Profil Pariwisata Kabupaten Bojonegoro
Profil Pariwisata Kabupaten Bojonegoro
PROFIL KEPARIWISATAAN
KABUPATEN BOJONEGORO
Secara detail penjelasan lokasi daya tarik wisata yang terdiri dari
informasi umum, catatan daya tarik, nilai sumber budaya, aksesibilitas,
aspek penunjang, aspek pasar, interaksi terhadap warga, kelembagaan
dan permasalahan.
A. Informasi Umum
A.5. Status Pengembangan Untuk saat ini lokasi Gunung Watu baru dipasang petunjuk lokasi
Di pasang papan peringatan dilarang corat-coret karena dilokasi tersebut sudah banyak
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik dijumpai coretan-coretan yang dapat mengurangi nilai daya tarik Gunung Watu dan
pengamanan untuk naik ke Gunung Watu.
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Ruang terbuka alami terdiri dari areal perkebunan yang luas dan terawat
Selain adanya sistem intrusibatuan beku yang terjadi 2 kali, bentang alam Gunung Watu
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) memberi kesan yang indah dan kita bisa menyaksikan sunset maupun sunrise dari
puncaknya.
Adanya sistem intrusi batuan beku yang terjadi 2 kali sehingga dapat dijadikan wisata
C.3. Keunikan
edukasi
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Tidak ada
Kawasan ini terbentuk oleh batuan intrusi yang menerobos formasi dibawahnya. Pada
batuan intrusi tersebut merupakan batuan beku intermediet vulkanik yaitu andesit dengan
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan terdapat xenolit bertekstruk trakhit, dimana xenolith tersebut diindikasikan memiliki umur
lebih tua dibandingkan bantuan andesit yang berumur Plio-Plistosen dengan jenis batuan
xenolith berupa diorit
D. Aksesbilitas
Jalan sudah diaspal dan dapat dilewati kendaraan roda 4, tapi beberapa titik ada yang
disemen cor. Namun kondisinya cukup rawan untuk dilewati, karena dengan kondisi jalan
yang berliku – liku dan menanjak, rawan longsor, jalan banyak yang rusak, dan sempit (lebar
jalan ± 4 m)
Membutuhkan waktu yang lama untuk mecapai lokasi, dari kota bojonegoro diperlukan ± 2
D.4. Kemudahan Pencapaian
jam. Belum terdapat rambu penunjuk jalan namun sudah ada penunjuk lokasi.
Selain waktu tempuh yang lama, kondisi jalan juga rawan untuk dilewati. Ketika mendaki
D.5. Kendala/ Permasalahan
puncak Gunung Watu berbahaya karena curam
√ Jalan √ Listrik √ Parkiran
D.7. Penginapan terdekat objek Penginapan yang memungkinkan adalah di rumah-rumah warga (Homestay)
E. Aspek Penunjang
Listrik dari PLN sudah masuk ke pemukiman warga namun di lokasi obyek wisata belum
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik
terdapat jaringan listrik.
Dengan mata pencaharian utama petani atau buruh tani dan berkebun, kemungkinan besar
E.3. Tingkat Ekonomi
tingkat ekonominya adalah menengah ke bawah
⁰
Cuaca pada saat tinjauan ke lokasi cerah berawan dengan perkiraan kecepatan angin
E.4. Kondisi Cuaca
5km/jam dan suhu 38 C
Bentang alam lokasi Gunung Watu dikelilingi perbukitan dan dipisahkan oleh lembah-
E.5. Kondisi Alam lembah. Dominasi tanaman adalah tanaman palawija dan pohon jati.
Kebersihan masih terjaga, hanya saja terdapat beberapa coretan-coretan di batuan Gunung
E.6. Kebersihan
Watu
F. Aspek Pasar
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Sementara wisatawan lokal dan belum ada dari luar kota
G.5. Keamanan warga Adanya Gunung Watu ini tidak membahayakan bagi warga
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
Kepengurusan, Akses jalan, fasilitas penerangan, ketersediaan air maupun sarana fasilitas
I.1. Permasalahan mendasar umum antara lain titik kumpul (berupa pendopo), pos pengamanan, mushola, toilet dan
tempat makan
Jika tidak terdapat pos pengamanan, dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan misalnya
I.2. Permasalahan jangka keamanan kendaraan parkir maupun keamanan dilokasi Gunung watu karena kondisinya
yang curam
Belum dilakukan pengembangang secara intensif, tetapi olah pokdarwis dan masyarakat sekitar
sudah mulai dilakukan perawatan dengan melakukan pembersihan lokasi serta melakuan penanaman
A.5. Status Pengembangan pohon buah-buahan, pemasangan papan nama menuju lokasi serta dengan bantuan dinas terkait
akses jalan masuk ke lokasi berdasarkan survei tahun 2017 mulai diperbaiki dengan pemasangan
conblock/pavingbloc k
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Perlu dilakukan pengembangn lebih lanjut sehingga pengunjung lebih aman dan nyaman
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Cukup tersedia di lokasi kajian
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) sebagai tempat pemandian air hangat / panas untuk para pengunjung
Adanya air yang berwarna kuning orange yang bersuhu hangat / panas yang merupakan manifestasi
C.3. Keunikan
panas bumi
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Belum tersedia
D. Aksesbilitas
sudah mendukung - survei Mei 2017 (masih dalam tahap pemasangan paving block dari jalan utama
menuju lokasi objek)
D.2. Penerangan Jalan Belum tersedia penerangan untuk jalan lokasi menuju objek
belum tersedia transportasi masal, lokasi bisa diakses dengan kendaraan roda dua serta roda empat
D.3. Ketersediaan Transportasi
(mobil)
Rambu penunjuk jalan perlu ditambah supaya pengunjung mengerti lokasi objek, waktu tempuh
D.4. Kemudahan Pencapaian
kurang lebih 1 jam dari kota Bojonegoro serta dari Nganjuk
D.5. Kendala/ Permasalahan
E. Aspek Penunjang
E.6. Kebersihan Belum Tersedia (inisiatif warga serta pokdarwis untuk menjaga kebersihan nya)
F. Aspek Pasar
warga dan pengunjung bisa mengerti proses kejadian banyukuning dan memanfaatkan sebagai objek
G.3. Nilai Edukasi warga
yang menarik
G.5. Keamanan warga Warga sudah mulai menjaga keamanan bekerjasama dengan perangkat desa
H. Kelembagaan
Mempunyai keinginan untuk dikembangan terutama dalam tahap pertama yaitu akses jalan, fasilitas
H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek
sanitasi serta publikasi
I. Permasalahan
I.1. Permasalahan mendasar Sarana Prasarana penunjang, publikasi Pemasaran, Perawatan maintenance serta pengembangan
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Masih memiliki banyak ruang terbuka, landscape pemandangan yang bagus
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Batuan, sumber air panas alami, aliran sungai di sekitar dengan pemandangan yang indah
C.3. Keunikan Kolam air panas alami yang dapat digunakan untuk mandi
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Singkapan batuan beku (andesit) dan metamorf (onyx) yang jarang ditemukan
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tidak ada papan informasi untuk wisatawan
D. Aksesbilitas
Jalan menuju obyek aspal sangat berlubang, di dalam obyekdan ke obyek lain jalan masih berupa
tanah bebatuan
D.3. Ketersediaan Transportasi Belum ada transportasi umum yang menuju obyek
D.4. Kemudahan Pencapaian Waktu tempuh lebih dari 2 jam, tidak ada rambu penunjuk arah
Obyek wisata belum dikembangkan, sarana dan prasarana sangat terbatas, kepemilikan obyek wisata
D.5. Kendala/ Permasalahan
bersifat pribadi
E. Aspek Penunjang
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Tidak ada jaringan listrik
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal Jumlah wisatawan lokal < 100
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Jumlah wisatawan nusantara < 100
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
Obyek wisata belum dikembangkan dengan baik, sarana dan prasarana sangat terbatas, kepemilikan
I.1. Permasalahan mendasar
obyek bersifat pribadi
B.1. Daya Tarik Utama Lokasi Negeri Atas Angin berada di ketinggian sehingga dapat melihat pemandangan alam
Jalur motor trail, area camping, wisata keilmuan (geowisata) karena terdapat dua jenis batuan yaitu
batugamping klastik dan batupasir tuffan hasil dari produk gunungapi.
