0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
227 tayangan23 halaman

Pengertian dan Fungsi Distribusi

Paragraf di atas membahas tentang landasan teori distribusi, termasuk pengertian, fungsi saluran distribusi, jenis saluran distribusi, kebijakan saluran distribusi, dan indikator distribusi. Juga membahas perspektif Islam tentang distribusi yang menyatakan bahwa persoalan ekonomi bukanlah kekurangan sumber daya alam melainkan cara pembagian dan penyaluran sumber daya.

Diunggah oleh

Sandi Nugraha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
227 tayangan23 halaman

Pengertian dan Fungsi Distribusi

Paragraf di atas membahas tentang landasan teori distribusi, termasuk pengertian, fungsi saluran distribusi, jenis saluran distribusi, kebijakan saluran distribusi, dan indikator distribusi. Juga membahas perspektif Islam tentang distribusi yang menyatakan bahwa persoalan ekonomi bukanlah kekurangan sumber daya alam melainkan cara pembagian dan penyaluran sumber daya.

Diunggah oleh

Sandi Nugraha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Distribusi

2.1.1 Pengertian Distribusi

Dalam usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi atau

perusahaan di bidang pemasaran, setiap organisasi maupun perusahaan

melakukan kegiatan penyaluran. Penyaluran merupakan kegiatan

penyampaian produk sampai ke tangan si pemakai atau konsumen pada

waktu yang tepat.

Menurut Anwar (2008:125) dalam kamus besar bahasa

Indonesia, pengertian distribusi adalah pembagian pengiriman barang-

barang kepada orang banyak atau ke beberapa tempat.

Kegiatan distribusi merupakan salah satu fungsi pemasaran yang

sangat penting dilakukan dalam pemasaran yaitu untuk mengembangkan

dan memperluas arus barang atau jasa mulai dari produsen sampai

ketangan konsumen sesuai dengan jumlah dan waktu yang telah

ditentukan.

Pemilihan proses distribusi merupakan suatu masalah yang

sangat penting sebab kesalahan dalam pemilihan proses distribusi dapat

memperlambat proses penyaluran barang dan jasa sampai ketangan

konsumen atau pemakai.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai pengertian distribusi,

berikut ini dikemukakan pendapat dari beberapa ahli antara lain :

15
16

Menurut Aziz (2008:87) selain ilmuan ekonomi konvensional

Philip kotler mendefinisikan distribusi adalah himpunan perusahaan dan

perorangan yang mengambil alih hak, atau membantu dalam

mengalihkan ha katas barang atau jasa tersebut berpindah dari produsen

ke konsumen.

Secara garis besar, pendistribusian dapat diartikan sebagai

kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah

penyampaian barang dan jasa dari produsen ke konsumen, sehingga

penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, harga, tempat dan

saat dibutuhkan).

Ditinjau dari bagian-bagiannya, distribusi merupakan suatu sub

system yang saling bekerja sama untuk membentuk suatu system yang

sesuai dengan tujuan tertentu. System ini harus diawasi agar dapat

berjalan sebagaimana mestinya. Secara sederhana system ini juga

merupakan seperangkat elemen yang saling bekerja sama untuk suatu

tujuan tertentu.

2.1.2 Fungsi Saluran Distribusi

Mengingat saluran distribusi merupakan suatu struktur yang

menggambarkan situasi pemasaran yang berbeda oleh berbagai macam

lembaga usaha (seperti produsen, pedagang besar dan pengecer), maka

kegiatan saluran distribusi harus dapat dipertimbangkan dan dilakukan

secara efisien dan efektif.


17

Fungsi distribusi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu fungsi

pokok dan fungsi tambahan.

