MANAJEMEN DAN ORGANISASI BISNIS
Pengertian Manajemen
Kata manajemen banyak dikenal, baik di lingkungan pemerintahan maupun lingkungan
swasta. Pengertian manajemen begitu luas, sehingga dalam kenyataannya tidak ada definisi
manajemen yang digunakan secara konsisten oleh semua orang.
Terdapat beberapa definisi manajemen, antara lain :
a. Menurut Oei Liang Lee
Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan,
mengkoordinasi, serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
b. Menurut G.R. Terry
Manajemen merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan perencanaan,
pengorganiasasian, menggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta
mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber-sumber lainnya.
c. Menurut Harold Knootz dan Cyril O’donnel
Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
d. Menurut Indriyo Gitosudarmo
Manajemen merupakan suatu ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua
sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Dari definisi di atas ada sedikit perbedaan, tetapi pada dasarnya inti masalah sama. Perbedaan
bersifat gradual karena latar belakang penulis dan sudut penalaran yang dilakukan.
Untuk mengukur prestasi kerja (performance) manajemen adalah : efektivitas dan efisiensi.
Fungsi Manajemen
Belum ada kesatuan pendapat diantara para ahli manajemen mengenai fungsi manajemen.
Beberapa pendapat tentang fungsi manajemen sebagai berikut :
Menurut Oei Liang Lee : Planning, Organizing, Directing, Coordinating,
Controlling.
Menurut G.R. Terry : Planning, Organizing, Actuating, Controlling.
Menurut Harold Knootz dan Cyril O’donnel : Planning, Organizing, Staffing,
Directing, Controlling.
Menurut James Stoner : Planning, Organizing, Leading, Controlling.
Perencanaan (Planning)
Berhubungan dengan penyusunan aktivitas-aktivitas untuk masa yang akan datang. Aktivitas
tersebut antara lain : penetapan tujuan, baik tujuan jangka pendek, jangka menengah, maupun
jangka panjang dan merumuskan kebijakan, program, prosedur, aturan, strategi.
Perencanaan meliputi perumusan : apa, siapa, dimana, kapan, dan bagaimana
Manfaat Perencanaan
1. Mengurangi ketidakpastian serta perubahan di masa yang akan datang.
2. Mengarahkan perhatian pada tujuan.
3. Memperingan biaya memungkinkan diadakan penghematan biaya sebab semua
kegiatan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
4. Merupakan sarana untuk mengadakan pengawasan.
Tahap Dasar Perencanaan
1. Menetapkan tujuan.
2. Merumuskan keadaan saat ini pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari
tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk
pencapaian tujuan.
3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan untuk mengukur kemampuan
organisasi dalam mencapai tujuan.
4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.
5. Mengadakan penilaian terhadap alternatif-alternatif tindakan yang sudah dipilih.
6. Mengambil keputusan.
Pengorganisasian (Organizing)
Sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi personalia dan faktor fisik agar
semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada semua tujuan.
Atau pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal,
mengelompokan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para
anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.
Tujuan mengorganisasi adalah untuk mempermudah dalam melaksanakan tugas, membagi
suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Disamping itu
mempermudah pimpinan dalam melaksanakan tugas pengawasan. Di dalam suatu organisasi
terdapat hubungan :
1. Formal merupakan bentuk hubungan yang dilakukan dengan sengaja, secara resmi
digambarkan dalam bagan organisasi.
2. Informal menyangkut hubungan manusiawi, karena kesamaan
kebutuhan.
Pengarahan (Directing)
Merupakan suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota organisasi
melaksanakan kegiatan yang sudah ditentukan ke arah tercapainya tujuan.
Kegiatanpengarahan banyak menyangkut masalah pemberian motivasi, komunikasi, dan
kepemimpinan.
Motivasi merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara
memberikan tingkat kepuasan tertentu atau dengan cara menakut-nakuti, ancaman,
sanksi.
Komunikasi merupakan kegiatan untuk saling memberi keterangan dan ide secara
timbal balik
Kepemimpinan merupakan proses penga- rahan yang dapat memotivasi
orang lain untuk bekerja ke arah pencapaian tujuan tertentu.
