Teori
Psikodinamika
By Sigmund Freud
SALMA RIDWANI
HUMAS
Apa itu
Psikodinamika ?
Teori psikodinamika adalah teori yang berusaha
menjelaskan hakikat dan perkembangan
kepribadian. Unsur-unsur yang diutamakan dalam
teori ini adalah motivasi, emosi dan aspek-aspek
internal lainnya. Teori ini mengasumsikan bahwa
kepribadian berkembang ketika terjadi konflik-
konflik dari aspek-aspek psikologis tersebut, yang
pada umumnya terjadi pada anak-anak dini.
Teori psikodinamika ditemukan oleh Sigmund
Freud (1856-1939). Dia memberi nama aliran
psikologi yang dia kembangkan sebagai
psikoanalisis. Banyak pakar yang kemudian
ikut memakai paradigma psikoanalisis untuk
mengembangkan teori kepribadiannya, seperti
: Carl Gustav Jung, Alfred Adler, serta tokoh-
tokoh lain seperti Anna Freud, Karen Horney,
Eric Fromm, dan Harry Stack Sullivan.
Siapa si
Penemu
Teori
Psikodinamika ?
Sigmund Freud yang terkenal dengan Teori Psikoanalisis
dilahirkan di Morovia, pada tanggal 6 Mei 1856 dan meninggal
di London pada tanggal 23 September 1939. Gerald Corey
dalam Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy
menjelaskan bahwa Sigmund Freud adalah anak sulung dari
keluarga Viena yang terdiri dari tiga laki-laki dan lima orang
wanita. Dalam hidupnya ia ditempa oleh seorang ayah yang
sangat otoriter dan dengan uang yang sangat terbatas,
sehingga keluarganya terpaksa hidup berdesakan di sebuah
aparterment yang sempit, namun demikian orang tuanya tetap
berusaha untuk memberikan motivasi terhadap kapasitas
intelektual yang tampak jelas dimiliki oleh anak-anaknya.
SIGMUND FREUD YANG TERKENAL DENGAN TEORI PSIKOANALISIS
DILAHIRKAN DI MOROVIA, PADA TANGGAL 6 MEI 1856 DAN MENINGGAL
DI LONDON PADA TANGGAL 23 SEPTEMBER 1939. GERALD COREY DALAM
THEORY AND PRACTICE OF COUNSELING AND PSYCHOTHERAPY
MENJELASKAN BAHWA SIGMUND FREUD ADALAH ANAK SULUNG DARI
KELUARGA VIENA YANG TERDIRI DARI TIGA LAKI-LAKI DAN LIMA ORANG
WANITA. DALAM HIDUPNYA IA DITEMPA OLEH SEORANG AYAH YANG
SANGAT OTORITER DAN DENGAN UANG YANG SANGAT TERBATAS,
SEHINGGA KELUARGANYA TERPAKSA HIDUP BERDESAKAN DI SEBUAH
APARTERMENT YANG SEMPIT, NAMUN DEMIKIAN ORANG TUANYA TETAP
BERUSAHA UNTUK MEMBERIKAN MOTIVASI TERHADAP KAPASITAS
INTELEKTUAL YANG TAMPAK JELAS DIMILIKI OLEH ANAK-ANAKNYA.
Kasus & Analisa
Kasus Analisa
G adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Adik pertamanya (perempuan)
lahir ketika dia berusia 5 tahun, beruntun dua tahun setelah kelahiran adik
Freud memandang perilaku gemetar G
pertamnya, lahir adik keduanya (laki-laki). Orang tua G tidak dapat
adalah bentuk defense terhadap
membagi perhatian dan kasih saying secara dil p[ada ank-anakny. G selalu
yang mendpat tugas berat dan selalu mengalah karena alas an dialah
kecemasan atau perasaan bermusuhan yang
kakak tertua Seorang mahasiswa (G) pernah dipaksa membacakan surat
cinta yang ia tulis di depan cowok idolanya dan teman-teman atu
direpresi. G memiliki kecemasan neurotic
sekolahnya. Sang cowok dengan dinginnya merobek surat tersebut dan
setiap kali berhadapan dengan temannya.
menghamburkan robekan kertas di kepala G. Peristiwa itu mengakibatkan
G dijuluki “gadis kampung tak punya kaca”. Akibatnya G sering gemetaran
G takut kalau dirinya nanti akan di olok-olok
menghadapi teman-teman yang sering mengejeknya. G telah berusaha
dan dipermalukan seperti yang pernah dia
melawan perasaan tak aman dan cemas itu, namun belum berhasil.
