0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan7 halaman

Hukum Bacaan Tahsinul Qur'an

Dokumen tersebut membahas hukum membaca isti'adzah, basmalah, dan surat dalam membaca Al-Quran. Terdapat empat cara yang diperbolehkan dalam membaca isti'adzah, basmalah, dan surat, yaitu memutus semua, menyambung basmalah dengan surat, menyambung isti'adzah dengan basmalah, dan menyambung semuanya. Dokumen ini juga membahas hukum membaca basmalah di antara dua surat dan basmalah p
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan7 halaman

Hukum Bacaan Tahsinul Qur'an

Dokumen tersebut membahas hukum membaca isti'adzah, basmalah, dan surat dalam membaca Al-Quran. Terdapat empat cara yang diperbolehkan dalam membaca isti'adzah, basmalah, dan surat, yaitu memutus semua, menyambung basmalah dengan surat, menyambung isti'adzah dengan basmalah, dan menyambung semuanya. Dokumen ini juga membahas hukum membaca basmalah di antara dua surat dan basmalah p
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATERI TAHSINUL QUR’AN

SABTU/ 25 MARET 2023


KELAS VII-VIII-IX
HUKUM MEMBACA ISTI’ADZAH, BASMALAH
DAN SURAT

A.          Hukum Membaca Isti’adzah


Seseorang qorri’ (pembaca Al-qur’an) bila ia hendak membaca Al-qur’an, baik pada awal
surat maupun di tengah-tengahnya, maka ia sunnah membaca ta’awwudz’ (doa minta
perlindungan kepada Allah dari godaan Syaitan).
Adapun dasar pengambilannya adalah Firman Allah pada surat An-Nahl ayat 98 juz 14.
‫ﻔﺈﺬﺍ ﻘﺮﺃﺖ ﺍﻠﻘﺮﺍﻦ ﻔﺎﺴﺘﻌﺬ ﺒﺎﷲ ﻤﻦﺍﻠﺸﻴﻄﺎﻦ ﺍﻠرﺠﻴﻢ‬
Artinya : Apabila kamu membaca Al-qur’an, hendaklah kamu minta perlindungan kepada
Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

Adapun lafadz isti’adzah yang asli dari Rasulullah SAW adalah :


‫ﺃﻋﻮﺬ ﺒﺎﷲ ﻤﻦﺍﻠﺸﻴﻄﺎﻦ ﺍﻠرﺠﻴﻢ‬
Dan dikalangan ulama qurro’ timbul beberapa lafadz isti’adzah antara lain sebagai berikut :

‫ﺃﻋﻮﺬ ﺒﺎﷲ ﻤﻦﺍﻠﺸﻴﻄﺎﻦ ﺍﻠرﺠﻴﻢ‬


‫ﺃﻋﻮﺬ ﺒﺎﷲ ﺍﻠﻌﻈﻴﻢ ﻤﻦﺍﻠﺸﻴﻄﺎﻦ ﺍﻠﺮﺠﻴﻢ‬
‫ﺃﻋﻮﺬ ﺒﺎﷲ ﺍﻠﺴﻤﻴﻊ ﺍﻠﻌﻠﻴﻢ ﻤﻦﺍﻠﺸﻴﻄﺎﻦ ﺍﻠﺮﺠﻴﻢ‬
B.           Tata Cara Membaca Isti’adzah, Basmalah dan Surat
Adapun tata cara dalam membaca Isti’adzah Basmalah dan Surat memiliki 4 (empat)
wajah/cara yang diperbolehkan munurut Hafs’an Ashim yaitu :

