0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan7 halaman

Capaian Pembelajaran Agama Katolik

Dokumen tersebut membahas tentang capaian pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada berbagai fase, mulai dari fase A untuk kelas 1-2 SD hingga fase B untuk kelas 3-4 SD. Capaian pembelajaran mencakup empat elemen yaitu pribadi peserta didik, Yesus Kristus, Gereja, dan masyarakat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan7 halaman

Capaian Pembelajaran Agama Katolik

Dokumen tersebut membahas tentang capaian pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada berbagai fase, mulai dari fase A untuk kelas 1-2 SD hingga fase B untuk kelas 3-4 SD. Capaian pembelajaran mencakup empat elemen yaitu pribadi peserta didik, Yesus Kristus, Gereja, dan masyarakat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

I.3.

CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI


PEKERTI

A. Rasional Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti


Pendidikan pada dasarnya merupakan tanggungjawab utama dan
pertama orangtua, demikian pula dalam hal pendidikan iman anak.
Pendidikan iman pertama-tama harus dimulai dan dilaksanakan di
lingkungan keluarga, tempat dan lingkungan dimana anak mulai
mengenal dan mengembangkan iman. Pendidikan iman yang
dimulai dalam keluarga perlu dikembangkan lebih lanjut dalam
Gereja (Umat Allah), dengan bantuan pastor paroki, katekis dan
guru Pendidikan Agama Katolik di sekolah.

Negara juga mempunyai kewajiban untuk memfasilitasi agar


pendidikan iman bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan agama
dan kepercayaan masing-masing. Salah satu bentuk dukungan
negara adalah dengan menyelenggarakan pendidikan iman (agama)
secara formal di sekolah yaitu Mata Pelajaran Pendidikan Agama
Katolik dan Budi Pekerti.

Belajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti mendorong


peserta didik menjadi pribadi beriman yang mampu menghayati dan
mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti membekali peserta
didik dengan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang bersumber
dari Kitab Suci, Tradisi, Ajaran Gereja (Magisterium), dan
pengalaman iman peserta didik. Kurikulum Pendidikan Agama
Katolik dan Budi Pekerti diharapkan mampu mengembangkan
kemampuan memahami, menghayati, mengungkapkan dan
mewujudkan iman para peserta didik. Mata pelajaran Pendidikan
Agama Katolik dan Budi Pekerti disusun secara terencana dan
berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan
peserta didik untuk memperteguh iman dan ketaqwaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa sesuai ajaran iman Gereja Katolik, dengan
tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama dan
kepercayaan lain. Hal ini dimaksudkan juga untuk menciptakan
hubungan antar umat beragama yang harmonis dalam masyarakat
Indonesia yang majemuk demi terwujudnya persatuan nasional.
B. Tujuan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
bertujuan:

1. agar peserta didik memiliki pengetahuan, keterampilan, dan


sikap membangun hidup yang semakin beriman (beraklak mulia);
2. membangun hidup beriman Kristiani yang berarti membangun
kesetiaan pada Injil Yesus Kristus, yang memiliki keprihatinan
tunggal, yakni Kerajaan Allah. Kerajaan Allah merupakan situasi
dan peristiwa penyelamatan, situasi dan perjuangan untuk
perdamaian dan keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan,
persaudaraan dan kesetiaan, dan kelestarian lingkungan hidup;
dan
3. mendidik pesera didik menjadi manusia paripurna yang
berkarakter mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong,
dan berkebinekaan global sesuai dengan tata paham dan tata
nilai yang diajarkan dan dicontohkan oleh Yesus Kristus
sehingga nilai-nilai yang dihayati dapat tumbuh dan membudaya
dalam sikap dan perilaku peserta didik.

C. Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi


Pekerti
Mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
diorganisasikan dalam lingkup empat elemen konten dan empat
kecakapan. Empat elemen konten tersebut adalah:
Elemen Deskripsi
Pribadi Peserta
Didik Elemen ini membahas tentang diri sebagai laki-laki atau
perempuan yang memiliki kemampuan dan keterbatasan
kelebihan dan kekurangan, yang dipanggil untuk
membangun relasi dengan sesama serta lingkungannya
sesuai dengan Tradisi
Katolik.

Yesus Kristus
Elemen ini membahas tentang pribadi Yesus Kristus yang
mewartakan Allah Bapa dan Kerajaan Allah, seperti yang
terungkap dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru, agar peserta didik berelasi dengan Yesus Kristus dan
meneladani-Nya.

