MOTOR 3 FASA
PLN(PERSERO) UPDK SINGKAWANG
PLTU BENGKAYANG 2 x 50 MW
LAPORAN PRAKERIN
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Kelulusan Praktek Kerja Industri
Semester V
DISUSUN OLEH :
RESTU
NIS:011778
Progam Keahlian Teknik Mekatronika
Kompetensi Teknik Mekatronika
Sekolah Menengah Kejuruaan Negeri 1 Singkawang
RESTU
MOTOR 3 FASA
PLN(PERSERO)UPDK SINGKAWANG
PLTU BENGKAYANG 2 X 50 MW
LAPORAN PRAKERIN 2021
Program Keahlian Teknik Elektronika
Kompetensi Keahlian Teknik Mekatronika
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Singkawang
MOTOR 3 FASA
PLN(PERSERO) UPDK SINGKAWANG
PLTU BENGKAYANG 2 x 50 MW
Disusun Oleh :
RESTU
NIS :011778
Laporan Ini Telah Di Setujui Pembimbing
Pada Tanggal 29 Desember 2021
Pembimbing Sekolah Pembimbing Industri
AMROZI, [Link] FADIL EFFENDI
ii
MOTOR 3 FASA
PLN(PERSERO) UPDK SINGKAWANG
PLTU BENGKAYANG 2 x 50 MW
Disusun Oleh :
RESTU
NIS : 011778
Laporan Ini Telah Disetujui Penguji Pada Tanggal
29 Desember 2021
Kepala Kompetensi Keahlian Penguji
WAWAN PRASTYO, [Link] NAFIRI, [Link]
iii
iv
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan
kekuatan dan kebijaksanaan, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja
Industri (Prakerin) di PLTU (PERSERO) BENGKAYANG dengan judul ’’ Cara Kerja
Motor 3 Fasa ” tepat pada waktunya.
Laporan ini merupakan program yang wajib di laksanakan oleh setiap siswa kelas
XIIl (program 4 tahun) SMK N 1 SINGKAWANG yang di masukkan untuk menyatakan hasil
kegiatan selama prakerin dalam pengamatan dan analisa di dunia kerja industri serta
pengamatan dan analisa di industri tempat pelaksanaan prakerin.
Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada pihak khususnya
kepada :
1. Bapak Heru Slamet selaku Supervisor Operasi dan Pemeliharaan di PLTU
Bengkayang 2 x 50 MW UPDK Singkawang.
2. Bapak Riyanta, Bapak Fadil Effendi, dan Bapak Heriansyah selaku Pembimbing
Lapangan di PLTU Bengkayang 2 x 50 MW UPDK Singkawang
3. Tim HAR, Operator, Mekanik, dan Seluruh Staff PLTU bengkayang 2 x 50 MW UPDK
Singkawang.
4. Orang tua, saudara dan keluarga penulis yang selalu memberikan dukungan, baik
materi maupun moril yang sangat penulis sayangi.
5. Rekan – rekan mahasiswa dan semua pihak yang telah banyak membantu baik moril
dan materil dalam menyelesaikan laporan kerja praktek ini.
Yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama siswa melaksanakan
prakerin di PLTU(PERSERO)BENGKAYANG pupuk Singkawang saya menyadari laporan
ini sangat jauh dari sempurna dimana masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan
dalam berbagai hal untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun. Dan semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca.
