0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan5 halaman

Manajemen Pemasaran oleh Fathul Aminudin

Makalah ini membahas tentang manajemen pemasaran dengan mengutip teori-teori pemasaran dari para ahli seperti Philip Kotler. Terdapat pembahasan mengenai konsep pemasaran, jenis produk, atribut produk, dan manajemen pemasaran.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan5 halaman

Manajemen Pemasaran oleh Fathul Aminudin

Makalah ini membahas tentang manajemen pemasaran dengan mengutip teori-teori pemasaran dari para ahli seperti Philip Kotler. Terdapat pembahasan mengenai konsep pemasaran, jenis produk, atribut produk, dan manajemen pemasaran.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANAJEMEN PEMASARAN

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Islamic Marketing
Dosen Pengampu: Dr. H Fathul Aminudin Aziz MM.
Kelompok 11
Disusun oleh :
1. Maulida Azifatul Uyun 214110201126
2. Linda Mei Nur Fajriah 214110201169
3. Ratih Hasna fauziyah 214110201262

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI PROF. K.H. SAIFUDDIN ZUHRI
PURWOKERTO
2022
BAB I
PENDAHULUAN

Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh
perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk
mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena
pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung
berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan
sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar. Dalam
era persaingan usaha yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku bisnis
yang ingin memenangkan kompetisi dalam persaingan pasar akan memberikan
perhatian penuh pada strategi pemasaran yang dijalankannya. Produk-produk
yang dipasarkan dibuat melalui suatu proses yang berkualitas akan memiliki
sejumlah keistimewaan yang mampu meningkatkan kepuasan konsumen atas
penggunaan produk tersebut. Dengan demikian pelanggan mau dan rela untuk
kembali menikmati apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan menjadi pelanggan
yang setia bagi perusahaan. Sedangkan untuk dapat mendistribusikan kualitas
dibidang jasa merupakan hal yang tidak mudah. Oleh karena itu, dalam proses
pendistribusian barang kepada konsumen harus ada perhatian penuh dari
manajemen pemasaran paling atas hingga karyawan level bawah.
Salah satu masalah pokok yang menjadi kendala dalam pemasaran adalah
banyaknya saingan didalam pasar itu sendiri baik dari produk sejenis maupun dari
produk lain. Hal tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus
dimenangkan oleh suatu perusahaan jika ingin eksis didalam persaingan bisnis.
Persaingan yang semakin tajam dan perubahan-perubahan yang terus terjadi harus
dapat dijadikan pelajaran oleh manajemen pemasaran agar dapat secara proaktif
mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi baik untuk masa sekarang dan
akan datang.1

BAB II

1
Muhammad Firdaus. 2008,manajemen agribisnis. PT Bumi Aksara Jakarta
TEORI

A. Teori Philip Kotler


Dalam kondisi bisnis seperti pada masa sekarang ini konsep pemasaran harus
digunakan untuk mencapai sukses bagi perusahaan. Pemasaran berawal dari
suatu ide bahwa untuk mencapai laba jangka panjang perusahaan harus dapat
memahami konsumen beserta keinginannya.2 Sehingga perusahaan harus
membagi konsumen ke dalam beberapa segmen dan menganalisis keinginan
dari masing-masing segmen tersebut.
Philip Kotler dalam bidang manajemen mengatakan sebagai berikut: Tujuan
pemasaran adalah membuat agar penjualan berlebih-lebihan dan mengetahui
dan memahami konsumen dengan baik sehingga produk atau pelayanan cocok
dengan konsumen tersebut dan laku dengan sendirinya. 3 Konsep pemasaran
yaitu untuk mencapai tujuan perusahaan maka harus mengetahui dan
menentukan kebutuhan dan keinginan konsumen atau pasar sasaran serta
memberikan kepuasan yang efektif dan efisien dibanding dengan perusahaan
pesaing.
Produk adalah merupakan titik sentral dari kegiatan marketing. Semua
kegiatan marketing lainnya digunakan untuk menunjang pemasaran produk.
Satu hal yang perlu diingat ialah bagaimanapun hebatnya usaha promosi
distribusi dan harga yang baik jika tidak diikuti oleh produk yang bermutu dan
disenangi oleh konsumen maka kegiatan marketing mix ini tidak akan
berhasil. Oleh sebab itu perlu diteliti produk apa yang anda pasarkan
bagaimana selera konsumen masa kini perlu mendapat perhatian serius.4

