Strategi Daya Saing Apotek 325 Surabaya
Strategi Daya Saing Apotek 325 Surabaya
Analisis SWOT Sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Apotek 325
Surabaya
Anisa Rachmawati1, Ety Dwi Susanti2
1,2
Jurusan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa
Timur
This is an open access article under the Lisensi Creative Commons Atribusi-
BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Corresponding Author:
Anisa Rachmawati,
Jurusan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”
Jawa Timur
Email: nisarch195@[Link]
1. PENDAHULUAN
Di Indonesia khususnya pada sektor bisnis mengalami perkembangan yang sangat pesat, selain
itu berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melahirkan era baru dalam
1895 | Analisis SWOT Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Apotek 325 Surabaya (Anisa Rachmawati)
Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944
dunia bisnis. Belakangan ini semakin lama semakin menonjolnya persaingan, perubahan
kompleksitas, dan ketidakpastian. Keadaan ini dapat menimbulkan persaingan antara perusahaan
yang dikarenakan bertambahnya pesaing bisnis, kebutuhan pasar, volume produk yang terus kian
meningkat. Perusahaan harus lebih cermat dalam membaca serta mengantisipasi keadaan pasar agar
dapat menciptakan produk yang berkualitas serta dapat memuaskan kebutuhan konsumen sehingga
dapat memenangkan persaingan pasar. Kunci suksesnya sebuah perusahaan bersaing tergantung
pada penyesuaian secara dinamis terhadap lingkungan yang kompleks dan akan selalu berubah-
ubah.
Apotek 325 salah satu apotek yang dapat bertahan hingga sekarang meskipun masih adanya
pesaing dengan bisnis serupa dikarenakan Apotek 325 memimpin pasar di sekitar lokasinya dengan
menggunakan strategi biaya rendah (Cost Leadership) dalam menjalankan bisnisnya untuk bersaing
dengan pesaingnya terlihat dengan perbandingan harga yang berbeda dengan beberapa produk obat
yang di jual di tiga apotek yang dipilih oleh penulis sebagai apotek pembanding yaitu apotek 325,
apotek K24 dan apotek usaha sebagai berikut :
Tabel 1. Daftar Perbandingan Harga Apotek 2021
Ketegori Apotek Apotek Apotek
No Produk
Penjualan 325 K24 Usaha
Sangobion Vita-Tonik
1 Botol 28.000 33.500 30.000
250Ml
2 Nourish Acne Plast 12S Pcs 18.500 20.800 18.550
3 Demacolin Sirup 60Ml Botol 16.000 17.000 17.200
4 Cortidex 0,5Mg Tablet 500 401 650
5 Bioplacenton gel 15Gr Tube 21.000 29.413 21.044
6 Destavell 5Mg Tablet 65.000 95.530 75.000
Natur E 100IU Soft Caps
7 Dos/Pack 20.000 20.050 21.000
16S
8 Enervon-c TAB STR 4'S Strip 5.000 5.340 5.499
9 CDR EFF 10S Tube 42.000 46.411 46.000
10 Hot in cream 60Gr Pcs 12.500 19.130 13.390
11 Insto regular 7,5 ML Tube 13.000 14.302 14.000
Vitamin C IPI TAB 45S
12 Tube 5.000 6.798 7.000
Tube
13 Madu TJ Murni 150Gr Botol 16.000 23.451 16.000
Sumber : Data diolah peneliti, 2021
Dapat dilihat dari tabel tersebut bahwa produk obat yang di jual di ketiga apotek tersebut
terlihat bahwa harga yang diberikan oleh apotek 325 lebih murah jika dibandingankan dengan kedua
apotek lainnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi untuk meningkatkan
daya saing pada apotek 325 surabaya menggunakan analisis SWOT.
2. KAJIAN PUSTAKA
Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan suatu bentuk analisis dalam upaya untuk penyusunan suatu
rencana yang memiliki tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu bentuk dari analisis
SWOT dilihat dari situasi serta kondisi yang bersifat deskriptif atau memberi suatu gambaran yang
di mana kondisi dan situasi ini dijadikan sebagai faktor masukan lalu dikelompokkan berdasarkan
kontribusinya masing-masingnya.
1896 | Analisis SWOT Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Apotek 325 Surabaya (Anisa Rachmawati)
Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944
Strategi
Strategi adalah sebuah cara atau teknik yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk
mendapatkan keunggulan bersaing dengan memahami lingkungan internal atau kekuatan dan
kelemahan dan lingkungan eksternal peluang dan ancaman, sehingga perusahaan bisa tetap bertahan.
