TUGAS PENGANTAR ARSITEKTUR
DOSEN PENGAMPUH
IR. PHILIPUS JERAMAN, MT
DISUSUN OLEH
FREDIWANTO TENA BOLO (22120075)
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS WIDYA MANDIRA KUPANG
2020
[Link] (TEMPAT TINGGAL)
[Link]-UNSUR PERANCANGAN
-garis
adalah menentukan panjang jalan, menentukan jarak antar bangunan, panjang kolom,
dan masih banyak lagi. Dalam arsitektur biasanya garis dibagi menjadi garis melintang
(linear horizontal) yang terdapat pada denah dan garis membujur (linear vertical) yang
terdapat pada tampak dan potongan untuk menunjukkan ketinggian bangunan. Sama
seperti titik, garis bisa ditentukan posisinya dalam koordinat dengan sumbu xyz. Dilihat
dari bentuknya, terdapat garis lurus yang disebut linear dan garis lengkung yang sering
disebut dengan kurva. Garis lurus tersusun dari titik-titik yang berjejer secara konstan
dari titik awal hingga akhir, garis lurus dapat dicari dengan persamaan fungsi linier.
Sementara kurva merupakan garis yang berjejer secara dinamis membentuk suatu
lengkungan, biasanya memiliki sumbu putar atau dapat dicari dengan persamaan fungsi
kurva.
-bidang
Bidang merupakan unsur yang terbentuk dari berbagai macam garis. Bidang juga
memiliki panjang, lebar, serta tiinggi atau dengan kata lain, bidang lebih bersifat pipih
atau datar dan tidak memiliki folume. Bidang bisa terbentuk, jika ada dua ujung garis
yang saling berpotongan. Unsur bidang yang terdapat dalam ruma adalah persegi atau
segi empat dan jajar genjang dan juga trapezium. Bidang segi empat yaitu terdappat
pada bukaan yaitu jendela, pintu, dan boven. Segi empat biasa di gunakan pada bentuk
ruma kecuali atap. Bidang trapezium dan jajar genjang hanaya terdapat pada bentuk
atap.
-bentuk
Pada bentuk ruma menggunakan unsur bentuk kubus dan balok, dan sedangkan pada
atap menggunakan bentuk prisma.
-tekstur
adalah kualitas tertentu suatu permukaan yang timbul sebagai akibat dari struktur 3
dimensi dan juga merupakan unsur rupa yang menunjukkan rasa permukaan bahan,
yang sengaja dibuat dan dihadirkan dalm susunan untuk mencapai bentuk rupa,
sebagai usaha untuk memberikan rasa tertentu pada permukaan bidang pada
perwajahan bentuk pada karya seni rupa secara nyata atau semu dan tekstur adalah
titik-titik kasar atau halus yang tidak teratur pada suatu permukaan. Titik-titik ini dapat
berbeda dalam ukuran ukuran, warna, bentuk atau sifat dan karakternya, seperti
misalnya ukuran besar kecil, warna terang gelap, bentuk bulat, persegi atau tak
beraturan sama sekali atau lain-lain. Suatu tekstur yang susunannya agak teratur, maka
dapat maka dapat disebut sebagai corak (pattern).
-warna
Warna merupakan salah satu unsur perancangan bangunN Yng paling menarik, karena
hanya dengan warna akan membuat kesan suatuh objek bangunan lebih indah. Pada b
angunan tersebut menggunakan warna yang simple agar terlihat sederhana. Misalnay
warna yang terdapat pada bangunan tersebut yaitu warna abu, putih, dan warrna itam
kecoklatan.
B. PRINSIP PERANCANGAN ARSITEKTUR
Pada bangunan diatas menggunakan prinsip perancangan sebagai berikut
-keseimbangan
Keseimbangan adalah suatu kualitas nyata dari setiap obyek dimana perhatian visuil
dari dua bagian pada dua sisi dari pusat keseimbangan (pusat perhatian) adalah sama.
-Irama
adalah elemen desain yang dapat menggugah emosi atau perasaan yang terdalam.
Didalam seni visuil irama merupakan suatu obyek yang ditandai dengan sistim
pengulangan secara teratur. Cara yang paling meyakinkan untuk mendapatkan irama
adalah dengan memberi pola pada keadaan-keadaan tertentu. Pola yang dapat dikenal
dan diingat dengan mudah. Contohnya kumpulan titik-titik sembarangan akan sukar
untuk diingat letaknya, apabila kumpulan titik-titik tersebut dikelompokkan sedemikian
dengan cara pengulangan bentuk yang mudah dikenal, kumpulan tadi satu sama
lainnya menjadi berkaitan dan memiliki pola.
-Tekanan
adalah fokal point atau pusat perhatian dalam sebuah komposisi/bangunan,yaitu
berupa area yang pertama kali ditangkap oleh pandangan mata. Tekan ini sangat
dominan, bagian-bagian atau kelompok lain dari komposisiataubangunan berkaitan
padanya.
-Skala
adalah suatu system pengukuran (alat pengukur) yang menyenangkan,dapat dalam
satuan cm, inchi atau apa saja dari unit-unit yang akan diukur. Dalam arsitektur yang
dimaksut dengan skala adalah hubungan harmonis antara bangunan beserta
komponen-komponennya dengan manusia. Skala-skala itu ada beberapa jenis yaitu:
skala intim, skala manusiawi, skala monumental/megah, skala kejutan.
-Proporsi
Menurut Vitruvius proporsi berkaitan dengan keberadaan hubungan tertentu antara
ukuran bagian terkecil dengan ukuran keselurahan. Proporsi merupakan hasil
perhitungan bersifat rasional dan terjadi bila dua buah perbandingan adalah sama.
Proporsi dalam arsitektur adalah hubungan antar bagian dari suatu desain dan
hubungan antara bagian dengan keseluruhan.
-Kesatuan
Prinsip kesatuan pada bangunan ini dilihat pada tampak bangunan yang terbentuk dari
beberapa bentuk kotak dan persegi dengan sigitiga di satukan pada bangunan tersebut
sehingga menghasilkan bangunan yang sangat bagus dan indah.