Elemen Deskripsi
Gereja
Elemen ini membahas tentang makna Gereja agar peserta
didik mampu mewujudkan kehidupan menggereja.

Masyarakat Elemen ini membahas tentang perwujudan iman dalam


hidup bersama di tengah masyarakat sesuai dengan Tradisi
Katolik.
Kecakapan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan
Budi Pekerti adalah memahami, menghayati, mengungkapkan, dan
mewujudkan. Dengan memiliki kecakapan memahami, peserta didik
diharapkan memiliki pemahaman ajaran iman Katolik yang otentik.
Kecakapan menghayati membantu peserta didik dapat menghayati
iman Katoliknya sehingga mampu mengungkapkan iman dalam
berbagai ritual ungkapan iman dan pada akhirnya mampu
mewujudkan iman dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Kecakapan ini merupakan dasar pengembangan konsep belajar
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti.

[Link] Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik


dan Budi Pekerti setiap Fase

1. Fase A (Umumnya untuk kelas I dan II SD/Program Paket A)


Pada akhir Fase A, peserta didik mengenal dirinya sebagai bagian
dari keluarga, sekolah, dan lingkungan di sekitarnya, yang
mampu mensyukuri dirinya sebagai ciptaan Tuhan, melalui
kebiasaan doa sebagai anggota Gereja, mewujudkan imannya
dengan cara melakukan perbuatan baik, sesuai dengan teladan
Yesus dan tokoh-tokoh Kitab Suci, baik Perjanjian Lama maupun
Perjanjian Baru.
Fase A Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Pribadi Peserta Peserta didik mampu mengenal dirinya sebagai pribadi yang
Didik dicintai Tuhan; yang memiliki anggota tubuh yang sangat
berguna serta memahami cara merawatnya; mengenal
temannya, lingkungan rumah dan sekolah tempat dirinya
berkembang.
Peserta didik mampu mengenal diri, lingkungan keluarga,
serta teman-temannya, agar memiliki kebiasaan bekerja
sama dengan anggota keluarga dan teman.

Elemen Capaian Pembelajaran


Yesus Kristus Peserta didik menyadari bahwa bumi langit dan seluruh
isinya adalah ciptaan Tuhan, serta menyadari bahwa
manusia adalah ciptaan Tuhan yang istimewa.
Peserta didik mengenal tokoh-tokoh iman di dalam
Perjanjian Lama (Nuh, Abraham, Ishak dan Yakub);
mengenal kisah kelahiran Tuhan Yesus dan tiga orang
Majus, serta mengenal masa kanak-kanak Yesus yang
menetap di Nasaret, dipersembahkan di Bait Allah dan
diketemukan di Bait Allah.

Gereja Peserta didik mampu mengungkapkan iman dalam hidup


sehari-hari, dengan cara membuat tanda salib, berdoa Bapa
Kami, berdoa salam Maria dan doa Kemuliaan.
Peserta didik mampu mewujudkan imannya dengan
melaksanakan perintah Allah, berjuang melawan godaan
serta membiasakan diri berdoa pujian, syukur dan
permohonan.
Masyarakat Peserta didik mewujudkan imannya di tengah masyarakat
melalui kebiasaan hidup rukun dengan tetangga serta
mengembangkan kebiasaan bergotong royong merawat
lingkungan.

2. Fase B (Umumnya untuk kelas III dan IV SD/Program Paket A)

Pada akhir Fase B, peserta didik mengenal dirinya sebagai bagian


dari keluarga, sekolah, dan lingkungan di sekitarnya (baik fisik maupun
non fisik), mampu mensyukuri dirinya sebagai ciptaan Tuhan, melalui
kebiasaan doa sebagai anggota Gereja, serta terpanggil untuk
mengembangkan kemampuan yang dimiliki (seperti menyampaikan
pendapat, bermusyawarah, dll) dan mewujudkan imannya dengan cara
melakukan perbuatan baik, membangun semangat persatuan, sesuai
dengan teladan Yesus dan tokoh-tokoh Kitab Suci, baik Perjanjian Lama
maupun Perjanjian Baru.
Fase B Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Pribadi Peserta Peserta didik mampu mengenal diri sebagai pribadi yang
Didik tumbuh dan berkembang dan mampu melakukan
kebaikan.
Peserta didik mampu mengenal diri sebagai pribadi yang
unik, sehingga memunculkan rasa syukur dan mau
mengembangkan keunikan dirinya bersama orang lain
atau lingkungannya.

