0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan39 halaman

Kondisi SPAM di Kepulauan Sangihe

Paragraf pertama memberikan latar belakang tentang pentingnya air bersih dan sistem penyediaan air minum (SPAM). Paragraf berikutnya menjelaskan bahwa SPAM di Kabupaten Kepulauan Sangihe dioperasikan oleh PDAM dan lembaga non-PDAM, namun cakupan layanan PDAM masih terbatas. Paragraf terakhir membahas aspek teknis dan non-teknis SPAM di kabupaten tersebut yang akan diuraikan lebih lanjut di sub

Diunggah oleh

Mirko Nugraha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan39 halaman

Kondisi SPAM di Kepulauan Sangihe

Paragraf pertama memberikan latar belakang tentang pentingnya air bersih dan sistem penyediaan air minum (SPAM). Paragraf berikutnya menjelaskan bahwa SPAM di Kabupaten Kepulauan Sangihe dioperasikan oleh PDAM dan lembaga non-PDAM, namun cakupan layanan PDAM masih terbatas. Paragraf terakhir membahas aspek teknis dan non-teknis SPAM di kabupaten tersebut yang akan diuraikan lebih lanjut di sub

Diunggah oleh

Mirko Nugraha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

KONDISI SPAM EKSISTING


3.1 UMUM
Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan secara
berkelanjutan. Penggunaan air yang sesuai dengan kriteria dan baku mutu sangat penting untuk
setiap kegiatan baik itu konsumsi rumah tangga, kebutuhan industri dan tempat umum. Karena
pentingnya kebutuhan akan air bersih, maka menjadi hal yang wajar jika sektor penyediaan air
mendapatkan prioritas penanganan utama karena menyangkut kehidupan orang banyak.
Penanganan akan pemenuhan kebutuhan air dapat dilakukan dengan berbagai cara, disesuaikan
dengan sarana dan prasarana yang ada yang dikelola dalam lingkup Sistem Penyediaan Air
Minum (SPAM).
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan
untuk menunjang aktivitas kehidupan masyarakat di suatu daerah. Tingkat kebutuhan akan
konsumsi air minum di suatu daerah perlu dipenuhi untuk menjamin kelangsungan hidup
masyarakat. Perubahan Iklim dan perubahan fungsi lahan turut menyebabkan sulitnya
ketersediaan air yang layak minum belum lagi dengan pola pengelolaan penyediaan air di
beberapa kota/kabupaten belum baik.
Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi
Utara yang telah memiliki sistem penyediaan air minum (SPAM). Sistem penyediaan air minum
di Kabupaten Kepulauan Sangihe saat ini dilayani oleh jaringan perpipaan air minum baik yang
dikelola oleh PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe maupun oleh BUMDES, sementara untuk
air minum bukan jaringan perpipaan sebagian besar dilayani oleh BUMDES dan/atau Kelompok
Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS). Untuk pelayanan yang
dilayani oleh PDAM (Jaringan Perpipaan/JP) berdasarkan pada hasil laporan evaluasi kinerja
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun Buku 2021,
diketahui bahwa cakupan layanan pada wilayah teknis baru mencapai sebesar 35,97% sementara
pada wilayah administrasi mencapai sebesar 31,64%. Di samping itu, jumlah pemakaian air per
pelanggan domestik per bulan rata-rata sebesar 15,45 m3/SL/bulan dengan tingkat kehilangan air
distribusi mencapai sebesar 30,96%.

3.2 ASPEK TEKNIS


Uraian mengenai aspek teknis SPAM yang terdiri atas unit air baku, unit produksi, unit
distribusi, dan unit pelayanan, baik yang dikelola oleh PDAM maupun lembaga pengelola
NonPDAM di Kabupaten Kepulauan Sangihe diuraikan selanjutnya dalam sub bab berikut.

3.2.1 SPAM PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe

III-1
[Link] SPAM Ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe

[Link] SPAM IKK

[Link] SPAM Perdesaan

3.2.2 SPAM Lembaga Pengelolaan Non PDAM

[Link] SPAM Perdesaan

3.3 ASPEK NON TEKNIS


Dalam sub bab ini akan diuraikan terkait hal-hal yang berhubungan dengan aspek non
teknis, antara lain aspek keuangan, aspek kelembagaan, dan aspek pengaturan sehubungan
dengan sistem penyediaan air minum pada Kabupaten Kepulauan Sangihe.

3.3.1 Aspek Keuangan


A. Kondisi dan Kinerja Keuangan
Kondisi suatu perusahaan atau badan pengelola air minum dikatakan sehat, kurang sehat
atau sakit salah satunya dapat dilihat dari neraca perusahaan tersebut. Neraca
merupakan bentuk laporan keuangan yang menunjukkan nilai aset, kewajiban dan
modal yang dimiliki oleh sebuah perusahaan sampai periode tertentu. Neraca
menunjukkan kegiatan riil perusahaan dalam membiayai aktivitas perusahaan tersebut
baik jangka panjang maupun jangka pendek. Selain neraca laporan keuangan laba-rugi
akan mencerminkan jumlah pendapatan dan jumlah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh
PDAM dan/atau lembaga pengelola air minum lainnya dalam melaksanakan kegiatan
operasinya, laporan keuangan ini juga memberi informasi apakah PDAM dan/atau
lembaga pengelola air minum lainnya dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya
dapat mengalami keuntungan atau kerugian, salah satu indikator yang dapat
mempengaruhi besar kecilnya pendapatan PDAM dan/atau lembaga pengelola air
minum lainnya adalah besaran tarif yang dibebankan kepada pelanggan/masyarakat
serta tingkat konsumsi atau pemakaian air oleh pelanggan/masyarakat. Berikut ini akan
diuraikan kondisi laporan keuangan pengelola SPAM di Kabupaten Kepulauan Sangihe,
sebagai berikut:

Tabel 3.1

III-2
Laporan Posisi Keuangan (Neraca) PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe
Per 31 Desember 2019, 2020 dan 2021
2019 2020 2021
URAIAN
(Audited) (Audited) (Audited)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Bank 245.889.832 146.586.137 135.997.136
Deposito - - -
Piutang Usaha [Link] [Link] [Link]
Akumulasi Penyisihan Piutang Usaha -[Link] -[Link] -[Link]
Piutang Lain-lain 676.920.849 283.233.824 193.049.169
Pembayaran di Muka 292.330.700 123.896.075 215.570.475
Persediaan 171.404.500 28.093.000 30.095.500
Aset Lancar Lainnya - - -
Jumlah Aset Lancar [Link] [Link] [Link]
ASET TETAP
Tanah 635.680.837 665.180.637 665.180.637
Instalasi Sumber Air [Link] [Link] [Link]
Instalasi Pompa 358.382.835 358.382.835 358.382.835
Instalasi Pengolahan Air 493.936.500 691.246.501 839.566.501
Instalasi Transmisi dan Distribusi [Link] [Link] [Link]
Instalasi Umum [Link] [Link] [Link]
Jumlah Historis Aset Tetap [Link] [Link] [Link]
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap -[Link] -[Link] -[Link]
Akumulasi Penurunan Nilai Aset Tetap 0 0 0
Aset Tetap Dalam Penyelesaian 53.646.819 53.646.819 0
Nilai Buku Aset Tetap [Link] [Link] [Link]
ASET LAIN-LAIN
Aset Tetap Lainnya 30.926.501 30.926.501 -
Akumulasi Amortisasi Aset Tetap Lainnya [Link] [Link] [Link]
Pemb. Uang Muka kepada Pemda (Penyertaan Saham) 420.315.480 420.315.480 420.315.480
Jumlah Aset Lain-Lain [Link] [Link] [Link]
JUMLAH ASET [Link] [Link] [Link]
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Utang Usaha 719.087.986 699.459.986 701.444.986
Utang Pajak 52.867.219 52.867.219 998.339.014
Utang Lainnya 639.147.177 [Link] [Link]
Hutang Bunga 1.825.000 1.825.000 1.825.000
Utang Jangka Panjang Jatuh Tempo [Link] - -
Biaya Yang Masih Harus Dibayar [Link] 423.937.608 423.937.608
Kewajiban Jangka Pendek Lainnya - - -
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek [Link] [Link] [Link]
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
Pinjaman Dalam/Luar Negeri 69.269.917 69.269.917 -
Imbalan Pasca Kerja - - -
Jumlah Kewajiban Jangka Panjang 69.269.917 69.269.917 -
KEWAJIBAN LAIN-LAIN
Cadangan Dana Pensiun - - -
Cadangan Dana Lainnya (Meter) - - -
Cadangan Dana Tujuan Lainnya

III-3
2019 2020 2021
URAIAN
(Audited) (Audited) (Audited)
Hutang Leasing - - -
Penghapusan Non Pokok Dalam Penyelesaian - - -
Jumlah Kewajiban Lain-Lain - - -
JUMLAH KEWAJIBAN [Link] [Link] [Link]
EKUITAS
Penyertaan Pemerintah Daerah YTDS [Link] [Link] [Link]
Penyertaan Pemerintah Daerah YBDS - - -
Penyertaan Pemerintah Daerah Provinsi YTDS - - -
Penyertaan Pemerintah Daerah Provinsi YBDS - - -
Penyertaan Pemerintah Pusat YTDS - - -
Penyertaan Pemerintah Pusat YBDS [Link] [Link] [Link]
Modal Pinjaman (Investor & Swasta) - - -
Hibah 204.840.250 204.840.250 204.840.250
Cadangan - - -
Laba Ditahan (Akumulasi Kerugian) -[Link] -[Link] -[Link]
Laba-Rugi Tahun Berjalan 385.039.204 -279.690.735 -124.738.168
JUMLAH EKUITAS [Link] [Link] [Link]
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS [Link] [Link] [Link]
Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe (Data Diolah), 2022

Berdasarkan pada tabel laporan posisi keuangan (neraca) PDAM Kabupaten Kepulauan
Sangihe sebagaimana tersebut di atas, diketahui pada tahun buku 2021, total aset PDAM
mencapai sebesar Rp107.518.689.027,00 terdiri dari aset lancar sebesar
Rp6.313.924.122,00 dan nilai buku aset tetap sebesar Rp3.564.188.425,00, dan nilai
aset lainnya sebesar Rp97.640.576.480,00. Sedangkan jumlah kewajiban sebesar
Rp3.476.887.768,00 dan jumlah ekuitas sebesar Rp104.041.801.259,00.

Secara umum jumlah aset lancar PDAM pada tahun buku 2021 sebesar
Rp6.313.924.122,00 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan jumlah aset
lancar tahun buku 2020 yang mencapai sebesar Rp6.265.279.008,00 atau naik sebesar
Rp48.645.114,00 (0,78%). Kenaikan nilai aset lancar ini secara umum terjadi pada aset
lancar berupa piutang usaha, pembayaran di muka dan persediaan.

Pada posisi aset lancar, nilai kas dan setara kas pada tahun buku 2021 sebesar
Rp135.997.136,00 lebih kecil dari jumlah kewajiban lancar sebesar
Rp3.476.887.768,00. Kondisi ini menggambarkan bahwa PDAM belum memiliki
kemampuan yang maksimal untuk menutupi seluruh kewajiban jangka pendek, bahkan
kemampuan PDAM dalam menutupi kewajiban jangka pendek perusahaan saat ini
tergolong sangat rendah, yaitu hanya mencapai 3,91% atau masih jauh di bawah standar
ideal 100%.

Di sisi lain pada posisi aset lancar terlihat bahwa akumulasi jumlah piutang usaha
PDAM pada tahun buku 2021 sangat besar yaitu mencapai sebesar
Rp10.458.205.752,00 mengalami peningkatan sebesar R55.741.870,00 (0,54%) dari

III-4
jumlah akumulasi piutang usaha tahun buku 2020 yang mencapai sebesar
Rp10.402.463.882,00. Kondisi ini diakibatkan karena efisiensi dan efektivitas
penagihan belum maksimal dilakukan oleh PDAM, khususnya efisiensi penagihan
terhdap DRD tahun berjalan.

Kemampuan PDAM dalam menutupi semua kewajibannya pada tahun buku 2021
sangat baik jika dilihat dari jumlah aset yang ada, di mana terlihat bahwa jumlah aset
PDAM mencapai Rp107.518.689.027,00 dibanding dengan jumlah kewajiban PDAM
yang hanya mencapai sebesar Rp3.476.887.768,00. Dengan kata lain persentase
kemampuan PDAM dalam melunasi semua kewajibannya melalui aset-aset PDAM pada
tahun buku 2021 sudah di atas rata-rata standar 200% yaitu mencapai sebesar
3.092,38%.

Sementara pada posisi aset tetap, terlihat bahwa jumlah nilai buku aset tetap pada tahun
buku 2021 sebesar Rp3.564.188.425,00 mengalami penurunan jika dibandingkan
dengan tahun buku 2020 yang mencapai sebesar Rp3.609.904.195,00 atau turun sebesar
Rp45.715.770 (1,27%). Kondisi ini secara umum terjadi karena meningkatnya nilai
akumulasi penyusutan aset tetap yaitu sebesar Rp424.537.952,00 atau naik sebesar
2,91%.

