0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan116 halaman

Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap ISR

Skripsi ini membahas pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan kinerja lingkungan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting pada perusahaan yang terdaftar di JII periode 2013-2017. Penelitian ini menggunakan 14 perusahaan sebagai sampel dengan metode purposive sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel berpengaruh signifikan, namun secara parsial hanya ukuran perusahaan dan kinerja lingkun

Diunggah oleh

Fara Ardhita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan116 halaman

Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap ISR

Skripsi ini membahas pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan kinerja lingkungan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting pada perusahaan yang terdaftar di JII periode 2013-2017. Penelitian ini menggunakan 14 perusahaan sebagai sampel dengan metode purposive sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel berpengaruh signifikan, namun secara parsial hanya ukuran perusahaan dan kinerja lingkun

Diunggah oleh

Fara Ardhita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS,

LEVERAGE DAN KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP


PENGUNGKAPAN ISLAMIC SOCIAL REPORTING
(Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di JII Periode Tahun
2013-2017)

SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat
Untuk menyelesaikan Program Sarjana (S 1)
Fakultas Ekonomi Universitas Semarang

Disusun Oleh :

Ella Anggraeni

NIM. B.211.15.0021

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEMARANG
2019
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

“Awali Dengan Bismillah”

“Karena Sesungguhnya Sesudah Kesulitan Itu Ada Kemudahan” (Qs


Al-Insyirah : 5)

“Siapa Yang Bersabar Akan Beruntung”

“Guru Spiritual Saya Adalah Realitas, Dan Guru Realits Saya Adalah
Spiritualitas” (K.H. Abdurrahman Wahid)

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan untuk :

 Kedua orang tua saya


 Orang-orang yang saya sayangi
 Almamaterku

vii
Abstract

This study aims to analyze the effect of company size, profitability,


leverage and environmental performance on the disclosure of Islamic Social
Reporting (ISR) on companies listed on JII. The sample used in this study were 14
companies listed on JII. The type of data used is secondary data sourced from
financial statements from 2013-2017, PROPER data from 2013-2017 through the
web [Link]. The data collection method uses purposive sampling. The
results of this study indicate that simultaneously all independent variables both
company size, profitability, leverage and environmental performance have a
significant effect on the Islamic Social Reporting (ISR). But the results of the
research partially the size of the company and environmental performance have a
significant effect on Islamic Social Reporting, while profitability and leverge have
no significant effect on the Islamic Social Reporting.

Keywords: Islamic Social Reporting, company size, profitability, leverage,


environmental performance

viii
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan,


profitabilitas, leverage dan kinerja lingkungan terhadap pengungkapan Islamic
Social Reporting (ISR) pada perusahaan yang terdaftar di JII. Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah 14 perusahaan yang terdaftar di JII. Jenis
data yang dipakai adalah data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan
pada tahun 2013-2017, data PROPER pada tahun 2013-2017 yang melalui web
[Link]. Metode pengambilan data mengunakan purposive sampling. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan seluruh variabel independen
baik ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage dan kinerja lingkungan
berpengaruh signifikan terhadap Islamic Social Reporting (ISR). Namun hasil
penelitian secara parsial ukuran perusahaan dan kinerja lingkungan berpengaruh
signifikan terhadap Islamic Social Reporting, sedangkan profitabilitas dan leverge
tidak berpengaruh signifikan terhadap Islamic Social Reporting.

Kata kunci : Islamic Social Reporting, ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage,


kinerja lingkungan

ix
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan

hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang

berjudul :“Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage Dan

Kinerja Lingkungan Terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting

(Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di JII Periode Tahun 2013-

2017)”. dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi

pada Program Sarjana (S 1) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas

Semarang.

Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih pada :

1. Allah SWT atas nikmat, rahmad dan hidayah-Nya kepada saya.

2. Ibu dan keluarga tercinta yang telah memberikan doa, perhatian, dorongan,

serta semangat sampai terselesainya skripsi ini.

3. Ibu Yulianti, SE, MBA, Msi, CPA, selaku Dosen Pembimbing, yang telah

memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini.

4. Bapak Andy Krida Susila, SE, MM, selaku Rektor Universitas Semarang.

5. Bapak Yohanes Suhardjo, SE, [Link], Ak, CA, selaku Dekan FE USM.

6. [Link] Ika S,SE,MM,Ak,CA,CPA ,selaku Ketua Program Studi S1

Akuntansi FE USM

7. Bapak Drs. Eddy Sutjipto, [Link], selaku dosen wali.

x
8. Seluruh Bapak/Ibu Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Semarang

yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.

9. Tante Ariani yang telah memberi motivasi serta memfasilitasi saya dalam

segi apapun, dan sudah saya anggap sebagai ibu saya sendiri.

10. Calon suami saya tercinta Achmad David Saputra

11. Chindy, Noventi, Evita, Alviya, Ulfa, Eliana, Brili, Anita, Endy, Feri,

Sandra, teman dan sahabat yang senantiasa mendengarkan keluh kesah

saya, memberikan semangan dan keceriaan, yang mengjarkan kerjasama

dengan kepribadian yang berbeda.

12. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang memotivasi

saya menyelesaikan skripsi ini.

Semarang, 01 Februari 2019

Penulis

xi
DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................................. i

Halaman Persetujuan Laporan Skripsi ............................................................. ii

Halaman Pengesahan Laporan Skripsi ............................................................. iii

Halaman Pengesahan Kelulusan Ujian ............................................................ iv

Halaman Pengesahan Revisi Skipsi ................................................................. v

Halaman Pernyataan Orisinalitas Skripsi ......................................................... vi

Motto dan Persembahan ................................................................................... vii

Abstract ............................................................................................................ viii

Abstrak ............................................................................................................. ix

Kata Pengantar ................................................................................................. x

Daftar Isi........................................................................................................... xii

Daftar Tabel ..................................................................................................... xvi

Daftar Gambar .................................................................................................. xvii

Daftar Lampiran ............................................................................................... xviii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1

1.1 . Latar Belakang .............................................................................. 1

2.1 Rumusan Masalah ......................................................................... 9

3.1 Tujuan dan Kegunaan Penelitian................................................... 10

1.3.1 Tujuan Penelitian ............................................................... 10

1.3.2 Kegunaan Penelitian ....................................................... ... 10

xii
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 12

2.1 Landasan Teori .............................................................................. 12

2.1.1 Teori Legitimasi ................................................................ 12

2.1.2 Islamic Social Reporting ................................................... 13

2.2 Penelitian Terdahulu ..................................................................... 17

2.3 Hubungan Logis antar Variabel dan Perumusan Hipotesis ........... 22

2.3.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Islamic

Social Reporting ................................................................ 22

2.3.2 Pengaruh Profitabilitas Terhadap Pengungkapan Islamic Social

Reporting ........................................................................... 23

2.3.3 Pengaruh Leverage Terhadap Pengungkapan Islamic Social

Reporting ........................................................................... 25

2.3.4 Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Pengungkapan

Islamic Social Reporting ................................................... 26

2.4 Kerangka Pemikiran ...................................................................... 27

BAB III METODE PENELITIAN................................................................... 28

3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel ................ 28

3.1.1 Variabel Penelitian ............................................................ 28

3.1.2 Definisi Operasional Variabel ........................................... 28

3.2 Obyek Penelitian, Populasi, dan Sampel ....................................... 31

3.3 Jenis Dan Sumber Data ................................................................. 32

3.4 Metode Pengumpulan Data ........................................................... 32

3.5 Metode Analisis Data .................................................................... 33

xiii
3.5.1 Statistik Deskriptif............................................................. 33

3.5.2 Uji Asumsi Klasik ............................................................. 33

[Link] Uji Normalitas .......................................................... 34

[Link] Uji Multikolinearitas ................................................ 34

[Link] Uji Heteroskedastisitas............................................. 34

[Link] Uji Autokorelasi ....................................................... 36

3.5.3 Uji Hipotesis ...................................................................... 36

3.5.4 Uji Model .......................................................................... 37

[Link] Koefisien Determinasi ............................................. 37

[Link] Uji Statistik F ........................................................... 37

[Link] Uji Statistik t ............................................................ 38

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................... 39

4.1 Deskripsi Obyek Penelitian ........................................................... 39

4.2 Statistik Deskriptif......................................................................... 40

4.3 Analisis Data ................................................................................. 42

4.3.1 Uji Asumsi Klasik ............................................................. 42

[Link] Uji Normalitas .......................................................... 42

[Link] Uji Multikolinearitas ................................................ 44

[Link] Uji Heterokedastisitas .............................................. 45

[Link] Uji autokorelasi ........................................................ 47

4.3.2 Analisis Regresi Linier Berganda ...................................... 48

[Link] Koefisien Determinasi ............................................. 48

[Link] Uji Model (Uji – F) .................................................. 49

xiv
[Link] Uji t .......................................................................... 50

4.4 Pembahasan ................................................................................... 52

1. Pengaruh Ukuran perusahaan ( SIZE) terhadap Pengungkapan

ISR ....................................................................................... 52

2. Pengaruh Profitabilitas ( ROA) terhadap Pengungkapan ISR

............................................................................................. 53

3. Pengaruh Leverage ( DER) terhadap Pengungkapan ISR ... 54

4. Pengaruh Kinerja Lingkungan ( KL) terhadap Pengungkapan

ISR ....................................................................................... 55

BAB V PENUTUP .......................................................................................... 57

5.1 Kesimpulan .......................................................................................... 57

5.2 Saran ..................................................................................................... 58

5.3 Keterbatasan Penelitian ........................................................................ 59

5.4 Agenda Penelitian Mendatang ............................................................. 59

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 61

LAMPIRAN-LAMPIRAN

xv
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Hasil Penelitian Terdahulu ............................................................ 8

Tabel 2.1 Ringkasan Hasil Riset Penelitian Terdahulu ................................. 20

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel ....................................................... 30

Tabel 4.1 Seleksi sampel ............................................................................... 39

Tabel 4.2 Deskripsi Statistik Variabel Penelitian ......................................... 40

Tabel 4.3 Uji normalitas Kolmogorov Smirnov............................................ 44

Tabel 4.4 Uji Multikolinieritas ...................................................................... 45

Tabel 4.5 Uji Glejser ..................................................................................... 46

Tabel 4.6 Uji Autokorelasi ............................................................................ 47

Tabel 4.7 Hasil Uji Regresi Linier Berganda ................................................ 48

Tabel 4.8 Koefisien Determinasi ................................................................... 49

Tabel 4.9 Uji Statistik F ................................................................................ 50

Tabel 4.10 Hasil Uji Statistik t ......................................................................... 50

xvi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Perkembangan Jumlah Saham Syariah.................................. 3

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ................................................................. 27

Gambar 4.1 Uji Normalitas Multivariate ..................................................... 43

Gambar 4.2 Uji Heteroskedastisitas ............................................................. 46

xvii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A Indeks Islamic Social Reporting

Lampiran B Daftar Perusahaan

Lampiran C Daftar Data Penelitian

Lampiran D Statistik Deskriptif

Lampiran E Uji Asumsi Klasik

Lampiran F Uji Regresi Linier Berganda

Lampiran G Pengujian Hipotesis

xviii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Islamic Social Reporting (ISR) merupakan tolak ukur pelaksanaan

tanggung jawab sosial perbankan syariah yang berisi kompilasi item-item standar

CSR yang ditetapkan oleh AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for

Islamic Financial Institutions). Ekonomi Islam sedang mengalami perkembangan

yang cukup pesat. Semakin banyak perusahaan yang berasaskan syariah

bermunculan seiring berjalannya waktu. Tidak terkecuali dengan pasar modal

syariah. Pasar modal syariah memiliki andil yang cukup besar dalam rangka

meningkatkan pangsa pasar perusahaan-perusahaan berbasis syariah. Di

Indonesia, salah satu instrument syariah yang identik terkait dengan pasar modal

adalah Jakarta Islamic Index (JII). JII merupakan salah satu indeks saham yang

ada di Indonesia yang menghitung indeks harga rata-rata saham untuk jenis

saham-saham yang memenuhi kriteria syariah. Perusahaan yang terdaftar di JII

diharapkan untuk menyajikan suatu dimensi religi. Termasuk dalam

pengungkapan laporan tanggung jawab sosial perusahaannya. Hal tersebut

bertujuan memberi manfaat bagi investor muslim maupun pihak lain yang terkait

(Tika Astuti, 2013).

Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility

(CSR) kian menjadi sorotan penting dalam beberapa dekade terakhir. Hal

1
2

tersebut dikarenakan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan

inti dari etika bisnis bagi tiap perusahaan. Di Indonesia, konsep Corporate Social

Responsibility (CSR) sudah mulai berkembang ke arah yang lebih positif.

Berbagai perusahaan sudah mulai menunjukkan komitmennya untuk menerapkan

praktik tanggung jawab sosial perusahaannya.

Praktik pengungkapan Corporate Social Responsibility telah banyak

diterapkan oleh perusahaan publik di Indonesia. Walaupun secara umum praktek

Corporate Social Responsibility lebih banyak dilakukan oleh perusahaan tambang

maupun manufaktur, namun, seiring dengan adanya tren global akan praktik CSR,

saat ini industri perbankan juga telah mengungkapkan aspek

pertanggunggjawaban sosial dalam laporan tahunannya walaupun dalam bentuk

yang relatif sederhana.

Namun, belum banyak yang mengetahui bahwa konsep Corporate Social

Responsibility dalam islm erat kaitannya dengan perusahaan-perusahaan yang

menjalankan kegiatan bisnis sesuai dengan konsep syariah. Di Indonesian

semakin banyak perusahaan-perusahaan yang berasaskan syariah, semakin banyak

perusahaan-perusahaan yang berbasis syariah membuktikan bahwa Ekonomi

Islam sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Untuk memenuhi

pelaporan yang berbasis syariah maka umat muslim mulai mengembangkan

pelaporan tanggung jawab sosisal perusahaan yang sesuai dengan prinsip syariah

yang dikenal dengan Islamic Social Reporting (ISR). Dalam Islam konsep ini

lebih menekankan pada bentuk ketaqwaan umat manusia kepada Allah SWT

dalam dimensi perusahaan. Nilai-nilai Islam sesungguhnya memiliki hubungan


3

yang relevan dan memiliki kontribusi terhadap konsep CSR yang telah

berkembang hingga saat ini (Tika Astuti, 2013).

Fenomena yang menjadi ketertarikan dalam pengungkapan Islamic Social

Reporting (ISR) yakni Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk

muslim terbesar di dunia juga tengah mengalami perkembangan ekonomi Syariah

tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan

masyarakat terhadap lembaga atau institusi Syariah semakin besar dari waktu ke

waktu. Dengan demikian, pasar modal Syariah memiliki peran penting dalam

rangka meningkatkan pangsa pasar perusahaan-perusahaan berbasis Syariah di

Indonesia. Berikut data perkembangan jumlah saham Syariah di Indonesia:

Gambar 1.1
Perkembangan Jumlah Saham Syariah
500

400

300
Series 1
200 Series 2
100

0
2013 2014 2015 2016 2017
Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) [Link]

Dari gambar 1.1 di atas dapat dilihat bahwasanya perkembangan jumlah

saham Syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dari tahun ke tahun cukup

baik. Dari tahun 2012-2015 jumlah saham Syariah terus mengalami peningkatan,

yakni sebanyak 304 pada tahun 2012 dan 331 pada tahun 2015. Jumlah saham

Syariah sempat mengalami penurunan di tahun 2016 menjadi sebanyak 321 di


4

periode pertama, namun kemudian meningkat lagi di tahun 2017 sehingga

jumlahnya menjadi 382.

Islam mengajarkan bahwa tidak cukup bagi seorang Muslim hanya

menfokuskan diri beribadah kepada Allah SWT. Dalam Islam, manusia

merupakan khalifah dimuka bumi, sehingga manusia juga harus menyemarakkan

kebaikan kepada sesama makhluk ciptaan-Nya. Oleh sebab itu, kesempurnaan

iman seorang muslim tidak hanya dapat dicapai dengan hubungan vertikal kepada

Allah saja (Hablumminallah), tetapi juga harus dibarengi dengan hubungan yang

baik kepada sesama makhluk ciptaan Allah (Hablumminannas) (Sofyani dkk.,

2012 dalam Umiyati dan Muhammad Danis, 2018).

