0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan166 halaman

Manajemen UMKM dan Koperasi di Indonesia

Pertemuan membahas pentingnya koperasi dan UMKM sebagai fondasi perekonomian Indonesia. Koperasi dan UMKM mampu menciptakan peluang usaha baru dengan modal kecil dan menyerap tenaga kerja besar, sehingga berperan dalam pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan166 halaman

Manajemen UMKM dan Koperasi di Indonesia

Pertemuan membahas pentingnya koperasi dan UMKM sebagai fondasi perekonomian Indonesia. Koperasi dan UMKM mampu menciptakan peluang usaha baru dengan modal kecil dan menyerap tenaga kerja besar, sehingga berperan dalam pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertemuan I

Manajemen Usaha Mikro Kecil


Menengah (UMKM)
dan Koperasi
Referensi:
1. Tanjung M Azrul. 2018. Koperasi Dan UMKM Sebagai Fondasi Perekonomian
Indonesia .Jakarta, Erlangga.
2. Sumardin, [Link] Manajemen Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah
.Jakarta, Trussmedia Grafika.
3. Agung Ahmad, [Link] Koperasi Dan UMKM. Bandung, Manggu Makmur
Tanjung Lestari.
4. Burhanuddin, 2012. Koperasi Syariah dan Pengaturannya di Indonesia. Malang,
UIN Maliki Press.
5. Undang-undang terkait
Penilaian:

1. Kehadiran 20%
2. Tugas dan Kuis 25%
3. UTS (online) 25%
4. UAS (presentasi) 30%
MANAJEMEN
Apakah manajemen itu???

• Paul Hersey dan Kennet H Blanchard :” management


as working with and through individuals and groups
to accomplish organizational goals”.
• Mary Parker Follet: seni dalam menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain.
• HB Siswanto : manajemen adalah seni dan ilmu
dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pemotivasian dan pengendalian terhadap orang dan
mekanisme kerja untuk mencapai tujuan.
• James AF Stoner dan Charles Wankel :”
management is the process of planning,
organizing, leading and controlling the effort of
organization members and of using all other
organizational resources to achieve stated
organizational goals”.

(manajemen adalah proses perencanaan,


pengorganisasian, kepemimpinan dan
pengendalian upaya anggota organisasi dan
penggunaan seluruh sumber daya organisasi
lainnya demi tercapainya tujuan organisasi)
Perencanaan (Planning)
• Perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk
memilih tujuan dan cakupan pencapaiannya. Merencana
berarti mengupayakan penggunaan sumber daya manusia,
sumber daya alam dan sumber daya lainnya untuk
mencapai tujuan.

• Berdasarkan definisi tersebut, perencana minimum


memiliki tiga karakteristik berikut:
• Perencanaan tersebut harus menyangkut masa yang
akan datang
• Terdapat suatu elemen identifikasi pribadi atau
organisasi
• Masa yang akan datang.
Pembagian Rencana
RENCANA

RENCANA STRATEGIS RENCANA OPERASIONAL

MEWUJUDKAN
RENCANA SEKALI PAKAI RENCANA TETAP
MISI

PRAKIRAAN KEBIJAKAN

PROYEK PROSEDUR STANDAR

ANGGARAN ATURAN

Sumber: Stoner dan wankel (HB Siswanto, 2007: 48)


Pengorganisasian
• Organisasi dapat didefinisikan sebagai kelompok orang
yang saling berinteraksi dan bekerjasama untuk
merealisasikan tujuan bersama.

• Suatu organisasi mengandung tiga elemen yang saling


berhubungan. Ketiga elemen organisasi tersebut
adalah:
• Sekelompok orang
• Interaksi dan kerjasama
• Tujuan bersama
Individu Dan Perilaku Organisasi
Variabel yang mempengaruhi perilaku:

Variabel Perilaku Variabel


Fisiologis Individu Psikologis

Kemampuan fisik dan Persepsi, sikap, kepribadian,


kemampuan mental belajar, motivasi

Variabel Keluarga, kebudayaan,


Lingkungan kelas sosial

Menurut HB Siswanto (2007:76)


Pengarahan
“suatu proses pembimbingan, pemberian
petunjuk, dan instruksi kepada bawahan
agar mereka bekerja sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan
Tujuan pengarahan adalah:
• Menjamin kontinuitas perencanaan
• Membudayakan prosedur standar
• Menghindari kemangkiran yang tidak berarti
• Membina disiplin kerja
• Membina motivasi yang terarah
A. Kepemimpinan

Siswanto memberikan batasan kepemimpinan


sebagai sifat dan perilaku untuk
mempengaruhi bawahan agar mereka mampu
bekerjasama sehingga membentuk jalinan
kerja yang harmonis dengan pertimbangan
aspek efisien dan efektif untuk mencapai
tingkat produktifitas kerja sesuai dengan yang
telah ditetapkan.
Kualifikasi kepemimpinan
• Watak dan kepribadian yang terpuji
• Prakarsa yang tinggi
• Hasrat melayani bawahan
• Sadar dan faham kondisi lingkungan
• Intelegensi yang tinggi
• Berorientasi ke masa depan’
• Sikap terbuka dan lugas
• Widiasuara yang efektif
B. Koordinasi
Kemampuan manajer untuk melakukan
koordinasi secara efektif sebagian besar
tergantung pada jumlah bawahan yang melapor
kepadanya, yang di kenal sebagai rentang
kendali/rentang manajemen

Koordinasi (coordination) adalah proses


pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-
kegiatan pada satuan yang terpisah suatu
organisasi untuk mencapai tujuan organisasi
secara efisien.
C. Rentang Kendali
Rentang manajemen sering juga disebut dengan istilah:
span of control, span of authority, span of attention,
span of supervision.

Ada dua alasan utama mengapa rentang manajemen


yang tepat adalah penting:
• Rentang manajemen mempengaruhi penggunaan
efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif
dari bawahan mereka
• Ada hubungan antara rentang manajemen di
seluruh organisasi dan struktur organisasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi rentang
manajemen:
• Kesamaan fungsi
• Kedekatan geografis
• Tingkat pengawasan langsung yang dibutuhkan
• Tingkat koordinasi pengawasan yang
dibutuhkan
• Perencanaan yang dibutuhkan manajer
• Bantuan organisasional yang tersedia bagi
pengawas
D. Komunikasi
Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam
bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang
lain. Perpindahan pengertian tersebut lebih dari sekedar
kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tapi juga
ekspresi wajah, intonasi, titik putus vokal dan sebagainya.

E. Pemotivasian
Bernard Barelson dan Gary A Stainer , mengatakan bahwa
motivasi adalah keadaan kejiwaan dan sikap mental
manusia yang memberikan energi, mendorong kegiatan
dan mengarahkan /menyalurkan perilaku ke arah
pencapaian kebutuhan yang memberi kepuasan atau
mengurangi ketidakseimbangan
Standar Pengendalian
Terdapat empat langkah dalam pengendalian,
yaitu:
• Menetapkan standar metode untuk
pengukuran kinerja
• Mengukur kinerja
• Membandingkan kinerja sesuai dengan
standar
• Mengambil tindakan perbaikan
Karakteristik Pengendalian Yang
Efektif
• Akurat
• Tepat waktu
• Objektif dan komprehensif
• Dipusatkan pada tempat pengendalian strategis
• Secara ekonomi realistik
• Secara organisasi realistik
• Dikoordinasikan dengan arus pekerjaan organisasi
• Fleksibel
• Preskriptif dan operasional
• Diterima para anggota organisasi
Penerapan manajemen yang baik akan membawa
organisasi apapun bentuknya, apakah berbentuk
UMKM maupun koperasi, untuk mampu
mencapai tujuannya secara efektif dan efisien.

Olehkarena itu manajer dituntut untuk


memahami dan menerapkan seluruh fungsi
manajemen dimulai dari perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan/pelaksanaan dan
pengawasan dengan baik.

---------------------------- end----------------------------------
Soal Latihan
1. Manajemen adalah “proses perencanaan,
pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian
upaya anggota organisasi dan penggunaan seluruh
sumber daya organisasi lainnya demi tercapainya
tujuan organisasi”, adalah pendapat dari:
a. James AF Stoner dan Charles Wankel
b. HB. Siswanto
c. Mary Parker Follet
d. John D millet
e. Paul Hersey
2. Tiga karakteristik perencanaan, diantaranya
adalah:
a. Menyangkut masa yang akan datang
b. Tidak boleh di rubah
c. Objektif dan komprehensif
d. Dipusatkan pada tempat pengendalian
strategis
e. Secara ekonomi realistik
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi rentang
manajemen (kecuali):
a. Bantuan pribadi bagi pengawas
b. Kesamaan fungsi
c. Kedekatan geografis
d. Tingkat pengawasan langsung yang dibutuhkan
e. Tingkat koordinasi pengawasan yang
dibutuhkan
4. Terdapat empat langkah dalam pengendalian,
diantaranya:
a. Menetapkan standar metode untuk
pengukuran kinerja
b. Perubahan dalam lingkungan organisasi
c. Kompleksitas organisasi
d. Kesalahan yang sering terjadi
e. Dampak delegasi wewenang
5. Karakteristik Pengendalian Yang Efektif
(kecuali):
a. Efisien
b. Akurat
c. Tepat waktu
d. Objektif dan komprehensif
e. Dipusatkan pada tempat pengendalian
strategis

Selamat belajar !!!


Pertemuan 2
KOPERASI DAN UMKM
SEBAGAI
FONDASI PEREKONOMIAN
Dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 dengan tegas
dinyatakan bahwa:
“Perekonomian disusun sebagai usaha bersama
berdasar atas azas kekeluargaan”

bahkan beberapa TAP MPR, beberapa UU merinci


makna demokrasi, keadilan berusaha dan
kemakmuran bagi seluruh rakyat sebagai pilar
utama dalam menjalankan sistem ekonomi
kerakyatan dengan cukup jelas.
UU yang dimaksud diantaranya adalah:

1. UU Nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian yang


menjelaskan tentang koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat
secara rinci

2. UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, termasuk


keputusan Menteri Negara BUMN No. 236 Tahun 2003 yang
mewajibkan pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan (PKBL) dengan menyisihkan laba setelah pajak
sekitar 1-3 % pertahun, termasuk dalam hal ini adalah
program kemitraan dengan UMKM.

2. UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan


Menengah (UMKM) yang memberikan perlindungan dan hak
terhadap akses sumber-sumber ekonomi.
Kelebihan Koperasi dan UMKM:
• Kemampuan menciptakan peluang-peluang usaha baru yang
cukup besar tanpa harus dimulai dengan modal yang besar

• Kemampuan dalam menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang


besar

• Kemampuan dalam menyumbangkan Produk Domestik Bruto


(PDB) yang cukup besar

• Kemampuan dalam menyumbangkan hasil ekspor sekaligus


sumber pemasukan devisa negara

• Kemampuan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan


pasar yang begitu cepat, termasuk dalam hal ini adalah
kemampuan dalam menghadapi krisis ekonomi
Lanjutan...
• Kemampuan dalam inovasi teknologi, terutama dalam
memanfaatkan teknologi sederhana dan tepat guna

• Kemampuan dalam menciptakan dinamisme manajerial


dan hubungan kemanusiaan dengan pegawai

• Kemampuan mengelola sumber daya ekonomi yang dimiliki


sendiri (tanah, modal, tenaga kerja dan sebagainya) tnpa
harus melibatkan diri dengan pihak ketiga, terutama bank

• Relatif tidak membebani keuangan negara maupun


perbankan dalam bentuk kredit macet, apalagi membebani
bank indonesia dalam bentuk BLBI seperti yang terjadi
dengan perusahaan besar selama ini.
Maka dari itu, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah) perlu diberdayakan dengan cara:

• Penumbuhan iklim usaha yang mendukung


pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah; dan

• Pengembangan dan pembinaan Usaha Mikro,


Kecil, dan Menengah.
Pengertian Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah (UMKM)
• Pengertian Usaha Mikro :
adalah usaha produktif milik orang perorangan
dan/atau badan usaha perorangan yang
memenuhi kriteria Usaha Mikro yaitu:
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak
Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling
banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta
rupiah).
Pengertian Usaha Kecil :

adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri


sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan
atau badan usaha yang bukan merupakan
anak perusahaan atau bukan cabang
perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau
menjadi bagian baik langsung maupun tidak
langsung dari Usaha Menengah atau Usaha
Besar.
Kriteria Usaha Kecil:

1. Usaha Kecil yaitu memiliki kekayaan bersih lebih dari


Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai
dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus
juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan
tempat usaha

2. memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari


Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai
dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar
lima ratus juta rupiah).
Pengertian Usaha Menengah :

adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri


sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan
atau badan usaha yang bukan merupakan
anak perusahaan atau cabang perusahaan
yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian
baik langsung maupun tidak langsung dengan
Usaha Kecil atau Usaha Besar.
Lanjutan…

Kriteria Usaha Menengah:

1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00


(lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau
2. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari
Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta
rupiah) sampai dengan paling banyak
Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).
Kriteria UMKM berdasarkan
Aset dan Omset

Sumber : UU No. 20 Tahun 2008


Kriteria UMKM berdasarkan
Jumlah Tenaga Kerja

NO Kelopok UMKM Jumlah Tenaga Kerja


1 Usaha Mikro Kurang dari 4 orang

2 Usaha kecil 5 Sampai dengan 19 Orang

3 Usaha Menengah 20 Sampai dengan 99 orang

Sumber : BPS
Adapun Azas Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah (UMKM) adalah
– Kekeluargaan;
– Demokrasi ekonomi;
– Kebersamaan;
– Efisiensi berkeadilan;
– Berkelanjutan;
– Berwawasan lingkungan;
– Kemandirian;
– Keseimbangan kemajuan; dan
– Kesatuan ekonomi nasional.

• Sedangkan tujuan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)


ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam
rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi
ekonomi yang berkeadilan.
Prinsip pemberdayaan
Usaha Mikro, kecil dan Menengah
(UMKM)
– Penumbuhan kemandirian, kebersamaan, dan
kewirausahaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah untuk
berkarya dengan prakarsa sendiri.
– Perwujudan kebijakan publik yang transparan, akuntabel,
dan berkeadilan.
– Pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan
berorientasi pasar sesuai dengan kompetensi Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah.
– Peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
– Penyelenggaraan perencanaan pelaksanaan, dan
pengendalian secara terpadu.
Potensi UMKM dari sisi Internal :

• Jumlah UMKM yang besar merupakan modal dasar untuk


berkontribusi lebih besar dalam perekonomian.

• Struktur dan karakteristik organisasi, usaha dan


pengelolaan UMKM yang cukup fleksibel memberi
kemudahan untuk menyesuaikan dengan perubahan
kapasitasnya, serta perubahan pasar dan perekonomian.

• UMKM menghasilkan produk dan jasa dengan harga yang


terjangkau masyarakat, sehingga berkontribusi dalam
penguatan pasar domestik, khususnya dalam penyediaan
barang dan jasa yang menjadi kebutuhan utama
masyarakat.
lanjutan...
Potensi UMKM dari sisi Internal
• Produk-produk UMKM sebagian besar memiliki kaitan
yang kuat dengan sumber daya dan budaya lokal, serta
pengetahuan, keterampilan tangan dan pola kerja yang
diwariskan secara turun-temurun. Penggunaan sumber
daya lokal mengurangi ketergantungan terhadap bahan
baku impor.

• Jumlah UMKM yang besar merupakan potensi untuk


pengembangan keterkaitan usaha dalam skema rantai
nilai dan rantai pasok sehingga efisiensi sistem
produksi dan pemasaran dapat ditingkatkan.
Potensi UMKM dari sisi Eksternal :

• Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM dan


Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 memberi kepastian hukum
bagi pengembangan UMKM.

• Kemudahan mendirikan usaha secara informal di Indonesia,


khususnya pada skala mikro, menjadikan potensi penumbuhan
wirausaha baru dan UMKM sangat besar.

• Kemudahan untuk mendirikan usaha juga didukung dengan


ketersediaan sumber daya alam dan skala permintaan yang besar
(populasi penduduk yang besar), meskipun tingkat kreativitas dalam
pemanfaatan sumber daya alam dan potensi permintaan pasar
tersebut berbeda antar wilayah.
Lanjutan,,
Potensi UMKM dari sisi Eksternal :

• Kebijakan pemerintah pusat dan daerah, serta


dukungan para pemangku kepentingan
memungkinkan UMKM terus berkembang.

• Peningkatan proporsi penduduk usia


produktif, yang disertai pendidikan dan
keterampilan yang lebih tinggi, menjadi
sumber tenaga kerja terampil dan
penumbuhan
Permasalahan yang dihadapi oleh
UMKM saat ini secara garis besar
berkaitan dengan:

• Kualitas SDM yang rendah


• Peran sistem pendukung yang kurang optimal
• Kebijakan dan peraturan yang kurang efektif
Sementara itu tantangan yang perlu ditangani dalam
pengembangan UMKM ke depan umumnya berkaitan
dengan perbaikan kondisi UMKM, di antaranya:
• Peningkatan formalisasi usaha dengan tata kelola
usaha yang lebih baik.
• Peningkatan produktivitas yang didukung tenaga
kerja terampil dan penerapan teknologi.
• Peningkatan kapasitas untuk membangun
kemitraan dan bergabung dalam jaringan produksi
dan pemasaran global.
• Pemanfaatan peluang yang semakin terbuka dari
pasar global dan perjanjian kerjasama ekonomi
bilateral dan kawasan lainnya.
• Perbaikan kebijakan dan peraturan yang responsive
terhadap perbaikan kinerja dan daya saing UMKM.
Latihan Pertemuan 2
1. Usaha Mikro dengan omset maksimal :
a. Rp 500 juta
b. Rp 400 juta
c. Rp 300 juta
d. Rp 200 juta
e. Rp 100 juta
2. Berikut merupakan Azas dan tujuan dari Usaha Mikro, Kecil
dan Menengah (UMKM) kecuali :
a. Kekeluargaan
b. Kemandirian
c. Berkelanjutan
d. Demokrasi ekonomi
e. Beretika

3. Undang-Undang yang mengatur tentang UMKM :


[Link] No. 10 tahun 2008
[Link] No. 20 tahun 2008
[Link] No. 30 tahun 2008
[Link] No. 40 tahun 2008
[Link] No. 50 tahun 2008
4. Konstribusi UMKM terhadap tenaga kerja di Indonesia :
a. 97,02%
b. 97,03%
c. 97,04%
d. 97,05%
e. 97,06%

5. UMKM merupakan singkatan dari:


a. Usaha Mikro, Keren dan Menarik
b. Usaha Mini, Kecil dan Menengah
c. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
d. Usaha Makro, Kecil dan Menengah
e. Usaha Menuju Kecil dan Menengah

Selamat Belajar 
Pertemuan 3

PERIZINAN
DAN LEGALITAS UMKM
Tujuan Perizinan

a. Menyederhanakan tata cara dan jenis perizinan


usaha dengan sistem pelayanan terpadu satu
pintu.

b. Membebaskan biaya perizinan bagi Usaha Mikro


dan memberikan keringanan biaya perizinan bagi
Usaha Kecil.
Jenis Usaha terdiri dari

a. Usaha berbadan hukum, antara lain Perseroan


Terbatas (PT), Yayasan, Koperasi.

b. Usaha bukan berbadan hukum, antara lain usaha


perorangan, persekutuan komanditer (CV), Firma, dan
lain-lain.
JENIS PERIJINAN USAHA DAN
TATA CARA MENGURUSNYA

1. Ijin Usaha Mikro dan Kecil


(IUMK)

adalah tanda legalitas kepada seseorang atau pelaku


usaha/kegiatan tertentu dalam bentuk izin usaha mikro dan kecil
dalam bentuk satu lembar. IUMK dimaksud untuk memberikan
kepastian hukum dan sarana pemberdayaan bagi pelaku usaha
mikro dan kecil dalam mengembangkan usahanya
Tujuan pengaturan IUMK bagi pelaku
usaha mikro dan kecil untuk :

a. Mendapatkan kepastian dan perlindungan dalam berusaha


dilokasi yang telah ditetapkan;
b. Mendapatkan pendampingan untuk pengembangan usaha;
c. Mendapatkan kemudahan dalam akses pembiayaan ke
lembaga keuangan bank dan non-bank; dan
d. Mendapatkan kemudahan dalam pemberdayaan dari
pemerintah, pemerintah daerah dan/atau lembaga lainnya
Cara Mengurus IUMK

Pelaku usaha Mikro dan Kecil bisa


mengajukan permohonan IUMK dengan
melampirkan berkas permohonan sebagai
berikut :
a. Kartu Tanda Penduduk
b. Kartu Keluarga
c. Pas photo terbaru berwarna ukuran 4 x 6
cm sebanyak 2 lembar
d. Surat pengantar dari RT atau RW terkait
lokasi usaha
e. Mengisi formulir yang telah disediakan
Pengurusan IUMK juga dipermudah
dengan adanya:

Online Single Submission (OSS)

yang diluncurkan pemerintah.


Pelayanan perizinan berusaha
terintegrasi secara elektronik tersebut
memudahkan proses perizinan
terintegrasi dari daerah ke pusat dan
tidak perlu memakan waktu lama.
Sistem berupa website dan aplikasi
mobile bernama MyUKM untuk
mengurus IUMK secara online
2. Nomor Induk Berusaha (NIB)

Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah identitas pelaku usaha


dalam rangka pelaksaanaan kegiatan berusaha sesuai bidang
usahanya. NIB wajib dimiliki pelaku usaha yang ingin mengurus
perizinan berusaha melalui OSS.

NIB sekaligus berlaku sebagai:


a. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
b. Angka Pengenal Impor (API), jika pelaku usaha akan
melakukan kegiatan impor
c. Akses Kepabeanan, jika pelaku usaha akan melakukan
kegiatan ekspor dan/atau import.
Sebelum membuat akun OSS, pelaku usaha dapat menyiapkan
dokumen berikut:

a. Memiliki NIK dan menginputnya dalam proses pembuatan user-ID.


