Nanopartikel Kulit Buah Naga untuk Lip Balm
Nanopartikel Kulit Buah Naga untuk Lip Balm
COVER
PROPOSAL
COVER.........................................................................................................................1
DAFTAR ISI.................................................................................................................i
DAFTAR TABEL.......................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR..................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................1
A. Latar Belakang...................................................................................................1
B. Rumusan Masalah..............................................................................................4
C. Tujuan.................................................................................................................5
D. Manfaat Penulisan.............................................................................................6
E. Ruang lingkup Penelitian..................................................................................6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................7
A. Tanaman Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)...................................7
B. Nanopartikel.....................................................................................................10
C. Antioksidan.......................................................................................................17
D. Definisi Kosmetik.............................................................................................18
E. Bibir...................................................................................................................19
F. Lip Balm............................................................................................................21
G. Metode maserasi untuk ekstrak......................................................................25
H. Uji ekstrak kulit buah naga.............................................................................25
I. Kerangka Teori................................................................................................30
BAB III KERANGKA KONSEP.............................................................................31
A. Konsep Penelitian.............................................................................................31
B. Kerangka Konsep.............................................................................................31
C. Definisi Operasional.........................................................................................32
D. Hipotesis............................................................................................................35
BAB IV METODE PENELITIAN...........................................................................36
A. Jenis dan Rancangan Penelitian.....................................................................36
B. Lokasi dan Waktu Penelitian..........................................................................36
i
C. Alat dan Bahan.................................................................................................36
D. Prosedur Kerja.................................................................................................37
E. Evaluasi Fisik Sediaan Lip balm.....................................................................40
F. Analisi Data.......................................................................................................42
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................44
ii
DAFTAR TABEL
iii
DAFTAR GAMBAR
iv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Defenisi kosmetik adalah setiap bahan atau sediaan yang bertujuan untuk
digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan
organ bagian luar lainnya) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk
kosmetik riasan (make-up) adalah kosmetik yang diperlukan untuk merias atau
memperindah penampilan kulit. Kedua adalah kosmetik perawatan kulit atau skin
tipis, yaitu 3 sampai 4 lapisan dibanding kulit wajah biasa. Kulit bibir tidak
mempunyai folikel rambut dan tidak mempunyai kelenjar keringat yang berfungsi
kerusakan kulit pada bibir yaitu bibir menjadi kering, pecah-pecah dan warna bibir
1
2
Paparan sinar UV matahari dapat merusak keratin bibir yang berfungsi untuk
melindungi bibir. Sel keratin yang rusak akan terlepas dan jatuh. Kondisi inilah
yang membuat bibir menjadi pecah-pecah. Proses ini akan terus berlanjut hingga
digantikan dengan sel yang baru maka dari itu dibutuhkan pelembab bibir untuk
menjaga bibir agar tidak kering dan pecah-pecah. Kosmetik yang biasa digunakan
lemak dan minyak dari ekstrak alami atau yang disintesis. Adapun tujuan dari
kelembaban bibir dan melindungi pengaruh buruk lingkungan pada bibir. Lipbalm
dari bahan alami akan banyak diminati daripada yang tidak alami (Lutfia dan
fauziatul,2019). Karna bahan yang digunakan dari alam dan efek samping lebih
sedikit. Bahan alami serta zat warna yang dapat digunakan contohnya adalah buah
naga.
Buah naga merah merupakan tanaman dari golongan kaktus berbentuk bulat
lonjong dengan permukaan kulit dikelilingi oleh helaian seperti sisik yang
berwarna merah. Bagian dari buah naga yang sering dimanfaatkan untuk
dikonsumsi adalah daging buah, sedangkan kulit buah naga yang terdiri dari
30-35% bagian buah seringkali dibuang dan tidak dimanfaatkan dengan baik.
