Kondisi Eksisting Pelabuhan Larat
Kondisi Eksisting Pelabuhan Larat
jalan dalam pelabuhan untuk lebih jelasnya mengenai luasan dan lokasi dari sertifikat kepemilikan tanah
Pelabuhan Larat dapat dilihat pada Gambar 3.3 Peta Kepemilikan Tanah di Kawasan Pelabuhan Larat.
3.1 Kondisi Eksiting Pelabuhan
Kondisi eksisting pelabuhan yang dibahas pada bagian ini meliputi status kepemilikan lahan daratan dan
kegiatan yang dilayani pelabuhan secara umum pada Pelabuhan Larat. Uraian tentang kondisi eksisting
pelabuhan diperlukan untuk menggambarkan situasi pelabuhan saat ini. Berikut merupakan pembahasan
terkait kondisi eksisting pelabuhan.
Lahan Pelabuhan Larat terbagi menjadi dua bagian, yaitu lahan kantor & terminal dan lahan mess. Terkait
lahan Pelabuhan Larat telah dilakukan penyerahan hak kepada pihak Kantor Unit Penyelenggara
Pelabuhan Kelas II Saumlaki pada 28 Oktober 2014. Penyerahan tersebut tercantum pada Surat
Pengakuan Penyerahan Hak nomor: 140/KD-R/2019/SPPH/10/2014 dengan jenis hak adalah Hak Pakai
untuk membangun Kantor dan Terminal Penumpang Pelabuhan Larat total luas lahan 777 m2. Penyerahan Gambar 3. 1 Dokumentasi Surat Kepemilikan Lahan Kantor Pelabuhan dan Terminal Penumpang
hak tersebut dilakukan oleh Bapak Daniel Louw (49 tahun) sebagai Kepala Desa Ridool kepada Bapak Pelabuhan Larat
Sumber: Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Saumlaki
Ricky Pattian (43 tahun) dengan jabatan Syahbandar Larat. Tanah tersebut terletak di Petuanan Desa
Ridool, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar Batas – batas lahan tersebut adalah
sebagai berikut:
Kepemilikan lahan untuk Pembangunan Mess Perhubungan Laut Larat dijelaskan oleh Surat Keterangan
Kepemilikan Tanah dengan nomor: 140/KD-R/217/SKKPT/10/2014 yang diterbitkan pada 9 Oktober 2014.
Lahan tersebut sebelumnya diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui
proses adat dengan bentuk penyerahan sirih pinang. Lahan tersebut terletak di Desa Ridool, Kecamatan
Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan luas 300 m2, dengan batas – batas sebagai
berikut:
|1 - 40
- Sebelah Utara berbatasan dengan Robert Tambun
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Raya
- Sebelah Barat berbatasan dengan Jalan Raya
- Sebelah Timur berbatasan dengan Robert Tambun
Dokumentasi terkait surat kepemilikan lahan dari Pelabuhan Larat dapat dilihat pada Gambar 3.1,
sedangkan lokasi lahan Pelabuhan Larat dan Mess dapat dilihat pada Gambar 3.2. Untuk lebih
Berdasarkan batas area pelabuhan dikurangi dengan luas lahan yang bersetifikat, didapatkan bahwa luas
lahan Pelabuhan Larat yang belum memiliki sertifikat seluas 922 m² yang merupakan area parkir dan Gambar 3. 2 Dokumentasi Surat Kepemilikan Lahan Mess Pelabuhan Larat
Sumber: Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Saumlaki
40
|1 - 41
41
3.1.2 Kegiatan yang Dilayani Pelabuhan secara Umum Berdasarkan peta hidrografi diatas, diketahui bahwa Pelabuhan Larat berada pada kawasan perairan
dangkal berada pada Kawasan perairan tepi pantai. Artinya kontur dishidos Pelabuhan Larat. Dalam hal
Pelabuhan Larat berdasarkan KP 432 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional memiliki
kerawanan akan gelombang air laut. Hal itu dikarenakan adanya Pulau Lutur yang membatasi Pelabuhan
tingkat hierarki Pelabuhan Pengumpan Lokal pada tahun 2017 sampai 2037. Sedangkan berdasarkan
Larat dan perairan lepas, sehingga gelombang laut tidak akan langsung mengenai pelabuhan Larat.
kondisi eksistingnya, kegiatan yang dilayani oleh Pelabuhan Larat saat ini terkait penyelenggaraan
angkutan barang di laut berupa kegiatan bongkar seperti alat berat, bahan makanan dan kebutuhan Letak Pelabuhan Larat berdekatan dengan Laut Arafura (laut yang memisahkan pulau Yamdena dan Pulau
masyarakat lainnya serta muat berupa sembako, kopra, rumput laut, dan ikan. Serta naik turun Larat) yang dihubungkan oleh Jembatan Wear Arafura yang diresmikan pada tahun 2019. Untuk lebih
penumpang sebagai moda transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. detailnya dapat dilihat pada Gambar 3.5 dibawah ini.
Pelabuhan Larat saat ini melayani trayek tol laut dan kapal perintis di Kabupaten Kepulauan Tanimbar
dan merupakan Pelabuhan Pengumpan Lokal (PL) yang tinggi traffic nya karena Pelabuhan Larat terletak
di Desa Ritabel, Kecamatan Tanimbar Utara yang merupakan Pusat Kegiatan Lokal (PKL) berdasarkan
hierarki pusat pelayanan kota yang berfungsi sebagai simpul transportasi yang melayani skala kabupaten
dan beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
42
Tabel 3. 1 Pelabuhan di Sekitar Pelabuhan Larat Larat kurang lebih 250 meter ke arah utara, sedangkan perikanan tangkap berjarak kurang lebih 135
Jarak Ke meter kearah utara. Letak pelabuhan tersebut dapat dilihat melalui gambar berikut:
Nama Status
No Pelabuhan Dokumentasi
Pelabuhan Pelabuhan
Larat (Km)
1 Molu 52,64 PL
Pelabuhan
2 103,38 PP
Saumlaki
Pelabuhan
3 127,1 PL
Adaut
Pelabuhan
4 93,51 PL Gambar 3. 6 Letak Pelabuhan Larat, Pelabuhan Penyebrangan Ferry Tanimbar, dan perikanan
Seira
tangkap
Sumber: Google Maps & Hasil analisis Tim Penyusunan RIP dan DLKr/DLKp, 2022
Berdasarkan Tabel 3.1, diketahui bahwa Pelabuhan Adaut menjadi pelabuhan yang paling jauh dari Dalam sub bab ini, daerah hinterland yang akan dibahas adalah daerah sekitar Pelabuhan Larat dan
Pelabuhan Larat dan Sofynanin. Pelabuhan yang paling dekat dengan Pelabuhan Larat adalah Pelabuhan rencana Pelabuhan Sofyanin, sebagai daerah yang paling dekat dengan masing masing pelabuhan
|1 - 43
Tutu Kembong, sedangkan yang paling dekat ke Pelabuhan Sofyanin adalah Pelabuhan Molu. Dari tujuh tersebut. Hinterland yang akan dibahas pada sub bab ini adalah pola ruang dan kepemilikan lahan,
pelabuhan laut yang ada di Tanimbar, enam diantaranya berstatus Pengumpan Lokal (PL), satu berstatus langgam dan style bangunan, lingkungan bangunan, sirkulasi, utilitas, aspek iklim, kependudukan, dan
Pelabuhan Pengumpul (PP), Persebaran pelabuhan sekitar tersebut dapat diamati lebih jelas pada aspek perekonomian. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3.7.
Gambar 3.6.
Jika diamati lebih dekat, Pelabuhan Larat sangat berdekatan dengan pelabuhan penyebrangan lainnya
yaitu Pelabuhan Ferry Tanimbar dan perikanan tangkap. Jarak pelabuhan penyeberangan dari Pelabuhan
43
|1 - 44
44
3.4.1 Pola Ruang dan Kepemilikan Lahan A. Teori Kevin Lynch:
• Path
Berdasarkan peta pola ruang Revisi RTRW Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2022-2042, pengunaan
Path merupakan jalur pergerakan atau perpindahan yang menghubungkan satu tepat ke tempat
lahan pada Kecamatan Tanimbar Utara (Pelabuhan Larat) adalah Kawasan Konservasi (Kawasan Cagar
lainnya. Path biasanya dapat berupa jalan raya, rel kereta dan jalur transit. Berikut merupakan
Alam, Kawasan Ekosistem Mangrove) dan Kawasan Budi Daya (Kawasan Hutan Produksi Tetap, Kawasan path yang ada di lokasi perencanaan:
Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi, Kawasan Perkebunan, Kawasan Pariwisata, Kawasan Permukiman - Pelabuhan larat
Perkotaan dan Kawasan Permukiman Pedesaan). Lahan Pelabuhan Larat berdasarkan RTRW berada pada Pada Kawasan Pelabuhan Larat terdapat jalan yang merupakan path kawasan yaitu Jalan Liur
Kawasan permukiman pedesaan untuk lebih jelasnya dapar dilihat pada Gambar 3.15. Kepemilikan Lisan, jalan gerbang selatan, jalan gerbang utara, dan jalan Wotwotun. Berikut merupakan
lahan di kawasan hinterland Pelabuhan Larat menurut peta bidang tanah Kementerian ATR/BPN yang penjabaran detail tarkait keepat jalan tersebut:
terlihat adalah belum semua wilayah bidang tanah terdaftar.