Khusus untuk pelaku usaha berbentuk badan usaha, Nomor Induk
Kependudukan (NIK) yang dibutuhkan adalah NIK Penanggung Jawab
Badan Usaha.

b. Pelaku usaha badan usaha berbentuk PT, badan usaha yang didirikan
oleh yayasan, koperasi, CV, firma, dan persekutuan perdata
menyelesaikan proses pengesahan badan usaha di Kementerian
Hukum dan HAM melalui AHU Online, sebelum mengakses OSS.

c. Pelaku usaha badan usaha berbentuk Perum, Perumda, badan


hukum lainnya yang dimiliki oleh negara, badan layanan umum atau
lembaga penyiaran menyiapkan dasar hukum pembentukan badan
usaha.
Tahapan Permohonan
Perizinan Secara Online
a. Membuat akun OSS
b. Masuk ke akun OSS dan mengisi data
c. Mengunduh NIB
3. Ijin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT)

Adalah ijin bagi usaha bidang makanan dan kosmetik


berbasis home industry. Sertifikat Produksi Pangan –
Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) adalah jaminan
tertulis yang diberikan oleh Bupati/Walikota – melalui
Dinas Kesehatan - terhadap pangan hasil produksi
Industri Rumah Tangga yang telah memenuhi
persyaratan dan standar keamanan tertentu, dalam
rangka produksi dan peredaran produk pangan
Syarat-syarat pembuatan PIRT
:

a. Formulir permohonan
Sertifikat Produksi Pangan
Industri Rumah Tangga (SPP-
PIRT). Untuk format
formulir,
b. Fotokopi Sertifikat Pelatihan
Keamanan Pangan
c. Fotokopi KTP
d. Denah lokasi usaha
e. Surat keterangan Berbadan
Sehat dari Puskesmas
4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan
kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi
perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri
atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan
kewajiban perpajakannya
Manfaat NPWP

a. Pengajuan Kredit ke Bank


b. Membuat SIUP
c. Melaksanakan Urusan Perpajakan
d. Melamar Pekerjaan
e. Syarat Membuat Rekening Bank
f. Membeli Produk Investasi
g. Syarat Mengikuti Lelang Proyek Pemerintah
h. Dan lain sebagainya
Ada tiga saluran yang bisa dipilih untuk dapat
memperoleh NPWP, yaitu:

a. Datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak/KP2KP yang


wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal/tempat kegiatan
usaha.
b. Kirim pos yaitu dengan mengirimkan formulir pendaftaran
dengan melampirkan dokumen yang disyaratkan ke
KPP/KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat
tinggal/kegiatan usaha.
c. Daftar online yaitu melalui lama e-registration Direktorat
Jenderal Pajak pada [Link] dan
mengunggah dokumen yang disyaratkan
5. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) merupakan


surat ijin yang diberikan kepada suatu badan usaha
agar dapat melakukan kegiatan usaha perdagangan.
Semua badan usaha, baik milik pribadi maupun
kelompok seperti PT, CV, UD, Koperasi, Firma,
BUMN dan lainnya diharuskan memiliki Surat Izin
Usaha Perdagangan karena menjadi bukti
pengesahan dari bisnis yang dijalankan.
JENIS SIUP
a. Surat Izin Usaha Perdagangan MIKRO, yaitu SIUP yang diberikan
kepada perusahaan perdagangan mikro, dengan modal dan
kekayaan tidak lebih dari Rp. 50 Juta.
b. Surat izin Usaha Perdagangan KECIL, yaitu SIUP yang harus dimiliki
perusahaan perdagangan dengan modal dan kekayaan bersih
seluruhnya sebanyak Rp. 50 Juta sampai dengan Rp. 500 Juta,
Namun tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
c. Surat Izin Usaha Perdagangan MENENGAH, yakni SIUP yang harus
dimiliki perusahaan perdagangan dengan modal dan kekayaan
bersih seluruhnya sebanyak Rp. 500 Juta – Rp. 10 Miliyar, Dan
tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
d. Surat Izin Usaha Perdagangan BESAR, yakni SIUP yang mesti
dimiliki perusahaan perdagangan dengan modal dan kekayaan
bersih seluruhnya lebih dari RP.10 Miliar, Namun tidak termasuk
tanah dan bangunan tempat usaha.
Fungsi SIUP :

a. Sebagai bukti atau alat


pengesahan sebuah usaha oleh
pemerintah, dengan begitu
segala kegiatan usaha dapat
dilakukan sesuai dengan SIUP
b. Bisa sebagai syarat agar dapat
mengikuti proses lelang yang
diselenggarakan oleh
pemerintah
c. Yang terakhir, Perdanganan
ekspor dan import bisa berjalan
lancar jika pengusaha telah
memiliki SIUP
Manfaat SIUP Bagi Pemilik Usaha

a. Suatu usaha akan diakui oleh pemerintah sehingga usaha yang


dijalankan akan mendapatkan perlindungan dari hukum sesuai
Undang-Undang. Dengan adanya perlindungan tersebut yakni agar
usaha Anda terbebas dari penertiban liar. Jika suatu saat terjadi
sengketa, maka Surat Izin Usaha Perdagangan dapat dijadikan sebagai
pegangan legalitasnya.
b. Apabila telah memiliki SIUP, maka seorang pengusaha akan dapat dan
mudah melakukan pinjaman modal ke bank dan juga koperasi. Dan
termasuk juga digunakan saat pengusaha tersebut mengikuti lelang
atau tender.
c. Bagi bisnis ekspor-impor di haruskan memiliki Surat Izin Usaha
Perdagangan
d. Dari definisi SIUP yang menjelaskan legalitas usaha yang Anda
jalankan, Jadi, otomatis usaha tersebut memiliki kredibilitas
terpercaya karena diakui pemerintah. Dengan begitu maka dapat
meningkatkan kepercayaan konsumen
6. Surat Ijin Tempat Usaha (SITU)
Merupakan bentuk izin yang diberikan kepada perorangan,
perusahaan, badan untuk dapat memperoleh tempat usaha sesuai
dengan tata ruang suatu wilayah yang diperlukan dalam rangka
penanaman modal.
Kewajiban Pemegang Izin
a. Memenuhi segala ketentuan yang sudah diatur dalam Peraturan
Daerah ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku di bidang tempat usaha;
b. Melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan tempat usaha yang
telah ditentukan; dan
c. Melaksanakan sebuah pemeliharaan, kebersihan, keselamatan
dan kesehatan lingkungan hidup berdasarkan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku.
Prosedur Pengurusan SITU
a. Mengisi sebuah formulir SITU dengan dilampiri keterangan izin surat
tertulis dari tetangga kanan, kiri, depan, dan belakang. Izin tersebut
dalam bentuk tanda tangan dan dapat menyatakan tidak keberatan
dengan adanya usaha yang akan dijalankan oleh orang yang
membuat SITU tersebut.
b. Meminta sebuah pengesahan terhadap formulir permohonan SITU
yang sudah diketahui oleh pejabat kelurahan dan kecamatan
setempat untuk dapat memperkuat izin SITU (Surat Izin Tempat
Usaha) tersebut.
c. Setelah izin SITU tersebut harus diketahui oleh lurah dan camat
setempat, maka selanjutnya adalah formulir permohonan SITU
tersebut diurus ke kota madia atau kabupaten setempat untuk
dapat memperoleh SITU (Surat Izin Tempat Usaha).
d. Membayar izin usaha tersebut dan juga mendaftar ulang.
e. Selesai.
7. Tanda Daftar Usaha (TDP)
Tanda Daftar Perusahaan (TDP) merupakan daftar pencatatan
resmi perusahaan, berisikan hal-hal yang kiranya wajib
didaftarkan oleh setiap badan usaha dan disahkan oleh pejabat
daerah yang berwenang

Jenis Badan Usaha Yang Wajib


Memiliki TDP
a. PT (Perseroan Terbatas)
b. Koperasi
c. CV atau Persekutuan
Komanditer
d. FA (Firma)
e. Perorangan
f. Bentuk Usaha Lainnya
Soal Pilihan Ganda
1. Berikut merupakan usaha berbadan hukum kecuali :
a. CV
b. PT
c. Yayasan
d. Koperasi Primer
e. KoperasiSekunder

2. IUMK merupakan singkatan dari :


a. Induk Usaha Mikro dan Kecil
b. Iuran Usaha Mikro dan Kecil
c. Ijin Usaha Mikro dan Kecil
d. Ijin Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
e. Ijin Untuk Membuka Kewirausahaan
3. Ijin Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT) diperuntukan
usaha produk :
a. KerajinanTangan
b. Makanan dan Minuman
c. Obat – obatan
d. Makanan dan Kosmetik
e. Makanan tradisonal
4. Customer Due Diligence (CDD) merupakan upaya bank
untuk :
a. Memberikan penawaran produk
b. Melakukan proses permohonan kredit
c. Mengetahui sumber dana Nasabah
d. Memproses pembuatan ijin usaha
e. Mengidentifikasi dan memverifikasi data calon
nasabah
5. Berikut merupakan Fungsi SIUP kecuali:
a. Sebagai dokumen untuk melakukan wisata keluar negri
b. Sebagai bukti atau alat pengesahan sebuah usaha oleh
pemerintah.
c. Bisa sebagai syarat agar dapat mengikuti proses lelang
yang diselenggarakan oleh pemerintah
d. Memperlancar perdagangan ekspor
e. Memperlancar perdagangan impor
Pertemuan 4

 BIDANG USAHA UMKM

 ASPEK-ASPEK PENGELOLAAN UMKM


UMKM

A. Ciri-Ciri Usaha Mikro

 Jenis barang yang dijual itu tidak selalu tetap atau sama,
artinya dapat berubah kapanpun.
 Tempat usahanya juga tidak menetap, artinya dapat
berpindah tempat sewaktu-waktu.
 Belum pernah melakukan dalam hal administrasi
keuangan, serta juga menggabungkan kekayaan keluarga
dengan keuangan usaha.
 Tetap dapat berkembang meski negara mengalami krisis
ekonomi.
 Tidak sensitif terhadap suku bunga.
Lanjutan…

 Pemilik usaha mikro ini biasanya jujur serta ulet


dan juga mau untuk dibimbing apabila menerima
pendekatan yang tepat.
 Sulit untuk mendapat bantuan kredit dari
perbankan
 Tenaga kerja yang dimiliki tidak banyak, sekitar 1
sampai 5 orang saja, termasuk juga anggota
keluarganya.
 Usahanya juga relatif kecil.
 Lokasi usaha itu berada di lingkungan rumah.
 Jarang terlibat dalam kegiatan atau aktivitas
ekspor-impor.
 Manajemen usaha juga dilakukan sendiri dengan
secara sederhana.
B. Ciri-Ciri Usaha Kecil

 Tidak mempunyai sistem pembukuan. Hal tersebut


mengakibatkan pengusaha kecil tidak dapat atau sulit
mendapat bantuan kredit dari perbankan.
 Sulit untuk dalam meningkatkan atau juga memperbesar skala
usahanya. Hal tersebut terjadi disebabkan karena biasanya
teknologi yang digunakan memiliki sifat semi modern, bahkan
juga ada yang mengerjakan usaha kecil dengan secara
tradisional (tanpa teknologi).
 Tidak terlibat dalam aktivitas / kegiatan ekspor-impor.
 Modal yang dimiliki jumlahnya terbatas.
 Pemilik usaha kecil tidak dapat membayar gaji pegawai dalam
jumlah besar.
 Biaya produksi per unit lebih tinggi disebabkan karena pemilik
usaha kecil ini tidak mendapat diskon pembelian seperti yang
didapat dari perusahaan besar.