1. Fungsi Pokok Distribusi

a. Pengangkatan (Transportasi)

Pada umumnya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat

konsumen. Perbedaan tempat ini harus diatasi dengan kegiatan

pengangkutan. Seiring dengan bertabahnya jumlah penduduk dan

semakin majunya teknologi, maka kebutuhan manusiapun semakin

bertambah banyak. Hal ini mengakibatkan barang yng disalurkan

semakin besar sehingga membutuhkan alat transportasi

(pengangkatan).

b. Penjualan (Selling)

Di dalam pemasaran barang selalu ada kegiatan menjual yang

dilakukan oleh produsen. Pengalihan hak dari produsen kepada

konsumen dapat dilakukan dengan penjualan. Dengan adanya

kegiatan penjualan maka konsumen dapat menggunakan barang

tersebut.

c. Pembelian (Buying)

Setiap ada penjualan berarti ada kegiatan pembelian. Jika penjualan

barang dilakukan oleh produsen maka pembelian dilakukan oleh

orang yang membutuhkan barang tersebut.

d. Penyimpanan (Stooring)
18

Sebelum barang disalurkan kepada konsumen, biasanya disimpan

terlebih dahulu. Dalam menjamin kesinambungan, keselamatan

dan keutuhan barang-barang perlu adanya penyimpanan.

e. Pembakuan Standar Kualitas Barang

Dalam setiap transaksi jual beli, banyak penjual maupun pembeli

selalu menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis dan ukuran

barang yang akan diperjual belikan. Oleh karena itu perlu adanya

pembakuan standar baik jenis, ukuran maupun kualitas barang

yang akan diperjualbelikan dengan tujuan barang yang akan

diperdagangkan atau saluran sesuai dengan yang diharapkan.

f. Penanggung Resiko

Seorang distributor harus menanggung resiko baik kerusakan

maupun penyusutan barang.

2. Fungsi Tambahan Distribusi

a. Menyeleksi

Kegiatan ini biasanya diperlukan untuk distribusi hasil pertanian

dan produksi yang dikumpulkan dari beberapa pengusaha.

b. Mengepak/mengemas

Untuk menghindari adanya kerusakan atau hilang dalam

pendistribusian maka barang harus dikemas dengan baik.

c. Memberi Informasi

Untuk memberi kepuasan yang maksimal kepada konsumen,

produsen perlu memberi informasi secukupnya kepada perwakilan


19

daerah atau kepada konsumen yang dianggap perlu inforasmasi,

informasi yang paling tepat bisa melalui iklan.

2.1.3 Jenis Saluran Distribusi

Saluran distribusi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :

1. Saluran distribusi intensif

Distribusi di mana barang yang dipasarkan itu diusahakan agar

dapat menyebar seluas mungkin hingga dapat secara intensif

menjangkau semua lokasi dimana calon konsumen berada.

2. Saluran distribusi selektif

Distribusi di mana barang- barang hanya disalurkan oleh beberapa

penyalur saja yang terpilih atau selektif.

3. Saluran distribusi ekslusif

Bentuk penyaluran yang hanya menggunakan penyalur yang sangat

terbatas jumlahnya bahkan pada umumnya hanya ada satu penyalur

tunggal untuk satu daerah tertentu.

2.1.4 Kebijakan Saluran Distribusi

Kebijakan saluran distribusi lembaga-lembaga yang digunakan

perusahaan untuk membantu memasarkan produk kepada pembeli ini

biasa disebut perantara. Dalam melakukan saluran distribusi, maka

sebaiknya menetapkan tujuan dalam menggunakan saluran distribusi

terlebih dahulu.

Adapun yang menjadi tugas-tugas penting dan harus dijalankan

oleh para anggota saluran distribusi adalah :


20

1. Penelitian, mengumpulkan informasi-informasi penting untuk

perencanaan dan melancarkan pertukaran.

2. Promosi, pengembangan dan penyebaran komunikasi yang

persuasive mengenai penawaran.

3. Kontrak, pencapaian dan menjalin hubungan dengan calon pembeli.

4. Penyelaras, mempertemukan penawaran sesuai dengan permintaan

pembeli

5. Negosiasi, usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga

dan hal-hal lain sehubungan perpindahan hak pemilik atau

penguasaan bisa dilakukan.