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Jalur track trail, area camping
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tersedia loket tiket yang menyediakan informasi lengkap untuk wisatawan
D.3. Ketersediaan Transportasi Belum ada transportasi umum dengan jalur menuju obyek wisata
D.4. Kemudahan Pencapaian Waktu tempuh 1/2 - 1 jam, tersedia rambu penunjuk arah yang cukup lengkap
E. Aspek Penunjang
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber dan jaringan listrik di sekitar Negeri Atas Angin memadai.
Area obyek wisata merupakan kondisi yang bersih dan dirawat oleh masyarakat sekitar, namun
E.6. Kebersihan
fasilitas umum seperti toilet kurang diperhatikan kebersihannya.
E.7. Kuliner Tersedia warung-warung yang menjual aneka makanan dan minuman
E.9. Keamanan Lokasi Terjaga 1x12 jam (Siang hari), namun belum ada pagar pembatas di area ketinggian
F. Aspek Pasar
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara 200 > Wisatawan Nusantara < 500
G.3. Nilai Edukasi warga Program penyuluhan telah dilakukan oleh pihak terkait
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Pokdarwis, warga sekitar, dan Dinas terkait
I. Permasalahan
Pembangunan dan perbaikan fasilitas umum, seperti rumah singgah, toilet umum, gardu pandang,
I.1. Permasalahan mendasar
belum adanya peta kawasan (lokasi track trail, jalur pendakian).
I.2. Permasalahan jangka Diperlukan area pos kesehatan karena berkaitan dengan wisata alam terbuka
Datanglah ketika pergantian musim penghujan ke kemarau, karena debit air tidak terlalu besar atau
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik
terlalu kecil.
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia ruang terbuka dan terawat
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Air terjun, susur sungai, bentang alam yang indah
C.3. Keunikan Air terjun yang masih alami dan letaknya tersembunyi
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Saat debit air memadai dan terkena sinar matahari akan terbentuk pelangi
D. Aksesbilitas
Jalan terdiri dari aspal maupun paving dalam kondisi banyak lubang
D.3. Ketersediaan Transportasi Tidak terdapat angkutan umum, transportasi bisa menggunakan roda 4 atau 2
D.4. Kemudahan Pencapaian Minim penunjuk arah, jarak dari kota Bojonegoro ± 50 km, dan dapat ditempuh ± 1.5 jam.
D.5. Kendala/ Permasalahan Kendaraan tidak bisa mencapai lokasi air terjun, harus ditempuh dengan berjalan kaki ± 1.5 km
D.7. Penginapan terdekat objek Penginapan yang memungkinkan adalah di rumah-rumah warga (Homestay)
F. Aspek Pasar
G.1. Kesejahteraan warga sekitar Keberadaan air terjun kedung gupit belum berpengaruh terhadap kesejahteraan warga sekitar
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
B.1. Daya Tarik Utama Sumber air bersih, sungai bersih, dan keanekaragaman flora
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Cukup luas dan tidak terawat
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Langka, adanya jenis pohon pohon yang dilindungi
D. Aksesbilitas
Jalan Aspal kondisi sedikit berlubang, dekat obyek Jalan Paving
x Fasilitas Disabilitas
E. Aspek Penunjang
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber listrik dan Jaringan Sangat Memadai
F. Aspek Pasar
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 500 > Wisatawan Lokal < 1000
G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum Ada efek kesejahteraan untuk warga sekitar
G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada dampak dari obyek wisata
I. Permasalahan
I.2. Permasalahan jangka Kepemilikan lahan, akses ke lokasi dan fasilitas umum
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia ruang terbuka yang alami. Lokasi sendang berada diantara pepohonan yang sangat asri.
D. Aksesbilitas
Jalan utama menuju Sendang Sampang telah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat (milik
D.1. Kualitas Jalan
pribadi).
D.2. Penerangan Jalan Telah Tersedia Penerangan.
Waktu tempuh ½ - 1 jam, perjalanan dari kota Bojonegoro menuju jalan Bojonegoro - Temayang.
D.4. Kemudahan Pencapaian
Rambu penunjuk wisata Sendang Sampang belum tersedia.
Fasilitas Sendang Sampang tidak terawat. Penerangan di lokasi sendang belum mencukupi. Fasilitas
D.5. Kendala/ Permasalahan Kebersihan dan Toilet belum tersedia. Fasilitas penunjuk arah lokasi wisata tidak tersedia. Kebersihan
dilakukan swadaya masyarakat sekitar.
√ Jalan √ Listrik x Parkiran
E.4. Kondisi Cuaca Lokasi Sendang Sampang sangat asri dan teduh.
Terletak diantara pepohonan besar.
F. Aspek Pasar
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 500 > Wisatawan Lokal < 1000 perbulan
H. Kelembagaan
H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Mendukung. Masyarakat melakukan aktivitas di Sendang Sampang.
I. Permasalahan
I.1. Permasalahan mendasar Kebersihan, Fasilitas umum, Fasilitas Penunjuk Lokasi, Penerangan.
I.2. Permasalahan jangka Terbengkalainya objek wisata dikarenakan tidak adanya perhatian dan perbaikan fasilitas umum.
Embung Dam Plumpung ini mempunyai potensi yang menarik untuk dikembangkan karena suasana
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik dan kondisi di sekitar bendungan yang sangat indah dan asri dengan hamparan pohon perindang yang
luas. Pada area pinggir embung dapat di bangun gazebo-gazebo, warung makan, dan dibangun MCK.
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedianya ruang terbuka yang terawat di sekitar embung.
Daya tarik buatan dan alam dapat ditemui di lokasi ini karena area embung memliki suasana alam
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
sekitar yang masih hijau.
C.3. Keunikan Tidak ada keunikan
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Belum tersedianya atraksi dan pertunjukan di embung dam plumpung
D. Aksesbilitas
Jalan menuju embung aspal bergelombang
D.2. Penerangan Jalan tersedia tiang lampu penerangan jalan tetapi redup
Waktu yang ditempuh ke bendungan/dam Klepek dari Kota Bojonegoro lebih 1 jam dan tidak tersedia
D.4. Kemudahan Pencapaian
rambu petunjuk arah.
E. Aspek Penunjang
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik sudah tersedia sumber listrik
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal kurang dari 100 orang per bulan
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara kurang dari 100 orang per bulan
G.1. Kesejahteraan warga sekitar sebagian warga yang berdampak dengan adanya embung
G.2. Kesehatan warga sekitar Kesehatan warga sekitas bendungan/dam kurang dari 10% orang yang sakit
G.4. Tingkat Ekonomi warga Mata pencaharian warga sekitar adalah petani
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Embung dikelola oleh badan perairan
I. Permasalahan
Pengelolaan belum melibatkan Pemkab Bojonegoro terutama Dinas Pariwisata Kab. Bojonegoro
I.2. Permasalahan jangka
untuk pengembangan kawasan wisata jangka panjang.
B.1. Daya Tarik Utama Penambangan Bentonite yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gerabah di Desa Malo
Air Terjun Musiman yang terletak + 200 m dari lokasi penambangan
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Cukup Luas, meliputi lahan kosong, ladang warga dan tumbuhan liar
Tambang Bentonite memiliki keunikan untuk menjadi edukasi wisata alam (Geowisata) dan budaya.
