0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan29 halaman

Ikhtisar Polis Asuransi Elektronik

Polis asuransi elektronik ini memberikan pertanggungan terhadap kerusakan yang tidak disengaja pada printer Canon milik Reza sampai Rp. 825.000 selama setahun. Pertanggungan mencakup insiden seperti terjatuh, kemasukan cairan, dan kerusakan listrik. Premi yang dibayar sebesar Rp. 15.267.

Diunggah oleh

Reza Firdha Reiyana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan29 halaman

Ikhtisar Polis Asuransi Elektronik

Polis asuransi elektronik ini memberikan pertanggungan terhadap kerusakan yang tidak disengaja pada printer Canon milik Reza sampai Rp. 825.000 selama setahun. Pertanggungan mencakup insiden seperti terjatuh, kemasukan cairan, dan kerusakan listrik. Premi yang dibayar sebesar Rp. 15.267.

Diunggah oleh

Reza Firdha Reiyana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

IKHTISAR POLIS ASURANSI ELEKTRONIK

RINCIAN PRODUK

Nomor Polis : STFE-100223-35547720

Tertanggung : Reza Firdha Reiyana

Nomor Invoice : INV/20230203/MPL/3023178138

Printer Canon Pixma E410 MG2570s All In One Prin


Nama Produk :
t Scan Copy MG2570s

Harga Produk /
: Rp. 825,000
Jumlah Pertanggungan

Total Premi : Rp. 15,267

Periode Pertanggungan : 10 February 2023 – 10 February 2024

Masa Berlaku Polis : 12 Bulan

RINCIAN TERTANGGUNG

No Manfaat Jumlah Pertanggungan

1 Kerusakan yang tidak disengaja


Menjamin kerusakan Sebagian atau total Elektronik
akibat insiden yang tidak disengaja/diduga diluar
jaminan pabrik, seperti :
1. Terlempar
2. Terjatuh
3. Kemasukan cairan Sampai dengan
4. kerusakan akibat listrik statis / korslet
5. dan kerusakan fisik lainnya yang tidak disengaja Rp. 825,000

Kehilangan Akibat Pencurian dan/atau


Kerampokan
Menjamin kehilangan dan/atau kerusakan Elektronik
2
akibat Tindakan kriminal yang dapat dibuktikan
sampai dengan maksimal jumlah pertanggungan

*Jumlah Pertanggungan yang diterima akan dikurangi depresiasi sebesar 1% per bulan sejak masa polis aktif
POLIS ASURANSI MOVEABLE ALL RISK ATAU
ASURANSI SEGALA RISIKO UNTUK ELEKTRONIK

Bahwa Tertanggung yang disebut dalam Ikhtisar Polis ini telah mengajukan kepada

PT ASURANSI SIMAS INSURTECH

(yang selanjutnya disebut “Penanggung”) suatu permohonan tertulis dengan


melengkapi Formulir Aplikasi Asuransi bersama dengan pernyataan yang Tertanggung
buat secara tertulis lainnya yang menjadi dasar dari kontrak ini dan dianggap sebagai
kesatuan daripadanya.

Dengan syarat Tertanggung telah membayar premi yang disebutkan dalam Ikhtisar
kepada Penanggung dan tunduk kepada syarat, pengecualian, ketentuan, dan kondisi
yang terkandung di dalam Polis atau dinyatakan padanya.

JAMINAN

Polis ini menyatakan bahwa jika selama berlangsungnya Periode Pertanggungan yang
disebutkan di dalam Ikhtisar, Objek Pertanggungan atau bagian daripadanya hancur
atau rusak sebagai akibat dari KETIDAKSENGAJAAN ATAU HAL-HAL YANG TIDAK
DIINGINKAN YANG SETARA ketika berada dalam Wilayah Republik Indonesia.
Penanggung akan memberikan ganti rugi kepada Tertanggung dengan cara
memperbaiki atau mengganti baru Objek Pertanggungan atau bagian daripadanya yang
hancur atau rusak tersebut, sesuai dengan pilihan Penanggung.
Tanggung jawab Penanggung atas Barang manapun tidaklah melebihi Harga
Pertanggungan dari masing-masing Barang itu.
DEFINISI

1. Penanggung adalah PT. Asuransi Simas Insurtech.

2. Tertanggung adalah seseorang atau sebuah lembaga/badan yang mempunyai


kepentingan dengan Objek Pertanggungan.

3. Pihak Ketiga adalah semua pihak yang bukan Tertanggung, suami atau istri,
anak, orang tua, dan saudara sekandung dari Tertanggung, orang-orang yang
bekerja pada dan orang-orang yang berada dibawah pengawasan Tertanggung.
Jika Tertanggung adalah Badan Hukum maka Pengurus, Pemegang Saham,
Komisaris dan Karyawan/wati tidak termasuk dalam pengertian “Pihak Ketiga”.

4. Affinity Partner adalah perusahaan / organisasi / komunitas yang melakukan


kerjasama dengan PT. Asuransi Simas Insurtech.

5. Pemegang Polis adalah seseorang atau sebuah lembaga/badan kepada siapa


Polis telah diterbitkan berkenaan dengan jaminan atas orang-orang yang secara
khusus dinyatakan sebagai orang-orang yang diasuransikan dalam Polis ini.

6. Polis adalah surat kontrak yang dibuat dan ditandatangani oleh Penanggung dan
Tertanggung.

7. Objek Pertanggungan adalah barang-barang elektronik moveable seperti


Televisi.

8. Elektronik adalah perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus yang


membuat hidup manusia menjadi lebih praktis, contohnya Televisi, Air Condition,
Kipas Angin, dll.

9. Periode Pertanggungan adalah waktu berlakunya jaminan yang diberikan


penanggung kepada [Link] berlaku sejak awal periode
pertanggungan yang tercantum dalam polis atau sejak barang (obyek
pertanggungan) diterima
oleh tertanggung (mana yang lebih akhir) dan berakhir sesuai dengan periode
pertanggungan yang tercantum dalam polis.

10. Jumlah Uang Pertanggungan adalah jumlah maksimum tanggung jawab


penanggung terhadap klaim ganti rugi yang tercantum dalam tabel jaminan.

11. Premi adalah sejumlah uang yang wajib dibayar oleh Tertanggung kepada
Penanggung sehubungan dengan adanya asuransi ini.

12. Kerusuhan adalah tindakan dari satu kelompok orang minimal 12 orang yang
dalam melaksanakan suatu tujuan bersama menimbulkan suasana gangguan
ketertiban umum dengan kegaduhan dan menggunakan kekerasan serta
pengrusakan harta benda orang lain, yang belum dianggap sebagai huru hara.

