IMPLEMENTASI ADAB MAKAN DAN MINUM DI KALANGAN SANTRI
PONDOK PESANTREN AULIA CENDIKIA
TALANG JAMBEH
PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Penulisan Skripsi
Oleh
USI SYABANIA ATIKA
NIM. 1730202282
Program Studi Pendidikan Agama Islam
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH
PALEMBANG
2021 / 1442 H
IMPLEMENTASI ADAB MAKAN DAN MINUM DI KALANGAN
SANTRI PONDOK PESANTREN AULIA CENDIKIA TALANG
JAMBEH
A. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan zaman, banyak masyarakat yang
terpengaruh dengan budaya kebiasaan barat, dampak negatif dari fenomena
tersebut ialah mulai bergesernya adat istiadat budaya Timur yang ada. Hal ini
terlihat dari banyaknya hal yang tidak sesuai dengan adab dan aturan yang
telah di atur dalam agama Islam.1
Sebagaimana telah di jelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW :
عن: ناعبدالرمحن بن ثابت حسان بن عطية، ناابوب مذلة،َح َّد َثنَاعُثْ ًمابن ايب شيبة
عن ابن عمرقال الرسول اهلل عليه وسلم َم ْن تَ َشبَّهَ بَِق ْوٍم َف ُه َو ِمْن ُه ْم،ايب مثيب اجلرشي
Terjemahan:
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah berkata,
telah menceritakan kepada kami Abu An Nadhr berkata, telah menceritakan
kepada kami Abdururuhman bin Tsabit berkata, telah menceritakan kepada
kami Hassan bin Athiyah dari Abu Munib Al Jurasyi dari Ibnu Umar ia
berkata,“ Rasulullah SAW bersabda, “ Barang siapa Bertasyabbuh dengan
suatu kaum, maka ia bagian dari mereka”. ( HR. Abu Dawud: 4031)2
Berdasarkan hadits tersebut, dijelaskan bahwa seorang muslim dilarang
menyerupai atau Bertasyabbuh dengan Non Islam, akhir-akhir ini cukup
1
Fahd Salim Bahammam, Panduan Praktis Muslim, ( Jakarta: PT. Indo Modern Guiede,
2015), hlm. 22.
2
Muhammad Mahyuddin Abdul Hamiid, Sunan Abu Daud, ( Lebanon: Maktaba Al- Asriyah,
1992), hlm. 721.
1
2
banyak kita lihat hal-hal yang sebetulnya belum disadari umat Islam Muslim
banyak mengikuti berbagai macam budaya Barat. Mereka menganggap budaya
1
2
barat sekarang adalah jauh lebih maju dan dipandang modern.3
Hukum Islam dalam hal ini Al-Qur’an dan Hadits senantiasa mengatur
segala aspek kehidupan manusia, dengan memberi petunjuk yang mana hal
yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik untuk dilakukan.
Dimulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, semuanya telah di atur secara
rinci oleh Islam. Dalam agama Islam terdapat adab-adab yang telah ditetapkan
dalam kehidupan umat Islam.
Adab merupakan sebuah perilaku manusia yang telah menjadi kebiasaan
yang menunjukkan kesopanan dan paham akan setiap aturan. Adab juga
merupakan hal yang sangat penting dalam menumbuhkan rasa cinta manusia
terhadap sang pencipta maupun sesama manusia. Selain itu, adab juga penting
dalam mencegah manusia untuk melakukan perbuatan buruk yang akan
merugikan diri nya sendiri dan orang lain. Budi pekerti serta akhlak untuk
mendidik diri sendri agar menjadi orang yang bertanggung jawab.
Banyak hal yang dibahas di dalam kitab akhlak atau adab. Diawali dari
bangun tidur sampai tidur kembali, semua hal tersebut dibahas didalam kitab
tersebut. Seperti kebiasaan makan yang dianggap sepele bagi kebanyakkan
orang, namun jika tidak benar melakukannya berdampak negatif bagi
kesehatan dikemudian hari.
Aktivitas makan dan minum merupakan hal yang lazim dan biasa
dilakukan bagi setiap manusia, yang dilakukan terus menerus dalam
3
[Link] Pandangan Akademis Hukum Islam Kota Medan
Tentang Tasyabbuh. Diakses pada tanggal 02 Maret2021 pada pukul 10:38 WIB.
3
keseharian. Adab makan dan minum mengatur mengenai berbagai etika yang
dilakukan saat hendak melakukanya dan merupakan bagian ilmiah yang dapat
membawa manfaat bagi individu yang melakukannya. Rasulullah SAW telah
mewariskan bagaimana contoh Makan dan Minum untuk kebaikan umat nya.
Yang telah dijelaskan dalam hadits berikut :
صلى اهلل َعلَْي ِه ِ
ِ ٍ َ عن اَن،َ عن قَتاَدة،اهشاَم ِ
َ اَن النَّيِب،س َ َ ْ َ ٌ َ َح َّدثَن: قَال،َح َّدثَنَابْ ُن ِإ ْبَراهْي َم
ًالر ُج َل قَاِئما
َّ بَ َو َسلَّم َن َهي َأ ْن يَ ْشَر
Terjemahan :
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah
menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada
kami Hisyam dari Qatadah dari Anas bahwa Rasulullah telah melarang
seorang laki-laki minum dalam keadaan berdiri.(HR. Abu Daud: 3229).4
Berdasarkan dari hadits diatas, dapat kita ambil contoh salah satu adab
dari makan dan minum adalah melarang untuk melakukan Makan dan Minum
secara berdiri, hal ini ditunjukkan saat Nabi SAW melarang minum dalam
keadaan berdiri terlebih lagi makan, di salah satu hadits yang berbunyi:5
ِ ٍ ِ
ْ َعن النَّيِب، َع ْن َأنَس، َح َّدثَناَ َسعْي ٌد َع ْن قَتاََد َة،اَألعلَي
ْ َح َّدثَناَ َعْب ُد، َح َّدثَنَاحُمَ َّم ُدبْ ُن الْ ُمَثىَّن
َد َاك اَش َُّرَأو: قَال َقتادة فقال.الر ُج َل قاِِئ ًم
َّ ب ِ
َ َأنَّهُ َن َهي اَ ْن يَ ْشَر:صلي اهللُ َعلَْيه َو َسلَم
َ
َأوْ َأ ْخبَث
4
Muhammad Mahyuddin Abdul Hamiid, Op. Cit., hlm. 669.
5
Muhammad Fuad Abdul Baaqi, Shahih Muslim, ( Beirut: DAarul Fikr, 2009), hlm. 1600.
4
Terjemahan :
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna; Telah
menceritakan kepada kami Abdul A'la; Telah menceritakan kepada kami Sa'id
dari Qatadah dari Anas dari Nabi ﷺ, bahwa beliau melarang seseorang
minum sambil berdiri. Qatadah berkata; 'Maka kami tanyakan, bagaimana
dengan makan? “ Anas menjawab, “Apalagi makan, itu lebih buruk, atau
lebih jelek.'.( HR. Muslim: 2024).6
Rasulullah SAW juga memperintahkan untuk memuntahkan minuman
dan makanan yang dilakukan secara berdiri. Jika dipandang dari pendekatan
moral, tata krama, dan etika makan dan minum sambil duduk dinilai sopan.
Sedangkan dari segi kesehatan makan dan minum sambil duduk dinilai lebih
sehat.