Daya Saing
Daya saing merupakan kemampuan perusahaan untuk bersaing di pasar yang memiliki
kinerja provit jangka panjang dan kemampuan dalam memberikan kompensasi kepada karyawan
nyaMserta memberikan pengembalian unggul kepada pemiliknya.
3. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analisis
dengan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini difokuskan untuk meneliti strategi dalam
meningkatkan daya saing pada apotek 325 dengan menggunakan analisis SWOT sebagai alat bantu
hitung dalam penelitian ini. Pada penelitian ini dilaksanakan disalah satu apotek Surabaya yang
bernama Apotek 325 yang berlokasi di Jl. Demak No. 325, Dupak, Kecamatan Krembangan,
Surabaya, Jawa Timur 60179.
Teknik pengumpulan data yang diambil oleh peneliti untuk memperoleh data yang lengkap,
obyektif serta dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya serta sesuai dengan penelitian. Data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pada teknik pengambilan
data peneliti menggunakan beberapa metode pengumpulan data seperti : (1) Pengamatan Berperan
Serta (Participant as Observer) (2) Wawancara (Interview) (3) Dokumentasi. Dalam Penelitian ini
menggunakan metode analisis deskriptif serta pada analisisnya menggunakan Analisis SWOT. Data
yang dihasilkan melalui metode analisis deskriptif berasal dari pengamatan berperan serta
(Perticipan as Observer), Wawabcara (Interview) dan Dokumentasi yang berkaitan dengan strategi
meningkatkan daya saing pada Apotek 325 Surabaya.
1897 | Analisis SWOT Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Apotek 325 Surabaya (Anisa Rachmawati)
Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944
Apotek 325 Surabaya merupakan bisnis yang bergerak dalam peredaran obat yang sudah
berdiri sejak tahun 2000. Tujuan didirikannya apotek 325 Surabaya adalah dikarenakan sekitar
didaerah Demak belum terdapat sebuah apotek yang berdiri didaerah tersebut. Dengan
berdirinya apotek 325 disekitar daerah Demak Surabaya diharapkan dapat membantu
masyarakat sekitar dalam menemukan obat yang diperlukan oleh pasien ataupun pelanggan
tentunya dengan harga yang terjangkau dan lokasi yang dekat.
Apotek 325 memiliki jumlah karyawan sebanyak 9 orang yang terdiri dari 2 orang bagian
kasir untuk dua shift, 4 orang bagian pelayanan pelanggan, 2 orang bagian obat dengan resep,
dan 1 orang bagian apoteker.
Nama Perusahaan : Apotek 325 Surabaya
Lokasi : Jl. Demak No. 325, Dupak, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur 60179
Jam Operasional : Buka setiap hari mulai pukul 07:15 – 22:00 kecuali hari minggu mulai pukul
07:15 – 21:30.
Hasil IFAS
Tabel 2. Hasil EFAS (Eksternal Strategy Factors Analysis Summary)
No Faktor–faktor Strategi Bobot Rating Bobot x Rating
Internal
Kekuatan (Strength)
1 Harga yang lebih murah 0,17 2 0,34
2 Pelayanan dan fasilitas yang 0,08 1 0,08
diberikan cukup baik
3 Keragaman produk yang 0,16 2 0,32
bervariasi
4 Lokasi yang strategis 0,09 1 0,09
5 Memiliki ijin perundang- 0,10 1 0,10
undangan.
6 Pembayaran bisa dilakukan 0,06 1 0,06
secara tunai maupun non tunai
7 Memiliki ijin perundang- 0,07 1 0,07
undangan.
Total 0,73 1,06
No Faktor – faktor Strategi Bobot Rating Bobot x Rating
Internal
Kelemahan (Weakness)
1 Akamedis yang kurang dari 0,12 3 0,35
karyawan
2 Belum bekerja sama dengan 0,10 4 0,40
pihak asuransi atau bpjs
3 Kurangnya brand image kepada 0,05 4 0,20
masyarakat luas
Total 0,27 0,95
Total Skor Internal 1,00 2,01
Sumber : Hasil olahan data oleh peneliti 2021
Dari hasil Tabel diatas hasil olahan data IFAS, faktor kekuatan internal memiliki skor
sebesar 1,06 dan faktor kelemahan internal memiliki skor sebesar 0,95. Sedangkan hasil analisis
matriks IFAS pada Apotek 325 Surabaya mencangkup keseluruhan faktor internal yang terdiri
dari kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness) dengan total skor sebesar 2,01 yang berarti
1898 | Analisis SWOT Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Apotek 325 Surabaya (Anisa Rachmawati)
Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944
Apotek 325 Surabaya memiliki kekuatan internal yang saat tinggi dimana yang dapat
dimanfaatkan untuk keberlangsungan usahanya.