D. Pengkoordinasian(Coordinating) Merupakan usaha untuk menyelaraskan kegiatan
anggota organisasi agar menuju kearah tujuan organisasi.
Manfaat fungsi organisasi :
Terjadi efisiensi di semua bidang karena terjadi koordinasi antar bagian.
Adanya suasana kerja yang tentram karena terjadi keseimbangan tugas dan hak setiap
anggota organisasi.
Terdapat kesatuan tujuan dari masing-masing individu dalam organisasi.
Menghindarkan adanya konflik dalam organisasi.
Menjamin adanya kesatuan sikap, tindakan, kebijakan, dan pelaksanaan dalam
pekerjaan.
E. Pengendalian (Controlling)
Merupakan fungsi yang dapat menjamin bahwa kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan
dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan.
Langkah-langkah pengawasan :
1. Menetapkan standar.
2. Membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standar.
3. Melakukan tindakan koreksi.
ORGANISASI
1. Pengertian Organisasi
Menurut James D. Money
Organisasi merupakan setiap kerjasama manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Stephen R. Robins
Organisasi adalah unit sosial yang terdiri daridua orang ataulebih yang dikoordinasikan untuk
mencapai sejumlah tujuan.
Menurut Chester I. Barnard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih.
Definisi organisasi akan mencakup 3 elemen pokok, yaitu interaksi manusia, tujuan yang
ingin dicapai, dan struktur.
2. Bentuk Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah pola formal tentang bagaimana orang dan pekerjaan dikelompokan
dalam suatu bagan organisasi.
Struktur Organisasi Garis
Setiap atasan mempunyai sejumlah bawahan tertentu dan masing-masing memberi
pertanggung jawaban tugasnya kepada atasan tersebut. Seseorang hanya bertanggung jawab
kepada satu orang atasan saja. Oleh karena itu setiap atasan dituntut berpengetahuan yang
serba guna sebab ia tidak memiliki pembantu ahli
Struktur Organisasi Garis dan Staf
Menyempurnakan kekurangan yang ada pada struktur organisasi garis. Kesatuan perintah
tetap dipertahankan, atasan memiliki bawahan tertentu dan bawahan hanya menerima
perintah dari seorang atasan saja dan kepada atasan tersebut bawahan harus bertanggung
jawab atas pelaksanaan pekerjaannya. Staf disini tugasnya memberi nasehat dan saran dalam
bidangnya kepada pemimpin di dalam organisasi jika pimpinan itu mengalami kesulitan
dalam memecahkan persoalan organisasi.
Struktur Organisasi Fungsional
Seorang karyawan tidak bertanggung jawab pada seorang atasan saja. Pimpinan berhak
memerintah semua karyawan di semua bagian, selama masih berhubungan dengan bidang
kerjanya.
3. Asas Organisasi
Pedoman yang hendaknya dilaksanakan agar diperolah struktur organisasi yang baik dan
aktivitas organisasi dapat berjalan lancar.
Asas organisasi adalah sebagai berikut :
a. Perumusan tujuan yang jelas
b. Departemenisasi (departementalisasi)
Departementalisasi dapat dilakukan atas dasar :
Fungsi pemasaran, produksi, keuangan, personalia
Produk atau jasa divisi mesin cuci, lemari es, TV, dll
Wilayah divisi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dll.
c. Pembagian kerja.
d. Koordinasi.
e. Pelimpahan wewenang.
f. Rentangan kendali.
g. Jenjang organisasi.
h. Kesatuan perintah.
i. Fleksibilitas.
BAB IX
FUNGSI PEMASARAN
Pengertian Pemasaran
William J. Stanton mengemukakan bahwa :Pemasaran adalah suatu sistem
keseluruhan kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan,
baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Pengertian Pasar
Pandangan pelaku bisnis Pasar adalah orang atau kumpulan orang
yang memiliki keinginan, kebutuhan serta kemampuan untuk membayar guna memenuhi
kebutuhannya tersebut.