13. Huru – hara adalah keadaan di satu kota di mana sejumlah besar massa secara
bersama-sama atau dalam kelompok-kelompok kecil menimbulkan suasana
gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat dengan kegaduhan dan
menggunakan kekerasan serta rentetan pengrusakan sejumlah harta benda,
sedemikian rupa sehingga timbul ketakutan umum, yang ditandai dengan
berhentinya lebih separuh kegiatan normal pusat perdagangan/pertokoan atau
perkantoran atau sekolah atau transportasi umum di kota tersebut selama minimal
24 jam secara terus menerus yang dimulai sebelum, selama atau setelah kejadian
tersebut.

14. Nuklir atau Radioaktif berarti radiasi pengionan dari atau sifat radioaktif, beracun,
bahan peledak atau bahan berbahaya lainnya atau bersifat mencemari seperti
materi radioaktif atau limbah nuklir, senjata, perangkat, bahan bakar, instalasi,
reaktor atau komponen apapun dari ini.
15. Perang berarti sarana invasi, tindakan musuh asing, permusuhan (baik perang
dinyatakan atau tidak), perang saudara, pemberontakan, revolusi, pengkudetaan
atau kerusuhan masyarakat mengikuti salah satu atau semua ini.

16. Pencurian adalah Perbuatan yang dilakukan dengan sengaja untuk mengambil
barang milik orang lain tanpa izin dan/atau secara melawan hukum, dengan
didahului, disertai atau diikuti dengan tindak kekerasan yang menyebabkan cidera
fisik dan/atau kerusakan properti.

17. Kekerasan adalah perbuatan yang dilakukan oleh satu atau sekelompok orang,
yang menyebabkan orang lain mengalami cidera fisik atau kematian dan/atau
kerusakan properti milik orang lain.

18. Hipnotis adalah perbuatan tipu muslihat yang membuat seseorang diluar
kesadarannya menjadi tunduk dan mengikuti keinginan si pelaku hipnotis untuk
menyerahkan harta benda / objek pertanggungan kepada si pelaku hipnotis atau
orang lain yang tidak berhak.

19. Insiden adalah suatu peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba, tidak diharapkan atau
tidak sengaja akibat faktor eksternal yang menyebabkan kerugian.

PENGECUALIAN

Penanggung tidak akan memberi Tertanggung ganti rugi sehubungan dengan


kehancuran atau kerusakan apapun juga yang secara langsung atau tidak langsung:
1. Diakibatkan oleh atau terjadi melalui:
a. Depresiasi akibat pemakaian atau aus atau penyebab yang berlangsung
berangsur-angsur lainnya, jamur, serangga, hama, atau cacat bawaan pada
Objek Pertanggungan atau bagian daripadanya atau segala proses reparasi,
pemulihan, atau perbaikan;
b. Penyitaan, penahanan, nasionalisasi, pendudukan, atau perusakan sengaja
yang dilakukan oleh otoritas pemerintah, umum, kotapraja, lokal, ataupun
kepabeanan;

c. Kerusuhan, huru-hara, perang (baik perang dinyatakan maupun tidak),


perang saudara, revolusi, pemberontakan, pembangkitan rakyat, atau
kerusuhan, pemogokan kerja dan huru-hara yang ditimbulkannya, terorisme;

d. Penyitaan, penahanan, nasionalisasi, pendudukan, atau perusakan sengaja


yang dilakukan oleh otoritas pemerintah, umum, kotapraja, lokal, ataupun
kepabeanan;

e. Letusan gunung berapi, api di bawah lapisan tanah (subterranean fire),


gempa bumi, atau bencana alam lainnya;

f. Kerusakan mekanik atau elektrik, tergoresnya lensa, kaca , layar tampilan,


atau selubung (cashing) Objek Pertanggungan, kecuali jika hal ini disertai
dengan kerusakan lain yang memang dijamin oleh Polis ini dan kerusakan
tersebut tidak menjadi jaminan pabrik (manufacture guarantee) maka
atasnya Tertanggung berhak memperoleh ganti rugi;

g. Perubahan suhu atau kelembaban dan paparan terhadap kondisi cuaca


dimana Objek Pertanggungan dibiarkan berada di tempat terbuka atau tidak
tertutup seluruhnya;

h. Proses manufaktur dan pengujian;

i. Pembetulan material yang cacat, salah pengerjaan, atau salah desain;

j. Pemeliharaan normal, perbaikan normal, dan perawatan;

k. Kerusakan pada Software (aplikasi) oleh sebab apapun, salah atau tidak
sahnya pemrograman, pembatalan informasi yang tidak disengaja atau
pembuangan media penyimpan data, dan dari hilangnya informasi yang
disebabkan oleh medan magnet;

l. Pembukaan segel pada Objek Pertanggungan yang dilakukan sebelum


Tertanggung melaporkan klaim kepada Penanggung dan Penanggung
menyatakan persetujuan untuk membayar klaim;

m. Cacat, rusak atau busuk yang terjadi karena sifat atau kelemahan yang
melekat pada barang yang dibeli atau yang merupakan tanggung jawab
pabrikan atau perakit;

n. Kerusakan karena iklim, cuaca, hama dan binatang kecil, debu, karat dan
semua kerusakan yang terjadi secara bertahap;

o. Kehilangan atau kerusakan yang terjadi yang disebabkan oleh proses


pengiriman;

p. Segala kerugian yang terjadi sebelum periode pertanggungan yang


tercantum pada polis;

q. Segala kerugian yang terjadi sebelum barang (obyek pertanggungan)


diterima oleh Tertanggung.

2. Diakibatkan oleh atau disebabkan oleh atau timbul dari:

a. perang, invasi, aksi musuh asing, permusuhan (baik perang itu


dideklarasikan ataupun tidak), perang saudara, pemberontakan, revolusi,
pembangkitan rakyat, kekuatan militer atau pengambil-alihan kekuasaan,
atau aksi terorisme yang dilakukan oleh seseorang yang bertindak atas
nama atau sehubungan dengan suatu organisasi. “Terorisme” berarti
penggunaan kekerasan untuk tujuan politis, termasuk penggunaan
kekerasan yang dimaksudkan untuk menempatkan masyarakat atau bagian
tertentu dari masyarakat dalam ketakutan;

b. ionisasi, radiasi, atau kontaminasi oleh radioaktivitas dari bahan bakar nuklir
atau limbah nuklir hasil pembakaran bahan bakar nuklir, tidak pula segala
kerugian lanjutannya, dan untuk kepentingan Pengecualian ini pembakaran
mencakup segala proses mandiri-berkelanjutan dari fisi nuklir;

c. bahan senjata nuklir;

