STRATEGI PENGELOLAAN ZAKAT DALAM UPAYA
MENINGKATKAN JUMLAH MUZAKKI
(Studi Deskriptif Di Baznas Kota Tangerang)
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sosial pada
Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Oleh
Haryadi
1174030051
BANDUNG
2022 M/1443 H
ABSTRAK
Haryadi. Strategi Pengelolaan Zakat dalam Upaya Meningkatkan Jumlah
Muzakki (Studi Deskriptif di Baznas Kota Tangerang).
Badan Amil Zakat Nasiomal (Baznas) adalah suatu lembaga yang dibentuk
berdasarkan undang-undang dengan tugas pokoknya yaitu melakukan pengelolaan
zakat yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengordinasian
dalam hal pengumpulan, pendistibusian dan pendayagunaan zakat. dalam
praktiknya pengelolaan zakat seringkali dilakukan dengan tidak maksimal, oleh
karenanya membutuhkan strategi pengelolaan untuk dapat mempermudah dan
memaksimalkan kinerja yang dilakukan. Penerapan strategi juga dimaksudkan
untuk dapat menciptakan suatu pengelolaan zakat yang cepat, tepat, aman, dan
akuntabel
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan
zakat yang terdiri dari formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi yang
dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang dalam upaya meningkatkan jumlah
muzakki.
Teori yang digunakan didasarkan pada teori yang diungkapkan
Taufiqurrahman (2020: 27-28) bahwa manajemnen strategi memilikiki tiga
tahapan utama, yaitu formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
yang bertujuan untuk menggambarkan dan memeberikan penjelasan serta fakta-
fakta mengenai proses strategi pengelolaan zakat di Baznas Kota Tangerang
dalam upayanya meniningkatkan jumlah muzakki. Adapun jenis penelitian yang
dilakukan adalah jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data
berupa observasi langsung, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa strategi pengelolaan zakat di Baznas
Kota Tangerang terdiri dari tiga tahapan: Pertama, formulasi strategi meliputi
pengembangan visi msi, analisis lingkungan eksternal dan internal melalui
analisis peluang, tantangan, kekuatan dan kelemahan, penentuan targer dan
terakhir ialah menetukan alternatif strategi. Kedua, Implementasi strategi yang
meliputi pengembangan strategi dan juga pelaksanaan program-program yang
telah dirumuskan baik pada bidang pengumpulan maupun pada bidang
pendistribudian dan pendayagunaan zakat. Ketiga, evaluasi yang meliputi
kegiatan menganalisis faktor-faktor interal dan eksternal, pengukuran kinerja
pegawai dan pengambilan tindakan koreksi dan perbaikan. Dari hasil penelitian
disimpulkan bahwa strategi pengelolaan zakat di Baznas Kota Tangerang dalam
upayanya meningkatkan jumlah muzakki sudah berjalan dengan lancar hal ini
terlihat dari data peningkatan jumlah muzakki di kurun waktu 2016 sampai
dengan 2019 meski terjadi penurunan di tahun 2020 karena wabah covid-19 yang
membut muzakki menyalurkan dana zaktnya secara pribadi dilingkungannya
sendiri.
Kata Kunci: Strategi, Zakat, Muzakki
i
LEMBAR PERSETUJUAN
ii
LEMBAR PERNYATAAN
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Haryadi
Tempat dan tanggal lahir : Tangerang, 03 September 1998
Nomor induk mahasiswa : 1174030051
Jurusan/prodi : Manajemen Dakwah
Alamat lengkap : Kp. Tegal Jawa RT/RW 001/001 Ds. Tegal Kunir
Lors kec. Mauk kab. Tangerang 15530
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Strategi Pengelolaan
Zakat dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Muzakki (Studi Deskriptif Di
BAZNAS Kota Tangerang)” adalah asli karya tulis ilmiah sendiri dan bukan hasil
salinan dari karya tulis ilmiah (skripsi) orang lain.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan
dari pihak manapun. Apabila pernyataan ini tidak benar saya siap menerima
segala konsekuensi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Bandung, April 2022
Pembuat Pernyataan
Haryadi
NIM: 1174030051
iii
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah peneliti panjatkan kehadirat Allah Swt atas segala
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan
skripsi dengan judul “Strategi Pengelolaan Zakat dalam Upaya Meningkatkan
Jumlah Muzakki (Studi Deskriptif Baznas Kota Tangerang)” dengan lancar.
Sholawat dan salam penulis curahkan pada manusia paling mulia dimuka bumi
yang diutus sebagai suri tauladan bagi seluruh alam yaitu Nabi Muhammad
SAW., juga kepada para keluarganya, sahabatnya, sampai kepada kita semua
sebagi umatnya.
Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat yang harus ditempuh
untuk meraih gelar sarjana pada Jurusan Manajmen Dakwah Fakultas Dakwah
dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.
Melalui penyusunan skripsi ini diharapkan dapat menambah wawasan dan
pengalaman bagi peneliti, sehingga dapat menjadi bekal di masa depan.
Selesainya skripsi ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh
karena itu dalam kesempatan ini peneliti menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebanyak-banyaknya kepada :
1. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. H. Sarbini yang telah
memberikan ijin untuk mengadakan penelitian.
2. Ketua Jurusan Manajemen Dakwah, Bapak H. Arif Rahman, [Link],. [Link].
dan Sekretaris Jurusan Manajemen Dakwah, Bapak Herman, [Link]. yang
telah memeberikan persetujuan atas penyusunan skripsi ini.
iv
3. Dr. H. Yusuf Zainal Abidin, MM., selaku Pembimbing I yang telah sabar
memberikan bimbingan dan pengarahan dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Dra. Hj. Yuliani, [Link], selaku Pembimbing II dan dosen wali studi yang
telah tulus memotivasi, memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis
mulai dari awal perkuliahan sampai dengan selesainya skripsi ini.
5. pak dan Ibu Dosen Jurusan Manajemen Dakwah, yang telah mendidik dan
membimbing selama masa kuliah.
6. Bapak Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang telah
memberikan izin untuk melakukan penelitian.
7. Kepala Pelaksana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang
yang telah membantu penyusunan skripsi ini.
8. Para pegawai Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang yang
telah membantu penyusunan skripsi ini.
9. Bapak dan Ibuku atas semua usaha, pengorbanan, bimbingan, dan doanya
sehingga aku dapat menyelesaikan kuliah.
10. Maelly dan Ahmad Juaeni selaku kakak penulis yang memberikan
dukungan, do’a dan motivasi untuk penulis.
11. Maulana Malik, Muhsin Nursholih dan Saepullah Anshori sebagai sahabat
penulis yang senantiasa memberi dukungan kepada penulis.
12. Teman-teman seperjuangan manajemen dakwah angkatan 2017 yang ikut
memberikan dorongan, dan menemani penulis disegala kondisi selama
masa perkuliahan.
v
Peneliti menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat
kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat peneliti
harapkan demi kesempurnaan skripsi ini.
Akhirnya, semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi peneliti
khususnya, pembaca pada umumnya dan juga dapat berguan untuk
pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dibidang manajemen dakwah.
Bandung, April 2022
Haryadi
vi
DAFTAR ISI
ABSTRAK .............................................................................................................. i
LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................. ii
LEMBAR PERNYATAAN .................................................................................. ii
KATA PENGANTAR ......................................................................................... iiv
DAFTAR ISI ........................................................................................................ vii
DAFTAR TABEL................................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xii
RIWAYAT HIDUP ............................................................................................ xiii
MOTTO .............................................................................................................. xiv
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang Penelitian ............................................................................ 1
B. Fokus Penelitian ........................................................................................... 6
C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 7
D. Kegunaan Penelitian..................................................................................... 7
E. Landasan Pemikiran ..................................................................................... 8
F. Langkah-Langkah Penelitian ..................................................................... 16
vii
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................... 21
A. Konsep Strategi .......................................................................................... 21
1. Pengertian Strategi.................................................................................. 21
2. Jenis-Jenis Strategi ................................................................................ 23
3. Tahapan Strategi ..................................................................................... 24
B. Konsep Pengelolaan ................................................................................... 29
1. Pengertian Pengelolaan .......................................................................... 29
2. Fungsi-Fungsi Pengelolaan .................................................................. 30
3. Aspek Pengelolaan Zakat ....................................................................... 34
C. Konsep Zakat ............................................................................................. 35
1. Pengertian Zakat ..................................................................................... 35
2. Dasar Hukum Zakat................................................................................ 36
3. Tujuan Zakat........................................................................................... 38
4. Syarat Wjib Zakat ................................................................................... 41
5. Macam-Macam Zakat............................................................................. 42
6. Hikmah Zakat ......................................................................................... 48
D. Konsep Muzakki ........................................................................................ 49
1. Pengertian Muzakki ................................................................................ 49
2. Syarat-Syarat Muzakki ........................................................................... 51
viii
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................. 53
A. Gambaran Umum Kondisi Objektif Baznas Kota Tangerang.................... 53
1. Sejarah dan latar belakang berdirinya Badan Amil Zakat Nasional
(Baznas) Kota Tangerang .......................................................................... 53
2. Landasan Hukum Pengelolaan Zakat ..................................................... 54
3. Visi, Misi dan Motto Baznas Kota Tangerang ....................................... 56
4. Sususnan Kepengurusan Baznas Kota Tangerang ................................. 57
5. Program Baznas Kota Tangerang ........................................................... 64
B. Hasil Penelitian .......................................................................................... 67
1. Formulasi Strategi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang
dalam Meningkatkan Jumlah Muzakki ..................................................... 67
2. Implementasi Strategi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota
Tangerang dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Muzakki........................ 75
3. Evaluasi strategi pengelolaan zakat dalam upaya meningkatkan jumlah
muzakki ..................................................................................................... 91
C. Pembahasan Hasil Penelitian ..................................................................... 95
1. Formulasi strategi ................................................................................... 96
2. Implementasi Strategi ............................................................................. 97
3. Evaluasi .................................................................................................. 97
ix
BAB IV PENUTUP ............................................................................................. 99
A. Kesimpulan ................................................................................................ 99
B. Saran......................................................................................................... 100
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 102
LAMPIRAN ....................................................................................................... 105
x
DAFTAR TABEL
Table 1.1 Data Realisasi Muzakki (orang/badan) ................................................... 4
Tabel 3. 1 Rencana penyaluran dana zakat berdasarhkan asnaf ........................... 74
Tabel 3. 2 Realisasi Pengumpulan ZIS Baznas Kota Tangerang .......................... 82
Tabel 3. 3 Realisasi Muzakki (orang/badan) Baznas Kota Tangerang ................. 82
Tabel 3. 4 Data Realisasi Penyaluran Zakat Berdasarkan Program ...................... 90
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 0. 1 SK Penetapan Pembimbing Skripsi ............................................... 105
Gambar 0. 2 Wawancara Dengan Bapak Jaka Firmansyah (Ketua Pelaksana
Baznas Kota Tangerang) ..................................................................................... 109
Gambar 0. 3 Wawancara dengan Bapak Rifti Fauzan (Bidang Pengumpulan
Baznas Kota Tangerang) ..................................................................................... 110
Gambar 0. 4 Wawancara Online dengan Bapak H. Khudhori (Muzakki Baznas
Kota Tangerang).................................................................................................. 110
xii
RIWAYAT HIDUP
Haryadi, lahir di Tangerang pada tanggal 3 September
1998. Anak dari 2 bersaudara dari pasangan Bapak.
Mulyadi dan Ibu Satirah. Bertempat Tinggal di Kampung.
Photo
Tegal Jawa , Desa. Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk,
Kabupaten Tangerang, Banten.
Penulis mulai bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN)
Tegal Kunir Lor II pada tahun 2006 dan lulus pada tahun 20011. Setelah itu
penulis melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Da’ar el Arqam
dan lulus pada tahun 2014. Setelah itu penulis melanjurkan sekolah ke jenjang
selanjutnya yaitu bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kabupaten
Tangerang dan menyelesaikan sekolah pada tahun 2017. Setelah itu pada tahun
2017 penulis terdaftar sebagai Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan
Gunung Djati Bandung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Manajemen
Dakwah sampai 2022.
Untuk menperoleh gelar Sarjana Sosial ([Link]) penulis mengajukan skripsi
dengan judul Strategi Pengelolaan Zakat dalam Upaya Meningkatkan Jumlah
Muzakki (Studi Desktiptif di Baznas Kota Tangerang).
xiii
MOTTO
“Dalam hidup ini pastilah ada pilihan. Apabila kamu telah memilih salah
satunya, lakukanlah dengan sebaik mungkin. Anggaplah yang kamu lakukan
demi orang-orang yang ada di sekitarmu, orang-orang yang kamu sayangi,
orang-orang yang kamu cintai. Jadikanlah mereka semangat bagimu”
( Penulis )
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Indonesia merupakan salah satu Negara dengan penduduk muslim terbesar di
dunia, sehingga setiap mereka memiliki kewajiban ibadah sebagai hamba
Allah yang harus dilaksanakan, salah satunya ialah menunaikan zakat, sebagai
rukun ke tiga dari rukun Islam yang lima (Rosadi, 2019:1). Sebagai negara
yang memiliki jumlah penduduk mayoritas muslim iindonesia memiliki
potensi zakat yang besar, hal ini tercermin dari angka potensi zakat tahun 2020
dengan nilai potensi zakat sebesar 233,84 triliun rupiah yang meningkat dari
tahun sebelumnya sbesar 233,6 triliun rupiah. Potensi zakat yang besar
tersebut tidak diimbangi dengan realisasinya yang hanya sebesar 10.116 triliun
rupiah (Baznas, 2019). Dengan potensi yang besar itu harus mampu dikelola
dengan maksimal menggunakan strategi yang mampu memikat muzakki untuk
menyertakan zakatnya pada lembaga atau badan pengelola zakat.
Zakat berasal dari kata zaka, yang diterjemahkan tumbuh, suci atau bersih
dan maslahah (Abbas, 2017: 4). Dalam istilah fiqih zakat merupakan
sejumlah harta tertentu yang Allah wajibkan untuk disalurkan kepada setiap
orang yang berhak (al-mustahiq) (Abbas, 2017: 10). Istilah zakat dipakai
untuk beberapa arti, namun yang sering digunakan masyarakat ialah istilah
zakat untuk sedekah yang wajib, sedangkan kata sedekah sendiri digunakan
untuk sedekah sunnah. Para ulama berpendapat bahwa zakat termasuk
kedalam ibadah maliyah. Zakat merupakan bentuk manifestasi dari
1
kegotongroyongan dalam hal ekonomi antara para hartawan dan fakir miskin.
Penyaluran zakat yang dikeluarkan oleh para muzakki merupakan
perlindungan bagi masyarakat dari bencana kefakiran dan kemiskinan baik
fisik maupun mental. Masyarakat yang dipelihara dan dihindarkan dari
bencana tersebut akan menjadi masyarakat yang hidup sejahtera, subur dan
berkembang keutamaan didalamnya. Para ulama mendefinisikan zakat sebagai
suatu kewajiban tertentu terhadap harta setiap orang yang mampu untuk
diberikan kepada orang yang syarat dan ketentuannya sudah ditetapkan.
Maksud dari harta tertentu ialah harta yang telah mencapai nisab (satu nisab
sama dengan 85 gram emas, atau ada juga yang mengatakan 90 sampai 95
gram). Apabila harta yang dimiliki nilainya tidak sampai dengan yang sudah
ditentukan, maka berarti tidak ada kewajiban bagi pemilik harta untuk
mengeluarkan hartanya sebagai zakat (Rosadi, 2019:13-14).
Zakat ialah salah satu ibadah wajib yang perintah dan anjurannya banyak
ditemukan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Syariat zakat dalam Islam
memberikan gambaran bahwa agama Islam sangat memperhatikan
permasalahan sosial kemasyarakatan terutama hidup orang-orang yang lemah
(Rosadi, 2019:21). Oleh karena pentingnya zakat maka diperlukan suatu
mekanisme pengelolaan zakat untuk dapat memaksimalkan manfaat zakat bagi
umat.
Pengelolaan adalah proses penataan kegiatan yang akan dilaksanakan
melalui fungsi-fungsi manajemem sebagai tolak ukur untuk menentukan
keberhasilan sebagai bentuk dar pencapaian tujuan yang telah disepakati
2
(Naway, 2016: 8). Fungsi-fungsi manajemn meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang keempatnya saling
terkait satu dengan yang lainnya. Menurut Undang-undang No. 32 tahun 2011
pasal 1 ayat 1 terdapat tiga aspek kegiatan pengelolaan, yaitu pengumpulan
zakat, pendistribusian zakat dan pendayagunaan zakat. Oleh karena
pentingnya pengelolaan zakat, Departemen Agama Republik Indonesia
membentuk suatu lembaga untuk mengatur pengelolaan dana zakat, infaq dan
sodaqoh, yang dikenal dengan nama Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga
Amil Zakat (LAZ) yang dibentuk atas prakarsa masyarakat yang kemudian di
sahkan oleh pemerintah. Adapun Badan Amil Zakat terdiri dari Baznas pusat,
BAZ Provinsi, BAZ kota dan BAZ Kecamatan (UU. NO. 38/1999).
Baznas Kota Tangerang merupakan transformasi dari Badan Amil Zakat
Daerah (Bazda) Kota Tangerang yang dibentuk pada hari Jumat, tanggal 20
Oktober 2003 sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Tangerang No
451.12/Kep.112/2003 tertanggal 13 Juni 2003 tentang Pembentukan Badan
Amil Zakat Kota Tangerang. Bazda Kota Tangerang yang kemudian saat ini
berubah menjadi Baznas Kota Tangerang telah berperan aktif dalam upaya
memaksimalkan peran zakat dalam mengurangi kemiskinan di Kota
Tangerang melalui kerjasama dengan lembaga terkait sebagimana tercantum
dalam salah satu misi Baznas kota tangerang. Perubahan nama Badan Amil
Zakat (BAZ) menjadi Badan Amil Zakat Nasional ialah didasari dengan
penetapan undang-undang baru, yaitu Undang-undang No 32 tahun 2011.
3
Keberadaan Baznas Kota Tangerang menjadi sesuatu hal yang penting
bagi masyarakat kota Tangerang, sebab Baznas sendiri keberadaannya
dimaksudkan untuk membantu masyarakat dengan tugas dan fungsinya yaitu
menghimpun, dan menyalurkan dana zakat infaq dan sodaqoh. Hal ini dapat
terlihat dari program-program yang dikeluarkan oleh Baznas Kota Tangerang
baik dibidang pendidikan, kesehatan dan bidang-bidang lain yang manfaatnya
langsung dirasakan oleh masyarakat. Meskipun demikian Baznas Kota
Tangerang terus berupaya meningkatkan perannya untuk terus
mengoptimalkan pengelolaan zakat agar mampu menjadi badan amil zakat
yang transparan, amanah dan profesional sebagaimana tercantum dalam visi
Baznas Kota Tangerang. Upaya Baznas dalam meningkatkan pengelolaan
dana zakat dapat terlihat dari jumlah muzakki yang tercermin dalam tabel
realisasi jumlah muzakki berikut:
Tabel Realisasi Jumlah Muzakki (orang/badan)
Tahun 2016-2020
Muzakki Muzakki
Tahun
(perorangan) (badan/instansi)
2016 1.470 0
2017 1.559 0
2018 4.239 0
2019 5.138 0
2020 300 17
Table 3.1 Data Realisasi Muzakki (orang/badan) 2016-2020
4
Berdasarkan data yang peneliti peroleh dari data realisasi jumalah muzakki
dan hasil wawancara, diketahui terdapat tren kenaikan dari tahun 2016 sampai
2019 secara signifikan, akan tetapi pada tahun 2020 terdapat penurunan
jumalah muzakki meskipun data yang tertera terdapat muzakki yang tergabung
dalam badan dan institusi akan tetapi berdasarkan wawancara dengan ketua
pelaksana diakui terdapat penurunan jumlah muzakki dari tahun sebelumnya.
Meskipun demikian Baznas Kota Tangerang akan terus menerapkan strategi
untuk dapat terus memaksimalkan penerimaan zakat yang ada di Kota
Tangerang. Salah satu hal terpenting dalam pengelolaan zakat ialah bagaimana
suatu program dapat diimplementasikan dengan baik sesuai dengan apa yang
direncanakan, sehigga mampu meningkatkan minat muzakki untuk menitipkan
zakatnya kepada Baznas Kota Tangerang, untuk mencapai hal tersebut
dibutuhkan suatu strategi pengelolaan zakat yang baik.
Dalam suatu lembaga, badan, organisasi dan perusahan, strategi
merupakan hal penting yang digunakan untuk menjalin hubungan atau
mempengaruhi konsumen untuk percaya dengan apa yang ditawarkan.
Berkaitan dengan hal tersebut Baznas Kota Tangerang harus memiliki strategi
yang tepat dan bisa digunakan untuk meningkatkan jumlah muzakki yang
mempercayakan zakat mereka untuk dikelola oleh Baznas Kota Tangerang.
Setrategi ialah suatu tindakan yang dilakukan terus menerus serta
mengalami peningkatan yang didasarkan terhadap apa yang diinginkan oleh
konsumen atau pasar dimasa depan (Taufiqurokhman, 2016: 21). Witcher
yang dikutip oleh Bahaudin, menjelaskan bahwa strategi ialah suatu
5
pendekatan untuk mengarahkan operasi-operasi perusahaan kepada tujuan dan
arah yang terus-menerus berkelenjutan dari masa kemasa. (Bahaudin dkk,
2020: 72).