Kulit buah naga merupakan limbah hasil pertanian yang mengandung banyak
flavonoid, serta polifenol. Buah naga (hylocereus polyrhizus) ini memiliki pigmen
warna berupa antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Kulit buah naga
selama ini jarang dimanfaatkan dan lebih sering menjadi limbah. Padahal kulit
karakter lembut kulit. Produk semacam itu secara bertahap akan merusak warna
alami, kelembutan dan kilauan bibir. Warna dan rasa secara alami sulit diperoleh
dan juga memiliki masalah terkait stabilitas produk ( kadu et al., 2014). Maka dari
kelemahan lip balm biasa perlu di inovasi dalam bentuk nanopartikel. Formulasi
formulasi tersebut agar dapat diperoleh sediaan lip balm yang lebih optimal untuk
aktif bahan alam yang sulit terserap. Hal ini dikarenakan ukuran partikel yang
lebih kecil dengan luas permukaan yang lebih besar sehingga memudahkan dalam
memperhatikan proses sintesis tersebut, hal ini dikarenakan proses ini menentukan
ukuran dan bentuk dari kosmetik yang akan dihasilkan (Tiara Putri et al., 2021).
4
warna sediaan lipstick” dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa formulasi
nanopartikel ekstrak kulit buah naga tersebut intensitas warna yang ditimbulkan
Pada tahun 2022 (Tuanku dan Fatayan, 2022) juga melakukan penelitian “
Uji aktivitas antioksidan dari sediaan lip ba lm kulit buah naga merah (hylocereus
polyrhizus) dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa sediaan lip balm kulit
buah naga merah memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan perbandingan 4
formula. Hasil yang didapat adalah formula 3 dan 4 memiliki aktivitas antioksidan
yang sangat kuat, dikarenakan semakin tinggi konsentrasi ekstrak kulit buah naga
kulit buah naga (hylocereus polyrhizus) sebagai antioksidan dan pewarna pada lip
balm”.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pada sediaan nanopartikel lipbalm dari kulit buah naga merah
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
dari ekstrak kulit buah naga (hylocereus polyrhizus) sebagai antioksidan dan
2. Tujuan Khusus
(hylocereus polyrhizus).
6
D. Manfaat Penulisan
Manfaat penelitian ini adalah untuk meningkatkan daya guna dari kulit buah
naga merah sebagai bahan alami dalam pembuatan ekstrak nanopartikel kulit buah
naga sebagai antioksidan dan pewarna pada lip balm (pelembab bibir) yang aman
dari ekstrak kulit buah naga sebagai lipbalm. Penelitian ini dilaksanakan di
Universitas Andalas Padang pada bulan januari 2022. Populasi dan sampel yang
digunakan yaitu kulit buah naga yang terdapat di Bukittinggi. Analisa data yang
Buah naga (hylocereus Polyrhizus) atau biasa disebut dengan Dragon Fruit
merupakan buah dari tanaman tropis yang berasal dari Amerika tengah dan Amerika
Utara. Buah naga banyak dibudidayakan di Asia seperti Vietnam dan Thailand.
Kemudian pada tahun 2000 buah naga merah mulai di kenal di Indonesia dan mulai di
Buah naga merah merupakan tanaman dari golongan kaktus berbentuk bulat
lonjong dengan permukaan kulit dikelilingi oleh helaian seperti sisik yang berwarna
merah .Bagian dari buah naga yang sering dimanfaatkan untuk dikonsumsi adalah
daging buahnya, sedangkan kulit buah naga yang terdiri dari 30-35% bagian buah
seringkali dibuang sebagai sampah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kulit
buah naga merupakan limbah hasil pertanian yang mengandung zat warna alami
antosianin cukup tinggi dengan rata-rata kadar total antosianin ekstrak kulit buah naga
7
8
Ordo : Cactales
Famili : Cactaceae
Subfamili : Hylocereanea
Genus : Hylocereus
Spesies :
superred)
2. Morfologi Tanaman
Terdapat dua jenis akar yang dimiliki oleh tanaman buah naga. Pertama
akar tanah dan akar udara. Karakteristik perakaran tanaman buah naga adalah
tidak terlalu panjang serta memiliki akar cabang yang mempunyai akar rambut.
