PEMERINTAH KOTA SURAKARTA
DINAS PENDIDIKAN
Jl. D.I. Panjaitan No. 7 Surakarta, Telp. (0271) 630123 Fax. 630124
Website : [Link]
E-mail : pendidikan@[Link]
SURAKARTA 57133
SURAT PERJANJIAN
Kontrak Harga Satuan
Paket Pekerjaan Konstruksi
Pembangunan Gedung SMPN 26 (DAU)
Tahun Anggaran 2023
Nomor : ……………………………..
Tanggal : ……………………….. 2023
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya adalah Kontrak Kerja Konstruksi
Harga Satuan, yang selanjutnya disebut “Kontrak” dibuat dan ditandatangani di Surakarta
pada hari ………….. tanggal ………………………. bulan ……………tahun Dua ribu
dua puluh tiga, berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Nomor : ……………………….
tanggal ……………… 2023, Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) Nomor :
………………………. tanggal …………….. 2023, antara :
Nama : DIAN RINETA, ST, [Link].
NIP : 19710516 199803 2 008
Jabatan : Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta
selaku Pejabat Pembuat Komitmen
Berkedudukan di : Jl. DI. Panjaitan No. 7 Surakarta
yang bertindak untuk dan atas nama Dinas Pendidikan Kota Surakarta berdasarkan Surat
Keputusan Walikota Surakarta Nomor 954 / 91.4 TAHUN 2022 tanggal 23 Desember
2022 tentang Pejabat Pengguna Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Pejabat
Kuasa Pengguna Anggaran Unit Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Kota
Surakarta Tahun Anggaran 2023 selanjutnya disebut “Pejabat Penandatangan Kontrak”,
dengan :
Nama : ……………………….
Jabatan : ……………………….
Berkedudukan di : ……………………….
Akta Notaris Nomor : ……………………….
Tanggal : ……………………….
Notaris : ……………………….
yang bertindak untuk dan atas nama ………………………. selanjutnya disebut
“Penyedia”.
Dan dengan memperhatikan :
1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Buku III tentang Perikatan);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-
Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan Peraturan
Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang
Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;
4. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun
2021 tentang Perubahan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
5. Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan
Provinsi Papua Barat;
PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU BAHWA :
a) telah dilakukan proses pemilihan Penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen
Pemilihan;
b) Pejabat Penandatangan Kontrak telah menunjuk Penyedia menjadi pihak dalam
Kontrak ini melalui Surat Penunjukan Penyediaan Barang/Jasa (SPPBJ) untuk
melaksanakan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Gedung SMPN 26 (DAU)
sebagaimana diterangkan dalam dokumen Kontrak ini selanjutnya disebut “Pekerjaan
Konstruksi”;
c) Penyedia telah menyatakan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak, memiliki
keahlian profesional, tenaga kerja konstruksi, dan sumber daya teknis, serta telah
menyetujui untuk melaksanakan Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan persyaratan dan
ketentuan dalam Kontrak ini;
d) Pengguna Jasa dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk
menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili;
e) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa
sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak :
1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan
kondisi yang terkait.
Maka oleh karena itu, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia dengan ini
bersepakat dan menyetujui untuk membuat perjanjian pelaksanaan paket Pekerjaan
Konstruksi Pembangunan Gedung SMPN 26 (DAU) dengan syarat dan ketentuan sebagai
berikut.
Pasal 1
ISTILAH DAN UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama
seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini.
Pasal 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang lingkup utama pekerjaan terdiri dari :
1. ................
2. ................
3. dst.
Pasal 3
HARGA KONTRAK, SUMBER PEMBIAYAAN DAN PEMBAYARAN
1. Harga Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan
total harga penawaran terkoreksi sebagaimana tercantum dalam Daftar Kuantitas dan
Harga adalah sebesar Rp. ……….. (……….. ditulis dalam huruf ……..) dengan kode
akun kegiatan 1-01.01.000 sub kegiatan 1-01.02.2-02.001;
2. Kontrak ini dibiayai dari DAU Tahun Anggaran 2023;
3. Pembayaran untuk kontrak ini dilakukan ke Bank ………………… rekening
nomor : ……………………. atas nama Penyedia : …………………………..
Pasal 4
DOKUMEN KONTRAK
1. Kelengkapan dokumen-dokumen berikut merupakan satu kesatuan dan bagian yang
tidak terpisahkan dari Kontrak ini terdiri dari adendum Kontrak (apabila ada), Surat
Perjanjian, Surat Penawaran, Daftar Kuantitas dan Harga, Syarat-Syarat Umum
Kontrak, Syarat-Syarat Khusus Kontrak beserta lampiranya berupa lampiran A
(daftar harga satuan timpang, subpenyedia, personel manajerial, dan peralatan
utama), lampiran B (Rencana Keselamatan Konstruksi), spesifikasi teknis, gambar-
gambar, dan dokumen lainnya seperti : Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa,
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan, jaminan-jaminan, Berita Acara Rapat Persiapan
Penandatanganan Kontrak, Berita Acara Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak.
2. Jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan
dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang
lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki sebagai berikut :
a) adendum Kontrak (apabila ada);
b) Surat Perjanjian;
c) Surat Penawaran;
d) Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
e) Syarat-Syarat Umum Kontrak;
f) spesifikasi teknis dan gambar;
g) Daftar Kuantitas dan Harga (Daftar Kuantitas dan Harga Hasil Negosiasi apabila
ada negosiasi);
h) Daftar Kuantitas dan Harga (Daftar Kuantitas dan Harga Terkoreksi apabila ada
koreksi aritmatika);
Pasal 5
MASA KONTRAK
1. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal
penandatangananan Kontrak sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan;
2. Masa Pelaksanaan ditentukan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak, dihitung sejak
Tanggal Mulai Kerja yang tercantum dalam SPMK sampai dengan Tanggal
Penyerahan Pertama Pekerjaan selama 210 (Dua ratus sepuluh) hari kalender;
3. Masa Pemeliharaan ditentukan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak dihitung sejak
Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir
Pekerjaan selama 180 (Seratus delapan puluh ) hari kalender.
Dengan demikian, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia telah bersepakat untuk
menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia dan dibuat
dalam 2 (dua) rangkap, masing- masing dibubuhi dengan meterai, mempunyai kekuatan
hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak, rangkap yang lain dapat diperbanyak
sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi meterai.
Untuk dan atas nama Untuk dan atas nama
Penyedia ...... [diisi nama badan usaha] Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak
Pekerjaan Pembangunan Gedung SMPN 26
[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk (DAU)
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak maka rekatkan meterai Rp 10.000, - )
[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk
Penyedia maka rekatkan meterai Rp 10.000, - )]
[nama lengkap] DIAN RINETA, ST, [Link].
[jabatan] Pembina Tingkat I
NIP. 19710516 199803 2 008
SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK
A. KETENTUAN UMUM
1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum
Kontrak selanjutnya disebut SSUK harus mempunyai arti
atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut :
1.1 Aparat Pengawas Intern Pemerintah yang
selanjutnya disingkat APIP adalah aparat yang
melakukan pengawasan melalui audit, reviu,
pemantauan, evaluasi, dan kegiatan pengawasan
lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi
Pemerintah
1.2 Bagian pekerjaan yang disubkontrakan adalah
bagian pekerjaan utama atau bagian pekerjaan
bukan utama yang ditetapkan sebagaimana
tercantum dalam Dokumen Pemilihan yang
pelaksanaanya diserahkan kepada Penyedia lain
(subpenyedia) dan disetujui terlebih dahulu oleh
Pengguna Jasa.
1.3 Daftar Kuantitas dan Harga adalah daftar
kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah
biaya keseluruhannya yang merupakan bagian dari
penawaran.
1.4 Direksi Lapangan adalah tenaga/tim pendukung
yang dibentuk/ditetapkan oleh Pengguna Jasa,
terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih, untuk
mengelola administrasi Kontrak dan
mengendalikan pelaksanaan pekerjaan.
1.5 Harga Kontrak adalah total harga pelaksanaan
pekerjaan yang tercantum dalam Kontrak.
1.6 Harga Perkiraan Sendiri yang selanjutnya
disingkat HPS adalah perkiraan harga barang/jasa
yang ditetapkan oleh Pengguna Jasa.
1.7 Harga Satuan Pekerjaan yang selanjutnya
disingkat HSP adalah harga satu jenis pekerjaan
tertentu per satu satuan tertentu.
1.8 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan adalah kerangka
waktu yang sudah terinci berdasarkan Masa
Pelaksanaan, setelah dilaksanakan pemeriksaan
lapangan bersama dan disepakati dalam rapat
persiapan pelaksanaan Kontrak.
1.9 Keadaan Kahar adalah suatu keadaan yang terjadi
di luar kehendak para pihak dalam Kontrak dan
tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga
kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi
tidak dapat dipenuhi.
1.10 Kegagalan Bangunan adalah suatu keadaan
keruntuhan bangunan dan/atau tidak berfungsinya
bangunan setelah penyerahan akhir hasil Jasa
Konstruksi.
1.11 Kerja Sama Operasi yang selanjutnya disingkat
KSO adalah kerja sama usaha antar Penyedia yang
masing-masing pihak mempunyai hak, kewajiban
dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan
perjanjian tertulis.
1.12 Kontrak Kerja Konstruksi selanjutnya disebut
Kontrak adalah keseluruhan dokumen yang
mengatur hubungan hukum antara Pengguna Jasa
dengan Penyedia dalam pelaksanaan jasa
konsultansi konstruksi atau pekerjaan konstruksi.
1.13 Kontrak Harga Satuan adalah Kontrak dengan
harga satuan yang tetap untuk setiap satuan atau
unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu
atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas
waktu yang telah ditetapkan, volume atau kuantitas
pekerjaanya masih bersifat perkiraan pada saat
Kontrak ditandatangani, pembayaran berdasarkan
hasil pengukuran bersama atas realisasi volume
pekerjaan dan nilai akhir Kontrak ditetapkan
setelah seluruh pekerjaan diselesaikan.
1.14 Kuasa Pengguna Anggaran pada pelaksanaan
APBN yang selanjutnya disingkat KPA adalah
pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk
melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung
jawab Penggunaan Anggaran pada Kementerian
Negara/Lembaga yang bersangkutan.
1.15 Kuasa Pengguna Anggaran pada pelaksanaan
APBD yang selanjutnya disingkat KPA adalah
pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan
sebagian kewenangan PA dalam melaksanakan
sebagian tugas dan fungsi Perangkat Daerah.
1.16 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya
Kontrak ini terhitung sejak tanggal
penandatangananan Kontrak sampai dengan
Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan.
1.17 Masa Pelaksanaan adalah jangka waktu untuk
melaksanakan seluruh pekerjaan terhitung sejak
Tanggal Mulai Kerja sampai dengan Tanggal
Penyerahan Pertama Pekerjaan.
1.18 Masa Pemeliharaan adalah jangka waktu untuk
melaksanakan kewajiban pemeliharaan oleh
Penyedia, terhitung sejak Tanggal Penyerahan
Pertama Pekerjaan sampai dengan Tanggal
Penyerahan Akhir Pekerjaan.
1.19 Mata Pembayaran Utama adalah mata
pembayaran yang pokok dan penting yang nilai
bobot kumulatifnya minimal 80% (delapan puluh
persen) dari seluruh nilai pekerjaan, dihitung mulai
dari mata pembayaran yang nilai bobotnya terbesar.
1.20 Metode Pelaksanaan Pekerjaan adalah metode
yang menggambarkan penguasaan penyelesaian
pekerjaan yang sistematis dari awal sampai akhir
meliputi tahapan/urutan pekerjaan utama dan
uraian/cara kerja dari masing-masing jenis kegiatan
pekerjaan utama yang dapat dipertanggung
jawabkan secara teknis.
1.21 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya
disingkat Pejabat Penandatangan Kontrak adalah
pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA
untuk mengambil keputusan dan/atau melakukan
tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran
anggaran belanja negara/anggaran belanja daerah.
1.22 Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau
sebagian kegiatan yang meliputi pembangunan,
pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, dan
pembangunan kembali suatu bangunan.
1.23 Pekerjaan Utama adalah rangkaian kegiatan
dalam suatu penyelenggaraan pekerjaan konstruksi
yang memiliki pengaruh terbesar dalam
mengakibatkan terjadinya keterlambatan
penyelesaian pekerjaan konstruksi dan secara
langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya
suatu konstruksi sesuai peruntukannya
sebagaimana tercantum dalam rancangan kontrak.
1.24 Pelaku Usaha adalah setiap orang perorangan atau
badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum
maupun bukan badan hukum yang didirikan dan
berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam
wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik
sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian
menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai
bidang ekonomi
1.25 Pengawas Pekerjaan adalah tim pendukung/badan
usaha yang ditunjuk/ditetapkan oleh Pengguna Jasa
yang bertugas untuk mengawasi pelaksanaan
pekerjaan.
1.26 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat
PA adalah pejabat pemegang kewenangan
penggunaan anggaran Kementerian
Negara/Lembaga/ Perangkat Daerah.
1.27 Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak adalah pemilik atau pemberi pekerjaan
yang menggunakan layanan Jasa Konstruksi yang
dapat berupa Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna
Anggaran, atau Pejabat Pembuat Komitmen.
1.28 Penyedia adalah Pelaku Usaha yang menyediakan
barang/jasa berdasarkan Kontrak.
1.29 Personel Manajerial adalah tenaga ahli atau
tenaga teknis yang ditempatkan sesuai penugasan
pada organisasi pelaksanaan pekerjaan.
1.30 Sanksi Daftar Hitam adalah sanksi yang diberikan
kepada Peserta pemilihan/Penyedia berupa
larangan mengikuti Pengadaan Barang/Jasa di
seluruh Kementerian/ Lembaga/Perangkat Daerah
dalam jangka waktu tertentu.
1.31 Subkontraktor adalah Penyedia yang mengadakan
perjanjian kerja tertulis dengan Penyedia
penanggung jawab Kontrak, untuk melaksanakan
sebagian pekerjaan (subkontrak)
1.32 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan
adalah jaminan tertulis yang dikeluarkan oleh Bank
Umum/ Perusahaan Penjaminan/Perusahaan
Asuransi/lembaga keuangan khusus yang
menjalankan usaha di bidang pembiayaan,
penjaminan, dan asuransi untuk mendorong ekspor
Indonesia.
