0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan60 halaman

Profil Pariwisata Kabupaten Bojonegoro

Bab III menjelaskan profil kepariwisataan Kabupaten Bojonegoro. Terdapat 50 objek wisata yang terbagi ke dalam 9 jenis wisata, yaitu wisata alam, karst, migas, religi dan ziarah, buatan, heritage, kerajinan, edukasi, dan agrowisata. Salah satu objek wisata alamnya adalah Gunung Watu yang berlokasi di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, berbentuk seperti kubah dengan kemiringan cur

Diunggah oleh

M Arif Nur Rohman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan60 halaman

Profil Pariwisata Kabupaten Bojonegoro

Bab III menjelaskan profil kepariwisataan Kabupaten Bojonegoro. Terdapat 50 objek wisata yang terbagi ke dalam 9 jenis wisata, yaitu wisata alam, karst, migas, religi dan ziarah, buatan, heritage, kerajinan, edukasi, dan agrowisata. Salah satu objek wisata alamnya adalah Gunung Watu yang berlokasi di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, berbentuk seperti kubah dengan kemiringan cur

Diunggah oleh

M Arif Nur Rohman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

PROFIL KEPARIWISATAAN
KABUPATEN BOJONEGORO

Profil Kepariwisataan III - 1


BAB III
PROFIL KEPARIWISATAAN KABUPATEN BOJONEGORO

3.1 Profil Destinasi Kepariwisataan


Kepariwisata merupakan suatu alat strategi untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi wilayah, karena dengan Kepariwisataan suatu
daerah akan mudah dikenal sekaligus potensi-potensi unggulannya
sehingga secara tidak langsung. Kepariwisataan merupakan alat promosi
bagi daerah untuk menarik minat investasi.

Kabupaten Bojonegoro terbentuk atas morfologi yang kompleks,


berupa dataran tinggi pada bagian Selatan dan dataran rendah pada
bagian Utara. Kondisi alam Kabupaten Bojonegoro memiliki di wilayah
Utara terbentuk dari beberapa formasi yang berfungsi sebagai petroleum
system dan tersingkap ke permukaan, sehingga bisa dijadikan sebagai
wisata migas. Pada beberapa wilayah seperti Kecamatan Padangan,
Kalitidu hingga Temayang terdapat lokasi penemuan fosil.

Pada wilayah Selatan dari Kabupaten Bojonegoro terdapat


morfologi dataran tinggi yang terbentuk oleh kompleks dari Gunung
Pandan yang merupakan bagian dari Zona Pegunungan Kendeng. Pada
kawasan ini terdapat manifestasi untuk panas bumi (geothermal).

Disamping banyaknya daya tarik wisata (DTW) yang tersebar di


setiap Kecamatan, ada beberapa permasalahan yang perlu dicermati di
Kabupaten Bojonegoro adalah sebagai berikut :
1. Infrastruktur jalan menuju obyek wisata masih belum memadai.
2. Lokasi wisata sebagian besar masuk wilayah PERHUTANI, sehingga
membutuhkan perijinan dari pihak PERHUTANI.
3. Masih terbatasnya sumber daya manusia yang profesional di bidang
budaya maupun kepariwisataan dalam dalam upaya pengembangan
kepariwisataan dan kebudayaan.
4. Masih kurangnya promosi wisata.

Profil Kepariwisataan III - 2


5. Masih terbatasnya tingkat kemampuan aparat pengelola
kepariwisataan membaca peluang untuk menarik investor sehingga
kepariwisataan lebih dapat ditingkatkan.
6. Kurangnya kepedulian lingkungan masyarakat sekitar obyek wisata
untuk dapat berpartisipasi dalam pengembangan obyek wisata.
7. Kurangnya tenaga professional di bidang kepariwisataan antara lain
Pemandu Wisata, Perhotelan dan Jasa Pariwisata.

Beberapa objek atau daya tarik wisata akan menjadi kawasan


cagar alam geologi dan geopark, sehingga bisa dijadikan sebagai daya
tarik dari nasional hingga ke mancanegara (internasional). Pada Tabel III-
1. dapat dilihat jenis dan jumlah objek kepariwisataan Kabupaten
Bojonegoro yang terdiri dari 9 (sembilan) jenis wisata.

Secara detail penjelasan lokasi daya tarik wisata yang terdiri dari
informasi umum, catatan daya tarik, nilai sumber budaya, aksesibilitas,
aspek penunjang, aspek pasar, interaksi terhadap warga, kelembagaan
dan permasalahan.

Profil Kepariwisataan III - 3


Gambar 3.1.
Peta Penyebaran Lokasi Wisata Kabupaten Boj

Profil Kepariwisataan III - 4


Tabel III-1
Jenis dan Jumlah Objek Kepariwisataan Kabupaten Bojonegoro
NO DAYA TARIK WISATA KECAMATAN DESA JUMLAH
WISATA ALAM
1 GUNUNG WATU GONDANG KRONDONAN
2 BANYUKUNING GONDANG KRONDONAN
3 SELO GAJAH DAN MATA AIR PANAS GONDANG JARI
4 NEGERI ATAS ANGIN SEKAR DELING
5 KEDUNG GUPIT SEKAR KLINO
6 WATERFUN GROWGOLAND DANDER NGUNUT 12 OBJEK WISATA
7 SENDANG SAMPANG TEMAYANG BUNTALAN ALAM
8 EMBUNG DAMPLUMPUNG GONDANG PAJENG
9 PENAMBANGAN BENTONITE MALO MALO
10 WATU GANDUL GONDANG SAMBONGREJO
11 KEDUNG MAOR TEMAYANG KEDUNGSARI
12 UNDAK BENGAWAN SOLO PURBA PADANGAN PRANGI
WISATA KARST
1 GUNUNG PEGAT BAURENO GAJAH
2 GOA FOSFAT DANDER KUNCI 4 OBJEK WISATA
3 SENDANG GONG & GOA JEPANG BAURENO GUNUNGSARI KARST
4 GOA SOKA & MATA AIR TEMAYANG SOKA
WISATA MIGAS
1 PETROLEUM GEOHERITAGE WONOCOLO KEDEWAN WONOCOLO
2 STRUKTUR ANTIKLIN KAWENGAN MALO KAWENGAN 4 OBJEK WISATA
3 KAYANGAN API NGASEM SENDANGHARJO MIGAS
4 KEDUNG LANTUNG SUGIHWARAS DRENGES
WISATA RELIGI & ZIARAH
1 WALI KIDANGAN MALO MALO
2 PETILASAN ANGLING DHARMA KALITIDU WOTANGARE
3 MASJID AL-BIRRU PERTIWI DANDER DANDER 6 OBEJK WISATA
4 KLENTENG HOK SWIE BIO BOJONEGORO KARANGPACAR RELIGI & ZIARAH
5 MAKAM EYANG BUGADUNG BOJONEGORO KAUMAN
6 MAKAM KI ANDONG SARI BOJONEGORO LEDOK KULON
WISATA BUATAN
1 WANA WISATA DANDER DANDER DANDER
2 BENDUNGAN GERAK TRUCUK PADANG
3 WADUK PACAL TEMAYANG KEDUNGSUMBER
4 GO FUN BOJONEGORO SUKOREJO
9 OBJEK WISATA
5 BENDUNGAN KLEPEK SEMAWOT SUKOSEWU SUKOSEWU
BUATAN
6 WADUK PEDANG KEDUNGADEM KEPOHKIDUL
7 ALUN - ALUN BOJONEGORO BOJONEGORO BOJONEGORO
8 TAMAN WISATA SARIYO PADANGAN PURWOREJO
9 ALUN-ALUN RAJEKWESI BOJONEGORO KLANONG
WISATA HERITAGE
1 KUBUR MASYARAKAT KALANG MALO SEMLARAN
3 OBJEK WISATA
2 KAMPUNG BUDAYA SAMIN MARGOMULYO MARGOMULYO
HERITAGE
3 MUSEUM RUMAH KUNO PADANGAN KUNCEN
WISATA KERAJINAN
1 WISATA KERAJINAN BATIK 3 KECAMATAN 4 DESA
3 OBJEK WISATA
2 WISATA KERAJINAN KAYU BATOKAN KASIMAN BATOKAN
KERAJINAN
3 WISATA KERAJINAN PELEPAH PISANG BALEN PRAMBATAN
WISATA EDUKASI
1 WISATA EDUKASI GERABAH MALO RENDENG
2 DESA WISATA MOJODESO KAPAS MOJODESO
5 OBJEK WISATA
3 PENANGKARAN RUSA JAWA MALO MALO
EDUKASI
4 MUSEUM RAJEKWESI KAPAS SUKOWATI
5 MUSEUM 13 BALEN BALENREJO
AGROWISATA
1 AGROWISATA SALAK WEDI KAPAS WEDI
2 AGROWISATA BELIMBING NGRIGINREJO KALITIDU NGRINGINREJO 4 OBJEK
3 AGROWISATA JAMBU BIJI KRISTAL TRUCUK MORI AGROWISATA
4 AGROGUNA KAPAS TIKUSAN

JUMLAH : 50 DAYA TARIK WISATA

Profil Kepariwisataan III - 5


3.1.1. Wisata Alam
[Link]. Gunungwatu
GUNUNGWATU KETERANGAN

A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Krondonan Kecamatan: Gondang

A.2. Koordinat (UTM WGS 84) X: 588,750.08 Y: 9,178,234.09

A.3. Jenis Obyek Wisata Alam


Gunung Watu berbentuk seperti kubah dengan kemiringan sangat curam (600-800)
dikelilingi oleh perbukitan yang dipisahkan oleh lembah-lembah, sehingga menimbulkan
kesan yang indah. Di Gunung Watu dapat dijumpai batuan xenolit pada batuan andesit yang
bertekstur trakhitik, hal tersebut dapat sebagai media pembelajaran ilmu batuan (geologi),
sehingga dapat memberikan penjelasan secara ilmiah tentang keberadaan Gunung Watu
secara khusus. Tak hanya itu saja kita bisa melihat keindahan alam sekelilingnya dari
puncak bukit Gunung Watu dan dapat melihat matahari terbit dan terbenam.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Untuk saat ini lokasi Gunung Watu baru dipasang petunjuk lokasi

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Gunung Watu


Kawasan ini dapat dikembangkan menjadi Wisata Edukasi Intrusi Batuan Beku karena
ditemui sistem intrusi yang terjadi 2 kali pada bagian Xenolith dan Andesit. Gunung Watu
berbentuk seperti kubah dengan kemiringan sangat curam (600-800) dikelilingi oleh
perbukitan yang dipisahkan oleh lembah-lembah, sehingga menimbulkan kesan yang indah.
Sehingga kita bisa melihat keindahan alam sekelilingnya dari puncak bukit Gunung Watu
dan dapat melihat matahari terbit dan terbenam

B.2. Daya Tarik Pendukung

Di pasang papan peringatan dilarang corat-coret karena dilokasi tersebut sudah banyak
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik dijumpai coretan-coretan yang dapat mengurangi nilai daya tarik Gunung Watu dan
pengamanan untuk naik ke Gunung Watu.

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Ruang terbuka alami terdiri dari areal perkebunan yang luas dan terawat
Selain adanya sistem intrusibatuan beku yang terjadi 2 kali, bentang alam Gunung Watu
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) memberi kesan yang indah dan kita bisa menyaksikan sunset maupun sunrise dari
puncaknya.
Adanya sistem intrusi batuan beku yang terjadi 2 kali sehingga dapat dijadikan wisata
C.3. Keunikan
edukasi
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Tidak ada

Kawasan ini terbentuk oleh batuan intrusi yang menerobos formasi dibawahnya. Pada
batuan intrusi tersebut merupakan batuan beku intermediet vulkanik yaitu andesit dengan
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan terdapat xenolit bertekstruk trakhit, dimana xenolith tersebut diindikasikan memiliki umur
lebih tua dibandingkan bantuan andesit yang berumur Plio-Plistosen dengan jenis batuan
xenolith berupa diorit

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tersedia papan informasi lokasi

D. Aksesbilitas
Jalan sudah diaspal dan dapat dilewati kendaraan roda 4, tapi beberapa titik ada yang
disemen cor. Namun kondisinya cukup rawan untuk dilewati, karena dengan kondisi jalan
yang berliku – liku dan menanjak, rawan longsor, jalan banyak yang rusak, dan sempit (lebar
jalan ± 4 m)

D.1. Kualitas Jalan

Profil Kepariwisataan III - 6


D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan masih minim. Lampu-lampu jalan terbatas pada tiang listrik.
Angkutan umum belum mencapai lokasi. Tranportasi yang dapat digunakan adalah sepeda
D.3. Ketersediaan Transportasi
motor dan mobil

Membutuhkan waktu yang lama untuk mecapai lokasi, dari kota bojonegoro diperlukan ± 2
D.4. Kemudahan Pencapaian
jam. Belum terdapat rambu penunjuk jalan namun sudah ada penunjuk lokasi.

Selain waktu tempuh yang lama, kondisi jalan juga rawan untuk dilewati. Ketika mendaki
D.5. Kendala/ Permasalahan
puncak Gunung Watu berbahaya karena curam
√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc x Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih Panggung Hiburan/
x
Fasilitas Nursery Gasebo
x Tempat Sampah x
(Ibu Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Penginapan yang memungkinkan adalah di rumah-rumah warga (Homestay)

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Hanya tersedia di rumah-rumah penduduk

Listrik dari PLN sudah masuk ke pemukiman warga namun di lokasi obyek wisata belum
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik
terdapat jaringan listrik.
Dengan mata pencaharian utama petani atau buruh tani dan berkebun, kemungkinan besar
E.3. Tingkat Ekonomi
tingkat ekonominya adalah menengah ke bawah

Cuaca pada saat tinjauan ke lokasi cerah berawan dengan perkiraan kecepatan angin
E.4. Kondisi Cuaca
5km/jam dan suhu 38 C
Bentang alam lokasi Gunung Watu dikelilingi perbukitan dan dipisahkan oleh lembah-
E.5. Kondisi Alam lembah. Dominasi tanaman adalah tanaman palawija dan pohon jati.

Kebersihan masih terjaga, hanya saja terdapat beberapa coretan-coretan di batuan Gunung
E.6. Kebersihan
Watu

E.7. Kuliner Tidak ada

E.8. Cindera mata Tidak ada

E.9. Keamanan Lokasi Tidak ada

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal <100 wisatawan per bulan

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Sementara wisatawan lokal dan belum ada dari luar kota

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Tidak ada

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal dan nusantara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Tidak ada efek kesejahteraan

G.2. Kesehatan warga sekitar Sehat

G.3. Nilai Edukasi warga Tidak ada edukasi untuk warga

G.4. Tingkat Ekonomi warga Menengah ke bawah

G.5. Keamanan warga Adanya Gunung Watu ini tidak membahayakan bagi warga

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini POKDARWIS

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Tersedia

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Terdapat aspirasi masyarakat sekitar

I. Permasalahan
Kepengurusan, Akses jalan, fasilitas penerangan, ketersediaan air maupun sarana fasilitas
I.1. Permasalahan mendasar umum antara lain titik kumpul (berupa pendopo), pos pengamanan, mushola, toilet dan
tempat makan
Jika tidak terdapat pos pengamanan, dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan misalnya
I.2. Permasalahan jangka keamanan kendaraan parkir maupun keamanan dilokasi Gunung watu karena kondisinya
yang curam

Profil Kepariwisataan III - 7


[Link]. Banyukuning
BANYUKUNING KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Krondonan Kecamatan: Gondang

A.2. Koordinat (UTM WGS 84) X: 589136.331 Y: 9176778.572

A.3. Jenis Obyek Wisata Alam


Berdasarkan kondisi geologi, kawasan ini terbentuk karena masih satu rangkain proses intrusi di
Gunung Pandan. Pada lokasi Banyukuning terdapat kehadiran batuan breksi dengan matrik berasal
dari batuan beku yaitu andesit. Kondisi sekitar Banyukuning merupakan aliran sungai yang aktif
dengan debit yang relatif kecil. Terdapat warna kuning yang menempel pada batuan dasar sungai,
dimana warna tersebut ditimbulkan karena kandungan Fe yang pada batuan.

