0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan7 halaman

Solusi Rangkaian RLC dengan Laplace

Transformasi Laplace merupakan metode untuk menyelesaikan persamaan diferensial dengan mereduksi masalah ke aljabar. Penelitian ini menggunakan transformasi Laplace modifikasi untuk mendapatkan solusi persamaan diferensial model rangkaian listrik RLC yang terhubung secara seri. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi Laplace modifikasi dapat menyediakan solusi untuk persamaan diferensial orde dua linier nonhomogen dalam bentuk persamaan muatan listrik terhadap w

Diunggah oleh

uning
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan7 halaman

Solusi Rangkaian RLC dengan Laplace

Transformasi Laplace merupakan metode untuk menyelesaikan persamaan diferensial dengan mereduksi masalah ke aljabar. Penelitian ini menggunakan transformasi Laplace modifikasi untuk mendapatkan solusi persamaan diferensial model rangkaian listrik RLC yang terhubung secara seri. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi Laplace modifikasi dapat menyediakan solusi untuk persamaan diferensial orde dua linier nonhomogen dalam bentuk persamaan muatan listrik terhadap w

Diunggah oleh

uning
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Analisis Solusi Model Rangkaian Listrik Menggunakan Metode

Transformasi Laplace Modifikasi


A. Fitriana Minggani
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Sumenep
Jawa Timur, Indonesia
inggadpk@[Link]
Abstract—Laplace transform is one type of integral turunan dari transformasi Fourier. Namun, tidak semua
transformation that allows to be used to solve homogeneous persamaan diferensial dapat diselesaikan dengan
and non- homogeneous second order linear differential transformasi Laplace.
equations. Laplace transform modification is obtained by
adding coefficients through the corresponding variables in Pada persamaan diferensial biasa dengan koefisien
the Laplace transform equation. There are several variabel0 untuk masalah nilai awal dan nilai batas, terdapat
applications of differential equations, one of which is the beberapa persamaan diferensial yang tidak dapat
electrical circuit model. The prblem that often becomes an diselesaikan dengan transformasi Laplace. Sejalan dengan
obstacle is when encountering a limit value problem. This penelitian [3]yaitu melakukan modifikasi pada
paper aims to obtain the solution of linear differential transformasi Laplace yang dinamakan transformasi
equations in a simple electric circuits (RLC) model Laplace modifikasi, dengan melakukan penambahan
connected in series, using a modified Laplace transform
koefisien melalui variabel yang sesuai pada persamaan
method. The results of this study provide indicate that a
modified Laplace transform method can providesolution of Transformasi Laplace yang dinyatakan dalam
nonhomogenous second order linear differential equation in
bentuk ℒM{𝑓(𝑡)} = 𝐹(𝑠)=√𝑠 𝑒–st 𝑓(𝑡)𝑑𝑡 dengan 𝑡
the form of electric charge equation over time.
> 0 dan 𝑒 merupakan fungsi kernel transformasi, serta 𝑠
–st

merupakan variabel transformasi untuk 𝑠 ∈ ℝ+.


