LANJUTAN
CP-MK:
Memahami pengeterapan metode LRFD
pada analisa batang tarik.
1
LRFD – BATANG TARIK
SNI Bab 10
LRFD menentukan bahwa:
Dimana :
Rn i Qi = faktor reduksi kekuatan
Rn = resistansi/kapasitas nominal (kekuatan)
i = faktor beban
Qi = beban-beban
Untuk batang tarik, persamaan LRFD menjadi:
Dimana :
Nn Nu Nn = Kuat nominal dari batang tarik (N)
Nu = Beban tarik terfaktor/ultimit (N)
2
Kuat rencana Nn adalah diambil sebagai nilai terkecil dari:
a. Leleh pada penampang kotor :
Nn = fy Ag = 0.90 fy Ag SNI D2a hal 28
b. Fraktur pada penampang netto :
Nn = fu Ae = 0.75 fu Ae SNI D2.b hal 28
c. Keruntuhan Blok Geser :
Nn = 0.75 [ 0.6 fy Ags + fu Ant ]
Nn = 0.75 [ 0.6 fu Ans + fy Agt ] SNI D5-2 hal 31
Syarat kekakuan :
240 untuk elemen utama SNI 7.6.4
300 untuk elemen sekunder 3
Urutan menganalisa/ memeriksa kapasitas batang
tarik (profil dan pelat sambung)
4
1. Menghitung kuat perlu (beban berfaktor)
2. Mencari rmin atau imin lewat Syarat kelangsingan
(λmin) untuk batang tarik. (Batang primer atau
batang sekunder)
3. Menentukan atau memilih profil yang memenuhi
rmin
4. Menentukan mutu baja profil, pelat sambung dan
mutu baja baut atau las
5. Menentukan rencana sambungan
➢ Pelat sambung
➢ Las (tebal las, panjang dan konfigurasi) atau
baut (diameter, konfigurasi) 5
6) Periksa kapasitas profil, pelat sambung dan
sambungan
7) Jika profil yang belum terpenuhi, kembali ke
langkah 3
8) Jika pelat sambung atau sambungan atau
kedua2nya belum terpenuhi, kembali ke
langkah 5
6
CONTOH 3 :
Profil siku L50.50.5 menerima beban tarik aksial Nu = 150 kN. Periksalah
kemampuan/ kapasitas profil. Profil terbuat dari baja mutu fy = 240 MPa dan
fu = 370 MPa. Asumsikan sambungan las cukup kuat untuk menahan
beban tarik tersebut.
x
Penampang profil :
Nu Ag = 480 mm2 ; e = 14 mm
50
Karena disambung dengan las,
50
maka tidak ada lubang sehingga: An
= Ag = 480 mm2
U = 1- = 1- = 0.72 < 0.9 ok
Ae = An . U
7
= 480 . 0.72 = 346 mm2
Kuat nominal Nn ditentukan sebagai nilai terkecil dari:
a. Kondisi leleh : Nn = fy . Ag = 0.9 . 240 . 480
= 103680 N = 103.68 kN
b. Kondisi Fraktur: Nn = fu . Ae = 0.75 . 370 . 346
= 96015 N = 96.02 kN
c. Keruntuhan Blok Geser: Tidak terjadi keruntuhan blok geser
Kuat nominal batang ( Nn) adalah 96.02 kN, lebih kecil daripada beban
terfaktor (Nu = 150 kN). Jadi batang tarik tidak kuat!
8
CONTOH 4
Batang tarik dengan panjang 8 m menerima beban mati 500 kN dan beban
hidup 400 kN. Rencanakan batang tersebut menggunakan penampang WF
di bawah ini dengan fy = 240 MPa dan fu = 370 MPa.
½ NU
NU
½ NU
Kombinasi beban ultimate berdasarkan SNI :
* Nu1 = 1.4 ND = 1.4 . 500 = 700 kN
* Nu2 = 1.2 ND + 1.6 NL = 1.2 . 500 + 1.6 . 400 = 1240 kN
Maka Nu2 lebih menentukan sebagai beban ultimit rencana, Nu = 1240 kN.
