MAKALAH
ELEMEN STRUKTUR BAJA LENTUR
SESUAI DENGAN SNI BAJA 2020
Oleh:
M. Dimas Baihaqi
1914221005
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BHAYANGKARA SURABAYA
2021
DAFTAR ISI
I. BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................................................................. 3
II. BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................................... 4
A. LENTUR SEDERHANA PROFIL SIMETRIS ................................................................................................. 4
B. BAJA LENTUR SESUAI SNI BAJA 2020..................................................................................................... 5
[Link] ................................................................................................................................................... 5
[Link] Komposit dengan Angkur Baja Stad Berkepala atau Angkur Kanal Baja................................ 6
D. LENDUTAN BALOK.................................................................................................................................11
E. TABEL ELEMEN STRUKTUR YANG MENGALAMI LENTUR………………………………………………………..13
[Link] IIIPENUTUP.............................................................................................................................................15
[Link]……………………………………………………………………………..……………………………………………15
1
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbilaalamiin puji syukur kehadirat Allah SWT, yang senantiasa
melimpahkan rahmat serta inayah-Nya sehingga penyusun masih diberikan kesempatan untuk
dapat mengerjakan makalah Konstruksi Baja ini.
Penyusunan tugas makalah ini ditujukan agar kita semua tahu bagaimana dan seperti apa
sstruktur lentur baja.
Oleh karena itu, penyusun berharap semoga penyusunan tugas mengenai “STRUKTUR
BAJA LENTUR” ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Namun penyusun juga sadar bahwa
terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan tugas ini, sehingga diharapkan bagi semua pihak
untuk berpartisipasi memberikan kritik dan sarannya demi kesempurnaan makalah ini.
Sekian yang dapat penyusun sampaikan, dan atas partisipasinya penyusun ucapkan
banyak terima kasih.
Surabaya, Maret 2020
2
BAB I
PENDAHULUAN
• Balokadalahkomponenstruktur yang memikulbeban-bebangravitasi,
sepertibebanmatidanbebanhidup.
• Komponenstrukturbalokmerupakankombinasidarielementekandanelementarik.
• Asumsi yang digunakanadalahbahwabaloktakakantertekuk, karenabagianelemen yang
mengalamitekan,
sepenuhnyaterkekangbaikdalamarahsumbukuatataupunsumbulemahnya.
• Asumsiinimendekatkenyataan,
sebabdalambanyakkasusbalokcukupterkekangsecaralateral,
sehinggamasalahstabilitastidakperlumendapatpenekananlebih.
3
BAB II
PEMBAHASAN
II.A. LENTUR SEDERHANA PROFIL SIMETRIS
Tegangan lentur pada penampang profil yang mempunyai minimal satu sumbu simetri,
dan dibebani pada pusat gesernya dapat dihitung dari persamaan :
Keterangan:
ƒ= Tegangan lentur
Mx, My = Momen lentur arah x dan y
Sx, Sy = Modulus penampang arah x dan y
Ix, Iy = Momen inersia arah x dan y
cx, cy = Jarak dari titik berat ke tepi serat arah x dan y
4
Gambar yang menunjukkan beberapa penampang yang mempunyai minimal satu buah sumbu
simetri.
II.B. BAJA LENTUR SESUAI SNI 2020
Pasal ini berlaku untuk tiga jenis komponen struktur komposit yang memikul lentur:balok
kompositdengan angkur baja yang terdiri dari angkur baja stad berkepala atauangkur kanal baja,
komponen struktur komposit terbungkus beton, dan komponenstruktur komposit terisi beton.
1. Umum
1a. Lebar Efektif
Lebar efektif slab beton harus diambil dari jumlah lebar efektif untuk setiap sisi
sumbu
balok, masing-masing tidak melebihi:
(a) seperdelapan bentang balok, as ke as tumpuan;
(b) setengah jarak ke sumbu balok yang berdekatan; atau
(c) jarak ke tepislab.
1b. Kekuatan Selama Pelaksanaan
Apabila penopang sementara tidak digunakan selama pelaksanaan, penampang
baja
saja harus memiliki kekuatan yang cukup untuk memikul semua beban yang bekerja
sebelum beton mencapai 75% dari kekuatan terspesifikasif'c. Kekuatan lentur tersedia
5
pada penampang baja harus ditentukan sesuai dengan Bab F.
2. Balok Komposit dengan Angkur Baja Stad Berkepala atau Angkur Kanal Baja
2a. Kekuatan Lentur Positif
Kekuatan lentur positif desain, bMn, dan kekuatan lentur positif yang diizinkan,
Mn∕b,
harus ditentukan untuk keadaan batas leleh sebagai berikut:
b = 0,90 (DFBT) b = 1,67 (DKI)
(a) Apabila h∕tw ≤ 3,76√E/Fy
Mnharus ditentukan dari distribusi tegangan plastis pada penampang komposit
untuk keadaan batas leleh (momen plastis).
Catatan Pengguna: Semua ASTM A6 profil W, S dan HP yang ada memenuhi
batas yang diberikan dalam Pasal I3.2a(a) untuk Fy≤70ksi (485 MPa).