3. Berkaitan dengan atau timbul dari atau disebabkan oleh tindakan sengaja atau
kelalaian sengaja, perbuatan jahat yang dilakukan oleh Tertanggung, suami atau
istri atau anak Tertanggung, orang yang disuruh Tertanggung, orang yang
bekerja pada Tertanggung, orang dengan sepengetahuan atau seizin
Tertanggung, atau orang yang tinggal bersama Tertanggung;

4. Berkaitan dengan atau timbul dari atau disebabkan oleh kerusakan yang terjadi
atas Objek Pertanggungan atau bagian daripadanya sebagai akibat dari
pencurian dan/atau hal yang berhubungan dengan tindak kekerasan atau cara
paksa yang dapat terlihat pada fisik Objek Pertanggungan tersebut;

5. Berkaitan dengan biaya untuk instalasi software (peranti lunak) atas kerusakan
atau kehilangan software;

6. Dijamin di bawah polis asuransi lain, termasuk tetapi tidak terbatas pada garansi
produk;

7. Terjadi atas bagian-bagian yang termasuk tetapi tidak terbatas pada aksesoris
atau bagian tambahan atau bukan standar pabrikan,baterai, antena, media
penyimpanan data (memory card) eksternal dan sejenisnya;

8. Mengakibatkan kekurangan pendapatan atau tambahan beban karena


kehilangan atau kerusakan pada Objek Pertanggungan;
9. Kerugian dan/atau kerusakan yang disebabkan oleh seorang yang berada di
bawah pengaruh minuman keras, obat terlarang atau sesuatu bahan lain yang
membahayakan;

10. Kerugian yang disebabkan karena kerusakan dan/atau kehilangan yang


disebabkan oleh penipuan, hipnotis, dan sejenisnya;

11. Segala kerusakan yang disebabkan oleh binatang peliharaan

Dalam setiap tindakan, gugatan, atau proses hukum lain dimana Penanggung
menyatakan bahwa berdasarkan ketentuan Pengecualian 1 – 11 di atas suatu
kehancuran atau kerusakan tidak dijamin oleh Polis, maka kewajiban untuk
membuktikan bahwa kehancuran atau kerusakan tersebut dijamin berada pada
Tertanggung.

KONDISI UMUM

1. Identifikasi
Polis ini beserta Ikhtisar dan Formulir Aplikasi Asuransi-nya dianggap sebagai satu
kesatuan kontrak, dan ungkapan “Polis ini” dimanapun ia digunakan di dalam
kontrak ini harus dibaca sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Polis, Ikhtisar,
dan Formulir Aplikasi Asuransi-nya. Setiap kata atau ungkapan yang memiliki arti
khusus yang terlekat di bagian manapun pada Polis ini mengandung arti yang
sama dimanapun kata atau ungkapan tersebut muncul pada Ikhtisar atau Formulir
Aplikasi Asuransi.

2. Polis Tidak Berlaku


Polis ini dapat menjadi tidak berlaku sehubungan dengan terjadinya salah
deskripsi, salah penyajian, atau tidak diungkapkannya suatu keterangan material
oleh Tertanggung.
3. Kondisi Objek Pertanggungan
Polis ini hanya menjamin untuk Objek Pertanggungan yang memiliki kondisi sebagai
berikut :
a. Objek Pertanggungan dalam kondisi baru (Brand New) dan asli (Original);

b. Segel garansi dan stiker segel dalam keadaan utuh;


c. Merek dan tipe sesuai yang tercantum dalam Ikhtisar Polis;
d. Merupakan barang orisinil, sesuai standar pabrikan, tidak dimodifikasi (tidak
ada penggantian suku cadang), bukan barang rakitan;
e. Memiliki jaminan resmi dari pabrikan;

f. Bukan produk refurbish dan/atau berasal dari pasar gelap.

4. Perubahan
Polis ini menjadi tidak berlaku apabila setelah berlakunya pertanggungan Objek
Pertanggungan yang diasuransikan mengalami perubahan:

a. Yang menyebabkan risiko kerugian, kehancuran, atau kerusakan meningkat;


atau

b. Karena berakhirnya kepentingan Tertanggung atasnya;

Kecuali jika perubahan tersebut diakui dan disetujui oleh Penanggung secara
tertulis tanpa ditunda tentang perubahan tersebut dan meminta persetujuan
Penanggung atas hal tersebut melalui penerbitan Endorsemen yang memadai
terhadap Polis ini.

Namun demikian, ketentuan ini tidak berlaku setelah perubahan tersebut sudah
tidak ada lagi :
a. Dalam hal Harta Benda yang dipertanggungkan telah dialihkan kepada
pihak lain.
b. Dalam hal Harta Benda yang dipertanggungkan digunakan atau disimpan
dengan cara atau pada lokasi selain yang disebutkan dalam Polis.
c. Dalam hal lokasi dimana Harta Benda yang dipertanggungkan biasanya
disimpan seperti yang tercantum dalam Polis berubah atau mengalami
perubahan bentuk, perbaikan atau pengerjaan sejenisnya.
d. Dalam hal timbul keadaan-keadaan lain yang merupakan bagian dari
perubahan yang material atas isi dari Polis atau Surat Permohonan, atau
dalam hal bahaya yang mengancam Harta Benda yang dipertanggungkan
meningkat secara material.

Penanggung tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang terjadi di
antara saat perubahan yang disebutkan dalam ayat sebelumnya berlangsung
(atau, dalam hal Pemohon atau Tertanggung tidak menyadari akan perubahan
tersebut, saat perubahan tersebut diketahuinya) dan saat diterimanya oleh
Penanggung pemberitahuan seperti yang disyaratkan dalam ayat sebelumnya.

5. Pemberitahuan kepada Penanggung


A. Tertanggung wajib :

1. Mengungkapkan fakta material yaitu informasi, keterangan, keadaan dan


fakta yang mempengaruhi pertimbangan Penanggung dalam menerima
atau menolak suatu permohonan penutupan asuransi dan dalam
menetapkan suku premi apabila permohonan dimaksud diterima;

2. Membuat pernyataan yang benar tentang hal-hal yang berkaitan dengan


penutupan asuransi yang disampaikan baik pada waktu pembuatan
perjanjian asuransi maupun selama jangka waktu pertanggungan.

B. Jika Tertanggung tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana diatur dalam


ayat A di atas, Penanggung tidak wajib membayar kerugian yang terjadi dan
berhak menghentikan pertanggungan serta tidak wajib mengembalikan premi.

C. Ketentuan pada ayat B di atas tidak berlaku dalam hal fakta material yang
tidak diungkapkan atau yang dinyatakan dengan tidak benar tersebut telah
diketahui oleh Penanggung, namun Penanggung tidak mempergunakan
haknya untuk menghentikan pertanggungan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
setelah Penanggung mengetahui pelanggaran tersebut.