Pengusaha harus mampu untuk mempengaruhi pasar dan bahkan
kemudian harus mampu untuk menguasai pasar.
Target Pasar dan Segmentasi Pasar
Produk dan jasa tidak dapat menjadi “ segala barang untuk semua orang”, karena
pembeli sangat berbeda-beda, baik selera, minat, tujuan, gaya hidup dan lain-lain.
Untuk itu target pasar dan segmentasi pasar sangat diperlukan untuk tetap dapat menguasai
pasar.
Target Pasar : kelompok orang yang memiliki keinginan dan kebutuhan yang
sama.
Segmentasi Pasar : tindakan membagi suatu pasar yang bersifat heterogen ke
dalam segmen-segmen pasar yang bersifat homogen.
Potensi Pasar
Besar kecilnya potensi pasar dipengaruhi oleh :
1) Struktur Penduduk
Komposisi penduduk yang menunjukkan berapa banyak penduduk
dari masing-masing golongan.
2) Daya Beli
Kemampuan beli yang tinggi akan meningkatkan tingkat
penggunaan per orang.
3) Pola Konsumsi
Merupakan komposisi pengeluaran yang biasanya
dilakukan oleh masyarakat.
Konsep Pemasaran
Merupakan orientasi manajemen yang beranggapan bahwa tugas pokok
perusahaan ialah menentukan kebutuhan, keinginan dari pasar yang menjadi sasaran
dan menyesuaikan kegiatan perusahaan sedemikian rupa, agar dapat menyampaikan kepuasan
yang diinginkan oleh pasarnya.
Kepuasan konsumen menjadi tujuan utama.
Semua kegiatan diarahkan kepada kepuasan konsumen (Consumer
Oriented).
BAB X
Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Kombinasi dari 4 variabel yang merupakan inti dari sistem pemasaran. Ke-4 variabel tersebut
adalah : Produk (Product), Harga (Price), Promosi (Promotion) dan Distribusi atau
penempatan produk (Place). Bauran pemasaran tersebut merupakan alat yang dapat
digunakan oleh pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya.
1. Produk (Product)
Suatu barang, jasa / gagasan yang dipasarkan untuk memenuhi
kebutuhan konsumen.
Siklus Kehidupan Produk (Product Life Cycle)
- Tahap Perkenalan
- Tahap Pertumbuhan
- Tahap Kedewasaan
- Tahap Kemunduran
2. Harga (Price)
Faktor yang mempengaruhi tingkat harga :
- Kondisi perekonomian
- Penawaran dan permintaan
- Elastisitas permintaan
- Persaingan
- Biaya
- Pengawasan Pemerintah
Promosi (Promotion)
Promosi merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mempengaruhi
konsumen agar mereka dapat menjadi kenal akan produk yang ditawarkan oleh perusahaan
dan kemudian mereka menjadi senang, lalu membeli produk tersebut.
Alat-alat promosi :
- Iklan (Advertising)
- Promosi Penjualan (Sales Promotion)
- Personal Selling
- Publisitas
4. Distribusi atau Penempatan Produk (Place)
- Distribusi Langsung
- Distribusi tidak Langsung;
a. Saluran Distribusi Intensif
b. Saluran Distribusi Selektif
c. Saluran Distribusi Eksklusif
Riset Pasar
Studi mengenai apa yang diinginkan oleh konsumen dan bagaimana jalan
terbaik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Memahami Perilaku Konsumen
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen :
- Psikologis (motivasi, persepsi, sikap).
- Pribadi (gaya hidup, kepribadian).
- Sosial (keluarga, pendapat pemimpin).
- Budaya (cara hidup, kelas sosial).
BAB XI
FUNGSI KEUANGAN
Masalah pengelolaan keuangan sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan.
Fungsi keuangan suatu perusahaan berkaitan dengan pengelolaan sumber-sumber dana dan
pengelolaan penggunaan dana.
Sumber dana yang dibutuhkan dapat diperoleh dari berbagai sumber : sumber dana
intern dan sumber dana ekstern. Semakin tepat penentuan sumber dana, semakin baik bagi
perusahaan.