Elemen Capaian Pembelajaran


Yesus Kristus Peserta didik mengenal Allah yang menyelamatkan manusia
sebagaimana tercermin pada tokoh Perjanjian Lama (Kisah
Yusuf, Kisah Musa dan Kisah Yosua); dan di dalam diri Yesus
yang dibaptis, Yesus yang memberi makan lima ribu orang dan
Yesus yang mengampuni.
Peserta didik memahami kisah-kisah suci dalam Perjanjian
Lama (Sepuluh perintah Allah sebagai pedoman hidup, Bangsa
Israel memasuki tanah terjanji, Allah memberkati para
pemimpin Israel: Samuel, Saul dan Daud); dan Perjanjian Baru
(kisah Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui
Perumpamaan dan mukjizat-Nya).
Gereja Peserta didik mengenal sakramen-sakramen dalam Gereja
(sakramen baptis, sakramen ekaristi dan sakramen tobat).
Peserta didik mampu mengungkapkan doa syukur, doa
pribadi, doa bersama, serta mewujudkan semuanya itu
melalui sikap dan tindakan dalam hidup sehari-hari.

Masyarakat Peserta didik mewujudkan imannya di tengah masyarakat


melalui kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat,
menghargai tradisi masyarakat serta melestarikan
lingkungan alam.
Peserta didik memiliki rasa hormat kepada orang tua,
menghormati hidup, dan menghormati milik orang lain.

3. Fase C (Umumnya untuk kelas V dan VI SD/Program Paket A)

Pada akhir Fase C, peserta didik memahami dirinya sebagai citra Allah,
sebagai laki-laki atau perempuan, dan mampu mensyukurinya dengan
melibatkan diri dalam kehidupan menggereja (melalui kebiasaan doa dan
perayaan sakramen Baptis, Ekaristi dan Tobat, sebagai tanda
keselamatan Allah), dan mewujudkan imannya dalam kehidupan
bermasyarakat dengan menunjukkan rasa bangga sebagai warga negara
Indonesia dengan menjunjung tinggi hati nurani, serta membangun
semangat dialog antar agama dan kepercayaan, sesuai dengan ajaran
Gereja dan teladan Yesus Kristus.
Fase C Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Pribadi Peserta Peserta didik mampu memahami diri sebagai perempuan
Didik atau laki-laki sebagai citra Allah, yang sederajat dan saling
melengkapi.
Peserta didik mampu memahami hak dan kewajiban sebagai
warga negara dan bangga sebagai bangsa
Indonesia, menyadari diri sebagai warga dunia,
Elemen Capaian Pembelajaran
sehingga terdorong melakukan kegiatan dialog antar umat
beragama dan berkepercayaan.
Yesus Kristus Peserta didik mengenal tokoh-tokoh Perjanjian Lama (Daud
sebagai pemimpin, Salomo yang bijaksana dan Ester
perempuan pemberani) dan tokoh Perjanjian Baru (Maria
dan Elisabet); meneladan Yesus yang taat kepada Allah,
Yesus yang mengajarkan pengampunan dan memanggil
orang berdosa; memahami Yesus yang menderita, wafat,
dan bangkit, serta mengutus Roh Kudus untuk menguatkan
para rasul, dan semua orang yang percaya.
Peserta didik mengenal kisah jatuh bangun Israel di bawah
bimbingan nabi Elia, nabi Amos pejuang keadilan, nabi
Yesaya yang menubuatkan kedatangan juru selamat,
mengenal kisah Yesus yang mewartakan kerajaan Allah
dengan kata-kata, tindakan, dan seluruh pribadi-Nya.

Gereja Peserta didik mewujudkan iman dalam hidup seharihari,


dengan cara terlibat dalam hidup menggereja, hidup
bersama yang dijiwai Roh Kudus.
Peserta didik memahami Gereja yang Satu, Kudus, Katolik,
dan Apostolik, serta persekutuan para kudus.

Masyarakat Peserta didik terlibat dalam pelestarian lingkungan, dan


mengembangkan sikap jujur.
Peserta didik dapat bertindak menurut hati nurani,
menegakkan keadilan, dan mewujudkan semuanya ini
dalam hidupnya sehari-hari sebagai orang beriman kristiani.

Anda mungkin juga menyukai