100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
227 tayangan25 halaman

Perawatan Rem Depan Honda Beat 2017

Sistem rem depan sepeda motor berfungsi untuk memperlambat dan menghentikan putaran roda depan. Komponen utamanya terdiri dari caliper, piston, cakram rem, piston seal, nipple bleed, dan brake pad. Caliper berperan mengubah tekanan hidrolik menjadi gaya gesek, sedangkan piston dan brake pad menjepit cakram rem untuk memperlambat putaran roda.

Diunggah oleh

Hossain
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
227 tayangan25 halaman

Perawatan Rem Depan Honda Beat 2017

Sistem rem depan sepeda motor berfungsi untuk memperlambat dan menghentikan putaran roda depan. Komponen utamanya terdiri dari caliper, piston, cakram rem, piston seal, nipple bleed, dan brake pad. Caliper berperan mengubah tekanan hidrolik menjadi gaya gesek, sedangkan piston dan brake pad menjepit cakram rem untuk memperlambat putaran roda.

Diunggah oleh

Hossain
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN HASIL PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PERAWATAN BERKALA HONDA BEAT FI 2017


(PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN SISTEM KAMPAS REM DEPAN)
DI WAHANA RITEL HONDA CURUG

Disusun Oleh :
Nama : ALBIMA DWI SAPUTRA
Kelas : XII TSM 1
NIS : 2020100488

SMK NEGERI 7 KABUPATEN TANGERANG


2022-2023

1
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi rabil’alamin, segala puji dan syukur atas segala nikmat serta
karunia yang telah diberikan Allah SWT, sehingga saya menyadari bahwa
terselesaikannya pembuatan Laporan prakerin ini berkat kerjasama dan bantuan
dari semua pihak.
Laporan yang berjudul PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN FUEL PUMP
HONDA VARIO 110 2016 ini di tulisuntuk memenuhi salah satu syarat
menyelesaikan program prakerin pada SMKN 7 Kab. Tangerang pada kesempatan
yang baik ini, izinkan lah penulis menyampaikan rasa hormat dan ucapan
terimaksih kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas telah memberikan
bantuan dan dorongan kepada penulis dalam menyelesaikan laporan ini terutama
kepada:
1. Isman Hidayat, [Link] selaku Kepala SMKN 7 Kab. Tanggerang.
2. Makmun,ST, [Link]. Selaku waka humas/hubin Dan waka Sarana Prasarana
3. Esti Prasetyaningsih, S.S, M Pd. Selaku waka. Kurikulum
5. Dewi Sri Intriwati, S Pd. Selaku waka kesiswaan
6. Tegoh Apriyono, [Link]. Selaku ketua program jurusan dan guru pembimbing di
SMKN 7 [Link]
7. Wiyono selaku bimbingan prakerin dibengkel AHASS MOTOR 88
8. Orang tua dan teman teman yang selalu memberikan motivasi.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masi banyak kekurangan baik bentuk, isi
maupun teknik penyajian, oleh sebab itu kritikan yang bersifat membangun dari
berbagai pihak penulis terima dengan tangan terbuka serta sangat diharapkan.
Semoga kehadiran laporan ini memenuhi sasaranya.

2
LEMBAR PENGESAHAN

Disetujui dan disahkan oleh:

Guru Pembimbing Pembimbing Industri


SMKN 7 Kab. Tangerang AHASS MOTOR 88

Tegoh Apriyono, S. Pd WIYONO


NIP. 19920105 201903 1 016

Wakasek Humas Hubin Kepala Konsentrasi


Keahlian TSM

Makmun, S.T., M Si Tegoh Apriyono, [Link]


NIP. 19810606 200902 1 006 NIP. 19830410 200902 1 003

Mengetahui
Kepala SMKN 7 Kab. Tangerang

Isman Hidayat, [Link]