Jumlah modal PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tahun buku 2021 tercatat
sebesar Rp104.041.801.259,00. Jumlah modal tersebut belum dipergunakan secara baik
oleh PDAM, hal ini terlihat bahwa PDAM masih memperoleh rugi sebesar
Rp124.738.168,00. Kondisi ini mengakibatkan kinerja PDAM pada indikator ROE
(tingkat kemampuan PDAM dalam mengembalikan modal) bernilai negatif sebesar
0,12% yaitu masih berada di bawah standar ideal 10% dan mengalami peningkatan
sebesar 0,15% dari nilai ROE tahun buku 2020. Kondisi ini secara kinerja harus terus
diperbaiki dan ditingkatkan.

PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam pengembangan SPAM di Kabupaten


Kepulauan Sangihe masih mendapat dukungan positif dari Pemerintah Pusat berupa
penyertaan modal yang tercatat sampai dengan tahun buku 2021 sebesar
Rp98.375.028.070,00. Jumlah penyertaan modal tersebut merupakan penyertaan modal
pemerintah pusat yang belum ditetapkan statusnya. Sementara penyertaan modal
Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe hingga tahun buku 2021 mencapai
sebesar Rp16.387.233.646,00 sebagai penyertaan pemerintah daerah yang telah
ditetapkan statusnya dan sebesar Rp204.840.250,00 merupakan modal hibah. Jumlah
Penyertaan Modal Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Modal Hibah sebagaimana
dimaksud di atas tidak mengalami peningkatan atau sama dengan tahun 2020.

III-5
Lebih lengkap terkait dengan laporan posisi keuangan (neraca) komparatif PDAM
Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagaimana diuraikan di atas, dapat dilihat pada Tabel
3.1.

B. Kondisi Utang dan Piutang


Utang dan piutang merupakan 2 (dua) transaksi keuangan yang hampir tidak bisa lepas
dalam suatu aktivitas perusahaan, termasuk dalam hal ini perusahaan air minum yaitu
PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Utang atau kewajiban adalah sesuatu yang dipinjam baik berupa benda maupun alat
pembayaran. Seseorang atau badan usaha yang meminjam disebut debitur, sementara
pihak yang memberikan utang disebut kreditur. Utang adalah kewajiban yang harus
dibayar kepada pihak yang memberikan dan biasanya memiliki jangka waktu tertentu.
Sementara dalam arti luas, piutang merupakan tuntutan seseorang atau badan usaha
kepada pihak lain berupa uang, barang atau jasa yang dijual secara kredit dan/atau
dipinjamkan kepada pihak debitur.

Berdasarkan Standar Akuntasi Keuangan-Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-


ETAP), Utang atau kewajiban secara umum dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu
kewajiban jangka pendek, kewajiban jangka panjang dan kewajiban lain-lain.

Secara keseluruhan jumlah kewajiban PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun


buku 2021 sebesar Rp3.476.887.768,00 mengalami peningkatan jika dibandingkan
dengan tahun buku 2020 yang mencapai sebesar Rp2.376.389.168,00 atau naik sebesar
Rp1.100.498.600,00 atau naik sebesar 46,31%.

Dari jumlah kewajiban PDAM tahun buku 2021 sebesar Rp3.476.887.768,00


keseluruhannya merupakan kewajiban jangka pendek, meliputi:

 Utang Usaha : Rp 701.444.986,00


 Utang Pajak : Rp 998.339.014,00
 Utang Lainnya : Rp [Link],00
 Utang Bunga : Rp 1.825.000,00
 Biaya yang Masih Harus Dibayar : Rp 423.937.608,00
Jumlah : Rp3.476.887.768,00

Selain kondisi utang atau kewajiban PDAM sebagaimana diuraikan di atas, juga terlihat
sejumlah akumulasi piutang usaha pada tahun buku 2021 sebesar Rp10.458.205.752,00
mengalami peningkatan sebesar Rp55.741.870,00 atau turun sebesar 0,54% jika
dibandingkan dengan jumlah piutang usaha tahun buku 2020 yang hanya sebesar
Rp10.402.463.882,00. Hal ini terjadi karena efisiensi dan efektivitas penagihan belum
maksimal dilakukan oleh PDAM, khususnya efisiensi penagihan terhdap DRD tahun
berjalan.

III-6
Lebih lengkap terkait dengan kondisi utang dan piutang PDAM Kabupaten Kepulauan
Sangihe sebagaimana diuraikan di atas, dapat dilihat pada Tabel 3.1.

C. Kondisi Pengelolaan Aset


Beban penyusutan dan amortisasi aset pada tahun buku 2021 sebesar Rp 309.224.977,00
tergolong relatif masih rendah jika dibandingkan dengan total beban operasional PDAM
yang mencapai Rp12.484.299.879,00 atau mencapai sebesar 2,48% masih di bawah
standar maksimal beban penyusutan yaitu sebesar 20% dari jumlah beban operasi.
Namun jika dilihat dari nilai akumulasi penyusutan aset tahun 2021 sudah mencapai
sebesar Rp15.006.329.468,00 atau sebesar 80,81% dari nilai historis aset sebesar
Rp18.570.517.893,00 artinya bahwa secara umur ekonomis nilai aset-aset tetap PDAM
sudah banyak berkurang dan dimungkinkan terdapat aset-aset PDAM yang kurang
dan/atau tidak produktif.

Di samping itu, jika dilihat dari pendekatan pemeliharaan aset tercatat bahwa jumlah
beban pemelihraan pada tahun buku 2021 mencapai sebesar Rp602.169.550,00 atau
sebesar Rp168,00 per meter kubik. Kondisi ini sudah tergolong tidak normal (in-
efisien), karena berada di atas standar maksimal beban pemeliharaan sebesar Rp100,00
per meter kubik. Hal ini mengandung arti dari pendekatan beban pemeliharaan bahwa
pengeluaran untuk kegiatan pemeliharaan aset-aset perusahaan belum efisien atau masih
terdapat aset-aset PDAM yang tergolong kurang dan/atau tidak produktif karena sudah
melebihi umur ekonomis aset.

Berdasar hal tersebut di atas, sebagai upaya optimalisasi penerapan manajemen aset
PDAM perlu terus melakukan identifikasi dan inventarisasi aset (produktif dan tidak
produktif) berikutnya jika ditemukan aset yang tidak produktif dan melebihi umur
ekonomis, maka aset tersebut agar segera dikoordinasikan dan diinformasikan ke pihak
Pemerintah Daerah melalui Dewan Pengawas dan ke depan (saat audit independen)
dilakukan data tersebut diberikan kepada Auditor KAP untuk selanjutnya dikeluarkan
dari daftar aset produktif dan tidak dihitung penyusutan (dibukukan Rp1) serta
diadministrasikan secara extra compatible (dicatat di luar neraca) dan aset-aset tidak
produktif tersebut dapat dilelang (jika memungkinkan) sesuai dengan peraturan dan
mekanisme yang berlaku. Di samping itu, juga direkomendasikan agar PDAM dapat
menuyusun kebijakan manajemen aset dan/atau terus menerapkan secara optimal
manajemen aset dan pemeliharaan sekaligus melakukan efisiensi beban dengan
membuat skala prioritas atas setiap beban operasional yang akan dikeluarkan termasuk
beban pemeliharaan aset. Dalam rangka efektivitas pengelolaan aset PDAM di masa
mendatang, PDAM harus mulai memikirkan sekaligus merealisasikan untuk membuat
suatu sistem manajemen aset berbasis online atau offline yaitu berupa Sistem Informasi
Manajemen Aset (SIMASET).

D. Kondisi dan Struktur Pendapatan Usaha

III-7
Berdasarkan laporan Laba (Rugi) PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun buku
2021, jumlah pendapatan usaha PDAM mencapai sebesar Rp12.491.968.429,00
mengalami peningkatan sebesar Rp435.741.329,00 atau naik sebesar 3,61% jika
dibandingkan dengan pendapatan usaha tahun buku 2020 yang hanya sebesar
Rp12.056.227.100,00. Kondisi ini secara umum terjadi karena pendapatan PDAM yang
bersumber dari penjualan air mengalami peningkatan dari sebesar Rp11.253.719.000,00
pada tahun buku 2020 menjadi sebesar Rp11.726.159.600,00 pada tahun buku 2021
atau meningkat sebesar Rp472.440.600,00 atau naik sebesar 4,20%. Sama halnya
dengan pendapatan non air, secara umum mengalami peningkatan dari sebesar
Rp563.748.100,00 pada tahun buku 2020 menjadi sebesar Rp578.618.829,00 pada
tahun buku 2021 atau meningkat sebesar Rp14.870.729,00 atau naik sebesar 2,64%.

Jumlah pendapatan usaha PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tahun buku 2021
sebesar Rp12.491.968.429,00 sebagaimana tersebut di atas, terdiri dari pendapatan air
sebesar Rp11.726.159.600,00 dan pendapatan non air sebesar Rp578.618.829,00. Di
samping itu, terdapat sejumlah pendapatan lain-lain berupa pendapatan tangki air
sebesar Rp187.190.000,00.

Jika melihat pada struktur pendapatan PDAM, diketahui bahwa sumber pendapatan
PDAM saat ini secara umum dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu:

1. Pendapatan Penjualan Air


Pendapatan penjualan air PDAM pada tahun buku 2021 berjumlah sebesar
Rp11.913.349.600,00 terdiri dari:
a. Harga air : Rp10.647.209.700,00
b. Beban Tetap : Rp [Link],00
c. Pendapatan Tangki Air : Rp 187.190.000,00
Jumlah : Rp [Link],00

2. Pendapatan Non Air


Pendapatan non air PDAM pada tahun buku 2021 berjumlah sebesar
Rp578.618.829,00 terdiri dari:
a. Pendapatan sambungan baru : Rp100.996.250,00
b. Pendapatan denda : Rp412.725.000,00
c. Pendapatan Pendaftaran : Rp 4.832.500,00
d. Pendapatan Balik Nama : Rp 4.200.000,00
e. Pendapatan non air lainnya : Rp 55.865.079,00
Jumlah : Rp578.618.829,00

Jika melihat pada struktur pendapatan PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe


sebagaimana tersebut di atas, secara umum diketahui bahwa proporsi jumlah
pendapatan PDAM yang paling besar nilainya adalah pendapatan air sebesar 95,37%

III-8
dan pendapatan non air sebesar 4,63% dari total pendapatan PDAM. Kondisi dan
struktur pendapatan operasional PDAM tersebut lebih lengkap dapat dilihat pada tabel
berikut ini.
Tabel 3.2
Pendapatan Operasional PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe
Per 31 Desember 2019, 2020 dan 2021
2019 2020 2021
URAIAN
(Audited) (Audited) (Audited)
PENDAPATAN USAHA
Pendapatan Air [Link] [Link] [Link]
Pendapatan Rekening Air [Link] [Link] [Link]
Pendapatan Jasa Administrasi 989.446.900 [Link] [Link]
Dana Water Meter - - -
Pendapatan ABT - - -
ROYALTY - - -
Pendapatan Non Air 459.738.400 563.748.100 578.618.829
Pendapatan Sambungan Baru 93.697.400 127.826.600 100.996.250
Pendapatan Penyambungan Kembali - - -
Pendapatan Denda 351.995.000 400.210.000 412.725.000
Pendapatan Penggantian Meter Air - - -
Pendapatan Pipa Persil - - -
Pendapatan Pipa Distribusi - - -
Pendapatan Non Air Lainnya 8.018.500 25.881.500 55.865.079
Pendapatan Pendaftaran 4.327.500 8.630.000 4.832.500
Pendapatan Balik Nama 1.700.000 1.200.000 4.200.000
Perubahan Klasifikasi - - -
Pendapatan Kemitraan - - -
Pendapatan Air Limbah - - -
Pendapatan Mobil Tangki - 238.760.000 187.190.000
Pendapatan Kolam Renang - - -
Pendapatan Lain-lain - - -
Pendapatan diluar usaha - - -
JUMLAH PENDAPATAN USAHA [Link] [Link] [Link]
Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe (Data Diolah), 2022

E. Kondisi dan Struktur Beban Operasi


Berdasarkan laporan Laba (Rugi) PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun buku
2021, jumlah beban usaha PDAM mencapai sebesar Rp12.484.299.879,00 mengalami
peningkatan jika dibandingkan dengan tahun buku 2020 yang mencapai sebesar
Rp12.262.361.734,00 atau naik sebesar Rp221.938.145,00 (1,81%). Di samping itu,
pada tahun buku 2021 terdapat sejumlah beban lain-lain berupa beban non operasional
sebesar Rp147.514.203,00, mengalami peningkatan sebesar Rp71.961.801,00 atau
sebesar 95,25% jika dibandingkan dengan tahun buku 2020 yang tercatat sebesar
Rp75.552.402,00.