Singkawang, 29 Desember 2021
Penyusun
RESTU
iv
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN
KOP LAPORAN
LEMBAR JUDUL ................................................................................i
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING......................................... ii
LEMBAR PERSETUJUAN PENGUJI................................................iii
KATA PENGANTAR .........................................................................iv
DAFTAR ISI ......................................................................................v
DAFTAR TABEL ...............................................................................vi
DAFTAR GAMBAR............................................................................vii
BAB (I) PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................1
1.2 Batasan Masalah........................................................................2
1.3 Rumusan Masalah......................................................................2
1.4 Tujuan ........................................................................................2
BAB (II) LANDASAN TEORI...............................................................3
2.1 Motor 3 Fasa...............................................................................3
2.2 Stator..........................................................................................4
2.3 Belitan Stator..............................................................................4
2.4 Rotor......................................................................................... 5
2.5 Kipas Rotor............................................................................... 6
2.6 Terminal Box............................................................................. 6
v
2.7 Bearing......................................................................................7
2.8 Poros.........................................................................................7
BAB (III) PEMBAHASAN ....................................................................8
3.1 Pengertian Motor 3 Fasa.............................................................8
3.2 Konstruksi Motor 3 Fasa.............................................................9
3.3 Prinsip Kerja Motor 3 Fasa........................................................10
BAB (IV) PENUTUP..........................................................................11
4.1 Kesimpulan................................................................................11
4.2 Saran.........................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................13
LAMPIRAN........................................................................................14
vi
DAFTAR GAMBAR
HALAMAN
Gambar 2.1 Bagian Motor 3 Fasa ....................................................3
Gambar 2.2 Stator............................................................................4
Gambar 2.3 Rotor Kumparan ...........................................................5
Gambar 2.4 Rotor Sangkar...............................................................5
Gambar 2.5 Kipas Rotor...................................................................6
Gambar 2.6 Terminal Box.................................................................6
Gambar 2.7 Bearing..........................................................................7
Gambar 2.8 Poros.............................................................................7
vii
PROFIL PERUSAHAAN
Berikut ini merupakan informasi mengenai profil perusahaan:
- Nama Perusahaan: PLTU 3 Site Parit Baru Bengkayang
- Pemilik : PT. PLN (Persero)
- Luas Pabrik : 44,3 Hektar
- Daya Output : 2 × 50 MW
- Masa Pengujian : September 2018
- Masa Operasional : Desember 2018 - Sekarang
- Pengelola : UPDK Singkawang
- Bahan bakar utama : Batu Bara
Adapun untuk melihat kondisi area PLTU 3 Site Parit Baru Bengkayang
dapat dilihat pada gambar 2.1.
Gambar 2.1 Area Perusahan
(Sumber: PLTU Bengkayang 2 × 50 MW, 2020)
viii
SEJARAH PERUSAHAAN
Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia
mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di
bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan
sendiri.
Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan-
perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada
pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.
Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada
Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini
dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi
Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat
berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-
perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober
1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah
Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit
tenaga listrik sebesar 157,5 MW.
Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-
PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di
bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965.
Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik
Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas
Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.
ix
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Energi listrik merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia, listrik
memegang peran penting dalam segala aspek kehidupan. Penggunaannya
sangat vital untuk kesejahteraan hidup umat manusia, menuntut masyarakat
yang menginginkan pelayanan listrik yang berkualitas dan bermutu baik untuk
menunjang segala kebutuhan manusia. Contoh penggunaan listrik sehari-hari
pemakaiannya dalam skala besar adalah kebutuhan wirausaha dan pemerintah
seperti pada pabrik-pabrik dan gedung-gedung perkantoran sedangkan untuk
pemakaian skala kecil seperti penerangan kebutuhan rumah tangga dan
sekolah.
Oleh karena itu, pasokan energi listrik harus tetap dijaga kestabilannya ke
masyarakat. Di Indonesia kita, mempunyai perusahaan yang mendistribusikan
dan energi listrik ke seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke yaitu
[Link] (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pembangkit energi listrik adalah mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk
energi listrik seperti PLTD, PLTA, PLTU dan lain-lain. Pembangkit Listrik Tenaga
Uap (PLTU) termasuk jenis pembangkit listrik konvensional, pembangkit untuk
mendapatkan energi listrik dari energi primer. Proses PLTU dengan mengubah
dari energi kimia diubah menjadi energi gerak lalu diubah lagi ke energi listrik.