Hasil EFAS
Tabel 3. Hasil EFAS (Eksternal Strategy Factors Analysis Summary)
No Faktor – faktor Strategi Internal Bobot Rating Bobot x Rating
Peluang (Opportunity)
1 Adanya praktek dokter disekitar 0,03 1 0,03
apotek
2 Adanya wabah penyakit. 0,12 2 0,24
3 Obat merupakan produk yang 0,09 1 0,09
dibutuhkan.
4 Kesadaran masyarakat yang tinggi 0,07 1 0,07
akan Kesehatan
5 Luasnya pangsa pasar 0,08 2 0,16
6 Penjualan produk yang bisa 0,05 1 0,05
dilakukan di marketplace lain
seperti Halodoc.
Total 0,44 0,64
No Faktor – faktor Strategi Internal Bobot Rating Bobot x Rating
Ancaman (Threaths)
1 Adanya pesaing offline yang 0,10 3 0,30
berada di dekat apotek 325
2 Harga obat yang fluktuatif 0,10 4 0,40
3 Rumitnya perijinan apotek 0,08 4 0,32
4 Kebijakan distributor yang 0,13 3 0,38
memperumit pengembalian obat
dan alat Kesehatan.
5 Adanya pesaing online karena 0,15 3 0,45
apotek 325 sudah mendaftarkan
diri di marketplace shoppe dan
tokopedia
Total 0,56 1,85
Total Skor Eksternal 1,00 2,49
Sumber : Data diolah peneliti, 2021
Dari hasil Tabel 3 Hasil olahan data EFAS, faktor peluang eksternal memiliki skor sebesar
0,64 dan faktor ancaman eksternal memiliki skor sebesar 1,85. Sedangkan hasil analisis matriks
EFAS pada Apotek 325 Surabaya mencangkup keseluruhan faktor eksternal yang terdiri dari
peluang (Opportunity) dan ancaman (Threaths) dengan total skor 2,49 yang berarti ancaman
yang dihadapi oleh Apotek 325 sangat tinggi, maka dari itu perlunya terus memanfaatkan
peluang yang ada agar dapat meminimalisir ancaman yang tinggi agar tetap dapat bertahan dan
bersaing di bisnis yang serupa.
Diagram SWOT
1899 | Analisis SWOT Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Apotek 325 Surabaya (Anisa Rachmawati)
Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944
Berdasarkan pengolahan data pada gambar 4.4 diagram analisis SWOT maka startegi
yang tepat untuk digunakan oleh Apotek 325 adalah strategi Diversifikasi yang terletak pada
kuadran II. Strategi Diversifikasi yaitu dengan membuat strategi baru bahkan yang lain dari
biasanya dimana dengan memanfaatkan kekuatan internal Apotek 325 yang diharapkan dapat
memungkinkan terciptanya peluang baru. Meskipun Apotek mendapat berbagai ancaman,
namun hingga saat ini Apotek 325 dapat bertahan karena memiliki kekuatan dari segi internal
Apotek 325.
EFAS
Peluang Strategi SO (Strength Strategi WO (Weakness
(Opportunity) Opportunity) Opportunity)
Menggunakan Meminimalisir
1900 | Analisis SWOT Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Apotek 325 Surabaya (Anisa Rachmawati)
Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944
Menggunakan Meminimalkan
kekuatan untuk kelemahan untuk
meminimalisir atau menghindari ancaman
menghindari ancaman = 2,8
= 2,91
Sumber : Data diolah peneliti, 2021
1901 | Analisis SWOT Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Apotek 325 Surabaya (Anisa Rachmawati)
Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944
4.2. Pembahasan
Hasil Analisis SWOT
Pada hasil analisis data melalui matriks IFAS dan EFAS yang diperoleh menunjukan
bahwa Apotek 325 Surabaya memiliki bobot yang baik pada lingkungan internalnya yaitu
pada posisi kekuatan (Strength) dan dalam bobot yang kurang baik pada lingkungan
eksternalnya yaitu pada posisi ancaman (Treaths), sehingga dapat disimpulkan bahwa posisi
diagram SWOT berada pada posisi kuadran II (Dua) yaitu strategi diversifikasi, yang mana
bisnis apotek 325 ini meskipun menghadapi berbagai ancaman, apotek 325 memiliki kekutan
yang cukup dari segi internalnya. Maka strategi yang perlu dilakukan oleh apotek 325 adalah
strategi diversifikasi dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka
panjang (Strategi ST) dengan membuat startegi yang berbeda dengan memanfatkan kekuatan
internal yang akan memungkinkan terciptanya peluang dimasa akan datang.