1.33 Surat Perintah Mulai Kerja yang selanjutnya
disingkat SPMK adalah surat yang diterbitkan oleh
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak kepada Penyedia untuk memulai
melaksanakan pekerjaan.
1.34 Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal yang
dinyatakan pada SPMK yang diterbitkan oleh
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani .
1.35 Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan adalah
tanggal serah terima pertama pekerjaan selesai
(Provisional Hand Over/PHO) dinyatakan dalam
Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan yang
diterbitkan oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
1.36 Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan adalah
tanggal serah terima akhir pekerjaan selesai (Final
Hand Over/FHO) dinyatakan dalam Berita Acara
Serah Terima Akhir Pekerjaan yang diterbitkan
oleh Pengguna Jasa.
1.37 Tenaga Kerja Konstruksi adalah tenaga kerja
yang bekerja di sektor konstruksi yang meliputi
ahli, teknisi atau analis, dan operator.
2. Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi ini tetapi tidak dapat bertentangan
dengan ketentuan-ketentuan dalam Dokumen Kontrak
lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam
Surat Perjanjian.
3. Bahasa dan Hukum 3.1. Bahasa Kontrak harus dalam bahasa Indonesia.
3.2. Dalam hal Kontrak dilakukan dengan pihak asing
harus dibuat dalam bahasa Indonesia dan bahasa
Inggris. Dalam hal terjadi perselisihan dengan
pihak asing digunakan Kontrak dalam bahasa
Indonesia.
3.3. Hukum yang digunakan adalah hukum yang
berlaku di Indonesia.
4. Korespondensi 4.1. Semua korespondensi dapat berbentuk surat,
e- mail dan/atau faksimili dengan alamat tujuan
para pihak yang tercantum dalam SSKK.
4.2. Semua pemberitahuan, permohonan, atau
persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus dibuat
secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan
dianggap telah diberitahukan jika telah
disampaikan secara langsung kepada Wakil Sah
Para Pihak dalam SSKK, atau jika disampaikan
melalui surat tercatat dan/atau faksimili ditujukan
ke alamat yang tercantum dalam SSKK.
5. Wakil Sah Para Pihak 5.1. Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan
untuk dilakukan, dan setiap dokumen yang
disyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat
berdasarkan Kontrak ini oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak atau
Penyedia hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh
Wakil Sah Para Pihak atau pejabat yang disebutkan
dalam SSKK kecuali untuk perubahan kontrak.
5.2. Kewenangan Wakil Sah Para Pihak diatur dalam
Surat Keputusan dari Para Pihak dan harus
disampaikan kepada masing-masing pihak.
5.3. Dalam hal Direksi Lapangan diangkat dan ditunjuk
menjadi Wakil Sah Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak, maka selain
melaksanakan pengelolaan administrasi kontrak
dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan, Direksi
Lapangan juga melaksanakan pendelegasian sesuai
dengan pelimpahan dari Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak.
6. Larangan Korupsi, 6.1. Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa
Kolusi dan Nepotisme pemerintah, para pihak dilarang untuk :
(KKN), a. menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk
Penyalahgunaan memberi atau menerima hadiah atau imbalan
Wewenang serta berupa apa saja atau melakukan tindakan
Penipuan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang
diketahui atau patut dapat diduga berkaitan
dengan pengadaan ini;
b. mendorong terjadinya persaingan tidak sehat;
dan/atau
c. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak
benar dokumen dan/atau keterangan lain yang
disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan
Kontrak ini.
6.2. Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan
termasuk semua anggota KSO (apabila berbentuk
KSO) dan subpenyedianya (jika ada) tidak pernah
dan tidak akan melakukan tindakan yang dilarang
pada pasal 6.1 di atas.
6.3. Penyedia yang menurut penilaian Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak terbukti
melakukan larangan-larangan di atas dapat
dikenakan sanksi-sanksi administratif oleh
Pengguna Jasa sebagai berikut :
1) pemutusan Kontrak;
2) Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan
sebagaimana ditetapkan dalam SSKK;
3) sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia
atau Jaminan Uang Muka dicairkan dan
disetorkan sebagaimana ditetapkan dalam
SSKK; dan
4) pengenaan Sanksi Daftar Hitam.
6.4. Pengenaan sanksi administratif di atas dilaporkan
oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak kepada PA/KPA.
6.5. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak yang terlibat dalam KKN dan penipuan
dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
7. Asal Material/Bahan 7.1. Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan
yang terdiri dari rincian komponen dalam negeri
dan komponen impor selama pelaksanaan
pekerjaan kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak.
7.2. Asal material/bahan merupakan tempat
material/bahan diperoleh, antara lain tempat
material/bahan ditambang, tumbuh, atau
diproduksi.
7.3. Kendaraan yang digunakan untuk pengiriman dan
pengangkutan material/bahan mematuhi peraturan
perundangan terkait beban dan dimensi kendaraan.
8. Pembukuan Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan
keuangan yang akurat dan sistematis sehubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan standar akuntansi
yang berlaku.
9. Perpajakan Penyedia, Subkontraktor (jika ada), dan Tenaga Kerja
Konstruksi yang bersangkutan berkewajiban untuk
membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain
yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas
pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran perpajakan
ini dianggap telah termasuk dalam Harga Kontrak
10. Pengalihan Seluruh 10.1. Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan
Kontrak dalam hal pergantian nama Penyedia, baik sebagai
akibat peleburan (merger) maupun akibat lainnya.
10.2. Jika ketentuan di atas dilanggar maka Kontrak
diputuskan sepihak oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak dan Penyedia
dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam pasal 44.2
11. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu pihak terhadap
pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh pihak yang
lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi pengabaian
yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika
menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang
lain. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat
dibuktikan secara tertulis dan ditandatangani oleh Wakil
Sah Pihak yang melakukan pengabaian.
12. Penyedia Mandiri Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung jawab
penuh terhadap Tenaga Kerja Konstruki dan
subkontraktornya (jika ada) serta pekerjaan yang
dilakukan oleh mereka.
13. KSO KSO memberi kuasa kepada salah satu anggota yang
disebut dalam Surat Perjanjian untuk bertindak atas nama
KSO dalam pelaksanaan hak dan kewajiban terhadap
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani kontrak
berdasarkan Kontrak ini.
14. Pengawasan 14.1. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Pelaksanaan kontrak menetapkan Pengawas Pekerjaan untuk
Pekerjaan melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan
sesuai Kontrak ini. Pengawas Pekerjaan dapat
berasal dari personel Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak (Direksi Teknis)
atau Penyedia Jasa Pengawasan (Konsultan
Pengawas).
14.2. Dalam melaksanakan kewajibannya, Pengawas
Pekerjaan bertindak profesional. Jika tercantum
dalam SSKK, Pengawas Pekerjaan yang berasal
dari Personel Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak dapat bertindak sebagai
Wakil Sah Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak.
15. Tugas dan Wewenang 15.1. Semua gambar dan rencana kerja yang digunakan
Pengawas Pekerjaan dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai Kontrak, untuk
pekerjaan permanen maupun pekerjaan sementara
mendapatkan persetujuan dari Pengawas Pekerjaan
sesuai pelimpahan wewenang dari Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak.
15.2. Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan
terlebih dahulu ada pekerjaan sementara yang tidak
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga di
dalam Kontrak maka Penyedia berkewajiban untuk
menyerahkan spesifikasi dan gambar usulan
pekerjaan sementara tersebut untuk mendapatkan
pernyataan tidak berkeberatan (no objection) untuk
dilaksanakan dari Pengawas Pekerjaan. Pernyataan
tidak berkeberatan atas rencana pekerjaan
sementara ini tidak melepaskan Penyedia dari
tanggung jawabnya sesuai Kontrak.
15.3. Pengawas Pekerjaan melaksanakan tugas dan
wewenang paling sedikit meliputi :
a. mengevaluasi dan menyetujui rencana mutu
pekerjaan konstruksi Penyedia Jasa pelaksana
konstruksi;
b. memberikan ijin dimulainya setiap tahapan
pekerjaan;
c. memeriksa dan menyetujui kemajuan
pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi sesuai
dengan ketentuan dalam Kontrak;
d. memeriksa dan menilai mutu dan keselamatan
konstruksi terhadap hasil akhir pekerjaan;
e. menghentikan setiap pekerjaan yang tidak
memenuhi persyaratan;
f. bertanggungjawab terhadap hasil pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi sesuai tugas dan
tanggungjawabnya;
g. memberikan laporan secara periodik kepada
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak sesuai dengan ketentuan dalam
Kontrak.
15.4. Dalam hal Pengawas Pekerjaan melaksanakan
tugas dan wewenang sebagaimana yang dimaksud
pada pasal 15.3 yang akan mempengaruhi
ketentuan atau persyaratan dalam kontrak maka
Pengawas Pekerjaan terlebih dahulu mendapatkan
persetujuan dari Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak.
15.5. Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan
perintah Pengawas Pekerjaan yang sesuai dengan
kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam Kontrak
ini.
16. Penemuan-penemuan Penyedia wajib memberitahukan kepada Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak dan kepada
pihak yang berwenang semua penemuan benda/barang
yang mempunyai nilai sejarah atau penemuan kekayaan
di lokasi pekerjaan yang menurut peraturan perundang-
undangan dikuasai oleh negara.
17. Akses ke Lokasi Kerja 17.1 Penyedia berkewajiban untuk menjamin akses
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak, Wakil Sah Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak, Pengawas
Pekerjaan dan/atau pihak yang mendapat izin dari
Pengguna Jasa ke lokasi kerja dan lokasi lainnya
dimana pekerjaan ini sedang atau akan
dilaksanakan.
17.2 Penyedia harus dianggap telah menerima
kelayakan dan ketersediaan jalur akses menuju
lapangan dan Penyedia harus berupaya menjaga
setiap jalan atau jembatan dari kerusakan akibat
penggunaan/lalu lintas Penyedia atau akibat
personel Penyedia, maka :
a. Penyedia harus bertanggung jawab atas
pemeliharaan yang mungkin diperlukan akibat
pengunaan jalur akses;
b. Penyedia harus menyediakan rambu atau
petunjuk sepanjang jalur akses, dan
mendapatkan perizinan yang mungkin
disyaratkan oleh otoritas terkait untuk
penggunaan jalur, rambu, dan petunjuk;
c. Biaya karena ketidak layakan atau tidak
tersedianya jalur akses untuk digunakan oleh
Penyedia, harus ditanggung Penyedia; dan
d. Pengguna Jasa tidak bertanggung jawab atas
klaim yang mungkin timbul akibat penggunaan
jalur akses tersebut.
17.3 Dalam hal untuk menjamin ketersediaan jalan
akses tersebut membutuhkan biaya yang lebih
besar dari biaya umum (overhead) dalam
Penawaran Penyedia, maka Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak dapat
mengalokasikan biaya untuk penyediaan jalur
akses tersebut di dalam Harga Kontrak.
17.4 Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak tidak bertanggung jawab atas klaim yang
mngkin timbul selain penggunaan jalur akses
tersebut.
B. PELAKSANAAN, PENYELESAIAN, ADENDUM DAN PEMUTUSAN
KONTRAK
18. Masa Kontrak Kontrak ini berlaku efektif sejak penandatanganan Surat
Perjanjian oleh Para Pihak sampai dengan Tanggal
Penyerahan Akhir Pekerjaan dan hak dan kewajiban Para
Pihak yang terdapat dalam Kontrak sudah terpenuhi
B1. Pelaksanaan Pekerjaan
19. Penyerahan Lokasi 19.1. Sebelum penyerahan lokasi kerja, dilakukan
Kerja peninjauan lapangan bersama oleh para pihak.
19.2. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak berkewajiban untuk menyerahkan lokasi
kerja sesuai dengan kebutuhan Penyedia yang
tercantum dalam rencana penyerahan lokasi kerja
yang telah disepakati oleh para pihak dalam Rapat
Persiapan Penandatangananan Kontrak, untuk
melaksanakan pekerjaan tanpa ada hambatan
kepada Penyedia sebelum SPMK diterbitkan.
19.3. Hasil peninjauan dan penyerahan dituangkan
dalam Berita Acara Penyerahan Lokasi Kerja.
19.4. Jika dalam peninjauan lapangan bersama
ditemukan hal-hal yang dapat mengakibatkan
perubahan isi Kontrak maka perubahan tersebut
harus dituangkan dalam Berita Acara Penyerahan
Lokasi Kerja yang selanjutnya akan dituangkan
dalam addendum kontrak.
19.5. Jika Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak tidak dapat menyerahkan
lokasi kerja sesuai kebutuhan Penyedia yang untuk
mulai bekerja pada Tanggal Mulai Kerja untuk
melaksanakan pekerjaan dan terbukti merupakan
suatu hambatan, maka kondisi ini ditetapkan
sebagai Peristiwa Kompensasi.
19.6. Penyedia menyerahkan Personel dengan memenuhi
ketentuan sebagai berikut:
19.6.1 bukti sertifikat kompetensi:
1) personel manajerial pada Pekerjaan
Konstruksi; atau
2) personel inti pada Jasa Konsultansi
Konstruksi;
19.6.2 bukti sertifikat kompetensi sebagaimana
dimaksud dalam huruf b dilaksanakan
tanpa menghadirkan personel yang
bersangkutan;
19.6.3 perubahan jangka waktu pelaksanaan
pekerjaan dikarenakan jadwal pelaksanaan
pekerjaan yang ditetapkan sebelumnya
akan melewati batas tahun anggaran
19.6.4 melakukan sertifikasi bagi operator, teknisi,
atau analis yang belum bersertifikat pada
saat pelaksanaan pekerjaan; dan
19.6.5 pelaksanaan alih pengalaman/keahlian
bidang konstruksi melalui system kerja
praktik/magang, membahas paling sedikit
terkait jumlah peserta, durasi pelaksanaan,
dan jenis keahlian.
Apabila Penyedia tidak dapat menunjukan bukti
sertifikat maka Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak meminta Penyedia untuk
mengganti personel yang memenuhi persyaratan
yang sudah ditentukan. Penggantian personel harus
dilakukan dalam jangka waktu mobilisasi dan
sesuai kesepakatan.