A.4. Deskripsi Obyek

Belum dilakukan pengembangang secara intensif, tetapi olah pokdarwis dan masyarakat sekitar
sudah mulai dilakukan perawatan dengan melakukan pembersihan lokasi serta melakuan penanaman
A.5. Status Pengembangan pohon buah-buahan, pemasangan papan nama menuju lokasi serta dengan bantuan dinas terkait
akses jalan masuk ke lokasi berdasarkan survei tahun 2017 mulai diperbaiki dengan pemasangan
conblock/pavingbloc k

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)


Adanya manifestasi pans bumi yang muncul dilokasi, dengan penampakan warna kuning, orange
serta suhu yang relatif lebih panas dari pada suhu air disekitarnya, didukung dengan kondisi sekitar
yang berada di pinggir sungai dengan pohon yang besar - besar sehingga cukup rindang, Air yang
B.1. Daya Tarik Utama mengalir di sungai membentuk air terjun kecil, hangat dan seolah-olah berwarna kuning, namun
sebenarnya berwarna bening. Warna kuning yang ditimbulkan berasal dari endapan yang melekat
pada batuan dasar, endapat tersebut diindikasikan memiliki kandungan Fe yang cukup tinggi.

Pemandangan sekitar yang mendukung kenikmatan untuk beristirahat

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Perlu dilakukan pengembangn lebih lanjut sehingga pengunjung lebih aman dan nyaman

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Cukup tersedia di lokasi kajian

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) sebagai tempat pemandian air hangat / panas untuk para pengunjung
Adanya air yang berwarna kuning orange yang bersuhu hangat / panas yang merupakan manifestasi
C.3. Keunikan
panas bumi
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Belum tersedia

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Sudah ada

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan

D. Aksesbilitas
sudah mendukung - survei Mei 2017 (masih dalam tahap pemasangan paving block dari jalan utama
menuju lokasi objek)

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Belum tersedia penerangan untuk jalan lokasi menuju objek

belum tersedia transportasi masal, lokasi bisa diakses dengan kendaraan roda dua serta roda empat
D.3. Ketersediaan Transportasi
(mobil)
Rambu penunjuk jalan perlu ditambah supaya pengunjung mengerti lokasi objek, waktu tempuh
D.4. Kemudahan Pencapaian
kurang lebih 1 jam dari kota Bojonegoro serta dari Nganjuk
D.5. Kendala/ Permasalahan

Profil Kepariwisataan III - 8


√ Jalan x Listrik x Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc x Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Belum ada penginapan di sekitar lokasi

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Tersedia

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Belum Tersedia

E.3. Tingkat Ekonomi Belum dilakukan analisa

E.4. Kondisi Cuaca Cukup sejuk

E.5. Kondisi Alam Banyak pohon rindang

E.6. Kebersihan Belum Tersedia (inisiatif warga serta pokdarwis untuk menjaga kebersihan nya)

E.7. Kuliner Belum Tersedia

E.8. Cindera mata Belum Tersedia

E.9. Keamanan Lokasi Belum Tersedia

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Belum Tersedia

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal Tingkat kunjungan masih sedikit

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Tingkat kunjungan masih sedikit

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara belum ada kunjungan

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran belum ada skala jangkauan pasar

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum terlihat peningkatannya

G.2. Kesehatan warga sekitar Belum terlihat peningkatannya

warga dan pengunjung bisa mengerti proses kejadian banyukuning dan memanfaatkan sebagai objek
G.3. Nilai Edukasi warga
yang menarik

G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum terlihat peningkatannya

G.5. Keamanan warga Warga sudah mulai menjaga keamanan bekerjasama dengan perangkat desa

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Pokdarwis dan Desa

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Sudah ada (Pokdarwis)

Mempunyai keinginan untuk dikembangan terutama dalam tahap pertama yaitu akses jalan, fasilitas
H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek
sanitasi serta publikasi

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Sarana Prasarana penunjang, publikasi Pemasaran, Perawatan maintenance serta pengembangan

I.2. Permasalahan jangka Perawatan serta pengembangan

[Link]. Selo Gajah Dan Sumber Mata Air Panas


SELO GAJAH DAN
KETERANGAN
SUMBER MATA AIR PANAS
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Jari Kecamatan: Gondang

A.2. Koordinat (UTM WGS 84) X: 590,158.18 Y: 9,180,674.13 m

A.3. Jenis Obyek Wisata Alam


Selo Gajah merupakan kawasan yang terbentuk oleh batuan intrusi yang menerobos formasi
dibawahnya seperti Formasi Kerek dan Klitik (litologi batugamping), dan membentuk batuan metamorf
jenis Onyx. Sedangkan Air Panas merupakan manifestasi geothermal yang berkaitan dengan
peristiwa instrusi. Kondisi sekitar area Selo Gajah merupakan perbukitan dengan batuan beku
intermediet vulkanik dan Onyx yang berukuran bongkah, sedangkan kondisi sekitar Air Panas berupa
aliran sungai kecil diantara pepohonan.

A.4. Deskripsi Obyek

Profil Kepariwisataan III - 9


A.5. Status Pengembangan Belum Dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Batuan Onyx, Sumber Air Panas


Sunset, Area persawahan milik warga. Lokasi obyek yang berada di ketinggian, memungkinkan kita
dapat menikmati indahnya pemandangan sawah yang terbentang luas.

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Masih memiliki banyak ruang terbuka, landscape pemandangan yang bagus

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Batuan, sumber air panas alami, aliran sungai di sekitar dengan pemandangan yang indah

C.3. Keunikan Kolam air panas alami yang dapat digunakan untuk mandi

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Tidak dikembangkan

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Singkapan batuan beku (andesit) dan metamorf (onyx) yang jarang ditemukan

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tidak ada papan informasi untuk wisatawan

D. Aksesbilitas
Jalan menuju obyek aspal sangat berlubang, di dalam obyekdan ke obyek lain jalan masih berupa
tanah bebatuan

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Belum ada penerangan jalan di sekitar obyek

D.3. Ketersediaan Transportasi Belum ada transportasi umum yang menuju obyek

D.4. Kemudahan Pencapaian Waktu tempuh lebih dari 2 jam, tidak ada rambu penunjuk arah

Obyek wisata belum dikembangkan, sarana dan prasarana sangat terbatas, kepemilikan obyek wisata
D.5. Kendala/ Permasalahan
bersifat pribadi

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc x Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak ada penginapan

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Sangat melimpah

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Tidak ada jaringan listrik

E.3. Tingkat Ekonomi Tidak ada kegiatan ekonomi di sekiar obyek

E.4. Kondisi Cuaca Panas


Sangat asri dan hijau

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Tidak bersih, banyak sampah kayu.

E.7. Kuliner Tidak tersedia

E.8. Cindera mata Tidak tersedia

E.9. Keamanan Lokasi Tidak tersedia

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak memadai dan tidak terawat

Profil Kepariwisataan III - 10


F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal Jumlah wisatawan lokal < 100

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Jumlah wisatawan nusantara < 100

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Jumlah wisatawanmancanegara < 10

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Tidak ada skala jangkauan pemasaran

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Tidak ada efek kesejahteraan

G.2. Kesehatan warga sekitar Tidak diketahui

G.3. Nilai Edukasi warga Tidak ada edukasi untuk warga

G.4. Tingkat Ekonomi warga Tidak diketahui

G.5. Keamanan warga Tidak diketahui

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Tidak diketahui

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Tidak diketahui

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Mendukung

I. Permasalahan
Obyek wisata belum dikembangkan dengan baik, sarana dan prasarana sangat terbatas, kepemilikan
I.1. Permasalahan mendasar
obyek bersifat pribadi

I.2. Permasalahan jangka Status kepemilikan lahan

[Link]. Negeri Atas Angin


NEGERI ATAS ANGIN KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Deling Kecamatan: Sekar

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 584,006.65 Y: 9,181,288.08

A.3. Jenis Obyek Wisata Alam


Negeri Atas Angin berada di ketinggian 650 mdpl, memiliki pemandangan alam yang indah dan
mempesona mata berupa sawah dan perbukitan. Terdapat area camping dan wisata adrenalin
berupa motor trail. Obyek wisata ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dan dua,
kemudian dilanjutkan jalan kaki menuju ke puncak bukit.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Sudah Dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Lokasi Negeri Atas Angin berada di ketinggian sehingga dapat melihat pemandangan alam
Jalur motor trail, area camping, wisata keilmuan (geowisata) karena terdapat dua jenis batuan yaitu
batugamping klastik dan batupasir tuffan hasil dari produk gunungapi.

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Sudah dikelola dengan baik

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia ruang terbuka

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Sunrise, Sunset

C.3. Keunikan Pemandangan sawah dan perbukitan

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Jalur track trail, area camping

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tersedia loket tiket yang menyediakan informasi lengkap untuk wisatawan

Profil Kepariwisataan III - 11


D. Aksesbilitas
Kualitas jalan menuju obyek berupa aspal dengan kondisi baik

D.1. Kualitas Jalan

Kondisi Kondisi Jalan Menuju Obyek wisata


D.2. Penerangan Jalan Tidak ada penerangan jalanJalan
menuju obyek wisata

D.3. Ketersediaan Transportasi Belum ada transportasi umum dengan jalur menuju obyek wisata

D.4. Kemudahan Pencapaian Waktu tempuh 1/2 - 1 jam, tersedia rambu penunjuk arah yang cukup lengkap

D.5. Kendala/ Permasalahan


√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

√ Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
√ Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
√ Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak ada penginapan

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Tersedia

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber dan jaringan listrik di sekitar Negeri Atas Angin memadai.

E.3. Tingkat Ekonomi Cukup memadai dan fasilitas terawat

E.4. Kondisi Cuaca Sejuk


Asri - Hijau

E.5. Kondisi Alam

Area obyek wisata merupakan kondisi yang bersih dan dirawat oleh masyarakat sekitar, namun
E.6. Kebersihan
fasilitas umum seperti toilet kurang diperhatikan kebersihannya.

E.7. Kuliner Tersedia warung-warung yang menjual aneka makanan dan minuman

E.8. Cindera mata Terdapat cinderamata berupa kaos, makanan (keripik).

E.9. Keamanan Lokasi Terjaga 1x12 jam (Siang hari), namun belum ada pagar pembatas di area ketinggian

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak ada fasilitas pengamanan lokasi

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal > 1000 Wisatawan Lokal

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara 200 > Wisatawan Nusantara < 500

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara < 100 Wisatawan Mancanegara

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan Lokal & Nusantara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Sangat Meningkat

G.2. Kesehatan warga sekitar Sehat

G.3. Nilai Edukasi warga Program penyuluhan telah dilakukan oleh pihak terkait

G.4. Tingkat Ekonomi warga Meningkat

G.5. Keamanan warga Tidak Diketahui

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Pokdarwis, warga sekitar, dan Dinas terkait

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Tidak diketahui

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Sangat mendukung

I. Permasalahan
Pembangunan dan perbaikan fasilitas umum, seperti rumah singgah, toilet umum, gardu pandang,
I.1. Permasalahan mendasar
belum adanya peta kawasan (lokasi track trail, jalur pendakian).

I.2. Permasalahan jangka Diperlukan area pos kesehatan karena berkaitan dengan wisata alam terbuka

Profil Kepariwisataan III - 12


[Link]. Kedung Gupit
KEDUNG GUPIT KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Klino Kecamatan: Sekar

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 585628.63 Y: 9178243.23

A.3. Jenis Obyek Wisata Alam


Air terjun kedung gupit secara administratif terletak di dusun Gayam desa Klino kec. Sekar kab.
Bojonegoro dan dari pusat kota jaraknya sekitar 50 kilo meter ke arah selatan. Air terjun ini
tersembunyi di balik bukit dan hanya warga sekitar saja yg tahu tentang keberadaan air terjun ini.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Belum dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Air Terjun


Pemandangan alam dan susur sungai

B.2. Daya Tarik Pendukung

Datanglah ketika pergantian musim penghujan ke kemarau, karena debit air tidak terlalu besar atau
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik
terlalu kecil.

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia ruang terbuka dan terawat

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Air terjun, susur sungai, bentang alam yang indah

C.3. Keunikan Air terjun yang masih alami dan letaknya tersembunyi

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Belum tersedia

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Saat debit air memadai dan terkena sinar matahari akan terbentuk pelangi

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Hanya tersedia papan petunjuk lokasi

D. Aksesbilitas
Jalan terdiri dari aspal maupun paving dalam kondisi banyak lubang

D.1. Kualitas Jalan

Kondisi Kondisi Jalan Menuju Obyek wisata


Jalanpenerangan hanya dari rumah-rumah
D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan masih minim, penduduk

D.3. Ketersediaan Transportasi Tidak terdapat angkutan umum, transportasi bisa menggunakan roda 4 atau 2

D.4. Kemudahan Pencapaian Minim penunjuk arah, jarak dari kota Bojonegoro ± 50 km, dan dapat ditempuh ± 1.5 jam.

D.5. Kendala/ Permasalahan Kendaraan tidak bisa mencapai lokasi air terjun, harus ditempuh dengan berjalan kaki ± 1.5 km

√ Jalan √ Listrik x Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc x Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Penginapan yang memungkinkan adalah di rumah-rumah warga (Homestay)

Profil Kepariwisataan III - 13


E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Hanya tersedia di rumah-rumah penduduk


Listrik dari PLN sudah masuk ke pemukiman warga namun di lokasi obyek wisata belum terdapat
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik
jaringan listrik.
E.3. Tingkat Ekonomi Menengah ke bawah

Cuaca pada saat tinjauan ke lokasi cerah berawan dengan perkiraan kecepatan angin 5km/jam dan
E.4. Kondisi Cuaca
suhu 38 C
Bentang alam lokasi Air terjun Kedunggupit terdiri dari perbukitan, lembah dan sungai. Dominasi
tanaman adalah tanaman palawija dan pohon jati

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Kebersihan masih terjaga

E.7. Kuliner Tidak ada

E.8. Cindera mata Tidak ada

E.9. Keamanan Lokasi Tidak tersedia pengamanan

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal <100 Wisatawan Nusantara

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Tidak ada

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Tidak ada

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal dan nusantara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Keberadaan air terjun kedung gupit belum berpengaruh terhadap kesejahteraan warga sekitar

G.2. Kesehatan warga sekitar Sehat

G.3. Nilai Edukasi warga Tidak ada

G.4. Tingkat Ekonomi warga Menengah ke bawah

G.5. Keamanan warga Cukup aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini POKDARWIS

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Tersedia

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Terdapat aspirasi masyarakat sekitar

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Keamanan wisatawan

I.2. Permasalahan jangka Fasilitas-fasilitas umum

[Link]. Waterfun Growgoland


WATERFUN GROWGOLAND KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Ngunut Kecamatan: Dander

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 590280,52 Y: 9198745,64

A.3. Jenis Obyek Wisata Alam


Sendang Grogolan berada di tengah hutan di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro. Sendang
Grogolan menyimpan pesona alam yang menarik. Meski kemarau sendang ini tidak pernah surut. Sendang ini Grogolan
ini airnya jernih dan dikelilingi pohon pohon besar yang rindang. Air di sendang ini juga dijadikan penyuplai air baku PDAM
Bojonegoro.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Belum ada pengembangan

Profil Kepariwisataan III - 14


B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Sumber air bersih, sungai bersih, dan keanekaragaman flora

B.2. Daya Tarik Pendukung Tidak ada

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Tidak ada

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Cukup luas dan tidak terawat

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Tidak ada


Wisata alam yang asri dan sejuk dengan banyak keanekaragaman flora dengan sungai berair jernih yang dapat dijadikan
C.3. Keunikan
wisata air yang natural
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Tidak ada

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Langka, adanya jenis pohon pohon yang dilindungi

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Teersedia papan informasi

D. Aksesbilitas
Jalan Aspal kondisi sedikit berlubang, dekat obyek Jalan Paving

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan ada, perlunya penambahan.

D.3. Ketersediaan Transportasi Tidak adanya transportasi umum

D.4. Kemudahan Pencapaian Sedikit rambu

D.5. Kendala/ Permasalahan Tidak ada

√ Jalan x Listrik √ Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
√ Tempat Sampah x Fasilitas Nursery (Ibu Menyusui)

x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak ada

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Sangat melimpah

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber listrik dan Jaringan Sangat Memadai

E.3. Tingkat Ekonomi Cukup Memadai dan Fasilitas Tidak Terawat

E.4. Kondisi Cuaca Sejuk


Sangat Asri/ Rindang

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Tidak Bersih

E.7. Kuliner Tidak ada

E.8. Cindera mata Tidak ada

E.9. Keamanan Lokasi Tidak ada

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 500 > Wisatawan Lokal < 1000

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara < 100

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Tidak Ada

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan Lokal & Nusantara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum Ada efek kesejahteraan untuk warga sekitar

G.2. Kesehatan warga sekitar Cukup Sehat

G.3. Nilai Edukasi warga Belum adanya Edukasi ke warga sekitar

G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada dampak dari obyek wisata

G.5. Keamanan warga Belum Ada

Profil Kepariwisataan III - 15


H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Belum Ada

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Belum Ada

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Belum Ada

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Kebersihan lokasi dan fasilitas umum

I.2. Permasalahan jangka Kepemilikan lahan, akses ke lokasi dan fasilitas umum

[Link]. Sendang Sampang


SENDANG SAMPANG KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Buntalan Kecamatan: Temayang

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 598925 Y: 9194966

A.3. Jenis Obyek Wisata Alam


Sendang Sampang merupakan mata air alami, terletak dipinggir jalan menuju Temayang -
Sumberwaras. Sendang sampang oleh masyarakat sekitar digunakan untuk air minum, pemandian
umum, tempat mencuci baju. Lokasi sendang, telah dibagi menjadi tiga bilik, bilik pemandian laki - laki,
bilik pemandian wanita, dan bilik untuk air minum.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Belum Dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Sumber Mata Air

B.2. Daya Tarik Pendukung Tidak Ada

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Tidak Ada

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia ruang terbuka yang alami. Lokasi sendang berada diantara pepohonan yang sangat asri.