III-9
Jika melihat pada struktur atau proporsi beban usaha PDAM pada tahun buku 2021,
maka dapat diketahui beban usaha tertinggi adalah beban pegawai mencapai sebesar
Rp9.643.631.496,00 atau sebesar 77,25% terhadap jumlah beban usaha, diperingkat
kedua adalah beban rupa-rupa sebesar Rp1.081.673.907,00 atau sebesar 8,66% dan
diperingkat ketiga adalah beban pemeliharaan sebesar Rp602.169.550,00 atau sebesar
4,82% terhadap jumlah beban usaha.

Lebih lengkap kondisi dan struktur beban operasional PDAM Kabupaten Kepulauan
Sangihe dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.3
Struktur Beban Operasional PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe
Per 31 Desember 2019, 2020 dan 2021
2019 % 2020 % 2021 %
URAIAN
(Audited) Beban (Audited) Beban (Audited) Beban
BEBAN USAHA
Beban Pegawai [Link] 77,24% [Link] 79,09% [Link] 77,25%
Beban Listrik 341.714.088 3,18% 376.037.802 3,07% 429.916.450 3,44%
Beban Pemakaian Bahan Bakar 92.830.900 0,86% 82.463.793 0,67% 56.763.478 0,45%
Beban Pemakaian Bahan Kimia - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Bahan Pembantu - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Air Baku - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Pembelian Air Curah - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Kantor - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Hubungan Langgan 323.070.092 3,00% 335.002.509 2,73% 360.920.021 2,89%
Beban Penelitian dan Pengembangan - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Pemeliharaan 598.533.165 5,57% 580.996.900 4,74% 602.169.550 4,82%
Beban Rupa-rupa 927.947.873 8,63% 885.869.431 7,22% [Link] 8,66%
Beban Penyusutan dan Amortisasi 163.475.962 1,52% 303.949.485 2,48% 309.224.977 2,48%
Beban Penyisihan Piutang - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Keuangan (Pinjaman, Komitmen, dll) - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Penagihan Rekening - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Kemitraan - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban operasi Lainnya - 0,00% - 0,00% - 0,00%
BEBAN OPERASIONAL [Link] 100,00% [Link] 100,00% [Link] 100,00%
Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe (Data Diolah), 2022

Berdasarkan laporan Laba (Rugi) PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun buku
2021, PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe memperoleh rugi sebesar
Rp124.738.168,00, mengalami penurunan sebesar Rp154.952.567,00 atau turun sebesar
55,40% jika dibandingkan dengan perolehan rugi tahun buku 2020 yang mencapai
sebesar Rp279.690.735,00.

III-10
Jumlah pendapatan operasional PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tahun buku
2021 mencapai sebesar Rp12.507.075.914,00 lebih kecil dibandingkan jumlah beban
operasional PDAM yang mencapai sebesar Rp12.631.814.082,00. Lebih lengkap
kondisi laba (rugi) PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat dilihat pada tabel
berikut.

Tabel 3.4
Laporan Laba (Rugi) PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe
Per 31 Desember 2019, 2020 dan 2021
2019 % 2020 % 2021 %
URAIAN
(Audited) Beban (Audited) Beban (Audited) Beban
PENDAPATAN USAHA
Pendapatan Air [Link] 95,88% [Link] 93,34% [Link] 93,87%
Pendapatan Non Air 459.738.400 4,12% 563.748.100 4,68% 578.618.829 4,63%
Pendapatan Mobil Tangki - 0,00% 238.760.000 1,98% 187.190.000 1,50%
Pendapatan Kolam Renang - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Pendapatan Lain-lain - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Pendapatan diluar usaha - 0,00% - 0,00% - 0,00%
JUMLAH PENDAPATAN USAHA [Link] 100,00% [Link] 100,00% [Link] 100,00%
BEBAN USAHA
Beban Pegawai [Link] 77,24% [Link] 79,09% [Link] 77,25%
Beban Listrik 341.714.088 3,18% 376.037.802 3,07% 429.916.450 3,44%
Beban Pemakaian Bahan Bakar 92.830.900 0,86% 82.463.793 0,67% 56.763.478 0,45%
Beban Pemakaian Bahan Kimia - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Bahan Pembantu - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Air Baku - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Pembelian Air Curah - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Kantor - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Hubungan Langgan 323.070.092 3,00% 335.002.509 2,73% 360.920.021 2,89%
Beban Penelitian dan Pengembangan - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Pemeliharaan 598.533.165 5,57% 580.996.900 4,74% 602.169.550 4,82%
Beban Rupa-rupa 927.947.873 8,63% 885.869.431 7,22% [Link] 8,66%
Beban Penyusutan dan Amortisasi 163.475.962 1,52% 303.949.485 2,48% 309.224.977 2,48%
Beban Penyisihan Piutang - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Keuangan (Pinjaman, Komitmen, dll) - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Penagihan Rekening - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Kemitraan - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban operasi Lainnya - 0,00% - 0,00% - 0,00%
BEBAN OPERASIONAL [Link] 100,00% [Link] 100,00% [Link] 100,00%
Pendapatan Lain-lain (di Luar Usaha) 11.674.571 1.996.301 15.107.485
Beban Lain-lain (di Luar Usaha) 39.857.779 75.552.402 147.514.203
PPN - - -
LABA-RUGI SETELAH PAJAK 385.039.204 -279.690.735 -124.738.168
Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe (Data Diolah), 2022

Setelah dilakukan analisis struktur beban operasional PDAM, dapat diketahui bahwa
pada tahun buku 2021 masih terdapat sebanyak 3 (tiga) proporsi beban operasi yang
cukup tinggi (melebihi standar ideal), yaitu beban pegawai mencapai sebesar 77,20%

III-11
terhadap pendapatan, beban pemeliharaan mencapai sebesar Rp168,00 per m3, dan
beban administrasi dan umum yang mencapai sebesar 78,24% terhadap pendapatan.
Lebih lengkap terkait perhitungan dan analisis beban operasi sebagaimana diuraikan di
atas, dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 3.5
Perhitungan dan Analisis Beban Operasi
PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun Buku 2020 dan 2021
Standar Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021
Item Beban
Kondisi Hasil Analisis Kondisi Hasil Analisis Kondisi Hasil Analisis
Beban Pegawai Trhdp Pendapatan (%/tahun) 40% 74,38% Tidak Normal 80,44% Tidak Normal 77,20% Tidak Normal
Beban Energi Listrik + BBM (Rp/m3) Rp400 Rp111 Normal Rp120 Normal Rp135 Normal
Beban Bahan Kimia (Rp/m3) Rp100 Rp0 Normal Rp0 Normal Rp0 Normal
Beban Pemeliharaan (Rp/m3) Rp100 Rp153 Tidak Normal Rp152 Tidak Normal Rp168 Tidak Normal
Beban Air Baku (%/tahun) 1% 0,00% Normal 0,00% Normal 0,00% Normal
Beban Penyusutan (%/tahun) 20% 1,52% Normal 2,48% Normal 2,48% Normal
Beban Penyisihan Piutang (%/tahun) 3% 0,00% Normal 0,00% Normal 0,00% Normal
Beban Adm. & Umum : Pendapatan (%/tahun) 40% 81,95% Tidak Normal 88,91% Tidak Normal 78,24% Tidak Normal

Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Analisis Tim, 2022

Sejalan dengan hal tersebut di atas, jika merujuk pada Permendagri No. 2 Tahun 2007
Pasal 12 Ayat 5 dikemukakan bahwa “jumlah seluruh biaya untuk penghasilan direksi,
penghasilan dewan pengawas, penghasilan pegawai dan biaya tenaga kerja lainnya tidak
boleh melebihi 40% (empat puluh per seratus) dari total biaya berdasarkan realisasi
anggaran perusahaan tahun anggaran yang lalu, sehingga jika beban pegawai pada tahun
buku 2021 diketahui sebesar Rp9.643.631.496,00 dibandingkan dengan jumlah beban
operasi tahun buku 2020 sebesar Rp12.262.361.734,00 maka persentase beban pegawai
mencapai sebesar 78,64%. Kondisi ini menggambarkan bahwa persentase beban
pegawai PDAM saat ini (tahun buku 2021) dalam kondisi tidak ideal, karena sudah
melebihi batas maksimal sebesar 40%.

Dalam rangka efisiensi beban operasi, PDAM perlu membuat skala prioritas dalam
setiap program dan pengeluaran operasi, optimalisasi kinerja dan mengefektifkan
pegawai yang ada, penerapan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dengan baik
(the right man and the right job or place), menerapkan secara optimal manajemen aset
dan pemeliharaan sekaligus melakukan efisiensi beban pemeliharaan, inventarisasi aset
(produktif dan tidak produktif), meningkatkan efesiensi dan efektivitas penagihan
rekening air termasuk optimalisasi penagihan piutang, optimalisasi pengawasan internal
melalui SPI, serta membuat pedoman penilaian kerja dan analisis jabatan pegawai
(ANJAB & ABK).

III-12
3.3.2 Aspek Tarif
Berikut akan diuraikan terkait struktur tarif dan klasifikasi pelanggan serta perhitungan
tarif FCR PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe.
A. Struktur Tarif
Tarif air minum yang berlaku dan masih digunakan oleh PDAM Kabupaten Kepulauan
Sangihe sampai dengan saat ini masih menggunakan tarif sesuai dengan Peraturan
Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 169 Tahun 2007 Tanggal 10 Oktober 2007 tentang
Penyesuaian Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kepulauan
Sangihe (SK tarif tersebut sudah diberlakukan selama ±15 tahun), dengan lampiran SK
sebagai berikut.

Gambar 3.1
Struktur Tarif PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe

III-13
Sumber: Peraturan Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 169 Tahun 2007

Berdasar pada Peraturan Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 169 Tahun 2007 Tanggal 10
Oktober Tahun 2007 tentang Penyesuaian Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air
Minum Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagaimana tersebut di atas, diketahui bahwa
tarif dasar yang berlaku (untuk Kelompok III/Rumah Selain RSS dan Mewah pada Blok
Pemakaian 0 – 10 m3) adalah sebesar Rp3.800,00 per m3 sementara tarif rendah adalah
sebesar Rp3.500,00 per m3. Struktur atau blok pemakaian air dibagi menjadi 2 (dua)
blok pemakaian air yaitu: a) 0 – 10 m3 dan b) > 10 m3 dengan golongan pelanggan
dikelompokkan menjadi 4 (empat) golongan, yaitu: kelompok I/sosial 1 (pelanggan
Hidran Umum, Kamar Mandi/WC. Umum, Terminal Air, dan Tempat Ibadah),
kelompok II/sosial 2 (pelanggan Panti Asuhan, Yayasan Sosial, Sekolah Negeri/
Swasta, Rumah Sakit Pemerintah/ Puskesmas, Instansi Pemerintah, Hankam Tingkat
Kecamatan/Kelurahan, dan Rumah Sangat Sederhana), kelompok III (pelanggan Rumah
Selaian RSS dan Mewah, Instansi Pemerintah, Hankam Tingkat Kabupaten/ Pusat,
Niaga Kecil, Industri Rumah Tangga, Rumah Mewah, Industri dan Niaga Besar,
Kedutaan dan Konsul Asing), serta pelanggan Kelompok Khusus (Instalasi Pengolahan/
PLN, Khusus/Pelabuhan).

B. Klasifikasi Pelanggan

III-14
Sejalan dengan hal tersebut di atas, jika melihat pada struktur/blok pemakaian air yang
tertuang dalam Peraturan Bupati tersebut sebagaimana diuraikan di atas, belum
sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020
dan/atau belum mewakili blok pemakaian konsumsi pelanggan yang ada saat ini.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa struktur/blok pemakaian air yang berlaku
saat ini pada PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe perlu dilakukan penyesuaian
(restrukturisasi tarif). Demikian pula dari aspek klasifikasi atau golongan/kelompok
pelanggan perlu dilakukan penyesuaian (reklasifikasi pelanggan) sesuai dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Perhitungan Dan
Penetapan Tarif Air Minum.