Dana yang telah diperoleh dapat dipergunakan untuk berbagai kebutuhan, baik kebutuhan
jangka pendek maupun jangka panjang. Semakin tepat pengalokasian dana, maka semakin
besar kesempatan perusahaan untuk memperoleh keuntungan.
Tersedia dana yang cukup merupakan syarat agar perusahaan dapat melaksanakan
berbagai kegiatan sehari-hari dengan lancar. Agar dana dalam perusahaan dapat dipenuhi
secara cukup, maka dituntut adanya pengelolaan sumber-sumber dana dan penggunaan dana.
Peran Manajer Keuangan
Menyeimbangkan kebutuhan dana dalam berbagai operasi perusahaan dengan
tersedianya dana. Manajer keuangan akan dihadapkan pada berbagai pilihan sumber dan
penggunaan dana perlu mengambil keputusan : Financing Decision, Investment
Decision dan Devidend Policy.
Tujuan normatif
Tujuan normatif manajemen keuangan adalah meningkatkan “nilai
perusahaan”.
Analisa Laporan Keuangan Perusahaan
Analisa laporan keuangan perusahaan pada dasarnya merupakan perhitungan
ratio-ratio untuk menilai keadaan keuangan perusahaan dimasa lalu, saat ini dan
kemungkinannya dimasa depan.
Data pokok sebagai input dalam analisa ratio ini adalah laporan laba-rugi dan
neraca perusahaan. Dengan kedua laporan ini akan dapat ditentukan sejumlah ratio dan
selanjutnya ratio ini dapat digunakan untuk menilai beberapa aspek tertentu dari
operasi perusahaan.
Pada umumnya ada tiga kelompok yang berkepentingan dengan ratio keuangan, yaitu
para pemegang saham dan calon pemegang saham, kreditur dan calon kreditur serta
manajemen perusahaan.
Ratio keuangan biasa dikelompokkan ke dalam 4 tipe dasar :
1. Ratio Likuiditas
Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial
jangka pendek tepat pada waktunya.
Untuk menentukan tingkat likuiditas perusahaan dapat digunakan rumus berikut :
a. Current Ratio : Aktiva Lancar
Hutang Lancar
b. Quick Ratio : Aktiva Lancar – Persediaan
Hutang Lancar
2. Ratio Leverage
Mengukur seberapa jauh perusahaan dibelanjai dengan hutang.
Dalam hal ini dapat digunakan rumus :
Total hutang / Total Aktiva.
3. Ratio Aktivitas
Mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumber daya yang
dimiliki.
Ratio ini menyangkut perbandingan antara penjualan bersih dengan berbagai
investasi dalam aktiva.
- Perputaran Aktiva : Penjualan
Total Aktiva
4. Ratio Rentabilitas
Mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba.
Ada dua macam rentabilitas :
a. Rentabilitas Ekonomis
Merupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dari keseluruhan
modal, baik modal asing maupun modal sendiri. Untuk mencari besarnya rentabilitas
ekonomis dapat digunakan rumus berikut :
RE: Lk x 100 %
MA + MS
b. Rentabilitas Modal Sendiri
Merupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dari
sejumlah modal sendiri yang dimiliki.
RMS : Lb x 100 %
MS
BAB XII
FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya organisasi selain sumber daya alam
dan sumber daya modal. Sumber daya manusia harus dikelola dengan cukup hati-hati
mengingat bahwa yang menjadi sasaran dalam hal ini adalah manusia. Sumber daya manusia
adalah aset organisasi yang paling penting dan membuat sumber daya organisasi lainnya
bekerja. Sumber daya manusia penting karena mempengaruhi efisiensi dan efektivitas
organisasi.
Manajemen sumber daya manusia (Human resources Management) adalah pendayagunaan,
pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa individu anggota organisasi. Manajemen
sumber daya manusia merupakan pemanfaatan sumber daya manusia agar mencapai tujuan
organisasi.