Keunikan kawasan ini antara lain :
Berdasarkan kajian geologi tentang keterdapatan bentonite menjadi hal yang penting sebagai wahana
C.3. Keunikan edukasi alam (Geowisata), terkait dengan keberadaan benonite yang hanya berada disekiatar
kawasan tersebut. Bentonite dapat sebagai bahan baku pembuatan gerabah/kerajian khas daerah
yang bernilai budaya tinggi. Disekitar lokasi penambangan juga terdapat air terjun musiman yang
airnya hanya mengalir pada musim hujan.
D. Aksesbilitas
Jalan tanah lebar + 3 meter
a b c
D.3. Ketersediaan Transportasi Transportasi Umum Tidak Ada / Menggunakan Kendaraan Pribadi
D.4. Kemudahan Pencapaian Tidak ada rambu penenjuk arah, waktu tempuh 1,5 - 2 jam
E. Aspek Penunjang
F. Aspek Pasar
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal Belum ada (Belum dikembangkan) hanya para penambang bentonite
G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum merata, dengan adanya penambangan bentonite yang dijadikan bahan baku gerabah
G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada dampak dari obyek wisata
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
Pengaturan jumlah penambangan dan uji kandungan bentonite, hal ini akan berdampak pada kualitas
I.1. Permasalahan mendasar
gerabah yang dihasilkan
I.2. Permasalahan jangka Kerusakan lingkungan jika penambangan dilakukan dengan asal-asalan
Diharapkan tindak lanjut dari pemerintahan Kabupaten Bojonegoro untuk menindaklanjuti Watu
A.5. Status Pengembangan Gandul ini, karena kepala desa masih harus membayar ke PERHUTANI sedangkan pemasukan Watu
Gandul tidak ada sama sekali
Diharapkan tindak lanjut dari pemerintahan Kabupaten Bojonegoro untuk menindaklanjuti Watu
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Gandul ini, karena kepala desa masih harus membayar ke PERHUTANI sedangkan pemasukan Watu
Gandul tidak ada sama sekali
D. Aksesbilitas
Jalan aspal dan paving kondisi banyak berlubang dari jalan utama Gondang
D.2. Penerangan Jalan Tidak ada penerangan jalan, hanya mengandalkan penerangan dari desa yang dilewati
D.3. Ketersediaan Transportasi Sukar dan harus menggunakan kendaraan pribadi karena jauh dari jalan utama Gondang
> 2 jam jika dihitung dari kota Bojonegoro dan rambu menuju lokasi sangat sederhana, disarankan
D.4. Kemudahan Pencapaian
agar berangkat dari Nganjuk karena jarak dan waktu tempuh lebih dekat
Kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten dan kepala desa masih harus membayarkan retribusi
D.5. Kendala/ Permasalahan
2 juta setiap bulannya kepada PERHUTANI
√ Jalan x Listrik √ Parkiran
E. Aspek Penunjang
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber listrik dan Jaringan Sedikit, sebatas untuk desa disekitar bukan di objek Watu Gandul nya
E.3. Tingkat Ekonomi Tidak ada retribusi namun dirawat oleh pokdarwis
Sedikit tersedia, hanya dari pedagang yang lewat namun terbantu oleh kelompok srikandi yang
E.7. Kuliner
menjual olahan pisang rojonongko
E.8. Cindera mata Cukup tersedia, mulai dari kaos, gantungan kunci dan miniatur watu gandul yang dikelola pokdarwis
F. Aspek Pasar
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 200 > Wisatawan lokal < 500
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara 100 > Wisatawan Nusantara < 200, kebanyakan wisatawan dari Nganjuk dan Madiun
F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan lokal saja, dari mulut ke mulut, media masa dan sosial media hanya dari facebook
G.1. Kesejahteraan warga sekitar Tidak ada efek peningkatan kesejahteraan dari objek
G.2. Kesehatan warga sekitar Tidak ada efek peningkatan kesehatan dari objek
G.3. Nilai Edukasi warga Tidak ada efek peningkatan edukasi dari objek
G.4. Tingkat Ekonomi warga Tidak ada efek peningkatan ekonomi dari objek
G.5. Keamanan warga Tidak ada efek peningkatan keamanan dari objek
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Terstruktur dan masyarakat sangat aktif, kelembagaan ini diketuai oleh Kepala Desa Sambongrejo
H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Sangat mendukung, untuk memajukan Desa Sambongrejo
I. Permasalahan
I.1. Permasalahan mendasar Ada dan Cukup Teratasi - Kendala Sedang diselesaikan
I.2. Permasalahan jangka Ada dan Cukup Teratasi - Kendala Sedang diselesaikan
B.1. Daya Tarik Utama Fosil jejak binatang yang diindikasikan sebagai binatang kepiting laut
Karena lokasi objek berada di sungai, maka perlu perlindungan terhadap objek karena terkait dengan
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik
perlebaran sungai yang sedang berjalan.
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Daya tarik objek berasal dari alam, yaitu fosil jejak binatang laut (kepiting)
C.3. Keunikan Fosil jejak binatang yang masih ideal dan diindikasikan sebagai binatang kepiting laut
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Fosil jejak binatang yang masih ideal dan diindikasikan sebagai binatang kepiting laut
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata minat khusus berupa jejak fosil yang panjang dan ideal.
D. Aksesbilitas
Jalan utama menuju objek sudah diaspal. Jalan didalam objek dan objek lainnya berupa jalan tanah.
D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek sangat minim.
Ketresediaan moda transportasi umum hanya sampai jalan utama saja, sedangkan untuk menuju ke
D.3. Ketersediaan Transportasi
objek belum ada moda trasportasi umum.
Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 60 menit. Papan penunjuk ke arah objek belum
D.4. Kemudahan Pencapaian
tersedia, baik dari pusat kota dan jalan utama.
Kendala dan permasalahan yang muncul dilokasi ini adalah karena lokasinya yang berada disungai
D.5. Kendala/ Permasalahan dan sedang berlangsung proyek perlebaran sungai sehingga perlu dilakukan sosialisasi terkait dengan
perlindungan objek.
√ Jalan √ Listrik √ Parkiran
F. Aspek Pasar
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
Pada objek ini belum memiliki pengelola, terkait dengan penjelasan informasi terhadap arti pentingnya
objek yang ada baik terhadap masyarakat sekitar sehingga dapat ikut menjaga. Serta terkait dengan
I.1. Permasalahan mendasar
proyek perlebaran sungai yang jika tidak ditangani dan disosialisasikan dengan baik maka objek akan
rusak.
B.1. Daya Tarik Utama Undak Bengawan Solo Purba berupa Oxbownlake (Danau Tapal Kuda)
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Undak Bengawan Solo Purba berupa Oxbownlake (Danau Tapal Kuda yg Ideal)
D. Aksesbilitas
Jalan Paving Blok lebar 3 meter
E. Aspek Penunjang
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Ada jaringan disekitaran desa
F. Aspek Pasar
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Tidak ada, kecuali yg berkenaan dengan Edukasi
G.1. Kesejahteraan warga sekitar Belum merata, denga adanya penambangan pasir
G.4. Tingkat Ekonomi warga Belum ada dampak dari obyek wisata
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Lokasi masih merupakan kawasan pertambangan milik PT Wira Bumi Sejati.
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Daya tarik objek merupakan hasil buatan (bekas pertambangan)
Dapat berpotensi sebagai tempat berbagai atraksi seni dan budaya (pertunjukan) jika tebing-tebing
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)
batugamping tersebut dapat diukir dan dikelola dengan baik.
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Singkapan batuan beku (andesit) dan metamorf (onyx) yang jarang ditemukan
D. Aksesbilitas
Jalan utama menuju objek sudah diaspal. Jalan didalam objek dan objek lainnya berupa jalan tanah
dan paving blok.
D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek sangat minim.
Karena lokasi nya berada didekat jalan utama Bojonegoro - Babat Lamongan, sehingga untuk moda
D.3. Ketersediaan Transportasi
transportasi umum sudah terssedia.
Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 60 menit. Papan penunjuk ke arah objek belum
D.4. Kemudahan Pencapaian
tersedia, baik dari pusat kota dan jalan utama.
D.5. Kendala/ Permasalahan Permasakahan aksesbilitas ke lokasi tidak ada masalah karena berada di pinggir jalan utama.
E. Aspek Penunjang
E.1. Kebutuhan Air Sudah ada, karena di area lokasi terdapat warung sederhana.
F. Aspek Pasar
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
Pada objek ini belum memiliki pengelola, terkait dengan penjelasan informasi terhadap arti
pentingnya objek yang ada baik terhadap masyarakat sekitar sehingga dapat ikut menjaga. Serta
I.1. Permasalahan mendasar
perlu penanganan terkait dengan pengelolaan dan pengembangan area lokasi. karena masih masuk
didalam area pertambangan PT Wira Bumi Sejati
I.2. Permasalahan jangka panjang Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)
B.1. Daya Tarik Utama Ditemukannya fosil kepiting pada Goa Fosfat
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Jalan kaki menuju ke lokasi Fosfat + 15 menit dari Balai Desa Jono.
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata alam geologi pada Goa Fosfat dan wisata budaya di Desa Wisata Jono
D. Aksesbilitas
Jalan utama menuju objek sudah diaspal. Jalan didalam objek dan objek lainnya berupa jalan tanah.
D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek tidak ada.
D.3. Ketersediaan Transportasi Moda transportasi umum dari pusat kota lokasi tidak ada.
Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 45 menit. Papan penunjuk ke arah objek belum
D.4. Kemudahan Pencapaian
tersedia, baik dari pusat kota dan jalan utama.
D.5. Kendala/ Permasalahan Jalan menuju objek merupakan jalan tanah yang jika pada musim hujan sulit untuk dilewati.
F. Aspek Pasar
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
Pada objek ini merupakan kawasan bekas pertambangan fosfat yang dimungkinkan akan dapat
I.1. Permasalahan mendasar
dilakukan penambangan lagi jika sosialisasi dan perlindungan terhadap kawasan ini tidak dilakukan.
I.2. Permasalahan jangka panjang Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)
Sudah dikembangkan mulai dari pembuatan fasilitas umum seperti toilet, papan informasi, tempat
A.5. Status Pengembangan
sampah, warung maupun penanaman kemiri, kelengkeng dan lain - lain
B.1. Daya Tarik Utama Kolam air Sendang Gong dan Goa Jepang
Terdapat benteng, turbin, rel kereta api dan cerobong asap bekas peninggalan jaman Hindia-
Belanda, serta terdapat struktur patahan disekitar lokasi.
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi
Kolam mata air, Goa Jepang, PERMATA (Perlindungan Mata Air) dengan vegetasi buah-buahan
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
kelengkeng, aktivitas camping setiap minggu, theater sandur
Terdapat mata air yang tidak pernah surut, latihan theater di dalam Goa, terdapat bentukan love di
C.3. Keunikan
tebing Goa Jepang
Tersedia latihan theater sandur setiap minggu dan Live theater dengan akustik di Goa. Panggung
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)
apung di tengah Sendang
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Mata air yang tidak pernah surut, bentuk Goa Jepang yang unik
Tersedia papan informasi namun kondisinya tidak terawat. Wisatawan dapat teredukasi mengenai
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan
sumber mata air, sejarah Sendang gong dan Goa jepang dari POKDARWIS
D. Aksesbilitas
Akses menuju lokasi dari jalan utama sekitar jarak 250m melewati perkampungan dengan jalan
lebar kira-kira 3 m, ketika masuk ke lokasi kondisi jalannya berupa jalan tanah.
D.2. Penerangan Jalan Tersedia penerangan jalan karena lokasi wisata tidak terlalu jauh dari jalan utama
D.3. Ketersediaan Transportasi Tersedia angkutan umum namun untuk menuju ke lokasi wisata bisa ditempuh dengan berjalan kaki
Cukup mudah untuk ditempuh karena tidak terlalu jauh dari jalan utama. waktu tempuh dari kota
D.4. Kemudahan Pencapaian
Bojonegoro ± 40 menit
D.7. Penginapan terdekat objek Penginapan yang memungkinkan adalah di rumah-rumah warga (Homestay)
E. Aspek Penunjang
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Tersedia, namun di lokasinya tidak ada penerangan
E.4. Kondisi Cuaca Cerah dan di lokasi udaranya sejuk karena rindangnya pepohonan
Masih asri
Terdapat warung makan namun tidak buka setiap hari, kemungkinan hanya hari-hari tertentu saat
E.7. Kuliner
ada pertunjukan
E.9. Keamanan Lokasi Cukup aman karena dekat dengan pemukiman warga
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 100 > Wisatawan Nusantara < 200
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Jalan kaki menuju ke lokasi Goa + 15 menit dari Balai Desa Soko.
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Berasal dari alam yaitu goa dan mata air
D. Aksesbilitas
Jalan utama sudah diaspal dan yang menuju kerarah Desa Soko sudah di paving blok. Jalan
didalam objek dan objek lainnya berupa jalan tanah.
Moda transportasi umum dari pusat kota ke jalan utama arah Desa Soko sudah ada, karena
D.3. Ketersediaan Transportasi merupakan jalan utama dari Arah Nganjuk Bojonegoro, sedangkan dari jalan utama sampai ke lokasi
tidak ada moda transportasi umum.
Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 60 menit. Papan penunjuk ke arah objek belum
D.4. Kemudahan Pencapaian
tersedia, baik dari pusat kota dan jalan utama.
Jalan menuju objek merupakan jalan tanah dan tanjakan yang terjal yang kondisi jalannya cukup
D.5. Kendala/ Permasalahan
licin.
√ Jalan √ Listrik √ Parkiran
E. Aspek Penunjang
F. Aspek Pasar
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
Permasalahan yang perlu ditangani adalahh terkait akses jalan ke lokasi dan alat komunikasi yang
I.1. Permasalahan mendasar
sangat minim di sekitar area, serta pelunya sosialisai tentang penjagaan dan perawatan objek.
I.2. Permasalahan jangka panjang Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)
Sudah dikembangkan menjadi Geoheritage Petroleum Wonocolo (Desa Wisata Migas) dan
A.5. Status Pengembangan
diresmikan pada tanggal 27 April 2016
B. Daya Tarik (Utama dan Penunjang, Catatan terkait Daya Tarik)
Lapisan minyak bumi yang dangkal (70-200)m dan diambil secara tradisional menggunakan rig kayu
B.1. Daya Tarik Utama
yang berjumlah sampai ratusan
Rumah Singgah, sumur percontohan dan track wisata
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Merupakan wahana wisata alam terkait minyak dan gas bumi
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.
Berasal dari alam dan Buatan, berupa Rumah Singgah, sumur percontohan, tempat berfoto selfie,
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
Jalur off-road, motor trail dan speda
Kedalaman reservoar berkisar (70-200) meter diatas permukaan laut dan itu merupakan lapisan
C.3. Keunikan yang sangat dangkal penghasil minyak bumi. Dan proses pengambilannya menggunakan rig-rig
kayu yang berjumlah lebih dari 200 sumur.
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata alam terkait minyak dan gas bumi
D. Aksesbilitas
Jalan utama sudah diaspal dan beberapa di paving blok. Jalan didalam objek dan objek lainnya
berupa jalan tanah.
D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek masih minim.
D.3. Ketersediaan Transportasi Moda transportasi umum menuju ke Wonocolo belum tersedia.
Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 45 menit dan + 20 menit dari Kota Cepu. Papan
D.4. Kemudahan Pencapaian
penunjuk dari jalan utama ke arah objek masih minim.
Akses jalan yang masih kurang terawat seperti aspal dan paving blok yang mulai berlubang serta
D.5. Kendala/ Permasalahan
moda transportasi umum yang belum tersedia.
