0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan67 halaman

Peningkatan Pembelajaran Era Digital

Dokumen tersebut membahas tentang penerapan model pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IX SMP Negeri 3 Lingsar. Model tersebut diaplikasikan karena hasil belajar bahasa Indonesia siswa masih rendah dan pembelajaran sebelumnya kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan dan efektivitas model tersebut dalam meningkatkan hasil belajar s

Diunggah oleh

Yuan Feby Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan67 halaman

Peningkatan Pembelajaran Era Digital

Dokumen tersebut membahas tentang penerapan model pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IX SMP Negeri 3 Lingsar. Model tersebut diaplikasikan karena hasil belajar bahasa Indonesia siswa masih rendah dan pembelajaran sebelumnya kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan dan efektivitas model tersebut dalam meningkatkan hasil belajar s

Diunggah oleh

Yuan Feby Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam pembangunan nasional, pendidikan diartikan sebagai upaya

meningkatkan harkat dan martabat manusia serta dituntut untuk

menghasilkan kualitas manusia yang lebih tinggi guna menjamin pelaksanaan

dan kelangsungan pembangunan. Pembaharuan kurikulum yang sesuai

dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa

mengesampingkan nilai-nilai luhur sopan-santun dan etika serta didukung

penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, karena pendidikan yang

dilaksanakan sedini mungkin dan berlangsung seumur hidup menjadi

tanggung jawab keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah.

Pada era globalisasi, perkembangan IPTEK semakin marak di masyarakat.

Maraknya perkembangan IPTEK disebabkan oleh adanya tuntutan manusia

untuk berkembang dan maju dalam berbagai bidang sesuai dengan

perkembangan zaman. Tuntutan tersebut, dapat diperoleh melalui informasi

aktual dari peralatan IPTEK yang canggih. Pendidikan merupakan upaya

untuk membentuk sumber daya manusia yang dapat meningkatkan kualitas

kehidupannya. Dengan demikian, kebutuhan manusia yang semakin

kompleks akan terpenuhi. Selain itu melalui pendidikan akan dibentuk

manusia yang berakal dan berhati nurani. Kualifikasi sumber daya manusia

yang mempunyai karakteristik seperti di atas, sangat diperlukan dalam

1
menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga

mampu menghadapi persaingan global.

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam

keberhasilan pembangunan disegala bidang. Hingga kini pendidikan masih

diyakini sebagai wadah dalam pembentukan sumber daya manusia yang

diinginkan. Melihat begitu pentingnya pendidikan dalam pembentukan

sumber daya manusia, maka peningkatan mutu pendidikan merupakan hal

yang wajib dilakukan secara berkesinambungan guna menjawab perubahan

zaman. Masalah peningkatan mutu pendidikan tentulah sangat berhubungan

dengan masalah proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang sementara

ini dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan kita masih banyak yang

mengandalkan cara-cara lama dalam penyampaian materinya.

Di masa sekarang banyak orang mengukur keberhasilan suatu pendidikan

hanya dilihat dari segi hasil. Pembelajaran yang baik adalah bersifat

menyeluruh dalam melaksanakannya dan mencakup berbagai aspek kognitif,

afektif, maupun psikomotorik, sehingga dalam pengukuran tingkat

keberhasilannya selain dilihat dari segi kuantitas juga dari kualitas yang telah

dilakukan di sekolah-sekolah.

Mengacu dari pendapat tersebut, maka pembelajaran yang aktif ditandai

adanya rangkaian kegiatan terencana yang melibatkan siswa secara langsung,

komprehensif baik fisik, mental maupun emosi. Hal semacam ini sering

diabaikan oleh guru karena guru lebih mementingkan pada pencapaian tujuan

dan target kurikulum. Salah satu upaya guru dalam menciptakan suasana

2
kelas yang aktif, efektif, dan menyenangkan dalam pembelajaran yakni

dengan menggunakan alat peraga. Hal ini dapat membantu guru dalam

menggerakkan, menjelaskan gambaran ide dari suatu materi.

Pembelajaran bahasa indonesia memiliki fungsi yang fundamental dalam

menimbulkan serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan

inovatif. Agar tujuan tersebut dapat tercapai, maka Bahasa Indonesia perlu

diajarkan dengan cara yang tepat dan dapat melibatkan siswa secara aktif

yaitu melalui proses dan sikap ilmiah.

Mutu pembelajaran Bahasa Indonesia perlu ditingkatkan secara berkelanjutan

untuk mengimbangi perkembangan teknologi. Untuk meningkatkan mutu

pembelajaran tersebut, tentu banyak tantangan yang dihadapi. Permasalahan

yang dihadapi siswa kelas IX SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat

tahun pelajaran 2016-2017 adalah hasil belajar bahasa indonesia yang belum

tuntas, yakni belum mencapai angka minimal daya serap 75% yang telah

ditentukan. Salah satu faktor dalam pembelajaran Bahasa Indonesia guru

lebih banyak berceramah, sehingga siswa menjadi cepat bosan dan

menyebabkan hasil belajar Bahasa Indonesia rendah. Guru belum menghayati

hakekat Bahasa Indonesia karena pembelajaran di sekolah baru menekankan

produk saja. Hal itu ditambah dengan pendapat siswa bahwa pelajaran bahasa

Indonesia dianggap sulit, sehingga tidak menarik untuk belajar, sehingga

berdampak pada rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Dalam proses

pembelajaran Bahasa Indonesia kurang adanya penggunaan pendekatan,

3
media dan metode yang tepat, sehingga cenderung guru yang aktif dan siswa

pasif.

Tugas utama guru adalah mengelola proses belajar dan mengajar, sehingga

terjadi interaksi aktif antara guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa.

Interaksi tersebut sudah barang tentu akan mengoptimalkan pencapaian

tujuan yang dirumuskan. Untuk itu dalam pembelajaran diperlukan metode

yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Dengan demikian,

pemilihan metode yang tepat dan efektif sangat diperlukan.

Salah satu model pembelajaran yang memposisikan siswa sebagai student

center dan guru sebagai teacher center, yaitu model pembelajaran berbasis

sumber (resource based learning). Model Pembelajaran berbasis sumber

merupakan model pembelajaran berbasis aneka sumber yang mencakup

berbagai cara dan sarana dimana peserta didik dapat belajar dengan berbagai

cara mulai dari mendapat bantuan guru sampai belajar secara mandiri. Model

pembelajaran ini merupakan suatu sistem belajar yang berorientasi belajar

mandiri atau yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran. Model

pembelajaran ini juga merupakan suatu sistem belajar yang berorientasi pada

peserta didik yang menggunakan aneka sumber dalam proses

pembelajarannya (Fathurrohman, 2015:143). Dengan demikian, model

pembelajaran ini dapat mendorong terjadinya pemusatan perhatian terhadap

topik sehingga membuat peserta didik menggali lebih banyak informasi dan

menghasilkan hasil belajar yang lebih bermutu.

4
Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti (guru) melakukan suatu penelitian

tindakan dengan judul, “Penerapan Model Pembelajaran Berbasis

Sumber (Resource Based Learning) upaya Peningkatan Hasil Belajar

Bahasa Indonesia Kelas IX-B SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat

Tahun Pelajaran 2016-2017.”

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka permasalahan yang ada dapat

diidentifikasikan sebagai berikut.

1. Siswa menganggap mata pelajaran Bahasa Indonesia membosankan dan

sulit.

2. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia belum tuntas,

karena nilai yang diperoleh siswa masih kurang dari kriteria minimal yang

ditentukan yaitu 75.

3. Guru lebih sering menggunakan metode ceramah dalam melaksanakan

kegiatan proses belajar mengajar, sehingga suasana pembelajaran menjadi

membosankan.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat

dirumuskan sebagai brikut.

1. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran berbasis sumber

(resource based learning) upaya peningkatan hasil belajar Bahasa

5
Indonesia Kelas IX-B SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat tahun

pelajaran 2016-2017?

2. Bagaimanakah efektivitas model pembelajaran berbasis sumber

(resource based learning) dalam meningkatkan hasil belajar bahasa

Indonesia siswa kelas IX-B SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat

tahun pelajaran 2016-2017?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini dalam penelitian ini adalah

untuk mengetahui.

1. Penerapan model pembelajaran berbasis sumber (resource based

learning) upaya peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia Kelas IX-B

SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat tahun pelajaran 2016-2017.

2. Efektivitas model pembelajaran berbasis sumber (resource based

learning) dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas

IX-B SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat tahun pelajaran 2016-

2017.

E. Manfaat Penelitian

Hasil dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini diharapkan memberikan

manfaat yang berarti bagi siswa, guru, dan sekolah sebagai suatu sistem

pendidikan yang mendukung peningkatan proses belajar dan mengajar siswa.

6
1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber informasi atau

masukan kepada pengajar (guru) dalam memberikan pelajaran-pelajaran

yang dinilai sulit dipahami oleh siswa dalam menerima pelajaran.

2. Manfaat Praktis

a. Manfaat bagi siswa

(1) Siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar Bahasa Indonesia.