Untuk profil WF yang disambung pada kedua sayapnya, tidak ada eksentrisitas
antara titik berat baut dan beban. Maka bisa diambil U 0.9 9
Luas penampang netto efektif ditentukan berdasarkan kuat nominal minimum
Nn dari dua kondisi berikut ini: Nu 1240000
a. Kondisi leleh: Nu fy . Ag Ag f 0.9 x 240 5741 mm2
y
b. Kondisi fraktur : Nu fu . An . U An 1240000 4965 mm2
0.75 x 370 x 0.9
Dipilih Ag 5741 mm2, dicoba memakai WF [Link] dengan
spesifikasi:
b = 200 mm Ag = 6353 mm2 tf = 12 mm
h = 200 mm imin = iy = 50.2 mm tb = 8 mm
Alat penyambung digunakan baut berdiameter 21 (hole diameter = 25 mm).
Ag = An min + luas lubang total
= 4965 + (4 . 25 . 12) ada 4 lubang pada potongan penampang
= 6165 mm2
10
Dari kondisi leleh dan fraktur diperlukan profil dengan luas penampang
kotor sekurang-kurangnya Ag 6165 mm2.
Periksa ukuran WF [Link] :
* Ag = 6353 mm2 > 6165 mm2 (OK)
L 8000
* = r = 50.2 = 159.4 < 240 (OK)
min
Periksa Keruntuhan Blok Geser :
geser tarik Ags = [( 2 x 3 x 100 ) x 2 ] x 12 = 14400 mm2
Agt = [ (2 x 50) x 2 ] x 12 = 2400 mm2
4 x 50
½ Nu Ans = Ags - Alub = 14400 - [( 6 x 25 ) x 2]x12
= 10800 mm2
Ant = Agt - Alub = 2400 - [( 2 x 25 ) x 2 ] x 12
100 100 100 = 1200 mm2
11
Untuk leleh geser – fraktur tarik:
Nn = 0.75 [ 0.6 fy Ags + fu Ant ]
= 0.75 [ 0.6 x 240 x 14400 + 370 x 1200 ] = 1888.2 kN
(menentukan)
Untuk leleh tarik – fraktur geser:
Nn = 0.75 [ 0.6 fu Ans + fy Agt ]
= 0.75 [ 0.6 x 370 x 10800 + 240 x 2400 ] = 2230.2 kN
1888.2 kN > 1240 kN OK
Dari pemeriksaan Blok Geser didapatkan bahwa kapasitas penampang
lebih besar daripada beban terfaktor, jadi WF [Link] sudah
memenuhi syarat.
12
CONTOH 5
Struktur atap di bawah ini menggunakan profil siku sebagai batang tarik, yang
menerima beban hidup 200 kN dan beban mati 100 kN. Rencanakan profil tersebut
dengan menggunakan baja BJ 37 (fy = 240 MPa, fu = 370 MPa)
Penyelesaian
Berdasarkan SNI, beban terfaktor sebesar:
Batang tarik dari Nu1 = 1.2 D + 1.6 L
profil siku = 1.2 x 100 + 1.6 x 200 = 440 kN (menentukan)
3m
Nu2 = 1.4 D
= 1.4 x 100 = 140 kN
4m Syarat kerampingan :
L 5000
240 → rmin
rmin 240
rmin 20.83 mm
Dari syarat kerampingan, dicoba L 110.110.10 dengan rmin = r = 33.6 mm.
Diasumsikan menggunakan baut berdiameter 8 mm berjarak 30 mm secara vertikal
dan 20 mm secara horisontal seperti terlihat di bawah ini. 13
Periksa konfigurasi sambungan
Ada 2 jalur kritis yang mungkin
ex = 30.7
I terjadi
* Untuk jalur I - I :
40 30 40
An = Ag - Alubang
CG
= 2120 - (2 x 10 x 10)
II I
L 110.110.10 = 1920 mm2
3 x 20
* Untuk jalur I - II : 2
Diameter lubang = 8 + 2 10 mm s t
An = Ag - Alubang + 4 g
202 . 10
= 2120 - (2 x 10 x 10) +
4 . 30
= 1953 mm 2
14
Periksa kapasitas profil berdasarkan luas penampang netto efektifnya:
a. Kondisi leleh : Nu fy . Ag
440000 0.9 x 240 x 2120
440 kN 457.92 kN (OK)
b. Kondisi fraktur : Nu fu . An . U
440000 0.75 x 370 x 447
440 kN 124.04 kN (NO)
• Terlihat bahwa kondisi fraktur lebih menetukan karena kecilnya luas
penampang efektifnya akibat reduksi U.