1
1
1.2 Rumusan Masalah
Motor AC 3 fasa bekerja dengan memanfaatkan perbedaan fasa sumber
untuk menimbulkan gaya putar pada rotornya. Jika pada motor AC 1 fasa untuk
menghasilkan beda fasa diperlukan penambahan komponen kapasitor, pada motor 3
fasa perbedaan fasa sudah dapat langsung dari sumber.
1. Komponen-komponen motor 3 fasa
2. Prinsip kerja komponen motor 3 fasa
1.3 Batasan masalah
Agar pembahasan dapat berjalan dengan baik maka dibuatlah pembatasan
masalah sebagai berikut;
1. Pengertian motor 3 fasa
2. Cara kerja motor 3 fasa
1.4 Tujuan
Tujuan dalam pembuatan laporan prakerin yang berjudul Motor 3 Fasa ini
adalah:
1. Memenuhi persyaratan dalam kegiatan prakerin.
2. Mengetahui lebih nyata keadaan di dalam dunia kerja.
3. Diharapkan dapat memberikan manfaat dan informasi.
4. Membuat siswa untuk berfikir dan berusaha mencari referensi materi tentang
Motor 3 Fasa lebih mendalam lagi.
2
3
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Motor 3 Fasa
Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi
energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip
antara medan stator dan medan rotor. Motor induksi merupakan motor yang paling
banyak kita jumpai dalam industri.
.
Gambar 2.1 Motor 3 Fasa
3
2.2 Stator
Stator bagian dari mesin yang tidak berputar dan terletak pada bagian luar.
Dibuat dari besi bundar berlaminasi dan mempunyai alur-alur sebagai tempat
meletakkan kumparan.
Sumber: [Link] Sinye Agrotama
Gambar 2.2 Stator
2.3 Belitan Stator
Lilitan stator terdiri atas beberapa kumparan, yang dipasang dalam alur-alur
inti stator. Pada kumparan stator terdapat sisi kumparan yang terletak dalam alur-
alur, dan kepala-kepala kumparan yang menghubungkan sisi-sisi kumparan diluar
alur-alur satu sama [Link]-tiap kumparan terdiri atas satu atau lebih lilitan menurut
besar tegangan.
4
2.4 Rotor
2.4.1 Rotor Sangkar
Bagian dari mesin yang berputar bebas dan letaknya di bagian dalam.
Terbuat dari besi laminasi yang mempunyai slot dengan batang alumunium tembaga.
Sumber: Nurul Hidayat Alumni Mekatronika Tahun 2015
Gambar 2.4.1 Rotor Sangkar
2.4.2 Rotor Kumparan
Kumparan dihubungkan bintang di bagian dalam dan ujung yang lain
dihubungkan dengan slipring ketahanan luar. Kumparan dapat dikembangkan
menjadi pengaturan kecepatan putaran motor. Pada kerja normal slipring hubung
singkat secara otomatis, sehingga rotor bekerja seperti rotor sangkar.
Gambar 2.4.2 Rotor Kumparan
5
5
2.5 Kipas Rotor
Kipas yang berbentuk baling-baling adalah bagian yang berputar dan satu
poros dengan rotor motor. Bagian kipas terlindungi oleh rumah kipas berbentuk kisi-
kisi atau tralis.
Gambar 2.5 Kipas Rotor
2.6 Terminal Box
Terminal Box untuk Motor 3 Fasa dengan settingan konfigurasi delta, beserta
ground / earth yang tidak terpasang
6
2.7 Bearing
Bearing adalah sebuah elemen mesin yang berfungsi untuk membatasi
gerak relatif antara dua lebih komponen mesin agar selalu bergerak pada arah
yang diinginkan.
Gambar 2.7 Bearing
2.8 Poros
Secara istilah poros adalah elemen mesin yang berbentuk batang dan
umunnya berpenampang lingkaran, berfungsi untuk memindahkan putaran atau
mendukung sesuatu beban dengan atau tanpa meneruskan daya.
