0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan18 halaman

Himpunan Penyelesaian Pertidaksamaan Linear

Program linier dua variabel dapat digunakan untuk merangkum masalah kontekstual tertentu menjadi model matematika berupa sistem pertidaksamaan linier. Model tersebut kemudian diselesaikan untuk mendapatkan himpunan penyelesaian yang memberikan solusi optimum bagi masalah awal.

Diunggah oleh

Ulfiah Harlena
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan18 halaman

Himpunan Penyelesaian Pertidaksamaan Linear

Program linier dua variabel dapat digunakan untuk merangkum masalah kontekstual tertentu menjadi model matematika berupa sistem pertidaksamaan linier. Model tersebut kemudian diselesaikan untuk mendapatkan himpunan penyelesaian yang memberikan solusi optimum bagi masalah awal.

Diunggah oleh

Ulfiah Harlena
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UKBM MTKU-3.2/4.

2/3/1-2)

PROGRAM LINIER

Identitas
Nama Mata Pelajaran : Matematika XI
Semester :3
Kompetensi Dasar :

3.2 Menjelaskan program linear dua variabel dan metode penyelesaiannya


dengan menggunakan masalah kontekstual Menjelaskan metode
pembuktian pernyataan matematis berupa barisan, ketidaksamaan,
keterbagiaan dengan induksi matematika
4.2 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan program linear
dua variabel

Materi Pokok : Program linier


Alokasi Waktu : 8 x 45 menit
Tujuan Pembelajaran : Melalui diskusi, tanya jawab, penugasan,
presentasi dan analisis, peserta didik dapat menjelaskan konsep awal
turunan fungsi aljabar ,sifat-sifat turunan fungsi aljabar, menentukan
turunan fungsi alajabar dengan menggunakan definisi /konsep awal atau
sifat-sifat turunan fungsi, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan turunan fungsi aljabar , sehingga peserta didik dapat menghayati
dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya melalui belajar
matematika, mengembangkan sikap jujur, peduli, dan bertanggungjawab,
serta dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi,
kolaborasi, kreativitas (4C).
Materi Pembelajaran
Lihat dan baca pada Buku Teks Pelajaran (BTP): Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan, Matematika Wajib SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Semester
1 Edisi Revisi 2017, hal. 23 - 34
Peta Konsep
Kegiatan Pembelajaran
Ada 4 pertemuan dalam UKBM ke-2 ini yang tertuang pada Kegiatan
Pembelajaran 1, 2 ,3, 4.
Kegiatan Pembelajaran 1
(Pertemuan ke-1)
Pendahuluan
Sebelum belajar pada materi ini silahkan kalian membaca dan memahami
cerita di bawah ini.
Santi berbelanja di toko peralatan sekolah dengan uang yang tersedia
Rp250.000,00. Harga setiap barang di toko tersebut telah tersedia di daftar
harga barang sehingga Santi dapat memperkirakan peralatan sekolah apa
saja yang sanggup dia beli dengan uang yang dia miliki. Berdasarkan
daftar harga, jika Santi membeli 2 seragam sekolah dan 3 buku maka dia
masih mendapatkan uang kembalian. Dapatkah kamu memodelkan harga
belanjaan Santi tersebut?

Alternatif Penyelesaian:
Dengan memisalkan harga seragam sekolah = x dan harga buku = y
maka permasalahan di atas dapat dimodelkan sebagai berikut:
Santi membeli 2 seragam sekolah dan 3 buku dan mendapatkan uang
kembalian mempunyai arti 2x + 3y < 250.000……………… (2a)
Untuk menentukan himpunan penyelesaian (2a), kita pilih x dan y yang
memenuhi (2a). Selengkapnya kita sajikan pada tabel berikut.
Tabel 2.1:
Semua kemungkinan nilai x dan y yang memenuhi 2x + 3y < 250.000

x y 2x + 3y Uang kembalian
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
20.000 5.000 55.000 195.000

30.000 6.000 78.000 172.000

40.000 10.000 110.000 140.000

50.000 20.000 160.000 90.000

….. ….. ….. …..


Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

Tabel di atas masih dapat dilanjut hingga tak hingga banyaknya nilai x dan y yang
memenuhi (2a).
i. Untuk mengisi tabel di atas, berikan penjelasan jika x = 0 dan y = 90.000.
ii. Menurut kamu, berapa harga paling mahal satu baju dan harga paling mahal
satu buku yang mungkin dibeli oleh Santi? Berikan penjelasan untuk jawaban yang
kamu berikan.
Dengan demikian pasangan nilai x dan y yang memenuhi (2a), dapat kita tuliskan
dalam himpunan dan terdapat banyak nilai x dan y yang memenuhi pertidaksamaan
2x + 3y < 250.000, tetapi kamu harus mempertimbangkan nilai x dan y dengan
realita yang ada.
Secara geometris, himpunan penyelesaian di atas, diilustrasikan sebagai
[Link] dapat menyelesaikan soal di atas, silahkan kalian lanjutkan ke kegiatan
belajar berikut dan ikuti petunjuk yang ada dalam UKBM ini.
MASALAH
Pak Rianto, seorang petani di desa Magelang, memiliki lahan berbentuk persegi

panjang seluas 600 m2. Dia hendak menanam jagung dan kentang di lahan tersebut.
Karena tidak selalu tersedia modal yang cukup, Pak Rianto tidak memungkinkan
untuk mengolah seluruh lahannya, akan tetapi dia ingin lahannya lebih luas ditanami
kentang. Tentukan luas lahan yang mungkin untuk ditanam jagung dan kentang.
Alternatif Penyelesaian:
Misalkan

p = luas lahan yang ditanami jagung (m2)

q = luas lahan yang ditanami kentang (m2).


Dengan demikian, luas lahan yang ditanami jagung ditambah dengan luas lahan

yang ditanami kentang kurang dari atau sama dengan 600 m2, dan lahan yang
ditanami kentang lebih luas dari lahan yang ditanami jagung, secara matematik
dituliskan:
p + q ≤. 600. (2b)
q> p↔q−p>0 (2c)
Dengan pengalaman menyelesaikan Masalah diatas diharapkan kita akan mudah
menentukan semua nilai p dan q yang memenuhi (2b) dan (2c).
Selengkapnya disajikan pada tabel berikut.
Tabel 2.2:
Semua kemungkinan nilai p dan q yang memenuhi p + q ≤ 600 dan
q−p>0
Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018
Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

p q p+q

(m2) (m2) (m2)

100 500 600


200 400 600
250 300 550
250 260 510
….. ….. …..

Tabel 2.2 dapat kamu lanjutkan, karena tak hingga banyaknya nilai p dan
q yang memenuhi (2b) dan (2c). Secara geometri, himpunan penyelesaian
pertidaksamaan p + q ≤ 600 dan q - p > 0, disajikan pada gambar berikut lihat pada buku
paket Matematika SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Semester 1 Edisi Revisi 2017, hal 23-
34.
Kegiatan Inti
Petunjuk Umum UKBM
Baca dan pahami materi pada buku Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
Matematika SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Semester 1 Edisi Revisi 2017, hal 23-34.
Setelah memahami isi materi dalam bacaan berlatihlah untuk berfikir tinggi melalui
tugas-tugas yang terdapat pada UKBM MTKU-3.2/4.2/2/1-9 ini baik bekerja sendiri
maupun bersama teman sebangku atau teman lainnya.
Kerjakan UKBM ini di buku kerja atau langsung mengisikan pada bagian yang telah
disediakan.
Kalian dapat belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan ayo berlatih, apabila
kalian yakin sudah paham dan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan
dalam kegiatan belajar 1,2 dan 3 di kegiatan pembelajaran 1,2, 3, dan 4, kalian
boleh sendiri atau mengajak teman lain yang sudah siap untuk mengikuti tes formatif
agar kalian dapat belajar ke UKBM berikutnya.

Kegiatan Belajar
Ayo……ikuti kegiatan belajar berikut dengan penuh kesabaran dan konsentrasi !!!