Baznas Kota Tangerang adalah suatu badan yang pada pelaksanaan
fungsinya sangat bergantung pada seberapa besar masyarakat (muzaki) mau
menunaikan atau menitipkan zakatnya kepada Baznas Kota Tangerang untuk
dapat dikelola dengan baik. Dalam pengelolaan zakat ada tiga hal penting
yaitu berkaitan dengan penghimpunan, pendistribusian dan pendayagunaan
dana zakat. Semua hal tersebut harus di kelola dengan strategi yang baik
sehingga para muzakki percaya dan akan terus setia menitipkan zakatya
kepada Baznas Kota Tangerang sehingga jumlah muzakki terus bertambah
setiap tahunnya.
Berdasarkan permasalahan di atas, penulis tertarik melakukan penelitian
mengenai strategi pengelolaan zakat di Baznas Kota Tangerang untuk
mengetahui bagaimana proses formulasi strategi, implementas strategi dan
evaluasi strategi yang dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang.
B. Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini ialah “Bagaimana Strategi Pengelolaan Zakat yang
Dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang dalam Upaya Meningkatkan Jumlah
Muzakki” dari fokus penelitian tersebut diajukan pertanyaan penelitian
sebagai berikut:
1. Bagaimana proses formulasi strategi Baznas Kota Tangerang dalam
meningkatkan jumlah muzakki?
6
2. Bagaimana implementasi strategi Baznas Kota Tangerang dalam upaya
meningkatkan Jumlah muzakki?
3. Bagaimana evaluasi strategi pengelolaan zakat dalam upaya meningkatkan
jumlah muzakki?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan fokus penelitian yang sudah dibuat, maka tujuan penelitian ini
adalah:
1. Mengetahui proses formulasi strategi Baznas Kota Tangerang dalam
meningkatkan jumlah muzakki.
2. Mengetahui implementasi strategi Baznas Kota Tangerang dalam upaya
meningkatkan Jumlah muzakki.
3. Mengetahun evaluasi strategi pengelolaan zakat dalam upaya
meningkatkan jumlah muzakki.
D. Kegunaan Penelitian
1. Dari segi teoretis
Penelitian ini diharapkan dapat memperluas khasanah pemikiran,
pengetahuan dan pemahaman dalam ilmu manajemen terutama yang berkaitan
dengan strategi pengelolaan zakat, serta diharapkan dapat dijadikan sebagai
salah satu bahan studi banding oleh peneliti lain, dan dapat digunakan dalam
pengembangan keilmuan terutama dalam ilmu manajemen dakwah.
2. Dari segi praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan positif bagi
organisasi dalam upaya merumuskan, melaksanakan dan melakukan evaluasi
7
secara mendalam terkait dengan strategi yang dijalankan oleh Baznas Kota
Tangerang.
E. Landasan Pemikiran
1. Hasil Penelitian Sebelumnya
Sesuai dengan judul penelitian yang akan dilakukan, penulis kemudian
menganalisis secara mendalam terhadap hasil penelitian terdahulu yang
menurut penulis memiliki kesamaan dengan penelitian yang akan penulis
lakukan. Dalam tinjawan pustaka ini ada beberapa penelitian yang sudah
dilakukan, diantaranya ialah:
Pertama, penelitian yang dilakukan Rita Cantika pada tahun 2018 dengan
penelitian yang berjudul Strategi Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah
Muhamadiyah (Lazizmu) dalam Mendapatkan Kepercayaan Muzakki. Hasil
dari penelitian tersebut mengatakan bahwa strategi yang dijalankan oleh
Lazismu secara umum dapat direalisasikan dengan baik yang tercermin dari
pelaksanaan program-programnya dilapangan meskipun dalam
pelaksanaannya ketika dihadapkan dengan kondisi dilapangan dari 12 program
8 program dapat direalisasikan dan 4 program lainnya tidak direalisasikan
Kedua, penelitian yang dilakukan Ziyan Lutfiani Noor Falah pada tahun
2016 dengan judul penelitian Strategi Marketing Dompet Dhuafa Jawa Barat
dalam Meningkatkan Kepercayaan Muzakki. Hasil dari penelitian ini ialah
strategi marketing yang dijalankan oleh dompet dhuafa dengan melalui
strategi marketing secara langsung atau direct marketing dan juga melalui
strategi marketing in direct marketing atau metode fundraising yang dilakukan
8
dalam bentuk iklan di media masa seperti televisi, radio dan Koran. Selain itu
implementasi strategi yang dijalankan dompet dhuafa dalam upaya
meningkatkan kepercayaan muzakki adalah dengan mengimplementasikan
program-programnya, baik dibidang kesehatan, pendidikan, ekonomi maupun
program insidental seperti bulan ramadhan dan hari raya qurban.
Ketiga, penelitain yang dilakukan oleh Rizkiyah Audina pada tahun 2019
dengan judul penelitian, Strategi Pengelolaan Zakat Rumah Yatim dalam
Upaya Optimalisasi Pemberdayaan Umat. Hasil dari penelitian ini
menyatakan bahwa strategi pengelolaan zakat pada rumah yatim dalam upaya
memberdayakan zakat menggunakan tiga aspek, yaitu pengumpulan
(fundraising) dengan metode open booth, media sosial serta kemitraan dengan
perusahaan-perusahaan dibidang finansial, kemudian pendistribuasian zakat
dengan program-program yang telah direncanakan dan selanjutnya
didayagunakan.
Dari ketiga penelitian d iatas terdapat persamaan dengan penelitian yang
dilakukan oleh penulis, yaitu sama-sama meneliti tentang strategi dalam
pengelolaan zakat, akan tetepi terdapat perbedaan objek penelitian dan tujuan
akhir penelitian. Dalam penelitian ini penulis berfokus pada peningkatan
jumlah muzakki sementara peneliti yang lain berfokus pada upaya
pemberdayaan umat dan kepercayaan muzakki.
2. Landasan Teoretis
Untuk mrmberikan suatu gambaran yang lebih jelas terkait penelitian ini
serta untuk menghindari kesalahan atas pengertian tentang judul penelitian
9
yang digunakan, maka penulis perlu memberikan penegasan dengan beberapa
teori yang akan penulis gunakan. Sebagaimana teori yang dikemukakan oleh
Jauch and Glueeck yang dikutip oleh Suci dalam bukunya yaitu:
A Strategic is a unified, comprehensive, and integrated plan that
relates the strategic advantages of the firm to the challenges of the
environment and that is designed to ensure that basic objectives of the
enterprise are achieved through proper execution by the organization.
Sebuah rencana yang disatukan, luas dan terintegerasi, yang
menghubungkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan
yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat
dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi. (Suci, 2015: 1)
Berdasarkan pengeritan strategi di atas didapati makna bahwa strategi
perusahaan ialah satu kesatuan rencana, yang luas, komprehensif serta
terintegerasi satu sama lain yang dimaksudkan agar tujuan perusahaan dapat
tercapai dengan baik.
Ada beberapa hal dari pengertian di atas yang dapat ditarik kesimpulan,
antara lain:
a. Adanya berbagai rencana yang kemudian dibuat dan bisa disatukan
untuk dapat mencapai tujuan dalam perusahaan, baik tujuan jangka
pendek maupun tujuan jangka panjang.
b. Sebuah strategi dibuat dengan memerhatiakan tantangan lingkungan
yang dihadapi oleh perusahaan, dengan demikian sebuah strategi
perusahaan dibuat berdasarkan analisis lingkungan, baik analisis
eksternal maupun analisis internal, yaitu kekuatan, kelemahan,
10
peluang, tantangan dan ancaman. Kesemuanya itu penting untuk dapat
menjawab perubahan yang terjadi.
c. Pelaksanaan strategi dilakukan dengan terarah, tepat guna, dengan
keputusan-keputusan yang tepat untuk mencapai tujuan perusahaan.
d. Sebuah strategi dibuat untuk dapat memastikan tujuan perusahaan
dapat dicapai dengan tepat.
Mintezberg dan McHugh dalam Bahaudin dkk. (2020: 73-74).
menjelaskan bahwa strategi itu dalam prosesnya dapat dibedakan menjadi lima
jenis, yaitu:
a. Strategi yang direncanakan atau planned strategy, yaitu sejumlah
strategi yang sudah dipikirkan terlebih dahulu dalam sebuah
perencanaan sebelum diimplementasikan.
b. Strategi disengaja atau deliberate strategy, yaitu strategi yang dipilih
dari strategi yang direncanakan untuk dilaksanakan.
c. Strategi yang tidak direalisasikan atau Unrealized strategy, yaitu
karena dalam prosesnya terjadi perubahan-perubahan yang luput dari
prediksi saat penyusunan perencanaan menyebebkan banyak rencana
yang tidak direalisasikan.
d. Strategi muncul tengah jalan atau emergent strategy, yaitu karena
factor ketidak sengajaan atau kebetulan, tindakan spontan dari
manajemen lapis bawah, atau juga perubahan yang tak terencana dari
pimpinan puncak dalam organisasi menyebabkan munculnya strategi-
11
strategi baru yang tidak terpikirkan sebelumnya dalam proses
perencanaan.
e. Strategi yang terealisasi atau realized strategi, yaitu strategi yang
dilaksanakan baik karena sudah terencana sebelumnya maupun yang
muncul ditengah jalan.
Menurut Taufiqurokhman (2020: 27-28) mengatakan bahwa pada
perinsipnya manajemen strategik terdiri atas tiga Tahapan strategi yaitu:
1. Tahap formulasi: pada tahap formulasi ini didalamnya terdapat
pembuatan dan pengembagan visi dan misi, menemukan peluang dan
tantangan eksternal organisasi, menentukan kekuatan dan kelemahan
internal, pembuatan sasaran jangka panjang, menentukan pilihan-
pilihan strategi, serta pengambilan keputusan strategi yang dipilih dan
kemudian diterapkan dalam organisasi.
2. Tahap implementasi (bisa juga disebut proses tindakan): meliputi
pemilihan dan penentuan sasaran tahunan, pengelolaan kebijakan,
pengalokasian sumber-sumber, pemotivasian pegawai, agar strategi
yang diformulasikan dapat terlaksana dengan baik. termasuk
didalamnya adalah pengembangan kultur yang mendukung strategi,
pembuatan struktur organisasi yang efektif, penyiapan anggaran, serta
mengkaitkan kompensasi pegawai dengan kinerja organisasi.
3. Tahap evaluasi: dalam tahap ini meliputi kegiatan mencermati apakah
strategi yang telah dirumuskan berjalan dengan baik atau tidak. Hal ini
dibutuhkan untuk memenuhi prinsip bahwa strategi perusahaan
12
haruslah secara terus-menerus disesuaikan dengan kondisi perubahan-
perubahan yang selalu terjadi dilingkungan internal dan eksternal. Tiga
kegiatan utama pada tahap ini adalah: menganalisa faktor-faktor
internal dan eksternal sebagai basis strategi yang berjalan, pengukuran
kinerja, dan pengambilan tindakan perbaikan.
Organisasi pengelolaan zakat dapat dilakukan oleh Badan Amil Zakat
(BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Organisasi pengelolaan zakat seperti
BAZ dan LAZ mempunyai tugas pokok mengumpulkan, mendistribusikan dan
mendayagunakan zakat sesuai dengan ketentuan agama (UU No. 38 tahun
1999).
Berdasarkan pasal 5 dan 15 Undang-undang no 23 tahun 2011 penamaan
Badan Amil Zakat (BAZ) kemudian berubah menjadi Badan Amil Zakat
Nazional (Baznas) baik pusat maupun daerah. Adapun tujuan dari pengelolaan
zakat yaitu meningkatkan evektifitas dan efisiensi pelayanan dalam
pengelolaan zakat dan meningkatkan manfaat zakat untuk dapat mewujudkan
kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Dalam
pelaksanaan zakat harus berdasarkan asas syariat Islam, amanah, kemanfaatan,
keadilah, kepastian hukum, integerasi dan akuntabilitas. (UU No. 23 Tahun
2011 Pasal 2 dan 3).
Sedangkan zakat secara bahasa berasal dari kata zaka adalah bentuk
masdar dari kata zaki (bersih). Zakat diterjemakan “berkah” tumbuh,
suci/bersih dan maslahah. Dalam kitab-kitab fikih, perkataan zakat diartikan
suci, tumbuh dan berkembang serta berkah. Jika pengertian ini dihubungkan
13
dengan harta, secara Islam harta tersebut (yang sudah dizakati) akan tumbuh
dan berkembang serta suci dan bersih (Abas, 2017 :4) Sedangkan menurut
Undang-undang No. 23 tahun 2011 pasal 1, zakat adalah harta yang wajib
dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada
yang berhak menerimanya menurut syariat Islam.
Zakat merupakan suatu bntuk pengikat yang kuat dalam menjalin
hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antar sesama manusia (kaya
dan miskin). Zakat merupakan salah satu bentuk cara hidup sosial yang
menunjukan sifat peduli antar sesama manusia, dimana zakat berfungsi
sebagai jembatan kasih sayang antar sesama manusia. Selain itu zakat juga
merupakan bentuk kongkrit ajaran Islam tentang persaudaraan dan ajang
tolong-menolong. Oleh karenanya pengelolaan zakat dilakukan dengan
sebaik-baiknya sehingga manfaatnya dapat dinikmati secara luas oleh manusia
(Abas, 2017 :11).
Pengelolaan ialah suatu proses penataan kegiatan yang
dilaksanakan dengan fungsi-fungsi manajemen yang digunakan sebagai
acuan untuk menentukan keberhasilan sebagai bentuk dari pencapaian
tujuan yang telah disepakati. (Nawai, 2016: 8). Pengelolaan zakat di
Indonesia pada dasarnya dilakukan oleh sebuah badan atau lembaga yang
diatur dalam Undang-undang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan
pengordinasian dalam pengumpulah, pendistribusian, dan pendayagunaan
zakat (UU No. 23 Tahun 2011).
14
3. Kerangka Konseptual
Strategi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang
dimulai dengan pengembangan visi dan misi yang ditentukan oleh pimpinan
Baznas Kota Tangerang dengan mempertimbangkan sumberdaya yang
dimiliki dan kebutuhan yang dihadapi.
Visi dan misi yang telah dibuat kemudian dikembangkan untuk dapat
diformulasikan menjadi strategi pengelolaan zakat. Formulasi strategi
dilakukan secara bersama oleh pimpinan dan pewagai Baznas dalam sebuah
rapat Rencana Kerja Tahunan (RKT).
Setelah diformulasikan, selanjutnya strategi pengelolaan zakat akan
diimplementasikan dalam bentuk program kerja baik itu dibidang
pengumpulan zakat maupun dibidang pendistribusian dan pendayagunaan
zakat.
Setelah diformulasikan dan diimplementasikan, selanjutnya ialah
dilakukan evaluasi terhadap strategi yang telah diimplementasikan untuk
mengetahuai kendala dan hambatan yang dihadapai untuk dapat kemudian
diambil tingadakan-tindakan perbaikan dan evaluasi secara menyeluruh.
Tujuan akhir dari pengembangan visi misi, formulasi strategi,
implementasi dan evaluasi strategi ialah untuk mencapai target akhir yaitu
meningkatkan jumlah muzakki di Baznas Kota Tangerang.
15
VISI DAN
MISI
FORMULASI
STRATEGI
IMPLEMENTAS
ISTRATEGI
EVALUASI
STRATEGI
PENINGKATAN
JUMLAH MUZAKKI
F. Langkah-Langkah Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota
Tangerang yang beralamat di Jalan Nyimas Melati No. 21A, Rt.005/Rw.001,
Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kode pos:
15117. Lokasi ini dipilih karena refresentatif dalam pengumpulan data dan
tersedianya data yang diperlukan untuk mengungkap permasalahan penelitian.
2. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif.
Menurut Sugiono sebagaimana yang dikutip oleh Sadiah mengatakan bahwa
penelitian deskriptif ialah suatu rumusan masalah yang memandu peneliti
16
untuk mengeksplorasi atau memotret situasi yang akan diteliti secara
menyeluruh, luas, dan mendalam (Sadiah, 2015: 19). Hal ini dimaksudkan
untuk menggambarkan, memaparkan dan menjelaskan mengenai judul
penelitian yang penulis angkat yaitu strategi pengelolaan zakat dalam upaya
meningkatkan jumlah muzakki. Adapun yang dimaksud dengan meningkatkan
jumlah muzakki ialah peningkatan jumlah muzakki pada tahun 2016 sampai
tahun 2020. Dalam upaya untuk menggambarkan, memaparkan dan
menjelaskan penelitian ini, peneliti melaksanakan observasi, wawancara dan
studi kepustakaan secara cermat dan mendalam. Dengan menggunakan
metode tersebut dapat menghantarkan peneliti untuk memperoleh data secara
benar, akurat dan lengkap berdasarkan hasil pengumpulan data dan
pengolahan data secara sistematis.
3. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kulitatif. Data
dalam penelitian kualitatif bersifat deskriptif bukan angka, data dapat berupa
gejala-gejala, kejadian dan peristiwa yang kemudian dianalisis dalam bentuk
akategori-kategori. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini
merupakan jawaban atas pertanyaan penelitian yang diajukan. Oleh karena itu
jenis data tersebut diklasifikasikan menjadi:
a. Data yang berkaitan dengan proses formulasi strategi Baznas Kota
Tangerang.
b. Data yang berkaitan dengan implementasi strategi yang dilakukan
Baznas Kota Tangerang.
17
c. Data yang berhubungan dengan evalusi strategi yang digunakan
Baznas Kota.
4. Sumber Data
Sumber data yang digunakan peneliti terdiri dari dua data, yaitu data
primer dan data sekunder.
a. Data Primer
Data primer ialah data dari hasil informasi tertentu mengenai suatu
data dari seseorang tentang masalah yang sedang akan diteliti oleh
seorang peneliti (Sadiah, 2015: 87). Data primer ini diperoleh dari
kata-kata tau tindakan orang yang diamati dan diwawancarai pada saat
penelitian berlangsung.
b. Data Sekunder
Data sekunder ialah berupa data-data yang sudah tersedia dan dapat
diperoleh oleh peneliti dengan cara membaca, melihat atau
mendengarkan. Data yang diperoleh bisa berupa arsip, dokumentasi,
setruktur kepengurusan serta program kerja yang terdapat pada Baznas
Kota Tangerang.
c. Informan Penelitian
1) Ketua pelaksana Baznas Kota Tangerang.
2) Bidang pengumpulan zakat Baznas Kota Tangerang.
3) Muzakki Baznas Kota Tangerang.
18
5. Teknik Pengumpulan Data
a. Observasi
Sutrisno Hadi sebagaimana dikutip oleh Sugiono berpendapat bahwa
observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang
tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara
yang penting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan (Sugiono,
2019: 203). Tekhnik ini penting digunakan untuk mengumpulkan data
sebanyak-banyaknya tentang kondisi objektif Baznas Kota Tangerang.
b. Wawancara
Wawancara adalah teknik yang dapat digunakan oleh peneliti ketika
melakukan studi pendahuluan serta ingin mengetahui informasi dari
responden yang jumlahnya sedikit (Sugiono, 2019: 195). Teknik
wawancara ini dilakukan ke beberapa narasumber, diantaranya: Kepala
pelaksana Baznas Kota Tangerang dan bidang pengumpulan Baznas
Kota Tangerang, dan para muzakki. Hal-hal yang ditanyakan
berhubungan dengan formulasi strategi, implementasi strategi dan
evalusi strategi yang dilakukan Baznas Kota Tangerang dalam uapaya
meningkatkan jumlah muzakki.
c. Studi Dokumentasi
studi dokumentasi adalah sarana pembantu peneliti dalam memperoleh
suatu data atau informasi dengan cara membaca surat-surat, iktisar
rapat, pernyataan tertulis kebijakan tertentu serta bahan-bahan tulisan
lain (Sugiono, 2019: 197). Teknik ini tidak secara langsung ditujukan
19
kepada subjek penelitian dalam rangka memperoleh informasi terkait
objek penelitian, dalam studi dokumentasi peneliti melakukan
penelusuran data historis objek penelitian dengan menganalisis
Rencana Kerja Tahunan (RKT) untuk mengetahui informasi terkait
rofmulasi, implementasi dan evaluasi starategi pengelolaan zakat yang
dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang.
6. Analisis Data
Dalam penelitian ini analisis data dilakukan setelah keseluruhan data
selesai dikumpulkan kemudian data baik itu hasil observasi atapun wawancara
dibaca dan dipelajari dengan cermat. Setelah itu maka tahap selanjutnya
adalah sebagai berikut (Sugiono, 2019: 199) :
1) Mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan strategi
pengelolaan zakat di Baznas Kota Tangerang melalui metode observasi
dan wawancara yang berkaitan strategi pengelolaan Zakat di Baznas
Kota Tangerang
2) Setalah informasi dan data dapat terkumpul, kemudian data
diklasifikasikan menurut jenis data masing-masing.
3) Setelah data di klarifikasikan menurut jenisnya, data tersebut kemudian
dihubungkan antara fakta yang satu dengan fakta yang lainnya.
4) Setelah itu, data kemudian dianalisis secara kualitatif
5) Lalu langkah terakhir ialah penarikan kesimpulan.
