CARA KERJA SCREW CONVEYOR
PT DARMEX AGRO
LAPORAN PRAKERIN
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Kelulusan PraktIk Kerja Industri
Semester VIII
DISUSUN OLEH :
RICKO IPNU TOBER
NISN: 0025206738
Program Keahlian Teknik Mekatronika
Kompetensi Teknik Mekatronika
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Singkawang
RICKO IPNU TOBER
CARA KERJA SCREW CONVEYOR
PT DARMEX AGRO
LAPORAN PRAKERIN 2022
Program Keahlian Teknik Elektronika
Kompetensi KeahlianTeknik Mekatronika
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Singkawang
CARA KERJA SCREW CONVEYOR
PT DARMEX AGRO
Disusun Oleh :
RICKO IPNU TOBER
NISN : 0025206738
Laporan Ini Telah Di Setujui Pembimbing
Pada Tanggal 29 Desember 2021
Pembimbing Sekolah Pembimbing Industri
AMROZI, [Link] JANUARI ANDU
ii
CARA KERJA SCREW CONVEYOR
PT DARMEX AGRO
Disusun Oleh :
RICKO IPNU TOBER
NISN : 0025206738
Laporan Ini Telah Disetujui Penguji Pada Tanggal
29 Desember 2021
Penguji 1 Penguji 2
WAWAN PRASTYO, [Link] NAFIRI [Link]
iii
PROFIL PERUSAHAAN
1. Nama Instansi / Perusahaan : PT DARMEX AGRO
2. Nama Kepala / Pemimpin : GUNAWAN
3. Bidang Usaha Instansi : Pengelolaan MINYAK KELAPA SAWIT
4. Jumlah Pegawai / Karyawan : 52 Orang
5. Alamat : Dusun Jenong, Desa Gadang Damar Kec
Lembah [Link] Bengkayang,Prov Kalbar
iv
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan kekuatan dan
kebijaksanaan, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Industry ( prakerin ) di
RUDY ADVERTISING dengan judul ’’ Cara Kerja SCREW CONVEYOR ” .
Laporan ini merupakan program yang wajib di laksanakan oleh setiap siswa kelas XIIl
(program 4 tahun) SMK N 1 SINGKAWANG yang di masukkan untuk menyatakan hasil kegiatan
selama prakerin dalam pengamatan dan analisa di dunia kerja industri serta pengamatan dan
analisa di industri tempat pelaksanaan prakerin.
Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada pihak khususnya kepada :
⮚ Bapak Gunawan, MANAJER di RUDY ADVERTISING
⮚ Bapak Januari Andu, guru pembimbing di RUDY ADVERTISING
⮚ Serta guru-guru pembimbing yang saya hormati.
Yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama siswa melaksanakan prakerin di PT
DARMEX AGRO pupuk Singkawang saya menyadari laporan ini sangat jauh dari sempurna dimana
masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan dalam berbagai hal untuk itu saya mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun. Dan semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca
Singkawang, 29 Desember 2021
Penyusun
RICKO IPNU TOBER
v
DAFTAR ISI
HALAMAN
KOP LAPORAN
LEMBAR JUDUL.............................................................................................................. i
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING..................................................................... ii
LEMBAR PERSETUJUAN PENGUJI............................................................................iii
PROFIL PERUSAHAAN ...............................................................................................iv
KATA PENGANTAR .....................................................................................................v
DAFTAR ISI .................................................................................................................. vi
BAB (I) PENDAHULUAN...............................................................................................1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................1
1.2 Batasan Masalah...................................................................................................1
1.3 Rumusan Masalah.................................................................................................2
1.4 Tujuan ................................................................................................................... 2
BAB (II) LANDASAN TEORI..........................................................................................5
2.1 Pengertian Screw Conveyor...................................................................................5
2.2 Komponen Pada Screw Conveyor..........................................................................5
BAB (III) PEMBAHASAN ..............................................................................................6
3.1 Cara Kerja dari Screw Conveyor..........................................................................6
3.2 Fungsi dari Screw Conveyor................................................................................7
BAB (IV) PENUTUP.......................................................................................................8
4.1 Kesimpulan............................................................................................................ 8
4.2 Saran..................................................................................................................... 8
REFRENSI....................................................................................................................
LAMPIRAN.........................................................................................................................