E. Aspek Penunjang
F. Aspek Pasar
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 200 > Wisatawan lokal < 500
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara 100 > Wisatawan Nusantara < 200
G.3. Nilai Edukasi warga Telah dilakukan Penyuluhan dan Terlihat Efek Positif
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Terstruktur dan Masyarakat sekitar berperan aktif
I. Permasalahan
Perbaikan aksesibilitas menuju ke lokasi, pendampingan terhadap masyarakat sekitar agar dapat
I.1. Permasalahan mendasar
ikut menjaga objek.
I.2. Permasalahan jangka panjang Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)
Bentukan antiklin yang ideal dimana pada bagian punggungan antiklinnya terdapat pengambilan
B.1. Daya Tarik Utama
minyak bumi baik secara moderen (pompa angguk) dan tradisional (rig kayu).
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Merupakan wahana wisata alam terkait minyak dan gas bumi
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.
Berasal dari Alam yaitu bentukan antiklin yang ideal, litologi yang dijumpai di permukaan mewakili
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
sistem petroleum, dijumpai pengambilan sumur secara tradisional dan moderen
Bentukan antiklin yang ideal dimana pada bagian punggungan antiklinnya terdapat pengambilan
C.3. Keunikan
minyak bumi baik secara moderen (pompa angguk) dan tradisional (rig kayu).
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata alam terkait minyak dan gas bumi
D. Aksesbilitas
Jalan utama sudah diaspal dan beberapa di paving blok. Jalan didalam objek dan objek lainnya
berupa jalan aspal dan paving blok.
D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek masih minim.
D.3. Ketersediaan Transportasi Moda transportasi umum menuju ke Kawengan belum tersedia.
Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 45 menit dan + 20 menit dari Kota Cepu. Papan
D.4. Kemudahan Pencapaian
penunjuk dari jalan utama ke arah objek masih minim.
Akses jalan yang masih kurang terawat seperti aspal dan paving blok yang mulai berlubang serta
D.5. Kendala/ Permasalahan
moda transportasi umum yang belum tersedia.
√ Jalan √ Listrik x Parkiran
E. Aspek Penunjang
F. Aspek Pasar
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
Perbaikan aksesibilitas menuju ke lokasi, pendampingan terhadap masyarakat sekitar agar dapat
I.1. Permasalahan mendasar ikut menjaga objek. Perlu dilakukan pembicaraan terkait objek berada di wilayah kerja pertambangan
PT Geo Cepu Indonesia.
I.2. Permasalahan jangka panjang Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Di Lokasi Kahyangan api terdapat aula yang sering digunakan untuk pentas kesenian
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Ruang terbuka luas berupa hutan jati milik Perhutani
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Berjalan diatas api abadi sebagai terapi kesehatan
C.3. Keunikan Api yang dihasilkan oleh gas alam akibat proses geologi
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Terdapat aula untuk pertunjukan seni dan juru kunci yang siap untuk mendampingi setiap saat
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Kahyangan api merupakan fenomena api abadi satu-satunya di pulau jawa
D. Aksesbilitas
Jalan utama berupa jalan aspal
D.5. Kendala/ Permasalahan Jalan menuju lokasi masih ada yang rusak
D.7. Penginapan terdekat objek Penginapan yang memungkinkan adalah di rumah-rumah warga (Homestay)
E. Aspek Penunjang
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Jaringan listrik telah masuk ke obyek
E.3. Tingkat Ekonomi Tingkat ekonomi sangat baik dilihat dari pembangunan yang berkelanjutan
⁰
Pada saat survey malam hari cuaca berawan pada saat survey siang hari cuaca cerah berawan,
E.4. Kondisi Cuaca
suhu rata-rata 28 - 30 C, Kecepatan angin 4km/jam
Bentang alam disekitar objek adalah hutan jati milik perhutani
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Masyarakat sekitar, Pemerintah Daerah & Perhutani
H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Menjaga kondisi dan keamanan lokasi
I. Permasalahan
I.2. Permasalahan jangka panjang Status lahan dalam hubungannya dengan Perhutani
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Karena lokasi berada disungai maka akan terlihat bagus objeknya jika tidak kondisi hujan.
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Masih tersedia ruang terbuka disekitar kawasan.
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Daya tarik objek berasal dari alam, yaitu rembesan minyak bumi dipermukaan
C.3. Keunikan Batuan reservoar yang tersingkap dipermukaan dan dijumpai rembesan minyak bumi (oil seepage).
D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus. Penerangan disekitar objek sangat minim.
Ketresediaan moda transportasi umum hanya sampai jalan utama saja, sedangkan untuk menuju
D.3. Ketersediaan Transportasi
ke objek belum ada moda trasportasi umum.
Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 45 menit. Papan penunjuk ke arah objek belum
D.4. Kemudahan Pencapaian
tersedia, baik dari pusat kota dan jalan utama
D.5. Kendala/ Permasalahan Kendala akses jalan kelokasi yang perlu diperlebar dan papan penujuk kerah lokasi yang tidak ada.
E. Aspek Penunjang
F. Aspek Pasar
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
Pada objek ini belum memiliki pengelola, terkait dengan penjelasan informasi terhadap arti
I.1. Permasalahan mendasar
pentingnya objek yang ada baik terhadap masyarakat sekitar sehingga dapat ikut menjaga..
I.2. Permasalahan jangka panjang Kerusakan lingkungan (kerusakan objek dan kebersihan)
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia Ruang Terbuka dan Terawat
Makam ini tidak pernah sepi dari peziarah dari berbagai daerah terutama
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) pada tahun baru Islam atau 1 Suro, ada haul yang rutin dilaksanakan masyarakat sekitar. Wali Kidangan memiliki nilai
atraksi Budaya didasarkan undang 0 undang No. 10 tahun 2009
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Masih terbatas pada lokasi makam
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Makam walikidangan memiliki makam yang tersusun batu yang sangat rapih sejak dulu
D. Aksesbilitas
Jalan paving menuju obyek wisata wali kidangan, untuk menuju obyek wisata di sekitar seperti Penangkaran Rusa Jawa
dan Wisata edukasi Gerabah memiliki jalan aspal yang baik
D.2. Penerangan Jalan Tidak Ada Penerangan Jalan ( hanya ada dari rumah warga)
D.5. Kendala/ Permasalahan Lokasi pemakaman sangat jauh dari jalan utama hanya bisa di tempuh dengan kendaraan pribadi
x Fasilitas Disabilitas
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber listrik dan Jaringan Memadai
E.4. Kondisi Cuaca Kondisi cuaca obyek makam Wali Kidangan sejuk karena lokasi banyak ditumbuhi oleh pepohonan
Sangat Asri/ Rindang banyak sekali tumbuhi oleh pepohonan jenis jati dan yang lain di lokasi Obyek
E.9. Keamanan Lokasi Terjaga oleh warga dan pengurus pemakaman ( 1 x 12 Jam)
F. Aspek Pasar
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 100 sampai 200 Wisatawan lokal mengunjungin obyek wisata ini
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara Masih minim dikarenakan belum dikenal oleh wisatawan Nusantara di luar kota Bojonegoro
F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Masih Wisatawan Lokal yang mempercayai dan mengetahui tengtang makam tersebut
G.2. Kesehatan warga sekitar Sehat - yang teridentifikasi sakit < 10 % jumlah warga
G.3. Nilai Edukasi warga Telah dilakukan Penyuluhan dan Terlihat Efek Positif
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Terstruktur dan Masyarakat sekitar berperan aktif
I. Permasalahan
A.5. Status Pengembangan Jalan utama sedang diperbaiki, dan objek wisata belum ada pengembangan tapi cukup terawat
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia cukup ruang terbuka tapi tidak terawat
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) 1 daya tarik (sebuah petilasan)
C.3. Keunikan Religi, diakui warga sekitar sebagai jejak dari Angling Dharma
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Religi, diakui warga sekitar sebagai jejak dari Angling Dharma
D. Aksesbilitas
Jalan tanah berada di pematang sawah
x Fasilitas Disabilitas
E. Aspek Penunjang
E.1. Kebutuhan Air Sangat melimpah, karena termasuk jalur irigasi sawah
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber listrik dan jaringan listrik tidak ada
F. Aspek Pasar
F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Tidak ada pemasaran objek hanya diketahui warga setempat
G.1. Kesejahteraan warga sekitar Tidak ada efek peningkatan kesejahteraan dari objek
G.2. Kesehatan warga sekitar Tidak ada efek peningkatan kesehatan dari objek
G.3. Nilai Edukasi warga Tidak ada efek peningkatan edukasi dari objek
G.4. Tingkat Ekonomi warga Tidak ada efek peningkatan ekonomi dari objek
G.5. Keamanan warga Tidak ada efek peningkatan kemanan dari objek
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
I.2. Permasalahan jangka Pertemuan antara budaya yang dibawa wisatawan dengan warga.