Gambar 2.8 Poros
7
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Motor 3 Fasa
Motor AC 3 phase bekerja dengan memanfaatkan perbedaan fasa sumber
untuk menimbulkan gaya putar pada rotornya. Jika pada motor AC 1 phase untuk
menghasilkan beda phase diperlukan penambahan komponen Kapasitor, pada motor
3 phase perbedaan phase sudah didapat langsung dari sumber.
3.1.1 Keuntungan Dan Kerugian Motor
Contoh keuntungan pada penggunaan motor 3 fasa :
● Konstruksi sangat kuat dan sederhana terutama bila motor dengan rotor sangkar.
● Harganya relatif murah untuk industri dan kehandalannya tinggi.
● Effisiensi relatif tinggi pada keadaan normal dan tidak ada sikat sehingga rugi.
● Gesekan kecil dan pemeliharaan relatif murah.
8
8
Contoh Kerugian Pada Penggunaan Motor 3 Fasa :
● Kecepatan tidak mudah dikontrol.
● Power faktor rendah pada beban ringan.
● Arus start biasanya 5 – 7 kali dari arus nominal.
3.2 Kontruksi Motor Listrik 3 Fasa
Motor induksi 3 fasa memiliki dua komponen dasar yaitu stator dan rotor ,
bagian rotor dipasangkan dengan bagian stator oleh celah udara yang sempit(air
gap) dengan jarak antara 0,4 mm sampai 4 mm. Tipe dari motot induksi tiga fasa
berdasarkan lilitan pada rotor dibagi menjadi dua macam yaitu rotor belitan
(wound rotor) adalah tipe motor induksi yang memiliki rotor terbuat dari lilitan yang
sama dengan lilitan statornya dan rotor sankar tupai (Squirr cage rotora) yaiutu
tipe moyor induksi dimana kontruksi rotor tersusun oleh beberapa batangan
logam yang dimasukkan melewati slot-slot yang ada pada rotor motor induksi,
kemudian setiap bagian disatukan oleh cincin sehingga membuat batangan logam
terhubung singkat dengan batangan dengan yang lain.
9
3.3 Prinsip Kerja Motor 3 Fasa
Apabila sumber tegangan 3 fase dipasang pada kumparan stator, akan
timbul medan putar dengan kecepatan seperti;
Ns = 120 f/P, dimana;
Ns = Kecepatan Putar
F = Frekuensi Sumber
P = Kutup Motor
Adanya arus (l) di dalam mrdan magnet akan menimbulkan gaya (F)
pada rotor. Bila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya (F) pada rotor cukup
besar untuk memikul kopel beban,rotor akan berputar searah dengan medan
putar stator. GGL induksi timbul karena terpotongnya batang kondsuktor
(rotor) oleh medan putar [Link] agar GGL induksi tersebut
timbul,diperlukan adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan putar
stator (ns) dengan kecepatan berputar rotor (nr), rotor berputar karena adanya
medan magnet pada stator dan melalui air gap, rotor berputar searah dengan
mesin yang dihidupkan.
10
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Motor listrik 3 fasa adalah mesin yang mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik.
● Medan putar stator tersebut akan mengimbas penghantar yang ada pada rotor
sehingga pada rotor timbul tegangan induksi.
● Tegangan yang terjadi pada rotor menyebabkan timbulnya arus pada penghantar
rotor
● Stator : Merupakan bagian motor yang tetap
● Rotor : Merupakan bagian dari motor yang bergerak
Berdasarkan kontruksinya stator terdiri dari bagian – bagian antara lain:
● Inti besi (tempat slot kumparan)
● Kumparan stator
Sedangkan jenis rotor dibedakan menjadi:
● Rotor sangkar
● Rotor lilit
13
4.2 Saran
1. Tingkatkan jiwa semangat dan mandiri dalam berusaha.
2. Tingkatkan bakat dan keahlian yang ada.
3. Menpermudah mengamati gerak mesin motor 3 fasa.
4. Jadikan prakerin sebagai ajang penerapan ilmu yang telah diperoleh di sekolah.
5. Perlu adanya persiapan yang matang dalam melakukan prakerin sehingga
dapat memperlancar jalannya prakerin.