Terkait dengan pengungkapan tanggung jawab sosial suatu entitas syariah,

akhir-akhir ini marak diperbincangkan mengenai Islamic Social Reporting.

Islamic Social Reporting adalah standar pelaporan kinerja sosial perusahaan

berbasis syariah. Islamic Social Reporting merupakan kerangka khusus untuk

pelaporan pertanggungjawaban sosial yang sesuai dengan prinsip Islam. Tujuan

dari Islamic Social Reporting sendiri adalah sebagai bentuk akuntabilitas

perusahaan kepada Allah SWT dan masyarakat dan juga meningkatkan

transparansi kegiatan bisnis dengan menyajikan informasi yang relevan dengan

memperhatikan kebutuhan spiritual investor muslim atau kepatuhan syariah dalam

pengambilan keputusan (Febry Ramadhani, 2016).

Terdapat beberapa faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengungkapan

Islamic Social Reporting. Faktor yang pertama adalah ukuran perusahaan

merupakan tingkat identifikasi besar atau kecilnya suatu perusahaan. Febry


5

Ramadhani (2016), menjelaskan perusahaan besar biasanya melakukan aktivitas

yang lebih banyak dan memiliki dampak yang besar terhadap para

stakeholdersnya. Perusahaan yang berukuran lebih besar cenderung memiliki

public demand terhadap informasi yang lebih tinggi dibanding perusahaan yang

berukuran lebih kecil. Hal ini disebabkan banyaknya jumlah stakeholders pada

bank syariah adalah mayoritas beragama islam dimana mereka memiliki

kebutuhan pemenuhan informasi kegiatan yang ada pada tempat mereka

berinvestasi. Melakukan pengungkapan informasi tanggung jawab sosial secara

islami adalah cara untuk memenuhi kebutuhan spiritual perusahaan tidak hanya

kepada stakeholdersnya tetapi juga kepada Allah SWT.

Faktor yang kedua adalah profitabilitas, Rasio profitabilitas

menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba melalui semua

kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, seperti kegiatan penjualan, kas,

modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya, Jenis rasio profitabilitas

yang dipakai dalam penelitian ini adalah ROA. ROA merupakan rasio yang

menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan.

ROA berfungsi untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menghasilkan laba

dengan memanfaatkan aktiva yang dimiliki. Rasio ROA juga sering dipakai untuk

menilai kinerja bank secara umum. Semakin besar ROA yang dimiliki suatu

perusahaan, maka semakin efisien pula penggunaan aktiva yang dimiliki

perusahaan dalam mendapatkan peningkatan laba (Umiyati dan Muhammad

Danis, 2018).
6

Faktor yang ketiga adalah leverage, Febry Ramadhani (2016), menjelaskan

bahwa tingkat leverage adalah untuk melihat kemampuan perusahaan dalam

menyelesaikan semua kewajibannya kepada pihak lain. Perusahaan harus

menjelaskan kepada investor, kreditor ataupun pihak berkepentingan lainnya

mengenai kemampuan mereka untuk membayar hutang dan dampak pinjaman

tersebut dalam kegiatan perusahaan. Perusahaan dengan tingkat leverage tinggi

akan memiliki dorongan untuk memberikan informasi salah satunya informasi

sosial yang lebih kepada pihak luar karena pengungkapan dapat mengurangi

asimetri informasi dan ketidakpastian mengenai prospek perusahaan dimasa

mendatang dan bertujuan memberikan keyakinan pada kreditor bahwa perusahaan

tidak melanggar covenants (perjanjian) yang ada.

Faktor yang keempat adalah kinerja lingkungan, Windi Asmara dan Safira

(2016), menjelaskan bahwa kinerja lingkungan adalah kinerja suatu perusahaan

yang peduli terhadap lingkungan sekitar. Kinerja lingkungan dapat diukur dengan

menggunakan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam

pengelolaan lingkungan (PROPER).

Penelitian yang menguji pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi luas

pengungkapan Islamic Social Reporting telah banyak dilakukan peneliti

sebelumnya. Penelitian Tika Astuti (2013), menggunakan profitabilitas, likuiditas

dan leverage sebagai faktor yang mempengaruhi luas pengungkapan Islamic

Social Reporting oleh perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa

profitabilitas dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan


7

Islamic Social Reporting, sedangkan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap

pengungkapan Islamic Social Reporting.

Sementara itu penelitian Rita Rosiana dkk (2015), juga memberikan hasil

bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif yang signifikan terhadap

pengungkapan Islamic Social Reporting, sedangkan profitabilitas, leverage dan

islamic governance score tidak berpengaruh terhadap pengungkapan Islamic

Social Reporting.

Peneliti Febry Ramadhani (2016), menggunakan variabel ukuran

perusahaan, leverage dan ukuran dewan pengawas syariah menunjukan bahwa

mempunyai pengaruh terhadap pengungkapan islamic social reporting, sedangkan

profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Islamic Social Reporting.

Peneliti Windi Asmara dan Safira (2016), menggunakan analisis pengaruh

kinerja lingkungan dan karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan Islamic

Social Reporting, menunjukkan bahwa kinerja lingkungan dan karakteristik

perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengungkapan Islamic Social

Reporting.

Peneliti Umiyati dan Muhammad Danis (2018), memberikan hasil bahwa

ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan Islamic Social

Reporting (ISR), sedangkan profitabilits dan leverage tidak berpengaruh

signifikan terhadap Islamic Social Reporting (ISR).

Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan hasil

penelitian atau menunjukkan adanya fenomena research gap atau temuan


8

berbeda-beda yang dilakukan oleh beberapa peneliti yang diringkas sebagai

berikut :

Tabel 1.1
Hasil Penelitian Terdahulu (Research Gap)
Variabel Bebas
No Peneliti Ukuran Profitabilitas Leverage Kinerja
Perusahaan Lingkungan
Tidak Tidak
1. Tika Astuti - Signifikan Signifikan -
(2013)
Tidak Tidak
2. Rita Rosiana Signifikan Signifikan Signifikan -
dkk (2015)

Febry Tidak
3. Ramadhani Signifikan Signifikan Signifikan -
(2016)

- - - Signifikan
4. Windi Asmara
dan Safira(2016)
Tidak Tidak
Umiyati dan Signifikan Signifikan Signifikan -
5. Muhammad
Danis(2018)
Sumber : beberapa penelitian terdahulu

Dari penelitian-penelitian terdahulu yang menguji luas pengungkapan

Islamic Social Reporting menunjukkan adanya ketidakkosistenan hasil penelitian

atau research gap. Adanya research gap dari penelitian terdahulu dan pentingnya

Islamic Social Reporting bagi perusahaan-perusahaan khususnya perusahaan

syariah dalam memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan, khususnya bagi

para investor dan masyarakat pada umumnya, maka penulis tertarik untuk

menguji kembali faktor-faktor yang mempengaruhi Islamic Social Reporting.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan yang baik agar dalam masa yang
9

akan datang perusahaan-perusahaan syariah dapat menerapkan pengungkapan

Islamic Social Reporting yang memadai sesuai dengan prinsip syariah.

Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas maka peneliti tertarik untuk

melakukan penelitian lanjutan dengan menambah variabel independen yaitu

kinerja lingkungan, serta memperpanjang tahun pengamatan sehingga dapat

melihat kecenderungan perusahaan dalam mengungkap Islamic Social Reporting

(ISR) dengan judul “PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN,

PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN KINERJA LINGKUNGAN

TERHADAP PENGUNGKAPAN ISLAMIC SOCIAL REPORTING (Studi

Empiris Pada Perusahaan Syariah Yang Terdaftar Di JII Periode Tahun

2013-2017)”

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang penelitian diatas, rumusan masalah

dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Apakah terdapat pengaruh ukuran perusahaan terhadap pengungkapan

Islamic Social Reporting ?

2. Apakah terdapat pengaruh profitabilitas terhadap pengungkapan Islamic

Social Reporting ?

3. Apakah terdapat pengaruh leverage terhadap pengungkapan Islamic Social

Reporting ?
10

4. Apakah terdapat pengaruh kinerja lingkungan terhadap pengungkapan

Islamic Social Reporting ?

1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1.3.1 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan terhadap

pengungkapan Islamic Social Reporting.

2. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh profitabilitas terhadap

pengungkapan Islamic Social Reporting.

3. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh leverage terhadap

pengungkapan Islamic Social Reporting.

4. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh kinerja lingkungan terhadap

pengungkapan Islamic Social Reporting.

1.3.2 Kegunaan Penelitian

Penelitian ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan antara

lain :

1. Bagi Investor

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan petimbangan bagi

investor maupun calon investor, khususnya investor muslim dalam

pengambilan keputusan investasi dengan melihat pengungkapan Islamic

Social Reporting.
11

2. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan

perusahaan-perusahaa yang masuk dalam Indeks Saham Syariah Indonesia

(ISSI) agar dapat melakukan tanggung jawab sosial yang sesuai dengan

ketentuan Islam. Dengan demikian, sosialisasi mengenai hasil penelitian

ini perlu dilakukan oleh pihak akademisi agar dapat memberikan manfaat

bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

3. Bagi Regulator

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi

regulator dalam menghasilkan aturan-aturan terkait pengungkapan

tanggung jawab sosial perusahaan, terutama untuk perusahaan dan indeks

pengungkapan yang sesuai dengan ketentuan Islam.

4. Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan atau referensi untuk

mengembangkan variabel-variabel yang mempengaruhi pengungkapan

Islamic Social Reporting (ISR).


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Teori Legitimasi

Teori legitimasi mengandung pengertian bahwa aktivitas berupa tanggung

jawab sosial perusahaan merupakan suatu usaha yang berkenaan dengan tekanan

dari lingkungan sekitar, misalnya tekanan politik, sosial ataupun ekonomi. Teori

legitimasi didasarkan pada pengertian kontrak sosial yang diimplikasikan antara

institusi sosial dan masyarakat (Ahmad dan Sulaiman, 2004 dalam Widiawati, S

dan Raharja, S. 2012). Teori tersebut diperlukan oleh institusi-instusi untuk

mencapai tujuan agar sejalan dengan masyarakat luas. Teori legitimasi

menganjurkan perusahaan untuk meyakinkan bahwa aktivitas dan kinerjanya

dapat diterima oleh masyarakat. Perusahaan menggunakan laporan tahunan untuk

menggambarkan kesan tanggung jawab lingkungan, sehingga mereka diterima

oleh masyarakat.

Penggunaan teori legitimasi dalam penelitian ini memiliki implikasi bahwa

program Corporate Social Responinility (CSR) dilakukan perusahaan dengan

harapan untuk mendapatkan nilai positif dalam legitimasi dari masyarakat, maka

persahaan dapat terus bertahan dan berkembang di masyarakat. Selain itu,

perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan untuk masa yang akan datang

(Savira, 2015).

12
13

2.1.2 Islamic Social Reporting

Islamic Social Reporting (ISR) merupakan pengungkapan yang digunakan

untuk mengukur penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) yang

dilakukan oleh perusahaan atau institusi syariah dalam memenuhi kebutuhan

mengenai pengungkapan tanggung jawab sosial. Fitria dan Hartanti (2010) dalam

Umiyati dan Muhammad Danis (2018), menjelaskan bahwa Secara khusus indeks

ISR adalah perluasan dari social reporting yang meliputi harapan masyarakat

mengenai peran perusahaan yang tidak hanya dalam perekonomian, tetapi juga

peran perusahaan dalam perspektif spiritual. Selain itu, indeks ISR juga

menekankan pada keadilan sosial terkait pelaporan mengenai lingkungan, hak

minoritas, dan karyawan. Bentuk akuntabilitas dan transparansi merupakan tujuan

dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan secara syariah. Bukan

hanya tanggung jawab kepada para pemangku kepentingan tetapi juga secara

khusus terhadap Allah SWT dan kepada masyarakat pada umumnya. Masyarakat

juga berhak mengetahui informasi yang relevan mengenai perusahaan dalam

menjalankan kegiatan bisnisnya. Oleh karena itu akuntabilitas dan transparansi

menjadi poin penting dalam indeks ISR (Umiyati dan Muhammad Danis, 2018).

Islamic Social Reporting (ISR) merupakan perluasan dari pelaporan sosial

yang tidak hanya berupa keinginan besar dari seluruh masyarakat terhadap

peranan perusahaan dalam ekonomi melainkan berkaitan dengan perspektif

spiritual. Dalam penelitian ini terdiri dari 42 pokok atau item pengungkapan

Islamic Social Reporting (ISR) yang tersusun dalam enam tema / indikator dalam

pengungkapan ISR.
14

1. Pendanaan dan Investasi

Item yang termasuk dalam indikator investasi dan keuangan adalah

mengenai sumber dana untuk aktivitas investasi dan pembiayaan yang

terbebas dari Riba (interest-free), Gharar (ketidakpastian), Zakat,

Kebijakan atas keterlambatan pembayaran piutang dan penghapusan

piutang tak tertagih. Ada 5 item dalam tema ini, yaitu :

a. Aktivitas Riba : beban bunga, pendapatan bunga.

b. Pengungkapan kegiatan yang mengandung ghahar : spor, frowat,

margin tranding.

c. Zakat : pengelolaan zakat, pembayaran zakat.

d. Kebijakan atas keterlambatan pembayaran piutang dan pengungkapan

piutang tak tertagih.

e. Pernyataan nilai tambah perusahaan.

2. Produk dan Jasa

Item ISR mengenai produk dan jasa menyangkut masalah lingkungan yang

merupakan pengungkapan adanya keluhan dari nasabah. Ada 4 item dalam

tema ini, yaitu :

a. Produk atau kegiatan operasi ramah lingkungan.

b. Status kehalalan produk.

c. Keaman dan kualitas produk.

d. Pelayanan pelanggan.
15

3. Karyawan

Pada indeks ISR item-item indikator ini menekankan pada prinsip-prinsip

Islam yang meliputi karakteristik karyawan dan kode etik karyawan. Ada 9

item dalam tema ini, yaitu ;

a. Sifat pekerja.

b. Pendidikan dan pelatihan kerja.

c. Kesetaraan hak antara pria dan wanita.

d. Keterlibatan karyawan dalam diskusi manajemen dan pengambilan

keputusan.

e. Kesehatan dan keselamatan kerja.

f. Lingkungan kerja.

g. Karyawan dan kelompok khusus.

h. Karyawan tingkat atas melaksanakan ibadah bersama dengan

karyawan tingkat menengah dan tingkat bawah.

i. Sarana ibadah yang memadahi untuk para karyawan.

4. Masyarakat

Item masyarakat ini merupakan item yang sangat erat hubungannya

dengan konsep tanggung jawab sosial. Item ini difokuskan pada

pengungkapan yang terkait dengan prinsip-prinsip Islam. Ada 11 item

dalam tema ini, yaitu :

a. Sedekah, donasi atau sumbangan.

b. Wakaf.

c. Dana kebajikan.
16

d. Sukarelawan dari kalangan karyawan

e. Pemberian beasiswa

f. Pemberdayaan kerja para lulusan sekolah/kuliah.

g. Pengembangan dalam kepemudaan.

h. Peningkatan kualitas hidup masyarakat.

i. Kepedulian terhadap anak-anak.

j. Kegiatan amal atau kegiatan sosial.

k. Mensponsori kegiatan-kegiatan kesehatan, hiburan, olahraga, budaya,

pendidikan, dan keagamaan.

5. Lingkungan

Item ini berkaitan dalam menekankan pada prinsip keseimbangan,

kesederhanaan, dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Ada 5

item dalam tema ini, yaitu :

a. Konservasi lingkungan.

b. Kegiatan mengurangi efek terhadap pemanasan global.

c. Pendidikan yang mengenai lingkungan.

d. Pernyatan vertifikasi independen atau audit lingkungan.

e. Sistem manajemen lingkungan.

6. Tata Kelola Perusahaan

Tata kelola perusahaan merupakan item yang terakhir dalam

pengungkapan indeks ISR yang merupakan rangkaian proses, kebiasaan,

kebijakan, aturan, dan institusi yang mempengaruhi pengarahan,


17

pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan. Ada 8 item dalam tema

ini, yaitu :

a. Status kepatuhan terhdap syariah.

b. Struktur kepemilikan saham.

c. Profil dewan direksi.

d. Pengungkapan melalui praktik monopoli usaha atau tidak.

e. Pengungkapan melakukan praktik menimbun bahan kebutuhan pokok

atau tidak.

f. Pengungkapan melakukan praktik manipulasi harga atau tidak.

g. Pengungkapan adanya perkara hukum atau tidak.

h. Kebijakan anti korupsi.