Sejalan dengan hal tersebut di atas, jika merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
71 Tahun 2016 Tentang Perhitungan Dan Penetapan Tarif Air Minum pasal 9 dan pasal
10, diamanatkan agar kelompok pelanggan BUMD Air Minum dikelompokkan menjadi
4 (empat) kelompok utama, meliputi:

a. Kelompok I, merupakan kelompok pelanggan yang paling sedikit meliputi


masyarakat berpenghasilan rendah dan untuk kepentingan pendidikan dan sosial
dengan membayar Tarif Rendah. Kelompok pelanggan ini sedikitnya terdiri dari
kelompok sosial umum (S1), sosial khusus (S2), serta masyarakat berpenghasilan
rendah/pelanggan MBR (S3).

b. Kelompok II, merupakan kelompok pelanggan rumah tangga yang menggunakan


Air Minum untuk memenuhi Standar Kebutuhan Pokok Air Minum sehari-hari
dengan membayar Tarif Dasar. Ketentuan membayar Tarif Dasar sebagaimana
dimaksud di atas, dikecualikan bagi pelanggan rumah tangga yang menggunakan
Air Minum di atas kebutuhan dasar. Bagi pelanggan rumah tangga yang
menggunakan air minum di atas kebutuhan dasar diberlakukan pembayaran tarif
penuh. Kelompok pelanggan ini sedikitnya terdiri dari kelompok pelanggan Rumah
Tangga Kecil (RT1), Rumah Tangga Menengah (RT2), Rumah Tangga Besar
(RT3), dan Rumah Tangga Mewah (RT4).

c. Kelompok III, merupakan kelompok pelanggan yang menggunakan kebutuhan Air


Minum untuk mendukung kegiatan perekonomian dengan membayar Tarif Penuh.
Kelompok pelanggan ini sedikitnya terdiri dari kelompok pelanggan Instansi
Pemerintah (IP), Sekolah (P2), Niaga Kecil (N1), Niaga Menengah (N2), Niaga
Besar (N3), Industri Kecil (I1), dan Industri Besar (I2).

d. Kelompok IV, merupakan kelompok pelanggan khusus yang menampung jenis


pelanggan yang mendukung kebutuhan pokok dan/atau perekonomian yang

III-15
membayar tarif berdasarkan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian.
Kelompok pelanggan khusus sebagaimana dimaksud di atas merupakan pelanggan
yang akan mendistribusikan Air Minum kepada pihak lain. Kelompok pelanggan
khusus tersebut dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu non-komersial dan komersial.
Kelompok pelanggan ini sedikitnya terdiri dari kelompok pelanggan Kolam Renang,
Pengelola SPAM Lainnya, Air Isi Ulang, Pelabuhan, dan Bandara.

Berdasar uraian tersebut di atas, klasifikasi atau kelompok pelanggan PDAM Kabupaten
Kepulauan Sangihe yang berlaku saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan amanat
Permendagri No. 21 Tahun 2020, sehingga PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe perlu
melakukan reklasifikasi struktur/kelompok pelanggan sesuai dengan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Perhitungan Dan Penetapan Tarif Air Minum
dengan usulan skema kelompok pelanggan dan blok pemakaian air, sebagai berikut:

1. Struktur/Blok Pemakaian Air


a. Pemakaian air dari 0 – 10 m3
b. Pemakaian air dari 11 – 20 m3
c. Pemakaian air > 20 m3

2. Klasifikasi/Kelompok Pelanggan
a. Kelompok I: Sosial, meliputi:
 Sosial Umum (S1)
 Sosial Khusus (S2)
 Rumah Tangga Sangat Sederhana/MBR (S3)
b. Kelompok II: Domestik, meliputi:
 Rumah Tangga Kecil (RT1)
 Rumah Tangga Menengah (RT2)
 Rumah Tangga Besar (RT3)
 Rumah Tangga Mewah (RT4)
c. Kelompok III: Non Domestik, meliputi:
 Instansi Pemerintah (P1)
 Sekolahan (P2)
 Niaga Kecil (N1)
 Niaga Menengah (N2)
 Niaga Besar (N3)
 Industri Kecil (I1)
 Industri Besar (I2)
d. Kelompok IV: Khusus, meliputi:
 Non Komersial (K1)

III-16
- Kolam Renang Pemerintah
- Pelabuhan
- Bandara
 Komersial (K2)
- Kolam Renang Swasta
- Usaha Air Mineral
- Usaha Air Minum Isi Ulang

Lebih lengkap terkait skema kelompok pelanggan dan blok pemakaian air BUMD
Air Minum sebagaimana tersebut di atas, secara tabulasi dapat dilihat pada tabel
berikut.

Tabel 3.6
Skema Kelompok Pelanggan dan Blok Pemakaian Air
BLOK PEMAKAIAN AIR
NO. KELOMPOK PELANGGAN (M3)
0 - 10 11 - 20 > 20

I SOSIAL
1 Sosial Umum (S1) - - -
2 Sosial Khusus (S2) - - -
3 RT Sangat Sederhana/MBR (S3) - - -

II DOMESTIK
1 Rumah Tangga Kecil (RT1) - - -
2 Rumah Tangga Menengah (RT2) - - -
3 Rumah Tangga Besar (RT3) - - -
4 Rumah Tangga Mewah (RT4) - - -

III NON DOMESTIK


1 Sekolahan (P1) - - -
2 Pemerintahan (P2) - - -
3 Ruko/Rukan/Niaga Kecil (N1) - - -
4 Niaga Menengah (N2) - - -
5 Niaga Besar (N3) - - -
6 Industri Kecil (I1) - - -
7 Industri Besar (I2) - - -

IV KHUSUS
1 Non Komersil (K1) - - -
2 Komersil (K2) - - -
Sumber: Permendagri No. 21 Tahun 2020 dan Analisis Tim, 2021

III-17
C. Perhitungan dan Analisis Tarif FCR
Jika merujuk pada Peraturan Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 169 Tahun 2007
Tanggal 10 Oktober Tahun 2007 tentang Penyesuaian Tarif Air Minum Perusahaan
Daerah Air Minum Kabupaten Kepulauan Sangihe, diketahui bahwa tarif dasar yang
berlaku saat ini (sesuai SK berlaku untuk Kelompok III/Rumah Selain RSS dan Mewah
pada Blok Pemakaian 0 – 10 m3) adalah sebesar Rp3.800,00 per m3 dan tarif rendah
sebesar Rp3.500,00 per m3, sementara biaya dasar saat ini (tahun buku 2021) sudah
mencapai sebesar Rp5.032,71.

Rata-rata harga jual (tarif) air minum tahun buku 2021 sebesar Rp4.727,09 per m3
sedangkan harga pokok produksi air (dengan NRW standar) sebesar Rp4.633,03 per
m3 atau 102,03% dari harga pokok, sehingga harga jual yang berlaku tersebut telah
menutup biaya secara penuh (full cost recovery).

Pendapatan sudah menutup biaya secara penuh karena perhitungan harga pokok air
menggunakan persentase toleransi tingkat kebocoran (%NRW) Distribusi dengan batas
maksimal 25%. Jika digunakan persentase NRW yang sebenarnya yaitu 30,96% maka
harga pokok air menjadi Rp5.032,71 per m3. Jika tarif rata-rata sebesar Rp4.727,09 per
m3, maka PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe belum mencapai tarif full cost
recovery dengan selisih tarif rata-rata dengan HPP riil adalah negatif sebesar Rp305,62
per m3 atau tingkat pemenuhan tarif FCR menggunakan NRW riil hanya sebesar
93,93%.

Lebih lengkap perhitungan tarif FCR sebagaimana tersebut di atas, dapat dilihat pada
tabel berikut.

Tabel 3.7
Perhitungan Tarif Rata-Rata, HPP dan Tarif FCR
2019 2020 2021
PERHITUNGAN TARIF FCR
Eksisting Eksisting Eksisting
Air Terjual (m3) 2.243.315 2.400.317 2.480.630
Pendapatan Air (Rp) [Link] [Link] [Link]
Produksi (m3) 3.922.646 3.829.836 3.592.840
Distribusi (m3) 3.881.464 3.698.533 3.592.840
Beban Operasional (Rp) [Link] [Link] [Link]
NRW Ril (%) 42,20% 35,10% 30,96%

Tarif Rata-Rata (Rp/m3) 4.773 4.688 4.727


HPP - Kebocoran Riil (Rp/m3) 4.743 4.933 5.033
HPP - Kebocoran Standar (Rp/m3) 3.655 4.269 4.633

Selisih (Tarif Rata-Rata dengan NRW Riil) 30 (245) (306)


FCR/UnFCR FCR UnFCR UnFCR

Selisih (Tarif Rata-Rata dengan NRW Standar) 1.118 419 94

III-18
FCR/UnFCR FCR FCR FCR

Pemenuhan Tarif FCR:


- Terhadap NRW Riil (%) 100,62% 95,03% 93,93%
- Terhadap NRW Standar (25%) 130,58% 109,82% 102,03%
Sumber: Laporan Evkin PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Analisis Tim, 2022

Berdasar pada perhitungan tarif FCR sebagaimana tersebut di atas, sesuai dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Perhitungan Dan
Penetapan Tarif Air Minum, maka tarif PDAM yang berlaku saat ini sesuai Peraturan
Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 169 Tahun 2007 Tanggal 10 Oktober Tahun 2007
tentang Penyesuaian Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten
Kepulauan Sangihe menjadi kurang relevan lagi untuk digunakan, karena saat ini
pemenuhan tarif FCR PDAM hanya mencapai sebesar 93,93%. Dengan kata lain
PDAM mengalami kerugian tarif sebesar Rp305,62 per m3.

Sejalan dengan hal tersebut di atas, dalam upaya pemenuhan tarif FCR, PDAM harus
melakukan upaya optimal peningkatan pendapatan dan program efisiensi beban, antara
lain melalui:
1. meningkatkan cakupan pelayanan;
2. penambahan jumlah pelanggan dan meningkatkan pertumbuhan pelanggan;
3. meningkatkan kualitas pelayanan (pemenuhan persyaratan kualitas, kuantitas,
kontinuitas, dan keterjangkauan/ K4);
4. meningkatkan konsumsi air pelanggan;
5. meningkatkan efesiensi produksi;
6. menurunkan tingkat kehilangan air;
7. melakukan kalibrasi/ penggantian meter air pelanggan secara periodik dan kontinu;
8. melakukan efisiensi beban, antara lain meliputi: beban pegawai, beban
pemeliharaan, dan beban administrasi dan umum;
9. melakukan upaya efesiensi beban penyusutan dengan menerapkan secara baik dan
kontinu manajemen aset yang dapat dimulai dari program inventarisasi aset untuk
memisahkan aset-aset produktif dan tidak produktif;
10. secara maksimal meningkatkan efisiensi penagihan (baik terhadap rekening
berjalan maupun piutang);
11. inventarisasi piutang dan/atau pemutihan piutang;
12. melakukan analisis dan implementasi konsep dan strategi STP (Segmenting,
Targeting, dan Positioning) untuk meningkatkan penjualan;
13. menerapkan strategi Outside Selling (Eksternal Marketing) dan Inside Selling
(Internal Marketing) untuk meningkatkan penjualan;
14. reklasifikasi pelanggan dan/atau kelompok pelanggan;
15. restrukturisasi/kenaikan tarif;

III-19
16. subsidi tarif;
17. membuat pedoman penilaian kerja dan analisis jabatan pegawai (ANJAB & ABK).
18. meningkatkan kualitas SDM.

3.3.3 Aspek Kelembagaan


Berikut akan diuraikan terkait analisis Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia dan
PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe.

A. Pendirian
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan
Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang didirikan berdasarkan
Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Nomor 4 Tahun 1987 Tanggal 3 Juli
1987. PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe berkedudukan dan berkantor pusat di
Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Bentuk hukum tersebut di atas, belum sesuai dengan PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang
BUMD.

B. Profil Umum
Nama PDAM : PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe
ALamat : Jalan Penjernihan I Nomor 1, Tahunan
Telepon/Faksimile : (0434) 21114, 21115/ (0432) 23782
Email :-
Website :-
Visi PDAM : Mewujudkan PDAM yang kuat, sehat, mandiri dan
profesional dalam pelayanan air minum di wilayah Kepulauan
Sangihe bagi kesejahteraan masyarakat.

Tujuan didirikannya PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah menyelenggarakan


kegiatan pengelolaan air minum untuk memperoleh profit dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangka menjalankan tugas tersebut perusahaan mempunyai fungsi sebagai


berikut:
1. Memberi pelayanan air minum bagi seluruh masyarakat secara adil dan merata
secara terus menerus dengan memperhatikan syarat-syarat kesehatan.
2. Membangun, memelihara dan menjalankan operasi sarana penyediaan air minum.
3. Mengatur, menyempurnakan dan mengawasi pemakaian air secara merata dan
efisien.
4. Menyelenggarakan pengaturan untuk mencegah adanya pengambilan air secara liar.
5. Menyelenggaraka pelayanan air minum kepada masyarakat secara tertib.

III-20
C. Sumber Daya Manusia
Berdasar pada Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun
buku 2021 Nomor: PE.09.03/LHP-197/PW18/4/2022 Tanggal 17 Juni 2022, diketahui
bahwa jumlah pegawai PDAM adalah sebanyak 202 orang terdiri dari 1 orang Direktur,
2 orang Kepala Bagian, 2 orang Kepala Cabang, 4 orang Kepala Unit dan 193 orang
Staf Pelaksana.

D. Organisasi
Struktur Organisasi PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe ditetapkan berdasarkan
Keputusan Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 4 Tahun 2004 Tanggal 9 Juni 2004
tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Kabupaten Kepulauan Sangihe. Struktur Organisasi tersebut terdiri dari Bupati, Dewan
Pengawas, seorang Direktur, Satuan Pengawas Intern (SPI), 2 Bagian, 8 Seksi, serta 2
Kepala Cabang.