NIP. 19720318 199903 1 004

3
DAFTAR ISI
Lembar judul……………………………………….……….…………….......…..i
Kata pengantar……………………………………….……….……………..........ii
Lembar pengesahan.……………………………………….……….…………….iii
Daftar isi......……………………………………….……….…………….......…..iv
BAB I PENDAHULUAN
Latar BelakangMasalah………………………………………………….
Rumusan Masalah…………………………………………………..........
Tujuan………………………………………………….............................
Manfaat…………………………………………………...........................
Sistematika Penulisan………………………………………………….....
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori…………………………………………………................
Kerangka Pemikiran…………………………………………………........
Temuan…………………………………………………............................
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
Pembahasan.................................................................................................
Hasil.............................................................................................................
BAB IV PENUTUP
Kesimpulan ………………………………………………….....................
Saran…………………………………………………...............................
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………...................
LAMPIRAN..............................................................................................................
Jurnal
Kartu Bimbingan Laporan Prakerin
Gambaran Umum Bengkel
Sejarah Bengkel
Waktu dan Peraturan Kerja
Visi & Misi Perusahaan

4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sepeda motor di temukan oleh Kedua penemu yang bernama Gotllieb
Diamler dan Wilhelm Maybach dari Jerman. Kedua penemu tersebut bertemu
ketika bekerja bersama di Deutz-AG-Gasmotorenfabrik produser mesin stasioner
terbesar pada tahun 1872. Pemilik Deutz-AG Gasmotorenfabrik yang bernama
Nikolaus Otto berhasil membuat mesin empat langkah atau yang disebut juga
mesin empat tak dan penemuan tersebut dipatenkan pada tahun 1877. Walaupun
mesin empat tak tersebut masih terlalu sederhana dan kurang efisien, tetapi mesin
tersebut diharapkan dapat menggantikan mesin uap. Pada tahun 1880, Daimler
Maybach dipecat dari perusahaan tersebut dan keduanya mendirikan sebuah
bengkel di Stuttgart. Pada tahun 1885, keduanya menciptakan karburator untuk
mencampur bensin dan udara sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar
mesin empat tak ciptaan Otto. Mereka mengembangkan mesin empat tak tersebut
menjadi silinder 100 cc dan meletakkan mesin tersebut pada sebuah sepeda kayu.
Sepeda kayu bermesin tersebut disebut sebagai Reitwagen ("riding car") dan
menjadi sepeda motor pertama di Dunia.
Sepeda motor adalah kendaraan beroda dua yang digerakkan oleh sebuah
mesin. Letak kedua roda sebaris lurus dan pada kecepatan tinggi sepeda motor
tetap stabil disebabkan oleh gaya giroskopik. Sedangkan pada kecepatan rendah,
kestabilan atau keseimbangan sepeda motor bergantung kepada pengaturan setang
oleh pengendara. Penggunaan sepeda motor di Indonesia sangat populer karena
harganya yang relatif murah, terjangkau untuk sebagian besar kalangan dan
penggunaan bahan bakarnya, serta biaya operasionalnya cukup hemat.
Rem merupakan salah satu komponen yang berguna untuk menahan laju
gerak kendaraan dengan menahan melalui mekanisme jepitan. Rotasi roda dan
laju kendaraan akan turun secara perlahan guna menjawab situasi kondisional di