Kegiatan Belajar 1
Bacalah uraian singkat materi dan contoh berikut dengan penuh konsentrasi !
Persamaan garis –3x + 2y = 6 apabila memotong sumbu X maka nilai y selalu nol
sehingga di titik (–2, 0) dan memotong sumbu Y di titik (0, 3). Garis yang memotong
sumbu X di titik (–2, 0) dan memotong sumbu Y di titik (0, 3) adalah pilihan c dan d.
Uji titik (0, 0) ke dalam –3x + 2y < 6. –3 × 0 + 2 × 0 < 6  0 < 6 (benar).
Dengan demikian, daerah penyelesaian –3x + 2y < 6 dibatasi garis –3x + 2y = 6 dan
memuat titik (0, 0). Di antara grafik pilihan c dan d yang daerah penyelesaiannya
Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018
Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

memuat titik (0, 0) adalah grafik pilihan d. Jadi, grafik himpunan penyelesaian –3x +
2y < 6
DEFINISI
Pertidaksamaan linear dua variabel adalah pertidaksamaan yang ber bentuk
ax + by + c < 0
ax + by + c ≤ 0
ax + by + c > 0
ax + by + c ≥ 0
dengan:
a, b : koefisien (a ≠ 0, b ≠ 0, a,b ∈ R)
c : konstanta (c ∈ R)
x, y : variabel (x, y ∈ R)
Perlu kamu ingat bahwa untuk setiap pertidaksamaan linear dua variabel, pada
umumnya, memiliki himpunan penyelesaian yang tak hingga banyaknya.
Luas suatu lahan parker adalah 400 m2. Luas rata-rata satu mobil dan satu bus
masing-masing adalah 8 m2 dan 24 m2. Lahan tersebut hanya memuat paling banyak
20 kendaraan. Buatlah model matematika dari persoalan tersebut dengan
memisalkan mobil yang sedang diparkir sebanyak x dan bus sebanyak y.
Penyelesaian:
8x + 24y ≤ 400
x + y ≤ 20
Karena x dan y masing-masing menunjukkan banyak mobil dan bus, x dan y berupa
bilangan cacah. Jadi, model matematika persoalan tersebut adalah
8x + 24y ≤ 400
x + y ≤ 20
x ≥ 0, y ≥ 0
x, y € C
B. Menyelesaikan Model Matematika dan Menafsirkannya
1. fungsi objektif ax + by
Tujuan yang hendak dicapai dalam suatu model matematika dinyatakan dalam
bentuk persamaan c = ax + by. Bentuk ax + by yang hendak dioptimumkan tersebut
dinamakan fungsi objektif.
2. menentukan nilai optimum fungsi objektif
Langkah-langkah untuk meyelesaikan persoalan program linier secara umum adalah:
1. Menerjemahkan permasalahan ke dalam model matematika
2. Menyelesaikan system pertidaksamaan yang merupakan kendala atau pembatas.
Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018
Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

3. Mencari penyelesaian optimum


4. Menjawab permasalahan.
Berkaitan dengan hal tersebut, kita dapat menggunakan metode grafik yang terdiri atas
dua macam cara, yaitu metode uji titik sudut dan metode garis selidik.
a. Metode uji titik sudut
Dengan menggunakan metode ini, nilai optimum dari bentuk objektif c = ax + by
ditentukan dengan menghitung nilai-nilai c = ax + by pada setiap titik sudut yang
terdapat pada daerah himpunan penyelesaian. Beberapa nilai yang diperoleh
kemudian dibandingkan.
Nilai yang paling besar merupakan nilai maksimum dari c = ax + by, sedangkan nilai
yang paling kecil merupakan nilai minimum dari c = ax + by.
Contoh:
Tentukan nilai optimum bentuk objektif dari model matematika berikut,
System pertidaksamaan linier dua variabel.
2x + y ≤ 30
2x + 3y ≤ 50
x ≥ 0, y ≥ 0, dengan x, y € C
Fungsi objektif : memaksimumkan z = x + y
Penyelesaian:
Titik potong garis dengan persamaan 2x + y = 30 dan 2x + 3y = 50 dengan sumbu
koordinat dapat ditentukan dengan membuat tabel.
Tabel 2x + y = 30
x 0 15
y 30 0
(x,y) (0,30) (15,0)

Untuk 2x + 3y = 50
x 0 25
y 16 2/3 0
(x,y) (0,16 2/3) (25,0)
(0,16 2/3) (0,30) 10,10) (25,0) (15,0)
b. Metode garis selidik ax + by = k
Menentukan nilai optimum suatu fungsi objektif dengan menggunakan uji titik sudut
memerlukan perhitungan dan waktu yang cukup lama. Untuk itu, sering digunakan
metode yang lebih sederhana, yaitu metode garis selidik yang berbentuk ax + by = k.
Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018
Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