Berdasarkan Analisa di atas bahwa kinerja Apotek 325 dapat ditentukan oleh
kombinasi faktor internal dan eksternal yang ditunjukkan dalam tabel matriks SWOT. Berikut
ini hasil Analisa penulis berdasarkan matriks SWOT diatas :
Strategi SO ( Strength - Opportunity)
Strategi ini merupakan gabungan dari faktor internal kekuatan (Strength) dan faktor
eksternal peluangn (Opportunity), yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan internal
perusahaan dalam memanfaatkan peluang sebanyak-banyaknya. Strategi SO yang ditempuh
pada Apotek 325 Surabaya yaitu :
a. Adanya penambahan layanan praktek dokter pada apotek akan mempermudah konsumen
serta menambah pemasukan untuk apotek.
b. Luasnya pangsa pasar yang didukung oleh harga jual produk pada apotek l;ebih murah dari
pada pesaing, yang mana akan membuat konsumen terus berdatangan karena obat
merupakan produk yang dibutuhkan di kala sakit.
1902 | Analisis SWOT Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Apotek 325 Surabaya (Anisa Rachmawati)
Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944
dalam untuk mengatasi berbagai ancaman dari luar perusahaan. Strategi ST yang ditempuh
pada Apotek 325 Surabaya yaitu :
a. Harga yang lebih murah dapat menjadikan apotek melawan pesaing disekitar.
b. Melaksanakan pembaharuan terhadap perundang-perundangan agar dapat terus
menjalankan bisnis apotek.
Strategi WO (Weakness – Opportunity )
Strategi ini merupakan gabungan dari faktor internal kelemahan (Weakness) dan faktor
eksternal peluang (Opportunity), yaitu dengan memanfaatkan peluang sebnyak mungkin untuk
meminimalisir kelemahan yang dimiliki perusahaan. Strategi WO yang ditempuh pada Apotek
325 Surabaya yaitu :
a. Kesadaran masyarakat yang tinggi akan kesehatan maka perlunya apotek kerjasama dengan
pihak asuransi seperti BPJS atau asuransi swasta akan mempermudah pasien dalam
menebus obat.
b. Luasnya pangsa pasar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan brand image apotek kepada
masyarakat luas.
Strategi WT (Weakness – Threats )
Strategi ini merupakan gabungan dari faktor internal kelemahan (Weakness) dan faktor
eksternal ancaman (Treats), yaitu dengan menghindari ancaman dari luar perusahaan untuk
mengurangi kelemahan yang dimiliki perusahaan. Strategi WT yang ditempuh pada Apotek
325 Surabaya yaitu :
Dengan memberikan wawasan atau merekrut karyawan yang sudah banyak memiliki akamedis
atau pengalaman dibidangnya akan mengurangi rumitnya perijinan mendirikan apotek.
Faktor yang mempengaruhi daya saing
a. Lokasi : lokasi sangat strategis mempengaruhi apotek 325 yang dapat membantunya
bertahan dengan persaingan bisnis yang terjadi. Lokasi startegis merupakan faktor pertama
kerberlangsungan usaha, karena jika lokasi strategis maka dapat dengan cepat menarik
perhatian konsumen serta dapat dengan mudah di akses oleh konsumen yang ingin hendak
berkunjung ke Apotek 325.
b. Harga : harga yang diberikan kepada konsumen cukup terjangkau, salah satu yang
membuat apotek 325 dapat bertahan hingga saat ini adalah dikarenakan harga yang
dijualkan kepda konsumen lebih murah jika dibandingkan dengan apotek/pesainng bisnis
serupa disekitar wilyah Apotek 325 Surabaya.
c. Pelayanan/service : Pelayanan yang diberikan apotek 325 kepada konsumen sangat baik
karena diharapkan jika pelaku bisnis melakukan pelayanan yang baik diharapkan dapat
membuat konsumen merasa nyaman serta mendapatkan kepercayaan dari konsumen dalam
pembelian produk secara berulang kali atau berkala.
Strategi generik menurut Michel A. Porter (2007)
Pada Apotek 325 menurut teori Michel A. Porter menurut penulis Apotek 325 masuk
dalam kategori Strategi biaya rendah (Cost Leadership). Karena strategi tersebut yang
digunakan oleh apotek dalam persaingan bisnisnya. Strategi ini menekan biaya produk per unit
sangat rendah yang mampu membuat apotek 325 menjadi pemimpin pasar dalam menentukan
harga dan memastikan tingkat keuntungan pasar tinggi dengan cara yang agresif, efisiensi, dan
kefektifan biaya.
