TATA TERTIB,KLASIFIKASI PELANGGARAN
DAN
PENENTUAN SANKSI SISWA
SMP DI JAKARTA
I. PENDAHULUAN
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa dan bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa,bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara Indonesia yang demokratis serta bertanggung
jawab. Sesuai Visi Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta “Mewujudkan pendidikan
tuntas dan berkualitas untuk semua”.
Tata Tertib peserta didik di SMP DKI Jakarta adalah ketentuan yang mengatur kegiatan
sehari-hari demi terwujudnya situasi dan kondisi yang kondusif untuk tercapainya hasil
belajar yang maksimal bagi peserta didik, tata tertib ini sebagai acuan standar minimal
yang dapat di kembangkan di masing-masing sekolah.
II. DASAR HUKUM
1. UNDANG-UNDANG NO. 35 TAHUN 2014: TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-
UNDANG NO. 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK;
2. UNDANG-UNDANG RI NO.35 TAHUN 2009: TENTANG NARKOBA;
3. PERMENDIKBUD NO. 23 TAHUN 2015: TENTANG PENCIPTAAN IKLIM SEKOLAH
YANG MENYENANGKAN DAN PENUMBUHAN BUDI PEKERTI;
4. PERMENDIKBUD NO. 82 TAHUN 2015 : TENTANG PENCEGAHAN DAN
PENANGGULANGAN TINDAK KEKERASAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH;
5. PERATURAN PEMERINTAH NO. 74 TAHUN 2008 : TENTANG GURU;
6. PERMENDIKBUD NO. 64 TAHUN 2015: TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK DI
LINGKUNGAN SEKOLAH;
7. PERMENDIKBUD NOMOR 45 TAHUN 2014 TENTANG PAKAIAN SERAGAM
SEKOLAH;
8. PERGUB 178 TAHUN 2014 TENTANG PAKAIAN SERAGAM SEKOLAH;
9. PERGUB NO.179,TAHUN 2014 : TENTANG MANAJEMEN SEKOLAH;
10. PERGUB NO.330,TAHUN 2014 : TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN
TATA KERJA SMP NEGERI;
11. PERGUB NO.175,TAHUN 2014 : TENTANG JAM MASUK SEKOLAH;
12. PERGUB NO.178,TAHUN 2014 : TENTANG PAKAIAN SERAGAM SEKOLAH;
13. PERGUB NO.12,TAHUN 2015 : TENTANG KOMITE SEKOLAH;
14. INGUB NO. 16 TAHUN 2015: TENTANG BULLYING;
15. INTRUKSI KADISDIK PROVINSI DKI JAKARTA NO. 68 TAHUN 2014 : TENTANG
SEKOLAH DAN PESERTA DIDIK YANG CINTA DAMAI DAN ANTI KEKERASAN;
16. SURAT EDARAN KADISDIK PROVINSI DKI JAKARTA NO.3/SE/2015: TENTANG
TINDAK LANJUT PASKA DEKLARASI;
17. SURAT EDARAN KADISDIK PROVINSI DKI JAKARTA NO. 67/SE/2015: TENTANG
LARANGAN MEMBAWA KENDARAAN RODA DUA DAN RODA EMPAT BAGI
PESERTA DIDIK.
III. HAK, KEWAJIBAN DAN LARANGAN UNTUK PESERTA DIDIK.
A. HAK PESERTA DIDIK
1. Berhak mendapat pendidikan dan pengajaran;
2. Berhak menggunakan fasilitas yang ada hubungannya dengan kegiatan belajar mengajar ;
3. Berhak mendapatkan penghargaan jika berprestasi dalam bidang akademis/non-akademis dan
sosial kemasyarakatan;