Dalam dunia medis larangan makan dan minum secara berdiri memiliki
manfaat yang baik bagi kesehatan terkhusus dalam sistem pencernaan
manusia, antara lain yaitu kebiasaan minum dengan posisi duduk akan
membantu ginjal agar tetap sehat. hal ini karena dalam ketika duduk air yang
diminum akan disaring terlebih dahulu oleh sfringer. Sehingga ginjal akan
lebih ringan ketika bekerja. Selain itu, Dr. Ana Budi Rahayu, Sps
menjelaskan bahwa salah satu penyebab Refflux adalah terbiasanya makan dan
minum sambil berdiri. Hal tersebut menyebabkan asam lambung naik ke
kerongkongan dan mengiritasi kerongkongan.7
6
Imam An Nawawi, Riyadhus Salihin, (Jakarta: Pustaka Al- Kautsar, 2015), hlm. 492.
7
Syafri Muhammad Noor. Lc, Makan Minum Sambil Berdiri Haramkah?, (Jakarta: Lentera
Islam, 2019), hlm. 22-23.
5
Ibnu Qayyim menjelaskan, ada beberapa dampak buruk dari minum
sambil berdiri. Selain tidak dapat memberikan kebugaran pada tubuh secara
baik, air yang masuk juga akan lebih cepat turun ke organ bagian bawah. Hal
tersebut disebabkan karena air yang dikonsumsi tersebut tidak tertampung di
dalam maiddah ( lambung), yang nantinya akan dipompa oleh jantung untuk
disalurkan ke seluruh organ tubuh. Ini berarti, air tidak akan tersebar ke
organ-organ tubuh yang lain.8
Dr. Abdurrazzaq al-Kailani menjelaskan bahwa Makan dan minum
sambil duduk itu lebih sehat, lebih aman, dan lebih baik. Karena yang
diminum atau dimakan akan berjalan ke dinding usus secara lembut dan
pelan. Sedangkan minum sambil berdiri bisa berdampak dengan jatuhnya
cairan ke dasar usus dan membentur dengan keras. Apabila hal tersebut terjadi
terus menerus dalam kurun waktu yang cukup lama niscaya akan berdampak
dengan terbuka dan jatuhnya usus dan akan mengakibatkan gagal
berfungsinya sistem pencernaan. 9
Mayoritas manusia sadar akan pentingnya adab makan dan minum yang
akan berdampak baik bagi kesehatan manusia yang menyadari hal tersebut,
akan tetapi pada kenyataanya banyak manusia yang terkesan mengabaikan
dan tidak melatihnya dalam kehidupan sehari-hari walaupun mereka telah
mengetahui akibat yang bakal terjadi pada kesehatan jika makan dan minum
tetap berdiri tanpa mempedulikan adab yang ada. Hal tersebut tidak hanya
terbiasa di kehidupan masyarakat luas, tetapi tidak jarang terjadi di dalam
kehidupan santri di pesantren.
8
Abdul Syukur al-Azizi, Islam itu Ilmiah,( Yogyakarta: Laksana, 2018), hlm. 402.
9
Ibid., hlm. 403-404.
6
Di dunia Pesantren penerapan adab kepada santri dalam aktivitas
keseharian merupakan hal yang mutlak harus dipatuhi. Gus Mus10 sendiri
memberikan definisi mengenai makna santri yaitu “ santri merupakan murid
kiai yang dibina dan dididik dengan kasih sayang untuk menjadi mukmin
yang kuat (yang tidak runtuh imannya oleh pergaulan, kepentingan, dan
perbedaan)”. Maka dari itu, tidak heran apabila pesantren mengatur
sedemikian rupa semua aktivitas santri. Peraturan-peraturan yang
diberlakukan lengkap dengan sanksinya, semua santri wajib mematuhi semua
aturan tersebut. Disetiap aturan yang ditetapkan memiliki sanksi terhadap
pelanggarnya dan ini diterapkan disetiap pondok pesantren yang ada. Didalam
lingkungan pesantren, kehidupan santri tidak terlepas dari pengawasan ustad-u
stadzah yang ada di pondok pesantren tersebut, hal ini yang membuat santri
dinilai lebih bisa menerapkan aturan yang sudah ditetapkan oleh pihak pesantr
en.
Pesantren Aulia Cendikia talang jambeh adalah salah satu pesantren yang
berada di sumatera selatan, misi Ponpes Aulia Cendikia adalah menempa
kader ulama yang cemerlang dan sekaligus hafal al-Qur’an beserta ulum Al-
Qur’an yang kedepannya diharapkan bisa berkiprah dalam kehidupan
bermasyarakat.11 Pondok pesantren aulia cendikia mengajarkan dan
10
Gus mus panggilan dari seorang kiai yang bernama lengkap KH. Mustofa Bisri yang
merupakan seorang kiai pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, leteh, rembang dan menjadi
Rais Syuriah PBNU. Selain itu beliau juga seorang penyair dan penulis kolom yang sangat terkenal
dikalangan [Link]://[Link]/wiki/Mustofa_Bisri diakses pada tanggal 23 Februari
2022 pukul 20:27 WIB.
11
[Link] di akses pada tanggal 23 februari 2021 pukul. 21:23
WIB.
7
menerapkan berbagai macam adab kepada santrinya, baik kepada santri yang
berdiam di asrama maupun santri yang pulang pergi (PP) hal inilah yang
diharapkan dapat dicontoh oleh masyarakat luas, baik yand berada di sekitar
pondok pesantren ataupun masyarakat tempat santi tinggal nanti. Salah satu
adab yang diterapkan di pondok ini adalah adab makan dan minum yang
banyak dilandaskan pada ajaran agama islam berdasarkan Al- Qur’an Terkhus
us hadits. Semua santri dibekali berbagai pemahaman mengenenai adab
makan dan minum baik melalui materi didalam kelas maupun saat holaqoh di
Asrama yang disampaikan oleh ustad dan ustadzah pengasuh pondok. tidak
jarang ustad dan ustadzah menegur dan menasehati santri yang tidak
menerapkan adab tersebut. Selayaknya pesantren lain, Ponpes Aulia cendikia
juga memiliki jadwal makan yaitu 3 kali dalam sehari, Pagi pukul 06.00
WIB, Siang selepas sholat Zuhur dan Malam selepas Sholat Maghrib. Selain
itu, Ponpes Aulia juga menyediakan dapur umum sebagai tempat santri
mengambil makanan dan makan bersama, di pesantren aulia cendikia juga
menyediakan dapur umum untuk santri mengambil makanan akan tetapi santri
tidak makan di dalam dapur umum tersebut, melainkan santri dibebaskan
untuk mencari tempat makan, seperti di samping kolam ikan, lapangan futsal,
di tangga, warung/kantin, dan ada juga yang membawa ke dalam asramanya
masing-masing. Mereka makan bersama-sama dengan teman-teman
sekamarnya, mereka makan sembari bersenda gurau dan bercerita antar
sesama santri yang lain, seperti pesantren yang lain santri Ponpes Aulia
Cendikia juga melakukan Makan- minum secara bersama akan tetapi tempat
8
yang digunakan saat jam makan bukan di satu ruangan khusus sehingga ustad-
ustadzah yang ada tidak dapat memantau aktivitas makan-minum santri secara
menyeluruh12 Hal tersebut dinilai merupakan salah satu faktor penyebab santri
tidak menerapkan adab makan dan minum dengan sempurna.
Beberapa waktu lalu peneliti melakukan magang di pondok pesantren
Aulia Cendikia,dari apa yang telah diamati, Selain jam makan, santri juga
banyak melakukan aktivitas makan dan minum saat jam istirahat madrasah.