(2) Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat

meningkat sesuai atau melebihi dari nilai kriteria minimal yang

ditentukan.

b. Bagi Guru

(1) Menambah pengetahuan tentang pemanfaatan model pembelajaran

berbasis sumber (resource based learning) sebagai model

pembelajaran.

(2) Guru lebih termotivasi untuk melakukan penelitian tindakan kelas

yang bermanfaat bagi perbaikan dan peningkatan proses

pembelajaran.

(3) Guru lebih termotivasi untuk menerapkan strategi pembelajaran

yang lebih bervariasi, sehingga materi pelajaran akan lebih

menarik.

7
c. Bagi sekolah

Memberikan sumbangan yang baik bagi sekolah dalam rangka

perbaikan proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kualitas

pendidikan.

8
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Model Pembelajaran Berbasis Sumber (Resource Based Learning)

Model Pembelajaran berbasis sumber merupakan model pembelajaran

berbasis aneka sumber yang mencakup berbagai cara dan sarana dimana

peserta didik dapat belajar dengan berbagai cara mulai dari mendapat bantuan

guru sampai belajar secara mandiri. Model pembelajaran ini merupakan suatu

sistem belajar yang berorientasi belajar mandiri atau yang digunakan oleh

guru dalam pembelajaran. Model pembelajaran ini juga merupakan suatu

sistem belajar yang berorientasi pada peserta didik yang menggunakan aneka

sumber dalam proses pembelajarannya (Fathurrohman, 2015:143).

Pembelajaran berbasis aneka sumber sangat diperlukan dan mutlak

diterapkan dalam pendidikan karena adanya perubahan paradigma

pendidikan, yaitu dari pendidikan yang berfokus pada penguasaan isi mata

pelajaran bergeser kepada pendidikan berfokus pada pengalaman belajar yang

berorientasi pada pemerolehan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai. Di

era informasi peserta didik setiap saat dihadapkan pada berbagai informasi

dalam jumlah banyak dari sebelumnya sehingga dituntut mampu untuk

menyeleksi dan memanfaatkan sumber-sumber tersebut untuk kepentingan

belajar secara optimal. Begitu pula dengan adanya kurikulum 2013 yang

menuntut penggunaan berbagai sumnber belajar yang dapat memperkaya

pengalaman belajar peserta didik (Fathurrohman, 2015:145).

9
Adapun manfaat belajar berbasis sumber antara lain: 1) memupuk bakat

yang terpendam; 2) mengusahakan sumber-sumber belajar yang

memungkinkan pembelajaran berlangsung sepanjang tahun dan dapat

menyeimbangkan antara keterampilan dan pengetahuan; 3) seorang dapat

belajar sesuai dengan kondisinya ranpa merasa cemas dan merasakan suasana

persaingan; 4) selama pengumpulan informasi terjadi kegiatan berpikir yang

kemudian akan menimbulkan pemahaman yang mendalam dalam belajar; 5)

mendorong terjadinya pemusatan perhatian terhadap topik sehingga membuat

peserta didik menggali lebih banyak informasi dan menghasilkan hasil belajar

yang lebih bermutu; 6) meningkatkan keterampilan berpikir; 7) meningkatkan

perolehan keterampilan pemrosesan informasi secara efektif, dengan

mengetahui sifat dasar informasi dan keberagaman, 8) memungkinkan

pengumpulan informasi sebagai proses yang berkesinambungan sehingga

mengakibatkan terbentuknya pengetahuan pada tiap fase berikutnya; 9)

meningkatkan sikap murid dan guru terhadap materi pembelajaran dan

prestasi akademik; dan 10) membuat siswa antusias belajar dan terinspirasi

untuk berpartisipasi aktif (Fathurrohman, 2015:146).

10
B. Hasil Belajar Siswa

1. Pengertian Belajar

Hasil belajar tidak dapat dipisahkan dari perbuatan belajar, karena “belajar

merupakan suatu proses, sedangkan hasil belajar adalah hasil dari proses

pembelajaran tersebut” (Slameto, 2003:45). Seorang siswa belajar

merupakan suatu kewajiban. Berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam

pendidikan tergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa

tersebut.

Menurut Logan, dkk (dalam Sudjana, 1998) belajar dapat diartikan

“sebagai perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil

pengalaman dan latihan”. Senada dengan hal tersebut, Winkel (1997: 231)

berpendapat bahwa: “belajar pada manusia dapat dirumuskan sebagai

suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif

dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam

pengetahuan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan

berbekas”.

11
Belajar tidak hanya dapat dilakukan di sekolah saja, namun dapat di-

lakukan dimana-mana, seperti di rumah ataupun dilingkungan masyarakat.

Sudjana (1998) berpendapat bahwa: “belajar merupakan proses perubahan

dari belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi dalam jangka waktu

tertentu” Menurut Sardiman (2006: 56) belajar adalah: “usaha atau

kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seseorang,

mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan,

keterampilan dan sebagainya”.

Siswa dalam belajar mengalami sendiri proses dari tidak tahu menjadi

tahu, karena itu menurut Cronbach (dalam Sardiman, 2006: 55). Belajar

yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu,

pelajar mempergunakan pancainderanya. Pancaindera tidak terbatas hanya

indera pengelihatan saja, tetapi juga berlaku bagi indera yang lain.

Belajar dapat dikatakan berhasil jika terjadi perubahan dalam diri siswa,

namun tidak semua perubahan perilaku dapat dikatakan belajar karena

perubahan tingkah laku akibat belajar memiliki ciri-ciri perwujudan yang

khas (Sudjana, 2005: 198) antara lain :

a. Perubahan Intensional

Perubahan dalam proses berlajar adalah karena pengalaman atau

praktek yang dilakukan secara sengaja dan disadari. Pada ciri ini siswa

menyadari bahwa ada perubahan dalam dirinya, seperti penambahan

pengetahuan, kebiasaan dan keterampilan.

b. Perubahan Positif dan aktif

12
Positif berarti perubahan tersebut baik dan bermanfaat bagi kehidupan

serta sesuai dengan harapan karena memperoleh sesuatu yang baru,

yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan aktif artinya perubahan

tersebut terjadi karena adanya usaha dari siswa yang bersangkutan.

c. Perubahan efektif dan fungsional

Perubahan dikatakan efektif apabila membawa pengaruh dan manfaat

tertentu bagi siswa. Sedangkan perubahan yang fungsional artinya

perubahan dalam diri siswa tersebut relatif menetap dan apabila

dibutuhkan perubahan tersebut dapat direproduksi dan dimanfaatkan

lagi.

Berdasarkan dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar

adalah suatu proses usaha yang dilakukan siswa untuk memperoleh

suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, secara

sengaja, disadari dan perubahan tersebut relatif menetap serta

membawa pengaruh dan manfaat yang positif bagi siswa dalam

berinteraksi dengan lingkungannya.

2. Pengertian Hasil belajar

13
Untuk mendapatkan suatu hasil tidaklah semudah yang dibayangkan,

karena memerlukan perjuangan dan pengorbanan dengan berbagai

tantangan yang harus dihadapi. Penilaian terhadap hasil belajar siswa

untuk mengetahui sejauhmana ia telah mencapai sasaran belajar inilah

yang disebut sebagai hasil belajar. Hasil penelitian Winkel (1987: 45)

bahwa: “proses belajar yang dialami oleh siswa menghasilkan perubahan-

perubahan dalam bidang pengetahuan dan pemaha-man, dalam bidang

nilai, sikap dan keterampilan”. Adanya perubahan tersebut tampak dalam

hasil belajar yang dihasilkan oleh siswa terhadap pertanyaan, persoalan

atau tugas yang diberikan oleh guru. Melalui hasil belajar siswa dapat

mengetahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya dalam belajar.

Marsun dan Martaniah (dalam Sudjana, 1998: 59) berpendapat bahwa:

“hasil belajar merupakan hasil kegiatan belajar, yaitu sejauh mana peserta

didik menguasai bahan pelajaran yang diajarkan, yang diikuti oleh

munculnya perasaan puas bahwa ia telah melakukan sesuatu dengan baik”.

Hal ini berarti hasil belajar hanya bisa diketahui jika telah dilakukan

penilaian terhadap hasil belajar siswa.

Menurut Sudjana (1998: 57) yang dimaksud dengan hasil adalah hasil

yang telah dicapai, dilakukan atau dikerjakan oleh seseorang. Sedangkan

hasil belajar itu sendiri diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh seorang

siswa pada jangka waktu tertentu dan dicatat dalam buku rapor sekolah.

14
Dari beberapa definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar

merupakan hasil usaha belajar yang dicapai seorang siswa berupa suatu

kecakapan dari kegiatan belajar bidang akademik di sekolah pada jangka

waktu tertentu yang dicatat pada setiap akhir pembelajaran dengan metode

konstruktivis.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Untuk meraih hasil belajar yang baik, banyak sekali faktor yang perlu

diperhatikan, karena di dalam dunia pendidikan tidak sedikit siswa yang

mengalami kegagalan. Kadang ada siswa yang memiliki dorongan yang

kuat untuk berprestasi dan kesempatan untuk meningkatkan hasil, tapi

dalam kenyataannya hasil yang dihasilkan di bawah kemampuannya.