1.      Memutus semua, contoh :


‫ﺍﻋﻮﺬﺒﷲ ﻤﻦﺍﻠﺸﻴﻄﺎﻦ ﺍﻠﺮﺠﻴﻢ۞ﺒﺴﻡ ﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦﺍﻠﺮﺤﻴﻢ۞ﺍﻠﺤمد هلل‬
2.      Menyambung basmalah dengan surat saja, contoh :
‫ﺍﻋﻮﺬﺒﺎﷲ ﻤﻦﺍﻠﺸﻴﻄﺎﻦﺍﻠﺮﺠﻴﻢ۞ﺒﺴﻡ ﷲﺍﻠﺮﺤﻤﻦﺍﻠﺮﺤﻴﻢ ﺍﻠﺤمد هلل‬
3.      Menyambung Isti’adzah dengan Basmalah, contoh :
‫ﺍﻋﻮﺬﺒﷲ ﻤﻦﺍﻠﺸﻴﻄﺎﻦﺍﻠﺮﺠﻴﻢ ﺒﺴﻡﺍﷲﺍﻠﺮﺤﻤﻦﺍﻠﺮﺤﻴﻢ۞ ﺍﻠﺤمد هلل‬
4.      Menyambung semua, contoh :
‫ﺍﻋﻮﺬ ﺒﷲ ﻤﻦﺍﻠﺸﻴﻄﺎﻦ ﺍﻠﺮﺠﻴﻢ ﺒﺴﻡﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻢ ﺍﻠﺤمد هلل‬
C.          Membaca Basmalah diantara Dua Surat
Menurut qiro’ah Hafesh ‘an ‘Ashim ada 4 cara 3 diantaranya jawaz (boleh) sedang 1 cara lagi
ghoiru jaiz (tidak boleh), 3 cara yang jawaz adalah :
1.      Memutus semua, contoh :
‫ﻮﻻﺍﻠﻀﺎﻠﻴﻦ ۞ ﺒﺴﻢﺍﷲﺍﻠﺮﺤﻤﻦﺍﻠﺮﻴﻢ ۞ ﺍﻠﻢ ﺬﻠﻚ‬
2.      Menyambung Basmalah dan awal surat, contoh :
‫ﻮﻻﺍﻠﻀﺎﻠﻴﻦ ۞ ﺒﺴﻢﺍﷲﺍﻠﺮﺤﻤﻦﺍﻠﺮﻴﻢ ﺍﻠﻢ ﺬﻠﻚ‬
3.      Menyambung semuanya, contoh :
‫ﻮﻻﺍﻠﻀﺎﻠﻴﻦ ﺒﺴﻢﺍﷲﺍﻠﺮﺤﻤﻦﺍﻠﺮﻴﻢ ﺍﻠﻢ ﺬﻠﻚ‬

Satu cara lagi yang tidak diperbolehkan adalah menyambung ayat akhir surat dengan
basmalah dan diwaqofkan, kemudian memulai surat selanjutnya seperti contoh dibawah ini :
‫ﻮﻻﺍﻠﻀﺎﻠﻴﻦ ﺒﺴﻢﺍﷲﺍﻠﺮﺤﻤﻦﺍﻠﺮﻴﻢ ۞ ﺍﻠﻢ ﺬﻠﻚ‬

Cara seperti ini tidak diperbolehkan karena takut disangka bahwa basmalah itu terletak pada
akhir surat kecuali dalam Surat At-Taubah.

D.          Basmalah pada Awal Surat At-Taubah


Membaca basmalah pada awal surat Taubah sepakat para ulama untuk meninggalkan
walaupun tidak ada nash yang menjelaskannya, alasannya sama yaitu mengikuti Rasulullah
SAW dimana beliau apabila membaca awal surat Taubah tidak membaca basmalah.

Ulama Fuqoha terutama Syafi’iyah berpendapat sebagai berikut :

a. Imam Ibn Hajar

Membaca basmalah pada awal surat Taubah hukumnya adalah haram, sedang membaca
ditengah-tengah surat Taubah hukumnya makruh. Pendapat ini lebih tanzih dan banyak
diikuti oleh ulama-ulama qurro’ dan ahlul ada’.

b. Imam Romli

Membaca basmalah pada awal surat At-Taubah hukumnya makruh, sedangkan membaca
ditengah-tengah surat At-Taubah hukumnya mubah alasannya adalah Imam Ibn Hajar melihat
dari asbabunnuzulnya (pada saat turunnya), awal surat ini Allah sangat murka terhadap kaum
musyrikin, sedangkan basmalah isinya adalah do’a kasih sayang, karena itu tidak layak Allah
yang sedang murka lalu dimintai memberi kasih sayang. Imam Ramli hanya memberi hukum
makruh, karena tidak ada nash shorih yang menjelaskannya secara jelas.
MATERI TAHSINUL QUR’AN
SABTU/ 27 MARET 2023
KELAS VII-VIII-IX