Perkembangan MSDM di dorong oleh masalah ekonomi, sosial dan politik. Ekonomi
semakin terbatasnya faktor-faktor produksi, menuntut agar SDM dapat bekerja lebih
efektif dan efisien. Semakin disadari bahwa SDM paling berperan dalam mewujudkan tujuan
perusahaan. Politik HAM semakin mendapat perhatian, organisasi buruh semakin banyak
dan semakin kuat mengharuskan perhatian yang lebih baik terhadap sumber daya manusia.
Ancaman kompetisi internasional, kondisi perekonomian yang tidak menentu, dan perubahan
teknologi yang cepat hanyalah beberapa faktor eksternal yang menyebabkan perusahaan
mencari berbagai kiat baru agar dapat memberdayakan sumber daya manusianya secara lebih
efektif.
Faktor-faktor internal seperti biaya kompensasi, tuntutan akan perlunya karyawan yang
terlatih secara memadai merupakan faktor yang membuat manajemen sumber daya manusia
menjadi kian penting dan kompleks.
Manajer SDM disebut juga Manajer Personalia
Tugasnya meliputi :
- Merekrut.
- Melatih dan mengembangkan karyawan.
- Menetapkan program - program evaluasi,
kompensasi dan tunjangan karyawan.
Dalam kenyataannya, semua manajer berurusan dengan sumber daya
manusia. Dua masalah pokok yang menjadi tugas semua manajer adalah Job relatedness
(keterkaitan pekerjaan) dan Person-Job matching (mencocokkan orang yang tepat pada
pekerjaan yang tepat).
Aktivitas-aktivitas Manajemen Sumber Daya Manusia
1) Perencanaan SDM
* Perencanaan SDM melibatkan dua tugas utama :
- Job Analysis
Suatu evaluasi dari tugas-tugas dan
kualitas yang dibutuhkan oleh suatu pekerjaan.
Dari Job Analysis, manajer SDM harus
mengembangkan menjadi :
+) Job Description :
Garis besar tujuan, tugas dan tanggung
jawab suatu pekerjaan.
+) Job Specifications :
Deskripsi atas ketrampilan, pendidikan dan
pengalaman yang dibutuhkan oleh suatu pekerjaan.
- Forecasting
Prediksi kebutuhan pengkaryaan di masa mendatang baik
kebutuhan akan berbagai macam karyawan yang berbeda maupun persediaan nyata dari
karyawan tersebut.
* Manajer SDM harus memprediksi :
- Permintaan tenaga kerja dengan
mempertimbangkan :
a. Perkembangan perusahaan.
b. Tingkat perputaran tenaga kerja normal.
c. Jumlah tenaga kerja yang mendekati
masa pensiun.
- Persediaan tenaga kerja harus
mempertimbangkan :
a. Kompleksitas dari suatu pekerjaan.
b. Jumlah karyawan yang ada yang dapat
dipromosikan.
c. Adanya kandidat - kandidat yang
memenuhi persyaratan untuk mengisi
pekerjaan-pekerjaan baru di masa mendatang.
2) Rekrutmen
Dirancang untuk mendapatkan pelamar kerja yang memenuhi
persyaratan.
3) Seleksi
4) Orientasi
5) Penilaian Kinerja
Dirancang untuk memperlihatkan sejauh mana pekerja berhasil
melakukan pekerjaan.
Tujuan evaluasi (formal appraisal) :
- Kepentingan promosi jabatan.
- Kepentingan pelatihan.
- Sebagai umpan balik dari hubungan kerja.
6) Pelatihan dan Pengembangan
* Pelatihan
- On the job training
- Off the job training
* Pengembangan Karyawan
Program yang dirancang untuk meningkatkan
keterampilan konseptual, analitis dan pemecahan masalah
dari personil manajemen.
7) Pemberian Kompensasi
Kompensasi meliputi :
- Upah dan gaji (wages and salaries)
- Insentif (incentive)
- Tunjangan karyawan (employee benefit)
8) Pemeliharaan Karyawan
Departemen SDM punya tanggung jawab atas penyediaan pelatihan
keselamatan kerja, perbaikan kondisi kerja yang tidak sehat, pelaporan kecelakaan kerja.