Waktu yang diberikan untuk jam istrahat madrasah yaitu, pada jam istirahat
banyak santri yang mengunjungi kantin untuk berbelanja makanan ringan baik
itu ciki-ciki, gorengan, mie, minuman dingin dan lain sebagainya. Mereka me
nerapkan sistem mengantri untuk mendapat giliran belanja dikantin itu.
Sebagian santri yang sudah mendapat giliran berbelanja memilih untuk duduk
menunggu teman-teman nya yang belum mendapat giliran sembari memakan
atau meminum jajanan mereka, sebagian yang lain memilih menunggu dengan
berdiri sembari memakan jajanan mereka. Selain jam istirahat, jam kosong
atau saat guru belum datang atau bahkan saat guru tidak ada dikelas juga
dijadikan kesempatan untuk santri berbelanja makanan ringan di kantin
samping kelas mereka, dengan santai makan dan minum sambil berjalan
sembari bersenda gurau dengan temannya yang lain, bahkan tidak jarang
sejumlah santri makan atau minum sambil berlari menuju kelas mereka
apabila saat ada guru yang tiba-tiba memasuki kelas mereka. Setelah diteliti le
12
Wawancara dengan ustadMuhammad Tanzili, [Link].I selaku guru Al-Qur’an Hadits dan
pengasuh di pondok pesantren Aulia cendikia talang jambeh, tanggal 20 September 2020 pukul 15:30
WIB.
9
bih lanjut, ternyata kegiatan ini dilakukan secara terus menerus oleh santri, da
n semakin hari semakin banyak santri yang melakukan pelanggaran tersebut.13
Seperti yang telah dipaparkan diatas, salah satu adab makan minum yang
sering dilanggar oleh santri adalah larangan makan dan minum berdiri, masih
banyak santri yang melakukan makan minum secara berdiri baik secara sadar
maupun tidak sadar. Hal tersebut sangat disayangkan dan dikhawatirkan akan
mengganggu kesehatan santri apabila dilakukan secara terus-menerus.
Perlu adanya perhatian ekstra serta tindakan khusus agar santri tidak
melakukan kebiasaan makan minum berdiri tersebut, serta mencari apa saja
kendala-kendala yang menyebabkan santri tidak dapat mengamalkan salah
satu adab makan tersebut. Selain itu, dalam penerapan adab makan dan
minum peran guru dinilai penting sebagai sarana dalam menyampaikan
pemahaman dan memberikan penjelasan mengenai Adab tersebut secara jelas
dan tegas. Oleh karena itu, dalam aplikasinya guru agama diharuskan untuk
mampu menyesuaikan pendidikan agama tidak hanya sebatas membuat
peserta didik paham mengenai materi yang diberikannya, tetapi juga mampu
membuat peserta didik bisa mengimplementasikan materi atau ilmu yang telah
mereka dapatkan kedalam kehidupan sehari-harinya. Sebagaimana dengan
yang dikatakan oleh Syaiful Bahri Djamarah bahwasannya guru sangat
menetukan kualitas karakter kader bangsa, untuk itu tugas guru sangat berat.
Tugas guru bukan hanya mengajar, tetapi mendidik agar anak menjadi
13
Hasil observasi selama melaksankan magang 3 dari hari rabu-sabtu pada tanggal 26 juli -20
September 2020 dari jam 12:00-17:10 WIB.
10
manusia dewasa dan mandiri yang bertanggung jawab atas perbuatannya.14
Selain itu karakter pendidik juga dengan dibantu dan didukung oleh para
ustad, penjaga kantin dan warga dalam lingkungan pondok tersebut.
Berlandaskan dari studi pendahuluan yang sudah peneliti lakukan di
Pondok Pesantren Aulia Cendiki Talang Jambeh, peneliti menemukan bahwa
pemahaman santri mengenai Adab Makan dan minum sudah baik. Hal
tersebut dapat dilihat dari keterampilan santri dalam memaparkan penjelasan
tentang adab makan dan minum, menyebutkan dalil hadits dan mampu
memaparkan hikmah dari adab makan dan minum. Akan tetapi, dalam
kesehariannya masih banyak santri yang belum menerapkan atau
mengimplementasikan materi pemebelajaran mengenai adab makan dan
minum tersebut. Hal ini dilihat dari masih banyak nya santri yang tidak
menerapkan adab makan dan minum dengan baik, seperti melakukan makan
minum sambil berdiri bahkan sembari bersenda gurau dengan temannya yang
lain.
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan peneliti dengan salah satu
Pengasuh Pondok Pesantren Aulia Cendikia pada hari Senin, 28 November
2020 dengan hasil sebagai berikut:15
Adab makan minum telah banyak di pelajari dan di pahami oleh banyak
santri, jika ditanya pun santri mampu menjelaskan mengenai adab
tersebut, mereka juga dengan lantang menyebutkan haditsnya seperti
hadits tentanglarangan makan dan minum berdiri, tetapi pada
14
Akmal Hawi dan Mardeli, Hubungan Antara Kompetensi Kepribadian Guru Agama Dengan
Pendidikan Karakter Tanggung Jawab Siswa Kelas IX Di SMP Islam Az-Zahra 2 Palembang, Jurnal
PAI Raden Fatah Vol. 1 No. 2(2019). hlm. 129.
15
Wawancara Dengan Ustadz Muhammad Tanzili, [Link].I. Selaku Guru Al-Qur’an Hadits di
Pondok Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambeh pada tanggal 28 November 2020.
11
penerapannya mereka belum mampu menerapkan adab tersebut. Apalagi
saat jam istirahat, dikantin banyak sekali ditemui santri yang makan
sambil berdiri, bercerita, tertawa dan sebagainya. Pihak pondok pun tidak
segan untuk memberikan punishment berupa cubit, jewer, push-up, Scot-
jump, lompat kodok, dan menulis bacaan Istighfar terhadap santri yang
melanggar di hadapannya.
Selain melakukan wawancara dengan salah satu ustad Pengasuh Pondok
Pesantren Aulia Cendikia, peneliti juga melakukan wawancara dengan Kepala
Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Aulia Cendikia, pada hari Rabu, 10
Maret 2021 dengan Hasil sebagai berikut:16
Masalah adab makan dan minum berdiri sudah sering kita sampaikan
kepada santri bahkan setiap guru atau ustad dan ustadzah yang melihat
santri makan dan minum sambil berdiri langsung diberikan peringatan
dan hukuman di tempat. Menegur setiap santri yang makan dan minum
berdiri dan ada peraturan setiap santri yang ketahuan makan dan minum
berdiri maka akan masuk mahkamah17 dan untuk hukuman tergantung
dengan yang diberikan oleh mahkamah.
Dari dua hasil wawancara tersebut, Seharusnya seorang santri yang
berada di pondok pesantren yang sudah mendapatkan pengawasan hampir 24
jam dan sanksi yang telah diberikan oleh dari ustad dan ustdzah yang ada
sudah dapat menerapkan adab-adab yang ada di dalam pondok pesantren
terkhusus adab makan yang dilakukan berulang-ulang setiap harinya. akan
tetapi pada kenyataanya masih ada santri yang tidak menerapkan adab
tersebut. Mengingat santri akan membawa kebiasaan tersebut ke dalam
kehidupan masyarakat luar dan dapat menjadi contoh yang baik di lingkungan
masyarakat tersebut.
16
Wawancara Dengan Ustadz M. Ahmadi [Link]. I. Selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah dii
Pondok Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambeh pada tanggal 10 Maret 2021.