Hasil belajar yang baik banyak sekali faktor-faktor yang perlu

diperhatikan. Nasution (2001: 344) pada penelitiannya menyimpulkan

bahwa “secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dan

hasil belajar dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor internal

dan faktor eksternal”.

a. Faktor internal

Merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang dapat

mempengaruhi hasil belajar. Faktor ini dibedakan menjadi dua

kelompok, yaitu sebagai berikut.

1). Faktor fisiologis

15
Dalam hal ini, faktor fisiologis yang dimaksud adalah faktor yang

berhubungan dengan kesehatan dan pancaindera

(a) Kesehatan badan

Untuk dapat menempuh studi yang baik siswa perlu

memperhatikan dan memelihara kesehatan tubuhnya. Keadaan

fisik yang lemah dapat menjadi penghalang bagi siswa dalam

menyelesaikan program studinya. Dalam upaya memelihara

kesehatan fisiknya, siswa perlu memperhatikan pola makan dan

pola tidur, untuk memperlancar metabolisme dalam tubuhnya.

Selain itu, juga untuk memelihara kesehatan bahkan juga dapat

meningkatkan ketangkasan fisik dibutuhkan olahraga yang

teratur.

(b) Pancaindera

Berfungsinya pancaindera merupakan syarat dapatnya belajar

itu berlangsung dengan baik. Dalam sistem pendidikan dewasa

ini di antara panca-indera itu yang paling memegang peranan

dalam belajar adalah mata dan telinga. Hal ini penting, karena

sebagian besar hal-hal yang dipelajari oleh manusia dipelajari

melalui penglihatan dan pendengaran. Dengan demikian,

seorang anak yang memiliki cacat fisik atau bahkan cacat

mental akan menghambat dirinya didalam menangkap

pelajaran, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi hasil

belajarnya di sekolah.

16
2). Faktor psikologis

Ada banyak faktor psikologis yang dapat mempengaruhi hasil

belajar siswa, antara lain adalah :

(a) Intelligensi

Pada umumnya, hasil belajar yang ditampilkan siswa

mempunyai kaitan yang erat dengan tingkat kecerdasan yang

dimiliki siswa. Menurut Binet (dalam Nasution, 2001: 23):

“hakikat inteligensi adalah kemampuan untuk menetap-kan

dan mempertahankan suatu tujuan, untuk mengadakan suatu

penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu dan untuk

menilai keadaan diri secara kritis dan objektif”. Taraf

inteligensi ini sangat mempengaruhi hasil belajar seorang

siswa, di mana siswa yang memiliki taraf inteligensi tinggi

mempunyai peluang lebih besar untuk mencapai hasil belajar

yang lebih tinggi. Sebaliknya, siswa yang memiliki taraf

inteligensi yang rendah diperkirakan juga akan memiliki hasil

belajar yang rendah. Namun bukanlah suatu yang tidak

mungkin jika siswa dengan taraf inteligensi rendah memiliki

hasil belajar yang tinggi, juga sebaliknya.

(b) Sikap

17
Sikap yang pasif, rendah diri dan kurang percaya diri dapat

merupakan faktor yang menghambat siswa dalam

menampilkan hasil belajarnya. Menurut Nasution (2001: 56)

sikap adalah: “kesiapan seseorang untuk bertindak secara

tertentu terhadap hal-hal tertentu”. Sikap siswa yang positif

terhadap mata pelajaran di sekolah merupakan langkah awal

yang baik dalam proses belajar mengajar di sekolah.

(c) Motivasi

Menurut Nasution (2001: 57) motivasi adalah: “penggerak

perilaku. Motivasi belajar adalah pendorong seseorang untuk

belajar”. Motivasi timbul karena adanya keinginan atau

kebutuhan-kebutuhan dalam diri seseorang. Seseorang berhasil

dalam belajar karena ia ingin belajar. Menurut Nasution

motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam

diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin

kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah

pada kegiatan belajar itu; maka tujuan yang di-kehendaki oleh

siswa tercapai. Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang

bersifat non intelektual. Peranannya yang khas ialah dalam hal

gairah atau semangat belajar, siswa yang termotivasi kuat akan

mem-punyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.

b. Faktor eksternal

18
Selain faktor-faktor yang ada dalam diri siswa, ada hal lain diluar diri

yang dapat mempengaruhi hasil belajar yang akan diraih, antara lain

adalah sebagai berikut.

1) Faktor lingkungan keluarga

(a) Sosial ekonomi keluarga

Lingkungan sosial ekonomi yang memadai, seseorang lebih

berkesempatan mendapatkan fasilitas belajar yang lebih baik,

mulai dari buku, alat tulis hingga pemilihan sekolah

(b) Pendidikan orang tua

Orang tua yang menempuh jenjang pendidikan tinggi

cenderung lebih memperhatikan dan memahami pentingnya

pendidikan bagi anak-anaknya, dibandingkan dengan yang

mempunyai jenjang pendidikan yang lebih rendah.

(c) Perhatian orang tua dan suasana hubungan antara anggota

keluarga

Dukungan dari keluarga merupakan pemacu semangat

berpretasi bagi siswa. Dukungan bisa secara langsung, berupa

pujian atau nasihat; maupun secara tidak langsung, seperti

hubugan keluarga yang harmonis.

2) Faktor lingkungan sekolah

19
(a) Sarana dan prasarana

Kelengkapan fasilitas sekolah, seperti papan tulis, OHP akan

membantu kelancaran proses belajar mengajar di sekolah;

selain bentuk ruangan, sirkulasi udara dan lingkungan sekitar

sekolah juga dapat mempengaruhi proses belajar mengajar

(b) Kompetensi guru dan siswa

Kualitas guru dan siswa sangat penting dalam meraih hasil,

kelengkapan sarana dan prasarana tanpa disertai kinerja yang

baik dari para peng-gunanya akan sia-sia belaka. Bila siswa

merasa kebutuhannya untuk berhasil dengan baik di sekolah

terpenuhi, misalnya dengan tersedianya fasilitas dan tenaga

pendidik yang berkualitas, yang dapat memenihi rasa ingin

tahuannya, hubungan dengan guru dan teman-temannya

berlangsung harmonis, maka siswa akan memperoleh iklim

belajar yang menyenangkan. Dengan demikian, siswa akan

terdorong untuk terus-menerus meningkatkan hasil belajarnya.

(c) Kurikulum dan metode mengajar

Hal ini meliputi materi dan bagaimana cara memberikan materi

tersebut kepada siswa. Metode pembelajaran yang lebih

interaktif sangat diperlukan untuk menumbuhkan minat dan

peran serta siswa dalam kegiatan pem-belajaran. Hasil

penelitian Nurkencana (1986: 45) mengatakan bahwa:

“faktor yang paling penting adalah faktor guru. Jika


guru mengajar dengan arif bijaksana, tegas, memiliki

20
disiplin tinggi, luwes dan mampu membuat siswa
menjadi senang akan pelajaran, maka hasil belajar
siswa akan cenderung tinggi, paling tidak siswa
tersebut tidak bosan dalam mengikuti pelajaran”.

3) Faktor lingkungan masyarakat

(a) Sosial budaya

Pandangan masyarakat tentang pentingnya pendidikan akan

mempengaruhi kesungguhan pendidik dan peserta didik.

Masyarakat yang masih memandang rendah pendidikan akan

enggan mengirimkan anaknya ke sekolah dan cenderung

memandang rendah pekerjaan guru/pengajar

(b) Partisipasi terhadap pendidikan

Bila semua pihak telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan

pendidikan, mulai dari pemerintah (berupa kebijakan dan

anggaran) sampai pada masyarakat bawah, setiap orang akan

lebih menghargai dan berusaha memaju-kan pendidikan dan

ilmu pengetahuan.

C. Hakekat Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP

Kata bahasa kerap digunakan dalam berbagai konteks dengan bermacam

makna. Ada bahasa tubuh, bahasa isyarat, bahasa cinta, bahasa pokem, bahasa

bunga, bahasa lisan, bahasa militer, serta berbagai ungkapan lain yang

disandingkan dengan kata bahasa. Pengertian bahasa mnurut beberapa ahli

yang dikutif dari ( Haerudin, dkk., 2007 ) sebagai berikut.

21
a) Bahasa adalah sebuah simbul bunyi yang arbiter yang digunakan untuk

komunikasi manusia ( Wardhaugh, 1972 ).

b) Bahasa adalah sebuah alat untuk mengkomunikasikan gagasan atau

perasaan secara sistematis melalui penggunaan tanda suara, gerak, atau

tanda-tanda yang disepakati, yang memiliki makna yang di pahami

(Webster’s New Collegiate Dictionary, 1981 ).

c) Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang digunakan oleh

para anggota sosial untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan

mengidentifikasi diri ( Kentjono, Ed, 1984:2 ).

d) Bahasa adalah salah satu dari sejumlah sistem makna yang secara

bersama-sama membentuk budaya manusia ( Halliday dan Hasan, 1991 ).