20
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Strategi
Strategi didalam organisasi atau perusahaan menjadi bagian penting dalam
rangka memastikan setiap keinginan dan harapan dapat diformulasikan dalam
bentuk program dan dilaksanakan serta dievaluasi secara menyeluruh untuk
dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena penting keberadaannya
dalam organisasi perlu kiranya diuraikan mulaidari pengertian, jenis-jenis
sampai dengan tahapan strategi secara seksama.
1. Pengertian Strategi
Strategi atau stratogos atau strategia berasal dari bahasa yunani Greek
yang berarti general or generalship atau dapat diartikan sebagai sesuatu yang
berhubungan dengan tingkat manajemen atas atau top level management pada
suatu organisasi (Suci, 2015: 1).
Ada beberapa pengertian strategi menurut beberapa ahli, diantaranya:
a. Menurut Witcher dalam Bahaudin dkk. (2020: 72) mengatakan bahwa
strategi adalah suatu oprasi yang mengarahkan perusahaan kepada arah
dan tujuan yang berkelanjutan dari masa ke masa sehingga menjadi
acuan bagi perusahaan atau organisasi dalam mengambil keputusan
sesuai dengan prioritas dan tujuan yang telah ditentukan.
b. Menurut Ahmad (2020: 2) strategi adalah suatu bentuk perencanaan
yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mencapai
21
suatu tujuan yang telah tertentu bersama. Strategi juga dapat diartikan
sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam rangkan
mencapai sesuatu yang telah ditentukan.
c. Menurut Clausewitz dalam Yunus (2016: 11) mengatakan bahwa
strategi adalah seni yang menggunakan pertempuran untud dapat
memenangkan suatu perang. Strategi merupakan suatu rencana yang
disusun untuk digunakan dalam jangka panjang guna mencapai tujuan.
Strategi juga terdiri atas aktivitas-aktivitas penting yang diperlukan
untuk mencapai tujuan.
d. Porter dalam Yunus (2016: 12) berpendapat bahwa strategi merupakan
sekumpulan aktivitas atau tindakan yang berbeda untuk
menghantarkan sebuah nilai yang unik.
e. Arthur A. J dalam Yunus (2016:12) mengungkapkan bahwa strategi
terdiri dari rangkaian aktivitas-aktivitas yang penuh daya saing serta
pendekatan-pendekatan bisnis untuk mencapai kinerja yang
memuaskan (sesuai target).
Dari berbagai pengertian di atas maka perencanaan dapat di artikan
sebagai suatu proses yang ditempuh untuk dapat menentukan arah dan
tujuan yang dijalani oleh sebuah organisasi agar semuanya dapat tercapai
sesui dengan keinginan yang diharapkan. Dengan adanya strategi yang
disusun matang maka suatu organisasi akan memperoleh posisi dan
kedudukan yang kuat dalam wilayah kerjanya, dan juga akan lebih
maksimal dalam menjacapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan.
22
2. Jenis-Jenis Strategi
Menurut Whelen dan Hunger dalam Saladin (2010: 15) menyatakan ada
beberapa tingkatan strategi dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Terdapat
tiga jenis strategi yang berkembang seiring dengan perkembangan perusahaan
atau organisasi
a. Strategi korporasi (Corporate strategy)
Strategi korporasi ialah strategi yang dapat mencerminkan arah
perusahaan dengan bertujuan menciptakan pertumbuhan bagi sebuah
perusahaan secara menyeluruh dan juga bagi berbagai macam lini
bisnis dan produk.
b. Strategi bisnis (Business Strategy)
Strategi bisnis digunakan pada unit bisnis atau tingkat produk dan
merupakan strategi yang menitikberatkan pada perbaikan posisi
bersaing produk atau jasa pada tingkatan atau segmen pasar tertentu.
c. Strategi fungsional (Fungsional Strategy)
Strategi fungsional digunakan pada tingkat fungsional, pemasaran,
keuangan, dan sumber daya manusia. Strategi ini pada dasarnya
mengacu pada dua tingkatan startegi sebelumnya yaitu strategi
korporasi dan strategi bisnis. Strategi fungsional juga disebut sebagai
value-based-strategy. Berfokus pada memaksimumkan produktivitas
sumber daya yang digunakan untuk memberikan value terbaik dalam
pemenuhan kebutuhan pelanggan.
23
3. Tahapan Strategi
Taufiqurokhman (2020: 27-28) mengatakan bahwa pada perinsipnya
manajemen strategik terdiri tahapan formulasi strategi, implementasi strategi
dan evaluasi strategi dengan penjelasan secara rinci sebagai berikut:
a. Formulasi strategi (Formulation Strategy)
Formulasi strategi merupakan prores merencanakan atau menetapkan
program yang akan dilaksanakan organisasi untuk mencapai segala target
dan tujuan yang ingin dicapai. Dalam merumuskan strategi terdapat lima
langkah formulasi strategi yang harus dilakukan oleh sebuah organisasi
atau perusahaan. Adapun lima tahapan yang dimaksud ialah:
1) Perumusan visi (vision determination) yaitu pencitraan bagaimana
perusahaan bereksistensi.
2) Asesmen lingkungan eksternal (environmental external
assessment) yaitu mengakomodasi kebutuhan lingkungan akan
mutu pendidikan yang bisa disediakan perusahaan.
3) Asesmen organisasi (organization assessment) yaitu proses untuk
merumuskan dan mendayagunakan segala sumberdaya perusahaan
secara optimal.
4) Perumusan tujuan khusus (objective setting) yaitu penjabaran
dalam rangka menuju pencapaian misi perusahaan agar dapat
ditampakkan dalam tujuan perusahaan.
24
5) Penentuan strategi (strategi setting) yaitu memilih strategi yang
diyakini paling tepat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam
menyediakan anggaran serta sarana dan prasarana.
b. Implementasi strategi (Strategi Implementation)
Strategi yang telah dirumuskan akan tetapi jika tidak dilaksanakan
akan terbuang sia-sia dan tidak berguna. Perumusan target atau tujuan
tahunan, kebijakan untuk memotivasi pegawai, alokasi sumber daya oleh
perusahaan diperlukan dalam implementasi strategi. Implementasi strategi
mencakup Struktur organisasi yang efektif, perkembangan dan
pemanfaatan sistem informasi, persiapan anggaran, arahan kembali
pemasaran, kesinambungan antara kompensasi dan kinerja karyawan.
Tujuan yang telah dibuat dari strategi perusahaan selanjutnya akan
diimplementasikan dengan meramunya dalam bentuk program kerja yang
telah terjadwal secara jelas dan mendapatkan alokasi sumber daya yang
berwujud anggaran untuk mendukung keberhasilan setiap program.
Program kerja yang dibuat menyesuaikan dengan visi dan misi serta
mampu menjelaskan secara detail tentang suatu kegiatan yang
dilakukan. Berbagai aktivitas harus bisa dijelaskan oleh prosedur untuk
menyelesaikan program. Kemudian perusahaan juga membuat struktur
organisasi untuk memudahkan implementasi strategi yang telah dibuat.
Implementasi strategi dikenal juga dengan sebutan tahapan aksi atau
pelaksanaan. Dalam implementasi strategi, karyawan dan manajer dituntut
untuk lebih sinkron atau menyesuaikan dalam mengubah formulasi strategi
25
ke dalam tindakan, komitmen, kedisiplinan, dan pengorbanan yang
dibutuhkan dalam tahap implementasi strategi, hal ini karena implementasi
strategi tergolong kedalam tahap yang paling sulit dalam manajemen
strategi. Kemampuan manajer dalam memberikan arahani dan dukungan
kepada para bawahannya akan sangat menentukan keberhasilan
implementasi strategi.
Setiap divisi atau bagian dalam perusahaan harus merumuskan atau
menentukan jawaban dari suatu pertanyaan tentang apa yang harus
dilakukan untuk mengimplementasikan strategi dan juga seberapa jauh
kita melakukan pekerjaan dengan benar. Tantangan yang dihadapi dalam
implementasi strategi adalah menstimulus manajer dan pegawai untuk
melakukan pekerjaan dengan rasa bangga dan antusiasme demi tercapainya
sebuah tujuan (Fred R. David, 2016:82).
Implementasi strategi yang baik menjadikan keputusan strategi yang
kurang baik menjadi ekdektif, atau pilihan yang awalnya diragukan
menjadi sukses, hal ini penting untuk meneliti proses- proses pelaksanaan
dengan tujuan untuk menganalisis pilihan strategi yang menguntungkan.
Implementasi straetgi mencakup beberapa sub kegiatan yang pada
umumnya secara administratif. Jika keinginan telah ditentukan, maka
sumber daya yang terdapat dalam perusahaan diarahkan, pembagian tugas-
tugas dalam strukrut organisasi perusahaan harus dilakukan secara tepat
sesuai dengan kemampuan di bidangnya agar perusahaan berjalan dengan
efektif. Proses-proses organisasi yang meliputi kompensasi, pegukuran
26
prestasi, perkembangan manajemen yang berhubungan dengan sistem
pengawasan harus diarahkan kedalam jenis perilaku yang sesuai dengan
tujuan organisasi.
Jumlah pihak yang ikut andil dalam implementasi strategi biasanya
akan lebih banyak dibanding dengan formulasi strategi. Pihak yang terkait
dalam implementasi strategi meliputi para direktur fungsional (bagian
keuangan, sumber daya manusia, operasi, pemasaran), para direktur divisi,
atau mungkin juga melibatkan bawahan dalam mengimplementasikan
suatu rencana yang telah sirumuskan pada tahap formulasi yang telah
dirumuskan bersama (Nilasari, 2014: 15 )
c. Evaluasi Strategi
Evaluasi strategi amerupakan usaha-usaha untuk yang dilakukan
memonitor segala hasil dari formulasi dan implementasi strategi termasuk
mengukur keberhasilan kinerja organisasi, serta mengambil langkah-
langkah perbaikan jika diperlukan.
David Hunger dan L. Wheelen dalam (Ahmad, 2020: 12-13)
menegaskan bahwa meskipin evaluasi adalah bagian terakhir dari sebuah
proses strategi, namun evaluasi dapat mengidentifikasi secara tepat dan
menyeluruh mengenai kekurangan dan kelemahan dalam implementasi
strategi sebelumnya dan dapat mendorong proses keseluruhan untuk
memeperbaiki segala kekurangan. Dalam rangka menjamin proses
evaluasi berjalan dengan baik dan efektif, maka seorang pemimpin harus
27
memperoleh umpan balik yang jelas, tepat dan tidak bias dari bawahannya
dalam organisasi tersebut.
Menurut Taufiqurakhman (2016: 28) tahapan evaluasi meliputi
kegiatan mengamati apakah strategi yang telah dirumuskan berjalan
bejalan sesuai rencana atau tidak. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi
prinsip bahwa strategi perusahaan marus mampu menyesuaikan dengan
perubahan-perubahan yang selalu terjadi di lingkungan baik eksternal
maupun internal. Tiga kegiatan utama pada tahap evaluasi adalah:
menganalisis faktor-faktor eksternal dan internal, pengukuran kinerja, dan
pengambilan tindakan koreksi dan perbaikan.
Secara garis besar ada tiga tahapan evaluasi strategi yang dipandang
penting untuk dilakukan, yaitu:
1) Meninjau faktor internal dan eksternal.
Perkembangan situasi lingkungan perusahaan harus dapat dipantau
dengan baik dan rutin, hal ini dikarenakan perubahan faktor internal
dan eksterlan terus berlangsung dengan dinamis. Apabila terdapat
perubahan maka harus ditinjau kembali dan dinilai apakan strategi yang
digunakan masih mampu menjawab perubahan atau tidak.
2) Mengukur kinerja
Kinerja merupakan suatu hasil kerja atau prestasi kerja yang
mengukur apakah pekerjaan berhasil atau tidak. Pengukuran kinerja ini
perlu untuk mengukur dan mengevaluasi sebuah strategi berhasil atau
tidak.
28
3) Mengoreksi tindakan.
Proses koreksi dilaksanakan untuk menentukan agar strategi
selanjutnya lebih baik dan dapat meminimalisir kesalahan yang
mungkin terjadi dalam sebuah strategi. (Kadmasasmita, 2005 : 5).
B. Konsep Pengelolaan
1. Pengertian Pengelolaan
Pengelolaan adalah suatu proses penataan kegiatan yang
dilaksanakan melalui fungsi-fungsi manajemen yang berfungsi sebagai
tolak ukur untuk menentukan keberhasilan sebagai bentuk dari pencapaian
tujuan yang telah ditentukan. (Naway, 2016: 8). Suprianto dan Muhsin
dalam (Naway, 2008:142), mengungkapkan bahwa pengelolaan adalah
keterampilan untuk meramu komponen dan unsur-unsur yang terlibat
dalam suatu sistem untuk mencapai hasil/tujuan yang direncanakan.
Sedangkan menurut Hamidi dan Lutfi dalam (Naway, 2010:153),
Pengelolaan didefinisikan sebagai suatu peroses bekerja dengan orang-orang
secara pribadi dan kelompok untuk mencapai tujuan organisasional atau
lembaga yang telah ditentukan. Lebih lanjut Hasibuan (2006:2),
mengatakan bahwa pengelolaan adalah Ilmu atau seni untuk mengatur
proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber days lainnya secara
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan dan di
disepakati secara bersama.
29
2. Fungsi-Fungsi Pengelolaan
Fungsi pengelolaan atau fungsi manajemen ialah sejumlah kegiatan yang
meliputi berbagai jenis pekerjaan yang dapat diklasifikasikan dalam suatu
kelompok sehingga membentuk suatu kesatuan administratif. Para ilmuan
sepakat bahwa pada dasarnya jenis keseluruhan fungsi-fungsi manajemen
dapat digolongkan kepada dua jenis utama, fungsi yang digolongkan kepada
jenis fungsi-fungsi organik dan fungsi penunjang, sebagaimana dinyatakan
dalam bukunya fungsi-fungsi manajemen yang ditulis oleh Sondang P. Siagian
(1992: 44) yaitu:
a. Fungsi organik, yaitu keseluruhan fungsi utama, yang pasti diperlukan
oleh seorang manajer dalam rangka pencapaian suatu tujuan dan
berbagai sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Fungsi-fungsi
organik tersebut merupakan penjabaran kebijaksanaan dasar atau
strategi organisasi yang telah ditetapkan dan harus digunakan sebagai
dasar dalam bertindak/bekerja.
b. Fungsi-fungsi penunjang, yaitu berbagai kegiatan yang dilakukan
oleh orang-orang atau satuan kerja dalam organisasi dan dimaksudkan
mendukung semua fungsi organik para manajer.
Adapun diantara fungsi-fungsi manajemen yang secara umum diketahui
yaitu fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
Pelaksanaan (Actuating) dan Pengawasan (Controlling) yang kemudian
disingkat dengan POAC.
30
a. Fungsi perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah starting point dari aktivitas manajerial, karena
bagaimanapun secara sempurna aktivitas manajemen pasti membutuhkan
sebuah perencanaan. Perencanaan ialah langkah pertama dalam melakukan
sebuah kegiatan memikirkan hal yang terkait agar sesuai dengan hasil
yang optimal. Perencanaaan juga sebuah keputusan untuk waktu yang
akan datang, apa yang akandilakukan, walaupun terkadang apa yang
diperkirakan jarang sesuai keadaan, terutama faktor yang diluar
darikeadaan, tetapi apabila dengan proses perencanaan akan mendekati
dengan kebenaran dan sesuai keinginan.
Perencanaan juga bukan merupakan sebuah tindakan, melaikan suatu
proses untuk memecahkan sebuah masalah. Selama perencanaan masih
dalam proses yang tidak dibatasi dalam pembahasannya, sebelum diambil
sebuah keputusan sebab mungkin akan selalu diadakan perubahan-
perubahan.
Adapun tujuan dari diadakannya sebuah perencanaan dalam ogranisasi
ialah sebagi berikut:
a) Perencanaan dimaksudkan untuk menentukan kebijakan-
kebijakan, prosedur dan memberikan acuan pelaksanaan yang
efektif dalam mencapai sebuah tujuan.
b) Perencanaan juga bertujuan untuk menjadikan tindakan lebih
hemat dan praktis, karena semua potensi yang ada terarah
31
dengan baiksesuai tujuan.
c) Perencanaan salah satu cara untuk memperkecil resiko yang
dihadapidimasa yang akan datang.
d) Perencanaan memberikan gambaran secara lengkap tentang
seluruh kegiatan dan pekerjaan.
e) Perencanaan menyebabkan kegiatan dilakukan secara teratur
dan efisien.
f) Perencanaan membantu meningkatkan saya guna dan hasil
organisasi (Hasibuan, 2011: 95).
b. Fungsi Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian diartikan sebagai penentuan pekerjaan yang harus
dilakuka, pengelompokan tugas-tugas dan membagikkan berbagai
pekerjaan kepada setiap pegawai/karyawan, penetapan departemen serta
menentukan hubungan-hubungan. Fungsi pengorganisasian berkaitan erat
dengan fungsi perencanaan karena pengorganisasian juga harus
direncanakan. Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen dan juga
merupakan proses yang dinamis, dan organisasi merupakan alat atau
wadah yang statis.
Pengorganisasian adalah suatu proses penentuan, pengelompokan dan
pengaturan dari berbagai macam aktivitas, menyediakan alat-alat yang
diperlukan, dan menetapkan wewenang yang secara relative di berikan
kepada individu yang akan melakukan pekerjaan/tugas tersebut.
32
c. Fungsi Pelaksanaan (Actuating)
Pelaksanaan merupakan kegiatan mendorong seluruh anggota
organisasi agar dapat berusaha keras untuk mencapai tujuan dengan baik
serta sesuai dengan perencanaan dan usaha pengorganisasian dari
pimpinan. Tercapainya sebuah tujuan bukan hanya bergantung kepada
planning dan organizing yang baik, melaikan juga tergantung pada
pelaksanaan. Perencanaan dan perorganisasian hanya meruppakan
landasan yang kuat untuk adanya pergerakan yang terarah dan sesuai
kepada sasaran tujuan yang diinginkan. Pelaksanaan tanpa adanya sebuah
perencanaan tidak akan berjalan secara efektif karena dalam perencanaan
itulah ditentukan sebuah tujuan, budget dan standard, metode kerja,
prosedur dan program-program. (Sukarna, 2011:82-83)
d. Fungsi Pengawasan (Controlling)
Pengawasan atau controlling merupakan salah satu fungsi manajemen
yang mengadakan sebuah penilaian, jika perlu bahkan mengadakan
koreksi sehingga yang dilakukan sebuah bawahan atau karyawan dapat
diarahkan ke jalan yang sesuai pada perencanaan yang sebelumnya telah
dibuat. Dalam sebuah kegiatan pengawasan ini, atasan melakukan
pemeriksaan, pencocokan, serta mengusahakan agar kegiatan-kegiatan
yang sedang atau sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan dan sesuan dengan sesuai tujuan yang ingin dicapai (Sukarna,
2011: 83).
33
3. Aspek Pengelolaan Zakat
Menurut Undang–Undang Republik Indonesia no. 23 tahun 2011 pasal 1
ayat 1 terdapat 3 aspek kegiatan pengelolaan :
a. Pengumpulan zakat (Fundarising)
Pengumpulan dapat dilakukan langsung oleh badan atau lembaga
amil zakat yang dibentuk langsung oleh pemerintah ataupun atas inisiasi
dari masyarakat dan di sahkan oleh pemerintah. Pngesahan dapat
dilakkukan baik secara langsung ataupun tidak langsung.
b. Pendistribusian zakat (Distribution)
Yaitu mendistribusikan dana zakat kepada orang yang berhak
menerima zakat (mustahik) sesuai asnaf yang telah di tentukan baik dalam
bentuk pola produktif maupun konsumtif.
1) Distribusi konsumtif tradisional, yaitu pembagain zakat yang di
manfaatkannya dirasakan secara langsung, seperti zakat fitrah
yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2) Distribusi konsumtif kreatif, yaitu pembagian zakat yang
diberikan dalam bentuk lain dari barang semula, seperti alat –
alat sekolah,beasiswa.
3) Distribusi Produktif tradisional , yaitu pemberian zakat yang
diberikan dalam bentuk barang proktif, dan dapat menciptakan
suatu usaha dalam membuka lapangan pekerjaan. Seperti
pemberian sapi, kambing, barang jualan.
4) Distribusi produktif kreatif, yaitu pemberian dalam bentuk
34
permodalan, baik dalam bentuk modal untuk berdagang maupun
membuka usaha awal (Arief Mufraini, 2008 : 153).
c. Pendayagunaan Zakat
Pendayagunaan zakat yaitu pemberian zakat dapat menghasilkan usaha
yang bernilai dan manfaat yang lebih besar. Menurut kamus besar bahasa
indonesia pendayagunaan yakni pengusaha yang dapat menghasilkan
manfaat dan pengusaha yang mampu menjalankan tugasnya secara baik
(Arief Mufraini, 2008:153).
C. Konsep Zakat
1. Pengertian Zakat
Secara bahasa (etimologi) zakat berasal dari kata zaka yang berarti
berkembang, berkah, tumbuh, suci, dan baik (Asnaini, 2008: 23). Dengan
demikian, zakat berfungsi untuk membersihkan (menyucikan) diri dan
hartanya sehingga pahalanya bertambah, hartanya tumbuh (berkembang) dan
membawa berkah (Hasan, 2008: 15).