17
Mahkamah merupakan bagian yang mengurus berbagai pelanggaran yang dilakukan santri
Pondok Pesantren Aulia Cendikia.
12
Penerepan adab makan dan minum tersebut diharapkan dapat
dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari guna membuat tubuh agar lebih
sehat dan membendung dari segala hal yang akan menganggu kesehatan. Hal
ini membutuhkan kesadaran setiap orang agar dapat saling mengingatkan
antar sesama. Selain itu pihak pesantren dapat memasang pamflet guna
mengingatkan santri secara tertulis yang berisikan himbauan, hadits, atau
mahfuzot mengenai adab makan yang ditempelkan di tempat-tempat yang
biasa santri lalui, seperti kantin, koridor madrasah, dan lain-lain, selain itu
pihak pesantren mungkin bisa menambahkan fasilitas tempat duduk di area
sekitar pesantren terkhusus di kantin agar santri dapat duduk jika sedang
berbelanja atau menunggu temannya berbelanja makanan ringan.
Dari kejadian-kejadian di atas maka peneliti tertarik untuk mengetahui
lebih dalam mengenai pengimplementasian adab makan dan minum di
kalangan santri yang seharusnya santri dinilai mampu menerapkan etika
tersebut dalam kehidupan keseharian mereka di pesantren. Jika permasalahan
ini tidak segera dipecahkan melalui penelitian akan dikhawatirkan kebiasaan
tersebut akan terus-menerus terjadi di kehidupan santri di pesantren dan akan
terbawa-bawa hingga dewasa, maka peneliti tertarik untuk mencoba dan
melakukan analisis, peneliti meniatkan untuk dijadikan sebuah penelitian
sebagai tempatnya yakni berdasarkan dengan jenjang pendidikan formal,
akhirnya peneliti terdorong untuk meneliti di jenjang pendidikan kelas IX
MTs Pondok Aulia Cendikia Talang Jambeh. Dengan judul Penelitian
13
“Implementasi Adab Makan dan Minum di kalangan Santri Pondok
Pesantren Aulia Cendiki Talang Jambeh”.
B. Identifikasi Masalah
Adapun identifikasi masalah yang didapatkan yaitu:
1. Masih banyaknya santri yang belum menerapkan adab makan dan minum
pada kehidupan sehari-hari di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Talang
Jambeh.
2. Keresahan Ustad-ustadzah terhadap Pelanggaran terhadap adab makan dan
minum yang terjadi secara terus menerus
3. Kurangnya fasilitas yang disediakan pihak kantin dan pihak Pondok
Pesantren Aulia Cendikia Aulia
4. Masih belum adanya kesadaran santri terhadap pentingnya adab makan dan
minum.
C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan indentifikasi masalah yang telah
ditemukan, untuk memfokuskan penelitian ini perlu dilakukan ruang lingkup
penelitian sehingga tidak mencakup semua pembahasan yang tidak dapat
dijangkau, yaitu Pengimplementasian Adab Makan dan Minum (Larangan
makan minum berdiri) di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Kelas IX dalam
kehidupan sehari-hari.
D. Rumusan Masalah
14
Berdasarkan batasan masalah diatas maka rumusan masalah yang akan
dibahas adalah:
1. Bagaimana Pengimplementasian adab makan dan minum dikalangan santri
di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambeh?
2. Apa faktor pendukung dan penghambat pengamalan adab makan dan
minum dikalangan santri Pondok Pesantren Aulia Cendikia?
3. Apa saja upaya guru agar santri dapat mengamalkan Adab makan dan
Minum dalam kehidupan sehari-hari?
E. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang sudah dikemukakan, maka tujuan
dan manfaat penelitian ini adalah:
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan guru dalam
mengimplementasikan adab makan dan minum dikalangan santri
b. Untuk mengetahui pelaksanaan adab makan dan minum yang sudah
berlangsung di kalangan santri Pondok Pesantren Aulia Cendikia
Talang Jambeh.
2. Manfaat Penelitian
a. Memberikan contoh yang baik dalam penerapan adab makan dan
minum dalam kehidupan sehari-hari.
b. Menambah pengetahuan mengenai Adab Makan dan Minum khusunya
bagi peneliti dan untuk menambah khasanah pustaka bagi UIN Raden
Fatah Palembang.
15
F. Tinjauan Kepustakaan
Sesuai dengan adanya penelitian tentang implementasi adab makan dan
minum di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambeh, maka sebagai
rujukan pada observasi ini peneliti akan menyebutkan beberapa tinjauan
kepustakaan yang telah disusun sebelumnya guna untuk membantu peneleti
dalam penelitian kali ini. Adapun hasil tinjauan kepustakaan yang dilakukan
sebagai berikut:
Pada penelitian ini digunakan tiga penelitian terdahulu yang sangat
bermanfaat sebagai rujukan ilmiah, yaitu:
1. Randi Fidayanto, yang berjudul Makan dan Minum Berdiri dalam Hadits
Al-Kutubussittah dan Implementasinya pada santri kelas XII Ma’had
Minhaj Shahabah Bogor Penelitian ini berfokus pada sikap makan dan
minum yang diatur dalam hadits al-Kutubusittah dan mengetahui sejauh
mana implementasi hadits-hadits makan dan minum berdiri pada santri
kelas XII Ma’had Minhaj Shahabah Bogor serta bagaimana interaksi
pemahaman santri dengan implementasi hadits-hadits makan dan
minumsambil berdiri.18
2. Jurnal “Etika makan dan minum dalam pandangan sayriah” dari Fakultas
Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Penelitian kedua yaitu jurnal dari UIN Alauddin yang membahas Terkait
adab saat makan dan minum yang sesuai syariah Islam dalam konteks Al-
18
Randi Fidayanto, Makan Dan Minum Berdiri Dalam Hadits Al- Khutubussittah Dan
Implementasinya Pada Santri Kelas IX Ma’had Minhaj Shahabah Bogor Tahun, (Surakarta:
UMS, 2016). Hlm. 11.
16
Qur’an dan Hadits, beserta dampak yang timbul jika mengikuti syariah
atau dilakukan tidak sesuai dengan syariah, dan secara mendalam
mengkaji konsep syariah dalam Al-Qur’an dan Hadits makan dan
minum.19
3. Karso dengan judul jurnal Keteladanan Guru dalam proses pendidikan di
sekolah Jurnal ini membahas pentingnya keteladanan seorang guru yang
dapat dijadikan tauladan dan dicontoh oleh peserta didik dalam proses
pembelajaran dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka.20
4. Penelitian oleh Lathifatul Izzah dan M. Hanip yang berjudul “
Implementasi pendidikan akhlak dalam pembentukan akhlak keseharian
santri gunung jati gesing kismantoro wonogiri jawa tengah”.
Menjelaskan dalam hasil penelitian bahwa dalam megimplementasikan
pendidikan akhlak santri dalam kesehariannya terdapat beberapa metode
yang dianggap cukup efektif dalam pendidikan akhlak keseharian santri
dalam pendidikan akhlak adalah melalui Pembiasaan, Keteladanan,
Kedisiplinan, Reward dan Punishment. Faktor yang mendukung
pembentukan akhlak santri adalah kegiatan pembelajaran yanga agamis,
fasilitas memadai, semangat ustad/ustadzah dan semangat atau antusias
santri itu sendiri, lingkungan nyaman dan jauh dari keramaian, adanya
tata tertib santri yang wajib ditaati. Adapun faktor penghambat yaitu
adanya pelanggaran santri dan pengaruh dari luar pondok pesantren.