5
perjalanan. Biasanya sistem rem depan sepeda motor dilakukan dengan menarik
tuas kanan pada kemudi sepeda motor. Sepeda motor juga memiliki beragam rem,
namun kerap menggunakan rem cakram karena memiliki komponen yang lebih
kecil dan ringan untuk laju kendaraan di dimensi sepeda motor. Perbaikan Sistem
Rem Depan sepeda motor sangat penting dikarenakan untuk keamanan berkendara
jangka panjang. Dengan ini penulis mengambil judul, “Perbaikan Sistem Rem
Depan Sepeda Motor Honda Beat Type CBS-ISS Tahun 2017”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan permasalah
sebagai berikut:
1. Apa fungsi sistem rem sepeda motor Honda?
2. Apa saja komponen sistem Rem depan sepeda motor Honda?
3. Bagaimana cara kerja sistem rem depan sepeda motor Honda?
4. Bagaimana cara perbaikan sistem rem depan sepeda motor Honda?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan laporan ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui fungsi Sistem Rem Depan
2. Mengetahui komponen Sistem Rem Depan
3. Mengetahui cara kerja Sistem Rem Depan
4. Mengetahui cara perbaikan Sistem Rem Depan
D. Manfaat
Adapun Manfaat dari pembuatan laporan ini adalah sebagai berikut:
1. Dapat memberikan pengetahuan tentang perbaikan Sistem Rem Depan
2. Dapat mengetahui bagaimana cara memperbaiki Sistem Rem Depan
3. Sebagai informasi perbaikan Sistem Rem Depan kepada pengguna sepeda
motor honda beat
E. Ruang lingkup
Dalam pembuatan laporan ini banyak sekali kendala dan keterbatasan penulis,
maka dari itu penulis membatasi bahasan pada laporan adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Sistem Rem Depan
2. Komponen Sistem Rem Depan

6
3. Cara kerja Sistem Rem Depan
4. Cara perbaikan Sistem Rem Depan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori
1. Fungsi Sistem Rem Depan
Fungsi Sistem Rem Depan adalah komponen sepeda motor yang berfungsi
untuk memperlambat dan menghentikan putaran roda, sehingga laju kendaraan
dapat diturunkan dan dihentikan.
2. Komponen Sistem Rem Depan
Komponen Sistem Rem Depan terdiri dari:
a. Caliper: Komponen ini berfungsi untuk mengubah tekanan hidrolik menjadi
energi gerak berupa tekanan.

Gambar 2.1 Caliper


(Sumber: [Link]
b. Piston: Pada sistem rem cakram, piston berfungsi untuk menekan plat kampas
rem sehingga kampas rem bisa menjepit cakram secara merata.

7
Gambar:2.2 Piston
(Sumber: [Link]
c. Cakram: Cakram atau disc berfungsi sebagai media yang akan bergesekan
dengan kampas rem agar putaran roda dapat dihentikan. Komponen ini
menempel pada velg dan menjadi satu kesatuan yang bisa dilepas dan
dipasang kembali.

Gambar 2.3 Cakram


(Sumber: [Link]
d. Piston Seal: Komponen berbahan karet ini bekerja untuk mencegah terjadinya
kebocoran minyak rem pada caliper.

Gambar 2.4 Piston Seal


(Sumber: [Link]
e. Nipple Bleed: Komponen ini berfungsi untuk membuang kandungan udara
yang ada dalam sistem hidraulik rem.

8
Gambar 2.5 Nipple Bleed
(Sumber: [Link]
f. Brake Pad: Brake pad atau kampas rem merupakan komponen yang bekerja
untuk memberikan gaya gesek pada cakram. Komponen ini terbuat dari bahan
organic, keramik, dan metal.

Gambar 2.6 Brake Pad


(Sumber: [Link]
g. Bracket Caliper: Bagian ini berfungsi sebagai pengikat atau pegangan caliper
rem agar tak bergerak.

Gambar 2.7 Bracket Caliper


(Sumber: [Link]

9
h. Master Rem depan: Fungsi master rem sendiri adalah mengubah gerakan
mekanis untuk menjadi tekanan hidrolik. Secara prinsip kerja, komponen ini
memiliki peranan yang sangat besar. Karena akan mengubah gerakan pada
pedal sepeda motor menjadi tekanan hidrolik. 

Gambar 2.8 Master Rem Depan


(Sumber: [Link]
i. Tuas Rem: Fungsinya tuas rem kanan untuk pengereman roda depan.