Berdasar pada Keputusan Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 176/539 Tahun 2016,
susunan Dewan Pengawas ditetapkan sebagai berikut:

 Ketua : Krestianus Makamiras, [Link].


 Sekretaris : Onestimus Tambanaung, S.H.
 Anggota : B.E.T. Pilat, [Link]., S.T., M.E.

Jumlah susunan Dewan Pengawas sebagaimana tersebut di atas, belum sesuai dengan
Pasal 41 (2) PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD yang menyatakan bahwa jumlah
anggota Dewan Pengawas dan anggota Komisaris paling banyak sama dengan jumlah
Direksi.

Sesuai dengan Keputusan Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 233/539 Tahun 2018
tentang Pengangkatan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kepulauan
Sangihe tanggal 9 November 2018, mengangkat Novilius Andrgo Tampi sebagai
Direktur.

Struktur Organisasi atau jumlah Direktur sebagaimana tersebut di atas, telah sesuai
dengan Pasal 5 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2007, yaitu untuk
pelanggan PDAM di bawah 30.000 (tiga puluh ribu), jumlah Direktur adalah 1 (satu)
orang.

Adapun bagan struktur organisasi PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagaimana


diuraikan di atas, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

III-21
Gambar 3.2
Bagan Struktur Organisasi PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe
STRUKTUR PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM BUPATI
KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE JABEZ E. GAGHANA, SE. ME
KETUA DEWAN PENGAWAS
G.D. LONDO, ST. SE. [Link]
Pjs. DIREKTUR
FITRIA LANTAH

PLH KABAG ADM KEUANGAN KABAG TEKNIK


A. TAMBANAUNG, [Link] PELITA LOLAROH

KASIE ADM UMUM /


KETUA SPI KASIE KAS KASIE PEMBUKUAN KASIE HUB LANGGANAN KASIE PERENCANAAN KASIE PRODUKSI KASIE DISTRIBUSI KASIE PERAWATAN
PERSONALIA
NASER PANDAWA ALBERT TAKASANAKENG SIELSA Y. PAPARANG, SE A. TAMBANAUNG, [Link]. URIANDS S.A. WORANG SAMMY SIGAR, [Link]. ALBERD L. PAPARANG DONAND W. BAWOEL RONNY TASENTUNDU

PEMBANTU SPI ADMINISTRASI UMUM SUBSIE LOKET PENAGIHAN SUBSIE REKENING ADM HUBLANG PERENCANA TEKNIK INSTALASI INDUK SUBSIE METER SEGEL PERAWATAN BANGUNAN
BIDANG ADMINISTRASI PERSONALIA PENAGIHAN UMUM PEMBUKUAN UMUM PEMBACA METER PENGAWAS KONSTRUKSI INSTALASI MAHENA ADM DISTRIBUSI ELEKTRIK / MEKANICAL
BIDANG TEKNIK PEMBELIAN PENAGIHAN INSTANSI PEMBUKUAN JURNAL LAPORAN PENGADUAN INSTALASI ONGGOI LAYANAN GANGGUAN
GUDANG PENGELOLA KAS KECIL SISTEM SIA INSTALASI KOLONGAN PENYAMBUNGAN BARU
MOBIL TANGKI PELAPORAN INSTALASI ENERATU
SATPAM INSTALASI KALUHAGHI
INSTALASI SAWANG
INSTALASI TALEA
INSTALASI LALEPU

KACAB TAMAKO KACAB TABUKAN UTARA


HELFRIK S. RIAMBANG SEM KASENDA

UNIT MANGANITU UNIT KENDAHE


LOKET PANANARU UNIT MANALU
LOKET KALUWATU UNIT KUMA
LOKET LAPANGO LKT. PINTARENG/SALURANG
LOKET LAINE LKT [Link]/KALASUGE
LOKET SOWAENG LOKET TARIANG LAMA

Sumber: PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe, 2022

III-22
E. Pelatihan
Dalam upaya peningkatan kompetensi dan kualitas SDM, manajemen PDAM
Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tahun 2021 telah mengirimkan pegawaianya untuk
mengikuti berbagai pelatihan bersertifikat, sebagai berikut:

Tabel 3.8
Data Pegawai yang Mengikuti Pelatihan Bersertifikat Tahun 2021
Tahun Lembaga yang
Nama
No. Jabatan Jenis Pelatihan Sertifika Mengadakan
Pegawai
t Sertifikat
Pengendalian Kualitas Air Balai
Novilius A.
1 Direktur pada Proses Pengolahan Air 2021 Teknologi Air
Tampi
(e-Learning) Minum
Pengendalian Kualitas Air Balai
Kepala Bagian
2 Pelita Lolaroh pada Proses Pengolahan Air 2021 Teknologi Air
Teknik
(e-Learning) Minum
Pengendalian Kualitas Air Balai
Albert L. Kepala Seksi
3 pada Proses Pengolahan Air 2021 Teknologi Air
Paparang Produksi
(e-Learning) Minum
Pengendalian Kualitas Air Balai
Donand W. Kepala Seksi
4 pada Proses Pengolahan Air 2021 Teknologi Air
Bawoel Distribusi
(e-Learning) Minum
Pengendalian Kualitas Air Balai
Ronny Kepala Seksi
5 pada Proses Pengolahan Air 2021 Teknologi Air
Tasentundu Perawatan
(e-Learning) Minum
Pengendalian Kualitas Air Balai
Erwan R.
6 Staf Produksi pada Proses Pengolahan Air 2021 Teknologi Air
Sudjono
(e-Learning) Minum
Pengendalian Kualitas Air Balai
Mahadi
7 Staf Produksi pada Proses Pengolahan Air 2021 Teknologi Air
Karame
(e-Learning) Minum
Pengendalian Kualitas Air Balai
Dennis R.
8 Staf Produksi pada Proses Pengolahan Air 2021 Teknologi Air
Yasetundu
(e-Learning) Minum
Pengendalian Air Tak Balai
Margaretha F. Kepala Sub Seksi
9 Berekening (e-Learning) 2021 Teknologi Air
Makaluas Rekning
Minum
Pengendalian Air Tak Balai
Resky R.
10 Staf Rekening Berekening (e-Learning) 2021 Teknologi Air
Lolaroh
Minum
Pengendalian Air Tak Balai
Febriana M.
11 Staf Rekening Berekening (e-Learning) 2021 Teknologi Air
Mahino
Minum
Gerry Pengendalian Air Tak Balai
12 Jonathan, Staf Rekening Berekening (e-Learning) 2021 Teknologi Air
[Link]. Minum
13 Fahry Rabuka Staf Produksi Operasi dan Pemeliharaan 2021 Balai
Mekanikal Elektrikal Air Teknologi Air

III-23
Minum Minum
Penyusunan Laporan Balai
Soleman T. Kepala Bagian
14 Keuangan SAKETAP 2021 Teknologi Air
Towoliu Adm/Keuangan
Minum
Agustina Penyusunan Laporan Balai
Kepala Seksi
15 Tambanaung, Keuangan SAKETAP 2021 Teknologi Air
Pembukuan
[Link]. Minum
Penyusunan Laporan Balai
16 Naser Pandawa Ketua SPI Keuangan SAKETAP 2021 Teknologi Air
Minum
Penyusunan Laporan Balai
17 Fitria Lantah Kepala Seksi Kas Keuangan SAKETAP 2021 Teknologi Air
Minum
Albert Penyusunan Laporan Balai
Kepala Seksi Adm
18 Takasanakeng, Keuangan SAKETAP 2021 Teknologi Air
Umum
[Link]. Minum
Penyusunan Laporan Balai
Djennyati
19 Staf Seksi Kas Keuangan SAKETAP 2021 Teknologi Air
Dalengkade
Minum
Penyusunan Laporan Balai
Alce Ambui,
20 Pembantu SPI Keuangan SAKETAP 2021 Teknologi Air
[Link].
Minum
Penyusunan Laporan Balai
Syinthia B. Staf Administrasi
21 Keuangan SAKETAP 2021 Teknologi Air
Abrah, S.E. Umum
Minum
Penyusunan Laporan Balai
Arys T. Mema,
22 Staf Pembukuan Keuangan SAKETAP 2021 Teknologi Air
[Link].
Minum
Operasi dan Pemeliharaan Balai
Kepala Cabang
23 Sem Kasenda IPA 2021 Teknologi Air
Tabut
Minum
Operasi dan Pemeliharaan Balai
Helfrik S. Kepala Cabang
24 IPA 2021 Teknologi Air
Riambang Tamako
Minum
Operasi dan Pemeliharaan Balai
Autry E. Kepala Unit
25 IPA 2021 Teknologi Air
Paparang Manganitu
Minum
Operasi dan Pemeliharaan Balai
Anderson Kepala Unit
26 IPA 2021 Teknologi Air
Saselah Kendahe
Minum
Operasi dan Pemeliharaan Balai
Frank A. Tulas,
27 Kepala Unit Kuma IPA 2021 Teknologi Air
S.A.P.
Minum
Operasi dan Pemeliharaan Balai
Jan P. Kepala Unit
28 IPA 2021 Teknologi Air
Makaminan Manalu
Minum
Operasi dan Pemeliharaan Balai
Penanggung Jawab
29 Hendra Wenas IPA 2021 Teknologi Air
Loket
Minum
30 Sammy Sigar, Pengawas Pengawasan Pekerjaan 2021 Balai

III-24
Pemasangan Jaringan Teknologi Air
S.A.P. Konstruksi
Perpipaan Air Minum Minum
Pelayanan Pelanggan dan Balai
Uriands S.A. Kepala Seksi
31 Pemasaran 2021 Teknologi Air
Worang hublang
Minum
Pelayanan Pelanggan dan Balai
32 Gadri Pandawa Staf Hublang Pemasaran 2021 Teknologi Air
Minum
Pelayanan Pelanggan dan Balai
33 Abdul Arman Staf Hublang Pemasaran 2021 Teknologi Air
Minum
Pelayanan Pelanggan dan Balai
Rusdiyanto
34 Staf Distribusi Pemasaran 2021 Teknologi Air
Pandawa
Minum
Laboratorium dan Balai
Joseph Penanggungjawab
35 Pengawasan Kualitas Air 2021 Teknologi Air
Pinamangung Sumber
Minum
Laboratorium dan Balai
Tonny T.
36 Staf Produksi Pengawasan Kualitas Air 2021 Teknologi Air
Towoliu
Minum
Laboratorium dan Balai
Amor
37 Staf Produksi Pengawasan Kualitas Air 2021 Teknologi Air
Makangiras
Minum
Laboratorium dan Balai
Fernando
38 Staf Produksi Pengawasan Kualitas Air 2021 Teknologi Air
Manoy
Minum
Laboratorium dan Balai
39 Alien E. Simon Staf Produksi Pengawasan Kualitas Air 2021 Teknologi Air
Minum
Laboratorium dan Balai
Hendy Son
40 Staf Produksi Pengawasan Kualitas Air 2021 Teknologi Air
Manol
Minum
Sumber: PDAM dan Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Tahun Buku 2021

F. Administrasi
Administrasi serta bentuk dan sistem kelembagaan merupakan bagian yang sangat vital
dalam suatu perusahaan, termasuk dalam hal ini bagi PDAM Kabupaten Kepulauan
Sangihe. Semakin baik dan tertib administrasi serta sistem kelembagaan, maka akan
semakin baik pula perusahaan. Bahkan salah satu kunci kemajuan PDAM berada pada
administrasi dan kelembagaan yang tertib dan baik.

