0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan32 halaman

Revisi PermenPANRB 1/2023 tentang JF

Permenpanrb 1/2023 memperbaharui pengaturan tentang jabatan fungsional berbasis pengelolaan kinerja. Perubahan utama meliputi penyesuaian ruang lingkup tugas jabatan fungsional, pengangkatan yang berbasis karir, perpindahan antar jabatan fungsional dan lintas rumpun, serta promosi yang mencakup pola karier diagonal dan vertikal.

Diunggah oleh

Rizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan32 halaman

Revisi PermenPANRB 1/2023 tentang JF

Permenpanrb 1/2023 memperbaharui pengaturan tentang jabatan fungsional berbasis pengelolaan kinerja. Perubahan utama meliputi penyesuaian ruang lingkup tugas jabatan fungsional, pengangkatan yang berbasis karir, perpindahan antar jabatan fungsional dan lintas rumpun, serta promosi yang mencakup pola karier diagonal dan vertikal.

Diunggah oleh

Rizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASDEP PERANCANGAN JABATAN,

PERENCANAAN, DAN PENGADAAN


DEPUTI SDM APARATUR

TATA KELOLA JABATAN FUNGSIONAL BERBASIS


PENGELOLAAN KINERJA DALAM PERMENPANRB
1/2023 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL
REVISI ATAS PERMENPANRB NOMOR 13 TAHUN 2019 TENTANG PENGUSULAN,
PENETAPAN, DAN PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL PEGAWAI NEGERI SIPIL

DIAH IPMA FITHRIA L H, [Link]., [Link]


ANALIS KEBIJAKAN
2023
Substansi Perubahan
Dari PermenPANRB 13 Tahun 2019
KENDALA
Tugas JF
Tugas JF rigid hanya mendasarkan
pada butir kegiatan
Tugas JF PERMENPANRB 1/2023

PermenPANRB 13/2019 • Memberikan pelayanan


fungsional yang
• Memberikan pelayanan berdasarkan pada
fungsional yang keahlian dan keterampilan
berdasarkan pada tertentu
keahlian dan
keterampilan tertentu • Berbasis pada ruang
lingkup tugas pada setiap
• Berbasis penyelarasan jenjang jabatan dan
butir kegiatan dan SKP dapat diberikan tugas lain

• Tugas dilaksanakan untuk


memenuhi Ekspektasi
pada Instansi Pemerintah
guna pencapaian target
organisasi
KENDALA
• Penempatan dan kinjerja tidak sesuai
dengan formasi CPNS
• Keterlambatan pengangkatan dalam
JF
BERBASIS KEPADA POLA KARIER
PENGANGKATAN JF

PermenPANRB 13/2019 PERMENPANRB 1/2023

a. Nomenklatur JF dicantumkan
Pengangkatan Pertama (Rekrutmen dalam SK CPNS dan diberikan
CPNS) kelas dan tunjangan fungsional,
dengan besaran sesuai
• Terdapat jabatan antara dengan ketentuan CPNS (80%)
kelas jabatan pelaksana
b. Pelantikan dalam JF dilaksanakan
• Tidak langsung diangkat dalam JF bersamaan dengan pelantikan
PNS, dan selanjutnya
mendapatkan 100% besaran kelas
jabatan dan tunjangan
fungsional
KENDALA • Perpindahan ahli utama hanya dari JPT,
membuka peluang perpanjangan BUP
• Perpindahan satu rumpun membatasi
mobility karier pejabat fungsional
PermenPANRB 13/2019 • Pengalaman dibatasi 2 tahun

Pengangkatan Perpindahan PERMENPANRB 1/2023

• Persyaratan sesuai dengan PP • Perpindahan dilaksanakan


11/2017 Perpindahan tidak hanya antar kelompok JF,
berdasarkan pada pangkat namun juga antar JF-JA-JPT
dan jumlah Angka Kredit yang yang setara, disebut POLA
ditetapkan KARIER HORISONTAL
• Perpindahan dilakukan dalam
satu rumpun • Perpindahan dapat
• Hanya mengatur dilaksanakan lintas rumpun
perpindahan dari JA dan JPT untuk memudahkan talent
• Perpindahan antar JF hanya mobility pejabat fungsional
antar ahli utama sesuai dengan kebutuhan
organisasi
KENDALA
• Penyesuaian berdasarkan pangkat golongan saja
menyebabkan ada kemungkinan downgrade
atau upgrade jenjang jabatan sebelumnya
• Penyesuian hanya dilaksanakan dari non JF ke JF
• Pengalaman dibatasi paling kurang 2 tahun