6. Distribusi fisik, transportasi dan penyimpanan barang.

7. Pembiayaan, permintaan dan penyebaran dana untuk menutup biaya

dari saluran pemasaran tersebut.

8. Pengambilan resiko, perkiraan mengenai resiko sehubungan dengan

pekerjaan saluran distribusi.

2.1.5 Indikator Distribusi

Raskin merupakan subsidi pangan dalam bentuk beras yang

diperuntukkan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah sebagai upaya

dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan

perlindungan sosial pada rumah tangga sasaran. Keberhasilan Program

Raskin diukur berdasarkan tingkat pencapaian indikator yang tercantum

dalam Kepmenko Kesra No. 57 Tahun 2012, yaitu : Tepat Sasaran,

Tepat Waktu dan tepat Kualitas.


21

1. Tepat Sasaran Penerima Manfaat yaitu RASKIN hanya diberikan

kepada RTM penerima manfaat Raskin hasil musyawarah

desa/kelurahan yang terdaftar dalam DPM-1 dan diberi identitas

(Kartu RASKIN atau bentuk lain).

2. Tepat Waktu yaitu Waktu pelaksanaan Distribusi beras RASKIN

kepada RTM Penerima Manfaat Raskin (PMR) sesuai dengan

Rencana Distribusi.

3. Tepat Kualitas: Terpenuhinya persyaratan kualitas beras sesuai

dengan kualitas beras BULOG.

Dalam keputusan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan

Rakyat No 52 Tahun 2012 tercantum tujuan program Raskin. Program

ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga

Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok

dalam bentuk beras dan mencegah penurunan konsumsi energi dan

[Link] itu raskin bertujuan untuk meningkatkan / membuka akses

pangan keluarga melalui penjualan beras kepada keluarga penerima

manfaat dengan jumlah yang telah ditentukan. Rumah tangga yang

berhak menerima beras Raskin, atau juga disebut Rumah Tangga

Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) Program Raskin, adalah rumah

tangga yang terdapat dalam data yang diterbitkan dari Basis Data

Terpadu hasil PPLS 2011 yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan

Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan disahkan oleh Kemenko

Kesra RI.
22

2.1.6 Distribusi dalam Perspektif Islam

Sebagaimana dikemukakan oleh al-Maliki: “persoalan ekonomi

bukanlah kekurangan sumber daya alam (resources) yang tersedia,

karena sumber daya itu cukup disediakan oleh Allah SWT (QS. Hud

[11]: 6), tetapi terletak pada cara mendistribusikan sumber daya itu

kepada seluruh manusia. Sebab, sebanyak apa pun barang dan jasa yang

tersedia, tanpa adanya pola distribusi yang tepat, dan pembatasan

konsumsi, tetap akan timbul masalah kekurangan bagi yang lain”

Dengan demikian, makna distribusi dalam ekonomi Islam sangatlah luas,

yaitu mencakup pengaturan kepemilikan unsur-unsur produksi dan

sumber-sumber kekayaan. Dimana, Islam memperbolehkan kepemilikan

umum dan kepemilikan khusus, dan meletakkan masing-masingnya

kaidah untuk mendapatkan dan mempergunakannya, dan kaidah–kaidah

untuk warisan, hibah dan wasiat. Sebagaimana ekonomi Islam juga

memiliki politik dalam distibusi pemasukan, baik antar unsur–unsur

produksi maupun antara individu masyarakat dan kelompok–

kelompoknya, dan pengembalian distribusi dalam sistem jaminan sosial

yang disampaikan dalam ajaran Islam. Adapun dasar hukum distribusi

menurut ekonomi Islam adalah:

           

    


Artinya: “Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi)

zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang


23

hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan

serta merta mereka menjadi marah” (TQS. at- Taubah [9]: 58).

Allah SWT juga berfirman:

           

         

             

    


Artinya: “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya

(dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah

untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang

miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu

jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa

yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang

dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada

Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya” (QS. al-Hasyr

[59]: 7).”