Akar tanah mempunyai warna coklat dengan kedalaman 20-30 cm dan semakin
dalam sekitar 50-60 cm ketika akan berbuah. Akar tanah dan akar udara
berfungsi mencari air dan unsur hara. Akar udara berfungsi sebagai
9
berwarna hijau tua, bersudut tiga (triangular). Apabila sudah dewasa batang
tanaman tidak memiliki lapisan lilin dan lendir. Bentuk bunga menyerupai bel
yang panjang. Mahkota bunga bagian dalam berwarna putih bersih. Buah naga
dianggap sebagai limbah hasil pertanian yang belum dimanfaatkan secara baik,
kulit buah mengandung zat warna alami betasianin cukup tinggi. Betasianin
merupakan zat warna yang berperan memberikan warna merah dan merupakan
golongan betalain yang berpotensi menjadi pewarna alami pangan dan dapat
meningkatkan nilai gizi produk. Kulit buah naga sangat bermanfaat untuk kulit
Kulit buah naga mudah didapat dan mudah untuk mengolahnya karena
pengolahan yang memakan waktu lama. Kulit buah naga memiliki kekurangan
diantaranya mudah busuk dan mudah kering apabila disimpan salah dalam
10
sintesis, yang baik digunakan untuk pewarna (Dani Hendarto,2019). Kulit buah
naga merah mengandung beberapa senyawa seperti vitamin B1, vitamin B2,
senyawa antioksidan.
Beberapa senyawa dalam ekstrak kulit buah naga merah yang memiliki
B. Nanopartikel
metode menyarankan sebaiknya ukuran diameter partikel antara 200 dan 400
nm. Dalam bidang farmasi, terdapat dua pengertian nanopartikel yaitu senyawa
obat melalui suatu cara dibuat berukuran nanometer (nanokristal) dan suatu
a. Nanokristal
yang membentuk menjadi kristal, terdiri dari senyawa obat muri dengan
11
b. Nanocarrier
1) Nanotube
yang berbahan dasar karbon. Nanotube terdiri dari dua macam yaitu yang
berdinding tunggal dan yang berdiniding ganda (Tiara Putri et al., 2021).
2) Nanoliposom
1. Karakterisasi Nanopartikel
a) Sifart organoleptik
berukuran nanometer tidak bisa terlihat dengan kasat mata, suspense akan
partikel kecil dalam suspense bergerak dengan pola secara acak, lalu sinar
laser akan menyinari. Semakin lambat gerak brown maka semakin besar
c. Zeta Potensial
2021).
13
2. Kelebihan Nanopartikel
aktif.
permukaan partikel.
Tabel 2. 1
Pembuatan Nano Partikel (Ahdyani et al., 220).
NO METODE KETERANGAN B
15
1 Emulsion Pembuatan nanopartikel dilakukan Bersifat
- dengan emulsifikasi larutan polimer liposoluble
Solvent dan diikuti penguapan pelarut polimer.
Evaporation
*PVP :
Polyvinylpyrrolidone
HEC : Hydroxyethylcellulose
a/m : air dalam minyak
a/m/a. : air dalam minyak dalam air
17
cepat, serta yang paling penting selektif untuk nanopartikel yang berbeda. Di
nanopartikel. Teori dan dasar matematika hamburan cahaya dinamis dan UV-
sifat optic yang unik dari nanopartikel logam adalah konsekuensi dari osilasi
shift) sedangkan untuk partikel yang lebih besar atau asimetris >20nm , SPR
ditemukan pergeseran merah (red shift) dengan pelebaran pita plasmon (Ganjar
Ibnu, 2018).
Andria, 2012).
C. Antioksidan
oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas
adalah atom yang tidak stabil karna tidak memiliki elektron dengan mengikat
bidang kecantikan berfungsi untuk mencegah diri dari penuaan dini (anti
aging), menjaga kesehatan kulit. Dalam bidang pangan dapat digunakan untuk
ketengikan, perubahan aroma dan warna dan dapat mencegah peroksidasi lipid
bereaksi dengan radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif
menjadi radikal bebas atau tetap dalam bentuk tersebut tetapi dengan struktur
D. Definisi Kosmetik
sebagai bahan atau sediaan yang biasa digunakan pada bagian luar tubuh
manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar
industrinya baru di mulai pada abad ke-20 dan kosmetik menjadi salah satu
bagian dari dunia usaha. Pada saat ini, teknologi kosmetik begitu maju dan
bahan aktif tertentu seperti zat anti bakteri atau jasad renik lainnya, anti
jerawat, anti gatal, anti produk keringat, anti ketombe dan lain-lain
E. Bibir
1. Definisi Bibir
Pada bagian luar ,ulut terdapat dua buah bibir, bagian atas, dan bawah.