B.1. Daya Tarik Utama Kawasan masjid dengan arsitektur yang unik serta fasilitas pendukung yang lengkap
Terdapat ruangan pertemuan yang berada dibawah masjid, serta adanya homestay yang lengkap dan parkiran luas
serta adanya tim keamanan
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Sudah ada pada event tertentu
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Sudah ada pada event tertentu
D. Aksesbilitas
Sangat baik
D.4. Kemudahan Pencapaian 20 menit dari pusat kota Bojonegoro kearah selatan
√ Fasilitas Disabilitas
F. Aspek Pasar
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini sudah cukup berkembang dengan indikator banyaknya kegiatan yg diselenggarakan
H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek supaya lebih bisa memberikan manfaat untuk warga sekitar
I. Permasalahan
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Memiliki atraksi Barongsai yang harus dilestarikan dan regenerasi pemain Barongsai
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Daya tarik relatif bagus karena banyak pengunjung ingin mengetahui sejarah terbentuknya Klenteng
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Atraksi Barongsai pada hari-hari besar China, Imlek, dan acara-acara besar di Bojonegoro
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Klenteng Hok Swie Bio merupakan satu-satunya Klenteng terbesar di Bojonegoro
D. Aksesbilitas
Jalan menuju ke Klenteng Hok Swie Bio aspal bagus
D.4. Kemudahan Pencapaian Waktu yang ditempuh ke Klenteng Hok Swie Bio setengah jam dari kota Bojonegoro
x Fasilitas Disabilitas
E. Aspek Penunjang
E.1. Kebutuhan Air Kebutuhan air bersih di Klenteng Hok Swie Bio sudah terpenuhi
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber listrik dari PLN
E.6. Kebersihan Klenteng mempunyai petugas kebersihan yang memebersihkan lingkungan Klenteng setiap hari
E.7. Kuliner
F. Aspek Pasar
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal lebih dari 100 orang per bulan
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara lebih dari 100 orang per bulan
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Dikelola oleh yayasan Harapan Sinar Bahagia
I. Permasalahan
B.1. Daya Tarik Utama Merupakan salah satu makam tokoh pendiri Bojonegoro
B.2. Daya Tarik Pendukung Ramai dikunjungi pada Hari Jadi Bojonegoro
Lokasinya yang berada pada gang sempit
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Sedikit memiliki ruang terbuka
C.3. Keunikan
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata religi dan ziarah tokoh pendiri Bojonegoro
D. Aksesbilitas
Dari jalan Agus Salim, masuk Gang yang memiliki lebar +1.5 meter, dengan jalan cor semen.
D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus
D.3. Ketersediaan Transportasi Moda transportasi umum sudah tersedia karena berada dipusat Kota
D.4. Kemudahan Pencapaian Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 5 menit
D.5. Kendala / Permasalahan Jalan meuju kelokasi merupakan Jalan Gang sempit yang mempunyai lebar +1.5 meter.
E. Aspek Penunjang
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
I.1. Permasalahan mendasar Perlu dilakukan pelebaran jalan menuju ke akses makam
Perlu dilakukan kajian secara ilmiah mengenahi keberadaan dari Eyang Bugandung didalam membangun
I.2. Permasalahan jangka
Bojonegoro.
A. Informasi Umum
B.1. Daya Tarik Utama Merupakan salah satu makam tokoh Buoati Bojonegoro
B.2. Daya Tarik Pendukung Ramai dikunjungi pada Hari Jadi Bojonegoro
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Lokasinya berada di Kota Bojonegoro sehingga mudah dikunjungi
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik) Setiap tahun baru Islam dilakukan kirab pusaka
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Berpotensi sebagai wisata budaya berupa kirab pusaka Ki Anding Sari yang dilakukan setiap Tahun Baru Islam
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Merupakan wahana wisata religi dan ziarah tokoh pendiri Bojonegoro
D. Aksesbilitas
Lokasi berada dipinggir Jalan Letda Suraji, dengan kondisi jalan yang baik
D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan utama menuju objek sudah bagus
D.3. Ketersediaan Transportasi Moda transportasi umum sudah tersedia karena berada dipusat Kota
D.4. Kemudahan Pencapaian Objek dapat ditempuh dari Kota Bojonegoro + 15 menit
E. Aspek Penunjang
F. Aspek Pasar
H. Kelembagaan
I. Permasalahan
I.1. Permasalahan mendasar Perlu diberikan rambu pnenunjuk menuju ke akses makam
B.1. Daya Tarik Utama Wisata air, kolam renang, wahana bermain air anak-anak
C.3. Keunikan Wisata bermain air buatan meluputi Sliding Pool 3 Lantai, Gazebo Park, Playground dan Double Pool
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Wisata air buatan berupa kolam renang dan wahana bermain air anak-anak
D. Aksesbilitas
Jalan aspal dengan kondisi baik
D.3. Ketersediaan Transportasi Terdapat transportasi umum (Bus) tetapi jumlahnya masih sangat sedikit
E. Aspek Penunjang
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Sumber listrik dan Jaringan Sangat Memadai
E.8. Cindera mata Cukup Tersedia (Kios batik berada di depan wahana rekreasi)
F. Aspek Pasar
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 500 > Wisatawan Lokal < 1000
G.1. Kesejahteraan warga sekitar Meningkat (Banyak toko/warung untuk seperti persewaan baju renang dan kuliner)
G.2. Kesehatan warga sekitar Sehat - yang teridentifikasi sakit < 10 % jumlah warga
G.3. Nilai Edukasi warga Telah dilakukan Penyuluhan dan Terlihat Efek Positif
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Terstruktur dan Masyarakat sekitar pasif
I. Permasalahan
I.1. Permasalahan mendasar Ada dan Cukup Teratasi - Kendala Sedang diselesaikan
I.2. Permasalahan jangka panjang Ada dan Cukup Teratasi - Kendala Sedang diselesaikan
B.1. Daya Tarik Utama Lokasi tepi sungai dan aliran air
Tempat rehat di tepi sungai
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Tempat ini dekat dengan Agrowisata Belimbing Ngringinrejo
Beberapa kota sudah memanfaatkan bendungan sebagai wisata, dari segi keunikan dapat dikatakan
C.3. Keunikan
belum ada
D. Aksesbilitas
Jalan berupa aspal dan paving
D.3. Ketersediaan Transportasi Ketersediaan transportasi berupa kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil
D.4. Kemudahan Pencapaian Relatif mudah namum belum ada rambu penunjuk alam
D.5. Kendala/ Permasalahan Jalan aspal masih ada yang rusak, Jalan paving masih perlu diperbaiki
E. Aspek Penunjang
E.1. Kebutuhan Air Kebutuhan air bersih dan air minum tersedia
E.3. Tingkat Ekonomi Perekonomian objek telah baik karena langsung ditangani pemerintah dalam pemberdayaannya
⁰
Cuaca pada saat tinjauan ke lokasi cerah berawan dengan perkiraan kecepatan angin 5km/jam dan
E.4. Kondisi Cuaca
suhu 38 C
Berupa lahan tepi sungai yang dimanfaatkan untuk perikanan dan menanam tanaman pakan ternak.