(b) Apabila h∕tw > 3,76√E/Fy
Mn harus ditentukan dari superposisi tegangan elastis, dengan
memperhitungkan efek penopangan, untuk keadaan batas leleh (momen leleh).
2b. Kekuatan Lentur Negatif
Kekuatan lentur negatif tersedia harus ditentukan untuk penampang baja saja, sesuai
dengan persyaratan Bab F.
Alternatif, kekuatan lentur negatif tersedia harus ditentukan dari distribusi tegangan
plastis pada penampang komposit, untuk keadaan batas leleh (momen plastis),
dengan
b = 0,90 (DFBT) b = 1,67 (DKI)
asalkan batasan yang berikut dipenuhi :
(a) Balok baja adalah penampang kompak dan terbreis secara memadai sesuai
dengan Bab F.
(b) Angkur baja stad berkepala atau angkur kanal baja menyambungkan slab ke
balok baja pada daerah momen negatif.
(c) Tulangan slab yang paralel pada balok baja, disalurkan di lebar efektif slab.
6
2c. Balok Komposit dengan Dek Baja Bergelombang
1. Umum
Kekuatan lentur tersedia pada konstruksi komposit yang terdiri dari slab beton di
atas dek baja bergelombang yang disambungkan ke balok baja harus ditentukan
melalui bagian yang sesuai pada Pasal I3.2a dan I3.2b, dengan persyaratan
berikut:
(a) Tinggi rusuk nominal tidak lebih besar dari 3 in. (75 mm). Lebar rata-rata
rusuk
atau hauns beton, wr , harus tidak kurang dari 2 in. (50 mm), tetapi tidak boleh
diambil dalam perhitungan sebagai lebih dari lebar bersih minimum di dekat
bagian paling atas dek baja.
(b) Slab beton harus disambungkan ke balok baja dengan angkur baja stad
berkepala yang dilas baik melalui dek tersebut atau langsung ke penampang
melintang baja. Angkur baja stad berkepala, setelah instalasi, harus
diperpanjang tidak kurang dari 11/2in. (38 mm) di atas bagian paling atas dek
baja dan harus ada paling sedikit 1/2in. (13 mm) selimut beton terspesifikasi di
atas bagian paling atas angkur baja stadberkepala.
(c) Tebal slab di atas dek baja tidak boleh kurang dari 2 in. (50 mm).
(d) Dek baja harus diangkur ke semua komponen struktur pendukung pada spasi
tidak melebihi 18 in. (460 mm). Angkur yang demikian harus diberikan dengan
angkur baja stad berkepala, kombinasi dari angkur baja stad berkepala dan las
arc spot (puddle), atau perangkat lain yang terspesifikasi dalam dokumen
kontrak.
2. Rusuk Dek yang Diorientasikan Tegak Lurus Balok Baja
Beton di bawah bagian atas dek baja harus diabaikan dalam penentuan properti
penampang komposit dan dalam perhitungan Ac untuk rusuk dek yang
diorientasikan tegak lurus balok baja.
3. Rusuk Dek yang Diorientasikan Paralel Balok Baja
7
Beton di bawah bagian atas dek baja diizinkan untuk dimasukkan dalam
penentuan
properti penampang komposit dan harus dimasukkan dalam perhitungan Ac.
Rusuk dek baja yang dicetak di atas balok pendukung diizinkan untuk dibelah
secara
longitudinal dan dipisahkan untuk membentuk suatu hauns beton.
Apabila tinggi nominal dek baja adalah 11/2 in. (38 mm) atau lebih besar, lebar
ratarata,
wr, dari hauns atau rusuk yang tertumpu harus tidak kurang dari 2 in. (50 mm)
untuk angkur baja stad berkepala yang pertama dalam baris transversal ditambah
empat diameter stad untuk setiap angkur baja stad berkepala tambahan.
2d. Transfer Beban Antara Balok Baja dan Slab Beton
1. Transfer Beban untuk Kekuatan Lentur Positif
Seluruh geser horizontal di antarmuka antara balok baja dan slab beton harus
diasumsikan disalurkan melalui baja stad berkepala atau angkur kanal baja,
kecuali untuk balok terbungkus beton seperti didefinisikan dalam Pasal I3.3.
Untuk aksi komposit dengan beton yang mengalami tekan lentur, gaya geser
nominal antara balok baja dan slab beton yang disalurkan melalui angkur baja, V',
antara titik dengan momen positif maksimum dan titik dengan momen nol harus
ditentukan sebagai nilai terendah sesuai dengan keadaan batas kehancuran beton,
leleh tarik penampang baja, atau kekuatan geser angkur baja tersebut:
(a) Kehancuran beton
V' = 0,85f'cAc (I3-1a)
(b) Leleh tarik penampang baja
V' = FyAs (I3-1b)
(c) Kekuatan geser baja stad berkepala atau angkur kanal baja
V' = Σ Qn (I3-1c)
dengan
Ac = luas slab beton di dalam lebar efektif, in.2 (mm2)
As = luas penampang melintang baja, in.2 (mm2)
8
Σ Qn = jumlah kekuatan geser nominal angkur baja stad berkepala atau angkur
kanal baja antara titik dengan momen positif maksimum dan titik dengan
momen nol, kips (N)Efek daktilitas (kapasitas slip) sambungan geser pada
antarmuka slab beton dan balok
baja harus dipertimbangkan.