Secara istilah syari’ah (syara’) zakat berarti sejumlah harta tertentu yang
diwajibkan Allah untuk diserahkan kepada orang-orang tertentu dan dengan
syarat-syarat yang ditentukan pula (Ilmi, 2002: 67).
Menurut terminologi para fuqaha, zakat dimaksudkan sebagai penunaian,
yakni penunaian hak yang wajib yang terdapat dalam harta.
35
Zakat juga dimaksudkan sebagai bagian harta tertentu dan yang
diwajibkan oleh Allah untuk diberikan kepada orang-orang fakir (Al-Zuhayly,
2008: 85).
Adapun pengertian zakat sebagaimana diungkapkan oleh para ahli ialah
sebagai berikut:
a. Menurut Yusuf Qardhawi, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang
diwajibkan Allah untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak
menerimanya (Qardhawi, 2004: 34).
b. Abdurrahman al-Jaziri berpendapat bahwa zakat adalah penyerahan
kepemilikan tertentu kepada orang yang berhak menerimanya dengan
syarat- syarat tertentu pula (Inoed dkk, 2005: 9).
c. Muhammad Al-Jarjani dalam bukunya Al-Ta’rifat mendefiniskan zakat
sebagai suatu kewajiban yang telah ditentukan Allah bagi orang-orang
islam untuk mengeluarkan sejumlah harta yang dimiliki (Inoed dkk,
2005: 12.
d. Menurut Sayid Sabiq mengatakan bahwa zakat adalah sesuatu harta
yang harus dikeluarkan manusia sebagai hak Allah untuk diserahkan
kepada fakir miskin, disebut zakat karena dapat memberikan
keberkahan, kesucian jiwa, dan berkembangnya harta (Mardani, 2015:
399).
2. Dasar Hukum Zakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam, zakat diwajibkan di Madinah
pada bulan Syawal tahun kedua Hijriyah. Dalam Al-Qur’an zakat
36
digandengkan dengan kata shalat sebanyak delapan puluh dua tempat. Hal ini
menunjukkan bahwa keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat. Selain
itu zakat juga menjadi salah satu diantara panji-panji Islam yang tidak boleh
diabaikan oleh siapa pun juga. Karena dalam penunaian zakat itu memiliki arti
yang sangat penting. Adapun hukumnya zakat adalah aini dalam arti
kewajiban yang ditetapkan untuk diri pribadi dan tidak mungkin dibebankan
pada orang lain. Adapun dasar-dasar hukum zakat diantaranya adalah:
a. Al-Qur’an
َ علَيْ ِِ ْن ۖ ِإ َّى
َص ََلتَك َ َّ ط ِ ِّ ُشُُ ْن َّتُزَ ِ ّكي ِِ ْن بِ َِا
َ ص ِّل َ ُخزْ ِه ْي أ َ ْه َْا ِل ِِ ْن
َ ُ صذَقَةً ت
ع ِلي ٌن
َ س ِوي ٌع َّ َّ ۗ س َك ٌي لَ ُِ ْن
َ َُّللا َ
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu
kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk
mereka Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman
jiwa bagi mereka dan Allah Maha Mendengar, Maha
Mengetahui”(QS, At-Taubah:103)
َّ َّ ت َّالٌَّ ْخ َل
َالز ْسع ٍ غي َْش َه ْع ُشّشَا
َ َّ ت ٍ َُُّ َْ الَّزِي أ َ ًْشَأ َ َجٌَّا
ٍ ت َه ْع ُشّشَا
ٍِ غي َْش ُهتَشَا ِب ٍَ ۚ كُلُْا ِه ْي ث َ َو ِش َّ َّ َُُُه ْخت َ ِلفًا أ ُ ُكل
ُّ َّ َالز ْيتُْى
َ َّ الش َّهاىَ ُهتَشَا ِب ًِا
َصا ِد ٍِ ۖ َّ ََل تُس ِْشفُْا ۚ إًََُِّ ََل يُ ِحبُّ الْ ُوس ِْشفِيي
َ إِرَا أَثْ َو َش َّآتُْا َحقََُّ يَ ْْ َم َح
“Dan dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan
yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-
macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan
warnanya) dan tidak sama (rasanya) Makanlah dari buahnya (yang
bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di
hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin);
dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang yang berlebih-lebihan”(QS, Al-Ma’idah :141)
37
a. Hadits
Adapun dalil-dalil sunnah mengenai zakat ialah sebagai berikut:
Sabda Rasulullah, yang artinya:
“Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a. Sesungguhnya Rasulullah SAW.,
bersabda: “Islam itu dibina di atas lima pilar (dasar): bersaksi bahwa
tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah, Muhammad hamba-
Nya dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat,
melaksanakan haji ke Baitullah (bagi yang mampu), dan puasa
Ramadhan.” (HR. Mutafaq Alaih) (M. Ali Hasan. 2008: 15)
Sabda Rasulullah, yang artinya:
“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. Sesungguhnya Rasulullah SAW.,
mengutus Mu’az ke negeri Yaman, beliau pun bersabda: “Ajaklah
mereka supaya meyakini (mengakui), bahwa tidak ada Tuhan yang
patut disembah kecuali Allah. Jika mereka mematuhinya (taat), maka
beritahulah kepada mereka, bahwa Allah mewajibkan atas mereka
shalat lima waktu sehari semalam. Jika mereka menaatinya, maka
beritahulah, bahwa Allah mewajibkan sedekah (zakat) atas mereka
(zakat itu) dikenakan kepada orang kaya dan diberikan kepada fakir
dikalangan mereka.” (H.R. Muttafaq Alaih) ([Link] Hasan. 2008: 15)
Berdasarkan ayat-ayat dan hadis-hadis di atas, jelas bahwa
mengeluarkan zakat itu hukumnya wajib sebagai salah satu rukun Islam.
Bahkan dalam sejarah Islam, sahabat Abu Bakar pernah memerangi orang
yang tidak menunaikan zakat. Beliau mengatakan dengan tegas bahwa “demi
Allah akan kuperangi orang-orang yang membedakan antara shalat dengan
zakat” (Az-Zabidi, 2002: 328).
3. Tujuan Zakat
Ada beberapa macam tujuan zakat, diantaranya yaitu:
a. Bertujuan untuk menutupi kebutuhan pihak-pihak yang
memerlukannya, misalnya anak yatim yang tidak punya harta dan tidak
38
ada seseorangpun yang menafkahinya, orang fakir yang tidak
mempunyai harta untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan
keluarganya, orang-orang yang berjuang di jalan Allah dan lain
sebagainya. Karena itu zakat bisa menjadi aspek penting dalam
kehidupan, terutama jika mengetahui cara pengelolaannya. Selain itu,
jika mengerti bahwa dengan zakat tersebut Allah akan menutupi
beberapa celah persoalan yang ada dalam masyarakat, seperti
persoalan iri dan dengki bagi orang-orang yang berhak menerimanya
terhadap orang-orang yang kaya harta. Jika berhasil zakat diberikan
kepada golongan yang berhak benerimanya, sehingga orang fakir,
orang miskin, anak yatim dan orang melarat merasa tercukupi
kebutuhannya, niscaya mereka menegadahkan tangan kepada Allah
SWT, untuk mendo’akan orang-orang kaya yang dermawan. Bahkan
batin mereka juga merasa puas dan hati mereka bersih dari sifat iri
dan dengki.
b. Dari sisi pembangunan kesejahteraan ummat, zakat merupakan
salah satu instrumen pemerataan pendapatan. Melihat kenyataan
sekarang, masyarakat ummat Islam yang mayoritas di Indonesia ini,
yang status sosialnya masih lemah dan ekonominya belum mapan.
Kalau kita berbicara makmur atau tidaknya bangsa kita, tentu tidak
terlepas dari umat Islam. Berhasil atau tidaknya pembangunan
bangsa juga sangat bergantung kepada umat Islam. Pada keadaan
sekarang, kita masih merasa perihatin. Sebagai contoh untuk
39
membangun masjid, ada yang masih meminta sumbangan di
pinggir jalan lewat kotak amal dari penumpang kendaraan yang
lewat. Belum kita melihat orang meminta sumbangan dari rumah ke
rumah untuk panti asuhan, pembangunan sekolah dan sebagainya.
Rumah yang didatangi, tidak hanya rumah-rumah yang ada di
wilayahnya, tetapi jauh ke daerah-daerah lain. Hal ini suatu pertanda
bahwa ekonomi masyarakat pada daerah itu masih lemah. Sehingga
membangun sekolah atau masjid pun terpaksa pergi ke tempat yang
jauh. Pada daerah yang didatanginya itu juga mempunyai masalah
yang sama. Masih banyak masalah sosial kemasyarakatan yang
memerlukan dana. Untuk itulah salah satu jalan yang dapat
ditempuh untuk menanggulangi masalah tersebut adalah melalui
zakat.
c. Supaya harta itu tidak hanya beredar dikalangan orang-orang kaya
saja. Maka diperlukan suatu pemrataan dalam hal ekonomi berupa
menunaikan zakat kepada orang lain yang membutuhkan. Hal ini
sebagaimana disebutkan oleh firman Allah SWT dalam surat Al-
Hasyr ayat 7 yang artinya:
”Harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya
(dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah
untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu
jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu.
apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa
yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (QS.
Al-Hasyr: 7)
40
4. Syarat Wjib Zakat
Zakat mempunyai beberapa syarat wajib dan syarat sah. Menurut
kesepakatan para ulama, bahwa syarat wajib zakat adalah sebagai berikut (Al-
Zuhayly, 2008: 98-106):
a. Merdeka
Zakat dikenakan kepada orang-orang yang bebas dan dapat bertindak
bebas, menurut kesepakatan para ulama zakat tidak wajib atas hamba
sahaya yang tidak mempunyai hak milik.
b. Muslim
Menurut Ijma' zakat tidak wajib atas orang kafir karena zakat ini
merupakan ibadah mahdah yang suci sedangkan orang kafir bukan orang
suci maka tidak wajib mengeluarkan zakat.
c. Baligh dan berakal,
Zakat tidak wajib diambil atas harta anak kecil dan orang- orang gila
sebab keduanya tidak termasuk ke dalam ketentuan orang yang wajib
rnengerjakan ibadah seperti sholat dan puasa. Oleh karena itu zakat hanya
diwajibkan kepada mereka yang secara usia memenuhi syarat untuk
berzakat dan secara akal pikiran mampu membedakan kewajiban dan
larangan dalam agama
d. Kepemilikan harta yang penuh
Harta yang akan dikeluarkan zakatnya haruslah murni harta pribadi
dan tidak bercampur dengan harta milik orang lain. Jika dalam harta kita
41
bercampur dengan harta milik orang lain sedangkan kita akan
mengeluarkan zakat, maka harus dikeluarkan terlebih dahulu harta milik
orang lain tersebut.
e. Mencapai nishab
Nishab adalah batasan antara apakah kekayaan itu wajib zakat atau
tidak sesuai ketentuan syara' sebagai pertanda kayanya seseorang dan
kadar-kadar yang mewajibkannya berzakat. Jika harta yang dimiliki
seseorang telah mencapai nishab, maka kekayaan tersebut wajib zakat, jika
belum mencapai nishab, maka tidak wajib zakat.
f. Mencapai haul
Haul, yaitu kekayaan yang dimiliki seseorang apabila sudah mencapai
satu tahun hijriyah atau telah mencapai jangka waktu yang mewajibkan
seseorang mengeluarkan zakat. Sedangkan syarat sah zakat ialah niat yang
menyertai pelaksanaan zakat tersebut (Al-Zuhayly, 2008: 106).
5. Macam-Macam Zakat
Zakat merupakan shodaqoh wajib yang telah ditentukan macam dan
jenisnya. Dalam ilmu fiqih zakat dibagi menjadi dua macam, yaitu zakat fitrah
dan zakat maal.
a. Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan oleh setiap orang Islam
yang mempunyai kelebihan untuk keperluan keluarga yang wajar pada
malam hari raya Idul Fitri. Zakat ini dinamakan zakat fitrah karena di
42
kaitkan dengan diri (al-Fitrah) seseorang. Zakat fitrah dibayarkan pada
bulan Ramadhan hingga sholat Idul Fitri. Adapun jumlah dan jenis zakat
ini adalah 1 sha (2, 304 kg) tamar atau satu sha (2, 304 kg) gandum,
tergantung enis makanan pokok yang terdapat di daerah tertentu (Ridwan,
2004: 197)
b. Zakat Maal
Zakat maal adalah zakat yang berupa harta kekayaan yang dikeluarkan
oleh seseorang atau badan hukum dengan ketentuan telah memenuhi satu
nishab dan telah dimiliki salama satu. Zakat maal disyariatkan berdasarkan
Surat Al-Baqarah : 267
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan
Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik, dan sebagian dari
apa yang kamu keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu
memilih yang buruk- buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya,
padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan
memicingkan mata terhadapnya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha
kaya lagi Maha terpuji. (QS. Al- Baqarah : 267)
Dalam kitab fiqih klasik, harta kekayaan yang wajib dizakati meliputi:
binatang ernak, emas dan perak, barang perdagangan, hasil bumi serta
barang tambang dan rikaz.
Adapun Pembahasan mengenai zakat harta kekayaan akan dibahas
lebih lanjut dalam uraian sebagai berikut :
1) Binatang ternak
Dalam kelompok ini para fukaha sepakat bahwa binatang ternak
yang wajib dizakati meliputi unta, sapi, kambing dan semisalnya. Para
43
fuqaha mensyaratkan beberapa hal dalam pengeluaran zakat untuk
binatang ternak, meskipun masih ada perselisihan pendapat di
dalamnya. Syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut:
a) Binatang ternak itu unta, sapi, dan kambing yang jinak.
b) Jumlah binatang ternak itu hendaknya mencapai nisab
c) Pemilik binatang itu telah memilikinya selama satu tahun
penuh terhitung dari hari pertama ia memilikinya dan
pemilikan itu tetap tertahan selama masa kepemilikan.
d) Binatang itu termasuk binatang yang mencari rumput sendiri
dan bukan binatang yang diupayakan rumputnya dengan biaya
pemiliknya (Zuhaili, 2008: 225-226).
2) Zakat Emas dan Perak
Dasar diwajibkan zakat terhadap emas dan perak adalah sesuai
dengan Surat At- Taubah 34:
Artinya : “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan
tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukan pada
mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih”(QS. At-
Taubah : 34)
Diwajibkan zakat atas emas dan perak baik berupa mata uang
kepingan atau bongkahan, dengan syarat emas dan perak tersebut
sudah sampai satu nishab serta telah dimiliki selama satu tahun. Jika
tidak sampai satu nishab, maka tidak wajib mengeluarkan zakat
kecuali emas tersebut diperdagangkan. Adapun zakat yang dikeluarkan
masuk dalam kategori zakat perniagaan (Ash-Shiddiqi, 1967: 57).
44
Ulama fiqih berpendapat bahwa emas dan perak wajib dizakati jika
cukup nishabnya. Menurut pendapat mereka, nishab emas adalah 20
mitsqal (91 gram), sedangkan perak adalah 200 dirham (643 gram).
Mereka juga memberi syarat yaitu berlakunya waktu satu tahun. Dan
zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5% dari harta yang dimiliki
(Mughniyah, 1996: 185).
3) Zakat Barang Tambang (ma’din) dan Barang Temuan (rikaz)
Barang tambang adalah segala sesuatu yang berharga yang
ditemukan atau dikeluarkan dari dalam bumi, seperti : besi, timah dan
sebagainya (Ash-Shidiqi, 1967: 104). Sedangkan yang dimaksud
dengan rikaz adalah harta simpanan pada masa dahulu yang terpendam
di dalam tanah dan tidak ada yang memilikinya. Hasil tambang apabila
telah sampai satu nishab, maka wajib dikeluarkan zakatnya pada waktu
itu juga dan tidak disyaratkan sampai satu tahun. Adapun zakat yang
wajib dikeluarkan dari harta hasil tambang ialah sebanyak 2,5 %
(Ash-Shidiqi, 1967: 106). Sedangkan untuk rikaz, zakat yang
dikeluarkan adalah 1/5. Sama halnya hasil tanmbang, rikaz juga tidak
disyaratkan sampai satu tahun melainkan dikeluarkan zakatnya pada
waktu itu juga (Ash-Shidiqi, 1967: 107).
4) Harta Perdagangan
Harta perdagangan adalah harta yang berupa benda, tempat tinggal,
jenis-jenis binatang, pakaian, maupun barang-barang yang lainnya
yang disediakan untuk diperdagangkan. Termasuk dalam kategori ini
45
menurut Mazhab Maliki ialah perhiasan yang diperdagangkan (Ash-
Shidiqi, 1967: 108).
Zakat atas barang-barang perniagaan didasarkan pada Surat Al-
Baqarah: 267:
Artinya : ”Hai orang-orang yang beiman, nafkahkanlah (di jalan
Allah) sebagian dari usahamu yang baik-baik dan sebagian dari
apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. (QS. al-
Baqarah:267)
Zakat yang wajib dikeluarkan dari harta perdagangan ialah 2,5 %
harga barang dagangan. Jumlah zakat yang wajib dikeluarkan darinya
sama dengan zakat emas dan perak (Ash-Shidiqi, 1967: 104).
5) Tanam-Tanaman dan Buah-Buahan
Kewajiban zakat hasil tanaman dan buah-buahan ini terdapat dalam
Surat Al- An‟am: 141:
Artinya: “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang
berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanaman
yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa
(bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari
buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan
tunaikanlah haknya dihari memetik hasilnya (dengan disedekahkan
kepada fakir miskin) dan janganlah kamu berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang yang berlebih-
lebihan”. (QS. al-An‟am: 141)
Zakat hasil bumi ini tanpa adanya syarat haul, sebab setiap kali
panen harus dikeluarkan zakatnya. Sedangkan hasil bumi ada yang
sekali setahun dan ada yang dua sampai tiga kali dalam satu tahun. Jadi
setiap kali panen jika hasilnya telah mencapai satu nishab, maka wajib
untuk dikeluarkan zakat.
46
6) Zakat Profesi
Dewasa ini kita telah mengalami perubahan struktural ekonomi,
dari ekonomi agraris beralih ke ekonomi industri atau jasa, seperti
pegawai, dokter, dan pekerjaan lainnya yang memperoleh pendapatan
dari upah, gaji, honorarium, atau berbagai pungutan tertentu atas jasa
yang diberikan. Hasil profesi merupakan sumber pendapatan atau
kekayaan yang tidak banyak dikenal pada masa lampau, oleh
karenanya bentuk pendapatan ini tidak banyak dibahas, khususnya
yang berkaitan dengan zakat.
Meskipun demikian bukan berarti harta yang didapatkan dari hasil
profesi tersebut bebas dari zakat, sebab zakat pada hakekatnya adalah
pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya yang menurut
ketentuan syariat memenuhi sayarat untuk dizakati yang kemudian
dimanfaatkan baik secara langsung atau dikelola melalui lembaga
resmi untuk dibagikan kepada orang-orang miskin. Dengan demikian
hasil profesi seseorang apabila telah memenuhi ketentuan wajib zakat
maka wajib baginya untuk menunaikan zakat.
Kewajiban zakat profesi ini berdasarkan pemahaman kembali
terhadap keumuman makna yang terkandung dalam surat al-Baqarah
267.
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah
sebagian dari sebagian usahamu yang baik-baik dan sebagian dari
apa yang kamu keluarkan dari bumi untuk kamu.(QS. Al-Baqarah
:267).
47
Zakat penghasilan bersih dari seorang pegawai atau dari profesi
tertentu dapat diambil dari dalam setahun penuh jika pendapatan bersih
setahun itu mencapai satu nishab. Zakat tersebut hanya diambil dari
pendapatan bersih, sedangkan gaji atau upah setahun yang tidak
mencapai nishab (setelah dikurangi biaya hidup) tidak wajib dizakati.
Menurut Didin Hafidhuddin ( 2002 :97) bahwa zakat profesi dapat
dianalogikan pada dua hal, yaitu pada zakat pertanian serta zakat emas
dan perak. Jika dianalogikan pada zakat pertanian, maka zakat profesi
tidak ada ketentuan haul. Dan nishabnya senilai 653 kilogram padi dan
waktu mengeluarkan zakatnya adalah pada saat menerima gaji.
Sedangkan bila dianalogikan dengan zakat emas dan perak, maka zakat
yang wajib dikeluarkan dari suatu profesi adalah seperempat puluh
atau 2,5%. Hal ini karenakan gaji, upah, atau yang lainnya pada
umumnya diterima dalam bentuk uang. Qiyas yang digunakan dalam
menentukan zakat profesi adalah qiyas syabah, yaitu qiyas yang „illat
hukumnya ditetapkan dengan metode syabah.
6. Hikmah Zakat
Zakat memiliki hikmah yang besar bagi muzakki maupun masyarakat,
diantaranya (Yunus, 2001: 20) :
a. Mendidik diri supaya bersifat pemurah dan penyayang kepada fakir
miskin dan orang-orang yang tidak mampu serta membersihkan hati
dari bersifat kikir.
48
b. Memelihara kehidupan fakir miskin dan orang-orang yang tidak
sanggup berusaha.
c. Menumbuhkan sifat berkasih-kasihan diantara semua umat Islam dan
menguatkan persatuan rakyat.
d. Membersihkan negeri dari bahaya pencurian, perampokan,
pembunuhan dan kekacauan yang disebabkan oleh kemiskinan rakyat
atau mengurangi resiko tersebut.