HUKUM MIM MATI, NUN-MIM SYIDDAH, LAM TA’RIF , IDGHOM DAN LAM
ISIM, HURUF DAN QOLQOLAH

Apabila ada mim mati ( ‫ْم‬ ) yang bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah 28 mempunyai
3 bacaan yaitu : Idgom mimy/idghom mitflain, ikhfa’ syafawy dan idhar syafawy dengan
penjelasan sebagai berikut :

A.          Idghom Mimi/Idghom Mitslain


Yang dinamakan Idgom Mimy adalah bertemunya huruf yang mati dengan huruf-huruf hidup
sekira menjadi satu, seperti huruf yang bertasydid, sedangkan yang disebut Mimi adalah
karena bertemunya huruf yang mati dengan huruf yang hidup itu adalah huruf Mim ( ‫)ﻢ‬. Dan
adapun disebut Mitslain karena bertemunya huruf yang mati dengan yang hidup adalah sama
dalam sifat dan makhrajnya. Hurufnya hanya satu yaitu Mim (‫)ﻢ‬. Pedoman membacanya
adalah apabila ada mim mati (‫ )ﻢ‬bertemu dengan Mim (‫ )ﻢ‬maka membacanya disebut
idghom mitslain.
Contoh :
‫ ﻮﻟﻜﻢ ﻤﺎ ﻔﻰﺍﻻﺮﺾ‬- ‫ﻟﻬﻢ ﻤﺜﻼ‬

B.           Ikhfak Syafawi


Yang dinamakan ikhfak syafawi adalah membaca atau mengucapkan huruf yang mati dan
sunyi dari tasydid disertai dengan ghunnah (dengung) pada huruf yang pertama ( ‫)ﻢ‬. Syafawi
adalah huruf yang akan dibaca ikhfak itu sebangsa bibir, yaitu hurufnya hanya satu ( ‫)ﺐ‬
pedoman membacanya ialah apabila ada mim mati (‫ )ﻢ‬bertemu dengan bak (‫ )ﺐ‬makanya
wajib dibaca ikhfak syafawi.
Contoh :
‫ ﻮﻫﻢ ﺒﺎﻻﺨﺮﺓ‬- ‫ﺘﺮﻤﻴﻬﻢ ﺒﺤﺠﺎﺮﺓ‬

C.          Idhar Syafawi


Yang dinamakan idhar syafawi adalah mengeluarkan huruf dari makhrojnya dengan jelas
(bila ghunnah). Syafawi adalah huruf yang mati yang harus dibaca idhar itu sebangsa bibir.
Hurufnya ialah semua huruf hijaiyah selain mim dan bak ( ‫ﺐ‬,‫ )ﻢ‬akan tetapi untuk
wawu dan fak (‫ﻒ‬,‫ )ﻮ‬itu harus lebih di idharkan dari pada yang lain karena huruf tersebut
juga sebangsa bibir.
Pedoman membacanya adalah apabila ada mim mati (‫ )ﻢ‬bertemu dengan salah satu huruf
hijaiyah selain mim dan bak (‫ﺐ‬,‫ )ﻢ‬maka hukumnya wajib dibaca idhar syafawi contoh :
‫ ﻮﻫﻢ ﻔﻴﻬﺎ‬- ‫ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻮﻻﺍﻠﻈﺎﻠﻴﻦ‬
D. Temukan beberapa contoh dalam ayat al Quran.
MATERI TAHSINUL QUR’AN
SABTU/ 28 MARET 2023
KELAS VII-VIII-IX