20. Surat Perintah Mulai 20.1. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kerja (SPMK) kontrak menerbitkan SPMK paling lambat 14
(empat belas) hari kerja sejak tanggal
penandatangananan Kontrak atau 14 (empat belas)
hari kerja sejak penyerahan lokasi kerja pertama kali.
20.2. Dalam SPMK dicantumkan seluruh lingkup
pekerjaan dan Tanggal Mulai Kerja.
21. Rencana Mutu 21.1. Penyedia berkewajiban untuk mempresentasikan
Pekerjaan Konstruksi dan menyerahkan RMPK sebagai penjaminan dan
(RMPK) pengendalian mutu pelaksanaan pekerjaan pada
rapat persiapan pelaksanaan Kontrak, kemudian
dibahas dan disetujui oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak.
21.2. RMPK disusun paling sedikit berisi :
a. Rencana Pelaksanaan Pekerjaan (Work Method
Statement );
b. Rencana Pemeriksaan dan Pengujian/Inspection
and Test Plan (ITP);
c. Pengendalian Subpenyedia dan Pemasok.
21.3. Penyedia wajib menerapkan dan mengendalikan
pelaksanaan RMPK secara konsisten untuk
mencapai mutu yang dipersyaratkan pada
pelaksanaan pekerjaan ini.
21.4. RMPK dapat direvisi sesuai dengan kondisi
pekerjaan.
21.5. Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan
RMPK jika terjadi Adendum Kontrak dan/atau
Peristiwa Kompensasi.
21.6. Pemutakhiran RMPK harus menunjukan
perkembangan kemajuan setiap pekerjaan dan
dampaknya terhadap penjadwalan sisa pekerjaan,
termasuk perubahan terhadap urutan pekerjaan.
Pemutakhiran RMPK harus mendapatkan
persetujuan Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak.
21.7. Persetujuan Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak terhadap RMPK tidak
mengubah kewajiban kontraktual Penyedia.
22. Rencana Keselamatan 22.1. Penyedia berkewajiban untuk mempresentasikan
Konstruksi (RKK) dan menyerahkan RKK pada saat rapat persiapan
pelaksanaan Kontrak, kemudian pelaksanaan RKK
dibahas dan disetujui oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak.
22.2. Para Pihak wajib menerapkan dan mengendalikan
pelaksanaan RKK secara konsisten.
22.3. RKK menjadi bagian dari Dokumen Kontrak.
22.4. Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan
RKK sesuai dengan kondisi pekerjaan, jika terjadi
perubahan maka dituangkan dalam adendum
Kontrak.
22.5. Pemutakhiran RKK harus mendapat persetujuan
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak.
22.6. Persetujuan Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak terhadap pelaksanaan
RKK tidak mengubah kewajiban kontraktual
Penyedia.
23. Rapat Persiapan 23.1. Paling lambat 7 (tujuh) hari kalender sejak
Pelaksanaan Kontrak diterbitkannya SPMK dan sebelum pelaksanaan
pekerjaan, Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak bersama dengan
Penyedia, unsur perancangan, dan unsur
pengawasan, harus sudah menyelenggarakan rapat
persiapan pelaksanaan kontrak.
23.2. Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam
rapat persiapan pelaksanaan kontrak meliputi :
a. Penerapan SMKK :
1) RKK;
2) RMPK;
3) Rencana Kerja Pengelolaan dan
Pemantauan Lingkungan (RKPPL) (apabila
ada); dan
4) Rencana Manajemen Lalu Lintas (RMLL)
(apabila ada);
b. Rencana Kerja;
c. organisasi kerja;
d. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan
termasuk permohonan persetujuan memulai
pekerjaan;
e. jadwal pelaksanaan pekerjaan, yang diikuti
uraian tentang metode kerja yang
memperhatikan Keselamatan Konstruksi; dan
f. hal-hal lain yang dianggap perlu.
23.3. Hasil rapat persiapan pelaksanaan Kontrak
dituangkan dalam Berita Acara Rapat Persiapan
Pelaksanaan Kontrak. Apabila dalam rapat
persiapan pelaksanaan kontrak mengakibatkan
perubahan isi Kontrak, maka harus dituangkan
dalam addendum Kontrak.
23.4. Pada tahapan rapat persiapan pelaksanaan Kontrak,
PA/KPA dapat membentuk Pejabat/Panitia Peneliti
Pelaksanaan Kontrak.
24. Mobilisasi 24.1. Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai
dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender
sejak diterbitkan SPMK, atau sesuai kebutuhan dan
Rencana Kerja yang disepakati saat Rapat Persiapan
Pelaksanaan Kontrak.
24.2. Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup
pekerjaan, yaitu :
a. mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang
diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan,
termasuk instalasi alat;
b. mempersiapkan fasilitas seperti kantor, rumah,
gedung laboratorium, bengkel, gudang, dan
sebagainya; dan/atau
c. mendatangkan Tenaga Kerja Konstruksi.
24.3. Mobilisasi peralatan dan kendaraan yang
digunakan mematuhi peraturan perundangan
terkait beban dan dimensi kendaraan.
24.4. Mobilisasi peralatan dan Tenaga Kerja Konstruksi
dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan
kebutuhan.
25. Pengukuran/ 25.1. Pada tahap awal pelaksanaan Kontrak, Pejabat
Pemeriksaan Bersama yang berwenang untuk menandatangani kontrak
dan Pengawas Pekerjaan bersama-sama dengan
Penyedia melakukan pengukuran dan pemeriksaan
detail terhadap kondisi lokasi pekerjaan untuk
setiap rencana mata pembayaran, Tenaga Kerja
Konstruksi, dan Peralatan Utama (Mutual Check
0%).
25.2. Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam
Berita Acara. Apabila dalam pengukuran/
pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi
Kontrak, maka harus dituangkan dalam adendum
Kontrak.
25.3. Tindak lanjut hasil pemeriksaan bersama Tenaga
Kerja Konstruksi dan/atau Peralatan Utama
mengikuti ketentuan pasal 67 dan 68.
26. Penggunaan Produksi 26.1. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, Penyedia
Dalam Negeri berkewajiban mengutamakan material/bahan
produksi dalam negeri dan tenaga kerja Indonesia
untuk pekerjaan yang dilaksanakan di Indonesia
sesuai dengan yang disampaikan pada saat
penawaran.
26.2. Dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi, bahan
baku, Tenaga Kerja Konstruksi, dan perangkat
lunak yang digunakan mengacu kepada dokumen :
a. formulir rekapitulasi perhitungan Tingkat
Komponen Dalam Negeri (TKDN), untuk
Penyedia yang mendapat preferensi harga; dan
b. daftar barang yang diimpor, untuk barang yang
diimpor.
26.3. Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan ditemukan
ketidaksesuaian dengan dokumen pada pasal 26.2,
maka akan dikenakan sanksi sesuai peraturan
perundangan yang berlaku.
B.2 Pengendalian Waktu
27. Masa Pelaksanaan 27.1. Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal, Penyedia
berkewajiban untuk memulai pelaksanaan
pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja, dan
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan RMPK,
serta menyelesaikan pekerjaan paling lambat
selama Masa Pelaksanaan yang dinyatakan dalam
SSKK.
27.2. Apabila Penyedia berpendapat tidak dapat
menyelesaikan pekerjaan sesuai Masa Pelaksanaan
karena di luar pengendaliannya yang dapat
dibuktikan demikian, dan Penyedia telah
melaporkan kejadian tersebut kepada Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak, dengan
disertai bukti-bukti yang dapat disetujui Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak,
maka Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak dapat memberlakukan
Peristiwa Kompensasi dan melakukan penjadwalan
kembali pelaksanaan tugas Penyedia dengan
membuat adendum Kontrak.
27.3. Jika pekerjaan tidak selesai sesuai Masa
Pelaksanaan bukan akibat Keadaan Kahar atau
Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau
kelalaian Penyedia maka Penyedia dikenakan
denda.
27.4. Apabila diberlakukan serah terima sebagian
pekerjaan (secara parsial), Masa Pelaksanaan
dibuat berdasarkan bagian pekerjaan tersebut
sesuai dengan SSKK.
27.5. Bagian pekerjaan pada pasal 27.4 adalah bagian
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Dokumen
Pemilihan.
28. Penundaan Oleh Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan secara tertulis
Pegawas Pekerjaan Penyedia untuk menunda pelaksanaan pekerjaan. Setiap
perintah penundaan ini harus mendapatkan persetujuan
dari Pengguna Jasa.
29. Rapat Pemantauan 29.1. Pengawas Pekerjaan atau Penyedia dapat
menyelenggarakan rapat pemantauan, dan meminta
satu sama lain untuk menghadiri rapat tersebut.
Rapat pemantauan diselenggarakan untuk
membahas perkembangan pekerjaan dan
perencanaaan atas sisa pekerjaan serta untuk
menindaklanjuti peringatan dini.
29.2. Hasil rapat pemantauan akan dituangkan oleh
Pengawas Pekerjaan dalam berita acara rapat, dan
rekamannya diserahkan kepada Pengguna Jasa dan
pihak-pihak yang menghadiri rapat.
29.3. Mengenai hal-hal dalam rapat yang perlu
diputuskan, Pengawas Pekerjaan dapat
memutuskan baik dalam rapat atau setelah rapat
melalui pernyataan tertulis kepada semua pihak
yang menghadiri rapat.
30. Peringatan Dini 30.1. Penyedia berkewajiban untuk memperingatkan
sedini mungkin Pengawas Pekerjaan atas peristiwa
atau kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi
mutu pekerjaan, menaikkan Harga Kontrak atau
menunda penyelesaian pekerjaan. Pengawas
Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia untuk
menyampaikan secara tertulis perkiraan dampak
peristiwa atau kondisi tersebut di atas terhadap
Harga Kontrak dan Masa Pelaksanaan. Pernyataan
perkiraan ini harus sesegera mungkin disampaikan
oleh Penyedia.
30.2. Penyedia berkewajiban untuk bekerja sama dengan
Pengawas Pekerjaan untuk mencegah atau
mengurangi dampak peristiwa atau kondisi tersebut.
31. Keterlambatan 31.1. Apabila Penyedia terlambat melaksanakan
Pelaksanaan pekerjaan sesuai jadwal, maka Pejabat yang
Pekerjaan dan berwenang untuk menandatangani kontrak harus
Kontrak Kritis memberikan peringatan secara tertulis atau
memberlakukan ketentuan kontrak kritis.
31.2. Kontrak dinyatakan kritis apabila :
a. Dalam periode I (rencana fisik pelaksanaan
0% - 70% dari Kontrak), selisih keterlambatan
antara realisasi fisik pelaksanaan dengan rencana
lebih besar 10%
b. Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan
70% - 100% dari Kontrak), selisih keterlambatan
antara realisasi fisik pelaksanaan dengan rencana
lebih besar 5%;
c. Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan
70% - 100% dari Kontrak), selisih keterlambatan
antara realisasi fisik pelaksanaan dengan rencana
pelaksanaan kurang dari 5% dan akan melampaui
tahun anggaran berjalan.
31.3. Penanganan kontrak kritis dilakukan dengan rapat
pembuktian (show cause meeting/SCM)
a. Pada saat Kontrak dinyatakan kritis, Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak
berdasarkan laporan dari Pengawas Pekerjaan
memberikan peringatan secara tertulis kepada
Penyedia dan selanjutnya menyelenggarakan
Rapat Pembuktian (SCM) Tahap I.
b. Dalam SCM Tahap I, Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak,
Pengawas Pekerjaan dan Penyedia membahas
dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang
harus dicapai oleh Penyedia dalam periode
waktu tertentu (uji coba pertama) yang
dituangkan dalam Berita Acara SCM Tahap I.
c. Apabila Penyedia gagal pada uji coba pertama,
maka Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak menerbitkan Surat
Peringatan Kontrak Kritis I dan harus
diselenggarakan SCM Tahap II yang membahas
dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang
harus dicapai oleh Penyedia dalam waktu
tertentu (uji coba kedua) yang dituangkan dalam
Berita Acara SCM Tahap II.
d. Apabila Penyedia gagal pada uji coba kedua,
maka Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak menerbitkan Surat
Peringatan Kontrak Kritis II dan harus
diselenggarakan SCM Tahap III yang
membahas dan menyepakati besaran kemajuan
fisik yang harus dicapai oleh Penyedia dalam
waktu tertentu (uji coba ketiga) yang dituangkan
dalam Berita Acara SCM Tahap III.
e. Apabila Penyedia gagal pada uji coba ketiga,
maka Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak menerbitkan Surat
Peringatan Kontrak Kritis III dan Pengguna Jasa
dapat melakukan pemutusan Kontrak secara
sepihak dengan mengesampingkan Pasal 1266
dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
f. Apabila uji coba berhasil, namun pada
pelaksanaan pekerjaan selanjutnya Kontrak
dinyatakan kritis lagi maka berlaku ketentuan
SCM dari awal.
32. Pemberian Kesempatan 32.1. Dalam hal diperkirakan Penyedia gagal
menyelesaikan pekerjaan sampai Masa
Pelaksanaan berakhir, namun Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak menilai
bahwa Penyedia mampu menyelesaikan pekerjaan,
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak dapat memberikan kesempatan kepada
Penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan.
32.2. Hasil penilaian menjadi dasar bagi Pejabat
Penandatangan Kontrak untuk:
a. Memberikan kesempatan kepada Penyedia
untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan
ketentuan sebagai berikut:
1) Pemberian kesempatan kepada Penyedia
menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50
(lima puluh) hari kalender.
2) Dalam hal setelah diberikan kesempatan
sebagaimana angka 1 diatas, Penyedia
masih belum dapat menyelesaikan
pekerjaan, Pejabat Penandatangan Kontrak
dapat:
a) Memberikan kesempatan kedua untuk
penyelesaian sisa pekerjaan dengan
jangka waktu sesuai kebutuhan; atau
b) Melakukan pemutusan kontrak dalam
hal penyedia dinilai tidak akan sanggup
menyelesaikan pekerjaannya.