2. Transfer Beban untuk Kekuatan Lentur Negatif
Pada balok komposit menerus dengan baja tulangan longitudinal di daerah
momen
negatif diperhitungkan bekerja secara komposit dengan balok baja, geser
horizontal
total antara titik dengan momen negatif maksimum dan titik dengan momen nol
harus
ditentukan sebagai nilai terendah sesuai dengan keadaan batas yang berikut:
(a) Untuk keadaan batas leleh tarik tulangan slab
V' = FysrAsr (I3-2a)
dengan
Asr= luas baja tulangan longitudinal yang disalurkan di dalam lebar efektif
slab beton, in.2 (mm2)
Fysr = tegangan leleh minimum terspesifikasi pada baja tulangan, ksi (MPa)
(b) Untuk keadaan batas kekuatan geser angkur baja stad berkepala atau angkur
kanal baja
V' = Σ Qn (I3-2b)
3. Komponen Struktur Komposit Terbungkus Beton
Kekuatan lentur tersedia komponen struktur terbungkus beton harus ditentukan
sebagai berikut:
b=0,90(DFBT) b=1,67 (DKI)
Kekuatan lentur nominal, Mn, harus ditentukan dengan menggunakan salah satu
dari
metode berikut:
(a) Superposisi tegangan elastis pada penampang komposit, yang
9
memperhitungkan efek penopangan untuk keadaan batas leleh (momen leleh).
(b) Distribusi tegangan plastis pada penampang baja saja, untuk keadaan batas
leleh (momen plastis) pada penampang baja.
(c) Distribusi tegangan plastis pada penampang komposit atau metode
kompatibilitas regangan, untuk keadaan batas leleh (momen plastis) pada
penampang komposit. Untuk komponen struktur terbungkus beton, angkur baja
harus diberikan
4. Komponen Struktur Komposit Terisi Beton
4a. Batasan
Penampang komposit terisi beton harus diklasifikasikan sebagai tekuk
lokal sesuai dengan Pasal I1.4.
4b. Kekuatan Lentur
Kekuatan lentur tersedia komponen struktur komposit terisi beton harus
ditentukan
sebagai berikut:
b = 0,90 (DFBT) b = 1,67 (DKI)
Kekuatan lentur nominal, Mn, harus ditentukan sebagai berikut:
(a) Untuk penampang kompak.
Mn= Mp (I3-3a) Dengan Mp = momen sehubungan dengan distribusi
tegangan plastis di
penampang komposit, kip-in. (N-mm).
(b) Untuk penampang nonkompak
Mn=Mp-(Mp-My) (λ-λpλr-λp) (I3-3b)denganλ, λp, danλr adalah rasio
kelangsingan yang ditentukan dari Tabel.
My = momen leleh sehubungan dengan leleh sayap tarik dan leleh pertama
sayap tekan, kip-in. (N-mm). Kapasitas pada saat leleh pertama harus
dihitung dengan asumsi distribusi tegangan elastis linier dengan tegangan
tekan beton maksimum dibatasi sampai 0,70f'c dan tegangan baja
maksimum
dibatasi sampai Fy.
(b) Untuk penampang langsing,
10
Mn, harus ditentukan sebagai momen [Link] sayap tekan
harus dibatasi sampai tegangan tekuk lokal, Fcr, yang ditentukan dengan
menggunakan Persamaan I2-10 atau Persamaan [Link] tegangan
beton harus elastis linier dengan tegangan tekan maksimum yang dibatasi
sampai 0,70f'c.
II.D. LENDUTAN BALOK
SNI 1729:2020 membatasi besarnya lendutan yang timbul pada balok
Diisyaratkan lendutan maksimum untuk balok pemikul dinding atau finishing
yang getas adalah sebesar L/360.
Sedangkan untuk balok biasa lendutan tidak boleh lebih dari L/240.
Pembatasan ini dimaksudkan agar balok memberikan kemampuan layanan yang
baik (service ability).
11
12
II.E. TABEL ELEMEN STRUKTUR YANG MENGALAMI LENTUR
13
14
BAB III
PENUTUP
III.A. KESIMPULAN
Baja merupakan bahan atau material yang mempunyai sifat khusus sesuai dengan
kandungan karbon dan komposisi bahan-bahan lain sebagai campuran. Dengan kadar
karbon yang berbeda, maka baja akan mempunyai sifat yang berbeda dengan jenis baja
yang lain. Begitu juga sifat baja tergantung bahan campuran yang dipadukan dalam
pembuatan baja tersebut sehingga memberikan sifat khusus untuk masing-masing jenis
baja.
15