HUKUM NUN MATI DAN TANWIN ‘INDAL HIJAK

Hukum Nun mati dan Tanwin ( ‫ )ﻦ‬apabila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah sebanyak
28 yaitu :
‫ﺍ ﺏ ﺖ ﺚ ﺝ ﺡ ﺥ ﺪ ﺬ ﺮ ﺯ ﺱ ﺶ ﺺ ﺾ ﻁ ﻅ ﻉ ﻍ ﻑ ﻖ ﻚ ﻞ ﻡ ﻦ ﻮﻫ ﻱ‬
Mempunyai 4 hukum yaitu : Idhar, Idghom, Iqlab dan Ikhfa. Yang perlu diperhatikan
berkenaan dengan huruf dan hukum-hukum diatas adalah :
1.      Semua huruf itu bisa menerima baris atau kedudukan/harokat, kecuali Alif (‫ ) ﺍ‬ia tidak
menerima baris dan tidak berdiri sendiri, bahkan selama-selamanya selalu sukun/mati dan
berada dibelakang satu huruf, seperti :
2.      Alif (‫ ) ﺍ‬itu kalau menerima baris seperti : ‫ﺍﻮ‬, ‫ ﺍﻢ‬,dan lainnya, disebut Hamzah dan hukumnya
sama dengan Hamzah (‫)ﺀ‬.
3.      Yang disebut Tanwin yaitu :
‫ﻨﻮﻦ ﺴﺎ ﻜﻨﺔ ﺘﻠﺤﻖ ﺃﺨﺮﺍﻻﺴﻡ ﻠﻔﻈﺎ ﻻﺨﻂﺎ‬

Nun mati (‫ )ﻦ‬yang ada pada akhir kalimat isim didalam suaranya atau ucapannya tidak
terdapat pada tulisannya.

A. Idhar

Yang dinamkan idhar menurut bahasa (etimonogi) adalah jelas atau tampak, sedang menurut
istilah (terminologi) adalah mengeluarkan huruf idhar dan makhrojnya dengan jelas tanpa
dengan dengung (bila ghunnah). Adapun huruf-huruf idhar itu ada 6 yaitu terdapat pada awal
kalimat dibawah ini :
‫﴾ ﺍﺨﻲ ﻫﺎﻚ ﻋﻠﻤﺎ ﺤﺎﺰﻩ ﻏﻴﺮ ﺨﺎﺴﺮ﴿ ﺀ ﻫ ﻉ ﺡ ﻍ ﺥ‬

Huruf-huruf idhar 6 (enam) tersebut juga disebut huruf Halaq, yang artinya huruf sebangsa
tenggorokan/kerongkongan.
Pedoman bacaan idhar yaitu : apabila ada Nun mati atau tanwin ( ‫ )ﻦ‬yang bertemu
dengan salah satu huruf halaq atau idhar maka hukum bacaannya dibaca jelas baik dalam satu
kalimat atau dua kalimat maka disebut bacaan Idhar Halqiy Contoh :
‫ﻜﻠﻤﺔ‬ ‫ﻜﻠﻤﺘﺎﻦ‬
‫ﻴﻨﺄﻮﻦ‬ ‫ﺮﺴﻮﻞﺍﻤﻴﻦ‬ ‫ﻤﻦﺃﻤﻦ‬
‫ﻴﻨﻬﻮﻦ‬ ‫ﺠﺮﻒﻫﺎﺮ‬ ‫ﺇﻦﻫﻮ‬
‫ﻴﻨﻌﻖ‬ ‫ﺴﻤﻴﻊﻋﻠﻴﻡ‬ ‫ﻤﻦﻋﻠﻢ‬
‫ﻴﻨﺤﺘﻮﻦ‬ ‫ﻋﻠﻴﻡﺤﻜﻴﻡ‬ ‫ﻤﻦﺤﺴﻨﺔ‬
‫ﻔﺴﻴﻨﻐﻀﻮﻦ‬ ‫ﻋﺰﻴﺰﻏﻔﻮﺮ‬ ‫ﻤﻦﻏﻞ‬
‫ﻮﺍﻟﻤﻨﺨﻨﻘﺔ‬ ‫ﻘﻮﻢﺤﺼﻮﻢ‬ ‫ﻤﻦﺨﻴﺮ‬
B. Idghom