D. Konsep Muzakki
1. Pengertian Muzakki
Muzakki adalah orang atau badan yang dimiliki oleh orang Muslim yang
bekewajiban menunaikan zakat. (Undang-Undang No. 38 Tahun 1999 Tentang
Pengelolaan Zakat). dari pengertian Diatas tergambarkan dengan jelas bahwa
muzakki bukan hanya diartikan sebagai perorangan akan tetapi muzakki juga
bisa digolongkan dalam suatu badan yang dimiliki oleh siapapun yang
beragama Islam. Dengan demikian telah jelas bahwa muzakki adalah
perseorangan atau pun badan seperli yang tercantum dalam undang-undang.
Seluruh ahli fiqih sepakat bahwa setiap muslim, merdeka, baligh dan
berakal wajib menunaikan zakat. Akan tetapi mereka berbeda pendapat
tentang orang yang belum baligh dan gila. Menurut mazhab imamiyah, harta
orang gila, anak-anak dan budak tidak wajib dizakati dan baru wajib di zakati
ketika pemiliknya sudah baligh, berakal dan merdeka. Ini berdasarkan sabda
rasulallah SAW.
49
“Tiga orang terbebas dari ketentuan hukum; kanak-kanak hingga
dia baligh, orang tidur hingga ia bangun dan orang gila hingga
dia sembuh”.
Pendapat sama dikemukakan mazhab Hanafi, kecuali dalam zakat hasil
tanaman dan buah-buahan, karena menurut mereka dalam hal ini tidak
diperlukan syarat berakal dan baligh. Manurut mazhab Maliki, Hambali,
Syafi‟i, berakal dan baligh tidak menjadi syarat bagi diwajibkannya zakat.
Oleh sebab itu, harta orang gila dan anak-anak wajib di zakati oleh walinya.
Bagi mereka yang memahami zakat seperti ibadah yang lain, yakni seperti
sholat, puasa dan lain-lain, tidak mewajibkan anak-anak yang belum baligh
dan orang gila menunaikan zakat. Adapun mereka yang menganggap zakat
sebagai hak orang-orang fakir atas harta orang-orang kaya, mewajibkan anak-
anak yang belum baligh dan orang gila menunaikan zakat. Manurut mazhab
Hanafi, Syafi‟i dan Hanbali Islam merupakan syarat atas kewajiban
menunaikan zakat. Dengan demikian, zakat tidak diwajibkan atas non-
Muslim. Sementara, menurut mazhab yang lain, orang kafir juga diwajibkan
menunaikan zakat. Mereka tidak mewajibkan zakat atas non-Muslim
mendasarkan pendapatnya kepada ucapan Abu Bakar bahwa zakat adalah
sebuah kewajiban dari Rasulallah SAW., kepada kaum Muslimin. Sementara,
orang kafir baik pada masa kekafirannya atau sesudahnya, tidak diwajibkan
menunaikan zakat sebagaimana mereka tidak dikenai pula kewajiban sholat.
Adapun mereka yang mewajibkan zakat atas non-Muslim mendasarkan
pendapatnya pada dalil bahwa orang-orang kafir juga terbebani melakukan
berbagai perkara yang bersifat furu. ( Jannati, 2007 :65)
50
Pembayar zakat bukan hanya menunjukkan kesalehan individual tetapi
juga mencerminkan kesalehan sosial. Zakat dibayarkan oleh aghniya, orang
yang dipandang kaya menurut aturan syara’ wajib membayar zakat (muzakki)
kepada orang-orang miskin sesuai pedoman Syar‟i (fuqoro) yang
dikategorikan dalam delapan golongan penerima (mustahik). Zakat merupakan
sumber dana potensial dalam program pengentasan kemiskinan dan
pemberdayaan ekonomi masyarakat level bawah. Dilihat dari satu segi,
apabila seseorang mengeluarkan zakat, maka hartanya akan berkurang. Tetapi
jika dilihat dari sudut pandangan Agama Islam, pahala akan bertambah dan
harta pun berkembang karena mendapat ridho dari Allah SWT dan berkat doa
dari fakir miskin, anak-anak yatim dan para mustahik lainnya yang merasa
disantuni dari hasil zakat tersebut. (Hasan, 2003: 1)
2. Syarat-Syarat Muzakki
Muzzaki memiliki peranan penting dalam pelaksanaan zakat, sebab
muzakki keberadaan muzakki sangat dibutuhkan dalam rangka menjadi
sumber dana zakat yang akan diperoleh oleh lembaga atau badan amil zakat.
oleh karena keberadaannya yang penting maka syarat-syarat menjadi muzakki
juga diatur dalam syariat Islam. Berikut adalah syarat-syarat bagi seseorang
dikenai wajib berzakat adalah:
a. Islam, zakat merupakan ibadah yang wajib bagi setiap muslim. Ia
merupakan salah satu pilar agama Islam. Dengan demikian zakat tidak
diwajibkan bagi orang non Muslim ataupun orang kafir, karena zakat
merupakan ibadah suci.
51
b. Merdeka, merupakan suatu kesepakatan para ulama bahwa zakat tidak
wajib bagi hama sahaya atau budak karena hamba sahaya dan budak
tidak memiliki hak milik atas harta apaun yang secara ketentuan
dikenai kewajiban untuk berzakat. Oleh karena itu budak dan hamba
sahaya tidak dikenai kewajiban untuk menunaikan zakat sebagimana
diwajibkan kepada umat Islam lainnya.
c. Baligh berakal, menurut pendapat para ulama madzhab Hanafi, orang
yang dikenai kewajiban untuk berzakat adalah orang yang sudah baligh
dan berakal, sehingga harta anak kecil dan orang gila tidak wajib untuk
dizakati.
Selain syarat-syarat tersebut, ulama fiqih juga mengemukakan syarat lain
dalam pelaksanaan zakat, yaitu:
1. Niat, zakat merupakan ibadah mahdah yang bertujuan mencapai pahala
dan keridhaan Allah, yang sama nilainya dengan ibadah-ibadah lain.
Niat menjadi syarat paling utama dalam menunaikan ibadah kepada
Allah termasik dalam menunaikan zakat.
2. Bersifat pemilikan, maksud dari pemilikan ialah sebagaimana
pengertian zakat yang telah dikemukakan, bahwa zakat merupakan
pengeluaran harta tertentu yang dimiliki untuk orang yang menerut
ketentuan berhak menerimanya, maka harta yang wajib diberikan
kepada para penerima zakat ialah harta yang secara penuh menjadi
pemilikan seseorang. (Akramunnas dan Syarifuddin, 2021: 167-168)
52
BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Kondisi Objektif Baznas Kota Tangerang
1. Sejarah dan latar belakang berdirinya Badan Amil Zakat Nasional
(Baznas) Kota Tangerang
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Baznas dan hasil wawancara
(16 Desesmber 2021) diperoleh data bahwa Baznas Kota Tangerang ialah
transformasi dari Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kota Tangerang yang
didirikan pada hari Jumat, tanggal 20 Oktober 2003 yang didasarkan dengan
Surat Keputusan Walikota Tangerang No 451.12/Kep.112/2003 tertanggal 13
Juni 2003 tentang Pembentukan Badan Amil Zakat Kota Tangerang. Ketua
Bazda Kota Tangerang pada periode I (2003-2006) adalah Drs. H.
Saefulmillah MM MBA. Pada periode II dan III (2007-2012) Ketua Badan
Amil Zakat Daerah (Bazda) Kota Tangerang tetap dijabat oleh Drs. H.
Saefulmillah, MM MBA.
Menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang
Pengelolaan Zakat, maka Bazda dituntut untuk segera menyesuaikan diri
terhadap Undang-Undang tersebut agar pengelolaan zakat saling terintegrasi
dari pusat sampai daerah. Oleh karena itu, guna mengisi masa transisi sebelum
terbentuknya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang, maka
dibentuklah tim pengendali BAZDA Kota Tangerang yang di pimpin oleh
bapak H. Ahmad Suchaemi SH dengan anggota Drs. H. Arsyad dan Drs. H.
Anwar Musaddad. Pada tanggal 21 Oktober 2016 terbentuklah Pengurus
53
Baznas Kota Tangerang sesuai dengan surat keputusan Walikota Tangerang
No.451.12/[Link]/2016 tentang Pimpinan Badan Amil Zakat
Nasional Kota Tangerang Periode 2016 – 2021
2. Landasan Hukum Pengelolaan Zakat
a. Al-Qur’an dan Hadits.
b. UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
c. PP No. 14 tahun 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan UU No. 23 Tahun
2011 tentang Pengelolaan Zakat.
d. Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2014 tentang Optimalisasi
Pengumpulan Zakat di Kementerian/ Lembaga, Sekretariat Jenderal
Lembaga Negara, Sekretariat Jenderal Komisi Negara, Pemerintah
Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah
Melalui Badan Amil Zakat Nasional.
e. Keputusan Menteri Agama RI No. 118 Tahun 2014 tentang
Pembentukan Baznas Provinsi.
f. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI No. 450.12/3302/SJ tanggal 30
Juni 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat.
g. Surat Edaran Menteri BUMN RI No. SE-06/MBU/WK/2014 tanggal
10 Juli 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di BUMN.
h. Surat Edaran Panglima TNI No. SE/6/IX/2014 tanggal 1 September
2014 tentang Pengumpulan Zakat di Lingkungan TNI Melalui Badan
Amil Zakat Nasional.
54
i. Keputusan Dirjen Bimas Islam No. [Link]/568 Tahun 2014 tentang
Pembentukan Baznas Kabupaten/Kota se-Indonesia.
j. UU No. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas UU No. 7
Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.
k. PP No. 60 Tahun 2010 tentang Zakat atau Sumbangan Keagamaan
yang Sifatnya Wajib yang Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto;
Daftar Landasan Hukum Pengelolaan Zakat.
l. Peraturan Baznas No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Tata Cara
Pengajuan Pertimbangan Pengangkatan/Pemberhentian Pimpinan
Badan Amil Zakat Nasional Provinsi dan Badan Amil Zakat Nasional
17. Kabupaten/Kota .
m. Peraturan Baznas No. 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Tata Cara
Pemberian Rekomendasi Izin Pembentukan Lembaga Amil Zakat.
n. Peraturan Baznas No. 3 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Badan Amil Zakat Provinsi dan Badan Amil Zakat Nasional
Kabupaten/Kota.
o. Peraturan Baznas No. 4 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan
Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Badan Amil Zakat Nasional,
Badan Amil Zakat Nasional Provinsi dan Badan Amil Zakat Nasional
Kabupaten/Kota.
p. Kep. Dirjen Pajak No. KEP-163/PJ./2003 tentang Perlakuan Zakat atas
Penghasilan dalam Perhitungan Penghasilan Kena Pajak Penghasilan.
55
q. Kesepakatan Bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri
Keuangan Republik Indonesia dan Ketua Umum Kamar Dagang dan
Industri (Kadin) Indonesia No. 17 Tahun 2003-No. 29/KMK.01/2003-
No. 001/DP/I/2003 tentang Sosialisasi dan Penggalangan Zakat di
Kalangan Dunia Usaha Nasional untuk Meningkatkan Kesejahteraan
Masyarakat.
r. Peraturan Daerah Provinsi Banten No. 04 Tahun 2004 tentang
Pengelolaan Zakat.
s. Instruksi Gubernur Banten No. 451/1122-Kesra/2005 tentang Zakat,
Infaq dan Shadaqah.
t. Fatwa MUI Provinsi Banten No. 23/MUI-BTN/FT/III/2004 tentang
Zakat Profesi.
u. Keputusan Walikota Tangerang No. 800/[Link]/2015
tentang Pembentukan Pengurus Baznas Kota Tangerang.
v. Surat Edaran Walikota Tangerang No. 451.12/ 01483. Kesra/ 2015
tentang Pengumpulaan Zakat, infaq dan shodaqoh dari para
Pejabat/Pegawai Pemerintah, Swasta dan Masyarakat di Kota
Tangerang.
3. Visi, Misi dan Motto Baznas Kota Tangerang
a. Visi
“Menjadi Badan Zakat yang Amanah, Transparan dan Profesional”
56
b. Misi
1) Meningkatkan kesadaran umat untuk berzakat melalui amil zakat.
2) Meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat sesuai
dengan ketentuan syariah dan prinsip manajemen modern.
3) Menumbuh kembangkan pengelola/amil zakat yang amanah,
transparan, profesional, dan terintegrasi.
4) Mewujudkan pusat data zakat daerah
5) Memaksimalkan peran zakat dalam menanggulangi kemiskinan di
Kota Tangerang melalui sinergi dan koordinasi dengan lembaga
terkait.
c. Moto
“Mengubah mustahiq menjadi muzakki”
4. Sususnan Kepengurusan Baznas Kota Tangerang
a. Struktur Organisasi
Dalam menjalankan amanat pengelolaan zakat, Baznas memilki bentuk
organisasi yang secara rinci diatur dalam Peraturan Baznas No. 03 Tahun
2014, adapun susunan Organisasi Baznas kabupaten/kota terdiri atas:
1) Ketua:
2) Wakil ketua bidang pendistribusian dan pendayagunaan
57
3) Wakil ketua bidang pengumpulan, perencanaan, keuangan dan
pelaporan
4) Wakil ketua bidang administrasi, sdm dan umum
5) Sekretaris
6) Bidang pengumpulan.
7) Bidang pendistribusian dan pendayagunaan.
8) Bagian perencanaan, keuangan, dan pelaporan.
9) Bagian administrasi, sumber daya manusia, dan umum dan
10) Satuan audit internal.
KETUA
Drs. H.M. Aslie Elhusyairi
WK. Bidang WK Bidang Pengumpulan, Wk. Bidang Administrasi,
Pendistribusian & Perencanaan, Keuangan & SDM & Umum
Pendayagunaan Pelaporan
Drs. H. Ahmad Usman Drs. H. A. Khoirul, A, S,SI Subur Amin Mubarok,
[Link].I
Kepala Pelaksana Sekretaris
Satuan Auditur Internal
Jaka Firmansyah, [Link].I Drs. H. A. Mursadad, [Link]
Bidang Biang Bidang Bidang
Pengumpulan Pendistribudian & Perencsnaan, Administrasi,
pendayagunaan Keuangan & SDM, dan Umum
Rifti Fauzan Pelaporan
Aida Nurdiani Putri
Rifti Fauzan Rifti Fauzan Rifti Fauzan
Aida Nurdiani Putri Aida Nurdiani Putri Aida Nurdiani Putri
58
b. Tugas dan fungsi
1) Ketua
Ketua bertanggung jawab pada semua kegiatan Baznas Kota
Tangerang Selatan, mulai dari pengumpulan, pendistribusian maupun
pendayagunaan, menjalin kerjasama kemitraan baik dengan berbagai
lembaga sebagai penunjang setiap kegiatan dan program, membina dan
membimbing semua anggota dalam lingkupnya memahami setiap
Undang-undang tentang zakat, hukum, konsep, serta tujuan
kelembagaan.
2) Wakil Ketua I Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan
Secara umum tanggung jawab wakil ketua I adalah pada
pendistribusian dan pendayagunaan zakat. oleh karenanya wakil ketua
I membawahi bidang pendistribusian dan pendayagunaan zakat.
3) Wakil Ketua II Bidang Pengumpulan, Perencanaan, Keuangan dan
Pelaporan
Secara umum wakil ketua II membawahi dua bidang yaitu:
a) Bidang pengumpulan
b) Bidang perencanaan, keuangan dan pelaporan
4) Wakil III Ketua Bidang Administrasi, SDM & Umum
Secara umum tanggung jawab wakil ketua III ini adalah pada
administrasi, SDM dan Umum. oleh karenanya wakil ketua III
membawahi bidang administrasi, SDM dan Umum.
59
5) Sekretaris
a) Melakukan penataan administrasi surat menyurat (kode surat)
danlain-lain dan penataan arsip surat.
b) Melakukan penataan kantor dari segi kelengkapan dan tata
letakarsip dan lain-lain.
c) Menghimpun data seluruh bidang untuk bahan laporan dan
publikasi.
d) Menyusun laporan bulanan, triwulan dan tahunan
bekerjasama dan berkoordinasi dengan bidang-bidang lain.
e) Mengadakan dan membuat data inventaris Baznas
6) Bidang pengumpulan
Bidang Pengumpulan dipimpin oleh satu orang wakil ketua II
dengan sebutan jabatan Wakil Ketua Bidang Pengumpulan mempunyai
tugas melaksanakan pengelolaan pengumpulan zakat. Dalam
menjalankan tugas, Bidang Pengumpulan menyelenggarakan fungsi:
a) Penyusunan strategi pengumpulan zakat.
b) Pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan data muzaki.
c) Pelaksanaan kampanye zakat.
d) Pelaksanaan dan pengendalian pengumpulan zakat.
e) Pelaksanaan pelayanan muzaki.
f) Pelaksanaan evaluasi pengelolaan pengumpulan zakat.
g) Penyusunan pelaporan dan pertanggungjawaban pengumpulan
zakat.
60
h) Pelaksanaan penerimaan dan tindak lanjut komplain atas
layanan muzaki.
i) Koordinasi pelaksanaan pengumpulan zakat tingkat
kabupaten/kota.
7) Bidang Pendistribusian Dan Pendayagunaan
Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan dipimpin oleh satu
orang wakil ketua dengan sebutan jabatan Wakil Ketua I. Bidang
Pendistribusian dan Pendayagunaan mempunyai tugas melaksanakan
pengelolaan pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Dalam
menjalankan tugas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan
menyelenggarakan fungsi:
a) Penyusunan strategi pendistribusian dan pendayagunaan zakat;
b) Pengelolaan dan pengembangan data mustahik.
c) Pelaksanaan dan pengendalian pendistribusian dan
pendayagunaan zakat.
d) Pelaksanaan evaluasi pengelolaan pendistribusian dan
pendayagunaan zakat.
e) Penyusunan laporan dan pertanggungjawaban pendistribusian
dan pendayagunaan zakat.
f) Koordinasi pelaksanaan pendistribusian dan pendayagunaan
zakat tingkat kabupaten/kota.
61
8) Bidang Perencanaan, Pelaporan dan Keuangan
Bagian Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan dipimpin oleh satu
orang wakil ketua dengan sebutan jabatan Wakil Ketua II. Bagian
Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan mempunyai tugas
melaksanakan pengelolaan perencanaan, keuangan, dan pelaporan.
Dalam menjalankan tugas, Bagian Perencanaan, Keuangan, dan
Pelaporan menyelenggarakan fungsi:
a) Penyiapan penyusunan rencana strategis pengelolaan zakat
tingkat kabupaten/kota.
b) Penyusunan rencana tahunan Baznas kabupaten/kota.
c) Pelaksanaan evaluasi tahunan dan lima tahunan rencana
pengelolaan zakat kabupaten/kota.
d) Pelaksanaan pengelolaan keuangan Baznas kabupaten/kota;
e) Pelaksanaan sistem akuntansi Baznas kabupaten/kota.
f) Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan Akuntabilitas
Kinerja Baznas kabupaten/kota.
g) Penyiapan penyusunan laporan pengelolaan zakat tingkat
kabupaten/kota.
9) Bidang Administrasi, Sumber Daya Manusia dan Umum.
Bagian Administrasi, Sumber Daya Manusia, dan Umum dipimpin
oleh satu orang wakil ketua dengan sebutan jabatan Wakil Ketua III.
Bagian Administrasi, Sumber Daya Manusia, dan Umum mempunyai
62
tugas melaksanakan pengelolaan amil Baznas Kabupaten/Kota,
administrasi perkantoran, komunikasi, umum, dan pemberian
rekomendasi. Dalam menjalankan tugas, Bagian Administrasi, Sumber
Daya Manusia, dan Umum menyelenggarakan fungsi:
a) Penyusunan strategi pengelolaan Amil Baznas
Kabupaten/Kota.
b) Pelaksanaan perencanaan Amil Baznas Kabupaten/Kota.
c) Pelaksanaan rekrutmen Amil Baznas Kabupaten/Kota.
d) Pelaksanaan pengembangan Amil Baznas Kabupaten/Kota.
e) Pelaksanaan fungsi administrasi perkantoran Baznas
kabupaten/kota.
f) Penyusunan rencana strategi komunikasi dan hubungan
masyarakat Baznas kabupaten/kota.
g) Pelaksanaan strategi komunikasi dan hubungan masyarakat
Baznas kabupaten/kota.
h) Pengadaan, pencatatan, pemeliharaan, pengendalian, dan
pelaporan aset Baznas kabupaten/kota.
i) Pemberian rekomendasi pembukaan perwakilan LAZ berskala
provinsi di kabupaten/kota.
10) Satuan Audit Internal
Satuan Audit Internal berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Ketua Baznas kabupaten/kota. Satuan Audit Internal
63
mempunyai tugas pelaksanaan audit keuangan, audit manajemen, audit
mutu, dan audit kepatuhan internal Baznas kabupaten/kota.
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Satuan Audit Internal
menyelenggarakan fungsi:
a) Penyiapan program audit.
b) Pelaksanaan audit.
c) Pelaksanaan audit untuk tujuan tertentu atas penugasan Ketua
Baznas.
d) Penyusunan laporan hasil audit.
e) Penyiapan pelaksanaan audit yang dilakukan oleh pihak
eksternal.