6. Pencegahan yang Wajar


Tertanggung harus melakukan segala tindakan pencegahan yang wajar untuk
menghalangi terjadinya kehancuran atau kerusakan dan meminimalkan bertambah
besarnya kehancuran atau kerusakan atas Objek Pertanggungan yang
diasuransikan di bawah Polis ini seperti:

1. Mengambil segala tindakan selayaknya untuk memperkecil kerugian atau


kerusakan.

2. Memberitahukan Penanggung tanpa ditunda tentang tanggal, waktu, tempat,


keadaan dan tingkat kerugian atau kerusakan beserta nama dan alamat para
saksi yang ada, dan menyerahkan suatu laporan tentang kerugian atau
kerusakan tersebut kepada Penanggung.

3. Dalam hal Harta Benda yang dipertanggungkan telah dicuri, untuk melapor
pihak kepolisian yang berwenang atas peristiwa tersebut tanpa ditunda.

4. Menyerahkan kepada Penanggung tanpa ditunda segala dokumen atau bukti


yang mungkin diperlukan Penanggung sebagai tambahan dari yang sudah
disebutkan dalam butir (2) dari ayat ini yang:

i. relevan dengan pertanggungan; dan


ii. wajar dalam proses penyelesaian klaim.

5. Bekerja sama dengan Penanggung dalam menyelidiki kerugian atau


kerusakan tersebut.
6. Memberikan segala bantuan atau fasilitas selayaknya yang diperlukan
Penanggung dalam menyelidiki pembukuan dan catatan-catatan Tertanggung
dalam kaitan dengan besarnya kerugian.

7. Jika Harta Benda yang dipertanggungkan membutuhkan perbaikan, untuk


mendapatkan perbaikan darurat tersebut yang dianggap perlu, dan dalam
membuat perbaikan penuh, untuk menyampaikan rincian perkiraan dari biaya
perbaikan, yang dibuat oleh bengkel yang memenuhi kualifikasi, untuk
mendapat persetujuan dari Penanggung.

8. Dalam hal Tertanggung mempunyai hak untuk menuntut kembali (regres)


melawan suatu pihak ketiga untuk kerugian atau kerusakan yang diderita,
untuk mengambil segala tindakan selayaknya untuk menjaga atau
melaksanakan hak tersebut.

Jika tanpa ada alasan yang sah Pemohon atau Tertanggung lalai untuk memenuhi
ketentuan- ketentuan dari ayat sebelumnya, Penanggung tidak bertanggung jawab
atas kerugian atau kerusakan tersebut jika pelanggaran tersebut berkaitan dengan
butir 6.2 hingga 6.7, dan untuk bagian dari kerugian atau kerusakan tersebut yang
seharusnya dapat dicegah seandainya tidak ada pelanggaran jika pelanggaran
tersebut berkaitan dengan butir 6.1, dan untuk jumlah yang seharusnya dapat
diperoleh kembali dengan melaksanakan hak untuk menuntut kembali (regres)
tersebut seandainya tidak ada pelanggaran jika pelanggaran tersebut berkaitan
dengan butir 6.8.

7. Prosedur Klaim
Dalam hal terjadinya suatu kejadian yang dapat menimbulkan klaim berdasarkan
Polis ini (yang terdapat dalam schedule polis), Tertanggung memiliki kewajiban
untuk:

1. Selambat-lambatnya dalam waktu 5 (lima) hari kerja memberitahu


Penanggung terhitung setelah tanggal kejadian kerugian, baik melalui
telepon ataupun secara tertulis, mengenai sifat dan tingkat kehancuran atau
kerusakan yang terjadi;

2. Melakukan semua langkah atau tindakan yang berada dalam kekuasaannya


guna memperkecil tingkat kehancuran atau kerusakan tersebut;

3. Menjaga bagian yang terkena dampak (salvage) dan membuatnya tersedia


bagi pemeriksaan oleh Penanggung dan menjadi hak penanggung;

4. Dokumen pengajuan klaim :


a. Untuk semua klaim:
- Form Klaim
- Kronologi Kejadian
- Identitas diri (copy)
- Serial Number
- Polis Asuransi (asli/copy)

b. Untuk klaim Sebagian (Partial Loss)


- Faktur/kwitansi pembelian Objek Pertanggungan
- Kartu garansi asli yang diterbitkan oleh produsen
- Analisa teknis dan penawaran perbaikan dari Service Center
Authorized
- Faktur/kwitansi perbaikan Objek Pertanggungan dari
Service Center Authorized
- Salvage
- Dokumen lain yang dibutuhkan Penanggung

c. Untuk klaim Total (Total Loss)


- Faktur/kwitansi pembelian Objek Pertanggungan
- Kartu garansi asli yang diterbitkan oleh produsen
- Menyerahkan Objek Pertanggungan lengkap dengan charger,
kardus serta perlengkapan lain sesuai dengan standar pabrikan
- Salvage
- Dokumen lain yang dibutuhkan Penanggung

d. Untuk klaim karena Pencurian dengan tindakan kekerasan (burglary)


- Faktur/kwitansi pembelian Objek Pertanggungan
- Kartu garansi asli yang diterbitkan oleh produsen
- Menyerahkan charger, kardus serta perlengkapan lain sesuai
dengan standar pabrikan
- Surat Keterangan Kepolisian yang menyatakan pencurian dengan
tindak kekerasan
- Surat Keterangan dokter bila ada luka badan
- Foto kerusakan harta benda/properti
- Dokumen lain yang dibutuhkan Penanggung

5. Tidak ada klaim yang dapat dibayar berdasarkan Polis ini kecuali jika
syarat-syarat dari kondisi ini telah dipenuhi;

6. Tertanggung harus sudah melengkapi seluruh dokumen pengajuan klaim


dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari kalender setelah laporan pengajuan
klaim diajukan dan diterima oleh Penanggung;

7. Tidak ada klaim yang dapat dibayar berdasarkan Polis ini kecuali jika
syarat-syarat dari kondisi ini telah dipenuhi;

8. Masa kadaluarsa klaim adalah 30 hari kalender setelah laporan klaim


diterima Penanggung;

9. Jika suatu klaim curang dalam hal apapun atau jika cara curang digunakan
oleh Tertanggung atau orang yang bertindak atas namanya untuk
memperoleh manfaat berdasarkan Polis ini, atau jika suatu kehancuran atau
kerusakan atas Objek Pertanggungan yang diasuransikan di sini disebabkan
oleh tindakan sengaja atau kerjasama dengan Tertanggung maka semua
manfaat berdasarkan Polis ini menjadi hilang.