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Tidak tersedia.

C.3. Keunikan Tidak Ada

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Tidak tersedia.

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Tidak tersedia.

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tidak tersedia.

D. Aksesbilitas
Jalan utama menuju Sendang Sampang telah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat (milik
D.1. Kualitas Jalan
pribadi).
D.2. Penerangan Jalan Telah Tersedia Penerangan.

D.3. Ketersediaan Transportasi Belum Tersedia.

Waktu tempuh ½ - 1 jam, perjalanan dari kota Bojonegoro menuju jalan Bojonegoro - Temayang.
D.4. Kemudahan Pencapaian
Rambu penunjuk wisata Sendang Sampang belum tersedia.

Fasilitas Sendang Sampang tidak terawat. Penerangan di lokasi sendang belum mencukupi. Fasilitas
D.5. Kendala/ Permasalahan Kebersihan dan Toilet belum tersedia. Fasilitas penunjuk arah lokasi wisata tidak tersedia. Kebersihan
dilakukan swadaya masyarakat sekitar.
√ Jalan √ Listrik x Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak Ada

Profil Kepariwisataan III - 16


E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Tersedia.

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Tersedia.

E.3. Tingkat Ekonomi Tidak terawat. Dikelola seadanya oleh masyarakat.

E.4. Kondisi Cuaca Lokasi Sendang Sampang sangat asri dan teduh.
Terletak diantara pepohonan besar.

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Belum Terawat.

E.7. Kuliner Tidak ada.

E.8. Cindera mata Tidak ada.

E.9. Keamanan Lokasi Keamanan dilakukan warga setempat.

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 500 > Wisatawan Lokal < 1000 perbulan

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Tidak ada.

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Tidak Ada.

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan Lokal

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Tidak ada efek kesejahteraan.

G.2. Kesehatan warga sekitar Cukup Sehat.

G.3. Nilai Edukasi warga Tidak ada.

G.4. Tingkat Ekonomi warga Tidak terdampak.

G.5. Keamanan warga Terjamin Keamanan.

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Swadaya Masyarakat.

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Swadaya Masyarakat.

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Mendukung. Masyarakat melakukan aktivitas di Sendang Sampang.

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Kebersihan, Fasilitas umum, Fasilitas Penunjuk Lokasi, Penerangan.

I.2. Permasalahan jangka Terbengkalainya objek wisata dikarenakan tidak adanya perhatian dan perbaikan fasilitas umum.

[Link]. Embung Damplumpung


EMBUNG DAMPLUMPUNG KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Pajeng Kecamatan: Gondang

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 597376.70 Y: 9178637.36

A.3. Jenis Obyek Wisata Alam


Embung Dam Plumpung berada di desa Pajeng kecamatan Gondang digunakan untuk mengairi
sawah para petani di sekitar desa Pajeng dan dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat memancing
oleh warga sekitar. Embung tersebut tidak pernah surut karena terdapat mata air yang jernih yang
terus mengalir.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Dikelola oleh badan perairan daerah

Profil Kepariwisataan III - 17


B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Lokasi Embung Dam Plumpung


Sebagai area memancing

B.2. Daya Tarik Pendukung

Embung Dam Plumpung ini mempunyai potensi yang menarik untuk dikembangkan karena suasana
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik dan kondisi di sekitar bendungan yang sangat indah dan asri dengan hamparan pohon perindang yang
luas. Pada area pinggir embung dapat di bangun gazebo-gazebo, warung makan, dan dibangun MCK.

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedianya ruang terbuka yang terawat di sekitar embung.
Daya tarik buatan dan alam dapat ditemui di lokasi ini karena area embung memliki suasana alam
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
sekitar yang masih hijau.
C.3. Keunikan Tidak ada keunikan

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Belum tersedianya atraksi dan pertunjukan di embung dam plumpung

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Tidak ada kelangkaan

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan

D. Aksesbilitas
Jalan menuju embung aspal bergelombang

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan tersedia tiang lampu penerangan jalan tetapi redup

D.3. Ketersediaan Transportasi Belum tersedia transportasi umum menuju embung

Waktu yang ditempuh ke bendungan/dam Klepek dari Kota Bojonegoro lebih 1 jam dan tidak tersedia
D.4. Kemudahan Pencapaian
rambu petunjuk arah.

D.5. Kendala/ Permasalahan Diperlukan petunjuk arah untuk mencapai embung

√ Jalan x Listrik x Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc x Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Belum tersedia penginapan di sekitar embung

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air sedikit keperluan air

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik sudah tersedia sumber listrik

E.3. Tingkat Ekonomi cukup memadai dan fasilitas tidak terawat

E.4. Kondisi Cuaca teduh karena banyak pohon perindang


Cukup asri

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Belum tersedia pengelola kebersihan

E.7. Kuliner Tidak tersedia rumah makan

E.8. Cindera mata Tidak tersedia toko cindera mata

E.9. Keamanan Lokasi Tidak tersedia

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak tersedia

Profil Kepariwisataan III - 18


F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal kurang dari 100 orang per bulan

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara kurang dari 100 orang per bulan

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Kurang dari 10 orang

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan Lokal dan wisatawan nusantara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar sebagian warga yang berdampak dengan adanya embung

G.2. Kesehatan warga sekitar Kesehatan warga sekitas bendungan/dam kurang dari 10% orang yang sakit

G.3. Nilai Edukasi warga Tidak ada edukasi untuk warga

G.4. Tingkat Ekonomi warga Mata pencaharian warga sekitar adalah petani

G.5. Keamanan warga Cukup aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Embung dikelola oleh badan perairan

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola samar-samar

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Masyarakat cukup mendukung

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Tidak terjadi masalah

Pengelolaan belum melibatkan Pemkab Bojonegoro terutama Dinas Pariwisata Kab. Bojonegoro
I.2. Permasalahan jangka
untuk pengembangan kawasan wisata jangka panjang.

[Link]. Penambangan Bentonite


PENAMBANGAN BENTONITE KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Malo Kecamatan: Malo

A.2. Koordinat (UTM WGS 84) X: 580,403.16 Y: 9,215,982.27

A.3. Jenis Obyek Wisata Alam


Bentonite merupakan salah satu mineral lempung jenis monmorilonit yang diinterpretasikan terbentuk
oleh hasil pelapukan batuan asal dari Formasi Ledok yang kaya akan mineral plagioklas, kalium-
feldspar, biotit dan muskovit, serta reaksi antara ion-ion hidrogen (H+) dalam air tanah dengan
senyawa silikat, dimana ion H+ berasal dari asam karbon akibat pembusukan zat organik didalam
tanah. Kondisi alam kawasan ini berupa perbukitan antiklin yang masuk didalam struktur antiklin
kawengan, dimana lokasi ini berada pada sayap selatan dari antiklin kawengan.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Belum dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Penambangan Bentonite yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gerabah di Desa Malo
Air Terjun Musiman yang terletak + 200 m dari lokasi penambangan

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Tidak Ada

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Cukup Luas, meliputi lahan kosong, ladang warga dan tumbuhan liar

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Tidak Ada

Tambang Bentonite memiliki keunikan untuk menjadi edukasi wisata alam (Geowisata) dan budaya.
Keunikan kawasan ini antara lain :
Berdasarkan kajian geologi tentang keterdapatan bentonite menjadi hal yang penting sebagai wahana
C.3. Keunikan edukasi alam (Geowisata), terkait dengan keberadaan benonite yang hanya berada disekiatar
kawasan tersebut. Bentonite dapat sebagai bahan baku pembuatan gerabah/kerajian khas daerah
yang bernilai budaya tinggi. Disekitar lokasi penambangan juga terdapat air terjun musiman yang
airnya hanya mengalir pada musim hujan.

Profil Kepariwisataan III - 19


C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Tidak Ada

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Keberadaan Bentonite

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tidak Ada

D. Aksesbilitas
Jalan tanah lebar + 3 meter
a b c

D.1. Kualitas Jalan d e f

D.2. Penerangan Jalan Tidak Ada

D.3. Ketersediaan Transportasi Transportasi Umum Tidak Ada / Menggunakan Kendaraan Pribadi

D.4. Kemudahan Pencapaian Tidak ada rambu penenjuk arah, waktu tempuh 1,5 - 2 jam

D.5. Kendala/ Permasalahan Tidak adanya Akses penunjang (Fasum)

√ Jalan x Listrik x Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc x Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak Ada

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Sedikit

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Tidak Ada

E.3. Tingkat Ekonomi Tidak Ada

E.4. Kondisi Cuaca Panas

E.5. Kondisi Alam Cukup Asri

E.6. Kebersihan Sedikit Bersih

E.7. Kuliner Tidak Ada

E.8. Cindera mata Tidak Ada

E.9. Keamanan Lokasi Tidak Ada

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak Ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal Belum ada (Belum dikembangkan) hanya para penambang bentonite

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Tidak Ada

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Tidak Ada

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan Lokal & Nusantara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum merata, dengan adanya penambangan bentonite yang dijadikan bahan baku gerabah

G.2. Kesehatan warga sekitar Cukup Sehat

G.3. Nilai Edukasi warga Belum adanya Edukasi ke warga sekitar

G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada dampak dari obyek wisata

G.5. Keamanan warga Belum Ada

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Belum Ada

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Belum Ada

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Belum Ada

I. Permasalahan
Pengaturan jumlah penambangan dan uji kandungan bentonite, hal ini akan berdampak pada kualitas
I.1. Permasalahan mendasar
gerabah yang dihasilkan

I.2. Permasalahan jangka Kerusakan lingkungan jika penambangan dilakukan dengan asal-asalan

Profil Kepariwisataan III - 20


[Link]. Watu Gandul
WATU GANDUL KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Sambongrejo Kecamatan: Gondang

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 591080.61 Y: 9179121.39

A.3. Jenis Obyek Wisata alam


Watu Gandul merupakan bagian dari intrusi batuan andhesit yang merupakan bagian dari Gunung
Pandan. Kondisi sekitar merupakan perbukitan yang terdiri atas bongkahan batuan beku intermediet
vulkanik yang tersebar sepanjang bukit, serta terdapat bongkahan batu yang saling menopang batu
satu dengan yang lainnya

A.4. Deskripsi Obyek

Diharapkan tindak lanjut dari pemerintahan Kabupaten Bojonegoro untuk menindaklanjuti Watu
A.5. Status Pengembangan Gandul ini, karena kepala desa masih harus membayar ke PERHUTANI sedangkan pemasukan Watu
Gandul tidak ada sama sekali

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Adanya batu yang menggantung


Area pesawahan yang membentang luas dan juga bukit yang bisa dijadikan sebagai area perkemahan

B.2. Daya Tarik Pendukung

Diharapkan tindak lanjut dari pemerintahan Kabupaten Bojonegoro untuk menindaklanjuti Watu
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Gandul ini, karena kepala desa masih harus membayar ke PERHUTANI sedangkan pemasukan Watu
Gandul tidak ada sama sekali

C. Nilai Sumber Daya


Tersedia Ruang Terbuka dan Terawat, karena berada di lahan PERHUTANI dan dirawat oleh petani
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami
sekitar
3 Daya Tarik (Watu gandul, puncak watu gandul sebagai tempat berkemah, dan sumber mata air
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
yang ada dibawah watu gandul)
Sangat unik dikarenakan adanya batuan andhesit yang menngadul atau menggantung diantara batuan
C.3. Keunikan
lain
Tidak Ada Pertunjukan dan Tidak ada Fasilitas, hal ini dikarenakan tidak adanya modal atau
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)
pemasukan dari objek wisata
Sangat langka dikarenakan adanya batuan andhesit yang menngadul atau menggantung diantara
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan
batuan lain

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Belum ada papan informasi

D. Aksesbilitas
Jalan aspal dan paving kondisi banyak berlubang dari jalan utama Gondang

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Tidak ada penerangan jalan, hanya mengandalkan penerangan dari desa yang dilewati

D.3. Ketersediaan Transportasi Sukar dan harus menggunakan kendaraan pribadi karena jauh dari jalan utama Gondang

> 2 jam jika dihitung dari kota Bojonegoro dan rambu menuju lokasi sangat sederhana, disarankan
D.4. Kemudahan Pencapaian
agar berangkat dari Nganjuk karena jarak dan waktu tempuh lebih dekat

Kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten dan kepala desa masih harus membayarkan retribusi
D.5. Kendala/ Permasalahan
2 juta setiap bulannya kepada PERHUTANI
√ Jalan x Listrik √ Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
√ Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

Profil Kepariwisataan III - 21


Tidak ada sama sekali, jika ingin menginap bisa menumpang di rumah warga atau bisa membuat
D.7. Penginapan terdekat objek
tenda

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Tersedia, dari mata air

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber listrik dan Jaringan Sedikit, sebatas untuk desa disekitar bukan di objek Watu Gandul nya

E.3. Tingkat Ekonomi Tidak ada retribusi namun dirawat oleh pokdarwis

E.4. Kondisi Cuaca Sejuk karena banyak pohon rindang


Sangat asri, disekitar area wisata sudah terdapat pohon yang rindang

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Cukup bersih, karena adanya pokdarwis yang membersihkan

Sedikit tersedia, hanya dari pedagang yang lewat namun terbantu oleh kelompok srikandi yang
E.7. Kuliner
menjual olahan pisang rojonongko

E.8. Cindera mata Cukup tersedia, mulai dari kaos, gantungan kunci dan miniatur watu gandul yang dikelola pokdarwis

E.9. Keamanan Lokasi Terjaga (1 x 12 jam), dijaga oleh pokdarwis

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 200 > Wisatawan lokal < 500

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara 100 > Wisatawan Nusantara < 200, kebanyakan wisatawan dari Nganjuk dan Madiun

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara < 10

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal saja, dari mulut ke mulut, media masa dan sosial media hanya dari facebook

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Tidak ada efek peningkatan kesejahteraan dari objek

G.2. Kesehatan warga sekitar Tidak ada efek peningkatan kesehatan dari objek

G.3. Nilai Edukasi warga Tidak ada efek peningkatan edukasi dari objek

G.4. Tingkat Ekonomi warga Tidak ada efek peningkatan ekonomi dari objek

G.5. Keamanan warga Tidak ada efek peningkatan keamanan dari objek

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Terstruktur dan masyarakat sangat aktif, kelembagaan ini diketuai oleh Kepala Desa Sambongrejo

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Sangat Jelas dan Transparan

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Sangat mendukung, untuk memajukan Desa Sambongrejo

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Ada dan Cukup Teratasi - Kendala Sedang diselesaikan

I.2. Permasalahan jangka Ada dan Cukup Teratasi - Kendala Sedang diselesaikan

Profil Kepariwisataan III - 22


[Link]. Kedung Maor
KEDUNG MAOR KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Kedungsari Kecamatan: Temayang

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 599472.88 Y: 9186473.52

A.3. Jenis Obyek Wisata Alam


Pada lokasi ini dijumpai struktur batuan sedimen silang siur yang cukup bagus (cross bedding) dan
terdapat fosil jejak binatang yang diindikasikan sebagai binatang kepiting laut, dimana dari segi
bentuknya masih ideal dengan panjang sekitar 2-3 meter. Berdasarkan hasil analisa mikropaleontologi
pengendapan batuan di lokasi ini berumur Miosen Tengah (16.5-10.5) jtl.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Belum Dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Fosil jejak binatang yang diindikasikan sebagai binatang kepiting laut

B.2. Daya Tarik Pendukung Tidak Ada

Karena lokasi objek berada di sungai, maka perlu perlindungan terhadap objek karena terkait dengan
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik
perlebaran sungai yang sedang berjalan.