Karena memperhatikan bahayanya pendistribusian harta yang

bukan pada haknya dan terjadinya penyelewengan distribusi pada

jalannya yang benar ini, maka Islam mengutamakan tema distribusi

dengan perhatian besar yang terlihat dalam beberapa fenomena, dimana

yang terpenting adalah sebagai berikut:


24

1. Banyaknya nash al-Qur’an dan hadits Nabawi yang mencakup tema

distribusi dengan menjelaskan sistem manajemennya, himbauan

komitmen dan cara-caranya yang terbaik dan memperingatkan

penyimpangan dari sistem yang benar.

2. Syariat Islam tidak hanya menetapkan prinsip–prinsip umum bagi

distribusi dan pengembalian distribusi, namun juga merincikan

dengan jelas dan lugas cara pendistribusian harta dan sumber-

sumbernya.

3. Banyaknya dan komperhensifnya system dan cara distribusi yang

ditegakkan dalam Islam, baik dengan cara pengharusan (wajib)

maupun yang secara suka rela (sunnah).

4. Al-Qur’an menyebutkan secara tekstual dan eksplisit tentang tujuan

peringatan perbedaan di dalam kekayaan, dan mengantisipasi

pemusatan harta dalam kalangan minoritas.

5. Dalam fikih ekonomi Umar Radhiyallahu Anhu, tema distribusi

mendapat porsi besar yang dijelaskan dalam kepemimpinannya,

yakni dalam perkataannya, “ Sesungguhnya aku telah meninggalkan

kepada kalian dua hal yang akan selalu kalian dalam kebaikan

selama kalian komitmen kepada keduanya, yaitu adil dalam hukum,

dan adil dalam pendistribusian.”


25

2.2 Pengawasan

2.2.1 Pengertian Pengawasan

Berbagai fungsi manajemen dilaksanakan oleh para pemimpin

dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Fungsi-fungsi yang ada di

dalam manajemen diantaranya adalah fungsi perencanaan (planning),

fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating)

dan fungsi pengawasan (controlling) menurut Griffin (2004 : 44).

Keempat fungsi manajemen tersebut harus dilaksanakan oleh seorang

manajer secara berkesinambungan, sehingga dapat merealisasikan tujuan

organisasi. Pengawasan merupakan bagian dari fungsi manajemen yang

berupaya agar rencana yang sudah ditetapkan dapat tercapai dengan

efektif dan efesien.

Pengawasan secara umum dapat didefinisikan sebagai cara suatu

organisasi mewujudkan kinerja yang efektif dan efisien, serta lebih jauh

mendukung terwujudnya visi dan misi organisasi (Fahmi, 2011 : 84).

Pengawasan juga dapat didefinisikan sebagai proses penentuan, apa yang

harus dicapai yaitu standar apa yang sedang dilakukan yaitu

pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan apabila perlu dilakukan

perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana yaitu

selaras dengan standar .

Menurut Siagian (2011 : 50) pengawasan merupakan proses

pengamatan dari seluruh kegiatan organisasi guna lebih menjamin bahwa


26

semua pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang

telah ditentukan sebelumnya.

Menurut Kartono (2014 : 51) memberi pengertian pengawasan

adalah pada umumnya para pengikut dapat bekerja sama dengan baik

kearah pencapaian sasaran dan tujuan umum organisasi pengawasan

untuk mengukur hasil pekerjaan dan menghindari penyimpangan-

penyimpangan jika perlu segera velakukan tindakan korektif terhadap

penyimpangan-penyimpangan tersebut.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, maka secara singkat inti

dari definisi pengawasan adalah usaha untuk menjamin agar pelaksanaan

sesuai dengan rencana yang telah ditentukan dan disepakati bersama.