Misalkan terdapat sutu fungsi objektif c = ax + by, dengan a dan b bilangan real.
Dengan mengambil beberapa nilai ki untuk c, yaitu k1, k2, …, kn, diperoleh n garis
selidik yang memiliki persamaan berikut
k1 = ax + by
k2 = ax + by

kn = ax + by
Garis-garis tyersebut mempunyai gradient yang sama, yaitu m = - a/b. dengan
demikian, garis-garis tersebut merupakan garis-garis yang sejajar. Apabila
digambarkan, sebagaian dari garis-garis tersebut terletak pada daerah penyelesian
pertidaksamaan linier (daerah feasible) dan salah satu diantaranya melalui titik
optimum. Garis yang melalui titik optimum inilah yang menghasilkan nilai optimum
bagi fungsi objektif z = ax + by. Garis selidik yang berada paling kanan atau paling
atas pada daerah penyelesaian menunjukan nilai maksimum, sedangkan garis
selidik yang berada paling kiri atau paling baah daerah penyelesaian menunjukkan
nilai minimum.
Contoh:
Tentukan nilai optimum bentuk objektif model matematia berikut.
System pertidaksamann linier dua variabel:
2x + y ≤ 30
2x + 3y ≤ 50
X, y ≥ 0, dengan x, y € C
Fungsi objektif memaksimumkan z = x + y
Penyelesaian:
Terlebih dahulu kita buat garis x + y = k, dengan k = 0, yaitu x + y = 0. Kemudian, kita
buat garis-garis yang sejajar dengan garis x + y = 0 , yaitu mengambil nilai k yang
berbeda-beda.
(0,30) (15,0) (25,0) (0,16 2/3) (10,10) O

Dari gambar, tampak bahwa apabila nilai k makin besar, letak garis-garis x + y = k
makin jauh dari titik O(0,0). Karena nilai k bersesuaian dengan nilai z, nilai z terbesar
dan nilai z terkecil bersesuaian dengan garis terjauh dan garis terdekat dari titk O
(0,0). Nilai z maksimum diperoleh dari garis x + y = k yang memalui titik (10,10), yaitu
10 + 10 = 20 dan nilai z minimum diperoleh Dario garis x + y = k yang melalui titik O
(0,0) yaitu 0 + 0 = 0
Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018
Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

Persamaan adalah
III. TINGKAT SMP
a. Persamaan Linear Satu Variabel
Bentuk umum persamaan linier satu variabel:
ax + c = 0
a = koefisien
x = variabel
c = konstanta
koefisien adalah bilangan yang menunjukkan faktor dari variabel
variabel adalah huruf atau lambang yang belum diketahui nilainya.
konstanta adalah bilangan tetap.
1. Sifat persamaan
Suatu persamaan tidak akan berubah nilainya walaupun di tambah, di kurang,
dikalikan atau di bagi dengan suatu bilangan asalkan dilakukan pada kedua ruas.
2. Menyelesaikan persamaan linear satu variabel
Menyelesaikan suatu persamaan adalah mencari pengganti ini dari suatu variabel
dengan suatu bilangan sehingga kalimat matematika terbuka tersebut menjadi
kalimat matematika tertutup yang bernilai benar.
3. Langkah-langkah menyelesaikan persamaan linier satu variabel
· Mengumpulkan suku sejenis
Variabel dan konstanta dipisahkan dan dikumpulkan masing-masing dalam satu ruas
· Menyederhanakan tiap ruas
Menyederhanakan baik variabel maupun konstanta yang sudah terkumpul dalam
masing-masing ruas.
· Membagi kedua ruas dengan koeffisien variabel
Apabila koefisien variabelnya belum -1 maka kedua ruas dibagi dengan koefisien
variabelnya sehingga diperoleh koefisien dari variabelnya -1.
Pertidaksamaan inier satu variabel
Pertidaksamaan inier satu variabel adalah kalimat matematika terbuka yang
menyatakan hubungan tidak sama (<, > ≤, ≥)

Sifat pertidaksamaan:
Suatu pertidaksamaan tidak akan berubah nilainya walaupun dikali/ dibagi dengan
bilangan negative asalkan tanda pertidaksamaannya dirubah arahnya.
b. Persamaan Linear Dua Variabel
Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018
Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