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Daya tarik objek berasal dari alam, yaitu fosil jejak binatang laut (kepiting)

C.3. Keunikan Fosil jejak binatang yang masih ideal dan diindikasikan sebagai binatang kepiting laut

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Tidak tersedia.

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Fosil jejak binatang yang masih ideal dan diindikasikan sebagai binatang kepiting laut

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata minat khusus berupa jejak fosil yang panjang dan ideal.

D. Aksesbilitas
Jalan utama menuju objek sudah diaspal. Jalan didalam objek dan objek lainnya berupa jalan tanah.

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek sangat minim.

Ketresediaan moda transportasi umum hanya sampai jalan utama saja, sedangkan untuk menuju ke
D.3. Ketersediaan Transportasi
objek belum ada moda trasportasi umum.
Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 60 menit. Papan penunjuk ke arah objek belum
D.4. Kemudahan Pencapaian
tersedia, baik dari pusat kota dan jalan utama.
Kendala dan permasalahan yang muncul dilokasi ini adalah karena lokasinya yang berada disungai
D.5. Kendala/ Permasalahan dan sedang berlangsung proyek perlebaran sungai sehingga perlu dilakukan sosialisasi terkait dengan
perlindungan objek.
√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak Ada

Profil Kepariwisataan III - 23


E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Melimpah

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sudah ada

E.3. Tingkat Ekonomi Cukup memadai dan fasilitas tidak terawat

E.4. Kondisi Cuaca Panas


Cukup Asri

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Belum ada

E.7. Kuliner Belum ada

E.8. Cindera mata Belum ada

E.9. Keamanan Lokasi Belum ada

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Belum ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal <100 0rang

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara <100 0rang

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara <10 0rang

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum ada

G.2. Kesehatan warga sekitar Belum ada

G.3. Nilai Edukasi warga Belum ada

G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada

G.5. Keamanan warga Cukup aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Belum ada

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Belum ada

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Mendukung

I. Permasalahan
Pada objek ini belum memiliki pengelola, terkait dengan penjelasan informasi terhadap arti pentingnya
objek yang ada baik terhadap masyarakat sekitar sehingga dapat ikut menjaga. Serta terkait dengan
I.1. Permasalahan mendasar
proyek perlebaran sungai yang jika tidak ditangani dan disosialisasikan dengan baik maka objek akan
rusak.

I.2. Permasalahan jangka Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)

[Link]. Undak Bengawan Solo Purba


UNDAK BENGAWAN SOLO PURBA KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Prangi Kecamatan: Padangan

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 564,216.69 Y: 9,204,814.28

A.3. Jenis Obyek Wisata Alam


Kawasan ini berada di endapan Aluvial. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, kawasan ini
merupakan endapan dari aliran sungai Bengawan Solo yang lampau atau lebih dikenal sebagai
Bengawan Solo Purba, dimana kondisi sekarang sungai Bengawan solo berada sebelah barat dari
kawasan ini. Jejak endapan Bengawan Solo Purba dapat terlihat di sekitar kawasan, salah satunya
ditemukan endapan aluvial dengan struktur sedimen berupa hummocky cross stratification, dimana
struktur sedimen tersebut merupakan ciri dari endapan sedimen fluvial, serta terdapat oxbow yang
merupakan danau hasil dari aliran sungai Bengawan Solo yang lama (purba)

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Belum dikembangkan

Profil Kepariwisataan III - 24


B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Undak Bengawan Solo Purba berupa Oxbownlake (Danau Tapal Kuda)

B.2. Daya Tarik Pendukung Tidak Ada

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Tidak ada

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Sangat Luas

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Tidak Ada


*) Dijumpai Bekas Sungai Bengawan Solo yang masih cukup luas.
C.3. Keunikan
*) Dijumpai bukti-bukti struktur-struktur sedimen endapan sungai purba
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Tidak Ada

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Undak Bengawan Solo Purba berupa Oxbownlake (Danau Tapal Kuda yg Ideal)

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tidak Ada

D. Aksesbilitas
Jalan Paving Blok lebar 3 meter

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Kurang

D.3. Ketersediaan Transportasi Tidak Ada / pribadi

D.4. Kemudahan Pencapaian Tidak adanya rambu penunjuk arah

D.5. Kendala/ Permasalahan Tidak adanya Akses penunjang (Fasum)

√ Jalan x Listrik x Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc x Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek tidak ada

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Cukup

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Ada jaringan disekitaran desa

E.3. Tingkat Ekonomi Tidak Ada

E.4. Kondisi Cuaca Panas


Cukup Asri

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Sedikit bersih

E.7. Kuliner Tidak ada

E.8. Cindera mata Tidak ada

E.9. Keamanan Lokasi Belum ada

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Belum ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal Ada, dibawah 100 orang/Bulan

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Tidak ada, kecuali yg berkenaan dengan Edukasi

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Tidak ada

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan Lokal & Nusantara

Profil Kepariwisataan III - 25


G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum merata, denga adanya penambangan pasir

G.2. Kesehatan warga sekitar Cukup Sehat

G.3. Nilai Edukasi warga Belum adanya Edukasi ke warga sekitar

G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada dampak dari obyek wisata

G.5. Keamanan warga Belum Ada

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Belum Ada

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Belum Ada

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Belum Ada

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Penghentian penambangan pasir Liar

I.2. Permasalahan jangka Kerusakan lingkungan

3.1.2. Wisata Karst


[Link]. Gunung Pegat
GUNUNG PEGAT KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Gajah Kecamatan: Baureno

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 628182.4 Y: 9211622.34

A.3. Jenis Obyek Wisata Karst


Gunung Pegat merupakan perbukitan kapur yang terbelah menjadi dua sehingga dinamakan gunung
pegat. Pada lokasi ini dijumpai batugamping masif yang cukup tebal dan berumur Miosen Akhir (10.5-
5.5) jtl. Bentukan morfologi sekitar objek merupakan bekas penambangan sehingga menyisakan
morfologi berupa bentukan tebing-tebing diantara jalan yang indah.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Belum Dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Tebing-tebing batugamping yang indah


Sunset, Area persawahan milik warga. Lokasi obyek yang berada di ketinggian, memungkinkan kita
B.2. Daya Tarik Pendukung dapat menikmati indahnya pemandangan sawah yang terbentang luas.

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Lokasi masih merupakan kawasan pertambangan milik PT Wira Bumi Sejati.

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Daya tarik objek merupakan hasil buatan (bekas pertambangan)

C.3. Keunikan Tebing-tebing batugamping yang tebal dan indah

Dapat berpotensi sebagai tempat berbagai atraksi seni dan budaya (pertunjukan) jika tebing-tebing
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)
batugamping tersebut dapat diukir dan dikelola dengan baik.

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Singkapan batuan beku (andesit) dan metamorf (onyx) yang jarang ditemukan

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata alam geologi

D. Aksesbilitas
Jalan utama menuju objek sudah diaspal. Jalan didalam objek dan objek lainnya berupa jalan tanah
dan paving blok.

D.1. Kualitas Jalan

Profil Kepariwisataan III - 26


D. Aksesbilitas
Jalan utama menuju objek sudah diaspal. Jalan didalam objek dan objek lainnya berupa jalan tanah
dan paving blok.

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek sangat minim.

Karena lokasi nya berada didekat jalan utama Bojonegoro - Babat Lamongan, sehingga untuk moda
D.3. Ketersediaan Transportasi
transportasi umum sudah terssedia.
Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 60 menit. Papan penunjuk ke arah objek belum
D.4. Kemudahan Pencapaian
tersedia, baik dari pusat kota dan jalan utama.

D.5. Kendala/ Permasalahan Permasakahan aksesbilitas ke lokasi tidak ada masalah karena berada di pinggir jalan utama.

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak tersedianya penginapan disekitar objek

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Sudah ada, karena di area lokasi terdapat warung sederhana.

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sudah ada

E.3. Tingkat Ekonomi Cukup memadai dan fasilitas tidak terawat

E.4. Kondisi Cuaca Panas terik


Sedikit tumbuhan

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan sedikit bersih

E.7. Kuliner sedikit tersedia

E.8. Cindera mata Belum ada

E.9. Keamanan Lokasi Belum ada

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Belum ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal <100 0rang

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara <100 0rang

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara <10 0rang

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum ada

G.2. Kesehatan warga sekitar Belum ada

G.3. Nilai Edukasi warga Belum ada

G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada

G.5. Keamanan warga Cukup aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Belum ada

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Belum ada

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Sangat mendukung

I. Permasalahan

Pada objek ini belum memiliki pengelola, terkait dengan penjelasan informasi terhadap arti
pentingnya objek yang ada baik terhadap masyarakat sekitar sehingga dapat ikut menjaga. Serta
I.1. Permasalahan mendasar
perlu penanganan terkait dengan pengelolaan dan pengembangan area lokasi. karena masih masuk
didalam area pertambangan PT Wira Bumi Sejati

I.2. Permasalahan jangka panjang Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)

Profil Kepariwisataan III - 27


[Link]. Goa Fosfat
GOA FOSFAT KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Kunci Kecamatan: Dander

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 598211.84 Y: 9192071.29

A.3. Jenis Obyek Wisata Karst


Goa Fosfat pada area ini merupakan tipe Fosfat Guano, yaitu merupakan hasil akumulasi sekresi
burung pemakan ikan dan kelalawar yang terlarut dan bereaksi dengan batugamping karena
pengaruh air hujan dan air tanah. Pada Goa Fosfat juga diketemukan fosil kepiting.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Belum Dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Ditemukannya fosil kepiting pada Goa Fosfat

B.2. Daya Tarik Pendukung Desa Wisata Jono

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Jalan kaki menuju ke lokasi Fosfat + 15 menit dari Balai Desa Jono.

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Berasal dari alam

C.3. Keunikan Lokasi penemuan fosil kepiting

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata alam geologi pada Goa Fosfat dan wisata budaya di Desa Wisata Jono

D. Aksesbilitas
Jalan utama menuju objek sudah diaspal. Jalan didalam objek dan objek lainnya berupa jalan tanah.

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek tidak ada.

D.3. Ketersediaan Transportasi Moda transportasi umum dari pusat kota lokasi tidak ada.

Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 45 menit. Papan penunjuk ke arah objek belum
D.4. Kemudahan Pencapaian
tersedia, baik dari pusat kota dan jalan utama.

D.5. Kendala/ Permasalahan Jalan menuju objek merupakan jalan tanah yang jika pada musim hujan sulit untuk dilewati.

√ Jalan √ Listrik x Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak ada penginapan

Profil Kepariwisataan III - 28


E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Belum ada

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sudah ada

E.3. Tingkat Ekonomi Belum ada

E.4. Kondisi Cuaca Panas

E.5. Kondisi Alam Sedikit tumbuhan

E.6. Kebersihan Belum ada

E.7. Kuliner Belum ada

E.8. Cindera mata Belum ada

E.9. Keamanan Lokasi Belum ada

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Belum ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal <100 0rang

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara <100 0rang

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara <10 0rang

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal dan nusantara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum ada

G.2. Kesehatan warga sekitar Belum ada

G.3. Nilai Edukasi warga Belum ada

G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada

G.5. Keamanan warga Cukup aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Belum ada

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Samar-samar

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Mendukung

I. Permasalahan

Pada objek ini merupakan kawasan bekas pertambangan fosfat yang dimungkinkan akan dapat
I.1. Permasalahan mendasar
dilakukan penambangan lagi jika sosialisasi dan perlindungan terhadap kawasan ini tidak dilakukan.

I.2. Permasalahan jangka panjang Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)

[Link]. Sendang Gong & Goa Jepang


SENDANG GONG DAN GOA JEPANG KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Gunungsari Kecamatan: Baureno

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 625,430.13 Y: 9,212,129.80

A.3. Jenis Obyek Wisata Karst


Sendang Gong merupakan kolam air yang berfungsi untuk menjaga air tanah. Konon menurut salah
satu warga setempat sendang gong pada jaman Hindia-Belanda digunakan sebagai tempat
pemandian para bangsa eropa dan etnis china. Disekitar sendang terdapat benteng yang dulunya
digunakan sebagai pintu air turbin pembangkit untuk aktvitas pabrik tepung dan perumahan. Pada
jaman itu daerah sekitar sendang gong merupakan kawasan pusat industri yang dibuktikan dengan
adanya turbin, rel kereta api. Menurut warga setempat tak pernah mengalami penyusutan air hingga
kebagian dasar sejak dahulu kala. Namun sekarang terjadi penyusutan debit air dari 3000 lt/dtk
sekarng hanya 30 ltr/dtk. Disekitaran Sendang Gong juga terdapat Goa Jepang yang terbentuk tidak
hanya hasil dari pelarutan dari Batugamping tapi peranan struktur diduga juga berperan proses
pembentuk Goa
A.4. Deskripsi Obyek

Sudah dikembangkan mulai dari pembuatan fasilitas umum seperti toilet, papan informasi, tempat
A.5. Status Pengembangan
sampah, warung maupun penanaman kemiri, kelengkeng dan lain - lain

Profil Kepariwisataan III - 29


B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Kolam air Sendang Gong dan Goa Jepang
Terdapat benteng, turbin, rel kereta api dan cerobong asap bekas peninggalan jaman Hindia-
Belanda, serta terdapat struktur patahan disekitar lokasi.

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia dan terawat

Kolam mata air, Goa Jepang, PERMATA (Perlindungan Mata Air) dengan vegetasi buah-buahan
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
kelengkeng, aktivitas camping setiap minggu, theater sandur
Terdapat mata air yang tidak pernah surut, latihan theater di dalam Goa, terdapat bentukan love di
C.3. Keunikan
tebing Goa Jepang
Tersedia latihan theater sandur setiap minggu dan Live theater dengan akustik di Goa. Panggung
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)
apung di tengah Sendang
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Mata air yang tidak pernah surut, bentuk Goa Jepang yang unik

Tersedia papan informasi namun kondisinya tidak terawat. Wisatawan dapat teredukasi mengenai
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan
sumber mata air, sejarah Sendang gong dan Goa jepang dari POKDARWIS

D. Aksesbilitas
Akses menuju lokasi dari jalan utama sekitar jarak 250m melewati perkampungan dengan jalan
lebar kira-kira 3 m, ketika masuk ke lokasi kondisi jalannya berupa jalan tanah.

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Tersedia penerangan jalan karena lokasi wisata tidak terlalu jauh dari jalan utama

D.3. Ketersediaan Transportasi Tersedia angkutan umum namun untuk menuju ke lokasi wisata bisa ditempuh dengan berjalan kaki

Cukup mudah untuk ditempuh karena tidak terlalu jauh dari jalan utama. waktu tempuh dari kota
D.4. Kemudahan Pencapaian
Bojonegoro ± 40 menit

D.5. Kendala/ Permasalahan Tidak terdapat papan petunjuk lokasi

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
√ Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Penginapan yang memungkinkan adalah di rumah-rumah warga (Homestay)

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Tersedia

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Tersedia, namun di lokasinya tidak ada penerangan

E.3. Tingkat Ekonomi Menengah ke atas

E.4. Kondisi Cuaca Cerah dan di lokasi udaranya sejuk karena rindangnya pepohonan
Masih asri

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Kebersihan cukup terjaga karena terdapat tempat sampah

Terdapat warung makan namun tidak buka setiap hari, kemungkinan hanya hari-hari tertentu saat
E.7. Kuliner
ada pertunjukan

E.8. Cindera mata Tidak ada

E.9. Keamanan Lokasi Cukup aman karena dekat dengan pemukiman warga

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak terdapat pos pengamanan

Profil Kepariwisataan III - 30


F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 100 > Wisatawan Nusantara < 200

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara <100 wisatawan

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Tidak ada

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal dan nusantara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Cukup meningkat

G.2. Kesehatan warga sekitar Sehat

G.3. Nilai Edukasi warga Sejarah peninggalan jaman Hindia-Belanda

G.4. Tingkat Ekonomi warga Menengah ke atas

G.5. Keamanan warga Aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini POKDARWIS dan Dinas Pengairan

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Tersedia

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Terdapat aspirasi masyarakat sekitar

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Papan penunjuk arah lokasi

I.2. Permasalahan jangka panjang Vandalisme dan kerusakan lingkungan

[Link]. Goa Soko & Mata Air


GOA SOKA KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Soko Kecamatan: Temayang

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 602562.64 Y: 9178260.05

A.3. Jenis Obyek Wisata Alam


Pada Goa Soko terdapat komplek Goa yang terdiri dari Goa Lowa, Goa Susu, dan Goa Gandhul,
dengan ornamen stalagtit dan stalagmit, sehingga dapat melihat Desa Soko yang masih asri. Dan
dinding Goa sering dijadikan lokasi panjat tebing oleh pecinta alam. Didaerah Soko juga terdapat
sumber mata air yang tidak pernah surut sepanjang tahun dan digunakan oleh warga untuk
kebutuhan sehari-hari.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Belum Dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)


Ornamen Goa Soko yang masih terdapat stalagtit dan stalagmit serta sumber mata air yang masih
B.1. Daya Tarik Utama
terjaga.
B.2. Daya Tarik Pendukung Tidak Ada

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Jalan kaki menuju ke lokasi Goa + 15 menit dari Balai Desa Soko.

