PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA
KHULAFAUR RASYIDIN (632-661 M)
Memenuhi salah satu syarat mengikuti
Perkuliahan Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu:
Dr. [Link] Iskandar, [Link]
Disusun Oleh:
Reza Ferdiansyah 12110312529
Sahrul Ramadhan 12110312688
Serly Meilani 12110322446
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SULTAN SYARIF KASIM RIAU
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang atas rahmat dan karu-
nia-Nya, penulis dapat meyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Pen-
didikan Islam Pada Masa Khulafaur Al-Rasyidin (632-661 M) .”
Terima kasih penulis ucapkan kepada dosen pengampu mata kuliah Sejarah
Peradaban Islam Bapak Dr. H. Edi Iskandar, [Link], [Link] yang telah membimbing
penulis dalam pembuatan makalah ini.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon
pemakluman bilamana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang penulis
buat kurang tepat. Oleh karena itu, kritik dan saran pembaca sangat diperlukan dalam
rangka penyempurnaan makalah ini.
Dengan ini penulis mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima
kasih dan semoga Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan
manfaat.
Pekanbaru, 7 Oktober 2022
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................2
DAFTAR ISI.................................................................................................................3
BAB I.............................................................................................................................4
PENDAHULUAN.....................................................................................................4
A. Latar Belakang..................................................................................................4
B. Rumusan Masalah.............................................................................................4
C. Tujuan Pembahasan..........................................................................................5
BAB II...........................................................................................................................5
PEMBAHASAN........................................................................................................5
A. Pendidikan Periode Utsman Bin Affan (23/36-644/656).................................5
B. Pendidikan Priode Ali Bin Abi Thalib (36/41-656/661)...................................8
BAB III........................................................................................................................11
PENUTUP...............................................................................................................11
Kesimpulan..........................................................................................................11
Saran....................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................12
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Studi sejarah Islam dapat dikatakan sebagai kajian yang menarik sekali-
gus penting. Sebab, umat Islam dapat mengail ‘ibrah (pelajaran) dari serangka-
ian peristiwa sejarah sejak era khidupan Nabi Muhammad saw sampai periode
kontemporer. Kemudian studi ini penting mengingat sumber utama ajaran Is-
lam, yaitu Alquran juga berisikan banyak informasi bernuansa historis dan
penyebutan kisah para Nabi dan orang saleh serta orang- orang yang durhaka di-
harapkan bisa memberikan pelajaran bagi kaum Muslim dengan cara meniru ke-
baikan-kebaikan yang ditampilkan oleh orang- orang suci dan saleh tersebut,
dan sekaligus menjauhi keburukan yang dilakukan oleh orang-orang durhaka.
Secara umum, makalah ini hanya akan menelaah kepemimpinan dua
khalifah terakhir umat Islam, yakni Usman bin Affan Ali bin Abi Thalib. Se-
cara khusus makalah ini akan mengungkap latar belakang kedua khalifah keter-
pilihan menjadi khalifah dan kebijakankebijakan yang mereka ambil selama
menjadi khalifah. Secara metodologis makalah ini menggunakan pendekatan
historis, sedangkan sumber datanya diperoleh melalui kegiatan studi dokumen
dimana data diperoleh dari data tertulis tentang serangkaian peristiwa sejarah
sebagaimana disebut dalam berbagai referensi.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pendidikan pada masa khalifah Ustman bin Affan?
2. Bagaimana Pendidikan pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib?
C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui pendidikan pada masa khalifah dan Utsman bin Affan.