5. Program Baznas Kota Tangerang
a. Bidang Pendidikan
Baznas memberikan program bantuan pendidikan meliputi dua
program turunan yaitu bantuan langsung pendidikan berupa: pelunasan
SPP, biaya ujian, biaya praktikun, dan pengambilan ijazah. Turunan
kedua yaitu bantuan berupa beasiswa dalam program S1 kepada
mahasiswa untuk meraih gelar sarjana pada universitas dan jurusan yang
telah dipilih. Bantuan diberikan dengan persyaratan berkas administrasi
sebagai berikut:
1) SKTM (asli) ditujukan kepada Baznas.
2) Fotocopy KTP dan KK (domisili kota tangerang).
3) Surat permohonan bantuan (form bebas)
64
4) FC kartu pelajar / mahasiswa
5) FC raport / transkip nilai
6) Surat keterangan mahasiswa
7) Rincian biaya pendidikan
8) No. rekening sekolah / kampus
9) Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar
a. Bidang kemanusiaan
Pada program ini, Baznas menjalankan program utamanya membantu
masyarakat dalam hal kemanusiaan berupa paket zakat fitrah, pekat
santunan anak yatim, serta memberikan bantuan biaya hidup meliputi
biaya kebutuhan pokok sehari-hari, dengan persyaratan berkas
administrasi sebagai berikut:
1) SKTM (Asli) ditujukan kepada Baznas.
2) Fotocopy KTP dan KK (domisili kota tangerang).
3) Surat permohonan bantuan (form bebas).
Bantuan terakhir dalam bidang kemanusiaan berupa bantuan
transportasi. Bantuan yang diberikan kepada mustahiq yang mengalami
keterlambatan akibat kehabisan bekal dan biaya transportasi, dengan
persyaratan berkas administrasi berupa surat keterangan kehabisan
ongkos dari kepolisian (ditujukan kepada Baznas)
b. Bantuan Kesehatan
Baznas memberikan program pembiayaan bantuan kesehatan /
pengobatan, yakni memberikan Biaya pengobatan pada fasilitas /
65
pengelola kesehatan baik alternative maupun medis serta bantun
pembelian obat, alat kesehatan, dengan persyaratan bantuan
kesehatan / pengobatan sebagi berikut:
1) SKTM (Asli) ditujukan kepada Baznas.
2) Fotocopy KTP dan KK (domisili kota tangerang).
3) Surat permohonan bantuan (form bebas).
4) FC BPJS kesehatan, nomor rekening instansi kesehatan.
5) Resume medis, rincian biaya pengobatan
6) Nomor rekening instansi kesehatan.
c. Bidang ekonomi
Baznas memberikan program bantuan dalam bidang ekonomi
berupa bantuan modal usaha dan bantuan pemberian hutang piutang
dengan diutamakan hutang atas kebutuhan primer kepada orang lain,
bukan hutang pada keluarga inti, dengan persyaratan berkas
administrasi sebagai berikut:
1) SKTM (Asli) ditujukan kepada Baznas.
2) Fotocopy KTP dan KK (domisili kota tangerang).
3) Surat permohonan bantuan (form bebas).
4) Fotocopy KTP dan KK pemberi hutang.
5) Bukti hutang bermaterai.
d. Bidang dakwah dan advokasi
Bantuan dalam bidang dakwah dan advokasi ini diberikan kepada
para da’i dan guru ngaji serta masyarakat umum di wilayah Kota
66
Tangerang yang terbagi dalam bantuan langsung dakwah dan
advokasi berupa bantuan langsung kepada da’i dan guru ngaji dalam
rangka meningkatkan kesejahteraan mereka, paket ifthar ramadhan,
bantuan biaya khitanan dan bantuan ekonomi kepada mualaf.
B. Hasil Penelitian
1. Formulasi Strategi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota
Tangerang dalam Meningkatkan Jumlah Muzakki
Formulasi strategi pengelolaan zakat Badan Amil Zakat (Baznas) Kota
tangerang merupakan pengembangan rencana yang dilakukan baik oleh
pimpinan maupun pengusus Baznas lainnya. Pada pelaksanaannya perumusan
strategi dilakukan secara bersama dalam sebuah rapat Rencana Kerja Tahunan
(RKT) yang pembahasannya dilakukan secara bersama baik oleh pimpinan
maupun pengurus lainnya.
Formulasi strategi memiliki beberapa langkah yang harus ditempuh, mulai
dari pengembangan visi, misi serta tujuan dan juga menelaah berbagai peluang
ancaman dan juga mengetahui faktor internal Baznas Kota Tangrrang yang
menjadikan sebuah kekuatan dan kelemahan yang akan di terima Baznas yang
kemudian memilih dari banyaknya strtategi yang di rencanakan untuk
pencapaian tujuan Baznas Dalam hal ini yakni meningkatkan jumlah muzakki.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam formulasi strategi
pengelolaan zakat yanga akan menghasilkan sebuah program yaitu sebagai
berikut:
67
a. Mengembangkan visi dan misi Baznas Kota Tangerang
Formulasi strategi diawali dengan mengembangkan visi yang merupakan
gambaran masadepan yang ingin dicapai oleh suatu lembaga atau organisasi.
Selain visi Formulasi strategi juga mencakup misi, yaitu “maksud” dari
berdirinya organisasi dan memberi “makna” eksistensi organisasi. Misi
tersebut merupakan fungsi yang dilakukan oleh organisasi.
Adapun visi dan misi yang telah ditetapkan oleh BAZNAS Kota Tangeran
ialah sebagi berikut :
a. Visi
“Menjadi Badan Zakat yang Amanah, Transparan dan Profesional”
b. Misi
1) Meningkatkan kesadaran umat untuk berzakat melalui amil zakat.
2) Meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat sesuai
dengan ketentuan syariah dan prinsip manajemen modern.
3) Menumbuh kembangkan pengelola/amil zakat yang amanah,
transparan, profesional, dan terintegrasi.
4) Mewujudkan pusat data zakat daerah.
5) Memaksimalkan peran zakat dalam menanggulangi kemiskinan di
Kota Tangerang melalui sinergi dan koordinasi dengan lembaga
terkait.
68
Visi misi yang telah ditetapkan kemudian dijadikan tolak ukur dan patokan
dalam menjalankan segala kegiatan dan aktivitas yang dilakukan oleh Baznas
Kota Tangerang. Visi dan misi kemudian juga akan dikembangkan dalam
ferumusan strategi pengelolaan zakat. Formulasi strategi dilakukan dengan
mempertimbangkan hasil evaluasi dari pelaksanaan strategi tahun lalu, tahun
berjalan serta kebutuhan yang akan dihadapi di tahun mendatang.
b. Mengidentifikasi peluang dan ancama yang akan dihadapi oleh Baznas
Kota Tangerang.
Mengidentifikasi peluang dan ancama diawali dengan melakukan
pengamatan terhadap perkembangan yang terjadi kemudian dari hasil
pengamatan Baznas Kota Tangerang melakukan analisis terkait hal-hal yang
kemudian akan menjadi peluang dan ancaman yang akan dihadapi dimasa
depan. Dari hasil analisis yang dilakukan maka Baznas Kota Tangerang dapat
menghindar dari segala ancama serta dapat melihat peluang-peluang yang bisa
didapatkan. Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan yaitu kemajuan
teknologi dan informasi yang berkembang pesat di era ini.
Menanggapi perkembangan teknoligi dan informasi yang maju, Baznas
Kota Tangerang menyesuaikan diri dengan melakukan digitalisasi dalam hal
sosialisasi dan pelayanan terhadap para muzakki yang dmaksudkan untuk
mempermudah dan memepercepat pelayanan untuk muzakki sebagaimana
tercermin dalam hasil wawancara berikut:
69
Berdasarkan hasil wawancara bersama Bapak. Jaka Firmasyah pada (24,
November 2021) didapati informasi bahwa sejak tahun 2016 sampai
dengan sekarang Baznas Kota Tangerang bekerjasama dengan pemerintah
Kota Tangerang memasukan fitur ayo zakat di aplikasi tangerang live
milik pemerintah kota. Fitur ini dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi
dan pelayanan zakat dengan memuat informasi zakat, layanan konsultasi,
sampai dengan tata cara pembayaran zakat secara digital.
Baznas Kota Tangerang telah melakukan digitalisasi pengelolaan zakat,
baik sosialisasi zakat maupun proses pembayaran zakat yang lebih mudah.
Sosialisasi zakat yang dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang kini
informasinya bisa diperoleh oleh masyarakat melalui website, media sosial,
maupun fitur ayo zakat di aplikasi tangerang live. Didalam aplikasi tangerang
live terdapat informasi mengenai zakat, baik pengetahuan tentang zakat
sampai dengan pembayaran zakat yang mudah. Selain untuk saranan
sosialisasi ayo zakat di aplikasi tangerang kive juga digunakan oleh Baznas
Kota Tangeran untuk mengedukasi masyarakat terutama calon muzakkin
untuk dapat mengetahui apa itu zakat, kewajiban zakat, orang yang berhak
menerima zakat, sampai dengan hikmah zakat. Aplikasi ayo zakat juga
menyesiakan fitur konsultasi zakat, fitur ini dimaksudkan untuk
mempermudah para muzakki apabila mengalami kendala dalam hal
pembayaran zakat, sehingga dapat dikonsultasikan dengan petugas pengumpul
zakat di Baznas Kota Tangerang.
Digitalisasi yang dilakukan Baznas Kota Tangerang juga mencakup
metode pembayaran yang dapat dilakukan oleh muzakki secara digital.
Didalam menu ayo zakat di aplikasi tangerang live disediakan tatacara serta
perhitungan zakat secara digital. Baznas Kota Tangerang menyediakan dua
70
metode pembayaran digital yaitu berupa transfer bank dengan beberapa mitra
bank Baznas Kota Tangerang ataupun dengan metode pembayaran melalui
gopay yang tersedia. Penggunaaan metode pembayaran gopay merupakan
wujud penyesuaian yang dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang terhadap
perkembangan teknologi saat ini sehingga hal ini dapat mempermudah
masyarakat dalam menyalurkan zakat.
Peluang yang didapat ini juga sekaligus akan menjadi tantangan yang
dihadapi oleh Baznas Kota Tangerang yang apabila tidak mampu
menyesuaikan dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada Baznas Kota
Tangerang akan ditinggalkan oleh para muzakki dan akan memilih badan atau
lembaga pengelola zakat lain yang dinilai lebih mudan dan kompeten dalam
mengelola zakat.
c. Identifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Baznas Kota
Tangerang
Berdasarkan hasil wawancara bersama Bapak. Jaka Firmasyah sebagai
pada (24, November 2021) didapati informasi bahwa diantara kekuatan
yang dimiliki oleh Baznas Kota Tangerang ialah berkaitan dengan SDM
yang terlatih, Sarana dan prasarana yang nyaman, playanan langsung dan
digital, kantor yang nyaman. Adapun kekurangannya ialah terkait jumlah
SDM yang menurut kebutuhan masih sangat kurang.
Hasil wawancara menggambarkan informasi bahwa diantara kekuatan
yang dimiliki oleh Baznas Kota Tangerang ialah sebagai berikut:
1) Sumber daya manusia (SDM) yang memiliki sifat shiddiq, tabligh,
amanah, dan fathanah.
71
2) Perkantoran yang baik, mudah dijangkau dan memiliki suasana
yang nyaman dan layak
3) Sarana komunikasi dan sosialisasi yang baik, mudah diakses dan
juga mudah dimengerti
4) Memiliki srana dan prasarana yang memadai, baik tempat yang
nyaman dan perlengkapan administarsi yang baik.
5) Sarana pembayaran zakat yang mudah. Baznas kota tangerang
telah mengembangkan sistem pembayaran zakat yang mudah dan
sesuai engan perkembangan teknologi. Hari ini selain metode
pembayaran zakat bisa dilakukan secara langsung (cas) Baznas
kota tangerang juga telah menyiapkan metode pembayaran baru
seperti lewat transfer bank, dan gopay yamg tersedia di aplikasi
tangerang live.
Adapun kelemahan yang dihadapi ialah kurangnya jumlah pegawai atau
SDM yang sering kali menghambat ketika sebuah program sedang
dilaksanakan. Kekurangan sdm ini juga sedikit banyak mengganggu jalanya
kinerja yang dijalankan oleh Baznas Kota Tangerang.
Berikut merupakan perencanaan starategi yang disusun oleh Badan Amil
Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang:
d. Menetapkan target tahunan oleh Baznas Kota Tangerang dalam
pengelolaan zakat.
72
Dari hasil wawancara yang dilakukan bersama ketua pelaksana Bapak.
Jaka Fiermansyah yang dilakukan pada (16 Desember 2021) diperoleh
informai bahwa penentuan target tahunan dilakukan dalam sebuah rapat
Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dilakukan secara bersama oleh
pimpinan dan pegawai Baznas Kota Tangerang dengan menuntukan target
mustahik serta menentukan program penyaluran dan pendistribusian
selama satu tahun.
Perencanaan program pada Baznas Kota Tangerang diawali dengan
melakukan indentifikasi dan mengamati berbagai situasi dan kondisi
kemudian dilanjutkan dengan menuntukan program baru untuk dilaksanakan
di tahun mendatang. Baznas Kota Tangerang berupaya meminimaliasir
terjadinya penyelewengan atau salah sasaran yang akan mengakibatkan
kerugian-kerugian atau tujuan yang tidak tercapai.
Dalam rapat Rencana Kerja Tahunan (RKT) juga dibahas mengenai
anggaran yang akan dialokasikan kepada setiap program yang telah
dirumuskan, termasuk anggaran yang digunakan untuk program
pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat. selain persiapan anggaran
penentuan mustahik atau orang yang berhak menerima zakat juga dibahas
dalam RKT dengan memilih target mustahik dengan memepertimbangkan
segala masukan dan saran dari masyarakat. Dalam penentuan mustahik ini
Baznas Kota Tangerang juga bekerjasama dengan instansi terkait mulai dari
pemerintah kota sampai dengan pemerintah desa diwilayah Kota Tangerang
untuk dapat memastikan bahwa dana zakat dapat tersalurkan secara tepat
sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
73
Adapun rencana penyaluran dana zakat tercermin dalam table rencana
penyaluran dana zakat sebagi berikut:
No Penyaluran Dana Zakat Jumlah
1 Penyaluran dana zakat untuk fakir [Link]
2 Penyaluran dana zakat untuk miskin [Link]
3 Penyaluran dana zakat untuk miskin [Link]
4 Penyaluran dana zakat untuk amil [Link]
5 Penyaluran dana zakat untuk muallaf 348.187.500
6 Penyaluran dana zakat untuk riqab 0
7 Penyaluran dana zakat untuk gharimin [Link]
8 Penyaluran dana zakat untuk sabilillah 75.000.000
9 Penyaluran dana zakat untuk ibnu sabil 266.812.500
Tabel 3. 1 Rencana penyaluran dana zakat berdasarhkan
asnaf Baznas Kota Tangerang
e. Penentuan alternatif strategi
Penentuan alternati strategi dilakukan untuk mempermudah serta
meminimalisir terjadinya kesalahan-kesalahan prngelolaan zakat. sama
halnya dengan perusahaan, Baznas Kota Tangerang dalam menentukan
alternatif strategi didahului dengan menganalisis hal-hal yang berkaitan
dengan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi
dimasa mendatang, seperti contonya yaitu:
1) Menentukan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam satu tahun
mendatang yang mencakup target penerimaan, anggaran, serta
sasaran mustahik. Apabila target sesuai dengan perencanaan maka
akan dilakukan penyesuaian diwaktu mendatang.
74
2) Melakukan kerjasama dengan para mitra Baznas Kota Tangerang
baik perorangan, lembaga, instansi, maupun perusahaan.
3) Melantik dan mensertifikasi para amail dan Unit Pengumpulan
Zakat (UPZ) disetiap mitra Baznas Kota Tangerang bail lembaga,
instansi maupun perusahaan.
2. Implementasi Strategi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota
Tangerang dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Muzakki
Setelah proses perumusan strategi, tahap selanjutnya ialah melaksanakan
strategi yang telah dirumuskan dalam bentuk tindakan-tindakan yang
dilakukan dalam rangka meningkatkan jumlah muzakki.
a. Pengumpulan zakat
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bersama Bapak. Rifti
Fauzan sebagai bidang pengumpulan pada (24, November, 2021)
diperoleh informasi bahwa strategi yang dilakukan dalam
pengumpulan zakat ialah dengan menyebarkan informasi dan
sosialisasi baik secara langsung ataupun melalui media digital yang
dimiliki seperti instagram, facebook dan youtube. Adapun sosialisasi
secara langsung dilakukan di lembaga, instansi dan perusahaan baik
atas permintaan mitra ataupun memeng sudadah menjadi program dari
Baznas Kota Tangerang.
Implementasi strategi Baznas Kota Tangerang dalam hal pengumpulan
zakat diupayakan dilakukan secara baik dalam rangka meningkatkan
jumlah muzakki. bidang pengumpulan merupakan garda terdepan bagi
Baznas Kota Tangerang dalam membangun dan merawat komunikasi
dengan muzakki sehingga implementasi strategi dalam pengumpulan zakat
mampu menarik muzakki sehingga percaya dan menyalurkan zakatnya
75
untuk dikelola oleh Baznas Kota Tangerang. Keberhasilan pengumpulan
zakat dipengeruhi oleh beberapa hal sebagai berikut:
1) Sosialisasi Zakat
Sosialilasi zakat merupakan salah strategi Baznas Kota Tangerang
untuk menarik minat dan perhatian muzakki. Sosialisasi zakat
dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan edukasi kepada
masyarakat sebagai calon muzakki terkait kewajiban zakat, manfaat
zakat, hikmah zakat dan hal lain terkait zakat. sosialisassi terkait zakat
penting untuk diketahui masyarakat, apalagi terkait dengan kinerja
Baznas dan pendayagunaan zakat bagi masyarakat. Zakat sebagai
solusi bagi permasalahan sosial seperti ekonomi, pendidikan dan lain
sebagainya penting untuk diketahui dan dipahami oleh masyarakat.
Baznas berusaha mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa apabila
zakat dikelola dengan baik, maka zakat mampu menjawab persoalan
yang ada ditengah masyarakat. Oleh karena pengelolaan zakat
sangatlah penting Baznas Kota Tangerang berusaha memberikan
pemahaman bahwa zakat akan terkeloala dengan baik apabila
dilakukan dengan menggunakan strategi pengelolaan yang yang baik
pula. Sosialisai tentang zakat yang dilakukan oleh Baznas Kota
Tangerang dimaksudkan untuk memberikan wawasan yang luas
tentang zakat kepada masyarakat, sehingga mereka mau dan percaya
menyalurkan zakatnya kepada Baznas Kota Tangerang. Adapun
sasaran sosialisasi Baznas Kota Tangerang ialah sebagai berikut:
76
a) Lembaga pendidikan
Sosialasi zakat yang dilakukan sebagai upaya memberikan
wawasan perlu dilakukan kepada masyarakat sejak dini, termasuk
sejak usia sekolah, sebab pemahaman dan kebiasaan berzakat harus
ditanamkan dan dilatih sejak usia dini. Baznas Kota Tangerang
melakukan sosialisasi kepada lembaga pendidikan baik, universitas
maupun sekolah yang ada di Kota Tangerang. Sosialisasi zakat
terhadap lembaga pendidikan dilakukan atas dasar permintaan dari
lembaga pendidikan kepada Baznas atau sosialisasi dilakukan atas
dasar program kerja yang telah di tetapkan.
b) Instansi pemerintah
Instansi pemerintah yang berada di Kota Tangerang menjadi
target sosialisasi zakat oleh Baznas Kota Tangerang. Sosialisasi
terhadap instansi pemerintah Kota Tangrang diharapkan mampu
menarik para pegawai negeri di lingkup Pemerintah Kota
Tangerang untuk menyalurkan zakatnya di Baznas Kota
Tangerang. Sosialisasi zakat ini juga dilakukan dalamrangka
mengumpulkan zakat dari para pegawai di setiap instansi untuk
menyalurkan zakat malnya dalam bentuk zakat profesi.
c) Perusahaan
Sosialisasi zakat juga dilakukan kepada setiap perusahaan di
wilayah Kota Tangerang baik dilakukan oleh Baznas atau atas
77
permintaan dari perusahaan. Sosialisasi zakat kepada perusahaan
dilakukan dalam rangka menjelaskan zakat dan mekanisme tentang
zakat kepada perusahaan untuk dapat menarik minat dari pimpinan
dan kariawan perusahaan untuk melakukan kerjasama dengan
membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) disetiap perusahaan.
d) Sosialisasi melalui media cetak
Dalam menjalankan sosialisasi zakat Baznas Kota Tangerang
juga mempublikasikan segala kegiatannya didalam surat kabar
yaitu Koran benteng. Publikasi ini juga dimaksudkan untuk
memberikan pengetahun dan gambaran kepada masyarakat terkait
kinerja yang dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang kepada
masyarakat luas.
e) Sosialisasi melalui media sosial, website dan aplikasi tangerang
live
Menanggapi perkembangan teknologi yang berkembang saat
ini maka Baznas Kota tangerang menyesuaikan diri dengan
perkembangan itu dalam bentuk aktif menyebarkan dan
mempublikasikan segala ainformasi, kegiatan dan ajakan untuk
menunaikan zakat melalui media sosial yang dimiliki Baznas
seperti instagram, facebook dan juga aplikasi tangerang live yang
tersedia di play store. Aplikasi tangerang live merupakan aplikasi
milik pemerintah Kota Tangerang yang didalamnya terdapat
78
berbagai fitur pelayanan publik termasuk fitur ayo zakat yang
secara langsung dioperasikan oleh Baznas Kota Tangerang dalam
rangka sosialisasi dan pelayanan terhadap masyarakat.