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Berasal dari alam yaitu goa dan mata air

C.3. Keunikan Cukup unik

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Sedikit langka

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata alam geologi

D. Aksesbilitas
Jalan utama sudah diaspal dan yang menuju kerarah Desa Soko sudah di paving blok. Jalan
didalam objek dan objek lainnya berupa jalan tanah.

D.1. Kualitas Jalan

Profil Kepariwisataan III - 31


D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek tidak ada.

Moda transportasi umum dari pusat kota ke jalan utama arah Desa Soko sudah ada, karena
D.3. Ketersediaan Transportasi merupakan jalan utama dari Arah Nganjuk Bojonegoro, sedangkan dari jalan utama sampai ke lokasi
tidak ada moda transportasi umum.

Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 60 menit. Papan penunjuk ke arah objek belum
D.4. Kemudahan Pencapaian
tersedia, baik dari pusat kota dan jalan utama.
Jalan menuju objek merupakan jalan tanah dan tanjakan yang terjal yang kondisi jalannya cukup
D.5. Kendala/ Permasalahan
licin.
√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc x Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak tersedianya penginapan disekitar objek

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Sudah ada

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sudah ada

E.3. Tingkat Ekonomi Cukup memadai dan fasilitas tidak terawat

E.4. Kondisi Cuaca Panas


Sangat asri

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Cukup bersih

E.7. Kuliner Belum ada

E.8. Cindera mata Belum ada

E.9. Keamanan Lokasi Belum ada

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Belum ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal <100 0rang

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara <100 0rang

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara <10 0rang

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal dan nusantara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum ada

G.2. Kesehatan warga sekitar Belum ada

G.3. Nilai Edukasi warga Belum ada

G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada

G.5. Keamanan warga Cukup aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Belum ada

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Belum ada

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Sangat mendukung

I. Permasalahan

Permasalahan yang perlu ditangani adalahh terkait akses jalan ke lokasi dan alat komunikasi yang
I.1. Permasalahan mendasar
sangat minim di sekitar area, serta pelunya sosialisai tentang penjagaan dan perawatan objek.

I.2. Permasalahan jangka panjang Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)

Profil Kepariwisataan III - 32


3.1.3. Wisata Migas
[Link]. Petroleum Geoheritage Wonocolo
PETROLEUM GEOHERITAGE WONOCOLO KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Wonocolo Kecamatan: Kedewan

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 572987.97 Y: 9221053.75

A.3. Jenis Obyek Wisata Migas


Wonocolo merupakan kawasan lapangan migas yang berproduksi mulai sejak jaman Belanda dan
sampai saat ini. Kedalaman sumur penghasil minyak bumi di Wonocolo berkisar (70-200) meter,
dimana proses pengambilan minyak di Wonocolo dilakukan secara tradisional yaitu dengan
menggunakan rig-rig yang berasal dari kayu dan ditarik menggunakan mesin motor/ mobil. Sampai
saat ini jumlah sumur di Wonocolo lebih dari 200 sumur.

A.4. Deskripsi Obyek

Sudah dikembangkan menjadi Geoheritage Petroleum Wonocolo (Desa Wisata Migas) dan
A.5. Status Pengembangan
diresmikan pada tanggal 27 April 2016
B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)
Lapisan minyak bumi yang dangkal (70-200)m dan diambil secara tradisional menggunakan rig kayu
B.1. Daya Tarik Utama
yang berjumlah sampai ratusan
Rumah Singgah, sumur percontohan dan track wisata

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Merupakan wahana wisata alam terkait minyak dan gas bumi

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.
Berasal dari alam dan Buatan, berupa Rumah Singgah, sumur percontohan, tempat berfoto selfie,
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
Jalur off-road, motor trail dan speda
Kedalaman reservoar berkisar (70-200) meter diatas permukaan laut dan itu merupakan lapisan
C.3. Keunikan yang sangat dangkal penghasil minyak bumi. Dan proses pengambilannya menggunakan rig-rig
kayu yang berjumlah lebih dari 200 sumur.
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata alam terkait minyak dan gas bumi

D. Aksesbilitas
Jalan utama sudah diaspal dan beberapa di paving blok. Jalan didalam objek dan objek lainnya
berupa jalan tanah.

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek masih minim.

D.3. Ketersediaan Transportasi Moda transportasi umum menuju ke Wonocolo belum tersedia.

Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 45 menit dan + 20 menit dari Kota Cepu. Papan
D.4. Kemudahan Pencapaian
penunjuk dari jalan utama ke arah objek masih minim.
Akses jalan yang masih kurang terawat seperti aspal dan paving blok yang mulai berlubang serta
D.5. Kendala/ Permasalahan
moda transportasi umum yang belum tersedia.

Profil Kepariwisataan III - 33


√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
√ Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
√ Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Terdapat penginapan di rumah singgah

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Tersedia

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sudah ada

E.3. Tingkat Ekonomi Sangat memadai dan fasilitas terawat

E.4. Kondisi Cuaca Panas


Sedikit tumbuhan

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Cukup bersih

E.7. Kuliner Tersedia

E.8. Cindera mata Belum ada

E.9. Keamanan Lokasi Sudah ada

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Sudah ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 200 > Wisatawan lokal < 500

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara 100 > Wisatawan Nusantara < 200

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara <10 0rang

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Meningkat

G.2. Kesehatan warga sekitar Data belum tersedia

G.3. Nilai Edukasi warga Telah dilakukan Penyuluhan dan Terlihat Efek Positif

G.4. Tingkat Ekonomi warga Data belum tersedia

G.5. Keamanan warga Terjamin keamanan

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Terstruktur dan Masyarakat sekitar berperan aktif

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Jelas

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Sangat mendukung

I. Permasalahan

Perbaikan aksesibilitas menuju ke lokasi, pendampingan terhadap masyarakat sekitar agar dapat
I.1. Permasalahan mendasar
ikut menjaga objek.

I.2. Permasalahan jangka panjang Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)

Profil Kepariwisataan III - 34


[Link]. Struktur Antiklin Kawengan
STRUKTUR ANTIKLIN KAWENGAN KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Malo Kecamatan: Kawengan

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 576823.06 Y: 9219276.87

A.3. Jenis Obyek Wisata Migas


Merupakan suatu struktur antiklin yang memanjang Barat-Timur, dimana kedudukan pada singkapan
batuan dapat terlihat dengan jelas baik yang ada disayap bagian Selatan maupun sayap bagian
Utara. Litologi yang tersingkap dapat mewakili batuan reservoar didalam sistem petroleum. Pada
bagian puncak antiklin sepanjang punggungan terdapat pengambilan minyak bumi baik secara
moderan (pompa angguk) maupun secara tradisional (rig kayu)

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Belum Dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

Bentukan antiklin yang ideal dimana pada bagian punggungan antiklinnya terdapat pengambilan
B.1. Daya Tarik Utama
minyak bumi baik secara moderen (pompa angguk) dan tradisional (rig kayu).

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Merupakan wahana wisata alam terkait minyak dan gas bumi

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.
Berasal dari Alam yaitu bentukan antiklin yang ideal, litologi yang dijumpai di permukaan mewakili
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
sistem petroleum, dijumpai pengambilan sumur secara tradisional dan moderen
Bentukan antiklin yang ideal dimana pada bagian punggungan antiklinnya terdapat pengambilan
C.3. Keunikan
minyak bumi baik secara moderen (pompa angguk) dan tradisional (rig kayu).

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata alam terkait minyak dan gas bumi

D. Aksesbilitas
Jalan utama sudah diaspal dan beberapa di paving blok. Jalan didalam objek dan objek lainnya
berupa jalan aspal dan paving blok.

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek masih minim.

D.3. Ketersediaan Transportasi Moda transportasi umum menuju ke Kawengan belum tersedia.
Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 45 menit dan + 20 menit dari Kota Cepu. Papan
D.4. Kemudahan Pencapaian
penunjuk dari jalan utama ke arah objek masih minim.
Akses jalan yang masih kurang terawat seperti aspal dan paving blok yang mulai berlubang serta
D.5. Kendala/ Permasalahan
moda transportasi umum yang belum tersedia.
√ Jalan √ Listrik x Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Terdapat penginapan di rumah singgah

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Sedikit

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sudah ada

E.3. Tingkat Ekonomi Cukup memadai dan fasilitas tidak terawat

E.4. Kondisi Cuaca Panas

Profil Kepariwisataan III - 35


Asri

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Cukup bersih

E.7. Kuliner Tersedia

E.8. Cindera mata Belum ada

E.9. Keamanan Lokasi Tidak tersedia

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak memadai dan tidak terawat

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal <100 0rang

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara <100 0rang

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara <10 0rang

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum ada

G.2. Kesehatan warga sekitar Belum ada

G.3. Nilai Edukasi warga Belum ada

G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada

G.5. Keamanan warga Cukup aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Belum ada

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Belum ada

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Sangat mendukung

I. Permasalahan
Perbaikan aksesibilitas menuju ke lokasi, pendampingan terhadap masyarakat sekitar agar dapat
I.1. Permasalahan mendasar ikut menjaga objek. Perlu dilakukan pembicaraan terkait objek berada di wilayah kerja pertambangan
PT Geo Cepu Indonesia.

I.2. Permasalahan jangka panjang Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)

[Link]. Kayangan Api


KAYANGAN API KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Sendangharjo Kecamatan : Ngasem

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 587,281.1 Y: 9,197,556.48

A.3. Jenis Obyek Wisata Migas


Kayangan Api merupakan gas alam yang keluar melalui sistem rekahan (zona lemah) yang
dihasilkan dari sesar turun yang berarah Timurlaut-Baratdaya yang berada pada sebelah Timur dari
lokasi, jika gas alam yang keluar tersebut terkena percikan api maka akan menimbulkan api yang
cukup besar. Hal tersebut juga dibuktikan kehadiran sumur gas pada sebelah Barat dari lokasi
dengan jarak kurang dari 900 meter, tepatnya pada Desa Ngunut.
Rekahan pada sekitar lokasi juga terjadi pada mata air yang terbentuk, sehingga menimbulkan efek
gelembung pada air (“plupuk-plupuk”) yang airnya berbau menyengat. Menurut legenda, pada
zaman Kerajaan Majapahit lokasi ini digunakan oleh seorang mpu untuk membuat keris.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Sudah dikembangkan

Profil Kepariwisataan III - 36


B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Api abadi


Pengambilan Api Abadi
Prosesi Pengambilan Api Abadi adalah Kegiatan Rutin Tahunan yang dilaksanakan serangkaiana
dengan Kegiatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro
Tari Gambyong
Tari Gambyong dilakukan sebelum prosesi pengambilan api abadi

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Di Lokasi Kahyangan api terdapat aula yang sering digunakan untuk pentas kesenian

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Ruang terbuka luas berupa hutan jati milik Perhutani

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Berjalan diatas api abadi sebagai terapi kesehatan

C.3. Keunikan Api yang dihasilkan oleh gas alam akibat proses geologi

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Terdapat aula untuk pertunjukan seni dan juru kunci yang siap untuk mendampingi setiap saat

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Kahyangan api merupakan fenomena api abadi satu-satunya di pulau jawa

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Ilmu Kebumian khususnya Geologi

D. Aksesbilitas
Jalan utama berupa jalan aspal

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan belum memadai

D.3. Ketersediaan Transportasi Belum ada transportasi umum menuju lokasi

D.4. Kemudahan Pencapaian Rambu penunjuk arah sudah jelas

D.5. Kendala/ Permasalahan Jalan menuju lokasi masih ada yang rusak

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp √ Kantor Pos x Bank

√ Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
√ Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
√ Tempat Sampah √
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Penginapan yang memungkinkan adalah di rumah-rumah warga (Homestay)

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Kebutuhan air bersih tersedia dari sumur

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Jaringan listrik telah masuk ke obyek

E.3. Tingkat Ekonomi Tingkat ekonomi sangat baik dilihat dari pembangunan yang berkelanjutan

Pada saat survey malam hari cuaca berawan pada saat survey siang hari cuaca cerah berawan,
E.4. Kondisi Cuaca
suhu rata-rata 28 - 30 C, Kecepatan angin 4km/jam
Bentang alam disekitar objek adalah hutan jati milik perhutani

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Bersih dan terawat

E.7. Kuliner Belum ada

E.8. Cindera mata ada

E.9. Keamanan Lokasi Aman, lokasi dijaga selama 24 jam

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi ada

Profil Kepariwisataan III - 37


F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal Belum ada data

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Belum ada data

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Belum ada data

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Belum ada data

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Sejahtera s/d Sangat Sejahtera

G.2. Kesehatan warga sekitar Sehat

G.3. Nilai Edukasi warga Menjaga cagar alam geologi

G.4. Tingkat Ekonomi warga Menengah s/d Menengah keatas

G.5. Keamanan warga Aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Masyarakat sekitar, Pemerintah Daerah & Perhutani

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Tersedia

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Menjaga kondisi dan keamanan lokasi

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Akses jalan dan penerangan menuju lokasi

I.2. Permasalahan jangka panjang Status lahan dalam hubungannya dengan Perhutani

[Link]. Kedung Lantung


KEDUNG LANTUNG KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Drenges Kecamatan: Sugihwaras

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 608399.01 Y: 9186921.26

A.3. Jenis Obyek Wisata Migas


Pada lokasi ini dijumpai sistem petroleum yaitu terdapatnya lapisan batuan yang berfungsi sebagai
batuan reservoar (batuan pembawa hidrokarbon) yang tersingkap di permukaan yang berumur
Miosen Akhir-Pliosen Awal (5.5-4.2) jtl. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya rembesan minyak
bumi (oil seepage) pada lapisan batuan.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Belum Dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Rembesan minyak bumi (oil seepage).

B.2. Daya Tarik Pendukung Tidak Ada

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Karena lokasi berada disungai maka akan terlihat bagus objeknya jika tidak kondisi hujan.

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Daya tarik objek berasal dari alam, yaitu rembesan minyak bumi dipermukaan

C.3. Keunikan Batuan reservoar yang tersingkap dipermukaan dan dijumpai rembesan minyak bumi (oil seepage).

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)


Batuan reservoar merupakan batuan pembawa hidrokarbon (minyak bumi), dimana pada kawasan
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan
ini dapat dijumpai dipermukaan serta terdapat juga rembesan minyak bumi (oil seepage).
Pembelajaran tentang sistem petroleum yang lengkap, sebagai wahana wisata minat khusus ilmu
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan
kebumian terutama di bidang perminyakan.

Profil Kepariwisataan III - 38


D. Aksesbilitas
Jalan utama menuju objek sudah diaspal dan sebagian dilakukan cor semen dan paving blok. Jalan
didalam objek dan objek lainnya berupa jalan tanah.

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek sangat minim.

Ketresediaan moda transportasi umum hanya sampai jalan utama saja, sedangkan untuk menuju
D.3. Ketersediaan Transportasi
ke objek belum ada moda trasportasi umum.
Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 45 menit. Papan penunjuk ke arah objek belum
D.4. Kemudahan Pencapaian
tersedia, baik dari pusat kota dan jalan utama
D.5. Kendala/ Permasalahan Kendala akses jalan kelokasi yang perlu diperlebar dan papan penujuk kerah lokasi yang tidak ada.