Keywords: Electrical circuits, Laplace transform
modifications, Second order linear differential Rangkaian listrik merupakan kumpulan elemen atau
equationsIntroduction. komponen listrik yang saling berhubungan, serta melalui
tahapan tertentu paling sedikit mempunyai satu lintasan
I. INTRODUCTION tertutup. Suatu rangkaian listrik dapat dimodelkan ke
dalam suatu persamaan diferensial yaitu persamaan
Matematika menurut Susanta dalam [1] menyatakan diferensial linear orde dua dengan koefisien konstanta [2].
bahwa ilmu pengetahuan yang digunakan secara luas
dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam Pada rangkaian listrik terdapat komponen atau elemen
menyelesaikan permasalahan di bidang teknik, fisika, yang disebut elemen aktif, merupakan elemen yang
ekonomi, biologi, dan yang lainnya. Permasalahan pada menghasilkan energi, dalam hal ini adalah sumber
bidang tersebut kemudian diidentifikasi, dirumuskan, dan tegangan dan sumber arus. Selain itu terdapat komponen
atau elemen pasif, artinya elemen yang tidak
dimodelkan untuk dapat ditentukan solusinya.
menghasilkan energi, dalam hal ini elemen yang hanya
Adapunpemodelan yang menggunakan simbol
dapat menyerap energi (resistor), elemen yang dapat
matematika dan logika untuk menyajikan permasalahan menyerap energi dalam bentuk medan magnet (kapasitor),
objek disebut pemodelan matematika atau pemodelan dan elemen yang dapat menyimpan enegi (induktor) [2].
simbolik. Tujuan dari pemodelan matematika, menurut
Susanta dalam [1] memberikan deskripsi terkait keadaan, Persamaan rangkaian listrik sederhana yang
sifat, maupun perilaku objek agar mudah dikenali, berbentuk, berupa persamaan diferensial linear orde dua
diperlajari, dan dimanipulasi. Hal yang perlu dilakukan nonhomogen ini, akan nampak rumit apabila diselesaikan
saat menyusun model matematika pada suatu dengan metode aljabar biasa. Oleh karena itu, pada paper
permasalahan adalah mengidentifikasi semua besaran ini akan diterapkan transformasi Laplace modifikasi
yang terlibat, memberi lambang pada semua besaran, untuk mendapatkan solusi umum persamaan diferensial
tersebut. Menurut [2], yang menyatakan bahwa suatu model
menentukan besaran kostanta dan variabel, menentukan
rangkaian listrik ini akan dapat dianalisis atau diselesaikan
hubungan variabel dan konstanta sehingga terbentuk
menggunakan metode transformasi Laplace modifikasi. Hal
model matematika, mencari penyelesaian berdasarkan ini disebabkan oleh karakteristik dari tiap-tiap elemen
teori-teori dalam matematika, dan menginterpretasikan rangkaian listrik yang berbeda, meskipun secara definitif
solusi model sehingga diperoleh solusi permasalahan [1]. VR ,VL dan VC merupakan besarnya arus yang mengalir pada
Metode transformasi Laplace (Laplace Transformation) elemen R , L dan C.
merupakan suatu metode yangdapat digunakan untuk
menyelesaikan persamaan diferensial, yang memetakan
masalah nilai awal ke dalam suatu persamaan aljabar atau
suatu sistem persamaan yang dapat diselesaikan dengan
metode aljabar dan tabel transformasi Laplace. Metode ini
pertama kali diperkenalkan oleh Pierre Simon Marquas
De Laplace (1749 – 1827) seorang matematikawan
Perancis dan seorang guru besar di Paris. Dengan metode
transformasi Laplace akan dihasilkan solusi khusus secara
langsung sesuai dengan kondisi masalah nilai awal yang
diberikan [2].
Sebenarnya sebelum ditemukan transformasi
Laplace, menurut Debnath dalam [3], menyatakan bahwa
suatu transformasi integral dimulai dengan munculnya
transformasi Fourier yang kemudian diikuti oleh
transformasi Laplace pada tahun 1822 yang merupakan