8. Pemberian Ganti Rugi


8.1. Penanggung akan memberi penggantian atas kerugian yang telah disetujui
dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah diterimanya laporan akhir atau bukti
kerugian yang setara;

8.2. Metode penggantian klaim ditentukan oleh Penanggung dengan batas limit
maksimal sesuai dengan ketentuan Polis;

8.3. Kerugian sebagian :

a) Jika kerusakan tersebut dapat diperbaiki, didasarkan pada biaya


perbaikan yang layak.

b) Jika kerusakan tersebut tidak dapat diperbaiki, didasarkan pada harga


sebenarnya suku cadang di pasar bebas sesaat sebelum terjadinya
kerusakan ditambah biaya pemasangan yang layak.

c) Jika suatu suku cadang tidak diperjual-belikan di pasar bebas,


penentuan harga didasarkan pada harga yang tercatat terakhir di
Indonesia atau Tertanggung menyediakan suku cadang bersangkutan
dan Penanggung mengganti harga perolehan suku cadang tersebut
termasuk biaya pemasangan yang layak. Memperhitungkan depresiasi
sesuai dengan usia pemakaian dan kondisi Objek Pertanggungan.
Tertanggung tidak boleh mendapatkan ganti rugi yang lebih baik dari
pada kondisi atau keadaan seperti sesaat sebelum terjadinya kerusakan

8.4. Kerugian total adalah sebesar harga pada Objek Pertanggungan sesaat
sebelum terjadinya kerugian / kerusakan dikurangi depresiasi 1% (satu
persen) per bulan terhitung mulai periode asuransi sampai kerusakan yang
dijamin polis terjadi.

8.5. Tanggung jawab maksimum Penanggung dalam satu kejadian klaim (any one
accident) dan secara keseluruhan (in aggregate) selama berlangsungnya
Periode Asuransi adalah sebesar Total Harga Pertanggungan;

8.6. Apabila terjadi pertanggungan di bawah harga (underinsurance) maka jumlah


ganti rugi akan dihitung secara proporsional dengan formula dan ketentuan
sebagai berikut : Jumlah ganti rugi = (Value at risk / Harga Pertanggungan )
X Nilai klaim

8.7. Nilai ganti rugi yang dibayar oleh Penanggung akan dikurangi dengan risiko
sendiri yang tercantum dalam schedule polis.

8.8. Penanggung berhak menahan pemberian ganti rugi:

a. Jika terdapat keraguan sehubungan dengan hak Tertanggung untuk


menerima ganti rugi, menunggu penerimaan oleh Penanggung bukti
yang diperlukan;
b. Jika terkait dengan klaim suatu pemeriksaan oleh polisi atau
penyelidikan berdasarkan hukum pidana terhadap Tertanggung,
menunggu penyelesaian atas pemeriksaan atau penyelidikan Tersebut.

9. Asuransi Lain
Menyimpang dari Pasal 277 ayat 1 Kitab Undang- Undang Hukum Dagang, dalam
hal terjadi kerugian atau kerusakan atas harta benda dan atau kepentingan yang
dipertanggungkan, di mana harta benda dan atau kepentingan tersebut sudah
dijamin pula oleh satu atau lebih pertanggungan lain dan jumlah seluruh harga
pertanggungan polis yang ada (berlaku) lebih besar dari harga sebenarnya dari
harta benda dan atau kepentingan yang dimaksud itu sesaat sebelum terjadinya
kerugian, maka jumlah ganti rugi maksimum yang dapat diperoleh berdasarkan
Polis ini berkurang secara proporsional menurut perbandingan antara harga
pertanggungan polis ini dengan jumlah seluruh harga polis yang ada dan masih
berlaku, tetapi premi tidak dikurangi atau dikembalikan.

1. Ketentuan di atas akan dijalankan, biarpun segala pertanggungan yang


dimaksud itu dibuat dengan beberapa polis yang diterbitkan pada hari yang
berlainan, dengan tidak mengurangi ketentuan pada Pasal 277 Kitab
Undang-Undang Hukum Dagang, yaitu jika pertanggungan atau semua
pertanggungan itu tanggalnya lebih dahulu daripada tanggal Polis ini dan tidak
berisi ketentuan sebagaimana tersebut pada ayat 1 di atas.

2. Dalam hal terjadi kerugian atau kerusakan, Tertanggung wajib


memberitahukan secara tertulis pertanggungan-pertanggungan lain yang
sedang berlaku atas harta benda dan atau kepentingan yang sama pada saat
terjadinya kerugian atau kerusakan.

3. Dalam hal Tertanggung tidak memenuhi persyaratan ini maka haknya atas
ganti rugi menjadi hilang.

10. Subrogasi
Tertanggung akan melakukan dan setuju untuk melakukan serta mengijinkan
dilakukannya semua tindakan dan hal-hal yang mungkin diperlukan atau diminta
oleh Penanggung demi kepentingan atas segala hak atau pemulihan, atau untuk
memperoleh keringanan atau ganti rugi dari satu atau lebih pihak (selain dari
mereka yang diasuransikan di bawah Polis ini) terhadap siapa Penanggung
berhak atau menjadi berhak atau memperoleh hak tuntut setelah Penanggung
mengganti atau memperbaiki suatu kehancuran atau kerusakan berdasarkan Polis
ini, baik tindakan atau hal-hal tersebut perlu atau menjadi perlu atau diperlukan
sebelum atau sesudah ganti rugi diberikan kepada Tertanggung oleh Penanggung.
11. Prorata
Jika pada saat mulai terjadinya suatu kerusakan atau kehancuran yang dijamin
dalam Polis ini nilai harga pasar Objek Pertanggungan yang diasuransikan secara
kolektif lebih besar daripada Harga Pertanggungan yang tercantum dalam Ikhtisar
maka atas selisihnya Tertanggung dianggap sebagai penanggungnya sendiri dan
menanggung bagian sebanding dari kerugian tersebut dan dikurangi dengan risiko
sendiri.

12. Pembatalan
Penanggung diijinkan untuk membatalkan Polis ini dalam waktu 7 (tujuh) hari
setelah pemberitahuan tertulis mengenai hal tersebut dikirimkan Penanggung
kepada Tertanggung secara tercatat ke alamat terakhir yang diketahui dan
Penanggung akan mengembalikan premi secara prorata untuk Waktu
Pertanggungan yang belum berjalan.

13. Periode Asuransi


Periode asuransi adalah satu tahun atau selama berlangsungnya masa garansi,
mana yang lebih dahulu berakhir. Berakhirnya periode asuransi ini adalah pada
pukul 12 (dua belas) siang, pada kedua tanggal yang tercantum dalam Ikhtisar.