Gambar 2.9 Tuas Rem


Sumber: [Link]

10
)
j. Selang Rem: Fungsi slang rem, adalah untuk memompa minyak rem sehingga
bisa mendorong kaliper di cakram.

Gambar 2. 10 Selang Rem


(Sumber: [Link]
3. Cara kerja Sistem Rem Depan
Cara kerja rem cakram sepeda motor adalah menggunakan sistem penjepitan
melalui kampas rem. Penjepitan kampas rem dilakukan melalui pedal rem yang
mengaktifkan daya hidrolik dan membuat piston menekan ban kendaraan.
Gesekan tersebut berasal dari disc brake antar dua buah kampas rem yang
membuat laju kendaraan menjadi pelan atau berhenti. Ini bekerja ketika dari
tekanan pedal rem dialirkan melalui kapiler yang mengubah daya tekan hidrolik
menjadi gerakan penjepitan.

Gambar 2.11 Cara Kerja Sistem Rem Depan


(Sumber: [Link]

11
4. Cara perbaikan Sistem Rem Depan
Cara memperbaiki Sistem Rem Depan yang blong :
a. Buka Kaliper Rem
Siapkan kunci ukuran 8, 10, 12 mm atau yang sesuai dengan baut kaliper rem
motor Anda. Buka kaliper rem dan kelompokkan baut agar tidak tertukar dengan
baut lainnya.
b. Lepaskan Kampas Rem
Umumnya terdapat dua baut yang menahan kampas rem di kaliper.
Longgarkan baut tersebut lalu lepaskan kampas rem dengan tangan.
c. Dorong Piston Kaliper ke Luar
Sebelum memasang kampas rem baru, dorong terlebih dahulu piston kaliper
ke belakang atau ke arah luar. Hal ini akan menjauhkan piston saat anda
memasang kampas rem baru sehingga kampas tersebut rata dengan sisi kaliper.
d. Pasang Kampas Rem Baru
Pastikan ukuran kampas rem baru sama dengan kampas sebelumnya.
Langkah selanjutnya, pasang kampas rem baru, sejajarkan lubang baut secara hati-
hati dengan lubang kaliper. Lalu, kencangkan baut tersebut.
e. Pasang Kembali Kaliper Rem
Pasang kembali kaliper setelah Anda merasa kampas rem terpasang dengan
benar. Setelah itu, pasangkan baut agar kaliper menempel ke garpu depan motor
dan cakramnya.
f. Cek Rem
Sebelum mengendarai motor, cek rem dengan memompa tuas rem beberapa
kali hingga kampas rem dapat menahan piringan cakram dengan [Link]
tahap ini, Anda juga dapat mengisi ulang minyak rem. Buka wadah minyak rem
yang ada di dekat tuas gas. Isikan minyak sekitar ¾ wadah. Setelah terisi,
longgarkan baut selang minyak rem yang dekat dengan piringan
[Link], tekan tuas rem beberapa kali hingga tidak muncul gelembung

12
udara dari wadah minyak. Terakhir, kencangkan baut selang minyak rem dan
[Link] panik jika pompa rem pertama akan menyentuh gas atau seperti
tidak berfungsi sama sekali. Hal itu wajar karena minyak rem belum turun lagi ke
kaliper. Pompa terus hingga pegangan rem terasa lebih [Link] kedua
bisa Anda lakukan dengan memutar ban depan menggunakan tangan lalu
menekan rem. Jika ban motor berhenti sempurna, Anda bisa mencoba
mengendarai motor untuk jarak dekat terlebih [Link] rem membutuhkan
waktu penyesuaian agar berfungsi dengan baik. Untuk 6 kilometer pertama,
kampas rem mungkin akan keras dan motor akan terasa tertahan oleh rem.
Namun, setelah itu kampas rem akan bekerja seperti biasanya.
B. Temuan
Saat sedang melaksanakan kegiatan prakerin saya menemukan permasalahan
terhadap sistem rem depan pada motor honda beat, saat sedang berkendara daya
pengereman terasa kurang di karenkan kampas rem depan sudah aus/ habis,
karena itu kamvas rem depan harus di ganti.