4. Berhak mendapatkan perlakuan yang sama;
5. Berhak mendapatkan dukungan psiko sosial.
B. KEWAJIBAN PESERTA DIDIK
1. Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya, menghormati agama yang dianut
orang lain, mengikuti pelajaran agama yang dianutnya secara tertib di sekolah;
2. Menjaga nama baik sekolah baik di dalkam linkungan sekolah maupun di luar lingkungan
sekolah;
3. Menghormati kedua orang tua, bapak dan ibu guru,karyawan dan sesama peserta didik di baik
di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah;
4. Setiap Peserta didik wajib menjaga dan memelihara keamanan, kekeluargaan, kedisiplinan,
kebersihan, keindahan, kelestarian, ketertiban,kesehatan dan keteladanan;
5. Menyampaikan permasalahan yang dihadapi kepada Guru/Wali Kelas/BK/Piket;
6. Mengikuti setiap kegiatan baik intrakurikuler, ekstrakurikuler maupun kokurikuler yang
dilakukan oleh sekolah;
7. Menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;
8. Memelihara hubungan baik dengan sesama peserta didik,guru dan karyawan;
9. Berpakaian rapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,memelihara dan menjaga nama baik
sekolah,baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah;
10. Mengerjakan dan melaksanakan semua tugas dan kewajiban di sekolah dengan penuh
tanggung jawab yang diberikan oleh bapak / ibu guru;
11. Menaati Tata Tertib sekolah.
C. LARANGAN
Peserta didik dilarang:
1. masuk atau keluar tidak melewati pintu (misal: lompat jendela, lompat pagar dll).
2. meninggalkan sekolah tanpa seizin Guru Kelas/Guru Piket.
3. membawa uang dalam jumlah besar atau berlebihan.
4. mewarnai atau mengecat rambut maupun kuku.
5. memelihara atau memanjangkan kuku.
6. membuat kegaduhan atau huru-hara dalam lingkungan sekolah.
7. membawa atau mengonsumsi permen karet di lingkungan sekolah.
8. melakukan perjudian di lingkungan sekolah dalam bentuk apapun.
9. membawa buku, majalah dan gambar- gambar tidak sopan atau porno (termasuk komik dan
kaset/CD/VCD, Hand Phone berkamera) yang tidak berhubungan dengan mata pelajaran.
10. menyimpan, membawa, memakai/menghisap rokok, ganja atau sejenisnya
(NAPZA/NARKOBA) termasuk minum–minuman keras yang memabukkan.
11. terlibat perkelahian atau tawuran.
12. membawa senjata tajam, senjata api, bahan peledak dan lainnya yang melanggar hukum.
13. mengajak/mengikutsertakan orang lain untuk menyelesaikan persoalan yang timbul di sekolah
tanpa seizin Kepala Sekolah melalui kesiswaan;
14. meminta sesuatu dari temannya secara paksa dan atau mengancamnya.
15. menghina, merugikan nama baik teman–temannya.
16. bermain bola saat istirahat.
17. mengambil atau mencuri barang teman / milik orang lain.
18. membawa TIP EX cair ke lingkungan sekolah
19. menggunakan HP dan IPAD selama jam kegiatan belajar mengajar berlangsung tanpa seizin
guru.
20. membawa Motor ke dalam lingkungan sekolah.
21. di luar jam sekolah datang ke sekolah, kecuali mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau
kegiatan lain di bawah pengawasan guru / pembimbing dan mendapat izin dari orang tua.\
22. makan dan minum di dalam kelas saat jam pelajaran tanpa seizin guru .
23. Membawa makanan/minuman dengan kemasan plastik yang langsung buang (wajib membawa
tumbler dan tempat makan)
24. Membawa/menghisap rokok/vape dan sejenisnya serta perlengkapannya.
IV. ATURAN SERAGAM SEKOLAH, PENAMPILAN, KEHADIRAN DAN SANKSI PELANGGARAN.
A. SERAGAM SEKOLAH
Mengenakan pakaian seragam sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta yaitu Permendikbud Nomor 45 tahun 2014 dan Pergub No. 178 Th.2014 Tentang
Pakaian Seragam Sekolah.