14. Risiko Sendiri


Polis ini tidak menjamin jumlah risiko sendiri yang tercantum dalam Ikhtisar terkait
dengan masing-masing dan setiap kerugian, sebagaimana yang ditentukan
setelah diberlakukannya semua syarat dan kondisi lain dalam Polis ini, termasuk
kondisi Prorata.

15. Harga Pertanggungan


Harga Pertanggungan adalah harga penjualan Objek Pertanggungan pada saat
penutupan asuransi dilakukan.
Setelah terjadinya suatu kerugian, kehancuran, atau kerusakan atas Objek
Pertanggungan tersebut, Harga Pertanggungan berkurang sebesar kerugian
tersebut.
Setelah dilakukannya pemulihan atas kerusakan / klaim, Tertanggung dapat
meminta pemulihan Harga Pertanggungan dengan membayar tambahan premi
yang dihitung secara prorata untuk sisa Periode Asuransi, namun demikian
Penanggung berhak menolak permintaan tersebut.

16. Berakhirnya Pertanggungan


Pertanggungan secara otomatis efektif berakhir bila :
1. Pertanggungan berakhir dengan sendirinya sesudah berakhirnya
periode asuransi yang tercantum dalam sertifikat polis.
2. Pertanggungan berakhir dengan sendirinya apabila Objek Pertanggungan
dan/atau kepentingan yang diasuransikan di bawah polis berpindah tangan
ke pihak lain
3. Pertanggungan berakhir dengan sendirinya sesudah ganti rugi atas Kerugian
Total atau hal yang dapat dipersamakan dengan Kerugian Total termasuk
dibayarkan.
4. Pertanggungan berakhir dengan sendirinya jika segel pada Objek
Pertanggungan rusak.
5. Tertanggung meninggal dunia.

17. Pembayaran Premi


1. Merupakan syarat dari tanggung jawab Penanggung atas jaminan asuransi
berdasarkan Polis ini, setiap premi terhutang harus sudah dibayar lunas dan
secara nyata telah diterima seluruhnya oleh Penanggung:
a. jika jangka waktu pertanggungan tersebut 30 (tiga puluh) hari kalender
atau lebih, maka pelunasan pembayaran premi harus dilakukan dalam
tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari kalender dihitung dari tanggal mulai
berlakunya Polis; kecuali diperjanjikan lain antara Penanggung dan
Tertanggung;
b. jika jangka waktu pertanggungan tersebut kurang dari 30 (tiga puluh) hari
kalender, pelunasan pembayaran premi harus dilakukan dalam tenggang
waktu sesuai dengan jangka waktu pertanggungan yang disebut dalam
Polis; kecuali diperjanjikan lain antara Penanggung dan Tertanggung
2. Pembayaran premi dapat dilakukan dengan cara cek, bilyet giro, transfer atau
dengan cara lain yang disepakati antara Penanggung dan Tertanggung.
Penanggung dianggap telah menerima pembayaran premi, pada saat :

a. premi bersangkutan sudah masuk ke rekening Bank Penanggung, atau

b. Penanggung telah menyepakati pelunasan premi bersangkutan secara


tertulis.

3. Apabila premi dimaksud tidak dibayar sesuai dengan ketentuan dan dalam
jangka waktu yang ditetapkan, Polis ini batal dengan sendirinya tanpa harus
menerbitkan endosemen pembatalan terhitung mulai tanggal berakhirnya
tenggang waktu tersebut dan Penanggung dibebaskan dari semua tanggung
jawab atas kerugian sejak tanggal dimaksud. Namun demikian Tertanggung
tetap berkewajiban membayar premi untuk jangka waktu pertanggungan yang
sudah berjalan sebesar 20% (dua puluh per seratus) dari premi satu tahun.
4. Apabila terjadi kerugian yang dijamin oleh Polis dalam tenggang waktu
Penanggung hanya akan bertanggung jawab terhadap kerugian tersebut apabila
Tertanggung melunasi premi dalam tenggang waktu bersangkutan.

KONDISI KHUSUS

1. Harga Pertanggungan
Merupakan suatu syarat dari asuransi ini bahwa Harga Pertanggungan yang
tercantum dalam Ikhtisar tidak boleh kurang dari biaya pemulihan seandainya
Objek Pertanggungan yang diasuransikan dipulihkan pada hari pertama dari
Periode Asuransi, artinya adalah biaya penggantian benda yang diasuransikan
dengan benda baru dalam kondisi yang sama tetapi tidak lebih baik atau lebih
ekstensif dari kondisinya ketika baru.
2. Dasar Penyelesaian Kerugian
Dalam hal suatu kehancuran atau kerusakan pemberian ganti rugi harus dihitung
atas dasar biaya perbaikan atau penggantian baru Objek Pertanggungan yang
hancur atau rusak, dan tunduk kepada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Perbaikan atau penggantian baru berarti:

a. Jika Objek Pertanggungan hancur, penggantian Objek Pertanggungan


tersebut dengan Objek Pertanggungan serupa, dalam kondisi yang
sama tetapi tidak lebih baik atau lebih ekstensif dari kondisinya pada
saat terjadinya kerugian dan atau maksimal ketika baru;
b. Jika Objek Pertanggungan rusak, perbaikan kerusakan dan pemulihan
bagian yang rusak dari Objek Pertanggungan tersebut ke suatu
kondisi yang secara substansial sama tetapi tidak lebih baik atau lebih
ekstensif dari kondisinya pada saat terjadinya kerugian dan atau
maksimal ketika baru.

2. Ketentuan Khusus:
a. Perbaikan harus dilaksanakan dengan cepat dan wajar;
b. Jika Objek Pertanggungan hancur atau rusak sebagian saja, maka
tanggung jawab Penanggung tidak akan melebihi jumlah yang
mencerminkan biaya dimana Penanggung seharusnya membayar
biaya perbaikan seandainya Objek Pertanggungan tersebut hancur
seluruhnya;
c. Jika pada saat perbaikan jumlah yang mencerminkan biaya yang
seharusnya dikeluarkan dalam perbaikan seandainya seluruh Objek
Pertanggungan yang diasuransikan hancur ternyata melebihi Harga
Pertanggungan pada saat mulai terjadinya kehancuran atau
kerusakan, atas selisih antara Harga Pertanggungan dengan jumlah
yang mencerminkan biaya perbaikan seluruh Objek Pertanggungan
Tertanggung dianggap sebagai penanggungnya sendiri dan
menanggung bagian atas kerugian tersebut secara proporsional;
d. Jumlah yang dapat dibayarkan untuk biaya perbaikan atau
penggantian baru akan dihitung atas dasar nilai tunai sebenarnya dari
Objek Pertanggungan sesaat sebelum kehancuran atau kerusakan,
dengan memperhitungkan depresiasi atas usia pemakaian dan kondisi
Objek Pertanggungan tersebut.