13
BAB III
PEMBAHASAN DAN HASIL

A. Pembahasan
Pada Pembahasan ini penulis akan mendeskripsikan secara rinci mulai dari
peralatan dan bahan yang digunakan, keselamatan dan kesehatan kerja apa saja
yang harus diperhatikan, sampai dengan langkah langkah perbaikan, adalah
sebagai berikut:
1. Alat dan bahan
Alat dan bahan yang diperlukan dalam perbaikan/ perawatan sistem rem
depan dapat dilihat pada tabel di bawah:
Tabel 3.1 Alat dan Bahan
No NamaAlat Spesifikasi Jumlah
1 L Bintang T 40 1
2 Kunci T 8 mm 1
3 Obeng + dan - 1
4 Tang sirklip external 1
5 Sikat Kawat 1
6 Nampan 1
No Nama Bahan Spesifikasi Jumlah
1 Brake pad KVB – T01 1 set
2 Grease 1 set
3 Minyak rem 1 botol
4 Lap Majun
5 Ampelas 1
2. Keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan hidup
Adapun keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan hidup yang perlu
diperhatikan adalah sebagai berikut:
a. APD (Alat Pelindung Diri)
b. Memakai masker mencegah masuknya debu
c. Menjaga kebersihan saat bekerja
d. Merapihkan peralatan jika selesai menggunakannya
e. Menyediaka alat pemadam kebakaran

14
3. Langkah-langkah perbaikan/ perawatan
Langkah-langkah dalam perbaikan rem depan dapat dilihat pada tabel di
bawah:
Tabel 3.2 Langkah-langkah Perbaikan
N LANGKAH
DESKRIPSI GAMBAR
O KERJA
1. LANGKAH PEMBONGKARAN

Membuka Caliper
Membuka
a menggunakan
caliper
kunci L bintang

15
Mencabut kampas
Melepas rem yang lama
b
kampas rem untuk mengganti
kampas yang baru

Melepas bracket
rem untuk
Melepaskan
memudahkan
c bracket
pemasangan
caliper
kampas rem yang
baru

16
Membuka tutup
minyak rem
menggunakan
Membuka
obeng + untuk
f tutup minyak
melihat atau
rem
memeriksa
ketinggian minyak
rem

2. LANGKAH PEMERIKSAAN

17
a Pemeriksaan Memeriksa
kampas rem kondisi pad rem
cakram secara visual
dapat dilihat pada
keausan pada rem
yang sudah
menipis, atau ada
bagian dari pad
rem yang retak
dan patah.

Adapun
pemeriksaan
menggunakan
jangka Sorong
atau penggaris ,
standar ketebalan
kampas rem 12,5
mm jika sudah
sangat aus
Kampas rem harus
segera di ganti.

18
b Memeriksa Memeriksa
minyak rem ketinggian minyak
rem yang ada di
dalam reservoir
pada master
silinder serta
memeriksa sistem
hidrolik rem dari
kemungkinan
terjadinya
kebocoran.

3. LANGKAH PERBAIKAN/ PERAWATAN

19
a Membersihka Membersihkan
n caliper caliper
menggunakan
ampelas kasar
agar tidak ada
kotoran atau debu.

20
b Membersihka Pembersihan
n piston piston dengan cara
menekan handle
rem agar piston
keluar lalu
bersihkan
menggunakan lap.

