Katalog : 2303014.
6205
BOOKLET
KETENAGAKERJAAN
KABUPATEN BARITO UTARA
.id
go
s.
p
.b
ab
2021
tk
aru
//b
s:
tp
ht
BADAN PUSAT STATISTIK
KABUPATEN BARITO UTARA
BOOKLET
KETENAGAKERJAAN
.id
KABUPATEN BARITO UTARA
go
s.
p
.b
ab
tk
aru
//b
s:
2021
tp
ht
BOOKLET KETENAGAKERJAAN
KABUPATEN BARITO UTARA
2021
ISSN : 2962-7583
No. Publikasi : 62050.2235
Katalog : 2303014.6205
.id
Ukuran Buku : 14,8 x 21 cm go
s.
Jumlah Halaman : xii + 11 halaman
p
.b
Naskah :
ab
Badan Pusat Statistik Kabupaten Barito Utara
tk
Tata Letak, Gambar Kulit, dan Infografis :
ru
Badan Pusat Statistik Kabupaten Barito Utara
a
//b
Sumber Ilustrasi Infografis :
[Link]
s:
tp
Penyunting :
ht
Badan Pusat Statistik Kabupaten Barito Utara
Diterbitkan Oleh :
© Badan Pusat Statistik Kabupaten Barito Utara
Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan,
dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh buku ini untuk
tujuan komersil tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik.
TIM PENYUSUN
Penanggung Jawab Umum
Ahmad
Nasrullah
Penyusun
.id
go
Victoria Intan
Vagusantyasari
s.
Tata Letak
p
.b
Victoria Intan Vagusantyasari
ab
tk
Infografis
ru
Victoria Intan Vagusantyasari
a
//b
s:
Gambar
Kulit
tp
Victoria Intan Vagusantyasari
ht
Penyunting
Ristiana Wandini
ht
tp
s:
//b
a ru
tk
ab
.b
p s.
go
.id
KATA PENGANTAR
Booklet Ketenagakerjaan Kabupaten
Barito Utara 2021 merupakan publikasi
yang berisi indikator-indikator utama
terkait hasil Survei Angkatan Kerja
.id
Nasional (SAKERNAS) Agustus 2021 yang
go
dilaksanakan di Kabupaten Barito Utara.
s.
Penyusunan booklet ini bertujuan untuk
p
memberikan gambaran yang lebih ringkas
.b
tentang ketenagakerjaan di Kabupaten
ab
Barito Utara. Kepada semua pihak yang
tk
ru
telah membantu terbitnya booklet ini
a
disampaikan penghargaan dan ucapan
//b
terima kasih. Saran dan kritik dari
s:
pengguna sangat diharapkan demi
tp
kesempurnaan booklet edisi berikutnya.
ht
Muara Teweh, Desember 2022
Kepala BPS Kabupaten Barito Utara
Ahmad Nasrullah, SST
v
ht
tp
s:
//b
a ru
tk
ab
.b
p s.
go
.id
DAFTAR ISI
v Kata Pengantar
vii Daftar Isi
viii Konsep dan Definisi
.id
ix Penjelasan Teknis go
xii Struktur Ketenagakerjaan
p s.
1 Indikator Ketenagakerjaan 1
.b
ab
2 Indikator Ketenagakerjaan 2
tk
3 Karakteristik Penduduk Bekerja menurut Tingkat Pendidikan Terakhir
ru
4
a
Karakteristik Penduduk Bekerja menurut Lapangan Usaha
//b
5 Karakteristik Penduduk Bekerja menurut Status pada Pekerjaan Utama
s:
tp
6 Karakteristik Pengangguran menurut Tingkat Pendidikan Terakhir
ht
7 Karakteristik Pekerja Tidak Penuh
8 Karakteristik Setengah Pengangguran Terpaksa dan Sukarela
9 Standar Pelayanan Statistik Terpadu (PST)
10 Alur Pelayanan Statistik Terpadu (PST)
vii
KONSEP DAN DEFINISI
Penduduk Usia Kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas
Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi
yaitu mereka yang bekerja atau yang punya pekerjaan namun sementara
tidak bekerja dan pengangguran
Bekerja adalah kegiatan melakukan pekerjaan dengan maksud
memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan
paling sedikit selama satu jam berturut-turut dalam seminggu yang
.id
lalu go
s.