Rumusan tersebut di atas mencerminkan minat dan sudut pandang para

ahli.

1. Tujuan Bahasa Indonesia

Mata pelajaran Bahasa Indonesia menurut Nasution (1986) mempunyai

tujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa sebagai berikut.

a) Siswa memahami bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna, dan

fungsi, serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif

b) Siswa menghargai dan membanggakan baha Indonesia sebagai bahasa

persatuan (nasional) dan bahasa negara

c) Siswa memiliki kemampuan menggunakan bahasa Indonesia untuk

meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional dan

kematangan sosial.

22
2. Fungsi Bahasa Indonesia

Pendidikan bahasa Indonesia berfungsi sebagai sarana pembinaan kesatuan

dan persatuan bangsa dan sarana untuk meningkatkan pengetahuan serta

keterampilan siswa untuk meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan,

teknologi, pengembangan budaya dan seni melalui khazanah kesastraan

Indonesia.

D. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka hipotesis tindakan dalam penelitian

ini adalah sebagai berikut.

1. Penerapan model pembelajaran berbasis sumber (resource based learning)

dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia Kelas IX-B SMP

Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat tahun pelajaran 2016-2017.

2. Model pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) efektif

meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IX-B SMP

Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat tahun pelajaran 2016-2017.

23
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX-B SMP Negeri 3 Lingsar Kab.

Lombok Barat tahun pelajaran 2016-2017. Jumlah dan nama siswa yang

menjadi subjek penelitian ini disajikan dalam tabel berikut.

TABEL 3.1
JUMLAH DAN NAMA SISWA KELAS IX-B SMP NEGERI 3
LINGSAR KAB. LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2016-2017
No Nama Siswa L/P Keterangan
1 Achmad Aryanto L
2 Aditya Saputra L
3 Agus Supriadi L
4 Alamsyah L
5 Ari Gustiawan L
6 Astri Wulandari P
7 Debby Anggraini P
8 Dedy Suradi L
9 Denny Afrianto L
10 Dian Susanti P
11 Ellysa Amellia P
12 Feby Dwi Puspita Sari P
13 Ficky Fahruddin L
14 Fitri Febriani P
15 I Putu Iman Sudiartha L
16 Juliade Saputra L
17 Krisna Bayu Pambudi L
18 Laxzmi Asniyah P
19 Lia Marlianti P
20 Lupita Anggraini P
21 M. Riynaldi Agustiansyah L
22 M. Yoga Daryanto L
23 Melita Sari P
24 Mita Kusuma Ningrum P

24
25 Muhammad Zulkifli L
26 Nur A'an Rohaidah P
27 Popy Semeng Apriheriyanti P
28 Ratna Dekayanti P
29 Riska Aprini P
30 Rizky Ananda Nurdinsyah P
31 Rodi Andani L
32 Sanca Sumardi Akbar L
33 Suci Fitriani P
34 Tamara Ellynda Pratiwi P
35 Wati Mulyaningsih P
36 Yanda Retno Dwiyanti P
37 Yudha Catra Anggawasita L
37
Total
Orang
Sumber data : Dokumen SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat Tahun
Pelajaran 2016-2017.

B. Setting Penelitian

1. PTK dilakukan di SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat tahun

pelajaran 2016-2017.

2. PTK pada siswa kelas IX-B dengan jumlah siswa pada saat peneliti ini

dilakukan sebanyak 37 orang ( P = 20 orang ; dan L = 17 orang ).

C. Rancangan Penelitian

1. Tindakan dilaksanakan dalam 3 siklus

2. Kegiatan dilaksanakan dalam semester ganjil tahun pelajaran 2016-2017.

3. Lama penelitian 6 pekan efektif dilaksanakan mulai tanggal 11 Oktober

s.d. 15 November 2016.

25
4. Dalam pelaksanaan tindakan, rancangan dilakukan dalam 3 siklus yang

meliputi: (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan, (d) refleksi.

Rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut (Arikunto, 2007)

adalah seperti gambar berikut.

Permasalahan Perencanaan Pelaksanaan


tindakan I tindakan I

Permasalahan baru
Pengamatan/
hasil refleksi Refleksi
pengumpulan
data I

Perencanaan Pelaksanaan
tindakan II Tindakan II

Apabila permasalahan
belum terselesaikan
Refleksi II Pengamatan/
pengumpulan
data II

Dilanjutkan
ke siklus
berikutnya

Gambar : 3.1 Alur Penelitian Tindakan kelas

1. Perencanaan

a. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model

pembelajaran berbasis sumber (Resource Based Learning).

b. Menyiapkan instrumen observasi aktivitas guru dan siswa.

c. Menyiapkan soal evaluasi pembelajaran.

26
d. Menyiapkan sumber belajar berupoa materi diskusi, kertas folio, dan

alat tulis lainnya.

2. Tindakan

Pelaksanaan tindakan penelitian dilakukan sesuai dengan rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat sebelumnya, dan

diterapkan pada setiap siklus pembelajaran sampai mendapatkan hasil

yang diinginkan.

3. Pengamatan

Kegiatan pengamatan dilakukan dengan bantuin kolaborator untuk

mengamati aktivitas guru dan siswa selam kegiatan pembelajaran

berlangsung, apakah guru telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan

rencana pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya atau tidak, dan

apakah siswa aktif selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

4. Refleksi

Kegiatan refleksi dalam peneliti tindakan ini merupakan kegiatan

evaluasi yang dilakukan oleh kolaborator dan guru, dengan tujuan untuk

memikirkan tindakan yang akan di lakukan, ketika tindakan sedang

dilakukan dan setelah tindakan dilakukan. Kegiatan refleksi yang

dilakukan mencakup kegiatan analisis, interpretasi dan evaluasi yang

diperoleh dari kegiatan observasi. Data yang telah terkumpul dalam

kegiatan observasi, dianalisa dan dinterpretasi sehingga dapat diketahui

tindakan tersebut terhadap pencapaian tujuan.  Interpretasi hasil observasi

27
menjadi dasar untuk melakukan evaluasi sehingga dapat disusun langkah-

langkah berikutnya dalam pelaksanaan tindakan.

D. Variabel Penelitian

Dalam penelitian tindakan kelas ini variabel yang diteliti adalah peningkatan

hasil belajar bahasa indonesia dengan menggunakan model pembelajaran

berbasis sumber (resource based learning) kelas IX-B SMP Negeri 3 Lingsar

Kab. Lombok Barat tahun pelajaran 2016-2017. Variabel tersebut dapat

dituliskan kembali sebagai berikut.

Variabel Harapan : Peningkatan hasil belajar siswa pada mata

pelajaran bahasa indonesia kelas IX-B SMP Negeri

3 Lingsar Kab. Lombok Barat.

Variabel Tindakan : Penerapan model pembelajaran berbasis sumber

(resource based learning).

Adapun indikator yang diteliti dalam variabel harapan terdiri dari:

1. Kemampuan siswa dalam pembelajaran bahasa indonesia

2. Kemampuan guru dalam meningkatkan hasil belajar bahasa indonesia

siswa dengan model pembelajaran berbasis sumber (resource based

learning).

3. Keefektifan pembelajaran melalui model pembelajaran berbasis sumber

(resource based learning)

28
Sedangkan variabel tindakan memiliki indikator sebagai berikut :

1. Tingkat kualitas perencanaan

2. Kualitas perangkat observasi

3. Kualitas operasional tindakan

4. Kesesuaian perencanaan dengan tindakan kelas

5. Kesesuaian teknik yang digunakan meningkatkan hasil belajar siswa.

6. Tingkat efektifitas pelaksanaan model pembelajaran berbasis sumber

(resource based learning).

7. Kemampuan siswa dan guru dalam menerapkan model pembelajaran

berbasis sumber (resource based learning).

E. Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

1. Sumber Data :

Sumber data dalam penelitian ini berasal dari dua sumber yaitu :

1 Siswa : Diperoleh data tentang peningkatan hasil

belajar bahasa indonesia.

2 Guru : Diperoleh data tentang efektifitas model

pembelajaran berbasis sumber (resource based

learning).

2. Teknik Pengumpulan Data :

Dalam pengumpulan data teknik yang digunakan adalah menggunakan

observasi dan tes.

29
F. Indikator Keberhasilan

Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus dianggap sudah

berhasil apabila terjadi peningkatan hasil belajar siswa apabila 85% siswa

(kelas yang diteliti) telah mencapai ketuntasan dengan standar ideal 75. Jika

peningkatan tersebut dapat dicapai pada tahap siklus 1 dan 2, maka siklus

selanjutnya tidak akan dilaksanakan karena tindakan kelas yang dilakukan

sudah dinilai efektif.

G. Teknik Analisis Data

Dalam analisis data teknik yang digunakan adalah ;

1. Kuantitatif

Analisis ini akan digunakan untuk menghitung besarnya peningkatan hasil

belajar bahasa indonesia siswa dengan menerapkan model pembelajaran

berbasis sumber (resource based learning) menggunakan persentase (%).