19
Al Daulah.( 2016). Etika Makan Dan Minum Dalam Pandangan Syariah. Fakultas Syariah
Dan Hukum Universitas Islam Negeri ( UIN) Alauddin Makassar. Vol. 5 No. 1. Hlm. 39.
20
Karso, Keteladanan Guru Dalam Proses Pendidikan Di Sekolah, ( Palembang: Tesis
Universitas PGRI Palembang, 2019), hlm. 382.
17
5. Penelitian oleh Muflihaini yang berjudul Implementasi Pendidikan Akhlak
dalam Membentuk Kepribadian Muslim siswa di Madrasah Aliyah PP.
Hidayatullah Tanjung Morawa. Menjelaskan hasil penelitiannya
mengenai implementasi program pendidikan Akhlak di MAS PP.
Hidayatullah dalam membentuk kepribadian siswa, dari hasil penelitian
bahwa program pendidikan akhlak tersebut sudah baik, dapat dilihat dari
perilaku siswa setelah melaksankan program pendidikan akhlak. Selain
itu, dijelaskan juga faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam
program pendidikan akhlak tersebut. Adapun faktor pendorongnya yaitu
anarallain motivasi, sarana dan prasarana, peran kepala sekolah. Dan
faktor penghambatnya adalah kesadaran.
6. Penelitian oleh Muhammad Iqbal yang berjudul Model Pendidikan Akhlak
Santri di Pesantren dalam Meningkatkan Akhlak Siswa di Kabupaten
Bireuen. Menjelaskan dalam hasil penelitiannya bahwa keberhasilan
dalam membina akhlak santri sangat berhubungan dengan penggunaan
metode pembinaan yang diterapkan di lembaga pendidikan dayah.
Metode ini berupa metode penelusuran motivasi, nasihat, keteladanan,
praktek dan pembiasaan, bimbingan dan pendampingan, koordinasi
dengan wali, koordinasi dengan stakeholder, reward dan punishment, dan
yang terakhir yaitu input keberhasilan pembinaan akhlak. Selain itu
peneliti juga menjelaskan keunggulan pendidikan akhlak santri di
pesantren yang dapat di berlakukan di sekolah diantaranya, kejelasan
sumber nilai-nilai akhlaq yang ingin di kembangkan berupa kitab-kitab
18
standar, kedisiplinan pelaksanaan dan praktek akhlak, keteladanan dari
para ustadz/ustadzah dan yang terakhir pengawasan yang terus menerus
selama 24 jam sehari.
7. Penelitian oleh Jazuli yang berjudul Peningkatan Prestasi Belajar PAI
Materi Adab Makan dan Minum dengan metode Jigsaw Learning pada
siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banyubiru kabupaten semarang.
Menjelaskan bahwa metode jigsaw learning dinilai dapat meningkatkan
prestasi belajar PAI materi Adab Makan dan Minum pada siswa kelas
VIII. Hal ini karena Metode Jigsaw dinilai lebih efesien dalam membantu
menyampaikan materi tersebut sehingga anak didik lebih mudah
memahami dan mempraktekan adab tersebut dalam kehidupan sehari-
hari.
G. Kerangka Teori
1. Implementasi
Secara umum istilah implementasi dalam kamus besar bahasa
indonesia mengacu pada pelaksanan. Istilah “implementas” biasanya
dikaitkan dengan aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
Salah satu upaya yang diterapkan dalam sistem adalah mencapai.
Kebijakan tersebut ditetapkan karena jika konsep tersebut tidak
diimplementasikan maka tidak akan pernah tercapai.21
Dalam kamus Webster bahwa to implement (Mengimplementasikan)
berarti provide the means for carringout (Menyediakan sarana untuk
21
[Link] diakses pada 26Januari 2021 pukul 16:05 WIB.
19
melaksanakan suatu hal). Pengertian tersebut bermakna untuk
mengimplementasikan sesuatu harus diikuti dengan sarana yang
mendukung yang akan menimbulkan dampak atau akibat terhadap sesuatu
itu.22
Secara Sederhana Implementasi merupakan penerapan. Menurut
Browne dan wildavsky, Implementasi adalah perluasan aktivitas yang
saling menyesuaikan. Schubert mengemukakan bahwa Implementation is
engineering systems.23
Dari berbagai definisi diatas menunjukkan bahwa kata “Implementasi”
berkaitan dengan tindakan, aktivitas dan prosedur atau mekanisme suatu
sistem. Kata mekanisme berarti implementasi bukan hanya sekedar
aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang sudah direncanakan dan dilaksanakan
secara cermat berdasarkan acuan normatif untuk mencapai tujuan
kegiatan. Dari pengertian di atas, implementasi dapat diartikan sebagai
penerapan suatu aktivitas untuk mencapai suatu tujuan atau sasaran.24
Menurut Mulyadi, Implementasi mengacu pada tindakan untuk
mencapai tujuan yang ditetapkan dalam keputusan yang dibuat dan
dirumuskan. Tindakan ini bertujuan untuk mengubah keputusan ini
menjadi model operasi dan berupaya mencapai perubahan baik besar
maupun kecil dari keputusan yang ada. Implementasi pada dasarnya
22
Loc. Cit
23
Arianda Firdianti, Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Prestasi
Belajar Siswa, ( Yogyakarta: [Link], 2018). hlm.19.
24
Ibid., hlm. 19.
20
mrupakan upaya memahami apa yang seharusnya terjadi setelah
program terleksana.25
Dalam proses pengimplementasi, terdapat beberapa tahapan yakni:26
a. Proses pengesahan peraturan ketetapan
b. Pelaksanaan keputusan oleh lembaga.
c. Kesediaan kelompok tujuan
d. Hasil dalam keputusan
e. Dampak dari upaya perbaikan yang dilakukan atas kebijakan
tersebut.
Proses persiapan dalam proses pengimplementasi juga memiliki
beberapa hal penting, yakni:27
a. Mempersiapkan sumber daya, unit dan metode
b. Penerjemahan kebijakan menjadi rencana dan arahan yang dapat
diterima, dipahami dan dilaksanakan dengan baik
c. Memberikan layanan secara teratur.
2. Adab Makan dan Minum
a. Pengertian Adab Makan dan Minum
1) Pengertian Adab
Kata Adab dalam bahasa Arab berarti husnu al-akhlak dan
fi’li al- makarim yang berarti budi pekerti baik dan perilaku yang
terpuji. Adab juga bermakna sopan santun dan melatih atau
mendidik jiwa serta memperbaiki akhlak.28 Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI, 2008) menyebutkan kata ‘adab’ berarti
kehalusan dan kebaikan budi pekerti, kesopanan, atau akhlak.29
2) Pengertian Makan dan Minum
Secara bahasa, makan adalah memasukkan sesuatu kedalam
mulut, dan makanan ialah segala sesuatu yang boleh dimakan.
25
Mulyadi Deddy, Study Kebijakan Publik, ( Bandung: Alfabeta, 2015). hlm. 12.
26
Ibid., hlm. 13.
27
Ibid.,hlm. 13.
28
Masykur, Berguru Adab Kepada Imam Malik, ( Sukabumi: CV. Jejak, 2018), hlm. 20.
29
Ibid., hlm. 21.