Oleh karena bagian administrasi dan kelembagaan ini merupakan bagian yang sangat
mendasar dan vital bagi PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe, maka berikut disajikan
kondisi dan analisis terkait administrasi dan kelembagaan PDAM Kabupaten
Kepulauan Sangihe, yaitu:
1. PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe didirikan berdasarkan Peraturan Daerah
Nomor 4 Tahun 1987 tanggal 3 Juli 1987. Namun jika merujuk pada Peraturan

III-25
Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, bentuk
hukum tersebut di atas belum sesuai.
Dengan demikian, bentuk kelembagaan (organisasi) PDAM yang ada dan berlaku
saat ini perlu dilakukan penyesuaian sesuai dengan amanat PP No. 54 tahun 2017
tentang Badan Usaha Milik Daerah. Termasuk dalam hal ini yang perlu ditinjau
dan/atau direview kembali sesuai dengan PP No. 54 tahun 2017 dan Permendagri
No. 37 tahun 2018 adalah nama perusahaan dan jumlah kepegawaian PDAM mulai
dari tingkat Dewan Pengawas sampai dengan level terbawah secara birokrasi
organisasi.
2. Nomenklatur penamaan Dewan Pengawas sudah sesuai dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, di mana
saat ini sudah menggunakan nama Dewan Pengawan. Jumlah anggota Dewan
Pengawas PDAM sebanyak 3 (tiga) orang. Kondisi ini belum sesuai dengan amanat
Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 pasal 41 ayat 2 yang mengamanatkan
bahwa jumlah anggota Dewan Pengawas dan anggota Komisaris paling banyak
sama dengan jumlah Direksi.
3. Secara struktur organisasi, jika merujuk pada Permendagri No. 2 tahun 2007
tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum, bentuk struktur
organisasi dan jumlah direksi yang ada saat ini sudah ideal dan sesuai karena
jumlah pelanggan saat ini (tahun buku 2021) mencapai sebanyak 16.715
sambungan (aktif dan tidak aktif). Berdasarkan Permendagri No. 2 tahun 2007
pasal 5 bahwa jumlah anggota Direksi PDAM dengan jumlah pelanggan sampai
dengan 30.000 adalah sebanyak satu orang. Sedangkan paling banyak 3 (tiga) orang
Direksi untuk jumlah pelanggan dari 30.001 sampai dengan 100.000 dan paling
banyak 4 (empat) orang Direksi untuk jumlah pelanggan di atas 100.000. Dengan
demikian bentuk struktur organisasi dan jumlah direksi yang ada saat ini sudah
sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
4. Jumlah pegawai PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe sebanyak 202 orang untuk
melayani pelanggan sebanyak 16.715 pelanggan, sehingga rasio pegawai per 1.000
pelanggan adalah 12,08 atau 12 orang. Rasio ini belum mencapai rasio pegawai
yang ideal. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999
yang menyebutkan bahwa rasio pegawai PDAM untuk tingkat Kabupaten yang
ideal adalah jika jumlah pelanggan aktif dari setiap 1.000 pelanggan ditangani oleh
pegawai maksimal sebanyak 8 orang atau 1 orang pegawai untuk melayani
sebanyak 125 pelanggan. Dengan demikian, kondisi saat ini belum mencapai rasio
ideal sebagaimana tersebut di atas.
5. Kabupaten Kepulauan Sangihe belum memiliki dokumen Kebijakan Strategis
Daerah (Jakstrada) SPAM. Sesuai Peraturan Pemerintah No. 122 tahun 2015 pasal
20 Pemerintah Daerah diamanatkan untuk menyusun Jakstrada SPAM tersebut.
6. Kabupaten Kepulauan Sangihe telah memiliki dokumen rencana jangka panjang
pengembangan SPAM (RISPAM). Secara administrasi dan substansi dokumen

III-26
RISPAM tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaraan
Sistem Penyediaan Air Minum. Dengan demikian, dokumen RISPAM ini perlu
dilakukan penyesuaian atau review. Saat ini sedang dilakukan review oleh
Pemerintah Daerah.
7. PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe sudah memiliki dokumen rencana bisnis
yang berlaku pada tahun 2017-2022, secara administrasi dan substansi dokumen
rencana bisnis tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 118 tahun 2018 tentang Rencana Bisnis, Rencana Kerja dan
Anggaran, Kerjasama, Pelaporan dan Evaluasi Badan Usaha Milik Daerah. Dengan
demikian, dokumen rencana bisnis tersebut perlu dilakukan penyesuaian.
8. PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe sudah menyusun Rencana Kerja dan
Anggaran (RKA) Perusahaan, namun belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 118 Tahun 2018. Dengan demikian, dokumen RKA
tersebut perlu dilakukan penyesuaian.
9. PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe belum memiliki kebijakan manajemen aset.
Mengingat hal ini sangat penitng dimiliki oleh PDAM, maka PDAM harus
menyusun kebijakan manajemen aset.
10. PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe belum memiliki dokumen Rencana
Pengamanan Air Minum (RPAM). Mengingat hal ini sangat penting dimiliki oleh
PDAM, maka PDAM harus menyusun dokumen Rencana Pengamanan Air Minum
(RPAM).
11. PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe sudah memiliki SOP Manajemen dan
Teknis, namun SOP tersebut perlu dilakukan review sesuai dengan PP No. 16 tahun
2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Permen PU No.
18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air
Minum.

3.3.4 Aspek Pengaturan


Dengan diundangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 Tentang Sistem
Penyediaan Air Minum (SPAM) pada tanggal 28 Desember 2015 lalu. Hal ini memberikan
kepastian hukum terkait penyelenggaraan penyediaan air minum di Indonesia, pasca putusan
Mahkamah Konstitusi (MK) No. 85/PUU-XI/2013.
Pokok-pokok pengaturan dalam Peraturan Pemerintah No. 122 Tahun 2015 Tentang
SPAM mengalami penyesuaian pengaturan dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah No. 16
Tahun 2005 Tentang Pengembangan Air Minum. Hal ini disebabkan karena dasar pembentukan
Peraturan Pemerintah No. 122 Tahun 2015 adalah Undang-Undang No. 11 Tahun 1974 Tentang
Pengairan yang disesuaikan dengan 6 (enam) batasan prinsip pengelolaan air dalam putusan MK.
Selain mengembalikan kedudukan penyediaan air minum sebagai bagian dari kewajiban negara

III-27
dalam pemenuhan hak rakyat atas air dan memprioritaskan BUMN/BUMD sebagai
penyelenggara air minum, peraturan ini juga menegaskan bahwa penyediaan air minum menjadi
urusan pemerintahan wajib bidang pekerjaan umum, perumahan dan permukiman sesuai
ketentuan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.
Untuk itu, semua pihak terkait diharapkan untuk memahami alur pikir pengaturan
bidang Air Minum dengan tidak terlepas dari Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang
Pemerintahan Daerah. Diharapkan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No. 122 Tahun 2015
ini, maka target pemerintah untuk mencapai 100% akses aman dan layak air minum dapat segera
terwujud.
Sejalan dengan hal tersebut di atas, terdapat beberapa peraturan perundang-undangan
yang dijadikan sebagai referensi aspek pengaturan dalam rangka pengembangan sistem
penyediaan air minum, termasuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe, peraturan perundang-
undangan tersebut secara umum meliputi:
- Undang-Undang No. 11 Tahun 1974 Tentang Pengairan;
- Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah;
- Peraturan Pemerintah No. 121 Tahun 2015 Tentang Pengusahaan Sumber Daya Air;
- Peraturan Pemerintah No. 122 Tahun 2015 Tentang Sistem Penyediaan Air Minum;
- Peraturan Pemerintah No. 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah;
- Peraturan Presiden No. 38 Tahun 2015 Tentang Kerjasama Pemerintah dan Badan
Usaha (KPBU);
- Permendagri No. 2 tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM;
- Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Tata Cara
Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan
Infrastruktur;
- Permen PUPR No. 27 tahun 2016 tentang Penyelenggraan Sistem Penyediaan Air
Minum;
- Permendagri No. 70 tahun 2016 tentang Pedoman Pemberian Subsidi dari Pemerintah
Daerah kepada Badan Usaha Milik Daerah Penyelenggaran Sistem Penyediaan Air
Minum;
- Permendagri No. 37 Tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota
Dewan Pengawas atau Anggota Komisaris dan Anggota Direksi BUMD;
- Permendagri No. 118 tahun 2018 tentang Rencana Bisnis, Rencana Kerja dan
Anggaran, Kerjasama, Pelaporan, dan Evaluasi BUMD;
- Permendagri No. 21 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendagri No. 71 Tahun
2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum;
- Kepmendagri No. 47 tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM;
- Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Nomor 4 Tahun 1987 tentang
Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe;

III-28
- Keputusan Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 4 Tahun 2004 tanggal 9 Juni 2004 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten
Kepulauan Sangihe;
- Keputusan Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 233/539 tanggal 9 Vovember 2018
tentang Pengangkatan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kepulauan
Sangihe;
- Keputusan Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 176/539 Tahun 2016 tentang
Pengangkatan Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kepulauan
Sangihe;
Sejalan dengan hal tersebut di atas, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe
membentuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe yang
merupakan Badan Usaha atau Perusahaan Daerah milik Pemerintah Daerah Kabupaten
Kepulauan Sangihe yang didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 1987 tentang
Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe. Perusahaan
Daerah atau PDAM ini secara umum berfungsi untuk memberikan pelayanan air minum bagi
masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Dengan dibentuknya PDAM sebagaimana tersebut di atas, maka dipandang perlu untuk
menyusun dan menetapkan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) PDAM Kabupaten
Kepulauan Sangihe. Struktur Organisasi PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe ditetapkan
berdasarkan Keputusan Direktur PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe Nomor 4 Tahun 2004
tanggal 9 Juni 2004 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dalam struktur organisasi tersebut PDAM Kabupaten
Kepulauan Sangihe dipimpin oleh 1 (satu) orang Direktur.

3.4 KENDALA DAN PERMASALAHAN


Melihat kondisi SPAM di Kabupaten Kepulauan Sangihe, dapat diketahui kendala dan
permasalahan yang terjadi dalam penyelenggaraan SPAM baik dari aspek teknis maupun non
teknis. Dari permasalahan yang terjadi, dapat menjadi suatu proses dalam menghadirkan
petunjuk berupa jenis informasi yang nantinya akan sangat dibutuhkan. Adapun kendala dan
permasalahan penyelenggaraan SPAM di Kabupaten Kepulauan Sangihe, sebagai berikut:

3.4.1 Aspek Teknis


Kendala dan permasalahan dilihat dari aspek teknis pada pengelolaan SPAM di
Kabupaten Kepulauan Sangihe, terdiri atas:

[Link] Kendala dan Permasalahan Penyelenggaraan SPAM PDAM


1. Kendala dan Permasalahan Unit Air baku

2. Kendala dan Permasalahan Unit Produksi

III-29
3. Kendala dan Permasalahan Unit Distribusi

4. Kendala dan Permasalahan Unit Pelayanan

[Link] Kendala dan Permasalahan Penyelenggaraan SPAM Non PDAM


1. Kendala dan Permasalahan Unit Air baku

2. Kendala dan Permasalahan Unit Produksi

3. Kendala dan Permasalahan Unit Distribusi

4. Kendala dan Permasalahan Unit Pelayanan

3.4.2 Aspek Non Teknis


Seperti yang tergambar pada uraian kondisi keuangan, kelembagaan, dan pengaturan
sebagaimana diuraikan di atas, PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe secara umum mempunyai
kendala dan permasalahan sebagai berikut:

[Link] Kendala dan Permasalahan Aspek Keuangan


Sejalan dengan uraian kondisi keuangan PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe,
sebagaimana diuraikan di atas, maka dapat dikemukakan beberapa kendala dan permasalahan
seputar keuangan, sebagai berikut:
1. Setelah dilakukan pengolahan dan analisis atas data-data yang diperoleh dari PDAM,
maka ditemukan perbedaan hasil kinerja keuangan antara BPKP dan KAP, khususnya
pada jumlah laba (rugi) setelah pajak, biaya operasi, pendapatan operasi, jumlah kas dan
setara kas, jumlah kewajiban lancar, jumlah rekening air, total aset dan total kewajiban.
Perbedaan-perbedaan tersebut terjadi, dikarenakan data keuangan yang dijadikan oleh
BPKP sebagai dasar evaluasi kinerja BELUM menggunakan data Hasil Audit KAP,
sehingga mengakibatkan:
- Terjadi perbedaan nilai kinerja khususnya pada indikator-indikator variabel
Keuangan (ROE, Rasio Operasi, Rasio Kas, Efektivitas Penagihan, dan
Solvabilitas); dan
- Terjadi perbedaan nilai akhir Kinerja
Analisis yang dilakukan pada sub bab ini, khususnya berhubungan dengan analisis
kinerja keuangan menggunakan data hasil audit KAP, sedangkan perbedaan-perbedaan
kinerja keuangan sebagaimana dimaksud di atas disajikan dalam Tabel 3.10.
2. Berdasarkan evaluasi kinerja PDAM dan analisis yang dilakukan, diketahui nilai kinerja
perusahaan secara akumulasi pada tahun buku 2012 sebesar 2,14 dengan status “sakit”.