PERMENPANRB 1/2023
PermenPANRB 13/2019
• Tambahan jenis
Pengangkatan penyesuaian
penyesuaian, yaitu
• Dilaksanakan dalam hal: dalam hal kebutuhan
a. penetapan JF baru; strategis nasional
b. perubahan ruang lingkup tugas JF; ataupun terdampak
atau penataan birokrasi,
c. kebutuhan mendesak sesuai penyesuaian dapat
prioritas strategis nasional.
dilakukan pada jenjang
• Penyesuaian berbasis pangkat dan jabatan yang setara
Pendidikan (inpassing) (penyetaraan jabatan)

• Penyesuaian juga berlaku


bagi pejabat fungsional
pada saat penetapan JF
baru
KENDALA
• Belum ada ukuran tepat dalam penilaian
“inovasi”
• Belum semua instansi menerapkan
manajemen talenta
PERMENPANRB 1/2023
• Pola karier jf terbatas pada jabatan
fungsional saja
• Promosi JF meliputi:
- Perpindahan ke
PermenPANRB 13/2019 jenjang lebih tinggi
lintas kelompok
Promosi
• Dasar promosi: jabatan, disebut POLA
pengembangan karir dan KARIER DIAGONAL,
kebutuhan organisasi yang dengan Predikat
bersifat strategis. kinerja bernilai
• Kriteria: SANGAT BAIK
- kelompok rencana suksesi
- Kenaikan jenjang JF,
- inovasi
- memenuhi standar disebut POLA KARIER
kompetensi VERTIKAL
• Dilaksanakan dalam hal: • Promosi ke dalam
- pengangkatan pada JF jabatan fungsional
- kenaikan jenjang jabatan berdasarkan
satu tingkat lebih tinggi
pertimbangan tim penilai
• Minimal penilaian kinerja 2
tahun BAIK kinerja.
KENDALA
1. Saat ini terdapat 3 jenis mekanisme penilaian
angka kredit:
PermenPANRB 13/2019 a. Konvensional PERMENPANRB 1/2023
b. Konversi
PENILAIAN KINERJA c. Integrasi
• Berbasis pada penilaian angka (penjelasan slide selanjutnya) a. Target AK Tahunan ditetapkan
kredit (AK) per butir kegiatan 2. Berbasis administrative (kelengkapan berkas)
• Pengajuan DUPAK untuk sebagai bukti kerja
sebagai koefisien pengali
penetapan AK 3. Tidak efektif dan efisien (Panjang alur) untuk konversi predikat
• Penetapan target angka kredit 4. Periode penilaian dupak tidak linier dengan evaluasi kinerja setiap tahun,
di awal tahun kinerja berbasis periode penilaian skp yaitu
pada Penyelarasan butir 5. Pembatasan nilai 150%, dimana paling kurang  Sangat Baik 150%
kegiatan dalam SKP 100% adalah dari tugas pokok, tambahannya  Baik 100%
• Capaian Angka Kredit bersifat optional dari tugas pokok/penunjang/
ditetapkan paling tinggi 150% profesi
 Butuh Perbaikan 75%
dari tugas pokok 6. Capaian angka kredit dihitung berdasarkan  Kurang/Misconduct 50%
Bobot capaian kinerja berbanding dengan  Sangat Kurang 25%
bobot kesesuaian sasaran/target kinerja yang c. Evaluasi berdasarkan hasil
ditetapkan di awal (target angka kredit bisa penilaian pemenuhan
berbeda-beda) ekspektasi kinerja
d. Nilai AK tambahan diperoleh
dari perolehan ijazah formal
yang lebih tinggi
PERBANDINGAN MEKANISME PENILAIAN KINERJA JF
SUBSTANSI KONVENSIONAL KONVERSI INTEGRASI PREDIKAT EVALUASI KINERJA