II. EASE OF USE B. Transformasi Laplace Modifikasi
Transformasi Laplace [3], secara umum dapat
Penelitian ini digunakan studi literatur yang ditulis sebagai ℒ{𝑓(𝑡)} = 𝐹(𝑠) = 𝑒–st 𝑓(𝑡)𝑑𝑡 seperti
membahas fenomena dalam kehidupan sehari- hari yaitu
pada persamaan (1).
mengenai rangkaian listrik. Penulis mendeskripsikan
suatu masalah atau fenomena yang berupa besar arus Jika persamaan (1) dikalikan dengan s diperoleh
listrik pada suatu rangkaian tertutup pada waktu t , s
berbentuk rangkaian listrik sederhana (RLC) dan disusun s
secara seri. Model matematika yang dihasilkan dari ℒ{𝑓(𝑡)} = 𝑒–st 𝑓(𝑡)𝑑𝑡
s
fenomena rangkaian listrik sederhana (RLC) ini, berbentuk √𝑠ℒ{𝑓(𝑡)} = √𝑠 𝑒–st 𝑓(𝑡)𝑑𝑡
persamaan diferensial linear orde dua nonhomogen yang
didapatkan berdasarkan hukum Kirchoff. Setelah √𝑠ℒ{𝑓(𝑡)} = ℒM{𝑓(𝑡)} (4)
diformulasikan dalam model matematika, kemudian Notasi ℒM{𝑓(𝑡)} merupakan Transformasi Laplace
menerapkan metode transformasi Laplace modifikasi modifikasi yang didefinisikan sebagai       berikut:
pada kedua sisi persamaan diferensial tersebut.
Selanjutnya mensubstitusi fenomena awal yang ℒM{𝑓(𝑡)}=√𝑠 𝑒–st 𝑓(𝑡)𝑑𝑡 (5)
diberikan, sekaligus menyusun persamaan pembantu.
Langkah berikutnya melakukan invers transformasi Transformasi Laplace modifikasi memiliki sifat-sifat
Laplace modifikasiuntuk mendapatkan solusi khusus dari seperti operator linear, sifat diferensial, sifat integral, sifat
rangkaian listrik sederhana (RLC) [Link] translasi pertama, sifat translasi kedua, sifat konvolusi, dan
and Acronyms sifat nilai awal.
A. Transformasi Laplace
C. Invers Transformasi Laplace Modifikasi
Transformasi Laplace dapat digunakan untuk mereduksi
persamaan diferensial ke suatu masalah aljabar. Aljabar Jika transformasi Laplace modifikasi [3] dari fungsi 𝑓(𝑡)
tersebut dapat menjadi rumit pada suatu kejadian, tetapi adalah T(𝑠) atau ℒM{𝑓(𝑡)} maka fungsi adalah invers
sebenarnya dalam beberapa kasus ini akan lebih sederhana transformasi Laplace modifikasi dari T(𝑠) dan disimbolkan
daripada penyelesaian persamaan diferensial secara dengan . Notasi merupakan notasi invers
langsung[4]. Transformasi Laplace secara umum dari notasi transformasi Laplace modifikasi. Hubungan
didefinisikan oleh: antara fungsi 𝑓(𝑡) dan ℒM{𝑓(𝑡)} dapat dilihat pada Tabel 1.
ℒ{𝑓(𝑡)} = 𝐹(𝑠) = 𝑒–st 𝑓(𝑡)𝑑𝑡 (1) Tabel.1 Transformasi Laplace Modifikasi padabeberapa fungsi
dengan 𝑡 > 0, ℒ dinamakan operator transformasi Laplace,
selanjutnya 𝑒–stmerupakan fungsi kernel transformasi, serta
𝑠 merupakan variabel transformasi dalam 𝑠 ∈ ℝ+[3].
Terdapat beberapa sifat penting[4]yang dapat digunakan
untuk menentukan Transformasi Laplace beberapa fungsi,
antara lain:
1) Sifat Linear
Untuk konstanta c1 dan c2 dipunyai
ℒ{𝑘1𝑓1(𝑡) + 𝑘2𝑓2(𝑡)} = 𝑘1ℒ{𝑓1(𝑡)} + 𝑘2ℒ{𝑓2(𝑡)} (2)
2) Jika ℒ{𝑓(𝑡)} = 𝐹(𝑠), maka
ℒf t  = 𝑠ℒf t  f 0  sF 0 f 0
ℒ f  t  = 𝑠 2 ℒ f t  sf 0 f 0  s 2 F s  sf 0 f
0
ℒ f n  t  = 𝑠nℒ F s   s n1 f 0  s n2 f 0  …  sf n
2  n 1 D. Nilai Awal dan Nilai Akhir
0  f 0 (3)
r  Sifat transformasi Laplace modifikasi berkenaan
dengan f 0 merupakan nilai dari f r  t pada t  0, r  dengan nilai awal dan nilai akhir, dapat dinyatakan
0,1,2,…, n 1 dan n bilangan bulat positif. Salah satu sebagai berikut [5]:
keunggulan transformasi laplace dalam menyelesaikan suatu Nilai awal : lim f t   lim s
masalah nilai awal, dapat secara langsung artinya bahwa t 0 s
masalah nilai awal dapat diselesaikan tanpa terlebih dahulu Nilai akhir : lim f t   lim s
harus menentukan solusi umumnya atau persamaan- t  s0
persamaan non homogen dapat diselesaikan tanpa terlebih
Jadi, nilai f t  pada t  0 di kawasan waktu (nilai