Akibatnya G sering menyendiri dn tak punya teman. alami sebelumnya.
Teori
Humanistik
By Abraham Maslow
Apa itu
Humanistik ?
Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul
tahun 1950an. Adapun Humanistik memandang manusia
sebagai manusia yang artinya, manusia adalah makhluk
hidup dengan fitrah-fitrah tertentu. Ciri khas utama dari
teori humanistik adalah berusaha untuk mengamati
perilaku seseorang dari sudut si pelaku, bukan dari
sudut pengamat. Sebagai makhluk hidup, manusia, dari
dalam dirinya sendiri harus melangsungkan,
mempertahankan, dan mengembangkan hidupnya
dengan potensi-potensi yang dimilikinya
Pengertian teori belajar humanistik
Pertama, teori humanistik memiliki beragam definisi yang
sedikit berbeda dari beberapa ahli. Misalnya, menurut
Abraham Maslow (1908-1970) manusia tergerak untuk
memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin (Arbayah,
2013, hlm. 206). Teorinya yang sangat terkenal sampai
dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs
(Hirarki Kebutuhan). Hirarki kebutuhan tersebut meliputi
kebutuhan fisiologis (makan, minum), rasa aman, kasih sayang,
harga diri, dan aktualisasi diri.
Dalam kacamata Maslow, dapat disimpulkan bahwa teori
belajar humanistik adalah pembelajaran yang harus tergerak
dari manusia yang mampu mehahami serta menerima dirinya
sendiri berdasarkan kebutuhannya.
Contoh Kasus &
Analisa
Analisa
Kasus sisw i b a ru di sebuah
Menurut Maslow, kebutuhan ini menam
kategori kebutuhan akan kemantap
pilkan diri dalam
an, perlindungan,
a ha
Fiona adalah m an-teman kebebasan dari rasa takut, cemas
rte m u d e ng a n te m dan kekalutan;
Universitas. Dia be kebutuhan akan struktur, ketertiban,
ona c e nd e ru ng m enghindari mereka hukum, batas-batas,
barunya. Fi dan sebagainya. Kebutuhan ini dapa
sa ta ku t d e ng a n orang-orang baru. t kita amati pada
karena mera seorang anak. Biasanya seorang anak
membutuhkan suatu
nc o ba un tu k m e nd e katinya dengan dunia atau lingkungan yang dapat dir
Temannya me amalkan. Seorang
p , m e ng a ja k m a ka n bersama di anak menyukai konsistensi dan kerutin
meminta no. H an sampai batas-
o na se la lu m e no la knya. Bahkan batas tertentu. Jika hal-hal itu tidak
kantin tetapi Fi ditemukan maka ia
a m a - te m a n b a ru, dan hendak akan menjadi cemas dan merasa tidak
ketika Fiona bers aman. Orang yang
h sa tu te m a nn ya m enawarkan merasa tidak aman memiliki kebutuhan
akan keteraturan
pergi ke toilet,sala
m e m b aw a ka n d a n menjaga tasnya dan stabilitas serta akan berusaha ker
as menghindari hal-
diri untuk hal yang bersifat asing dan tidak dihara
p ia to la [Link] m a sa ospek, Fiona pkan
namun teta
g a i o ra ng ya ng ka ku dan anti sosial
dikenal seba
Teori Behavior
Apa itu
Teori Behavior?
Teori Behavioristik adalah teori yang mempelajari perilaku manusia.
Perspektif behavioral berfokus pada peran dari belajar dalam menjelaskan
tingkah
laku manusia dan terjadi melalui rangsangan berdasarkan (stimulus) yang
menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respons) hukum-hukum mekanistik.