2) Pelayanan Baznas Kota Tangerang
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bersama Bapak. Rifti
Fauzan pada (28, November 2021) diperoleh informasi bahwa
dalam upaya meningkatkan jumlah muzakki Baznas Kota
Tangerang berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan tujuan
untuk mempermudan dan memepercepat proses pelayanan. Baznas
Kota Tangerang memeberikan dua jenis pelayanan yaitu pelayanan
secara langsung dan pelayanan secara digital. Pelayanan langsung
dilakukan secara kekeluargaan antara petugas Baznas dan para
muzakki sementara pelayanan digital melalui aplikasi tengrang
live.
Impelementasi berikutnya yang dilakukan oleh Baznas Kota
Tangerang ialah mengenai pelayanan terhadap Muzakki. Dalam rangka
meningkatkan jumlah muzakki, pelayanan yang dilakukan oleh Baznas
Kota Tangerang dilakukan dengan berorientasi pada kenyamanan dan
kemudahan muzakki dengan melakukakan hal-hal sebagai berikut:
a) Pelayanan secara langsung
Dalam rangka memberikan kenyamanan kepada muzakki dan
calon muzakki Baznas Kota Tangerang berupaya memberikan
pelayanan yang prima berupa menyapa dan melayani muzakki
secara langsung sehingga suasana kekeluargaan dapat terjalain
antara Baznas dan muzakki. Baznas Kota Tangerang secara berkala
juga menjalin komunikasi dengan para muzakki baik secara
langsung maupun melalui pesan singkat. Sebagai bentuk pelayanan
79
kepada para muzakki Baznas Kota Tangerang dalam melakukan
komunikasi dengan para muzakki juga selalu melaporkan tentang
segala program dan kegiatan yang dilakukan oleh Baznas Kota
Tangerang. Hal ini dilakukan untuk membangung kepercayaan dan
hubungan baik antara Baznas dengan para mitra Baznas baik itu
lembaga, instansi pemerintah, perusahaan sampaidengan
perorangan.
b) Pelayanan digital
Pelayanan terhadap Muzakki juga dilakukan oleh Baznas Kota
Tangerang melalui digital, perwujudan dari pelayanan digital ini
dapat kita lihat dalam fitur ayo zakat di aplikasi tangerang live.
Fitur ayo zakat menyediakan segala perangkat pelayanan zakat,
mulai dari edukasi tentang zakat, informasi alur pembayaran zakat,
sampai dengan metode dalam menyalurkan zakatnya di Baznas
Kota Tangerang. Pembayaran dana zakat saat ini dapat dilakukan
oleh para muzakki melalui digital yaitu dengan menggunakan
alplikasi tangerang live. Didalam aplikasi tangerang live dengan
fitur ayo zakatnya menyediakan informasi dan mekanisme
pembayaran zakat, mulai dari menentukan nominal harta yang
wajib dizakati sampai dengan penyelesaian pembayaran zakat.
Fitur ayo zakat memudahkan muzakki dalam menghitung jumlah
zakat yang akan dikeluarkan zakatnya, para muzakki hanya cukup
mengikuti instruksi yang tertera di fitur ayo zakat kemudian
80
mengisi data diri dan memasukan jumlah harta yang dimiliki
(belum diketahui nominal zaktnya) kemudian secara otomatis akan
keluar nomilan harta yang harus dibayarkan dizakati. Setelah
selesai muzakki ditawarkan metode pembayaran yang beragam,
mulai dari transfer bank sampai dengan metode pembayaran lain,
yaitu melalui gopay.
3) Membangun kerjasama dan kemitraan
Kerjasama yang dibangun dan diupayakan oleh Baznas Kota
Tangerang dalam rangka membangun Unit Pengumpulan Zakat (UPZ)
baru di instansi dan lembaga yang menjalin kerjasama. Sejak tahun
2016 Baznas Kota Tangerang telah mensertifikasi 800 UPZ baru di
diwilayah Kota Tangerang diantara instansi dan lembaga yang
mendirikan UPZ ialah Masjid-Masjid dan Mushola, perusahaan, dan
instansi pemerintah. Dalam pelaksanaannya khusus UPZ yang berada
di masjid dan mushola mengelola dana zakatnya secara mandiri, akan
tetapi dalam hal pelaporan mereka melaporkan pengelolaan zakatnya
kepada Baznas Kota Tangerang. UPZ juga dibentuk di instansi
pemerinta dan perusahaan yang berada di wilayah Kota Tangerang.
Pembentukan UPZ ini dilakukan dalam upaya mempermudah
pengumpulan zakat oleh Baznas Kota Tangerang dari muzakki yang
berada di instansi dan perusahaan. Para muzakki yang berasal dari
instansi dan perusahaan dalam menyalurkan zakatnya, mereka cukup
81
menyalurkan zakatnya melelui UPZ yang telah dibentuk. (Hasil
wawancara dengan Bapak. Jaka Firmansyah pada 3 Januari 2021).
Adapun realisasi pengumpulan dana zakat dapat kita lihat dari data
realisasi pengumpulan dana zakat sebagai berikut:
Jenis Data 2020 2019 2018 2017 2016
Zakat Mal
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Zakat Fitrah
[Link] [Link] [Link] 2425.898.350 823.548.200
Infaq/Sedekah
Terikat 61.479.928 278.037.727 187.121.470 114.001.500 172.192.720
Infaq/Sedekah
400.000 [Link] [Link] 162.960.000 19.690.000
Tidak Terikat
Corporate
Sosial
Responsibility 0 0 0 0 0
(CSR)
Dana Sosial
Keagamaan 2. 537.306.377 431.485.893 0 0 50.000
Lainnya
Tabel 3. 2 Realisasi Pengumpulan ZIS Baznas Kota Tangerang
Berdasarkan data realisasi pengumpulan dana zakat diperoleh
informasi bahwa dari tahun 2016 sampai dengan 2019 terjadi trend
kenaikan penerimaan dana Zakat, akan tetapi pada tahun 2020 terjadi
penurunan penerimaan disbanding tahun sebelumnya, hal ini juga sejalan
dengan angka realisasi jumlah muzakki yang tercermin dari table realsasi
sebagai berikut:
No Jenis Data 2020 2019 2018 2017 2016
1 Muzakki Perorangan 300 5.138 4.239 1.559 1.470
2 Muzakki Badan/Istansi 17 0 0 0 0
Tabel 3. 3 Realisasi Muzakki (orang/badan) Baznas Kota Tangerang
Sejalan dengan data relisasi pengumpulan zakat realisasi jumlah
muzakki juga mengalami trend kenikan di kurun waktu 2016 sampai
82
dengan 2019 dan mengalami penurunan ditahun 2020, meskipun data
muzakki masih ada yang tergabung didalam data instansi dan badang akan
tetapi hal ini diterangkan oleh ketua pelaksana Baznas Kota Tangerang
bahwa penurunan penerimaan dan jumlah muzakki di tahun 2020
dibanding tahun 2019 memang terjadi dikarenakan pandemi covid-19
sehingga menyebabkan sebagian muzakki mendistribusikan zakatnya
secara mandiri kepada kerabat atau tetanga sekitar. Hal ini juga dikuatkan
dengan informasi dari hasil wawancara bersama Bapak. H. Khudori
(muzakki) (pada tanggal 5 April, 2022) yang mengatakan bahwa dirinya
pada tahun 2020 tidak menitipkan dana zakatnya kepada Baznas Kota
Tangerang dikarenakan pada tahun itu dirinya mendistribusikan zakatnya
melalui masjid setempat yang kemudian didistribusikan kepada dhuafa
sebagai santunan dan bantiuan ekonomi covid-19.
b. Pendistribusian dan pendayagunaan zakat
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bersama Bapak. Jaka
Firmansyah pada (3 Januari, 2021) diperoleh informasi bahwa program
pendistribusian dan pendayagunaan zakat mencakup lima kategori
yaitu pendiikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan serta dakwah dan
advokasi. Ketegoti pendidikan mencakup beasiswa baik siswa sekolah
maupun mahasiswa, ketegori kesehatan seperti bantuan biaya
kesehatan, kategori ekonmi seperti bantuan modal usaha, bidang
kemanusiaan seperti bantuan biaya hidup, paket zakat, bantuan ibnu
sabil, sunatan anak yatim, yang terakhir kategori dakwah dan advokasi
seperti bantuan mualaf, bantuan biaya khitanan, infthar ramadhan,
bantuan langsung dakwah dan advokasi pada ustadz dan guru ngaji.
Implementasi strategi dalam bidang pendistribusian dan
pendayagunaan zakat Baznas Kota Tangerang melaksanakan program-
program yang sebelumnya telah dirumuskan berdasarkan kebutuhan
83
mustahik. Pengaplikasian semua program dilaksanakan setelah perumusan
strategi dilakukan. Pelaksanaan program akan disesuaikan dengan situasi
dan kondisi yang dihadapi dilapangan. Program-program yang
dilaksanakan oleh Baznas Kota Tangerang meliputi lima kategori yaitu
pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, serta dakwah dan
advokasi. Kelima kategori program tersebut didasarkan pada kebutuhan
yang dihadapi oleh mustahik.
Adapun program yang diimplementasikan oleh Baznas Kota
Tangerang ialah sebagai berikut:
1) Bidang pendidikan
a) Bantuan langsung pendidikan
Bantuan langsung pendidikan ialah bantuan biaya pendidikan
yang diperuntukan bagi anak usia sekolah yang secara finansial
mengalami kesulitan dan dapat mengancam keberlanjutan
sekolahnya. Pemberian bantuan ini deberikan langsung kepada
siswa yang secara kategori memenuhi syarat untuk menerima
bantuan pendidikan ini. Program bantuan pendidikan ini
diharapkan dapat menekan angka putus sekolah di wilayah Kota
Tangerang akibat hambatan finansial.
b) Beasiswa sarjana
Program ini sesuai dengan namanya ialah membentu setiap
siswa yang berperestasi untuk dapat melanjutkan sekolah ke
jenjang yang lebih tinggi. Program bantuan biaya kuliah ini
84
dilakukan secara berkelanjutan dan bertahap kepada setiap
penerima beasiswa dari awal kuliah sampai dengan menerima gelar
sarjana. Bantuan ini diharapkan mampu mengurangi beban
pendidikan starata satu kepada mereka yang kesulitan secara
finansial untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya.
2) Bidang kesehatan
a) Bantung langsung pengobatan
Dalam upaya membantu dan mendukung program Pemerintah
Kota Tangerang dibidang kesehatan Baznas Kota Tangerang
meluncurkan program bantuan langsung biaya pengobatan bagi
setiap masyarakat yang mengalami kesulitan dalam hal biaya
pengobatan terutama meraka yang menderita penyakit kronis dan
tidak tercover oleh asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS) atau tidak memiliki asuransi sejenisnya. Bantuan langsung
pengobatan ini merupakan kebutuhan pokok bagi manusia
sehingga Baznas Kota Tangerang menaruh perhatian besar
terhadap program kesehatan ini. Oleh karenanya dalam rangka
mempermudah program ini Baznas Kota Tangerang melakukan
kerjasama dengan bekerjasama dengan pihak terkait seperti rumah
sakit dan pemerintah, baik pemerintah kota maupun pemerintah
desa yang berada di wilayah Kota Tangerang.
85
b) Program bantuan operasional pengobatan
Selain biaya kesehatan, hal yang sering luput ialah kebutuhan
akomodasi bagi orang yang mengalami gangguan kesehatan dalam
hal transportasi dari rumah menuju rumah sakit atau kelinik,
sehingga bantuan ini menjadi penting bagi mereka yang memang
betul-betul membutuhkan biaya tersebut. Oleh karena kebutuhan
akomodasi yang harus dipenuhi, Baznas Kota Tangerang berupaya
mengakomodir kebutuhan ini dengan memberikan bantuan
operasional pengobatan bagi mereka yang membutuhkan bantuan
tersebut. Kesehatan merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia,
dan harus dibantu apabila setiap masyarakat memiliki kendala
tersebut.
3) Bidang ekonomi
a) Bantuan modal usaha
Bantuan modal usaha ialah bantun berupa uang tunai yang
diberikan oleh Baznas Kota Tangerang dalam rangka membantu
masyarakat miskin di wilayah Kota Tangerang yang membutuhkan
bantuan karena kesulitan dalam hal pemenuhan modal usahanya.
Pemberian modal usaha ini juga sebagai langkah mengentaskan
kemiskinan di Kota Tangerang dan juga sesuai dengan moto yang
diangkat oleh Baznas Kota Tangerang, yaitu “mengubah mustahiq
menjadi muzakki”.
86
b) Gerakan anti rentenir/riba
Masalah keungan seringkali memaksa masyarakat miskin
masuk kedelam jebakan riba melalui hutang piutang. Orang yang
berutang (gharimin) ialah salah satu asnaf dari delapan asnaf yang
telah disebuatkan dalam Al-Qur’an yang menjadi tujuan
penyeluran zakat. Baznas Kota Tangerang menyediakan solusi bagi
masyarakat miskin untuk keluar dari jeratan praktik riba dengan
memberikan bantuan untuk membayar hutang mereka kepada
pemberi hutang atau mereka memang meminta bantuan Baznas
untuk membantu kesulitan ekonomi mereka sebelum mereka harus
terpaksa meminjam kepada rentenir sehingga Baznas Kota
Tangerang mamapu mencegahnya masuk kedalam praktik riba.
4) Bidang kemanusiaan
a) Paket zakat fitrah
Program ini dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang
bekerjasama dengan Pemerintah Desa, dan unit pengumpulan zakat
di setiap kecamatan di wilayah Kota Tangerang. paket bantuan
yang diberikan berupa uang tunai dan kebutuhan pokok berupa
sembako yang dikemas dalam satu paket kontainer yang kemudian
disalurkan secara langsung kepada mustahiq dengan mendatangi
rumah mereka secara langsung oleh petugas Baznas, UPZ dan
Pemerintah Desa setempat.
87
b) Paket santunan yatim dan dhuafa
Program ini dilakukan oleh Baznas Kota Tangrang bekerja
sama dengan pemerintah Kota Tangerang untuk menyalurkan zakat
kepada anak yatim dan dhuafa diwilayah Kota Tangerang. program
ini dilaksanakan pada 10 Muharam disetiap tahunnya dengan
memberikan bantuan secara langsung kepada mustahik zakat yaitu
kategori yatim dan dhuafa sesuai dengan data yang dimiliki oleh
Baznas Kota Tangerang.
c) Bantuan biaya hidup
Program ini dimaksudkan untuk memberi bantuan biaya hidup
secara tunai kepada mustahiq dan keluarganaya dalam bentuk uang
tunai secara langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-
hari. Program ini diberikan kepada mereka yang secara realita
termasuk dalam kategori fakir dan miskin yang secara mendesak
membutuhkan bantuan hidup untuk dapat melanjutkan hidup
mereka.
d) Bantuan ibnu sabil
Bantuan transportasi diberikan Baznas Kota Tangerang kepada
mustahik yang mengalami kesulitan biaya transportasi, bantuan ini
diberikan mereka yang dalam perjalanan mengalami kehabisan
bekal dan biaya transportasi. Adapun pengajuan bantuan ini
diberikan dengan syarat menunjukan surat keterangan kehabisan
ongkon dari kepolisian.
88
5) Bidang dakwah dan advokasi
a) Bantuan langsung dakwah dan advokasi
Program ini dilakukan dengan memberikan santunan secara
langsung kepada para da’i dan guru ngaji serta pejuang dakwah
lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka yang telah
menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mengabdi kepada
agama dengan mendidik masyarakat dalam hal pengetahuan agama
Islam. Bantuan ini diberikan secara langsung kepada mereka yang
termasuk dalam kategori yang telah ditetapkan.
b) Paket ifthar ramadhan
Program ini memberikan layanan untuk memfasilitasi buka
puasa bersama dengan masyarakat. Kegiatan ini juga seringkali
bersamaan dengan kegiatan lain, seperti buka puasa saat peyaluran
zakat kepada amsyarakat atau saat santunan anak yatim yang
diberkan oleh Baznas Kota Tangerang.
c) Bantuan biaya khitanan
Bantuan biaya khitanan diberikan oleh Baznas Kota Tangerang
kepada masyarakat Kota Tangerang. Dalam praktiknya Baznas
Kota Tangerang bekerjasama dengan beberapa pihak untuk dapat
menyelenggarakan kegiatan ini, seperti dengan lembaga kesehatan
atau korporasi yang juga kerapkali ikut serta dalam kegiatan ini.
89
d) Bantuan ekonomi mualaf
Mualaf merupakan salah satu asnaf dari delapan asnaf yang
ada dalam Al-Qur’an. Selain karena kewajiban yang harus
dilaksanakan, penyaluran zakat kepada mualaf dilakukan dalam
rangkan memberikan support secara finansial peda mualaf yang
membutuhkan bantuan ekonomi oleh Baznas Kota tangerang.
Dari kelima program diatas diperoleh data realisasi penyaluran dari
tahun 2016 sampai dengan 2020 yang tercermin dalam tabel berikut:
201
No Kategori 2020 2019 2017 2016
8
1 Ekonomi [Link] 937.258.000 0 842.308.350 357.192.716
2 Pendidikan 516.528.000 110.941.800 0 565.554.350 188.944.771
3 Kesehatan 18.755.000 [Link] 0 477.993.350 178.999.309
4 Kemanusiaan [Link] 700.491.799 0 593.787.200 208.720.397
5 Dakwah- 701.334.492 [Link] 0 632.701.350 401.012.384
advokasi
Tabel 3. 4 Data Realisasi Penyaluran Zakat Berdasarkan Program
Baznas Kota Tangerang
Berdasarkan data realisasi penyaluran zakat di atas diperoleh data bahwa
penyaluran dana zakat pada tahun 2016, 2017 dan 2019 mengalami
peningkatan jumlah dana yang disalurkan, meskipun pada tahun 2020 terjadi
penurunan, hal ini sejalan dengan realisasi penerimaan dengan trend kenaikan
dan penurunan yang sama. Adapun pada tahun 2018 penulis tidak memperoleh
data penyaluran dana zakat dari, akan tetapi hal ini diterangkan pada saat
wawancara bahwa di tahun 2018 juga mengalami peningkatan penyaluran
dana zakat.
90
3. Evaluasi strategi pengelolaan zakat dalam upaya meningkatkan
jumlah muzakki
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Jaka Firmansyah sebagai
ketua pelaksana pada tanggal 16 Desember 2021 diperoleh informasi
bahwa evaluasi dilakukan dengan meninjau faktor eksternal berkaitan
dengan tanggapan muzakki dan faktor internal yang berkaitan dengan
hambatan yang dialami. Setalah itu kemudian dilakukan evaluasi
kinerja setiap individu pegawai Baznas. Setelah itu kemudian
dilakukan koreksi dan tindakan perbaikan yang diambil untuk
menanggapi segala kekurang yang dimiliki.
a. Meninjau faktor eksternal dan internal
Evaluasi dilakukan dengan melakukan peninjauan terhadap baik dan
buruknya kinerja Baznas Kota Tangerang. Tinjauan dilakukan dalam dua
faktor, yaitu faktor internal dan eksternal untuk dijadikan bahan acuan
dalam melakukan evaluasi.
1) Faktor eksternal
Sebagaimana lembaga atau badan amil zakat yang lainnya, Baznas
Kota Tangerang tergolong dalam salah satu lembaga atau organisasi
NGO (Non Govermental Organizational) atau yang sering disebut
sebagai lembaga non provit dengan tujuan utama melayani masyarakat
tanpa mengaharapkan dan mengambil keuntungan berupa materi dari
apa yang dikerjakan. Sebagai NGO kepercayaan dari mitra organisasi
menjadi penting untuk didapatkan. Oleh karena itu Baznas Kota
Tangerang memastikan seluruh mitra termasuk didalamnya muzakki
91
dan mustahiq menaruh kepercayaannya kepada Baznas Kota
Tangerang.
Evalusai dari faktor eksternal dilakukan oleh Baznas Kota
Tangerang dengan mengumpulkan informasi secara langsung dari
mitra yakni muzakki dan mustahiq dengan melakukan komunikasi baik
secara kelembagaan maupun secara personal. Cara ini dilakukan untuk
dapat mengetahui tanggapan dari para mitra terkait pengelolaan zakat
yang dilakukan selama ini. Komunikasi ini biasanya dilakukan setiap
minggu oleh pimpinan Baznas ataupun bidang penumpulan terhadap
para mitra. Informasi yang didapat terkait pengelolaan zakat dari para
mitra kemudian akan dipelajari dan dijadikan bahan evaluasi kinerja di
masa mendatang. Baznas Kota Tangerang memandang perlu untuk
melakukan hal ini sebagai wujud pelayanan dan pertanggung jawaban
kepada para mitra terkait kinerja Baznas dan juga dalam rangka
meningkatkan jumlah muzakki.
2) Faktor internal
Peninjauan faktor internal dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang
dengan memastikan bahwa dalam menjalankan pengelolaan zakat baik
pelayanan, ataupun implementasi program berjalan dengan lancar.