SOP PERUSAHAAN...............................................................................................
vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam sebuah industri, transportasi produk (material padatan) merupakan salah satu
komponen vital. Oleh karena itu diperlukan suatu mekanisme yang baik dalam sistem
transportasi produk ini. Dalam pemilihan alat pengangkut tersebt tentu diperlukan berbagai
pertimbangan. Salah satu jenis alat pengangkut yang sering digunakan adalah conveyor yang
berfungsi untuk mengangkut bahan-bahan industri yang berbentuk padat.
Pemilihan alat transportasi (conveying equipment) material padatan antara lain
tergantung pada : kapasitas yang ditangani, jarak perpindahan material, kondisi pengangkutan
(horizontal, vertical, inklinasi), ukuran, bentuk, dan sifat material, harga peralatan tersebut.
Adapun jenis-jenis conveyor adalah sebagai berikut: Belt Conveyor, Chain Conveyor , Scraper
Conveyor, Apron Conveyor, Bucket Conveyor, Bucket Elevator, Screw conveyor, Pneumatic
Conveyor.
Dalam makalah ini akan dilakukan pembahasan mengenaii screw conveyor yang mana
befungsi untuk mentransfer material yang didalam alat ini terdapat continous spiral flight yang
terikat dalam suatu shaft dan dimasukkan dalam pipa.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan suatu rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apa yang dimaksud Screw conveyor?
2. Komponen apa saja yang terdapat pada screw conveyor?
1
1.3 BATASAN MASALAH
Untuk mencegah pembahasan yang terlalu luas maka saya membuat batasan masalah
dengan mempertimbangkan materi yang penting untuk dibahas Yaitu :
1. Bagaimana cara kerja screw conveyor?
2. Apa kegunaan screw conveyor?
1.4 TUJUAN
Tujuan dalam pembuatan laporan prakerin yang berjudul cara kerja Mesin Las ini
adalah:
1. Mengetahui definisi Screw conveyor
2. Mengetahui komponen-komponen yang terdapat pada screw conveyor
3. Mengetahui cara kerja screw conveyor
4. Mengetahui kegunaan screw conveyor
2
3
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Screw Conveyor
Pada dasarnya screw conveyor terbuat dari pisau yang berpilin mengelilingi suatu
sumbu sehingga bentuknya mirip sekrup. Pisau berpilin ini disebut flight. Mekanisme ini
biasanya terdapat dalam suatu tabun. Screw conveyor digunakan dalam banyak industry
terutama industri pertanian. Screw conveyor dalam industri modern sering digunakan secara
horizontal atau sedikit miring sebagai cara yang efisien untuk memindahkan bahan semi-padat,
termasuk sisa makanan, serpihan kayu, agregat, biji-bijian sereal , pakan ternak, boiler abu,
daging dan tepung tulang, padat perkotaan limbah , dan banyak lainnya.
2.2 Komponen-Komponen Pada Screw Conveyor
Keterangan :
1. Screw conveyor drive, motor mount, V – belt drive dan guard.
2. End plate untuk screw conveyor drive.
3. Palung dengan fitted discharge spout.
4. Trough / Palung
5. End plate untuk ball bearing.
6. Seal plate, flanged ball bearing unit dan tail shaft.
7. Screw.
3
8. Screw dengan bare pipe at discharge end.
9. Hanger dengan bearing dan coupling shaft.
10. Flanged cover with inlet.
11. Flanged covers with buttstrap.
Trough
Troughs (U) atau palung berfungsi sepenuhnya sebagai wadah/rumah yang
menyertakan bahan dan disampaikan dengan bagian-bagian yang berputar (screw
conveyor).
Hanger
Hanger berfungsi memberikan dukungan, mempertahankan allignment dan bertindak
sebagai permukaan bantalan.
4
20
Screw Conveyor
Screw Conveyor ini berputar dengan halus memutar materi kesamping didalam palung
atau troughs ( U ).
Kopling
Kopling dan Poros menghubungkan dan mengirimkan motion untuk screw conveyors
berikutnya.
5
20
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Cara Kerja Screw Conveyor
Alat ini terdiri dari baja yang memiliki spiral atau helical fin yang tertancap pada shaft
dan berputar dalam suatu saluran berbentuk U (through) tanpa menyentuhnya sehingga helical
fin mendorong material ke trough. Shaft digerakkan oleh motor gear. Conveyor dibuat dengan
ukuran panjang 8-12 ft yang dapat bersatu untuk memperoleh panjang tertentu. Diameternya
bervariasi dari 3 sampai 24 in.