21
Dalam bahasa arab, makanan berasal dari kata at-ta’am dan
jamaknya al- atimah yang artinya makan-makanan. Sedangkan
dalam Ensiklopedia Hukum Islam, makanan ialah segala sesuatu
yang bisa dimakan oleh manusia dan bisa menghilangkan lapar.30
Secara etimologis, minum adalah meneguk cairan dengan
mulut, dan minuman adalah sesuatu yang boleh diminum. Dalam
bahasa arab minuman berasal dari kata al-asyribah dan
jamaknya al- syarb yang artinya minuman-minuman. Dalam
ensiklopedia Hukum Islam diartikan dengan jenis air yang dapat
diminum.31
Maka dapat disimpulkan, Adab Makan dan Minum merupakan
tata cara yang dilakukan saat sebelum, sedang dan setelah makan
dan minum sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW.
b. Adab Makan dan Minum
Adab makan yang harus diperhatikan , yakni :32
1) Mencuci kedua tangan, agar tangan bersih dari kotoran.
2) Membaca doa atau membaca “Bismillah” terlebih dahulu.
3) Makan menggunakan tangan kanan.
4) Memulai makan dari yang terdekat.
5) Tidak mencela makanan apabila tidak menyukainya.
6) Mengambil makanan mulai dari tepi baki atau piring, bukan dari
tengah.
30
[Link] diakses pada 28 Desember 2020 pukul: 16:59 WIB.
31
[Link] diakses pada 28 Desember 2020 pukul 17:16 WIB.
32
[Link] Diakses pada tanggal 03-03-2021,
pukul 14: 33 WIB.
22
7) Makan dengan tangan, dengan menggunakan tiga jari.
8) Duduk ketika hendak makan.
9) Membersihkan sisa makanan yang menempel di jari.
10) Tidak bertumpun saat makan (dengan menempelkan salah satu
sisi lambung).
11) Memunguti makanan yang jatuh.
12) Makan secukupnya dan tidak berlebian.
13) Membaca doa, ketika selesai makan.
14) Ketika minum bernafas (di luar gelas) sebanyak tiga kali.
15) Tidak bernafas atau meniup ke dalam tempat minum atau gelas.
16) Tidak menggunakan wadah berbahan dasar emas atau perak.
17) Saat makan dan minum bersama, jangan melakukan hal-hal yang
membuat orang lain merasa mual atau mengurangi nafsu makan
orang tersebut.
c. Hadits Larangan Makan dan Minum Berdiri
1) HR. Abu Dawud : 3229
ِ
ِ ٍ َ عن اَن،َ عن قَتاَدة،اهشاَم ِ
َ اَن النَّيِب،س
صلى َ َ ْ َ ٌ َ َح َّدثَن: قَال،َح َّدثَنَابْ ُن ِإ ْبَراهْي َم
الر ُج ُل قاَِئ ًما
َّ ب ِ
َ اهلل َعلَْيه َو َسلَ َم َن َهي َأ ْن يَ ْشَر.
Terjemahan :
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah
menceritakan kepada kami Hisyam dari Qatadah dari Anas bahwa
23
Rasulullah telah melarang seorang laki-laki minum dalam keadaan
berdiri.(HR. Abu Daud: 3229).33
2) HR. Muslim: 2024
ٍ َ َع ْن َأن، َح َّدثَناَ َسعِْي ٌد َع ْن قَتاََد َة،اَألعلَي
،س ْ َح َّدثَناَ َعْب ُد، َح َّدثَنَاحُمَ َّم ُدبْ ُن الْ ُمَثىَّن
َ َ ق.الر ُج َل قاِِئ ًم
ال َّ ب ِ
َ ْ َع ِن النَّيِب
َ َأنَّهُ َن َهي اَ ْن يَ ْشَر:صلي اهللُ َعلَْيه َو َسلَم
ث
ُ ََأخب
ْ َأشُّر َْأو
َ َد َاك:ال
َ قَتاَ َدةُ َف َق.
Terjemahan :
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al
Mutsanna; Telah menceritakan kepada kami Abdul A'la; Telah
menceritakan kepada kami Sa'id dari Qatadah dari Anas dari Nabi
ﷺ, bahwa beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.
Qatadah berkata; 'Maka kami tanyakan, bagaimana dengan
makan? ' Anas menjawab, 'Apalagi makan, itu lebih buruk, atau
lebih jelek.'. ( HR. Muslim: 2024).34
3) HR. Ibnu Majah No. 342435
َحدَّثنَاَ َسعِْي ٌد َع ْن:ال
َ َ ق،املفض ِل
ّ بن ُ َ َح َّدثَن:ال
ُ ابشر َ َ ق،َح َّدثَنَامُحَْي ٌدبن مسعد َة
ًاهلل َعلَ ِيه َو َسلَّم هَن ي َع ِن الش ُّْر ِب قَاِئما
ِ ول ٍ َ َع ْن اَن،َُقتَ َدة
ُ أن َر ُس،س
ًا Terjemahan:
Telah menceritakan kepada kami Humaid bin Mas’udah telah
menceritakan kepada kami Bisyr bin Al Mufadlal telah menecritakan
33
Muhammad Mahyuddin Abdul Hamiid, Sunan Abu Daud, hlm. 669.
34
Imam An Nawawi, Riyadhus Salihin, hlm. 492.
35
Abu Abdillah Masyhuur bin Hasan Al Salmaan, Sunan Ibn Majjah, hlm. 573.
24
kepada kami Sa’id dari Qatadah dari Anas bin Malik, bahwa
Rasulullah SAW melarang minum sambil berdiri. (HR. Ibnu Majah :
3424).
H. Metodelogi Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Metodelogi berasal dari kata Yunani “metegodologia” yang berarti
“prosedur”. Metodologi sendiri mengacu pada kepemilikan umum atau
menyeluruh ( general logic) dan ide teoritis (theoretic perspectives) suatu
penelitian.36 Secara umum Metode Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah
yang terencana, terstruktur, sistematis dan mempunyai tujuan tertentu
dalam praktis maupun teoritis.37
Mengenai metode penelitian kualitatif, Creswell mendefinisikannya
sebagai metode atau pencarian untuk mengeksplorasi dan memahami
fenomena central. Untuk memahami gejala sentral ini, peneliti
mewawancarai satu atau lebih peserta studi dengan mengajukan
pertanyaan yang umum dan agak luas. Informasi yang disampaikan oleh
partisipan kemudian dikumpulkan.
2. Jenis Penelitian
Jenis pada penelitian ini menggunakan jenis deskriptif. Jenis penelitian
deskriptif adalah cara untuk menggambarkan objek yang diteliti dengan
keadaan yang sebenarnya.38
36
Conny R. Semiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif, ( Jakarta: Grasindo, 2010), hlm. 1.
37
Ibid., hlm. 5.
38
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan,(Jakarta: Bumi Aksara, 2013), hlm. 157.
25
3. Jenis dan Sumber Data
a. Sumber Data Primer
Sumber data utama adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan
oleh peneliti langsung dari sumber data. Data premier disebut juga data
asli atau data terbaru. Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus
mengumpulkannya langsung. Teknik digunakan peneliti untuk
mengumpulkan data primer yaitu observasi, wawancara dan angket.39
Data ini diperoleh dari narasumber, yaitu obyek penelitian atau orang
yang dapat memberikan informasi dan data, yang diperoleh melalui
wawancara narasumber.
b. Sumber Data Sekunder
Sumber Sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan
data kepada pengumpul data.40 Peneliti menggunakan data sekunder
ini untuk meningkatkan dan melengkapi informasi yang dikumpulkan
melalui wawancara. Sumber data sekunder yang digunakan peneliti
adalah data-data efektif siswa dan buku pendukung lainnya.