NO HARI KETERANGAN
1 Senin Putih biru lengkap dengan atributnya
2 Selasa Batik Sekolah
3 Rabu Pramuka lengkap dengan atributnya
4 Kamis Putih biru lengkap dengan atributnya
5 Jum’at Pakaian Sadariah/khas daerah Provinsi DKI Jakarta
B. PENAMPILAN PESERTA DIDIK
1. Tata rias peserta didik sederhana dan tidak berlebihan;
2. Potongan rambut untuk putra dengan pola 3cm bagian atas, 2cm bagia samping, 1cm bagian
belakang serta tidak dicat.
3. Peserta didik putri yang berambut panjang (tidak berkerundung) di ikat rapi dan tidak di cat.
4. Tidak boleh bertato/tindik.
5. Tidak boleh menggunakan perhiasan (kalung, gelang, cincin maupun perhiasan lain)
C. KEHADIRAN PADA KBM /JAM BELAJAR PESERTA DIDIK
1. Hadir di sekolah paling lambat pukul 06.20 WIB.
2. Apabila peserta didik terlambat ,wajib lapor ke guru piket dan setelah di izinkan baru di
perkenankan masuk mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung. Peserta didik yang
terlambat lebih dari 10 (sepuluh) menit harus menunggu sampai 1 (satu) jam pelajaran selesai
jika terulang sampai 3 (tiga) kali akan di lakukan pemanggilan orang tua.
3. Apabila seorang peserta didik tidak hadir wajib memberikan kabar kepada wali kelas dan di
hari pertama masuk sekolah harus membawa surat keterangan yang sah,antara lain:
a. Surat keterangan orang tua/wali karena sakit atau halangan lainnya.
b. Surat keterangan dari dokter karena sakit lebih dari 2 hari.
4. Apabila peserta didik meninggalkan sekolah pada jam pelajaran maka harus mendapat
persetujuan Guru Mata Pelajaran yang sedang mengajar/Guru Piket.
5. Prosentasi ketidakhadiran tidak boleh melebihi 10% dari jumlah hari efektif (untuk alfa)
selama satu tahun.
D. KLASIFIKASI DAN SANKSI PELANGGARAN
Klasifikasi Pelanggaran:
1. RINGAN
a. Membuang sampah sembarangan;
b. Memakai seragam tidak sesuai dengan tata tertib sekolah;
c. Berada di luar kelas pada jam pelajaran;
d. Menerima tamu pada saat jam pelajaran
e. Memakai sepatu tidak sesuai tata tertib sekolah;
f. Main kartu di lingkungan sekolah;
g. Berdandan berlebihan,mencat rambut, kuku tangan dan kuku kaki;
h. Memakai celana model pensil/ketat;
i. Berambut gondrong (rambut panjang) untuk pria;
j. Bermain bola pada saat jam pelajaran maupun jam istirahat kecuali jam pelajaran olah raga;
k. Mengadakan perayaan ulang tahun di sekolah secara berlebihan;
l. Tidak melaksanakan piket kelas.
m. Membawa tip ex cair ,cat kaleng ataupun semprot dan sejenisnya di sekolah.
n. Membawa makanan dan minuman dari kantin ke dalam kelas pada jam istitahat dan atau
pada saat KBM.
o. Menggunakan HP pada saat Jam pelajaran tanpa seijin guru
2. SEDANG
a. Bertato, memakai anting, gelang dan kalung bagi peserta didik laki-laki;
b. Berkata kotor, baik secara langsung maupun di media sosial;
c. Menggunakan simbol-simbol tidak pantas baik secara langsung maupun di media sosial;
d. Melakukan demontrasi tanpa izin didalam atau diluar lingkungan sekolah;
e. Mengendarai kendaraan bermotor tidak sesuai dengan Undang-Undang Lalu Lintas;
f. Melompat pagar sekolah saat masuk, keluar lingkungan sekolah tanpa izin guru piket;
g. Masuk atau keluar lingkungan sekolah saat jam belajar tanpa ijin guru piket;
h. Tidak mengikuti upacara bendera setiap hari Senin dan upacara peringatan hari-hari besar
nasional, keagamaan, dan hari khas daerah DKI Jakarta;
i. Tidak mengindahkan instruksi Kepala Sekolah, atau guru yang ditugaskan untuk
menyampaikan pesan Kepala Sekolah;
j. Berkerumun/nongkrong di sekitar lingkungan sekolah dengan menggunakan seragam
setelah jam pelajaran sekolah;
k. Membawa/menghisap rokok/vape dan sejenisnya serta perlengkapannya.