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc x Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
x Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak tersedianya penginapan disekitar objek

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Tersedia

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sudah ada

E.3. Tingkat Ekonomi Cukup memadai dan fasilitas tidak terawat

E.4. Kondisi Cuaca Panas


Asri

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Sedikit bersih

E.7. Kuliner Belum ada

E.8. Cindera mata Belum ada

E.9. Keamanan Lokasi Belum ada

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Belum ada

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal <100 0rang

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara <100 0rang

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara <10 0rang

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum ada

G.2. Kesehatan warga sekitar Belum ada

G.3. Nilai Edukasi warga Belum ada

G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada

G.5. Keamanan warga Cukup aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Belum ada

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Belum ada

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Mendukung

I. Permasalahan
Pada objek ini belum memiliki pengelola, terkait dengan penjelasan informasi terhadap arti
I.1. Permasalahan mendasar
pentingnya objek yang ada baik terhadap masyarakat sekitar sehingga dapat ikut menjaga..
I.2. Permasalahan jangka panjang Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)

Profil Kepariwisataan III - 39


3.1.4. Wisata Religi & Ziarah
[Link]. Wali Kidangan
WALI KIDANGAN KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa : Malo Kecamatan : Malo

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X : 581611.16 Y : 9215974.34

A.3. Jenis Obyek Wisata Religi & Ziarah


Bagi warga Bojonegoro dan sekitarnya, makam ini dipercaya sebagai makam seorang ulama besar dari Kesultanan
Pajang bernama Syekh Mukodar atau dikenal juga dengan Wali Kidangan, adapula yang menyebutnya Pangeran
Kumbang Ali-ali atau Pangeran Narasoma.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Sudah Dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Komplek pemakaman


[Link] alam dengan berupa hutan jati yang membuat suasanya menjadi sejuk, serta di lokasi makam terdapat
ratusan anak tangga yang menuju ke atas bukit.
[Link] Rusa Jawa di desa Malo kecamatan Malodi kawasan hutan jati itu yang merupakan hasil kerja sama
KPH Parengan, Tuban, dengan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah, sejak 7 Juni 2014.

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik keterbatasan dengan lokasi kuliner

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia Ruang Terbuka dan Terawat
Makam ini tidak pernah sepi dari peziarah dari berbagai daerah terutama
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) pada tahun baru Islam atau 1 Suro, ada haul yang rutin dilaksanakan masyarakat sekitar. Wali Kidangan memiliki nilai
atraksi Budaya didasarkan undang 0 undang No. 10 tahun 2009

C.3. Keunikan Makam seorang ulama bernama Syekh Mukodar

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Masih terbatas pada lokasi makam

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Makam walikidangan memiliki makam yang tersusun batu yang sangat rapih sejak dulu

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tidak ada

D. Aksesbilitas
Jalan paving menuju obyek wisata wali kidangan, untuk menuju obyek wisata di sekitar seperti Penangkaran Rusa Jawa
dan Wisata edukasi Gerabah memiliki jalan aspal yang baik

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Tidak Ada Penerangan Jalan ( hanya ada dari rumah warga)

D.3. Ketersediaan Transportasi Angkutan Pribadi

D.4. Kemudahan Pencapaian ½ sampai 1 jam dari kota Bojonegoro

D.5. Kendala/ Permasalahan Lokasi pemakaman sangat jauh dari jalan utama hanya bisa di tempuh dengan kendaraan pribadi

√ Jalan x Listrik √ Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
√ Tempat Sampah x Fasilitas Nursery (Ibu Menyusui)

x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek tidak ada

Profil Kepariwisataan III - 40


E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Tersedia

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber listrik dan Jaringan Memadai

E.3. Tingkat Ekonomi Cukup Memadai dan Fasilitas Terawat

E.4. Kondisi Cuaca Kondisi cuaca obyek makam Wali Kidangan sejuk karena lokasi banyak ditumbuhi oleh pepohonan
Sangat Asri/ Rindang banyak sekali tumbuhi oleh pepohonan jenis jati dan yang lain di lokasi Obyek

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Bersih dan terawat

E.7. Kuliner Tidak tersedia

E.8. Cindera mata Tidak tersedia

E.9. Keamanan Lokasi Terjaga oleh warga dan pengurus pemakaman ( 1 x 12 Jam)

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak Memadai dan Tidak Terawat

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 100 sampai 200 Wisatawan lokal mengunjungin obyek wisata ini

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Masih minim dikarenakan belum dikenal oleh wisatawan Nusantara di luar kota Bojonegoro

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara sangat jarang sekali

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Masih Wisatawan Lokal yang mempercayai dan mengetahui tengtang makam tersebut

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Sebagian warga yang terkena terdampak

G.2. Kesehatan warga sekitar Sehat - yang teridentifikasi sakit < 10 % jumlah warga

G.3. Nilai Edukasi warga Telah dilakukan Penyuluhan dan Terlihat Efek Positif

G.4. Tingkat Ekonomi warga Cukup Meningkat

G.5. Keamanan warga Cukup Aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Terstruktur dan Masyarakat sekitar berperan aktif

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Jelas

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Mendukung

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar tidak terdapatnya tempat penjual jajan

I.2. Permasalahan jangka Ada dan Teratasi Baik - Sedikit Kendala

[Link]. Petilasan Angling Dharma


PETILASA ANGLING DHARMA KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Wotanngare Kecamatan: Kalitidu

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 584783 Y: 9210410

A.3. Jenis Obyek Wisata Religi & Ziarah


Petilasan Angling Dharma merupakan wisata religi yang ada di Desa Wotanngare dan berada di tengah persawahan

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Jalan utama sedang diperbaiki, dan objek wisata belum ada pengembangan tapi cukup terawat

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Petilasan Angling Dharma


Area persawahan yang membentang cukup luas dari jalan masuk hingga menuju objek lokasi

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik -

Profil Kepariwisataan III - 41


C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia cukup ruang terbuka tapi tidak terawat

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) 1 daya tarik (sebuah petilasan)

C.3. Keunikan Religi, diakui warga sekitar sebagai jejak dari Angling Dharma

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Tidak ada

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Religi, diakui warga sekitar sebagai jejak dari Angling Dharma

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tersedia papan informasi

D. Aksesbilitas
Jalan tanah berada di pematang sawah

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Tidak ada

D.3. Ketersediaan Transportasi Tidak ada

D.4. Kemudahan Pencapaian < 1/2 jam

D.5. Kendala/ Permasalahan Tidak ada permasalahan

√ Jalan x Listrik x Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc x Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
x Tempat Sampah x Fasilitas Nursery (Ibu Menyusui)

x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak ada

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Sangat melimpah, karena termasuk jalur irigasi sawah

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber listrik dan jaringan listrik tidak ada

E.3. Tingkat Ekonomi Cukup memadai dan fasilitas terawat

E.4. Kondisi Cuaca Panas dikarenakan ditengah-tengah sawah

E.5. Kondisi Alam Sedikit tumbuhan dan dikelilingi oleh sawah

E.6. Kebersihan Cukup bersih

E.7. Kuliner Tidak ada

E.8. Cindera mata Tidak ada

E.9. Keamanan Lokasi Tidak ada orang yang berjaga

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak ada fasilitas pengamanan

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal Tidak ada

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Tidak ada

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Tidak ada

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Tidak ada pemasaran objek hanya diketahui warga setempat

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Tidak ada efek peningkatan kesejahteraan dari objek

G.2. Kesehatan warga sekitar Tidak ada efek peningkatan kesehatan dari objek

G.3. Nilai Edukasi warga Tidak ada efek peningkatan edukasi dari objek

G.4. Tingkat Ekonomi warga Tidak ada efek peningkatan ekonomi dari objek

G.5. Keamanan warga Tidak ada efek peningkatan kemanan dari objek

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Struktur pengelolaan tidak jelas

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Tidak ada struktur lembaga

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Sedikit mendukung

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Komunikasi dengan warga sekitar

I.2. Permasalahan jangka Pertemuan antara budaya yang dibawa wisatawan dengan warga.

Profil Kepariwisataan III - 42


[Link]. Masjid Al-Birru Pertiwi
Masjid Al-Birru Pertiwi KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa : Dander Kecamatan : Dander

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X:594194.95 Y:9199982.96

A.3. Jenis Obyek Wisata Religi & Ziarah


Merupakan Kawasn Wisata yang terdiri dari masjid (tempat Iabadah, Tempat pertemuan, homestay dan juga
didukung fasilitas yang lengkap), merupakan sumbangan untuk warga Bojonegoro

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Sudah berkembang

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Kawasan masjid dengan arsitektur yang unik serta fasilitas pendukung yang lengkap
Terdapat ruangan pertemuan yang berada dibawah masjid, serta adanya homestay yang lengkap dan parkiran luas
serta adanya tim keamanan

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Sangat menarik dan aman

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Sudah ada pada event tertentu

C.3. Keunikan Arsitektur dan integrasi penempatan dan fungsi ruang

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Sudah ada pada event tertentu

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Sebagai tempat edukasi religius

D. Aksesbilitas
Sangat baik

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan sangat baik

D.3. Ketersediaan Transportasi sudah tersedia dan dilalui angkutan umum

D.4. Kemudahan Pencapaian 20 menit dari pusat kota Bojonegoro kearah selatan

D.5. Kendala/ Permasalahan tidak ada

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
√ Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
√ Tempat Sampah x Fasilitas Nursery (Ibu Menyusui)

√ Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek

Profil Kepariwisataan III - 43


E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air sudah tersedia

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik sudah tersedia

E.3. Tingkat Ekonomi

E.4. Kondisi Cuaca sejuk

E.5. Kondisi Alam nyaman

E.6. Kebersihan cukup bersih

E.7. Kuliner sudah ada (dicafetaria)

E.8. Cindera mata belum tersedia

E.9. Keamanan Lokasi sudah tersedia

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi sudah tersedia termasuk fasilitas defabelitas

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal sudah sangat banyak sekali

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara sudah banyak

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara belum ada

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran wisatawan loka dan nusantara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar meningkat dengan banyaknya kegiatan

G.2. Kesehatan warga sekitar belum terlihat

G.3. Nilai Edukasi warga meningkat terutama edukasi religi

G.4. Tingkat Ekonomi warga meningkat

G.5. Keamanan warga sudah cukup aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini sudah cukup berkembang dengan indikator banyaknya kegiatan yg diselenggarakan

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Sudah ada pengurus khusus

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek supaya lebih bisa memberikan manfaat untuk warga sekitar

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar perawatan dan penyelenggaraan kegiatan

I.2. Permasalahan jangka Peningkatan kesejahteraan warga

[Link]. Klenteng Hok Swie Bio


KLENTENG HOW SWIE BIO KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Bojonegoro Kecamatan: Bojonegoro

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 598278 Y: 9210102

A.3. Jenis Obyek Wisata Religi & Ziarah


Klenteng Hok Swie Bio merupakan salah satu wisata religi yang ada di kota Bojonegoro. Klenteng ini berada di
tengah kota Bojonegoro dengan ciri khas bangunan berwarna merah dan ornamen berbentuk naga. Klenteng Hok
Swie Bio merupakan tempat ibadah berdasarkan Tri Darma. Klenteng ini dibuka setiap hari, selain pengunjung
datang untuk melakukan ibadah banyak pengunjung umum yang sengaja berkunjung untuk mengetahui sejarah dari
Klenteng ini. Pada hari-hari besar seperti Imlek dan acara-acara besar lainnya Klenteng ini mengadakan pertunjukan
Barongsai.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Sudah dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Sebagai tempat Ibadah


Sejarah terbentuknya Klenteng

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Memiliki atraksi Barongsai yang harus dilestarikan dan regenerasi pemain Barongsai

Profil Kepariwisataan III - 44


C. Nilai Sumber Daya
Ruang terbuka relatif sempit karena bagian depan dan samping dari Klenteng merupakan jalan raya dan pemukinan
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami
masyarakat.

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Daya tarik relatif bagus karena banyak pengunjung ingin mengetahui sejarah terbentuknya Klenteng

C.3. Keunikan Klenteng tertua di Bojonegoro berumur 138 tahun

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Atraksi Barongsai pada hari-hari besar China, Imlek, dan acara-acara besar di Bojonegoro

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Klenteng Hok Swie Bio merupakan satu-satunya Klenteng terbesar di Bojonegoro

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan

D. Aksesbilitas
Jalan menuju ke Klenteng Hok Swie Bio aspal bagus

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Tersedia penerangan jalan

D.3. Ketersediaan Transportasi Transportasi umum susah ditemukan di Bojonegoro

D.4. Kemudahan Pencapaian Waktu yang ditempuh ke Klenteng Hok Swie Bio setengah jam dari kota Bojonegoro

D.5. Kendala/ Permasalahan

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata √ Toilet/Wc x Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
√ Tempat Sampah x Fasilitas Nursery (Ibu Menyusui)

x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Kebutuhan air bersih di Klenteng Hok Swie Bio sudah terpenuhi

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber listrik dari PLN

E.3. Tingkat Ekonomi Tingkat ekonomi sudah relatif maju

E.4. Kondisi Cuaca Cuaca di Klenteng asri


Terdapat beberapa pohon yang membuat kondisi Klenteng nyaman dan rindang

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Klenteng mempunyai petugas kebersihan yang memebersihkan lingkungan Klenteng setiap hari

E.7. Kuliner

E.8. Cindera mata

E.9. Keamanan Lokasi Petugas keamanan tinggal didalam kompleks Klenteng

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Pagar besi mengelilingi Klenteng

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal lebih dari 100 orang per bulan

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara lebih dari 100 orang per bulan

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar relatif maju

G.2. Kesehatan warga sekitar

G.3. Nilai Edukasi warga

G.4. Tingkat Ekonomi warga

G.5. Keamanan warga

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Dikelola oleh yayasan Harapan Sinar Bahagia

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Tidak terjadi masalah

I.2. Permasalahan jangka Regenerasi pengurus yayasan

Profil Kepariwisataan III - 45


[Link]. Makam Eyang Bugadung
MAKAM EYANG BUGADUNG KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa : Kauman Kecamatan : Bojonegoro

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X : 597034,52 Y : 9209570,03

A.3. Jenis Obyek Wisata Religi Dan Ziarah


Merupakan makam salah satu pendiri Bojonegoro, yang berlokasi di Kota Bojonegoro tepatnya di sebelah Selatan
dari Masjid Agung Bojonegoro.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Sudah dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Merupakan salah satu makam tokoh pendiri Bojonegoro

B.2. Daya Tarik Pendukung Ramai dikunjungi pada Hari Jadi Bojonegoro
Lokasinya yang berada pada gang sempit

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Sedikit memiliki ruang terbuka

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)

C.3. Keunikan

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)

C.5. Nilai Kelangkaan

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata religi dan ziarah tokoh pendiri Bojonegoro

D. Aksesbilitas
Dari jalan Agus Salim, masuk Gang yang memiliki lebar +1.5 meter, dengan jalan cor semen.

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus

D.3. Ketersediaan Transportasi Moda transportasi umum sudah tersedia karena berada dipusat Kota

D.4. Kemudahan Pencapaian Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 5 menit

D.5. Kendala / Permasalahan Jalan meuju kelokasi merupakan Jalan Gang sempit yang mempunyai lebar +1.5 meter.

√ Jalan √ Listrik × Parkiran


√ Telepon/ Hp √ Kantor Pos √ Bank
√ Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung
D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
√ Penginapan √ Air Bersih × Panggung Hiburan/ Gasebo
√ Tempat Sampah × Fasilitas Nursery (Ibu Menyusui)
× Fasilitas Disabilitas
D.7. Penginapan terdekat objek Terdapat penginapan di sekitar objek

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Sedikit

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sudah ada

E.3. Tingkat Ekonomi Objek Cukup memadai

E.4. Kondisi Cuaca Panas

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Cukup bersih

E.7. Kuliner Tersedia

E.8. Cinderamata Ada

E.9. Keamanan Lokasi Tersedia

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tidak memadai

Profil Kepariwisataan III - 46


F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal <100 0rang

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara <100 0rang

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara <10 0rang

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum ada

G.2. Kesehatan warga sekitar Belum ada

G.3. Nilai Edukasi warga Belum ada

G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada

G.5. Keamanan warga Cukup aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Sudah ada

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Sudah ada

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Sangat mendukung

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Perlu dilakukan pelebaran jalan menuju ke akses makam

Perlu dilakukan kajian secara ilmiah mengenahi keberadaan dari Eyang Bugandung didalam membangun
I.2. Permasalahan jangka
Bojonegoro.