 Jenis produk yang dijual juga tidak banyak. Apabila produk baru
mereka tidak laku di pasaran, atau juga produk lamanya itu
ketinggalan zaman, usaha kecil tersebut bisa saja mengalami
kebangkrutan.

 Kurang dapat dipercaya oleh masyarakat. Usaha kecil tersebut


harus berusaha dan juga memberikan bukti saat menawarkan
produk baru. Disebabkan, apabila reputasinya dulu itu kurang
akan diperhitungkan oleh masyarakat. Masyarakat akan
cenderung menerima serta juga menyukai produk dari
perusahaan besar dikarenakan sudah memiliki namanya sudah
dikenal banyak orang.
C. Ciri-Ciri Usaha Menengah

 Memiliki manajemen usaha yang lebih baik dan lebih modern.


Adanya pembagian tugas yang jelas antara bagian produksi,
bagian pemasaran, bagian keuangan, dsb.
 Pernah melakukan administrasi keuangan dengan cara
menerapkan sistem akuntansi secara teratur. Hal ini akan
mempermudah pihak tertentu dalam melakukan pemeriksaan
dan juga penilaian.
 Memberikan jaminan sosial kepada para pekerja, seperti
jamsostek, jaminan kesehatan, dsb.
 Telah mengurus segala persyaratan legalitas, seperti izin tetangga,
izin usaha, NPWP, izin tempat, dan lain sebagainya.
Bidang Usaha UMKM
A. PERTANIAN, PERBURUAN, DAN KEHUTANAN
01 PERTANIAN DAN PERBURUAN
011 PERTANIAN TANAMAN PANGAN, TANAMAN
PERKEBUNAN, DAN HORTIKULTURA
 Pertanian tanaman pangan dan perkebunan, meliputi: pertanian
padi, palawija, perkebunan tebu, tembakau, karet, tanaman bahan
baku tekstil (kapuk, kapas, rosela, rami, yute, linen, agave, abaca
dan kenaf), tanaman obat/bahan farmasi (kina, jahe, adas,
kapulaga, kunyit, temulawak, temugiring, orang-aring, iles-iles,
pinang, gambir, jarak), tanaman minyak atsiri (sereh wangi, nilam,
menthol, cendana, kenanga, ilang-ilang), dan tanaman lainnya
(pupuk hijau, tanaman penutup tanah, dan tanaman pakan ternak
seperti: rumput gajah, murbei).
 Pertanian hortikultura sayuran dan bunga-bungaan, meliputi:
pertanian hortikultura sayuran yang dipanen sekali (bawang merah,
bawang putih, kentang, kubis, petsai/ sawi, wortel dan lobak,
termasuk bayam dan kangkong yang dipanen dengan akarnya);
hortikultura sayuran yang dipanen lebih dari sekali (kacang panjang,
kacang merah, cabe, tomat, terong, buncis, ketimun, labu siam,
bayam, kangkung dan jamur); hortikultura bunga-bungaan (anggrek,
mawar, melati, dan sedap malam), termasuk tanaman hias yang
dipanen selain bunganya, serta pembibitan dan pembenihan
hortikultura sayuran dan bunga-bungaan.

 Pertanian buah-buahan, perkebunan kelapa dan kelapa sawit,


perkebunan tanaman untuk minuman, perkebunan jambu mete, dan
perkebunan tanaman untuk rempah, meliputi: pertanian buah-
buahan musiman (rambutan, jeruk, durian, duku, semangka, dan
mangga), buah-buahan sepanjang tahun (pepaya, pisang dan nenas),
perkebunan kelapa, kelapa sawit, perkebunan tanaman untuk bahan
minuman (kopi, teh dan coklat), jambu mete, lada, cengkeh, tanaman
rempah lainnya (panili, kayu manis, dan pala).
012 PETERNAKAN
Golongan ini mencakup usaha peternakan yang menyelenggarakan
pembibitan untuk menghasilkan bibit, mani, dan mudigah.
Termasuk juga kegiatan budidaya ternak/ungags

013 KOMBINASI PERTANIAN ATAU PERKEBUNAN


DENGAN PETERNAKAN (MIXED FARMING)

Golongan ini mencakup usaha pertanian atau perkebunan yang


dikombinasikan dengan usaha peternakan, seperti dengan
peternakan sapi atau sapi potong yang unit kegiatan usahanya
tercampur dengan ratio spesialisasi kegiatan ini adalah kurang
dari 66 persen untuk salah satu kegiatannya. Pertanian
campuran, perkebunan campuran, dan peternakan campuran
diklasifikasikan berdasarkan kegiatan utamanya.
014 JASA PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN
PETERNAKAN
Golongan ini mencakup usaha atas dasar balas jasa (fee) atau
kontrak, seperti: pengolahan lahan pertanian, pemupukan,
penanaman bibit/benih, pengendalian hama penyakit dan tanaman
pengganggu, usaha pemanenan, jasa pasca panen (sortasi,
pengupasan, pengeringan dan pengepakan dari macam-macam
hasil pertanian), penyelenggaraan pengairan/ penyiraman,
penyediaan alat pertanian berikut operatornya (tidak termasuk
penyewaan khusus alat pertanian tanpa operatornya), pemeliharaan
dan perawatan alat pertanian, usaha yang bergerak dalam bidang
pelayan kesehatan/ pengobatan ternak, pemacekan ternak,
penetasan telur, dan pelayanan peternakan lainnya seperti:
pencukuran bulu ternak, pembersihan kendang ternak, termasuk
juga usaha pelayanan pencari rumput dan penggembalaan ternak.
015 PERBURUAN/ PENANGKAPAN DAN
PENANGKARAN SATWA LIAR
Golongan ini mencakup usaha
perburuan/ penangkapan satwa liar
dalam rangka pengendalian populasi
dan pelestarian. Termasuk usaha
pengawetan dan penyamakan kulit
dari furskin, reptil, dan kulit unggas
hasil perburuan dan penangkapan.
Serta usaha penangkaran,
pembesaran, penelitian untuk
pelestarian satwa liar, baik satwa laut
seperti walrus, seals dan satwa liar
darat
02 KEHUTANAN
020 KEHUTANAN

Golongan ini mencakup usaha persemaian/pembibitan,


penanaman, pemeliharaan, pemanenan hasil,
pengolahan, dan pemasaran jenis tanaman hutan.
Termasuk jasa perlindungan dan pelestarian alam,
reboisasi, rehabilitasi lahan dan usaha dalam rangka
penyiapan data dasar pengelolaan hutan (seperti:
survei pendahuluan dan survei ulang penilaian potensi
hutan, pengukuran dan penataan batas hutan dan
penafsiran potret udara)
B. PERIKANAN

05 PERIKANAN
050 PERIKANAN

Golongan ini mencakup usaha penangkapan, pembenihan,


danbudidaya ikan atau biota air baik di laut, perairan umum, air
tawar atau air payau. Pengumpulan komoditi laut, seperti mutiara,
bunga karang, coral dan algae. Termasuk kegiatan jasa perikanan
yang dilakukan atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, seperti jasa
pasca panen perikanan laut dan darat.
C PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
10 PERTAMBANGAN BATUBARA, PENGGALIAN GAMBUT, GASIFIKASI
BATUBARA DAN PEMBUATANBRIKET BATUBARA
101 PERTAMBANGAN BATUBARA, PENGGALIAN GAMBUT, DAN
GASIFIKASI BATUBARA

Golongan ini mencakup usaha/ kegiatan operasi penambangan,


pengeboran berbagai kualitas batubara seperti: antrasit,
bituminous, subbitominous, lignit dan penggalian peat. Operasi
pertambangan tersebut meliputi penggalian, penghancuran,
pencucian, penyaringan, dan pencampuran serta penampungan.
Termasuk gasifikasi batubara di lokasi penambangan yaitu usaha
memproduksi gas dari batubara di lokasi penambangan (on site
gasification of coal).
102 PEMBUATAN BRIKET BATUBARA

Golongan ini mencakup usaha pembuatan briket dari


batubara, baik di lokasi penambangan maupun di
luar lokasi penambangan. Termasuk pula pembuatan
briket yang menggunakan batubara yang dibeli dari
pihaklain.
D. INDUSTRI PENGOLAHAN
E. LISTRIK, GAS, DAN AIR
F. KONSTRUKSI
G. PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN; REPARASI MOBIL, SEPEDA
MOTOR SERTA BARANG-BARANG KEPERLUAN PRIBADI DAN
RUMAH TANGGA
H. PENYEDIAAN AKOMODASI DAN PENYEDIAAN MAKAN MINUM
I. TRANSPORTASI, PERGUDANGAN, DAN KOMUNIKASI
J. PERANTARA KEUANGAN
K. REAL ESTATE, USAHA PERSEWAAN, DAN JASA PERUSAHAAN
L. ADMINISTRASI PEMERINTAHAN, PERTAHANAN DAN JAMINAN
SOSIAL WAJIB
M. JASA PENDIDIKAN
N. JASA KESEHATAN DAN KEGIATAN SOSIAL
O. JASA KEMASYARAKATAN, SOSIAL, DAN PERORANGAN
P. JASA PERORANGAN YANG MELAYANI RUMAH TANGGA
Q. BADAN INTERNASIONAL DAN BADAN EKSTRA INTERNASIONAL
LAINNYA
R. KEGIATAN YANG BELUM JELAS BATASANNYA
ASPEK-ASPEK PENGELOLAAN UMKM

Aspek Umum dan Legalitas


a. Sumber Daya Manusia
Bila usaha baru akan dimulai, maka sektor usaha yang cocok
adalah berdasarkan hobby dan kemampuan yang dimiliki.
Sebagai contoh; bila hobby-nya utak atik motor, sangat cocok
untuk buka usaha jasa bengkel motor, atau jual beli motor.

Sumber Daya Manusia, lebih melihat kemampuan pelaku


usaha dan atau karyawan yang dimiliki, apakah sektor usaha
membutuhkan keahlian tertentu dan sudah terpenuhikah
tenaga ahlinya. Misalkan usaha rumah makan, maka
dibutuhkan keahlian memasak yang enak, bergizi dan bersih.
b. Bagan Organisasi
Bila usaha memiliki beberapa karyawan, maka dibutuhkan bagan
organisasi atas jabatan, tugas dan wewenang, sehingga terlihat jelas
pembagian tugas dengan baik. Hal ini berguna sebagai bagian dari
standar operasional usaha yang berkesinambungan.

c. Pengalaman usaha
Bila usaha telah berjalan, tentu memiliki kinerja yang patut menjadi
bahan evaluasi dan pengalaman usaha tersebut. Usaha dengan tujuan
untuk berkembang, tentu menjadikan pengalaman kinerja sebagai
tolak ukur didalam peningkatannya. Pengalaman usaha akan menjadi
tolak ukur bagi pihak eksternal didalam melakukan kerjasama pada
usaha yang dikelola.
d. Kelengkapan perijinan
Pada pembahasan sebelumnya, telah diungkap perijinan untuk
usaha UMKM. Kelengkapan perijinan akan menjadi jaminan
keberlangsungan usaha dan penilaian bagi pihak eksternal yang
ingin bekerjasama dengan pelaku UMKM tersebut. Penngelolaam
UMKM dengan ijin yang lengkap, akan memicu pengembangan
usaha lebih lanjut.

e. Perencanaan Umum Usaha


Dengan evaluasi yang telah dikaji, nilai usaha telah berjalan
sebelumnya, akan dapat direncanakan secara umum
pengembangan usaha kedepan. Pengelolaan UMKM yang baik,
dimana senantiasa memikirkan peningkatan kinerja usaha dari
tahun ke tahun dengan perencanaan yang baik.
Aspek Pemasaran

a. Pelanggan

Istilah Pelanggan adalah Raja, masih tetap berlaku seiring


pergantian zaman. Pelaku usaha sangat membutuhkan
pelanggan, sehingga berupaya untuk terus menambah jumlah
dan mempertahankan pelanggan yang ada. Hubungan baik
dengan pelanggan menjadi kunci sukses didalam pengelolaan
usaha. Guna menjaga hubungan yang baik, tentu pelaku
usaha harus menjaga kualitas dan sistem distribusi produk
yang dijual.