Pengangguran meliputi penduduk yang tidak bekerja dan sedang
p
mencari pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha baru, atau merasa
.b
tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (putus asa) atau sudah diterima
ab
bekerja tetapi belum mulai bekerja
tk
ru
TPAK (Partisipasi Angkatan Kerja) adalah persentase jumlah angkatan
kerja terhadap jumlah penduduk usia kerja
a
//b
s:
TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) adalah persentase jumlah
tp
pengangguran terhadap angkatan kerja
ht
Employment to Population Ratio (EPR) atau rasio kesempatan kerja
adalah persentase penduduk yang bekerja terhadap penduduk usia
kerja
Pekerja tidak penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam normal
(<35 jam), yang dibedakan menjadi 2 yaitu setengah pengangguran
terpaksa dan setengah pengangguran sukarela
viii
NJEL ASAN
PE
TEKNIS
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
Secara umum, kegunaan indikator ini adalah untuk mengindikasikan
besarnya penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang aktif secara
ekonomi di suatu wilayah, dan menunjukkan besaran pasokan tenaga
kerja yang tersedia untuk produksi barang dan jasa dalam suatu
perekonomian. TPAK diukur sebagai persentase jumlah angkatan kerja
terhadap jumlah penduduk umur kerja.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Merupakan ukuran yang memberikan gambaran mengenai seberapa
besar pengangguran yang ada. TPT merupakan persentase penduduk
angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan di antara penduduk
.id
usia kerja yang siap kerja (membutuhkan pekerjaan), tetapi belum
mendapatkan pekerjaan. go
p s.
Tingkat Kesempatan Kerja /Employment to Population Ratio (EPR)
.b
Didefinisikan persentase penduduk usia kerja yang berstatus bekerja
ab
terhadap penduduk usia kerja. Persentase yang tinggi berarti sebagian
besar penduduk suatu negara adalah bekerja, dan sebaliknya persentase
rendah berarti bahwa sebagian besar penduduk tidak terlibat langsung
tk
dalam kegiatan yang berhubungan dengan pasar, karena mereka
ru
menganggur atau (lebih mungkin) tidak termasuk dalam angkatan kerja,
yang sering disebut sebagaiBukan Angkatan Kerja (BAK).
a
//b
s:
Tingkat Setengah Pengangguran
tp
Indikator ini menggambarkan persentase penduduk yang tergolong
ht
setengah pengangguran yaitu penduduk usia kerja yang bekerja kurang
dari jam kerja normal (35 jam) dalam seminggu. Indikator ini dihitung dari
persentase penduduk setengah pengangguran terhadap penduduk
angkatan kerja.
Indikator ini bermanfaat untuk dijadikan acuan dalam meningkatkan
utilisasi, kegunaan, dan produktifitas kerja.
Penduduk yang Bekerja Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang
Ditamatkan
Kategorisasi menurut pendidikan terakhir yang ditamatkan dapat membantu
dalam memahami kualitas tenaga kerja dan tingkat pembangunan suatu
wilayah. Tingkat pendidikan tenaga kerja dapat dijadikan bahan evaluasi
untuk menghadapi dinamika pasar tenaga kerja. Seiring perkembangan
zaman, persaingan tenaga kerja tidak hanya ditingkat lokal namun sudah
global. Indikator ini penting untuk dijadikan bahan evaluasi tentang jenis
lapangan pekerjaan yang perlu disediakan pemerintah yang disesuaikan
dengan tingkat pendidikan tenaga kerja.
ix
NJEL ASAN
PE
TEKNIS
Penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha
Klasifikasi lapangan perkerjaan disajikan dalam 17 kategori lapangan
usaha yang mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI) 2015 yang berdasarkan International Standard
Industrial Classification (ISIC) Revisi 4.