2. Kualitatif

Teknik analisis ini akan digunakan untuk memberikan gambaran hasil

penelitian secara: reduksi data, sajian deskriptif, dan penarikan simpulan.

H. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Berikut disajikan rencanakan kegiatan penelitian yang dilaksanakan mulai

tanggal, 11 Oktober s.d. 15 November 2016 ( 6 Minggu efektif ) yang dibuat

dalam bentuk gambar diagram ( gant chart ) sebagai berikut.

30
TABEL 3.2
JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN
Waktu ( Minggu ) ke,...
N0 Rencana Kegiatan 1 2 3 4 5 6
1 Persiapan X
Menyusun Konsep X
Pelaksanaan
Menyepakati Jadwal dan X
Tugas
Menyusun Instrumen X
2 Pelaksanaan
Menyiapkan kelas dan X
alat
Melakukan Tindakan X X
Siklus I
Melakukan Tindakan X X
Siklus II
Melakukan Tindakan X X
Siklus III
3 Menyusun Laporan
Menyusun Konsep X X
Laporan
Perbaikan Laporan X
Penggandaan Hasil X
Penelitian

31
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Paparan Data dan Temuan Penelitian

1. Perencanaan Tindakan

Penelitian ini menggunakan pembelajaran dengan penerapan model

pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) dalam

meningkatkan hasil belajar bahasa indonesia. Tujuan yang diharapkan

pada pertemuan pertama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah

penerapan model pembelajaran berbasis sumber upaya meningkatkan hasil

belajar siswa.

Agar tercapai tujuan di atas, peneliti yang bertindak sebagai guru

melakukan langkah-langkah sebagai berikut.

a) Menyusun instrumen pembelajaran

b) Menyusun Instrumen observasi

c) Sosialisasi kepada siswa

d) Melaksanakan tindakan dalam pembelajaran

e) Melakukan refleksi

f) Menyusun strategi pembelajaran pada siklus ke dua berdasar refleksi

siklus pertama

g) Melaksanakan pembelajaran pada siklus kedua

h) Melakukan Observasi

i) Melakukan refleksi pada siklus kedua

32
j) Menyusun strategi pembelajaran pada siklus ketiga berdasar refleksi

siklus kedua

k) Melaksanakan pembelajaran pada siklus ketiga

l) Melakukan Observasi

m) Melakukan refleksi pada siklus ketiga

n) Menyusun laporan

2. Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan

Pelaksanaan tindakan dalam penelitian dilakukan 3 siklus yang terdiri dari

enam kali pertemuan. Waktu yang digunakan setiap kali pertemuan adalah

2 x 40 menit. Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 11 s.d 18 Oktober

2016, siklus kedua pada tanggal 25 Oktober s.d 01 November 2016, dan

siklus ketiga 08 s.d 15 November 2016. Penelitian tindakan kelas

dilaksanakan sesuai dengan prosedur rencana pembelajaran dan skenario

pembelajaran.

SIKLUS 1

a) Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang

terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran, soal tes formatif,

lembar observasi, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

b) Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan

pada tanggal 11 s.d 18 Oktober 2016 di SMP Negeri 3 Lingsar Kab.

Lombok Barat tahun pelajaran 2016-2017 dengan jumlah siswa 37

33
orang. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses

belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah

dipersiapkan.

Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksaaan

belajar mengajar. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes

formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa

dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data

hasil penelitian pada siklus I. adalah seperti pada tabel berikut.

Tabel 4.1 :
Tabel Distribusi Nilai Tes Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan
Menggunakan Model pembelajaran berbasis sumber (resource
based learning) Pada Siklus I
Keterangan
No RESPONDEN L/P Skor Tidak
Tuntas
Tuntas
1 Achmad Aryanto L 70 √
2 Aditya Saputra L 70 √
3 Agus Supriadi L 70 √
4 Alamsyah L 70 √
5 Ari Gustiawan L 70 √
6 Astri Wulandari P 65 √
7 Debby Anggraini P 65 √
8 Dedy Suradi L 75 √
9 Denny Afrianto L 75 √
10 Dian Susanti P 60 √
11 Ellysa Amellia P 75 √
12 Feby Dwi Puspita Sari P 75 √
13 Ficky Fahruddin L 75 √
14 Fitri Febriani P 75 √
15 I Putu Iman Sudiartha L 70 √
16 Juliade Saputra L 70 √
17 Krisna Bayu Pambudi L 70 √
18 Laxzmi Asniyah P 70 √

34
19 Lia Marlianti P 70 √
20 Lupita Anggraini P 50 √
21 M. Riynaldi Agustiansyah L 50 √
22 M. Yoga Daryanto L 65 √
23 Melita Sari P 65 √
24 Mita Kusuma Ningrum P 65 √
25 Muhammad Zulkifli L 70 √
26 Nur A'an Rohaidah P 75 √
27 Popy Semeng Apriheriyanti P 75 √
28 Ratna Dekayanti P 50 √
29 Riska Aprini P 50 √
30 Rizky Ananda Nurdinsyah P 75 √
31 Rodi Andani L 70 √
32 Sanca Sumardi Akbar L 70 √
33 Suci Fitriani P 75 √
34 Tamara Ellynda Pratiwi P 75 √
35 Wati Mulyaningsih P 70 √
36 Yanda Retno Dwiyanti P 70 √
37 Yudha Catra Anggawasita L 70 √
Jumlah Total 37 -
-
orang 2530
Skor Maksimum Individu - 100 - -
Skor Maksimum Kelas - 3700 - -

Keterangan :

Jumlah Siswa yang tuntas : 11 Orang

Jumlah siswa yang belum tuntas : 26 Orang

Klasikal : belum tuntas.

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa, dengan menerapkan

model pembelajaran berbasis sumber (resource based learning)

diperoleh nilai rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia siswa pada

siklus I adalah 68.38 % atau ada 11 siswa dari 37 siswa sudah tuntas

35
belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara

klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh

nilai ≥ 75 hanya sebesar 29.73 % lebih kecil dari persentase

ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85 %. Hal ini disebabkan,

siswa tidak terbiasa belajar dengan menggunakan model pembelajaran

berbasis sumber (resource based learning), dimana siswa secara tidak

langsung dilatih untuk belajar mandiri.

c) Refleksi

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diperoleh informasi dari

hasil pengamatan sebagai berikut.

(1) Guru kurang baik dalam memotivasi siswa dan dalam

menyampaikan tujuan pembelajaran

(2) Guru kurang baik dalam pengelolaan waktu

(3) Siswa kurang begitu antusias selama pembelajaran berlangsung.

d) Revisi Rancangan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini masih terdapat

kekurangan, sehingga perlu adanya revisi untuk dilakukan pada siklus

berikutnya.

(1) Guru perlu lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas

dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. Di mana siswa diajak

untuk terlibat langsung dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan.

36
(2) Guru perlu mendistribusikan waktu secara baik dengan

menambahkan informasi-informasi yang dirasa perlu dan memberi

catatan

(3) Guru harus lebih terampil dan bersemangat dalam memotivasi

siswa sehingga siswa bisa lebih antusias.

(4) Guru harus membiasakan siswa untuk belajar mandiri dengan

mempelajari materi pembelajaran dari berbagai sumber.

SIKLUS II

a) Tahap perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang

terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran, soal tes formatif,

lembar observasi, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

b) Tahap kegiatan dan pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan

pada tanggal 25 Oktober s.d 01 November 2016 di SMP Negeri 3

Lingsar Kab. Lombok Barat tahun pelajaran 2016-2017. Dalam hal

ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar

mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada

siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak

terulang lagi pada siklus II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan

bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

37
Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan

tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses

belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan

adalah tes formatif II. Adapun data hasil penelitian pada siklus II

adalah sebagai berikut.

Tabel 4. 2 :
Tabel Distribusi Nilai Tes Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan
Menggunakan Model pembelajaran berbasis sumber (resource
based learning) Pada Siklus II
Keterangan
No RESPONDEN L/P Skor Tidak
Tuntas
Tuntas
1 Achmad Aryanto L 75 √
2 Aditya Saputra L 75 √
3 Agus Supriadi L 60 √
4 Alamsyah L 75 √
5 Ari Gustiawan L 75 √
6 Astri Wulandari P 70 √
7 Debby Anggraini P 70 √
8 Dedy Suradi L 75 √
9 Denny Afrianto L 75 √
10 Dian Susanti P 62 √
11 Ellysa Amellia P 75 √
12 Feby Dwi Puspita Sari P 75 √
13 Ficky Fahruddin L 75 √
14 Fitri Febriani P 75 √
15 I Putu Iman Sudiartha L 80 √
16 Juliade Saputra L 80 √
17 Krisna Bayu Pambudi L 80 √
18 Laxzmi Asniyah P 80 √
19 Lia Marlianti P 75 √
20 Lupita Anggraini P 75 √
21 M. Riynaldi Agustiansyah L 60 √
22 M. Yoga Daryanto L 60 √

38
23 Melita Sari P 70 √
24 Mita Kusuma Ningrum P 70 √
25 Muhammad Zulkifli L 70 √
26 Nur A'an Rohaidah P 75 √
27 Popy Semeng Apriheriyanti P 75 √
28 Ratna Dekayanti P 75 √
29 Riska Aprini P 60 √
30 Rizky Ananda Nurdinsyah P 75 √
31 Rodi Andani L 75 √
32 Sanca Sumardi Akbar L 75 √
33 Suci Fitriani P 75 √
34 Tamara Ellynda Pratiwi P 75 √
35 Wati Mulyaningsih P 75 √
36 Yanda Retno Dwiyanti P 75 √
37 Yudha Catra Anggawasita L 75 √
Jumlah Total 37 2697 -
orang
Skor Maksimum Individu - 100 - -
Skor Maksimum Kelas - 3700 - -

Keterangan :

Jumlah siswa yang tuntas : 27 Orang

Jumlah Siswa yang belum tuntas : 10 Orang

Klasikal : belum tuntas.

Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai rata-rata peningkatan hasil

belajar Bahasa Indonesia siswa pada siklus II adalah 72,89%, dan

ketuntasan belajar klasikal siswa mencapai 72,97% atau ada 27 siswa

dari 37 siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada

siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami

peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan hasil

belajar siswa ini karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap

39
akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan

berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu siswa juga

sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan dinginkan guru

dengan menggunakan model pembelajaran berbasis sumber (resource

based learning).

c) Refleksi

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar diperoleh informasi dari hasil

pengamatan sebagai berikut.

1) Memotivasi siswa.

2) Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep.

3) Pengelolaan waktu.

d) Revisi Pelaksanaaan

Pelaksanaan kegiatan belajar pada siklus II ini masih terdapat

kekurangan-kekurangan. Maka perlu adanya revisi untuk dilaksanakan

pada siklus III antara lain sebagai berikut.

(1) Guru dalam memotivasi siswa hendaknya dapat membuat siswa

lebih termotivasi selama proses belajar mengajar berlangsung.

(2) Guru harus lebih dekat dengan siswa sehingga tidak ada perasaan

takut dalam diri siswa baik untuk mengemukakan pendapat atau

bertanya.

(3) Guru harus lebih sabar dalam membimbing siswa merumuskan

kesimpulan/menemukan konsep.

40
(4) Guru harus mendistribusikan waktu secara baik sehingga kegiatan

pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

(5) Guru sebaiknya menambah lebih banyak contoh dan memberi soal-

soal latihan pada siswa untuk dikerjakan pada setiap kegiatan

belajar mengajar.

SIKLUS III

a) Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang

terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran, soal tes formatif,

lembar observasi, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

. Tahap kegiatan dan pengamatan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus III dilaksanakan

pada tanggal 08 s.d 15 November 2016 di SMP Negeri 3 Lingsar Kab.

Lombok Barat tahun pelajaran 2016-2017 dengan jumlah siswa 37

siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses

belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan

memperhatikan revisi pada siklus II, sehingga kesalahan atau

kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi pada siklus III.

Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan

belajar mengajar.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif III dengan

tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses

41
belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan

adalah tes formatif III. Adapun data hasil penelitian pada siklus III

adalah sebagai berikut.

Tabel 4.3 :
Tabel Distribusi Nilai Tes Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan
Menerapkan Model pembelajaran berbasis sumber (resource
based learning) Pada Siklus III
Keterangan
No RESPONDEN L/P Skor Tidak
Tuntas
Tuntas
1 Achmad Aryanto L 85 √
2 Aditya Saputra L 85 √
3 Agus Supriadi L 85 √
4 Alamsyah L 85 √
5 Ari Gustiawan L 85 √
6 Astri Wulandari P 85 √
7 Debby Anggraini P 80 √
8 Dedy Suradi L 85 √
9 Denny Afrianto L 85 √
10 Dian Susanti P 75 √
11 Ellysa Amellia P 85 √
12 Feby Dwi Puspita Sari P 85 √
13 Ficky Fahruddin L 85 √
14 Fitri Febriani P 85 √
15 I Putu Iman Sudiartha L 85 √
16 Juliade Saputra L 80 √
17 Krisna Bayu Pambudi L 80 √
18 Laxzmi Asniyah P 80 √
19 Lia Marlianti P 80 √
20 Lupita Anggraini P 80 √
21 M. Riynaldi Agustiansyah L 80 √
22 M. Yoga Daryanto L 80 √
23 Melita Sari P 75 √
24 Mita Kusuma Ningrum P 75 √
25 Muhammad Zulkifli L 75 √
26 Nur A'an Rohaidah P 75 √

42
27 Popy Semeng Apriheriyanti P 85 √
28 Ratna Dekayanti P 85 √
29 Riska Aprini P 80 √
30 Rizky Ananda Nurdinsyah P 85 √
31 Rodi Andani L 75 √
32 Sanca Sumardi Akbar L 75 √
33 Suci Fitriani P 85 √
34 Tamara Ellynda Pratiwi P 85 √
35 Wati Mulyaningsih P 80 √
36 Yanda Retno Dwiyanti P 80 √
37 Yudha Catra Anggawasita L 80 √
Jumlah Total 37 3015 -
-
orang
Skor Maksimum Individu - 100 - -
Skor Maksimum Kelas - 3700 - -

Keterangan :

Jumlah siswa yang tuntas : 37 Orang

Jumlah siswa yang belum tuntas : - Orang

Klasikal : sudah tuntas.

Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai rata-rata tes formatif siswa

pada siklus III sebesar 81,49%, dan dari 37 siswa yang telah tuntas

secara keseluruhan, sehingga ketuntasan belajar siswa secara klasikal

mencapai 100% (kategori tuntas ). Hasil pada siklus III ini mengalami

peningkatan lebih baik dari siklus II. Adanya peningkatan hasil belajar

pada siklus III ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan

guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis sumber

(resource based learning), sehingga siswa menjadi lebih terbiasa

dengan pembelajaran seperti ini, dan siswa lebih mudah dalam

43
memahami materi yang telah diberikan. Di samping itu ketuntasan ini

juga dipengaruhi oleh kerja sama dari siswa yang telah menguasai

materi pelajaran untuk mengajari temannya yang belum menguasai.

b) Refleksi

Pada tahap ini dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun

yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan

penerapan model pembelajaran berbasis sumber (resource based

learning). Berdasarkan data-data yang telah diperoleh dapat diuraikan

sebagai berikut.

(1) Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua

pembelajaran dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang

belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-

masing aspek cukup besar.

(2) Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif

selama proses belajar berlangsung.

(3) Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami

perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik.

(4) Hasil belajar siswa pada siklus III mencapai ketuntasan.

c) Revisi Pelaksanaan

Pada siklus III guru telah menerapkan model pembelajaran berbasis

sumber (resource based learning) dalam proses pembelajaran dengan

baik, dan dilihat dari aktivitas dan hasil belajar siswa, maka

pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik. Oleh

44
karena itu, tidak diperlukan revisi terlalu banyak, tetapi yang perlu

diperhatikan untuk tindakah selanjutnya adalah memaksimalkan dan

mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada

pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya dengan penerapan

model pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) dapat

meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sehingga tujuan

pembelajaran dapat tercapai.

B. Analisis Hasil Kegiatan

Setelah dilakukan tindakan pada siklus 1, siklus 2 dan siklus 3 menunjukkan

hasil sebagai berikut.

Tabel 4.4 :
Analisis Hasil Tes Tentang Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia
dari Siklus I s.d. III
Skor Akhir Skor Akhir Skor Akhir
No Responden Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3
1 Achmad Aryanto 70 75 85
2 Aditya Saputra 70 75 85
3 Agus Supriadi 70 60 85
4 Alamsyah 70 75 85
5 Ari Gustiawan 70 75 85
6 Astri Wulandari 65 70 85
7 Debby Anggraini 65 70 80
8 Dedy Suradi 75 75 85
9 Denny Afrianto 75 75 85
10 Dian Susanti 60 62 75
11 Ellysa Amellia 75 75 85
12 Feby Dwi Puspita Sari 75 75 85
13 Ficky Fahruddin 75 75 85
14 Fitri Febriani 75 75 85

45
15 I Putu Iman Sudiartha 70 80 85
16 Juliade Saputra 70 80 80
17 Krisna Bayu Pambudi 70 80 80
18 Laxzmi Asniyah 70 80 80
19 Lia Marlianti 70 75 80
20 Lupita Anggraini 50 75 80
21 M. Riynaldi Agustiansyah 50 60 80
22 M. Yoga Daryanto 65 60 80
23 Melita Sari 65 70 75
24 Mita Kusuma Ningrum 65 70 75
25 Muhammad Zulkifli 70 70 75
26 Nur A'an Rohaidah 75 75 75
27 Popy Semeng Apriheriyanti 75 75 85
28 Ratna Dekayanti 50 75 85
29 Riska Aprini 50 60 80
30 Rizky Ananda Nurdinsyah 75 75 85
31 Rodi Andani 70 75 75
32 Sanca Sumardi Akbar 70 75 75
33 Suci Fitriani 75 75 85
34 Tamara Ellynda Pratiwi 75 75 85
35 Wati Mulyaningsih 70 75 80
36 Yanda Retno Dwiyanti 70 75 80
37 Yudha Catra Anggawasita 70 75 80
Jumlah Total 2530 2697 3015
Skor Maksimum Individu 100 100 100
Skor Maksimum Kelas 3700 3700 3700

Analisis Data Deskriptif Kuantitatif

1. Pencapaian hasil belajar bahasa indonesia melalui penerapan model

pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) pada siklus I

= 2530 x 100% = 68.38 %


3700

2. Pencapaian hasil belajar bahasa indonesia melalui penerapan model

pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) pada siklus II

46
= 2697 x 100% = 72.89 %
3700

3. Pencapaian hasil belajar bahasa indonesia melalui penerapan model

pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) pada siklus III

= 3015x 100% = 81.49 %.