Permukaan luar dari bibir ini dilapisi kulit luar yang mengandung folikel
Bibir mengandung otot buccinators dan kelenjar bukal. Titik awal yang
bagian kulit. Epitel yang membentuk lapisan paling gelap dan terlihat di
Sedangkan dermis jauh lebih tebal daripada epidermis. Pada kulit yang tebal,
papilla dermis membuat batas yang sangat tidak teratur antara epidermis dan
dermis. Hipodermis adalah lapisan yang terlihat dari sebagian besar terdiri dari
jaringan adipose. Untaian jaringan ikat yang padat dapat meluas dari dermis
3. Bibir kering
Penyebab utama yang terjadi pada bibir kering atau pecah-pecah adalah
dehidrasi, dehidrasi terjadi karena kurang asupan cairan. Jika lapisan keratin
rusak dan mengelupas maka seseorang sedang mangalami. Bibir yang pecah-
permukaan bibir. Pada bibir apabila bagian permukaan luar kulit mati akan
Permukaan luar yang lebih tebal dan tertutup keratin (disebut sebagai lapisan
keratin) melindungi pertumbuhan sel-sel yang halus dari efek berbahaya yang
F. Lip Balm
masalah pada bibir. Lip balm merupakan sediaan kosmetik dengan komponen
utama seperti lilin, lemak dan minyak dari ekstrak alami atau yang di sintesis
pada bibir. Dengan adanya Lip balm kelembaban akan lebih terjaga pada
Pada formulasi sediaan lip balm harus memenuhi syarat-syarat yang telah
ditentukan. Persyaratan lip balm yang benar yaitu: dapat melapisi bibir secara
menyeluruh, cukup melekat pada bibir tapi tidak sampai lengket, tidak
a) Cera alba
Cera alba mempunyai titik leleh 62 − 64⁰C. Bahan ini digunakan untuk
mengikat minyak dan waxes yang memiliki titik leleh yang tinggi (Kadu, et
dalam keadaan lapisan tipis, memiliki bau yang khas dan bebas dari bau
tengik. Cera alba tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol dingin,
larut sempurna dalan kloroform, eter, minyak lemak dan minyak atsiri dan
pada suhu lebih kurang 30⁰C larut sempurna dalam benzen dan dalam karbon
b) Nipagin
cahaya, tahan terhadap panas dan dingin termasuk uap sterilisasi, stabilitas
Pemerian dari metil paraben adalah serbuk hablur halus, berwarna putih,
24
tidak berbau, tidak berasa. Metil paraben mempunyai kelarutan yang baik
pada air, aseton, eter, dan gliserol. Titik lebur dari metil paraben adalah 125-
c) Propilen glikol
molekul 76,09). Propilen glikol berupa cairan kental, jernih, tidak berwarna,
tidak berbau, rasa agak manis, dan higroskopik, Propilen glikol dapat
dicampur dengan air, dengan etanol (95% dan dengan kloroform, larut dalam
6 bagian eter, tidak dapat campur dengan eter minyak tanah dan dengan
minyak lemak.
10-30% larutan aerosol, 10-25% larutan oral, 10-60% larutan parentral dan
Sifat propilen glikol hampir sama dengan gliserin hanya saja propilen
glikol lebih mudah melarutkan berbagai jenis zat. Sama seperti gliserin
fungsi propilen glikol adalah sebagai humektan, namun fungsi dalam formula
krim adalah sebagai pembawa emulsi sehingga emulsi menjadi lebih stabil.
d) Lanolin
Lanolin adalah adeps lanae yang mengandung air 25% dan digunakan
25
sebagai pelumas dan penutup kulit dan mudah dipakai. Pemakaian pada kulit
Keberatannya bau dan banyak yang alergi terhadap adeps lanae (Anif, 1993).
Lanolin adalah pengemulsi yang sangat baik dan digunakan dalam kosmetik.
Lanolin merupakan lemak yang ditemukan dalam wol domba. Wol tersebut
diolah dengan larutan sabun encer dan dicuci, kemudian diolah dengan asam
e) Gliserin
dan kosmetik. Gliserin memiliki cairan jernih seperti sirup, tidak berwarna,
rasa, manis, berbau khas lemah (tajam atau tidak enak), higroskopisnya netral
terhadap lakmus. Kelarutannya yaitu dapat bercampur dengan air dan etanol,
tidak larut dalam kloroform, eter, minyak lemak dan minyak menguap
(Depkes, 2014).