III-30
Nilai kinerja tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan nilai kinerja
tahun buku 2020 yang mencapai sebesar 2,26 atau turun sebesar 0,12. Dari 18 (delapan
belas) indikator kinerja, terdapat sebanyak 15 (lima belas) indikator yang masih bernilai
belum maksimal sekaligus menjadi bagian dari permasalahan penyelenggaraan SPAM
oleh PDAM di Kabupaten Kepulauan Sangihe, yaitu: ROE (Nilai 1), Rasio Operasi
(Nilai 2), Rasio Kas (Nilai 1), Efektivitas Penagihan (Nilai 2), Cakupan Pelayanan
(Nilai 2), Pertumbuhan Pelanggan (Nilai 1), Kualitas Air Pelanggan (Nilai 1), Konsumsi
Air Domestik (Nilai 2), Efisiensi Produksi (Nilai 1), Tingkat Kehilangan Air (Nilai 3),
Jam Operasi Layanan (Nilai 4), Penggantian Meter Air (Nilai 1), Rasio Jumlah Pegawai
(Nilai 2), Rasio Diklat Pegawai/Peningkatan Kompetensi Pegawai (Nilai 1) dan Rasio
Biaya Diklat terhadap Biaya Pegawai (Nilai 1).
3. Jika dibandingkan dengan jumlah volume air yang diproduksi pada tahun 2021 sebesar
3.592.840,00 M3 dengan tarif rata-rata sebesar Rp4.727,00, maka potensi pendapatan
PDAM mencapai sebesar Rp16.983.675.621,62. Namun pendapatan air PDAM pada
tahun buku 2021 hanya sebesar Rp11.726.159.600,00 masih tergolong rendah atau
hanya sebesar 69,04% dari potensi pendapatan air yang telah diproduksi. Hal ini secara
umum diakibatkan masih rendahnya cakupan pelayanan, rendahnya pertumbuhan
pelanggan, rendahnya kualitas pelayanan dalam rangka pemenuhan persyaratan K4,
kurang maksimalnya konsumsi air pelanggan, tingginya kebocoran air, rendahnya
penggantian/kalibrasi meter air pelanggan, kurang optimalnya efisiensi dan efektifias
penagihan dan masih relatif rendahnya kompetensi dan/atau kualitas SDM.
4. Dampak dari pendapatan perusahaan yang masih kurang optimal (sebagaimana pada
poin 1 di atas) jika dibandingkan dengan beban operasional yang mencapai sebesar
Rp12.484.299.879,00, mengakibatkan kondisi kinerja keuangan pada indikator rasio
operasi masih berkinerja rendah yaitu sebesar 1,00 dengan nilai kinerja 2. Kondisi ini
masih berada di atas standar rasio ideal sebesar 0,5.
5. Masih sangat tingginya kebocoran air yang mencapai 30,96% pada tahun 2021,
mengakibatkan selisih negatif antara tarif rata-rata dengan HPP riil mencapai sebesar
Rp305,62 atau pemenuhan tarif FCR hanya sebesar 93,93%. Kondisi NRW yang masih
tinggi ini mengakibatkan hilangnya potensi pendapatan yang sangat besar hingga
mencapai lebih kurang sebesar Rp5.257.516.021,62.
6. Cakupan pelayanan masih rendah yaitu baru mencapai sebesar 35,97% terhadap
wilayah teknis dan sebesar 32,64% terhadap wilayah administrasi, yang berdampak
terhadap belum maksimalnya potensi pendapatan yang diperoleh PDAM serta masih
jauhnya capaian target cakupan pelayanan sesuai dengan yang ditargetkan oleh
Pemerintah yaitu mencapai sebesar 100% akses air minum nasional.
7. Pertumbuhan pelanggan masih rendah yaitu baru mencapai sebesar 1,84% atau masih
berada di bawah standar ideal sebesar 10% mengakibatkan jumlah pendapatan kurang
maksimal. Kondisi ini diakibatkan oleh belum maksimalnya penambahan sambungan
baru, sehingga berdampak langsung terhadap masih rendahnya cakupan pelayanan baik
terhadap wilayah teknis maupun terhadap wilayah administrasi.

III-31
8. Nilai indikator kinerja kualitas air pelanggan pada tahun buku 2021 yaitu sebesar 0,00%
dengan nilai kinerja 1. Capaian tersebut masih jauh dari standar ideal sebesar ≥80%
memenuhi syarat dari jumlah sampel yang diuji. Kualitas air belum sepenuhnya
memenuhi persyaratan Permenkes No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan
Kualitas Air minum, disebabkan dari sebanyak 218 sampel air yang diuji tidak ada yang
memenuhi syarat kualitas air minum dan karena belum adanya fasilitas pengujian baku
mutu air baku dan kualitas air minum yang sesuai standar. Kondisi ini sangat
berdampak terhadap kemauan dan kesediaan bayar pelanggan atas rekening air.
9. Konsumsi air domestik masih rendah yaitu baru mencapai sebesar 15,45 m3/SL/bulan
atau masih berada di bawah standar ideal sebesar 30 m3/SL/bulan. Sehingga sangat
berdampak langsung terhadap berkurangnya jumlah volume air terjual dan pendapatan
air perusahaan atas pemakaian air pelanggan.
10. Secara kontinuitas, kontinuitas air yang didistribusikan berkisar 20,00 jam per hari
(beleum memenuhi standar yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 122
Tahun 2015 tentang SPAM Pasal 4 (5). Belum tercapainya standar kontinuitas
disebabkan terdapat sumber air yang membutuhkan pompa untuk operasi sehingga
dapat berdampak terhadap besarnya beban operasional yang harus dikeluarkan bila
harus beroperasi selama 24 jam, debit air yang menurun di musim kemarau, serta pada
beberapa wilayah/kecamatan jumlah pelanggan masih terbatas sehingga tidak efisien
memberikan layanan 24 jam terutama pada distribusi yang menggunakan pompa.
11. Efisiensi produksi masih rendah yaitu baru mencapai sebesar 32,18% atau masih berada
di bawah standar ideal sebesar ≥90%. Kondisi ini mengakibatkan tingginya idle
capacity hingga mencapai sebesar 67,82% dari total kapasitas terpasang yang
berdampak terhadap kurang optimalnya potensi pendapatan perusahaan.
12. Masih rendahnya penggantian/kalibrasi meter air pelanggan yang hanya mencapai
0,71% di tahun 2021, kondisi ini sangat berdampak terhadap tingginya persentase
kebocoran air dan semakin rendahnya potensi pendapatan dari air terjual.
13. Masih rendahnya kinerja keuangan pada indikator ROE yang hanya mencapai -0,12% di
tahun 2021. Kondisi ini menggambarkan PDAM masih memperoleh rugi. Dengan kata
lain, tingkat pengembalian modal perusahaan pada tahun buku 2021 melalui perolehan
laba bersih perusahaan masih tergolong sangat rendah.
14. Masih tingginya kinerja keuangan pada indikator Rasio Operasi yang mencapai sebesar
1,00% di tahun 2021. Kondisi ini menggambarkan bahwa pendapatan yang diperoleh
PDAM belum mencapai maksimal jika dibandingkan dengan jumlah beban operasi
perusahaan. Dengan kata lain, di samping pendapatan yang belum optimal juga terdapat
beberapa beban operasi yang tidak efisien, yaitu beban pegawai, beban pemeliharaan,
serta beban administrasi dan umum.
15. Maish rendahnya kinerja keuangan pada indikator Rasio Kas yang hanya mencapai
sebesar 3,91% di tahun 2021. Kondisi ini menggambarkan bahwa kemampuan PDAM
dalam menutupi kewajiban lancar masih sangat rendah. Hal ini disebabkan salah
satunya oleh belum maksimalnya kinerja efesiensi penagihan.

III-32
16. Kondisi efektivitas penagihan PDAM pada tahun buku 2021 masih rendah yaitu hanya
sebesar 79,50% dengan nilai kinerja 2. Kondisi ini jika dilihat dari perspektif nilai
perolehan efektivitas penagihan masih sangat rendah karena masih berada di bawah
rasio ideal 90%. Di sisi lain, jika dilihat dari perspektif efisiensi penagihan (penagihan
terhadap DRD berjalan) juga masih belum maksimal, hal ini terlihat dari nilai akumulasi
piutang usaha yang masih tinggi yaitu mencapai sebesar Rp10.458.205.752,00. Hal ini
mengandung arti bahwa terdapat sejumlah DRD pada tahun berjalan 2021 dan/atau
DRD tahun-tahun sebelumnya yang belum tertagih. Dengan demikian, kondisi kinerja
pada indikator ini masih dapat ditingkatkan melalui upaya peningkatan efisiensi
penagihan baik terhadap DRD berjalan maupun terhadap piutang perusahaan.
17. Masih tingginya beban pegawai PDAM, pada tahun buku 2021 mencapai sebesar
Rp9.643.631.496,00 atau sebesar 77,20% dari jumlah pendapatan operasional PDAM.
Hal ini salah satunya diakibatkan belum efisien dan efektif pengelolaan keuangan
khususnya di bidang beban pegawai. Bahkan proporsi beban pegawai tersebut sudah
melebihi batas maksimum 40% sesuai dengan yang diamanatkan dalam Permendagri
No. 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM.
18. Masih tingginya beban pemeliharaan pada tahun buku 2021 mencapai sebesar
Rp602.169.550,00 atau sebesar Rp168,00 per m3 melebihi standar ideal sebesar
Rp100,00. Kondisi ini diakibatkan tidak adanya manajemen aset berupa inventarisasi
aset dan memisahkan aset-aset yang produktif dan tidak produktif serta belum efisien
dan efektif pengelolaan keuangan khususnya di bidang beban pemeliharaan asset-aset
PDAM.
19. Masih tingginya beban administrasi dan umum, pada tahun buku 2021 mencapai sebesar
Rp9.773.599.335,00 atau sebesar 78,24% dari jumlah pendapatan operasional PDAM
melebihi standar ideal sebesar 40%. Kondisi ini salah satunya diakibatkan oleh
tingginya beban pegawai dan rupa-rupa beban umum pada beban administrasi dan
umum masing-masing mencapai sebesar Rp8.177.480.393,00 dan Rp1.076.283.907,00.
20. Masih terdapat sejumlah kewajiban PDAM yang pada tahun buku 2021 mencapai
sebesar Rp3.476.887.768,00. Kewajiban PDAM tersebut terdiri dari utang usaha sebesar
Rp701.444.986,00, utang pajak sebesar Rp998.339.014,00, kewajiban jangka pendek
lainnya sebesar Rp1.351.341.160,00, utang bunga sebesar Rp1.825.000,00, serta biaya
yang masih harus dibayar sebesar Rp423.937.608,00 yang keseluruhannya merupakan
kewajiban jangka pendek.
21. Masih terdapat sejumlah modal PDAM yang belum ditetapkan statusnya yaitu modal
yang bersumber dari penyertaan pemerintah pusat, hingga tahun buku 2021 mencapai
sebesar Rp98.375.028.070,00.
22. Jika merujuk pada Peraturan Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 169 Tahun 2007
Tanggal 10 Oktober Tahun 2007 tentang Penyesuaian Tarif Air Minum Perusahaan
Daerah Air Minum Kabupaten Kepulauan Sangihe, diketahui bahwa tarif dasar yang
berlaku saat ini (sesuai SK berlaku untuk Kelompok III/ Rumah Selain RSS dan Mewah
pada Blok Pemakaian 0–10 m3) adalah sebesar Rp3.800,00 per m3 dan tarif rendah

III-33
sebesar Rp3.500,00 per m3, sementara biaya dasar saat ini (tahun buku 2021) sudah
mencapai sebesar Rp5.032,71 per m3 atau terdapat kerugian tarif dasar terhadap HPP
Riil sebesar Rp1.232,71 per m3.

[Link] Kendala dan Permasalahan Aspek Kelembagaan dan Pengaturan


Sejalan dengan uraian kondisi kelembagaan dan pengaturan pada PDAM Kabupaten
Kepulauan Sangihe sebagaimana tersebut di atas, maka dapat dikemukakan beberapa kendala
dan permasalahan pada aspek kelembagaan dan pengaturan, sebagai berikut:
1. Masih Tingginya Rasio Jumlah Pegawai terhadap Pelanggan
Berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja PDAM dan analisis data yang dilakukan pada tahun
buku 2021, diketahui kondisi rasio jumlah pegawai terhadap pelanggan pada PDAM
Kabupaten Kepulauan Sangihe mencapai sebesar 12,08 dengan nilai kinerja 2 masih
jauh di atas rasio standar/ideal sebesar 8 pegawai per 1000 pelanggan.
2. Masih Rendahnya Rasio Diklat Pegawai/Peningkatan Kompetensi Pegawai
Berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja PDAM dan analisis data yang dilakukan pada tahun
buku 2021, diketahui kondisi rasio diklat pegawai/peningkatan kompetensi pegawai
pada PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe sebesar 0,00% dengan nilai kinerja 1 masih
di bawah rasio standar/ideal sebesar 80%.
3. Masih Rendahnya Rasio Biaya Diklat Pegawai
Berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja PDAM dan analisis data yang dilakukan pada tahun
buku 2021, diketahui kondisi rasio biaya diklat terhadap biaya pegawai pada PDAM
Kabupaten Kepulauan Sangihe sebesar 0,00% dengan nilai kinerja 1. Kondisi ini masih
di bawah rasio standar/ideal yaitu sebesar 10%.
4. Penyelenggara SPAM (PDAM dan NonPDAM) belum melakukan pengawasan internal
atas kualitas air minum sesuai dengan Permenkes No. 736/MENKES/PER/VI/2010
tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum.
5. Penyelenggara SPAM (PDAM dan NonPDAM) belum memberikan layanan air siap
minum dengan menerapkan Zona Air Minum Prima (ZAMP) dan belum menerapkan
Smart Grid Water Management.
6. Bappeda, Dinas PU, dan Dinas Kesehatan belum sepenuhnya berfungsi sebagai
regulator/pembina.
7. PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor
4 Tahun 1987 tanggal 3 Juli 1987 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe. Namun jika merujuk pada Peraturan
Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, bentuk hukum
tersebut di atas belum sesuai.
Dengan demikian, bentuk kelembagaan (organisasi) PDAM yang ada dan berlaku saat
ini perlu dilakukan penyesuaian sesuai dengan amanat PP No. 54 tahun 2017 tentang
Badan Usaha Milik Daerah. Termasuk dalam hal ini yang perlu ditinjau dan/atau
direview kembali sesuai dengan PP No. 54 tahun 2017 dan Permendagri No. 37 tahun