2. Untuk mengetahui Pendidikan pada masa Khalifah Ali Bin Abi Thalib.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pendidikan Periode Utsman Bin Affan (23/36-644/656)
1. Nasab
Usman bin Affan, nama lengkapnya adalah Usman bin Affan bin Abil
Ash bin Umayyah dari suku Quraisy. Beliau memeluk Islam karena ajakan
Abu Bakar dan menjadi salah seorang sahabat dekat Nabi SAW. Usman ibn
Affan terkenal sebagai orang yang berbudi pekerti luhur, sangat pemalu, der-
mawan, lemah lembut, penuh kasih sayang, pemaaf, selalu berprasangka baik,
bersikap toleransi, paling baik bergaul dengan orang lain, lapang dada lagi
sabar, paling kuat menjaga hubungan kekerabatan dan terlalu lemah serta tun-
duk kepada keluarga (Hitty, 1974:176). Beliau sangat kaya tetapi berlaku
sederhana dan sebagian besar kekayaannya digunakan untuk kepentingan Is-
lam.1
Utsman bin Affan lahir pada 574 Masehi dari golongan Bani
Umayyah. Nama ibunya adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah. ia masuk Islam
atas ajakan Abu Bakar dan termasuk golongan As-Sabiqun al-Awwalun (go-
longan yang pertama-tama masuk Islam). Rasulullah ﷺsendiri menggam-
barkan Utsman bin Affan sebagai pribadi yang paling jujur dan rendah hati di
antara kaum muslimin. Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Aisyah
bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Abu Bakar masuk tetapi engkau biasa saja
dan tidak memberi perhatian khusus, lalu Umar masuk engkau pun biasa saja
dan tidak memberi perhatian khusus.
1
Erfinawati, Zuriatin, and Rosdiana, “Sejarah Pendidikan Islam Pada Masa Khulafaur Rasyidin (11-41
H/632-661 M),” Jurnal Pendidikan Ips 9, no. 1 (2019): 29–40.
Utsman bin Affan adalah sahabat nabi dan juga khalifah ketiga dalam
Khulafaur Rasyidin. Beliau dikenal sebagai pedagang yang kaya raya dan
handal dalam bidang ekonomi namun sangat dermawan. Banyak bantuan
ekonomi yang diberikannya kepada umat Islam di awal dakwah Islam.
2. Berkuasa sebagai khalifah (644 M-656 M)
a. Administrasi ekonomi dan sosial
Utsman adalah seorang pengusaha cerdas dan seorang pedagang yang
sukses dari masa mudanya, yang berkontribusi besar pada Kekaisaran
Rashidun. Umar telah menetapkan tunjangan orang-orang dan dengan asumsi
kantor, Uthman meningkatkannya sekitar 25%. Umar, pendahulu Utsman,
sangat ketat dalam penggunaan uang dari perbendaharaan publik. Terlepas
dari tunjangan kecil yang telah disetujui untuknya Umar tidak mengambil
uang dari perbendaharaan. Dia tidak menerima hadiah apa pun, dia juga tidak
mengizinkan anggota keluarganya untuk menerima hadiah apa pun dari setiap
kuartal. Utsman tidak menarik tunjangan apa pun dari perbendaharaan untuk
keperluan pribadinya, juga tidak menerima gaji , ia adalah orang kaya dengan
sumber daya yang cukup, tetapi tidak seperti Umar, Utsman menerima hadiah
dan mengizinkan anggota keluarganya untuk menerima hadiah dari tertentu.
b. Ekspansi militer
Selama pemerintahannya, gaya militer Utsman lebih bersifat otonom
karena ia mendelegasikan begitu banyak wewenang militer kepada orang-
orang yang dipercayanya seperti Abdullah bin Amir, Mu'awiyah dan Abdullah
bin Sa'ad, tidak seperti masa jabatan Umar di mana militer ekspansi pada
umumnya terpusat pada otoritas Umar. di bawah kekuasaan Utsman pada
tahun 649, Muawiyah diizinkan untuk mendirikan angkatan laut, diawaki oleh
orang - orang Kristen Monofisit , Koptik , dan para pelaut Kristen Suriah dan
Pasukan Suriah . Hal ini mengakibatkan kekalahan angkatan laut Bizantium
pada Pertempuran di Tengah-Tengah pada tahun 655.
3. Pendidikan Pada masa Utsman Bin Affan
Pelaksanaan pendidikan Islam pada masa Khalifah Usman bin Affan,
tidak jauh berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Pendidikan pada masa ini
hanya melanjutkan apa yang telah ada. Hanya sedikit perubahan yang mewar-
nai pelaksanaan pendidikan Islam dari apa yang telah ada. Para sahabat besar
Rasulullah SAW., yang berpengaruh dan dekat dengan Rasulullah SAW.,
pada masa Khalifah Umar tidak diizinkan meninggalkan Madinah, maka pada
masa Khalifah Usman diberikan sedikit kelonggaran untuk keluar Madinah
dan menetap di daerah-daerah yang mereka sukai. Di daerah-daerah yang baru
tersebut mereka mengajarkan ilmu-ilmu keislaman yang mereka miliki dan
dapatkan langsung dari Rasulullah SAW.