2.2 Peneliti Terdahulu

Penelitian terdahulu memaparkan penelitian-penelitian sebelumnya

mengenai pengungkapan Islamic Social Reporting. Penelitian tentang

pengungkapan Islamic Social Reporting telah dilakukan oleh beberapa peneliti

dengan variabel penelitian, kurun waktu yang berbeda dan hasil yang berbeda,

yaitu sebagai berikut :

1. Penelitian Tika Astuti (2013)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang

mempengaruhi pengungkapan ISR. Variabel bebas yang digunakan adalah

profitabilitas, likuiditas dan leverage. Hasil Penelitian ini menunjukkan

bahwa variabel profitabilitas dan leverage tidak berpengaruh signifikan


18

terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting, sedangkan likuiditas

berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting.

2. Penelitian Rita Rosiana, dkk (2015)

Peneliti ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi

bank umum syariah di Indonesia dalam mengungkapan Islamic Social

Reporting. Populasi dalam penelitian ini adalah 11 bank umum syari’ah di

Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa ukuran perusahaan

berpengaruh positif yang signifikan terhadap pengungkapan Islamic Social

Reporting, sedangkan profitabilitas, leverage dan islamic governance

score tidak berpengaruh terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting.

3. Peneliti Febry Ramadhani (2016)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang

mempengaruhi pengungkapan ISR. Variabel bebas yang digunakan adalah

ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage dan ukuran dewan pengawas

syariah. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh bank

umum syariah yang ada di Indonesia. Dan pengujian hipotesis

menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini

menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, leverage dan ukuran dewan

pengawas syariah menunjukan bahwa mempunyai pengaruh terhadap

pengungkapan islamic social reporting, sedangkan profitabilitas tidak

berpengaruh terhadap Islamic Social Reporting.


19

4. Peneliti Windi Asmara dan Safira (2016)

Penelitian ini bertujuan memfokuskan pada 2 hal yakni untuk mengetahui

seberapa luas pengungkapan ISR yang dilakukan oleh perusahaan, serta

untuk mengetahui pengaruh kinerja lingkungan dan karakteristik

perusahaan yang dinilai dengan profitabilitas, leverage terhadap

pengungkapan Islamic Social Reporting. Populasi dalam penelitian ini

adalah perusahaan yang terdaftar di Daftar Efek Syariah periode 2012-

2015. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 227 perusahaan. Hasil

penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja lingkungan dan ukuran

perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengungkapan Islamic

Social Reporting, sedangkan profitabilitas dan leverage tidak memiliki

pengaruh signifikan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting

(ISR).

5. Peneliti Umiyati dan Muhammad Danis (2018)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang

mempengaruhi pengungkapan ISR. Data ISR diperoleh menggunakan

metode content analysis yaitu dengan memberikan skor 1 untuk setiap item

yang diungkapkan dan skor 0 jika tidak diungkapkan pada laporan tahunan

perusahaan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa ukuran perusahaan

berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting

(ISR), sedangkan profitabilitas dan leverage tidak berpengaruh signifikan

terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR).


20

Tabel 2.1
Ringkasan Hasil Riset Penelitian Terdahulu
No Peneliti dan Sampel dan Variabel dan Hasil penelitian
Tahun periode metode analisis data
penelitian
1. Tika Astuti Sampel : Independen : 1. profitabilitas tidak
(2013) 33 X1: Profitabilitas berpengaruh
perusahaan X2 : Likuiditas signifikan terhadap
yang X3 : Leverage pengungkapan
terdaftar di Dependen : Islamic Social
Jakarta Y : Pengungkapan Reporting
Islamic Islamic Social 2. leverage tidak
Index (JII) Reporting berpengaruh
signifikan terhadap
Periode : Metode Analisis pengungkapan
2010-2012 Data : Islamic Social
Metode analisis Reporting
regresi linier 3. likuiditas berpengaruh
berganda signifikan terhadap
pengungkapan
Islamic Social
Reporting
2. Rita Sampel : Independen : 1. ukuran perusahaan
Rosiana, 11 bank X1: Ukuran berpengaruh positif
dkk (2015) umum Perusahaan yang signifikan
syariah X2 : Profitabilitas terhadap
diIndonesia X3 : Leverage pengungkapan
(Purposive X4 : Islamic Islamic Social
sampling) Governance Reporting
Score 2. profitabilitas tidak
Dependen : berpengaruh terhadap
Periode : Y : Pengungkapan pengungkapan
2010-2012 Islamic Social Islamic Social
Reporting Reporting
3. leverage tidak
Metode Analisis berpengaruh terhadap
Data : pengungkapan
Statistik deskriptif Islamic Social
dan statistik Reporting
inferensial 4. islamic governance
score tidak
berpengaruh terhadap
pengungkapan
Islamic Social
Reporting
21

No Peneliti Sampel Variabel dan Hasil penelitian


dan Tahun dan metode analisis
periode data
penelitian
Febry Sampel : Independen : 1. ukuran perusahaan
3. Ramadhani Seluruh X1: Ukuran mempunyai pengaruh
(2016) bank umum Perusahaan terhadap
syariah X2 : Profitabilitas pengungkapan islamic
yang ada X3 : Leverage social reporting
diIndonesia X4 : Ukuran 2. leverage mempunyai
(Purposive dewan pengaruh terhadap
sampling) pengawas pengungkapan islamic
syariah social reporting
Periode : Dependen : 3. ukuran dewan
2010-2014 Y : Pengungkapan pengawas syariah
Islamic Social mempunyai pengaruh
Reporting terhadap
pengungkapan islamic
Metode Analisis social reporting
Data : 4. profitabilitas tidak
Analisis regresi berpengaruh terhadap
linier berganda Islamic Social
Reporting
Windi Sampel : Independen : 1. kinerja lingkungan
4. Asmara dan 26 X1: Kinerja memiliki pengaruh
Safira perusahaan lingkungan signifikan terhadap
yang terdpat X2 :Karakteristik pengungkapan
(2016)
pada Daftar perusahaan Islamic Social
Efek Dependen : Reporting
Syariah Y : Pengungkapan 2. ukuran perusahaan
(Purposive Islamic Social memiliki pengaruh
sampling) Reporting signifikan terhadap
pengungkapan
Periode : Metode Analisis Islamic Social
2012-2015 Data : Reporting
Analisis regresi
linier berganda
22

No Peneliti Sampel Variabel dan Hasil penelitian


dan Tahun dan metode analisis
periode data
penelitian
5. Umiyati dan Sampel : Independen : 1. ukuran perusahaan
Muhammad 12 Bank X1: Ukuran berpengaruh
Danis umum Perusahaan signifikan terhadap
(2018) syariah X2 : Profitabilitas pengungkapan
diIndonesia X3 : Leverage Islamic Social
(Purposive Dependen : Reporting
sampling) Y : Pengungkapan 2. Profitabilitas tidak
Islamic Social berpengaruh terhadap
Periode : Reporting pengungkapan
2011-2015 Islamic Social
Metode Analisis Reporting
Data : 3. leverage tidak
Analisis regresi berpengaruh
linier berganda signifikan terhadap
pengungkapan
Islamic Social
Reporting
Sumber : jurnal penelitian terdahulu

2.3 Hubungan Logis antar Variabel dan Perumusan Hipotesis

2.3.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Islamic

Social Reporting

Ukuran perusahaan merupakan tingkat identifikasi besar atau kecilnya

suatu perusahaan. Perusahaan besar biasanya melakukan aktivitas yang lebih

banyak dan memiliki dampak yang besar terhadap para stakeholdersnya.

Perusahaan yang berukuran lebih besar cenderung memiliki public demand

terhadap informasi yang lebih tinggi dibanding perusahaan yang berukuran lebih

kecil. Rita Rosiana, dkk (2015), menjelaskan bahwa semakin tinggi nilai ukuran

perusahaan semakin tinggi tingkat pengungkapannya terhadap Islamic Sosial

Reporting. Hasil ini mendukung teori stakeholders, dimana perusahaan yang besar
23

memiliki aktivitas yang lebih banyak dan kompleks, mempunyai dampak yang

lebih besar terhadap masyarakat, memiliki stakeholders yang lebih banyak serta

mendapat perhatian lebih dari kalangan publik, maka dari itu perusahaan besar

mendapat tekanan yang lebih untuk mengungkapkan pertanggungjawaban

sosialnya.

Dari pendapat tersebut menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memiliki

hubungan positif terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting, dimana

semakin tinggi nilai ukuran perusahaan semakin tinggi pengungkapannya

terhadap Islamic Social Reporting (ISR). Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian

Rita Rosiana, dkk (2015), Febry Ramadhani (2016), Umiyati dan Muhammad

Danis (2018), yang menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan

signifikan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting.

Berdasarkan uraian teori tersebut maka dalam penelitian ini dirumuskan

hipotesis sebagai berikut :

H1: Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan Islamic Social

Reporting

2.3.2 Pengaruh Profitabilitas Terhadap Pengungkapan Islamic Social

Reporting

Rasio profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam

mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang dimiliki,

seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan

sebagainya (Harahap, 2010 dalam Umiyati dan Muhammad Danis, 2018).


24

Kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan

penjualan, total aktiva, maupun modal sendiri. Pengukuran profitabilitas dapat

dengan indikator ROA (Sutrisno, 2013 dalam Windi Asmara dan Safira, 2016).

Dari perspektif Islam, perusahaan harus bersedia untuk memberikan

pengungkapan penuh tanpa melihat apakah perusahaan memberikan keuntungan

atau tidak.

Menurut Febry Ramadhani (2016), Perusahaan dengan profit yang tinggi

akan melakukan pengungkapan Islamic Social Reporting sebagai bentuk

akuntabilitas dan transparansi kepada para pemilik modal atas dana-dana yang

telah diinvestasikan. Perusahaan melakukan pengungka-pan tanggungjawab sosial

tidak hanya menjelaskan mengenai apa saja tindakan perusahaan yang dapat

meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan, tetapi juga

pengungkapan mengenai apakah bahwa tindakan operasional, transaksi dan

praktik yang dilakukan perusahaan telah sesuai dengan syariah Islam.

Dari pendapat diatas menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki

hubungan yang positif terhadap ISR. hal ini diperkuat dengan hasil penelitian Tika

Astuti (2013) yang menyatakan profitabilitas memiliki pengaruh signifikan

terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting.

Berdasarkan uraian teori tersebut maka dalam penelitian ini dirumuskan

hipotesis sebagai berikut :

H2 : Profitabilitas berpengaruh terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting


25

2.3.3 Pengaruh Leverage Terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting

Tingkat leverage adalah untuk melihat kemampuan perusahaan dalam

menyelesaikan semua kewajibannya kepada pihak lain. Perusahaan harus

menjelaskan kepada investor, kreditor ataupun pihak berkepentingan lainnya

mengenai kemampuan mereka untuk membayar hutang dan dampak pinjaman

tersebut dalam kegiatan perusahaan. Perusahaan dengan tingkat leverage tinggi

akan memiliki pengungkapan yang luas dan terbuka sehingga pemberi pinjaman

bisa lebih percaya terhadap perusahaan tersebut. Umiyati dan Muhammad Danis

(2018) berpendapat bahwa Apabila rasionya tinggi, artinya pendanaan dengan

utang semakin banyak, maka semakin sulit bagi perusahaan untuk memperoleh

tambahan pinjaman karena dikhawatirkan perusahaan tidak mampu menutupi

utang-utangnya dengan aktiva yang dimilikinya. Demikian pula apabila rasio

rendah, semakin kecil perusahaan dibiayai dengan utang dalam menjalankan

kegiatan operasionalnya.

Dari pendapat diatas menunjukkan bahwa leverage memiliki hubungan

yang positif terhadap ISR. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian Febry

Ramadhani (2016) yang menyatakan leverage memiliki pengaruh signifikan

terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting.

Berdasarkan uraian teori tersebut maka dalam penelitian ini dirumuskan

hipotesis sebagai berikut :

H3 : Leverage berpengaruh terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting


26

2.3.4 Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Pengungkapan Islamic

Social Reporting

Windi Asmara dan Safira (2016), menyatakan bahwa Kinerja suatu

perusahaan yang peduli terhadap lingkungan sekitar. Kinerja lingkungan dapat

diukur dengan menggunakan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan

dalam pengelolaan lingkungan (PROPER). PROPER sendiri sudah memberikan

positif akan kepedulian lingkungan dan sosial perusahaan. Bahwa perusahaan

dengan kinerja lingkungan baik akan cenderung mengungkapkan performance

perusahaan dalam tanggung jawab sosial.

Dari pendapat diatas menunjukkan bahwa kinerja lingkungan memiliki

hubungan yang positif terhadap ISR. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian

Windi Asmara dan Safira (2016) yang menyatakan kinerja lingkungan memiliki

pengaruh signifikan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting.

Berdasarkan uraian teori tersebut maka dalam penelitian ini dirumuskan

hipotesis sebagai berikut :

H4 : Kinerja lingkungan berpengaruh terhadap pengungkapan Islamic Social

Reporting
27

2.4 Kerangka Pemikiran

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan,

profitabilitas, leverage, dan kinerja lingkungan terhadap pengungkapan

Islamic Social Reporting, berdasarkan pada pendapat dan hasil penelitian-

penelitian sebelumnya maka kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat

digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2.1

Kerangka Pemikiran

Ukuran (H1)
Perusahaan (X1)

(H2)
Profitabilitas (X2)

Pengungkapan
(H3) Islamic Social
Leverage (X3) Reporting (Y)
(H4)

Kinerja
Lingkungan (X4)
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

Pada sub ini akan diuraikan definisi masing masing variabel, baik variabel

independen yang digunakan pada penelitian ini dan juga elemen pengukuran dari

masing-masing variabel tersebut yang biasa disebut indikator atau instrumen

penelitian. Kemudian, indikator atau instrumen tersebut dioperasionalisasikan.

3.1.1 Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 (dua) variabel yaitu

variabel terikat (dependen) dan variabel bebas (independen). Variabel independen

dalam penelitian ini dalah pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage

dan kinerja lingkungan. Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah

pengungkapan Islamic Social Reporting.

3.1.2 Definisi Operasional Variabel

a. Pengungkapan Islamic Social Reporting

Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) merupakan pengungkapan

tanggung jawab sosial secara syariah pada laporan tahunan perusahaan.

pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) dalam penelitian ini diukur dengan

hasil indeks Islamic Social Reporting yang mengacu pada penelitian Febry

28
29

Ramadhani (2016). Rumus indeks Islamic Social Reporting (ISR) adalah sebagai

berikut :

Jumlah Skor Disclosure yang Dipenuhi


ISR =
Jumlah Skor Disclosure Maksimum

b. Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan. Proksi yang

digunakan dalam penelitian ini adalah logaritma natural dari total aset perusahaan

yang mengacu pada penelitian Febry Ramadhani (2016). Yang dirumuskan

dengan :

Ukuran Perusahaan = Ln (Total Aset)

c. Profitabilitas

Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk

memperoleh keuntungan (profit). Profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan

menggunakan rasio Return on Assets (ROA). ROA sebagai proksi dari

profitabilitas yang sejalan dengan penelitian Febry Ramadhani (2016), yaitu

dengan cara membandingkan laba setelah pajak dengan total aset perusahaan

sebagai berikut:
Laba setelah pajak
ROA =
Total Aset

d. Leverage

Rasio leverage menggambarkan hubungan antara utang perusahaan terhadap

modal maupun asset. Rasio ini dapat melihat seberapa jauh perusahaan dibiayai
30

oleh utang atau pihak luar dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh

modal maupun aset (Umiyati dan Muhammad Danis, 2018). Dalam penelitian ini

diukur dengan menggunakan Debt Eqiuty Ratio (DER) yang dirumuskan dengan :

Total Hutang
DER =
Total Ekuitas

e. Kinerja Lingkungan

Kinerja suatu perusahaan yang peduli terhadap lingkungan sekitar.

mengacu pada penelitian (Windi dan Safira, 2016).