Saluran (through) berbentuk setengah lingkaran dan disangga oleh kayu atau baja.
Pada akhir ulir biasanya dibuat lubang untuk penempatan as dan drive end yang kemudian
dihubungkan dengan alat penggerak.
Elemen screw conveyor disebut flight . bentuknya helical atau dengan modifikasi
tertentu. Untuk helicoids flight bentuknya berupa pita memanjang dan dengan alat penyangga
pada masing-masing belitan dan berakhir pada as sentral.
Screw conveyor memerlukan sedikit ruangan dan tidak membutuhkan mekanik serta
membutuhkan biaya yang sedikit. Material bercampur saat melewati conveyor. Pada umumnya
screw conveyor dipakai untuk mengangkut bahan secara horizontal. Namun bila diinginkan
dengan elevasi tertentu bisa juga dipakai dengan mengalami penurunan kapasitas 25-45% dari
kapasitas horisontalnya. Elevasi 100 terjadi penurunan kapasitas 15%, Elevasi 150 terjadi
penurunan kapasitas 20% dan Elevasi 200 terjadi penurunan kapasitas 40%.
6
3.2 Fungsi Screw conveyor
Bahan yang dapat dipindahkan dengan screw conveyor terbatas pada bahan curah
yang ukurannya tidak terlalu besar (butiran kecil) sampai bahan yang berbentuk serbuk
maupun cair. Screw conveyor tidak dapat digunakan untuk pemindahan bahan bongkah
besar (large-lumped), mudah hancur (easily-crushed), abrasive, dan material mudah
menempel (sticking materials). Beban yang berlebihan akan mengakibatkan kemacetan,
merusak poros, dan screw berhenti. Screw conveyor digunakan untuk memindahkan
material kecil seperti butiran, aspal, batubara, abu, kerikil dan pasir. Tipe khusus yaitu
ribbon conveyor dimana tidak ada pusat helical fin, cocok digunakan untuk lem, cairan
kental seperti molasses, tas panas dan gula. Screw conveyor banyak dipakai pada indutri
seperti :
Industry kimia seperti Titanium dioxide, carbon black, calcium carbonate, powdered
lime, rubber, detergent powders and sulphur dan lain-lain.
Makanan seperti Cake mixes, soup mixes, gravy mixes, cocoa powder, keju,
permen, susu bubuk, frozen or raw vegetables, fruits and nuts.
Kosmetik dan obat-obatan seperti bedak, titanium dioxide, zinc oxide, clay, calcium
carbonate.
7
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan tersebut dapat ditarik simpulan sebagai berikut:
1. Screw conveyor terdiri dari pisau yang berpilin mengelilingi suatu sumbu sehingga
bentuknya mirip sekrup.
2. Screw conveyor digunakan untuk mengangkut beban padat, semi cair, dan nahkan cair
3. Screw conveyor tidak dapat digunakan untuk pemindahan bahan bongkah besar (large-
lumped), mudah hancur (easily-crushed), abrasive, dan material mudah menempel
(sticking materials).
4. Digunakan untuk kapasitas rendah sampai sedang (sampai 100 m3/jam) dan panjang
biasanya 30 m sampai 40 m.
4.2 SARAN
Adapun saran-saran adalah sebagai berikut:
1. Sebaiknya screw conveyor tidak digunakan untuk load dengan kapasitas yang
besar.
2. Sebaiknya screw conveyor tidak digunakan untuk mengangkut load yang
mudah lengket, besar, mudah hancur dan abrasive.
8
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
9
Lampiran :
SOP Budaya Kerja
RUDY ADVEERTISING
PERATURAN PABRIK
WAJIB MASUK PUKUL 07.00 WIB
BERDOA SEBELUM MEMULAI KEGIATAN
WAJIB MELAKSANAKAN K3
HATI-HATI PENGGUNAAN POWER TOOL DAN HARUS DALAM
PENGWASAN GURU
MENGGUNAKAN MASKER JIKA PERLU UNTUK MEMATUHI PROKES
JAM PULANG HARI KERJA 17.00 WIB (LEMBUR JIKA DIPERLUKAN)
MASUK KERJA MENGGUNAKAN ALAT SIAP MELAKSANAKAN
JAM 07.00 WIB PERLINDUNGAN DIRI PERKERJAAN
PULANG KERJA ISOMA JAM
JAM 17.00 WIB 11.30-13.00 WIB
10
10