Tabel 3. 2 Spesifikasi Jalan di Sekitar pelabuhan Larat
Klasifikasi Ukuran Material
3.4.2 Langgam dan Style Bangunan No Nama Jalan
Jalan (m) Jalan
Kondisi
Langgam bangunan secara sekilas dapat dilihat dari konstruksi serta atap, yang selanjutnya menjadi jenis 1 Jalan Liur Lisan Lokal 8 Aspal Baik
bangunan. Pada kawasan Pelabuhan Larat mayoritas bangunan di dominasi oleh dinding kayu dan Jalan Gerbang
2 Lokal 8 Aspal Baik
sebagian tembok serta beratap seng. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar 3.8 Kondisi bangunan Selatan
seperti itu dapat dikatakan bahwa kedua kawasan tersebut di dominasi dengan bangunan tipe permanen Jalan Gerbang
3 Lokal 5,5 Aspal Baik
dengan jarak antar rumah terhadap seluruh sisi rumah berjarak <1m. Utara
4 Jalan Wotwotun Lokal 5,5 Aspal Baik
Sumber: Google Maps & Hasil analisis Tim Penyusunan RIP dan DLKr/DLKp, 2022
|1 - 45
45
• Edges
Edges yang berarti tepi adalah elemen linier yang tidak digunakan atau dianggap sebagai jalan
oleh pengamat. Tepi atau batas dapat berupa jalan, sungai, pantai atau semacamnya. Edges
memiliki fungsi sebagai pembatas antara kawasan Pelabuhan dengan kawasan lain disekitarnya.
Pada Gambar 3.10 dapat dilihat bahwa pada kawasan Pelabuhan Larat edge pada bagian utara
berupa (1) Jalan Pelabuhan ASDP, bagian timur berupa (2) Jalan Wotwotun, bagian selatan
berupa (3) Masjid Al-Muhajirin Larat sedangkan pada bagian barat (4) berupa Dermaga.
• Landmark
Landmark adalah elemen eksternal dan merupakan bentuk visual yang menonjol dari suatu
kawasan serta sebagai salah satu identitas kawasan yang diperlukan agar mudah dikenali oleh
orang yang berada di kawasan tersebut. Selain itu, landmark diperlukan sebagai ciri khas untuk
membedakan suatu kawasan dengan kawasan lainnya. Pada Gambar 3.12 dapat dilihat bahwa
kawasan Pelabuhan Larat memiliki landmark berupa Tugu Anggrek.
• Nodes
Nodes merupakan simpul atau spot strategis dalam sebuah kawasan dimana arah atau
|1 - 46
aktivitasnya saling bertemu dan dapat diubah ke arah atau aktivitasnya lain, misalnya
persimpangan lalu lintas, pasar, taman maupun plaza. Tidak setiap persimpangan jalan adalah
suatu nodes, persimpangan jalan yang dapat dikatakan nodes adalah persimpangan yang
Gambar 3. 12 Landmark Kawasan Pelabuhan Larat
menunjukan pertemuan atau masuk keluar dari kawasan. Pada Gambar 3.11 dapat dilihat bahwa Sumber: Hasil Survei Tim Penyusunan RIP, DLKr, DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
kawasan Pelabuhan Larat memiliki 4 nodes diantaranya adalah (1) Pintu Gerbang Selatan, (2)
Pintu Gerbang Utara, (3) Pasar dan (4) Taman atau Tugu Anggrek. • Districts
Districts atau kawasan sangat perlu diperhatikan karena dapat membedakan setiap kawasan yang
sesuai dengan setiap kegiatan di dalamnya. Pada kawasan Pelabuhan Larat terdapat kawasan
permukiman, pertokoan, pasar serta ruang terbuka. Pada kawasan pertokoan tersebar
disepanjang jalan utama menuju Pelabuhan Larat. Lebih jelasnya lagi dapat dilihat pada Gambar
3.16.
46
B. Teori Figure Ground
Teori Figure Ground merupakan hubungan perbandingan lahan yang ditutupi bangunan sebagai
massa yang padat (figure) dengan ruang-ruang (void-void) terbuka (ground) serta dapat dikatakan
bahwa hubungan antara massa bangunan (building mass) dan ruang-ruang terbuka (open space) pada
suatu kawasan. Peta figure ground pada kawasan Pelabuhan Larat dapat dilihat pada Gambar 3.17.
Berdasarkan peta figure ground hinterland Pelabuhan Larat (Gambar 3.17) dapat dilihat bahwa kawasan
Pelabuhan Larat mayoritas didominasi oleh massa bangunan (figure) dengan pola yang terpusat di
sepanjang jalan menuju Pelabuhan Larat sedangkan untuk lahan terbuka (ground) hanya berada di
kawasan utara dari kawasan Pelabuhan Larat. Jenis massa bangunan pada kawasan Pelabuhan Larat
berbentuk blok sebagi tepi dan blok medan karena bloknya besar dan menyambung satu sama lainnya.
3.4.4 Sirkulasi
A. Jaringan jalan
Jaringan jalan yang terdapat di area Pelabuhan Larat adalah sebagai berikut:Jalan Desa Ritabel
• Jalan Pari Kanikir
• Jalan Liur Lisan
• Jalan Wotwutun
• Jalan Batardity
• Jalan Semilouw
• Jalan Weda
Pada kondisi eksistingnya, jalan yang menjadi akses utama untuk menuju ke Pelabuhan Larat adalah
Jalan Desa Ritabel dan Jalan Liur Lisan. Kondisi jalan didaerah hinterland Pelabuhan Larat dalam keadaan
baik dengan material aspal. Jalan tersebut terdiri dari dua lajur dan bisa dilewati oleh dua mobil sekaligus.
Gambar 3. 13 Sirkulasi Kendaraan Pelabuhan Larat
B. Sirkulasi Kendaraan
Sumber: Hasil Survei Tim Penyusunan RIP, DLKr, DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
Sirkulasi kendaraan merupakan pergerakan penggunaan kendaraan dengan maksud dan tujuan tertentu.
Pola sirkulasi eksisting, kendaraan rata-rata menuju pelabuhan larat dan pasar yang berada dekat dengan
pelabuhan karena keduanya memiliki daya tarik yang besar pada kawasan Pelabuhan Larat. Jenis
kendaraan yang melintas mayoritas adalah jenis kendaraan pribadi yaitu kendaraan motor dan mobil,
serta angkutan umum berupa Damri. Secara keseluruhan jalan yang berada di kawasan Pelabuhan Larat
terdiri dari satu jalur, dua lajur, 2 arah dan tak terbagi. Kepadatan sirkulasi biasanya terjadi pada gerbang
selatan dan utara dikarenakan banyak kendaraan yang parkir ataupun berhenti. Berikut merupakan
gambar alur sirkulasi dan kondisi eksistingnya pada Pelabuhan Larat.
|1 - 47
47
|1 - 48
Gambar 3. 15 Pola Ruang Sekitar Kawasan Pelabuhan Larat berdasarkan Rencana Pola Ruang
Sumber: RTRW Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 2022
48
|1 - 49
49
|1 - 50
50
C. Sistem dan Sarana Transit
Sistem Transit merupakan sistem penggunaan angkutan umum yang dioperasikan baik oleh operator
atau penyewa, dengan rute dan jadwal tertentu, baik adanya permintaan ataupun tidak. Pada kondisi
kawasan Pelabuhan Larat memiliki sistem transit yaitu berupa bus damri dari Saumlaki menuju
Pelabuhan Larat. Damri tersebut dikelola oleh Dinas Perhubungan dan beroperasi dari Larat jam 9
pagi, dan sampai di Saumlaki Jam 5 sore. Pada kondisi eksisting saat ini pelabuhan larat belum
mempunyai sarana transit (terminal) hal tersebut menyebabkan sedikit adanya kepadatan di depan
ruang tunggu penumpang.
3.4.5 Utilitas
A. Air Bersih
Kondisi eksisting jaringan air bersih di Kawasan Pelabuhan Larat menggunakan PDAM telah tersedia
namun kondisi volume suplai air bersih sangat minim, bahkan sering terjadi suplai air bersih yang terputus
oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih perlu disuplai dengan membeli dari air yang
didistribus (menggunakan tangki air) dan menggunakan sumur bor.
51
Tempat Pembuangan Akhir Tinja Sebagian Besar Keluarga
Tabel 3. 4 Tempat/Saluran Pembuangan Limbah Cair dari Air Mandi/Cuci Sebagian Besar Keluarga
di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 2020
Tempat/Saluran Pembuangan Limbah Cair Dari Air Mandi/Cuci
Sebagian Besar Keluarga
Kecamatan Dalam Drainase Lubang Sungai/Saluran
Lubang/Tanah (Got/Selokan) Resapan Irigasi/Danau/Laut
Terbuka
Tanimbar Selatan 3 7 1 0
Wertamrian 6 3 0 0
Wermaktian 8 0 1 0
Gambar 3. 21 Saluran Drainase Tertutup dan Terbuka Hinterland Pelabuhan Larat
Selaru 6 0 1 0
Sumber: Hasil Survei Tim Penyusunan RIP, DLKr, DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
Tanimbar Utara 8 0 0 0
Fordata 6 0 0 0 D. Persampahan
Wuarlabobar 9 0 2 0
Nirunmas 5 0 0 0 Kondisi eksisting persampahan di Pelabuhan Larat tidak memiliki pengelolaan sampah yang baik di
Kormomolin 3 6 1 0 dalamnya, serta belum adanya TPS di Lokasi Pelabuhan. Namun sampai saat ini kondisi sampah tidak
Molu Maru 5 0 0 0 banyak menumpuk hanya ada di beberapa titik saja karena adanya kegiatan rutin bulanan aparat dan
Total 59 16 6 0
warga yang bergotong rotong melakukan pembersihan, selain itu warga melakukan pembakaran
Sumber: Data Potensi Daerah Tertinggal, 2020
terhadap sampah tersebut. Upaya dalam pengelolaan sampah sudah ada dengan keberadaan mobil
Berdasarkan kedua tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar keluarga di Kecamatan Tanimbar
pengakut sampah secara rutin biasanya beroperasi 2 kali dalam satu minggu. Berikut Gambar 3.22
Utara melakukan pembuangan pada tangki, dalam tanah dan laut atau tanah lapang, sedangkan
terkait tumpukan sampah yang ada di beberapa titik pelabuhan.