Kinerja lingkungan dapat diukur dengan memberikan skor pada peringkat

PROPER oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). Penelitian ini

menggunakan lima warna sebagai nilai (skor) masing-masing perusahaan, yaitu :

 Emas : Sangat sangat baik ; skor = 5


 Hijau : Sangat baik; skor = 4
 Biru : Baik; skor = 3
 Merah : Buruk; skor = 2
 Hitam : Sangat buruk; skor = 1

Tabel 3.1
Definisi Operasional Variabel
NO NAMA DEFINISI INDIKATOR SUMBER
VARIABEL VARIABEL
1. Pengungkapan Pengungkapan Febry
Jumlah Skor Disclosure yang Dipenuhi
Islamic tanggung jawab Jumlah Skor Disclosure Maksimum Ramadhani
Social sosial secara (2016)
Reporting syariah pada
laporan tahunan
perusahaan
2. Ukuran besar kecilnya Ln (Total Aset) Febry
Perusahaan suatu Ramadhani
perusahaan (2016)
3. Profitabilitas kemampuan suatu Laba setelah pajak Febry
perusahaan untuk Total Aset Ramadhani
memperoleh (2012)
keuntungan
(profit)
31

NO NAMA DEFINISI INDIKATOR SUMBER


VARIABEL VARIABEL

4. Leverage menggambarkan Total hutang Umiyati


hubungan antara Total Ekuitas dan
utang Muhammad
perusahaan Danis
terhadap modal (2018)
maupun asset.
5. Kinerja Kinerja suatu • Emas : Sangat sangat Windi dan
Lingkungan perusahaan yang baik ; Safira
peduli terhadap skor = 5 (2016)
lingkungan • Hijau : Sangat baik;
sekitar skor = 4
• Biru : Baik;
skor = 3
• Merah : Buruk;
skor = 2
• Hitam : Sangat buruk;
skor = 1
Sumber : Disaring dari beberapa jurnal

3.2 Obyek Penelitian, Populasi, dan Sampel

Penelitian ini dilakukan untuk menguji variabel independen yaitu ukuran

perusahaan, profitabilitas, leverage, dan kinerja lingkungan terhadap

pengungkapan Islamic Social Reporting. Populasi pada penelitian ini adalah

seluruh perusahaan syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) periode

tahun 2013-2017.

Metode pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini

adalah metode purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut :

1. Perusahaan Syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2013-

2017.
32

2. Perusahaan yang melaporkan pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR)

dalam laporan tahunannya.

3. Perusahaan yang mengikuti PROPER tahun 2013-2017.

4. Perusahaan manufaktur yang memiliki data lengkap yang mengenai

penerbitan ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, kinerja lingkungan dan

pengungkapan Islamic Social Reporting.

3.3 Jenis Dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder yaitu

data laporan perusahaan atau annual report dari perusahaan syariah yang terdaftar

di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2013-2017 yang diperoleh dari annual report

yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), dan situs resmi

masing-masing perusahaan.

3.4 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode dokumentasi,

yaitu penggunaan data yang berasal dari dokumen-dokumen yang sudah ada. Hal

ini dilakukan dengan cara melakukan penelusuran dan pencatatan informasi yang

diperlukan pada data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan syariah yang

terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2013-2017.


33

3.5 Metode Analisis Data

Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat pengaruh yang

signifikan antara ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage dan kinerja

lingkungan yang digunakan perusahaan pada pengungkapan Islamic Social

Reporting.

3.5.1 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif merupakan proses transformasi data penelitian dalam

bentuk tabulasi sehingga mudah dipahami dan diinterprestasikan. Tabulasi

menyajikan ringkasan, pengaturan, atau penyusunan data dalam bentuk tabel

numerik dan grafik.

Metode analisis data yang digunakan adalah dengan cara analisis kuantitatif

yang bersifat deskriptif yang menjabarkan data yang diperoleh dengan

menggunakan analisis regresi berganda untuk menggambarkan fenomena atau

karakteristik dari data, yaitu dengan memberikan gambaran tentang pengaruh

faktor-faktor yang mempengaruhi Islamic Social Reporting. Metode analisis data

akan dilakukan dengan bantuan program aplikasi komputer SPSS versi 22.

3.5.2 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dari data sekunder ini dilakukan menggunakan uji

normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.


34

[Link] Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,

variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang

baik adalah jika distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk menguji

apakah data terdistribusi normal atau tidak dapat dilakukan dengan uji grafik

dengan Normal Probability Plot dan uji statistik non-parametrik Kolmogorov-

Smirnov (K-S). Pada uji statistik one sample Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat

probabilitas signifikan terhadap variabel. Jika probabilitas signifikan diatas 0,05,

maka variabel tersebut terdistribusi secara normal (Ghozali, 2006).

[Link] Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untk menguji apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Uji

multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation

factor (VIF), dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut :

o Jika nilai tolerance mendekati angka 0,10 dan nilai VIF dibawah 10, maka

tidak terjadi masalah multikolinearitas.

o Jika nilai tolerance mendekati angka 0,10 dan nilai VIF diatas 10, maka

terjadi masalah multikolinearitas.

[Link] Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi ketidaksamaan deviasi standar nilai variabel dependen pada setiap variabel
35

independen. Pengujian ini juga bertujuan untuk menguji apakah dalam model

terjadi ketidaksamaan variance dan residual suatu pengamatan ke pengamatan

lain. Jika variance dari residual suatu pengamatan tetap maka disebut

homokseditas dan jika berbeda maka disebut heteroskedastisitas (Imam Ghozali,

2006).

Heteroskedastisitas dapat dideteksi dengan melihat grafik scatterplot

antara nilai prediksi variabel dependen (Z PRED) dan residualnya (S-RESID),

dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi dan sumbu X adalah (Y yang

diprediksi – Y sesungguhnya). Apabila titik-titik pada grafik scatterplot menyebar

secara acak dan tidak membentuk pola, maka tidak terjadi heteroskedastisitas

pada model regresi, sehingga model tersebut layak dipakai.

Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini juga menggunakan uji

statistik dengan uji Glejser. Uji Glejser mengusulkan untuk meregres nilai

absolute residual terhadap variabel independen dengan persamaan regresi :

Ut = +Xt+vt

Jika variabel independe signifikan secara statistik mempengaruhi variabel

dependen, maka ada indikasi terjadi heteroskedastisitas. Apabila variabel

independen tidak signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen nilai

absolute Ut (AbsUt) dengan probabilitas signifikannya diatas tingkat kepercayaan

5%, maka dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya

heteroskedastisitas.
36

[Link] Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model

regresi ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan

pada periode t-1. Uji Durbin Watson ini hanya digunakan untuk autokorelasi

tingkat 1 (first order autocorrelation) dan mensyaratkan adanya intercept

(konstanta) dalam model regresi dan tidak ada variabel lagi diantara variabel

independen. Hipotesis yng akan diuji adalah : Ho = tidak ada autokorelasi (r=0),

dan Ha = ada korelasi (r≠0). (Imam Ghozali, 2006).

3.5.3 Uji Hipotesis

Hipotesis pada penelitian ini diuji menggunakan model regresi berganda.

Model rgresi berganda umumnya digunakan untuk menguji pengaruh dua atau

lebih variabel independen terhadap variabel dependen dngan skala pengukuran

interval atau rasio dalam suatu persamaan linier (Ghozali, 2011). Variabel

independen yang akan diteliti terdiri dari ukuran perusahaan, profitabilitas,

leverage, dan kinerja lingkungan. Sedangkan variabel dependennya adalah

pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR).

Model regresi yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah

sebagai berikut :

Y=0 + + 2X2 + 3 + 3X3 + 4X4 + ε

Keterangan :

Y = Pengungkapn Islamic Social Reporting

X1 = Ukuran Perusahaan
37

X2 = Profitabilitas

X3 = Leverage

X4 = Kinerja Lingkungan

1-X4 = Koefesien yang diestimasi

ε = error

3.5.4 Uji Model

[Link] Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh

kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien

determinasi antara 0 dan 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-

variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen amat terbatas.

Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen hampir

memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel

dependen. Uji koefisien determinasi dalam penelitian dapat dilakukan dengan

melihat nilai Adjusted R2, dimana nilai ini dapat naik turn apabila satu variabel

independen ditambahkan kedalam model.

[Link] Uji Statistik F

Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel

indepeden atau bebas yang dimasukan kedalam model mempunyai pengaruh

secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini apakah

variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan kinerja lingkungan secara


38

simultan berpengaruh terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting. Jika

model regresi cukup baik maka pengujian dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya.

Tingkat kepercayaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 95%

atau taraf signifikansi 5% (=0,05). Menentukan kriteria pengujian (daerah

diterima atau ditolak) :

o Jika p-value < 0,05 maka H0 ditolak.

o Jika p-value > 0,05 maka H0 diterima.

[Link] Uji Statistik t

Uji Statistik t dilakukan untuk mengetahui pengaruh msing-masing

variabel independen, yakni ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan

kinerja lingkungan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting. Pengujian

hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t (t-test), dimana :

a) Hipotesis nol (H0) ditolak apabila dalam parameter menunjukkan bahwa

taraf signifikan operasi (p-value) < taraf signifikan ( = 0,05), dengan kata

lain hipotesis alternatif (Ha) dapat diterima. Hal ini dapat diartikan bahwa

variabel-variabel independen secara individual secara individual

berpengaruh terhadap variabel dependen.

b) Hipotesis nol (H0) tidak dapat ditolak apabila dalam parameter

menunjukkan bahwa taraf signifikansi operasi (p-value) > taraf

signifikansi (=0,05), Hal ini dapat diartikan bahwa variabel-variabel

independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel

dependen.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Obyek Penelitian

Obyek dari penelitian ini adalah perusahaan syariah yang terdaftar di

Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2013-2017. Penelitian ini dilakukan untuk

menguji pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage dan kinerja

lingkungan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting. Adapun populasi

dari penelitian ini adalah sebanyak 30 perusahaan. Metode pengambilan sampel

dilakukan secara purposive sampling yang berarti penentuan sampel berdasarkan

kriteria-kriteria tertentu, diperoleh sebanyak 14 perusahaan yang memenuhi

kriteria pengambilan sampel. Berikut merupakan tabel kriteria pengambilan

sampel dalam penelitian ini :

Tabel 4.1
Seleksi sampel

No. Keterangan Jumlah Perusahaan


1. Perusahaan syariah yang terdaftar di 30
Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2013-
2017
2. Perusahaan syariah yang tidak kontinyu (13)
di Jakarta Islamic Index (JII) tahun
2013-2017
3. Perusahaan yang tidak memiliki laporan (3)
PROPER tahun 2013-2017
4. Perusahaan yang dijadikan sampel 14
5. Total data 14x5 70
Sumber : Data sekunder yang telah diolah

39
40

4.2 Statistik Deskriptif

Analisis deskriptif dari data yang dijadikan sampel dalam penelitian ini

menjelaskan data disertai dengan nilai minimum, nilai maksimum, mean, dan

standar deviasi. Berikut ini statistik deskriptif data penelitian yang terdiri dari

variabel.

Tabel 4.2
Deskripsi Statistik Variabel Penelitian

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation


SIZE 70 29.7073 33.3202 31.2212 .9007
ROA 70 .0025 .4018 .1104 .0894
DER 70 .1535 2.6546 .8031 .5646
KL 70 2.0000 4.0000 3.3714 .5430
ISR 70 .5000 .5714 .5405 .0244
Valid N (listwise) 70
Sumber : Data sekunder yang telah diolah

Berdasarkan tabel 4.2 menunjukan hasil analisis statistik Ukuran Perusahaan

(SIZE), Profitabilitas (ROA), Leverage (DER), Kinerja Lingkungan (KL) dan

pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) sebagai berikut :

1. Variabel Ukuran Perusahaan (SIZE) menunjukkan rata-rata sebesar

31,2212. Nilai minimum ukuran perusahaan menunjukkan sebesar 29,7073 dan

nilai maksimum menunjukkan sebesar 33,3202. Standar deviasi ukuran

perusahaan (SIZE) sebesar 0,9007 dimana nilai standar deviasi lebih kecil dari

nilai rata-rata, berarti penyebaran data variabel ukuran perusahaan (SIZE)

diketahui merata atau selisih data satu dengan data yang lainnya rendah.

2. Variabel profitabilitas yang diukur dengan Return on Asset (ROA)

menunjukkan rata-rata sebesar 0,1104 atau 11,04%. Nilai minimum adalah 0,0025

atau 0,25% dan nilai maksimum adalah 0,4018 atau 40,18%. Standar deviasi
41

profitabilitas (ROA) sebesar 0,0894 dimana nilai standar deviasi lebih kecil dari

nilai rata-rata, berarti penyebaran data variabel profitabilitas (ROA) diketahui

merata atau selisih data satu dengan data yang lainnya rendah.

3. Variabel leverage yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER)

menunjukkan rata-rata sebesar 0,8031. Nilai minimum adalah 0,1535 dan nilai

maksimum adalah 2,6546. Standar deviasi leverage (DER) sebesar 0,5646

dimana nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata, berarti penyebaran data

variabel leverage (DER) diketahui merata atau selisih data satu dengan data yang

lainnya rendah.

4. Kinerja lingkungan (KL) yang diukur berdasarkan pengukuran dari

Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) yang disajikan dalam laporan PROPER

tahuhan menunjukkan rata-rata sampel berada pada skor 3,3714 (dibulatkan

menajdi 3) atau jika dikonversi berdasarkan kategori PROPER berada pada

criteria Biru. Nilai minimum adalah 2 yang berarti ada perusahaan sampel yang

berada pada criteria merah dalam masalah lingkungan yang berarti buruk dalam

memperhatikan masalah lingkungan, sedangkan nilai maksimum adalah 4

memiliki criteria “Hijau” yang berarti sangat baik dalam penanganan lingkungan.

Standar deviasi variabel Kinerja lingkungan (KL) sebesar 0,5430 dimana nilai

standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata, berarti penyebaran data variabel

Kinerja lingkungan (KL) diketahui merata atau selisih data satu dengan data yang

lainnya rendah.

5. Pengungkapan ISR yang merupakan pengungkapan sosial islami yang

diukur dengan 42 item menunjukkan rata-rata sebesar 0,5405. Nilai minimum


42

sebesar 0,5000. Nilai maksimum adalah sebesar 0,5714. Standar deviasi variabel

Islamic Social Reporting (ISR) sebesar 0,0244 dimana nilai standar deviasi lebih

kecil dari nilai rata-rata, berarti penyebaran data variabel Islamic Social Reporting

(ISR) diketahui merata atau selisih data satu dengan data yang lainnya rendah.

4.3 Analisis Data

Untuk menguji hipotesis akan digunakan analisis regresi linier berganda.

Namun demikian akan terlebih dahulu diuji mengenai ada tidaknya penyimpangan

terhadap asumsi normalitas dan dan asumsi klasik yang diperlukan untuk

mendapatkan model regresi yang baik.

4.3.1 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dimaksudkan untuk memastikan bahwa model yang

diperoleh benar-benar memenuhi asumsi dasar dalam analisis regresi linear

berganda yang terdiri dari uji nomalitas, uji multikolinieritas, uji

heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Uji asumsi klasik dari masing-masing

model adalah sebagai berikut :

[Link] Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,

variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui

bahwa uji-t dan uji–f mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi

normal, kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid (Ghozali,

2007).
43

Pengujian normalitas data dilakukan terhadap data residual model regresi.

Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov.

Selain itu pengujian juga dilakukan secara multivariat dengan menggunakan PP

Plot. Hasil pengujian normalitas terhadap masing-masing variabel dengan

menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh sebagai berikut :

Gambar 4.1
Uji Normalitas Multivariate

Dari gambar 4.1 menunjukkan bahwa Pola PP Plot sudah mendekati garis

diagonal. Hal ini menunjukkan ada pola yang mendekati distribusi normal.

Pengujian normalitas juga didukung dengan uji Kolmogorov Smirnov.


44

Tabel 4.3
Uji normalitas Kolmogorov Smirnov
Unstandardized
Residual
N 70
Mean .0000000
Normal Parametersa,b
Std. Deviation .01981235
Absolute .118
Most Extreme Differences Positive .083
Negative -.118
Kolmogorov-Smirnov Z .985
Asymp. Sig. (2-tailed) .286
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber : data sekunder yang diolah

Berdasarkan Tabel 4.3 pengujian tersebut diperoleh dari hasil uji

Kolmogorov-Smirnov yang menunjukkan nilai Kolmogorov-Smirnov dengan

signifikan sebesar 0,286 yang lebih besar dari 0,05. Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.