9) Perencanaan dan Pengembangan Karier Karyawan
BAB XIII
FUNGSI PRODUKSI (OPERASI)
Kegiatan produksi banyak dilaksanakan di perusahaan-perusahaan manufacture. Tetapi
orang-orang juga melaksanakan kegiatan produksi dalam organisasi yang menyediakan
berbagai bentuk jasa. Dalam kenyataannya akhir-akhir ini berkembang cukup pesat usaha di
sektor jasa.
Atas dasar perkembangan tersebut, istilah manajemen produksi yang telah banyak
dipakai sebelumnya (sampai sekarang) secara meluas, di pandang kurang mencakup seluruh
kegiatan sistem produktif dalam masyarakat ekonomi kita. Oleh karena itu diperlukan suatu
istilah yang lebih tepat dan mempunyai cakupan yang lebih luas seperti: Manajemen
Operasi.
Manajemen Operasi (produksi) pengarahan dan pengendalian suatu proses secara
sistematis untuk mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa.
Proses-proses operasi dapat diklasifikasikan ke dalam :
1. Tipe Teknologi Transformasi
- Proses Kimia
- Proses Fabrikasi
- Proses Perakitan
- Proses Pengangkutan
- Proses Klerikal
Sifat Analitis atau Sintetis dari proses
- Proses Analitis proses yang menguraikan
sumber-sumber menjadi komponen untuk menciptakan produk
jadi.
- Proses Sintetis proses yang
mengkombinasikan bahan-bahan mentah
untuk memproduksi barang jadi.
3. Pola Alur Produksi
- Proses Kontinyu proses produksi yang
produknya berpindah dengan cara langsung
dan terus menerus.
- Proses Terputus-putus proses produksi yang
produknya bergerak melalui serangkaian tahap peralatan dan /
atau departemen di suatu pabrik.
Perencanaan Operasi
Keseluruhan rencana bisnis yang dikembangkan oleh seorang eksekutif
puncak suatu perusahaan menjadi paduan perencanaan operasi. Kunci dari kegiatan
perencanaan operasi meliputi :
- Perencanaan Kapasitas.
- Perencanaan Lokasi.
Karena lokasi mempengaruhi biaya produksi dan fleksibilitas, perencanaan
lokasi yang cermat menjadi suatu hal yang penting. Daya tarik lokasi dipengaruhi oleh :
kedekatan lokasi dengan bahan baku dan pasar, ketersediaan tenaga kerja, energi dan biaya
transportasi dan kondisi lingkungan masyarakat.
Perencanaan Tata Ruang
Tata ruang proses dikelompokkan berdasarkan fungsinya.
Tata ruang produk biasanya menggunakan lini perakitan : suatu produk
setengah jadi yang bergerak dari suatu tahap ke tahap berikutnya dengan menggunakan ban
berjalan atau peralatan lainnya.
- Perencanaan Kualitas
Mencakup sistem untuk menjamin barang yang diproduksi
memenuhi standar kualitas perusahaan.
Perencanaan Metode
Untuk mengurangi pemborosan dan in efisiensi dengan cara meneliti prosedur
berdasarkan tahap demi tahap.
Penjadwalan Operasi
Alat untuk penjadwalan :
- Diagram Gantt (Gantt Charts) Jadwal produksi yang memperlihatkan
tahap-tahap dalam suatu proyek dan menentukan waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan setiap tahap.
Diagram PERT (Program Evaluation and Review Technique) Jadwal produksi yang
menspesifikasikan sekuen dan lintasan kritis untuk melaksanakan tahap-tahap dalam suatu
proyek.
Pengendalian Operasi
Pengendalian operasi proses memonitor kinerja produksi dengan cara
membandingkan hasil dengan rencana.
Pengendalian Operasi meliputi:
-Pengendalian Mutu
-Manajemen Bahan
Manajemen Bahan Produksi Meliputi:
Transportasi
Pergudangan
Pengendalian Persediaan
Pembelian