Kecamatan Fordata melakukan pembuangan pada tangki, lubang tanah dan dalam lubang atau tanah
terbuka. Pengelolaan limbah cair di Kecamatan Tanimbar Utara dan Kecamatan Fordata dilaksanakan
dengan cara: |1 - 52
• Air limbah yang berasal dari toilet sebagian ke tangki atau dirembeskan ke tanah sebagian lainnya
dialirkan ke pantai/laut
• Air limbah non toilet seperti air yang berasal dari mandi, cuci pakaian dan buangan dapur lainnya
dibuang secara langsung dirembeskan ke tanah
C. Jaringan Drainase
Saluran drainase di area sekitar Kawasan Pelabuhan Larat merupakan drainase terbuka dan tertutup
serta seluruhnya berjenis drainase buatan. Secara keseluruhan pola jaringan drainase mengikut pola
jaringan jalan. Pada area Pelabuhan Larat sendiri tidak tersedia saluran drainase. Saluran drainse hanya
tersedia di area luar kawasan pelabuhan, yaitu berada dekat dengan permukiman warga. Namun, tidak
semuanya terkoneksi dengan baik dan saluran drainase bermuara ke laut. Berikut Gambar 3.21 terkait
kondisi eksisting saluran drainase.
52
F. Jaringan Telekomunikasi
Kawasan hinterland Pelabuhan Larat sudah dilengkapi dengan jaringan telekomunikasi tetapi kondisi
seringkali mengalami permasalahan jaringan dan sinyal yang tidak stabil. Pada hinterland Pelabuhan
Larat, hanya terdapat satu tower signal atau Base Transceiver station (BTS). Berikut Gambar 3.24
terkait kondisi eksisting dilapangan.
E. Jaringan Listrik
Pada kondisi eksisting hinterland Kawasan Pelabuhan Larat sudah teraliri dengan jaringan listrik yang
bersumber dari PLN tetapi masih belum melayani secara optimal, dimana aliran listrik yang ada di
Pelabuhan Larat hanya menyala dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIT. Selain dari PLN, kebutuhan listrik
juga dipasok dengan genset mandiri. Lampu Jalan (LPU) di Pelabuhan Larat terdiri dari dua jenis, yaitu Gambar 3. 24 Menara Sinyal atau BTS Hinterland Pelabuhan Larat
lampu yang dialiri listrik oleh PLN dan juga menggunakan solar panel. Namun untuk lampu yang Sumber: Hasil Survei Tim Penyusunan RIP, DLKr, DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
menggunakan solar panel beberapa sudah dalam keadaan rusak. Secara keseluruhan, pola jaringan listrik
G. Jaringan Sistem Kebakaran
pada hinterland Pelabuhan Larat mengikuti pola jaringan jalan. Berikut Gambar 3.23 terkait kondisi
eksisting dilapangan Travo di hinterland Pelabuhan Larat. Kawasan Pelabuhan Larat belum terdapat alat-alat untuk mengatasi kebakaran yang ada pada kedua
kawasan tersebut. Pada kawasan Pelabuhan Larat merupakan kawasan rawan terjadinya kebakaran
karena disana sudah ada aktivitas pelabuhan serta kawasan padat aktivitas.
Pada kawasan Pelabuhan Larat tersebut memiliki potensi rawan bencana diantaranya bencana gempa
|1 - 53
bumi, tsunami, banjir, tanah longsor dan abrasi. Oleh karena itu, jaringan evakuasi bencana harus
direncanakan tetapi pada kondisi eksisting saat ini kedua kawasan tersebut belum memiliki jaringan atau
jalur evakuasi bencana serta belum adanya penanda yang menunjukan jalur dan lokasi evakuasi bencana.
Pada kedua kawasan tersebut hanya terdapat area titik kumpul dengan memanfaatkan lahan parkir atau
lapangan.
53
Tabel 3. 5 Pengamatan Rata-Rata Suhu, Kelembapan Relatif, Tekanan Udara, Kecepatan Angin dan Berdasarkan Tabel 3.6 diatas dapat diketahui bahwa jumlah penduduk Kecamatan Tanimbar Utara
Penyinaran Matahari Menurut Bulan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 2020 sebesar 13.860 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 12,88 jiwa/km2 serta rata-rata laju
Penyinaran pertumbuhan penduduk per tahun 2010-2020 yaitu 0,47 penduduk/tahun. Jumlah penduduk tertinggi
Kelembapan Tekanan Kecepatan
Bulan Suhu (oC) Matahari
(%) Udara (mb) Angin (knot) berada di Desa Ritabel sebesar 3.045 jiwa sedangkan jumlah penduduk terkecil berada di Desa Kelaan
(%)
Januari 29,5 81 1009,7 2,06 64 dengan 816 jiwa. Penduduk yang menetap di kawasan Pelabuhan Larat didominasi oleh penduduk dari
Febuari 28,8 83 1008,6 2,57 55 kecamatan lain dengan alasan menetap karena mata pencaharian utama masyarakat sekitar di kawasan
Maret 28,4 84 1008,9 1,54 65
Pelabuhan Larat.
April 28,3 82 1011,5 1,54 74
Mei 27,9 82 1012,2 3,60 57
Juni 27,1 81 1012,8 4,12 64 3.4.8 Aspek Perekonomian
Juli 26,4 79 1012,5 4,12 70
Aspek perekonomian dalam proses pembangunan dan perencanaan merupakan salah satu aspek penting
Agustus 26,8 76 1013,3 3,09 83
September 27,7 78 1012,7 4,12 84 untuk meningkatkan nilai suatu wilayah. Berdasarkan potensi perekonomian pada Kecamatan Tanimbar
Oktober 28,2 77 1011,4 3,09 90 Utara (Pelabuhan Larat). Pada dua Kecamatan tersebut potensi perekonomian di bidang pertanian,
November 29,7 75 1010,7 2,06 80 perkebunan serta perikanan. Berdasarkan Tabel 3.7 dapat diasumsikan bahwa mayoritas penduduk
Desember 28 85 1008,6 2,06 45
memiliki pekerjaan sebagai petani (buruh tani, buruh kebun, buruh ternak) dan nelayan. Berikut ini Tabel
Sumber: Kecamatan Tanimbar Utara dan Fordata dalam Angka, 2021
3.7 mengenai potensi perekonomian di Kecamatan Tanimbar Utara (Pelabuhan Larat)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa, rata-rata suhu di Kabupaten Tanimbar dari bulan
Tabel 3. 7 Produksi Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Peternakan di Kecamatan Tanimbar
Januari hingga Desember cukup bervariasi mulai dari 26,4 oC hingga 29,7 oC, bulan yang memiliki rata- Utara dan Kecamatan Fordata Tahun 2021
rata suhu paling tinggi adalah bulan November sebesar 29,7 oC sedangkan rata-rata kelembapan di Pertanian dan Peternakan
Kecamatan Perikanan (kg)
Kabupaten Kepulauan Tanimbar dari bulan Januari hingga Desember cukup bervariasi mulai dari 75% Perkebunan (kg) (ekor)
hingga 85%, bulan yang memiliki rata-rata kelembapan paling tinggi adalah bulan Desember sebesar Tanimbar Utara 7.811 1.536,83 3.897
Fordata 8.276 1.007,4 2.763
85%. Selanjutnya dapat dilihat bahwa, rata-rata tekanan udara di Kepulauan Tanimbar cukup bervariasi
Sumber: Kecamatan Tanimbar Utara dan Fordata dalam Angka, 2021
dari bulan Januari hingga Desember mulai dari 1008,6 mb hingga 1013,3 mb, selanjutnya rata-rata
kecepatan angin di Kepulauan Tanimbar sangat bervariasi dari bulan Januari hingga Desember mulai dari
1,54 knot hingga 4,12 knot, kemudian rata-rata penyinaran matahari di Kepulauan Tanimbar cukup 3.5 Kondisi Jalan Akses menuju Pelabuhan
bervariasi dari bulan Januari hingga Desember mulai dari 45% hingga 90%.
Akses untuk menuju Pelabuhan Larat adalah dengan melalui jalan yang ada di Desa Ritabel. Kondisi akses
jalan menuju Pelabuhan adalah baik dengan pengerasan yang digunakan adalah aspal. Akses jalan masuk
3.4.7 Kependudukan
menuju ke pelabuhan dapat dilewati dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk masuk ke
Salah satu aspek penting dalam pembangunan dan perencanaan adalah pertumbuhan penduduk.
area menuju ke Pelabuhan Larat harus melewati permukiman masyarakat yang mana jalan masuknya
Pertumbuhan penduduk adalah penambahan penduduk dalam jangka waktu tertentu. Jumlah penduduk
hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda empat dengan ukuran sedang. Hal ini kedepannya dapat
yang besar disertai dengan kualitas yang baik akan menjadi modal dasar pembangunan dan
perencanaan. Namun sebaliknya, jumlah penduduk yang besar tanpa diimbangi kualitas hanya akan mempengaruhi arus dari dan ke pelabuhan jika pelabuhan dikembangkan menjadi lebih besar.
menjadi penghalang pembangunan dan perencanaan suatu daerah. Berikut ini merupakan Tabel 3.6 Jalan nasional dengan status jalan kolektor primer di Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan
mengenai data kependudukan. Tanimbar dengan lebar 8 meter yang dihubungkan oleh Jembatan Wear-Arafura yang terhubung dengan
Tabel 3. 6 Jumlah Penduduk, Laju Pertumbuhan Penduduk dan Kepadatan Penduduk menurut Desa jalan lokal primer yang terhubung dengan gerbang selatan Pelabuhan Larat dengan lebar jalan 8 meter,
di Kecamatan Tanimbar Utara, 2020 |1 - 54 sedangkan lebar jalan yang terhubung dengan gerbang utara 5,5 meter. Kondisi jalan tersebut dapat
Jumlah Laju Pertumbuhan Penduduk Kepadatan dilihat melalui Gambar 3.25.