Hubungan dengan pelanggan juga menyangkut kepercayaan


pelaku usaha didalam memberikan piutang, dimana akan
menjadi penilaian kinerja yang baik, bila pengelolaan piutang
dapat dilakukan dengan baik.
b. Piutang

Salah satu strategi pengelolaan usaha adalah melakukan


penjualan dengan sistem piutang. Tentu pemberian
piutang kepada pelanggan, dengan kriteria tertentu, baik
dari sisi pengenalan yang baik kepada pelanggan, rutinitas
pembelian pelanggan pada produk pelaku usaha, maupun
sebagai strategi dalam persaingan produk sejenis.

Pelaku usaha harus memiliki standar operasional didalam


kebijakan pemberian piutang kepada pelanggan, baik
kriteria pelanggan, jangka waktu piutang maupun syarat
pembeliaan lainnya.

Pengelolaan piutang yang baik, akan dapat meningkatkan


kinerja pengembangan usaha dan penilaian baik oleh
pihak eksternal.
c. Persaingan Usaha

Persaingan dapat terjadi baik produk sejenis maupun produk


substitusi. Persaingan penjualan pada dasarnya terjadi atas
harga, kualitas, system pembayaran dan pelayanan, baik
pelayanan saat penjualan maupun saat distribusi dan purna jual.
Sebagai pelanggan tentu ingin mendapatkan produk berkualitas,
dengan harga yang murah, memiliki nilai manfaat tinggi dan
adanya garansi.
Sebagai pelaku usaha, lakukanlah pengelolaan usaha dengan
memperhatikan apa yang diharapkan oleh pelanggan untuk
memenangkan persaingan.
d. Promosi Produk
Salah satu kunci sukses penjualan produk, adalah adanya promosi
yang baik, dan menarik perhatian pelanggan untuk membelinya. Era
digitalisasi saat ini, mengharuskan pelaku usaha UMKM untuk dapat
menggunakan penjualan secara Online, dikemas dengan iklan
promosi yang memberikan kesan baik pada pelanggan.
Saatnya pelaku UMKM memiliki pengetahuan yang baik pada
teknologi digitalisasi, serta memiliki media sosial yang dapat
menunjang promosi penjualan produknya.
e. Alur distribusi
Pengiriman produk kepada pelanggan menjadi hal
penting yang patut diperhatikan, seiring perkembangan
digitalisasi. Cukup banyak perusahaan yang dapat
membantu didalam alur distribusi produk kepada
pelanggan, sebagai bagian dari layanan kepada
pelanggan. Pelaku UMKM agar lebih banyak mengenal
dan bekerjasama dengan perusahaan jasa pengiriman
barang, guna membantu layanannya.
Aspek Produksi
a. Supplier
Meskipun pelaku usaha dalam hal hubungan dengan supplier
menjadi pelanggan bagi supliernya, bukan bearti menjaga
hubungan hal yang disepelekan. Untuk keberlangsungan produksi
dan penjualan, pelaku usaha tetap harus dapat menjaga
hubungan baik dengan supplier, guna kontinuitas produksi
maupun penjualan. Nilai tawar pelaku usaha didapat dari harga
yang murah (bersaing) dari supplier, pembayaran secara tempo
(hutang). Hal ini hanya akan didapat oleh pelaku usaha, bila telah
menunjukan hubungan yang baik, dari sisi integritas dan kinerja
pembeliaan.
Adanya baiknya pelaku usaha memiliki beberapa supplier,
sehingga tidak bergantung pada supplier tertentu saja. Hal ini
guna mengantisipasi pengadaan bahan baku maupun barang jadi
yang akan dijual atau diproses produk oleh pelaku usaha, selain
meningkatkan daya tawar.
b. Sistem Pembayaran
Daya tawar pelaku usaha kepada supplier akan semakin
meningkat seiring kinerja usaha dimana penjualan semakin
berkembang, dan pembayaran dilakukan tepat pada waktunya.
Beberapa supplier sangat berkepentingan dengan pelaku usaha
seperti itu, dimana pihak supplier berpotensi memberikan sistem
tempo pembayaran yang lebih baik, bahkan bersifat konsinyasi,
dimana produk terjual, baru dilakukan pembayaran kepada
supplier.

Perlu menjadi perhatian pelaku usaha, bahwa ada supplier


menetapkan harga yang berbeda bila pembayaran dengan tempo
atau hutang. Biasanya bila pembeliaan dilakukan tunai, maka
pelaku usaha akan mendapatkan diskon (potongan) harga dari
supplier.
c. Proses Produksi
Bila usaha home industry, maka akan ada proses produksi dari
bahan baku manjadi barang jadi. Standarisasi proses produksi
menjadi hal yang cukup penting bagi pelaku usaha untuk
menghasilkan produk yang sama kualitasnya. Alur proses
produksi perlu dibuatkan mekanisme dan standar
operasionalnya. Standarisasi bukan hal yang tidak dapat
diubah, seiring meningkatkan kompetensi pelaku usaha, serta
perkembangan permintaan pelanggan, maka bisa jadi proses
produksi dilakukan perubahan kearah kualitas yang lebih baik
lagi.

Bila pelaku usaha perdagangan, maka proses produksi adalah


mekanisme pengadaa produk jadi dari supplier hingga produk
sampai ke lokasi pelaku usaha. Perlu dibuatkan standarisasi
pengadaan produk jadi tersebut, baik dari sisi penetapan
harga, kualitas, dan system pembayaran.
d. Alur Distribusi
Proses pengadaan bahan baku maupun barang jadi untuk dijual
kembali, memerlukan dukungan distribusi yang baik. Ada
supplier yang hanya melayani pembelian dilokasi usaha supplier,
sehingga pelaku usaha harus menyiapkan alur distribusi baik
secara mandiri maupun melalui pihak lain.

Sebagai contoh, saat pelaku usaha melakukan pembelian bahan


baku antar pulai di Indonesia, dimana biasanya supplier
menetapkan syarat bahwa untuk pengiriman via kapal laut
disiapkan oleh pelaku usaha, maka harus memiliki jaringan atau
info jasa angkutan kapal.
Aspek Keuangan
a. Jurnal Keuangan
Ada 5 fungsi Jurnal keuangan yaitu :
1. Fungsi Pencatatan ; jurnal merupakan pencatatan yang lengkap
terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus
dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
2. Fungsi Analisa ; jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan
akun yang harus di Debit maupun yang di Kredit.
3. Fungsi Historis ; jurnal merupakan kegiatan mencatat semua
transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai
dengan tanggal terjadinya.
4. Fungsi Informatif; jurnal memberikan keterangan kegiatan
perusahaan secara jelas.
5. Fungsi Instruksi; jurnal merupakan perintah memposting dalam
buku besar baik yang di Debit maupun yang di Kredit sesuai hasil
analisis dalam jurnal
Jurnal umum
Pengertian dari jurnal umum adalah jurnal yang digunakan
untuk mencatat seluruh aktivitas transaksi keuangan secara
kronologis dan terperinci.
Contoh :
Jurnal Umum Periode 31 Juli 2020
Jurnal Khusus
Merupakan sebuah jurnal yang lazimnya digunakan dalam
pencatatan bukti transaksi keuangan yang ditimbulkan oleh
transaksi-transaksi yang serumpun atau sejenis. Misalnya bukti
transaksi faktur penjualan, bukti faktur penjualan sebagai bukti
telah terjadinya transaksi penjualan dengan kredit akan dicatat
kedalam jurnal khusus penjualan
b. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi dapat memberikan informasi situasi usaha


dalam perusahaan dalam perusahaan dalam satu periode
tertentu. Laporan laba rugi harus di buat dalam siklus operasi
atau periode tertentu untuk mengetahui jumlah pendapatan
(penjualan) dan biaya yang dikeluarkan sehingga dapat di
ketahui perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian.

Berikut beberapa fungsi laporan laba rugi, yaitu :


 Memberikan informasi untuk pengguna keuangan perusahaan
tentang keuntungan atau kerugian yang di peroleh perusahaan
dalam satu periode tertentu.
 Menunjukkan tren perusahaan selama periode tertentu dengan
membandingkan laba dan rugi perusahaan dari tahun ke tahun.
 Menganalisa sumber keuntungan paling besar yang di
hasilkan dan juga menunjukkan sumber pengeluaran
terbesar dalam memakan biaya.
 Sebagai alat bantu untuk menghitung serta menganalisis
pertumbuhan perusahaan.
 Menjadi pedoman perusahaan untuk mengembangkan
usaha dan meningkatkan keuntungan.
 Sebagai gambaran perusahaan secara keseluruhan di
hadapan calon investor dan kreditur yang akan melakukan
kerjasama dengan perusahaan.
 Sebagai media bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi.
Pengguna Laporan Laba Rugi

Secara umum terdapat 2 (dua) kelompok pengguna laporan laba


rugi, yaitu :

 Pengguna Internal
Laporan laba rugi dapat digunakan oleh manajemen perusahaan
untuk menganalisa usaha mereka secara keseluruhan dan
sebagai pedoman untuk mengambil keputusan penting.

 Pengguna Eksternal
Laporan laba rugi juga dapat digunakan oleh pengguna eksternal
seperti investor dan kreditur serta pihak-pihak di luar
perusahaan yang tidak memiliki sumber informasi perusahaan.
Bagi investor, laporan laba rugi ini sangatlah penting karena
sangat terkait dengan keputusan mereka untuk
menginvestasikan modal mereka pada perusahaan.
Bentuk Laporan laba rugi

 Single Step Model


Single Step Model adalah bentuk laporan laba rugi yang tidak
terdapat pengelompokan atas pendapatan dan biaya dalam
kelompok-kelompok usaha dan diluar usaha namun hanya di
pisahkan antara pendapatan dan laba dengan biaya kerugian.