Yang dinamakan idghom menurut bahasa adalah memasukkan sesuatu pada sesuatu,
sedangkan menurut istilah adalah bertemunya huruf yang mati ( ) dan huruf
yang hidup sekira jadi satu sehingga seperti huruf yang bertasydid.
Idghom dibagi dua yaitu Idghom bighunnah dan Idghom bilaghunnah :
1.      Idghom bighunnah atau idghom naqis
Yang dinamakan idghom bighunnah yaitu bertemunya huruf yang mati ( ) dengan
huruf yang hidup sekira jadi satu sehingga seperti huruf yang bertasydid. Sedang ghunnahnya
itu berarti memasukkan huruf yang mati pada huruf yang hidup tersebut disertai dengan
dengung (ghunnah) yang tempat keluarnya pada janur hidung (khoisyum). Huruf idghom ada
4 yaitu :
Pedomannya adalah apabila ada nun mati atau tanwin ( ) yang
bertemu dengan salah satu huruf idghom diatas maka disebut idghom bighunnah atau idghom
naqis dengan syarat apabila mudghom dan mudghom fih terdiri dari dua kalimat, apabila
mudghom dan mudghom fih terdiri dari satu kalimat maka wajib di idharkan seperti contoh
berikut :
‫ ﺒﻨﻴﺎﻦ‬- ‫ ﻘﻨﻮﺍﻦ‬- ‫ ﺼﻨﻮﺍﻦ‬- ‫ﺍﻠﺪﻨﻴﺎ‬
Alasannya :
‫ﺨﻮﻔﺎ ﻤﻦ ﺍﻻﻠﺘﺒﺎﺲ ﺒﺎﻠﻤﻀﺎ ﻋﻑ‬
Takut serupa dengan mudho’af yaitu huruf yang ganda seperti ( ‫ )ﻤﺪ‬asalnya adalah (‫)ﻤﺪﺪ‬
contoh :
‫ ﻤﻦ ﻮﺮﺍﺌﻬﻢ‬- ‫ ﻫﺪﻯ ﻤﻦ ﺮﺒﻬﻢ‬- ‫ ﺤﻁﺔ ﻨﻐﻔﺮﻠﻜﻢ‬- ‫ﺃﻦﻴﻘﻮﻠﻮﺍ‬

2.      Idghom bilaghunnah atau idghom kamil


Yang dinamakan idghom bila ghunnah adalah bertemunya huruf mati ( ) dengan
huruf hidup yang sekira jadi satu sehingga seperti huruf yang bertasydid. Bilaghunnah yaitu
memasukkan huruf tersebut dengan tidak disertai dengungan. Hurufnya ada 2 yaitu ‫ﻞ ﺮ‬
pedoman membacanya adalah apabila ada nun mati atau tanwin (
) yang bertemu dengan ‫ ﻞ ﺮ‬disebut bacaan idghom bila ghunnah atau idghom
kamil. Contoh :
‫ ﻤﺮﺒﻬﻢ‬- ‫ﻴﺒﻴﻦﻠﻨﺎ‬
Cara membacanya huruf yang mati dimasukkan pada yang hidup (dengan sempurna) dan
tanpa disertai dengung.

C. Iqlab

Yang dinamakan iqlab menurut bahasa adalah memindahkan sesuatu dari keadaannya,
sedangkan menurut istilah adalah menjadikan huruf pada tempatnya huruf yang lain sertai
dengan dengungan (ghunnah).
Yang dimaksud memindahkan makhrajnya Nun (pada ujung lidah) dipindah pada
makhrojnya mim (‫ )ﻢ‬yang berada diantara dua bibir kemudian disertai dengung. Hurufnya
ada satu yaitu (‫)ﺐ‬. pedoman membacanya adalah apabila ada nun mati atau tanwin (
) yang bertemu dengan bak (‫ )ﺐ‬maka dibaca iqlab. Contoh :
‫ ﺴﻤﻴﻊﺒﺼﻴﺮ‬- ‫ﻤﻦﺒﻌﺪ‬
Yaitu suaru nun sukun/tanwin diganti dengan mim dan disertai dengung.