l. Mencoret-coret sarana prasarana sekolah
3. BERAT
a. Memberi keterangan tidak benar /palsu/bohong, membuat dan atau mengedarkan surat palsu,
memalsukan tandatangan kepala sekolah, guru, orang tua, dan tenaga kependidikan;
b. Mencuri, mengambil uang atau barang milik orang lain tanpa hak, di dalam atau diluar
lingkungan sekolah;
c. Pelecehan terhadap lawan jenis atau sesama jenis;
d. Mencemarkan nama baik guru, tenaga kependidikan, dan sekolah dalam bentuk apapun;
e. Membentuk, sebagai pengurus, anggota, simpatisan organisasi diluar OSIS, MPK,
Kerohanian, dan ekstrakurikuler;
f. Menyebarkan informasi bohong atau fitnah di media sosial;
g. Melakukan pemalakan di dalam dan atau di luar lingkungan sekolah;
h. Menyimpan, menggunakan, mengedarkan, VCD porno, majalah porno, gambar, foto, flm
porno dalam hand phone, laptop, Ipad, dan atau di media sosial;
i. Berjudi di dalam dan di luar lingkungan sekolah;
j. Melawan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua baik secara lisan
maupun tulisan dan atau melalui media elektronik;
k. Berkelahi, bertengkar melakukan ancaman, teror, bullying (baik secara langsung maupun
melalui media sosial/cyber bullying), melakukan kekerasan secara fisik dan psikis pada
peserta didik lain;
l. Melakukan tindakan kekerasan kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan
baik secara fisik maupun verbal;
m. Pacaran, melakukan perbuatan asusila di dalam dan di luar lingkungan sekolah;
n. Membawa senjata tajam, senjata api ke sekolah tanpa izin;
o. Terlibat tawuran /perkelahian dengan siapapun;
p. Terbukti hamil atau menghamili;
q. Menikah selama menjadi peserta didik;
r. Membawa, menggunakan dan mengedarkan narkoba serta zat adiktif lainnya
s. Melakukan tindakan yang mengakibatkan kerugian dan kerusakan sarana prasarana milik
sekolah,baik perorangan maupun kelompok.
Sanksi Pelanggaran:
Pembinaan peserta didik yang melalukan pelanggaran melalui tahapan berikut :
1. PELANGGARAN RINGAN, melalui mekanisme pembinaan sebagai berikut:
a. Teguran dan dicatat dalam kartu pembinaan;
b. Pemberian nasehat dan motivasi sesuai jenis pelanggaran;
c. Diberikan tugas sesuai dengan jenis pelanggaran;
d. Penyitaan terhadap barang atau benda yang dilarang dibawa;
e. Mengundangn orang tua;
f. Akumulasi pelanggaran ringan 3 (tiga) kali, dipanggil orang tua dan diberikan surat
peringatan 1;
g. Akumulasi pelanggaran ringan 5 (lima) kali, dipanggil orang tua dan diberikan surat
peringatan 2;
h. Akumulasi pelanggaran ringan 7 (tujuh) kali, dipanggil orang tua, diberikan surat
peringatan 3 serta diberikan skorsing.