Usaha yang kongkrit dalam bidang pendidikan Islam belum dikem-
bangkan pada masa Khalifah Usman bin Affan. Khalifah sudah merasa puas
terhadap pendidikan Islam yang telah berjalan pada masa-masa sebelumnya.
Namun, yang penting untuk dicatat, suatu prestasi yang gemilang telah dica-
pai pada masa pemerintahan khalifah ketiga ini adalah usaha pembukuan kitab
suci Al-Qur‟an yang mempunyai pengaruh yang luar biasa bagi pendidikan
Islam. Khalifah Usman melanjutkan usaha yang dulu dirintis oleh Khalifah
Abu Bakar yaitu pengumpulan Al-Qur‟an dari hafalan-hafalan para sahabat
penghafal Al-Qur‟an. Bundelan itu disimpan oleh Khalifah Abu Bakar, kemu-
dian diserahkan kepada Khalifah kedua Umar bin Khattab, setelah itu dititip-
kan Khalifah Umar kepada puterinya Hafsah binti Umar yang juga istri Rasul-
ullah SAW.
Metode yang digunakan Khalifah Utsman Bin Affan adalah
menanamkan pendidikan akhlak. Dengan beberapa metode yaitu; Ceramah,
hafalan, dan latihan dengan mengemukakan contoh-contoh dan peragaan.
4. Wafat
Usman ibn Affan terbunuh di tangan pemberontak pada Shubuh hari
Jum‟at bulan Zulhijjah tahun 35 Hijriyah atau bertepatan pada bulan Juni
tahun 656 Masehi (Amin, 1987:87). Perbuatan kezaliman kaum pemberotak
bukan saja berpengaruh terhadap diri Usman, tetapi juga memberikan pen-
garuh yang besar terhadap kehidupan kaum muslimin berikutnya.
B. Pendidikan Priode Ali Bin Abi Thalib (36/41-656/661)
1. Nasab
Ali bin Abi Thalib (lahir sekitar 13 Rajab 23 SH/599 Masehi – wafat
21 Ramadan 40 Hijriah/661 Masehi) adalah khalifah keempat yang
berkuasa dan Imam Syiah pertama. Dia termasuk golongan pemeluk Islam
pertama dan salah satu sahabat utama Nabi. Secara silsilah, 'Ali adalah
sepupu dari Nabi Muhammad. Pernikahan Ali dengan Fatimah az-Zahra
juga menjadikannya sebagai menantu Nabi Muhammad.2
Khalifah keempat khulafaur rasyidin juga sepupu dan sekaligus
menantu Nabi Muhammad SAW adalah Ali ibnu Abi Thalib. Keturunan
Bani Hasyim ini lahir di Mekah tahun 603 M. Beliau adalah orang yang
pertama masuk Islam dari kalangan remaja. Sepeninggal Usman, sebagian
kaum muslimin menginginkan Ali bin Abi Thalib naik menjadi khalifah
keempat, pada mulanya Ali menolak, tapi akhirnya mau menerima setelah
2
Mohamad Aso Samsudin and Ukhtul Iffah, “Telaah Proses Suksesi Khilafah Pada Materi Sejarah
Perkembangan Islam Masa Khulafaurrasyidin Kelas X Madrasah Aliyah,” Edupedia : Jurnal Studi Pen-
didikan dan Pedagogi Islam 6, no. 1 (2021): 31–38.
mendapat desakan dari sebagian kaum muslimin. Naiknya Ali menjadi
khalifah tidak disetujui oleh Bani Umayyah yang merupakan keluarga ter-
dekat khalifah Usman. Apalagi Khalifah Ali dengan segera memecat peja-
bat-pejabat penting yang dulu diangkat Usman.