• Untuk memperbesar nilai U dan An, perlu dilakukan perubahan
konfigurasi sambungan.
• Diameter baut harus diganti menjadi 12 mm dan L menjadi 35 mm
(Catatan: jarak horisontal maksimum dari baut adalah 3 kali diameter
baut).
15
• Untuk memperbesar nilai An digunakan L 120.120.11.
Periksa konfigurasi sambungan
Ada 2 jalur kritis yang mungkin terjadi.
I ex = 33.6
* Untuk jalur I - I :
An = Ag - Alubang = 2540 - (2 x 14 x 11)
40 30 50
CG
= 2232 mm2
* Untuk jalur I - II :
II I
An = Ag - Alubang + s2t
5 x 35 L 120.120.11 4g
= 2540 - (2 x 14 x 11) + 352 . 11
Diameter lubang = 12 + 2 14 mm
4 . 30
= 2344 mm 2
Dari kedua jalur kritis, An = 2232 mm2 lebih menentukan.
U = 1 - Lx = 1 - 33.6 = 0.76
4 x 35
Ae = An . U = 2232 x 0.76 = 1696 mm2
16
Periksa kapasitas penampang berdasarkan luas penampang netto efektif:
a. Kondisi leleh: Nu fy . A g
440000 0.9 x 240 x 2540
440 kN 548.6 kN (OK)
b. Kondisi fraktur : Nu fu . An . U
440000 0.75 x 370 x 1696
440 kN 470.6 kN (OK)
Periksa terhadap Blok Geser :
Karena jalur kritis ditentukan oleh jalur I - I, maka skema blok geser ditentukan sbb:
* Skema I : Ags = 5 x 35 x 11 = 1925 mm2
Ans = 1925 - ( 5 x 14 x 11) = 1155 mm2
40 30 50
Agt = ( 30 + 50 ) x 11 = 880 mm2
Ant = 880 - ( 2 x 14 x 11) = 572 mm2
I
Untuk leleh geser – fraktur tarik:
5 x 35
Nn = 0.75 [ 0.6 fy Ags + fu Ant ]
= 0.75 [ 0.6 x 240 x 1925 + 370 x 572 ] = 366.63 kN
Untuk leleh tarik – fraktur geser:
Nn = 0.75 [ 0.6 fu Ans + fy Agt ]
= 0.75 [ 0.6 x 370 x 1155 + 240 x 880 ] = 350.71 kN 17
* Skema II : Ags = 10 x 35 x 11 = 3850 mm2
Ans = 3850 - ( 10 x 14 x 11) = 2310 mm2
40 30 50
Agt = 30 x 11 = 330 mm2
Ant = 330 - ( 2 x 14 x 11) = 22 mm2
5 x 35 I
Untuk leleh geser – fraktur tarik:
Nn = 0.75 [ 0.6 fy Ags + fu Ant ]
= 0.75 [ 0.6 x 240 x 3850 + 370 x 22 ] = 421.91 kN
Untuk leleh tarik – fraktur geser:
Nn = 0.75 [ 0.6 fu Ans + fy Agt ]
= 0.75 [ 0.6 x 370 x 2310 + 240 x 330 ] = 444 kN
Dari ke-4 nilai kapasitas tarik yang ditentukan dari blok geser, keruntuhan
yang terjadi adalah leleh tarik – fraktur geser pada skema I. Kapasitas
tarik Nn = 350.74 kN lebih kecil daripada beban terfaktor, Nu = 440 kN.
Apa yang harus dilakukan ? 18