UU 5 TAHUN 2014 UU 5 TAHUN 2014


UU 8 TAHUN 1974 UU 5 TAHUN 2014 PP 11 TAHUN 2017 PP 11 TAHUN 2017
Dasar PP 16 TAHUN 1994
UU 43 TAHUN 1999 PP 30 TAHUN 2019 PP 30 TAHUN 2019
Hukum
PP 16 TAHUN 1994 PP 46 TAHUN 2011 PERMENPANRB 13 TAHUN PERMENPANRB 6 TAHUN 2022
2019 PERMENPANRB 7 TAHUN 2022

A. UNSUR UTAMA:
UNSUR Pendidikan, tugas A. TUGAS POKOK JABATAN
bidang JF, TUGAS POKOK B. NILAI TAMBAHAN DARI
TUGAS EKSPEKTASI KINERJA
pengembangan JABATAN PENUNJANG DAN
JABATAN
profesi PENGEMBANGAN PROFESI
B. UNSUR PENUNJANG

BASIS BUTIR KEGIATAN DAN PENYELARASAN BUTIR EKSPEKTASI KINERJA


SKP
PENILAIAN ANGKA KREDIT KEGIATAN DAN SKP

PENETAPAN ANGKA KREDIT


(PAK) diperoleh dari PENETAPAN ANGKA KREDIT
PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK)
HASIL KONVERSI NILAI SKP (PAK) diperoleh dari hasil
PENETAPAN ANGKA KREDIT diperoleh dari HASIL KONVERSI
(Sangat Baik 150%, Baik konversi capaian SKP yang
(PAK) diperoleh dari PREDIKAT KINERJA (Sangat Baik 150%,
MEKANISME 125%, Cukup 100%, memuat butir-butir kegiatan
pengajuan DAFTAR Baik 100%, Cukup 75%, Kurang 50%,
PENILAIAN Kurang75%, Sangat yang diselaraskan dengan
USULAN PENETAPAN Kurang 50%) dari target Sangat Kurang 25%) dari koefisien
target kinerja dan target
ANGKA KREDIT (DUPAK) kinerja setiap tahun angka kredit tahunan
angka kredit setiap tahun
sesuai jenjangnya
PERBANDINGAN MEKANISME PENILAIAN KINERJA JF
SUBSTANSI KONVENSIONAL KONVERSI INTEGRASI PREDIKAT EVALUASI KINERJA

TERDAPAT TARGET AK
TARGET AK TERDAPAT TARGET AK PER TIDAK ADA, hanya berdasarkan predikat
TIDAK ADA PER TAHUN SESUAI
PER TAHUN TAHUN SESUAI JENJANGNYA kinerja
JENJANGNYA

NILAI AK TIDAK ADA 150% 150% (berdasarkan predikat kinerja)


150%
MAKSIMAL

DIHITUNG DARI NILAI


ANGKA DIHITUNG HANYA DIHITUNG HANYA PADA JENJANG
PENDIDIKAN AWAL SAMPAI DIHITUNG HANYA PADA
KREDIT PADA JENJANG YANG YANG DIDUDUKI, KUMULATIF DARI AK
JENJANG TERTINGGI JENJANG YANG DIDUDUKI
KUMULATIF DIDUDUKI TAHUNAN PREDIKAT KINERJA

TIM PENILAI ANGKA KREDIT ATASAN ATASAN LANGSUNG/PEJABAT PENILAI


PENILAI LANGSUNG/PEJABAT TIM PENILAI ANGKA KREDIT
PENILAI

MASA TRANSISI (DIGANTI MASA TRANSISI BERDASARKAN PERMENPANRB


(DIGANTI DENGAN 1 JULI 2023
DIGUNAKAN DENGAN INTEGRASI) 13/2019
INTEGRASI)
CONTOH MEKANISME PENILAIAN ANGKA KREDIT
KONVENSIONAL
BUTIR KEGIATAN
BERDASARKAN
PERMENPAN JF

PENGUSULAN
DUPAK

PENILAIAN
OLEH TIM
PENILAI

PENETAPAN
AK
CONTOH MEKANISME PENILAIAN ANGKA KREDIT
KONVERSI
PENYUSUNAN
SKP

PENILAIAN
ATASAN/ PEJABAT
PENILAI

KONVERSI
NILAI SKP

PENETAPAN
AK
CONTOH MEKANISME PENILAIAN ANGKA KREDIT
INTEGRASI
PENYUSUNAN
SKP SELARAS BUTIR
KEGIATAN
Bobot Capaian Kinerja