2.2.2 Tujuan Pengawasan

Kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

memerlukan pengawasan agar perencanaan yang telah disusun dapat

terlaksana dengan baik. Pengawasan dikatakan sangat penting karena

pada dasarnya manusia sebagai objek pengawasan mempunyai sifat

salah dan khilaf. Oleh karena itu manusia dalam organisasi perlu

diawasi, bukan mencari kesalahannya kemudian menghukumnya, tetapi

mendidik dan membimbingnya. Adapun maksud dan tujuan pengawasan

adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui jalannya pekerjaan apakah lancar atau tidak.


27

2. Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pegawai

dan mengusahakan pencegahan supaya tidak terulang kembali

kesalahan yang sama atau timbulnya kesalahan-kesalahan yang baru.

3. Untuk mengetahui apakah penggunaan budget yang telah ditetapkan

dalam planning terarah kepada sasarannya dan sesuai dengan yang

telah ditentukan.

4. Untuk mengetahui apakah pelaksanaan biaya sesuai dengan program

seperti yang telah ditentukan dalam planning atau tidak.

5. Untuk mengetahui hasil pekerjaan dengan dibandingkan dengan

yang telah ditetapkan dalam rencana (standar).

6. Untuk mengetahui apakah pelaksanaan kerja sesuai dengan prosedur

dan kebijaksanaan yang telah ditentukan.

2.2.3 Indikator Pengawasan

Indikator untuk mengukur pengawasan kerja adalah sebagai

berikut :

1. Pengawasan langsung.

Pengawasan langsung dimaksudkan disini adalah kegiatan yang

dilakukan oleh pimpinan untuk mengetahui secara langsung dan

mengusahakan agar tugas yang dilaksanakan oleh bawahannya

sesuai rencana, perintah, maupun peraturan yang berlaku.

Pengawasan langsung ini dapat dilaksanakan dengan cara

engunjungi karyawan ditepat kerjanya.


28

2. Pengawasan tidak langsung.

Pengawasan tidak langsung dimaksudkan disini adalah

pengawasan yang dilakukan untuk memahami semua kegiatan

yang telah dilakukan oleh karyawan. Pengawasan tidak langsung

ini dilakukan mempelajari laporan yang disampaikan oleh para

bawahan, baik dalam bentuk laporan tertulis maupun laporan

secara lisan.

3. Pengawasan preventif.

Pengawasan preventif dimaksudkan disini adalah pengawasan yang

dilakukan sebelum para bawahan melaksanakan pekerjaan yang

dibebankan kepadanya. Pengawasan preventif ini dilakukan

melalui berbagai cara, seperti membuat peraturan-peraturan,

memberikan pengarahan-pengarahan tentang kedudukan, tugas dan

tanggung jawab para karyawan.

2.2.4 Pengawasan dalam Perspektif Islam

Ar-riqobah atau proses pengawasan merupakan kewajiban yang

terus-menerus harus dilaksanakan, karena pengawasan merupakan

pengecekan jalannya rencana dalam organisasi guna menghindari

kegagalan atau akibat yang lebih buruk.

Mengenai faktor ini Al-Qur’an memberikan konsepsi yang tegas

agar hal yang bersifat merugikan tidak terjadi. Tekanan Al-Qur’an lebih

dahulu pada intropeksi, kontrol diri pribadi sebagai pimpinan apakah

sudah sejalan dengan pola dan tingkah berdasarkan rencana dan program
29

yang telah dirumuskan semula. Setidak-tidaknya menunjukkan sikap

yang simpatik dalam menjalankan tugas, selanjutnya mengadakan

pengecekan atau memeriksa kerja anggotanya.

Al-Qur’an banyak menyebutkan mengenai mengawasi dan

mengkoreksi kepada diri sendiri dan ancaman bagi yang melanggarnya.

Surat At-Tahrim ayat 6 menyebutkan :

         

          

 
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu

dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;

penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak

mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada

mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (Q.S. At-

Tahrim : 6)

Ayat lain menyatakan mengenai proses pengawasan dan

ancaman terhadap orang atau pimpinan yang tidak melaksanakan amanat

perencanaan dan program yang telah disepakati. Hal ini diterangkan

dalam surat Al-Baqarah ayat 44 :

           
30

Artinya : “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang

kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca

Al-kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berfikir?”

Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, manajer atau

pemimpin sangat penting dalam menjalankan fungsinya yaitu

menggerakkan bawahan, memotivasi dan juga dalam pengawasan

terhadap semua program yang dilaksanakan bawahan sesuai

perencanaan. Karena adanya tindakan pengawasan dari suatu pimpinan

organisasi atau perusahaan dapat memberikan dorongan, penggerakan

dan kesadaran terhadap dasar dari pada pekerjaan yang mereka lakukan,

yaitu menuju tujuan yang telah ditetapkan, disertai dengan memberi

motivasi-motivasi baru, bimbingan atau pengarahan, sehingga mereka

bisa menyadari dan timbul kemauan untuk bekerja dengan tekun dan

baik.

Oleh karena itu manajemen pengawasan dapat diartikan sebagai

proses kegiatan monitoringuntuk meyakinkan bahwa semua kegiatan

organisasi terlaksana seperti yang direncanakan dan sekaligus juga

merupakan kegiatan untuk mengkoreksi dan memperbaiki bila

ditemukan adanya penyimpangan yang akan mengganggu pencapaian

tujuan.

2.3 Hubungan Pengawasan Dengan Distribusi

Dalam distribusi beras bersubsidi di Kecamatan Sungai Lala ,

dengan adanya ketidaktepatan sasaran penerima beras bersubsidi ,


31

ketidaktepatan waktu pendistribusian, kualitas beras bersubsidi yang

diterima keluarga miskin , serta penyimpangan pendistribusian beras

bersubsidi lainnya merupakan permasalahan yang muncul dan segera

diselesaikan.

Permasalahan tersebut dikarenakan belum optimalnya

pengawasan yang dilakukan oleh Tim Pengawasan beras bersubsidi

Kecamatan Sungai Lala. Sebagai pihak yang terdiri atas lintas sector, tim

pengawasan belum dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan

baik, sehingga permasalahan ketidaktepatan sasaran penerima beras

bersubsidi , ketidaktepatan waktu pendistribusian, kualitas beras

bersubsidi yang diterima keluarga miskin , serta terdapat penyimpangan

pendistribusian beras bersubsidi lainnya masih saja terjadi di Kecamatan

Sungai Lala.

Maka untuk itu diperlukan sebuah cara agar tim pengawas

Kecamatan Sungai Lala dalam melakukan pengawasan distribusi beras

bersubsidi dapat berjalan optimal. Cara tersebut bisa melalui optimalisasi

fungsi prngawasan dari tim pengawas yang dapat dilakukan dengan

penerapan teknik-teknik pengawasan menurut Siagian dan Bohari, yaitu

pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung, serta pengawasan

preventif dan pengawasan represif.

Dengan adanya penerapan konsep tersebut diharapkan

pengawasan dapat berjalan optimal, sehingga ketidaktepatan sasaran

penerima beras bersubsidi, ketidaktepatan waktu pendistribusian,


32

kualitas beras bersubsidi yang diterima keluarga miskin , serta

penyimpangan pendistribusian beras bersubsidi lainnya dapat di

minimalisir.