[Link] Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel independen (Ghozali, 2006). Untuk

mengetahui apakah terjadi multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan

lawannya Variance Inflation Factor (VIF) yang terdapat pada masing -masing

variabel seperti terlihat pada tabel 4.4 berikut :


45

Tabel 4.4
Uji Multikolinieritas

Model Collinearity Statistics


Tolerance VIF
(Constant)
SIZE .623 1.606
1 ROA .589 1.698
DER .751 1.331
KL .764 1.310

Sumber : Data sekunder yang diolah

Berdasarkan Tabel 4.4 menunjukkan bahwa nilai tolerance juga

menunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai tolerance kurang

dari 0,10 yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independen. Suatu model

regresi dinyatakan bebas dari multikolineritas adalah jika mempunyai nilai VIF

dibawah 10. Dari tabel tersebut diperoleh bahwa pada model regresi, semua

variabel independen memiliki nilai VIF yang rendah dan jauh di bawah angka 10,

dengan demikian diperoleh tidak adanya masalah multikolinieritas dalam model

regresi.

[Link] Uji Heterokedastisitas

Uji Heterokedastisitas digunakan untuk melihat apakah dalam sebuah

model regresi terjadi ketidaksamaan variance. Model regresi yang baik adalah

tidak terjadi heterokedastisitas (Ghozali, 2006). Untuk mendeteksi ada atau

tidaknya heterokedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan Scatterplot.

Apabila pola yang dibentuk oleh Scatter Plot tidak teratur maka model regresi

tersebut bebas dari masalah heteroskedastisitas. Hasil pengujian

heteroskedastisitas diperoleh sebagai berikut :


46

Gambar 4.2
Uji Heteroskedastisitas

Dari gambar tersebut diperoleh bahwa pola yang dibentuk oleh Scatterplot

tidak membentuk pola tertentu atau data menyebar di bidang scatter. Hal ini

berarti bahwa model regresi pada model ini tidak mengandung adanya masalah

heteroskedastisitas.

Tabel 4.5
Uji Glejser

Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.


Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -.047 .048 -.970 .336
SIZE .002 .002 .216 1.424 .159
1 ROA .015 .016 .140 .895 .374
DER -.003 .002 -.268 -1.936 .057
KL -.003 .002 -.150 -1.089 .280
a. Dependent Variable: Abs_Res
Sumber : Data sekunder yang diolah

Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari regresi

masing-masing variabel bebas, yaitu ukuran perusahaan (SIZE), profitabilitas

(ROA), leverage (DER) dan kinerja lingkungan (KL) terhadap absolut residual
47

(abs_res) adalah lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak adanya gejala

heteroskedastisitas. Hasil ini menunjukkan bahwa asumsi heteroskedastisitas

sudah terpenuhi.

[Link] Uji autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah model dalam suatu

model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t

dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi

korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi (Ghozali, 2006). Untuk

mengetahui ada tidaknya autokorelasi kita harus melihat nilai uji D-W. Dari hasil

pengujian diperoleh sebagai berikut:

Tabel 4.6
Uji Autokorelasi

Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson


Square Estimate
1 .586a .343 .302 .0204129 2.272

a. Predictors: (Constant), KL, DER, SIZE, ROA


b. Dependent Variable: ISR
Sumber : Data sekunder yang diolah

Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan hasil pengujian diperoleh nilai D-W

sebesar 2,272. Sedangkan nilai du diperoleh sebesar 1,77. Dengan demikian

diperoleh bahwa nilai DW berada diantara DU yaitu 1,77 dan 4 – Du yaitu 2,23.

Dengan demikian menunjukkan bahwa model regresi tersebut sudah bebas dari

masalah autokorelasi.
48

4.3.2 Analisis Regresi Linier Berganda

Berdasarkan data-data yang telah diuraikan sebelumnya, selanjutnya pada

bagian ini akan dikaji mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel

dependennya. Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus regresi linier

berganda dengan menggunakan bantuan program komputer Statistic Package for

Sosial Science (SPSS) yang ditunjukkan pada tabel 4.7

Tabel 4.7
Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.
Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) .184 .106 1.727 .089
SIZE .010 .003 .364 2.859 .006
1 ROA .061 .036 .221 1.689 .096
DER .006 .004 .176 1.513 .135
KL .013 .005 .290 2.520 .014
Sumber : Data sekunder yang diolah

Berdasarkan Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa persamaan regresi yang

terbentuk adalah :

ISR = 0,184 + 0,010 SIZE + 0,061 ROA + 0,006 DER + 0,013 KL + e

Berdasarkan tabel 4.7 tersebut diatas dapat diperoleh persamaan regresi

dimana variable ukuran perusahaan (SIZE), profitabilitas (ROA), leverage (DER)

dan kineria lingkungan (KL) memiliki koefisien dengan arah positif.

[Link] Koefisien Determinasi

Nilai koefisien determinasi yang ditunjukkan dengan nilai adjusted R-

Square dari model regresi digunakan untuk mengetahui besarnya indeks


49

pengungkapan sukarela yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel

independennya.

Tabel 4.8
Koefisien Determinasi
Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson
Square Estimate
.586a .343 .302 .0204129 2.272
1
a. Predictors: (Constant), KL, DER, SIZE, ROA
b. Dependent Variable: ISR
Sumber : Data sekunder yang diolah

Berdasarkan tabel 4.8 menunjukkan bahwa bahwa koefisien determinasi

yang menunjukkan nilai adjusted R2 sebesar 0,302. Hal ini berarti bahwa 30,2%

variasi indeks pengungkapan ISR dapat dijelaskan secara signifikan oleh variable

kinerja lingkungan (KL), leverage (DER), ukuran perusahaan (SIZE),

profitabilitas (ROA), sedangkan 69,8% indeks pengungkapan ISR dapat

dijelaskan oleh variabel lain.

[Link] Uji Model (Uji – F)

Pengujian hipotesis uji overall model digunakan untuk melihat apakah

secara keseluruhan variabel independen mempunyai pengaruh yang bermakna

terhadap variabel dependen. Dari hasil pengujian dengan nilai F diperoleh sebagai

berikut :
50

Tabel 4.9
Uji Statistik F
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Regression .014 4 .004 8.477 .000b
1 Residual .027 65 .000
Total .041 69
a. Dependent Variable: ISR
b. Predictors: (Constant), KL, DER, SIZE, ROA
Sumber : Data sekunder yang diolah

Berdasarkan tabel 4.9 hasil pengolahan data terlihat bahwa nilai F = 8,477

dengan probabilitas sebesar 0,000 < 0,05. Nilai probabilitas pengujian yang lebih

kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa secara bersama-sama indeks pengungkapan

ISR dapat dijelaskan oleh variabel ukuran perusahaan (SIZE), profitabilitas

(ROA), dan leverage (DER) dan kinerja lingkungann (KL).

[Link] Uji t

Uji hipotesis menggunakan uji t, dimana uji ini pada dasarnya

menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara individual

menerangkan variasi variabel independen, dapat dilihat pada tabel 4.10 sebagai

berikut :

Tabel 4.10
Hasil Uji Statistik t
Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.
Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) .184 .106 1.727 .089
SIZE .010 .003 .364 2.859 .006
1 ROA .061 .036 .221 1.689 .096
DER .006 .004 .176 1.513 .135
KL .013 .005 .290 2.520 .014
Sumber : Data sekunder yang diolah
51

1. Pengaruh Ukuran perusahaan terhadap Pengungkapan ISR

Pengujian hipotesis 1 (H1) dalam penelitian ini adalah untuk menguji

apakah ukuran perusahaan mempengaruhi Pengungkapan ISR. Hasil penelitan

menunjukkan nilai t sebesar 2,859 dengan tingkat signifikan sebesar 0,006 berada

lebih kecil dari  = 0,05, sehingga hasil penelitian ini mendukung hipotesis 1

(H1) yang diajukan. Dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan mempengaruhi

Pengungkapan ISR.

2. Pengaruh Profitabilitas terhadap Pengungkapan ISR

Pengujian hipotesis 2 (H2) dalam penelitian ini adalah untuk menguji

apakah profitabilitas ROA mempengaruhi Pengungkapan ISR. Hasil penelitan

menunjukkan nilai t sebesar 1,689 dengan tingkat signifikan sebesar 0,096 berada

lebih besar dari  = 0,05, sehingga hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis

2 (H2) yang diajukan. Dapat disimpulkan bahwa profitabilitas ROA tidak

mempengaruhi Pengungkapan ISR.

3. Pengaruh Leverage terhadap Pengungkapan ISR

Pengujian hipotesis 3 (H3) dalam penelitian ini adalah untuk menguji

apakah DER mempengaruhi Pengungkapan ISR. Hasil penelitan menunjukkan

nilai t sebesar 1,513 dengan tingkat signifikan sebesar 0,135 berada lebih besar

dari  = 0,05, sehingga hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis 3 (H3)

yang diajukan. Dapat disimpulkan bahwa leverage DER tidak mempengaruhi

Pengungkapan ISR.
52

4. Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Pengungkapan ISR

Pengujian hipotesis 4 (H4) dalam penelitian ini adalah untuk menguji

apakah kinerja lingkungan mempengaruhi Pengungkapan ISR. Hasil penelitan

menunjukkan nilai t sebesar 2,520 dengan tingkat signifikan sebesar 0,014 berada

lebih kecil dari  = 0,05, sehingga hasil penelitian ini mendukung hipotesis 4 (H4)

yang diajukan. Dapat disimpulkan bahwa kinerja lingkungan mempengaruhi

Pengungkapan ISR.

4.4 Pembahasan

1. Pengaruh Ukuran perusahaan ( SIZE) terhadap Pengungkapan ISR

Hasil penelitian ini mendapatkan bawha ukuran perusahaan atau Size

berpengaruh signifikan terhadap Islamic social reporting (ISR). Data perusahaan

PP London Sumtra Indonesia Tbk. tahun 2013 memiliki ukuran perusahaan

(SIZE) sebesar 29,7073 dan pengungkapan ISR sebesar 0,50000 serta data

perusahaan Astra Internasional Tbk. tahun 2017 memiliki ukuran perusahaan

(SIZE) sebesar 33,3202 dan ISR sebesar 0,57143. Hal ini dapat diartikan bahwa

semakin besar ukuran perusahaan (SIZE), maka semakin besar pula

pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR).

Variabel ukuran perusahaan yang diukur dengan transformasi logaritma

total asset menunjukkan rata-rata sebesar 31,2212. Nilai minimum ukuran

perusahaan menunjukkan sebesar 29,7073 dan nilai maksimum menunjukkan

sebesar 33,3202.
53

Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Umiyati dan

Muhammad Danis (2018) serta penelitian Rita Rosiana,dkk (2015) dengan

argumen bahwa semakin tinggi nilai ukuran perusahaan semakin tinggi tingkat

pengungkapannya terhadap Islamic Sosial Reporting. Yang menunjukkan bahwa

ukuran perusahaan (SIZE) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Islamic

social reporting (ISR).

2. Pengaruh Profitabilitas ( ROA) terhadap Pengungkapan ISR

Hasil penelitian mendapatkan bahwa Profitabilitas ROA tidak berpengaruh

signifikan terhadap Islamic social reporting (ISR). Data perusahaan Lippo

Karawaci Tbk. tahun 2015 memiliki profitabilitas (ROA) sebesar 0,0025 dan

pengungkapan ISR sebesar 0,52381 serta data perusahaan Unilever Indonesia

Tbk. tahun 2016 memiliki profitabilitas (ROA) sebesar 0,3816 dan ISR sebesar

0,57143. Hal ini dapat diartikan bahwa besar kecilnya profitabilitas (ROA) tidak

mempengaruhi pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR).

Kondisi profitabilitas yang diukur dengan Return on Asset (ROA)

menunjukkan rata-rata sebesar 0,1104 atau 11,04%. Hal ini berarti bahwa

perusahaan sampel rata-rata mampu mendapatkan laba bersih sebesar 11,04%

dibanding dengan total asset yang dimiliki perusahaan. Nilai ROA terendah

adalah 0,0025 atau 0,25% dan ROA tertinggi adalah 0,4018 atau 40,18%. Hasil

ini menggambarkan bahwa perusahaan-perusahaan sampel memiliki variasi yang

besar dalam menghasilkan laba bersih.

Tidak adanya pengaruh yang signifikan dari profitabilitas terhadap ISR

menunjukkan bahwa profit yang tinggi ataupun rendah tindak mempengaruhi


54

pengungkapannya terhadap ISR. Hal ini berarti perusahaan memiliki niat

pengungkapan penuh tanpa melihat untung maupun rugi,

Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rita

Rosiana,dkk (2015) dengan argumennya menyatakan bahwa dalam pandangan

islam perusahaan yang memiliki niat untuk melakukan pengungkapan penuh tidak

akan mempertimbangkan apakah perusahaan tersebut untung atau rugi. Hal ini

menunjukkan bahwa profitabilitas (ROA) tidak terdapat pengaruh yang signifikan

terhadap Islamic social reporting (ISR).

3. Pengaruh Leverage ( DER) terhadap Pengungkapan ISR

Leverage perusahaan tidak berpengaruh terhadap Islamic social reporting

(ISR). Data perusahaan Indocement Tunggal Prakasa Tbk. tahun 2014 memiliki

leverage ( DER) sebesar 0,1654 sera pengungkapan ISR sebesar 0,52381 dan data

perusahaan Unilever Indonesia Tbk. tahun 2017 memiliki leverage (DER) sebesar

2,6546 serta ISR sebesar 0,57143. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat hutang

yang lebih tinggi tidak menjadikan pengungkapan yang lebih rendah.

Variabel leverage yang diukur dengan Debt to Equity Ratio DER

menunjukkan rata-rata sebesar 0,8031. Nilai minimum adalah 0,1535 dan nilai

maksimum adalah 2,6546.

Tidak adanya pengaruh yang signifikan dari DER terhadap ISR

menunjukkan bahwa leverage yang menunjukkan besarnya beban tanggunan

perusahaan yang besar akan menjadikan perusahaan masih terbebani sehingga

menjadikan pengungkapan ISR tidak menjadi lebih luas.


55

Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rita

Rosiana,dkk (2015) dengan argumennya leverage yang diukur dengan rasio

kewajiban terhadap ekuitas pada bank syariah akan berbeda dengan entitas

lainnya. Kewajiban pada bank syariah merupakan sumber utama penghasilan laba

dengan sistem bagi hasil nisbah keuntungan. Sedangkan pada entitas non bank,

kewajiban merupakan suntikan modal untuk memaksimalkan laba. Hal ini

menunjukkan bahwa Leverage (DER) tidak terdapat pengaruh yang signifikan

terhadap Islamic social reporting (ISR)

4. Pengaruh Kinerja Lingkungan ( KL) terhadap Pengungkapan ISR

Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan variabel independen Kinerja

lingkungan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap ISR. Data

perusahaan AKR Coorporindo Tbk. tahun 2013 memiliki skor Kinerja

Lingkungan ( KL) sebesar 2 dan pengungkapan ISR sebesar 0,50000 serta data

perusahaan Indofood Sukses Makmur Tbk. tahun 2016 memiliki skor Kinerja

Lingkungan ( KL) sebesar 4 dan ISR sebesar 0,54762. Hal ini berarti Hipotesis 4

diterima. Hal ini berarti bahwa perusahaan dengan kinerja lingkungan yang baik

akan mengungkapkan ISR yang lebih luas.

Kinerja lingkungan merupakan salah satu bentuk kinerja perusahaan

dalam menciptakan lingkungan yang baik (green) dan diukur dalam skor

PROPER. Kondisi penilaian PROPER yang baik menunjukkan terhadap peraturan

pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan

limbah B3, AMDAL serta pengendalian pencemaran.


56

Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa rata-rata atau sebagian besar

perusahaan sampel mendapatkan Kinerja lingkungan dalam kategori Biru. Hal ini

menunjukkan bahwa implementasi opersional perusahaan bebasis lingkungan

berada pada tingkat menengah yang berarti pula cukup banyak perusahaan sampel

yang konsen dalam masalah lingkungan.