21
d Membersihka Pembersihan
n bracket bracket kaliper
kaliper harus dilakukan
agar bracket
kaliper mudah
dilepas dan di
pasang,pembersih
an menggunakan
ampelas

4. LANGKAH PEMASANGAN

22
a Memasang Memasang
bracket baracket caliper
caliper agar caliper rem
bisa terpasang dan
bekerja dengan
sempurna

b Memasang Memasang
kampas rem kampas rem dan
baru masukan kembali
baut pengunci
menggunakan T
8mm agar kampas
rem terpasang
dengan baik dan
bisa bekerja
dengan baik

23
c Memasang Memsang kembali
caliper caliper
menggunakan
kunci L bintang
pada cakram

B. Hasil
Setelah dilakukan pemeriksaan yang mengakibatkan daya pengereman kurang
adalah kampas atau brake pad yang sudah melewati batas limit sehingga harus
dilakukan pergantian kampas. Maka dari itu penulis melakukan perbaikan dengan
mengganti kanvas sehingga hasilnya daya pengeraman pada sepeda motor tersebut
sudah kembali normal dan tidak ada kendala.

24
BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Rem berfungsi untuk memperlambat laju sepeda motor, dan rem bekerja
dengan cara menggunakan sistem penjepitan melalui kampas rem, penjepitan
kampas rem dilakukan melalui pedal rem yang mengaktifkan daya hidrolik dan
membuat piston menekan ban kendaraan. Jika daya pengereman kurang atau rem
tidak optimal maka kerusakan terjadi pada kampas rem yang sudah haus, jadi
harus dilakukan pergantian kampas rem agar daya pengereman bekerja dengan
baik lagi.

Hasil dari pergantian kampas rem yang baru yaitu, daya pengereman
bekerja kembali dengan normal. Kemanan dan kenyamanan dalam berkendarapun
kembali terjaga setelah dilakukannya perbaikan kampas rem sepeda motor.

B. Saran
Bagi para pengendara sepeda motor sistem rem sangatlah penting untuk
keamanan dan kenyamanan dalam berkendara. Maka dari itu perawatan dan
perbaikan sistem rem harus dilakukan secara berkala. Jika tidak dilakukan
perawatan dan perbaikan kinerja rem akan berkurang dan berdampak pada
keselamatan berkendara.
Pergantian kampas rem dan minyak rem juga harus di perhatikan agar daya
pengereman tetap berjalan dengan baik, dan jika ada kerusakan atau rem
mengalami blong segera cek ke bengkel terdekat.

25

Common questions

Didukung oleh AI

Daya pengereman yang berkurang pada sepeda motor sering disebabkan oleh kampas rem yang sudah aus atau habis-ini mengurangi kemampuan penjepitan pada disc brake . Untuk mengatasi masalah ini, kampas rem harus diganti dengan yang baru dan pastikan semua komponen sistem rem bekerja dengan baik. Minyak rem juga harus diperiksa dan diisi ulang jika perlu, untuk menjamin penyaluran tenaga hidraulik yang optimal .

Fungsi utama sistem rem cakram pada sepeda motor adalah untuk memperlambat dan menghentikan putaran roda, sehingga laju kendaraan dapat diturunkan dan dihentikan . Elemen-elemen dalam sistem ini bekerja sebagai berikut: Caliper mengubah tekanan hidrolik menjadi energi gerak untuk menekan piston. Piston kemudian menekan plat kampas rem, yang menjepit cakram untuk menciptakan gesekan yang menghentikan putaran roda . Master rem mengubah gerakan pedal menjadi tekanan hidrolik, dan selang rem menyalurkan tekanan ini untuk memompa minyak rem agar caliper dapat berfungsi .

Prosedur perawatan dan perbaikan sistem rem depan meliputi: membuka kaliper rem, melepaskan kampas rem, dan menggantinya jika aus. Piston harus didorong ke belakang sebelum memasang kampas baru agar terpasang rata dengan kaliper . Kaliper kemudian dipasang kembali dan kampas rem yang baru diuji dengan memeriksa efektifitas pengereman. Mengisi ulang minyak rem dan memastikan tidak ada udara dalam sistem hidraulik juga bagian dari perawatan untuk menghindari kegagalan rem .