6. Meningkatkan daya fikir dan mental siswa.
13
DAFTAR PUSTAKA
Laporan Nurul Hidayat Alumni Mekatronika Angkatan 2015
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
13
Lampiran;
SOP BUDAYA KERJA
[Link] (PERSERO) BENGKAYANG
PERATURAN PABRIK:
- MASUK JAM 8 PAGI (HARI JUMAT MASUK JAM 07.00)
- WAJIB MEMAKAI HELM SAFETY
- WAJIB MEMAKAI SEPATU SAFETY
- WAJIB MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN
- ISOMA JAM 11.00 sd 01.00 WIB
- SENAM DI HARI JUMAT (WAJIB)
- JAM PULANG KERJA JAM 16.00 WIB
PERATURAN ANAK MAGANG:
Waktu Dan Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Adalah Sebagai Berikut:
Waktu pelaksanaan : 2 Agustus 2021 sampai 29 Desember 2021
Lokasi : PT. PLN PERSERO BENGKAYANG
Jam kerja : 08.00-16.00 WIB (Senin sd Kamis)
07.00-16.00 WIB (Jumat)
- WAJIB MEMAKAI K3 DI PERUSAHAAN
- HARI JUMAT WAJIB MENGIKUTI SENAM ATAU BAKTI SOSIAL
- WAJIB MEMAKAI SEPATU SEFETY
- WAJIB MEMAKAI HELM SEFETY
- HARUS MENGIKUTI ARAHAN PEMBIMBING ATAU OPERATOR
- WAJIB MEMAKAI MASKER SAAT BERADA DI LOKASI KERJA (TEMPAT
BERDEBU)
- DI LARANG BERKELIARAN SENDIRIAN SAAT DI LOKASI PABRIK YG
SEDANG BEROPERASI
- DI LARANG MEROKOK
- WAJIB BERSIKAP SOPAN KEPADA ATASAN
13
SOP LANGKAH KERJA
PT.(PERSERO) BENGKAYANG
PERBAIKAN SEAL MOV (Motor Operation Valve) DI PURNIS;
- SIAPKAN ALAT-ALAT YG DI BUTUHKAN UNTUK MEMBONGKAR MOV
- SIAPKAN ALAT UNTUK MENGETEST MOV
- DALAM PERBAIKAN PASTIKAN MOV HARUS DALAM KEADAAN MATI (0FF)
- BUKA SEMUA BAUT-BAUT YANG ADA DI MOV DAN BUKA,
- SEGERA CEK SETIAP KOMPONEN-KOMPONEN YANG ADA DI DALAM MOV
DAN PASTIKAN KOMPONEN YANG LAINNYA AMAN
- GANTI KOMPONEN MOV YANG ADA DI PURNIS YAITU SEAL YANG SUDAH
MULAI AUS HARUS DI GANTI BARU KARENA SEAL YANG LAMA SUDAH
AUS SAMPAI MENGAKIBATKAN BOCOR ( KELUARNYA AIR YANG DI
TAHAN MOV KARENA SEALNYA YANG SUDAH TIDAK LAYAK UNTUK
DIPAKAI)
- SIAPAN SEAL DAN UKUR SEAL SESUAI DENGAN SEAL YANG LAMA
SETELAH ITU MASUKKAN KE MOV DI BAGIAN VALVENYA
- SETELAH SEMUANYA SELESAI DI PASANG KEMBALI, PASTIKAN MOV
YANG KITA PERBAIKI BENAR- BENAR BETUL (BENAR)
- SETELAH SEMUANYA SUDAH SIAP SEGERA KEMASKAN BARANG-BARANG
KEMBALI DAN KEMBALIKAN KE WORKSHOP
- SEBELUM ITU PASTIKAN FOTO BARANG ATAU MOV YANG KITA PERBAIKI
UNTUK MENJADI DOKUMENTASI UNTUK KITA
13