3) Pemberian kesempatan kepada Penyedia
sebagaimana dimaksud pada angka 1) dan
angka 2) huruf a), dituangkan dalam
addendum kontrak yang didalamnya
mengatur pengenaan sanksi denda
keterlambatan kepada Penyedia dan
perpanjangan masa berlaku Jaminan
Pelaksanaan (apabila ada).
4) Pemberian kesempatan kepada Penyedia
untuk menyelesaikan pekerjaan dapat
melampaui tahun anggaran.
b. Tidak memberikan kesempatan kepada
penyedia dan dilanjutkan dengan pemutusan
kontrak serta pengenaan sanksi administrative
dalam hal antara lain:
1) Penyedia dinilai tidak dapat menyelesaikan
pekerjaan;
2) Pekerjaan yang harus segera dipenuhi dan
tidak dapat ditunda; atau
3) Penyedia menyatakan tidak sanggup
menyelesaikan pekerjaan.
32.3. Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk
menyelesaikan pekerjaan dimuat dalam adendum
Kontrak yang didalamnya mengatur :
a. waktu pemberian kesempatan penyelesaian
pekerjaan;
b. pengenaan sanksi denda keterlambatan kepada
Penyedia;
c. perpanjangan masa berlaku Jaminan
Pelaksanaan; dan
d. sumber dana untuk membiayai penyelesaian
sisa pekerjaan yang akan dilanjutkan ke Tahun
Anggaran berikutnya dari DIPA Tahun
Anggaran berikutnya, apabila pemberian
kesempatan melampaui Tahun Anggaran.
B.3 Penyelesaian Kontrak
33. Serah Terima 33.1. Setelah pekerjaan dan/atau bagian pekerjaan
Pekerjaan selesai, sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak,
Penyedia mengajukan permintaan secara tertulis
kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak untuk serah terima
pertama pekerjaan.
33.2. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak memerintahkan Pengawas Pekerjaan untuk
melakukan pemeriksaan dan/atau pengujian
terhadap hasil pekerjaan.
33.3. Pemeriksaan dan/atau pengujian dilakukan
terhadap kesesuaian hasil pekerjaan terhadap
kriteria/spesifikasi yang tercantum dalam Kontrak.
33.4. Hasil pemeriksaan dan/atau pengujian dari
Pengawas Pekerjaan disampaikan kepada Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak,
apabila dalam pemeriksaan hasil pekerjaan tidak
sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam
Kontrak dan/atau cacat hasil pekerjaan, Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak
memerintahkan Penyedia untuk memperbaiki
dan/atau melengkapi kekurangan pekerjaan.
33.5. Apabila dalam pemeriksaan hasil pekerjaan telah
sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam
Kontrak maka Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak dan Penyedia
menandatangani Berita Acara Serah Terima
Pertama Pekerjaan.
33.6. Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh
lima persen) dari Harga Kontrak, sedangkan yang
5% (lima persen) merupakan retensi selama masa
pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan sebesar
100% (seratus persen) dari Harga Kontrak dan
Penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan
sebesar 5% (lima persen) dari Harga Kontrak.
33.7. Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama
Masa Pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti
pada saat penyerahan pertama pekerjaan.
33.8. Masa Pemeliharaan paling singkat untuk pekerjaan
permanen selama 6 (enam) bulan, sedangkan untuk
pekerjaan semi permanen selama 3 (tiga) bulan dan
dapat melampaui Tahun Anggaran. Lamanya Masa
Pemeliharaan ditetapkan dalam SSKK.
33.9. Setelah Masa Pemeliharaan berakhir, Penyedia
mengajukan permintaan secara tertulis kepada
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak untuk penyerahan akhir pekerjaan.
33.10. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak setelah menerima pengajuan sebagaimana
pasal 33.9 memerintahkan Pengawas Pekerjaan
untuk melakukan pemeriksaan (dan pengujian
apabila diperlukan) terhadap hasil pekerjaan.
33.11. Apabila dalam pemeriksaan hasil pekerjaan,
Penyedia telah melaksanakan semua kewajibannya
selama Masa Pemeliharaan dengan baik dan telah
sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam
Kontrak maka Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak dan Penyedia
menandatangani Berita Acara Serah Terima Akhir
Pekerjaan.
33.12. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak wajib melakukan pembayaran sisa Harga
Kontrak yang belum dibayar atau mengembalikan
Jaminan Pemeliharaan.
33.13. Apabila Penyedia tidak melaksanakan kewajiban
pemeliharaan sebagaimana mestinya, maka
Kontrak dapat diputuskan sepihak oleh Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak
dan Penyedia dikenakan sanksi sebagaimana diatur
dalam pasal 44.3.
33.14. Serah terima pekerjaan dapat dilakukan perbagian
pekerjaan (secara parsial) yang ketentuannya
ditetapkan dalam SSKK
33.15. Bagian pekerjaan yang dapat dilakukan serah
terima pekerjaan sebagian atau secara parsial
yaitu :
a. bagian pekerjaan yang tidak tergantung satu
sama lain; dan
b. bagian pekerjaan yang fungsinya tidak terkait
satu sama lain dalam pencapaian kinerja
pekerjaan.
33.16. Dalam hal dilakukan serah terima pekerjaan secara
parsial, maka cara pembayaran, ketentuan denda
dan kewajiban pemeliharaan tersebut di atas
disesuaikan.
33.17. Kewajiban pemeliharaan diperhitungkan setelah
serah terima pertama pekerjaan untuk bagian
pekerjaan (PHO parsial) tersebut dilaksanakan
sampai Masa Pemeliharaan bagian pekerjaan
tersebut berakhir sebagaimana yang tercantum
dalam SSKK.
33.18. Serah terima pertama pekerjaan untuk bagian
pekerjaan (PHO parsial) dituangkan dalam Berita
Acara.
34. Pengambilalihan Pejabat yang berwenang untuk menandatangani kontrak
akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam
jangka waktu tertentu setelah dikeluarkan surat keterangan
selesai/pengakhiran pekerjaan.
35. Gambar A Built dan 35.1. Penyedia diwajibkan menyerahkan kepada Pejabat
Pedoman yang berwenang untuk menandatangani kontrak
Pengoperasian dan Gambar As-built dan pedoman pengoperasian dan
Perawatan/ perawatan/pemeliharaan sesuai dengan SSKK.
Pemeliharaan
35.2. Apabila Penyedia tidak memberikan pedoman
pengoperasian dan perawatan/pemeliharaan,
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak berhak menahan uang retensi atau Jaminan
Pemeliharaan
B.4 Adendum
36. Perubahan Kontrak 36.1. Kontrak hanya dapat diubah melalui addendum
Kontrak.
36.2. Perubahan Kontrak dapat dilaksanakan apabila
disetujui oleh para pihak, yang diakibatkan
beberapa hal berikut meliputi :
a. perubahan pekerjaan;
b. perubahan Harga Kontrak;
c. perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan
dan/atau Masa Pelaksanaan;
d. Perubahan personel manajerial dan/atau
peralatan utama; dan/atau
e. perubahan Kontrak yang disebabkan masalah
administrasi.
36.3. Untuk kepentingan perubahan Kontrak, Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak
dapat meminta pertimbangan dari Pengawas
Pekerjaan dan Pejabat/Panitia Peneliti Pelaksanaan
Kontrak.
36.4. Pejabat/Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak
meneliti kelayakan perubahan kontrak.
37. Perubahan Pekerjaan 37.1. Dalam hal terdapat perbedaan antara kondisi
lapangan pada saat pelaksanaan dengan gambar
dan/atau spesifikasi teknis yang ditentukan dalam
dokumen Kontrak, Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak bersama Penyedia dapat
melakukan perubahan pekerjaan, yang meliputi :
a. menambah atau mengurangi volume yang
tercantum dalam Kontrak;
b. menambah dan/atau mengurangi jenis
kegiatan/pekerjaan;
c. mengubah spesifikasi teknis dan/atau gambar
pekerjaan; dan/atau
d. mengubah jadwal pelaksanaan pekerjaan.
37.2. Dalam hal tidak terjadi perubahan kondisi
lapangan seperti yang dimaksud pada pasal 37.1
namun ada perintah perubahan dari Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak, Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak
bersama Penyedia dapat menyepakati perubahan
pekerjaan yang meliputi :
a. Menambah dan/atau mengurangi jenis
kegiatan/pekerjaan;
b. Mengubah spesifikasi teknis dan/atau gambar
pekerjaan; dan/atau
c. mengubah jadwal pelaksanaan pekerjaan.
37.3. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak
secara tertulis kepada Penyedia kemudian
dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga
dengan tetap mengacu pada ketentuan yang
tercantum dalam Kontrak awal.
37.4. Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita
Acara sebagai dasar penyusunan adendum
Kontrak.
37.5. Dalam hal perubahan pekerjaan sebagaimana
dimaksud pada pasal 37.1 dan 37.2 mengakibatkan
penambahan Harga Kontrak, perubahan Kontrak
dilaksanakan dengan ketentuan penambahan Harga
Kontrak akhir tidak melebihi 10% (sepuluh persen)
dari harga yang tercantum dalam Kontrak awal dan
tersedianya anggaran.
38. Perubahan Harga 38.1. Perubahan Harga Kontrak dapat diakibatkan oleh :
a. perubahan pekerjaan;
b. penyesuaian harga; dan/atau
c. Peristiwa Kompensasi.
38.2. Apabila kuantitas mata pembayaran utama yang
akan dilaksanakan berubah akibat perubahan
pekerjaan lebih dari 10% (sepuluh persen) dari
kuantitas awal, maka pembayaran volume
selanjutnya dengan menggunakan harga satuan
yang disesuaikan dengan negosiasi.
38.3. Apabila dari hasil evaluasi penawaran terdapat
harga satuan timpang, maka harga satuan timpang
tersebut hanya berlaku untuk kuantitas pekerjaan
yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan. Untuk
kuantitas pekerjaan tambahan digunakan harga
satuan berdasarkan hasil negosiasi.
38.4. Apabila ada daftar mata pembayaran yang masuk
kategori harga satuan timpang, maka dicantumkan
dalam lampiran A SSKK.
38.5. Apabila diperlukan mata pembayaran baru, maka
Penyedia jasa harus menyerahkan rincian harga
satuannya kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak. Penentuan harga satuan
mata pembayaran baru dilakukan dengan
negosiasi.
38.6. Ketentuan penggunaan rumusan penyesuaian harga
adalah sebagai berikut :
a. harga yang tercantum dalam Kontrak dapat
berubah akibat adanya penyesuaian harga sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
b. penyesuaian harga diberlakukan pada
Kontrak Tahun Jamak dengan yang masa
pelaksanaannya lebih dari 18 (delapan belas)
bulan;
c. penyesuaian harga satuan diberlakukan mulai
bulan ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan
pekerjaan;
d. penyesuaian harga satuan berlaku bagi seluruh
kegiatan/mata pembayaran, kecuali komponen
keuntungan, biaya tidak langsung (overhead
cost) dan harga satuan timpang sebagaimana
tercantum dalam penawaran;
e. penyesuaian harga satuan diberlakukan sesuai
dengan jadwal pelaksanaan yang tercantum
dalam Kontrak awal/addendum Kontrak;
f. penyesuaian harga satuan bagi komponen
pekerjaan yang berasal dari luar negeri,
menggunakan indeks penyesuaian harga dari
negara asal barang tersebut;
g. jenis pekerjaan baru dengan harga satuan baru
sebagai akibat adanya adendum Kontrak dapat
diberikan penyesuaian harga mulai bulan ke-13
(tiga belas) sejak adendum Kontrak tersebut
ditandatangani;
h. indeks yang digunakan dalam pelaksanaan
Kontrak terlambat disebabkan oleh kesalahan
Penyedia adalah indeks terendah antara jadwal
Kontrak dan realisasi pekerjaan;
i. jenis pekerjaan yang lebih cepat pelaksanaannya
diberlakukan penyesuaian harga berdasarkan
indeks harga pada saat pelaksanaan.
38.7. Ketentuan lebih lanjut terkait penyesuaian harga
diatur dalam SSKK.
38.8. Ketentuan ganti rugi akibat Peristiwa Kompensasi
mengacu pada pasal Peristiwa Kompensasi.
39. Perubahan Jadwal 39.1. Perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan dapat
Pelaksanaan diakibatkan oleh :
Pekerjaan dan/atau a. perubahan pekerjaan;
Masa Pelaksanaan b. perpanjangan Masa Pelaksanaan; dan/atau
c. Peristiwa Kompensasi.
39.2. Perpanjangan Masa Pelaksanaan dapat diberikan
oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak atas pertimbangan yang
layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut :
a. perubahan pekerjaan;
b. Peristiwa Kompensasi; dan/atau
c. Keadaan Kahar.
39.3. Masa Pelaksanaan dapat diperpanjang paling
kurang sama dengan waktu terhentinya Kontrak
akibat Keadaan Kahar atau waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan pekerjaan akibat dari
ketentuan pada pasal 39.2 huruf a atau b.
39.4. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak dapat menyetujui perpanjangan Masa
Pelaksanaan atas Kontrak setelah melakukan
penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan
oleh Penyedia dalam jangka waktu sesuai
pertimbangan yang wajar setelah Penyedia
meminta perpanjangan. Jika Penyedia lalai untuk
memberikan peringatan dini atas keterlambatan
atau tidak dapat bekerja sama untuk mencegah
keterlambatan sesegera mungkin, maka
keterlambatan seperti ini tidak dapat dijadikan
alasan untuk memperpanjang Masa Pelaksanaan.
39.5. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak berdasarkan pertimbangan Pengawas
Pekerjaan dan Panitia Peneliti Pelaksanaan
Kontrak harus telah menetapkan ada tidaknya
perpanjangan dan untuk berapa lama.
39.6. Persetujuan perubahan jadwal pelaksanaan
dan/atau perpanjangan Masa Pelaksanaan
dituangkan dalam Adendum Kontrak.
39.7. Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga
penyelesaian pekerjaan akan melampaui Masa
Pelaksanaan maka Penyedia berhak untuk meminta
perpanjangan Masa Pelaksanaan berdasarkan data
penunjang. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak berdasarkan
pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang
Masa Pelaksanaan secara tertulis. Perpanjangan
Masa Pelaksanaan harus dilakukan melalui
adendum Kontrak.