Penduduk yang bekerja menurut status pekerjaan utama
Kategorisasi menurut status pekerjaan utama dapat membantu dalam
memahami dinamika pasar tenaga kerja dan tingkat pembangunan suatu
.id
wilayah. Status pekerjaan adalah kedudukan seseorang dalam melakukan
suatu pekerjaan. Informasi mengenai status dalam pekerjaan utama dalam
Sakernas adalah berusaha sendiri;berusaha dibantu buruh tidak
go
tetap/buruh tak dibayar;berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar;
buruh/karyawan/ pegawai; pekerja bebas di pertanian; pekerja bebas di
s.
nonpertanian; dan pekerja keluarga/tak dibayar.
p
.b
ab
Pengangguran menurut tingkat pendidikan terakhir yang
tk
ditamatkan
Tingkat pengangguran menurut pendidikan memberikan gambaran
ru
adanya penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada
tingkat pendidikan tertentu. Kategori yang digunakan dalam indikator ini
a
berdasarkan STANDARD CLASSIFICATION OF EDUCATION-ISCED-97
//b
atau tingkat standar internasional klasifikasi pendidikan.
Pengelompokannya adalah : 1. Tidak pernah bersekolah; 2. Sekolah dasar
s:
yaitu yang memiliki pendidikan tidak/ belum tamat SD sederajat; 3. SMP
sederajat; 4. Sekolah menengah (SMA sederajat); dan 4. Sekolah Tinggi
tp
(Diploma/Sarjana).
ht
Pekerja tidak penuh
Dalam hal jam kerja normal, BPS menggunakan batasan 35 jam seminggu.
Apabila seseorang bekerja kurang dari 35 jam seminggu, maka dia masuk
pada kategori pekerja tidak penuh yang kemudian dapat dibedakan
kedalam setengah pengangguran terpaksa dan setengah pengangguran
sukarela. Persentase pekerja tidak penuh secara kasar dapat dijadikan
sebagai indikator untuk melihat seberapa besar produktifitas pekerja.
X
NJEL ASAN
PE
TEKNIS
Setengah pengangguran terpaksa dan sukarela
Setengah pengangguran terpaksa adalah mereka yang jumlah jam
kerjanya kurang dari jam kerja normal (35 jam) dalam seminggu yang
lalu, dengan kondisi:
(1)Mereka yang dengan sukarela mencari pekerjaan tambahan, meliputi:
a. Mereka yang menginginkan pekerjaan lain untuk menambah jam
kerjanya dari pekerjaannya yang sekarang;
b. Mereka yang menginginkan mendapat ganti dari pekerjaannya yang
sekarang dengan pekerjaan lain yang mempunyai jam kerja lebih banyak;
.id
(2) Mereka yang bersedia menerima pekerjaan tambahan. Sedangkan
go
setengah pengangguran sukarela adalah mereka yang jumlah jam
kerjanya kurang dari jam kerjanormal (35 jam) dalam seminggu yang lalu
s.
tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan
p
yang lain.
.b
ab
tk
a ru
Pencari kerja
//b
Pada era persaingan modern saat ini, dimana tingkat pendidikan secara umum
s:
sudah meningkat, mendapatkan pekerjaan yang baik merupakan suatu hal yang
sangat penting bagi seseorang. Di tengah keterbatasan lapangan pekerjaan yang
tp
tersedia dan persaingan yang ketat dalam pasar tenaga kerja, tidaklah mudah
ht
untuk bisa memperoleh pekerjaan, terutama yang sesuai dengan bidang keahlian.