dahulu menyelesaikan persamaan homogennya.
awal) sama dengan nilai (s) pada tak terhingga di
Kawasan s.
Sedangkan nilai f t pada t   (nilai akhir) sama Gambar 1 adalah rangkaian listrik sederhana terdiri atas
dengan nilai (s) pada titik asal di kawasan s . Sifat ini tahanan/hambatan R , satuannya Ohm; sebuah kapasitor
dapat diturunkan dari sifat diferensiasi. C, satuannya Farad; sebuah induktor L , satuannya
Henry; dan gaya elektromotif emf E(t), satuannya Volt.
E. Persamaan Diferensial Linear Orde Dua
Sebuah baterai atau generator sebagai sumber listrik, yang
Persamaan diferensial adalah persamaan yang memuat dihubungkan secara seri. Arus I yang mengalir melalui
fungsi yang tidak diketahui dan derivatifnya. Persamaan rangkaian tersebut diukur dalam Ampere dan muatan pada
diferensial ditinjau dari banyaknya variabel bebas dari kapasitor, yang satuannya Coulomb[4].
fungsi yang tidak diketahui, dikelompokkan menjadi Hukum Loop Kirchoff berbunyi “ jumlah aljabar dari
persamaan diferensial biasa dan persamaan diferensial
penurunan tegangan dalam sebuah rangkaian listrik tertutup
parsial. Persamaan diferensial biasa adalah persamaan
sederhana adalah nol”. Diketahui bahwa penurunan
diferensial dengan fungsi yang tidak diketahui adalah
fungsi dari satu variabel bebas. Sedangkan, persamaan tegangan pada tahanan/ hambatan, kapasitor dan induktor
diferensial parsial adalah persamaan diferensial yang masing-masing adalah RI, dan dengan q
memuat derivatif parsial fungsi yang tidak diketahui merupakan muatan atau kapasitas dari kapasitor dalam
terhadap dua atau lebih variabel bebas [4]. Untuk orde dari waktu [Link] tengan emf (electromotive force) adalah
persamaan diferensial ditunjukkan oleh derivatif tertinggi – E (t). Jadi, dari Hukum Loop Kirchoff [4], dimiliki:
yang muncul dalam persamaan tersebut. Selain itu,
persamaan diferensial juga dikelompokkan menjadi
persamaan linear dan nonlinear. Persamaan diferensial
n
biasa yang dinyatakan ke dalam bentuk Ft, y, y, y,…, y
(8)
  0 merupakan linear jika F merupakan fungsi linear dari
n Arus dalam circuit berhubungan dengan perubahan
variabel-variabel y, y, y,…, y [4]. Definisi tersebut juga muatan atau kapasitas yang berada dalam kapasitor,
berlaku untuk persamaan diferensial parsial. Persamaan sehingga hubungan antara q dan I adalah
diferensial linear orde-n dengan koefisien konstanta,
berupa persamaan yang berbentuk [1]: (9)