E.8. Cindera mata Biasanya pengunjung ke Bendungan Gerak setelah membawa Buah Belimbing dari Ngringinrejo
E.9. Keamanan Lokasi Keamanan lokasi diserahkan kepada pihak yang berwenang
F. Aspek Pasar
G.3. Nilai Edukasi warga Warga belajar tentang pemanfaatan sumber daya air
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Pengelolaan dilakukan oleh warga dan dibantu oleh pemerintah daerah
Terdapat aktivitas warga setiap hari. Selain itu masyarakat terbantu dengan adanya bendungan
H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek
karena mengurangi dampak banjir
I. Permasalahan
I.1. Permasalahan mendasar Komunikasi dengan warga sekitar dan pihak terkait
I.2. Permasalahan jangka panjang Kebersihan disekitar bendungan ketika banyak orang datang
B.1. Daya Tarik Utama Bentang Alam, Waduk, dan bangunan bersejarah peninggaalan Belanda.
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia ruang terbuka hijau di sekitar lokasi.
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Pertunjukan dilakukan setiap akhir tahun. Terdapat wahana permainan anak.
D. Aksesbilitas
Akses Jalan menuju Waduk pacal telah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat (milik
pribadi). Melewati jalan propinsi Bojonegoro - Nganjuk.
D.3. Ketersediaan Transportasi Belum Tersedia. Hanya dilalui kendaraan milik pribadi, roda dua dan roda empat.
Waktu tempuh 1 - 1½ jam dari kotaBojonegoro, Rambu penunjuk arah tidak terlalu jelas. Hanya
D.4. Kemudahan Pencapaian
dibeberapa tempat.
D.5. Kendala/ Permasalahan Tidak tersedia jalur bus umum untuk ke lokasi, Promosi, Fasilitas Disabilitas.
E. Aspek Penunjang
E.3. Tingkat Ekonomi Fasilitas objek wisata cukup tersedia dan Fasilitas Terawat.
E.4. Kondisi Cuaca Sejuk, Objek wisata berada di sekitar hutan konservasi milik perhutani.
Asri, dikelilingi hutan konservasi.
E.7. Kuliner Cukup Tersedia. Terdapat penjaja makanan didalam lokasi objek.
F. Aspek Pasar
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal 200 > Wisatawan Lokal < 500 per bulan
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara < 100 Wisatawan Nusantara per bulan
G.1. Kesejahteraan warga sekitar Sebagian warga yang terdampak. Para penjaja makanan dan pokdarwis.
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Pokdarwis, Dinas Perairan, Dinas Pariwisata.
I. Permasalahan
I.2. Permasalahan jangka panjang Kurangnya promosi dapat mengurangi minat wisatawan lokal, nusantara untuk berkunjung.
[Link]. Go Fun
GO FUN KETERANGAN
A. Informasi Umum
A.5. Status Pengembangan Sedang mengembangkan waterboom yang akan dibuka akhir Juni 2017
B.1. Daya Tarik Utama Berupa wahana permainan anak dan wahana permainan dewasa
Objek wahan didukung oleh beberapa fasilitas seperti tempat makan dan supermarket yang menjual
merchandise Go Fun
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia ruang terbuka dan sangat terawat
> 4 Daya tarik (Wahana untuk anak, wahana untuk dewasa, wisata malam, panggung pertunjukan,
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
supermarket)
C.3. Keunikan Unik, karena terdapat wahana wisata yang modern seperti di kota-kota besar
Beragam pertunjukan setiap minggunya dan Fasilitas Tersedia Sangat Terawat yang ditunjang
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan)
dengan beberapa petugas dari Go Fun
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Langka, karena terdapat wahana wisata yang modern seperti di kota-kota besar
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan Tersedia banyak wahana dan papan informasi sangat lengkap
D.1. Kualitas Jalan Jalan Aspal kondisi sangat baik, karena terletak dipusat kota
D.2. Penerangan Jalan Penerangan ada dan terang, karena Go Fun ini ditujukan sebagai wisata malam hari
Sangat mudah dan banyak dilewati angkutan umum, karena objek wisata ini sangat strategis di
D.3. Ketersediaan Transportasi
seberang terminal Bojonegoro dan terletak di pusat kota serta di jalan Bojonegoro - Lamongan
< 1/2 jam dari kota Bojonegoro dan papan penunjuk arah dapat ditemui di jalan-jalan utama mulai dari
D.4. Kemudahan Pencapaian
jalan Cepu - Bojonegoro dan Bojonegoro - Lamongan
D.7. Penginapan terdekat objek Penginapan sangat banyak karena objek wisata berada di pusat kota Bojonegoro
E. Aspek Penunjang
Sangat bersih yang didukung oleh petugas kebersihan mulai dari pintu masuk, tempat parkir, wahana
E.6. Kebersihan
dan toilet
E.7. Kuliner Cukup tersedia, banyak pilihan kuliner tapi tidak banyak yang buka
E.9. Keamanan Lokasi Sangat terjaga (1 x 24 jam) karena dijaga oleh petugas keamanan Go Fun
Sangat memadai dan fasilitas sangat terawat, mulai dari pos keamanan dan kelengkapan keamanan
E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi
saat berjaga di siang hari maupun malam hari
F. Aspek Pasar
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal > 1000 Wisatawan Lokal, terutama datang pada weekend
> 1000 Wisatawan Nusantara, wisatawan mayoritas datang dari Lamongan, Cepu, Tuban dan
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara
Nganjuk
F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara < 100 Wisatawan Mancanegara
Pemasaran melalui promosi di radio, medial sosial, media masa dan web pribadi yang bisa diakses
F.4. Skala Jangkauan Pemasaran
hingga mancanegara
G. Interaksi terhadap warga
G.1. Kesejahteraan warga sekitar Tidak ada efek peningkatan kesejahteraan dari objek
G.2. Kesehatan warga sekitar Tidak ada efek peningkatan kesehatan dari objek
G.3. Nilai Edukasi warga Tidak ada efek peningkatan edukasi dari objek
G.4. Tingkat Ekonomi warga Tidak ada efek peningkatan ekonomi dari objek
G.5. Keamanan warga Tidak ada efek peningkatan keamanan dari objek
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Terstruktur dan Masyarakat sekitar pasif, karena kelembagaan bersifat internal dari pemilik saja
H.2. Ketersediaan struktur lembaga pengelola Cukup jelas, namun tidak transparan
H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Cukup mendukung namun belum ada timbal balik ke masyarakat sekitar
I. Permasalahan
B.1. Daya Tarik Utama Lokasi tepi sungai dan aliran air
Pernah ada wisata perahu
D. Aksesbilitas
Jalan berupa aspal dan paving
D.3. Ketersediaan Transportasi Ketersediaan transportasi berupa kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil
D.4. Kemudahan Pencapaian Relatif sulit, karena belum ada rambu, jarak dan kondisi jalan yang rusak
D.5. Kendala/ Permasalahan Jalan aspal masih ada yang rusak, Jalan paving masih perlu diperbaiki
E.1. Kebutuhan Air Kebutuhan air bersih dan air minum tersedia
F. Aspek Pasar
G.3. Nilai Edukasi warga Warga belajar tentang pemanfaatan sumber daya air
H. Kelembagaan
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini Pengelolaan dilakukan oleh warga dan dibantu oleh pemerintah daerah
H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Warga memanfaatkan air di bendungan klepek untuk kegiatan sehari-hari
I. Permasalahan
I.1. Permasalahan mendasar Komunikasi dengan warga sekitar dan pihak terkait
I.2. Permasalahan jangka panjang Kebersihan disekitar bendungan ketika banyak orang datang
B.1. Daya Tarik Utama Waduk yang dapat dikembangkan sebagai wisata air serta dikelilingi pohon rindang di sekililingnya
Pemandangan areal persawahan yang luas
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik Diperlukan penghijauan secara lebih intens agar lebih hijau dan teduh
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Ruang terbuka alami terdiri dari areal persawahan yang luas
Belum ditemukan atraksi/variasi daya tarik yang spesial, namun dapat dikembangkan atraksi air
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
seperti balap kano dll
Waduk pedang adalah waduk tadah air hujan yang bukan berasal dari membendung sungai besar
C.3. Keunikan
seperti waduk biasanya
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Sementara belum tersedia
C.5. Nilai Kelangkaan *diisi diketerangan Waduk ini sering ditemui di wilayah lain sehingga tidak dapat dikatakan sebagai sesuatu yang langka
Wisatawan akan diberikan pengetahuan tentang sumber daya air, pengolahan dan pemanfaatannya
C.6. Nilai Edukasi Wisatawan
bagi kebutuhan hidup manusia
D. Aksesbilitas
Kualitas jalan menuju ke waduk pedang masih sangat perlu diperbaiki, Jalan terdiri dari jalan beton,
jalan aspal dan jalan paving
D.2. Penerangan Jalan Penerangan jalan masih minim. Lampu-lampu jalan terbatas pada tiang listrik.