Desa
Penduduk Per Tahun 2010-2020 Penduduk
Lelingluan 2.143 1,25 3,98
Ritabel 3.045 -1,30 504,79
Ridool 2.096 0,13 148,44
Watidal 1.740 1,24 15,22
Keliobar 1.494 0,25 11,22
Lamdesar Timur 1.582 0,43 20,43
Lamdesar Barat 935 3,96 11,14
Kelaan 816 2,46 7,49
Tanimbar Utara 13.860 0,47 12,88
Sumber: Kecamatan Tanimbar Utara dalam Angka, 2021
54
Tabel 3. 8 Frekuensi Persentase Distribusi Kecepatan Angin di Pelabuhan Larat
Directions /
Wind
No. 0,00 - 3,00 3,00 - 6,00 6,00 - 9,00 9,00 - 12,00 >= 12,00 Total
Classes
(m/s)
1 Utara 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
2 Timur Laut 1,78 0,00 0,00 0,00 0,00 1,78
3 Timur 4,44 12,89 4,44 0,00 0,00 21,78
4 Tenggara 2,22 6,67 0,44 0,00 0,00 9,33
5 Selatan 0,89 0,00 0,00 0,00 0,00 0,89
6 Barat Daya 0,44 0,00 0,00 0,00 0,00 0,44
7 Barat 0,44 0,00 0,00 0,00 0,00 0,44
8 Barat Laut 7,11 20,44 37,78 0,00 0,00 65,33
Sub-Total 17.33 40.00 42.67 0,00 0,00 100,00
Calms 0
Missing/Incomplete 0
Total 100
Sumber: Tim Penyusunan Rencana Induk, DLKr, dan DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
30,00
20,00
Klimatologi 15,00
Pengukuran dan pengolahan data hidro-oseanografi, meteorologi dan klimatologi penting dilakukan 10,00
dalam melakukan perencanaan pengembangan pelabuhan. Parameter laut-atmosfer seperti temperatur,
5,00
angin, pasang surut, gelombang, arus, curah hujan dan kelembapan menjadi faktor yang menunjang
pengembangan suatu pelabuhan yang berkepanjangan. 0,00
0.00 - 3.00 3.00 - 6.00 6.00 - 9.00 9.00 - 12.00 >= 12.00
55
Mei Juni
Juli Agustus
September Oktober
|1 - 56
Januari Februari
November Desember
Maret Sumber: Survei dan Pengolahan Data Tim Penyusun RIP dan DLKr-DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
April
56
3.6.2 Pasang Surut kegiatan, memiliki bilangan Formzhal sebesar 0.26 sehingga tipe pasang surut di perairan tersebut
termasuk pasang surut Campuran condong harian ganda. Artinya di perairan tersebut terjadi dua kali
Pengamatan pasang surut Pelabuhan Larat dilakukan per 1 jam selama 15 hari guna mendapatkan pasang dan dua kali surut dalam sehari. Grafik time-series perbandingan antara data survei dan dengan
konstanta pasang surut yang nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi jenis pasang surut serta perhitungan leastsquare, serta grafik perubahan muka laut non-pasut (residual) diperlihatkan pada
elevasi penting dari pasang surut air laut tersebut. Pada pelaksanaannya, palem pasang surut (Pelischaal) Gambar 3.27. Dari data pasang surut hasil survei kemudian dilakukan perhitungan nilai elevasi penting
disimpan di tempat yang memenuhi syarat untuk melakukan pencatatan, dalam hal ini palem pasut seperti yang diperlihatkan oleh Tabel 3.10, berikut.
ditaruh di sisi trestle Pelabuhan Larat. Ilustrasi peletakan palem pasut di Pelabuhan Larat terdapat pada
Gambar 3.26 350 Elevasi Muka Air Larat
300
Setelah dilakukan pengamatan dan mendapatkan data pasang surut selama 15 hari. Selanjutnya adalah
pasang surut dilakukan dengan metode leastsquare. Hasil perhitungan konstanta pasang surut 200
menggunakan metode leastsquare berdasarkan data survei di Pelabuhan Larat diperlihatkan pada Tabel 150
3.9 100
50
0
6/26/2022 0:00
6/28/2022 0:00
6/30/2022 0:00
7/10/2022 0:00
7/12/2022 0:00
7/14/2022 0:00
7/2/2022 0:00
7/4/2022 0:00
7/6/2022 0:00
7/8/2022 0:00
Tanggal
Hasil Survei Leastsquare
Gambar 3. 29 Grafik Perbandingan Data Hasil Survei dan Hasil Perhitungan dengan Metode
Leastsquare di Pelabuhan Larat
Sumber: Hasil Survei Tim Penyusunan RIP dan DLKr-DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
Tabel 3. 11 Nilai Elevasi Penting Berdasarkan Data Pasut Hasil Survei di Pelabuhan Larat
Nilai elevasi-elevasi penting diikatkan pada LWS (cm):
Highest Water Spring (HWS) 233,19
Mean High Water Spring (MHWS) 200,93
Mean High Water Level (MHWL) 167,33
Mean Sea Level (MSL) 108,94
Gambar 3. 28 (a) Pengamatan Palem Pasut Pelabuhan Larat (b) Ilustrasi data BM terhadap HWS
Mean Low Water Level (MLWL) 49,49
dan MWS
Sumber: Hasil Survei Tim Penyusunan RIP dan DLKr-DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
Mean Low Water Spring (MLWS) 24,93
Lowest Water Spring (LWS) 0
Tabel 3. 10 Komponen Pasang Surut Hasil Perhitungan Metode Leastsquare di Pelabuhan Larat Tunggang Pasang 233,19
|1 - 57 Sumber: Hasil Survei Tim Penyusunan RIP dan DLKr-DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
KONSTITUEN AMPLITUDO BEDA FASA
M2 1.34 25.89 Pada Tabel 3.11 menunjukkan hasil dari perhitungan dari 8 konstanta pasut. Sehingga di dapatkan hasil
S2 56.5 107.98
nilai-nilai elevasi penting. Dari perhitungan diketahui tunggang pasang di lokasi sebesar 233,19 cm
N2 2.03 200.72
K2 16.6 175.32 dengan muka air muka air tertinggi (HWS) 233,19 cm diatas LWS. Elevasi muka air tertinggi (pasang)
K1 13.63 112.86 sangat penting untuk merencanakan elevasi dermaga dan surut terendah digunakan untuk
O1 1.67 124.74 merencanakan kedalaman alur pelayaran.
P1 37.59 231.62
M4 0.24 113.9
MS4 0.11 244.37
SO 197.93
Sumber: Hasil Survei Tim Penyusunan RIP dan DLKr-DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
Analisis tipe pasang surut perairan disekitar lokasi studi terutama yang terletak di Pelabuhan Larat
dilakukan berdasarkan perhitungan bilangan Formzhal pada menghasilkan bahwa perairan disekitar lokasi
57
3.6.3 Arus
Data arus di Pelabuhan Larat yang diambil dari tiga kedalaman berbeda kemudian diolah menjadi current
rose untuk melihat arah pergerakan arus di setiap kedalaman. Data arus diambil di sisi kanan (titik A)
dan sisi kiri (titik B) pelabuhan. Lokasi pengamatan arus di Pelabuhan Larat dapat dilihat pada Gambar
3.30.
|1 - 58
Gambar 3. 30 Titik Lokasi Pengambilan Data Arus di sisi kanan (titik A) dan sisi kiri (titik B) di
Pelabuhan Larat
Sumber : Tim Penyusun Studi RIP, DLKr, dan DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
Berdasarkan Gambar 3.30 koordinat titik pengambilan data arus di Pelabuhan Larat adalah -7,151°LS
dan 131,713 BT untuk titik A. Sedangkan koordinat untuk titik B adalah -7,154°LS dan 131,713 BT.
58
Setelah melihat pola dan kecepatan arus dari kedalaman masing-masing, dilakukan perhitungan rata-
rata dari tiga kedalaman tersebut. Lalu dilakukan plotting current rose dari hasil rata-rata. Berdasarkan
hasil rata-rata tiga kedalaman pada Gambar 3.32, arah dominan arus di Pelabuhan Larat bergerak dari
arah Barat dengan kecepatan 0,032-0,048 m/s. Namun terdapat arus yang bergerak dari arah timur laut
dengan kecepatan rata-rata 0,016-0,048 m/s. Arus tertinggi mencapai >0,064 berasal dari Barat. Jika
melihat gambar ilustrasi pola pergerakan arus permukaan di Pelabuhan Larat secara spasial pada
Gambar 3.33, arus yang bergerak dari arah Tenggara merupakan arus yang berasal dari perairan Laut
yang masuk ke perairan selat dan bergerak menuju ke Selatan. Sedangkan arus yang bergerak dari arah
Barat kemungkinan merupakan arus balik yang dihasilkan dari arus Laut Banda yang bergerak ke perairan
Pulau Yamdena. Pulau Yamdena yang berada di bagian Barat Pelabuhan Larat, sehingga ketika arus dari
Laut Banda bergerak menuju Pulau Yamdena kemudian membentur pantai dan menghasilkan arus balik
yang bergerak masuk ke selat.
|1 - 59 Gambar 3. 35 Ilustrasi Pola Pergerakan Arus di Larat, titik merah (Pelabuhan Larat)
Sumber : Tim Penyusun Studi RIP, DLKr, dan DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
3.6.4 Gelombang
A. Penentuan Area Pembangkit Gelombang
Berdasarkan perhitungan, maka didapatkan panjang Fetch efektif dari setiap arah. Fetch efektif
terpanjang adalah dari Utara diikuti arah Barat setelahnya. Panjang Fetch efektif dapat dilihat pada
Tabel 3.12 berikut. Fetch adalah area pembangkit gelombang yang diasumsikan memiliki kecepatan
Gambar 3. 34 Current Rose Rata-Rata Kedalaman 0.2d, 0.6d dan 0.8d dan arah angin yang relatif konstan. Pada kenyataannya, arah angin akan bertiup secara sembarang,
Sumber : Tim Penyusun Studi RIP, DLKr, dan DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
maka dalam pelaksanaan hindcasting dilakukan dengan cara membuat Fetch dengan interval 5⁰.
