MATERI I
MATERI PESANTREN KILAT
SEPUTAR PUASA RAMADHAN
1. Pengertian
Secara Bahasa, Puasa yaitu mencegah atau menahan, yang kemudian bisa kita jabarkan
bahwa puasa adalah menahan diri dari makan dan minum mulai dari terbitnya fajar hingga
terbenamnya matahari. Namun hakikatnya puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tapi
juga menahan hawa nafsu seperti: menahan amarah, menahan perilaku yang buruk seperti
halnya nakal kepada teman, berbohong, dan perbuatan buruk lainnya.
Hukum menjalankan puasa di bulan Ramadhan adalah Wajib.
2. Niat Berpuasa dan do’a berbuka puasa
َ َ
لِل ت َعال
َ َّ
ِ ِ السن ِة هذ ِه
َ ََ ْ َ
ِ ض شه ِر رمض ِان رْ َن َو ْي ُت َص ْو َم َغ ٍد َع ْن َأ َد ِاء َف
ِ
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini,
karena Allah Ta’ala”.
Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan wajib hukumnya untuk Berniat, apabila
tidak membaca niat maka puasanya tidak sah. Kemudian, dalam melafalkan niat puasa tidak
harus menggunakan Bahasa Arab, jika memang tidak bisa, maka boleh menggunakan Bahasa
sendiri baik itu Bahasa jawa atau Indonesia, yang penting makna dan niatnya tetap merujuk pada
puasa ramadhan.
Waktu untuk melafalkan niat yang sudah lazim kita lakoni adalah setelah shalat tarawih,
namun apabila khawatir lupa, maka bisa di lafalkan pada malam pertama di bulan Ramadhan.
Adapun lafalnya yaitu:
َ َ
لِل ت َعال
ً َ َ َ ْ ً ْ َ َ َّ َن َو ْي ُت َص ْو َم َجم ْيع َش ْهر َر َم َضان َهذه
ِ ِ السن ِة تق ِل ْيدا ِل ِْلم ِام م ِال ٍك ف ْرضا ِِ ِ ِ ِ ِ
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti
Imam Malik, fardhu karena Allah”.
Lafal do’a berbuka puasa adalah:
َْ ْ الرحم َ َ ْ َ َ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َّ ُ ّ َ
ي ِ ِ َّ اللهم لك صمت و ِبك آمنت وعَل ِرزِقك أفط ْرت ِب َرحم ِتك يا ارحم
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu atau karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan
atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih."
3. Syarat Wajib dan syarat sah puasa
Syarat wajib puasa adalah syarat yang harus di penuhi seseorang sebelum melaksanakan
puasa. Sedangkan syarat sah berpuasa adalah syarat yang harus dipenuhi seseorang supaya
puasa yang di laksanakan nya menjadi sah.
Berikut adalah tabel tentang rincian Syarat Wajib dan syarat sah puasa:
. Syarat wajib berpuasa Syarat sah berpuasa
1. Islam 1. Islam
2. Baligh 2. Mumayyiz (bias membedakan
3. Berakal (tidak gila) antara perkara yang baik dan yang
4. Sehat buruk)
5. Bermukim (Tidak Musafir) 3. Suci (Dari Haid Dan Nifas)
6. Suci (Dari Haid Dan Nifas) 4. Nyata masuknya bulan Ramadhan
Selanjutnya, mari bernyayi….
Syarat wajib berpuasa Syarat sah berpuasa
Nada: Sayonara Nada: Ampar-ampar pisang
Syarat wajib berpuasa itu ada Syarat sah puasa itu ada empat
enam Satu islam, dua mumayyiz 2x
Satu Islam, dua baligh, yang ke
tiga berakal Tiga suci dari haid dan nifas
Yang ke empat, mampu untuk Empat mengetahui waktu berpuasa 2x
berpuasa
Yang ke lima tidak bepergian
Yang ke enam suci, dari haid dan
nifas
Itu semua syarat wajib puasa…
4. Rukun - rukun berpuasa
Rukun puasa adalah segala sesuatu yang harus di lakukan ketika menjalankan puasa.
Rukun puasa yaitu membaca niat dan menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan
puasa.
MATERI II
5. Hal-hal yang membatalkan puasa:
1. Makan dan minum dengan sengaja
2. Muntah dengan sengaja
3. Memasukan sesuatu ke dalam lubang yang terbuka, seperti : (lubang mulut, telinga, hidung
dan juga lubang kemaluan) dengan sengaja.