4. Informan Penelitian
Penelitian ini menggunakan sebagai informan penelitian, adalah teknik
Sampling. Dalam menentukan jumlah santri yang akan diteliti. Informan
yang menjadi subjek penelitian adalah pengurus pondok pesantren,
antaralain Ustad-ustadzah pengasuh, pihak kantin, dan pengurus pondok
39
Sandu Siyoto dan Ali Sodik, Dasar Metode Penelitian, (Yogyakarta: Literasi Media
Publishing, 2015), hlm. 67.
40
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D,
( Bandung: Alfabeta, 2017),hlm. 225.
26
lainnya. Dan objek penelitian adalah santri kelas IX Pondok Pesantren
Aulia Cendikia tersebut. Dalam penelitian ini peneliti meneliti jadwal
dalam 2 waktu, yaitu pertama saat jam makan dan saat jam Istirahat
madrasah. Karena melihat aktivitas makan yang banyak dilakukan santri.
Jumlah santri yang dijadikan fokus penelitian pada kelas IX pada pondok
pesantren aulia cendikia adalah 59 santri. Dalam memilih koresponden
penelitian, peneliti menggunakan metode Purposive Sampling.
Maksudnya adalah mencari sampel yang sudah dipertimbangkan dan akan
mewakili semua populasi.
5. Teknik Pengumpulan Data
Pada bagian ini dikemukakan bahwa, dalam penelitian kualitatif
teknik pengumpulan data yang utama adalah Observasi Participant.
a. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui proses tanya
jawab lisan satu arah, artinya pertanyaan berasal dari pewawancara dan
jawabannya diberikan oleh narasumber. Berbeda dengan dialog, kedua
belah pihak memiliki posisi yang berbeda dan senantiasa dipertanyakan
selama dialog berlangsung. Sebaliknya, dalam proses dialog, posisi
para pihak dapat berubah dan bertukar fungsi setiap saat.41
b. Observasi
41
Abdurahmat Fathoni, Metodologi Penelitian & Tekhnik Penyusunan Skripsi, (PT. RINEKA
CIPTA: Jakarta, 2006), hlm. 105.
27
Marshall menyatakan bahwa “through observation, researchers
understand the behavior and the meaning if these behaviors”. Melalui
observasi, peneliti belajar tentang perilaku dan makna dari perilaku
tersebut.42 Peneliti melakukan observasi untuk melihat serta mencatat
secara sistematis mengenai implementasi adab makan dan minum
dalam keseharian santri Pondok pesantren Aulia Cendikia Talang
Jambeh.
c. Dokumentasi
Teknik dokumentasi merupakan salah satu teknik pengumpulan
data yang digunakan untuk menelusuri data historis dalam metode
penelitian sosial. Sebagian atau yang ada berupa letter, catatan harian,
kenang-kenangan dan laporan.43 Cara ini dilakukan untuk memperoleh
data mengenai sarana prasarana yang tersedia di Pondok Pesantren
Aulia Cendiki Talang Jambeh.
d. Triangulasi Data
Triangulasi teknis artinya peneliti menggunakan teknik
pengumpulan data yang berbeda untuk memperoleh data dari sumber
yang sama. Peneliti menggunakan observasi partisipatif, wawancara
mendalam dan dokumentasi untuk secara bersamaan mencatat sumber
data yang sama.44
6. Teknik Analisis Data
42
Sugiyono, Op Cit., hlm. 310.
43
Elvinaro Ardianto, Metodologi Peneltian Untuk Public Relation Kuantitatif Dan Kualitatif,
(Simbiosa Rekatama Medika: Bandung, 2016), hlm. 167.
44
Sugiyono, Op. Cit., hlm. 330.
28
Dalam penelitian kualitatif, berbagai teknik pengumpulan data
diperoleh dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik
pengumpulan data (Triangulasi) digunakan untuk memperoleh data dari
berbagai sumber dan berlanjut hingga data jenuh. Bogdan menyatakan
bahwa “ Data analysis is the process of systematically searching and
organizing your accumulated interview transcripts, fieldnotes, and other
materials to increase your own understanding of them and enable you to
shiw your findings to others” Analisis data adalah proses mencari dan
mengatur secara sistematis transkrip wawancara, catatan lapangan, dan
materi lain 1untuk meningkatkan pemahaman mengenai suatu hal dan
memungkinkan untuk menunjukkan suatu temuan baru yang dapat
dinformasikan kepada orang lain.45 Model Miles dan Huberman
merupakan teknik analisis data yang dapat digunakan dalam penelitian ini.
Teknik tersebut dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
a. Pengumpulan Data
Dalam pelaksanaan pengumpulan data penelitian kualitatif,
dilaksanakan melalui observation, documentation and interviews.46
b. Reduksi Data
45
Ibid.,hlm. 333-334.
46
Syarnubi, “ Guru yang Bermoral Dalam Konteks Sosial Budaya Ekonomi Hukum Dan
Agama”, Jurnal PAI Raden Fatah, No.1 (2019), hlm.23.
29
Mereduksi data berarti merangkum, memilih poin-poin utama,
memfokuskan pada hal-hal penting, menemukan tema dan pola dan
menghilangkan yang tidak perlu. Oleh karena itu, data yang direduksi
akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan memudahkan
peneliti untuk melakukan pengumpulan dan pencarian data lebih lanjut
(bila diperlukan).47
c. Penyajian Data
Setelah data direduksi, selanjutnya menampilkan data. Dalam
penelitian kualitatif, data dapat direpresentasikan dalam bentuk uraian
singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.48
d. Kesimpulan
Kesimpulan merupakan bagian akhir yang dilakukan dalam
menafsirkan. Setelah merealisasikan berbagai proses dalam peneltian,
diharapkan pengamat mendapatkan benang merah dari hasil penelitian
yang sebelumnya belum pernah ada atau denngan kata lain
memperoleh penemuan yang baru sehingga penemuan tersebut dapat
menjadi jelas melalui penjelasan suatu objek yang sebelumnya masih
tidak begitu jelas. Kesimpulan dapat berbentuk korelasi interaktif, dan
teori.49
I. Sistematika Pembahasan
47
Hengki wijaya, Analisis Data Kualitatif Ilmu Pendidikan Teologi, (Sulawesi: Sekolah
Tinggi Theology Jaffray, 2018), hlm. 56.
48
Ibid., hlm. 57-58.
49
Syarnubi., [Link]., hlm. 142.
30
Sistematika pembahasan dalam skripsi terbagi menjadi tiga bagian yaitu
bagian awal, utama, dan akhir. Bagian awal terdiri dari halaman judul,
halaman persetujuan, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, dan
abstrak. Adapun pada bagian utama terdiri dari:
BAB Pertama, Pendahuluan, membahas mengenai latar belakang masalah,
identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian, dan sistematika pembahasan
BAB Kedua, Landasan Teori, membahas mengenai pengertian
implementasi, adab makan dan minum berdiri, hadits mengenai larangan
makan dan minum berdiri, peranan guru di Pondok Pesantren Aulia Cendikia,
dan tinjauan kepustakaan.
BAB Ketiga, Metodologi Penelitian, membahas tentang pendekatan
penelitian, jenis penelitian, sumber data, informan, teknik pengumpulan data,
dan teknik analaisis data
BAB Keempat, Hasil Penelitian dan Pembahasan, berisi tentang hasil
penelitian yang membahas tentang latar belakang implementasi larangan adab
makan dan minum, peranan guru, serta faktor-faktor yang mempengaruhi
proses pengimplementasian Hadits larangan makan dan minum berdiri di
Pondok Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambeh
BAB Kelima, Penutup, berisikan kesimpulan dan saran-saran
31
DAFTAR PUSTAKA
Abdillah, Abu Masyhuur bin Hasan Al Salmaan. ( 1994). Sunan Ibn Majjah.