59
Tabel 3. 13 Frekuensi Distribusi Tinggi Gelombang Berdasarkan Arah di Pelabuhan Larat
Directions /
No. 0-0,5 0,5-1 1-1,5 1,5-2 >=2 Total
Wave Class
1 Utara 0 0 0 0 0 0.00
2 Timur Laut 1.960784 0 0 0 0 1.96
3 Timur 24.5098 0 0 0 0 24.51
4 Tenggara 0 0 0 0 0 0.00
5 Selatan 0.980392 0 0 0 0 0.98
6 Barat Daya 0.490196 0 0 0 0 0.49
7 Barat 0 0 0 0 0 0.00
8 Barat Laut 72.05882 0 0 0 0 72.06
Sub-Total 100.00
Calms 0.00
Missing/Incomplete 0.00
Total 0.00
Sumber : Tim Penyusun Studi RIP, DLKr, dan DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
Gambar 3. 36 Area Pembangkit Gelombang Perairan Pelabuhan Larat
Sumber : Tim Penyusun Studi RIP, DLKr, dan DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
Dari proses Hindcasting didapatkan data gelombang signifikan di laut dalam beserta periodenya. Untuk Berdasarkan distribusi gelombang bulanan pada Tabel 3.13 menunjukkan bahwa pelabuhan Larat
|1 - 60
mengetahui dampak gelombang terhadap pelabuhan, perlu ditinjau arah gelombang dominan yang pengaruh gelombang dominan dari arah Barat laut dan Timur. Pada bulan Desember-Maret gelombang
menuju area pelabuhan. Tabel 3.13 dan Gambar 3.37 menunjukkan persentase kejadian dominan bergerak dari arah Timur. Sedangkan pada bulan April-November gelombang bergerak dari
gelombang di perairan Pelabuhan Larat dan visualisasi Waverose tercantum dalam Tabel 3.14. arah Barat Laut. Pada Tabel 3.13 menunjukkan bulan-bulan yang tinggi gelombangnya melebih rata-
Berdasarkan Tabel 3.13 dapat diketahui bahwa gelombang dominan terjadi dari arah Barat Laut yang rata gelombang di larat, yaitu gelombang dengan tinggi > 0,99 meter. Gelombang tertinggi terjadi
memiliki persentase 72,05% dari total kejadian dan tinggi gelombang yang dominan terjadi adalah 0- pada bulan Oktober dengan tinggi 1,47 meter. Namun berdasarkan kelas dari BMKG (Badan
0,5 meter. Berdasarkan hasil rata-rata tinggi gelombang maka Perairan Larat masuk kedalam wilayah Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) gelombang tertinggi di Perairan Larat belum termasuk
dengan tipe gelombang tenang karena ketinggiannya tidak mencapai 1 m. kedalam gelombang yang dikatakan tinggi atau ekstrim.
Faktor yang menyebabkan Perairan Larat masuk ke dalam jenis wilayah dengan gelombang tenang
dan rendah adalah karena posisinya yang berada di selat. Sehingga banyak faktor yang menyebabkan
terjadinya pelemahan gelombang di wilayah perairan tersebut, selain karena pengaruh dari kecepatan
angin yang rendah.
60
Tabel 3. 14 Waverose Gelombang Bulanan di Pelabuhan Larat
Januari Februari
September
Oktober
Maret April
November Desember
Sumber : Tim Penyusun Studi RIP, DLKr, dan DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
Dalam pembangunan pelabuhan harus memperhatikan aspek fisika perairan atau aspek oseanografi
yang meliputi pasang surut, arus dan gelombang. Gelombang merupakan salah satu aspek oseanografi
|1 - 61
yang penting dalam pembangunan. Proses penjalaran gelombang di sekitar pantai akan mengalami
beberapa transformasi. Difraksi gelombang terjadi karena adanya perbedaan energi gelombang yang
tajam di sepanjang puncak gelombang. Pada awalnya, kondisi di daerah yang terlindung oleh
penghalang cukup tenang tidak terjadi gelombang. Namun, pada saat gelombang melintasi
penghalang, perairan yang jauh dari penghalang memiliki energi gelombang yang lebih besar energi
Agustus
gelombang awal. Tujuan dari pemodelan gelombang ini adalah untuk mengetahui proses refraksi dan
Juli
efek pendangkalan (shoaling) gelombang dan kondisi gelombang ketika menuju mulut pelabuhan pada
lokasi Pelabuhan Larat. Refleksi adalah ketika gelombang, baik fisik maupun elektromagnetik,
memantul dari permukaan dan kembali ke sumbernya. Dalam pemodelan gelombang ini dilakukan
dengan beberapa tahap yaitu tahap analisis gelombang, arus, dan arah angin. Setelah itu dilakukan
pemodelan dengan software Surface Water Modeling System (SMS) 13.1. Hasil yang didapatkan ialah
berupa peta yang kemudian dirapihkan menggunakan ArcGIS yang dapat dilihat pada Gambar 3.36
61
|1 - 62
62
3.6.5 Curah Hujan 3.6.6 Kelembapan
Berdasarkan hasil laporan dari Dishidros TNI data curah hujan di wilayah Larat sebelumnya yang Pengolahan data kelembapan untuk wilayah Larat diambil di titik -7.2°S dan 131.7°E. Titik data ini sama
diperoleh dari Stasiun Meteorologi Saumlaki, Kab. Kepulauan Tanimbar selama lima tahun mulai 2001 seperti titik pengambilan data curah hujan. Jarak titik pengolahan data kelembapan adalah 0,7 kilometer
sampai 2005, curah hujan di Larat dipengaruhi oleh sistem monsun (musim) dengan pola distribusi ke arah Tenggara dari Pelabuhan Larat. Hasil rata-rata kelembapan bulanan selama 10 tahun di Larat
bulanan membentuk “V”. Pada musim barat yang berlangsung selama bulan Desember-Februari dengan dapat dilihat pada Gambar 3.38.
total curah hujan 160–430 mm/bulan dan hari hujan rata-rata 16-22 hari. Sedangkan pada musim Timur
Berdasarkan hasil pengolahan data kelembapan selama 10 tahun menunjukkan kisaran kelembapan di
yang berlangsung pada bulan Juni-Agustus, nilai rata-rata curah hujan <60 mm/bulan dengan hari hujan
Pelabuhan Larat adalah 8,6-12,7 g/kg-1. Selama 10 tahun perubahan kelembapan di Larat menunjukkan
2-15 hari. Pengolahan data curah hujan untuk wilayah Larat diambil di titik - (minus) 7.2°S dan 131.7°E.
pola naik turun. Pola perubahan kelembapan memiliki pola yang sama dengan perubahan curah hujan.
Jarak titik pengolahan data curah hujan adalah 0,7 kilometer ke arah Tenggara dari Pelabuhan Larat.
Hal itu dikarenakan kedua parameter tersebut saling mempengaruhi. Sehingga pola kelembapan di Larat
Hasil sebaran data curah hujan selama 10 tahun di Pelabuhan Larat dapat dilihat pada Gambar 3.37.
dipengaruhi oleh musim. Pola tersebut mengakibatkan adanya bulan – bulan yang memiliki kelembapan
Hasil pengolahan data curah hujan harian di Pelabuhan Larat selama 10 tahun menunjukkan pola sebaran tinggi yaitu bulan Desember-Mei, dengan kelembapan tertinggi terjadi pada bulan Desember dan Januari
naik turun yang sesuai dengan musim. Curah hujan di Larat dipengaruhi oleh sistem monsun. dengan nilai 12,7 g/kg-1. Sedangkan dengan kelembapan rendah terjadi pada bulan Agustus-Oktober,
Berdasarkan pola musim terdapat bulan basah dan bulan kering, bulan basah merepresentasikan curah dengan nilai terendah pada bulan September sebesar 8,6 g/kg-1.
hujan maksimum, sedang bulan kering merepresentasikan curah hujan minimum. Pada bulan Desember-
Mei terlihat nilai curah hujan sebesar 5-10 mm/hari. Pada bulan-bulan tersebut terjadi monsun Barat
dimana wilayah Indonesia mengalami musim hujan. Sementara pada bulan Juli-November rata-rata curah
hujan berkisar antara 0-3,5 mm/hari dikarenakan pengaruh dari monsun Timur. Curah hujan maksimum
terjadi pada bulan Januari dengan nilai curah hujan tertinggi sebesar 9,8 mm/hari. Curah hujan minimum
terjadi pada bulan Agustus dengan nilai rata-rata curah hujan kurang dari 0,2 mm/hari. Saat monsun
Timur Indonesia mengalami musim panas, sehingga curah hujan yang dihasilkan akan lebih kecil
dibandingkan dengan musim sebelumnya.
|1 - 63
Gambar 3. 40 Grafik Rata-Rata Bulanan Kelembapan di Pelabuhan Larat Selama 10 Tahun (2009-
2019).
Sumber : Tim Penyusun Studi RIP, DLKr, dan DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
Gambar 3. 39 Grafik Sebaran Rata-Rata Harian Curah Hujan di Pelabuhan Larat Selama 10 tahun
(2009-2019). Curah hujan maksimum (kotak merah), curah hujan minimum (kotak biru)
Sumber : Tim Penyusun Studi RIP, DLKr, dan DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
63
3.7 Data Teknis Pelabuhan Pelabuhan Nasional, kriteria teknis pelabuhan pengumpan lokal memiliki panjang dermaga maksimal 80
m. Sedangkan panjang dermaga Pelabuhan Larat berdasarkan Tabel 3.16 adalah 114 m. penambahan
Data teknis pelabuhan merupakan data yang berkaitan dengan hal-hal teknis terkait pelabuhan yaitu
Panjang tersebut dilakukan pada tahun 2018 dengan menggunakan dana APBN. Penambahan Panjang
kedalaman kolam dan alur pelabuhan, spesifikasi dermaga, spesifikasi kapal, fasilitas pokok dan fasilitas
dermaga tersebut menyebabkan perlu dilakukan peninjauan hierarki Pelabuhan Larat menjadi pelabuhan
penunjang pelabuhan serta utilitas pelabuhan. Data teknis pelabuhan tersebut nantinya menjadi bahan
pengumpan regional yang memiliki kriteria teknis panjang dermaga 80-120 m.