Bobot Kesesuaian Sasaran Kinerja dengan Jabatan


X Target AK

PENILAIAN ATASAN
• Target angka kredit bisa berbeda-beda setiap pejabat fungsional sesuai target SK (tapi minimal harus sesuai target AK minimal jenjang)
SEBAGAI CAPAIAN
• Angka kredit ditetapkan per butir kegiatan yang tercantum dalam SKP
SKP • Bobot kesesuaian ditetapkan sesuai dengan rencana sasaran kinerja, masih dibedakan ke bobor kinerja utama (80) dan kinerja tambahan (20)
• Konversi AK dilakukan oleh Tim Penilai (tidak perlu kelengkapan berkas administrasi)

PENILAIAN OLEH
TIM PENILAI
SEBAGAI
CAPAIAN AK

PENETAPAN
AK
SIMULASI PENILAIAN RENCANA
PENILAIAN
ATASAN/ KONVERSI
PENETAPAN
AK
KINERJA
ANGKA KREDIT BERBASIS PEJABAT NILAI SKP
TAHUNAN TAHUNAN
PENILAI

PREDIKAT KINERJA

*Nilai Kumulatif Kenaikan Pangkat yang dicapai dapat


diproyeksikan dari jumlah nilai capaian hasil konversi
evaluasi kinerja setiap tahun
KENDALA
1. Pembatasan nilai 150%, dimana paling kurang
100% adalah dari tugas pokok, tambahannya
bersifat optional dari tugas
pokok/penunjang/profesi
2. Terkendala formasi (pangkat puncak pada PERMENPANRB 1/2023
jenjang)
3. Sebagian JF masih berbasis konvensional
4. Periode kenaikan pangkat tidak linier dengan • Kenaikan pangkat dihitung secara
periode akhir kinerja 1 tahun kumulatif dari angka kredit tahunan
berbasis predikat kinerja tahunan
• Jika menduduki pangkat puncak pada
jenjangnya, maka dapat diberikan
kenaikan pangkat satu tingkat lebih
PermenPANRB 13/2019 tinggi sampai dengan pangkat tertinggi
berdasarkan kualifikasi Pendidikan (jika
pangkat puncak Pendidikan lebih
KENAIKAN PANGKAT tinggi)
• Kelebihan AK kumulatif • Untuk kenaikan pangkat yang
pangkat sebelumnya dapat bersamaan dengan kenaikan jenjang
dihitung pada jenjang yang jabatan tetapi tidak terdapat formasi,
sama maka dapat diberikan kenaikan
• Jika kenaikan pangkat pangkat satu tingkat lebih tinggi
bersamaan dengan kenaikan • Ditambahkan ketentuan kenaikan
jenjang, maka dilakukan pangkat istimewa bagi pejabat
kenaikan jenjang terlebih fungsional yang memiliki penilaian
dahulu (berdasarkan kinerja dan keahlian yang luar biasa
formasi) dalam menjalankan tugas jabatan
KENDALA
• Paska penyetaraan jabatan atau dari
perpindahan JPT terdapat pangkat yang
tidak sesuai dengan rentang pangkat pada
jenjang yang diduduki, sehingga kumulatif AK
jenjang tidak sama, dan menjadi kendala
dalam penghitungan kebutuhan angka kredit
kumulatif kenaikan jenjang. PERMENPANRB 1/2023
• Kenaikan jenjang jabatan terkendala formasi
terbatas karena berdasarkan anjab abk
 Kenaikan jenjang diatur dalam
mekanisme pengangkatan
PermenPANRB 13/2019 promosi, yaitu Promosi kenaikan
jenjang, kriteria:
KENAIKAN JENJANG a. Kenaikan jenjang normatif
 Kenaikan jenjang JF satu telah menduduki pangkat
tingkat lebih tinggi wajib tertinggi jenjang jabatan
memenuhi Angka Kredit yang sebelumnya, dan
ditetapkan: b. memenuhi AK kumulatif
• Kelebihan AK kumulatif jenjang pangkat puncak/terakhirnya
tidak dapat ditabung pada  Uji kompetensi dilaksanakan oleh
jenjang diatasnya, karena Instansi Pengguna, dan dapat
beda level kompetensinya. berkoordinasi dengan Instansi
• Kenaikan jenjang dengan uji Pembina, kecuali naik ke ahli
kompetensi yang dilaksanakan Utama wajib dilaksanakan oleh
oleh Instansi Pembina dan Instansi Pembina
dapat oleh Instansi Pengguna
KENDALA
Tugas Instansi Pembina RPERMENPAN TENTANG JF
• Terfokus kepada hal administrative (REV)
(rekomendasi formasi, dan uji
PermenPANRB 13/2019 kompetensi) • Instansi Pembina menyusun konten
• Diklat dan uji kompetensi periode pembelajaran, strategi, dan
Instansi Pembina memiliki 19 terbatas program pengembangan
tugas yang utamanya kompetensi untuk mendukung
adalah terkait Pendidikan percepatan pengembangan
dan pelatihan, formasi, kompetensi Pejabat Fungsional.
standar kompetensi, uji • Selain dukungan pengembangan
kompetensi, dan koordinasi kapasitas, Instansi Pembina
melaksanakan uji kompetensi dan
pembinaan JF lainnya sesuai
ketentuan peraturan perundang-
undangan.
• Untuk pembinaan JF, Instansi
Pembina berkoordinasi dengan
Organisasi Profesi.
• Pelaksanaan pembelajaran
terintegrasi dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
SUBSTANSI POKOK
Tata Kelola Jabatan Fungsional Berbasis Pengelolaan Kinerja
RUANG LINGKUP TATA KELOLA JF