Riyadh: Maktabah Al-Ma’riif.
Fuad, Muhammad Abdul Baaqi. ( 2009). Shahih Muslim. Beirut: Daarul Fikr.
Mahyuddin , Muhammad Hamiid,. ( 1992). Sunan Abu Daud, Lebanon: Maktaba Al-
Asriyah,.
Al Daulah.( 2016). Etika Makan Dan Minum Dalam Pandangan Syariah.
Fakultas Syariah Dan Hukum Universitas Islam Negeri ( UIN) Alauddin
Makassar. Vol. 5 No. 1
An-Nawawi, Imam. ( 2015). Riyadhus Shalihin. Jakarta: Pustaka Al- Kautsar.
Ardianto, Elvinaro. ( 2016).Metodologi Peneltian Untuk Public Relation
Kuantitatif Dan Kualitatif. Bandung: Simbiosa Rekatama Medika.
Deddy, Mulyadi. (2015). Study Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.
Fathoni,Abdurahmat. ( 2006). Metodologi Penelitian & Tekhnik Penyusunan
Skripsi. PT. RINEKA CIPTA: Jakarta.
Fidayanto, Randi. ( 2017) . Makan Dan Minum Berdiri Dalam Hadits Al-
Khutubussittah Dan Implementasinya Pada Santri Kelas IX Ma’had Minhaj
Shahabah Bogor Tahun 2016. Surakarta: UMS.
Firdianti,Arianda. ( 2018). Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Dalam
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Yogyakarta: [Link] PUBLISHING.
Hawi, Akmal dan Mardeli. ( 2019). Hubungan Antara Kompetensi Kepribadian
Guru Agama Dengan Pendidikan Karakter Tanggung Jawab Siswa Kelas
IX Di SMP Islam Az-Zahra 2 Palembang, Jurnal PAI Raden Fatah Vol.
1 No. 2
Karso. ( 2019). Keteladanan Guru Dalam Proses Pendidikan Di Sekolah.
Palembang: Tesis Universitas PGRI Palembang.
Masykur. ( 2018). Berguru Adab Kepada Imam Malik. Sukabumi: CV. Jejak.
Muhammad Noor, Syarif. (2019) Makan Minum Sambil Berdiri Haramkah?.
Jakarta: Lentera Islam.
32
33
R. Semiawan,Conny. ( 2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Grasindo.
Salim, Fahd Bahammam. ( 2015). Panduan Praktis Muslim, Jakarta: PT. Indo
modern guiede.
Siyoto, Sandu dan Ali Sodik. ( 2015). Dasar Metode Penelitian. Yogyakarta:
Literasi Media Publishing.
Sugiyono. ( 2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, Dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sukardi. ( 2013). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Sulhan, Najib. ( 2016). Guru Yang Berhati Guru. Jakarta: Zikrul Hakim.
Syarnubi. ( 2019). Guru Yang Bermoral Dalam Konteks Sosial Budaya Ekonomi
Hukum Dan Agama. Jurnal PAI Raden Fatah, No.1.
Syukur al-Aziz, Abdul. (2018) Islam Itu Ilmiah. Yogyakarta: Laksana.
Wawancara Dengan Muhammad Tanzili, [Link].I. Selaku Guru Al-Qur’an Hadits Di
Pondok Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambeh 28 November 2020
Wawancara Dengan M. Ahmadi [Link]. I. Selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah dii
Pondok Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambeh 10 Maret 2021.
Wijaya, Hengki. ( 2018). Analisis Data Kualitatif Ilmu Pendidikan Teologi.
Sulawesi: Sekolah Tinggi Theology Jaffray.
[Link]
[Link]
[Link] Pandangan Akademis Hukum Islam Kota
Medan Tentang Tasyabbuh
[Link]
[Link]
[Link]
34
35
36
37
Komen kami di atas Membaca latar belakang, identifikasi,
Rumusan Masalah dan Batasan masalah belum
nyambung apa yang ingin anda teliti, masih sumir dan
belum jelas 4. Pada latar belakang masalah belum ada
grandtour dan minitournya serta desain dan dassolennya.
5. Apa yang anda lihat dan dengar coba diceritakan di
latar belakang baru anda bisa mengidentifikasi
masalahnya, setelah itu dibuat pokok masalahnya dan
turunkan ke rumusan masalah baru anda bisa
Assalamu'alaikum menentukan judul penelitian, sepertinya proposal ini
warahmatullahi wabarakatuh, masih blm tersistematika 5. Adab makan dan minum itu
maaf pak ini Usi ingin merupakan matei pada Quran Hadis atau gimana, kalau
menyerahkan hasil revisi proposal itu merupakan materi jangan spt itu membuat
beserta Catatan Dosen propososalnya cukup analisis saja atau jika adab ru
pembimbing 2 dan SK merupakan salah satu nilai2 pendidikan karakter kenap[a
pembimbing nya agar proposal nggak membahasi tentang Nilai2 Pendidikan Karakter
saya bisa bapak koreksi kembali, dalam Taradisi Pondok Pesantren, nanti dibatasi dengan
terimakasih sebelumnya pak lingkup ada termasuk didalamnya makan dan minum cara
Wassalamu'alaikum pesantren Belum ada perubahan yang signifikan, coba
2021-01-31
2 warahmatullahi wabarakatuh apa maksud komen bapak tuuuuu
11:58:05
Assalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Maaf pak mengganggu
Kok lama sekali perbaikannya sampai 2 bulan yaaaa, blm
waktunya, saya Usi syabania
banyak juga diperbaiki tuuu, coba dilihat hadisnya saran
Atika dari prodi pendidikan
saya jangan ngamil di hadis google, banyak yang salah,
agama Islam 2017 Mahasiswi
coba peke maktabah samilah atau mautsu'ah saja agar
2021-03-28 bimbingan bapak, saya ingin
hadisnya pas....
menyerahkan hasil revisi
3 05:08:36 proposal yang sudah bapak Coba dijelaskan bener adab makan dan minum itu di
koreksi Ponpes tersebut....
2021/03/28
38
39
1. Tolong jabarkan apa saja fenomena yang ada
saat anda melakukan observasi ( dikabarkan
secara rinci, kapan dan dimana letakkan di
footnote)
2. Berikan teori penguat pada latarbelakang
( Menurut ahli siapa atau buku apa)
3. Jarak antar paragraf pada cover
4. Perhatikan penulisan setiap kata
2 2 februari 2021
3 02 maret 2021 1. Cari sumber yang valid
2. Masukkan langkah-langkah implementasi dari teori
yang anda ambil
3. Perbaiki daftar pustaka
4. Pada tinjauan pustaka,masukkan tema atau topik
yang sesuai dengan penelitian yang ingin dilakukan
4 08 maret 2021 1. Jelaskan secara umum adab makan dan minum
2. Beri penjelasan bahwa sehat itu seperti apa?
3. Perhatikan dan lihat pedoman penulisan kutipan lebih
dari 5 baris 1 spasi
4. Masukkan sumber pada footnote 7
5. Jelaskan hukuman yang diberikan kepada santri yang
melanggar adab tersebut
6. Tambahkan identifikasi masalah
7. Masukkan hadits yang berhubungan dengan larangan
makan minum berdiri
40
5 31 maret 2021 Acc, Lanjut kepembimbing 1
41
42
43
44