untuk dilakukan analisis dengan membandingkan kondisi eksisiting yang ada terhadap kebutuhan
pengembangan hingga 20 tahun mendatang. Berikut merupakan pembahasan terkait data eksisting Tabel 3. 16 Spesifikasi Dermaga Pelabuhan Larat
teknis pelabuhan yang terdapat di Pelabuhan Larat. Panjang Lebar
No Jenis
(m) (m)
|1 - 64
64
3.7.3 Spesifikasi Kapal No Nama Armada
Tipe/Uku
ran Kapal
Panjang Lebar Draft Jenis
Trayek
(m) (m) (m) Kapal
Kapal yang beroperasi di Pelabuhan Larat berdasarkan hasil survei yang tim penyusun Rencana Induk (GRT)
Seira-Larat-
Pelabuhan dan DLKr/DLKp Pelabuhan Larat, diketahui bahwa terdapat beberapa kapal yang berlabuh. 25 SPDB. KELLY BAID 298 39 10 N/A Barge
Tutukembong
Berikut ini kapal yang beroperasi di Pelabuhan Larat dapat dilihat pada Tabel 3.17. Landing Seira-Larat-
26 LCT. PERKASA PRIMA 279 N/A N/A N/A
Craft Damer
Tabel 3. 17 Spesifikasi Kapal di Pelabuhan Larat Tehoru-Larat-
Tipe/Uku 27 TB. GLADDYS 207 N/A N/A N/A Tug Boat
Panjang Lebar Draft Jenis Tehoru
No Nama Armada ran Kapal Trayek Seira-Larat-
(m) (m) (m) Kapal 28 SPOB. MERANTI-09 191 N/A N/A N/A Barge
(GRT) Tutukembong
A. KAPAL NUSANTARA Passenger Ambon-Larat-
Tehoru-Larat- 29 KM. MULTI MANDIRI 191 N/A N/A N/A
1 TK. WESLEY PERDANA 3,852 79.01 21.34 4.88 Barge Ship Seira
Tehoru Passenger Adaut-Larat-
Tanjung Perak- 30 KM. EURO 164 N/A N/A N/A
Passenger Ship Sorong
2 KM. MULTI MANDIRI 1505 75 12 N/A Larat- Landing Ambon-Larat-
Ship 31 LCT. CRHISTINE 144 N/A N/A N/A
Bade/Papua Craft Seira
Passenger Wonreli-Larat- Passenger Dobo-Larat-
3 KM. MEGA PRATAMA-II 1,149 50 10 N/A 32 KM. SEMPATRI-68 88 N/A N/A N/A
Ship Wulur Ship Ambon
Passenger Marsela-Larat- Passenger Dobo-Larat-
4 KM. ASIA PUTRA 1,145 N/A N/A N/A 33 KM. PULAU MAS 58 21 7 N/A
Ship Dobo Ship Benoa
Passenger
5 KMP. ERANA 1,029 56.02 14 3.8 Tual-Larat-Tual
Ship B. PERINTIS
KM. KENDHAGA Passenger Kaiwatu-Larat- Saumlaki-Larat-
6 1,029 74.05 17.2 3.5 KM. SABUK Passenger
NUSANTARA-5 Ship Tepa 1 2,094 68.5 14 2.9 Molu, Molu-
Passenger Biringkasi-Larat- NUSANTARA-72 Ship
7 [Link] PERMAI 673 59 10 N/A Larat-Romean
Ship Biringkasi Molu-Larat-
Passenger Kaiwatu-Larat- Passenger Saumlaki,
8 KM. CATHERINE'S 670 58 10 N/A 2 KM. PESONA 1,508 47 10 N/A
Ship Dobo Ship Saumlaki-Larat-
Passenger Gersik-Larat- Molu
9 KM. ASIA PASIFIK 665 57.15 9 N/A
Ship Saumlaki Molu-Larat-
Passenger Seira-Larat- Passenger Saumlaki,
10 KM. AQUA STAR 655 N/A 12 N/A 3 KM. TIMOTHI 1,463 N/A N/A N/A
Ship Bintuni Ship Saumlaki-Larat-
Passenger Saumlaki-Larat- Molu
11 KM. YAMDENA 640 108 8 N/A
Ship Seira Tutukembong-
Passenger KM. CAHAYA Passenger Larat-Sofyanin,
12 KM. MELINDA-01 630 N/A N/A N/A Dobo-Larat-Tepa 4 1,332 70.18 11.51 N/A
Ship MANGGALA Ship Dobo-Larat-
Passenger Seira-Larat- Tututkembong
13 KM. ANUGERAH ABADI 592 54.3 8 N/A
Ship Seget Molu-Larat-
LCT. WAHANA Landing Ambon-Larat- KM. SABUK Passenger Romean,
14 561 N/A N/A N/A 5 1,259 62.8 12 2.7
SEJAHTERA Craft Ambon NUSANTARA-103 Ship Saumlaki-Larat-
Passenger Saumlaki-Larat- Molu
15 KM. KALIMAS UTAMA 525 49.96 N/A N/A
Ship Surabaya KM. SABUK Passenger Molu-Larat-
6 1,202 62.8 12 2.7
Passenger Wonreli-Larat- NUSANTARA-34 Ship Tutukembong
16 KM. LIBERTY 498 41 11 N/A
Ship Damer Passenger Molu-Larat-Tual,
7 KM. IRAMA 1,149 N/A N/A N/A
Passenger Ship Tual-Larat-Molu
17 KM. SURYA ABADI 498 43 9 N/A Elat-Larat-Wulur
|1 - 65
Ship Molu-Larat-
KM PRIMA NUSANTARA- Passenger Seira-Larat- Passenger Wunlah,
18 497 57.6 9.8 N/A 8 KM. INTI GLORY 829 57 11 N/A
01 Ship Sorong Ship Saumlaki-Larat-
Molu-Larat- Molu
Passenger
20 KMP. EGRON 470 40.23 11.6 3.1 Wunlah, Wunlah-
Ship
Larat-Romean, C. PERLA
Passenger Kaiwatu-Larat- Ambon-Larat-
21 KM. MIAMI 462 43 8 N/A
Ship Dobo KM. RADJAWALI Passenger Ambon,
1 88 N/A N/A N/A
Passenger PERKASA Ship Saumlaki-Larat-
22 KM. USAHA ABADI 389 33 13 N/A Tepa-Larat-Dobo
Ship Ambon
Passenger Merauke-Larat- Passenger Saumlaki-Larat-
23 KM. MITRA ABADI 375 N/A N/A N/A 2 KM. PULAU MAS-168 58 N/A N/A N/A
Ship Tepa Ship Dobo
SPOB. SUMBER Passenger Tepa-Larat- Passenger Benoa-Larat-
24 308 N/A N/A N/A 3 KM PULAU MAS 54 N/A N/A N/A
ANUGRAH Ship Ambon Ship Dobo
Sumber: UPP Kelas II Saumlaki, 2022
65
Tabel 3. 18 Fasilitas Pokok dan Penunjang Pelabuhan Larat
No Fasilitas Dimensi Luas Tipe Kondisi
Fasilitas Pokok
Terdapat kerusakan pada
1 Dermaga 114 x 8 m 912 m2 Lantai beton dan tiang baja (steel pile) fender, bollard dan
kanstin
2 Trestle 20 x 6 m 120 m2 Lantai beton Cukup baik
Terminal Terdapat kerusakan pada
3 126 m2 Struktur beton dan Dinding Bata
Penumpang plafon dan lantai keramik
Fasilitas Penunjang
1 Kantor UPP 10 x 8 m 80 m2 Struktur beton dan Dinding Bata Baik
2 Pos Jaga 6 x 2.5 m 15 m2 Struktur beton dan Dinding Bata Baik
3 Gapura 1 Unit - Struktur beton dan Dinding Bata Baik
Rumah
4 4,5 x 3,56 16 m2 Struktur beton dan Dinding Bata Baik
Genset
SBNP (Lampu
5 1 Unit - Kerangka Baja Baik
Pelabuhan)
6 Pintu Gerbang 2 buah - Struktur beton dan Dinding Bata Cukup Baik
Sumber: UPP Kelas II Saumlaki
Gambar 3. 43 Alur Pelayaran Trayek Tol Laut yang Melalui Pelabuhan Larat Kondisi fasilitas pokok dan fasilitas penunjang Pelabuhan Larat diperlihatkan oleh Gambar 3.51 berikut
Sumber: UPP Kelas II Saumlaki, 2022 ini.
Berikut merupakan dokumentasi dari beberapa kapal yang ada di Pelabuhan Larat: A. Kondisi Eksiting Fasilitas Pelabuhan Larat
Kemudian untuk lebih jelasnya fasilitas-fasilitas pokok dan penunjang yang ada di Pelabuhan Larat dapat
dilihat pada gambar-gambar berikut.
|1 - 66
66
Pada Gambar 3.46 ditunjukkan bahwa kondisi Kantor UPP Larat dalam keadaan baik. Terdapat dinding
pembatas di luar area yang memisahkan antara wilayah kantor dan jalan depan pelabuhan. Kantor UPP
Larat juga terletak bersebelahan dengan Ruang Tunggu Penumpang.
Berdasarkan Gambar 3.49 dapat dilihat bahwa terdapat dua pintu masuk ke Pelabuhan Larat. Kondisi
kedua pintu masuk dalam keadaan baik. Pintu masuk pada gambar sebelah kiri merupakan pintu masuk
yang lebih dulu terbangun. Bentuk pintu masuk tersebut terlihat menggunakan material yang lebih
tradisional, sedangkan pada gambar sebelah kanan merupakan pintu masuk yang baru yang terlihat lebih
modern. Menurut wawancara, pintu masuk ini dibangun karena kantor UPP Larat yang berpindah lokasi.
Sebelumnya kantor UPP Larat berada di samping pintu masuk yang lama.
Berdasarkan Gambar 3.47 dapat dilihat bahwa kondisi terminal penumpang terjadi kerusakan pada
plafon dan keramik. Selain itu, tidak ada tempat duduk untuk penumpang pelabuhan yang sedang
menunggu kapal. Sehingga dapat dilihat pada gambar para penumpang kapal duduk di lantai dengan
menggelar tikar/karpet plastik.