2.4 Penelitian Terdahulu

Penelitian-penelitian yang berkaitan dengan Pengawasan dan

Distribusi adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu


Persamaan Perbedaan
No Nama Judul penelitian penelitian Kesimpulan
saat ini saat ini
1. Ratna Sari, Pengawasan Sama-sama Penelitian Penelitian ini
Dr. Enos Lurah dalam meneliti saat inimembuktikan
Pasella, Penyaluran tentang menggunak bahwa
[Link], Raskin di variabel an variabel pengawasan
[Link], Kelurahan bebas terikat Lurah di
Budiman, Sidomulyo pengawasan distribusi. Kelurahan
[Link], [Link] Kecamatan . Sidomulyo
(2017) Samarinda Ilir memiliki
Kota Samarinda. peengaruh
positif dan
signifikan dalam
penyaluran
raskin di
Kecamatan
Samarinda Ilir
kota Samarinda.
2. Rizka Dwi Pengawasan Sama-sama Penelitian Hasil penelitian
Oktaviani Pemerintah Kota meneliti saat ini ini menunjukkan
(2017) Cilegon dalam variabel menggunak bahwa
Penyaluran bebas an variabel pengawasan
Raskin di pengawasan terikat pemerintah kota
Kecamatan . distribusi. Cilegon
Citangkil Kota berpengaruh
Cilegon tahun positif dan
2015 (Studi signifikan dalam
Kasus di penyaluran
33

Kelurahan Lebak raskin di


Denok Citangkil). Kecamatan
Citangkil kota
Cilegon tahun
2015.
3. Ageng Analisis Sama-sama Penelitian Hasil penelitian
Aditama Pengawasan meneliti saat ini ini menunjukkan
(2016) Distribusi Pupuk variabel menggunak bahwa
Bersubsidi dalam bebas an variabel pengawasan
Upaya pengawasan terikat distribusi pupuk
Peningkatan . distribusi bersubsidi
Produktivitas subsidi berpengaruh
Tanaman Padi beras. positif dalam
(Studi Kasus upaya
Kabupaten meningkatkan
Lampung Timur produktivitas
tahun 2015). tanaman padi di
Kabupaten
Lampung Timur
pada tahun
2015.
4. Yeti (2011) Pengaruh Sama-sama Penelitian Hasil penelitian
Pengawasan meneliti saat ini menunjukkan
Ketua Tim variabel menggunak bahwa terdapat
Koordinasi bebas an variabel pengaruh positif
Raskin Kabupaten pengawasan terikat pengawasan dari
terhadap . distribusi ketua tim
Efektifitas Kerja koordinasi
Pegawai dalam terhadap
Pendistriibusian pendistribusian
Program Raskin raskin di
di Kabupaten Kabupaten
Ciamis. Ciamis.
34

2.5 Kerangka Pemikiran

1. Pengaruh Pengawasan terhadap Distribusi Subsidi Beras

Pengawasan adalah keseluruhan upaya pengamatan pelaksanaan

kegiatan operasional guna menjamin bahwa sebagian kegiatan tersebut

sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya (Siagian : 2011).

Oleh karena itu, pengawasan sangatlah berpengaruh terhadap pelaksanaan

penyaluran subsidi beras , apabila pengawasan yang dilakukan baik pasti

pelaksanaan distribusi juga akan baik, sebaliknya jika pengawasan yang

dilakukan kurang, maka hal tersebut akan berpengaruh tidak baik pada

pelaksanaan distribusi subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan

rendah di kecamatan Sungai Lala.

Teori Karakteristik-Karakteristik Pengawasan yang efektif dapat

dilihat sebagai berikut:

a. Akurat

Informasi tentang pelaksanaan kegiatan harus akurat. Data yang tidak

akurat dari system pengawasan dapat menyebabkan organisasi

mengambil tindakan koreksi yang keliru atau bahkan menciptakan

masalah yang sebenarnya tidak ada.

b. Tepat waktu

Informasi harus dikumpulkan, disampaikan dievaluasi secepatnya bila

kegiatan perbaikan harus dilakukan segera.

c. Obyektif dan menyeluruh

Informasi harus mudah dipahami dan bersifat obyektif serta lengkap.