Tugas dan Ruang Lingkup Kegiatan Pola Karier JF


Simplifikasi ruang lingkup tugas Pengembangan karier JF berbasis
jabatan fungsional berbasis pada Karier pada talent mobility dalam pola karier
Tugas JF
ekspektasi kinerja horizontal, vertikal, dan diagonal

Pengelolaan Kinerja JF Kompetensi dan Kelas Jabatan


Pengelolaan kinerja JF berbasis pada Kompetensi Pengembangan kompetensi yang
pemenuhan ekspektasi kinerja dan Kinerja mendukung pada pemenuhan
pengembangan kompetensi kompetensi minimal JF yang berbasis
pada pembelajaran terintegrasi
Standardisasi Kelas JF bertujuan untuk
Konsolidasi JF mendorong pada kualitas JF yang
sama
Penyederhanaan jumlah JF yang telah
ditetapkan melalui konsolidasi JF yang
Konsolidasi
berbasis pada klasifikasi JF
Jumlah PNS Berdasarkan
Jenis Jabatan ASN

Pelayanan teknis fungsional


JF berkedudukan di bawah JPT,
berbasis keahlian dan
Administrator, Pengawas, dan
keterampilan tertentu pada unit
Pejabat Fungsional lain
Organisasi

Penyusunan ruang lingkup Pejabat fungsional bekerja dalam


setiap jenjang jabatan system kerja kolaboratif baik
fungsional dalam atau lintas Unit Organisasi
39%

52%
Mendukung pada organisasi
Pemenuhan Ekspektasi Kinerja
yang agile dan dinamis

TUGAS JF KEDUDUKAN JF
9%

DAN RUANG Fungsional Struktural Pelaksana


Sumber: Data Statistik BKN, Juli 2022
Simplifikasi ruang lingkup tugas JF untuk
kinerja yang lebih agile untuk mendukung
pemenuhan
LINGKUP JF EKSPEKTASI KINERJA
21

Penyesuaian Sistem Kerja


PermenPANRB 7/2022

Source: PermenPANRB 7/2022


22

Penyesuaian Sistem Kerja


PermenPANRB 7/2022

Source: PermenPANRB 7/2022


Karier dalam JF
Pengangkatan Pertama
Nomenklatur JF ditetapkan sejak dalam Keputusan CPNS
PERPINDAHAN Diberikan kelas JF
• Perpindahan antar Pelantikan JF bersamaan dengan pelantikan PNS
PERTAMA Besaran penghasilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
kelompok JF
Pengadaan • Perpindahan antar
CPNS JF-JPT-JA Perpindahan
- Pemula
- Terampil Perpindahan yang setara dalam Pola Karier Horisontal (antar JF-JPT-JA)
Lintas Rumpun/Klasifikasi Jabatan
- Ahli Pertama
- Ahli Muda Pt Pd Dibatasi oleh batas usia perpindahan
Melakukan uji kompetensi