 Multi Step Model


Multi Step Model adalah bentuk laporan rugi yang dilakukan
dengan pengelompokan pendapatan dan biaya yang di susun
di dalam urutan tertentu
c. Neraca
Merupakan suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta
kekayaan), utang-utang dan modal yang dimiliki oleh suatu
perusahaan pada suatu saat tertentu.
Manfaat Neraca

 Meningkatkan suatu akuntabilitas untuk para manajer baik pada


kepala daerah dan para pejabat pemda ketika mereka menjadi
bertanggung jawab tidak hanya pada kas masuk dan kas keluar,
tetapi juga pada aset dan utang yang mereka kelola;
 Meningkatkan transparansi dari kegiatan pemerintah. Pemerintah
umumnya mempunyai jumlah aset yang sangat signifikan dan
utang, pengungkapan atas informasi ini merupakan suatu elemen
dasar dari transparansi fiskal dan akuntabilitas.
 Memfasilitasi suatu penilaian posisi keuangan dengan
menunjukkan semua sumber daya dan kewajiban.
 Memberikan suatu informasi yang lebih luas yang dibutuhkan
untuk pengambilan keputusan.
Unsur – Unsur Neraca

Aktiva (Aset)
Aktiva atau aset adalah suatu kekayaan yang dimiliki oleh suatu
entitas bisnis yang diharapkan memberikan manfaat usaha di
masa depan. Aktiva juga dapat dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu:

 Aktiva Lancar
Aktiva lancar adalah suatu aset yang umur kegunaannya
untuk jangka pendek. Proses pencairan pada aktiva lancar ini
kurang dari atau maksimal 1 tahun.
Beberapa yang termasuk di dalam aktiva lancar adalah ; Kas,
Piutang, Persediaan, Biaya dibayar dimuka dan lain-lain.
 Aktiva Tetap

Aktiva tetap adalah suatu aset yang umur kegunaannya untuk


digunakan dalam jangka waktu yang panjang, lebih dari
setahun. Aset ini umumnya digunakan untuk kepentingan
operasional suatu perusahaan.
Beberapa yang termasuk dalam aktiva tetap adalah; Tanah,
Gedung, Mesin, Peralatan.

Aset pada jenis ini mengalami penyusutan karena


penggunaan dan berkurangnya masa pakai.
Selain itu, aktiva tetap juga memiliki bentuk lain, yaitu suatu
aktiva tetap tak berwujud. Beberapa yang termasuk aktiva
tetap tak berwujud adalah; Hak Paten, Hak Cipta, Merk
Dagang, Hak Sewa dan lain-lain.
 Pasiva (Liability)
Pasiva adalah suatu hal kewajiban pembayaran yang harus dilakukan
oleh suatu entitas bisnis kepada pihak lain, baik dalam jangka panjang
maupun jangka pendek. Beberapa yang termasuk di dalam pasiva
adalah; Hutang Usaha, Pendapatan dibayar dimuka, Hutang Investasi

Pasiva atau kewajiban juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

a. Utang Jangka Panjang


Utang jangka panjang adalah setiap utang yang periode
pembayarannya relatif sangat lama. Beberapa yang termasuk utang
jangka panjang diantaranya sebagai berikut :tang obligasi (bond
payable), Utang hipotek (mortage payable), dll

b. Utang Jangka Pendek


Utang jangka pendek adalah semua utang yang harus dibayarkan
dalam waktu relatif yang lama, paling lambat satu tahun
 Modal (Equity)
Modal adalah uang atau barang yang dipakai sebagai
dasar untuk dapat melakukan suatu pekerjaan. Dalam
hal ini modal dalam neraca adalah salah satu saldo
dari modal akhir sebuah perusahaan dalam satu
periode akuntansi.

Dengan kata lain, modal atau equity merupakan


selisih atau nilai lebih assets yang dikurangi dengan
liabilities.

Equity = Asset – Liability


Latihan Pertemuan 4
1. Pengumpulan komoditi coral dan algae masuk dalam sektor usaha :
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
2. Suatu kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas bisnis yang
diharapkan memberikan manfaat usaha di masa depan,
disebut :
a. Asset
b. Aktiva Lancar
c. Modal
d. Laba
e. Neraca

3. Suatu kewajiban pembayaran yang harus dilakukan oleh


suatu entitas bisnis kepada pihak lain, baik dalam jangka
panjang maupun jangka pendek, disebut :
a. Hutang
b. Aktiva
c. Pasiva
d. Laba Rugi
e. Neraca
4. Dari pernyataan karakteristik dalam pencatatan jurnal
keuangan akuntansi, mana yang benar :

a. Apabila HARTA bertambah, maka akan dicatat sebagai kredit.


Jika berkurang, maka akan dicatat sebagai debet.
b. Jika BIAYA bertambah, maka akan dicatat sebagai kredit.
Apabila berkurang, maka akan dicatat sebagai debet.
c. Apabila UTANG bertambah, maka akan dicatat sebagai debet.
Jika berkurang, maka akan dicatat sebagai kredit.
d. Jika MODAL bertambah, maka akan dicatat sebagai debet.
Apabila berkurang, maka akan dicatat sebagai kredit.
e. Apabila PENJUALAN bertambah, maka akan dicatat sebagai
kredit. Jika berkurang, maka akan dicatat sebagai debit.
5. Jurnal umum adalah :

a. yang digunakan untuk mencatat seluruh aktivitas


transaksi keuangan secara kronologis dan terperinci.
b. Jurnal yang lazimnya digunakan dalam pencatatan bukti
transaksi keuangan yang ditimbulkan oleh transaksi-
transaksi yang serumpun atau sejenis
c. Jurnal yang memberikan informasi situasi usaha dalam
perusahaan dalam perusahaan dalam satu periode
tertentu.
d. Jurnal sebagai alat bantu untuk menghitung serta
menganalisis pertumbuhan perusahaan.
e. Dapat digunakan oleh manajemen perusahaan untuk
menganalisa usaha mereka secara keseluruhan dan
sebagai pedoman untuk mengambil keputusan penting.
Pertemuan 5

STRATEGI PENGEMBANGAN DAN


PERMODALAN UMKM
Kelemahan UMKM Indonesia
Beberapa kelemahan pelaku UMKM antara lain :

a. Pemasaran;
b. Modal dan pendanaan;
c. Inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi;
d. Pemakaian bahan baku;
e. Peralatan produksi;
f. Penyerapan dan pemberdayaan tenaga kerja;
g. Rencana pengembangan usaha; dan
h. Kesiapan menghadapi tantangan lingkungan eksternal.
Dari beberapa penelitian permasalahan UMKM, setidaknya ada 3 besaran
permasalahan utama yaitu :

1. Kompetensi
Kemampuan pelaku UMKM didalam pengembangan usahanya masih
banyak terhambat karena masih lemahnya beberapa kompetensi
antara lain :
 Kemampuan penggunaan teknologi
 Kemampuan pengelolaan efisiensi
 Kemampuan teknis produksi
 Kemampuan Packaging, dll

2. Jaringan Pasar
 Belum memiliki jaringan pembeli yang banyak
 Masih lemahnya kemampuan pemasaran

3. Permodalan
 Masih lemahnya permodalan
 Masih lemahnya penilaian kelayakan dari pihak kreditur, termasuk
perbankan terhadap UMKM
Pengembangan UMKM
Usaha Mikro

 Jenis barang/komoditi tidak tetap sewaktu-waktu dapat berganti.


 Tempat usaha tidak tetap sewaktu-waktu dapat pindah tempat.
 Belum melakukan administrasi keuangan yang sederhana
sekalipun.
 Tidak memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha.
 Pengusaha atau pekerja belum memiliki jiwa wirausaha yang
memadai.
 Tingkat pendidikan rata-rata relatif rendah
 Belum banyak akses kepada perbankan, namun sebagian sudah
akses ke lembaga keuangan non bank (LKNB)
 Belum memiliki izin usaha atau persyaratan legalitas lainnya
termasuk NPWP.

Contoh: pedagang kaki lima, pedagang di pasar.


Usaha Kecil

 Jenis barang/komoditi umumnya sudah tetap tidak gampang


berubah.
 Tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah.
 Sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana.
 Sudah mulai ada pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan
usaha.
 Sudah membuat neraca usaha.
 Pengusaha atau pekerja memiliki pengalaman dalam berwira usaha.
 Sebagian besar sudah akses ke perbankan maupun LKNB dalam
keperluan modal
 Belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik

Contoh: Pedagang di pasar grosir (agen) dan pedagang


pengumpul lainnya.
Usaha Menengah

 Memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik,


dengan pembagian tugas yang jelas antara lain, bagian
keuangan, bagian pemasaran dan bagian produksi.
 Telah melakukan manajemen keuangan dengan
menerapkan sistem akuntansi dengan teratur sehingga
memudahkan untuk auditing dan penilaian atau
pemeriksaan termasuk oleh perbankan.
 Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi
perburuhan. Sudah memiliki akses kepada sumber-
sumber pendanaan perbankan maupun LKNB
 Pada umumnya telah memiliki SDM yang berpendidikan
dan terlatih.

Contoh: usaha pertambangan batu gunung untuk


kontruksi dan marmer buatan.
Analisa SWOT

SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats)

Analisis SWOT merupakan suatu teknik perencanaan strategi yang


bermanfaat untuk mengevaluasi kekuatan (strength) dan
kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman
(threats) dalam suatu proyek, baik yang sedang berlangsung
maupun dalam perencanaan baru.

Analisis SWOT pertama kali diperkenalkan oleh Albert S


Humphrey pada tahun 1960-an dalam memimpin proyek riset di
Stanford Research Institute yang menggunakan data dari
perusahaan-perusahaan Fortune 500
Metode analisis SWOT merupakan alat yang tepat untuk
menemukan masalah dari 4 (empat) sisi yang berbeda, di
mana aplikasinya adalah:

 Bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil


keuntungan dari sebuah peluang (opportunities) yang ada.
 Bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang
mencegah keuntungan.
 Bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi
ancaman (threats) yang ada.
 Bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang
mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau
menciptakan sebuah ancaman baru.
Terdapat 2 faktor pokok yang akan memengaruhi keempat
komponen dasar pada analisis SWOT, yaitu:

 Faktor Internal (Strength dan Weakness)

Untuk faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam


terdiri dari dua poin yaitu kekuatan dan kelemahan.
Keduanya akan berdampak lebih baik dalam sebuah
penelitian ketika kekuatan lebih besar dibandingkan
kelemahan. Dengan demikian kekuatan internal yang
maksimum jelas akan memberikan hasil penelitian yang jauh
lebih baik. Adapun bagian bagian dari faktor internal itu
sendiri, antara lain sumber daya yang dimiliki, keuangan
atau finansial, kelebihan atau kelemahan internal organisasi,
serta pengalaman-pengalaman organisasi sebelumnya (baik
yang berhasil maupun yang gagal).
 Faktor Eksternal (Opportunities dan Threats)

Ini merupakan faktor dari luar entitas, di mana faktor ini


tidak secara langsung terlibat pada apa yang sedang diteliti
dan terdiri dari 2 poin yaitu ancaman dan peluang.