Informasi yang telah dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup

mengenai kinerja lingkungan perusahaan dalam hal ini menjadi salah satu acuan

dan peringatan serta pertimbangan manajemen perusahaan untuk tetap konsisten

dengan penilaian tersebut. Perusahaan yang mendapatkan peringkat hijau atau

emas sudah dinilai positif oleh Kementrian Lingkungan Hidup dalam

partisipasinya terhadap masalah lingkugan hidup. Upaya untuk

mengimplentasikan penanganan masalah lingkungan hidup tersebut dilakukan

dengan tindakan nyata. ISR dalam hal ini adalah merupakan salah satu

pengungkapan atas tindakan yang dilakukan oleh perusahaan yang mana di

dalamnya mencakup pelaksanaan nyata dalam penanganan lingkungan hidup.

Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya.

Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Windi Asmara

dan Safira (2016) dengan argumnnya yang menyatakan bahwa perusahaan dengan

kinerja lingkungan baik akan cenderung mengungkapkan performance perusahaan

dalam tanggung jawab sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja lingkungan

(KL) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Islamic social reporting (ISR).
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan untuk menguji faktor-faktor yang dapat

mempengaruhi pengungkapan ISR. Dari hasil analisis data, pengujian hipotesis,

dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini sebagai

berikut :

1. Berdasarkan hasil Uji F simultan, seluruh variabel independen baik ukuran

perusahaan (SIZE), profitabilitas (ROA), leverage (DER) dan kinerja

lingkungan (KL) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap

pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR).

2. Berdasarkan hasil Uji t parsial dari ke-4 variabel independen yang ada :

a. Ukuran Perusahaan (SIZE) memiliki pengaruh signifikan terhadap

Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR). Perusahaan dengan aset

yang besar akan menyebabkan pengungkapan Islamic Social Reporting

(ISR) yang lebih luas.

b. Profitabilitas (ROA) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap

Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR).

c. Leverage (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap Pengungkapan

Islamic Social Reporting (ISR).

d. Kinerja Lingkungan (KL) memiliki pengaruh signifikan terhadap

Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR). Perusahaan yang memiliki

57
58

kinerja lingkungan yang besar cenderung memberikan pengungkapan

Islamic Social Reporting (ISR) yang lebih besar.

5.2 Saran

Demi kesempurnaan penelitian selanjutnya perlu diperhatikan beberapa

faktor yang dapat meningkatkan validitas hasil penelitian, yaitu:

1. Bagi perusahaan yang terdaftar di JII

Perusahaan yang masuk daftar Jakarta Islamic Index (JII) seharusnya

memiliki kesadaran yang tinggi dalam melakukan tanggung jawab sosial

secara syariah sebagai konsekuensi dari kebijakan Otoritas Jasa Keuangan

(OJK) dan LK terkait dikeluarkannya daftar nama perusahaan yang

dikategorikan ke dalam Jakarta Islamic Index, sehingga dapat memperluas

pengungkapan ISR.

2. Bagi investor

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan investor

maupun calon investor, khususnya investor muslim dalam pengambilan

keputusan investasi dengan melihat pengungkapan Islamic Social Reporting.

Dan kedepannya lebih peduli lagi dengan perusahaan yang memiliki perilaku

peduli lingkungan atau tidak.

3. Bagi akademisi

Hasil penelitian ini diharapkan mampu mengembangkan dan menambah

kaidah teori ilmu keuangan khususnya mengenai pengaruh ukuran perusahaan


59

(SIZE), profitabilitas (ROA), leverage (DER) dan kinerja lingkungan (KL)

terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR).

5.3 Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki keterbatasan-keterbatasan yang sekaligus dapat

merupakan arah bagi penelitian yang akan datang antara lain :

1. Nilai koefisien determinasi (adjusted R2) sebesar 0,302 memiliki arti bahwa

30,2% variasi indeks pengungkapan ISR dijelaskan oleh variabel ukuran

perusahaan , profitabilitas, leverage dan kinerja lingkungan. Berarti 69,8%

indeks pengungkapan ISR dapat dijelaskan oleh variabel lain.

2. Penelitian ini memiliki keterbatasan subjektivitas dalam menentukan indeks

pengungkapan, hal ini dikarenakan tidak adanya ketentuan baku yang dapat

dijadikan acuan sehingga penentuan indeks untuk indikator dalam kategori

yang sama dapat berbeda untuk peneliti. Hal ini kemungkinan adanya item

tertentu yang terlewatkan pada saat pengamatan.

5.4 Agenda Penelitian Mendatang

Karena masih ada keterbatasan dalam penelitin ini maka untuk

mengatasinya agenda penelitian mendatang diperlukan perbaikan dalam beberapa

hal, yaitu :

1. Disarankan untuk penelitian selanjutnya untuk menambah variabel lainnya

antara lain tipe perusahaan dan ukuran dewan pengawas syariah.


60

2. Disarankan untuk penelitian selanjutnya lebih cermat dan teliti agar tidak

ada item tertentu yang terlewatkan dalam pengungkapan Islamic Social

Reporting.
61

DAFTAR PUSTAKA

Asmara, Windi dan Safira. 2016. Analisis Pengaruh Kinerja Lingkungan dan
Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan Islamic Social
Reporting (Studi Empiris pada Perusahan yang terdaftar di Daftar Efek
Syariah Tahun 2012-2015). Jurnal Profita Vol.9 No.3. Universitas Mercu
Buana.

Astuti, Tika. 2013. Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Leverage terhadap


Pengungkapan Islamic Social Reporting (Studi Empiris pada Perusahan
yang terdaftar di JII Tahun 2010-2012). Jurnal. Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta.

Astuti, Tri Puji. 2014. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan


Islamic Social Reporting (ISR) pada Bank Syariah Indonesia”. Jurnal.
Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ayu, D. F. (2010). Analisis Pengaruh Jenis Industri, Ukuran Perusahaan, dan


Profitabilitas terhadap Tingkat Pengungkapan Islamic Social Reporting
(ISR) pada Perusahaan yang Masuk Daftar Jakarta Islamic Index (JII).
Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Depok.

Cowen, S., Ferrari, L. dan L. Parker. (1987). “The Impact of Corporate


Characteristic on Social Accounting Disclosure: A Topology and
Frequency Based Analysis”. Accounting, Organisations and Society.
Vol. 12 No. 2: 111-112.

Dewi, I. F. K., (2012). Analisis Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas,


Ukuran Perusahaan, Dan Porsi Kepemilikan Publik Atas Saham
Terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting Pada Perusahaan
Jakarta Islamic Index. Skripsi. Depok: Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.

Fitria dan Hartanti. 2010. Islam dan Tanggung Jawab Social: Studi Perbandingan
Pengungkapan Berdasarkan Global Reporting Initiative Indeks dan
Islamic Social Reporting Indeks. Simposium Nasional Akuntansi XIII.
Purwokerto.
62

Ghozali, Imam. (2013). Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang :


Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. & Chairi, A. (2007). Teori Akuntansi. Badan Penerbit Universitas


Diponegoro: Semarang.

Haniffa, R. (2002). Social Reporting Dislosure – An Islamic Perspective.


Indonesian Management and Accounting Research,I, pp. 128-146.

Khoiruddin, Amirul. 2013. Corporate Governance dan Pengungkapan Islamic


Social Reporting pada Perbankan Syariah di Indonesia. Jurnal
Akuntansi. Universitas Negeri Semarang. Semarang.

Maulida, A. P., Yulianto, A., Asrori. (2014). Analisis Faktor-Faktor yang


Mempengaruhi Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR). SNA 17
Mataram. Lombok. Universitas Mataram.

Nurhayati, S., & Wasilah. (2009). Akuntansi Syariah di Indonesia. Jakarta:


Salemba Empat.

Othman, R, Thani, A.M., & Ghani, E. K. 2009. Determinants of Islamic Social


Reporting Among Top Sharia-Approved Companies in Bursa Malaysia.
Research Journal of International Studies, 12, 4-20.

Othman, R., & Thani, A. M. (2010). Islamic social reporting of listed companies
in Malaysia. The International Business & Economics Research Journal,
9(4), 135-144.

Putri, T. K., & Yuyetta, E. N. A. (2014). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi


Islamic Social Reporting Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar pada
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tahun 2011-2012. Diponegoro
Journal of Accounting, Vol. 3, No. 2, Hal. 1153-1161.

Raditya, Amilia Nurul. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat


Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) pada Perusahaan yang
Masuk Daftra Efek Syariah (DES). Skripsi S1 Fakultas Ekonomi,
Universitas Indonesia, Jakarta, 2012.

Rakhiemah, Adilla Nor dan Dian Agustia. “Pengaruh Kinerja Lingkungan


Terhadap CSR Disclosure dan Kinerja Finansial Perusahaan Manufaktur
63

yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Palembang: Simposium


Nasional Akuntansi XII. 2009.

Ramadhani, Febri. 2016. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage,


dan Ukuran Dewan Pengawas Syariah Terhadap Pengungkapan Islamic
Social Reporting (Studi Empiris pada Bank Umum Syariah di Indonesia
Tahun 2010-2014). JOM Fekon, Vol.3 No.1.

Rizkiningsih, Priyesta, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan


Islamic Social Reporting (ISR): Studi Empiris pada Bank Syariah di
Indonesia, Malaysia dan Negara-Negara Gulf Cooperation Council”.
Skripsi Fakultas Ekonomi, Program Studi Akuntansi, Universitas
Indonesia, 2012.

Rohaety, Ety, dkk. 2009. Metodologi Penelitian Bisnis Dengan Aplikasi SPSS.
Jakarta; Mitra Wacana Media.

Rosiana, R., Arifin, B., & Hamdani, M. (2015). Pengaruh Ukuran Perusahaan,
Profitabilitas, Leverage, dan Islamic Governance Score Terhadap
Pengungkapan Islamic Social Reporting (Studi Empiris pada Bank
Umum Syariah di Indonesia Tahun 2010-2012). Esensi:Jurnal Bisnis dan
Manajemen, 5(1), 87-104.

Sofyani, H., Ulum, I., Syam, D., & Wahjuni, S. (2012). Islamic social reporting
index sebagai model pengukuran kinerja sosial perbankan syariah (studi
komparasi Indonesia dan Malaysia). Jurnal Dinamika Akuntansi, 4(1),
36-46.

Taufik, dkk. (2015). Pengaruh Islamic Governance Score, Leverage dan


Profitabilitas terhadap Islamic Social Reporting Index pada Bank Umum
Syariah di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya, 178-198.

Widyawati, S., & Raharja, S. (2012). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi


Islamic Social Reporting: Perusahaan-Perusahaan yang Terdapat pada
Daftar Efek Syariah Tahun 2009-2011. Diponegoro Journal of
Accounting, 1-12.

[Link]. Diakses pada tanggal 02 November 2018


[Link]. Diakses pada tanggal 02 November 2018
[Link]. Diakses pada tanggal 02 November 2018
[Link]. Diakses pada tanggal 02 November 2018
LAMPIRAN
LAMPIRAN A

INDEKS ISLAMIC SOCIAL REPORTING

No. Pokok Pengungkapan Pengungkapan Dalam Laporan Tahunan


A Tema Pembiayaan dan
Investasi
1 Aktivitas riba Beban bunga, pendapatan bunga
2 Pengungkapan kegiatan yang Froward (kontrak yang diperjual belikan disuatu bursa
mengandung gharar tertentu, harga tertentu, dan jangka waktu tertentu),
margin trading (memfasilitasi para pedagang saham
atau trader dengan pinjaman perusahaan sekuritas), dan
bertransaksi maya tanpa dilandasi bisnis riel.
3 Zakat Pengolahan zakat, pembayaran zakat
4 Kebijakan atas keterlambatan Kebijakan perusahaan atas keterlambatan pembayaran
pembayaran piutang dan piutang, kebijakan perusahaan untuk menghapus
pengungkapan piutang tak piutang tak tertagih
tertagih
5 Pernyataan nilai tambah Nilai tambah perusahaan, nilai tambah perusahaan bagi
perusahaan masyarakat
B Tema Produk dan Jasa
6 Produk atau kegiatan operasi Produk yang ramah lingkungan, memiliki teknologi
ramah lingkungan yang ramah lingkungan
7 Status kehalalan produk Sertifikat kehalalan produk dari MUI. Pernyataan
produk halal
8 Keamanan dan kualitas produk Keamanan produk dan kualitas produk
9 Pelayanan pelanggan Pelayanan paska jual, pengadaan pusat pengaduan
konsumen
C Tema Karyawan
10 Sifat pekerja Jam kerja, hari libur
11 Pendidikan dan pelatihan kerja Pelatihan kerja, pengembangn SDM
12 Kesetaraan hak antara pria dan Tidak melakukan diskriminasi
wanita
13 Keterlibatan karyawan dalam Dilibatkannya karyawan dalam diskusi manajemen,
diskusi manajemen dan keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan
pengambilan keputusan
14 Kesehatan dan keselamatan kerja Kesehatan dan keselamatan kerja
15 Lingkungan kerja Pernyataan tentang lingkungan kerja
16 Karyawan dan kelompok khusus. Karyawan cacat fisik, mantan pecandu narkoba atu
mantan narapidana
17 Karyawan tingkat atas Pelaksanaan ibadah bersama-sama antara tingkat atas
melaksanakan ibadah bersama dan bawah
dengan karyawan tingkat
menengah dan tingkat bawah
18 Sarana ibadah yang memadahi Keterangan ibadah untuk karyawan
untuk para karyawan
D Tema Masyarakat
19 Sedekah, donasi atau sumbangan Sedekah, donasi atau sumbangan
20 Wakaf Keterangan tentang pelaksanaan wakaf perusahaan
21 Dana kebajikan Keterangan tentang pengelolaan dana kebajikan
perusahaan
22 Sukarelawan dari kalangan Sukarelawan dari kalangan karyawan dalam kegiatan
karyawan perusahaan
23 Pemberian beasiswa Pemberian beasiswa dari perusahaan
24 Pemberdayaan kerja para lulusan Magang, praktik kerja lapangan
sekolah/kuliah
25 Pengembangan dalam Pemberian bekal ketrampilan bagi pemuda, dukungan
kepemudaan usaha bagi pemuda
26 Peningkatan kualitas hidup Kegiatan pengembangan masyarakat
masyarakat
27 Kepedulian terhadap anak-anak Pelaksanaan berbagai program terkait anak-anak
28 Kegiatan amal atau kegiatan Bantuan bencana alam, donor darah, sunatan masal,
sosial pembangunan infrastruktur
29 Mensponsori kegiatan-kegiatan Melaksanakan berbagai aktivitas bidang bantuan
kesehatan, hiburan, olahraga, pendidikan, kesehatan dll
budaya, pendidikan, dan
keagamaan
E Tema Lingkungan
30 Konservasi lingkungan Pengadaan kegiatan yang mendukung konservasi
lingkungan
31 Kegiatan mengurangi efek Meminimlisasi populasi pengelolaan limbah
terhadap pemanasan global
32 Pendidikan yang mengenai Melaksanakan kegiatan terkait pendidikan melalui
lingkungan. lingkungan
33 Pernyatan vertifikasi independen Pelaksanaan PKBL (program kemitraan bina lingkungan)
atau audit lingkungan telah diaudit
34 Sistem manajemen lingkungan Perusahaan menjalankan pengelolaan lingkungan yang
mencakup sistem manajemen lingkungan, manajemen
perusahaan
F Tema Tata Kelola Perusahaan
35 Status kepatuhan terhdap syariah Penyataan patuh terhadap Dewan Syariah Nasional
36 Struktur kepemilikan saham Keterangan pemilikan saham
37 Profil dewan direksi Profil dewan direksi
38 Pengungkapan melalui praktik Melakukan praktik monopoli usaha atau tidak
monopoli usaha atau tidak melakukan praktik monopoli usaha
39 Pengungkapan melakukan praktik Melakukan bahan penimbunan bahan pokok atau tidak
menimbun bahan kebutuhan melakukannya
pokok atau tidak
40 Pengungkapan melakukan praktik Melakukan praktik manipulasi harga atau tidak
manipulasi harga atau tidak melakukannya
41 Pengungkapan adanya perkara Adanya perkara hukum atau tidak adanya perkara
hukum atau tidak hukum
42 Kebijakan anti korupsi Kode etik, whistleblowing system
No. Pokok Astra Argo Lestari Tbk. Adaro Energy Tbk.
Pengungkapan
A Tema Pembiayaan 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
dan Investasi
1 Aktivitas riba 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
2 Pengungkapan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan yang
mengandung gharar
3 Zakat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Kebijakan atas 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
keterlambatan
pembayaran piutang
dan pengungkapan
piutang tak tertagih
5 Pernyataan nilai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
tambah perusahaan
B Tema Produk dan
Jasa
6 Produk atau kegiatan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
operasi ramah
lingkungan
7 Status kehalalan 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0
produk
8 Keamanan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kualitas produk
9 Pelayanan pelanggan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
C Tema Karyawan
10 Sifat pekerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
11 Pendidikan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
pelatihan kerja
12 Kesetaraan hak 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
antara pria dan
wanita
13 Keterlibatan 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1
karyawan dalam
diskusi manajemen
dan pengambilan
keputusan
14 Kesehatan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
keselamatan kerja
15 Lingkungan kerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
16 Karyawan dan 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0
kelompok khusus.
17 Karyawan tingkat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
atas melaksanakan
ibadah bersama
dengan karyawan
tingkat menengah
dan tingkat bawah
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
18 Sarana ibadah yang 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1
memadahi untuk
para karyawan
D Tema Masyarakat
19 Sedekah, donasi atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
sumbangan
20 Wakaf 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
21 Dana kebajikan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
22 Sukarelawan dari 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
kalangan karyawan
23 Pemberian beasiswa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
24 Pemberdayaan kerja 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
para lulusan
sekolah/kuliah
25 Pengembangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
dalam kepemudaan
26 Peningkatan kualitas 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
hidup masyarakat
27 Kepedulian terhadap 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
anak-anak
28 Kegiatan amal atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan sosial
29 Mensponsori kegiatan- 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan kesehatan,
hiburan, olahraga,
budaya, pendidikan,
dan keagamaan
E Tema Lingkungan
30 Konservasi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
lingkungan
31 Kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
mengurangi efek
terhadap pemanasan
global
32 Pendidikan yang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
mengenai
lingkungan.
33 Pernyatan vertifikasi 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0
independen atau
audit lingkungan
34 Sistem manajemen 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
lingkungan
F Tema Tata Kelola
Perusahaan
35 Status kepatuhan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
terhdap syariah
36 Struktur kepemilikan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
saham
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
37 Profil dewan direksi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
38 Pengungkapan 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1
melalui praktik
monopoli usaha atau
tidak
39 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
menimbun bahan
kebutuhan pokok
atau tidak
40 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
manipulasi harga
atau tidak
41 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
adanya perkara
hukum atau tidak
42 Kebijakan anti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
korupsi
JUMLAH SKOR 21 22 22 22 22 24 24 23 23 24
YANG
DIUNGKAPKAN
JUMLAH SKOR 42 42 42 42 42 42 42 42 42 42
MAKSIMAL
0,50 0,52 0,52 0,52 0,52 0,57 0,57 0,54 0,54 0,57143
000 381 381 381 381 143 143 762 762