1. Pengertian Persamaan Linear Dua Variabel


Persamaan adalah kalimat terbuka yang memiliki hubungan sama dengan atau
dalam defenisi lain persamaan (equation) adalah pernyataan yang berbentuk A = B,
dimana A disebut ruas kiri atau pihak kiri dan B disebut ruas kanan atau pihak kanan.
Selama siswa menerapkan operasi yang sama terhadap kedua ruas persamaan,
maka siswa akan memperoleh persamaan-persamaan yang setara. Siswa dapat
menjumlahkan, mengurangkan, mengalikan atau membagi kedua ruas suatu
persamaan oleh nilai yang sama dan mendapatkan suatu persamaan yang
ekuivalen. Satu-satunya pengecualian yaitu mengalikan dan membagi dengan nol,
itu tidak dibolehkan.
Persamaan garis lurus pada bidang Cartesius dapat dinyatakan dalam bentuk ax +
by = c dengan a, b, c konstanta real dengan a, b ≥ 0, dan x, y adalah variabel pada
himpunan bilangan real. Perhatikan persamaan-persamaan berikut.
a. x + 5 = y
b. 2a – b = 1
c. 3p + 9q = 4
Persamaan-persamaan di atas adalah contoh bentuk persamaan linear dua variabel.
Variabel pada persamaan x + 5 = y adalah x dan y, variabel pada persamaan 2a – b
= 1 adalah a dan b. Adapun variabel pada persamaan 3p + 9q = 4 adalah p dan q.
Perhatikan bahwa pada setiap contoh persamaan di atas,
banyaknya variabel ada dua dan masing-masing berpangkat satu. Persamaan linear
dua variabel dapat dinyatakan dalam bentuk ax + by = c dengan a, b, c R, a, b ≠0,
dan x, y suatu variabel.
2. Penyelesaian Persamaan Linear Dua Variabel
Perhatikan persamaan x + y = 5. Persamaan x + y = 5 masih merupakan kalimat
terbuka, artinya belum mempunyai nilai kebenaran. Jika nilai x kita ganti bilangan 1
maka nilai y yang memenuhi adalah 4. Karena pasangan bilangan (1, 4) memenuhi
persamaan tersebut, maka persamaan x + y = 5 menjadi kalimat yang benar. Dalam
hal ini dikatakan bahwa (1, 4) merupakan salah satu penyelesaian dari persamaan x
+ y = 5.
C. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
a. Persamaan Linear Dua Variabel
Persamaan linear adalah kalimat terbuka yang memiliki hubungan sama dengan dan
variabelnya berpangkat satu. Sedangkan persamaan ax + by + c = 0 dengan a, b
dan c € R dan a, b ≠ 0 dinamakan persamaan linear dua variabel. Suatu konstanta
Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018
Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

tersebut mengubah persamaan itu menjadi kalimat yang bernilai benar. Himpunan
semua konstanta yang memenuhi persamaan itu disebut himpunan penyelesaian.
Persamaan-persamaan seperti 2x + 5y + 8 = 0, 2y – 6x = 9, 3m + n = 9 adalah
bentuk-bentuk persamaan linear dua variabel.
Sistem persamaan linear dua variabel dalam x dan y adalah suatu susunan x dan y
yang merupakan kesatuan-kesatuan yang masing-masing tidak berdiri sendiri, tetapi
berfungsi membentuk kesatuan secara keseluruhan yang berbentuk ax + by = c,
dimana a,b adalah koefisien dan c adalah konstanta, a dan b tidak sama dengan nol.
Jika diketahui dua persamaan linear dua variabel, yaitu:
a1x + b1y = c1
a2x + b2y = c2
Maka kedua persamaan diatas dikatakan sistem persamaan linear dua variabel
dalam bentuk baku. Koordinat titik (x,y) yang memenuhi kedua persamaan itu
dikatakan penyelesaian SPLDV tersebut.
b. Menentukan Himpunan Penyelesaian SPLDV
Dalam menyelesaikan soal-soal sistem persamaan linear dua variabel ada beberapa
metode yang digunakan, yaitu:
§ Metode Grafik
Grafik dari dua persamaan adalah berupa dua buah garis. Dalam metode grafik ada
tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1) Jika kedua garis itu berpotongan, maka titik potongnya merupakan penyelesaian
dari sistem persamaan tersebut.
2) Jika kedua garis itu berimpit, maka himpunan penyelesaiannya tak berhingga.
3) Jika kedua garis itu sejajar, maka sistem persamaan tersebut tidak memiliki
penyelesaian.
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan x + 2y = 10 dan x + y = 6, x,y €
R dengan metode grafik.
Jawab:
Langkah 1:
Menentukan koordinat titik potong terhadap sumbu X (y = 0) dan sumbu Y (x = 0).
1) x + 2y = 10
x y (x,y)
0 5 (0,5)
10 0 (10,0)
Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018
Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