Berdasarkan Gambar 3.50 dapat dilihat bahwa kondisi area parkir di Pelabuhan Larat apabila
sedang/setelah hujan berlumpur dan terdapat genangan air. Area parkir di Pelabuhan Larat terletak
dekat dengan pintu selatan. Sayangnya, area parkir ini akan menyulitkan bagi pengunjung untuk menuju
pelabuhan karena genangan dan lumpur yang mengendap area tersebut. Material yang digunakan pada
area parkir di Pelabuhan Larat adalah paving block dan aspal.
67
|1 - 68
68
3.7.5 Utilitas
Utilitas pelabuhan yang terdapat di Pelabuhan Larat dapat dibedakan menjadi jaringan listrik, jaringan
telekomunikasi, jaringan persampahan, jaringan air bersih dan jaringan drainase. Berdasarkan klasifikasi
tersebut, kondisi eksisting utilitas yang terdapat di Pelabuhan Larat adalah sebagai berikut.
A. Jaringan Listrik
Area Pelabuhan Larat sudah teraliri dengan jaringan listrik yang bersumber dari PLN. Fasilitas jaringan
listrik yang ada di Pelabuhan Larat yang dilihat pada gambar berikut ini.
Berdasarkan kondisi fasilitas jaringan listrik baik. Namun, aliran listrik yang ada di Pelabuhan Larat hanya
ada dari pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat. Lampu PJU di Pelabuhan Larat terdiri dari dua jenis,
yaitu lampu yang dialiri listrik oleh PLN dan juga lampu dengan daya dari solar panel. Namun, untuk
lampu yang menggunakan solar panel dalam keadaan rusak, sehingga penerangan di area pelabuhan Gambar 3. 53 Sampah di area Pelabuhan Larat
hanya mengandalkan lampu yang dialiri listrik oleh PLN. Pada Gambar 3.50 dapat terlihat bahwa Sumber: Hasil Survei Tim Penyusunan RIP, DLKr, DLKp Pelabuhan Larat dan Sofyanin, 2022
Pelabuhan Larat memiliki ruang genset, namun tidak terdapat genset pada ruang tersebut yang dapat D. Jaringan Air Bersih
menyuplai listrik ke Pelabuhan Larat.
Jaringan air bersih yang ada di Pelabuhan Larat belum tersedia bak penampungan air serta sumber air
(sumur bor). Kondisi saat ini kebutuhan air disuplai dengan membeli dari luar. Jaringan PDAM telah
tersedia, namun kondisi volume suplai air PDAM sangat minim, bahkan seringkali terjadi suplai air PDAM
yang terputus.
E. Jaringan Drainase
Saluran drainase di area sekitar Pelabuhan Larat merupakan drainase tertutup yang panjangnya
mengikuti jaringan jalan. Pada area Pelabuhan Larat sendiri tidak tersedia saluran drainase. Saluran
drainase hanya tersedia di area luar kawasan pelabuhan, yaitu berada dekat dengan permukiman warga.
Namun, tidak semuanya terkoneksi dengan baik dan hanya berupa saluran untuk mengalirkan air hujan
ke laut.
69
Tabel 3. 19 Data Bongkar Muat di Pelabuhan Larat
Rasio (muat
Tahun Bongkar (Ton) Muat (Ton) terhadap Tabel 3. 21 Berth Occupancy Ratio (BOR) Pelabuhan Larat
bongkar) % Jumlah Panjang
Waktu Waktu Panjang
Kunjungan Kapal Jagaan
2017 7,315.89 661.00 9,04 Tahun Tambat Efektif Dermaga BOR
Kapal 1 Keseluruhan (m)
2018 7,954.50 857.95 10,79 Tahun (m)
(jam) (jam) (m)
2019 11,811.00 2,351.00 19,91 2017 152 74 10 5 12 114 31%
2020 14,481.00 5,771.00 39,85 2018 186 74 10 5 12 114 31%
2021 9,358.00 3,976.50 42,49 2019 190 74 10 5 12 114 31%
Sumber: UPP Kelas II Saumlaki 2017-2021 2020 198 74 10 5 12 114 31%
2021 204 74 10 5 12 114 31%
Berdasarkan Tabel 3. 19 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata bongkar dari tahun 2017-2021 adalah Sumber: UPP Kelas II Saumlaki
10,184.08 ton sedangkan untuk muat dari tahun 2017-2021 sekitar 2,723.49 ton. Data bongkar terbesar
adalah 14,481 ton pada tahun 2020 sedangkan yang paling kecil 7,315.89 ton pada tahun 2017. Data Pada kondisi eksisting Pelabuhan Larat, asumsi serta nilai BOR yang digunakan adalah sebesar 40 %
Muat terbesar adalah 5,771 ton pada tahun 2020 sedangkan data muat terkecil 661 ton pada tahun 2017. yang mengacu pada buku Perencanaan Pelabuhan (Bambang Triarmodjo, 2009). Nilai BOR tersebut
Jika dilihat berdasarkan rasio muat terhadap bongkar, rasio tersebut dari 2017 hingga 2021 meningkat. mengacu pada asumsi bahwa dermaga digunakan untuk sandar 1 buah kapal.
Artinya perbandingan barang yang masuk ke Pelabuhan Larat terhadap barang yang keluar semakin
meningkat. Berdasarkan rasio barang yang dimuat semakin meningkat, secara tidak langsung data 3.10 Data SBNP di Pelabuhan
tersebut menjelaskan bahwa daerah Pelabuhan Larat sudah semakin mandiri karena bisa memanfaatkan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) berisikan tentang sarana bantu navigasi pelayaran visual,
hasil dari daerahnya dan mengurangi impor dari daerah lain. elektronik dan audible (suara). SBNP yang terdapat di Pelabuhan Larat adalah lampu pelabuhan. SBNP
yang ada di Pelabuhan Larat merupakan lampu pelabuhan yang dapat dilihat pada Gambar 3.54 berikut
3.8.2 Turun Naik Penumpang ini.
Berikut ini merupakan data naik turun penumpang di Pelabuhan Larat. Berdasarkan Tabel 3.20 diperoleh
bahwa jumlah penumpang rata-rata di yang turun di Pelabuhan Larat adalah 3,169 orang sedangkan
yang naik 1,054 orang. Data penumpang yang turun di Pelabuhan Larat adalah 5,115 orang pada tahun
2019, sedangkan yang paling kecil 2,259 orang pada tahun 2018. Data penumpang yang naik di
Pelabuhan Larat adalah 1,417 orang pada tahun 2017, sedangkan yang paling kecil 612 pada tahun 2020.
Tabel 3. 20 Data Arus Naik Turun Penumpang
Turun Naik
Tahun
(org) (org)
2017 3155 1417
2018 2259 957
2019 5115 1190
2020 2282 612
2021 3033 1093
Sumber: UPP Kelas II Saumlaki 2017-2021
70
|1 - 71
71
|1 - 72
72
3.12 Penyelenggara Pelabuhan
Bahasan terkait penyelenggara pelabuhan di sub bab ini akan berfokus pada pembahasan terkait wilayah
kerja dari penyelenggara pelabuhan. Berikut merupakan pembahasan terkait penyelenggara pelabuhan
secara lebih detail.
Lokasi studi Pelabuhan Larat terletak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Berdasarkan
PM 72 tahun 2021 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 62 tahun
2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan pada wilayah tersebut
terdapat 11 wilayah kerja, salah satunya adalah Wilayah Kerja Larat. Berikut merupakan struktur
organisasi wilker Larat:
Staff: Staff:
Fredik Sabono Erel Rajawani
Posisi Wilker Larat pada Wilayah kerja UPP Kelas II Saumlaki dapat dilihat pada Gambar 3.58 berikut
ini. |1 - 73
73
Tabel 3. 4 Tempat/Saluran Pembuangan Limbah Cair dari Air Mandi/Cuci Sebagian Besar Keluarga di
Daftar isi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 2020 ............................................................................................ 52
Tabel 3. 5 Pengamatan Rata-Rata Suhu, Kelembapan Relatif, Tekanan Udara, Kecepatan Angin dan
3.1 Kondisi Eksiting Pelabuhan ........................................................................................................ 40 Penyinaran Matahari Menurut Bulan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 2020 ................................... 54
3.1.1 Status Kepemilikan Lahan Daratan Pelabuhan .......................................................................... 40 Tabel 3. 6 Jumlah Penduduk, Laju Pertumbuhan Penduduk dan Kepadatan Penduduk menurut Desa di
3.1.2 Kegiatan yang Dilayani Pelabuhan secara Umum ..................................................................... 42 Kecamatan Tanimbar Utara, 2020 ................................................................................................... 54
3.2 Pemetaan Hidrografi Berdasarkan Peta Laut ............................................................................... 42 Tabel 3. 7 Produksi Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Peternakan di Kecamatan Tanimbar Utara dan
3.3 Pelabuhan Sekitar Lokasi Studi .................................................................................................. 42 Kecamatan Fordata Tahun 2021...................................................................................................... 54
3.4 Hinterland Pelabuhan ................................................................................................................ 43 Tabel 3. 8 Frekuensi Persentase Distribusi Kecepatan Angin di Pelabuhan Larat ................................. 55
3.4.1 Pola Ruang dan Kepemilikan Lahan ......................................................................................... 45 Tabel 3. 9 Windrose Bulanan di Pelabuhan Larat .............................................................................. 56
3.4.2 Langgam dan Style Bangunan................................................................................................. 45 Tabel 3. 10 Komponen Pasang Surut Hasil Perhitungan Metode Leastsquare di Pelabuhan Larat ......... 57
3.4.3 Lingkungan Bangunan ............................................................................................................ 45 Tabel 3. 11 Nilai Elevasi Penting Berdasarkan Data Pasut Hasil Survei di Pelabuhan Larat ................... 57
3.4.4 Sirkulasi ................................................................................................................................ 47 Tabel 3. 12 Panjang Fetch Efektif Setiap Arah .................................................................................. 60
3.4.5 Utilitas................................................................................................................................... 51 Tabel 3. 13 Frekuensi Distribusi Tinggi Gelombang Berdasarkan Arah di Pelabuhan Larat ................... 60
3.4.6 Aspek Iklim ........................................................................................................................... 53 Tabel 3. 14 Waverose Gelombang Bulanan di Pelabuhan Larat .......................................................... 61
3.4.7 Kependudukan ....................................................................................................................... 54 Tabel 3. 15 Nilai Tinggi Gelombang Tertinggi di Pelabuhan Larat ...................................................... 61
3.4.8 Aspek Perekonomian .............................................................................................................. 54 Tabel 3. 16 Spesifikasi Dermaga Pelabuhan Larat ............................................................................. 64
3.5 Kondisi Jalan Akses menuju Pelabuhan ...................................................................................... 54 Tabel 3. 17 Spesifikasi Kapal di Pelabuhan Larat .............................................................................. 65
3.6 Kondisi Hidro-oseanografi, Meteorologi dan Klimatologi ............................................................... 55 Tabel 3. 18 Fasilitas Pokok dan Penunjang Pelabuhan Larat .............................................................. 66
3.6.1 Arah dan Kecepatan Angin Angin ............................................................................................ 55 Tabel 3. 19 Data Bongkar Muat di Pelabuhan Larat .......................................................................... 70
3.6.2 Pasang Surut ......................................................................................................................... 57 Tabel 3. 20 Data Arus Naik Turun Penumpang ................................................................................. 70