Adanya peluang serta ancaman ini tentu saja akan


memberikan data yang harus dimasukkan dalam jurnal
penelitian sehingga menghasilkan strategi untuk
menghadapinya. Beberapa poin yang termasuk pada faktor
eksternal, antara lain tren, budaya, sosial politik, ideologi,
maupun perekonomian, sumber-sumber permodalan,
peraturan pemerintah, perkembangan teknologi, peristiwa-
peristiwa yang terjadi, dan lingkungan.
Dalam analisis tersebut, kita dapat memfokuskan diri pada satu
kombinasi dari dua poin dari SWOT untuk menentukan langkah
strategis bisnis Anda. Kombinasi fokus tersebut antara lain:

 Fokus pada kekuatan-peluang (S-O) untuk memperoleh


alternatif ofensif dengan menggunakan kekuatan internal
untuk memanfaatkan peluang eksternal.
 Fokus pada Kelemahan-ancaman (W-T) untuk memperoleh
alternatif defensif dengan memanfaatkan kelemahan internal
untuk mengurangi ancaman eksternal.
 Fokus pada Kekuatan-ancaman (S-T) dengan menggunakan
kekuatan internal untuk mengurangi ancaman eksternal.
 Fokus pada Kelemahan-peluang (W-O) dengan menopang
kelemahan internal untuk mengambil keuntungan dari
kesempatan eksternal.
Teknik Pengembangan Kompetensi

Adapun beberapa pengembangan yang menjadi


kebutuhan pelaku UMKM antara lain :
 Pengelolaan Keuangan Usaha
 Packaging, Labeling, Marketing
 Pengelolaan SDM
 Manajemen untuk efisiensi produksi
 Pembuatan Rencana Usaha
 Strategi Pemasaran
 Kemampuan Digitalisasi usaha
 Kemampuan komunikasi dan etika bisnis
 dll
Jaringan Pasar
Era Revolusi Indsutri 4.0, dimana kemajuan teknologi begitu cepat,
termasuk akses pasar yang sangat luas, sementara disisi lain, pelaku
UMKM yang telah menggunakan teknologi didalam menjaring pasar
masih dibawah 15% dari total pelaku UMKM.

Maka yang perlu dilakukan diantaranya adalah:


a. Sosialisasi penggunakan teknologi menjadi skala prioritas
b. mengikuti beberapa komunitas dan perkumpulan
kewirausahaan, baik organisasi usaha yang resmi, maupun
sekedar komunitas usaha, sebagai strategi pengembangan
jaringan pasar.
c. mengikuti berbagai pelatihan dan workshop yang
diselenggarakan berbagai Lembaga dan organisasi
Permodalan UMKM
Berdasarkan Data BPS tahun 2017, bahwa permodalan UMKM
93% berasal dari modal sendiri, hanya 7% yang berasal dari
perbankan dan Lembaga keuangan lainnya.

Kecilnya persentase tersebut disebabkan karena akses pada bank


dinilai tidak mudah. Bagi pihak perbankan, kebijakan yang lebih
ketat sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan. Disisi
lain, pelaku UMKM juga minim informasi terkait kredit
pembiayaan usaha.

Faktor-faktor tersebut menjadi penyebab kecilnya akses UMKM


terhadap kredit dari bank. Kalau dilihat dari jumlah pelaku
UMKM, masih ada 60% pelaku UMKM yang belum tersentuh
perbankan.
Permodalan UMKM
Beberapa jenis kredit dari perbankan untuk UMKM :

A. KUR Mikro

KUR Mikro dengan plafond kredit perorangan maksimum Rp.


50 juta dengan syarat:

 Usaha individu/ perorangan sudah berjalan minimal 6 bulan


 Tidak memiliki kredit produktif di bank
 Memiliki ijin usaha (Surat keterangan usaha) dan data KTP/
KK
 Jangan waktu 3 tahun untuk Kredit Modal Usaha dan 5
tahun untuk kredit Investasi
 Suku Bunga 6% per tahun
KUR Ritel

KUR Ritel dengan plafond kredit masikmal Rp 500 juta,


dengan jangka waktu sama dengan KUR Mikro.

Adapun syaratnya :
 Mempunyai usaha produktif dan layak
 Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali
kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit
 Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan
 Memiliki Surat Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau
surat ijin usaha lainnya yang dapat dipersamakan
Kredit Komersil UMKM

Kalau kredit KUR hanya dapat diajukan di bank tertentu yang


sudah ditunjuk oleh pemerintah, maka Kredit Komersil
UMKM dapat diajukan diseluruh perbankan yang beroperasi
di Indonesia.

Masing-masing bank memiliki perbedaan didalam penetapan


plafond Kredit Komersil UMKM, namun dengan persyarat
umum yang sama yaitu :
• Usaha sudah berjalan minimal 2 tahun
• Memiliki ijin usaha lengkap
• Memiliki agunan yang sesuai
• Tidak dalam kondisi kredit bermasalah
• Tidak masuk dalam daftar hitam nasional (DHN)
• Dan lain-lain
1. 3 Permasalahan utama sebagai kelemahan pelaku
UMKM yaitu :
a. Lokasi, Posisi dan Pelanggan
b. Lokasi, Produk dan Penjualan
c. Produksi, Penjualan dan Promosi
d. Kompetensi, Jaringan Pasar dan Permodalan
e. Modal, SDM dan Peralatan

2. Analisa SWOT pertama kali diperkenalkan oleh :


a. Albert S Humphrey
b. Jhon K Robert
c. Thimotius A Regard
d. Rud T Olympus
e. Smith B Ramona
3. Jumlah pelaku UMKM yang telah menggunakan teknologi
sebanyak :
a. 50%
b. Dibawah 30%
c. Dibawah 15%
d. 10%
e. Diatas 60%

4. Kredit KUR Mikro, dengan batas maksimal sebesar :


a. Maksimal Rp 50 juta
b. Maksimal Rp 100 juta
c. Maksimal Rp 200 juta
d. Maksimal Rp 300 juta
e. Maksimal Rp 500 juta
5. Berikut merupakan syarat Kredit UMKM Komersil, kecuali :
a. Usaha sudah berjalan minimal 6 bulan
b. Memiliki ijin usaha lengkap
c. Memiliki agunan yang sesuai
d. Tidak dalam kondisi kredit bermasalah
e. Tidak masuk dalam daftar hitam nasional (DHN)

Selamat belajar 
Pertemuan 6

KEMITRAAN UMKM
Jumlah pelaku Usaha di Indonesia

Katagori Jumlah %
Usaha Mikro 62.106.900 98,70%
Usaha Kecil 757.090 1,20%
Usaha Menengah 58.627 0,09%
Usaha Besar 5.460 0,01%
TOTAL 62.922.617 100,00%

Dari data tersebut terlihat bahwa 99,99% pelaku usaha di


Indonesia adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
(UMKM). Pelaku usaha besar sangat kecil, hanya 0,01% dari
total pelaku usaha di Indonesia.
Salah satu strategi pengembangan UMKM adalah
dengan pola Kemitraan antara pelaku usaha UMKM
dengan usaha besar. Hubungan kemitraan yang
diharapkan sesuai dengan prinsip – prinsip sebagai
berikut :

1. Saling menguntungkan
2. Saling mempercayai
3. Saling memperkuat
Dalam hubungan kemitraan tersebut, pelaku usaha
besar harus memberikan bantuan dan memperkuat
UMKM.

Hubungan tersebut mencakup :


1. Proses alih ketrampilan bidang produksi dan
pengolahan
2. Pemasaran
3. Permodalan
4. Sumber daya manusia
5. Teknologi
Proses itu dilakukan dalam sebuah pola kemitraan
yang menurut Undang Undang No. 20 tahun 2008
tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, meliputi
kerjasama :
1. Inti plasma
2. Sub kontrak
3. Waralaba
4. Perdagangan umum
5. Distribusi dan keagenan
6. Bagi hasil
7. Kerjasama Operasional
8. Usaha patungan (Joint Venture)
9. Penyumberluaran (Outsourcing)
10. Bentuk kemitraan lainnya
A. Pola Kemitraan Inti Plasma
Pola kemitraan inti plasma merupakan
hubungan antara petani, kelompok tani,
usaha. Perusahaan inti menyediakan
lahan, sarana produksi, bimbingan
teknis, manajemen, menampung dan
mengolah, serta memasarkan hasil
produksi.

Sementara kelompok mitra bertugas


memenuhi kebutuhan perusahaan inti
sesuai dengan persyaratan yang telah
disepakati.
B. Pola Kemitraan Sub Kontrak

Pola kemitraan sub kontrak merupakan pola kemitraan


antara perusahaan mitra usaha dengan kelompok mitra
usaha yang memproduksi komponen yang diperlukan
perusahaan mitra sebagai bagian dari produksinya.

Pola sub kontrak ditandai dengan ada nya kesepakatan


tentang kontrak bersama yang mencakup volume, harga,
mutu, dan waktu.
C. Waralaba
Waralaba jika dalam bahasa Inggris disebut franchising & dalam
bahasa Perancis disebut franchise artinya ialah hak atau
kebebasan, merupakan hak-hak menjual suatu produk, jasa,
atau layanan

Jenis-jenis Waralaba
1. Waralaba Luar Negri
Waralaba luar negeri/asing merupakan waralaba yang
berasal dari luar negeri, jenis waralaba ini cenderung lebih
banyak disukai karena sistem dan mekanismenya lebih jelas,
merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih
bergengsi.
Contohnya: McDonald’s, (KFC) Kentucky Fried Chicken,
Bread Talk, Starbucks, Pizza Hut, dan lain-lain.
2. Waralaba Dalam Negri
Waralaba dalam negeri merupakan waralaba yang
berasal dari dalam negeri, jenis waralaba ini juga menjadi
salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin
cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki
pengetahuan cukup. Piranti awal dan kelanjutan usaha ini
disediakan oleh pemilik waralaba.

Contoh waralaba lokal : Alfamart, Martha Tilaar, Roti


Buana, Edward Forrer, Bogasari Baking Center dan
berbagai nama lainnya.
Tipe-tipe Waralaba

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa tipe waralaba, yaitu:

1. Trade Name Franchising


Tipe ini franchise memperoleh hak untuk memproduksi,
contohnya PT. Great River memiliki hak untuk memproduksi
pakaian dalam Triumph dengan lisensi dari jerman.
2. Product Distribution Franchising
Di tipe ini, franchise memperoleh hak untuk distribusi di wilayah
tertentu, misalnya soft drink, cosmetics.
3. Pure Franchising / Bisiness Format
Tipe ini franchise memperoleh hak sepenuhnya, mulai dari
trademark, penjualan, peralatan, metode operasi, strategi
pemasaran, bantuan manajemen dan teknik, pengendalian
kualitas, dan lain-lain. Contohnya adalah restaurant, fash food,
pendidikan, dan konsultan.
Keuntungan memasuki pasar internasional dengan bisnis
franchising, adalah:

 Pengalaman dan factor sukses


 Bantuan keuangan dari franchising
 Brand nama dan reputasi
 Bisnis sudah terbangun
 Terdapat standar mutu
 Biaya produksi rendah
 Kesiapan manajemen
 Bantuan manajeman dan teknik
 Profit lebih tonggi
 Perlindungan wilayah
 Memperoleh manfaat market research dan product
development
 Resiko gagal relatif kecil
 Franchisor memberikan banyak bantuan, kepada franchise
Kerugian Franchising:
 Program latihan franchisor terkadang jauh dari
harapan
 Franchisor hanya sedikit memberikan kebebasan
 Biaya waralaba yang cenderung sangat besar

D. Pola kemitraan perdagangan umum


Pola kemitraan dagang umum merupakan hubungan usaha
dalam pemasaran hasil produksi. Pihak yang terlibat dalam
pola ini adalah pihak pemasaran dengan kelompok usaha
pemasok komoditas yang diperlukan oleh pihak
pemasaran tersebut.
E. Distribusi dan Keagenan

Pola kemitraan keagenan merupakan bentuk kemitraan yang


terdiri dari pihak perusahaan mitra dan kelompok mitra atau
pengusaha kecil mitra.