3. Mata Uang
Dengan ini dipahami dan disetujui bahwa apabila suatu kerugian yang diakui, bila
ada, ditetapkan dalam mata uang selain daripada mata uang yang tercantum
dalam Ikhtisar, maka nilai tukar yang digunakan adalah kurs tengah untuk uang
kertas yang diumumkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tercapainya
kesepakatan antara Penanggung dan Tertanggung mengenai besarnya kerugian.

4. Penghentian Pertanggungan
a. Penanggung dan Tertanggung masing-masing berhak setiap waktu
menghentikan pertanggungan ini dengan memberitahukan alasannya.

b. Pemberitahuan penghentian dimaksud dilakukan secara tertulis melalui surat


tercatat oleh pihak yang menghendaki penghentian pertanggungan kepada
pihak lainnya di alamat terakhir yang diketahui. Penanggung bebas dari
segala kewajiban berdasarkan Polis ini, 5 (lima) hari kalender terhitung sejak
tanggal pengiriman surat tercatat atas pemberitahuan tersebut.

c. Apabila terjadi penghentian pertanggungan sebagaimana dimaksud pada ayat


(1) di atas, premi akan dikembalikan secara prorata untuk jangka waktu
pertanggungan yang belum dijalani, setelah dikurangi biaya akuisisi
Penanggung. Namun demikian, dalam hal penghentian pertanggungan
dilakukan oleh Tertanggung di mana selama jangka waktu pertanggungan
yang telah dijalani, telah terjadi klaim yang jumlahnya melebihi jumlah premi
yang tercantum dalam Ikhtisar Pertanggungan, maka Tertanggung tidak
berhak atas pengembalian premi untuk jangka waktu pertanggungan yang
belum dijalani.

KLAUSULA PERSELISIHAN
1. Apabila timbul perselisihan antara Penanggung dan Tertanggung sebagai akibat
dari penafsiran atas tanggung jawab atau besarnya ganti rugi dari polis, maka
perselisihan tersebut akan diselesaikan melalui perdamaian atau musyawarah
dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari kalender sejak timbulnya
perselisihan. Perselisihan timbul sejak Tertanggung atau penanggung menyatakan
secara tertulis ketidaksepakatan atas hal yang diperselisihkan.

2. Apabila penyelesaian perselisihan melalui perdamaian atau musyawarah


sebagaimana diatur pada butir 1 diatas tidak mencapai kesepakatan, maka
ketidaksepakatan tersebut harus dinyatakan secara tertulis oleh Penanggung dan
Tertanggung, selanjutnya Tertanggung dapat meminta Badan Mediasi Asuransi
Indonesia (BMAI) untuk bertindak sebagai mediator dalam upaya mencapai
penyelesaian perselisihan tersebut sesuai dengan Peraturan dan Prosedur yang
berlaku di BMAI atau melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Asuransi
lainnya (LAPS) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

3. Apabila penyelesaian perselisihan melalui perdamaian atau musyawarah


sebagaimana diatur pada butir 1 diatas tidak dapat dicapai, Tertanggung tidak
menempuh mediasi melalui BMAI atau menempuh mediasi melalui BMAI tetapi
keputusan ajudikasi BMAI tidak dapat diterima oleh Tertanggung maka
Penanggung memberikan kebebasan kepada Tertanggung untuk memilih salah
satu pilihan penyelesaian sengketa sebagaimana diatur di bawah ini:
a. Arbitrase

Dengan ini dinyatakan dan disepakati bahwa Tertanggung dan


Penanggung akan melakukan penyelesaian sengketa melalui Majelis
Arbitrase Ad Hoc sebagai berikut :
i. Majelis Arbitrase Ad Hoc terdiri dari (tiga) orang Arbiter.
Tertanggung dan penanggung masing-masing menunjuk seorang
Arbiter dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender setelah
diterimanya pemberitahuan, yang kemudian kedua Arbiter tersebut
memilih dan menunjuk Arbiter ketiga dalam waktu 14 (empat belas)
hari kalender setelah Arbiter yang kedua ditunjuk. Arbiter ketiga
menjadi ketua Majelis Arbitrase Ad Hoc.
ii. Dalam hal terjadi ketidaksepakatan dalam penunjukkan Arbiter
ketiga, Tertanggung dan atau Penanggung dapat mengajukan
permohonan kepada ketua Pengadilan Negeri.
iii. Pemeriksaan atas sengketa harus diselesaikan dalam waktu paling
lama 180 (seratus delapan puluh) hari sejak Majelis Arbitrase Ad
Hoc terbentuk. Dengan persetujuan para pihak dan apabila
dianggap perlu oleh Majelis Arbitrase Ad Hoc, jangka waktu
pemeriksaan sengketa dapat diperpanjang.
iv. Putusan Arbitrase bersifat final dan mempunyai kekuatan hukum
tetap dan mengikat Tertanggung dan Penanggung. Dalam hal
Tertanggung dan atau Penanggung tidak melaksanakan putusan
Arbitrase secara sukarela, putusan dilaksanakan berdasarkan
perintah ketua Pengadilan Negeri.
v. Untuk hal-hal yang belum diatur dalam Pasal ini berlaku ketentuan
yang diatur dalam undang-undang tentang Arbitrase, yang untuk ini
saat adalah Undang-Undang Republik Indonesia No. 30 Tahun
1999 tanggal 12 Agustus 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif
Penyelesaian Sengketa.
b. Pengadilan
Dengan ini dinyatakan dan disepakati bahwa Tertanggung dan
Penanggung akan melakukan penyelesaian sengketa melalui Pengadilan
Negeri di Wilayah Republik Indonesia.

4. Dalam hal keputusan ajudikasi BMAI ditolak oleh Tertanggung, namun


Tertanggung tidak melakukan upaya penyelesaian melalui arbitrase atau
pengadilan dalam waktu 180 (seratus delapan puluh) hari kalender sejak tanggal
dikeluarkannya keputusan ajudikasi secara tertulis oleh BMAI tersebut, maka hak
Tertanggung atas ganti rugi berdasarkan Polis ini hilang dengan sendirinya.

KLAUSULA
PENGAKUAN PENANGGALAN ELEKTRONIK
(EDRC “A”)

Untuk tujuan Klausula ini yang dimaksud Peralatan Elektronik adalah segala bentuk
komputer, sistem pengolahan, penyimpanan, dan penyelamatan data, atau termasuk,
namun tidak terbatas pada, segala bentuk komputer, hardware, software, media,
microchip atau integrated circuit, atau peralatan sejenis lainnya.