f) Minyak
Lemak coklat (cocoa butter) adalah lemak alami yang berasal dari biji
coklat dan memberikan kelembutan pada lip balm. Bahan ini dapat menutrisi
kulit yang kering. Serta berfungsi untuk membentuk lapisan film pada bibir,
memberi tekstur yang lembut, mengurangi efek berkeringat dan pecah pada
aktif dari simplisia nabati atau hewani menggunakan pelarut yang sesuai,
kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan masa atau serbuk
biasanya digunakan pada bahan yang mengandung zat aktif mudah larut
dalam metode ini sangat signifikan dengan kualitas ekstrak. . Jumlah pelarut
seperti berupa ekstrak kental atau ekstrak kering bahan yang akan diekstrak
berasal dari bahan kering yang telah dihancurkan dan dapat berbentuk seperti
partikel yang dapat memberikan informasi tentang asal dan sejarah partikel
perilaku granular yang digunakan oleh suatu senyawa atau gaya gravitasi
27
bahwa partikel kecil dalam suspense bergerak dengan pola secara acak,
1991).
alomunium foil agar vial tidak tembus cahaya karna DPPH (1,1-difenil-2-
1) Uji Organoleptis
2) Uji pH
2021).
3) Uji Homogenitas
4) Uji Iritasi
Hewan uji yang digunakan adalah tikus. Tujuan uji ini adalah
melihat respon lokal pada kulit karena adanya suatu reaksi kulit setelah
al, 2021).
5) Uji Kelembapan
8) Uji Stabilitas
jam pada suhu kamar. Sampel kemudian ditempatkan pada suhu yang
Uji Organoleptis
Uji Daya Sebar
Uji kelembapan
Uji Daya Lekat
32
Uji Iritasi
Uji pH
33
J. Definisi Operasional
Tabel 3. 1
Definisi Operasional Variabel
K. Hipotesis
1. (H1)Nanopartikel ekstrak kulit buah naga dapat dibentuk sebagai sediaan lip balm
(H0)Nanopartikel ekstrak kulit buah naga tidak dapat dibentuk sebagai sediaan lip
balm (H0)
2. (H1) Nanopartikel ekstrak kulit buah naga pada sediaan lip balm dapat berfungsi
sebagai antioksidan
(H0) Nanopartikel ekstrak kulit buah naga pada sediaan lip balm tidak dapat
3. (H1) Nanopartikel ekstrak kulit buah naga pada sediaan lip balm dapat berfungsi
sebagai pewarna
(H0)Nanopartikel ekstrak kulit buah naga pada sediaan lip balm tidak dapat
4. (H1)Nanopartikel ekstrak kulit buah naga pada sediaan lip balm dapat dievaluasi
dan dikarakterisasi
(H0) Nanopartikel ekstrak kulit buah naga pada sediaan lip balm tidak dapat
ekstrak kulit buah naga (hylocereus polyrhizus) sebagai lip balm. Kemudian
dilakukan pengujian uji aktivitas antioksidan, uji organoleptis, uji PH, uji
stabilitas formulasi, uji homongenitas, uji iritasi, uji kelembaban, Uji PSA, Uji
Bahan uji simplisia kulit buah naga (hylocereus polyrhizus) diperoleh dari
Andalas Padang, Sumatera Barat. Waktu penelitian bulan Februari tahun 2023.
1. Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari blender (Philips),
pengaduk, gelas ukur (Iwak), cawan penguap (Iwak), Penangas Air, Rotary
37
38
2. Bahan
Aldrich), [Link] (Wako, jepang), asam asetat glasial (merck), NaOH (Merck),
aquadest, kulit buah naga merah, gliserin (PHARMA GRADE), cera alba
DPPH, Vitamin C.
D. Prosedur Kerja
1. Penyiapan Sampel
a) Pengambilan sampel
Kulit buah naga yang diambil adalah kulit buah naga yang segar dan tidak
busuk.
b) Pengolahan sampel
dikeringkan dengan suhu 60°C. Kulit buah naga yang telah dikeringkan lalu
naga merah diekstraksi dengan etanol 96% dengan 1:3 selama 2x24 jam.
Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk kulit buah naga merah
dengan pelarut etanol 96% sambil sesekali diaduk. Hasil ekstraksi dipekatkan
kental (Yanty dan Siska, 2018). Ekstrak kental yang sudah didapatkan
akan menjadi lebih stabil kualitasnya (tidak terjadi perubahan aroma, warna,
lanolin, cera alba, gliserin, nipagin, dan oleum cacao dilakukan pemeriksaan
V.
a. Pembuatan larutan dapar asetat pH 4, larutan kitosan dan Na. TPP Dapar
dan kitosan yaitu 4:1. [Link] yang digunakan sebanyak 0,05 bagian
meleleh sempurna. Cera alba kemudiaan dilelehkan pada suhu lelehnya 62-
tersebut (Lutfia dan Tri, 2019). Lalu basahi lumpang dengan gliserin
tambahkan sedikit demi sedikit nanopartikel ekstrak kulit buah naga merah
keadaan cair. dituangkan kedalam wadah lipbalm lalu dibiarkan pada suhu
4.1 Tabel
Formulasi lipbalm
Formula (konsentrasi gr)
Formul Formula Formula Formula
Ba asi Nanoparti nanopartike nanopartikel Kegunaan
han tanpa kel l ekstrak ekstrak kulit
Nanop ekstrak kulit buah buah naga
artikel kulit buah naga (F2) (F3)
(F0) naga (F1)
Nano - 6% 8% 10% Berfungsi
partik sebagai
el antioksdan dan
41
1. Uji organoleptis
sediaan secara kasat mata seperti warna, aroma, tekstur, rasa serta perubahan-
2013).
2. Uji pH
gram yang telah diencerkan dengan air panas 100 ml, diamkan beberapa saat
42
3. Uji Homogenitas
Lip balm dioleskan pada objek glass atau kaca transparan lain yang
cocok, sediaan tersebut harus menunjukkan susunan yang homogen dan tidak
4. Uji Iritasi
sebelum pengujian dari area tulang belikat (bahu) sampai tulang pangkal paha
(tulang pinggang) dan setengah kebawah badan pada tiap sisi (BPOM, 2014).
Jumlah sediaan uji sebanyak 0,5 g. Sediaan uji dipaparkan di area kulit seluas 2
dan edema, kemudian untuk melihat level iritasi diperoleh dari rerata dari
eritema dan edema. Semua hewan uji harus diamati ada atau tidaknya eritema
dan edema, penilaian respon dilakukan pada jam ke 1, 24, 48, dan 72 jam
setelah pembukaan tempelan. Skor iritasi (Indeks Iritasi Primer) sediaan uji
adalah kombinasi dari seluruh observasi dari pengujian (Amalia et al., 2021).
5. Uji Kelembapan
Hewan uji yang digunakan tikus. Penyiapan mulai dari tikus dicukur di
diukur diameternya 2,8 cm. Kulit yang sudah dicukur dilakukan orientasi
43
terlebih dahulu. Siapkan tikus yang sudah dicukur kemudian diolesi basis lip
moinsture analyzer, sebelum diberi lip balm dan sesudah di beri di catat hasil
(Lutfia, 2019).
Sampel sediaan lip balm ditimbang sebanyak 0,25 gram, lalu diletakkan
diatas gelas objek. Kedua gelas objek ditempelkan sampai menyatu. Kemudian
lalu diberi beban 80 gram dan dicatat waktunya hingga kedua gelas obyek
Sampel sediaan lip balm ditimbang sebanyak 0,5 gram diletakkan di atas
alat uji daya sebar yang berupa lempengan kaca beralaskan kertas skala,tutup
selama 1 menit, diukur diameter penyebaran lip balm dengan cara mengukur
dari berbagai sisi dan dihitung rata-ratanya, diulang sebanyak 3 kali replikasi
dengan cara yang sama dengan penambahan beban secara berkala (50 g, 100 g,
F. Analisi Data
persyaratan yaitu harga p > 0,05. Jika sudah memenuhi persyaratan uji
normalitas dan homogenitas, maka dapat dilakukan uji ANOVA. Syarat uji
Abdassah, M. (2017). Nanopartikel dengan gelasi ionik. Jurnal Farmaka, 15(1), 45–
52.
Ahdyani, R., Rahayu, S., Zamzani, I., & Andika. (2020). Review : Pengembangan
Sistem Penghantaran Berbasis Nanopartikel Dalam Sediaan Kosmetika Herbal.
Journal of Current Pharmaceutical Science, 4(1), 289–299.
Amalia, I., Prabandari, S., & Susiyarti. (2021). FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK
LIP BALM EKSTRAK ETANOL BUAH STRAWBERRY (Fragraria Sp). 09, 3.