Asumsi dasar mengenai tingkah laku menurut teori ini adalah bahwa tingkah
laku
sepenuhnya ditentukan oleh aturan, bisa diramalkan, dan bisa ditentukan.
Menurut
teori ini, seseorang terlibat dalam tingkah laku tertentu karena mereka telah
mempelajarinya, melalui pengalaman-pengalaman terdahulu,
menghubungkan
tingkah laku tersebut dengan hadiah.
Kasus :
hasilevaluasi 7 minggu
Sandra, berusia 22 tahun, mahasiswi pertama ternyata nilai dari
tingkat 1, mengalami ancaman DO. semua mata kuliah yang di
Dari hasilevaluasi 7 minggu pertama ambilnya tidakmemenuhi
persyaratan lulus ke tingkat 2.
ternyata nilai dari semua mata kuliah
PA memberitahu hal ini dengan
yang di ambilnya tidakmemenuhi
tujuan dia bisamengejar
persyaratan lulus ke tingkat 2. PA
nilainya, dengan belajar yang
memberitahu hal ini dengan tujuan
lebih aktif agar tidak terancam
dia bisamengejar nilainya, dengan DO.
belajar yang lebih aktif agar tidak
terancam DO.
Analisa :
menurut teori behavioristik
mengatakan bahwakasus yang terjadi
nyaman ( melaluir esponden pengkondisian ). Hal
ini meskipun orang orang tuanya tidak pernah
pada "Sandra” membandingkan antara "s" dengan kakaknya,
muncul karena terjadi kesalahan
namun tanggapan “S” kakaknya memiliki
dalam belajar, bukan hasil dari
kelebihan disegala bidang dibanding dengan "S"
yang menghindar dari rangsangan yang sudah
konflikintrapsikis/ketidaksadaran
terkondisi seperti duduk di belakang dan jarang
konflik. bergaul, dan sejak penghindaran ini menghasilkan
Ada 2 tahapan belajar yang
semoga/terlepas dari rasa sedang, maka
berlangsung dalam diri "Sandra”, yang
tanggapan menghindar ini akan menjadi
kebiasaan ( melalui opera pengkondisian ). Dari
menyebabkan terjadi kasus "S", yaitu
sudut pandang kognitif, terjadi karena adanya
dalam pengalaman "s", kesalahan dalam mempersepsikan hal-hal yang
beberapa rangsangan netral, tidak
menakutkan.
berbahaya, dihubungan dengan
rangsangan yang sakit (permusuhan)
akan menimbulkan perasaan tidak
Teori Johari
Window
Apa itu teori
Johari Window?
Teori Johari window atau jendela Johari merupakan sebuah teori
yang digunakan untuk membantu orang dalam memahami
hubungan antara dirinya sendiri dan orang lain. Teori ini digagas
oleh dua orang psikolog Amerika, yaitu Joseph Luft dan
Harrington Ingham pada tahun 1955. Teori Johari window disebut
juga teori kesadaran diri mengenai perilaku maupun pikiran yang
ada di dalam diri sendiri maupun di dalam diri orang lain. Teori
jendela Johari berkaitan dengan Emotional Intelligence Theory
yang berhubungan dengan kesadaran dan perasaan manusia.
Kasus : Analisa :
Reza, remaja pemalu, ia selalu Setelah seseorang melakukan upaya
mengenali kekuatan dan kelemahan diri,
sulit menjalin pergaulan. Sangat orang lain akan menyadari siapa saya?
jarang ia dapat menceritakan Mengenal diri bukanlah tujuan. Pengenalan
diri adalah sebagai wahana (sarana) untuk
perasaannya, keinginan, dan mencapai tujuan hidup. Olehkarenanya,
fikiran-fikiran yang ada pada setelah seseorang dapat menjawab
pertanyaan siapa saya? maka pertanyaan
dirinya akibat ia kurang dikenal
selanjutnya adalah saya ingin menjadi siapa?
oleh teman sepergaulannya. Jawaban atas pertanyaan tersebut tentunya
beragam, sesuai dengan peran-peran yang
dimainkannya. Manusia memiliki kemampuan
untuk mengubah atau mengembangkan diri
Thank
you!!