2. PELANGGARAN SEDANG, melalui mekanisme pembinaan sebagai berikut:
a. Teguran Dicatat dalam buku pembinaan;
b. Pemberian nasehat dan motivasi sesuai dengan pelanggaran;
c. Diberikan tugas sesuai dengan jenis pelanggaran;
d. Penyitaan terhadap barang atau benda yang dilarang dibawa;
e. Mengundang orang tua;
f. Melakukan pelanggaran sedang 1 (satu) kali dipanggil orang tua dan diberikan surat
peringatan 1;
g. Akumulasi pelanggaran sedang 2 (dua) kali dipanggil orang tua dan diberikan surat
peringatan 2;
h. Akumulasi pelanggaran sedang 3 (tiga) kali dipanggil orang tua dan diberikan surat
peringatan 3 serta diberikan skorsing.
3. PELANGGARAN BERAT, melalui mekanisme pembinaan sebagai berikut:
a. Mengundang orang tua/wali oleh sekolah;
b. Melakukan konferensi kasus yang melibatkan beberapa pihak terkait (walikelas,
BK,Guru Piket, Kesiswaan dan Guru Bidang Study;
c. Hasil konferensi kasus dapat berupa pembinaan berkelanjutan dengan catatan atau
dipindahkan ke sekolah lain.
Penanganan pelanggaran mengedapankan proses pembinaan, hindari kekerasan fisik dan verbal,
tetapi harus bersifat edukatif dengan diberikan treatment yang mencakup 4 (empat) aspek yaitu (1)
religius, (2) etika moral, (3) Literasi, dan (4) peningkatan nilai/jiwa kebangsaan
KODE ETIK PESERTA DIDIK
SMP DI JAKARTA
Kode Etik/Standar Perilaku Peserta Didik SMP adalah pedoman tertulis yang merupakan standar
prilaku bagi peserta didik SMP dalam berinteraksi dengan civitas akademika dalam lingkup
kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler dan aktivitas lainnya serta interaksi dengan masyarakat
pada umumnya.
Standar etika Peserta Didik SMP adalah standar prilaku yang baik yang mencerminkan ketinggian
akhlak dan ketaatan terhadap norma-norma etika yang hidup dalam masyarakat meliputi :
1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Menghargai Ilmu Pengetahuan, teknologi dan seni budaya
3. Menghargai budaya bangsa Indonesia
4. Memahami dan Mengamalkan visi dan misi sekolah
5. Menjaga kewibawaan dan nama baik sekolah
6. Memahami dan mentaati Peraturan dan Tata Tertib Sekolah
7. Menghormati dan menghargai dewan guru, karyawan sekolah dan orang yang lebih tua
8. Berprilaku jujur, sopan dan berpenampilan rapi
9. Menghargai pendapat orang lain
10. Mencintai dan memelihara keindahan lingkungan sekolah
11. Menghindari perbuatan tercela, bertentangan dengan norma hukum, agama, dan adat istiadat
12. Menghormati orang lain tanpa membedakan suku, agama, ras dan status sosial
13. Menghindari prilaku senioritas dan bully dilingkungan sekolah dan diluar lingkungan sekolah
KETENTUAN SERAGAM PESERTA DIDIK
V. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum di atur di dalam tata tertib ini akan di tentukan kemudian dan tata tertib ini
berlaku sejak di tetapkan.
Kami menghimbau agar semua pihak yang terkait untuk memahami dan melaksanakan tata tertib ini
demi memajukan kegiatan belajar mengajar SMP di Jakarta.
Mengetahui Ditetapkan di Jakarta
Kepala SMPN 129 Jakarta Tgl: Desember 2022
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
BAMBANG SUPRIYADI,[Link] SUPARJO,[Link]
Nip. 196907101998031014 Nip.197205022008011021
Mengetahui,
KOMITE OSIS (Pperwakilan peserta didik)
SMPN 129 Jakarta SMPN 129 Jakarta
SRI HARTATI INDAH MAULIA AGISTA
Mengetahui,
KETUA RW. 05 KEL. PAPANGGO
CATATAN PERILAKU SISWA
SEMESTER : …………………………………………………. KELAS : ……………………….
TANDA TANGAN
TGL CATATAN KEJADIAN GURU ORANG TUA KET
Jakarta, …………………….
Wali Kelas
………………………………