[Link]. Makam Ki Andong Sari


MAKAM KI ANDONG SARI KETERANGAN

A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Kelurahan Ledok Kulon Kecamatan : Bojonegoro

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X : 595870,74 Y : 9210568,7

A.3. Jenis Obyek Wisata Religi Dan Ziarah


Merupakan makam salah satu Butapi Bojonegoro, yang dikenal dengan nama Tumenggung Haryo Mentaun, serta
merupakan pejuang dimasa penjajahan Belanda

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Sudah dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Merupakan salah satu makam tokoh Buoati Bojonegoro

B.2. Daya Tarik Pendukung Ramai dikunjungi pada Hari Jadi Bojonegoro

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Lokasinya berada di Kota Bojonegoro sehingga mudah dikunjungi

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Memiliki ruang terbuka

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Setiap tahun baru Islam dilakukan kirab pusaka

C.3. Keunikan Sejarah pemimpin Bojonegoro

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Berpotensi sebagai wisata budaya berupa kirab pusaka Ki Anding Sari yang dilakukan setiap Tahun Baru Islam

C.5. Nilai Kelangkaan

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata religi dan ziarah tokoh pendiri Bojonegoro

D. Aksesbilitas
Lokasi berada dipinggir Jalan Letda Suraji, dengan kondisi jalan yang baik

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus

D.3. Ketersediaan Transportasi Moda transportasi umum sudah tersedia karena berada dipusat Kota

D.4. Kemudahan Pencapaian Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 15 menit

D.5. Kendala / Permasalahan

Profil Kepariwisataan III - 47


√ Jalan √ Listrik √ Parkiran
√ Telepon/ Hp √ Kantor Pos √ Bank
× Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung
D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
× Penginapan √ Air Bersih × Panggung Hiburan/ Gasebo
√ Tempat Sampah × Fasilitas Nursery (Ibu Menyusui)
× Fasilitas Disabilitas
D.7. Penginapan terdekat objek Terdapat penginapan di sekitar objek

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Sedikit

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sudah ada

E.3. Tingkat Ekonomi Objek Cukup memadai

E.4. Kondisi Cuaca Panas

E.5. Kondisi Alam Asri

E.6. Kebersihan Cukup bersih

E.7. Kuliner Tersedia

E.8. Cinderamata Ada

E.9. Keamanan Lokasi Tersedia

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Memadai

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal <100 0rang

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara <100 0rang

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara <10 0rang

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum ada

G.2. Kesehatan warga sekitar Belum ada

G.3. Nilai Edukasi warga Belum ada

G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada

G.5. Keamanan warga Cukup aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Sudah ada

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Sudah ada

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Sangat mendukung

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Perlu diberikan rambu pnenunjuk menuju ke akses makam

I.2. Permasalahan jangka Kebersihan dan keamanan sekitar lokasi

3.1.5. Wisata Buatan


[Link]. Wana Wisata Dander
WANA WISATA DANDER KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Dander Kecamatan: Dander

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 592600.25 Y: 9198511.33

A.3. Jenis Obyek Wisata Buatan


Wana Wisata Dander atau (Tirta Wana Dander) adalah tempat wisata alam yang berada 15 km
selatan Kota Bojonegoro ini tepatnya di Desa Dander, Kecamatan Dander, Jawa Timur, Indonesia.
Lokasi ini sangat ramai pada hari Minggu karena banyak masyarakat yang mengunjunginya pada saat
hari libur. Di dalam taman wisata ini terdapat Kolam renang, dan lapangan Golf. Para pedagangpun
ikut serta meramaikan objek wisata ini. Sehingga pada saat anda berwisata di sini, di jamin anda tidak
akan kelaparan.

A.4. Deskripsi Obyek

Profil Kepariwisataan III - 48


A.5. Status Pengembangan Sudah dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Wisata air, kolam renang, wahana bermain air anak-anak

B.2. Daya Tarik Pendukung Tidak Ada

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Tidak Ada

C. Nilai Sumber Daya


Tersedia ruang terbuka yang dikembangkan menjadi area bermain dan sebagai tempat berolah raga
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami
oleh warga sekitar
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Tidak Ada

C.3. Keunikan Wisata bermain air buatan meluputi Sliding Pool 3 Lantai, Gazebo Park, Playground dan Double Pool

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Belum Ada

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Wisata air buatan berupa kolam renang dan wahana bermain air anak-anak

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tidak Ada

D. Aksesbilitas
Jalan aspal dengan kondisi baik

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan ada dan terang

D.3. Ketersediaan Transportasi Terdapat transportasi umum (Bus) tetapi jumlahnya masih sangat sedikit

D.4. Kemudahan Pencapaian 0.5 - 1 jam

D.5. Kendala/ Permasalahan Tidak Ada

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

√ Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
√ Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
√ Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak Ada

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Sangat melimpah

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber listrik dan Jaringan Sangat Memadai

E.3. Tingkat Ekonomi Cukup Memadai dan Fasilitas Terawat

E.4. Kondisi Cuaca Panas


Cukup Asri

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Sedikit Bersih

E.7. Kuliner Cukup Tersedia

E.8. Cindera mata Cukup Tersedia (Kios batik berada di depan wahana rekreasi)

E.9. Keamanan Lokasi Sangat Terjaga (1 x 24 jam)

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Memadai dan Fasilitas Terawat

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 500 > Wisatawan Lokal < 1000

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara < 100

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Tidak Ada

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan Lokal & Nusantara

Profil Kepariwisataan III - 49


G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Meningkat (Banyak toko/warung untuk seperti persewaan baju renang dan kuliner)

G.2. Kesehatan warga sekitar Sehat - yang teridentifikasi sakit < 10 % jumlah warga

G.3. Nilai Edukasi warga Telah dilakukan Penyuluhan dan Terlihat Efek Positif

G.4. Tingkat Ekonomi warga

G.5. Keamanan warga Terjamin Keamanan

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Terstruktur dan Masyarakat sekitar pasif

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Cukup Jelas

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Cukup Mendukung

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Ada dan Cukup Teratasi - Kendala Sedang diselesaikan

I.2. Permasalahan jangka panjang Ada dan Cukup Teratasi - Kendala Sedang diselesaikan

[Link]. Bendungan Gerak


BENDUNGAN GERAK KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Padang Kecamatan: Trucuk

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 592600.25 Y: 9198511.33

A.3. Jenis Obyek Wisata Buatan


Bendungan Gerak adalah bendungan pada Bengawan Solo yang terletak di Desa Ngringinrejo,
Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Peroyek
Bendungan yang menghabiskan dana pinjaman senilai Rp.351 miliar dari Japan International
Corporation Agency (JICA) itu memiliki multifungsi. Antara lain sebagai pengendali banjir, irigasi,
penyedia air baku bagi industri dan rumah tangga juga dicanangkan sebagai salah satu tempat wisata
bagi Kabupaten Bojonegoro. Keberadaan Bendungan Gerak ini fungsinya di samping sebagai
penyedia air untuk rumah tangga, pertanian, juga sekaligus menjaga dari kerusakan ekosistem sungai
Bengawan Solo supaya tak meluas ketika banjir menerjang dan sebagai bentuk tata kelola air di Jawa
Timur.
A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Sudah dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Lokasi tepi sungai dan aliran air
Tempat rehat di tepi sungai

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Tempat ini dekat dengan Agrowisata Belimbing Ngringinrejo

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Terbuka luas

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Tempat foto bersama

Beberapa kota sudah memanfaatkan bendungan sebagai wisata, dari segi keunikan dapat dikatakan
C.3. Keunikan
belum ada

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Belum Tersedia


Dari segi kelangkaan kurang spesial, karena di beberapa kota telah banyak yang memanfaatkan
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan
bendungan sebagai kawasan wisata
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Dapat memahami operasional bendungan dan pemanfaatan sumber air tawar

D. Aksesbilitas
Jalan berupa aspal dan paving

D.1. Kualitas Jalan

Kondisi Jalan Kondisi Jalan Menuju Obyek wisata

Profil Kepariwisataan III - 50


D.2. Penerangan Jalan Penerangan untuk malam hari masih kurang terutama setelah melewati agrowisata belimbing

D.3. Ketersediaan Transportasi Ketersediaan transportasi berupa kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil

D.4. Kemudahan Pencapaian Relatif mudah namum belum ada rambu penunjuk alam

D.5. Kendala/ Permasalahan Jalan aspal masih ada yang rusak, Jalan paving masih perlu diperbaiki

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
√ Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Penginapan langsung berada di obyek(Homestay)

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Kebutuhan air bersih dan air minum tersedia

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Tersedia dilokasi bendungan

E.3. Tingkat Ekonomi Perekonomian objek telah baik karena langsung ditangani pemerintah dalam pemberdayaannya

Cuaca pada saat tinjauan ke lokasi cerah berawan dengan perkiraan kecepatan angin 5km/jam dan
E.4. Kondisi Cuaca
suhu 38 C
Berupa lahan tepi sungai yang dimanfaatkan untuk perikanan dan menanam tanaman pakan ternak.

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Kebersihan telah dijaga sepenuhnya oleh warga sekitar

E.7. Kuliner Belum ada

E.8. Cindera mata Biasanya pengunjung ke Bendungan Gerak setelah membawa Buah Belimbing dari Ngringinrejo

E.9. Keamanan Lokasi Keamanan lokasi diserahkan kepada pihak yang berwenang

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Terdapat spot pantau diatas bendungan

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal Belum ada data

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Belum ada data

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Belum ada data

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Regional dan Nasional

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Sejahtera dan sangat sejahtera

G.2. Kesehatan warga sekitar Sehat

G.3. Nilai Edukasi warga Warga belajar tentang pemanfaatan sumber daya air

G.4. Tingkat Ekonomi warga Menengah ke atas

G.5. Keamanan warga Aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Pengelolaan dilakukan oleh warga dan dibantu oleh pemerintah daerah

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Tersedia

Terdapat aktivitas warga setiap hari. Selain itu masyarakat terbantu dengan adanya bendungan
H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek
karena mengurangi dampak banjir

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Komunikasi dengan warga sekitar dan pihak terkait

I.2. Permasalahan jangka panjang Kebersihan disekitar bendungan ketika banyak orang datang

Profil Kepariwisataan III - 51


[Link]. Waduk Pacal
WADUK PACAL KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Temayang Kecamatan: Sugihwaras

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 596110 Y: 9186091

A.3. Jenis Obyek Wisata Buatan


Waduk Pacal berada 35 km selatan wilayah Bojonegoro. Merupakan bangunan peninggalan Belanda
yang dibangun sejak 1924 dan diresmikan pada tahun 1933. Termasuk salah satu bangunan
bersejarah berukukuran raksasa yang masih berfungsi hingga kini. Berfungsi untuk persediaan air
pada musin kemarau untuk beberapa kecamatan di selatan Bojonegoro.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Sudah dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Bentang Alam, Waduk, dan bangunan bersejarah peninggaalan Belanda.

B.2. Daya Tarik Pendukung Tidak ada.

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Tidak ada.

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia ruang terbuka hijau di sekitar lokasi.

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Tidak ada.

C.3. Keunikan Tidak ada.

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Pertunjukan dilakukan setiap akhir tahun. Terdapat wahana permainan anak.

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Tidak ada.

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tidak ada.

D. Aksesbilitas
Akses Jalan menuju Waduk pacal telah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat (milik
pribadi). Melewati jalan propinsi Bojonegoro - Nganjuk.

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan menuju objek telah tersedia.

D.3. Ketersediaan Transportasi Belum Tersedia. Hanya dilalui kendaraan milik pribadi, roda dua dan roda empat.

Waktu tempuh 1 - 1½ jam dari kotaBojonegoro, Rambu penunjuk arah tidak terlalu jelas. Hanya
D.4. Kemudahan Pencapaian
dibeberapa tempat.

D.5. Kendala/ Permasalahan Tidak tersedia jalur bus umum untuk ke lokasi, Promosi, Fasilitas Disabilitas.

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan √ Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
√ Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak Tersedia.

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Tersedia.

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Tersedia.

E.3. Tingkat Ekonomi Fasilitas objek wisata cukup tersedia dan Fasilitas Terawat.

E.4. Kondisi Cuaca Sejuk, Objek wisata berada di sekitar hutan konservasi milik perhutani.
Asri, dikelilingi hutan konservasi.

E.5. Kondisi Alam

Profil Kepariwisataan III - 52


E.6. Kebersihan Cukup Bersih.

E.7. Kuliner Cukup Tersedia. Terdapat penjaja makanan didalam lokasi objek.

E.8. Cindera mata Tidak ada.

E.9. Keamanan Lokasi Terjaga 1 x 24 jam.

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Tersedia.

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 200 > Wisatawan Lokal < 500 per bulan

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara < 100 Wisatawan Nusantara per bulan

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Tidak ada.

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan Lokal dan Wisatawan Nusantara.

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Sebagian warga yang terdampak. Para penjaja makanan dan pokdarwis.

G.2. Kesehatan warga sekitar Cukup Sehat.

G.3. Nilai Edukasi warga Tidak ada

G.4. Tingkat Ekonomi warga Berdampak sebagian.

G.5. Keamanan warga Cukup aman.

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Pokdarwis, Dinas Perairan, Dinas Pariwisata.

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Tersedia.

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Mendukung.

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Promosi dan Peningkatan Fasilitas umum.

I.2. Permasalahan jangka panjang Kurangnya promosi dapat mengurangi minat wisatawan lokal, nusantara untuk berkunjung.

[Link]. Go Fun
GO FUN KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Sukorejo Kecamatan: Bojonegoro

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 599020.46 Y:9207526.71

A.3. Jenis Obyek Wisata Buatan


Go Fun, Salah satu destinasi wisata di Bojonegoro karena terdapat beberapa wahana yang dapat
dimainkan oleh anak-anak maupun dewasa

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Sedang mengembangkan waterboom yang akan dibuka akhir Juni 2017

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Berupa wahana permainan anak dan wahana permainan dewasa
Objek wahan didukung oleh beberapa fasilitas seperti tempat makan dan supermarket yang menjual
merchandise Go Fun

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia ruang terbuka dan sangat terawat
> 4 Daya tarik (Wahana untuk anak, wahana untuk dewasa, wisata malam, panggung pertunjukan,
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
supermarket)
C.3. Keunikan Unik, karena terdapat wahana wisata yang modern seperti di kota-kota besar
Beragam pertunjukan setiap minggunya dan Fasilitas Tersedia Sangat Terawat yang ditunjang
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)
dengan beberapa petugas dari Go Fun
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Langka, karena terdapat wahana wisata yang modern seperti di kota-kota besar

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tersedia banyak wahana dan papan informasi sangat lengkap

Profil Kepariwisataan III - 53


D. Aksesbilitas

D.1. Kualitas Jalan Jalan Aspal kondisi sangat baik, karena terletak dipusat kota

D.2. Penerangan Jalan Penerangan ada dan terang, karena Go Fun ini ditujukan sebagai wisata malam hari

Sangat mudah dan banyak dilewati angkutan umum, karena objek wisata ini sangat strategis di
D.3. Ketersediaan Transportasi
seberang terminal Bojonegoro dan terletak di pusat kota serta di jalan Bojonegoro - Lamongan

< 1/2 jam dari kota Bojonegoro dan papan penunjuk arah dapat ditemui di jalan-jalan utama mulai dari
D.4. Kemudahan Pencapaian
jalan Cepu - Bojonegoro dan Bojonegoro - Lamongan

D.5. Kendala/ Permasalahan Tidak ada

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp x Kantor Pos √ Bank

√ Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
√ Penginapan √ Air Bersih
√ Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
√ Tempat Sampah √
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Penginapan sangat banyak karena objek wisata berada di pusat kota Bojonegoro

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Melimpah


Sumber listrik dan jaringan sangat memadai hal ini dibuktikan dengan wahana yang memerlukan
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik
kelistrikan
Sangat memadai dan fasilitas sangat terawat karena sesuai dengan tiket masuk yang sudah
E.3. Tingkat Ekonomi
dibayarkan
Sejuk karena objek wisata ini dibuka mulai dari sore hari dan tersedia beberapa kipas untuk
E.4. Kondisi Cuaca
menyejukan pengunjung
E.5. Kondisi Alam Cukup asri, minim pohon yang rindang

Sangat bersih yang didukung oleh petugas kebersihan mulai dari pintu masuk, tempat parkir, wahana
E.6. Kebersihan
dan toilet

E.7. Kuliner Cukup tersedia, banyak pilihan kuliner tapi tidak banyak yang buka

E.8. Cindera mata Tersedia, berupa merchandise dari Go Fun

E.9. Keamanan Lokasi Sangat terjaga (1 x 24 jam) karena dijaga oleh petugas keamanan Go Fun

Sangat memadai dan fasilitas sangat terawat, mulai dari pos keamanan dan kelengkapan keamanan
E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi
saat berjaga di siang hari maupun malam hari
F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal > 1000 Wisatawan Lokal, terutama datang pada weekend

> 1000 Wisatawan Nusantara, wisatawan mayoritas datang dari Lamongan, Cepu, Tuban dan
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara
Nganjuk
F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara < 100 Wisatawan Mancanegara
Pemasaran melalui promosi di radio, medial sosial, media masa dan web pribadi yang bisa diakses
F.4. Skala Jangkauan Pemasaran
hingga mancanegara
G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Tidak ada efek peningkatan kesejahteraan dari objek