III-34
2018 adalah nama perusahaan dan jumlah kepegawaian PDAM mulai dari tingkat
Dewan Pengawas sampai dengan level terbawah secara birokrasi organisasi.
8. Nomenklatur penamaan Dewan Pengawas sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, di mana saat ini sudah
menggunakan nama Dewan Pengawan. Jumlah anggota Dewan Pengawas PDAM
sebanyak 3 (tiga) orang. Kondisi ini belum sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah
Nomor 54 Tahun 2017 pasal 41 ayat 2 yang mengamanatkan bahwa jumlah anggota
Dewan Pengawas dan anggota Komisaris paling banyak sama dengan jumlah Direksi.
9. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe belum memiliki dokumen Kebijakan dan
Strategi Daerah (Jakstrada) Penyelenggaraan SPAM. Sesuai Peraturan Pemerintah No.
122 tahun 2015 pasal 20 Pemerinntah Daerah diamanatkan untuk menyusun Jakstrada
SPAM tersebut.
10. Kabupaten Kepulauan Sangihe telah memiliki dokumen rencana jangka panjang
pengembangan SPAM (RISPAM). Secara administrasi dan substansi dokumen
RISPAM tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaraan
Sistem Penyediaan Air Minum. Dengan demikian, dokumen RISPAM ini perlu
dilakukan penyesuaian atau review. Saat ini sedang dilakukan review oleh Pemerintah
Daerah.
11. PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe sudah memiliki dokumen rencana bisnis yang
berlaku pada tahun 2017-2022, secara administrasi dan substansi dokumen rencana
bisnis tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 118 tahun 2018 tentang Rencana Bisnis, Rencana Kerja dan Anggaran,
Kerjasama, Pelaporan dan Evaluasi Badan Usaha Milik Daerah. Dengan demikian,
dokumen rencana bisnis tersebut perlu dilakukan penyesuaian.
12. PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe sudah menyusun Rencana Kerja dan Anggaran
(RKA) Perusahaan, namun belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 118 Tahun 2018. Dengan demikian, dokumen RKA tersebut perlu
dilakukan penyesuaian.
13. PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe belum memiliki dokumen Rencana
Pengamanan Air Minum (RPAM). Mengingat hal ini sangat penting dimiliki oleh
PDAM, maka PDAM harus menyusun dokumen Rencana Pengamanan Air Minum
(RPAM).
14. Perhitungan dan penetapan tarif air minum PDAM belum sesuai dengan Permendagri
No. 21 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Permendagri No. 71 Tahun 2016 tentang
Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum;
15. Penyelenggara SPAM (PDAM) belum memiliki kebijakan pengelolaan aset
(manajemen aset) dan perlu dilakukan pengelolaan aset sesuai Permendagri Nomor 19
Tahun 2016 serta peraturan terkait lainnya;
16. Perusahaan (PDAM) belum memiliki sistem Geographic Information System (GIS)
yang memudahkan dalam penerapan pengelolaan aset;

III-35
17. Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) bidang air minum di tingkat nasional
belum ditindak lanjuti untuk menjadi pengaturan di daerah;
18. PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe sudah memiliki SOP Manajemen dan Teknis,
namun SOP tersebut perlu dilakukan review sesuai dengan PP No. 16 tahun 2005
tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Permen PU No.
18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air
Minum.
Sejalan dengan uraian kondisi keuangan, kelembagaan dan pengaturan serta uraian
kendala dan permasalahan aspek non teknis pada PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe
sebagaimana diuraikan di atas, maka berikut disajikan kinerja PDAM Kabupaten Kepulauan
Sangihe berdasarkan hasil evaluasi kinerja PDAM dan analisis data yang dilkakuan tim serta
tabel catatan perbedaan analisis kinerja keuangan menurut BPKP dan KAP tahun 2019-2021,
sebagai berikut:

III-36
Tabel 3.9
Kondisi Kinerja PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2019-2021
Eksisting
INFORMASI TAMBAHAN TAHUN
INDIKATOR KINERJA Bobot 2019 2020 2021 NO.
Kondisi Nilai Kondisi Nilai Kondisi Nilai Keterangan 2021
1 Tarif Rata-rata (Rp/m3) 4.727
A. KEUANGAN 2 HPP / Biaya Dasar dengan NRW Standar (Rp/m3) 4.633
1. Rentabilitas 3 HPP / Biaya Dasar dengan NRW Riil (Rp/m3) 5.033
a. R O E 0,055 0,40% 2 -0,27% 1 -0,12% 1 4 HPP Diluar Deprisiasi/Amortisasi dan Biaya Bunga (Rp/m3) 4.518
b. Ratio Operasi 0,055 0,96 2 1,02 1 1,00 2 5 Selisih (tarif rata² - HPP dengan NRW Standar) (Rp/m3) 94
2. Likuiditas 6 Selisih (tarif rata² - HPP dengan NRW Riil) (Rp/m3) (306)
a. Ratio Kas 0,055 2,08% 1 6,35% 1 3,91% 1 7 Selisih (tarif rata2 - HPP Diluar Deprisiasi dan Bunga) (Rp/m3) 209
b. Efektivitas Penagihan 0,055 90,83% 5 95,68% 5 79,50% 2 8 Persentase Pemenuhan Tarif FCR - NRW Riil (%) 93,93%
3. Solvabilitas 0,030 905,53% 5 4525,63% 5 3092,38% 5 9 Total Aset Tetap (Rp. 000) 3.564.188
Bobot Kinerja - Bidang Keuangan 0,70 0,59 0,48 10 Total Aset (Rp. 000) 107.518.689
11 Hutang Lancar (Rp. 000) 3.476.888
B. PELAYANAN 12 Hutang Jangka Panjang (Rp. 000) -
1. Cakupan Pelayanan 0,050 44,89% 3 39,97% 2 35,97% 2 13 Total Equity (Rp. 000) 104.041.801
2. Pertumbuhan Pelanggan 0,050 1,63% 1 1,48% 1 1,84% 1 14 EBITDA (Rp. 000) 184.487
3. Tingkat Penyelesaian Pengaduan 0,025 100,00% 5 93,60% 5 100,00% 5 15 Laba Bersih Setelah Pajak ( Rp. 000) (124.738)
4. Kualitas Air Pelanggan 0,075 0,00% 1 0,00% 1 0,00% 1 16 Total Pendapatan (Rp.000) 12.507.076
5. Konsumsi Air Domestik 0,050 14,36 1 15,45 2 15,45 2 17 Total Beban Operasional (Rp. 000) 12.631.814
Bobot Kinerja - Bidang Pelayanan 0,45 0,45 0,45 18 Rasio Aset Per SR (Rp/SR) 8.926.417
19 Biaya Bahan Kimia (Rp/m3) -
C. OPERASI 20 Biaya Energi (Rp/m3) 135
1. Effisiensi Produksi 0,070 50,82% 1 32,04% 1 32,18% 1 21 Biaya Pemeliharaan (Rp/m3) 168
2. Tingkat Kehilangan air 0,070 42,20% 1 35,10% 2 30,96% 3 22 Rasio Biaya Pegawai : Pendapatan (%) 77%
3. Jam Operasi Layanan / hari 0,080 21,93 5 21,80 5 20,00 4 23 Rasio Biaya Adm. Umum : Pendapatan (%) 78%
4. Tekanan Sambungan Pelanggan 0,065 100,00% 5 100,00% 5 99,90% 5 24 Kapasitas Terpasang (L/det) 354
5. Penggantian Meter Air 0,065 1,27% 1 1,72% 1 0,71% 1 25 Volume Produksi Riil (L/det) 114
Bobot Kinerja - Bidang Operasi 0,93 1,00 0,99 26 Panjang Pipa Transmisi (m) 18.875
27 Panjang Pipa Distribusi (m) 240.369
D. SDM KABUPATEN 28 Volume Reservoar (m3) 2.200
1. Rasio juml peg /1000 plg 0,070 12,55 2 12,19 2 12,08 2 29 Jumlah Pelanggan (Unit SL) 12.045
2. Ratio diklat pegawai/peningkatan kompetensi 0,040 0,00% 1 7,50% 1 0,00% 1 30 Jumlah Penduduk di Wilayah Administrasi ( Jiwa ) 139.262
3. Biaya Diklat terhadap Biaya Pegawai 0,040 0,00% 1 0,00% 1 0,00% 1 31 Jumlah Penduduk di Wilayah Pelayanan ( Jiwa ) 126.373
Bobot Kinerja - Bidang SDM 0,22 0,22 0,22 32 Jumlah Penduduk Terlayani (jiwa) 45.457
33 Jumlah Pegawai (orang) 202
Total Kinerja 2,30 2,26 2,14 34 Rata-rata Biaya Pegawai (Rp/Karyawan/Bulan) 3.978.396
35 Periode Business Plan (Tahun) 2017 - 2021
Kategori Kurang Sehat Kurang Sehat Sakit

Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja dan Audit Keuangan PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe serta Analisis Tim, 2022

III-37
Tabel 3.10
Catatan Perbedaan Analisis Kinerja Keuangan Menurut BPKP dan KAP Tahun 2019-2021
2019 2020 2021
No. Uraian Catatan
Versi BPKP Versi KAP Selisih Versi BPKP Versi KAP Selisih Versi BPKP Versi KAP Selisih
1 Terdapat perbedaan pada angka-angka laporan keuangan antar hasil Audit KAP dengan
Evkin BPKP Tahun buku 2019, 2020, dan 2021, umumnya meliputi:
- Nilai Laba (Rugi) Setelah Pajak 854.935.958 385.039.204 469.896.754 407.832.107 -279.690.735 687.522.842 173.606.309 -124.738.168 298.344.477
- Jumlah Ekuitas [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] -[Link] [Link] [Link] [Link]
- Biaya Operasi [Link] [Link] 21.192.227 [Link] [Link] -680.224.881 [Link] [Link] -298.244.477
- Pendapatan Operasi [Link] [Link] 492.292.300 [Link] [Link] 0 [Link] [Link] 100.000
- Jumlah Kas dan Setara Kas 245.889.832 245.889.832 0 146.586.137 146.586.137 0 135.832.136 135.997.136 -165.000
- Jumlah Hutang Lancar [Link] [Link] -[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] -[Link]
- Penerimaan Rekening Air [Link] [Link] 0 [Link] [Link] 0 [Link] [Link] 0
- Jumlah Rekening Air [Link] [Link] -9.234.900 [Link] [Link] 0 [Link] [Link] 100.000
- Total Aset [Link] [Link] 295.963.729 [Link] [Link] -[Link] [Link] [Link] 354.005.271
- Total Hutang [Link] [Link] -[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] -948.096.795
2 Adapun perbedaan nilai kinerja berdasarkan Evkin oleh BPKP dan Perhitungan
Kinerja menggunakan data hasil audit KAP, sbb:
- Kinerja Indikator ROE 0,84% 0,40% 0,44% 6,84% -0,27% 7,11% 0,16% -0,12% 0,28%
- Kinerja Indikator Rasio Operasi 0,92 0,96 -0,04 0,96 1,02 -0,06 0,98 1,00 -0,02
- Kinerja Indikator Rasio Kas 3,92% 2,08% 1,84% 2,35% 6,35% -4,01% 5,52% 3,91% 1,61%
- Kinerja Indikator Efektivitas Penagihan 90,91% 90,83% 0,08% 95,68% 95,68% 0,00% 79,50% 79,50% 0,00%
- Kinerja Indikator Solvabilitas 1701,82% 905,53% 796,28% 194,42% 4525,63% -4331,22% 4265,78% 3092,38% 1173,40%
4 Total Kinerja PDAM
- Aspek Keuangan 0,71 0,70 0,73 0,59 0,54 0,48
- Aspek Pelayanan 0,45 0,45 0,45 0,45 0,45 0,45
- Aspek Operasi 0,93 0,93 1,00 1,00 0,99 0,99
- Aspek SDM 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22
TOTAL KINERJA 2,31 2,30 2,40 2,26 2,20 2,14
KATEGORI Kurang Sehat Kurang Sehat Kurang Sehat Kurang Sehat Kurang Sehat Sakit
3 Perbedaan tersebut terjadi dikarenakan data keuangan yang dijadikan oleh BPKP
sebagai dasar Evkin BELUM menggunakan data Hasil Audit KAP, sehingga
mengakibatkan:
- Terjadi perbedaan nilai kinerja khususnya pada indikator-indikator variabel Keuangan
- Terjadi perbedaan nilai akhir Kinerja

Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja dan Audit Keuangan PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe serta Analisis Tim, 2022

III-38
III-39

Anda mungkin juga menyukai