2
Basu Swastha, Manajemen Penjualan: Edisi Ketiga, (Yogyakarta: BPFE Yogyakarta,1989), hal.34-
35
3
Philip Kotler, Marketing, Jilid 1, (Jakarta: Erlangga, 1987), hal. 2
4
Buchari Alma, Kewirausahaan: untuk Mahasiswa dan Umum, Edisi Revisi, cet 9,
(Bandung:Alfabeta, 2005), hal. 181
Jenis produk adalah unit produk yang bisa dibedakan menurut ukuran, harga,
penampilan, atau beberapa atribut lain.5 Jenis-jenis produk untuk tujuan
pemasaran dibedakan menjadi empat golongan, yaitu:
1. Barang Konvenien (convenien goods) adalah produk yang dibeli oleh
penjual/pemilik toko dalam jumlah sedikit, namun selalu tersedia.
Misalnya sigaret, minuman ringan, korek api, sabun dan lain-lain.
2. Barang shopping (shopping goods) adalah sesuai dengan namanya, maka
ketika konsumen akan membeli, mereka akan melihat beberapa toko dan
melakukan perbandingan-perbandingan atas kualitas, kesesuaian atau
harga. Barang yang tergolong dalam shopping goods adalah pakaian, alat
rumah tangga, elektronik, peralatan rumah tangga dan lain-lain.
3. Barang spesial (specialty goods) adalah semua barang yang dibeli
konsumen apabila barang tersebut memiliki brand khusus karena dianggap
lebih hebat dengan brand yang lain. Contohnya berlian, permata, mobil.
4. Barang tidak menarik (unsought goods) adalah barang yang belum
diketahui oleh konsumen atau yang sudah diketahui oleh konsumen tapi
tidak terpikir untuk membelinya. Contohnya, asuransi, kapling lianglahat,
batu nisan dan ensiklopedia.

Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh


konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Atribut
Produk meliputi merek, kemasan, jaminan (garansi), pelayanan dan
sebagainya.6 Para konsumen memberikan perhatian besar pada atribut yang
memberikan manfaat yang dicarinya. Pasar produk tertentu sering dapat
disegmentasi berdasakan atribut yang menonjol bagi kelompok konsumen
yang berbeda-beda.7

Atribut produk itu adalah suatu komponen yang merupakan sifat-sifat produk
yang menjamin agar produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan yang diharapkan oleh pembeli serta unsur-unsur produk yang

5
Philip Kotler, Marketing,hal. 189
6
Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran,ed 2, (Yogyakarta: ANDI,1997), hal. 103
7
Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Edisi 12 Jilid 1,hal.238
dipandang penting oleh konsumen dan memiliki perbedaan dibandingkan
pesaing akan dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan pembelian.
Misalnya:

1. Lipstick. Pilihan warna, tidak mudah luntur, kelembapan, harga.


2. Obat kumur. Warna, efektifitas, kemampuan membunuh kuman, harga,
rasa/aroma.
Bagi perusahaan pemasar atribut produk merupakan salah satu strategi untuk
memenangkan persaingan pasar. hal tersebut karena atribut merupakan alat
pembeda produk perusahaan dengan produk pesaing. Atribut produk terdiri
atas dua jenis, yaitu:
1. Atribut yang berwujud (tangible) adalah ciri produk yang dapat dilihat,
antara lain harga, kemasan, kualitas desain produk, label dan warna.
2. Atribut tak berwujud (intangible) adalah ciri produk yang tidak dapat
diihat secara langsung, seperti nama baik dan popularitas dari perusahaan
penghasil produk tersebut.
Menurut Kotler manajemen pemasaran adalah penganalisisan, perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan
pertukaran dengan pasar yang dituju untuk mencapai tujuan perusahaan
(Kotler, 1980). Untuk lebih memahami tentang manajemen pemasaran,
berikut pengertian manajemen pemasaran beberapa ahli.

Common questions

Didukung oleh AI

Philip Kotler's marketing principles guide companies in product differentiation by emphasizing a deep understanding of consumer needs and preferences, allowing businesses to customize their offerings effectively . Key to this is the strategic use of product attributes and innovative features that cater to specific consumer segments. Companies are encouraged to analyze market trends and leverage technology and design to add unique value . By aligning differentiation strategies with consumer insights, businesses can create compelling and exclusive value propositions that not only meet but exceed market expectations, enhancing customer loyalty and sustaining competitive advantage .