G.2. Kesehatan warga sekitar Tidak ada efek peningkatan kesehatan dari objek

G.3. Nilai Edukasi warga Tidak ada efek peningkatan edukasi dari objek

G.4. Tingkat Ekonomi warga Tidak ada efek peningkatan ekonomi dari objek

G.5. Keamanan warga Tidak ada efek peningkatan keamanan dari objek

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Terstruktur dan Masyarakat sekitar pasif, karena kelembagaan bersifat internal dari pemilik saja

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Cukup jelas, namun tidak transparan

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Cukup mendukung namun belum ada timbal balik ke masyarakat sekitar

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Ada dan Teratasi Sangat Baik

I.2. Permasalahan jangka panjang Ada dan Teratasi Sangat Baik

Profil Kepariwisataan III - 54


[Link]. Bendungan Klepek Semawot
BENDUNGAN KLEPEK SEMAWOT KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Sukosewu Kecamatan: Sukosewu

A.2. Koordinat X: 602447,36 Y:9197774,06

A.3. Jenis Obyek Wisata Buatan


Bendungan klepek ini merupakan miniatur bendungan di Indonesia. Salah satu Bendungan yang ada
di Indonesia yang dibuat pada tahun 1930 atau 3 tahun lebih tua dari Bendungan Pacal.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Akan Dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Lokasi tepi sungai dan aliran air
Pernah ada wisata perahu

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Pernah ada wisata perahu

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Cukup Terbuka

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Tempat foto bersama


Beberapa kota sudah memanfaatkan bendungan sebagai wisata, dari segi keunikan dapat dikatakan
C.3. Keunikan
belum ada
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Belum Tersedia
Dari segi kelangkaan kurang spesial, karena di beberapa kota telah banyak yang memanfaatkan
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan
bendungan sebagai kawasan wisata
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Dapat memahami operasional bendungan dan pemanfaatan sumber air tawar

D. Aksesbilitas
Jalan berupa aspal dan paving

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan masih kurang

D.3. Ketersediaan Transportasi Ketersediaan transportasi berupa kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil

D.4. Kemudahan Pencapaian Relatif sulit, karena belum ada rambu, jarak dan kondisi jalan yang rusak

D.5. Kendala/ Permasalahan Jalan aspal masih ada yang rusak, Jalan paving masih perlu diperbaiki

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp √ Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc x Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
√ Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Belum ada

Profil Kepariwisataan III - 55


E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Kebutuhan air bersih dan air minum tersedia

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Tersedia dilokasi bendungan

E.3. Tingkat Ekonomi keekonomian objek masih kurang



Cuaca pada saat tinjauan ke lokasi cerah berawan dengan perkiraan kecepatan angin 5km/jam dan
E.4. Kondisi Cuaca
suhu 38 C
Berupa lahan tepi sungai yang dimanfaatkan untuk perikanan dan menanam tanaman pakan ternak.

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Kebersihan masih perlu ditingkatkan

E.7. Kuliner Belum ada

E.8. Cindera mata Belum ada

E.9. Keamanan Lokasi Warga sekitar yang tinggal sekitar waduk

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Terdapat spot pantau diatas bendungan

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal Tidak diketahui

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Tidak diketahui

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Tidak diketahui

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Regional dan Nasional

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Pra sejahtera s/d sejahtera

G.2. Kesehatan warga sekitar Sehat

G.3. Nilai Edukasi warga Warga belajar tentang pemanfaatan sumber daya air

G.4. Tingkat Ekonomi warga Menengah ke atas

G.5. Keamanan warga Aman

H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Pengelolaan dilakukan oleh warga dan dibantu oleh pemerintah daerah

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Tersedia

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Warga memanfaatkan air di bendungan klepek untuk kegiatan sehari-hari

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Komunikasi dengan warga sekitar dan pihak terkait

I.2. Permasalahan jangka panjang Kebersihan disekitar bendungan ketika banyak orang datang

[Link]. Waduk Pedang


WADUK PEDANG KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Kepohkidul Kecamatan: Kedungadem

A.2. Koordinat (UTM WGS84) X: 613004 Y: 9192788

A.3. Jenis Obyek Wisata Buatan


Waduk Pedang dibuat antara tahun 2010 -2011. Maksud awal dibuatnya waduk ini adalah sumber
irigasi bagi areal persawahan di sekitarnya. Pada saat musim penghujan ketinggian air di waduk
mencapai 4 m. sedangkan pada musim kemarau airnya akan menyusut. Air yang mengisi waduk
adalah air hujan.

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Belum dikembangkan

Profil Kepariwisataan III - 56


B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Waduk yang dapat dikembangkan sebagai wisata air serta dikelilingi pohon rindang di sekililingnya
Pemandangan areal persawahan yang luas

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Diperlukan penghijauan secara lebih intens agar lebih hijau dan teduh

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Ruang terbuka alami terdiri dari areal persawahan yang luas
Belum ditemukan atraksi/variasi daya tarik yang spesial, namun dapat dikembangkan atraksi air
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
seperti balap kano dll
Waduk pedang adalah waduk tadah air hujan yang bukan berasal dari membendung sungai besar
C.3. Keunikan
seperti waduk biasanya
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Sementara belum tersedia

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Waduk ini sering ditemui di wilayah lain sehingga tidak dapat dikatakan sebagai sesuatu yang langka
Wisatawan akan diberikan pengetahuan tentang sumber daya air, pengolahan dan pemanfaatannya
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan
bagi kebutuhan hidup manusia
D. Aksesbilitas
Kualitas jalan menuju ke waduk pedang masih sangat perlu diperbaiki, Jalan terdiri dari jalan beton,
jalan aspal dan jalan paving

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan masih minim. Lampu-lampu jalan terbatas pada tiang listrik.

Angkutan umum belum mencapai lokasi. Tranportasi yang dapat digunakan adalah sepeda motor dan
D.3. Ketersediaan Transportasi
mobil
Membutuhkan waktu yang lama untuk mecapai lokasi, dari kota bojonegoro diperlukan lebih dari 45
D.4. Kemudahan Pencapaian
menit. Belum terdapat rambu penunjuk jalan
Belum adanya kepengurusan resmi terkait waduk akan menyulitkan koordinasi jika dilakukan
D.5. Kendala/ Permasalahan
pengembangan
√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

x Telepon/ Hp x Kantor Pos x Bank

x Toko Cinderamata x Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
x Penginapan x Air Bersih
x Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
√ Tempat Sampah x
Menyusui)
x Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Tidak Ada

E. Aspek Penunjang
Kebutuhan air bersih di sekitar waduk menggunakan akses air dari PDAM. Untuk kebutuhan air
E.1. Kebutuhan Air
minum warga sekitar menggunakan air isi ulang

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Listrik dari PLN sudah masuk ke pemukiman warga di sekitar waduk
Dengan mata pencaharian utama petani atau buruh tani kemungkinan besar tingkat ekonominya
E.3. Tingkat Ekonomi
adalah menengah
⁰ ke bawah
Cuaca pada saat tinjauan ke lokasi cerah berawan dengan perkiraan kecepatan angin 5km/jam dan
E.4. Kondisi Cuaca
suhu 38 C
Bentang alam lokasi Waduk Pedang adalah areal persawahan yang sangat luas, terdapat aliran
sungai kecil yang menghubungkan waduk dengan areal persawahan warga. Dominasi tanaman
adalah tanaman padi dan palawija. Terdapat juga sedikit kebun yang ditanami tanaman buah.

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Terdapat banyak sampah plastik di dalam waduk dan sekitar waduk

E.7. Kuliner Belum ada

E.8. Cindera mata Belum ada

Keamanan lokasi diserahkan kepada warga, penjagaan hanya dilakukan dari siang - sore terkait
E.9. Keamanan Lokasi
dengan pendistribusian air waduk ke areal persawahan
Berupa bangunan non permanen di tepi waduk yang difungsikan sekaligus sebagai warung pada
E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi
siang hari

Profil Kepariwisataan III - 57


F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 40-50 orang/hari

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Belum ada

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara Belum ada

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan Lokal/Regional

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Sejahtera dan Pra sejahtera


Sehat namun perlu diperhatikan penyakit endemik seperti demam berdarah karena dekat sumber air
G.2. Kesehatan warga sekitar
menggenang yang dapat digunakan nyamuk untuk berkembangbiak

G.3. Nilai Edukasi warga Menjaga sumber daya air dan kebersihan sumber air serta lingkungan
Dengan mata pencaharian utama petani atau buruh tani kemungkinan besar tingkat ekonominya
G.4. Tingkat Ekonomi warga
adalah menengah ke bawah
G.5. Keamanan warga Adanya waduk ini tidak membahayakan bagi warga

H. Kelembagaan

Belum ada kelembagaan resmi secara formal yang mengurus waduk ini dari segi wisata.
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini
Kepengurusan terkait dengan kehidupan pertanian seperti buka-tutup pintu air dan pembagian air

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Belum ada

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Aspirasi warga sangat besar karena warga bergantung pada waduk ini untuk kepentingan pertanian

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Kepengurusan, Akses jalan, fasilitas penerangan dan ketersediaan air di musim kemarau

Kepentingan pariwisata dan kepentingan pertanian yang dapat menimbulkan masalah terkait dengan
I.2. Permasalahan jangka panjang
ketersediaan air di musim kemarau

[Link]. Alun-Alun Bojonegoro


ALUN-ALUN BOJONEGORO KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Bojonegoro Kecamatan: Bojonegoro

A.2. Koordinat (UTM (WGS84) X:597197,91 Y: 9209634,51

A.3. Jenis Obyek Wisata Buatan


Tanah lapang yang berada di jantung kota Bojonegoro. Alun - alun digunakan untuk berbagai kegiatan
seperti, Shalat Ied, Upacara Hari Besar Nasional, Festival Budaya, Konser musik, serta tempat
olahraga lari, sepakbola, tenis, voly. Di bagian barat alun-alun berdiri Masjid Agung Bojonegoro. Di
bagian selatan alun-alun, berdiri kantor residen (Bakorwil). Di bagian Timur adalah tempat
berpusatnya kantor pemerintahan kabupaten dimulai dari Pendapa kabupaten, Gedung Pemkab Kab.
Bojonegoro dan Gedung DPRD. Di bagian utara Alun-Alun adalah Kantor Satlantas Polres Bojonegoro
(bekas kantor Korwil Bojonegoro), Kantor Perhutani dan Pasar Kota Bojonegoro. Dibagian timur alun-
alun terdapat batu berukuran besar yg di jadikan prasasti oleh bupati bojonegoro Drs. Suyoto, [Link].
yang diambil dari kawasan hutan Gunung Pandan.
A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Sudah Dikembangkan

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)

B.1. Daya Tarik Utama Taman Terbuka Hijau dan Pusat kegiatan masyarakat
Prasasti Batu Semar dan Sarana bermain anak.

B.2. Daya Tarik Pendukung

Batu besar berukuran panjang kurang lebih 4 meter, lebar 4meter, dan tinggi 3 meter dengan berat
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik ukuran lebih 80 ton yang disebut Batu Semar. Merupakan prasasti dan simbol " Tekad untuk Terus
Berkarya".

Profil Kepariwisataan III - 58


C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia ruang terbuka hijau.

C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Aktivitas masyarakat lokal.

C.3. Keunikan Batu Prasasti Semar.


Terdapat tanah lapang untuk kegiatan masyarakat, wahana olahraga, taman bermain anak, dan
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)
tempat pertunjukan kesenian.
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Tidak ada.

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan

D. Aksesbilitas
Berada di pusat kota, jalan utama menuju Alun - Alun telah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda
dua dan empat.

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Telah Tersedia.

D.3. Ketersediaan Transportasi Telah Tersedia.

D.4. Kemudahan Pencapaian Waktu tempuh tidak terlalu bermasalah dikarenakan di pusat kota dan rambu penunjuk arah jelas.

D.5. Kendala/ Permasalahan Kebersihan dari para pengunjung baik warga setempat maupun wisatawan lokal.

√ Jalan √ Listrik √ Parkiran

√ Telepon/ Hp √ Kantor Pos √ Bank

√ Toko Cinderamata √ Toilet/Wc √ Warung


D.6. Sarana dan Prasarana (dipilih yang tersedia)
√ Penginapan √ Air Bersih
√ Panggung Hiburan/ Gasebo
Fasilitas Nursery (Ibu
√ Tempat Sampah x
Menyusui)
√ Fasilitas Disabilitas

D.7. Penginapan terdekat objek Telah Tersedia.

E. Aspek Penunjang

E.1. Kebutuhan Air Telah Tersedia.

E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Telah Tersedia.

E.3. Tingkat Ekonomi Fasilitas objek wisata tersedia dan layak digunakan.

E.4. Kondisi Cuaca Sejuk, dikelilingi oleh pepohonan yang mengelilingi kompleks Alun - alun.
Sangat Asri.

E.5. Kondisi Alam

E.6. Kebersihan Cukup Bersih.

E.7. Kuliner Tersedia kuliner yang dijajakan oleh pedagang keliling,warung dan rumah makan disekitar Alun - Alun.

E.8. Cindera mata Terlah Tersedia.

E.9. Keamanan Lokasi Terdapat Pos Polisi 1x24 jam guna menerima laporan dari masyarakat.

E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi Telah Tersedia.

F. Aspek Pasar

F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal > 1000 Wisatawan lokal per Bulan

F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara 200 > Wisatawan Nusantara > 500 per Bulan

F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara < 100 Wisatawan Mancanegara per Bulan

F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan Lokal, Wisatawan Nusantara dan Wisatawan Mancanegara

G. Interaksi terhadap warga

G.1. Kesejahteraan warga sekitar Kesejahteraan warga terdampak karena adanya kegiatan ekonomi.

G.2. Kesehatan warga sekitar Cukup Sehat.

Terdapat kegiatan festival kebudayaan dan kesenian yang diselenggarakan oleh dinas terkait yang
G.3. Nilai Edukasi warga
mengajak partisipasi masyakat setempat.

G.4. Tingkat Ekonomi warga Adanya objek Wisata meningkatkan pendapatan masyakat sekitar.

G.5. Keamanan warga Terjamin Keamanan.

Profil Kepariwisataan III - 59


H. Kelembagaan

H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Dinas - Dinas Terkait

H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Telah Tersedia.

H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Sangat Mendukung

I. Permasalahan

I.1. Permasalahan mendasar Kebersihan.

I.2. Permasalahan jangka panjang Kenyamanan ruang terbuka hijau yang harus dijaga dan dirawat.

[Link]. Taman Wisata Sariyo


TAMAN WISATA SARIYO KETERANGAN
A. Informasi Umum

A.1. Lokasi Desa: Purworejo Kecamatan: Padangan

A.2. Koordinat X: 565540.02 Y:9204894.49

A.3. Jenis Obyek Wisata buatan


Tempat ini selain sebagai tempat bermainyang luas, juga tersedia kolam renang untuk dewasa dan
anak-anak, lapangan futsal, flying fox, high roopes, egrang, perahu bebek dan panggung untuk
pertunjukan. TWS dimanfaatkan juga sebagai tempat ekstrakulikuler siswa TK, SD, SMP dan SMA
dalam kegiatan renang

A.4. Deskripsi Obyek

A.5. Status Pengembangan Sedang mengembangkan waterboom yang akan dibuka akhir Juni 2017

B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)


TWS merupakan satu-satunya tempat wahana wisata buatan di daerah Padangan, fasilitas yang
B.1. Daya Tarik Utama
disediakan TWS juga sangat lengkap
Selain wahan yang sudah disebutkan didukung dengan adanya wisata kuliner di dalam area TWS,
setiap minggu diadakan organ tunggal dan setiap akhir tahun ada acara musik

B.2. Daya Tarik Pendukung

B.3. Catatan Terkait Daya Tarik

C. Nilai Sumber Daya

C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia Ruang Terbuka dan Sangat Terawat

> 4 Daya tarik (Kolam renang, wahana bermain, wahana outdoor, pemancingan, lapangan futsal dan
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
rumah makan)

C.3. Keunikan Menarik diantara area Padangan

C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Ada pertunjukan dan fasilitas tersedia sangat terawat

C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Langka

C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tersedia wahana informasi

D. Aksesbilitas
Berada di jalan utama dan sudah aspal

D.1. Kualitas Jalan

D.2. Penerangan Jalan Penerangan ada & terang


Tersedia angkutan antar kota dan antar kabupaten karena sangat mudah karena berada di jalan
D.3. Ketersediaan Transportasi
utama

Profil Kepariwisataan III - 60

Anda mungkin juga menyukai