40. Perubahan personel 40.1. Jika Pejabat yang berwenang untuk
manajerial dan/atau menandatangani kontrak menilai bahwa Personel
peralatan utama Manajerial :
1. tidak mampu atau tidak dapat melakukan
pekerjaan dengan baik;
2. tidak menerapkan prosedur SMKK; dan/atau
3. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya;
maka Penyedia berkewajiban untuk menyediakan
pengganti dan menjamin Personel Manajerial
tersebut meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7
(tujuh) hari kalender sejak diminta oleh Pengguna
Jasa.
40.2. Jika Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak menilai bahwa Peralatan
Utama :
1. jika tidak berfungsi sesuai dengan spesifikasi
peralatan; dan/atau
2. tidak sesuai peraturan perundangan terkait
beban dan dimensi kendaraan.
maka Penyedia berkewajiban untuk menyediakan
pengganti dan menjamin peralatan utama tersebut
meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh)
hari kalender sejak diminta oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak.
40.3. Dalam hal penggantian Personel Manajerial
dan/atau Peralatan Utama perlu dilakukan, maka
Penyedia berkewajiban untuk menyediakan
pengganti dengan kualifikasi yang setara atau lebih
baik dari tenaga kerja konstruksi dan/atau peralatan
yang digantikan tanpa biaya tambahan apapun.
40.4. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak dapat menyetujui penempatan/penggantian
Personel Manajerial dan/atau Peralatan Utama
menurut kualifikasi yang dibutuhkan setelah
mendapat rekomendasi dari Pengawas Pekerjaan.
40.5. Perubahan Personel Manajerial dan/atau Peralatan
Utama harus mendapat persetujuan terlebih dahulu
dari Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak dan dituangkan dalam
adendum kontrak.
40.6. Biaya mobilisasi/demobilisasi yang timbul akibat
perubahan Personel Manajerial dan/atau Peralatan
Utama menjadi tanggungjawab Penyedia.
B.5 Keadaan Kahar
41. Keadaan Kahar 41.1. Contoh Keadaan Kahar tidak terbatas pada
bencana alam, bencana non alam, bencana sosial,
pemogokan, kebakaran, kondisi cuaca ekstrim, dan
gangguan industri lainnya.
41.2. Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal
merugikan yang disebabkan oleh perbuatan atau
kelalaian para pihak.
41.3. Dalam hal terjadi keadaan kahar, Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak atau
Penyedia memberitahukan tentang terjadinya
Keadaan Kahar kepada salah satu pihak secara
tertulis dengan ketentuan :
a. dalam waktu paling lambat 14 (empat belas)
hari kalender sejak menyadari atau seharusnya
menyadari atas kejadian atau terjadinya
Keadaan Kahar
b. dengan menyertakan bukti keadaan kahar; dan
c. menyerahkan hasil identifikasi kewajiban dan
kinerja pelaksanaan yang terhambat dan/atau
akan terhambat akibat Keadaan Kahar
tersebut.
41.4. Bukti Keadaan Kahar dapat berupa :
a. pernyataan yang diterbitkan oleh pihak/instansi
yang berwenang sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan/atau
b. foto/video dokumentasi Keadaan Kahar yang
telah diverifikasi kebenarannya.
41.5. Hasil identifikasi kewajiban dan kinerja
pelaksanaan dapat berupa :
c. foto/video dokumentasi pekerjaan yang
terdampak;
d. kurva S pekerjaan; dan
e. Dokumen pendukung lainnya (apabila ada).
41.6. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak meminta Pengawas Pekerjaan untuk
melakukan penelitian terhadap penyampaian
pemberitahuan Keadaan Kahar dan bukti serta
hasil identifikasi sebagaimana dimaksud pada pasal
41.4 dan pasal 41.5.
41.7. Dalam hal Keadaan Kahar terbukti, kegagalan
salah satu Pihak untuk memenuhi kewajibannya
yang ditentukan dalam Kontrak bukan merupakan
cidera janji atau wanprestasi apabila telah
dilakukan sesuai pada pasal 41.3. Kewajiban yang
dimaksud adalah hanya kewajiban dan kinerja
pelaksanaan terhadap pekerjaan/bagian pekerjaan
yang terdampak dan/atau akan terdampak akibat
dari Keadaan Kahar.
41.8. Dalam hal terjadi Keadaan Kahar, pelaksanaan
Kontrak dapat dihentikan. Penghentian Pekerjaan
karena Keadaan Kahar dapat bersifat :
a. sementara hingga Keadaan Kahar berakhir apabila
akibat Keadaan Kahar masih memungkinkan
dilanjutkan/diselesaikan pekerjaan;
b. permanen apabila akibat Keadaan Kahar tidak
memungkinkan dilanjutkan/diselesaikannya
pekerjaan.
c. Sebagian apabila Keadaan Kahar hanya
berdampak pada bagian Pekerjaan; dan/atau
d. Seluruhnya apabila Keadaan Kahar berdampak
terhadap keseluruhan Pekerjaan;
41.9. Penghentian Pekerjaan karena Keadaan Kahar
sesuai pasal 41.8 dilakukan secara tertulis oleh
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak dengan disertai alasan penghentian
pekerjaan dan dituangkan dalam perubahan
Rencana Kerja Penyedia.
41.10. Dalam hal penghentian pekerjaan mencakup
seluruh pekerjaan (baik sementara ataupun
permanen) karena Keadaan Kahar, maka :
a. Kontrak dihentikan sementara hingga keadaan
kahar berakhir; atau
b. Kontrak dihentikan permanen apabila akibat
Keadaan Kahar tidak memungkinkan
dilanjutkan/diselesaikannya pekerjaan.
41.11. Penghentian kontrak sebagaimana pasal 41.10
dilakukan melalui perintah tertulis oleh Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak
dengan disertai alasan penghentian kontrak dan
dituangkan dalam adendum kontrak.
41.12. Dalam hal pelaksanaan Kontrak dilanjutkan, para
pihak dapat melakukan perubahan Kontrak. Masa
Pelaksanaan dapat diperpanjang sekurang-
kurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya
Kontrak akibat Keadan Kahar. Perpanjangan Masa
Pelaksanaan dapat melewati Tahun Anggaran.
41.13. Selama masa Keadaan Kahar, jika Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak
memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia
untuk sedapat mungkin meneruskan pekerjaan,
maka Penyedia berhak untuk menerima
pembayaran sebagaimana ditentukan dalam
Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang
wajar sesuai dengan kondisi yang telah dikeluarkan
untuk bekerja dalam Keadaan Kahar. Penggantian
biaya ini harus diatur dalam suatu adendum
Kontrak.
41.14. Dalam hal pelaksanaan Kontrak dihentikan
permanen, para pihak melakukan pengakhiran
kontrak dan menyelesaikan hak dan kewajiban
sesuai Kontrak. Penyedia berhak untuk menerima
pembayaran sesuai dengan prestasi atau kemajuan
hasil pekerjaan yang telah dicapai setelah
dilakukan pengukuran/pemeriksaan bersama atau
berdasarkan hasil audit.
B.6 Penghentian, Pemutusan, dan Berakhirnya Kontrak
42. Penghentian Kontrak Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena terjadi
Keadaan Kahar sebagaimana dimaksud pada pasal 41.
43. Pemutusan Kontrak 43.1. Pemutusan Kontrak dapat dilakukan oleh Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak
atau Penyedia.
43.2. Pemutusan kontrak dilakukan dengan terlebih
dahulu memberikan surat peringatan dari salah satu
pihak ke pihak yang lain yang melakukan tindakan
wanprestasi kecuali telah ada putusan pidana.
43.3. Surat peringatan diberikan 3 (tiga) kali kecuali
pelanggaran tersebut berdampak terhadap kerugian
atas konstruksi, jiwa manusia, keselamatan publik,
dan lingkungan dan ditindaklanjuti dengan surat
pernyataan wanprestasi dari pihak yang dirugikan.
43.4. Pemutusan kontrak dilakukan sekurang-
kurangnya 14 (empat belas) hari kalender setelah
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak/Penyedia menyampaikan pemberitahuan
rencana Pemutusan Kontrak secara tertulis kepada
Penyedia/Pengguna Jasa.
43.5. Dalam hal dilakukan pemutusan Kontrak oleh
salah satu pihak maka Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak membayar kepada
Penyedia sesuai dengan pencapaian prestasi
pekerjaan yang telah diterima oleh Pengguna Jasa
dikurangi denda yang harus dibayar Penyedia
(apabila ada), serta Penyedia menyerahkan semua
hasil pelaksanaan kepada Pengguna Jasa dan
selanjutnya menjadi hak milik Pengguna Jasa.
44. Pemutusan Kontrak 44.1. Mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab
oleh Pengguna Jasa Undang-Undang Hukum Perdata, Pengguna Jasa
dapat melakukan pemutusan Kontrak apabila :
a. Penyedia terbukti melakukan KKN,
kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses
pengadaan yang diputuskan oleh Instansi yang
berwenang;
b. pengaduan tentang penyimpangan prosedur,
dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan
sehat dalam pelaksanaan Pengadaan
Barang/Jasa dinyatakan benar oleh Instansi
yang berwenang;
c. Penyedia berada dalam keadaan pailit yang
diputuskan oleh pengadilan;
d. Penyedia terbukti dikenakan Sanksi Daftar
Hitam sebelum penandatanganan Kontrak;
e. Penyedia gagal memperbaiki kinerja;
f. Penyedia tidak mempertahankan berlakunya
Jaminan Pelaksanaan;
g. Penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan
kewajibannya dan tidak memperbaiki
kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan;
h. berdasarkan penelitian Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak, Penyedia tidak
akan mampu menyelesaikan keseluruhan
pekerjaan walaupun diberikan kesempatan
sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender
sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan
untuk menyelesaikan pekerjaan;
i. setelah diberikan kesempatan menyelesaikan
pekerjaan setelah diberikan kesempatan
menyelesaikan pekerjaan;
j. Penyedia menghentikan pekerjaan selama 28
(dua puluh delapan) hari kalender dan
penghentian ini tidak tercantum dalam jadwal
pelaksanaan pekerjaan serta tanpa persetujuan
pengawas pekerjaan; atau
k. Penyedia mengalihkan seluruh Kontrak bukan
dikarenakan pergantian nama Penyedia.
44.2. Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan pada
Masa Pelaksanaan karena kesalahan Penyedia,
maka :
a. Jaminan Pelaksanaan terlebih dahulu dicairkan
sebelum pemutusan kontrak;
b. sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia
atau Jaminan Uang Muka terlebih dahulu
dicairkan (apabila diberikan);
c. Penyedia membayar denda (apabila ada); dan
d. Penyedia dikenakan Sanksi Daftar Hitam.
44.3. Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan pada
Masa Pemeliharaan karena kesalahan Penyedia,
maka :
a. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak berhak untuk tidak membayar retensi
atau terlebih dahulu mencairkan Jaminan
Pemeliharaan sebelum pemutusan Kontrak
untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan; dan
b. Penyedia dikenakan sanksi Daftar Hitam.
44.4. Dalam hal terdapat nilai sisa penggunaan uang
retensi atau uang pencairan Jaminan Pemeliharaan
untuk membiayai pembiayaan/pemeliharaan maka
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak wajib menyetorkan sebagaimana
ditetapkan dalam SSKK.
44.5. Pencairan Jaminan sebagaimana dimaksud pasal
44.2 dan pasal 44.4 disertai dengan :
a. bukti kesalahan penyedia sesuai dengan
ketentuan Kontrak; dan
b. dokumen pendukung.
44.6. Pencairan jaminan sebagaimana dimaksud pada
pasal 44.2 di atas, dicairkan dan disetorkan sesuai
ketentuan dalam SSKK.
45. Pemutusan Kontrak Mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-
oleh Penyedia Undang Hukum Perdata, Penyedia dapat melakukan
pemutusan Kontrak apabila :
a. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak menyetujui Pengawas Pekerjaan untuk
memerintahkan Penyedia menunda pelaksanaan
pekerjaan yang bukan disebabkan oleh kesalahan
Penyedia, dan perintah penundaan tersebut tidak
ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari kalender;
b. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak tidak menerbitkan Surat Permintaan
Pembayaran (SPP) untuk pembayaran tagihan
angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana
tercantum dalam SSKK.
46. Pengakhiran 46.1. Para Pihak dapat menyepakati pengakhiran
Pekerjaan pekerjaan dalam hal terjadi :
a. Penyimpangan prosedur yang diakibatkan
bukan oleh kesalahan para pihak;
b. Pelaksanaan kontrak tidak dapat dilanjutkan
akibat keadaan kahar; atau
c. Ruang lingkup kontrak sudah terwujud.
46.2. Pengakhiran pekerjaan sesuai pasal 46.1
dituangkan dalam addendum final yang berisi
perubahan akhir dari Kontrak.
47. Berakhirnya Kontrak 47.1. Pengakhiran pelaksanaan Kontrak dilakukan
berdasarkan kesepakatan para pihak.
47.2. Kontrak berakhir apabila telah dilakukan
pengakhiran pekerjaan dan hak dan kewajiban para
pihak yang terdapat dalam Kontrak sudah terpenuhi.
47.3. Terpenuhinya hak dan kewajiban para pihak
sebagaimana dimaksud pada pasal 47.2 adalah
terkait dengan pembayaran yang seharusnya
dilakukan akibat dari pelaksanaan kontrak.
48. Peninggalan Semua bahan, perlengkapan, peralatan, hasil pekerjaan
sementara yang masih berada di lokasi kerja setelah
pemutusan Kontrak akibat kelalaian atau kesalahan
Penyedia, dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak tanpa
kewajiban perawatan/pemeliharaan. Pengambilan
kembali semua peninggalan tersebut oleh Penyedia hanya
dapat dilakukan setelah mempertimbangkan kepentingan
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani kontrak.