Ambari, Y., Hapsari, F. N. D., Ningsih, A. W., Nurrosyidah, I. H., & Sinaga, B.
(2020). Studi Formulasi Sediaan Lip Balm Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia
sappan L.) dengan Variasi Beeswax. Journal of Islamic Pharmacy, 5(2), 36–45.
[Link]
Butarbutar, M. E. T. (2019). Sistem Penghantaran Obat Baru Nanopartikel Hibrid
Lipid-Polimer. [Link] (Online), 4(1), 11.
[Link]
Coulter, B. (2008). Delsa TM Nano – The Solution to Your Nanoparticle Size and Zeta
Potential Analysis Needs. 4.
[Link]
column-content/attachment/catalogo_DelsaNano.pdf
Dani, H. (2019). Khasiat Ampuh Buah Naga dan Buah Delima (K. Aldi (ed.)).
laksana.
[Link]
ma/K9jEDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1
Daniel, K. (2014). Berkebuh Buah Naga (F. Ainurrohmah (ed.)). Penebar Swadaya.
[Link]
J?hl=id&gbpv=1
Departemen kesehatan. (1979). Farmakope Indonesia edisi III.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Farmakope Indonesia (5Th Ed).
In Jakarta.
Ganjar Ibnu Gholib, A. R. (2018). Spektroskopi Molekuler Untuk Analisis Farmasi.
UGM PRESS.
[Link]
is_Fa/veBdDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=0
45
46
Hakim R. F. (2021). Anatomi, Histologi, Fisiologi Sistem Rongga Mulut. Syiah Kuala
University Press.
[Link]
ongg/VT1vEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0
Lutfia, F. (2019). Mutu Fisik Sediaan Lipbalm Dengan Pewarna Ekstrak Kayu
Secang (Caesalpinia sappan L.). Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang, 48.
Maharini, I., Wigati, S., & Utami, D. T. (2017). Formulasi Nanopartikel Ekstrak
Buah Naga ( Hylocereus Polyrhizus ) Sebagai Zat Warna Sediaan Lipstik.
Chempublish Journal, 2(1), 38–43.
Mappa, T., Edy, H. J., & Kojong, N. (2013). Formulasi Gel Ekstrak Daun
Sasaladahan (Peperomia Pellucida (L.) H.B.K) Dan Uji Efektivitasnya Terhadap
Luka Bakar Pada Kelinci (Oryctolagus Cuniculus). Pharmacon, 2(2), 49–56.
Mardhiani, Y. D., Yulianti, H., Azhary, D., & Rusdiana, T. (2018). Formulasi dan
Stabiltas Sediaan Serum dari Ekstrak Kopi Hijau (Coffe Canephora). Indones
Nat Res Pharm J, 2(2), 19–33.
Maryani, M., & Fachrurrazi, S. (2017). Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan
Kosmetik Produk Latulipe Yang Sesuai Dengan Jenis Kulit Wajah Perempuan
Indonesia Menggunakan Metode Promethee. Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem
Informasi, 1(2), 97–126. [Link]
Mersil, S., Limanda, N., Ilmu, D., Mulut, P., Kedokteran, F., Universitas, G., &
Moestopo, P. (2022). Management of Exfoliative Cheilitis. 10(30), 214–220.
Nia, L., & Prayoga, dan T. (2020). EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH
(Averrhoa bilimbi L). Jakad Medi Publishing.
[Link]
LUH_Averrhoa_bi/JBDuDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=0
Pangaribuan & Lina. (2017). Efek Samping Kosmetik Dan Penangananya Bagi Kaum
Perempuan. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera, 15(2), 20–28.
[Link]
Penambahan, D. A. N., Ceri, B., & Pewarna, S. (2019). FORMULASI SEDIAAN LIP
BALM DARI MINYAK ZAITUN ( Olive oil ) SEBAGAI EMOLIEN DAN
PENAMBAHAN BUAH CERI ( Prunus avium ) SEBAGAI PEWARNA ALAMI.
1(1), 24–31.
BPOM, (2018).
Rahma, S. A. E. (2021). Buah-Buahan Indonesia (M. P. Team (ed.)). Media Nusa
Creative (MNC Publishing).
[Link]
AJ?hl=id&gbpv=1
47
[Link]