'on' once triggered until the current subsides .

Choosing between a thyristor or a transistor depends on several factors including the nature of the application, power handling requirements, and switching speed. Thyristors are suitable for applications needing high power control, such as in AC power systems or industrial motor drives, due to their high voltage and current capabilities . Transistors, however, are preferable in circuits where rapid switching is needed, such as digital and signal processing applications, because they can switch states faster and handle pulse-width modulated signals efficiently . Additionally, the design complexity, heat management, and cost may also influence the choice, with thyristors being less sensitive to thermal conditions when dealing with high load currents.

As an amplifier, a transistor functions by increasing the magnitude of the input signal by utilizing configurations such as common emitter, common collector, or common base. This allows the transistor to boost signal amplitude without altering the original waveform, thus making it essential in audio, video, or RF amplification . When functioning as a switch, a transistor operates by either allowing or blocking current flow between its collector and emitter terminals based on the input signal at the base terminal, similar to a mechanical switch, thereby enabling binary switching functions without mechanical wear .

The gate terminal is crucial to thyristor operation as it serves as the trigger allowing current to flow from anode to cathode. When a signal is applied to the gate, it activates the thyristor into a conducting state. The significance in circuit design lies in its ability to control large currents with minimal input power, making thyristors ideal for high-power electronics and triggering systems that demand robust control without continuous control signals . The gate's role necessitates careful consideration of trigger signals to ensure precise operation and to prevent premature or misfired activations in sensitive applications like phase-controlled rectifiers.

A Zener diode is more advantageous in applications where voltage regulation is required due to its ability to maintain a stable output voltage despite variations in load conditions or input voltage, a characteristic unavailable in regular diodes. Regular diodes are typically used for unidirectional current flow in rectifying AC signals. Conversely, Zener diodes are specifically valuable in voltage regulation circuits, providing protection against overvoltage conditions by allowing current to flow in reverse direction once the Zener voltage is reached .

Thyristors are preferred over transistors for controlling high power loads due to their ability to handle higher current and voltage levels with greater efficiency. Thyristors can remain in the 'on' state without continuous gate signal input, making them less power-intensive and more suitable for high-power applications such as motor control and power conversion. Their robust structure allows for effective handling of large voltage switching without the frequent need for external cooling solutions required by transistors when dealing with similar power levels .

Three primary applications of transistors in modern electronics include amplification, switching, and signal modulation. In amplification, transistors boost audio and RF signals in devices like radios and public address systems, increasing signal strength without distorting its character . As switches, they enable binary states crucial in computing, forming the backbone of logic gates and processors that perform complex computations . For signal modulation, transistors adjust the amplitude or frequency of signals, essential in communication devices where modulation is required to encode information onto carrier waves .

The breakdown voltage, also known as Zener voltage, is a critical aspect of Zener diode operation. It represents the voltage at which the diode allows current to flow in the reverse direction. In practical applications, this characteristic is exploited to maintain voltage regulation within circuits by clamping the voltage to the Zener value, thereby protecting circuits from overvoltage conditions. This makes Zener diodes integral in power supply designs, where they stabilize voltage and protect components by shunting excess voltage .

Anda mungkin juga menyukai