C. HAK DAN KEWAJIBAN PENYEDIA
49. Hak dan Kewajiban Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang
Penyedia harus dilaksanakan oleh Penyedia dalam melaksanakan
Kontrak, meliputi :
a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan harga dan ketentuan yang telah
ditetapkan dalam Kontrak;
b. meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan
prasarana dari Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
c. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik
kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak;
d. melaksanakan, menyelesaikan dan menyerahkan
pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan
pekerjaan dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam
Kontrak;
e. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara
cermat, akurat dan penuh tanggung jawab dengan
menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan,
angkutan ke atau dari lapangan, dan segala pekerjaan
permanen maupun sementara yang diperlukan untuk
pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan
yang dirinci dalam Kontrak;
f. memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan
untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak;
g. mengambil langkah-langkah yang memadai dalam
rangka memberi perlindungan kepada setiap orang
yang berada di tempat kerja maupun masyarakat dan
lingkungan sekitar yang berhubungan dengan
pemindahan bahan baku, penggunaan peralatan kerja
konstruksi dan proses produksi;
h. melaksanakan semua perintah Pengawas Pekerjaan
yang sesuai dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan
dalam Kontrak ini;
i. hak dan kewajiban lain yang timbul akibat lingkup
pekerjaan ditentukan di SSKK
50. Penggunaan Dokumen- Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan
Dokumen Kontrak dan menginformasikan dokumen Kontrak atau dokumen
Informasi lainnya yang berhubungan dengan Kontrak untuk
kepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknis
dan/atau gambar-gambar, serta informasi lain yang
berkaitan dengan Kontrak, kecuali dengan izin tertulis
dari Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan.
51. Hak Kekayaan Penyedia wajib melindungi Pejabat yang berwenang
Intelektual untuk menandatangani kontrak dari segala tuntutan atau
klaim dari pihak ketiga yang disebabkan penggunaan atau
atas pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual oleh
Penyedia.
52. Penanggungan Risiko 52.1. Penyedia berkewajiban untuk melindungi,
membebaskan, dan menanggung tanpa batas
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak beserta instansinya terhadap semua bentuk
tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan,
kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum,
proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang
dikenakan terhadap Pengguna Jasa beserta
instansinya (kecuali kerugian yang mendasari
tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau
kelalaian berat Pengguna Jasa) sehubungan dengan
klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung
sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan Tanggal
Penyerahan Akhir Pekerjaan :
a. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta
benda Penyedia, Subkontraktor (jika ada), dan
tenaga kerja konstruksi;
b. cidera tubuh, sakit atau kematian tenaga kerja
konstruksi;
c. kehilangan atau kerusakan harta benda, dan
cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga.
52.2. Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai
dengan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan,
semua risiko kehilangan atau kerusakan hasil
pekerjaan ini, bahan dan perlengkapan merupakan
risiko Penyedia, kecuali kerugian atau kerusakan
tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak.
52.3. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh
Penyedia tidak membatasi kewajiban
penanggungan dalam pasal ini. Dalam hal
pertanggungan asuransi tidak mencukupi maka
biaya yang timbul dan/atau selisih biaya tetap
ditanggung oleh Penyedia.
52.4. Kehilangan atau kerusakan terhadap hasil
pekerjaan atau bahan yang menyatu dengan hasil
pekerjaan sejak Tanggal Mulai Kerja sampai
dengan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan harus
diganti atau diperbaiki oleh Penyedia atas
tanggungannya sendiri jika kehilangan atau
kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau
kelalaian Penyedia.
53. Perlindungan Tenaga 53.1. Penyedia dan Subkontraktor berkewajiban atas
Kerja biaya sendiri untuk mengikutsertakan Tenaga
Kerja Konstruksinya pada program Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Ketenagakerjaan serta melunasi kewajiban
pembayaran BPJS tersebut sebagaimana diatur
dalam peraturan perundang-undangan.
53.2. Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan
memerintahkan Tenaga Kerja Konstruksinya untuk
mematuhi peraturan keselamatan kosntruksi kerja.
Pada waktu pelaksanaan pekerjaan, Penyedia
beserta Tenaga Kerja Konstruksinya dianggap
telah membaca dan memahami peraturan
keselamatan konstruksi kerja tersebut.
53.3. Penyedia berkewajiban untuk menyediakan
kepada setiap Tenaga Kerja Konstruksinya
(termasuk Tenaga Kerja Konstruksi
Subkontraktornya, jika ada) perlengkapan
keselamatan kerja yang sesuai dan memadai.
53.4. Tanpa mengurangi kewajiban Penyedia untuk
melaporkan kecelakaan berdasarkan hukum yang
berlaku, Penyedia wajib melaporkan kepada
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak mengenai setiap kecelakaan yang timbul
sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini dalam
waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah kejadian.
54. Pemeliharaan Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkah-
Lingkungan langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan
baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi
gangguan lingkungan terhadap pihak ketiga dan harta
bendanya sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini,
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang mengatur mengenai pengelolaan lingkungan hidup.
55. Asuransi 55.1. Apabila disyaratkan, Penyedia wajib menyediakan
asuransi sejak SPMK sampai dengan Tanggal
Penyerahan Akhir Pekerjaan untuk
pekerjaan/barang/peralatan yang mempunyai risiko
tinggi terhadap :
a. terjadinya kecelakaan dalam pelaksanaan
pekerjaan atas :
i. segala risiko terhadap kecelakaan
ii. kerusakan akibat kecelakaan
b. kehilangan; dan/atau
c. serta risiko lain yang tidak dapat diduga.
55.2. Penyedia wajib menyediakan asuransi bagi pihak
ketiga sebagai akibat kecelakaan di lokasi kerja.
55.3. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam
penawaran dan termasuk dalam Harga Kontrak.
56. Tindakan Penyedia 56.1. Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih
yang Mensyaratkan dahulu persetujuan tertulis Pejabat yang berwenang
Persetujuan Pejabat untuk menandatangani kontrak sebelum melakukan
yang berwenang untuk tindakan-tindakan berikut :
menandatangani a. mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang
kontrak atau belum tercantum dalam Lampiran A SSKK;
Pengawas Pekerjaan b. menunjuk Personel Manajerial yang
namanya tidak tercantum dalam Lampiran A
SSKK;
c. mengubah atau memutakhirkan dokumen
penerapan SMKK;
d. tindakan lain selain yang diatur dalam SSUK.
56.2. Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih
dahulu persetujuan tertulis Pengawas Pekerjaan
sebelum melakukan tindakan- tindakan berikut :
a. Melaksanakan setiap tahapan pekerjaan
berdasarkan rencana kerja dan metode kerja;
b. Mengubah syarat dan ketentuan polis asuransi;
c. Mengubah Personel Manajerial dan/atau
Peralatan Utama;
d. tindakan lain selain yang diatur dalam SSUK.
56.3. Tindakan lain dalam pasal 56.1 huruf d dan 56.2
huruf d dituangkan dalam SSKK
57. Laporan Hasil 57.1. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama
Pekerjaan pelaksanaan kontrak untuk menetapkan volume
pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan
guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil
pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan
kemajuan hasil pekerjaan.
57.2. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan
pelaksanaan pekerjaan, seluruh aktivitas kegiatan
pekerjaan dilokasi pekerjaan dicatat sebagai bahan
laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan
realisasi pekerjaan harian.
57.3. Laporan harian berisi :
a. jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi
pekerjaan;
b. penempatan tenaga kerja konstruksi untuk tiap
macam tugasnya;
c. jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
d. jenis dan kuantitas pekerjaan yang
dilaksanakan;
e. keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan
peristiwa alam lainnya yang berpengaruh
terhadap kelancaran pekerjaan; dan
f. catatan-catatan lain yang berkenaan dengan
pelaksanaan pekerjaan.
57.4. Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan
harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan
dalam periode satu minggu, serta hal-hal penting
yang perlu ditonjolkan.
57.5. Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan
mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan
dalam periode satu bulan, serta hal-hal penting
yang perlu ditonjolkan.
57.6. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan pekerjaan
konstruksi, Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak dan Penyedia membuat
foto-foto dokumentasi dan video pelaksanaan
pekerjaan di lokasi pekerjaan sesuai kebutuhan.
57.7. Laporan hasil pekerjaan dibuat oleh Penyedia,
diperiksa oleh Pengawas Pekerjaan, dan disetujui
oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak.
58. Kepemilikan Dokumen Semua rancangan, gambar, spesifikasi, desain, laporan,
dan dokumen-dokumen lain serta piranti lunak yang
dipersiapkan oleh Penyedia berdasarkan Kontrak ini
sepenuhnya merupakan hak milik Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak. Penyedia
paling lambat pada waktu pemutusan atau penghentian
atau akhir. Masa Kontrak berkewajiban untuk
menyerahkan semua dokumen dan piranti lunak tersebut
beserta daftar rinciannya kepada Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak. Penyedia dapat
menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap dokumen dan
piranti lunak tersebut. Pembatasan (jika ada) mengenai
penggunaan dokumen dan piranti lunak tersebut di atas di
kemudian hari diatur dalam SSKK.
59. Kerjasama Antara 59.1. Persyaratan pekerjaan yang disubkontrakkan harus
Penyedia dan memperhatikan :
Subkontraktor 59.1.1 Dalam hal nilai pagu anggaran di atas
Rp [Link],00 (dua puluh lima
miliar rupiah), jenis pekerjaan yang wajib
disubkontrakkan dicantumkan dalam
dokumen pemilihan berdasarkan penetapan
Pejabat Penandatangan Kontrak dalam
dokumen persiapan pengadaan; dan
59.1.2 Bagian pekerjaan yang wajib
disubkontrakkan yaitu:
1) Sebagian pekerjaan utama yang
disubkontrakkan kepada penyedia jasa
spesialis, dengan ketentuan:
a) Paling banyak 2 (dua) pekerjaan;
b) Pekerjaan sebagaimana dimaksud
pada huruf a) sesuai dengan
subklasifikasi SBU;
2) Sebagian pekerjaan yang bukan
pekerjaan utama kepada sub penyedia
jasa usaha kualifikasi kecil dengan
ketentuan:
a) Paling banyak 2 (dua) pekerjaan;
b) Pekerjaan sebagaimana dimaksud
pada huruf a) tidak mensyaratkan
subklasifikasi SBU.
59.2. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian
pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut.
59.3. Subkontraktor dilarang mengalihkan atau
mensubkontrakkan pekerjaan.
59.4. Penyedia Usaha Kecil tidak boleh
mensubkontrakkan pekerjaan kepada pihak lain.
59.5. Penyedia Usaha Non Kecil yang melakukan
kerjasama dengan Subpenyedia hanya boleh
melaksanakan sesuai dengan daftar bagian
pekerjaan yang disubkontrakkan (apabila ada) yang
dituangkan dalam Lampiran A SSKK.
59.6. Lampiran A SSKK (Daftar Pekerjaan yang
Disubkontrakkan dan Subkontraktor) tidak boleh
diubah kecuali atas persetujuan tertulis dari Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak
dan dituangkan dalam adendum Kontrak.
59.7. Pelaksanaan Kerjasama Antara Penyedia dan
Subkontraktor diawasi oleh Pengawas Pekerjaan
dan Penyedia melaporkan secara periodik kepada
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak.
59.8. Apabila Penyedia melanggar ketentuan
sebagaimana diatur pada pasal 59.4 atau 59.5 maka
akan dikenakan denda senilai pekerjaan yang
disubkontrakkan tersebut.
60. Penyedia Lain Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan
menggunakan lokasi kerja termasuk jalan akses bersama-
sama dengan Penyedia Lain (jika ada) dan pihak-pihak
lainnya yang berkepentingan atas lokasi kerja. Jika
dipandang perlu, Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak dapat memberikan jadwal kerja
Penyedia Lain di lokasi kerja.
61. Alih Pengalaman/ Dalam hal pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi
Keahlian dengan nilai pagu anggaran di atas Rp [Link],00
(lima puluh miliar rupiah), Penyedia memenuhi ketentuan
alih pengalaman/keahlian bidang konstruksi melalui
sistem kerja praktek/magang sesuai dengan jumlah
peserta, durasi pelaksanaan, dan jenis keahlian yang
disepakati pada saat Rapat Persiapan Penandatanganan
Kontrak.
62. Pembayaran Denda Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial
berupa denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji
terhadap kewajiban-kewajiban Penyedia dalam Kontrak
ini. Pengguna Jasa mengenakan denda dengan memotong
angsuran pembayaran prestasi pekerjaan Penyedia.
Pembayaran denda tidak mengurangi tanggung jawab
kontraktual Penyedia.
63. Jaminan 63.1. Jaminan yang digunakan dalam pelaksanaan
Kontrak ini dapat berupa bank garansi atau surety
bond. Jaminan bersifat tidak bersyarat, mudah
dicairkan, dan harus dicairkan oleh penerbit
jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja
setelah surat perintah pencairan dari Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak atau
pihak yang diberi kuasa oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak
diterima.
63.2. Penerbit Jaminan selain Bank Umum harus telah
ditetapkan/mendapat rekomendasi dari Otoritas
Jasa Keuangan (OJK).
63.3. Penggunaan Jaminan Pelaksanaan, Jaminan Uang
Muka dan Jaminan Pemeliharaan sebagai berikut :
a. Bank Umum;
b. Perusahaan Asuransi;
c. Perusahaan Penjaminan;
d. lembaga keuangan khusus yang menjalankan
usaha di bidang pembiayaan, penjaminan, dan
asuransi untuk mendorong ekspor Indonesia
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan di bidang lembaga pembiayaan
ekspor Indonesia;
63.4. Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak
setelah diterbitkannya Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ) sebelum dilakukan
Penandatanganan Kontrak dengan besar :
a. 5% (lima persen) dari Harga Kontrak; atau
b. 5% (lima persen) dari nilai total HPS untuk
harga penawaran atau penawaran terkoreksi di
bawah 80% (delapan puluh persen) nilai total
HPS.
63.5. Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan paling
kurang sejak tanggal penandatangananan Kontrak
sampai dengan Tanggal Penyerahan Pertama
Pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO).
63.6. Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah
pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus persen)
dan diganti dengan Jaminan Pemeliharaan atau
menahan uang retensi sebesar 5% (lima persen)
dari Harga Kontrak;
63.7. Jaminan Uang Muka diberikan kepada Pengguna
Jasa dalam rangka pengambilan uang muka yang
besarannya paling kurang sama dengan besarnya
uang muka yang diterima Penyedia;
63.8. Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara
proporsional sesuai dengan sisa uang muka yang
diterima.
63.9. Masa berlakunya Jaminan Uang Muka paling
kurang sejak tanggal persetujuan pemberian uang
muka sampai dengan Tanggal Penyerahan Pertama
Pekerjaan (PHO).