Evaluasi ini juga dilakukan untuk mengetahuai apa saja hambatan yang
dihadapi oleh Baznas dalam menjalankan setiap kinerjanya. Salah satu
contoh dari hambatan yang dialami ialah jumlah muzakki atau
92
penerimaan zakat tidak sesuai dengan yang telah ditargetkan, maka hal
ini akan dijadikan bahan evaluasi pengelolaan zakat untuk dapat
meningkatkan kinerja dimasa depan.
Evaluasi semacam ini dilakukan setiap bulan dan tahunnya dengan
melakukan rapat bersama dan juga menerbitkan laporan yang
kemudian akan dipublikasikan melalui website Baznas sebagai
pertanggung jawaban kepada para mitra Baznas. Evaluasai semacam
ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa kinerja dari sisi
internal dapat berjalan sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan.
b. Evaluasi kinerja pegawai
Hal yang juga sangat penting dari sebuah organisasi ialah mengenai
Sumber daya Manusia (SDM). Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh
peneliti denga ketua pelaksana Baznas Kota Tangerang didapati informasi
bahwa salah satu kendala yang dialami oleh Baznas ialah mengenai
keterbatasan SDM yang dimiliki. Kekurangan SDM atau pegawai ini
sedikit banyak mempengaruhi kinerja yang dilakukan oleh Baznas Kota
Tangerang. Meski demikian ketua pelaksana mengatakan bahwa
keterbatasan ini tidak menghalangi apa yang telah direncanakan dalam hal
kinerja Baznas. Oleh karena hal itu dilakukan evaluasi kinerja setiap
bulannya dengan mengadakan rapat bersama mulai dari unsur pimpinan
sampai dengan pegawai di bawahnya. Dalam rapat ini dibahas secara
kesuluruhan terkait dengan kinerja pegawai. Beberapa komponen umum
93
yang dibahas dalam rapat evaluasi ini ialah terkait dengan kualitas
pekerjaan individu, kehadiran, tanggung jawab, kejujuran dan kerja tim
Baznas Kota Tangerang memiliki standar kinerja bagi setiap pegawai
didalamnya, sehingga standar ini dapat dijadikan sebagai acuan utama bagi
setiap pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing.
Kinerja yang baik dari setiap pegwai Baznas Kota Tangerang merupakan
salah satu faktor penting dalam rangka meningkatkan jumlah muzakki.
c. Mengoreksi dan mengambil tindakan
Sebagaiman telah di sampaikan sebelumnya terkait dengan evaluasi
yang dilakukan sehingga dapat nampak jelas kekurangan dan kelebihan
dari strategi yang dilakukan. Maka Baznas Kota Tangerang selanjutnya
melakukan pengoreksian dari setiap tindakan yang dilakukan oleh
organisasi, baik dari segi pencapaian program-program sampai dengan
kinerja dari organiasai. Koreksi ini dilakukan terhadap setiap kekurangan
yang didapati dari proses pengelolaan zakat. evaluasi yang dilakukan
dalam rangka meningkatkan jumlah muzakki dilakukan terhadap dua
bidang pengelolaan zakat terkait yaitu bidang pengumpulan zakat dan
bidang pendistribusain dan pendayagunaan zakat.
1) Bidang pengumpulan zakat
Koreaksi yang dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang dengan
memeriksa dan mengevaluasi secara langsung terkait dengan kinerja
secara tim di bidang pengumpulan zakat. sebagai mana disebutkan dalam
94
proses perumusan strategi, bidang pengumpulan sebelumnya
menentukan target kinerja yang harus dicapai berupa jumlah penerimaan
dan jumlah muzakki. Target ini kemudian akan di periksa dan diambil
tindakan apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya.
2) Bidang pendistribusian dan pendayagunaan zakat
Koreksi yang dilakukan pada bidang pendistribusian dan
pendayagunaan zakat ialah mengenai pencapaian kinerja dalam hal
pelaksanaan program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. program
program yang sebelumnya disusun seringkali dalam pelaksanaannya
mengalami hambatan-hambatan, biasanya hambatan yang di alami
berupa hambatan teknis pelaksanaan program, seperti kesiapan
pelaksanaan program. Hambatan semacam ini kemudian dikoreksi dan
dievaluasi untuk kemudian diambil tindakan perbaikan.
C. Pembahasan Hasil Penelitian Strategi Pengelolaan Zakat dalam Upaya
Meningkatkan Jumlah Muzakki
Strategi pengelolaan zakat Baznas Kota Tangerang dalam upaya
meningkatkan jumlah muzakki yang digunakan ialah sesuai dengan teori
manajemen strategi dari Taufiqurahman (2020: 27-29) dengan tiga tahapan
strategi yaitu, formulasi strategi, implementasi strategi dan juga evaluasi.
95
1. Formulasi strategi
Tahapan paling awal dalam strategi pengelolaan zakat yang diterapkan di
Baznas Kota Tangerang ialah tahap formulasi yang diawali dengan
pengembangan visi misi dan oraganisasi. Baznas Kota Tangerang sebelumnya
telah menetapkan visi, misi dan yang dibuat berdasarkan realita faktual yang
dihadapi dan selanjutnya menjadi tolak ukur kemajuan organisasi. Dari
pengembangan visi dan misi kemudian diturunkan dan diterjemahkan dalam
sebuah strategi pengelolaan zakat yang kemudian digunakan untuk mencapai
tujuan yang diinginkan. Perumusan strategi akan dibahas dalam sebuah rapat
Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dilakukan oleh seluruh anggota Baznas
mulai dari pimpinan sampai dengan pegawai. Dalam rapat tahunan ini Baznas
merumuskan strategi pengelolaan dalam waktu satu tahun kedepan dengan
mempertimbangkan segala kekurang dan kelebihan pelaksanaan strategi tahun
lalu dan kebutuhan yang dihadapi ditahun depan. Strategi yang dibahas
mengenai pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat.
Dalam rangka meningkatkan jumlah muzakki strategi pengelolaan zakat
dirumuskan melalui rapat RKT, dengan terlebih dahulu melakukan analisisi
lingkungan eksternal dan internal berupa pelunag, ancaman, kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki Baznas Kota Tangerang. setelah melakukan nalisis
tahap selanjutnya ilah menentukan targer yang akan dilaksanakan dalam kurun
wakti satu tahuh mulai dari menentukan target Muzakki dan target mustahik.
96
2. Implementasi Strategi
Sebagi organisasi non profit kepercayaan para mitra terhadap organisasi
sangatlah penting dipertimbangkan dalam penerapan strategi. Oleh karena hal
tersebut strategi yang digunakan oleh Baznas Kota Tangerang mulai dari
strategi promosi melalui seminar/penyuluhan baik secara langsung, media
cetak ataupun media sosial yang dimiliki. Selain promosi hal lain yang
dilakukan ialah dengan menjalin kerjasama dengan semua pihak mitra Baznas
Kota Tangerang, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan, dan juga
lembaga untuk dapat mendukung setiap program Baznas. Salah satu capaian
yang diperoleh oleh Baznas ialah pada sejak tahun 2016 telah diresmikan Unit
Pengumpulan Zakat (UPZ) baru sebanyak 800 UPZ yang tersebar di sejumlah
instansi, lembaga, perusahaan serta masjid dan mushola di wulayah Kota
Tangerang. selain itu dalam rangka memudahkan para muzakki untuk
menyalurkan zakatnya dibuatlah sebuah sitem aplikasi ayo zakat yang
tergabung dalam aplikasi tangerang live milik pemerintah kota Tangerang.
Dalam rangka meningkatkan jumlah muzakki Baznas Kota Tangerang
mengimplentasikan program-program yang telah dirumuskan. Program yang
di realisasikan oleh Baznas meliputi lima kategori, yaitu kategori pendidikan,
kesehatan, ekonomi, kemanusian dan kategori dakwah dan advokasi.
3. Evaluasi
Evaluasi dilakukan diawali dengan peninjaun faktor eksternal dan internal.
Faktor eksternal berkaitan dengan kepercayaan mitra Baznas terutama
97
muzakki. Baznas Kota Tangerang mengumpulkan informasi dari mitra
terutama informasi mengenai tanggapan para mitra terkait dengan pengelolaan
zakat yang dilakukan. Informasi yang terkumpul kemudian akan di himpun
sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan kinerja. Tinjaun yang kedua
dilakukan didalam atau internal dari organisasi. Tinjauan ini dimaksudkan
untuk mengetahui secara menyeluruh apa yang menjadi hambatan dalam
kinerja yang dijalankan.
Setelah melakukan peninjauan baik secara eksternal, maupun secara
internal tahapan selanjutnya ialah melakukan evaluasi kinerja pegawai.
Evaluasi ini dilakukan dengan memberi penilaian terhadap setiap individu
pegawai Baznas Kota Tangerang dengan menilai kedisiplinan, tanggungjawab
sampai dengan kemampuan kerja dalam tim. Evaluasi pegawai ini dilakukan
dalam rangka memastikan kinerja yang dijalankan oleh setiap pegawai Baznas
dilakukan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada.
Setelah meninjau dan mengevaluasi kinerja pegawai hal selanjutnya ialah
memberikan koreksi terhadap setiap kekuranagn yang ditemukan dan
mengambil tindakan perbaikan atas kekurangan yang ada. Koreksi dilakukan
terhadap semua bidang terutama bidang pengumpulan serta bidang
pendistribusian dan pendayagunaan zakat.
Evaluasi dilakukan secara bertahap baik dilakukan setiap satu bulan sekali
ataupun satu tahun sekali dalam sesi rapat Rencana Kerja Tahunan (RKT)
yang dilakukan secara bersama-sama oleh pimpinan dan pegawai.
98
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian tentang strategi pengelolaan zakat dalam upaya
meningkatkan jumlah muzakki yang dilakukan di Badan Amil Zakat Nasional
(Baznas) Kota Tangerang diawali oleh jawaban atas prtanyaan penelitian:
1. Perumusan strategi diawali dengan mengembangkan visi dan misi,
mengidentifikasi peluang, tantangan, kekuatan dan kelemahan, kemudian
dilanjutkan dengan menentukan target tahunan yang dituangkan dalam
Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan yang terakhit ialah menentukan
alternatif strategi yang diterapkan dalam pengelolaan dana zakat Baznas
Kota Tangerang.
2. Implementasi strategi pengelolaan zakat Baznas Kota Tangerang dimulai
dengan mengarahkan bidang pengumpulan zakat untuk melaksanakan
sosialisasi zakat yang dilakukan di berbagai instansi dan lembaga dan
perusahaan diwilayah Kota Tangerang sosialisasi juga dilakukan dengan
menggunakan media sosial, website dan melalui aplikasi tangerang live
yang dimiliki oleh Baznas Kota Tangerang. Dalam bidang pendistribusian
dan pendayagunaan zakat implementasi strategi dilakukan dengan
melaksanakan segala program pendistribusian dan pendayagunaan zakat
pada lima kategori yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan
serta dakwah dan advokasi.
99
3. Evaluasi strategi pengelolaan zakat diawali dengan melakukan peninjauan
secara eksternal dengan dan internal dan selanjutnya dilakukan evaluasi
kinerja pegawai dengan menilai kinerja para pegawai, setelah itu langkah
selanjutnya ialah mengkoreksi dan mengambil tindakan. Koreksi akan
dilakukan terhadap kesalahan dan kekurangan yang diketahui setelah
diketahui kemudian diambil langkah perbaikan sesuai dengan kekurangan
dan kendala yang dihadapi.
Berdasarkan atas jawaban pertanyaan penelitian di atas, diperoleh
kesimpulan bahwa strategi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh Baznas
Kota Tangerang dalam meningkatkan jumlah muzakki telah dilakukan dengan
baik, hal ini terlihat dari angka peningkatan jumlah muzakki dari kurun waktu
2016 sampai dengan 2019 meski terjadi penurunan di tahun 2020 karena
pandemic covid-19
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas maka penulis memberikan saran sebagi
berikut:
1. Baznas Kota Tangerang diharapkan mampu memaksimalkan segala
potensi sumberdaya yang dimiliki serta mampu mematangkan segala
persiapan implementasi strategi sehingga strategi yang telah disusun dapat
terlaksana dengan maksimal.
100
2. Bagi muzakki diharapkan mampu menilai dan mengetahui dengan baik
terkait pengelolaan zakat sehingga tercipta rasa percaya dan dapat
menitipkan zakatnya kepada Baznas untuk mengelolanya dengan baik
sehingga dana zakat yang dititipkan mampu didistribusi dan
didayagunakan sesuai dengan kebutuhan para mustahik.
3. Bagi penulis dan seluruh civitas akademika untuk dapat terus
mengembangkan penelitian dibidang pengelolaan zakat sehingga mampu
menjawab persoalan dalam praktik pengelolaan zakat baik dibadan amil
zakat maupun di lembaga pengelolaan zakat lainnya.
101
DAFTAR PUSTAKA
Abas, Ahmad Sudirman. 2017. Zakat Ketentuan dan Pengelolaannya. Bogor. CV.
Anugerah Berkah Sentosa.
Ahmad. 2020. Manajemen Strategis. Makasar: CV Nasa Media Pustaka.
Akbar, Wahyu dan Jefri Tarangtang. 2018. Manajemen Zakat. Yogyakarta:
K-Media
Akramunnas dan Syarifuddin, 2021. Ekonomi Islam Suatu Pengantar.
Tasikmalaya: Edu Publisher.
Ash-Shiddiqi, Hasbi. 1967. Pedoman Zakat, Jakarta : Bulan Bintang.
Asnaini. 2008. Zakat Produktif dalam Prespektif Hukum Islam. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Al-Zuhayly, Wahbah . 2008. Zakat Kajian Berbagai Mazhab. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.
Az-Zabidi. 2002. Ringkasan hadis shahih Al-Bukhari. Jakarta; Pustaka Amani.
Bahaudin, Achmad dkk. 2020. Manajemen Bisnis Kontemporer. Yogyakarta: CV.
Diandra Primamita Media.
Hafidhuddin, Didin. 2002. Zakat dalam Perekonomian Modern. Jakarta: Gema
Insani Press.
Hasan, Ali. 2003. Masail Fiqhiyah. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Hasan, Ali. 2008. M. Zakat dan Infak Salah Satu Solusi Mengatasi Problem
Sosial di Indonesia, Jakarta: Kencana.
Hasibuan, Malayu SP, 2006. Manajemen Sumber DayaManusia. Jakarta: Bumi
Aksara.
102
Hasibuan, Malayu S.P. 2011. Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah.
Bandung: PT. Bumi Askara.
Ilmi, Makhalul. 2002. Teori dan Praktek Lembaga Keuangan Syari’ah.
Yogyakarta: UII Press.
Inoed, Amiruddin dkk. Anatomi Fiqh Zakat : Potret & Pemahaman Badan Amil
Zakat Sumatera Selatan. Yogyakarta : Pustaka.
Jannati, Muhammad Ibrahim.2007. Fiqih Perbandingan Lima Mazhab 2.
Jakarta: Cahaya.
Kadmasasmita, A. D. 2005. Manajemen Strategis Konsep dan Aplikasi. Bandung:
Lembaga Administrasi Negara RI Pusat Kajian dan Diklat Aparatur
Mardani. 2015 Aspek Hukum Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia,. Jakarta:
Kencana.
Murfiani, A. Arief. 2008. Akuntansi dan Manajemen Zakat. Jakarta : Kencana
Prenada Media Group
Naway, A Fori. 2016. Strategi Pengelolaan Pembelajaran. Gorontalo: Ideas
Publishing.
Nilasari, Senja. 2014. Manajemen Strategi Itu Gampang. Jakarta : Dunia Cerdas.
Pahdepie, D. Fahd. 2006. Pemberdayaan Ekonomi berbasis Umat. Bandung:
Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pemerintah Indonesia. 2011. Undang-Undang No. 38 Tahun 1999 Tentang
Pengelolaan Zakat. Lembaran Negara Republik Indonesia No. 3885.
Jakarta: Sekretariat Negara,
Pemenrintah Indonesia. 2011. Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 Tentang
103
Pengelolaan Zakat. Lembaran Negara Republik Indonesia No. 5255.
Jakarta: Sekretariat Negara.
Qardhawi , Yusuf.2004. Fiqh Az-Zakah. terj. Salman Harun dkk, Hukum Zakat.
Jakarta: Pustaka Litera Antarnusa.
Ridwan, Muhammad. 2004. Manajemen Baitul Maal wa Tamwil, Yogyakarta: UII
Press.
Rosadi, Aden. 2019. Zakat dan Wakaf. Bandung: Simbiosis Rekatama Media.
Sadiah, Dewi. 2015. Metode penelitian Dakwah Pendekatan Kualitatif dan
Kuantitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Saladin, Djaslim. 2010. Manajemen Strategik. Bandung: Agung Ilmu.
Siagian, Sondang P. 1992. Fungsi-fingsi Manajerial. Jakarta: Bumi Aksara
Suci, Rahayu Puji. 2015. Esensi Manajemen Strategi. Sidoarjo: Zifatama
Publisher.
Sugiono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sukarna . 2011. Dasar-dasar Manajemen. Bandung : CV. Mandar Maju.
Taufiqurokhman.2016, Manajemen Strategik. Jakarta: Fakultas Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama.
Thoriquddin, Moh. 2014. Pengelolaan Zakat Produktif. Malang: Uin Maliki Prees
Yunus, Eddy. 2016. Manajemen Strategis. Yogyakarta: CV Andi Offset
Yunus, Mahmud. 2001. Ibadah Puasa dan Zakat. Jakarta: Hadi Karya Agung.
104
LAMPIRAN
Gambar 0. 1 SK Penetapan Pembimbing Skripsi
105
A. Pedoman Wawancara
Pedoman wawancara Strategi Pengelolaan Zakat dalam upaya Meningkatkan
Jumlah Muzakki (Studi Deskriptif di Baznas Kota Tangerang) ialah sebagai
berikut:
I. Identitas Informan
Nama : Jaka Firmansyah, [Link].I
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 42 Tahun
Jabatan : Ketua Pelaksana
Mulai Jabatan : 2016
II. Identitas Informan
Nama : Rifti Fauzan
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 31 Tahun
Jabatan : Bidang Pengumpulan
Mulai Jabatan : 2016
III. Identitas Informan
Nama : H. Ahmad Khudhori
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 55 Tahun
Pekerjaan : PNS
106
IV. Pertanyaan Penelitian
1. Bagaimana sejarah berdirinya Baznas Kota Tangerang?
2. Apa visi, misi dan tujuan Baznas Kota Tangerang?
3. Bagaimana struktur organisasi Baznas Kota Tangerang beserta tugas
dan fungsinya?
4. Apa saja program kerja BaznaS Kota Tangerang?
5. Apa bentuk kerjasama yang dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang
dengan para mitra zakat?
Fase 1 Perumusan Strategi
1. Bagaimana Baznas Kota Tangerang mengembangkan visi dan misi
yang telah ditetepkan?
2. Bagaimana Baznas Kota Tangerang mengidentifikasi pelung dan
tantangan yang dihadapi?
3. Bagaimana Baznas Kota Tangerang mengidentifikasi kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki?
4. Apa alternatif strategi yang diformulasikan Baznas Kota Tangerang
dalam rangka meningkatkan jumlah muzakki?
5. Siapa saja yang terlibat dalam proses formulasi strategi yang dilakukan
oleh Baznas Kota Tangerang?
107
Fase 2 Implementasi Strategi
1. Apa program yang digunakan dalam bidang pengumpulan zakat
kaitannya dengan meningkatkan jumlah muzakki?
2. Bagiamana implementasi program yang telah dirumuskan bidang
pengumpulan zakat dalam upaya meningkatkan jumlah muzakki?
3. Apa program yang digunakan dalam bidang pendistribusian dan
pendayagunaan zakat Baznas Kota Tangerang?
4. Bagaimana implementasi program bidang pendistribusian dan
pendayagunaan zakat Baznas Kota Tangerang?
5. Siapa saja yang terlibat dalam proses implementasi strategi yang
dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang?
Fase 3 evaluasi strategi
1. Apa yang dilakukan oleh Baznas Kota Tangerang untuk meninjau
faktor eksternal dan internal dalam rangka melakukan evaluasi?
2. Bagaimana cara Baznas Kota Tangerang mengevaluasi kinerja setiap
pegawai Baznas Kota Tangerang?
3. Bagaimana langkah-langkah koreksi dan perbaikan yang dilakukan
oleh Baznas Kota Tangerang?
108
Wawancara dengan muzakki
1. Apa yang membuat bapak/ibu tertarik menitipkan zakatnya untuk dikelola
oleh Baznas Kota Tangerang?
2. Bagaima pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Kota
Tangerang?
3. Bagaimana menurut bapak/ibu terkait program-program yang dijalankan
oleh Baznas Kota Tangerang?
4. Bagaimana harapan bapak kedepan terkait pengelolaan zakat yang
dijalankan oleh Baznas Kota Tangerang?
5. Mengapa di tahun 2020 bapak tidak menyetorkan zakatnya ke BAZNAS
kota Tangerang?
B. Dokumentasi
Gambar 0. 2 Wawancara Dengan Bapak Jaka Firmansyah (Ketua Pelaksana
Baznas Kota Tangerang)
109
Gambar 0. 3 Wawancara dengan Bapak Rifti Fauzan (Bidang Pengumpulan
Baznas Kota Tangerang)
Gambar 0. 4 Wawancara Online dengan Bapak H. Khudhori (Muzakki
Baznas Kota Tangerang)
110