3700

Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa:

1. Terjadi peningkatan hasil belajar belajar siswa setelah melakukan

penerapan model pembelajaran RBL dari 68,38% pada siklus I menjadi

72,89 % pada siklus II. Terdapat peningkatan sebesar 4,51%.

2. Peningkatan hasil belajar belajar siswa setelah melakukan penerapan

model pembelajaran RBL juga terjadi dari 72,89% pada siklus I,

menjadi 81,49% pada siklus II. Terdapat penignkatan sebesar 8,59%.

3. Rata-rata ketuntasan belajar klasikal siswa dalam pembelajaran Bahasa

Indonesia setelah menerapkan model pembelajaran RBL pada setiap

siklusnya juga mengalami peningkatan dari 29,73% pada siklus I,

menjadi 72,97 % pada siklus II, dan pada siklus III menjadi 100%.

Refleksi dan Temuan

Berdasarkan pelaksanaan tindakan maka hasil observasi nilai, hasil dapat

dikatakan sebagai berikut.

a. Pertemuan pertama kegiatan belajar-mengajar dengan menerapkan model

pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) belum berhasil

karena dalam pembelajaran masih terlihat siswa yang bermain, bercerita,

dan mengganggu siswa lain.

47
b. Penerapan pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan model

pembelajaran berbasis sumber (resource based learning), dalam hal

peningkatan hasil belajar siswa belum tampak, sehingga hasil yang dicapai

tidak tuntas.

c. Mungkin karena proses belajar mengajar yang dilakukan dengan model

pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) yang baru

mereka laksanakan sehingga siswa merasa kaku dalam menerapkannya.

d. Akan tetapi setelah dijelaskan, mereka bisa mengerti dan buktinya pada

pertemuan kedua dan ketiga proses kegiatan belajar-mengajar berjalan

baik, semua siswa aktif dan lebih-lebih setelah ada rubrik penilaian proses,

seluruh siswa langsung aktif belajar.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Ketuntasan hasil belajar siswa;

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis

sumber (resource based learning) memiliki dampak positif dalam

meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap

materi yang disampaikan guru ( ketuntasan belajar siswa meningkat dari

siklus I, II, dan III ) yaitu masing-masing 68,38%; 72,89%; 81,49%. Pada

siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.

2. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran;

Berdasarkan analisis data, diketahui bahwa aktivitas siswa dalam proses

pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis sumber (resource

48
based learning) dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Peningkatan

aktivitas belajar siswa berdampak positif terhadap hasil belajar siswa,

yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada

setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan

bahwa, guru dapat dan mampu mengelola kegiatan pembelajaran dengan

baik.

3. Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran;

Berdasarkan analisis data, diketahui bahwa aktivitas belajar siswa dalam

proses pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan model

pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) yang paling

dominan adalah bekerja dengan menggunakan alat/media,

mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar

siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas

siswa dapat dikategorikan aktif.

Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan

langkah-langkah metode pembelajaran melalui model pembelajaran

berbasis sumber (resource based learning) dengan baik. Hal ini terlihat

dari aktivitas guru yang muncul di antaranya, aktivitas membimbing dan

mengamati siswa dalam mengerjakan kegiatan pembelajaran, menjelaskan,

memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab di mana persentase untuk

aktivitas di atas cukup besar.

49
Hasil penelitian di atas menunjukan bahwa, maka hasil belajar siswa

pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan model

pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) hasilnya sangat baik.

Hal itu tampak dari ketuntasan belajar siswa yang terus mengalami

peningkatan pada setiap sikluanya, yaitu dari 68,38% meningkat menjadi

72,89%, dan pada siklus 3 meningkat menjadi 81.49 %.

Berdasarkan analisis data di atas bahwa, pembelajaran dengan

menggunakan model pembelajaran berbasis sumber (resource based learning)

efektif meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa, yang berarti proses

kegiatan belajar mengajar lebih berhasil dan dapat meningkatkan ketuntasan

belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada siswa

kelas IX B di SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat. Oleh karena itu,

diharapkan kepada para guru SMP menerapkan model pembelajaran berbasis

sumber (resource based learning) dalam melaksanakan proses kegiatan

belajar mengajar.

Berdasarkan indikator keberhasilan, dikatakan tuntas apabila siswa

telah mencapai nilai standar ideal 75 mencapai ≥ 85 %. Sedangkan pada

penilitian ini, pencapai nilai ≥ 75 pada ( siklus 3 ) mencapai melebihi target

yang ditetapkan dalam kurikulum 2013 yaitu mencapai 100%. Dengan

demikian, hipotesis yang diajukan dapat diterima.

50
BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama

tiga siklus, dan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat

disimpulkan sebagai berikut.

1. Pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran berbasis sumber

(resource based learning) memiliki dampak positif dalam meningkatkan

hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3

Lingsar Kab. Lombok Barat yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan

belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu 68.38% pada siklus I, 72,89 %

pada siklus II, dan 81,49 % pada siklus III.

2. Peningkatan ketuntasa belajar siswa menunjukan bahwa, model

pembelajaran berbasis sumber (resource based learning) efektif

meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa, sehingga mereka

merasa siap untuk menghadapi pelajaran berikutnya.

B. Saran-Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya,

agar proses belajar mengajar di SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat

lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka

disampaikan saran sebagai berikut.

51
1. Untuk melaksanakan pembelajaran memerlukan persiapan yang cukup

matang, sehingga guru harus mempu menentukan atau memilih topik yang

benar-benar bisa diterapkan dengan pemberian model pembelajaran

berbasis sumber (resource based learning) sehingga diperoleh hasil yang

optimal.

2. Dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa, guru hendaknya lebih

sering melatih siswa dengan kegiatan penemuan, walau dalam taraf yang

sederhana, di mana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru,

memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau

mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.

3. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya

dilakukan pada siswa kelas IX B di SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok

Barat tahun pelajaran 2016-2017.

52
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Fathurrrohman, Muhammad. 2015. Model-Model Pembelajaran Inovatif.


Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Hairuddin, dkk. 2007. Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Direktorat


Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Nasution. 2001. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta:


Bina Aksara.

Nurkencana, Wayan. 1986. Evaluasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasiona

Sardiman, A. M.. 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta : PT


Raja Grafindo Persada.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT


Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. 1998. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
Algesindo.

Sudjana, Nana. 2005. Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: PT


Remaja Rosdakarya.

Winkel, W. S.. [Link] Pengajaran. Jakarta: PT. Gramedia.

Winkel, W.S. 1997. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta:


PT. Grasindo.

53
54
Lampiran 1

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 3 LINGSAR
Jl. Sonokeling Desa Dasan Geria Kec. Lingsar Telp. (0370) 6590930

SURAT IJIN PENELITIAN


Nomor : 896 / / SMPN.3 / 2016

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok
Barat, bahwa sehubungan dengan rencana melakukan penelitian tindakan kelas
(PTK) dalam upaya peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia, maka kepada :

Nip. : 19681015 199303 2 014


Pangkat /Golongan : Pembina - IV/a
Mengajar Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Alamat : Kr Taliwang Cakranegara
Diberikan Ijin untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan
judul, “Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Sumber (Resource Based
Learning) upaya Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas IX-B
SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok Barat Tahun Pelajaran 2016-2017“
Mulai bulan Oktober 2016 sampai selesai.
Demikian surat ijin penelitian ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Lingsar, 07 Oktober 2016


Kepala Sekolah

SARINGIN, [Link]
NIP.19650707 198505 1 001

55
Lampiran 2

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 3 LINGSAR
Jl. Sonokeling Desa Dasan Geria Kec. Lingsar Telp. (0370) 6590930

SURAT KETERANGAN
Nomor : 896 / / SMPN.3 / 2016

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SMP Negeri 3 Lingsar Kab. Lombok
Barat, menerangkan bahwa :

Nip. : 19681015 199303 2 014


Pangkat /Golongan : Pembina - IV/a
Mengajar Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Alamat : Kr Taliwang Cakranegara
Telah melakukan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan judul, “Penerapan
Model Pembelajaran Berbasis Sumber (Resource Based Learning) upaya
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas IX-B SMP Negeri 3
Lingsar Kab. Lombok Barat Tahun Pelajaran 2016-2017 “ Sejak 11 Oktober
s.d. 15 November 2016.
Demikian surat keterangan penelitian ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Lingsar, 30 November 2016