D. Ikhfak

Yang dinamakan ikhfak menurut bahasa adalah tutup atau assathru. Sedangkan menurut
istilah adalah mengucapkan huruf yang mati dan sunyi dari tasydid disertai dengan ghunnah
(dengung) pada huruf yang pertama ( ). Adapun sifatnya adalah diantara idhar
dan idghom.
Huruf ikhfak ada 15 yaitu terdapat pada bait berikut ini :
‫ﺼﻒﺬﺍﺜﻨﺎﻜﻢﺠﺎﺪﺸﺨﺺﻘﺪﺴﻤﺎ۞ﺪﻢﻄﻴﺒﺎﺰﺪﻔﻰﺘﻘﻰﻀﻊﻈﺎﻠﻤﺎ‬
Pedoman membacanya adalah apabila ada nun mati atau tanwin ( ) yang bertemu
dengan salah satu huruf 15 tersebut maka dibaca ikhfak. Sifatnya ikhfak ada 3 yaitu :
1.      Aqrob (‫ )ﺃﻘﺮﺐ‬hurufnya ada 3 yaitu (‫)ﺖ ﻄ ﺪ‬
2.      Ausah (‫ )ﺃﻮﺴﻄ‬hurufnya ada 1 yaitu (‫)ﻒ‬
3.      Ab’ad (‫ )ﺃﺒﻌﺪ‬hurufnya ada 2 yaitu (‫)ﻖ ﻚ‬
Sifat-sifat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
Ikhfak itu sifatnya adalah antara idhar dengan idghom sedang yang menjadi pijakan adalah
idhar karena itu yang dimaksud dengan :
         Ikhfak aqrob adalah yang lebih dekat dengan idhar sebab itu membacanya agak seperti idhar
tetapi tetap disertai dengung (sehingga menjadi samar).
         Ikhfak ausath adalah pertengahan antara aqrob dengan ab’ad (dalam hal memberikan
kesamarannya).
         Ikhfak Ab’ad adalah yang lebih jauh dari idhar oleh sebab itu yang sangat nampak adalah
dengungnya sehingga suara nun sukun menjadi hilang total. Contoh :
‫ﺒﺠﺎﺌﻦ‬

‫ﻧﻤﺮﺓ‬

‫ﻜﺘﺮﺍڠﻦ‬ ‫ﺴﺒﺎﺐ‬ ‫ﻠﻔﻇ‬

‫ﺍﻗﺮﺐ‬ ‫ﺖ‬ ‫ﻨﻮﻦﻤﺎﺘﻰﺘﻨﻮﻴﻦﺒﺮﺘﻤﻮ‬ ‫ﻤﻨﺘﻬﻮﻦ‬ ١


″ ‫ﻄ‬ ″ ‫ﻴﻨﻄﻘﻮﻦ‬ ٢
″ ‫ﺪ‬ ″ ‫ﻤﻦﺪﻮﻦﺍﷲ‬ ٣
‫ﺍﻮﺴﻄ‬ ‫ﻒ‬ ″ ‫ﺃﻨﻓﺴﻬﻢ‬ ٤
‫ﺍﺒﻌﺪ‬ ‫ﻖ‬ ″ ‫ﻤﻦﻘﺒﻠﻚ‬ ٥
‫ﻚ‬ ″ ‫ﻤﻦﻜﺎﻦﻤﻨﻜﻢ‬ ٦
‫ﺍﻮﺴﻄ‬/‫ﺍﻗﺮﺐ‬

‫ﺍﺨﻔﺎﺀ‬

‫ﺺ‬ ″ ‫ﻤﻨﺼﻮﺮﺍ‬ ٧
‫ﺬ‬ ″ ‫ﻤﻨﺬﺮ‬ ٨
‫ﺙ‬ ″ ‫ﻤﻦﺜﻤﺮﺓ‬ ٩
‫ﺝ‬ ″ ‫ﺍﻦﺠﺎﺀﻜﻡ‬ ١٠
‫ﺶ‬ ″ ‫ﻮﻴﻨﺸﺊ‬ ١١
‫ﺲ‬ ″ ‫ﻤﻨﺴﺎﺀﺘﺔ‬ ١٢
‫ﺰ‬ ″ ‫ﺍﻨﺰﻠﻨﺎ‬ ١٣
‫ﺾ‬ ″ ‫ﻤﻨﻀﻮﺪ‬ ١٤
‫ﻆ‬ ″ ‫ﻴﻨﻈﺮﻮﻦ‬ ١٥
Yang 9 terakhir boleh aqrob atau ausath.

Anda mungkin juga menyukai