SALAM
&
BAHAGIA
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Damai
Sejahtera, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan,
Rahayu untuk kita semua di ruang virtual ini"
PERKENALAN
NGAKAN PUTU SUARJANA
085237172441
[Link]@[Link]
[Link] - Universitas Mahasaraswati - Bali
[Link]. - Universitas Pendidikan Ganesha - Bali
Pemimpin pembelajaran yang terus bergerak untuk
berdampak pada pengembangan pendidikan yang
berkelanjutan untuk mewujudkan murid yang selamat
dan bahagia menuju tercapainya profil pelajar
Pancasila
Bagaimana kita berinteraksi?
KOMITMEN BELAJAR
1. Membuka diri terhadap perbedaan dalam berpendapat, bertanya dan berbagi
pengalaman;
2. Semua peserta berpartisipasi aktif dalam diskusi, apabila sudah mendapatkan
kesempatan bertanya dan berbagi pengalaman, maka berikan kesempatan yang
sama bagi yang belum bertanya atau berbagi cerita;
3. Konsisten dengan waktu saat mempresentasikan ide, bertanya dan berbagi
pengalaman.
4. Tekan ikon ‘raise hand’ bila hendak bertanya dan silahkan berbicara setelah
dipersilahkan; bila ada yang sedang bicara, mohon menunggu untuk dipersilahkan
5. Semua peserta membuka video (bila terkendala jaringan, peserta boleh menutup
video);
6. Chatbox digunakan sebagai media bertanya dan berbagi pendapat dan pengalaman;
7. Menjaga ketenangan ruang virtual (zoom/gmeet) dengan selalu memonitor
Microphone dan Video agar proses pembelajaran menjadi kondusif dan bermakna;
Bagaimana kita berinteraksi?
Hadir Seutuhnya (Presence – Mindfulness)
Tenangkan
hati dan pikiran
berdamai sejenak semua
situasi dalam diri untuk
hadir seutuhnya di ruang
belajar virtual
Modul 1.1
REFLEKSI FILOSOFIS PENDIDIKAN
KI HADJAR DEWANTARA
Tahapan Belajar Modul 1.1
Mandiri:
1. Menyimak Video
2. Membaca 3 Tulisan KHD Membuat Demonstrasi
Kontekstual dengan berbagi Kesimpulan dan Refleksi
Diskusi: Media dalam menerapkan Filosofi CGP dalam bentuk Media
1. Eksplorasi pemikiran KHD Pendidikan KHD (strategi dalam Informasi: Artikel, Ilustrasi
2. Berbagi praktik baik mewujudkan pemikiran KHD) Video, Audio, Infografis.
Eksplorasi konsep Demonstrasi Koneksi Antar
Mulai dari diri
kontekstual Materi
M E R D E K A
Ruang kolaborasi Elaborasi
Aksi Nyata
Merefleksikan pemahaman
pengalaman pribadi • CGPmengimplementa
terkait Filosofi • Eksplorasi kekuatan BERSAMA INSTRUKTUR si hasil belajar secara
Pendidikan Ki Hadjar nilai-nilai luhur sosial 1. Penguatan Konsep konkret pemikiran
Dewantara dan budaya di daerah Filosofi Pendidikan KHD KHD,
Pendidikan Nasional dalam ”menuntun” oleh Instruktur • Menuliskan hasil
Indonesia murid untuk menjadi 2. Diskusi Reflektif Kritis belajar dalam bentuk
manusia dan anggota Jurnal
masyarakat
VIDEO #1 – PENDIDIKAN ZAMAN KOLONIAL
3 TULISAN KHD
◼ Lampiran 1. Dasar-Dasar Pendidikan. Keluarga, Th. I No.1,2,3,4., Nov, Des
1936., Jan, Febr. 1937
◼ Lampiran 2. Metode Montessori, Frobel dan Taman Anak. Wasita, Jilid No.1
Oktober 1928
◼ Lampiran 3. Pidato Sambutan Ki Hadjar Dewantara. Dewan Senat Universitas
Gadjah Mada, 7 November 1956
VIDEO #2 – REFLEKSI FILOSOFIS PAK IWAN
SYAHRIL
DIALOG – PRAKTIK BAIK
1. Tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses
pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan)
pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?
2. Mengapa Pendidikan Indonesia perlu
mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?
3. Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang
berhamba (berpihak) pada anak” dengan peran saya
sebagai pendidik?
1. DASAR PENDIDIKAN KHD - MENUNTUN
“Maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan
kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat
mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-
tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota
masyarakat”
(KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan, hal.1, paragraph 4)
2. DASAR PENDIDIKAN KHD – KODRAT ANAK - MERDEKA
▪ Merdeka batin - Pendidikan
▪ Merdeka lahir – Pengajaran
Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung
kepada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri
Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama
ialah memerdekakan manusia sebagai bagian dari persatuan (rakyat)
(KHD – Pendidikan dan Pengajaran Nasional, Desember 1928)
2. DASAR PENDIDIKAN KHD – KODRAT ANAK - BERMAIN
▪ Bermain adalah salah satu kodrat anak
▪ Pikiran-Perasaan-Kemauan-Tenaga (Cipta-Rasa-
Karsa/Karya-Pekerti) sudah ada pada diri anak
▪ Permainan anak dapat menjadi bagian pembelajaran
di sekolah
2. DASAR PENDIDIKAN KHD – BERMAIN
Gobak Sodor –Nilai - Strategi
Congklak – Matematika - Strategi
Bagaimana dengan permainan
yang digemari anak-anak masa kini?
3. PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA ANAK
“Bebas dari segala ikatan, dengan suci hati mendekati sang anak, bukan untuk
meminta sesuatu hak, melainkan untuk berhamba pada sang anak.” (Ki Hajar
Dewantara, 1922)” [Asas Taman Siswa ke-7, diparafrasakan Profesor Sardjito, Rektor Universitas Gajah
Mada di penganugrahan Doktor Honoris Causa kepada Ki Hajar Dewantara di bidang Ilmu Kebudayaan,
Desember 1956.]
Blog Pak Iwan Syahril: [Link]
yang-berhamba-pada-sang-anak?page=all
Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu bapak karena hanya dua
orang inilah yang dapat “berhamba pada sang anak” dengan semurni-
murninya dan se-ikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh
dibilang cinta kasih tak terbatas (Karya Ki Hajar Dewantara, Pendidikan, halaman 382 – Buku
Kuning)
3. PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA ANAK
’Kowe bakale dak mulya ake
selawase’
(selamanya engkau akan aku muliakan)
3. PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA ANAK
Pemikiran tentang berhamba pada anak itu tercetus dari
suatu penyesalan yang pernah dirasakan oleh Soewardi
ketika menghadapi setumpuk pekerjaan yang belum
terselesaikan. Tangis Asti yang tiada henti-hentinya
dirasakan sebagai suatu hambatan yang mengganggu
tugasnya. Lalu dengan serta merta diseretnya anak itu
keluar, dan tanpa berpikir panjang, dibiarkannya Asti kecil
menangis di balik hempasan pintu rumah. Salju yang
berjatuhan di jendela tiba-tiba menyadarkan kekalutan
pikirannya. Dia lari secepatnya, lalu dibukanya pintu . . .
dan Asti sudah tampak biru, menggigil kedinginan.
Soewardi menyesal, sangat menyesal. Sambil memeluk
anaknya yang sedang tersengal-sengal berurai air mata itu,
terucaplah kata kasih sepenuh hati: “Kowe bakale dak
mulya ake selawase” Artinya: “Selamanya engkau akan
aku muliakan.”
Pengalaman Soerwardi menjadi salah satu teori
Pendidikan dalam perguruan yang dicita-citakan.
(Irna H.N. Hadi Soewita, Soewardi Soerjaningrat dalam Pengasingan, 2019, hal.95-96)
NI ASTI
3. PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA ANAK
untuk berhamba pada sang anak. – Pendidikan
yang Berpihak/Berpusat pada Murid
4. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUKAN TABULARASA
“Anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai
keinginan orang dewasa”
Anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samar-
samar. Tujuan Pendidikan adalah menuntun
(memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan garis
samar-samar agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi
manusia seutuhnya. (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan)
Pertanyaannya: bagaimana menebalkannya?
4. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUKAN TABULARASA
Menebalkan laku anak dengan kekuatan konteks diri anak
dan sosio-kultural/budaya
4. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUKAN TABULARASA
Menebalkan laku anak dengan kekuatan konteks diri anak:
Ada yang mau berbagi?
5. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUDI PEKERTI
“Budi pekerti, watak, karakter adalah bersatunya (perpaduan
harmonis) antara gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan
sehingga menimbulkan tenaga/semangat” (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan,
hal.6, paragraph 3)
Budi: pikiran-perasaan-kehendak/kemauan
Pekerti: tenaga
Cipta + Rasa + Karsa/Karya + Pekerti (tenaga) 🡪 Keseimbangan (keselarasan)
Hidup
Contohnya pada permainan Gamelan & Menenun
5. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUDI PEKERTI
5. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUDI PEKERTI
Cipta + Rasa + Karsa/Karya + Pekerti (tenaga) 🡪 Keseimbangan (keselarasan)
Hidup
6. DASAR PENDIDIKAN KHD – PETANI
. . .seorang petani (dalam hakikatnya sama kewajibannya dengan
seorang pendidik) yang menanam jagung misalnya, hanya dapat
menuntun tumbuhnya jagung, ia dapat memperbaiki kondisi
tanah, memelihara tanaman jagung, memberi pupuk dan air,
membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup
tanaman padi dan lain sebagainya. (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan,
hal.2, paragraph 1)
6. DASAR PENDIDIKAN KHD – TUKANG KEBUN
KEHIDUPAN
6. DASAR PENDIDIKAN KHD – TUKANG KEBUN
KEHIDUPAN
6. DASAR PENDIDIKAN KHD – TUKANG KEBUN
KEHIDUPAN
6. DASAR PENDIDIKAN KHD – TUKANG KEBUN
KEHIDUPAN
6. DASAR PENDIDIKAN KHD – TUKANG KEBUN
KEHIDUPAN
Berbagi pencerahan/penguatan yang
diperoleh melalui sesi pagi ini
REFLEKSI PERSONAL – PADLET 15’
1. Tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang
merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara
(KHD)?
2. Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat
alam dan kodrat zaman?
3. Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba
(berpihak) pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?
Modul 2.1 Modul 1.4
Modul 3.1
Modul 3.2 Modul 2.3
Modul
1.1 Maksud pendidikan itu adalah menuntun
segala kekuatan kodrat yang ada pada
anak-anak, agar mereka dapat mencapai
keselamatan dan kebahagiaan
yang setinggi-tingginya baik sebagai
Modul
1.2
manusia, maupun anggota masyarakat
(Ki Hadjar Dewantara, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan, hal.1, paragraf 4)
Modul 2.2 Modul 3.3
Modul 1.3
TERIMA
KASIH
PENDIDIKAN ADALAH MENUNTUN
KEKUATAN KODRAT ANAK
KI HADJAR DEWANTARA