5. KESIMPULAN
Melalui penelitian ini, peneliti berhasil menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis
SWOT yang telah dilaksanakan sebagai berikut :
a. Hasil analisis dengan matriks IFAS dari faktor internal kekuatan sebesar 1,06 serta faktor internal
kelemahan sebesar 0,95 maka jumlah skore nilai IFAS sebesar 2,01. Sedangkan hasil analisis
1903 | Analisis SWOT Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Apotek 325 Surabaya (Anisa Rachmawati)
Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944
EFAS dari faktor eksternal peluang sebesar 0,64 serta faktor eksternal ancaman sebesar 1,85,
maka jumlah skore EFAS sebesar 2,49.
b. Hasil diagram SWOT menunjukkan bahwa Apotek 325 berada pada kuadran II (Dua) yaitu
strategi divesifikasi, dimana kuadran tersebut menunjukan jika apotek 325 menghadapi berbagai
ancaman namun dapat diatasi dengan kekuatan internal yang dimiliki Apotek 325 Surabaya.
Strategi yang perlu diterapkan adalah dengan menggunakan kekuatan internal untuk
memanfaatkan peluang yang ada dengan cara membuat stategi yang berbeda dengan
memanfaatkan kekuatan internal sehingga akan memungkinkan terciptanya peluang. Strategi
tersebut menandakan keadaan perusahaan yang kuat dan mempu untuk terus bertahan serta
menghadapi persaingan hingga saat ini meskipun adanya berbagai ancaman yang datang.
c. Hasil dari rumusan strategi matriks SWOT adalaha Apotek 325 Surabaya cenderung ke strategi
ST atau menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatsi ancaman dengan
memiliki nilai tertinggi sebesar 2,91. Strategi ST Apotek 325 Surabaya adalah :
1) Memberikan harga yang terbaik dapat menjadikan apotek dapat melawan pesaing.
2) Melakukan pembaharuan terhadap perundang – undangan agar dapat terus menjalankan usaha
3) Menambah layanan fasilitas yang yang baik dan nyaman untuk lebih mempermudah
pelanggan untuk mengunjungi Apotek 325
SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dan kesimpulan yang telah
dikemukakan, maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan dalam
mengambil sebuah keputusan :
a. Melakukan pelatihan bagi karyawan agar dapat menambah wawasan tentang akamedis atau bisa
melakukan perekrutan karyawan dengan minimal sudah menempuh Pendidikan D3 atau S1
dengan jurusan apoteker.
b. Melakukan perluasan pangsa pasar dengan cara promosi yang lebih dimaksimalkan agar Apotek
325 dapat lebih dikenal masyarakat yang lebih luas agar dapat meningkatkan brand image Apotek
325 diantaranya dengan cara promo disetiap akhir bulan atau promo buy one get one dan
influencer marketing.
c. Menambah mitra kerja sama dengan distributor lain untuk meminimalisir susahnya pengembalian
obat.
d. Penambahan fasilitas agar mempermudah pelanggan dalam mengunjungi Apotek 325, seperti
bekerjasama dengan dokter setempat dan bekerja sama dengan pihak asuransi yang dapat
mempermudah pelanggan jika menebus obat dengan pihak asuransi swasta atau BPJS Kesehatan
(Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan).
6. DAFTAR PUSTAKA
Arif Yusuf Hamali. (2016). Pemahaman Strategi Bisnis dan Kewirausahaan.
Freddy Rangkuti. (2004).Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, (Jakarta: PT.
GramediaPustaka Utama, 2004).
Freddy Rangkuti. (2004).Swot Balanced Scorecard, Teknik Menyusun Strategi Korporat yang
Efektif.
Freddy Rangkuti. (2011).Mengelola Kinerja dan Risiko (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama).
Freddy [Link]. (2011). Manajemen Strategis Konsep. Buku 1. Edisi 12. (Jakarta: Salemba
Empat.
Gunawan, Imam. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi
Aksara.
Micel E. Porter. (2001). Competitive Advantage. Edisi Bahasa Indonesia. (Jakarta: PT. Indeks
Kelompok Gramedia, edisi 4.
Moleong, Lexy J. (2014). Metedologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
1904 | Analisis SWOT Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Apotek 325 Surabaya (Anisa Rachmawati)
Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944
1905 | Analisis SWOT Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Apotek 325 Surabaya (Anisa Rachmawati)