Evaluasi K3 di SMK Negeri 1 Sedayu
Evaluasi K3 di SMK Negeri 1 Sedayu
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) di bengkel praktik SMK Negeri 1 Sedayu dengan model Countenance Stake, (2) faktor-faktor yang
mempengaruhi dalam penerapan sistem manajemen K3 di bengkel praktik SMK Negeri 1 Sedayu. Penelitian ini
termasuk jenis penelitian evaluasi dengan menggunakan model countenance stake yang terdiri dari tiga tahapan
evaluasi yaitu antecedents, transaction, dan output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan sistem
manajemen K3 di bengkel praktik SMK Negeri 1 Sedayu dengan model Countenance Stake: a) Antecedents -
berada pada kategori baik; b) Transaction - berada pada kategori baik; c) Output- di SMK Negeri 1 Sedayu telah
terbentuk sistem keselamatan dan kesehatan kerja pada setiap bengkel praktik; (2) faktor pendukung adalah
komitmen dan kebijakan K3, dan pembinaan/pelatihan K3; faktor penghambat adalah kendala dalam penyediaan
APD dan belum adanya personal/organisasi khusus yang mempunyai tanggung jawab, wewenang dan kewajiban
yang jelas dalam penanganan K3.
Abstract
The purposes of this research are to find out: (1) the implementation of occupational health and safety
(OHS) management system in workshops of SMK Negeri 1 Sedayu according to Countenance Stake Model, (2) the
factors that affect the implementation of OHS management system in workshops of SMK Negeri 1 Sedayu. This
research is evaluation research which consists of three evaluation stages: the antecedents, transactions, and an
output. The results of this research are: (1) the implementation of OHS management system in workshops of SMK
Negeri 1 Sedayu according to Countenance Stake Model obtained: a) Antecedents-OHS implementation was
classified good; b) Transaction-OHS implementation was classified good; c) Output-SMK Negeri 1 Sedayu has
established OHS system in each workshops; (2) supporting factors are the commitment and policy of OHS, and
coaching/training of OHS; obstacle factors are the constraints in personal protective equipments (PPE) supply and
in availability of personal/special authority managing the OHS.
63.64
52.38
dalam penelitian ini menggunakan model analisis 46.03
50 36.36
interaktif yang memiliki 3 komponen yaitu:
reduksi data, penyajian data, dan penarikan
0 0.53 0 1.06
kesimpulan. Sedangkan Analisis data kuantiatif 0
menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Sangat Baik Baik Tidak Baik
Sangat Tidak Baik
Guru Kategori
Analisis data dilakukan dengan tahap penyekoran
jawaban, penjumlahan skor total masing-masing Gambar 1. Diagram Indikator Komitmen
indikator dan pengelompokan skor yang didapat. dan Kebijakan K3
Kemudian dicari besarnya skor rata-rata (Mean), Berdasarkan Gambar 1 dapat dilihat untuk
Median (Me), Modus (Mo), simpangan baku atau indikator komitmen dan kebijakan K3 dari
standar deviasi (SD).. Tabel kategori penskoran kuesioner untuk guru berada pada kategori sangat
adalah seperti pada Tabel 1 berikut. baik dengan memperoleh persentase sebesar
63,64%, sedangkan kuesioner untuk siswa berada
pada kategori baik dengan persentase sebesar
52,38%. sekolah.
Persentase (%)
100
54.55
80 60 45.45
Persentase (%)
42.33
60 45.45 40 28.04 24.87
41.8
40 32.28 36.36 20
18.18
23.81 4.76
0 0
20 0
0 2.12
0 Sangat Baik Tidak Baik Sangat
Sangat Baik Tidak Baik Sangat Baik Kategori Tidak Baik
Baik Tidak Baik Guru
Kategori
Guru Siswa Gambar 4. Diagram Indikator Penyediaan
Gambar 2. Diagram Indikator Organisasi di APD
Bidang K3
Berdasarkan Gambar 2 dapat dilihat untuk Berdasarkan Gambar 4 dapat dilihat untuk
indikator organisasi yang bertanggung jawab di indikator penyediaan APD dari kuesioner untuk
bidang K3 dari kuesioner untuk guru berada pada guru berada pada kategori baik dengan
kategori tidak baik dengan memperoleh memperoleh persentase sebesar 54,55%,
persentase sebesar 45,45%, sedangkan kuesioner sedangkan kuesioner untuk siswa berada pada
untuk siswa berada pada kategori baik dengan kategori baik dengan persentase sebesar 42,33%.
persentase sebesar 41,80%.
5) Standar Operasional Prosedur (SOP)
3) Penyuluhan/Sosialisasi/Promosi K3
Penyuluhan/Sosialisasi K3 SOP
100
100
80
Persentase (%)
80
Persentase (%)
63.64 54.55
60 51.32
60 36.36 35.98
35.45 40
40 27.27 29.1 31.75
20 12.7
9.09
20 9.09 0 0
0 3.7 0
0
Sangat Baik Tidak Baik Sangat
Sangat Baik Tidak Baik Sangat Baik Tidak Baik
Kategori
Baik Kategori Tidak Baik Guru
Guru Siswa
Persentase (%)
100
60 51.32
80 63.64
Persentase (%)
62.96
40 30.16
60 17.99 18.18
36.36 20 9.09
40 22.22 0 0.53
14.29 0
20
0 0 0.53 Sangat Baik Tidak Baik Sangat
0 Baik Tidak Baik
Kategori
Sangat Baik Tidak Baik Sangat Guru
Baik Tidak Baik Gambar 8. Diagram Indikator Identifikasi Bahaya
Kategori
Guru
Berdasarkan Gambar 8 dapat dilihat untuk
indikator identifikasi bahaya dari kuesioner untuk
Gambar 6. Diagram Indikator Rambu dan
guru berada pada kategori baik dengan
Perangkat Pendukung K3
memperoleh persentase sebesar 72,73%,
Berdasarkan Gambar 6 dapat dilihat untuk
sedangkan kuesioner untuk siswa berada pada
indikator rambu-rambu dan perangkat pendukung
kategori baik dengan persentase sebesar 51,32%.
K3 dari kuesioner untuk guru berada pada
3) Resiko
kategori sangat baik dengan memperoleh
persentase sebesar 63,64%, sedangkan kuesioner Resiko
100
untuk siswa berada pada kategori baik dengan
Persentase (%)
63.64
persentase sebesar 62,96%.
44.97
50
23.81 27.27 29.63
b. Transactions (Proses) 9.09
0 1.59
1) Motivasi dan Kesadaran Terhadap K3 0
Sangat Baik Baik Tidak Baik
Sangat Tidak Baik
Motivasi dan Kesadaran Kategori
terhadap K3 Guru
100 Gambar 9. Diagram Indikator Resiko
Berdasarkan Gambar 9 dapat dilihat untuk
Persentase (%)