Philip Kotler highlights that the core objectives of marketing management are to understand and meet consumers' needs and desires effectively, making the product or service naturally attractive to consumers . This approach leads to sales without excessive effort because the product aligns well with consumer expectations, ensuring satisfaction and fostering long-term loyalty. Consequently, this strategic fulfillment of consumer needs contributes significantly to the long-term profitability and success of a business, as it addresses the foundations of customer retention and competitive advantage .

Market segmentation enhances a company's marketing efforts by allowing it to precisely target distinct groups of consumers based on shared characteristics and preferences . According to Kotler’s principles, this approach helps companies tailor their marketing mix—product, price, place, and promotion—to meet the specific needs of each segment, improving customer satisfaction and engagement. It enables better allocation of resources, more effective communication, and increased retention rates. By thoroughly understanding each segment’s unique desires, companies can innovate and position themselves strategically, offering products and services that resonate more deeply with targeted consumer bases .

Product attributes play a crucial role in strategic marketing by serving as the elements through which a product satisfies consumer needs and creates differentiation from competitors. Attributes include tangible components such as packaging, quality, and design, as well as intangible elements like brand reputation and perceived benefits . These attributes help in crafting a distinct market position and serve as critical points in consumer decision-making, enabling marketers to target specific consumer segments with tailored messages that highlight these attributes' uniqueness and benefits compared to competing products .

Maintaining product quality in a competitive market involves several challenges, such as cost management, consumer expectations, and technological advancements . Companies must invest in continuous improvement and quality assurance processes to meet and exceed evolving standards. Strategies include adopting efficient production methods, leveraging new technologies for quality control, and regularly updating product offerings to incorporate consumer feedback. Additionally, robust supplier relationships are crucial for ensuring quality raw materials. These strategies enable companies to differentiate their offerings, maintain brand reputation, and ensure customer satisfaction, leading to sustained market success .

In a competitive business environment, marketing management should adopt several proactive measures to anticipate market changes: continuous market research to understand emerging trends and consumer behavior shifts, innovation in product development to address unmet needs, analysis of competitor strategies to identify potential threats, and agility in marketing tactics to quickly adapt to new opportunities . These measures include scenario planning and investing in data analytics for predictive insights. By maintaining a keen focus on internal capabilities and external market dynamics, companies can stay ahead and sustainably adapt to evolving market landscapes .

The classification of unsought goods significantly affects their marketing strategies as these products are either not yet known to consumers or not actively considered for purchase. Marketing strategies for unsought goods focus on increasing awareness and creating necessity through aggressive promotions, informative campaigns, and personal selling efforts to emphasize the products' benefits and relevance . This often involves educating potential customers about the value and applicability of the products, leveraging emotional appeals or aligning with life events or necessities where they become pertinent, hence driving demand and ultimately facilitating market penetration .

Philip Kotler emphasizes the necessity of a strong understanding of consumers to ensure that a company's products and services align with their needs and desires, promoting natural sales and customer satisfaction . This understanding allows businesses to tailor their offerings and marketing strategies effectively, resulting in products that essentially sell themselves because they resonate with target markets. Such insights are vital for creating relevant value propositions and maintaining a competitive edge by anticipating and meeting current and future consumer expectations efficiently .

Balancing marketing mix elements—product, price, place, and promotion—is crucial in achieving marketing objectives because it ensures a cohesive strategy that aligns with consumer needs and competitive dynamics . A well-integrated marketing mix leads to improved brand positioning, efficient resource allocation, and optimized consumer interactions. Each element supports and enhances the others; for example, a high-quality product needs appropriate pricing strategies to signal value, suitable distribution channels to ensure accessibility, and effective promotions to create awareness and demand. Achieving this balance increases the overall effectiveness of marketing efforts and supports sustainable success .

Different types of goods affect consumer purchasing behavior based on how they are categorized: convenience goods, shopping goods, specialty goods, and unsought goods . Convenience goods are typically bought frequently with minimal effort; thus, marketing strategies focus on availability and visibility. Shopping goods require consumers to compare quality and price; marketers emphasize differentiation and customer service. Specialty goods, associated with specific brands or perceived uniqueness, leverage brand loyalty and unique selling propositions. Unsought goods need aggressive marketing to raise awareness or create perceived necessity, often relying on promotions and informational strategies .

Anda mungkin juga menyukai