Penyesuaian
Ps Pr PROMOSI
• Kenaikan • Jenjang jabatan ditetapkan berdasarkan pangkat dan jenjang
Jenjang pendidikan
PENYESUAIAN • Promosi antar • Dalam hal penataan birokrasi, penyesuian dilaksanakan untuk jenjang
JF-JPT-JA setara dengan jenjang struktural sebelumnya, dengan persetujuan
• Penetapan JF Baru Menteri
• Perubahan Ruang
Lingkup Tugas Promosi
• Penataan Birokrasi
Kenaikan jenjang jabatan apabila mencapai angka kredit kumulatif
Promosi antar JF-JPT-JA promosi harus berpredikat kinerja “Sangat Baik”
Melakukan uji kompetensi
RENCANA
PENILAIAN
PENETAPAN
PENGELOLAAN
KINERJA JF berbasis pada
ATASAN/ KONVERSI
KINERJA AK
PEJABAT NILAI SKP
TAHUNAN TAHUNAN
PENILAI
pemenuhan Ekspektasi Kinerja:
a. perencanaan kinerja
b. pelaksanaan, pemantauan, dan
pembinaan kinerja
Sangat Baik • 150% c. evaluasi kinerja Pejabat Fungsional
d. tindak lanjut hasil evaluasi kinerja
Baik • 100%

Butuh Perbaikan • 75%

Kurang • 50%
Predikat Kinerja JF
Sangat Kurang • 25% dikonversikan menjadi angka kredit
yang dapat ditetapkan secara
ijazah pendidikan formal yang lebih tinggi,
diberikan tambahan Angka Kredit sebesar 25% tahunan maupun periodik
KONVERSI PREDIKAT KINERJA TAHUNAN
MENJADI ANGKA KREDIT TAHUNAN
Sangat Baik Baik Butuh Perbaikan Kurang Sangat Kurang
Simulasi per Koefisien per
tahun tahun
150% 100% 75% 50% 25%

Ahli Pertama
18,75 12,5 9,38 6,25 3,13
12,5
Ahli Muda
37,50 25 18,75 12,50 6,25
Keahlian

25
Ahli Madya
56,25 37,5 28,13 18,75 9,375
37,5
Ahli Utama
75 50 37,50 25 12,50
50
Pemula
5,63 3,75 2,81 1,88 0,94
3,75
Keterampilan

Terampil
7,50 5 3,75 2,50 1,25
5
Mahir
18,75 12,5 9,38 6,25 3,13
12,5
Penyelia
37,50 25 18,75 12,5 6,25
25
DATA JF

INSTANSI PEMBINA DAN JUMLAH JF LINGKUP BINAAN


Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal 1

Badan Pengawas Pemilihan Umum 1

Mahkamah Konstitusi RI 1

Kementerian Kesehatan
10 TERBANYAK
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) 1

Sekretariat Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia 1

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 1

Komisi Yudisial (KY) 1

Kementerian Badan Usaha Milik Negara 1

Kementerian Perhubungan
Mahkamah Agung RI 1

Komisi Pemilihan Umum 1

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaski Keuangan (PPATK) 1

LKPP 1

BPK 1

Kejaksaan Agung 1

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Giofisika (BMKG) 1 Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 1

Badan Pangan Nasional 1

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 1

Badan Informasi Geospasial (BIG) 1

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN)

Arsip Nasional (ANRI)


1

1
Kementerian Keuangan
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) 1

Kementerian Desa dan PDT 1

Sekretariat Kabinet 1
11
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Badan Standardisasi Nasional


2

2 11 30 Kementerian Pertanian
INSTANSI PEMBINA

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan 2

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) 2 11


Perpustakaan Nasional (PERPUSNAS) 2

Kementerian Hukum Dan Ham


Kementerian Koperasi dan UKM 2

Kementerian Pemuda dan Olah Raga 2


12
Kementerian Sosial 2 22
Kementerian Pertahanan 2

Badan Koodinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 3

Badan Pusat Statistik (BPS) 3


14
Lembaga Administrasi Negara (LAN) 3 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi
Kementerian Perindustrian 3

Kementerian Luar Negeri 3 21


Komisi Pemberantasan Korupsi 4
16
Badan Kepegawaian Negara (BKN) 4
20
Kementerian Agama

Kementerian ATR/BPN
4

4
Kementerian Perdagangan
Sekretariat Jenderal DPR RI 5

Kementerian Ketenagakerjaan 5

Badan Narkotika Nasional (BNN) 6

Kementerian ESDM

Badan Intelijen Negara (BIN)