Melihat seberapa besar potensi pencari kerja di suatu wilayah merupakan salah
satu langkah yang dapat diambil dalam upaya untuk mengurangi pengangguran
dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di berbagai bidang pekerjaan. Secara
definisi, seseorang yang mencari pekerjaan atau pencari kerja merupakan bagian
dari pengangguran. Mereka yang dikategorikan sebagai pencari kerja adalah
mereka yang selama seminggu terakhir (masa referensi survei) tidak melakukan
aktifitas bekerja dan tidak pula sedang 'sementara tidak bekerja' serta mereka
mengaku sedang mencari pekerjaan.
xi
STRUKTUR
KETENAGAKERJAAN
Sumber data : Sakernas Agustus 2021
98.644 ORANG
(Penduduk Usia Kerja)
.id
go
p s.
.b
69.498 ORANG
ab
(Angkatan Kerja)
tk
ru
29.146 ORANG
a
//b
(Bukan Angkatan Kerja)
s:
tp
ht
65.928 ORANG 5.672(Sekolah)
ORANG
(Bekerja)
3.570 ORANG 21.812 ORANG
(Mengurus Rumah Tangga)
(Pengangguran)
1.662 ORANG
(Kegiatan Lainnya)
xii
INDIKATOR
TINGKAT PARTISIPASI KETENAGAKERJAAN
ANGKATAN KERJA (TPAK)
TINGKAT PENGANGGURAN
TERBUKA (TPT)
1
KABUPATEN BARITO UTARA TAHUN 2021
TPAK BARITO UTARA
Artinya, sebanyak 71 dari
70,45 100 penduduk usia kerja di
Barito Utara termasuk
.id
*tertinggi ke-5 di Kalimantan Tengah angkatan kerja
go
p s.
.b
TPT BARITO UTARA
ab
Artinya, pada tahun 2021 terdapat
5,14
tk
5 dari 100 penduduk angkatan
ru
kerja di Barito Utara yang tidak
a
terserap oleh lapangan pekerjaan,
//b
*tertinggi ke-4 di Kalimantan Tengah
dengan kata lain menganggur
s:
tp
ht
TPAK PEREMPUAN TPAK LAKI-LAKI
53,15 86,35
TPT PEREMPUAN TPT LAKI-LAKI
4,84 5,30
1
INDIKATOR
KETENAGAKERJAAN TINGKAT KESEMPATAN
KERJA (TKK)
2 TINGKAT SETENGAH
PENGANGGURAN (TSP)
KABUPATEN BARITO UTARA TAHUN 2021
Tingkat Kesempatan Kerja di
Barito Utara Tahun 2021
mencapai 94,86%
.id
Artinya, dari 100
go penduduk angkatan kerja
terdapat sekitar 95
s.
penduduk yang bekerja
p
.b
ab
Menurut Jenis Kelamin
tk
TKK Laki-laki TKK Perempuan
ru
94,70% 95,16%
a
//b
s:
tp
Tingkat Setengah Pengangguran
ht
di Barito Utara Tahun 2021
mencapai43,93%
Artinya, dari 100 penduduk
yang bekerja terdapat sekitar
44 penduduk yang bekerja
kurang dari 35 jam dalam
seminggu
2
KARAKTERISTIK PENDUDUK
BEKERJA
Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan
2021
SEKOLAH
SEKOLAH MENENGAH
DASAR PERTAMA
.id
go
36,07% pekerja di Barito Utara 19,87% pekerja di Barito Utara
s.
berpendidikan SD ke bawah berpendidikan SMP sederajat
p
.b
TPT 2,94% TPT 7,48%
ab
61,26% pekerja berpendidikan SD ke 69,21% pekerja berpendidikan SMP
tk
bawah adalah laki-laki sederajat adalah laki-laki
a ru
//b
29,61% pekerja di Barito Utara 14,46% pekerja di Barito Utara
s:
berpendidikan SMA sederajat berpendidikan perguruan tinggi
tp
TPT 8,40% 50,49% pekerja berpendidikan
ht
70,14% pekerja berpendidikan SMA perguruan tinggi adalah perempuan
sederajat adalah laki-laki
SEKOLAH
MENENGAH PERGURUAN
ATAS TINGGI
3
KARAKTERISTIK PENDUDUK
BEKERJA
Menurut Kategori Lapangan Usaha
Pertanian, Perkebunan, Kehutananm Pertambangan & Penggalian Transportasi, pergudangan, &
Perburuan, & Perikanan komunikasi
.id
go
39,03% 8,74% 1,18%
p s.