Kepala Sekolah

SARINGIN, [Link]
NIP.19650707 198505 1 001

56
Lampiran 3

DAFTAR HADIR SISWA


DALAM KEGIATAN PENELITIAN
KEHADIRAN
I II III IV V VI
No NAMA L/P Tgl. Tgl. Tgl. Tgl. Tgl. Tgl.
11-10 18-10 25-10 01-11 08-11 15-11
2016 2016 2016 2016 2016 2016
1 Achmad Aryanto L

2 Aditya Saputra L

3 Agus Supriadi L

4 Alamsyah L

5 Ari Gustiawan L

6 Astri Wulandari P

7 Debby Anggraini P

8 Dedy Suradi L

9 Denny Afrianto L

10 Dian Susanti P

11 Ellysa Amellia P

12 Feby Dwi Puspita Sari P

13 Ficky Fahruddin L

14 Fitri Febriani P

15 I Putu Iman Sudiartha L

16 Juliade Saputra L

17 Krisna Bayu Pambudi L

18 Laxzmi Asniyah P

19 Lia Marlianti P

20 Lupita Anggraini P

57
21 M. Riynaldi Agustiansyah L

22 M. Yoga Daryanto L

23 Melita Sari P

24 Mita Kusuma Ningrum P

25 Muhammad Zulkifli L

26 Nur A'an Rohaidah P

27 Popy Semeng Apriheriyanti P

28 Ratna Dekayanti P

29 Riska Aprini P

30 Rizky Ananda Nurdinsyah P

31 Rodi Andani L

32 Sanca Sumardi Akbar L

33 Suci Fitriani P

34 Tamara Ellynda Pratiwi P

35 Wati Mulyaningsih P

36 Yanda Retno Dwiyanti P

37 Yudha Catra Anggawasita L

Lingsar, 11 Oktober 2016


Peneliti

Dra. AYUNI RIHANA


NIP. 19681015 199303 2 014

Lampiran : 4

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU

58
SELAMA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh observer untuk menilai aktivitas guru selama kegiatan
belajar mengajar. Berilah tanda cek (√) pada kolom skor sesuai dengan pernyataan
aktivitas yang ditampilkan oleh siswa, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak
melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Guru : ………………....................................….


NIP : ………………....................................….
Kelas : ………………....................................….
Semester : ……………….................................…....
Mata Pelajaran : ………………....................................…..

No. Kegiatan Skor

A. Pendahuluan 1 2 3 4
1 Guru melakukan apersepsi
2 Guru memberikan motivasi
Guru menjelaskan tujuan yang akan di
3
capai
Guru menjelaskan langkah-langkah
4 KBM dengan model pembelajaran
berbasis sumber (RBL)
B. Kegiatan Inti
5 Guru mengelompokan siswa
6 Guru mengontrol kesiapan diskusi
7 Guru mengamati jalannya diskusi
Guru intervensi terhadap jalannya
8
diskusi
9 Guru membimbing dan memberikan

59
waktu siswa untuk mempersentasikan
hasil diskusinya
Guru melakukan pengembangan
10
materi pelajaran
Guru melaksanaan kegiatan belajar
11 mengajar dengan pengelolaan waktu
yang baik
C. Penutup
Guru memberikan penghargaan kepada
12
kelompok siswa terbaik
13 Guru melaksanakan tes

Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan persentase penilaian rata-rata (%)
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Jumlah Skor
Prosentase penilaian rata−rata= × 100 %
Skor maksimum

Kriteria prosesentase penilaian rata-rata aktivitas guru tercantum dalam tabel


berikut.

Kriteria Prosentase Penilaian


Keterangan
Rata-Rata Aktivitas Guru
> 90% Sangat Baik
< 90% - 70% Baik
< 70% - 50% Cukup
< 50% - 30% Kurang
< 30% - 10% Sangat Kurang

Lingsar, 2016
Kolaborator,

(..................................................)
NIP. 19590101 198010 2 004

Lampiran : 5

ANALISIS DATA HASIL OBSERVASI AKTIVITAS GURU


SELAMA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

60
Nama : Dra. AYUNI RIHANA
Nip. : 19681015 199303 2 014
Kelas/Semester : IX-B / I
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

No. Kegiatan Skor

A. Pendahuluan Siklus I Siklus II Siklus III


1 Guru melakukan apersepsi 3 3 4
2 Guru memberikan motivasi 3 4 4
Guru menjelaskan tujuan yang akan di
3 3 4 4
capai
Guru menjelaskan langkah-langkah
4 KBM dengan model pembelajaran 3 4 4
berbasis sumber (RBL)
B. Kegiatan Inti
5 Guru mengelompokan siswa 3 4 4
6 Guru mengontrol kesiapan diskusi 2 3 4
7 Guru mengamati jalannya diskusi 2 3 4
Guru intervensi terhadap jalannya
8 2 3 4
diskusi
Guru membimbing dan memberikan
9 waktu siswa untuk mempersentasikan 3 4 4
hasil diskusinya
Guru melakukan pengembangan
10 3 3 4
materi pelajaran
Guru melaksanaan kegiatan belajar
11 mengajar dengan pengelolaan waktu 2 3 4
yang baik
C. Penutup
Guru memberikan penghargaan kepada
12 3 4 4
kelompok siswa terbaik
13 Guru melaksanakan tes 3 4 4
Jumlah Skor 35 46 52
Skor Maksimal 52 52 52
Skor Akhir 67,31% 88,46% 100%
Kategori Cukup Baik Sangat

61
Baik

Lingsar, 15 November 2016


Kolaborator,

(..................................................)
NIP. 19590101 198010 2 004

Lampiran : 6
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA
SELAMA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

62
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh observer untuk menilai aktivitas siswa selama kegiatan
belajar mengajar. Berilah tanda cek (√) pada kolom skor sesuai dengan pernyataan
aktivitas yang ditampilkan oleh siswa, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak
melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Kelas : ……..................................…………….
Semester : ……………….................................…..
Mata Pelajaran : ……………….................................…..

Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Siswa memperhatikan informasi yang disampaikan oleh guru
2 Antuasias siswa dalam mengikuti KBM
3 Siswa mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru
4 Siswa menghargai dan mengeluarkan pendapat baik teman
kelompoknya maupun kelompok lain
5 Siswa dapat bekerjasama dan aktif berdiskusi bersama teman
kelompoknya
6 Siswa mempersentasikan hasil diskusinya didepan kelas
dengan baik
7 Siswa menanggapi presentasi kelompok lain dengan baik
8 Siswa membuat kesimpulan dengan baik
9 Kelancaran siswa dalam menjawab pertanyaan
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan persentase penilaian rata-rata (%)
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

63
Jumlah Skor
Prosentase penilaian rata−rata= × 100 %
Skor maksimum

Kriteria prosesentase penilaian rata-rata aktivitas siswa tercantum dalam tabel


berikut.

Kriteria Prosentase Penilaian


Keterangan
Rata-Rata Aktivitas Siswa
> 90% Sangat Baik
< 90% - 70% Baik
< 70% - 50% Cukup
< 50% - 30% Kurang
< 30% - 10% Sangat Kurang

Lingsar, 2016
Kolaborator,

(..................................................)
NIP. 19590101 198010 2 004

Lampiran : 7

ANALISIS DATA HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA


SELAMA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

64
Kelas : IX B
Semester : I (Satu)
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Skor
No Aspek Pengamatan
Siklus I Siklus II Siklus III
1 Siswa memperhatikan informasi yang
3 3 4
disampaikan oleh guru
2 Antuasias siswa dalam mengikuti KBM 3 4 4
3 Siswa mengerjakan tugas yang telah
3 4 4
diberikan oleh guru
4 Siswa menghargai dan mengeluarkan
pendapat baik teman kelompoknya 3 4 4
maupun kelompok lain
5 Siswa dapat bekerjasama dan aktif
2 3 4
berdiskusi bersama teman kelompoknya
6 Siswa mempersentasikan hasil
2 3 4
diskusinya didepan kelas dengan baik
7 Siswa menanggapi presentasi kelompok
2 3 4
lain dengan baik
8 Siswa membuat kesimpulan dengan
2 3 3
baik
9 Kelancaran siswa dalam menjawab
2 3 4
pertanyaan
Jumlah Skor 22 30 35
Skor Maksimal 36 36 36
Skor Akhir 61,1% 83,3% 97,2%
Sangat
Kategori Cukup Baik
Baik

Lingsar, 15 November 2016


Kolaborator,

(..................................................)
NIP. 19590101 198010 2 004
Lampiran 8

FOTO - FOTO KEGIATAN SELAMA PENELITIAN

65
SMP Negeri 3 Lingsar sekolah tempat peneliti bertugas sebagai guru

Pemanfaatan lingkungan yang guru dan siswa gunakan


sebagai salah satu sumber belajar

Suasana pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis sumber


(resource based learning), terlihat siswa serius dan antusias

66
Guru (peneliti) sedang mengamati siswa yang sedang mengerjakan tugas
secara berkelompok dan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar

67

Anda mungkin juga menyukai