6

7
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 7

Kementerian Dalam Negeri 7

Kementerian Komunikasi dan Informatika 8

BRIN
BRIN 11

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 11

Kementerian Perdagangan 11

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 12

Kementerian Hukum Dan Ham 14

Kementerian Pertanian 16

Kementerian Keuangan 20

Kementerian Kelautan dan Perikanan 21

Kementerian Perhubungan 22

Kementerian Kesehatan 30

0 5 10 15 20 25 30
JUMLAH JF
Instansi pembina
menyusun konten
pembelajaran,
berperan strategi, dan program
sebagai pengembangan
pengelola JF kompetensi
Pemenuhan
yang menjadi Kompetensi
tanggung Manajerial, Sosial
jawabnya Kultural, dan Teknis
untuk
menjamin
terwujudnya
19 TUGAS
standar
kualitas dan Instansi Pembina berperan
profesionalitas sebagai Human Capital Business Partner
Jabatan
Kelas JF ditetapkan
secara terstandar Pejabat Fungsional

INSTANSI untuk mendorong wajib mengembangkan


pada pencapaian kompetensi sesuai
kualitas JF yang sama dengan minat dan
PEMBINA kebutuhan dalam
sistem pembelajaran
terintegrasi
PERMENPANRB 1/2023

PERALIHAN
• Penyelarasan butir kegiatan bagi pejabat fungsional yang
diangkat melalui penyetaraan jabatan yang tidak sesuai
kegiatan JF
• Kinerja sampai dengan 31 Desember 2022 dinilai berdasarkan
penilaian kinerja masing-masing JF, dan dapat dinilai sampai
dengan 30 Juni 2023
• Konversi angka kredit yang telah diperoleh dilaksanakan sampai
dengan 31 Desember 2023

PENUTUP
• Berlaku mulai 1 Juli 2023
• Penyelarasan 293 PermenPANRB tentang JF masing2 dalam
waktu 5 (lima) tahun
• Instansi Pembina melakukan penyesuaian terhadap juknisnya
• BKN Menyusun juklak tata cara penghitungan angka kredit dan
mekanisme teknis lainnya (format dll)
JUKNIS BKN

AMANAT PERMENPANRB 1/2023


KEPADA BKN
Pasal 30 ayat (3)
Pasal 22 ayat (3) Pasal 25
Mekanisme kenaikan jenjang JF dan
tata cara peghitungan Angka Kredit Mekanisme pemberian angka kredit
tata cara penghitungan Angka Kredit
untuk perpindahan ke dalam JF penyesuaian
Kumulatif kenaikan jenjang JF

Pasal 56 ayat (6)


Pasal 37 ayat (7) Pasal 39 ayat (5)
Tata cara penyelarasan kegiatan dan
Mekanisme dan tata cara Mekanisme kenaikan pangkat JF dan
hasil kerja JF ke dalam butir kegiatan
penghitungan konversi Predikat tata cara penghitungan Angka Kredit
JF untuk pejabat fungsional yang
Kinerja ke dalam Angka Kredit Kumulatif kenaikan pangkat JF
terdampak penyetaraan jabatan (lalu)

Pasal 57 (ayat 2)
Tata cara penyesuaian Angka Kredit
Kumulatif system konvensional ke
Angka Kredit sistem konversi baru
ALUR PENETAPAN JF Pasal 99 (1) PP 11/2017
Instansi pembina JF merupakan kementerian,
lembaga pemerintah nonkementerian, atau
Usulan JF kesekretariatan lembaga negara yang sesuai
kekhususan tugas dan fungsinya ditetapkan
Ekspose Usulan menjadi instansi pembina suatu JF

REKOMENDASI

Penyusunan tugas dan ruang lingkup


dan substansi JF lainnya
PENYUSUNAN
RANCANGAN
Harmonisasi RPermenPANRB
(Kemenkumham, Instansi Pembina, dan terkait)

PENETAPAN
PERATURAN MENTERI Pengundangan
Paraf Persetujuan oleh JPT Madya IP,
Kemenkumham
Salinan
Penyerahan Salinan kepada IP
[Link]

33
BUKU PANDUAN

BUKU FAQ PERMENPANRB 1/2023

atau

[Link]/FAQJF

Anda mungkin juga menyukai