Pengembangan rem cakram sangat signifikan dalam meningkatkan keamanan berkendara sepeda motor. Dibandingkan dengan rem tromol, rem cakram menawarkan efisiensi pengereman yang lebih cepat dan stabil, membagi panas dengan lebih baik sehingga mengurangi risiko kehilangan pengereman akibat kepanasan . Evolusi rem cakram mengurangi jarak pengereman dan meningkatkan keselamatan berkendara, terutama dalam situasi darurat dan pada kecepatan tinggi .

Mekanisme hidrolik pada sistem rem cakram bekerja dengan mengubah gerakan mekanis dari tuas rem menjadi tekanan hidrolik melalui master rem. Tekanan ini kemudian memompa minyak rem melalui selang, mendorong piston pada caliper untuk menjepit disc brake dengan kampas rem . Kebersihan penting untuk menghindari kontaminasi yang bisa menyumbat saluran hidrolik atau merusak seal, yang akan mempengaruhi daya pengereman dan menyebabkan kegagalan sistem rem .

Memeriksa tingkat keausan kampas rem sangat penting karena kampas rem yang aus dapat menyebabkan pengereman yang tidak efektif, meningkatkan risiko kecelakaan . Keausan yang melebihi batas dapat mengurangi daya cengkeram rem pada cakram, dan dalam situasi darurat, ini dapat menyebabkan sepeda motor tidak berhenti tepat waktu. Keausan harus diperiksa secara berkala, dan kampas harus diganti tepat waktu untuk memastikan pengereman yang aman dan efektif .

Sejarah penemuan sepeda motor dimulai dari Gotllieb Daimler dan Wilhelm Maybach yang bekerja pada mesin empat tak ciptaan Nikolaus Otto. Mesin ini dipatenkan pada tahun 1877 dan meskipun sederhana, ia menawarkan harapan untuk menggantikan mesin uap. Mesin empat tak dikembangkan lebih lanjut oleh Daimler dan Maybach, yang menciptakan karburator dan memasang mesin pada sepeda kayu, menghasilkan kendaraan yang dikenal sebagai Reitwagen pada tahun 1885. Ini adalah sepeda motor pertama yang dikenal di Dunia .

Langkah-langkah untuk mengganti kampas rem dan mencegah masalah di masa depan meliputi: membuka kaliper, melepas kampas rem lama, memasang kampas rem baru, dan memastikan kaliper terpasang benar kembali . Untuk pencegahan masalah pengereman, kampas rem harus diperiksa secara berkala, mengganti bila aus, dan selalu menjaga kecukupan minyak rem. Sistem hidraulik rem harus diperiksa untuk memastikan tidak ada kebocoran atau udara dalam sistem .

Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan menjaga kebersihan saat melakukan perbaikan sistem rem adalah penting untuk mencegah kecelakaan kerja dan kesehatan, seperti menghindari masuknya debu ke pernapasan yang dapat dihasilkan selama proses pembersihan rem. Kebersihan menghindarkan kontaminasi kotoran pada sistem rem, yang dapat menggangu kinerja hidraulik dan efisiensi pengereman. Memastikan peralatan dirapikan setelah digunakan juga mengurangi risiko kecelakaan yang disebabkan oleh alat yang berserakan .

Komponen penting dari sistem rem cakram pada sepeda motor meliputi caliper, piston, cakram (disc), piston seal, nipple bleed, dan brake pad . Caliper mengubah tekanan hidrolik menjadi tekanan mekanik untuk menggerakkan piston. Piston menekan brake pad melawan cakram agar terjadi gesekan untuk penghentian putaran roda. Piston seal mencegah kebocoran minyak rem, nipple bleed mengeluarkan udara dari sistem hidraulik, dan brake pad menghasilkan gesekan demi memperlambat sepeda motor .

Anda mungkin juga menyukai