.b
ab
Konstruksi Listrik, Gas, & Air Minum Industri
tk
a ru
//b
s:
tp
4,91% 1,18% 6,13%
ht
Lembaga Keuangan, Real Estate,
Perdagangan, Rumah Makan, & Usaha Persewaan, & Jasa Jasa Kemasyarakatan, Sosial, &
Jasa Akomodasi Perusahaan Perorangan
19,22% 2,28% 17,33%
4
KARAKTERISTIK PENDUDUK
BEKERJA
Menurut Status Pada Pekerjaan Utama
Status Pada
Pekerjaan Utama
25,38% Pekerja bebas di
Berusaha Sendiri
pertanian
1,74%
Berusaha dibantu
.id
14,96% Pekerja bebas di
buruh tidak tetap go
non pertanian
1,44%
s.
Berusaha dibantu
2,09%
p
Pekerja
.b
buruh tetap
keluarga/pekerja 13,70%
ab
Buruh/karyawan/
tk
40,68% tak dibayar
ru
pegawai
a
//b
s:
tp
PEKERJA PEKERJA
ht
FORMAL INFORMAL
42,78 57,22
didominasi oleh laki- didominasi oleh laki-
laki sebesar 70,66% laki sebesar 58,62%
5
KARAKTERISTIK
PENGANGGURAN
Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang ditamatkan
TPT BARITO UTARA
5,14
.id
*tertinggi ke-4 di Kalimantan Tengah
go
s.
Persentase pengangguran menurut tingkat
p
.b
pendidikan terakhir yang ditamatkan
ab
tk
a ru
//b
s:
tp
ht
SD SMP SMA KE ATAS
Sekolah Dasar Sekolah Menengah Sekolah Menengah Atas Ke
Pertama Atas
20,17 29,66 50,17
6
KARAKTERISTIK
PEKERJA TIDAK PENUH
Jumlah Pekerja Tidak Penuh
pada tahun 2021 sebesar 28.961
.id
dengan persentase pekerja tidak penuh
go
82,75%
secara sukarela sebesar
s.
p
.b
ab
tk
Persentase Pekerja Tidak Penuh menurut kelompok
ru
umur pada tahun 2021
a
//b
s:
tp
ht
7
KARAKTERISTIK
SETENGAH
PENGANGGURAN
(Terpaksa dan Sukarela)
Pada tahun 2021 terdapat :
56,01% .id 43,99%
go
p s.
pekerja setengah pengangguran pekerja setengah pengangguran
.b
ab
tk
Pekerja setengah pengangguran terbanyak
ru
berada di pendidikan terakhir yang ditamatkan di
a
//b
SD dengan persentase sebesar 28,10%
s:
tp
ht
31,14% 29,34%
Pekerja setengah pengangguran terpaksa Pekerja setengah pengangguran sukarela
tertinggi berada di pendidikan terakhir tertinggi berada di pendidikan terakhir
yang ditamatkan di SMA yang ditamatkan di SD
8
ht
tp
s:
//b
a ru
tk
ab
.b
p s.
go
.id
ht
tp
s:
//b
a ru
tk
ab
.b
p s.
go
.id
ht
tp
s:
//b
a ru
tk
ab
.b
p s.
go
.id
.id
go
p s.
.b
ab
tk
a ru
//b
s:
tp
ht
BADAN PUSAT STATISTIK
KABUPATEN BARITO UTARA
Jl. Ahmad Yani No. 143, Muara Teweh, Barito Utara
Homepage: [Link] E-mail: bps6205@[Link]
Pelayanan Statistik Terpadu: 0821-5740-9997