Substitusikan persamaan (9) ke (8), diperoleh

atau

(6)
dimana ai , i  0,1,2,… , n Kalikan maing – masing ruas , menjadi
Persamaan diferensial linear dikatakan homogen,
apabila fungsi R(t) pada persamaan (6) bernilai nol untuk
setiap t. Sedangkan persamaan diferensial linear dikatakan
nonhomogen, apabila fungsi R(t) pada persamaan (6) bernilai Kondisi-kondisi awal dari q , adalah
bukan nol untuk setiap t.
(11)
Berdasarkan persamaan (6) sehingga persamaan
diferensial linear nonhomogen orde dua dengan koefisien III. PREPARE YOUR PAPER BEFORE STYLING
konstanta, dapat dinyatakan dalam bentuk: Berdasarkan persamaan (10), yang merupakan persamaan
umum rangkaian listrik RLC yang disusun secara seri,
(7) berbentuk persamaan diferensial orde dua nonhomogen.
Selanjutnya akan diberikan syarat awal yang harus
dengan a2  0 , a0 dan a1 adalah konstanta real. dipenuhi sehingga tidak dapat diselesaikan secara
langsung maupun dengan metode transformasi Laplace
seperti biasa. Oleh karenanya akan digunakan
F. Rangkaian Listrik Sederhana (RLC Seri) transformasi Laplacemodifikasi. Syarat awal tersebut
merupakan saat osilasi pegas berada pada simpangan
tertentu dengan kecepatan awal nol.

Jika diberikan syarat awal q0  A, q0  B  0,


dan ℒM{𝑞} = 𝑞(𝑠), maka dengan menggunakan transformasi
Laplace modifikasi pada kedua ruas dari persamaan (10),
Gambar 1. Rangkaian Listrik RLC Seri diperoleh:
(14)
Setelah mendapatkan bentuk sederhana dari fungsi
hasil transformasi, kemudian persamaan (14)
ditransformasikan dengan invers transformasi Laplace
modifikasi sehingga diperoleh solusi dari persamaan
karena B  0 , sehingga diferensial yang diberikan:

(12)

Untuk mendapatkan nilai qs, pada persamaan (12)


bagian penyebutnya dapat digunakan bentuk kuadrat
sempurna, yaitu:

Berdasarkan Tabel 1., didapatkan

Kemudian substitusikan kembali nilai a dan b

Dengan memisalkan dan , maka :

Dengan demikian, solusi persamaan rangkaian listrik


(13) sedehana RLC yang disusun secara seri, diperoleh :

Kemudian substitusikan persamaan (13) ke persamaan(12)

atau
I. USING THE TEMPLATE [3] S. Sudirham, “Analisis Rangkaian Listrik,” vol. 2, 2012, p. 15.
[4] S. Arifin, Muhammad Wakhid Musthofa, “Aplikasi Transformasi
Model rangkaian listrik sedehana RLC yang disusun Laplace Pada Rangkaian Listrik,” J. Fourier, vol. 2, no. 1, pp. 54–
secara seri, berbentuk persamaan diferensial linear orde 70, Apr. 2013.
dua non homogen. Secara matematis, setelah ditentukan [5] Y. Yusnanda, Helmi, “Transformasi Laplace Modifikasi Untuk
𝑞(𝑠), selanjutnya dilakukan invers dari transformasi Menyelesaikan Beberapa Persamaan Diferensial Biasa Linear,”
Bul. Ilm. Mat. Stat. dan Ter., vol. 08, no. 1, pp. 53– 62, 2019.
Laplace modifikasi 𝑞(𝑡) = . Jadi, dengan menerapkan
metode transformasi Laplace modifikasi, yang merupakan
pengembangan dari transformasi Laplace, dapat
memberikan solusi model rangkaian listrik sedehana RLC
yang disusun secara seri, dalam bentuk persamaan
muatan listrik terhadap waktu.
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan
solusi model rangkaian listrik sederhana (RLC) yang
dirangkai secara seri, yang berupa persamaan diferensial
linear orde dua nonhomogen, yang diselesaikan
menggunakan metode transformasi Laplacemodifikasi.
Untuk penelitian lebih lanjut antara lain solusi model
rangkaian listrik yang disusun secara paralel, serta
memperhatikan ketika penurunan tegangan emf tidak
konstan.

REFERENCES
[1] D. B. Nugroho, Persamaan Diferensial Biasa dan Aplikasinya:
Penyelesaian Manual dan Menggunakan Maple, 1st ed.
Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011.
[2] R. Maharani, “Aplikasi Transformasi Laplace Pada Persamaan
Differensial Orde Dua Untuk Pendulum Sederhana dan Pendulum
Fisis,” Stain J. Math. Teach., vol. 1, 2017.

Anda mungkin juga menyukai