No. Pokok AKR Corporindo Tbk. Astra International Tbk.


Pengungkapan
A Tema Pembiayaan 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
dan Investasi
1 Aktivitas riba 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
2 Pengungkapan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan yang
mengandung gharar
3 Zakat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Kebijakan atas 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
keterlambatan
pembayaran piutang
dan pengungkapan
piutang tak tertagih
5 Pernyataan nilai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
tambah perusahaan
B Tema Produk dan
Jasa
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
6 Produk atau kegiatan 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1
operasi ramah
lingkungan
7 Status kehalalan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
produk
8 Keamanan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kualitas produk
9 Pelayanan pelanggan 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
C Tema Karyawan
10 Sifat pekerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
11 Pendidikan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
pelatihan kerja
12 Kesetaraan hak 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
antara pria dan
wanita
13 Keterlibatan 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1
karyawan dalam
diskusi manajemen
dan pengambilan
keputusan
14 Kesehatan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
keselamatan kerja
15 Lingkungan kerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
16 Karyawan dan 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1
kelompok khusus.
17 Karyawan tingkat atas 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melaksanakan ibadah
bersama dengan
karyawan tingkat
menengah dan tingkat
bawah
18 Sarana ibadah yang 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1
memadahi untuk
para karyawan
D Tema Masyarakat
19 Sedekah, donasi atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
sumbangan
20 Wakaf 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
21 Dana kebajikan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
22 Sukarelawan dari 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
kalangan karyawan
23 Pemberian beasiswa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
24 Pemberdayaan kerja 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
para lulusan
sekolah/kuliah
25 Pengembangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
dalam kepemudaan
26 Peningkatan kualitas 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
hidup masyarakat
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
27 Kepedulian terhadap 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
anak-anak
28 Kegiatan amal atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan sosial
29 Mensponsori 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan-kegiatan
kesehatan, hiburan,
olahraga, budaya,
pendidikan, dan
keagamaan
E Tema Lingkungan
30 Konservasi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
lingkungan
31 Kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
mengurangi efek
terhadap pemanasan
global
32 Pendidikan yang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
mengenai
lingkungan.
33 Pernyatan vertifikasi 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1
independen atau
audit lingkungan
34 Sistem manajemen 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
lingkungan
F Tema Tata Kelola
Perusahaan
35 Status kepatuhan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
terhdap syariah
36 Struktur kepemilikan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
saham
37 Profil dewan direksi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
38 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melalui praktik
monopoli usaha atau
tidak
39 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
menimbun bahan
kebutuhan pokok
atau tidak
40 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
manipulasi harga
atau tidak
41 Pengungkapan 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0
adanya perkara
hukum atau tidak
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
42 Kebijakan anti 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0
korupsi
JUMLAH SKOR 21 21 23 23 23 23 23 23 24 24
YANG
DIUNGKAPKAN
JUMLAH SKOR 42 42 42 42 42 42 42 42 42 42
MAKSIMAL
0,50 0,50 0,54 0,54 0,54 0,54 0,54 0,54 0,57 0,57
000 000 762 762 762 762 762 762 143 143

No. Pokok Indofood CBP Sukses Indofood Sukses Makmur


Pengungkapan Makmur Tbk. Tbk.
A Tema Pembiayaan 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
dan Investasi
1 Aktivitas riba 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
2 Pengungkapan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan yang
mengandung gharar
3 Zakat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Kebijakan atas 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
keterlambatan
pembayaran piutang
dan pengungkapan
piutang tak tertagih
5 Pernyataan nilai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
tambah perusahaan
B Tema Produk dan
Jasa
6 Produk atau kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
operasi ramah
lingkungan
7 Status kehalalan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
produk
8 Keamanan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kualitas produk
9 Pelayanan pelanggan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
C Tema Karyawan
10 Sifat pekerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
11 Pendidikan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
pelatihan kerja
12 Kesetaraan hak antara 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
pria dan wanita
13 Keterlibatan karyawan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
dalam diskusi
manajemen dan
pengambilan
keputusan
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
14 Kesehatan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
keselamatan kerja
15 Lingkungan kerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
16 Karyawan dan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
kelompok khusus.
17 Karyawan tingkat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
atas melaksanakan
ibadah bersama
dengan karyawan
tingkat menengah
dan tingkat bawah
18 Sarana ibadah yang 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
memadahi untuk
para karyawan
D Tema Masyarakat
19 Sedekah, donasi atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
sumbangan
20 Wakaf 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
21 Dana kebajikan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
22 Sukarelawan dari 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
kalangan karyawan
23 Pemberian beasiswa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
24 Pemberdayaan kerja 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
para lulusan
sekolah/kuliah
25 Pengembangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
dalam kepemudaan
26 Peningkatan kualitas 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
hidup masyarakat
27 Kepedulian terhadap 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
anak-anak
28 Kegiatan amal atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan sosial
29 Mensponsori kegiatan- 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan kesehatan,
hiburan, olahraga,
budaya, pendidikan,
dan keagamaan
E Tema Lingkungan
30 Konservasi 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1
lingkungan
31 Kegiatan mengurangi 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1
efek terhadap
pemanasan global
32 Pendidikan yang 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0
mengenai lingkungan.
33 Pernyatan vertifikasi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
independen atau audit
lingkungan
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
34 Sistem manajemen 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0
lingkungan
F Tema Tata Kelola
Perusahaan
35 Status kepatuhan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
terhdap syariah
36 Struktur kepemilikan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
saham
37 Profil dewan direksi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
38 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melalui praktik
monopoli usaha atau
tidak
39 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
menimbun bahan
kebutuhan pokok
atau tidak
40 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
manipulasi harga
atau tidak
41 Pengungkapan 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1
adanya perkara
hukum atau tidak
42 Kebijakan anti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
korupsi
JUMLAH SKOR 22 22 22 22 22 23 23 24 22 24
YANG
DIUNGKAPKAN
JUMLAH SKOR 42 42 42 42 42 42 42 42 42 42
MAKSIMAL
0,52 0,52 0,52 0,52 0,52 0,54 0,54 0,57 0,52 0,57
381 381 381 381 381 762 762 143 381 143

No. Pokok Indocement Tunggal Prakasa Kalbe Farma Tbk.


Pengungkapan Tbk.
A Tema Pembiayaan 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
dan Investasi
1 Aktivitas riba 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
2 Pengungkapan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan yang
mengandung
gharar
3 Zakat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
4 Kebijakan atas 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
keterlambatan
pembayaran piutang
dan pengungkapan
piutang tak tertagih
5 Pernyataan nilai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
tambah perusahaan
B Tema Produk dan
Jasa
6 Produk atau kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
operasi ramah
lingkungan
7 Status kehalalan 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0
produk
8 Keamanan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kualitas produk
9 Pelayanan pelanggan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
C Tema Karyawan
10 Sifat pekerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
11 Pendidikan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
pelatihan kerja
12 Kesetaraan hak 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
antara pria dan
wanita
13 Keterlibatan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
karyawan dalam
diskusi manajemen
dan pengambilan
keputusan
14 Kesehatan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
keselamatan kerja
15 Lingkungan kerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
16 Karyawan dan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
kelompok khusus.
17 Karyawan tingkat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
atas melaksanakan
ibadah bersama
dengan karyawan
tingkat menengah
dan tingkat bawah
18 Sarana ibadah yang 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
memadahi untuk
para karyawan
D Tema Masyarakat
19 Sedekah, donasi atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
sumbangan
20 Wakaf 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
21 Dana kebajikan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
22 Sukarelawan dari 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
kalangan karyawan
23 Pemberian beasiswa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
24 Pemberdayaan kerja 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
para lulusan
sekolah/kuliah
25 Pengembangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
dalam kepemudaan
26 Peningkatan kualitas 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
hidup masyarakat
27 Kepedulian terhadap 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
anak-anak
28 Kegiatan amal atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan sosial
29 Mensponsori 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan-kegiatan
kesehatan, hiburan,
olahraga, budaya,
pendidikan, dan
keagamaan
E Tema Lingkungan
30 Konservasi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
lingkungan
31 Kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
mengurangi efek
terhadap pemanasan
global
32 Pendidikan yang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
mengenai
lingkungan.
33 Pernyatan vertifikasi 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0
independen atau
audit lingkungan
34 Sistem manajemen 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0
lingkungan
F Tema Tata Kelola
Perusahaan
35 Status kepatuhan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
terhdap syariah
36 Struktur 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kepemilikan saham
37 Profil dewan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
direksi
38 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melalui praktik
monopoli usaha
atau tidak
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
39 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
menimbun bahan
kebutuhan pokok
atau tidak
40 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
manipulasi harga
atau tidak
41 Pengungkapan 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1
adanya perkara
hukum atau tidak
42 Kebijakan anti 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1
korupsi
JUMLAH SKOR 22 22 22 22 22 23 23 23 23 23
YANG
DIUNGKAPKAN
JUMLAH SKOR 42 42 42 42 42 42 42 42 42 42
MAKSIMAL
0,52 0,52 0,52 0,52 0,52 0,54 0,54 0,54 0,54 0,54
381 381 381 381 381 762 762 762 762 762

No. Pokok Lippo Karawaci Tbk. PP London Sumatra


Pengungkapan Indonesia Tbk.
A Tema Pembiayaan 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
dan Investasi
1 Aktivitas riba 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
2 Pengungkapan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan yang
mengandung gharar
3 Zakat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Kebijakan atas 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
keterlambatan
pembayaran piutang
dan pengungkapan
piutang tak tertagih
5 Pernyataan nilai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
tambah perusahaan
B Tema Produk dan
Jasa
6 Produk atau kegiatan 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0
operasi ramah
lingkungan
7 Status kehalalan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
produk
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
8 Keamanan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kualitas produk
9 Pelayanan pelanggan 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0
C Tema Karyawan
10 Sifat pekerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
11 Pendidikan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
pelatihan kerja
12 Kesetaraan hak 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
antara pria dan
wanita
13 Keterlibatan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
karyawan dalam
diskusi manajemen
dan pengambilan
keputusan
14 Kesehatan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
keselamatan kerja
15 Lingkungan kerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
16 Karyawan dan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
kelompok khusus.
17 Karyawan tingkat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
atas melaksanakan
ibadah bersama
dengan karyawan
tingkat menengah
dan tingkat bawah
18 Sarana ibadah yang 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0
memadahi untuk
para karyawan
D Tema Masyarakat
19 Sedekah, donasi atau 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1
sumbangan
20 Wakaf 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0
21 Dana kebajikan 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1
22 Sukarelawan dari 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0
kalangan karyawan
23 Pemberian beasiswa 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1
24 Pemberdayaan kerja 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
para lulusan
sekolah/kuliah
25 Pengembangan 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0
dalam kepemudaan
26 Peningkatan kualitas 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1
hidup masyarakat
27 Kepedulian terhadap 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0
anak-anak
28 Kegiatan amal atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan sosial
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
29 Mensponsori 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1
kegiatan-kegiatan
kesehatan, hiburan,
olahraga, budaya,
pendidikan, dan
keagamaan
E Tema Lingkungan
30 Konservasi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
lingkungan
31 Kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
mengurangi efek
terhadap pemanasan
global
32 Pendidikan yang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
mengenai
lingkungan.
33 Pernyatan vertifikasi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
independen atau
audit lingkungan
34 Sistem manajemen 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1
lingkungan
F Tema Tata Kelola
Perusahaan
35 Status kepatuhan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
terhdap syariah
36 Struktur kepemilikan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
saham
37 Profil dewan direksi 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1
38 Pengungkapan 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1
melalui praktik
monopoli usaha atau
tidak
39 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
menimbun bahan
kebutuhan pokok
atau tidak
40 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
manipulasi harga
atau tidak
41 Pengungkapan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
adanya perkara
hukum atau tidak
42 Kebijakan anti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
korupsi
JUMLAH SKOR 22 22 22 22 22 21 22 22 22 22
YANG
DIUNGKAPKAN
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
JUMLAH SKOR 42 42 42 42 42 42 42 42 42 42
MAKSIMAL
0,52 0,52 0,52 0,52 0,52 0,50 0,52 0,52 0,52 0,52
381 381 381 381 381 000 381 381 381 381

No. Pokok Perusahaan Gas Negara Semen Indonesia Tbk.


Pengungkapan (Persero) Tbk.
A Tema Pembiayaan 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
dan Investasi
1 Aktivitas riba 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
2 Pengungkapan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan yang
mengandung gharar
3 Zakat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Kebijakan atas 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
keterlambatan
pembayaran piutang
dan pengungkapan
piutang tak tertagih
5 Pernyataan nilai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
tambah perusahaan
B Tema Produk dan
Jasa
6 Produk atau kegiatan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
operasi ramah
lingkungan
7 Status kehalalan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
produk
8 Keamanan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kualitas produk
9 Pelayanan pelanggan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
C Tema Karyawan
10 Sifat pekerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
11 Pendidikan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
pelatihan kerja
12 Kesetaraan hak 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
antara pria dan
wanita
13 Keterlibatan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
karyawan dalam
diskusi manajemen
dan pengambilan
keputusan
14 Kesehatan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
keselamatan kerja
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
15 Lingkungan kerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
16 Karyawan dan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
kelompok khusus.
17 Karyawan tingkat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
atas melaksanakan
ibadah bersama
dengan karyawan
tingkat menengah
dan tingkat bawah
18 Sarana ibadah yang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
memadahi untuk
para karyawan
D Tema Masyarakat
19 Sedekah, donasi atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
sumbangan
20 Wakaf 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
21 Dana kebajikan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
22 Sukarelawan dari 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
kalangan karyawan
23 Pemberian beasiswa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
24 Pemberdayaan kerja 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
para lulusan
sekolah/kuliah
25 Pengembangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
dalam kepemudaan
26 Peningkatan kualitas 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
hidup masyarakat
27 Kepedulian terhadap 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
anak-anak
28 Kegiatan amal atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan sosial
29 Mensponsori kegiatan- 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan kesehatan,
hiburan, olahraga,
budaya, pendidikan,
dan keagamaan
E Tema Lingkungan
30 Konservasi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
lingkungan
31 Kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
mengurangi efek
terhadap pemanasan
global
32 Pendidikan yang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
mengenai
lingkungan.
33 Pernyatan vertifikasi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
independen atau
audit lingkungan
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
34 Sistem manajemen 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
lingkungan
F Tema Tata Kelola
Perusahaan
35 Status kepatuhan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
terhdap syariah
36 Struktur kepemilikan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
saham
37 Profil dewan direksi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
38 Pengungkapan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
melalui praktik
monopoli usaha atau
tidak
39 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
menimbun bahan
kebutuhan pokok
atau tidak
40 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
manipulasi harga
atau tidak
41 Pengungkapan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
adanya perkara
hukum atau tidak
42 Kebijakan anti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
korupsi
JUMLAH SKOR 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24
YANG
DIUNGKAPKAN
JUMLAH SKOR 42 42 42 42 42 42 42 42 42 42
MAKSIMAL
0,57 0,57 0,57 0,57 0,57 0,57 0,57 0,57 0,57 0,57
143 143 143 143 143 143 143 143 143 143

No. Pokok United Tractors Tbk. Unilever Indonesia Tbk.