3.6.3 Arus ...................................................................................................................................... 58 Tabel 3. 21 Berth Occupancy Ratio (BOR) Pelabuhan Larat ............................................................... 70
3.6.4 Gelombang ............................................................................................................................ 59
3.6.5 Curah Hujan .......................................................................................................................... 63 Daftar gambar
3.6.6 Kelembapan .......................................................................................................................... 63
Gambar 3. 1 Dokumentasi Surat Kepemilikan Lahan Kantor Pelabuhan dan Terminal Penumpang
3.7 Data Teknis Pelabuhan .............................................................................................................. 64
Pelabuhan Larat ............................................................................................................................. 40
3.7.1 Kedalaman Kolam dan Alur Pelabuhan..................................................................................... 64
Gambar 3. 2 Dokumentasi Surat Kepemilikan Lahan Mess Pelabuhan Larat ........................................ 40
3.7.2 Spesifikasi Dermaga ............................................................................................................... 64
Gambar 3. 3 Peta Status Kepemilikan Tanah Di Kawasan Pelabuhan Larat ......................................... 41
3.7.3 Spesifikasi Kapal .................................................................................................................... 65
Gambar 3. 4 Peta Hidrografi di Pelabuhan Larat dan Rencana Pelabuhan Sofyanin ............................. 42
3.7.4 Fasilitas Pokok dan Penunjang Pelabuhan ................................................................................ 66
Gambar 3. 5 Tata Letak Pelabuhan Larat, Laut Arafura dan Jembatan Wear Arafura .......................... 42
3.7.5 Utilitas................................................................................................................................... 69
Gambar 3. 6 Letak Pelabuhan Larat, Pelabuhan Penyebrangan Ferry Tanimbar, dan perikanan tangkap
3.8 Data Operasional Pelabuhan ...................................................................................................... 69
..................................................................................................................................................... 43
3.8.1 Arus Bongkar Muat ................................................................................................................ 69
Gambar 3. 7 Lokasi Pelabuhan Sekitar Lokasi Studi .......................................................................... 44
3.8.2 Turun Naik Penumpang .......................................................................................................... |1 - 7470 Gambar 3. 8 Kondisi Jenis Bangunan ............................................................................................... 45
3.9 Data Kinerja Operasional Pelabuhan........................................................................................... 70
Gambar 3. 9 Kondisi Path Kawasan Pelabuhan Larat ........................................................................ 45
3.10 Data SBNP di Pelabuhan .......................................................................................................... 70
Gambar 3. 10 Kondisi Edges/Batas Kawasan Pelabuhan Larat ........................................................... 46
3.11 Layout Eksisting Pelabuhan ..................................................................................................... 70
Gambar 3. 11 Nodes Kawasan Pelabuhan Larat................................................................................ 46
3.12 Penyelenggara Pelabuhan........................................................................................................ 73
Gambar 3. 12 Landmark Kawasan Pelabuhan Larat .......................................................................... 46
Gambar 3. 13 Sirkulasi Kendaraan Pelabuhan Larat .......................................................................... 47
Daftar tabel
Gambar 3. 14 Kondisi Eksisting Sirkulasi Kendaraan Hinterland Pelabuhan Larat ................................ 47
Tabel 3. 1 Pelabuhan di Sekitar Pelabuhan Larat .............................................................................. 43 Gambar 3. 15 Pola Ruang Sekitar Kawasan Pelabuhan Larat berdasarkan Rencana Pola Ruang........... 48
Tabel 3. 2 Spesifikasi Jalan di Sekitar pelabuhan Larat ...................................................................... 45 Gambar 3. 16 Kondisi Districts Kawasan Pelabuhan Larat ................................................................. 49
Tabel 3. 3 Tempat Pembuangan Akhir Tinja Sebagian Besar Keluarga di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Gambar 3. 17 Peta Figure Ground Kawasan Pelabuhan Larat ............................................................ 50
2020 .............................................................................................................................................. 51 Gambar 3. 18 Kondisi Eksisting Damri di sekitar Pelabuhan Larat ...................................................... 51
74
Gambar 3. 19 Kondisi Eksisting Area Parkir Pelabuhan Larat ............................................................. 51 Gambar 3. 59 Alur Pelayaran Wilker Kelas II Saumlaki ...................................................................... 73
Gambar 3. 20 Ilustrasi Air Bersih Hinterland Pelabuhan Larat ............................................................ 51
Gambar 3. 21 Saluran Drainase Tertutup dan Terbuka Hinterland Pelabuhan Larat ............................. 52
Gambar 3. 22 Sampah di area Pasar Larat ....................................................................................... 53
Gambar 3. 23 Travo PLN Hinterland Kawasan Pelabuhan Larat .......................................................... 53
Gambar 3. 24 Menara Sinyal atau BTS Hinterland Pelabuhan Larat ................................................... 53
Gambar 3. 25 Kondisi Jalan menuju Pelabuhan Larat ........................................................................ 55
Gambar 3. 26 Distribusi Kecepatan Angin di Perairan Pelabuhan Larat ............................................... 55
Gambar 3. 27 Windrose Pelabuhan Larat ......................................................................................... 56
Gambar 3. 28 (a) Pengamatan Palem Pasut Pelabuhan Larat (b) Ilustrasi data BM terhadap HWS dan
MWS.............................................................................................................................................. 57
Gambar 3. 29 Grafik Perbandingan Data Hasil Survei dan Hasil Perhitungan dengan Metode Leastsquare
di Pelabuhan Larat.......................................................................................................................... 57
Gambar 3. 30 Titik Lokasi Pengambilan Data Arus di sisi kanan (titik A) dan sisi kiri (titik B) di Pelabuhan
Larat.............................................................................................................................................. 58
Gambar 3. 31 Current Rose Stasiun 1, 0.2d ...................................................................................... 58
Gambar 3. 32 Current Rose Stasiun 1, 0.6d ...................................................................................... 58
Gambar 3. 33 Current Rose Stasiun 1, 0.8d ...................................................................................... 59
Gambar 3. 34 Current Rose Rata-Rata Kedalaman 0.2d, 0.6d dan 0.8d .............................................. 59
Gambar 3. 35 Ilustrasi Pola Pergerakan Arus di Larat, titik merah (Pelabuhan Larat) .......................... 59
Gambar 3. 36 Area Pembangkit Gelombang Perairan Pelabuhan Larat ............................................... 60
Gambar 3. 37 Distribusi Gelombang di Perairan Pelabuhan Larat ....................................................... 60
Gambar 3. 38 Peta Gelombang Laut Sebelum Reklamasi di Pelabuhan Larat ...................................... 62
Gambar 3. 39 Grafik Sebaran Rata-Rata Harian Curah Hujan di Pelabuhan Larat Selama 10 tahun (2009-
2019). Curah hujan maksimum (kotak merah), curah hujan minimum (kotak biru) ............................. 63
Gambar 3. 40 Grafik Rata-Rata Bulanan Kelembapan di Pelabuhan Larat Selama 10 Tahun (2009-2019).
..................................................................................................................................................... 63
Gambar 3. 41 Data Kedalaman Perairan Pelabuhan Larat Berdasarkan Peta Laut ................................ 64
Gambar 3. 42 Ilustrasi Kondisi Dermaga di Pelabuhan Larat .............................................................. 64
Gambar 3. 43 Alur Pelayaran Trayek Tol Laut yang Melalui Pelabuhan Larat ...................................... 66
Gambar 3. 44 Ilustrasi Kapal yang berlabuh di Pelabuhan Larat......................................................... 66
Gambar 3. 45 Fasilitas Pokok (Kondisi Dermaga Larat) ..................................................................... 66
Gambar 3. 46 Fasilitas Pokok (Kondisi Trestle Pelabuhan Larat) ........................................................ 67
Gambar 3. 47 Fasilitas Pokok (Terminal Penumpang)........................................................................ |1 - 7567
Gambar 3. 48 Fasilitas Penunjang (Kantor UPP Larat) ....................................................................... 67
Gambar 3. 49 Fasilitas Penunjang (Pintu Masuk Pelabuhan) .............................................................. 67
Gambar 3. 50 Fasilitas Penunjang (Area Parkir Pelabuhan Larat) ....................................................... 67
Gambar 3. 51 Kondisi Fasilitas Eksisting Pelabuhan Larat .................................................................. 68
Gambar 3. 52 Ruang Genset di Pelabuhan Larat ............................................................................... 69
Gambar 3. 53 Sampah di area Pelabuhan Larat ................................................................................ 69
Gambar 3. 54 Lampu Pelabuhan (SBNP) .......................................................................................... 70
Gambar 3. 55 Layout Eksisting Pelabuhan Larat ............................................................................... 71
Gambar 3. 56 Layout Eksisting Pelabuhan Larat ............................................................................... 72
Gambar 3. 57 Stuktur Organisasi Wilayah Kerja Larat ....................................................................... 73
Gambar 3. 58 Posisi Wilayah Kerja Larat pada KUPP Kelas II Saumlaki .............................................. 73
75