35

d. Terpusat pada titik-titik pengawasan strategik

System pengawasan harus memusatkan perhatian pada bidang-bidang

dimana penyimpangan-penyimpangan dari standar paling sering terjadi

atau yang akan mengakibatkan kerusakan paling fatal.

e. Realistik secara ekonomis

Biaya pelaksanaan harus lebih rendah, atau paling tidak sama dengan

kegunaan yang diperoleh dari sistem tersebut.

f. Realistik secara organisasional

Sistem pengawasan harus cocok atau harmonis dengan kenyataan-

kenyataan organisasi.

g. Terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi

Informasi pengawasan harus terkoordinasi dengan aliran kerja

organisasi, karena 1) setiap tahap dari proses pekerjaan dapat

mempengaruhi sukses atau kegagalan keseluruhan operasi, dan 2)

informasi pengawasan harus sampai pada seluruh persoalan yang

memerlukannya.

h. Fleksibel

Pengawasan harus mempunyai fleksibelitas untuk memberikan

tanggapan atau reaksi terhadap ancaman ataupun kesempatan dari

lingkungan.

i. Bersifat sebagai petunjuk dan operasional

Sistem pengawasan efektif harus menunjukkan baik deteksi atau

deviasi dan standar, tindakan koreksi apa yang seharusnya diambil.


36

j. Diterima para anggota organisasi

Sistem pengawasan harus mampu mengarahkan pelaksanaan kerja para

anggota organisasi dengan mendorong perasaan otonomi, tanggung

jawab dan berprestasi.

Karakteristik-karakteristik pengawasan yang telah disebutkan di

atas, dinilai dan dianggap lebih rasional dan tepat untuk menjawab

permasalahan-permasalahan yang ada pada pengawasan program distribusi

beras bersubsidi di kecamatan Sungai Lala. Dengan diadakannya

pengukuran pengawasan sesuai indikator pengawasan yang telah

disebutkan di atas, maka diharapkan pemerintah kabupaten Indragiri hulu

lebih optimal lagi dalam pengawasan program distribusi beras bersubsidi

bagi masyarakat berpendapatan rendah khususnya di kecamatan Sungai

Lala. Berdasarkan uraian di atas, diperoleh asumsi awal penulis yaitu

bahwa pengawasan yang baik di Kecamatan Sungai Lala Kabupaten

Indragiri Hulu akan mampu meningkatkan pelaksanaan distribusi subsidi

beras bagi masyarakat berpendapatan rendah.

Berdasarkan kerangka berfikir, skema dalam penelitian ini, adalah

sebagai berikut:

Pengawasan (X) Distribusi (Y)

Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran Penelitian


Pengaruh Pengawasan (X)
Terhadap Distribusi (Y)
Sumber : Siagian (2011) dan Aziz (2008)
37

2.6 Konsep Operasional Variabel Penelitian

Tabel 2.2 Konsep Operasional Variabel Penelitian


No Variabel Definisi Indikator Skala
1. Distribusi (Y) distribusi adalah himpunan 1. Tepat sasaran Likert
perusahaan dan perorangan penerima
yang mengambil alih hak, manfaat
atau membantu dalam subsidi beras.
mengalihkan ha katas 2. Tepat waktu
barang atau jasa tersebut pendistribusia
berpindah dari produsen ke n subsidi
konsumen. (Aziz, 2008:87) beras.
3. Tepat kualitas.

2. Pengawasan Pengawasan merupakan 1. Pengawasan Likert


(X1) proses pengamatan dari langsung
seluruh kegiatan organisasi 2. Pengawasan
guna lebih menjamin bahwa tidak langsung
semua pekerjaan yang 3. Pengawasan
sedang dilakukan sesuai preventif
dengan rencana yang telah
ditentukan sebelumnya
(Siagian, 2011:50).

2.7 Hipotesis

Berdasarkan deskripsi teoritis, kerangka berfikir dan hasil-hasil

penelitian yang relevan di atas, dapat ditarik hipotesis penelitian yang

merupakan jawaban sementara sendiri dari masalah penelitian yang telah

dirumuskan, yaitu sebagai berikut :

H1. Diduga Pengawasan berpengaruh terhadap Distribusi subsidi beras bagi

masyarakat berpendapatan rendah di Kecamatan Sungai Lala Kabupaten Indragiri

Hulu.

Anda mungkin juga menyukai