4. Berniat untuk membatalkan puasa
5. Haid dan nifas bagi perempuan
6. Menduga matahari telah terbenam sehingga melakukan hal yang membatalkan puasa
7. Hilang akal ( gila )
8. Murtad
9. Keluar mani dengan sengaja
10. Berhubungan badan di siang hari
6. Kesunahan dan kemakruhan dalam berpuasa
Sunnah yaitu segala sesuatu yang apabila di lakukan mendapatkan pahala, dan apabila di
tinggalkan maka tidak mendapatkan dosa. Sedangkan makruh adalah sesuatu yang sebaiknya
tidak di lakukan dalam berpuasa.
Kesunahan dalam berpuasa Makruh dalam berpuasa
Kesunahan dalam berpuasa
Nada : Balonku ada lima 1. Suntik
2. Berbekam
Sunnah sunnah puasa… 3. Berkumur-kumur di siang hari
Di awali dengan sahur 4. Memasukkan air ke dalam rongga
Menyegerakan berbuka, dengan hidung secara berlebihan
memakan kurma 5. Mandi yang berlebihan
Perbanyaklah ibadah, tadarus dan 6. Rasa makanan di hujung lidah
sedekah
Tarawih berjama’ah, 20
roka’atnya…
Hakikat dari menjalankan puasa salah satunya adalah mencapai ridho Allah dengan cara
menekan hawa nafsu.
Berikut ini adalah hal-hal yang dapat menghilangkan pahala orang yang berpuasa, yaitu:
1. Berdusta
2. Ghibah (menggunjing, ngrasani)
3. Ado Domba
4. Sumpah palsu
5. Memandang seseorang dengan nafsu sahwat
6. mengeluarkan kata kata keji, cacian maki
7. Tingkatan Puasa:
1) Puasanya orang awam (umum), yaitu puasanya mereka yang sekadar menahan makan,
minum dan keinginan dalam berhubungan badan.
2) Puasanya orang khusus, yaitu puasanya mereka yang lebih dari sekedar menahan makan,
minum dan berhubungan badan. Melainkan mereka yang juga memelihara anggota badan
baik mata, telinga, lidah, tangan dan kaki dari perbuatan maksiat.
3) Puasa khusus al-khusus, yaitu mereka yang berpuasa bukan hanya menahan makan,
minum, berhubungan badan dan juga maksiat,yakni menahan diri dari memikirkan kehinaan
dan duniawi, dan hanya memfokuskan diri kepada Allah SWT.
8. Makna dan Hikmah puasa Ramadhan
1. Sebagai sarana menggapai ketakwaan kepada Allah SWT.
2. Puasa dapat melatih kesabaran
3. Puasa dapat melatih diri untuk mengekang jiwa, melembutkan hati, dan mengendalikan
syahwat.
4. Sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat dari Allah ta’ala.
MATERI TAMBAHAN JIKA WAKTU MENCUKUPI
9. Qada’, fidyah dan kafarat
Qada’ adalah menggganti hutang puasa dengan puasa di kemudian hari.
Fidyah adalah mengganti hutang puasa dengan memberi makan kepada fakir miskin.
Adapun mereka yang berkewajiban membayar fidyah adalah:
1) Mereka yang tidak dapat meng qada’ (mengganti) puasa sampai dengan tiba puasa
berikutnya. Adapun fidyah yang harus di bayarkan adalah 1½ liter beras untuk setiap hari
yang di tinggalkan. Selain itu, bagi orang yang berkewajiban membayar fidyah juga masih
berkewajiban mengganti puasa yang di tinggalkan. Dan jika belum di qada’ sehingga
melampaui 2 tahun, maka fidyah yang harus di bayarkan adalah 3 liter beras setiap harinya,
namun puasa yang harus di gantikan tetap (tiada tambahan).
2) Orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh
3) Orang yang terlalu tua dan tidak berdaya untuk berpuasa
4) Orang yang ada qada' puasa tetapi meninggal dunia sebelum sempat berbuat demikian
(fidyahnya : di buat oleh kerabat si mati/di ambil daripada harta pusakanya).
5) Perempuan yang mengandung/yang menyusukan anaknya perlu mengqada' puasa dan
membayar fidyah 1½ liter beras bagi setiap hari yang di tinggalkan sekiranya
diameninggalkan puasa kerana bimbangkan anaknya tetapi sekiranya dia takut
memudaratkan pada dirinya dia hanya wajib mengqada' puasanya.
Kafarat adalah menebus pelenggaran karena membatalkan puasa dengan ketentuan yang
telah di tetapkan syari’at. Dalam hal ini adalah ketika sepasang suami istri melakukan hubungan
suami istri pada siang hari di bulan Ramadhan, maka mereka wajib membayar kafarat. Adapun
ketentuan nya adalah sebagai berikut:
1) Memerdekakan seorang hamba mukmin baik itu laki-laki ataupun perempuan. (sekiranya
tidak mampu)
2) Berpuasa 2 bulan berturut-turut tanpa terputus (kalau tidak berdaya)
3) Memberi makan kepada 60 orang fakir miskin.