Pihak perusahaan mitra (perusahaan besar) memberikan hak


khusus kepada kelompok mitra untuk memasarkan barang atau
jasa perusahaan yang dipasok oleh perusahaan mitra.
Sedangkan perusahaan mitra bertanggung jawab atas mutu dan
volume produk (barang atau jasa).
Komisi versus harga diskon

Sebelum menentukan besaran bagi hasil, pertama-tama kita perlu


paham dulu soal perbedaan antara komisi dan diskon harga.

Komisi adalah besaran pembagian hasil penjualan (berupa


persentase) yang akan diberikan kepada mitra pemasaran skema
titip jual.

Harga diskon adalah harga khusus yang diberikan oleh produsen


kepada mitra pemasarannya yang berkenan menjalankan skema
beli putus, sehingga mitranya bisa mendapatkan margin harga
tertentu.

Dengan demikian, mitra yang berani memasarkan produk kita


dengan skema beli putus lebih layak ditawarkan diskon harga beli
yang lebih besar karena mereka mengambil resiko yang lebih
tinggi untuk memasarkan produk kita.
Omzet dan margin laba

Pada satu fase tertentu, mungkin margin laba perlu lebih


diutamakan, tapi tak ada salahnya juga jika di fase lain kita lebih
mengedepankan omzet atau faktor pengali. Mengapa?

1. dengan lebih fokus di kegiatan usaha tertentu - misalnya


produksi - pelaku usaha akan lebih paham atas trik-trik cara
produksi yang lebih efisien, cepat, dan hemat.
2. dengan meningkatnya skala, umumnya pelaku usaha akan dapat
menekan berbagai biaya seperti bahan baku, kemasan, dan
lainnya.
3. operasional bisnis lebih simpel, karena secara umum proses
melayani (misalnya) 100 pembeli besar (reseller atau
distributor) lebih sederhana daripada melayani 10,000 pembeli
retail atau kecil-kecil.
F. Bagi hasil
Bagi hasil adalah suatu sistem yang meliputi tata cara pembagian hasil
usaha antara penyedia dana dan pengelola dana. Jika bank konvensional
membayar bunga kepada nasabahnya, maka bank syariah membayar bagi
hasil atas keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Kesepakatan bagi hasil
ini ditetapkan dengan suatu angka tingkat rasio bagi hasil atau nisbah.

Mekanisme perhitungan tingkat bagi hasil yang diterapkan pada


bank syariah terdiri dari dua sistem, yaitu:
 Profit Sharing adalah bagi hasil yang dihitung dari pendapatan
setelah dikurangi biaya pengelolaan dana. Dalam sistem syariah
pola ini dapat digunakan untuk keperluan distribusi hasil usaha
lembaga keuangan syariah.
 Revenue Sharing adalah bagi hasil yang dihitung dari total
pendapatan pengelolaan dana. Dalam sistem syariah pola ini dapat
digunakan untuk keperluan distribusi hasil usaha lembaga
keuangan syariah.
Perbedaan Bagi Hasil dengan Bunga
Menurut Antonio (2001), sistem bunga lebih mengoptimalkan
pemenuhan kepentingan pribadi namun kurang mempertimbangkan
dampak sosial yang ditimbulkan. Berbeda dengan sistem bagi hasil
yang berorientasikan pada pemenuhan kemaslahatan hidup umat
manusia

Adapun perbedaan bunga dan bagi hasil dijelaskan sebagai


berikut:
 Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus
selalu untung, sedangkan bagi hasil penentuan besarnya
rasio/nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan
berpedoman pada kemungkinan untung rugi.
 Pada sistem bunga besarnya persentase berdasarkan pada jumlah
uang (modal) yang dipinjamkan, sedangkan besarnya rasio bagi
hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh.
 Pembayaran bunga tetap seperti dijanjikan tanpa
pertimbangan apakah proyek yang dijalankan oleh pihak
nasabah untung atau rugi, sedangkan bagi hasil
bergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan. Bila
usaha merugi, kerugian akan ditanggung bersama kedua
belah pihak.

 Pada sistem bunga, jumlah pembayaran bunga tidak


meningkat sekalipun jumlah keuntungan berlipat atau
keadaan ekonomi booming. Sedangkan pada sistem bagi
hasil, jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan
peningkatan jumlah pendapatan.
Karakteristik Bagi Hasil
Nisbah bagi hasil merupakan persentase keuntungan yang
akan diperoleh pemodal (shahibul mal) dan pengelola
(mudharib) yang ditentukan berdasarkan kesepakatan di
antara keduanya.

Karakteristik nisbah bagi hasil adalah sebagai berikut:


 Persentase. Nisbah bagi hasil harus dinyatakan dalam
persentase (%), bukan dalam nominal uang tertentu.
 Bagi Untung dan Bagi Rugi. Pembagian keuntungan
berdasarkan nisbah yang telah disepakati, sedangkan
pembagian kerugian berdasarkan porsi modal masing-
masing pihak.
 Jaminan.
Jaminan yang akan diminta terkait dengan Character risk
yang dimiliki oleh mudharib karena jika kerugian diakibatkan
oleh keburukan karakter mudharib, maka yang menanggung
adalah mudharib. Akan tetapi jika kerugian diakibatkan oleh
business risk, maka shahibul mal tidak diperbolehkan untuk
meminta jaminan pada mudharib.

 Besaran Nisbah.
Angka besaran nisbah bagi hasil muncul sebagai hasil tawar-
menawar yang dilandasi oleh kata sepakat dari pihak
shahibul dan mudharib.

 Cara Menyelesaikan Kerugian.


Kerugian akan ditanggung dari keuntungan terlebih dahulu
karena keuntungan adalah pelindung modal. Jika kerugian
melebihi keuntungan, maka diambil dari pokok modal.
Jenis Kontrak Bagi Hasil
a. Musyarakah (Joint Venture Profit & Loss Sharing)
b. Mudharabah (Trustee Profit Sharing)

Rukun dan syarat Musyarakah adalah sebagai berikut:


a. Rukun Musyarakah
- Macam harta modal.
- Nisbah bagi hasil dari modal yang diserikatkan.
- Kadar pekerjaan masing-masing pihak yang
berserikat.
b. Syarat Musyarakah
- Melafadzkan kata-kata yang menunjukkan izin yang
akan mengendalikan harta.
- Anggota syarikat percaya mempercayai.
- Mencampurkan harta yang akan disyarikatkan.
Rukun dan syarat Mudharabah adalah sebagai berikut:
a. Rukun Mudharabah
 Malik atau shahibul maal ialah yang mempunyai
modal.
 Amil atau mudharib ialah yang akan menjalankan
modal.
 Amal, ialah harta pokok atau modal.
 Shighat atau perintah atau usaha dari yang
menyuruh berusaha.
b. Syarat Mudharabah
 Barang yang diserahkan adalah mata uang. Tidak
sah menyerahkan harta benda atau emas perak
yang masih dicampur atau masih berbentuk
perhiasan.
 Melafadzkan ijab dari yang punya modal, dan
qobul dari yang menjalankannya.
 Diterapkan dengan jelas, bagi hasil bagian pemilik
modal dan mudharib.
 Dibedakan dengan jelas antara modal dan hasil
yang akan dibagihasilkan dengan kesepakata
G. Kerjasama Operasional
Pada praktiknya, bentuk-bentuk operasional KSO sangat bervariasi
dan berkembang selaras dengan kebutuhan partisipasinya.
Adapun beberapa bentuk KSO yang umum dikenal antara lain:
 KSO Persekutuan Perdata.
 KSO Joint Management Agreement.
 KSO Consortium Agreement.
 KSO Built Operate and Transfer (BOT).
 KSO Built, Transfer, and Operate (BTO).
H. Usaha patungan (Joint Venture)
Joint venture atau usaha patungan adalah pengaturan
bersama bisnis di mana dua atau lebih pihak sepakat
untuk menyatukan sumber daya mereka untuk tujuan
menyelesaikan tugas tertentu. Tugas ini dapat berupa
proyek baru atau aktivitas bisnis lainnya. Sering disebut
juga dengan istilah perusahaan patungan.

I. Penyumberluaran (Outsourcing)
Menurut Tunggal, Outsourcing adalah pemindahan atau
pendelegasian beberapa proses bisnis kepada suatu
badan penyedia jasa, dimana badan penyedia jasa
tersebut melakukan proses administrasi dan manajemen
berdasarkan definisi serta kreteria yang telah disepakati
oleh para pihak.
a. Kelebihan Outsourcing
Adapun kelebihan outsourcing, diantaranya yaitu:
 Meningkatkan fokus bisnis perusahaan.
 Masuk pada kemampuan kelas dunia.
 Mempercepat keuntungan dari re-engineering (teknologi
baru).
 Membagi risiko usaha.
 Menggunakan sumber yang ada untuk aktivitas yang lebih
strategis.

b. Kelemahan Outsourcing
Adapun kelemahan outsourcing, diantaranya yaitu:
 Perusahaan bisa kehilangan keterampilan kritikal atau
mengembangkan ketrampilan yang salah, tidak sesuai dengan
kompetensi inti.
 Perusahaan bisa kehilangan keterampilan lintas fungsional, karena
adanya penugasan pada pihak lain.
 Perusahaan bisa kehilangan kendali atau pengawasan pada pemasok.
 Organisasi perusahaan menjadi sangat tergantung pada pihak vendor
atas bentuk kegiatan dan sejumlah harga yang ditawarkan pada
perusahaan.
Latihan Soal Pertemuan 6

1. Dalam hubungan kemitraan tersebut, pelaku usaha


besar harus memberikan bantuan dan memperkuat
UMKM. Hubungan tersebut mencakup :
a. Inti plasma
b. Sub kontrak
c. Waralaba
d. Perdagangan umum
e. Pemasaran
2. Yang termasuk Rukun Musyarakah
a. Kadar pekerjaan masing-masing pihak yang berserikat
b. Melafadzkan kata-kata yang menunjukkan izin yang akan
mengendalikan harta.
c. Anggota syarikat percaya mempercayai.
d. Mencampurkan harta yang akan disyarikatkan.
e. Malik atau shahibul maal ialah yang mempunyai modal.

3. KSO merupakan singkatan dari :


a. Komite Sosial Organisasi
b. Kerja Sosial Operandi
c. Kerjasama Operasional
d. Kerja Sistem Operasional
e. Kesepakatan Sistem Operasional
4. Beberapa bentuk KSO yang umum dikenal antara lain, kecuali :
a. KSO Persekutuan Perdata.
b. KSO Joint Management Agreement.
c. KSO Kemitraan berjenjang
d. KSO Consortium Agreement.
e. KSO Built Operate and Transfer (BOT).

5. Dalam hubungan kemitraan tersebut, pelaku usaha besar harus


memberikan bantuan dan memperkuat UMKM. Hubungan tersebut
mencakup, kecuali :
a. Pemasaran
b. Permodalan
c. Sumber daya manusia
d. Mediasi
e. Teknologi

Selamat mengerjakan 

Anda mungkin juga menyukai