Polis ini tidak menjamin kerugian atau kerusakan, baik yang bersifat langsung maupun
tidak langsung, yang disebabkan atau dipengaruhi oleh, atau yang timbul dari
kesalahan atau ketidakmampuan dari Peralatan Elektronik, baik yang dimiliki oleh
Tertanggung ataupun bukan, dan baik yang terjadi sebelum, selama, ataupun setelah
tahun 2000 dalam hal:
a. Mengenal dengan benar setiap tanggal sebagai tanggal kalender yang benar;

b. Menangkap, menyimpan, menahan, memroses, memanipulasi secara benar,


dan/atau menafsirkan data atau informasi atau perintah atau instruksi, sebagai
hasil dari lompatan perhitungan tahun; dan/ata
c. Menangkap, menyimpan, menahan, memproses data dengan baik sebagai
hasil menjalankan perintah-perintah yang telah diprogram dalam Peralatan
Elektronik sebagai perintah yang menyebabkan kerugian atau
ketidakmampuan untuk menangkap, menyimpan, menahan, atau memroses
data dengan benar pada atau setelah tanggal tersebut.

Namun Klausula ini tidak mengecualikan kerugian fisik, kehancuran, atau kerusakan,
kecuali ditentukan lain, yang timbul sendiri dari kebakaran, petir, peledakan, kejatuhan
pesawat terbang, huru-hara, pemogokan, perbuatan jahat, gempa bumi, angin topan,
banjir, air yang melimpah dari peralatan tangki atau pipa, atau tertabrak kendaraan.

KLAUSULA PENGECUALIAN
KEWAJIBAN KONTRAKTUAL TAMBAHAN

Bertentangan dengan ketentuan yang berlaku sebaliknya di dalam Polis ini, di sini
dinyatakan dan disetujui bahwa pertanggungan ini tidak menjamin kewajiban
kontraktual tambahan yang timbul dengan cara apapun, dalam hal ini diartikan sebagai
keputusan atas seorang penanggung yang dibuat oleh suatu pengadilan dalam
yurisdiksi yang berwenang, yang tidak dijamin oleh kontrak asuransi antara pihak-pihak
bersengketa.

Klausula ini tunduk kepada semua syarat dan ketentuan lain di dalam Polis.

KLAUSUL KEBONGKARAN/PENCURIAN DENGAN TINDAKAN KEKERASAN

Dengan ini dicatat, disepakati dan disetujui bahwa Polis ini hanya menjamin kerugian
kehilangan Objek Pertanggungan akibat Pencurian dengan tindakan kekerasan yang
terjadi dalam masa periode pertanggungan, yang mana didukung oleh laporan polisi
dan atau laporan medis kedokteran.
KLAUSULA PENGECUALIAN
REMBESAN, POLUSI, DAN KONTAMINASI
(NMA 1685 – TIBA-TIBA DAN TIDAK DISENGAJA)

Pertanggungan ini tidak menjamin segala tanggung jawab hukum atas:


1. Cedera Diri, Cedera Badan, kerugian, kehancuran, atau hilangnya fungsi harta
benda yang baik secara langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh
rembesan, polusi, atau kontaminasi, dengan syarat bahwa alinea (1) ini tidak
berlaku bagi tanggung jawab hukum atas Cedera Diri, Cedera Badan, kerugian,
kehancuran fisik, kerusakan atas harta benda konkrit, ataupun hilang atau
rusaknya fungsi harta benda tersebut, jika rembesan, polusi, atau kontaminasi
termasuk disebabkan oleh kejadian yang tiba tiba, tidak dimaksudkan atau
diharapkan, yang terjadi selama berlangsungnya Periode Asuransi.

2. Biaya untuk meniadakan, mengurangi, atau membersihkan bahan yang


merembes atau menimbulkan polusi atau kontaminasi, kecuali jika rembesan,
polusi, atau kontaminasi termasuk disebabkan oleh kejadian yang tiba-tiba, tidak
dimaksudkan atau diharapkan, yang terjadi selama berlangsungnya Periode
Asuransi.

3. Denda, penalti, atau sanksi keuangan.

4. Klausula ini tidak memperluas pertanggungan untuk menja-min segala tanggung


jawab hukum yang memang tidak dijamin Polis seandainya Klausula ini tidak
dilekatkan.

KLAUSUL PENGECUALIAN TERORISME (NMA 2920 - 08/10/2001)

Bahwa walaupun ketetapan yang ada bertentangan dengan asuransi ini atau
endorsement, disetujui bahwa asuransi ini mengecualikan kerugian, kerusakan, biaya
atau ongkos apapun yang sifatnya secara langsung ataupun tidak langsung disebabkan
oleh, hasil dari atau dalam hubungan dengan tindakan terorisme apapun tanpa
memperhatikan penyebab lainnya atau kejadian yang mengambil bagian secara
bersamaan terjadi atau dalam rangkaian lain pada suatu kerugian.

Sebagai tujuan endorsement, tindakan terorisme ini berarti suatu tindakan, termasuk
tetapi tidak terbatas pada penggunaan kekerasan atau kekuatan dan/atau ancaman,
secara perorangan atau group, apakah merupakan tindakan yang berdiri sendiri atau
atas nama atau dalam hubungan dengan suatu organisasi atau pemerintahan, yang
dilakukan untuk tujuan politik, keagamaan, ideologi atau tujuan yang sama termasuk
niat untuk mempengaruhi suatu pemerintahan dan/atau masyarakat, atau bagian dari
masyarakat, dalam ketakutan.

Endorsement ini juga mengecualikan kerugian, kerusakan, biaya atau ongkos apapun
yang dialami secara langsung atau tidak langsung disebabkan oleh, dihasilkan dari atau
dalam hubungan dengan beberapa tindakan yang diambil dalam pengawasan,
pencegahan, penindasan atau sesuatu yang berhubungan dengan suatu tindakan
terorisme.
Jika Underwriter menduga bahwa dengan alasan pengecualian ini, beberapa kerugian,
kerusakan, biaya atau ongkos tidak dijamin oleh asuransi ini , beban pembuktian
sebaliknya ada pada Tertanggung.

Dalam suatu kejadian beberapa bagian dari endorsement ini ditemukan cacat atau tidak
dapat dilaksanakan, maka ketentuan selebihnya akan berkekuatan penuh dan
berpengaruh.

KLAUSULA PENGECUALIAN ASBESTOS TOTAL

Dengan ini dipahami dan disetujui bahwa pertanggungan ini tidak berlaku atas dan
tidak menjamin tanggung jawab hukum nyata atau dituduhkan apapun atas satu atau
lebih klaim yang timbul akibat satu atau lebih kerugian yang baik secara langsung
maupun tidak langsung terjadi dari, dikarenakan oleh, atau merupakan konsekuensi
dari asbestos dalam segala bentuk dan jumlah.

Anda mungkin juga menyukai