2) x + y = 6,
x y (x,y)
0 6 (0,6)
6 0 (6,0)
Langkah 2:
Menggambar grafik dari kedua persamaan linear dengan memperhatikan koordinat-
koordinat titik potongnya pada suatu sistem koordinat kartesius yaitu:

(0,6) (2,4)

O
(6,0) x

x + 2y = 10
x+y=6
Dengan melihat grafik diatas maka dapat ditentukan bahwa kedua garis dari
persamaan tersebut berpotongan pada titik (2,4). Maka himpunan penyelesaian dari
persamaan x + 2y = 10 dan x + y = 6 adalah { (2,4) }.
Metode eliminasi
Eliminasi artinya proses menghilangkan salah satu variabel untuk menentukan nilai
variabel lainnya dan sebaliknya.
Adapun langkah-langkah yang digunakan untuk mengeliminasi variabel x atau y
adalah sebagai berikut:
1) Perhatikan salah satu variabel dari masing-masing persamaan. Jika koefisiennya
sama, perkurangkan persamaan (1) dan (2), dan jika berbeda tanda jumlahkan.
2) Jika koefisiennya berbeda, samakan koefisien dengan mengalikan persamaan-
persamaan dengan konstanta yang sesuai, kemudian lakukan operasi penjumlahan
atau pengurangan seperti pada langkah pertama.
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan cara
eliminasi:
x + 2y = 10
Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018
Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

x + y = 6, x,y € R
Jawab:
Misalnya yang pertama-tama akan dieliminasi adalah variabel y. Karena koefisiennya
tidak sama, maka persamaan (1) dan (2) diperkalikan dengan konstanta yang
bersesuaian sehingga koefisien y dari masing-masing persamaan menjadi sama.
x + 2y = 10 × 1 x + 2y = 10
x+y=6×2 2x + 2y = 12 (tanda sama maka diperkurangkan)
-x = -2
x=2
Untuk mengeliminasi variabel x, maka langsung diperkurangkan
x + 2y = 10
_
x + y = 6 (tanda sama maka diperkurangkan)
y=4
Diperoleh nilai x = 2 dan y = 4. Jadi, himpunan penyelesaian dari persamaan
tersebut adalah { (2,4) }.
Metode substitusi
Kata “substitusi” sama artinya dengan “pengganti”, maka yang dimaksud dengan
menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel adalah dengan metode
substitusi adalah terlebih dahulu menyatakan variabel yang satu ke variabel yang
lainnya pada salah satu persamaan, kemudian mensubstitusi (mengganti) variabel
tadi ke persamaan yang satunya lagi.
Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dengan metode
substitusi, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Pilih salah satu persamaan, kemudian nyatakan salah satu variabel persamaan
tersebut ke dalam variabel yang lain sehingga diperoleh persamaan baru.
2) Substitusi persamaan yang diperoleh pada langkah pertama ke persamaan yang
kedua sehingga diperoleh persamaan linear satu variabel. Kemudian selesaikan
persamaan tersebut sehingga diperoleh nilai salah satu variabel.
3) Substitusi nilai yang diperoleh pada langkah kedua ke persamaan yang diperoleh
pada langkah pertama sehingga diperoleh nilai variabel yang kedua.
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel berikut
ini:
x + 2y = 10
Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018
Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

x + y = 6, x,y € R
Jawab:
Misalkan: x + 2y = 10 . . . (1)
x + y = 6, . . . (2)
Langkah 1
Dari persamaan (1) yaitu x + 2y = 10 dinyatakan ke dalam variabel x sehingga
diperoleh x = 10 – 2y . . . (3)
Langkah 2
Persamaan (3) disubstitusikan ke persamaan (2), sehingga diperoleh:
(10 – 2y) + y = 6
<=> – y = 6 – 10
<=> – y = – 4
<=> y = 4
Langkah 3
Substitusikan y = 4 ke persamaan (3), diperoleh:
x = 10 – 2 (4) = 2
Dari langkah-langkah diatas maka diperoleh bahwa nilai x = 2 dan y = 4. Jadi,
himpunan penyelesaian dari sistem persamaan diatas adalah { (2,4) }.
Metode Gabungan Eliminasi dan Substitusi
Metode gabungan eliminasi dan substitusi merupakan salah satu cara untuk
menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dengan mengeliminasi salah
satu variabel kemudian dilanjutkan dengan mensubstitusi nilai variabel yang
diperoleh ke dalam salah satu persamaannya.

Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018


Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

Ayoo berlatih!

Latihan 1

Kegiatan Belajar 2

Ayo berlatih!!

Latihan 2

Kegiatan Belajar 3

Perhatikan contoh soal berikut :

Dari penyelesaian di atas, apakah ada hal yang belum kalian pahami? Jika kalian
sudah paham kerjakan soal pada bagian Ayoo berlatih berikut ini !

Perhatikan sifat-sifat turunan


fungsi di atas!

Ayoo berlatih!!

Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018


Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

Setelah memahami contoh di atas, maka kerjakan soal-soal di Latihan 3 berikut di


buku kerja kalian!

Latihan 3

Kerjakan bersama teman kalian di buku kerja masing-masing! Periksalah seluruh


pekerjaan kalian, jika ada kesulitan tanyakan kepada Guru, serta laporkan kepada
Guru agar dapat diketahui penguasaan materi sebelum kalian diperbolehkan
mendapatkan tes formatif dan belajar ke UKBM berikutnya
.
Penutup

Bagaimana kalian sekarang?


Setelah kalian belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan belajar 1,2 dan 3
pada pertemuan 1,2, 3 dan 4, berikut diberikan Tabel untuk mengukur diri kalian
terhadap materi yang sudah kalian pelajari. Jawablah sejujurnya terkait dengan
penguasaan materi pada UKBM ini di Tabel berikut.

Tabel Refleksi Diri Pemahaman Materi


No Pertanyaan Ya Tidak
1. Apakah kalian mampu menjelaskan konsep
turunan fungsi aljabar?
2. Dapatkah kalian menentukan turunan fungsi
aljabar dengan konsep awal turunan?
3. Dapatkah kalian mementukan turunan fungsi
aljabar dengan rumus turunan?

4. Dapatkah kalian menentukan turunan fungsi


aljabar dengan menggunakan sifat-sifat turunan
fungsi?

Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah
kembali materi tersebut dalam Buku Teks Pelajaran (BTP) dan pelajari ulang
Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018
Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

kegiatan belajar 1, 2, atau 3 yang sekiranya perlu kalian ulang dengan bimbingan
Guru atau teman sejawat. Jangan putus asa untuk mengulang lagi! Dan apabila
kalian menjawab “YA” pada semua pertanyaan, maka lanjutkan berikut.

Dimana posisimu?
Pilihlah dan centang emoticon yang tepat untuk menyatakan perasaanmu setelah
mempelajari konsep logaritma, kemudian ukurlah dirimu dalam menguasai materi
konsep logaritma dalam rentang 0 – 100, tuliskan ke dalam kotak yang tersedia.

Sedih Bingung Senang %


Penguasaan

Setelah kalian menuliskan penguasaanmu terhadap materi Konsep Logartima,


lanjutkan kegiatan berikut untuk mengevaluasi penguasaan kalian!.

Yuk Cek Penguasaanmu terhadap Materi Konsep Logaritma!

Agar dapat dipastikan bahwa kalian telah menguasi materi Konsep Turunan Fungsi
Aljabar, maka kerjakan soal di BTP halaman 263- 264 secara mandiri di buku kerja
kalian masing-masing.

Setelah menyelesaikan soal di atas dan mengikuti kegiatan belajar 1, 2 dan 3 di


pertemuan ke 1, 2, 3 dan 4, bagaimana penyelesaian permasalahan pada bagian
awal pembelajaran tadi? Silahkan kalian berdiskusi dengan teman sebangku atau
teman lain. Kemudian tuliskan penyelesaian matematika tersebut di buku kerja
masing-masing!.

Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018


Unit Kegiatan Belajar Matematika , Pasangan KD 3.2/4.2,Program linier

Ini adalah bagian akhir dari UKBM materi Konsep Logaritma, mintalah tes formatif
kepada Guru kalian sebelum belajar ke UKBM berikutnya.

Sukses Untukmu !!!

Workshop Pengembangan UKBM SMAN Boyolangu 3-4 pebruari 2018

Anda mungkin juga menyukai