2. Kebijakan- kebijakan Khalifah Ali bin Abi Thalib
Sudah lama diketahui bahwa Ali bin Abi Thalib memiliki sikap yang
kokoh, kuat pendirian dalam membela yang hak. Setelah dibai’at sebagai
khalifah, beliau cepat mengambil tindakan. Beliau segera mengeluarkan per-
intah yang menunjukan ketegasan sikapnya, antara lain:
a. Memecat beberapa gubernur yang pernah diangkat Utsman bin Affan, mereka
adalah Bani Umayyah.
b. Mengambil kembali tanah-tanah yang dibagikan Utsman kepada keluarga-
keluarganya dan yang dihadiahkan Utsman kepada para pendukungnya dan
hasil tanah tersebut diserahkan ke kas Negara .
c. Berusaha mengembalikan pemerintahan Islam seperti pada masa pemerinta-
han khalifah Umar.
d. Memindahkan ibu kota dari Madinah ke Kufah (Januari 657 M), dikarenakan
pengikut beliau yang paling banyak berada di Kufah.
3. Pendidikan Pada masa Khalifah Ali Bin Abi Thalib
Saat kericuhan politik di masa Ali ini hampir dapat dipastikan bahwa kegiatan
pendidikan Islam mendapat hambatan dan gangguan walaupun tidak terhenti
sama sekali. Khalifah Ali pada saat itu tidak sempat lagi memikirkan masalah
pendidikan, karena seluruh perhatiannya ditumpahkan pada masalah keamanan
dan kedamaian bagi masyarakat Islam. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa pendidikan pada zaman Khulafaur Rasyidin belum berkembang seperti
masa-masa sesudahnya. Pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan masa Nabi,
yang menekankan pada pengajaran baca tulis dan ajaran-ajaran Islam yang
bersumber pada al-Qur‟an dan Sunnah Rasul. Hal ini disebabkan oleh konsentrasi
umat Islam terhadap perluasan wilayah Islam dan terjadinya pergolakan politik,
khususnya pada masa pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib.
3. Wafat
Ali bin Abi Thalib dibunuh oleh seorang Khawarij yang bernama Ab-
dur Rahman bin Muljam pada saat akan melaksanakan shalat subuh. Peristiwa ini
bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun 40 H/ 661 M. Kedudukan Ali sebagai
khalifah dijabat oleh anaknya Hasan selama beberapa bulan. Namun, karena
Hasan ternyata lemah, sementara Mu’awiyah semakin kuat, maka Hasan mem-
buat perjanjian damai. Perjanjian ini dapat mempersatukan umat islam kembali
dalam satu kepemimpinan politik, dibawah Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Disisi
lain, perjanjian itu menyebabkan Mu’awiyah menjadi penguasa absolut dalam is-
lam. 3
3
Ely Zainudin, “Peradaban Islam Pada Masa Khulafah Rasyidin,” Jurnal Intelegensia 03, no. 01 (2015):
50–58.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Usman bin Affan Masa Usman bin Affan situasi sudah aman. Kemak-
muran sudah tercapai di segenap lapisan masyarakat. Dalam kondisi seperti
itu, karakter pemimpin yang shaleh, penyantun dan sabar sangat diperlukan.-
Dengan karakter seperti Kholifah Usman bin Affan kemakmuran rakyat terca-
pai, baik jasmani maupun [Link] bin Abi [Link] masa peralihan
dari Kholifah Usman bin Affan ke Kholifah Ali bin Abi Thalib,kekacauan
kembali terjadi. Dalam kondisi negara seperti itu, karakter pemimpin yang
tegas dan mengutamakan kebenaran sangat diperlukan. Khalifah Ali bin Abi
Thalib mempunyai karakter yang tepat.
Saran
Kami bersyukur dan bangga akan perjuangan-perjuangan yang di-
lakukan para Khulafaur [Link] kita dapan meniru hal hal positif
yang bermanfaat dan belajar dari kesalahan masa lalu agar tak terjadi di masa
kini.
DAFTAR PUSTAKA
Erfinawati, Zuriatin, and Rosdiana. “Sejarah Pendidikan Islam Pada Masa Khulafaur
Rasyidin (11-41 H/632-661 M).” Jurnal Pendidikan Ips 9, no. 1 (2019): 29–40.
Samsudin, Mohamad Aso, and Ukhtul Iffah. “Telaah Proses Suksesi Khilafah Pada
Materi Sejarah Perkembangan Islam Masa Khulafaurrasyidin Kelas X Madrasah
Aliyah.” Edupedia : Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam 6, no. 1
(2021): 31–38.
Zainudin, Ely. “Peradaban Islam Pada Masa Khulafah Rasyidin.” Jurnal Intelegensia
03, no. 01 (2015): 50–58.