Pengungkapan
A Tema Pembiayaan 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
dan Investasi
1 Aktivitas riba 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
2 Pengungkapan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan yang
mengandung
gharar
3 Zakat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
4 Kebijakan atas 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
keterlambatan
pembayaran piutang
dan pengungkapan
piutang tak tertagih
5 Pernyataan nilai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
tambah perusahaan
B Tema Produk dan
Jasa
6 Produk atau kegiatan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
operasi ramah
lingkungan
7 Status kehalalan 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1
produk
8 Keamanan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kualitas produk
9 Pelayanan pelanggan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
C Tema Karyawan
10 Sifat pekerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
11 Pendidikan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
pelatihan kerja
12 Kesetaraan hak 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
antara pria dan
wanita
13 Keterlibatan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
karyawan dalam
diskusi manajemen
dan pengambilan
keputusan
14 Kesehatan dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
keselamatan kerja
15 Lingkungan kerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
16 Karyawan dan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
kelompok khusus.
17 Karyawan tingkat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
atas melaksanakan
ibadah bersama
dengan karyawan
tingkat menengah
dan tingkat bawah
18 Sarana ibadah yang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
memadahi untuk
para karyawan
D Tema Masyarakat
19 Sedekah, donasi atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
sumbangan
20 Wakaf 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
21 Dana kebajikan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
22 Sukarelawan dari 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
kalangan karyawan
23 Pemberian beasiswa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
24 Pemberdayaan kerja 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
para lulusan
sekolah/kuliah
25 Pengembangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
dalam kepemudaan
26 Peningkatan kualitas 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
hidup masyarakat
27 Kepedulian terhadap 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
anak-anak
28 Kegiatan amal atau 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan sosial
29 Mensponsori 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kegiatan-kegiatan
kesehatan, hiburan,
olahraga, budaya,
pendidikan, dan
keagamaan
E Tema Lingkungan
30 Konservasi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
lingkungan
31 Kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
mengurangi efek
terhadap pemanasan
global
32 Pendidikan yang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
mengenai
lingkungan.
33 Pernyatan vertifikasi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
independen atau
audit lingkungan
34 Sistem manajemen 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1
lingkungan
F Tema Tata Kelola
Perusahaan
35 Status kepatuhan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
terhdap syariah
36 Struktur 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
kepemilikan saham
37 Profil dewan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
direksi
38 Pengungkapan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
melalui praktik
monopoli usaha
atau tidak
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017
39 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
menimbun bahan
kebutuhan pokok
atau tidak
40 Pengungkapan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
melakukan praktik
manipulasi harga
atau tidak
41 Pengungkapan 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1
adanya perkara
hukum atau tidak
42 Kebijakan anti 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1
korupsi
JUMLAH SKOR 21 21 21 21 21 23 23 24 24 24
YANG
DIUNGKAPKAN
JUMLAH SKOR 42 42 42 42 42 42 42 42 42 42
MAKSIMAL
0,50 0,50 0,50 0,50 0,50 0,19 0,19 0,57 0,57 0,57
000 000 000 000 000 048 048 143 143 143
LAMPIRAN B

DAFTAR PERUSAHAAN

No. Kode Saham Nama Perusahaan


1 AALI Astra Argo Lestari Tbk.
2 ADRO Adaro Energy Tbk.
3 AKRA AKR Corporindo Tbk.
4 ASII Astra International Tbk.
5 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur
Tbk.
6 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk.
7 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk.
8 KLBF Kalbe Farma Tbk.
9 LPKR Lippo Karawaci Tbk.
10 LSIP PP London Sumatra Indonesia
Tbk.
11 PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero)
Tbk.
12 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk.
13 UNTR United Tractors Tbk.
14 UNVR Unilever Indonesia Tbk.
LAMPIRAN C

DAFTAR DATA PENELITIAN

DAFTAR DATA PENELITIAN TAHUN 2013

NO. KODE NAMA SIZE ROA DER KL ISR


PERUSAHAAN
1 AALI Astra Argo Lestari
Tbk. 30,3367 0,1294 0,4580 3 0,50000
2 ADRO Adaro Energy Tbk. 32,0437 0,0340 1,1076 4 0,57143
3 AKRA AKR Corporindo Tbk. 30,3143 0,0421 1,7285 2 0,50000
4 ASII Astra International
Tbk. 32,9970 0,1108 1,0152 3 0,54762
5 ICBP Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk. 30,6882 0,1051 0,6032 4 0,52381
6 INDF Indofood Sukses
Makmur Tbk. 31,9889 0,0438 1,0351 3 0,54762
7 INTP Indocement Tunggal
Prakasa Tbk. 30,9122 0,1884 0,1580 4 0,52381
8 KLBF Kalbe Farma Tbk. 30,0572 0,1771 0,3312 3 0,54762
9 LPKR Lippo Karawaci Tbk. 31,0747 0,0509 1,2077 3 0,52381
10 LSIP PP London Sumatra
Indonesia Tbk. 29,7073 0,0964 0,2058 3 0,50000
11 PGAS Perusahaan Gas
Negara (Persero) Tbk. 31,6010 0,1927 0,6165 3 0,57143
12 SMGR Semen Indonesia
(Persero) Tbk. 31,0583 0,1739 0,4123 4 0,57143
13 UNTR United Tractors Tbk. 31,6804 0,0837 0,6091 3 0,50000
14 UNVR Unilever Indonesia
Tbk. 30,2224 0,4010 2,1373 4 0,54762
Sumber : Data sekunder yang diolah

DAFTAR DATA PENELITIAN TAHUN 2014

NO. KODE NAMA SIZE ROA DER KL ISR


PERUSAHAAN
15 AALI Astra Argo Lestari
Tbk. 30,5520 0,1393 0,5683 3 0,52381
16 ADRO Adaro Energy Tbk. 32,0101 0,0286 0,9678 4 0,57143
17 AKRA AKR Corporindo Tbk. 30,3251 0,0500 1,4814 2 0,50000
18 ASII Astra International
Tbk. 33,0950 0,0938 0,9616 3 0,54762
19 ICBP Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk. 30,8463 0,1045 0,6563 4 0,52381
NO. KODE NAMA SIZE ROA DER KL ISR
PERUSAHAAN
20 INDF Indofood Sukses
Makmur Tbk. 32,0865 0,0451 1,1377 3 0,54762
21 INTP Indocement Tunggal
Prakasa Tbk. 30,9943 0,1825 0,1654 4 0,52381
22 KLBF Kalbe Farma Tbk. 30,1507 0,1714 0,2656 3 0,54762
23 LPKR Lippo Karawaci Tbk. 31,2623 0,0794 1,1399 3 0,52381
24 LSIP PP London Sumatra
Indonesia Tbk. 29,7892 0,1061 0,1990 3 0,52381
25 PGAS Perusahaan Gas
Negara (Persero) Tbk. 31,9787 0,1203 1,0977 3 0,57143
26 SMGR Semen Indonesia
(Persero) Tbk. 31,1666 0,1622 0,3733 4 0,57143
27 UNTR United Tractors Tbk. 31,7302 0,0817 0,5629 3 0,50000
28 UNVR Unilever Indonesia
Tbk. 30,2899 0,4018 2,1053 4 0,54762
Sumber : Data sekunder yang diolah

DAFTAR DATA PENELITIAN TAHUN 2015

NO. KODE NAMA SIZE ROA DER KL ISR


PERUSAHAAN
29 AALI Astra Argo Lestari
Tbk. 30,6996 0,0320 0,8389 3 0,52381
30 ADRO Adaro Energy Tbk. 32,0401 0,0253 0,7771 4 0,54762
31 AKRA AKR Corporindo Tbk. 30,3525 0,0714 1,0866 3 0,54762
32 ASII Astra International
Tbk. 33,1341 0,0670 0,9397 3 0,54762
33 ICBP Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk. 30,9105 0,1139 0,6208 4 0,52381
34 INDF Indofood Sukses
Makmur Tbk. 32,1510 0,0530 1,1296 4 0,57143
35 INTP Indocement Tunggal
Prakasa Tbk. 30,9502 0,1541 0,1581 4 0,52381
36 KLBF Kalbe Farma Tbk. 30,2482 0,1521 0,2522 3 0,54762
37 LPKR Lippo Karawaci Tbk. 31,3525 0,0025 1,1847 3 0,52381
38 LSIP PP London Sumatra
Indonesia Tbk. 29,8113 0,0779 0,2059 3 0,52381
39 PGAS Perusahaan Gas
Negara (Persero) Tbk. 32,1870 0,0620 1,1487 3 0,57143
40 SMGR Semen Indonesia
(Persero) Tbk. 31,2726 0,1222 0,3904 4 0,57143
41 UNTR United Tractors Tbk. 31,7536 0,0537 0,5724 3 0,50000
42 UNVR Unilever Indonesia
Tbk. 30,3866 0,3728 2,2585 4 0,57143
Sumber : Data sekunder yang diolah
DAFTAR DATA PENELITIAN TAHUN 2016

NO. KODE NAMA SIZE ROA DER KL ISR


PERUSAHAAN
43 AALI Astra Argo Lestari
Tbk. 30,8185 0,0873 0,3770 3 0,52381
44 ADRO Adaro Energy Tbk. 32,1042 0,0522 0,7268 4 0,54762
45 AKRA AKR Corporindo Tbk. 30,3930 0,0661 0,9606 3 0,54762
46 ASII Astra International
Tbk. 33,1988 0,0699 0,8716 3 0,57143
47 ICBP Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk. 30,9949 0,1256 0,5622 4 0,52381
48 INDF Indofood Sukses
Makmur Tbk. 32,0399 0,0641 0,8701 4 0,54762
49 INTP Indocement Tunggal
Prakasa Tbk. 31,0372 0,1284 0,1535 4 0,52381
50 KLBF Kalbe Farma Tbk. 30,3540 0,1544 0,2216 3 0,54762
51 LPKR Lippo Karawaci Tbk. 31,4510 0,0269 1,0658 3 0,52381
52 LSIP PP London Sumatra
Indonesia Tbk. 29,8780 0,0627 0,2371 3 0,52381
53 PGAS Perusahaan Gas
Negara (Persero) Tbk. 32,1509 0,0452 1,1558 3 0,57143
54 SMGR Semen Indonesia
(Persero) Tbk. 31,4204 0,1025 0,4465 4 0,57143
55 UNTR United Tractors Tbk. 31,7898 0,0798 0,5014 3 0,50000
56 UNVR Unilever Indonesia
Tbk. 30,4492 0,3816 2,5597 4 0,57143
Sumber : Data sekunder yang diolah

DAFTAR DATA PENELITIAN TAHUN 2017

NO. KODE NAMA SIZE ROA DER KL ISR


PERUSAHAAN
57 AALI Astra Argo Lestari
Tbk. 30,8473 0,0848 0,3452 3 0,52381
58 ADRO Adaro Energy Tbk. 32,1563 0,0787 0,6618 4 0,57143
59 AKRA AKR Corporindo Tbk. 30,4538 0,0775 0,8631 3 0,54762
60 ASII Astra International
Tbk. 33,3202 0,0784 0,8912 3 0,57143
61 ICBP Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk. 31,0848 0,1121 0,5557 4 0,52381
62 INDF Indofood Sukses
Makmur Tbk. 32,1077 0,0585 0,8808 4 0,57143
63 INTP Indocement Tunggal
Prakasa Tbk. 30,9936 0,0644 0,1754 4 0,52381
64 KLBF Kalbe Farma Tbk. 30,4414 0,1476 0,1959 3 0,54762
65 LPKR Lippo Karawaci Tbk. 31,6701 0,0151 0,9013 3 0,52381
NO. KODE NAMA SIZE ROA DER KL ISR
PERUSAHAAN
66 LSIP PP London Sumatra
Indonesia Tbk. 29,9077 0,0783 0,1997 3 0,52381
67 PGAS Perusahaan Gas
Negara (Persero) Tbk. 32,0767 0,0235 0,9747 3 0,57143
68 SMGR Semen Indonesia
(Persero) Tbk. 31,5221 0,0417 0,6086 4 0,57143
69 UNTR United Tractors Tbk. 32,0409 0,0933 0,7305 3 0,50000
70 UNVR Unilever Indonesia
Tbk. 30,5705 0,3705 2,6546 4 0,57143
Sumber : Data sekunder yang diolah
LAMPIRAN D

STATISTIK DESKRIPTIF

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation


SIZE 70 29.7073 33.3202 31.2212 .9007
ROA 70 .0025 .4018 .1104 .0894
DER 70 .1535 2.6546 .8031 .5646
KL 70 2.0000 4.0000 3.3714 .5430
ISR 70 .5000 .5714 .5405 .0244
Valid N (listwise) 70
Sumber : Data sekunder yang diolah
LAMPIRAN E

UJI ASUMSI KLASIK

UJI NORMALITAS

Uji Normalitas Multivariate

Uji normalitas Kolmogorov Smirnov

Unstandardized
Residual
N 70
Mean .0000000
Normal Parametersa,b
Std. Deviation .01981235
Absolute .118
Most Extreme Differences Positive .083
Negative -.118
Kolmogorov-Smirnov Z .985
Asymp. Sig. (2-tailed) .286
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
UJI MULTIKOLINIERITAS

Model Collinearity Statistics


Tolerance VIF
(Constant)
SIZE .623 1.606
1 ROA .589 1.698
DER .751 1.331
KL .764 1.310

UJI HETEROSKEDASTISITAS

Uji Glejser

Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.


Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -.047 .048 -.970 .336
SIZE .002 .002 .216 1.424 .159
1 ROA .015 .016 .140 .895 .374
DER -.003 .002 -.268 -1.936 .057
KL -.003 .002 -.150 -1.089 .280
a. Dependent Variable: Abs_Res

UJI AUTOKORELASI

Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson


Square Estimate
1 .586a .343 .302 .0204129 2.272

a. Predictors: (Constant), KL, DER, SIZE, ROA


b. Dependent Variable: ISR
LAMPIRAN F

UJI REGRESI LINIER BERGANDA

Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.


Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) .184 .106 1.727 .089
SIZE .010 .003 .364 2.859 .006
1 ROA .061 .036 .221 1.689 .096
DER .006 .004 .176 1.513 .135
KL .013 .005 .290 2.520 .014
LAMPIRAN G

PENGUJIAN HIPOTESIS

Koefisien Determinasi

Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson


Square Estimate
.586a .343 .302 .0204129 2.272
1
a. Predictors: (Constant), KL, DER, SIZE, ROA
b. Dependent Variable: ISR

Uji F

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.


Regression .014 4 .004 8.477 .000b
1 Residual .027 65 .000
Total .041 69
a. Dependent Variable: ISR
b. Predictors: (Constant), KL, DER, SIZE, ROA

Uji t

Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.


Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) .184 .106 1.727 .089
SIZE .010 .003 .364 2.859 .006
1 ROA .061 .036 .221 1.689 .096
DER .006 .004 .176 1.513 .135
KL .013 .005 .290 2.520 .014

Anda mungkin juga menyukai