63.10. Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak
setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus
persen).
63.11. Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan
paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah
Masa Pemeliharaan selesai dan pekerjaan
diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan
Kontrak.
63.12. Masa berlaku Jaminan Pemeliharaan paling kurang
sejak Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan
sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir
Pekerjaan (Final Hand Over/FHO).
D. HAK DAN KEWAJIBAN PEJABAT YANG BERWENANG UNTUK
MENANDATANGANI KONTRAK
64. Hak dan Kewajiban Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang
Pejabat yang harus dilaksanakan oleh Pejabat yang berwenang untuk
berwenang untuk menandatangani kontrak dalam melaksanakan Kontrak,
menandatangani meliputi :
kontrak a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang
dilaksanakan oleh Penyedia;
b. menerima laporan-laporan secara periodik mengenai
pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh
Penyedia;
c. menerima hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal
penyerahan pekerjaan dan ketentuan yang telah
ditetapkan dalam Kontrak.
d. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang
tercantum dalam Kontrak yang telah ditetapkan
kepada Penyedia;
e. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana
yang dibutuhkan oleh Penyedia untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak; dan
f. menilai kinerja Penyedia.
65. Fasilitas Pejabat yang berwenang untuk menandatangani kontrak
dapat memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana
atau kemudahan lainnya (jika ada) yang tercantum dalam
SSKK untuk kelancaran pelaksanan pekerjaan ini.
66. Peristiwa Kompensasi 66.1. Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada
Penyedia yaitu :
a. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak mengubah jadwal pekerjaan yang dapat
mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;
b. Keterlambatan pembayaran kepada Penyedia;
c. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak tidak memberikan gambar-gambar,
spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang
dibutuhkan;
d. Penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai
jadwal dalam kontrak;
e. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak menginstruksikan kepada pihak
Penyedia untuk melakukan pengujian tambahan
yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata
tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/
penyimpangan;
f. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak memerintahkan penundaan pelaksanaan
pekerjaan;
g. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak memerintahkan untuk mengatasi
kondisi tertentu yang tidak dapat diduga
sebelumnya yang disebabkan/tidak disebabkan
oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak; atau
h. ketentuan lain dalam SSKK.
66.2. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan
pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan
penyelesaian pekerjaan maka Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak
berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau
memberikan perpanjangan Masa Pelaksanaan;
66.3. Ganti rugi akibat Peristiwa Kompensasi hanya
dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang
dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh
Penyedia kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak, dapat dibuktikan
kerugian nyata;
66.4. Perpanjangan Masa Pelaksanaan hanya dapat
diberikan jika berdasarkan data penunjang dan
perhitungan kompensasi yang diajukan oleh
Penyedia kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak, dapat dibuktikan
perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa
Kompensasi;
66.5. Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau
perpanjangan Masa Pelaksanaan jika Penyedia
gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini
dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak
Peristiwa Kompensasi.
E. TENAGA KERJA KONSTRUKSI DAN/ATAU PERALATAN PENYEDIA
67. Tenaga Kerja 67.1. Setiap Tenaga Kerja Konstruksi yang bekerja pada
Konstruksi pekerjaan ini wajib memiliki sertifikat kompetensi
kerja.
67.2. Tenaga Kerja Konstruksi selain Personel
Manajerial yang bekerja/akan bekerja pada
pekerjaan ini dan belum memiliki sertifikat
kompetensi kerja, maka Penyedia wajib
memastikan dipenuhinya persyaratan sertifikat
kompetensi kerja sepanjang Masa Pelaksanaan.
68. Personel Manajerial 68.1. Personel Manajerial yang ditempatkan dan
dan/atau Peralatan dipekerjakan harus sesuai dengan yang tercantum
Utama dalam Lampiran A SSKK.
68.2. Peralatan Utama yang ditempatkan dan digunakan
untuk pelaksanaan pekerjaan adalah peralatan yang
laik dan harus sesuai dengan yang tercantum dalam
Lampiran A SSKK.
68.3. Personel Manajerial berkewajiban untuk menjaga
kerahasiaan pekerjaannya. Jika diperlukan oleh
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak, Personel Manajerial dapat sewaktu-waktu
disyaratkan untuk menjaga kerahasiaan pekerjaan
di bawah sumpah.
F. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA
69. Harga Kontrak 69.1. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak membayar kepada Penyedia atas
pelaksanaan pekerjaan dalam Kontrak sebesar
Harga Kontrak.
69.2. Harga Kontrak telah memperhitungkan meliputi :
a. beban pajak;
b. keuntungan dan biaya overhead (biaya umum);
c. biaya pelaksanaan pekerjaan; dan
d. biaya penerapan SMKK.
69.3. Rincian Harga Kontrak sesuai dengan rincian yang
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
69.4. Besaran Harga Kontrak sesuai dengan penawaran
yang sebagaimana yang telah diubah terakhir kali
sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak.
70. Pembayaran 70.1. Uang Muka
a. Uang muka dibayar untuk membiayai
mobilisasi peralatan/tenaga kerja konstruksi,
pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok
bahan/material dan/atau untuk persiapan teknis
lain.
b. Untuk usaha kecil, uang muka dapat diberikan
paling tinggi 30% (tiga puluh persen) dari
Harga Kontrak.
c. Untuk usaha non kecil, uang muka dapat
diberikan paling tinggi 20% (dua puluh persen)
dari Harga Kontrak.
d. Untuk Kontrak Tahun Jamak, uang muka dapat
diberikan paling tinggi 15% (lima belas persen)
dari Harga Kontrak.
e. Besaran uang muka ditentukan dalam SSKK
dan dibayar setelah Penyedia menyerahkan
Jaminan Uang Muka paling sedikit sebesar uang
muka yang diterima.
f. Dalam hal diberikan uang muka, maka Penyedia
harus mengajukan permohonan pengambilan
uang muka secara tertulis kepada Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak
disertai dengan rencana penggunaan uang muka
untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak
dan rencana pengembaliannya.
g. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak harus mengajukan Surat Permintaan
Pembayaran (SPP) kepada Pejabat
Penandatangananan Surat Perintah Membayar
(PPSPM) untuk permohonan tersebut pada
huruf f, paling lambat 7 (tujuh) hari kerja
setelah Jaminan Uang Muka diterima.
h. Pengembalian uang muka harus diperhitungkan
Berangsur-angsur secara proporsional pada
setiap pembayaran prestasi pekerjaan dan paling
lambat harus lunas pada saat pekerjaan
mencapai prestasi 100% (seratus persen)
70.2. Prestasi pekerjaan
Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang
disepakati dilakukan oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak, dengan ketentuan :
a. Penyedia telah mengajukan tagihan disertai
laporan kemajuan hasil pekerjaan;
b. pembayaran dilakukan tidak boleh melebihi
kemajuan hasil pekerjaan yang telah dicapai
dan diterima oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak;
c. pembayaran dilakukan terhadap pekerjaan yang
sudah terpasang;
d. pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan
atau sistem termin sesuai ketentuan dalam
SSKK;
e. pembayaran harus memperhitungkan :
1) angsuran uang muka;
2) peralatan dan/atau bahan yang menjadi
bagian permanen dari hasil pekerjaan yang
akan diserahterimakan (material on site)
yang sudah dibayar sebelumnya;
3) denda (apabila ada);
4) pajak; dan/atau
5) uang retensi.
f. Untuk Kontrak yang mempunyai subkontrak,
permintaan pembayaran harus dilengkapi bukti
pembayaran kepada seluruh Subkontraktor
sesuai dengan prestasi pekerjaan. Pembayaran
kepada Subkontraktor dilakukan sesuai prestasi
pekerjaan yang selesai dilaksanakan oleh
Subkontraktor tanpa harus menunggu
pembayaran terlebih dahulu dari Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak;
g. pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah
pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dan
Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan
ditandatangani oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak dan Penyedia;
h. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja
setelah pengajuan permintaan pembayaran dari
Penyedia diterima harus sudah mengajukan
Surat Permintaan Pembayaran kepada Pejabat
Penandatanganan Surat Perintah Membayar
(PPSPM);
i. apabila terdapat ketidaksesuaian dalam
perhitungan angsuran, tidak akan menjadi
alasan untuk menunda pembayaran. Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak
dapat meminta Penyedia untuk menyampaikan
perhitungan prestasi sementara dengan
mengesampingkan hal- hal yang sedang
menjadi perselisihan.
70.3. Material on Site
Bahan dan/atau peralatan yang menjadi bagian dari
hasil pekerjaan memenuhi ketentuan :
a. bahan dan/atau peralatan yang menjadi bagian
permanen dari hasil pekerjaan
b. bahan dan/atau peralatan yang belum dilakukan
uji fungsi (commisioning), serta merupakan
bagian dari pekerjaan utama harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut :
(1) berada di lokasi pekerjaan sebagaimana
tercantum dalam Kontrak dan
perubahannya;
(2) memiliki sertifikat uji mutu dari
pabrikan/produsen;
(3) Bersertifikat garansi dari produsen/agen
resmi yang ditunjuk oleh produsen;
(4) disetujui oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak sesuai
dengan capaian fisik yang diterima;
(5) dilarang dipindahkan dari area lokasi
pekerjaan dan/atau dipindah- tangankan
oleh pihak manapun; dan
(6) keamanan penyimpanan dan risiko
kerusakan sebelum diserahterimakan secara
satu kesatuan fungsi merupakan tanggung
jawab Penyedia.
c. sertifikat uji mutu dan sertifikat garansi tidak
diperlukan dalam hal peralatan dan/atau bahan
dibuat/dirakit oleh Penyedia;
d. besaran yang akan dibayarkan dari material on
site (maksimal sampai dengan 70%) dari Harga
Satuan Pekerjaan (HSP);
e. besaran nilai pembayaran dan jenis material on
site dicantumkan di dalam SSKK.
70.4. Denda dan Ganti Rugi
a. Denda merupakan sanksi finansial yang
dikenakan kepada Penyedia, antara lain: denda
keterlambatan dalam penyelesaian pelaksanaan
pekerjaan, denda keterlambatan dalam
perbaikan Cacat Mutu, denda terkait
pelanggaran ketentuan subkontrak.
b. Ganti rugi merupakan sanksi finansial yang
dikenakan kepada Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak maupun
Penyedia karena terjadinya cidera
janji/wanprestasi. Besarnya sanksi ganti rugi
adalah sebesar nilai kerugian yang ditimbulkan.
c. Besarnya denda keterlambatan yang dikenakan
kepada Penyedia atas keterlambatan
penyelesaian pekerjaan adalah :
1) 1‰ (satu perseribu) dari harga bagian
Kontrak yang tercantum dalam Kontrak
(sebelum PPN); atau
2) 1‰ (satu perseribu) dari Harga Kontrak
(sebelum PPN);
sesuai yang ditetapkan dalam SSKK.
d. Besaran denda cacat mutu sebesar 1‰ (satu
perseribu) per hari keterlambatan perbaikan dari
nilai biaya perbaikan pekerjaan yang ditemukan
cacat mutu.
e. Besaran denda pelanggaran subkontrak sebesar
nilai pekerjaan subkontrak yang
disubkontrakkan tidak sesuai ketentuan.
f. Besarnya ganti rugi sebagai akibat Peristiwa
Kompensasi yang dibayar oleh Pengguna Jasa
atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar
bunga dari nilai tagihan yang terlambat dibayar,
berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku
pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia,
sepanjang telah diputuskan oleh lembaga yang
berwenang;
g. Pembayaran denda dan/atau ganti rugi
diperhitungkan dalam pembayaran prestasi
pekerjaan.
h. Ganti rugi kepada Penyedia dapat
mengubah Harga Kontrak setelah dituangkan
dalam adendum kontrak.
i. Pembayaran ganti rugi dilakukan oleh Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
kontrak, apabila Penyedia telah mengajukan
tagihan disertai perhitungan dan data-data.
71. Hari Kerja 71.1. Orang hari standar atau satu hari orang bekerja
adalah 8 (delapan) jam, terdiri atas 7 (tujuh) jam
kerja (efektif) dan 1 (satu) jam istirahat.
71.2. Penyedia tidak diperkenankan melakukan
pekerjaan apapun di lokasi kerja pada waktu yang
secara ketentuan peraturan perundang- undangan
dinyatakan sebagai hari libur atau di luar jam kerja
normal, kecuali :
a. dinyatakan lain di dalam Kontrak;
b. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak memberikan izin; atau
c. pekerjaan tidak dapat ditunda, atau untuk
keselamatan/perlindungan masyarakat, dimana
Penyedia harus segera memberitahukan urgensi
pekerjaan tersebut kepada Pengawas Pekerjaan
dan Pengguna Jasa.
71.3. Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan
datanya disimpan oleh Penyedia. Daftar
pembayaran masing- masing pekerja dapat
diperiksa oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.
71.4. Untuk pekerjaan yang dilakukan di luar hari kerja
efektif dan jam kerja normal harus mengikuti
ketentuan Menteri yang membidangi
ketenagakerjaan.
71.5. Pelaksanaan pekerjaan di luar hari kerja efektif
dan/atau jam kerja normal harus diawasi oleh
Pengawas Pekerjaan.
72. Perhitungan Akhir 72.1. Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir
dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus
persen) dan berita acara serah terima pertama
pekerjaan telah ditandatangani oleh kedua pihak.
72.2. Sebelum pembayaran terakhir dilakukan, Penyedia
berkewajiban untuk menyerahkan kepada
Pengawas Pekerjaan rincian perhitungan nilai
tagihan terakhir yang jatuh tempo. Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak
berdasarkan hasil penelitian tagihan oleh Pengawas
Pekerjaan berkewajiban untuk menerbitkan SPP
untuk pembayaran tagihan angsuran terakhir paling
lambat 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak tagihan
dan dokumen penunjang dinyatakan lengkap dan
diterima oleh Pengawas Pekerjaan.
73. Penangguhan 73.1. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak dapat menangguhkan pembayaran setiap
angsuran prestasi pekerjaan Penyedia jika Penyedia
gagal atau lalai memenuhi kewajiban
kontraktualnya, termasuk penyerahan setiap Hasil
Pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah
ditetapkan.