Angkutan umum belum mencapai lokasi. Tranportasi yang dapat digunakan adalah sepeda motor dan
D.3. Ketersediaan Transportasi
mobil
Membutuhkan waktu yang lama untuk mecapai lokasi, dari kota bojonegoro diperlukan lebih dari 45
D.4. Kemudahan Pencapaian
menit. Belum terdapat rambu penunjuk jalan
Belum adanya kepengurusan resmi terkait waduk akan menyulitkan koordinasi jika dilakukan
D.5. Kendala/ Permasalahan
pengembangan
√ Jalan √ Listrik √ Parkiran
E. Aspek Penunjang
Kebutuhan air bersih di sekitar waduk menggunakan akses air dari PDAM. Untuk kebutuhan air
E.1. Kebutuhan Air
minum warga sekitar menggunakan air isi ulang
E.2. Sumber kelistrikan & Jaringan Listrik Listrik dari PLN sudah masuk ke pemukiman warga di sekitar waduk
Dengan mata pencaharian utama petani atau buruh tani kemungkinan besar tingkat ekonominya
E.3. Tingkat Ekonomi
adalah menengah
⁰ ke bawah
Cuaca pada saat tinjauan ke lokasi cerah berawan dengan perkiraan kecepatan angin 5km/jam dan
E.4. Kondisi Cuaca
suhu 38 C
Bentang alam lokasi Waduk Pedang adalah areal persawahan yang sangat luas, terdapat aliran
sungai kecil yang menghubungkan waduk dengan areal persawahan warga. Dominasi tanaman
adalah tanaman padi dan palawija. Terdapat juga sedikit kebun yang ditanami tanaman buah.
E.6. Kebersihan Terdapat banyak sampah plastik di dalam waduk dan sekitar waduk
Keamanan lokasi diserahkan kepada warga, penjagaan hanya dilakukan dari siang - sore terkait
E.9. Keamanan Lokasi
dengan pendistribusian air waduk ke areal persawahan
Berupa bangunan non permanen di tepi waduk yang difungsikan sekaligus sebagai warung pada
E.10. Fasilitas Pengamanan Lokasi
siang hari
G.3. Nilai Edukasi warga Menjaga sumber daya air dan kebersihan sumber air serta lingkungan
Dengan mata pencaharian utama petani atau buruh tani kemungkinan besar tingkat ekonominya
G.4. Tingkat Ekonomi warga
adalah menengah ke bawah
G.5. Keamanan warga Adanya waduk ini tidak membahayakan bagi warga
H. Kelembagaan
Belum ada kelembagaan resmi secara formal yang mengurus waduk ini dari segi wisata.
H.1. Pengelolaan Obyek saat ini
Kepengurusan terkait dengan kehidupan pertanian seperti buka-tutup pintu air dan pembagian air
H.3. Aspirasi masyarakat sekitar Obyek Aspirasi warga sangat besar karena warga bergantung pada waduk ini untuk kepentingan pertanian
I. Permasalahan
I.1. Permasalahan mendasar Kepengurusan, Akses jalan, fasilitas penerangan dan ketersediaan air di musim kemarau
Kepentingan pariwisata dan kepentingan pertanian yang dapat menimbulkan masalah terkait dengan
I.2. Permasalahan jangka panjang
ketersediaan air di musim kemarau
B.1. Daya Tarik Utama Taman Terbuka Hijau dan Pusat kegiatan masyarakat
Prasasti Batu Semar dan Sarana bermain anak.
Batu besar berukuran panjang kurang lebih 4 meter, lebar 4meter, dan tinggi 3 meter dengan berat
B.3. Catatan Terkait Daya Tarik ukuran lebih 80 ton yang disebut Batu Semar. Merupakan prasasti dan simbol " Tekad untuk Terus
Berkarya".
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia ruang terbuka hijau.
D. Aksesbilitas
Berada di pusat kota, jalan utama menuju Alun - Alun telah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda
dua dan empat.
D.4. Kemudahan Pencapaian Waktu tempuh tidak terlalu bermasalah dikarenakan di pusat kota dan rambu penunjuk arah jelas.
D.5. Kendala/ Permasalahan Kebersihan dari para pengunjung baik warga setempat maupun wisatawan lokal.
E. Aspek Penunjang
E.3. Tingkat Ekonomi Fasilitas objek wisata tersedia dan layak digunakan.
E.4. Kondisi Cuaca Sejuk, dikelilingi oleh pepohonan yang mengelilingi kompleks Alun - alun.
Sangat Asri.
E.7. Kuliner Tersedia kuliner yang dijajakan oleh pedagang keliling,warung dan rumah makan disekitar Alun - Alun.
E.9. Keamanan Lokasi Terdapat Pos Polisi 1x24 jam guna menerima laporan dari masyarakat.
F. Aspek Pasar
F.1. Besarnya Jumlah Wisatawan Lokal > 1000 Wisatawan lokal per Bulan
F.2. Besarnya Jumlah Wisatawan Nusantara 200 > Wisatawan Nusantara > 500 per Bulan
F.3. Besarnya Jumlah Wisatawan Mancanegara < 100 Wisatawan Mancanegara per Bulan
F.4. Skala Jangkauan Pemasaran Wisatawan Lokal, Wisatawan Nusantara dan Wisatawan Mancanegara
G.1. Kesejahteraan warga sekitar Kesejahteraan warga terdampak karena adanya kegiatan ekonomi.
Terdapat kegiatan festival kebudayaan dan kesenian yang diselenggarakan oleh dinas terkait yang
G.3. Nilai Edukasi warga
mengajak partisipasi masyakat setempat.
G.4. Tingkat Ekonomi warga Adanya objek Wisata meningkatkan pendapatan masyakat sekitar.
I. Permasalahan
I.2. Permasalahan jangka panjang Kenyamanan ruang terbuka hijau yang harus dijaga dan dirawat.
A.5. Status Pengembangan Sedang mengembangkan waterboom yang akan dibuka akhir Juni 2017
C.1. Ketersediaan Ruang Terbuka yang Alami Tersedia Ruang Terbuka dan Sangat Terawat
> 4 Daya tarik (Kolam renang, wahana bermain, wahana outdoor, pemancingan, lapangan futsal dan
C.2. Nilai Atraksi (Variasi Daya Tarik)
rumah makan)
C.4. Tingkat Ketersediaan Atraksi (Seni/ Pertunjukan) Ada pertunjukan dan fasilitas tersedia sangat terawat
D. Aksesbilitas
Berada di jalan utama dan sudah aspal