73.2. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak secara tertulis memberitahukan kepada
Penyedia tentang penangguhan hak pembayaran,
disertai alasan-alasan yang jelas mengenai
penangguhan tersebut. Penyedia diberi kesempatan
untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu.
73.3. Pembayaran yang ditangguhkan harus disesuaikan
dengan proporsi kegagalan atau kelalaian
Penyedia.
73.4. Jika dipandang perlu oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak, penangguhan
pembayaran akibat keterlambatan penyerahan
pekerjaan dapat dilakukan bersamaan dengan
pengenaan denda kepada Penyedia.
G. PENGAWASAN MUTU
74. Pengawasan dan Pejabat yang berwenang untuk menandatangani kontrak
Pemeriksaan berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan
terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh
Penyedia. Pengguna Jasa dapat memerintahkan kepada
pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan
pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang
dilaksanakan oleh Penyedia.
75. Penilaian Pekerjaan 75.1. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Sementara oleh kontrak dalam Masa Pelaksanaan pekerjaan dapat
Pejabat yang melakukan penilaian sementara atas hasil
berwenang untuk pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia.
menandatangani
kontrak 75.2. Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap
mutu dan kemajuan fisik pekerjaan.
76. Pemeriksaan dan 76.1. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Pengujian Cacat Mutu kontrak atau Pengawas Pekerjaan akan memeriksa
setiap hasil pekerjaan dan memberitahukan
Penyedia secara tertulis atas setiap Cacat Mutu
yang ditemukan. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak atau Pengawas Pekerjaan
dapat memerintahkan Penyedia untuk menemukan
dan mengungkapkan Cacat Mutu, serta menguji
hasil pekerjaan yang dianggap oleh Pengguna Jasa
atau Pengawas Pekerjaan mengandung Cacat
Mutu. Penyedia bertanggung jawab atas perbaikan
Cacat Mutu selama Masa Kontrak.
76.2. Jika Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak atau Pengawas
Pekerjaan memerintahkan Penyedia untuk
melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak
tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar,
dan hasil uji coba menunjukkan adanya cacat mutu
maka Penyedia berkewajiban untuk menanggung
biaya pengujian tersebut. Jika tidak ditemukan
adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut
dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi.
77. Perbaikan Cacat Mutu 77.1. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak atau Pengawas Pekerjaan akan
menyampaikan pemberitahuan Cacat Mutu kepada
Penyedia segera setelah ditemukan Cacat Mutu
tersebut. Penyedia bertanggung jawab atas Cacat
Mutu selama Masa Kontrak.
77.2. Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut,
Penyedia berkewajiban untuk memperbaiki Cacat
Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan
dalam pemberitahuan.
77.3. Jika Penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu
dalam jangka waktu yang ditentukan maka Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani kontrak,
berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan,
berhak untuk secara langsung atau melalui pihak
ketiga yang ditunjuk oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak melakukan
perbaikan tersebut. Penyedia segera setelah
menerima klaim Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak secara tertulis
berkewajiban untuk mengganti biaya perbaikan
tersebut. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak dapat memperoleh
penggantian biaya dengan memotong pembayaran
atas tagihan Penyedia yang jatuh tempo (jika ada)
atau uang retensi atau pencairan Jaminan
Pemeliharaan atau jika tidak ada maka biaya
penggantian akan diperhitungkan sebagai utang
Penyedia kepada Pengguna Jasa yang telah jatuh
tempo.
77.4. Dalam hal cacat mutu ditemukan oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak selama
masa pelaksanaan maka penyedia wajib
memperbaiki cacat mutu tersebut dan Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak tidak
melakukan pembayaran pekerjaan sebelum cacat
mutu tersebut selesai diperbaiki.
77.5. Dalam hal cacat mutu ditemukan oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak selama
masa pemeliharaan maka penyedia wajib
memperbaiki cacat mutu tersebut dalam jangka
waktu yang ditentukan dan mengenakan denda
keterlambatan untuk setiap hari keterlambatan
perbaikan cacat mutu.
77.6. Penyedia yang tidak melaksanakan perbaikan cacat
mutu sewaktu masa pemeliharaan dapat diputus
kontrak dan dikenakan sanksi daftar hitam.
77.7. Jangka waktu perbaikan cacat mutu sesuai dengan
perkiraan waktu yang diperlukan untuk perbaikan
dan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak.
77.8. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak dapat memperpanjang Masa Pemeliharaan
dalam hal jangka waktu perbaikan cacat mutu akan
melampaui Masa Pemeliharaan.
78. Kegagalan Bangunan 78.1. Kegagalan Bangunan terhitung sejak Tanggal
Penyerahan Akhir Pekerjaan.
78.2. Penyedia bertanggung jawab atas Kegagalan
Bangunan selama Umur Konstruksi yang
tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10
(sepuluh) tahun, dan dalam SSKK agar
dicantumkan lama pertanggungan terhadap
Kegagalan Bangunan yang ditetapkan apabila
rencana Umur Konstruksi kurang dari 10 (sepuluh)
tahun.
78.3. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak bertanggungjawab atas Kegagalan
Bangunan yang terjadi setelah jangka waktu yang
ditetapkan dalam SSKK.
78.4. Penyedia berkewajiban untuk melindungi,
membebaskan, dan menanggung tanpa batas
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak beserta instansinya terhadap semua bentuk
tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan,
kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum,
proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang
dikenakan terhadap Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak beserta instansinya
(kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut
disebabkan kesalahan atau kelalaian Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani kontrak)
sehubungan dengan klaim kehilangan atau
kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit atau
kematian pihak ketiga yang timbul dari kegagalan
bangunan.
78.5. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak maupun Penyedia berkewajiban untuk
menyimpan dan memelihara semua dokumen yang
digunakan dan terkait dengan pelaksanaan ini
selama Umur Konstruksi yang tercantum dalam
SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun.
H. PENYELESAIAN PERSELISIHAN
79. Penyelesaian 79.1. Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-
Perselisihan / Sengketa sungguh menyelesaikan secara damai semua
perselisihan yang timbul dari atau berhubungan
dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama
atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini dengan
prinsip dasar musyawarah untuk mencapai
kemufakatan.
79.2. Dalam hal musyawarah para pihak sebagaimana
dimaksud pada pasal 79.1 tidak dapat mencapai
suatu kemufakatan, maka penyelesaian perselisihan
atau sengketa antara para pihak ditempuh melalui
tahapan mediasi, konsiliasi, dan arbitrase.
79.3. Selain ketentuan pada pasal 79.2 para pihak dapat
membentuk dewan sengketa (untuk menggantikan
mediasi dan konsiliasi).
79.4. Dalam hal pilihan yang digunakan dewan sengketa
untuk menggantikan mediasi dan konsiliasi maka
nama anggota dewan sengketa yang dipilih dan
ditetapkan oleh para pihak sebelum
penandatanganan kontrak.
80. Itikad Baik 80.1. Para pihak bertindak berdasarkan asas saling
percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang
terdapat dalam Kontrak.
80.2. Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian
dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan
masing- masing pihak. Apabila selama Kontrak,
salah satu pihak merasa dirugikan, maka
diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi
keadaan tersebut.
SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK
Pasal
dalam Ketentuan Data
SSUK
4.1 & 4.2 Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut :
Satuan Kerja : Dinas Pendidikan Kota Surakarta
Pejabat yang
berwenang
untuk
menandatanga
ni kontrak
Nama : Dian Rineta, ST, [Link].
Alamat : Jl. DI. Panjaitan No. 7 Surakarta
Website : [Link].
id
E-mail : pendidikan@[Link]
Faksimili : 0271-630124
Penyedia : ……………………
Nama : ……………………
Alamat : ……………………
E-mail : ……………………
Faksimili : ……………………
4.2 & 5.1 Wakil Para Pihak Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut :
Untuk Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak :
Nama : ……………………
Untuk Penyedia :
Nama : ……………………
6.3.b & Pencairan Jaminan dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah
6.3.c Jaminan
44.4 &
44.6
27.1 Masa Masa Pelaksanaan selama 210 (Dua ratus sepuluh)
Pelaksanaan hari kalender terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja yang
tercantum dalam SPMK.
27.4 Masa Pelaksanaan Tidak diberlakukan serah terima sebagian pekerjaan
untuk Serah (secara parsial)
Terima Sebagian
Pekerjaan (Secara
Parsial)
33.8 Masa Masa Pemeliharaan berlaku selama 180 (Seratus
Pemeliharaan delapan puluh) hari kalender terhitung sejak Tanggal
Penyerahan Pertama Pekerjaan (PHO).
33.19 Serah Terima Dalam Kontrak ini tidak diberlakukan serah terima
Sebagian sebagian pekerjaan atau secara parsial untuk bagian
Pekerjaan kontrak.
(Bagian Kontrak)
33.22 Masa Tidak diberlakukan serah terima sebagian pekerjaan
Pemeliharaan (secara parsial)
untuk Serah
Terima sebagain
Pekerjaan
(Bagian Kontrak)
35.1 Gambar As Built Gambar ”As built” diserahkan paling lambat 7 (Tujuh)
dan Pedoman hari kalender
Pengoperasian
dan Perawatan/ dan/atau pedoman pengoperasian dan
Pemeliharaan perawatan/pemeliharaan harus diserahkan paling
lambat 7 (Tujuh) hari kalender setelah Tanggal
Penyerahan Pertama Pekerjaan.
38.7 Penyesuaian Penyesuaian harga : tidak diberikan.
Harga
45.b Pembayaran Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan
Tagihan SPP oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani kontrak untuk pembayaran tagihan
angsuran adalah 14 (empat belas) hari kerja terhitung
sejak tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang
yang tidak diperselisihkan diterima Pengguna Jasa.
49.(i) Hak dan Hak dan kewajiban Penyedia :
Kewajiban 1. Penyedia jasa bertanggung jawab sepenuhnya atas
Penyedia kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan;
2. menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal
penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam
kontrak.
56.3 Tindakan Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan
Penyedia yang persetujuan Pengguna Jasa adalah :
Mensyaratkan 1. Mengubah gambar;
Persetujuan 2. Mengubah volume;
Pejabat yang 3. Mengubah spesifikasi pekerjaan;
berwenang untuk 4. CCO;
menandatangani 5. Progress Mingguan;
kontrak 6. Pencairan Termijn.
56.3 Tindakan Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan
Penyedia yang persetujuan Pengawas Pekerjaan adalah :
Mensyaratkan 1. Mengubah gambar;
Persetujuan 2. Mengubah volume;
Pengawas 3. Mengubah spesifikasi pekerjaan;
Pekerjaan 4. CCO;
5. Progress Mingguan;
6. Pencairan Termijn.
58 Kepemilikan Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan
Dokumen dokumen dan piranti lunak yang dihasilkan dari
Pekerjaan Konstruksi ini dengan pembatasan sebagai
berikut :
a) hanya digunakan untuk keperluan di dalam lingkup
pekerjaan;
b) dokumen dan piranti lunak tersebut harus mendapat
persetujuan tertulis dari Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani kontrak.
63 Fasilitas Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
kontrak akan memberikan fasilitas berupa :
a) Kemudahan akses ke lokasi;
b) Ruang rapat beserta perlengkapannya yang tersedia
66.1. (h) Peristiwa Termasuk Peristiwa Kompensasi yang dapat diberikan
Kompensasi kepada Penyedia adalah : Tidak Ada
70.1.(e) Besaran Uang Tidak diberikan Uang Muka.
Muka
70.2.(d) Pembayaran Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara :
Prestasi Termin.
Pekerjaan
Pembayaran berdasarkan cara tersebut di atas
dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Pembayaran I (termijn pertama) sebesar 20% dari
harga kontrak, yaitu 20% x Rp ……….…….. =
Rp ……………….. (……………………………)
pada saat persentase fisik mencapai 25%;
2. Pembayaran II (termijn kedua) sebesar 30% dari
harga kontrak, yaitu 30% x Rp …..…….. =
Rp ……………….. (……………………………),
pada saat persentase fisik mencapai 55%;
3. Pembayaran III (lunas) sebesar 50% dari harga
kontrak, yaitu 50% x Rp …………….. =
Rp ……………….. (……………………………),
pada saat prestasi fisik mencapai 100% (seratus
persen) atau seluruh pekerjaan telah selesai
dikerjakan yang dinyatakan dalam Berita Acara
Pemeriksaan Hasil Pekerjaan dan Berita Acara
Penyerahan Pertama Pekerjaan dan Penyedia
menyerahkan Surat Jaminan Pemeliharaan sebesar
5% (lima persen) dari nilai Kontrak yang
dikeluarkan oleh Bank Umum (bukan BPR);
Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk
mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan :
1. Permohonan Pembayaran;
2. Rekomendasi kemajuan fisik dari Konsultan
Pengawas Pekerjaan;
3. Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan (First Visit
dan Second Visit);
4. Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan
(PHO);
5. Laporan Kemajuan Fisik Pekerjaan/Berita Acara
Perhitungan Volume (MC 0 s.d MC 100);
6. Foto pelaksanaan pekerjaan 0 % s.d 100 %;
7. Shop Drawing dan Asbuild Drawing;
8. Jaminan Pemeliharaan.
70.3.(e) Pembayaran Tidak ada
Bahan dan/atau
Peralatan
70.4.(c) Denda akibat Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan untuk
Keterlambatan setiap hari keterlambatan adalah 1/1000 (satu
perseribu) dari Harga Kontrak (sebelum PPN).
78.2 Umur Konstruksi a. Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki Umur
dan Konstruksi selama 10 (Sepuluh) tahun sejak
Pertanggungan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan.
terhadap b. Pertanggungan terhadap Kegagalan Bangunan
Kegagalan ditetapkan selama 10 (Sepuluh) tahun sejak
Bangunan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan.
Untuk dan atas nama Untuk dan atas nama Pejabat yang berwenang
Penyedia ...... [diisi nama badan usaha] untuk menandatangani kontrak
Pekerjaan Pembangunan Gedung SMPN 26
(DAU)
[nama lengkap] DIAN RINETA, ST, [Link].
[jabatan] Pembina Tingkat I
NIP. 19710516 199803 2 008